Anda di halaman 1dari 4

7.

Prakiraan Kebutuhan Ketenagaan


Terdapat banyak metode ataupun formula untuk menganalisa kebutuhan
tenaga. Pada dasarnya metode-metode yang telah dikembangkan untuk
menghitung tenaga rumah sakit berakar pada beban kerja personel:
A. Metode WISN (Workload Indicator of Staf Need)
Metode ini biasanya digunakan untuk menghitung jumlah kebutuhan
tenaga dalam skala yang besar, misalnya di kantor dinas kesehatan dan rumah
sakit tingkat propinsi, kabupaten/kota dan telah disahkan melalui Keputusan
Menteri Kesehatan RI No.81/ MenKes/SK/2004 (Kementrian Kesehatan,
2004). Metode ini mudah diterapkan secara teknis dan sifatnya holistik.
Adapun kelemahan metode WISN menurut Depatemen Kesehatan adalah
sangat mengandalkan kelengkapan pencatatan data karena akan digunakan
sebagai dasar untuk input data yang selanjutnya akan menentukan besaran
jumlah hasil penghitungan kebutuhan ketenagaan.
B. Metode Ilyas
Dalam perkembangannya, metode Ilyas dikenal sebagai metode
perhitungan beban kerja yang relatif cepat dengan keakuratan yang tinggi
sehingga mampu menghasilkan informasi yang akurat untuk dijadikan dasar
dari pengambilan keputusan manajemen (Ilyas, 2011). Dasar dari metode ini
adalah melaui pendekatan demand, yang maksudnya adalah metode ini
digunakan untuk menghitung beban kerja berdasarkan kepada permintaan atas
dihasilkannya suatu produk/unit yang dibutuhkan. Dengan kata lain, beban
kerja secara spesifik tergantung kepada transaksi bisnis yang dilakukan setiap
unit kerja.
C. Formula Intensive Care Unit
Untuk Penghitungan pada instalasi ICU, pada prinsipnya
memperhatikan julah tempat tidur yang digunakan oleh pasien setiap harinya,
angka sensus harian pada ICU menentukan tingkat beban kerja pada instalasi
ini. Dengan mengetahui waktu asuhan keperawatan dan nilai sensus harian
maka kita dapat menggunakan formula untuk menghitung tenaga pada ICU.
8. Alasan penyusunan kepegawaian yang tepat
Manajemen Kepegawaian memegang peranan yang sangat penting dalam
kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam hal ini kegiatan
Manajemen Kepegawaian meliputi perencaan, pengelolaan dan pengawasan
Pegawai Negeri Sipil, sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya secara efektif
dan efisien.
Manajemen kepegawaian lazim disebut personel management atau tata
personalia atau pembinaan, sebab walaupun istilah-istilah tersebut nampaknya
berbeda namun pengertiannya sama. M. Manullang mendefinisikan mengenai
pengertian manajemen kepegawaian dalam bukunya yang berjudul “Dasar-Dasar
Manajemen”, bahwa manajemen kepegawaian (personnel management) adalah
seni dan ilmu perencanaan, pelaksanaan dan pengontrolan tenaga kerja untuk
tercapainya tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan adanya kepuasan
hati pada diri para pegawai”. (Manullang, 2008:11).
Sedangkan tugas Manajemen Kepegawaian menurut Musanef (2002 : 14)
adalah Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang secara garis besar telah
ditentukan oleh administrator dengan menitikberatkan pada usaha-usaha :
a. Mendapatkan pegawai yang cakap sesuai dengan kebutuhan organisasi
b. Menggerakkan pegawai untuk tercapainya tujuan organisasi.
c. Memelihara dan mengembangkan kecepatan serta kemampuan pegawai untuk
mendapatkan prestasi kerja yang sebaik-baiknya.
Lebih lanjut Handoko (2000 : 24) menjelaskan bahwa “Manajemen
Kepegawaian adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan
pembinaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan baik tujuan-tujuan
individu maupun organisasi”. Penempatan pegawai berdasarkan prinsip ‘The right
man on the right place’. Dengan adanya prinsip tersebut diharapkan Bagian
Kepegawaian dapat menciptakan suasana kerja yang mendukung bagi para
pegawai untuk mengembangkan kemampuan mereka. Formasi Pegawai adalah
penentuan jumlah dan susunan pangkat Pegawai yang diperlukan untuk mampu
melaksanakan tugas pokok yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.Formasi
ditetapkan untuk jangka waktu tertentu berdasarkan jenis, sifat, dan beban kerja
yang harus dilaksanakan. Tujuan penetapan formasi adalah agar satuan-satuan
organisasi Negara mempunyai jumlah dan mutu pegawai yang memadai sesuai
beban kerja dan tanggung jawab masing-masing satuan organisasi. Formasi
ditetapkan berdasarkan analisis kebutuhan dalam jangka waktu tertentu dengan
mempertimbangkan macam-macam pekerjaan, rutinitas pekerjaan, keahlian yang
diperlukan untuk melaksanakan tugas dan hal-hal lain yang mempengaruhi jumlah
dan sumber daya manusia yang diperlukan.
Analisis kebutuhan pegawai merupakan dasar bagi penyusunan formasi.
Analisis kebutuhan pegawai adalah suatu proses perhitungan secara logis dan
teratur dari segala dasar-dasar/faktor-faktor yang ditentukan untuk dapat
menentukan jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan
oleh suatu satuan organisasi negara untuk mampu melaksanakan tugasnya secara
berdayaguna, berhasil guna dan berkelanjutan.

9. Pendekatan Sistem Penyusunan Kepegawaian


1. Sistem penyusunan kepegawaian dapat digunakan system sama dan system
ruang lingkup. Sistem sama merupakan system yang menentukan jumlah
dan kualitas pegawai yang sama bagi semua satuan organisasi tanpa
membedakan besar kecilnya beban kerja.
2. Sedangkan system ruang lingkup merupakan suatu system yang
menetukan jumlah dan kualitas pegawai berdasarkan jenis, sifat dan beban
kerja yang dibebankan kepada suatu organisasi.
 Dalam menghitung penyusunan kepegawaian, banyak metode yang dapat
dipergunakan. Namun demikian, dalam pedoman ini disajikan metoda yang
sederhana yang memungkinkan dapat memberi kemudahan bagi instasi
menggunakannya. Metoda yang dipilih adalah metoda beban kerja yang
diidentifikasi dari :
 Hasil kerja
 Objek kerja
 Peralatan kerja
 Tugas per tugas jabatan
 Prinsip Penyusunan
Dalam penyusunannya hendaknya diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
 setiap jenjang jabatan jumlah pegawainya sesuai dengan beban kerjanya.
 setiap perpindahan dalam posisi jabatan yang baik karena adanya mutasi
atau promosi dapat dilakukan apabila tersedia posisi jabatan yang lowong.
 selain beban kerja organisasi tidak berubah komposisi jumlah pegawai
juga tidak berubah.

QBL 4 (Subbab 7-9): Putri Widyawati 1710711091

Daftar Pustaka:

Nursalam. 2014. Manajemen keperawatan: aplikasi dalam praktik keperawatan


profesional. Jakarta: Salemba Medika

Marquis, Bessie L, Huston, Carol J. Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan:


Teori dan Aplikasi. Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran: EGC.