Anda di halaman 1dari 89

DAFTAR ISI

DARAH DAN PEMBEKUAN DARAH.......................2


BIOKIMIA NUTRISI....................................................5
VITAMIN......................................................................20
PENCERNAAN............................................................55
BIOKIMIA JARINGAN...............................................70
ENZIM DAN KOENZIM.............................................80

1
DARAH DAN
PEMBEKUAN DARAH

Rini Maya Puspita


Biomedika Kedokteran GigiBlood
Function

1. Respiratory

Transport O2 from lungs to

tissues
Transport CO2 from tissues to
lungs
2. Nutrition

Transport “food” from gut to

tissues
3. Excretory

Transport waste from tissues to
kidney (urea, uric acid)
4. Protective
 White blood cells ,
antibodiesBlood Functions
5. Regulatory

regulate body temperature

regulate pH through buffers

coolant properties of water

vasodilatation of surface vessels dump
heat

regulate water content of cells by
interactions with dissolved ions
and proteins
6. Body Temperature

2

Water- high heat capacity, thermal

conductivity, heat of vaporization
Typical heat generation is 3000 kcal/day

3
ells in plasma (carrier fluid) 45% Cells
55% Plasma


Cells
Red cells (erythrocytes) 99% 5x106/mL
White cells (leukocytes) 7x103/mL < 1%
Platelets (thrombocytes) 3x105/mL

4
BIOKIMIA NUTRISI
Pengertian
NUTRIEN /GIZI/NUTRISI : bahan kimia esensial dalam makanan yang dibutuhkan tubuh
untuk dapat memberi manfaat bagi tubuh (tumbuh, pemeliharaan dan perbaikan sel)

ZAT MAKANAN = NUTRIEN = ZAT GIZI


Merupakan bahan2 dasar yg menyusun makanan

ILMU NUTRISI/GIZI
 Ilmu yang mempelajari kebutuhan nutrien (zat gizi) bagi tubuh
 Syarat kualitatif dan kuantitatif nutrisi
 Metabolisme dan pengaruhnya terhadap kesehatan
ILMU GIZI
 Ilmu gizi dasar :
 Dalam biokimia : digesti, absorbsi, metabolisme
 Dalam individu sehat
 Ilmu gizi klinis
 Mengenai klinis/sakit, terapi dan rehabilitasi
 Dalam individu yang sakit
 Ilmu gizi komunitas
 Berkaitan dengan populasi

MAKANAN, terdiri atas


 Komponen zat gizi (nutrien)
 Karbohidrat
 Lemak
 Protein
 Vitamin
 Mineral

5
 Air
 Komponen bukan zat gizi (non nutrien)
 Serat (fiber):
 Rasa kenyang
 Memperlancar BAB
 Meningkatkan pembuangan kolesterol
 Menghambat penyerapan glukosa
 Energi
 Pembangun
 Pemelihara
 Reproduksi

Siklus kimia, ditenagai oleh matahari menghasilkan makanan & mempertahankan


kehidupan

Kecukupan gizi yang dianjurkan


 RDA (recommended daily allowance)
 Intake nutrien yang optimal yang akan berguna untuk kesehatan
 Bervariasi tergantung : jenis kelamin, umur, berat badan, tinggi badan, aktivitas, status
fisiologi (hamil, menyusui, anak-anak)

Kebutuhan tubuh akan zat gizi


Dipengaruhi oleh:
 Berat badan
 Umur
 Jenis kelamin
 Keadaan kesehatan
 Aktivitas fisik
 Komposisi zat gizi dalam makanan
 Lingkungan fisik & faktor emosi

6
TENAGA/ENERGI
 Sumber utama adalah karbohidrat → pemecahan glukosa
 Lemak merupakan sumber energi, protein dalam jumlah kecil
 Berupa ATP → untuk transportasi selular, sintesis, transport aktif dan pergerakan otot
 Perubahan energi makanan menjadi energi mekanik → efisiensi 25% → hilang sebagai
panas tubuh
 Bentuk energi:
 Kimiawi  metabolisme tubuh (enzim, ATP)
 Panas  suhu tubuh
 Mekanik  pergerakan

BMR EFEK
TERMOGENI
K

ASUPAN
ENERGI

AKTIVITA SUHU
S FISIK LIGKUNG
AN
BMR
 Basal metabolic rate (laju metabolik basal)
 Energi yang diperlukan untuk mempertahankan berbagai fungsi fisiologi dasar (fungsi
ginjal, kerja hepar, pompa jantung) di bawah kondisi yang dibakukan
 Istirahat
 Terjaga (sadar)

7
 Lingkungan udara hangat (nyaman)
 12 jam setelah makan terakhir
 Pada laki-laki > wanita
 Anak dan hipertiroidisme >

EFEK TERMOGENIK
 Energi yang diperlukan untuk mencerna makanan itu sendiri

Stomach

Mouth

Food and
water
Rectum
Vitamin K
Air, Elektrolit

8
FECES

Vitamin
C, D, B2, B12, dll
Protein
Karbonhidrat

FLATUS

9
enzim
asam, dll
Mineral

Lipid

Pembentukan
Gas CO2, Metana, dll

10
Aktifitas
BAKTERI
Salivary glands
Small intestine
Large intestine

AKTIVITAS FISIK
 Merupakan variabel terbesar
 Bisa lebih dari 10 kali lipat
 Membutuhkan energi paling banyak

SUHU LINGKUNGAN

11
 Sebagai fungsi homeostasis
 Pada suhu rendah → pemakaian energi meningkat → menggigil
 Pada suhu tinggi → energi untuk pendinginan

KARBOHIDRAT
 Sebagai sumber energi utama
 Mudah diabsorbsi di saluran cerna
 Berasal dari tanaman yang mengandung serat, tepung dan gula-gula, juga buah-buahan
(pisang)
 Semua akan diubah menjadi GLUKOSA
 Diperoleh dari polisakarida dan glukoneogenesis
 Kelebihan energi dari KH akan disimpan sebagai lemak

GULA SEDERHANA : gula yang secara cepat dicerna dan menyediakan energi dengan cepat
 Monosakarida: glukosa, fruktosa, galaktosa
 Disakarida: sukrosa, laktosa
 Contoh : jeruk, susu, permen
GULA KOMPLEKS : gula yang tersusun atas gabungan beberapa gula, menyediakan energi
lebih lama dan dicerna secara lambat
 Amilum, Glikogen, Selulosa
 Contoh : nasi, kacang-kacangan, kentang

KARBOHIDRAT
 in-take karbohidrat 50 – 100 gr/hari

12
 Disarankan in-take rata-rata adalah 50% kebutuhan tenaga
 Diit „high fiber‟ sangat penting dalam kesehatan karena mengikat banyak air dalam usus
yang mempermudah proses sekresi (buah, sayuran, biji-bijian)
 Kekurangan  ketosis

Sumber karbohidrat

Dietary fiber/serat makanan


 Selulosa, hemiselulosa, lignin, pektin
 Memberikan efek yang menguntungkan
 Sulit dicerna  rasa kenyang lebih lama
 Retensi air/menarik air dari jaringan sekitar  feses lebih lunak
 Bowel tansit time pendek
 Memperlambat absorbsi monosakarida  baik untuk penderita DM
 Menghambat absorbsi kolesterol
 Menurunkan insidensi divertikulosis, DM, kanker kolon, penyakit CV

FUNGSI SERAT

 Sulit larut: selulosa & lignin


 Membantu fungsi colon → menahan air selama makanan melintas sepanjang usus →
feses mudah disekresi
 Mudah larut: gumi arabikum & pectin
 Pengikatan asam empedu & kolesterol diet → menurunkan kolesterol darah
 Memperlambat pengosongan lambung → menunda dan mengurangi kenaikan kadar
glukosa darah sesudah makan → penurunan sekresi insulin → menguntungkan untuk
penderita diabetes

13
LEMAK
 Struktur :
 Merupakan komponen organik yang disebut lipid dan tidak larut air
 Penyusunnya adalah asam lemak

© 2005 JupiterImages Corporation


Slide 27

LEMAK
 Dapat meningkatkan kelezatan makanan
 Dicerna lambat → menimbulkan perasaan kenyang
 Sumber utama: daging hewan pemamah biak
 Dipecah dan diserap dalam tubuh → trigliserida
 Dibagi:
 Lemak jenuh → solid → beresiko
 Lemak tidak jenuh → cair → mengatasi penyakit jantung koroner

LEMAK TIDAK JENUH

 Mengandung asam lemak yang banyak ikatan rangkapnya


 Di dalam suhu kamar berbentuk cair
 Lemak tidak berbahaya di dalam sirkulasi

14
 Contoh : minyak kacang, olive oil, canola oil

LEMAK JENUH

 Mengandung asam lemak yang tidak mempunyai ikatan rangkap


 Di suhu kamar biasanya berbentuk padat
 Terlalu banyak konsumsi lemak jenuh berbahaya bagi jantung  jantung koroner
 Contoh : daging sapi, kuning telur, produk olahan susu

Fungsi Lemak:
 Sumber energi yang disimpan
 Menjaga suhu tubuh
 Membantu melindungi organ-organ vital (Melapisi organ dalam dari kerusakan fisik)
 Struktur utama penyusun membran sel
 Pembawa vitamin larut lemak
 Memasok asam lemak esensial (sbg prekursor PG, Tromboksan, leukotrien

PROTEIN
 Protein tersusun atas asam-asam amino dalam bentuk yang berbeda-beda

 9 dari 20 macam asam amino disebut asam amino esensial karena tubuh harus
mendapatkannya dari makanan (tubuh tidak dapat memproduksi sendiri)

15
PROTEIN
 Merupakan rangkaian AA

ASAM AMINO ESENSIAL


 Histidin
 Lisin
 Valin
 Leusin
 Triptophan
 Fenilalanin
 Isoleusin
 Threonin
 Methionin

16
Protein
 Protein lengkap (Complete proteins)
 Makanan yang mengandung semua asam amino esensial
 Contoh : ikan, daging, telur, keju, ASI, air susu sapi

 Protein tidak lengkap (Incomplete proteins)


 Makanan yang mengandung beberapa asam amino esensial
 Contoh :
 jagung  triptofan dan lisin –
 Beras dan gandum  lisin –
 Kedelai dan kacang-kacangan  metionin -

17
Nitrogen balance
 Balans N positif  nitrogen yang masuk/dipakai tubuh untuk sintesis > daripada yang
dikeluarkan
 Contoh : pada ibu hamil, laktasi, masa pertumbuhan, orang yang baru sembuh dari sakit
 Balans N negatif  nitrogen yang masuk < nitrogen yang dikeluarkan (banyak terjadi
kerusakan jaringan)
 Contoh : pasca operasi, trauma, luka bakar yang luas

KEBUTUHAN PROTEIN TUBUH

Kualitas
Protein
Jumla
Asupan
energi
h
protei
Aktivitas
n
Fisik

18
Slide 40

 Kualitas protein : diukur dengan membandingkan proporsi asam-asam amino esensial


dalam makanan dengan proporsi yang diperlukan untuk nutrisi yang baik
 Intake energi : energi yang berasal dari KH dan lemak akan menghindarkan penggunaan
protein sebagai sumber energi
 Aktivitas fisik : akan meningkatkan retensi nitrogen dari protein makanan

FUNGSI PROTEIN
 Pengatur
 Enzim
 Jumlah sangat banyak
 Katalisis reaksi kimia
 Hormon
 Mengendalikan fungsi2 tubuh dgn mengatur sintesis & aktivitas enzim
 Kekebalan (imunitas)
 Co: imunoglobulin

 Fungsi struktural
 Protein kontraktil (otot): aktin & miosin
 Protein fibrous: kolagen, keratin, elastin
 Pengangkut (“transport protein”)
 Co: Albumin, hemoglobin, transferin, seruloplasmin, retinol, dll
 Sintesis senyawa yang mengandung nitrogen
 DNA  purin dan pirimidin

19
VITAMIN
 Senyawa organik
 Esensial utk reaksi metabolik
 spesifik
 Diperlukan dalam jumlah kecil
 Harus didapat dari luar tubuh
 “Tidak dapat disintesis oleh sel tubuh”
 Beberapa berperan sebagai ko-enzim
 Defisiensi vitamin  penyakit, kelainan

VITAMIN LARUT AIR


 kurang stabil terhadap panas, cahaya, asam dan alkali kuat
 Tidak disimpan  dikeluarkan melalui urin
 Diabsorbsi di usus  masuk vena porta
 Perlu dikonsumsi tiap hari untuk mencegah defisiensi
 Mrpk komponen sistem enzim yg banyak terlibat dalam metabolisme energi (sebagai
kofaktor enzim)
 Sumber : sayuran, polong-polongan, buah-buahan
 Jenis: Vitamin C, vit. B1 (Tiamin), Vit. B2 (Riboflavin), Vit. B3 (Niacin), Vit. B6
(Piridoksin), Vit. B12 (Kobalamin), As. Folat, As. Pantotenat, Biotin

THIAMIN (vitamin B1)

Tersusun atas pirimidin dan tiazole yang dihubungkan dengan ikatan metilen
THIAMIN
 Terdapat banyak pada butir gandum yang tidak dibersihkan dan daging
 Pada ikan mentah tertentu ada enzim tidak tahan panas yang dapat merusak thiamin
(tiaminase)
 Mudah diserap usus
 Kelebihan diekskresi dalam urin

20
Metabolisme thiamin
 Thiamin pirofosfotransferase + ATP
 (pada otak dan hati)
 Tiamin
 ↓
 tiamin difosfat/pirofosfat
 (bentuk aktif tiamin)
 Fosfatase pada bahan makanan, sal cerna, dan jaringan lain dpt merusak thiamin pirofosfat

Fungsi Biokimia Thiamin


 Sebagai koenzim pada reaksi enzimatik untuk pemindahan gugus aldehida aktif
 Dekarboksilasi oksidatif asam α-keto ( ketoglutarat, piruvat)
 Reaksi transketolase (lintasan pentosa fosfat)
 Defisiensi  reaksi dihambat  penumpukan piruvat, gula pentosa dll
 Penyakit beri-beri  akibat diet kaya karbohidrat rendah tiamin

RIBOVLAVIN (vitamin B2)

21
Cincin isoaloksazin heterosiklik yang terikat pada gula alkohol ribitol

RIBOVLAVIN
 Pigmen berwarna dan berpendar
 Tahan panas, sensitif dg cahaya terlihat
 Diabsorbsi mukosa usus
 Riboflavin aktif  Flavin Mononukleotida (FMN) atau Flavin Adenin Dinukleotida (FAD)
 FMN dan FAD  sebagai gugus prostetik Enzim oksidoreduktase (flavoprotein)
 Enzim ini ditemukan dimana-mana
 Enzim oksidase asam  amino dalam reaksi deaminasi asam amino
 Enzim xantin oksidase dalam penguraian purin
 Koenzim  flavoprotein mengalami reduksi reversibel pada cincin isoaloksazinnya 
FMNH2 dan FADH2

Riboflavin
 Disintesis oleh tanaman dan mikroorganisme bukan oleh mamalia
 sumber  Ragi, hati, ginjal
 Diabsorbsi oleh usus
 Hormon (tiroid dan ACTH), obat (klorpomazin)  konversi riboflavin menjadi bentuk
kofaktornya

22
 Peka cahaya  bayi baru lahir yang mendapat terapi cahaya (fototerapi)

NIASIN (vitamin B3)

Suatu derivat piridin

 Niasin aktif  nikotinat  sintesis NAD+ dan NADP+ (koenzim)  dehidrogenase


 Mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lipid, asam amino
 Terdapat pada : makanan hewani dan nabati
 Defisiensi  penurunan berat-badan, gangguan pencernaan, dermatitis, depresi, demensia

ASAM PANTOTENAT
(vitamin B5)

Suatu amida dari asam pantoat dan ß-alanin

23
 Aktif  Koenzim A (KoA) dan protein pembawa asil (ACP)
 Diabsorbsi di usus  fosforilasi  senyawa 4fosfopantotenat  ditambah sistein dan
dikeluarkan gugus karboksil  4 fosfopantetein (gugus prostetik pada KoA dan ACP)
 Defisiensi jarang terjadi  sumber banyak (jaringan hewan, sereal utuh, kacang-kacangan)

PIRIDOKSIN (vitamin B6)

Terdiri dari 3 derivat piridin alam

 Piridoksin, piridoksal fosfat, piridoksamin  bentuk utama dalam makanan


 Diabsorbsi di usus  diangkut ke plasma (piridoksal fosfat)
 Piridoksal fosfat  koenzim pada metabolisme asam amino
 Glikogenolisis  bagian dari fosforilase yangberperan pada proses pemecahan glikogen
 Defisiensi  jarang terjadi
 Sumber : Hati, ikan makarel, alpukat, pisang, daging, sayuran, telur

24

BIOTIN
Derivat imidazol

 Tersebar luas dalam makanan


 Dipenuhi dari sintesis bakteri usus
 Merupakan koenzim dari enzim karboksilase
 Putih telur mengandung avidin (protein labil terhadap panas)  terikat pada biotin
mencegah penyerapan
 Gejala : halusinasi, nyeri otot, dermatitis

KOBALAMIN (vitamin B12)


 Struktur paling besar dan kompleks
 Terdiri dari cincin korin yg serupa dg porfirin yang mempunyai ion Cobalt di tengahnya

25
 Disintesis oleh mikroorganisme  tidak terdapat dalam tanaman
 Disimpan di hati dalam bentuk metilkobalamin, adenosilkobalamin, hidroksikobalamin 
sumber vit B12 yang baik
 Preparat B12  sianokobalamin
 Penyerapan B12 memerlukan faktor intrinsik yang disekresikan oleh parietal lambung

Slide 63

 B12 diikat protein plasma  transkobalamin  transkobalamin II (ke jaringan  disimpan


di hati berikatan dengan transkobalamin I)
 Aktif metilkobalamin dan deoksiadenosilkobalamin
 Koenzim konversi metilmalonil koA menjadi suksinil KoA pada proses glukoneogenesis

Defisiensi
 Anemia pernisiosa  faktor intrinsik kurang
 Vegetarian
 Anemia megaloblastik  sintesis DNA terganggu  menghalangi pembelahan sel dan
pembentukan nukleus eritrosit baru

ASAM FOLAT

26
Terdiri dari pteridin heterobisiklik, asam paraaminobenzoat (PABA), dan asam glutamat

 Ragi, hati, sayuran daun  sumber folat


 Aktif  tetrahidrofolat
 Defisiensi  anemia megaloblastik

Asam askorbat (vitamin C)


 Struktur mirip glukosa
 Aktif  asam askorbat
 Berfungsi sebagai donor ekuivalen pereduksi  asam askorbat dioksidasi menjadi asam
dehidroaskorbat (sumber vitamin)
 Kofaktor logam tetap dalam keadaan tereduksi (cu+ monooksigenase dan Fe pada enzim
dioksigenase

27
Fungsi lain
 Sintesi kolagen  bagi hidroksi prolin
 Penguraian tirosin  oksidasi p-hidroksifenilpiruvat menjadi homogentisat
 Sintesis epinefrin dari tirosin  tahap dopamin β-hidroksilase
 Pembentukan asam empedu  tahap awal reaksi 7α-hidroksilase
 Korteks adrenal mengandung vitamin C dan akan habis jika kelenjar dirangsang hormon
adrenokortikotropik
 Penyerapan besi
 antioksidan

Defisiensi
 Skorbut
 Berhubungan dengan gangguan sintesis kolagen  perdarahn subkutan dan perdarahan lain,
kelemahan otot, gusi yang bengkak dan lunak
 Cadangan vitamin C 3-4 bulan

VITAMIN LARUT LEMAK


 Dicerna dan diabsorpsi bersama lemak, absorpsi lebih efisien; membutuhkan empedu &
cairan pankreas
 Ditransport ke hati seperti lipoprotein melalui pembuluh limfe  depo dlm jaringan (tdk
semua jar.)
 Disimpan di hepar (A, D & K), jaringan adipose (E)
 Normal: tdk diekskresi dalam urin  berlebih  toksik
 Jenis: Vit. A, D, E & K
 Sumber : kuning telur, lemak susu, daging

VITAMIN A

28
 Retinol senyawa poliisoprenoid yang mengandung cincin sikloheksinil
 Retinol, retinal, asam retinoat  fungsi dalam tubuh
 Retinol, retinal, dan asam retinoat berasal dari β carotene  provitamin A

STRUKTUR
 Poliisoprenoid yang mengandung cincin sikloheksenil

FUNGSI BIOKIMIA
 Retinol: hormon steroid
 Retinal: prekusor hormon penglihatan rodopsin (sel batang)
 Asam retinoat: pengemban oligosakarida pada sintesis glikoprotein  pertumbuhan dan
diferensiasi jaringan

Defisiensi
 Gangguan penglihatan malam
 Keratinisasi jaringan epitel mata (xeroftalmia), paru-paru, saluran cerna
 Sistem imun menurun  diferensiasi limfosit B

VITAMIN D
 Prohormon steroid  kalsitriol  metabolisme kalsium dan fosfat
 Ergosterol (tanaman)  ergokalsiferol (Vit D2)
 7-dehidrokolesterol (hewan)  kolekalsiferol (vit D3)

STRUKTUR

Merupakan senyawa sterol

29
Defisiensi
 Rakitis pada anak-anak
 Osteomalasia pada dewasa
 Pelunakan tulang  gangguan mineralisasi tulang

VITAMIN E (TOKOFEROL)
 Tokoferol  diserap bersama lemak makanan
 Tahan panas dan asam
 Rusak  minyak tengik, timah, besi
 Tidak rusak karena pemasakan

FUNGSI BIOKIMIA
 Fungsi metabolik:
 Antioksidan → memutus rantai menuju radikal peroksil (ROO*)

 Penunjang metabolisme selenium (Glutation peroksidase)

Absorbsi, Transportasi, dan Metabolisme


 Diabsorbsi di bagian atas usus halus dalam bentuk misel  sistem limfe (kilomikron) 
hati  α-tokoferol + VLDL di plasma  reseptor LDL  membran sel
 Di bagian radikal bebas paling banyak terbentuk (mitokondria dan retikulum endoplasma)
 Disimpan di hati dan jaringan lemak

30
Defisiensi
 Jarang terjadi
 Gangguan absorbsi lemak  cystic fibrosis
 Hemolisis eritrosit

VITAMIN K
 Naftokuinon tersubstitusi poliisoprenoid
 Menadion (K3)  sintetik
 Menakuinon (K2)  minyak ikan, daging, sintesis bakteri usus
 Filokuinon (K1)  tanaman

Absorbsi dan Transportasi


 Diserap dari usus  pembuluh limfe (kilomikron)  pembuluh darah  hati  lipoprotein
VLDL  sel-sel tubuh
 Menadion larut air  usus  hati

FUNGSI
 Biosintesis faktor pembekuan darah (II, VII, IX, X)
 Kofaktor enzim karboksilase yang mengubah glutamat (Glu) menjadi γ-karboksiglutamat
(Gla)
 Gla mudah mengikat Ca yang diperlukan pada proses pembekuan darah

Defisiensi
 Malabsorbsi lemak
 Darah tidak mudah menggumpal
 Sering pada bayi  ASI tidak banyak mengandung vit K, bakteri usus belum banyak 
asupan vit K

31
MINERAL
 Merupakan bagian dari tubuh & memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi
tubuh, baik tingkat sel, jaringan, organ maupun keseluruhan
 Berperan dalam berbagai tahap metabolisme, terutama sebagai kofaktor enzim-enzim
 Berperan dalam pemeliharaan keseimbangan asam-basa, membantu transfer ikatan-ikatan
penting melalui membran sel & pemeliharaan kepekaan otot & saraf terhadap rangsangan

MINERAL
 Terdapat dalam biji-bijian utuh, buah, sayuran, produk susu, daging dan makanan laut →
jumlah sangat sedikit
 Absorbsi tidak efisien → sebagian besar diekskresi
 Dibedakan berdasarkan kebutuhan
 MAKROMINERAL: >100 mg/hari
 Natrium, kalsium, fosfor
 MIKROMINERAL: < 100 mg/hari
 Besi, Iodium, Khrom, Cobalt

AIR
 Sangat dibutuhkan (2-3 L/hari)
 Dapat dipenuhi dari makanan
 Buah dan sayuran hampir seluruh beratnya terdiri dari air
 Merupakan komponen utama tubuh
 Menyediakan medium di mana reaksi metabolisme terjadi dan berperan pada beberapa
reaksi (hidrolisis)

NUTRISI dan KESEHATAN


 Nutrisi dipelajari untuk :
 Tubuh sehat
 Terhindar dari penyakit

32
 Diit rendah serat : kanker
 Diit tinggi lemak : kanker, obesitas, penyakit jantung
 Defisiensi:
 Kalsium → osteoporosis
 Fluor → karies
 Vitamin → gingivitis
 Asam linoleat → dermatitis, rambut rontok, penyembuhan luka buruk

NUTRISI DASAR

 Pengaturan makanan diatur dalam piramida makanan


 Di bagian bawah merupakan kelompok padi dan sereal yang merupakan porsi terbesar,
kelompok teratas adalah daging dan minyak  porsi kecil

Pola Menu 4 Sehat 5 Sempurn

33
DIETARY REFERENCE INTAKES (continued)

34
DIETARY REFERENCE INTAKES (continued)

35
ENERGY REQUIREMENT IN HUMANS

ENERGY REQUIREMENT IN HUMANS (continued)


 Figure 27.5

36
ENERGY
REQUIREMENT IN HUMANS (continued)

 Figure 27.6

ACCEPTABLE MACRONUTRIENT DISTRIBUTION RANGES

37
 Figure 27.7

DIETARY FATS

38
 Figure 27.8

DIETARY FATS (continued)

39
 Figure 27.9

DIETARY FATS (continued)


 Figure 27.10

40
DIETARY FATS (continued)

41

Figure 27.11
DIETARY FATS (continued)

42
 Figure 27.12
DIETARY FATS (continued)

43
 Figure 27.13

DIETARY FATS (continued)

44
 Figure 27.14

DIETARY CARBOHYDRATES

45
DIETARY CARBOHYDRATES (continued)

46
47
48
49
50
51
52
53
54
Pencernaan

Nunuk Purwanti
Bagian Biomedika Kedokteran Gigi

Apakah pencernaan itu?


 Pencernaan: proses pemecahan bahan makanan dari bentuk asalnya menjadi bentuk yang
bisa diabsorbsi dan diasimilasi oleh jaringan tubuh.

55
 Pencernaan : 1. Mekanik
 2. Kimiawi

Pencernaan kimiawi
Kelenjar saliva, lidah, mukosa lambung, dan pankreas mengekresikan enzym ketika diperlukan
Storage vesicles (zimogen granules) terikat pada membran sel. Sebagian besar enzim disimpan
dan diproduksi dalam bentuk proenzym ( zimogens)

Enzym pencernaan
 Mempercepat reaksi kimia
 Menurunkan jumlah energi yang diperlukan
 Berperan pada spesific substrat
 Pelepasan dan aktivasinya dikontrol oleh saraf dan hormon
 Dilepaskan ketika diperlukan

Rongga Mulut
 Gigi
 (Pencernaan mekanis)
 Tujuan pengunyahan:
 Memecah makanan sehingga terjadi peningkatan kelarutan dan perluasan permukaan untuk
kerja enzim

 Saliva
 (Pencernaan kimiawi)

56
Slide 6

 Pencernaan Kimiawi
 Saliva
 Komposisi: 99.5 % tersusun atas air.
 Musin (glikoprotein)
 Amilase
 Lipase lingual
 pH saliva: 6.8

Pencernaan Kimiawi
Fungsi masing masing komponen:
Musin:
Pelumas makanan pada waktu pengunyahan dan penelanan
Amilase:
Pati
Glikogen
Tidak aktif pada pH 4, terhenti pada suasana lambung
Lipase lingual.
Fungsinya belum pasti?
Maltosa / oligosakarida lain

57
esophagus
 Pencernaan mekanis

Lambung
 Komposisi cairan / getah lambung:
 Air : 97 – 99%
 HCL (0.2 – 0.5%) pH 1
 Musin
 Garam anorganik
 Enzim: pepsin, renin, dan lipase

58
Asam Hidroklorida
Sumber HCl: sel – sel parietal
H2O + CO2 H2CO3 (katalisis anhidrase)

H2CO3 H+ + HCO3-

HCO3- akan melintas ke dalam plasma melalui pertukaran Cl- melintas sel parietal menuju
lumen lambung diikuti dengan Ion H+ akan disekresikan ke dalam lumen lambung

59
HCl mendenaturasi protein dengan merusak ikatan hidrogen, ikatan polipeptida terbuka
memudahkan kerja enzim proteolitik

pH HCL yang rendah akan menghancurkan mikroorganisme yang masuk ke dalam saluran
cerna

Mekanisme sekresi HCL


Trigger: acetylchholin, gastrin, dan histamin .
Reseptor terletak di membran sel parietal.
Histamin akan berikatan dengan reseptor H2, berbeda dengan reseptor untuk mekanisme alergi.
Histamin sebagai enhancer untuk Ach dan gastrin.
Slide 13

Small Intestine (Usus Halus)


 Pencernaan kimiawi di small intestine merupakan aktivitas: pankreas, liver, gallbladder
(empedu), usus halus (brush border).

 Mulai terjadi proses absorbsi.

60
Enzim Usus Halus

 1. Karbohidrat digestion
 (α-dextrinase, maltase (α-glucosidase), sucrase, lactase)
 2. Protein-digesting enzym
 (aminopeptidase, dipeptidase)
 3. Nucleotide-digesting enzym
 (nucleosidases dan phosphatase)

Liver
 Memproduksi cairan empedu yag selanjutnya akan membantu pencernaan lemak

61
Gall Bladder (Kantung empedu)
 Tempat penyimpanan cairan empedu

Pankreas
 Produksi enzim.
 Amilase pankreas
 Trypsin, Chymotrysin, Elastase, Carboxypeptidase
 Pancreatic lipase
 Ribonuclease, Deoxyribonuclease
 Menetralkan kondisi asam yang masuk ke usus halus.

62
 Meregulasi kadar gula darah.

Large Intestine

 Menerima sisa pembuangan dari usus halus


 Absorbsi air

63
Simple soluble nutrients are then absorbed through the small intestine walls into the blood.

Digestion is completed in the small intestine

Water is absorbed in the large intestine

ABSORBSI
 Penyerapan sari makanan/ nutrient melalui dinding usus yang selanjutnya akan
diteruskan ke dalam 2 sistem yakni:
 Sistem portal hepatic
 Berjalan langsung ke hati, untuk water soluble nutrient (asam amino, monosakarida)
 2. Sistem lymphatic
 menuju ke darah melalui duktus thorasikus, untuk fat
 soluble nutrient

 Usus halus merupakan organ absorbsi utama, dimana sekitar 90% hasil digesti diserap.
Setelah melintasi usus besar, jumlah air yang diserap lebih banyak

Tipe – tipe absorbsi


1. Pasif
Absorbsi berlangsung dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
Tidak memerlukan energi

64
Dinding usus bersifat permeabel terhadap nutrient
2. Terfasilitasi
Memerlukan substansi pembawa untuk penyerapannya di absorptive cell
Tidak memerlukan energi.
3. Aktif
Memerlukan substansi pembawa dan ATP
4. Endositosis
Pagositosis dan endositosis

Absorbsi Monosakarida
Proses penyerapan berlangsung di usus halus
Glukosa dan galaktosa diabsorbsi dengan tipe aktif transport dengan bantuan SGLT-1
transporter protein dan pompa Na+.
Fruktosa diabsorbsi dengan tipe difusi terfasilitasi dengan bantuan GLUT 5 yang bersifat Na+
independent
Selanjutnya glukosa, galaktosa dan fruktosa diserap oleh pembuluh darah kapiler dengan tipe
difusi terfasilitasi dengan bantuan GLUT 2

Carbohydrate Absorption in the Small Intestine


Absorbsi Amino Acid
Sebagian besar penyerapan berlangsung di jejunum dan duodenum.
Tipe absorbsi yang berlangsung adalah aktif transport ( Na+ dependent atau H+ dependent)
dengan masing masing asam amino menggunakan transporter yang berbeda.
Selanjutnya asam amino akan diserap kedalam pembuluh darah secara pasif masuk ke dalam
pembuluh darah kapiler.

Absorbsi asam lemak


Seluruh asam lemak diabsorbsi dengan cara difusi (pasif).
Asam lemak rantai pendek (walaupun hidrophobik, ukuran kecil dan terlarut dalam cairan
lambung, sehingga dapat terabsorbsi dengan mudah)

65
Asam lemak rantai panjang dan monogliserid (ukuran besar dan tidak larut dalam cairan
lambung) perlu diemulsifikasi dan dilapisi oleh garam empedu yang disebut micelles.

Larg Bil
e fat e 1Bile
salts
dropl sal Pancre
ets E ts 2from
Bil atic
liver
from m froLip lipase
coat
ul
aseM e
stom
Lum si msa and
fat
ach anic liv colipas
Mono
en 3drople
dell erlts
on e break
glyceri
of ats.
colies re down
des
sma S cy fats
pas and
llm cl 3Chole
into
Triglycerid
e fatty
inte oes + Chy ed sterol
Ce bmonog
acids
stin
lls otGo lo is
lycerid
cholestero move
transp
ofehl +lgiprotein
mic es
Absor
4out of
orted
and
bed
s E ap ron micell
into
fatty
fats
es and
IntR pa
m cells
acids
combi
enter
all
ers rat Ca L by a
stored
ne
cells
in
titi pil a L
us 5Chyl
memb
in
with
by
teal lar ct y rane
omic
micelle
choles
diffusi
sti transp
rons
flu y e m s.
terol
on.
ne al p orter.
are
and
id
h relea
protei
t ns in
sed
the
into
o
intesti
the
v nal
e lymp
cells
n hatic
to
a syste
form
c m.
chylo
a micron
v s.
a

66
Garam empedu sifat amphipathic akan melekatkan sisi hidrophobik nya di asam lemak,
sementara sisi hidrophilic akan menyebakan micelles berinteraksi dengan cairan lambung.
Micelles bergerak menuju absorptive di brush boder region dan melepaskan asam lemak untuk
berdifusi dan micelles akan kembali ke dalam usus halus untuk mengikat asam lemak dan
monogliserid yang lain.
Micelles akan membantu absorbsi vitamin A,D,E,K dan cholesterol

67
Didalam absorptive cell asam lemak rantai panjang dan monogliserid akan bergabung
membentuk trigliserid dan beraggregasi dengan phospholipid dan cholesterol. Struktur ini
selanjutnya akan dilapisi oleh suatu protein yang disebut chylomicron.
Karena ukurannya yang besar dan luas, chylomicron tidak dapat masuk ke dalam pembuluh
darah kapiler. Chylomicron akan masuk ke dalam lacteal secara exocytosis dan berlanjut ke
sistem limphatic

Digestion and Absorption of Fat

 Monoglycerides and FFA enter cells by diffusion

 Triglyceride synthesis

 Add protein

 Chylomicrons

 To lacteal (lymph)

Absorbsi Elekrolit
Penyerapan berlangsung diusus halus.
Na+ diserap secara aktif transport ke dalam absorptive cell dan diserap ke dalam pembuluh
darah secara aktif transport dengan bantuan pompa Na+/K+-ATP ase.
Ion bicarbonate, Cl-, I-, NO3- secara pasif bersamaan dengan absorpsi Na+
Ca2+ diserap secara aktif dan distimulasi oleh calcitriol
Ion Fe, potassium, Mg, PO4 diserap secara aktif.

Absorpsi Vitamin

68
Vitamin A,D,E, dan K difusi/ pasif type
Vitamin larut dalam air (sebagian besar VitB dan C) akan diserap secara difusi, sementara B12
akan diserap dengan secara aktif.

Usus besar
 Sekresi mucus oleh kelenjar usus besar, non enzymatic.
 Proses digesti melibatkan bakteri. Peran bakteri:
 Fermentasi monosakarida hidrogen,
 gas methane dan CO2.
 2.Memecah asam amino indole, skatole,
 hidrogen sulfida, asam lemak.
 3. Billirubin akan didekomposisi menjadi stercobilin.
 4. Bakteri memproduksi vitamin K dan B

Absorbsi dan pembentukan feces di Usus besar


Didalam usus besar terjadi penyerapan air,vitamin, Na+, Cl-.
Penyerapan air yang tinggi sehingga isi intestinum memadat (feces)
Feces akan mengandung: air, garam anorganik, epitel , produksi dari dekomposisi bakteri,
makanan yang tidak terdigesti dan tidak terabsorbsi.

Gangguan Saluran Cerna


Tanda atau Gejala Zat yang Diserap
Anemia Besi, Vit B12, folat
Edema Produk pencernaan protein
Tetani Kalsium, magnesium, Vitamin D
Osteoporosis Kalsium, Produk pencernaan protein, Vit.
D
Intoleransi susu Laktosa
Perdarahan, memar Vitamin K

69
Ateatore (feses berlemak) Lipid dan vitamin larut dalam lemak
Penyakit Hartnup (cacat pada unsur Asam-asam Amino netral
pembawa AA netral dalam intestinum)

70
Biokimia Jaringan
Nunuk Purwanti Bagian Biomedika Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi

1. Definisi
Biokimia
Ilmu yang mempelajari tentang substansi kimia beserta proses kimiawi yang terjadi didalam
makhluk hidup.

71
Jaringan
Sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama

2.Komposisi kimia sel Sel tersusun oleh:

A. Ion anorganik
Air (50- 95%)
Na+, K+, Mg2+, Ca2+, HPO2-, Cl-, dan HCO3- 3.
B. Molekul organik
Karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat. Molekul organik pada prinsipnya tersusun atas 6
molekul.

Air
Air merupakan molekul polar penyedia gugus H+ dan O- . Gugus hidrogen akan membentuk
ikatan hidrogen dengan ion+ atau ion- maupun dengan molekul polar yang larut dalam air
(hidrophilic). Nilai pH: - log [H+] Homeostasis : cairan tubuh, pemeliharaan pH, elektrolit

72
Factors affecting body fluids
Water intake & output  
 Age:
- infant: 73%

- elderly: 45%  


 Sex:
- adult male: 60%
- adult female: 40-50% 

73
   Obesity  
 Climate
 Habits  
 Level of physical activity

Homestasis pada sel l


Isotonik l
Hipotonik l
Hipertonik

Osmosis
 passive process
 diffusion air melewati suatu plasma membrane yang permeable
 Dari konsentrasi air yang tinggi ( low solute) menuju ke konsentrasi air rendah ( Hi. solute)

Tonicity Describes how a solution affects cell volume


a. hypertonic
- solution with more solutes
- Blood cells shrink and crenate
b. hypotonic
- solution with less solutes
- Blood cells swell up and hemolyse

74
c. Isotonic
- both solutions have similar concentrations of solutes.
- Cell size is unchanged

Transportasi melalui membran plasma


Ada 2 tipe
Passive transport
 tidak memerlukan energi
 substansia bergerak dari konsentrasi tinggi ke rendah. Contoh
 Simple diffusion
 Osmosis
 facilitated diffusion
 Filtration
 Active Transport

Difusi terfasilitasi
 Difusi menggunakan channel proteins or transport proteins
  transportasi  small inorganic ions– Na+ , K+, Ca+2
 Glucose, water soluble vitamins(B,C) generally slower than diffusion across lipid portion
 Tergantung jumlah transporter yang tersedia

Active transport
-solutes moving against concentration gradientUses carrier proteins

75
-can be driven by ATP use or via energy stored in ionic concentration

Types :
-Primary active transport
-Secondary active transport
1.  Endocytosis
2.  Exocytosis

Transport in Vesicles- Endocytosis


 A form of active transport.
 Transport of large particles across the plasma membrane
Types :
1. Phagocytosis
2. Pinocytosis

76
Karbohidrat Bentuk :
1. Monosacharida
2. Oligosacharida
3. Polisacharida

1. Monosakarida
Rumus Karbohidrat (CH2O)n, aldosa dan ketosa n:6, (C6H12O6: hexose, glukosa, fruktosa)
merupakan sumber utama energi pada sel. Pada rantai dengan 5 atom carbon atau lebih dapat
membentuk struktur cincin. Unsur yang paling banyak dijumpai pentose dan hexose

2. Oligosakarida
Beberapa monosakarida saling berikatan menghasilkan satu polimer.

3. Polisakarida
Ratusan sampai ribuan monosakarida saling berikatan. Contoh: glikogen (sumber cadangan
energi)

Peranan oligosakarida dan polisakarida:


1. Cadangan energi
2. Struktur sel
3. Penanda suatu reseptor baik ekstraselluler maupun intraselluler
4. Kontak antar sel dalam jaringan (molekul adhesi)

77
Lipid Fungsi lipid:
1.  Cadangan energi
2.  Komponen utama penyusun membran sel
3.  Messenger molecule dalam Signaling (penghantaran suatu sinyal) dari reseptor dipermukaan
sel ke intraseluler

Bentuk lipid
1.  Asam lemak ( fatty acid )
2.  Phospholipid
3.  Kolesterol Asam Lemak
Tersusun oleh rantai panjang hidrokarbon (C-H) dengan ujung gugus karboksil (COO-). Rantai
hidrokarbon bersifat non polar (hidrophobik)

Asam lemak disimpan dalam bentuk triacylglycerol (lemak = fat) didalam sitoplasma sel.
Apabila diperlukan akan memecah diri berubah menjadi sumber energi. Sebagai cadangan
energi lebih effisien dibandingkan dengan karbohidrat Triacylglycerol mengandung 3 gugus
asam lemak diikat oleh glyserol. Sintesis asam lemak berlangsung di SER

Phospholipid

78
a. Komponen utama penyusun membran sel.
b. Phospholipid dalam membran sel tersusun oleh 2 rantai asam lemak yang terikat dengan
glycerol dihubungkan oleh gugus phosphat dengan senyawa polar (choline, serine, inositol atau
ethanolamin).

Phospholipid (non polar) berikatan dengan choline (polar) membentuk phosphatidyl-


choline. Spingomyelin : non glycerol phospholipid, dimana glycerol sebagai pengikat 2 asam
lemak diganti oleh serine. Sifat dari kedua komponen membran sel ini adalah amfipatik. Lipid
bersifat hidrophobik, sementara senyawa polarnya bersifat hidrophilik

Glikolipid
2 rantai asam lemak yang terikat dengan serine dan mengikat senyawa polar yang mengandung
glukosa. Sifat amfipatik

Kolesterol merupakan komponen membran sel yang mengandung 4 cincin asam lemak
yang saling berikatan. Sifat nya sangat hidrophobik, akan tetapi dengan adanya satu gugus OH-
pada salahsatu ujung luar salahsatu ring nya menyebabkan kolesterol mempunyai sifat
hidrophilik lemah. Kholesterol diperlukan dalam absorpsi asam lemak

Asam Nuckleat (nucleic acid) Tersusun oleh basa Pirimidine dan purine yang diikat oleh
monosakarida yang terphosphorilasi. Bentuk:
1.  Nucleotide
2.  Oligonucleotide
3.  Polinucleotide
4.DNA (deoxyribonuclease),Pembawa informasi genetika.
5.RNA (ribonuclease),Sintesa protein.

DNA
Purine tersusun oleh adenin dan guanin
Pirimidine tersusun oleh cytosin dan thymine

79
Diikat oleh 2 „ deoxyribose
RNA
Thymine pada pirimidine diganti uracil
Diikat oleh ribose Polinucleotide lain dalam sel:
1. cAMP berperan dalam signaling sel
2. 2. ATP, energi utama dalam sel

Protein Polimer asam amino. Setiap asam amino tersusun atas rantai karbon (α carbon)
yang mengikat NH3, hidrogen, dan satu rantai khusus (R, side chain) yang menentukan struktur
dan fungsi masing masing protein.
Asam amino dikelompokan menjadi 4 berdasarkan pada unsur penyusun dari rantai khusus
(R), yaitu
1. asam amino non polar
2. Asam amino polar
3. Asam amino basa
4. Asam amino asam

Asam amino akan berikatan dengan asam amino yang lain dengan menggunakan ikatan
peptide diantara ujung α amino (N terminus) dan ujung α karboksil ( C terminus). Polipeptida
merupakan rantai lurus yang disintesa dari ujung ujung N terminus ke ujung C terminus.
Protein didalam sel merupakan struktur tiga dimensi dari interaksi asam amino
penyusunnya. Struktur tiga dimensi mudah rusak karena terdenaturasi (rusaknnya ikatan non
kovalen)
ENZIM dan KOENZIM

Rini Maya Puspita

Biomedika Kedokteran Gigi


A. PERAN BIOMEDIS

 Mengatalisis reaksi kimia dalam tubuh


 Kelainan dapat terjadi akibat kelainan genetik, kekurangan gizi, atau toksik

80
Enzim penting :
- mengurai nutrien menjadi energi (motilitas sel, fungsi saraf, kontraksi otot)
- Menyusun bahan dasar kimiawi menjadi protein, DNA, membran sel, jaringan

B.Sifat Enzim
a. Merupakan katalisator untuk suatu reaksi
b. Menurunkan energi aktivasi
c. Meningkatkan kecepatan reaksi
d. Sebagian besar adalah protein berubah aktivitasnya jika rusak
e. Enzim bersifat spesifik bagi tipe reaksi yang dikatalis maupun substrat (setiap jenis enzim
hanya bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia
Contoh : enzim α amilase  pati menjadi glukosa
Enzim mengatalisis perubahan satu atau lebih senyawa (substrat) menjadi satu atau lebih
senyawa lain (produk)

f.
kead. transisi

G tanpa katalisator
E. level

Ea
=

dgn katalisator inorg


E. bebas
Ea'
dgn enzim

Ea''
kead. awal G = Perubahan
E. bebas

kead. akhir

Perjalanan
reaksi
KELAS-KELAS ENZIM MENURUT IUB (International Union of Biochemist)

81
1. OKSIDOREDUKTASE :
- Mengatalisis reaksi oksidasi – reduksi.
- Enzim-enzim pada proses oksidasi biologis

PIRUVAT + NADH + H+ ----------------------------LAKTAT + NAD+


(Laktat dehidrogenase)
2. TRANSFERASE :
Mengkatalisis transfer/pemindahan gugus fungsional C-, N-, atau P- (bukan hidrogen) antara
sepasang substrat
Mg+
α-D-GLUKOSA+ATP--------------------- α-DGLUKOSA-6-P +ADP
(Heksokinase Glukokinase)
3. HIDROLASE :
Mengkatalisis pemutusan ikatan hidrolitik (C-C,C-N,C-O)
Penambahan air (H2O)

Contoh : - Amilase
- Lipase
- Karboksi peptidase A

4. LIASE (LYASE) :
Mengatalisis reaksi pembentukan atau pemecahan ikatan rangkap dua, atau pembelahan lain
yang menyangkut penyusunan kembali elektron
Contoh :
ALDOLASE :
KETOSA-I-P ALDOSA + DIHIDROKSI ASETON-P
FUMARASE :

HO – CH – COOH H – C – COOH
| = || + H2O
CH2 – COOH HOOC – C – H

82
MALAT FUMARAT
5. ISOMERASE :
Mengkatalisis perubahan/interkonversi isomer-isomer

6. LIGASE :
Menggabungkan 2 molekul, disertai pemutusan ikatan pirofosfat pada ATP atau senyawa
sejenis dan terbentuk ikatan : C-C, C-S, C-N,C-O
Mis :

MEKANISME KERJA
Enzim dapat bekerja karena adanya ikatan dengan substrat pada bagian yang disebut tempat
aktif (active site) berbentuk celah atau kantung

LOCK AND KEY MODEL


Abad ke-19 Emil Fischer

83
ikatan spesifik antara substrat dan enzim sebagai „kunci dan anak kunci‟, spesifitas kerja enzim
Sisi aktif bersifat kaku tidak sesuai dengan perubahan dinamik yang dialami enzim
Lock and Key Induced Fit Model

INDUCED FIT MODEL


Daniel Koshland ketika mendekati dan berikatan dengan enzim, substrat menginduksi
perubahan konformasi pada enzim. Analog dengan memasukkan tangan (substrat) ke dalam
sarung tangan (enzim)
 Enzim bersifat fleksibel dan tidak kaku
 Enzim dan sisi aktif menyesuaikan bentuknya untuk berikatan dengan substrat
 Perubahan bentuk enzim meningkatkan kemampuan katalisis enzim

Kinetika Enzim
- pengukuran kuantitatif laju reaksi yang dikatalisis enzim dan studi tentang hal-hal yang
mempengaruhi laju tersebut
- Aktivitas enzim yang lengkap dan seimbang penting untuk menjaga homeostasis
- Penting untuk mempelajari hal-hal yang mempengaruhi kerja enzim : stress, oksidan, toksik,
asidosis atau alkalosis (perubahan pH)
- Penemuan obat-obatan, farmakodinamika, penentuan cara kerja obat
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi
 Teori kinetik/Collision theory teori tumbukan
 Agar kedua molekul dapat bereaksi diperlukan :
 Saling berdekatan dalam jarak tertentu untuk membentuk ikatan
 Memiliki energi kinetik untuk mengatasi hambatan energi
 Yang meningkatkan frekuensi atau energi tumbukan laju reaksi meningkat

Energi Kinetik

84
on
Pengaruh suhu
Pada suhu rendah aktivitas enzim rendah
Suhu meningkat  energi kinetik meningkat  frekuensi tumbukan meningkat  laju reaksi
meningkat
Aktif pada suhu optimum (37oC)
37
Suhu terlalu tinggi  denaturasi  aktivitas hilang
temperatur
Pengaruh KONSENTRASI Substrat
Pada reaksi enzimatis dengan 1 substrat dan 1 produk, bila keadaan lain dibuat konstan dan
konsentrasi substrat dinaikkan, laju reaksi meningkat
Frekuensi tumbukan berbanding lurus dengan konsentrasi molekul substrat
A + B----->P
Jika konsentrasi A atau B dinaikkan 2x lipat, laju reaksi meningkat 2x lipat
Aktivitas maksimum tercapai ketika semua enzim sudah berikatan dengan substrat (enzim jenuh
dengan substrat) substrat ditambah laju reaksi tetap.
Pengaruh pH
Aktivitas maksimum pada pH optimum (5-9), kecuali : Pepsin (pH ± 1)
Aktivitas hilang pada pH rendah atau tinggi

Penghambatan Reaksi Enzimatis


Kerja enzim dapat dihambat secara reversible atau irreversible
 Irreversible  pembentukan atau pemecahan ikatan kovalen dalam enzim  modifikasi
enzim secara kimiawi
 Reversible  suatu senyawa dapat terikat dan kemudian dpt lepas kembali  parameter
kinetik. Reversible inhibitor ini dpt dibagi : competitive dan non-competitive

85
Inhibitor Kompetitif
Inhibitor bersaing dgn substrat untuk terikat pd sisi aktif, Biasanya inhibitor berupa
senyawa yg struktur kimianya menyerupai substrat (analog substrat), mengikat enzim
membentuk komplek Enzim-Inhibitor (EI)krn terikat scr reversible, ketika ditambah substrat
maka penghambatan berkurang
Menurunkan jumlah molekul enzim bebas.
Inhibitor non kompetitif
Struktur inhibitor tidak sama atau sedikit sama dengan substrat, inhibitor terikat pada sisi lain
dari enzim (bkn sisi aktif), Sisi aktif masih dapat mengikat substrat ikatan Enzim-Inhibitor-
Substrat (EIS), Enzim menjadi tidak aktif ketika inhibitor terikat walau enzim mengikat
substrat.
Inhibitor irreversibel
Inhibitor memodifikasi enzim secara kimiawi, pembentukan atau pemutusan rantai kovalen
pada sisi aktif enzim, tetap dihambat walau inhibitor telah dihilangkan,Contoh : senyawa toksik,
reagen-reagen pengoksidasi
Koenzim
Berfungsi sebagai pengangkut atau bahan pemindah gugus yang dapat didaur-ulang
Ikatan dengan koenzim juga menstabilkan substrat mis : atom hidrogen, ion hidrida
Gugus kimia yang diangkut : gugus metil (folat), gugus asil (koenzim A)

- Reaksi yang memerlukan Koenzim


- Reaksi oksidoreduksi
- Reaksi transferase

86
- Reaksi isomerasi
- Reaksi ligase

- Reaksi yang tidak memerlukan koenzim


- Reaksi hidrolase
- Reaksi liase
Jenis Koenzim
1. Untuk pemindahan gugus H
NAD+ (Nikotinamida Adenin Dinukleotida)
NADP+
FMN
FAD (Flavin Adenin Dinukleotida)
Asam lipoat
Koenzim Q
2. Untuk pemindahan gugus selain H
Gula fosfat
CoASh
Tiamin pirofosfat
Piridoksal fosfat
Koenzim folat
Biotin
Koenzim kobamida (B12)
Asam lipoat
Koenzim derivat dr Vitamin B
Oksidasi & reduksi biologik :
- nikotinamida
- tiamin
- riboflavin
- asam pantotenat

Metabolisme satu karbon :


- kobamida

87
- asam folat
Kofaktor
Fungsi serupa dengan koenzim, Kofaktor harus ada agar enzim dapat bekerja dan reaksi
dapat berlangsung ,Enzim yang memerlukan kofaktor logam disebut enzim yang diaktifkan oleh
logam (metal activated enzymes) untuk membedakan dengan metalloenzim (enzim yang
mengandung logam). Kofaktor adalah zat yang diperlukan agar Enzim dapat aktif bekerja.
Enzim yang perlu kofaktor harus mengikat kofaktornya terlebih dahulu sebelum melakukan
proses katalisis.

BIOKIMIA HORMON
(Sintesis dan Mekanisme Kerja Hormon)
Rini Maya Puspita
Biomedika Kedokteran Gigi
Hormon
5. Molekul penghantar (transmitter) kimiawi yang disekresikan oleh glandula spesifik yang
berfungsi sebagai pesan dalam suatu organisme

88
6. Berjalan dari tempat produksinya (sel endokrin) ke tempat aksinya (jaringan/sel target)
melalui pembuluh darah
7. Bekerja dengan cara berikatan dengan reseptor spesifik yang terekspresi pada sel target
Sel target bersifat spesifik
Hormon hanya berefek pada sel target yang bersifat spesifik karena mempunyai reseptor
terhadap hormon tersebut
Peran Biomedis
7. Adaptasi organisme terhadap perubahan lingkungan
8. Interaksi hormon-reseptor  sinyal yang mengatur aktivitas gen-gen tertentu sehingga :
– Mengubah jumlah protein tertentu
– Mempengaruhi aktivitas protein spesifik
– Mempengaruhi aktivitas enzim
– Mempengaruhi kanal protein
Struktur Kimia dan Sintesis Hormon

1. Protein dan Polipeptida


Hormon dari hipofisis anterior dan posterior, pankreas, paratiroid hormon
2. Steroid
Hormon dari korteks adrenal (kortisol dan aldosteron), ovarium (estrogen
dan progesteron), testis (testosteron)
3. Turunan asam amino tirosin
Kelenjar tiroid (tiroksin dan triiodotironin) dan epinefrin dan norepinefrin)

89