Anda di halaman 1dari 13

PERJANJIAN KERJA SAMA

ANTARA
UPT JAMKESDA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR
DENGAN
UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP NIPAH PANJANG
TENTANG
PENYELENGGARAAN JAMINAN KESEHATAN DAERAH ( JAMKESDA )
KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2016
Nomor :
Nomor :
Pada hari senin, tanggal 02-01- 2015 ( dua bulan Januari tahun dua ribu lima
belas ), kami yang bertanda tangan dibawah ini : ------------------------------------
(1) ............................ : selaku KEPALA UPT JAMKESDA DINAS
KESEHATAN KABUPATEN TANJUNG
JABUNG TIMUR, berkedudukan di jalan
..............................................................
.............................................................
.............................................................
.............................................................
.............................................................
Selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.---------------
(2) drg. Darwin Salim selaku Kepala Puskesmas Rawat Inap Nipah Panjang
berdasarkan Surat Keputusan Bupati
Tanjung Jabung Timur No.....................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.---------
Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bersama sama disebut PARA
PIHAK dan secara sendiri sendiri disebut PIHAK. ----------------------------------
Dalam kedudukanya tersebut diatas, para pihak terlebih dahulu menerangkan
1. Bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan
Mengamanatkan kepada negara untuk mengembangkan sistim jaminan
Sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah
dan tidak mampu sesuai martabat kemanusiaan.
2. Bahwa dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
diperlukan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Sosial bagi masyarakat
miskin dan tidak mampu serta sasaran lainnya.
3. Bahwa dalam rangka memperluas cakupan kepesertaan di luar kuota
program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) dan Jaminan Kesehatan
Sosial (Jamkesos) Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui
Program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA).
4. Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat
Miskin, maka Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui UPT
Jamkesda Dinas Kesehatan melaksanakan kerjasama Program Jaminan
Kesehatan Daerah dengan Puskesmas se-Kabupaten Tanjung Jabung
Timur.
5. Bahwa Para Pihak telah sepakat mengadakan Perjanjian Kerja Sama
(PKS) tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Daerah ( JAMKESDA )
Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan Puskesmas
se-Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Menurut ketentuannya
sebagaimana tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut:

Pasal 1
DASAR HUKUM

a. Bahwa berdasarkan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 28 H ayat (1), (2),
(3) dan Pasal 34 ayat (1), (2), (3).
b. Undang Undang 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 20 disebutkan
bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan
kesehatan masyarakat melalui sistem jaminan sosial nasional bagi upaya
kesehatan perorangan.
c. Undang Undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pasal 22
disebutkan bahwa dalam menyelenggarakan otonomi, daerah
mempunyai kewajiban, huruf (f) menyediakan fasilitas pelayanan
kesehatan dan huruf (h) mengembangkan sistem jaminan sosial.
d. Peraturan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Nomor .. Tahun
2010 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Daerah.
e. Peraturan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Nomor . tahun 2000
tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung
Timur Nomor . tahun 2... tentang Retribusi Jasa Umum.
f. Peraturan Bupati Tanjung Jabung Timur Nomor . tahun 2... tentang
Rincian Tugas Pokok dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung
Jabung Timur.
g. Peraturan bupati Tanjung Jabung Timur Nomor . . Tahun 2... tentang
Perubahan Atas Peraturan Bupati Tanjung Jabung Timur Nomor .. Tahun
2.... tentang pembentukan Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Kesehatan
Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Memberi tugas kepada UPT Jaminan
Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk menyelenggarakan Jaminan
Kesehatan Daerah;
h. Peraturan Bupati Tanjung Jabung Timur Nomor .. tahun 2... tentang
Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung
Timur Nomor .. tahun 2... Tentang Sistem Kesehatan Daerah
i. Surat Keputusan Kepala Dinas Nomor .. / .. tahun 2... tentang Petunjuk
Teknis Penyelenggaraan Sistem Jaminan Kesehatan Daerah Kabupaten
Tanjung Jabung Timur di Puskesmas dan Jaringannya serta di Rumah
sakit tahun 2...

Pasal 2
DEFINISI

Dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan :


(1) Jamkesda adalah jaminan kesehatan masyarakat Tnajung Jabung Timur
melaui mekanisme asuransi kesehatan sosial, bersifat nirlaba serta
diselenggarakan dengan prinsip-prinsip kendali mutu dan kendali biaya
yang memadukan sumber pembiayaan dari pemerintah dan/atau
masyarakat.
(2) Peserta adalah perorangan yang terdaftar sebagai peserta Jamkesda.
(3) Peserta Jamkesda adalah masyarakat yang berdomisili di kabupaten
Tanjung Jabung Timur yang terdiri dari:
a. Peserta penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta yang
menerima bantuan pembayaran iuran dari Pemerintah Daerah.
b. Peserta Coordination of Benefit (COB) adalah peserta PBI yang
didaftarkan dan diterima oleh Pemerintah Profinsi Daerah Jambi.
(4) Dinas Kesehatan adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung
Timur.
(5) Unit Pelaksanaan Teknis Jaminan Kesehatan Daerah yang selanjutnya
disebut UPT Jamkesda adalah Unit Pelaksanaan Teknis pada Dinas
Kesehatan yang memiliki tugas menyelenggarakan Jaminan Kesehatan
Daerah.
(6) Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) adalah institusi pelayanan kesehtan
yang memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta Jamkesda
berdasarkan suatu Perjanjian Kerjasama.
(7) Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) I adalah Puskesmas dan jaringannya
(yang terdiri dari Puskesmas Induk, Puskesmas Pembantu, dan
Puskesmas Keliling).
(8) Paket Pemeliharaan Kesehatan adalah kumpulan pelayanan kesehatan
yang diselenggarakan PPK untuk Kepentingan peserta dalam rangka
melindungi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
(9) Klaim biaya pelayanan kesehatan adlah penagihan pembayaran biaya
dari Pemberi Pelayanan Kesehatan PPK I atas biaya pelayanan kesehatan
rawat jalan dan rawat inap peserta Jamkesda.
(10) Pelayanan Gawat Darurat Medis (Emergency) adalah pelayanan
kesehatan yang harus secepatnya diberikan pada kasus gawat darurat
untuk mengurangi resiko kematian atau cacat.
(11) Badan arbitrase adalah lembaga yang ditunjuk untuk menyelesaikan
masalah perselisihan perjanjian kerjasama.
(12) Petunjuk Teknis adalah Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem
Jaminan Kesehatan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2...
yang merupakan lampiran Perjanjian Kerjasama.

Pasal 3
MAKSUD DAN TUJUAN
(1) Maksud perjanjian ini adalah sebagai dasar pemberian pelayanan
kesehatan bagi peserta Jamkesda Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
(2) Tujuan perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan,
mengendalikan mutu pelayanan dan mutu pelayanan dan mutu
pembiayaan pelayanan kesehatan di PPK I

Pasal 4
OBYEK PERJANJIAN
Obyek perjanjian ini adalah pemberian pelayanan kesehatan dan pengelolaan
dana pembiayaan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten
Tanjung Jabung Timur yang menjadi peserta Jamkesda Kabupaten Tanjung
Jabung Timur dan dituangkan dalam Petunjuk Teknis yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Pasal 5
RUANG LENGKUP
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bekerjasama dalam
Penyelenggaraan Jamkesda Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang meliputi:
(1) Pelayanan rawat jalan dan rawat inap di PPK I
(2) Pelayanan gawat darurat medis bagi peserta Jamkesda di PPK I
Pasal 6
PERNYATAAN DAN JAMINAN

(1) PIHAK PERTAMA menyatakan, menerangkan dan menjamin sebagai


berikut:
a. PIHAK PERTAMA memiliki status hukum, kekuasaan dan kemampuan
untuk membuat perjanjian ini serta perjanjian-perjanjian dan atau
dokumen-dokumen lain yang terkait, dimana dirinya menjadi Pihak,
dan kemampuan untuk melaksanankan kewajiban tersebut secarah
penuh;
b. Pelaksanaan kewajiban PIHAK PERTAMA sesuai dengan Perjanjian ini
tidak melanggar ketentuan hukum, peraturan perundangan, atau
pedoman umum yang mengikat PIHAK KEDUA;
c. Seluruh kewajiban PIHAK PERTAMA dalam perjanjian ini adalah sah
menurut hukum, mengikat dan dapat dilaksanakan terhadap/oleh
PIHAK KEDUA

(2) PIHAK KEDUA menyatakan, menerangkan dan menjamin sebagai berikut:


a. PIHAK KEDUA memiliki status hukum, kekuasaan dan kemampuan
untuk membuat Perjanjian ini serta perjanjian-perjanjian dan atau
dokumen-dokumen lain yang terkait, dimana dirinya menjadi Pihak,
dan kemampuan untuk melaksanakan kewajiban tersebut secara
penuh;
b. Pewlaksanaan kewajiban PIHAK KEDUA sesuai dengan Perjanjian ini
tidak melanggar ketentuan hukum, peraturan perundangan, atau
pedoman umum yang mengikat PIHAK PERTAMA;
c. Seluruh kewajiban PIHAK KEDUA dalam Perjanjian ini adalah sah
menurut hukum, mengikat dan dapat dilaksanakan terhadap/oleh
PIHAK PERTAMA.

Pasal 7
HAK DAN KEWAJIBAN

(1) A. Hak Pihak Pertama


a. Melakukan verifikasi data kepesertaan dalam pemberian pelayan
kesehatan dan kesesuaian besarnya klaim biaya yang akan
dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA.
b. Memperoleh berkas pengajuan klaim dari PIHAK KEDUA yang
telah memenuhi kelengkapan administrasi
c. Mengetahui dan menerima keluhan dari peserta JAMKESDA
KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR dan meneruskan keluhan
tersebut kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut
menyangkut pelayanan;
d. Memperoleh laporan pelayanan JAMKESDA dari PIHAK KEDUA
sesuai dengsan format pelaporan yang ditentukan dalam petunjuk
teknis ;
e. Tidak membayarkan tagihan biaya pelayanan kesehatan yang
dianjurkan oleh PIHAK KEDUA, apabila terbukti tidak melakukan
pelayanan sesuai dengan ketentuan.

B. Kewajiban Pihak Pertama


a. Menyediakan kartu dan administrasi kepesertaan.
b. Menyediakan anggaran untuk program JAMKESDA
c. Kewajiban PIHAK PERTAMA yang berkaitan dengan regulasi
dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung
Timur sebagai pengguna Anggaran
d. Melakukan pembayaran atas klaim yang telah memenuhi
kelengkapan administrasi yang diajukan PIHAK KEDUA terhadap
program JAMKESDA yang telah dilaksanakan;
e. Memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA bahwa
PIHAK PERTAMA telah melakukan pembayaran klaim
f. Mengelola penanganan keluhan dalam pelaksanaan program
JAMKESDA

(2) A. Hak Pihak Kedua


a. Menerima pembayaran dari PIHAK PERTAMA melalui Dinas
Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur atas biaya pelayanan
kesehatan program JAMKESDA;
b. Menerima pembayaran setelah dilakukan verifikasi terlebih dahulu
oleh PIHAK PERTAMA paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja
setelah klaim dinyatakan benar;
c. Mengajukan klaim tagihan yang telah terpenuhi kelengkapan
administrasinya atas biaya pelayanan kesehatan yang telah
diberikan kepada pelayanan program JAMKESDA, untuk
mendapatkan pembayaran dari PIHAK PERTAMA;
d. Memperoleh hasil monitoring dan evaluasi tentang kepesertaan,
pelayanan kesehatan dan keuangan dari PIHAK PERTAMA;
e. Menghentikan sementara pelayanan program JAMKESDA apabila
pembayaran yang dilakukan PIHAK PERTAMA tertunda selama
(tiga) bulan;

B. Kewajiban Pihak Kedua :


a. Memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JAMKESDA
sesuai dengan kebutuhan medis dan standar pelaynan kesehatan
yang berlaku;
b. Menyerahakan berkas klaim tagihan biaya pelayanan kesehatan
yang telah memenuhi kelengkapan administrasi kepada PIHAK
PERTAMA melalui UPT Jamkesda Kabupaten Tanjung Jabung Timur
untuk diverifikasi, paling lambat tanggal 5 pada bulan berikutnya.
c. Menerima hasil verifikasi dan mengirimkan kembali beserta
revisinya kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 5 hari kerja
sejak diterimanya hasil verifikasi dari PIHAK PERTAMA
d. Memberikan laporan kegiatan pelayanan kesehatan untuk peserta
JAMKESDA sejak diterimakannya kepada PIHAK PERTAMA;
e. Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pelayanan
kesehatan peserta JAMKESDA kepada PIHAK PERTAMA;

Pasal 8
PEMBIAYAAN

(1) PIHAK KEDUA mengajukan klaim kepada PIHAK PERTAMA secara kolektif
sebulan sekali.
(2) Besar pembayaran klaim sesuai tarif yang disepakati dan dituangkan
dalam Petunjuk Teknis yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari perjanjian ini.
(3) Besar pembayaran klaim pelayanan yang dibatasi sesuai dengan tarif
pelayanan yang telah disepakati bersama dan dituangkan dalam
Petunjuk Teknis yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
perjanjian ini.

Pasal 9
JANGKA WAKTU

(1) Perjanjian kerjasama berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun


terhitung sejak perjanjian ini ditandatangani dan dapat diperpanjang
atas kesepakatan PARA PIHAK.
(2) Permohonan perpanjangan sebagaiman dimaksud pada ayat (1),
disampaikan salah satu PIHAK selambat-lambatnya 1 (satu) bulan
sebelum masa perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir.

Pasal 10
PELAKSANAAN PERJANJIAN

PARA PIHAK sepakat bahwa pelaksanaan kerjasama sebagaimana dimaksud


pada pasal 4 perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Teknis
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Pasal 11
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

(1) PIHAK PERTAMA secara langsung berhak untuk melakukan pemeriksaan


terhadap mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
kepada peserta Jamkesda.
(2) Dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan kepada peserta
Jamkesda, apabila ditemukan penyimpangan pelayanan, PIAHK
PERTAMA berhak meberikan konfirmasi kepada PIHAK KEDUA secara
lisan atau tulisan.
(3) Dalam hal pelaksanaan pembayaran klaim, apabila ditemukan
perbedaan pembayaran, PIHAK KEDUA berhak memberikan konfirmasi
kepada PIHAK PERTAMA secara lisan atau tertulis.

Pasal 12
EVALUASI

Perjanjian ini akan dievaluasi minimal 6 (enam) bulan sekali


Pasal 13
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)
(1) Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force
majeure”) adalah suatu keadaan yang terjadinya diluar kemampuan,
kesalahan atau kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PARA
PIHAK tidak dapat melaksnakan atau terpaksa menunda pelaksanaan
kewajibannya dalam kesepakatan ini. Force majeure tersebut meliputi
bencana alam, banjir wabah, perang ( yang dinyatakan maupun yang
tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-hara, pemogokan umum,
kebakaran, dan kebijaksanaan pemerintah yang berpengaruh secara
langsung terhadap pelaksanaan kesepakatan;
(2) Dalam hal terjadinya peristiwa Force majeure, maka PIHAK yang
terhalang untuk melaksnakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh
PIHAK lainnya. PIHAK yang terkena Force majeure wajib
memberitahukan adanya peristiwa Force majeure tersebut kepada
PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force majeure, dikuatkan oleh surat
keterangan dari pejabat yang berwenang dan menerangkan adanya
peristiwa Force majeure tersebut.
(3) PIHAK yang terkena Force majeure wajib mengupayakan dengan
sebaik-baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana
diatur dalam perjanjian ini segera setelah peristiwa Force majeure
berakhir.

Pasal 14
BERAKHIRNYA PERJANJIAN

(1) Perjanjian ini berakhir apabila:


a. Jangka waktu berakhir
b. Salah satu pihak melakukan wanprestasi
(2) Apabila perjanjian ini berakhir sebagaimana dimaksud ayat (1), segala
akibat yang timbul akan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku
Pasal 15
PERSELISIHAN
(1) Setelah perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang
timbul sehubungan dengan perjanjian ini akan diselesaikan terlebih
dahulu secara musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK;
(2) Apabila tidak tercapai kata sepakat sebagsaiaman dimaksud ayat (1),
maka PARA PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut
melalui badan arbitrase.
(3) Selama proses penyelesaian sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2)
PARA PIHAK menjamin para peserta Jamkesda tetap memperoleh
pelayanan kesehatan sesuai ketentuan dalam perjanjian ini.

Pasal 16
PERUBAHAN

(1) Segala perubahan terhadap hal-hal yang diatur dalam perjanjian ini
hanya dapat dilakukan atas persetujuan tertulis dari PARA PIHAK dan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini
(2) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur dalam
perjanjian tersendiri berdsar kesepakatan PARA PIHAK dan akan
dituangkan dalam suatu addendum (perjanjian tambahan) yang
mengikat setelah ditanda tangani PARA PIHAK dan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari perjanian ini.

Pasal 17
BERLAKUNYA PERJANJIAN

(1) Perjanjian ini berlaku sejak ditanda tangani oleh PARA PIHAK
(2) Segala ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dalam perjanjian ini
beralaku serta mengikat PARA PIHAK yang menandatangani serta
pengganti-penggantinya
(3) Perajanjian ini tidak berakhir apabila salah satu PIHAK yang
menandatangani perjanjian ini meniggal dunia atau adanya perubahan
dan atau mutasi jabatan dan atau perubahan status badan hukum
PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA sehingga PIHAK maupun yang
menggantikan tetap terkait serta wajib mentaati perjanjian ini.
Pasal 18
CIDERA JANJI (WANPRESTASI)

(1) Masing-masing kejadian berikut merupakan “ Cidera Janji PIHAK


PERTAMA” :
a) PIHAK PERTAMA lalai atau tidak membayar pelayanan kesehatan
peserta Jamkesda di PPK I, sebagaimana dimaksud dalam pasal 7
ayat (1) huruf B perjanjian ini, lebih dari 90 (sembilan puluh) hari
kerja sejak klaim diajukan PPK I;
b) Suatu pernyataan atau jaminan yang diberikan oleh PIHAK
PERTAMA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (1) huruf a
perjanjian ini terbukti tidak benar atau menyesatkan secaara formal
dan material pada saat diberikan atau pada saat dibuat;
(2) Masing-masing kejadian berikut merupakan “Cidera Janji PIHAK
KEDUA”
a) PIHAK KEDUA tidak melayani peserta Jamkesda, sebagaimana
dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) huruf B sealam 3 (tiga) bulan terus
menerus.
b) Suatu pernyataan atau jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (2) huruf a perjanjian ini
terbukti tidak benar atau menyesatkan secara formal dan material
pada saat diberikan atau pada saat dibuat.

Pasal 19
Akibat Cidera Janji “Cidera Janji PIHAK PERTAMA”

(1) Dalam hal terjadi “Cidera Janji PIHAK PERTAMA” sebagaiman dimaksud
pasal 18 ayat (1) huruf a, huruf b perjanjian ini, maka PIHAK KEDUA
berhak menyampaikan pemberitahuan tertulis guna membatalkan
perjanjian kepada PIHAK PERTAMA
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) berlaku setelah adanya
peringatan ketiga dari PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu
peringatan masing-masing 15 (lima belas) hari keerja.
Pasal 20
Akibat Cidera Janji “Cidera Janji PIHAK KEDUA”
(1) Dalam hal terjadi Cidera Janji PIHAK KEDUA sebagaiman dimaksud pasal
18 ayat (2) huruf a, huruf b perjanjian ini, maka PIHAK PERTAMA
berhak menyampaikan pemberitahuan tertulis guna membatalkan
perjanjian kepada PIHAK KEDUA
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) berlaku setelah adanya
peringatan ketiga dari PIHAK PERTAMA dengan tenggang waktu
penringatan masing-masing 15 (lima belas) hari kerja

Pasal 21
KETENTUAN LAIN-LAIN
(1) Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan
tertulis terlebih dahulu dari PARA PIHAK.
(2) Pemberitahuan, surat menyurat, komunikasi dan korespondensi dalam
pelaksanaan perjanjian ini akan diberitahukan atau disampaikan oleh
salah satu PIHAK kepada PIHAK lainnya.
(3) Apabila setelah penandatanganan perjanjian ini pemberlakuan atau
perubahan terhadap suatu undang-undang, keputusan atau peraturan
lain di indonesia merugikan secara material terhadap kewajiban-
kewajiban dari salah satu pihak berdasrkan perjanjian ini, PARA PIHAK
dengan itikad baik berunding dan melakukan perubahan. Perubahan
tersebut setelah ditandatangani sebagaimana mestinya oleh PARA
PIHAK akan merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak
terpisahkan dari perjanjian ini.
Pasal 22
PENUTUP

Demikian perjanjian ini dibuat 2 (dua) rangkap asli di atas kertas bermaterai
cukup ditandatangani oleh PARA PIHAK dan masing-masing mempunyai
kekuatan hukumyang sama.