Anda di halaman 1dari 17

LECTURE NOTES

ECON 6032
Managerial Economics

Week 2
Quantitative Demand Analysis
In Managerial Evaluation
For Decision Making

ECON6032 – Managerial Economics|1


LEARNING OUTCOMES

Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan konsep elastisitas, menginterpretasikan fungsi


demand dan menerapkan analisis regresi pada pembentukan fungsi demand.

OUTLINE MATERI :

- The elasticity concept


- Interpreting Demand Functions
- Regression analysis

ECON6032 – Managerial Economics|2


ISI MATERI

1. Konsep Elastisitas

Elastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam


permasalahan di bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis
ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun
distribusi kemakmuran.

Konsep elastisitas perlu dikaji lebih mendalam oleh sebuah perusahaan atau industri.
Konsep elastisitas itu sendiri adalah untuk meramalkan apa yang akan terjadi jika harga
barang atau jasa di pasaran dinaikkan, apakah akan berdampak buruk kedepannya. Sehingga
perusahaan akan berpikir ulang untuk melakukan suatu tindakan yang akan membuat
konsumen berfikir ulang untuk memakai produk dari perusahaan tersebut dan menderita
kerugian.

Elastisitas merupakan perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel (G)


dengan perubahan variable lainnya (S). Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa
besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan-perubahan factor-faktor yang
mempengaruhi permintaan atau penawaran.

Rumus elastitas secara umum adalah :

% ∆G
EG , S =
% ∆S

1.1. Elastisitas Permintaan

Sebuah perusahaan harus mengetahui bagaimana kepekaan fungsi permintaannya


terhadap perubahan-perubahan variabel-variabel yang mempengaruhinya. Beberapa variabel
seperti harga dan iklan bisa dikendalikan oleh perusahaan tersebut dan pengendalian tersebut
sangat penting untuk mengetahui pengaruh-pengaruh kedua hal tersebut jika perusahaan itu
ingin membuat keputusan penentuan harga dan iklan yang efektif. Walaupun variabel-
variabel yang lain berada di luar kendali perusahaan tersebut, misalnya pendapatan konsemen
dan harga-harga perusahaan saingan, tetapi pengaruh dari perubahan variabel-variabel
tersebut juga harus diketahui jika perusahaan itu ingin merespons secara efektif perubahan-

ECON6032 – Managerial Economics|3


perubahan dalam lingkungan ekonomi dimana ia beroperasi. Sesungguhnya, pengantisipasian
nilai-nilai variabel yang berada di luar kendali perusahaan tersebut dan pengestimasian
respons permintaan terhadap perubahan-perubahan variabel-variabel merupakan unsur utama
dalam analisis permintaan.

Elastisitas permintaan sangat penting digunakan dalam pembuatan keputusan manajerial.


Pada dasarnya ada tiga variabel pertama yang mempengaruhi permintaan, maka dikenal tiga
elastisitas permintaan, yaitu: “Elastisitas Harga Permintaan, Elastisitas Silang, Dan Elastisitas
Pendapatan”. Elatisitas Permintaan identik dengan elastisitas harga permintaan.

Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan


barang terhadap perubahan harga. Informasi ini sangat penting bagi manajer bisnis dan
industri, agar mampu membuat keputusan yang berkaitan dengan strategi penetapan harga
produk serta strategi lainnya dari variabel-variabel endogen dalam fungsi permintaan.

Dalam bentuk model matematik, konsep permintaan umum terhadap suatu produk adalah
sebagai berikut :

Qxd = f(PX , PY, I, T,E,U )


Dimana,
– Qxd = quantity demand of good X.
– Px = price of good X.
– PY = price of a related good Y.
• Substitute good.
• Complement good.
– I = income of consumer
• Normal good.
• Inferior good.
- T= Taste or preference of consumer
- E= Price expectation of the user
- U= All other factors
Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap
besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang
yang diminta terhadap perubahan harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut
dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas, yang dinyatakan dengan rumus
berikut ini.
Percentage Change in Quantity Demanded
Elasticity =
Percentage Change in Price ECON6032 – Managerial Economics|4
d
% ∆QX
EQX , PX =
%∆PX
Atau

∆QXd PX
EQ X , PX = •
∆PX QXd

Dimana,
∆Qxd : perubahan jumlah permintaan
∆Px : perubahan harga barang
Px : harga mula-mula
Qxd : jumlah permintaan mula-mula
EQx,Px : elastisitas permintaan

Ketika elastisitas permintaan suatu barang menunjukkan nilai lebih dari 1, maka
permintaan terhadap barang tersebut dikatakan elastis di mana besarnya jumlah barang yang
diminta sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga. Sementara itu, barang dengan nilai
elastisitas kurang dari 1 disebut barang inelastis, yang berarti pengaruh besar-kecilnya harga
terhadap jumlah-permintaan tidak terlalu besar.

Sebagai contoh, jika harga handphone turun 10% dan jumlah permintaan atas handphone
itu naik 20%, maka nilai elastisitas permintaannya adalah 2; dan barang tersebut
dikelompokan sebagai barang elastis karena nilai elastisitasnya lebih dari 1. Perhatikan
bahwa penurunan harga sebesar 1% menyebabkan peningkatan jumlah permintaan sebesar
2%, dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah permintaan atas handphone sangat
dipengaruhi oleh besarnya harga yang ditawarkan.

Secara umum nilai elastisitas dapat digolongkan seperti tampak pada tabel 1.

Tabel 1. Terminologi untuk Nilai Elastisitas

Nilai elastisitas Terminologi Nilai Elastisitas

e>1 Elastis (elastic)

e<1 Inelastis (inelastic)

ECON6032 – Managerial Economics|5


e=1 Uniti (unitary elasticity)

e=0 Inelastis sempurna (perfect inelastic)

e=∞ Elastis sempurna (perfect elastic)

Untuk barang-barang normal, penurunan harga akan berakibat pada peningkatan jumlah
permintaan. Permintaan terhadap sebuah barang dapat dikatakan inelastis bila jumlah barang
yang diminta tidak dipengaruhi oleh perubahan harga. Barang dan jasa yang tidak
memiliki substitusi biasanya tergolong inelastis. Sementara itu, semakin banyak sebuah
barang memiliki barang substitusi, semakin elastis barang tersebut.

Faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan adalah :

1. Banyaknya produk substitusi.


Di dalam suatu perekonomian terdapat banyak barang yang dapat digantikan dengan
barang-barang lain yang sejenis dengannya. Tetapi ada pula yang sukar mencari
penggantinya. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan elastisitas diantara berbagai
barang. Semakin banyak produk pengganti, permintaan akan semakin elastis. Hal ini
dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika
terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif
terhadap perubahan harga.
2. Persentase pendapatan yang dibelanjakan.
Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk
tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan
membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi
permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.
3. Jangka waktu analisis permintaan
Semakin lama jangka waktu analisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk.
Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari
oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi.
Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka
akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang

ECON6032 – Managerial Economics|6


kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan
konsumen pindah ke produk lain.
4. Barang Mewah dan Barang Kebutuhan
Permintaan barang-barang kebutuhan umumnya inelastis, sedangkan permintaan
barang-barang mewah umumnya elastis. Karena walaupun harga-harga barang
kebutuhan mengalami peningkatan atau penurunan jumlah yang diminta akan tetap
sama atau hanya mengalami penurunan sedikit. Mengapa barang mewah bisa elastis ?
Karena apabila harga barang mewah mengalami peningkatan harga jumlah yang
diminta hampir tidak ada. Tapi jika barang mewah mengalami penurunan harga
jumlah yang diminta akan meningkat, mungkin bisa meningkat secara signifikan.
Hubungan Elastisitas harga permintaan dengan Penerimaan Total

Penerimaan total (total revenue) adalah jumlah yang dibayarkan oleh pembeli dan yang
diterima penjual. TR = P x Q, dimana P = harga barang dan Q = jumlah barang yang terjual.
Ada beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman antara lain :

- Jika kurva permintaan elastis (elastisitas harga > 1), maka kenaikan harga akan
menurunkan penerimaan total, sedangkan penurunan harga justru akan menaikkan
penerimaan total.
- Jika kurva permintaan inelastisitas (elastisitas harga < 1), maka kenaikan harga akan
menaikkan penerimaan total, dan sebaliknya penurunan harga juga akan menurunkan
penerimaan total.
- Dalam kasus khusus dimana permintaan elastic-uniter (elastisitas harga sama dengan 1),
perubahan harga tidak akan mempengaruhi total pendapatan.

Elastisitas dan penerimaan total di sepanjang kurva permintaan linier

Meskipun kurva-kurva permintaan pada umumnya memiliki elastisitas yang sama di


setiap titik di sepanjang garis kurva, ada sebagian kurva permintaan yang elastisitasnya tidak
sama di setiap titiknya. Contohnya adalah kurva permintaan yang berbentuk linier atau garis
lurus.

ECON6032 – Managerial Economics|7


Gambar 1. Hubungan elastisitas dengan pendapatan total

1.2. Elastisitas Silang (Cross


Cross Price Elasticity)
Elasticity

Elastisitas
lastisitas silang adalah pengukuran perubahan jumlah permintaan satu barang terhadap
perubahan harga barang lain, yang dapat dinyatakan dengan :
d
%∆QX
EQX , PY =
%∆PY
Jika hasil elastisitas silang positif menunjukkan hubungan
hubungan kedua barang adalah subtitusi
karena pada saat harga barang Y naik, maka permintaan barang X akan meningkat pula.
Sedangkan elastisitas silang negatif menunjukkan hubungan kedua barang adalah komplemen
karena permintaan barang X akan mengalami peningkatan
penin jika harga barang Y turun.

1.3. Elastisitas Pendapatan (Income


Income Elasticity
Elasticity)

Koefesien yang menunjukan sampai dimana besarnya perubahan permintaan terhadap sesuatu
barang sebagai akibat dari pada perubahan pendapatan pembelian dinamakan elastisitas
penerimaan pendapatan atau secara ringkas elastisitas
astisitas pendapatan. Besarnya elastisitas
pendapatan (EY) dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut :
d
% ∆QX
EQX , M =
% ∆M
ECON6032 – Managerial
nagerial Economics
Economics|8
Jika tanda elastisitasnya positif, maka menunjukkan jika terjadi kenaikan pendapatan akan
mengakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, dan barang yang diminta disebut barang
normal atau superior.

Jika elastisitas bertanda negatif, maka dengan kenaikan pendapatan justru akan
mengakibatkan berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, dan barang ini disebut
dengan barang inferior atau giffen.

2. Interpretasi fungsi permintaan

Untuk menerapkan konsep elastisitas pada fungsi permintaan, digunakan ilustrasi persamaan
sebagai berikut :
d
QX = 10 − 2 PX + 3PY − 2 I
Dari persamaan tersebut dapat dilihat bahwa hubungan harga barang X dengan jumlah
permintaan barang X adalah negatif (-2). -2 merupakan koefisien elastisitas harga
permintaan. Hal ini sesuai dengan hukum permintaan, bahwa jika harga barang X naik, maka
permintaan akan barang X akan turun. Demikian sebaliknya.

Hubungan antara harga barang Y dengan jumlah permantaan barang X menunjukkan konsep
elastisitas silang antara barang X dengan barang Y. Pada persamaan di atas menunjukkan
koefisien elastisitas sebesar +3. Tanda positif ini menunjukkan bahwa barang X dan Y
merupakan barang substitusi, sebaliknya jika tanda koefisien elastisitas silangnya bertanda
negatif, maka barang X dan barang Y merupakan barang komplementer.

Dapat disimpulkan mengenai fungsi permintaan dan elastisitas sebagai berikut :

Qd = a + bP + cI + dPs + ePc

% ∆Qd
εp = % ∆Qd
% ∆P εI =
% ∆I
 ∆ Q  P 
εp =     ∆Q  I 
εI =   
 ∆ P  Q   ∆I  Q 
P P  P 
ε p = b   I
ε I = c ε P = d  s  ε P = e c 

Q
c
Q
s
Q  Q

ECON6032 – Managerial Economics|9


a. Fungsi permintaan linier

Secara umum, persamaan permintaan dalam bentuk linier adalah :

d
QX = α 0 + α X PX + α Y PY + α I I + α H H

PX
EQX , PX = α X  Elastisitas harga
QX

PY
EQX , PY = α Y  Elastisitas silang
QX

I
EQX , I = α I  Elastisitas pendapatan
QX

Contoh 1 :

Diketahui fungsi permintaan Qd = 10 - 2P

Elastisitas harga : (-2)P/Q. Jika P = 1 maka Q = 10 – 2 = 8

Elastisitas harga pada P = 1 dan Q = 8 adalah : (-2)(1)/8= - 0.25.

Contoh 2 :

Fungsi permintaan produk X dari sebuah perusahaan adalah : Q d = 60 − 2 P + .0025 I

Diketahui pula I = 40.000

Maka koefisien elastisitas harga adalah -2 dan koefisien elastisitas pendapatan adalah 0,0025.

Elastisitas harga dan elastisitas pendapatan masing-masing adalah :

 30 
ε p = −2  = −.6
 100 
 40,000 
ε I = .0025  =1
 100 

ECON6032 – Managerial Economics|10


 30 
ε p = −2  = −.6
 100 
 40,000 
ε I = .0025  =1
 100 

b. Fungsi permintaan berbentuk nonlinier

Fungsi permintaan berbentuk log adalah :

ln QXd = β o + β X ln PX + βY ln PY + β I ln I + β H ln H

βX = koefisien elastisitas harga


βY = koefisien elastisitas silang
βI = koefisien elastisitas pendapatan

Contoh :
Dikatahui fungsi permintaan dalam bentuk log :

Q d = 2.7 − .65 LN (P ) + .045 I

I = 40 dan Q = 3, maka :

 % ∆ Q   ∆Q  1   1  . 65
ε p =   =     = − . 65   = − = − . 22
 % ∆ P   ∆ ln P  Q   Q  3

 % ∆Q   ∆ Q  I   I   40 
ε I =   =     = . 045   = . 045  3  = . 6
 % ∆ I   ∆ I  Q   Q   

ECON6032 – Managerial
nagerial Economics
Economics|11
3. Analisis Regresi

Dalam menjalankan perusahaan, seorang manajer sering dihadapkan pada persoalan


estimasi terhadap permintaan konsumen atas produk yang dihasilkannya. Untuk melakukan
estimasi permintaan, manajer perlu mengumpulkan data dengan menggunakan berbagai
teknik riset pasar dan analisis statistika.

Estimasi/penaksiran (estimation) permintaan merupakan proses untuk menemukan nilai


dari koefisien-koefisien fungsi permintaan akan suatu produk pada masa kini (current values)
dan Sedangkan prakiraan (forecasting) permintaan merupakan proses menemukan nilai-nilai
permintaan pada periode waktu yang akan datang (future values).

Tujuan dari estimasi permintaan untuk menentukan nilai dari koefisien pada fungsi
permintaan suatu produk saat ini, yang akan digunakan sebagai dasar perkiraan permintaan di
masa yang akan datang. Nilai-nilai pada waktu yang akan datang diperlukan misalnya untuk
perencanaan produksi, pengembangan produk baru, dan investasi, maupun keadaan-keadaan
lain dalam jangka panjang.

Sebagaimana telah dipelajari sebelumnya bahwa fungsi permintaan pasar suatu produk
menunjukkan hubungan antara jumlah produk yang diminta dengan semua faktor yang
mempengaruhi permintaan. Fungsi permintaan berbentuk :

Qxd = f(PX , PY, I, T,E,U )

Metode Estimasi/penaksiran permintaan dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu


metode langsung dan metode tidak langsung. Estimasi permintaan dengan metode langsung
diperoleh dengan cara survey, simulasi pasar dan eksperimen pasar. Metode ini merupakan
metode kualitatif. Sedangkan metode tidak langsung merupakan metode kuantitatif yang
biasanya menggunakan analisis regresi.

Metode Regresi adalah metode statistik untuk mencari besarnya pengaruh variabel bebas
(independen) terhadap variabel terikat (dependen). Variabel independen antara lain: harga
barang tersebut dan barang lain; pendapatan konsumen; selera konsumen dan lain –lain.
Permintaan atas barang/ jasa itu sendiri adalah variable dependen.

ECON6032 – Managerial Economics|12


Estimasi garis regresi bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan metode
likelihood function dan least square. Least square merupakan metode yang paling sederhana.
Metode tersebut berusaha menarik garis regresi sedemikian rupa sehingga garis tersebut akan
meminimalkan kesalahan (error) kuadrat. Kesalahan dalam hal ini adalah selisih antara garis
regresi dengan nilai yang sesungguhnya.

Model regresi least square berbentuk : Y = a + bX + e, Sedangkan untuk regresi linier


berganda berbentuk : Y = b0 + b1X1 + b2X2 + … + bnXn + e

Apabila sebaran datanya tidak normal, maka bentuk regresi dari permintaan adalah non-
linier, yaitu : lnQx = b0 + bxlnPx + e

Signifikansi Koefisien Regresi

Sebagai ilustrasi, misalnya akan melihat apakah harga (price) mempengaruhi permintaan
barang (quantity). Data harga (price) dan data jumlah permintaan barang (quantity) berserta
hasil analisis regresi dapat dijelaskan melalui table 1.

ECON6032 – Managerial Economics|13


Tabel 1. Penggunaan analisis regresi

Terlihat bahwa koefisien regresi untuk price adalah —2,60, yang berarti ada hubungan
terbalik antara harga dengan kuantitas yang diminta (semakin tinggi harga, semakin rendah
kuantitas yang diminta). Pada kolom t-statistics terlihat nilai t sebesar —4,89 yang nilai
absolutnya (4,89) lebih besar dibandingkan dengan t-tabel untuk df yang sama. Pada kolom
p-value, kita melihat angka 0,0012. Jika kita menggunakan tingkat signifikansi 5%, angka p-
value tersebut lebih kecil dari 0,05 (5%), karena itu price secara signifikan mempengaruhi
kuantitas.

ECON6032 – Managerial Economics|14


Evaluasi Fit

Untuk melihat fitness keseluruhan regresi, kita menggunakan F-statistics dan R-square.
Nilai F adalah 23,94 dan signifikan pada 5% (significance F sebesar 0,0012 lebih kecil
dibandingkan dengan 5%). R-square menunjukkan angka 0,75. Semakin mendekati 1, R-
square semakin baik. Secara keseluruhan bisa disimpulkan bahwa regresi tersebut cukup baik
mengestimasi fungsi permintaan.

ECON6032 – Managerial Economics|15


SIMPULAN

Fungsi permintaan berkaitan erat dengan pengukuran elastisitas permintaan. Baik elastisitas
harga, elastisitas silang dan elastisitas pendapatan. Guna melakukan estimasi permintaan
konsumen, salah satu cara yang dapat manajer lakukan dengan menggunakan analisis regresi.

ECON6032 – Managerial Economics|16


DAFTAR PUSTAKA

1. Michael R. Baye,. Jeffrey T. Prince, (2013). Managerial economics and business


strategy. 8th Edition. McGraw Hill. New York. ISBN: 9780077154509., Chapter 3
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Elastisitas_permintaan

ECON6032 – Managerial Economics|17