Anda di halaman 1dari 4

TEORI AKUNTANSI

RMK SAP 1

I. PENGERTIAN DAN FUNGSI TEORI AKUNTANSI

1. Pengertian Teori Akuntansi

Teori (theory) adalah susunan definisi, konsep, dan dalam menyajikan


pandangan yang sistematis fenomena dengan menunjukkan hubungan antara satu
variabel dengan variabel lainnya dengan maksud untuk menjelaskan dan
meramalkan fenomena.
Menurut Hedriksen (1992), pengertian teori adalah suatu susunan
hipotesis, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka umum
referensi untuk suatu bidang yang dipertanyakan.
Teori dalam akuntansi menurut Soewardjono:
(i) Teori sebagai lawan praktik, biasanya teori dalam pengertian ini diibaratkan
dengan apa yang diharapkan atau apa yang seharusnya dilakukan dalam
kehidupan senyatanya. Teori akuntansi sering diartikan sebagai seperangkat
konsep-konsep yang membahas tentang bagaimana seharusnya praktik
akuntansi berjalan.
(ii) Teori sebagai penjelasan ilmiah, merupakan pernyataan-pernyataan tentang
hubungan dengan variable-variabel alam atau social yang dapat digunakan
untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala alam atau social.
(iii) Teori sebagai penalaran logis yang melandasi praktik dalam dunia nyata.
Teori ini berusaha untuk memberikan justifikasi terhadap praktik agar praktik
dapat dipertanggungjawabkan kelayakannya.

Jadi, teori akuntansi merupakan penyaji sekumpulan prinsip-prinsip logis


yang saling berkaitan, yang menjadi kerangka acuan untuk penilaian dan
pengembangan praktik akuntansi. Teori akuntansi dapat diartikan sebagai
penalaran logis yang memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan
akuntansi tertentu karena penalaran mempunyai peranan penting dalam rangka
menerima atau menolak kebenaran (validitas) suatu teori.

2. Fungsi Teori Akuntansi


Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai
berikut:
(1) Menjadi pegangan bagi lembaga penyusun standar akuntansi menyusun
standarnya.
(2) Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi
dalam hal tidak adanya standar resmi.
(3) Menentukan batas dalam hal melakukan “judgement” dalam penyusunan
laporan keuangan.
(4) Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap
informasi yang disajikan laporan keuangan.
(5) Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan.

Fungsi Teori akuntansi secara umum adalah:


(1) Sebagai pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi
(2) Memberikan kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang
tidak ada standar resmi
(3) Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang
disajikan dalam laporan keuangan
(4) Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan
(5) Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktik akuntansi

II. PERBEDAAN TEORI POSITIF DAN TEORI NORMATIF


1. Teori Positif
Teori akuntansi positif berupaya menjelaskan sebuah proses, yang
menggunakan kemampuan, pemahaman, dan pengetahuan akuntansi serta
penggunaan kebijakan akuntansi yang paling sesuai untuk menghadapi kondisi
tertentu dimasa mendatang. Teori akuntansi positif pada prinsipnya beranggapan
bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah untuk menjelaskan dan memprediksi
praktik-praktik akuntansi.
2. Teori Normatif
Teori normatif didasarkan atas upaya pembenaran tentang apa yang
seharusnya dipraktekkan. Teori normatif disebut juga teori apriori (artinya dari
sebab ke akibat atau bersifat deduktif) karena bukan hasil dari penelitian empiris.
Hal ini disebabkan oleh pengalaman praktek langsung yang telah dilakukan
misalnya pernyataan tentang laporan keuangan yang seharusnya didasarkan pada

2
metode pengukuran aktiva tertentu atau dihasilkan melalui kegiatan “semi –
research”

Teori normatif diketahui lebih berkonsentrasi pada:


(1) Penciptaan laba sesungguhnya (true income)
Teori ini lebih berkonsentrasi pada pengukuran tunggal yang benar untuk
aktiva dan laba.
(2) Pengambilan keputusan (decision usefulness)
Teori ini menganggap bahwa tujuan dasar akuntansi adalah untuk membantu
proses pengambilan keputusan dengan menyediakan data akuntansi yang
relevan dan bermanfaat.

3. Perbedaan Teori Positif Dan Normatif


Teori akuntansi positif menjelaskan dan meramalkan variable-variabel yang
diteorikan dengan apa adanya atas dasar pengamatan empiris. Teori akuntansi
normatif menjelaskan apa yang seharusnya atau menggambarkan variable sesuai
dengan aturan tertentu sebagaimana seharusnya, teori akuntansi normatif berisi
tentang pernyataan atau penalaran yang dilandasi oleh pertimbangan nilai untuk
menilai apa yang sebaiknya dilakukan atau diputuskan untuk tujuan sosial dan
ekonomi.

III.PERAN KONSEP DASAR AKUNTANSI SEBAGAI SEBUAH TEORI


NORMATIF YANG MENJELASKAN STANDAR AKUNTANSI

Periode 1956-1970 diberi label ‘masa normatif’. Hal ini disebut periode
normatif karena itu adalah periode ketika teori akuntansi berusaha untuk membangun
‘norma’ untuk ‘praktik akuntansi terbaik’. Berbeda dengan periode ilmiah umum,
selama periode ini, peneliti kurang peduli tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam
praktek dan lebih peduli tentang pengembangan teori-teori yang ditentukan apa yang
harus terjadi. Pada periode sebelum 1956, beberapa penulis menghasilkan karya
normatif awal yang terutama berkaitan dengan isu seputar dasar yang tepat untuk
penilaian aset dan klaim pemilik, dan yang termasuk referensi ke dampak inflasi.
Selama periode normatif, gagasan ‘kerangka kerja konseptual’ adalah teori
terstruktur akuntansi. Kerangka tersebut dimaksudkan untuk mencakup semua
komponen pelaporan keuangan dan dimaksudkan untuk memandu praktik. Sebagai

3
contoh, pada tahun 1965 Goldberg ditugaskan oleh AAA untuk menyelidiki sifat
akuntansi. Hasilnya adalah penerbitan An Inquiry into the Nature of Accounting yang
bertujuan untuk mengembangkan kerangka teori akuntansi dengan menyediakan
diskusi tentang sifat dan makna akuntansi. Satu tahun kemudian, AAA merilis A
Statement of Basis Accounting Theory, dengan tujuan menyatakan memberikan
pernyataan terpadu teori akuntansi dasar yang akan berfungsi sebagai panduan untuk
pendidik, praktisi dan orang lain yang tertarik dalam akuntansi.
Karena teori akuntansi normatif berpegang pada konsep dasar akuntansi maka
teori ini menetapkan bagaimana akuntansi dilakukan, mereka didasarkan pada opini
subjektif dari akun apa yang harus dilaporkan, dan cara terbaik untuk melakukannya,
sehingga teori normatif dapat menjelaskan bagaimana standar akuntansi seharusnya
diterapkan.

DAFTAR PUSTAKA

M, Gabriella.
(https://www.academia.edu/34580583/RANGKUMAN_TEORI_AKUNTANSI_1).
Diakses pada 5 September 2019

Suwardjono. 2008. Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta:


BPFE

Yadiati, Winwin. 2010. Teori Akuntansi: Suatu Pengantar. Jakarta: KENCANA