Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BUNUT HILIR
KECAMATAN BUNUT HILIR
JL. PENDIDIKAN NO. 65 KODE POS 78761
Email : puskesmasbunhil@gmail.com

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


KAMPANYE IMUNISASI MEASLESS DAN RUBELLA (MR)
A. PENDAHULUAN
Dalam rangka

B. LATAR BELAKANG
Di dalam pembangunan kesehatan, Indonesia memiliki masalah kesehatan yang cukup
kompleks, dibuktikan dengan meningkatnya kasus penyakit menular, banyaknya jumlah kematian
yang terjadi, serta meningkatnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, didukung dengan
perolehan Indonesia dengan peringkat 4 sedunia untuk kasus tuberculosis, selain itu Indonesia juga
memperoleh peringkat 1 untuk penularan HIV tercepat. Hal ini merupakan masalah kesehatan yang
sangat membutuhkan perhatian dan pembenahan. Namun dalam pembenahan dan pembangunan
kesehatan tidaklah mudah karena dipersulit dengan adanya keterbatasan sumber daya manusia baik
dalam aspek kualitas maupun kuantitas. Dengan adanya Puskesmas sebagai upaya keperawatan
kesehatan masyarakat yang terdiri dari upaya wajib dan upaya pengembangan, diharapkan
pemberian pelayanan kesehatannya dapat mencegah dan memberantas penyakit menular melalui
upaya wajibnya yaitu P2M.

C. TUJUAN
1. Menemukan penderita menular sedini mungkin
2. Mengobati penderita menular agar tidak meluas/mewabah.
3. Pengobatan penderita secara tuntas
4. Memutus rantai penularan
5. Menganalisa hasil S.E untuk mencegah terjadinya KLB

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Kegiatan Pencegahan Penyakit :
UPAYA KEGIATAN DI DALAM GEDUNG KEGIATAN DI LUAR GEDUNG
Upaya 1. Pengamatan perkembangan 1. Penyelidikan epidemiologi bila
pencegahan penyakit (data kesakitan dan terjadi KLB.
penyakit menular kematian), baik menular maupun 2. Melakukan pelacakan dan
dan tidak menular penyakit tidak menular menurut menentukan daerah fokus penyakit
karakteristik epidemiologi (waktu, potensi KLB dengan dengan
tempat dan orang) dalam rangka membuat pemetaan.
kewaspadaan dini serta respon
Kejadian Luar Biasa (KLB).
2. Membuat pemetaan, daerah 3. Melakukan screening TT WUS dan
kantong, rawan PD3I dengan atau memberikan imunisasi di
indikator cakupan imunisasi posyandu.
(kurang dari target yang 4. Melakukan pencarian kasus
ditentukan). Dengan disertai penderita secara aktif (pelacakan
analisis faktor penyebabnya. kasus, kunjungan rumah, dan
3. Melakukan screening TT WUS pelacakan kontak sweeping)
dan atau memberikan imunisasi. 5. Melakukan pelacakan dalam upaya
4. Pelayanan konseling penanggulangan KLB.
5. Membuat pencatatan dan 6. Pelayanan imunisasi di posyandu,
pelaporan kegiatan. ponkesdes dan pustu.
6. Membuat pemetaan daerah rawan 7. Penyuluhan kepada masyarakat
bencana dan jalur evaluasi. melalui kegiatan yan ada di desa/
7. Melakukan sistem kewaspadaan kelurahan setempat.
dini KLB 8. Melaksanakan Surveilans faktor
8. Melakukan deteksi dini dan resiko PTM melalui Posbindu (Pos
diagnosa dini PTM (Penyakit Pembinaan Terpadu) atau UKBM
Tidak Menular). yang ada di masyarakat.
9. Melakukan kordinasi lintas sektor
dan tokoh masyarakat dalam rangka
pencegahan dan pengendalian
penyakit menular dan tidak menular.
10. Membuat Rapid Health Assesment.

Upaya 1. Melakukan pemeriksaan dan 11.


pemberantasan tatalaksana penderita Pneumonia
penyakit menular Balita, Diare, TB, Kusta dan
dan tidak menular IVD. Melakukan penjaringan
suspek TB, IVD, Kusta, IMS,
HIV, dan Malaria.
2. Melakukan pemeriksaan dan
tatalaksana penderita penyakit
tidak menular.
3. Melakukan pemeriksaan dan
tatalaksana penderita Pes,
leprospirosis, Frambusia, Malaria
(Bagi daerah khusus / endemis).
4. Melakukan rujukan diagnosis
(pada TB) dan rujukan kasus
(Pneumonia Balita, Diare, TB,
Kusta dan IVD) yang tidak bisa
ditangani di puskesmas
5. Pengambilan obat dan
pengawasan menelan obat (TB
dan Kusta)
6. Pelayanan konseling
7. Membuat pencatatan dan
pelaporan kegiatan
8. Melakukan sistem kewaspadaan
dini KLB

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Dalam melaksanakan kegiatan skrining kesehatan jiwa pada ODGJ berat, petugas melakukan
beberapa tahapan kegiatan, diantaranya sebagai berikut :
1. Melakukan wawancara terhadap keluarga ODGJ berat untuk mendapatkan informasi tentang
penderita
2. Melakukan upaya promotif dan preventif pada keluarga tentang perlakuan terhadap penderita
ODGJ seperti kegiatan sederhana yang dapat dilakukan penderita hingga penyuluhan tentang
menjaga kebersihan diri penderita.
3. Memberikan diagnosa kejiwaan dan pengobatan yang sesuai standar
4. Mencatat tindakan yang diberikan di buku kesehatan jiwa

F. SUMBER PEMBIAYAAN
Dalam pelaksanaan kegiatan skrining ODGJ berat, seluruh pembiayaan di tanggung oleh
anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)

G. SASARAN
Sasaran kegiatan skrining kesehatan jiwa pada ODGJ berat meliputi :
1. Penderita ODGJ berat
2. Keluarga penderita
3. Masyarakat sekitar

H. WAKTU PELAKSANAAN
NO. DESA BULAN MINGGU KE-
1. BUNUT HILIR APRIL II
2. BUNUT TENGAH MARET I
3. BUNUT HULU FEBRUARI II
4. UJUNG PANDANG MEI III
5. KAPUAS RAYA JUNI II

I. PENCATATAN DAN PELAPORAN


Diagnosa serta tindak lanjut dari hasil kegiatan skrining ODGJ di catat di buku pelayanan
kesehatan jiwa untuk kepentingan data dan pencatatan kesehatan.

J. EVALUASI KEGIATAN
Evaluasi kegiatan skrining ODGJ dilakukan setiap triwulan dengan melihat cakupan
pelaksanaan skrining ODGJ