Anda di halaman 1dari 41

PROSES INSTRUMENTATION TRINING

Basic measuring
Industrial Instrumentasi
Teknologi menggunakan peralatan untuk melakukan pengukuran dan pengaturan
besaran fisik atau kimia agar hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan (Frang R umboy)

POKOK PERMASALAHAN PADA SISTEM INSTRUMENTASI :


1. Pengukuran Besaran fisis
2. Pengaturan besaran fisis

PENGUKURAN BESARAN PROSES YANG UMUM PADA PRODUKSI MIGAS


1. pressure
2. Level
3. Flow
4. temperature

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMILIH ALAT UKUR


1. Karakteristik Statis Alat ukur
2. Karakteristik dinamis alat ukur
3. Range/ daerah kerja alat ukur
4. Life time/kehandalan alat ukur dan biaya pemeliharaan
5. Kemungkinan bahaya dari proses
6. Masalah dalam pemasangan ( Perakitan, Pemipaan dan Penginstalasian)
7. Harga dan Beaya pemasangan

TEKANAN
1. Perbandingan antara gaya dengan luas bidang dimana gaya itu bekerja
2. P = F / A
3. P = Tekanan ( Kg / cm2 )
4. F = Gaya (Kg)
5. A = Luas Penampang ( cm2 )

Hal | 1
SATUAN-SATUAN TEKANAN DAN KONVERSINYA
 1 Bar = 105 N/m2
 1 Kpa = 103 N/m2
 1 Kg/cm2 = 14,7 Psi
 1 Kg/cm2 = 76 cm2 HG
 1 Kg/cm2 = 10,33 m H2O

SKALA UNIT TEKANAN

Tekanan
Tekanan Absolut
Gauge
76 cm Hg
Tekanan udara
setempat
Tekanan Tekanan
Vaccoom
1 Atmosfer
SENSOR/ DETEKTOR BESARAN TEKANAN :
 Elemen Kolom Cairan : Barometer, Manometer pipa “U”, Manometer bak, Manometer
cincin
 Elemen Elastis : Diafragma, Bellows, Tabung Bourdon
 Elemen Kelistrikan : Strain Gauge

ELEMEN KOLOM CAIRAN


P = p. G. H P = p.g.h
vackum
P

Tekan
an Tekanan udara
udara

h Hal | 2
Air
Raks
Tabung
U TYPE MANOMETER

ELEMEN ELASTIS

1. DIAPHRAGM

DIAPHRAGM CAPSULE

Hal | 3
2. BELLOWS

BELLOWS PRESSURE GAUGE

3. BOURDON TUBE

Hal | 4
C TYPE BOURDON TUBE

SPIRAL TYPE BOURDON TUBE

Hal | 5
HELICAL TYPE BOURDON TYPE

METODA KELISTRIKAN
train gauge adalah komponen elektronika yang dipakai untuk mengukur tekanan
(deformasi atau strain).

Alat ini ditemukan pertama kali oleh Edward E. Simmons pada tahun 1938, dalam
bentuk foil logam yang bersifat insulatif (isolasi) yang menempel pada benda yang akan
diukur tekanannya.

Jika tekanan pada benda berubah, maka foilnya akan ter deformasi, dan tahanan listrik
alat ini akan berubah. Perubahan tahanan listrik ini akan dimasukkan ke dalam rangkaian
Jembatan Wheatstone.

Macam-macam Bentuk Starin gauge

Hal | 6
BESARNYA TEKANAN AKAN DINYATAKAN DALAM BENTUK FAKTOR
GAUGE

Dimana RG adalah tahanan sebelum ada deformasi, ΔR adalah perubahan tahanan


listrik yang terjadi,dan Є adalah tekanannya.

Jika Strain gauge mendapat tekanan, maka luas ( A) penampang kawatnya akan
menurun/mengecil dan panjang ( L ) kawatnya akan membesar/bertambah

penghantar

ǷL
R = A

Hal | 7
CONTOH RANGKAIAN STRAIN GAUGE PADA APLIKASI

PRESSURE TRANSMITTER CIRCUITS

PNEUMATIC PRESSURE TRANSMITTER

PNEUMATIC RELLAY PRINCIPLE

Hal | 8
ELECTRONIC PRESSURE TRANSMITTER

PENGUKURAN LEVEL MEASURING


Factor-factor yang perlu diperhatikan dalam menentukan cara pengukuran level
1. Range pengukuran level
2. Keadaan zat cair : temperature, tekanan, spsific gravity, bening keruhnya cairan.
3. Apakah zat cairnya melekat ke dinding atau ke alat ukur?

METODA PENGUKURAN LEVEL


1. Metoda pengukuran langsung
2. Metoda pengukuran tak langsung

1. PENGUKURAN LANGSUNG :
1. Gelas penunjuk
2. Pelampung
Metoda pengukuran langsung

Hal | 9
skala skala

Gelas Penunjuk Pelampung

2. METODA PENGUKURAN TIDAK LANGSUNG


1. Metoda hydrostatic

H
Fluida 2
P
ρ 2

P H h P
1
1

Fluida ρ2

P = ρ.g.h
Karena rapat masa (ρ) dan kecepatan gravitasi (g) tetap, jika tinggi permukaan fluida (h)
beubah, maka tekanan hidrostatik (P) pun berubah
 P = P1 + P2
 ρ2.g.h = ρ1.g.H1 + ρ1.g.H2
 H1 + H2 = h. ρ1/ρ2

PNEUMATIK D/P CELL TRANSMITTER SEBAGAI PENGUKUR LEVEL ZAT


CAIR

Hal | 10
METODA KELISTRIKAN
1. Metoda Konductifity
INDIKATOR

R4 R3 R1
ES R2

2. METODA KAPASITANCY
Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang
dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan
ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang
disebut Farad dari nama Michael Faraday. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang
ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan
kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen
lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih
mengacu pada perkataan bahasa Italia "condensatore", bahasa
Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.

KONTRUKSI KAPASITOR
Pada dasarnya kondensator adalah dua buah plat atau lebih yang diletakan saling
berdekatan, kemudian diantara kedua buah plat tersebut dipisahkan oleh bahan penyekat
atau isolator yang disebut “ dielectricum”

Plat
Kapasitansi dari kondensator dapat ditentukan dengan

Hal | 11

Dielectricum
Kapasitansi dari kondensator dapat ditentukan dengan rumus:

-12
K. A. (n-1) 8.85 .10
Di mana : atau C =
d

CAPACITOR PRINCIPLE

PERMITIVITAS RELATIF DIELEKTRIK

No Dielektrik Permitivitas

Hal | 12
1 Keramik rugi rendah 7

2 Keramik k tinggi 50.000

3 Mika perak 6

4 Kertas 4

5 Film plastik 2,8

6 Polikarbonat 2,4

7 Polikarbonat 2,4

8 Polistiren 3,3

9 Poliester 2,3

10 Polipropilen 8

11 Elektrolit aluminium 25

12 Elektrolit tantalum 35

WUJUD DAN MACAM KONDENSATOR

JENIS KONDENSATOR

1. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah)


2. Kondensator elektrolit (Electrolite Condenser = Elco)

Hal | 13
3. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah)

CONTOH RANGKAIAN PENGUBAH PERUBAHAN CAPACITYVE KE


PERUBAHAN FREQUENCY

CAPASITOR UNTUK MENGUKUR LEVEL

Hal | 14
MACAM-MACAM BENTUK SENSOR CAPASITIVE

LINIER VOLTAGE DIFFERENTIAL TRANSFORMER (LVDT )

Adalah transformator yang tegangan outputnya dapat berubah secara linier

inti

P S1
V Out = Vs1 – Vs2

VS1

V in

VS2
V Out

S2

Hal | 15
PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR

Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah

Rumus untuk GGL induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah

Hal | 16
Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama, maka

dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat

hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan
jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder.

KERUGIAN DALAM TRANSFORMATOR

 kerugian tembaga.
 Kerugian kopling.
 Kerugian kapasitas liar.
 Kerugian histeresis. Kerugian efek kulit.
 Kerugian arus eddy (arus pusar).

ULTRASONIC LEVEL MEASURING

ULTRASONIC TRANDUCER

Hal | 17
ULTRASONIC LEVEL SYSTEM

ULTRASONIC LEVEL TRANSMITTER

Hal | 18
FLOW MEASURING

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan pada pengukuran flow fluida

 Kondisi fluida :

- padat, cair, gsas

- jernih atau kotor

- korosip atau tidak

 Sifat fisis fluida


 Viscositas /kekentalan
 Densitas /rapat massa
 Temperature
 Pressure/tekanan
 Kecepatan fluida
 Debit/laju aliran

Pengukuran aliran suatu fluida dapat dilakukan dengan mengukur tekanan statis yang
terjadi pada fluida tersebut. Hubungan antara aliran fluida dengan tekanan statis dinyatakan
oleh persamaan kontinuitas dan persamaan Bernoulli

HUKUM KONTINUITAS

Hal | 19
HUKUM BERNOULLI

Jika pipa mendatar

Maka persamaannya menjadi :

Hal | 20
SUBTITUSI HUKUM KONTINUITAS DAN HUKUM BERNOULLI

HEAD FLOW METER

Dialirkannya fluida pada suatu pipa yang diberi penghalang/hambatan sedemikian rupa
sehingga menghasilkan beda tekanan antara daerah depan dan dibelakang penghalang.

Yang termasuk head flow Meter,:

1. Tabung Venturi
2. Flow Nozle
3. Pelat Orifice

HEAD FLOW METER

Hal | 21
PRINSIP KERJA TABUNG VENTURI

Hal | 22
KONTRUKSI TABUNG VENTURY

Tabung ventury terdiri atas 3 bagian, yaitu :

1. Bagian hulu (inlet)


2. Bagian leher (throat)
3. Bagian hilir (outlet)

FLOW NOZZLE

Hal | 23
PELAT ORIFICE

Tiga macam bentuk pelat orfice

Ketebalan Plat Orifice

D
1.
50
Hal | 24

2. d
8
Ada tiga cara penempata lubang ukur beda tekanan pada pengukuran aliran menggunakan head
flow meter :

1. Tap flange ( 1 inch di hulu, 1inch dihilir)


2. Tap vena contracta ( kehulu 1D, ke hilir pada contracta)
3. Tap pipa ( ke hulu 2,5 D ke hilir 8D)

TAP FLANGE

TAP VENA CONTRACTA

Hal | 25
P2
P1 TAP PIPA

8D
2,5 D

TEMPERATURE MEASURING

Temperatur suatu benda adalah ukuran relative panas dinginnya benda tersebut

SKALA TEMPERATURE

Hal | 26
Mengukur temperature tidak secara langsung, melainkan dengan cara tak langsung, yaitu
dengan mengamati pengaruhnya terhadap besaran fisis yang lain.

Dasar Pengukuran Temperatur

 Perubahan panjang (bimetal)


 Perubahan volume (raksa dan alcohol)
 Perubahab tegangan listrik (thermocouple)
 Perubahab tahanan listrik (thermistor)

BEMETAL

Lt = L0 (1 + α . t )

Hal | 27
THERMOMETER AIR RAKSA

Vt = V0 + (1 + t)

Hal | 28
THERMOCOUPLE

Thermocouple adalah suatu komponen/sensor yang dipergunakan untuk mendeteksi perubahan


temperatur/suhu menjadi perubahan tegangan. Thermocouple terbuat dari dua buah
kawat/logam yang berbeda yang salah satu ujungnya disambungkan secara homogen (titik
sambungannya disebut junction).

DASAR KERJA THERMOCOUPLE

1. Efek seeback
2. Efek pertier
3. Efek thomson

1. EFEK SEEBACK

Hal | 29
Apabila dua buah kawat.logam yang berbeda yang salah satu ujung-ujungnya
disatukan, maka di ujung-ujung yang lain akan timbul beda potensial yang besarnya
tergantung pada termperatur di junctionnya.

2. EFEK PERTIER

Jika pada junction tersebut mengalir arus listrik, maka tegangan listrik yang terjadi akan
berubah naik atau turun tergantumg dari arah arus yang mengalir pada junction tersebut.

3. EFEK THOMSON

Jika pada sepanjang kawat tersebut terdapat gradien temperatur, maka besar tegangan
akan berubah.

DUA HAL PENTING DALAM MENGANALISA RANGKAIAN THERMOCOUPLE

1. Hukum logam antara


2. Termperatur antara

1. HUKUM LOGAM ANTARA

bila suatu logam disisiplkan pada junction antara logam A dan B, maka tegangan listrik
yang timbul tidak akan berubah.

RANGKAIAN THERMOCOUPLE

Hal | 30
TIPE-TIPE THERMOCOUPLE

Hal | 31
COLOR CODE OF THERMOCOUPLE

Hal | 32
HEAD AND THERMOWELL THERMOCOUPLE

Hal | 33
SINYAL CONDITIONING/ PENGKONDISI SINYAL THERMOCOUPLE

Hal | 34
THERMISTOR/RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR

1. Positif temperature coeficien (PTC)


2. Negatif temperature coeficien (NTC)

1. POSITIF TEMPERATURE COEFICIEN

 Nilai resistansinya akan membesar (berubah naik), bila temperaturnya naik.


 Sifat PTC secara umum dimiliki oleh bahan conductor/logam

BEBERAPA BAHAN YANG BANYAK DIGGUNAKAN UNTUK MEMBUAT


RTD

1. Platinum (harganya mahal, linier, rang temperatur 0-650°, banyak digunakan)


2. Tungsten 0sangat linier, murah)
3. Tembaha (harganya murah, range temperatur rendah)
4. Nickelin (harganya murah, range temperaturnya renda, tidak linier

KOEFISIEN TEMPERATURE BAHAN (α)

Jenis Material Koefisien Temperature Material

( Ω/OC )
Nickel 0.5866
Iron 0.5671
Molybbdenum 0.4579
Tungsten 0.4403
Alumunium 0.4308
Copper 0.4041
Silver 0.3819
Platinum 0.3729
Gold 0.3715

Hal | 35
RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR

Hal | 36
Hal | 37
SINYAL CONDITIONING FOR RTD

Hal | 38
2. NEGATIF TEMPERATUR COEFICIEN

Jika temperature naik, maka niai resistansinya mengecil/turun

Hal | 39
BAHAN THERMISTOR NTC

Thermistor terbuat dari bahan semikonduktor, seperti germanium, silicon, indium, arenicum.

Hal | 40
Hal | 41