Anda di halaman 1dari 7

BAB II

HASIL DAN ANALISA PEMECAHAN MASALAH

A. Identifikasi Masalah Kesehatan


Berdasarkan hasil SMD, masalah yang ditemukan adalah sebagai berikut:

NO UPAYA MASALAH
1. Gizi Bayi dan balita BGM masih tinggi yaitu 67 anbal status
BGM
2. Gizi ASI eksklusi fmasih rendah
3. Gizi Masih ada balita yang belum menimbang ke Posyandu
4. P2M Tingginya kasus DBD yaitu 124 kasus
5. Kesehatan SPAL belum memenuhi syarat
Lingkungan
6. Kesehatan Masih banyak masyarakat yang buang sampah
Lingkungan sembarangan
7. Kesehatan Banyaknya masyarakat yang belum menggunakan
Lingkungan jamban sehat

B. Prioritas Masalah
Untuk menentukan prioritas masalah digunakan rumus USG sebagai berikut:
NO MASALAH URGENCY SERIOUSLES GROUT TOTAL
KESEHATAN (U) (S) (G) NILAI
USG
1. Bayi dan balita BGM
masih tinggi yaitu 67 anbal 4 3 3 36
status BGM
2. ASI eksklusif masih
4 4 4 64
rendah
3. Masih ada balita yang
belum menimbang ke 4 4 3 48
Posyandu
4. Tingginya kasus DBD
5 5 4 100
yaitu 124 kasus
5. SPAL belum memenuhi
3 4 2 32
syarat
6. Masih banyak masyarakat
yang buang sampah 2 2 2 8
sembarangan
7. Banyaknya masyarakat
yang belum menggunakan 4 5 4 80
jamban sehat
C. Pemecahan Masalah

NO PRIORITAS PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN PEMECAHAN MASALAH KET


MASALAH MASALAH TERPILIH
1. Masih tingginya  Pemeriksaan jentik berkala belum  Penyelidikan epidemiologi  Penyelidikan epidemiologi
kasus DBD optimal kasus DBD kasus DBD
sebanyak 124  Kegiatan surveilans kurang  Pemeriksaan jentik berkala  Pemeriksaan jentik berkala
kasus  Kegiatan linsek dan lintas program secara rutin secara rutin
kurang optimal  Penanggulangan kasus/fogging  Penanggulangan kasus/fogging
 PHBS belum maksimal focus focus
 Masyarakat tidak menggunakan  Pembinaan sanitasi lingkungan  Pembinaan sanitasi lingkungan
kelambu dan pemberantasan sarang dan pemberantasan sarang
 Kebersihan lingkungan kurang nyamuk nyamuk
 Mobilitas penduduk tinggi  Meningkatkan kegiatan jumat  Meningkatkan kegiatan jumat
 Kepadatan penduduk tinggi bersih dengan pendekatan bersih dengan pendekatan
kerjasama lintas sektor dan kerjasama lintas sektor dan
meningkatkan peran seerta meningkatkan peran seerta
masyarakat (upaya inovasi masyarakat (upaya inovasi
Khuncung telongkop) Khuncung telongkop)
2. Masih banyak  Belum optimalnya penyuluhan  Sosialisasi tentang STBM  Pemicuan pekon ODF
masyarakat yang kepada masyarakat yang tepat  Peningkatan kemauan  Sosialisasi tentang STBM
belum sasaran masyarakat untuk menggunakan  Penyuluhan langsung kepada
menggunakan  Kurangnya kesadaran masyarakat jamban Sehat masyarakat tentang jamban
jamban sehat tentang pentingnya kesehatan  Penyuluhan langsung kepada sehat
lingkungan masyarakat tentang jamban
 Belum termotivasinya masyarakat sehat
untuk mengeluarkan niaya demi  Pemicuan pekon ODF
lingkungan sehat
 Masih ada sungai yang dijadikan
sebagai SAB dan JAGA
 Kebersihan lingkungan masih
rendah
 Keadaan sosial ekonomi penduduk
 Tingkat pendidikan dan pengetahuan
3. ASI eksklusif  Dukungan dari keluarga yang masih  Meningkatkan kegiatan di Pos  Meningkatkan kegiatan di Pos
masih rendah rendah dalam pemberian ASI Penimbangan Penimbangan
eksklusif  Meningkatkan deteksi dini  Meningkatkan deteksi dini
 Pengaruh lingkungan yang masih tumbuh kembang pada bayi dan tumbuh kembang pada bayi dan
memberikan MP ASI sebelum anak balita balita
berusia 6 bulan  Meningkatkan pendidikan  Meningkatkan frekuensi
 Kurangnya kesadaran masyarakat kesehatan bahwa ASI eksklusif penyuluhan pada bumil dan busui
tentang pentingnya ASI eksklusif banyak manfaatnya  Meningkatkan PSM dalam upaya
 Kurangnya peran petugas kesehatan  Meningkatkan frekuensi meningkatkan ASI eksklusif
dalam mendukung pemberian ASI penyuluhan pada bumil dan busui
eksklusif  Kunjungan rumah
 Belum optimalnya informasi tentang  Meningkatkan PSM dalam upaya
ASI eksklusif meningkatkan ASI eksklusif
 Keadaan sosial ekonomi penduduk
 Tingkat pendidikan dan pengetahuan

4. Kunjungan  Masih banyak ibu beranggapan tidak  Pemberian PMT dan kegiatan lain  Meningkatkan kegiatan di Pos
balita ke perlu ke posyandu setelah selesai yang menarik di Posyandu Penimbangan
Posyandu masih imunisasi  Monitoring secara rutin terhadap  Meningkatkan deteksi dini
rendah  Aktifitas/pekerjaan ibu yang banyak kunjungan posyandu tumbuh kembang pada bayi dan
di pagi hari  Meningkatkan deteksi dini balita
 Masyarakat beranggapan bahwa tumbuh kembang pada bayi dan  Meningkatkan frekuensi
setelah selesai imunisasi tidak perlu balita penyuluhan pada bumil dan
ke posyandu  Meningkatkan frekuensi keluarga balita
 Kesibukan orang tua (ibu) penyuluhan pada bumil dan  Meningkatkan PSM dalam upaya
 Masih belum optimalnya kerja sama keluarga balita meningkatkan kunjungan ke
lintas sektoral  Kunjungan rumah posyandu
 Keadaan sosial ekonomi penduduk  Meningkatkan kegiatan di Pos  Monitoring secara rutin terhadap
 Tingkat pendidikan dan pengetahuan Penimbangan kunjungan posyandu
 Meningkatkan PSM dalam upaya  Pemberian PMT dan kegiatan lain
meningkatkan kunjungan ke yang menarik di Posyandu
posyandu
5. Adanya kasus  Cakupan N/D masih rendah  Monitoring secara rutin terhadap  Meningkatkan kegiatan di pos
BGM  DDTK Kurang optimal kasus BGM dan gizi buruk penimbangan
 Cakupan D?S rendah  Meningkatkan deteksi dini  Meningkatkan deteksi dini
 Kunjungan posyandu meningkat tumbuh kembang pada bayi dan tumbuh kembang pada bayi dan
sehingga ditemukan bayi ditemukan balita balita
BGM juga lebih meningkat  Pemberian PMT  Meningkatkan frekuensi
 Pada umumnya setelah bayi  Meningkatkan frekuensi penyuluhan pada bumil dan
mendapat imunisasi lengkap, anak penyuluhan pada bumil dan keluarga balita
tidak rutin ditimbang tiap bulan keluarga balita  Meningkatkan PSM dalam upaya
 Masyarakat belum menggunakan  Kunjungan rumah menurunkan kasus BGM dan Gizi
gizi seimbang  Meningkatkan PSM dalam upaya buruk
 Pekarangan belum dimanfaatkan menurunkan kasus BGM dan Gizi  Monitoring secara rutin terhadap
untuk taman gizi buruk kasus BGM dan gizi buruk
 \kebersihan lingkungan dan personal  Meningkatkan kegiatan di pos  Pemberian PMT
hygiene tidak terjaga penimbangan
 Sosial ekonomi masyarakat yang
relatif rendah
 Tingkat pendidikan dan pengetahuan
relatif rendah
6. SPAL belum  Belum optimalnya penyuluhan  Sosialisasi tentang STBM  Sosialisasi tentang STBM
memenuhi kepada masyarakat yang tepat  Peningkatan kemauan  Penyuluhan langsung kepada
syarat sasaran masyarakat untuk menggunakan masyarakat tentang SPAL sehat
 Kurangnya kesadaran masyarakat SPAL Sehat
tentang pentingnya kesehatan
lingkungan
 Belum termotivasinya masyarakat
untuk mengeluarkan niaya demi
lingkungan sehat
 Masih ada sungai yang dijadikan
sebagai SAB dan JAGA
 Kebersihan lingkungan masih
rendah
 Keadaan sosial ekonomi penduduk
 Tingkat pendidikan dan pengetahuan
7. Masih banyak  Belum optimalnya penyuluhan  Sosialisasi tentang STBM  Sosialisasi tentang STBM
masyarakat yang kepada masyarakat yang tepat  Peningkatan kemauan  Penyuluhan langsung kepada
buang sampah sasaran masyarakat untuk buang sampah masyarakat membuang sampah
sembarangan  Kurangnya kesadaran masyarakat yang memenuhi syarat
tentang pentingnya kesehatan kesehatan
lingkungan
 Belum termotivasinya masyarakat
untuk mengeluarkan niaya demi
lingkungan sehat
 Masih ada sungai yang dijadikan
sebagai SAB dan JAGA
 Kebersihan lingkungan masih
rendah
 Keadaan sosial ekonomi penduduk
 Tingkat pendidikan dan pengetahuan

D. Harapan masyarakat kepada Puskesmas dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Menggalakkan PSN
2. Sering mengadakan penyuluhan langsung ke warga
3. Pengadaan media penyuluhan
4. Penyediaan jamban bagi warga yang belum mampu
5. Sosialisasi langsung ke masyarakat mengenai masalah kesehatan dan lingkungan sehat
6. Puskesmas mengadakan lomba pekon dengan PHBS dan lingkungan sehat
7. Melakukan sosialisasi tentang PHBS
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat di 9 Pekon Wilayah UPTD Puskesmas
Gisting diperoleh hasil akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Penyelidikan epidemiologi kasus DBD
2. Pemeriksaan jentik berkala secara rutin
3. Penanggulangan kasus/fogging focus
4. Pembinaan sanitasi lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk
5. Meningkatkan kegiatan jumat bersih dengan pendekatan kerjasama lintas sektor dan
meningkatkan peran seerta masyarakat (upaya inovasi Khuncung telongkop)Pemicuan
pekon ODF
6. Sosialisasi tentang STBM
7. Penyuluhan langsung kepada masyarakat tentang jamban sehat, SPAL, dan
membuang sampah
8. Meningkatkan kegiatan di Pos Penimbangan
9. Meningkatkan deteksi dini tumbuh kembang pada bayi dan balita
10. Meningkatkan frekuensi penyuluhan pada bumil, busui, dan keluarga balita
11. Meningkatkan PSM
12. Monitoring secara rutin terhadap kunjungan posyandu
13. Pemberian PMT dan kegiatan lain yang menarik di Posyandu

B. Saran
Demikian penyusunan laporan kegiatan analisis kebutuhan masyarakat UPTD Puskesmas
Gisting dengan saran-saran sebagai berikut:
1. Masyarakat wilayah UPTD Puskesmas Gisting
Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan pemahaman dan kemauan untuk
melakukan perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan dapat mengatasi masalah kesehatan
yang dihadapi dan menindaklanjuti masalah kesehatan yang terjadi di lingkungannya
sehingga dapat menurunkan masalah kesehatan.
2. Bidan Desa
Diharapkan untuk bidan desa agar kegiatan Analisis Kebutuhan Masyarakat dapat
digunakan sebagai acuan dlam pelaksanaan kegiatan di Pekon sehingga masalah
tentang kesehatan di pekon dapat teratasi dengan baik.
3. Puskesmas Gisting
Penyusunan laporan kegiatan analisis kebutuhan masyarakat di UPTD Puskesmas
Gisting dapat digunakann sebagai acuan rencana kerja semua program di tahun yang
akan datang.
4. Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus
Penyusunan Laporan Analisis Kebutuhan Masyarakat di UPTD Puskesmas Gisting ini
dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk memantau sejauh mana kinerja staf UPTD
Puskesmas Gisting.