Anda di halaman 1dari 24

TEORI DAN METODE

PERANCANGAN 2

FORM AND SPACE

Kevin Dea Saraswati 180117247


Fbionalita Ratna R. 180117238
Angela Adeline V. A. 180117247
BENTUK DAN RUANG : KESATUAN DARI YANG BERLAWANAN

e. Berdiri sebagai sebuah objek


a. Membentuk sebuah dinding di khusus dan mendominasi
sepanjang tepi tapaknya dan tapaknya melalui bentuk serta
mulai mendefinisikan sebuah penempatan topografisnya -
ruang luar yang positif. sebuah skema ekstrovert

f. Diregangikan keluar dan


b. Menyatukan ruang interiornya menghadirkan sebuah wajah
dengan ruang luar privat dari yang luas untuk memyajikan
sebuah tapak berdinding suatu pemandangan,
menghilangkan sumbu, atau
mendefinisikan tepi suatu ruang
kota

c. Membungkus sebagian
tapaknya sebagai suatu g. Berdiri bebas dalam tapaknya
r u a n g a n l u a r d a n tapi meneruskan ruang
melindunginya dari kondisi- interiornya untuk bersatu
kondisi iklim yang tidak dengan ruang eksterior
diinginkan privatnya

d. Mengelilingi dan
membungkus halaman atau
ruangan atrium di dalam h. Berdiri sebagai sebuah
volumenya sebuah skema bentuk positif di dalam ruang
introvert negatif

Angela Adeline Vena Asri / 180117247


ELEMEN - ELEMEN HORIZONTAL YANG MENDEFINISIKAN RUANG

Bidang Dasar Bidang Dasar yang Diturunkan

Sebuah bidang horizontal yang terhampar sebagai Bidang horizontal yang diturunkan dari bidang dasarnya
sebuah figur di atas sebuah latar yang kontras memanfaatkan permukaan - permukaan vertikal pada
mendefinisikan sebuah area ruang sederhana. area yang lebih rendah untuk mendefinisikan sebuah
volume ruang.

Bidang Dasar yang Diangkat Bidang Di Atas

Bidang horizontal yang diangkat di atas bidang dasar Bidang horizontal yang diletakkan di atas
menghasilkan permukaan - permukaan vertikal di mendefinisikan sebuah volume ruang antara dirinya
sepanjang tepinya yang memperkuat perpisahan visual sendiri dengan bidang dasarnya.
antara areanya dengan bidang dasar di sekelilingnya.

Angela Adeline Vena Asri / 180117247


ELEMEN-ELEMEN VERTIKAL YANG MENDEFINISIKAN RUANG

Bentuk-bentuk vertikal memiliki keberadaan yang lebih besar di Elemen-elemen vertikal bentuk juga memainkan peranan
dalam area pandang kita dibandingkan bidang-bidang horisontal, penting di dalam konstruksi bentuk serta ruang
dan oleh karenanya menjadi lebih instrumental dlam mendefinisikan arsitektural, melalui perannya sebagai penopang
volume ruang yang terpisah serta menyajikan sebuah nuansa
kedekatan serta privasi bagi yang berada di dalamnya.

Elemen-elemen Linear Vertikal


mendefinisikan tepi-tepi tegaklurus suatu volume ruang

Bidang Vertikal Tunggal


Menegaskan ruang di hadapannya

Bidang Berbentuk-L
Memunculkan area ruang dari sudutnya keluar searah dengan sumbu

Bidang-bidang Sejajar
Mendefinisikan volume ruang di antara mereka yang diorientasikan mengikuti sumbu di kedua ujung terbuka
konfigurasi tersebut.

Bidang Berbentuk U
Mendefiniskan volume ruang yang diorientasikan terutama menuju ujung terbuka pada konfigurasi tersebut.

Empat Bidang: Penutup


Menciptakan batas-batas ruang tertutup serta mempengaruhi area ruang di sekeliling penutupnya.

Kevin Dea Saraswati / 180117220


Elemen-elemen Linear yang Vertikal

Sebuah elemen linear vertikal, seperti kolom, pilar batu, atau menara,
akan menghasilkan sebuah titik di atas bidang dasar dan memuatnya
terlihhat di dalam ruang.

Jika diletakkan di tenagah-tengah ruang, sebuha kolo akan mengkalim dirinya sebagai pusat area dan
mendefinisikan zona-zona ruang yang setara anatara dirinya sendriri dengan bidang-bidang dinding di
sekelilingnya.

dua buah kolom atau lebih dapat disusun untuk mendefinisikan titik-titik sudut sebuah volume ruang.

tepi-tepi volume ruang dapat diperkuat secar avisual dengan cara menegaskan bidang dasarnya dan menciptakan batas-batas atasnya
dengan balok yang membentang antar kolom atau bidang atap.

Kevin Dea Saraswati / 180117220


Bidang Vertikal Tunggal

Warna, tekstur, dan pola permukaan sebuah bidang


mempengaruhi persepsi akan bobot, skala, dan proporsi
visualnya.

Dikaitkan dengan sebuah volume yang didefinisikan dalam ruang, dapat menjadi wajah utama
ruang tersebut, memberikannya sebuah orientasi spesifik. dapat menghadap ruang dan
mendefinisikan sebuah bidang akses masuk ke dalamnya. dapat menjadi sebuah elemen
yang berdiri sendiri di dalam ruang dan membagi volume menjadi dua area yang terpisah
namun tetap berhubungan.

Kevin Dea Saraswati / 180117220


Konfigurasi Bidang-bidang Berbentuk L

Tepi-tepi lainnya akan terlihat jelas, jika diartikulasikan lebih jauh lagi oleh elemen-elemen vertikal
tambahan, manipulasi bidang dasar, atau kehadiran sebuah bidang atas.

Sebuah lubang dihadirkan pada satu sisi sudut, definisi areanya akan
melemah. Kedua bidang akan terisolir satu sama lain dan satu buah
akan tampak seolah tergeser.

Bidang-bidang Bentuk-L

Mampu menopang dirinya sendiri, dapat berdiri sendiri dalam


ruang. Karena ujungnya terbuka, elemen-elemen pendefinisi
ruang yang fleeksibel. Dapat digabungkan dengan eleme bentuk
lain untuk mendefinisikan beragam jenis ruang.

Kevin Dea Saraswati / 180117220


Bidang-bidang Vertikal Sejajar

Dapat diperkuat secara visual dengan menambahkan elemen penutup pada komposisinya.

Bidang-bidang Berbentuk U
Perpanjangan area sapsial ke ruang yang berdekatan dapat diperkuat secara visual dengan meneruskan bidang
dasarnyta melewati ujung sisi terbuka pada konfigurasi tersebut.
Menggunkan elemen balok atas atapun kolom, definisi aslinya akan diperkuat.
Ujung sisi yang terbuka akan tetap menjadi utama area spasialnya, berlawanan dengan sisi tersebut, menjadi
prinsip antara ketiga bidang di dalma konfigurasi.

Empat Bidang: Penutup


Empat buah bidang seringkali digunakan mendefinisikan suatu area visual dan
spasial bagi sebuah bangunan suci atau penting, berdiri sebagai sebuah obyek
di dalam lingkungannya. Bidang-bidang yang membungkusnya berupa benteng,
dinding, atau pagar.

Kevin Dea Saraswati / 180117220


BUKAAN-BUKAAN DI DALAM ELEMEN-ELEMEN PENDEFINISI RUANG

Bukaan yang terletak di sudut akan memberikan sebuah Sebuah bukaan sudut secara visual akan mengikis tepi- Cahaya yang masuk ke dalam ruang melalui sebuah
orientasi diagonal bagi ruang dan bidang yang tepi bidang tempat dia berada dan menqartikulasikan tepi bukaan sudut akan menerangi
ditempatinya. Bukaan sudut tersebut dapat dibuat untuk bidang yang berdekatan dan tegak lurus terhadapnya. permukaan ruang yanq berdekatan dan tegak lurus
mendapatkan suatu pemandangan yang diinginkan atau Semakin besar bukaannya. maka semakin lemah pulalah terhadapnya. Permukaan yang diterangi ini dengan
menerangi sebuah sudut, yang gelap pada ruang tersebut. identitas sudutnya. sendirinya menjadi sumber cahaya dan meningkatkan
kecerahan ruang tersebut.

Febionalita Ratna Rahadi / 180117238


BUKAAN-BUKAAN DI DALAM ELEMEN-ELEMEN PENDEFINISI RUANG

Sebuah bukaan yang terletak seluruhnya pada dinding alau langit-langit sering Bentuk bukaan, jika serupa dengan bentuk bidang yang ditempatinya, akan
terlihat sebagai sebuah figur yang jelas di ata latar belakang atrau area yang menciptakan sesuatu pola komposisional yang berulang. Bentuk atau orientasi
kontras. Jika diletakkan ditengah, bukaan tersebut akan lerlihat stabil dan secara bukaan tersebut bisa jadi kontras denqan bidang di sekelilingnya untuk
visual mengorganisir permukaan di sekelilingnya. menekankan individualitasnya sebagai sebuah figur.

Beberapa bukaan bisa dikelompokkan untuk membentuk suatu komposisi Ketika sebuah bukaan di dalam ruang bertambah besar ukurannya, maka pada
menyatu di dalam bidang, alau diselang-seling atau disebar merata untuk titik tertentu ia akan berhenti menjadi figur dalam area sekelilingnya dan sebagai
menciptakan pergerakan visual di sepanjang permukaan bidangnya. gantinya ia akan menjadi suatu elemen positif di dalam dirinya sendiri.

Bukaan-bukaan di dalam ruang secara alamiah terlihat, lebih cerah dibandingkan


permukaan di dekat mereka. Jika kontras dalam tingkat keterangan di sepanjang
sisi bukaan tersebut menjadi berlebihan, maka permukaan tersebut dapat disinari
oleh sumber cahaya sekunder dari dalam ruang, atau dapat dibuat suatu bukaan
yang menjorok ke dalam untuk menciptakan permukaan- permukaan yang
diterangi antara bukaan dan bidang di sekelilingnya.
Febionalita Ratna Rahadi / 180117238
BUKAAN-BUKAAN DI DALAM ELEMEN-ELEMEN PENDEFINISI RUANG

Sebuah bukaan vertikal yang menerus dari lantai hingga ke bidang langit-langit Jika diletakkan di sebuah sudut, bukaan vertikal akan memupuskan definisi ruang
sebuah ruang secara visual akan memisahkan dan mengartikulasikan tepi bidang- serta memungkinkannya melampaui sudut tersebut menuju ruang yang berdekatan.
bidang dinding yang saling berdekatan. Jika dimungkinkan untuk memutar sudutnya, maka bukaan vertikal lebih jauh lagi
akan memupus definisi ruanq, memungkinkannya untuk saling mengunci dengan
ruang yang berdekatan.

Peletakan bukaan horisontal di area sudut akan memperkuat ciri lapisan suatu
Sebuah bukaan horisontal yang diteruskan sepanjang sebuah bidang donding ruang dan memperluas pemandangan panoramik dari dalam ruang tersebut. Jika
akan memisahkan bidang tersebut ke dalam sejumlah lapisan horisontal. bukaan tadi dibuat, menerus di sekeliling ruang, maka secara visual ia akan
mengangkat bidang langit-langit dari bidang dinding, mengisolirnya serta
memberinya kesan ringan.

Peletakan jendela atap (skylight) di sepanjang tepi dimana dinding dan bidang
langit-langit bertemu akan memungkinkan cahaya masuk menerangi permukaan
dindingnya, dan meningkatkan keceriaan ruang tersebut.

Febionalita Ratna Rahadi / 180117238


ARAH PANDANG

Febionalita Ratna Rahadi / 180117238


KUALITAS RUANG

Febionalita Ratna Rahadi / 180117238


TINGKAT PENUTUPAN

Febionalita Ratna Rahadi / 180117238


CAHAYA

Febionalita Ratna Rahadi / 180117238


Niterói Contemporary Art
Museum
Angela Adeline Vena Asri / 180117247

Fungsi Bangunan : Kontemporer


Lokasi : Niterói, RJ, Brazil
Arsitek : Oscar Niemeyer
Tahun Pembangunan : 1991 - 1996
RUANG

1.Hall
2. Ruang Pamer Karya Seni
3. Auditorium/Theatre
4. Restoran
5. Gudang Penyimpanan Karya
6. Sekretariat/Kantor

Niterói Contemporary Art Museum

Angela Adeline Vena Asri / 180117247


KONSEP BANGUNAN

Bunga di Atas Air UFO

INDAH MISTERIUS
CORE SAUCER-SHAPED THE COLOR
Core pada bangunan MODERNIST Warna hitam dan putih
diumpamakan seperti Cawan diumpamakan seperti merupakan warna kontras
tangkai bunga yang mahkota bunga yang sedang yang memberikan kesan
menahan mahkota bunga mekar. Melambangkan seni kontemporer tidak
yang sedang mekar. sebuah keindahan dan memiliki batasan. Ada yang
Melambangkan sebuah kemegahan dari sebuah terkesan seni murni dan
kekokohan yang hampir karya seni arsitektural. juga ada yang terkesan seni
tidak diperkirakan Menggunakan finishing terapan.
manusia(ukuran diameter dinding berupa kaca
core 9m sedangkan ukuran berwarna hitam memberikan
diameter puncak dari kesan misterius dari
cawannya 50m). bangunan yang membuat
orang ingin tahu isi di
dalamnya.

MAC-Niterói memiliki ketinggian 16 meter dengan kubah 3 lantai yang berdiameter


50 meter. Bangunan ini dibangun dengan luas 817 meter, yang mencerminkan kolam
yang mengelilingi silinder yang berbentuk bunga.
Museum ini berada di tanjung berbatu dengan pemandangan ke arah kota Rio dan
bukit-bukit yang akrab disebut Pao de Acuca. Bentuk piring terbang tampaknya tepat
bagi museum yang berada di tebing dekat laut tersebut.

Angela Adeline Vena Asri / 180117247


ARAH PANDANG
ELEMEN - ELEMEN HORIZONTAL YANG ELEMEN - ELEMEN VERTIKAL YANG
MENDEFINISIKAN RUANG MENDEFINISIKAN RUANG

Bidang Dasar yang Diangkat Empat Bidang : Penutup

Arah pandang bangunan ini yaitu


menuju ke arah pantai, laut, bukit -
bukit dan Kota Rio.

CAHAYA

TINGKAT PENUTUPAN

Bangunan tertutup
secara penuh, kecuali
pada bagian pintu
masuk dan bukaan
jendela yang mengitari
seluruh bangunan.
Cahaya matahari masuk melalui jendela dan area sirkulasi berupa tangga. Cahaya tidak masuk begitu saja
melainkan merupakan pantulan cahaya langsung dengan dinding - dinding bangunan ataupun dengan
langit - langit bangunan.

Angela Adeline Vena Asri / 180117247


METODE

Metode Kritik Deskriptif

Depictive Criticism (Gambaran bangunan)


– Static (Secara Grafis)
Depictive criticism dalam aspek static memfokuskan perhatian pada
elemen-elemen bentuk (form), bahan (materials) dan permukaan (texture).
– Dynamic (Secara Verbal)
Tidak seperti aspek statis, aspek dinamis depictive mencoba melihat
BUKAAN bagaimana bangunan digunakan bukan dari apa bangunan di buat.
Aspek dinamis mengkritisi bangunan melalui : Bagaimana manusia
bergerak melalui ruang-ruang sebuah bangunan? Apa yang terjadi disana?
Bukaan Pada Sudut Pengalaman apa yang telah dihasilkan dari sebuah lingkungan fisik?
– Process (Secara Prosedural)
Pintu masuk berada di sisi bangunan Merupakan satu bentuk depictive criticism yang menginformasikan
karena tidak memiliki sudut kepada kita tentang proses bagaimana sebab-sebab lingkungan fisik terjadi
seperti itu.
• Biographical Criticism (Riwayat Hidup)
• Contextual Criticism ( Persitiwa)

Bukaan Antara Bidang


Jendela hampir melingkar berada di
antara dinding dengan langit -langit

Museum ini menggunakan material beton sebagai bahan utamanya .


Untuk strukturnya, Museum ini menggunakan struktur kantilever dan core sebagai struktur utamanya.
Bentuk cawan modernis, yang menyerupai bentuk UFO, diletakkan di tebing yang pada bagian bawahnya
adalah laut seperti bunga yang sedang mekar di pinggir laut.
Dengan struktur kantilever yang keluar dari pusat batang bangunan, bentuk cawan atau piringan ini
memberikan kesan tersendiri.

Sumber :
https://www.academia.edu/4506734/Analisis_Bangunan_Publik_Menggunakan_Metode_Kritik_Deskriptif

Angela Adeline Vena Asri / 180117247


Andra Matin House
Febionalita Ratna Rahadi
180117238
Febionalita Ratna Rahadi / 180117238
Febionalita Ratna Rahadi / 180117238
PRESEDEN
Green Line House / Mobius Architects

elemen vertikal yang mendefinisikna ruang


bidang-bidang sejajar, empat bidang:penutup.

Kevin Dea Saraswati / 180117220