Anda di halaman 1dari 6

PROMOSI KESEHATAN

MASALAH KESEHATAN, METODE DAN MEDIA

DISUSUN OLEH:
MUH. TAUFIK HIDAYAT MS
J1A118156

KESEHATAN LINGKUNGAN 2018


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALU OLEO
2019
TUGAS PROMOSI KESEHATAN

MENCARI MASALAH KESEHATAN DILINGKUNGAN SEKITAR DAN


METODE DAN MEDIA YANG TEPAT UNTUK MENYELESAIKAN
MASALAH TERSEBUT

Masalah kesehatan yang terjadi sekitar lingkungan saya adalah tidak adanya
saluran pembuangan air limbah (SPAL) disekitar rumah warga di Jln.
Gersamata No. 32 kelurahan Mata Iwoi kecamatan Wua-Wua Kota Kendari
Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada zaman sekarang pembangunan dibidang kesehatan yang sering


mendapat sosrotan adalah masalah lingkungan, karena keadaan kesehatan
lingkungan di Indonesia belum mencapai kondisi yang diinginkan. Hal ini
disebabkan karena belum terpenuhnya kebutuhan sanitasi dasar sehingga
didominasi oleh penyakit yang berhubungan dengan masalah penyakit yang
berhubungan dengan masalah lingkungan, salah satunya adalah penyakit diare.
(R., 2013)

Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 period prevalence diare di


Sulawesi tenggara sebesar 7,3 % dengan insiden diare pada balita sekitar 5 %.
Jumlah kasus diare yang ditangani pada tahun 2017 sebanyak 39.913 kasus atau
sebanyak 53,72% dari perkiraan kasus, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun
2016 sebanyak 35.864 kasus (46,77% dari perkiraan kasus). Di kota kendari
persentase kasus diare yang terjadi sebesar 34,30% dari jumlah persentase kasus
yang terjadi di provinsi Sulawesi tenggara. (DINAS KESEHATAN, 2017)

Nilai persentase diare yang ditangani dihitung berdasarkan kasus diare


yang ditangani dengan jumlah target penemuan, dimana jumlah target penemuan
adalah hasil proyeksi dari jumlah penduduk, jadi bukan merupakan nilai riil,
melainkan berupa estimasi dan proyeksi. Perhitungan seperti ini menimbulkan
kemungkinan munculnya cakupan diatas 100%, karena jumlah kasus yang
ditangani disarana kesehatan ternyata lebih besar dari target penemuan, sebaliknya
cakupan yang sangat rendah bisa disebabkan oleh data jumlah penduduk hasil
proyeksi yang jauh lebih besar dari jumlah penduduk sesungguhnya. Oleh
karenanya hasil cakupan kegiatan penanganan kasus diare disuatu daerah bisa
menjadi bias, namun demikian data yang ada dapat menggambarkan kejadian
kasus dan sejauh mana upaya penanganan yang telah dilakukan di suatu daerah.
(DINAS KESEHATAN, 2017)

Dengan banyaknya kasus diare yang terjadi di kota kendari, banyak faktor
yang mempengaruhinya salah satunya tidak adanya saluran pembuangan air
limbah disekitar rumah warga. Masalah ini karena ketidaktahuan dan
ketidakmampuan masyarakat dala memelihara kebersihan lingkungan.
Pengolahan air limbah yang kurang baik dapat menimbulkan akibat buruk
terhadap kesehatan masyarkaat dan terhadap lingkungan hidup, antara menjadi
transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, terutama diare. Menimbulkan
bau yang tidak sedap dan merupakan sumber merupakan pencemaran air.
Pembuangan air limbah yang dilakukan secara tidak sehat atau tidak memenuhi
syarat kesehatan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada permukaan
tanah dan sumber air. Dengan demikian untuk menegah atau mengurangi
kntaminasi air limbah terhadap lingkungan, maka limbah harus dikelola dengan
baik, sehingga air limbah tidak menjadi tempat berbiaknya bibit penyakit seperti
lalat, tidak mengotori sumber air, tanah dan tidak menimbulkan bau. Air limbah
domestik termasuk air bekas mandi, bekas cuci pakaian, maupun perabot dan
bahan makanan, dan lain-lain. Air ini banyak mengandung banyak sabun atau
detergen dan miroorganisme. Selain itu ada juga air limbah yang mengandung
tinja dan urin manusia. (Lintang, 2016)
METODE PENYELESAIAN MASALAH

Dengan permasalahan yang terjadi yaitu tidak adanya saluran pembuangan


air limbah disekitar rumah warga maka menurut saya metode yang tepat untuk
menanggulangi masalah tersebut dengan memakai metode massa. Dalam
memakai metode massa ada berbagai jenis salah satunya dengan memakai jenis
metode diskusi atau talk show tentang pentingnya membuat dan menjaga saluran
pembuangan air limbah itu sendiri. Jadi kita menemui ketua RT atau RW nya lalu
menceritakan tentang kegiatan yang kita akan lakukan di daerah tersebut. Setelah
itu atas izin dari ketua RT atau RW kita memanggil warga daerah tersebut untuk
berkumpul di kantor kelurahan untuk memberikan sebuah penyuluhan tentang
pentingnya membuat dan menjaga saluran pembuangan air limbah tersebut.
Setelah melakukan penyuluhan tersebut maka kita sama-sama mengajak
masyarakat daerah tersebut untuk membuat saluran pembuangan air limbah
tertutup dan selalu menjaga sanitasi saluran pembuangan air limbah (SPAL) agar
tidak ada genangan air dan menjadi media penularan penyakit diare.

MEDIA PENYELESAIAN MASALAH

Media yang saya akan gunakan dalam penyelesaian masalah tersebut


adalah media cetak seperti flyer (brosur). Ketika kita telah membuat flyer
tersebut maka kita akan menyebarkan ke setiap rumah warga agar diberi informasi
mengenai SPAL itu sendiri dan ajakan untuk mengikuti penyuluhan kesehatan
dan bersama-sama untuk membuat dan menjaga SPAL itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA

DINAS KESEHATAN, P. S. (2017, juni). Kementrian Kesehatan. Retrieved from Profil


Kesehatan Sulawesi Tenggara Tahun 2017:
http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_20
17/28_Sultra_2017.pdf

Lintang, S. l. (2016). HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR RUMAH DENGAN KEJADIAN


DIARE PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBANG 2. JURNAL
KESEHATAN MASYARAKAT ( e-Journal), 1-6.

R., A. t. (2013). Hubungan sanitasi dasar rumah dan perilaku ibu rumah tangga dengann
kejadian diare pada balita di desa bena nusa tenggara timut. Departemen
kesehatan lingkungan fakultas kesehatan masyarakat Universitas Airlangga, 1-
6.