Anda di halaman 1dari 15

KOLONIALISME DAN

IMPERIALISME DI INDONESIA

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ___________________________________ i


KATA PENGANTAR ________________________________ ii

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ___________________________________ 1
1.2. Rumusan Masalah ________________________________ 1
1.3. Tujuan__________________________________________ 1

BAB 2. PEMBAHASAN
2.1. Latar Belakang Kedatangan bangsa Barat / Eropa ________ 3
2.2. Proses Perkembangan kolonialisme dan Imperialisme di
Indonesia _______________________________________ 4
2.3. Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme pada Indonenia _ 6
2.4. Dampak Negative dan Positive dari Kolonialisme dan
Imperialisme _____________________________________ 7
2.5. Persamaan dan Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme _ 8

BAB 3. PENUTUP
3.1. Kesimpulan______________________________________ 9
3.2. Saran ___________________________________________ 9

DAFTAR PUSTAKA _______________________________ 10


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena
atas bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai
“Kolonialisme-Imperialisme Barat (Eropa) di Indonesia”.
Makalah ini disusun dengan mengacu pada Buku Sejarah
Indonesia untuk SMA/MA kelas XI dan sumber lainnya. Makalah ini
kami buat dengan selengkap-lengkapnya agar para pembaca dapat
menambah informasi maupun wawasan akan sejarah masa lampau.
Makalah ini kami perbuat untuk mendapatkan nilai dari tugas
sejarah pertama di kelas XI semester 1. Kami berharap dengan
mempelajari makalah kami ini, teman-teman mampu mengatasi
masalah-masalah atau kesulitan dalam belajar sehingga dapat
menjadikan inovasi kedepannya.
Kami menerima kritik dan saran yang membangun dari setiap
pembaca untuk materi evaluasi kami mengenai penulisan makalah
selanjutnya. Kami berharap hal itu semua dapat dijadikan cambuk
buat kami supaya lebih mengutamakan kualitas makalah ini di masa
MENDATANG.

Kabanjahe, 08 Agustus 2019

Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kolonialisme dan imperialisme ditumbuhkembangkan
bangsa-bangsa Eropa di seluruh dunia, termasuk di Nusantara.
Sejak terjadinya Perang Salib dan jatuhnya konstantinopel ke
tangan Turki Usmani (Turki Ottoman) pada tahun 1453 yang
mengakibatkan ditutupnya jalur perdagangan Asia - Eropa
lewat laut tengah, bangsa Eropa setelah mencapai kemajuan
dibidang teknologi terutama teknologi pelayaran, mulai
mencari dan membuka jalur perdagangan baru. Negara-negara
Eropa yang memiliki andil dalam membentuk dan
mengembangkan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia
adalah Portugis, Belanda, Prancis dan Inggris.
Meskipun dalam masa Kolonialisme dan imperialisme barat di
Indonesia menimbulkan banyak penderitaan pada indonesia,
namun juga memberikan dampak positif pada Bidang politik,
Bidang ekonomi, Bidang social, Bidang budaya. Juga
menumbuhkan rasa juang yang tinggi sehingga menciptakan
pahlawan-pahlawan yang kini kita kenal.

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1. Apa Latar belakang kedatangan bangsa Barat / Eropa ?
1.2.2. Bagaimana Proses Perkembangan Kolonialisme Dan
Imperialisme Barat Di Indonesia?
1.2.3. Apa Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme pada
Indonesia?
1.2.4. Apa Dampak Negative dan Positif dari Kolonialisme
dan Imperialisme?
1.2.5. Apa persamaan dan perbedaan Kolonialisme dan
Imperialisma?
1.3. Tujuan
Penulis Ingin Mengetahui Tentang :
1.3.1. Latar belakang kedatangan bangsa Barat / Eropa
1.3.2. Proses Perkembangan Kolonialisme Dan Imperialisme
Barat Di Indonesia
1.3.3. Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme pada
Indonesia
1.3.4. Dampak Negative dan Positif dari Kolonialisme dan
Imperialisme
1.3.5. Persamaan Dan Perbedaan Kolonialisme Dan
Imperialisma
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat/Eropa
Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas
daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas
negara itu, sedangkan Imperialisme adalah sistem politik yang
bertujuan menjajah negara lain untuk mendapat kekuasaan dan
keuntungan yang lebih besar.
Latar belakang kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
diantaranya:
2.1.1. Adanya Perang Salib (1070-1291); Perang ini
mengakibatkan kota Konstantinopel (Byzantium) jatuh
ke tangan Turki Utsmani pada tahun 1453. Sehingga
penguasa Turki pada saat itu yakni Sultan Mahmud II
menutup pelabuhan Konstantinopel bagi orang-orang
Eropa. Hal ini membuat orang-orang Eropa kesulitan
mendapat rempah-rempah.
2.1.2. Keinginan mencari rempah-rempah; Keadaan ini karena
adanya hal-hal di atas, sehingga rempah-rempah sulit
dicari dan mahal harganya. Oleh sebab itu orang-orang
Eropa berupaya untuk mencari daerah asal rempah-
rempah.
2.1.3. Penjelajahan samudra; Faktor pendorong penjelajahan
samudra diantaranya keinginan mencari kekayaan,
keinginan menyebarkan agama, keinginan mencari
kejayaan, adanya semangat reconguesta (semangat
pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun
yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang
Salib), perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
adanya buku Imago Mundi yang menceritakan
perjalanan Marco Polo (1271-1292), adanya teori
Heliosentris dari ajaran Copernicus yang menyatakan
bahwa bumi itu bulat.
Adapun tujuan kedatangan bangsa-bangsa Barat/Eropa
ke dunia timur membawa tujuan khusus yang dikenal
dengan 3G yaitu:
1. Gold, bertujuan mencari sebanyak-banyaknya logam
mulia berupa emas, perak, dan batu permata seperti
intan dan berlian, juga termasuk disini adalah hasil
bumi atau rampah-rempah.
2. Gospel, membawa tujuan suci yaitu untuk
menyebarkan agama yang dianutnya yakni Kristen
Katolik dan Kristen protestan.
3. Glory, bertujuan mendapatkan kekayaan negeri
asalnya dengan memperluas wilayah kekuasaannya di
negeri yang baru ditemukan dan dikuasainya.

2.2. Proses Perkembangan Kolonialisme Dan


Imperialisme Barat Di Indonesia
Bangsa barat yang pertama kali tiba di Indonesia adalah
bangsa Portugis. Setelah itu disusul oleh Spanyol, Inggris, dan
Belanda.
2.2.1. Portugis
Pada tahun 1511 Portugis dibawah kepemimpinan
Alfonso d'Albuquerque berhasil menguasai Malaka.
Setelah ditaklukan Portugis, pusat pusat perdagangan
baru bermunculan seperti Aceh dan Banten. Pada tahun
1512 Alfonso mengirim ekspedisi ke Maluku, Kep.
Aru, Banda, dan Ambon. Pada tahun 1522 dibawah
pimpinan Antonio de Britto mendirikan benteng Saint
John di Maluku.
2.2.2. Spanyol
Setelah Magelhaens terbunuh di Filiphina. pelayaran
Spanyol dilanjutkan oleh Del Cano. Del Cano tiba di
Maluku pada tahun 1521. Spanyol memusatkan
kedudukannya di Tidore. Kedatangan Spanyol
ditentang oleh pihak Portugis karena Spanyol dianggap
melanggar perjanjian Todesillas. Karena menurut
Portugis, Maluku berada di garis timur Todesillas yang
menjadi wilayah Portugis.

2.2.3. Belanda
Belanda merupakan negara terlama yang menguasai
Indonesia. Awal kedatangan mereka adalah untuk
mencari rempah-rempah.

2.2.4. Inggris
Pada tahun 1580 terjadi permusuhan antara Portugis-
Spanyol dengan Belanda-Inggris. Pada tahun 1600 para
pelaut dagang Inggris tiba di India dan mendirikan
persekutuan dagang yang disebut dengan East Indische
Compagnie ( EIC ).
Pemerintah Daendels di Indonesia (1808-1811)
Kemenangan Prancis yang dipimpin oleh Napoleon
Bonaparte berimplikasi pada penguasaan negara-negara
jajahan Belanda menjadi dikuasai oleh Prancis. Pada
tahun 1808, Daendels diangkat menjadi gubernur
jenderal atas wilayah Indonesia. Tujuan utamanya
untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan
pasukan lnggris. Selain itu Daendels juga diberi tugas
untuk mengatur pemerintahan Indonesia. Dalam rangka
menjalankan tugas tersebut, Daendels melakukan
beberapa upaya berikut:
a. Membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan
yang panjangnya kurang lebih 1.100 km, tujuannya
untuk melancarkan mobilitas militer di Pulau Jawa
dan untuk mengangkut hasil pertanian.
b. Membangun pabrik senjata di Surabaya dan
Semarang.
c. Melaksanakan sistem kerja rodi untuk pekerjaan
yang bersifat umum, termasuk pembangunan
jalan.
d. Membangun angkatan perang, misalnya armada laut
di Ujung Kulori, Banten.
e. Mencampuri urusan intern kerajaan-kerajaan
Indonesia dan memengaruhi raja-raja di Indonesia.
f. Menjalankan sistem pemerintah diktator agar rakyat
Indonesia tidak mengadakan perlawanan.
g. Mencari keuntungan besar melalui perdagangan
budak.
2.3. Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme pada
Indonesia
2.3.1. Pengaruh dalam bidang Sosial
Dalam bidang sosial, pemerintah kolonial
membentuk Indische Staatsregeling (IS) yang mengatur
adanya stratifikasi sosial dalam masyarakat indonesia.
Penduduk indonesia di bedakan menjadi beberapa
golongan, yaitu sebagai berikut.
Golongan Eropa, merupakan golongan atas walaupun
jumlahnya sedikit, namun mendominasi berbagai
bidang kehidupan dalam masyarakat indonesia.
Golongan eropa , seperti orang-orang belanda, portugis,
dan spanyol.
Golongan indo dan timur asing, merupakan orang
Indo (peranakan) merupakan hasil pencampuran antara
peranakan antara orang-orang eropa dengan pribumi.
Sementara timur asing merupakan orang-orang asia
yang berdagang di Indonesia, seperti orang cina dan
orang arab.
Golongan pribumi (Bumiputera), merupakan orang-
orang asli Indonesia (pribumi), seperti tukang kayu,
buruh tani,dan pekerja rendahan lainnya.

2.3.2. Pengaruh dalam bidang Pendidikan


Diskriminasi juga dilakukan di bidang pendidikan.
Pemerintah kolonial sengaja menerapkan prinsip
dualisme dalam sistem pendidikan di tanah jajahan.
Warisan pendidikan kolonial yang masih digunakan di
Indonesia, antara lain pembagian jenjang pendidikan,
dan pengenalan macam-macam ilmu pengetahuan (ilmu
alam, ilmu bumi, astronomi, filsafat dan hukum).
2.3.3. Pengaruh dalam bidang Ekonomi
Pemerintah kolonial belanda sengaja mewariskan
sistem perekonomian dengan menggunakan uang, yang
sebelumnya belum digunakan masyarakat Indonesia.
Sistem tersebut semakin memacu masyarakat untuk
bersaing menciptakan produk-produk baru. Meskipun
pada kenyataanya produk-produk tersebut kalah
bersaing dengan produk impor.

2.3.4. Pengaruh dalam bidang Budaya


Pengaruh praktek kolonialisme di Indonesia juga
terlihat dalam bidang kebudayaan. hal ini dapat kita
lihat dalam seni bangunan, seni musik, seni sastra, seni
tari dan adat istiadat.

2.3.5. Pengaruh dalam bidang Politik/Pemerintahan


Belanda selalu menggunakan politik devide at impera
(politik adu domba), yaitu dengan menghasut dan
mencampuri urusan-urusan internal kerajaan-kerajaan
sehingga kerajaan tersebut menjadi terpecah belah dan
dengan mudah dikuasai belanda. Dalam bidang hukum
dan pemerintahan, belanda meninggalkan warisan yang
sampai sekarang masih digunakan di Indonesia.
contohnya, burgerlijk wetboek (kitab undang-undang
hukum perdata).

Sistem pemerintahan belanda mengacu pada paham


yang dibuat oleh montesquieu (1689-1755). Paham
tersebut membagi negara dalam tiga tingkatan, yaitu
badan legislatif (pembuat undang-undang), eksekutif
(pelaksana undang-undang) dan yudikatif (pengawas
pelaksana undang-undang).
2.4. Dampak Negative dan Positif dari Kolonialisme dan
Imperialisme
2.4.1. Dampak Negatif
a. Mengakibatkan penderitaan psikis dan kesengsaraan
fisik
b. Adanya pengambilan hak penduduk di Indonesia
secara paksa
c. Hilangnya harta benda dan jiwa akibat adanya
paksaan untuk bekerja dan menyerahkan harta
penduduk pada saat itu
d. Peramapasan kekayaan sumber daya alam terutama
sumber daya alam yang berupa rempah-rempah
e. Munculnya kemerosotan dalam bidang sosial
ekonomi, politik dan lain-lain.

2.4.2. Dampak Positif


a. Mendapat kata-kata serapan baru dari negara-negara
yang menjajah Indonesia
b. Terdapat beberapa bangunan yang merupakan
bentuk peninggalan dari negara-negara yang pernah
menjajah Indonesia berupa sarana dan prasarana
seperti pabrik gula, jalan raya , benteng dan lain-
lain
c. Adanya reformasi dalam bidang pendidikan lokal
yang disebabkan oleh adanya interaksi antara
sarjana-sarjana Belanda yang tidak memiliki
kepentingan dengan penjajahan.
d. Meninggalkan peraturan perundang-undangan
e. Munculnya pemikiran baru mengenai cara menanam
tumbuhan yang lebih modern
2.5. Persamaan dan Perbedaan Kolonialisme dan
imperialisme
2.5.1. Perbedaan kolonialisme serta imperialisme.
a) Kolonialisme mempunyai tujuan untuk kuras habis
sumber daya alam dari negara yang berkaitan untuk
diangkut ke negara induk.
b) Imperialisme mempunyai tujuan untuk
menanamkan pengaruh pada seluruh bidang
kehidupan negara yang berkaitan.

2.5.2 Persamaan kolonialisme serta imperialisme


Persamaan kolonialisme serta imperialisme yaitu
dapat bikin negara penjajah jadi makmur, sesaat yang
dijajah makin menderita.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.1.1. Latar Belakang Kedatang Bangsa Barat/Eropa
a. Perang Salib (1543), antara Romawi Timur vs. Turki,
b. Harga rempah-rempah yang sangat tinggi di wilayah
Eropa.
c. Penjelajahan samudra

3.1.2. Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme pada


Indonesia.
Kolonialisme dan Imperialisme Barat memberikan
pengaruh yang sangat besar terhadap Bidang politik,
Bidang ekonomi, Bidang social, Bidang budaya. salah
satu dampak negatif dari peristiwa tersebut adalah
Adanya pengambilan hak penduduk di Indonesia secara
paksa, dan Hilangnya harta benda dan jiwa akibat
adanya paksaan untuk bekerja dan menyerahkan harta
penduduk pada saat itu.

3.1.3. Dari latar belakang tersebut penulis menyimpulkan


persamaan dan perbedaan antara Kolonilisme dan
Imperialisme yaitu:
a) Kolonialisme mempunyai tujuan untuk kuras habis
sumber daya alam dari negara yang
berkaitan untuk diangkut ke negara induk.
b) Imperialisme mempunyai tujuan untuk menanamkan
pengaruh pada seluruh bidang
kehidupan negara yang berkaitan.
c) Persamaan kolonialisme serta imperialisme yaitu
dapat bikin negara penjajah jadi
makmur, sesaat yang dijajah makin menderita.
3.2. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena iru penulis mengharapkan kritik dan
saran yang positif agar kami dapat memperbaikinya di tugas
mendatang, semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan
kami sebagai penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Google:
https://www.eduspensa.id/kolonialisme-dan-imperialisme-di-
indonesia/
https://bocahkampus.com/cara-membuat-makalah
http://ips-mrwindu.blogspot.com/2009/04/proses-perkembangan-
kolonialisme-dan.html
http://pengamatsejarah.blogspot.com/2016/01/pengaruh-
kolonialisme-dan-imperialisme.html
https://izalewat.weebly.com/history/dampak-kolonialisme-dan-
imperialisme-bagi-indonesia
https://www.yuksinau.id/kolonialisme-dan-imperialisme/

Buku Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Wajib:


Bab 1 perkembangan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia
bagian c halaman 23-27