Anda di halaman 1dari 21

FILSAFAT PENDIDIKAN

TUGAS INDIVIDU
CRITICAL BOOK REVIEW

Dosen Pengampu : Drs.Elizon Nainggolan,M.Pd

Yusra Nasution,S.Pd,M.Pd

DISUSUN OLEH :
Dalila Fauza Nasution
1191151022

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji Syukur atas kehadirat Allah Swt. atas nikmat dan hidayah-Nya yang telah
mempermudah dalam pembuatan CBR yang berjudul Filsafat Pendidikan,hingga akhirnya
tugas ini terselesaikan tepat waktu.

Saya ucapkan Terima kasih kepada Bapak Drs.Elizon Nainggolan,M.Pd dan Ibu
Yusra Nasution,S.Pd,M.Pd yang telah membantu dalam pembuatan tugas ini.

Saya berharap semoga CBR ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun
terlepas dari itu, saya memahami bahwa CBR ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga
saya sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya CBR
selanjutnya yang lebih baik lagi.

Deli tua,9 September 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...................................................................................................

Daftar isi..............................................................................................................

BAB I. PENDAHULUAN.................................................................................
A. Manfaat dari Critical Book Review......................................................................
B. Tujuan Critical Book Review..............................................................................
C. Identitas buku yang di review............................................................................

BAB II. RINGKASAN ISI BUKU...................................................................


A. Buku Filsafat Pendidikan oleh Prof.Dr.H.Jalaluddin dan Prof.Dr.H.Abdullah
idi,M.Ed..................................................................................................................
B. Buku Filsafat Pendidikan oleh Drs.Anas salahudin,M.Pd....................................

BAB III. PEMBAHASAN...................................................................................


A. Isi Buku(Per-bab)....................................................................................................
B. Kelebihan dan kekurangan buku............................................................................

BAB IV. PENUTUP...........................................................................................


A. Kesimpulan..........................................................................................................
B. Penutup............................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................
BAB I.

PENDAHULUAN

A. Manfaat dari Critical Book Review


Adapun manfaat yang diharapakan tercapai setelah mengkritik buku ini adalah :
1. Memahami dengan jelas materi yang terkandung di dalam buku ini
2. Dapat dijadikan sebagai salah satu bahan rujukan untuk karya serupa yang
lebih baik dan bermutu
3. Menambah ilmu pengetahuan tentang Filsafat Pendidikan

B. Tujuan Critical Book Review


Adapun tujuan dari Critical Book Report ini, yaitu:
1. Mengulas isi buku
2. Mencari dan mengetahui informasi yang terdapat dalam buku
3. Membandingkan isi buku utama dan buku pembanding
C. Identitas buku yang direview
A. BUKU UTAMA

 Judul buku : Filsafat Pendidikan


 Pengarang : Drs.Anas Salahudin,M.Pd
 Penerbit : CV Pustaka Setia
 Tahun terbit : 2011
 Kota terbit :
 Jumlah halaman : 2238 halaman
 Cover buku :

B. BUKU PEMBANDING

 Judul buku : Filsafat Pendidikan


 Pengarang : - Prof. Dr. H. Jalaluddin
- Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M. Ed
 Penerbit : Raja Grafindo Persada
 Tahun terbit : 2013
 Kota terbit : Jakarta
 ISBN : 978-979-769-372-5
 Jumlah halaman : 244 halaman
 Cover buku :
BAB 2. RINGKASAN ISI BUKU

1. Ringkasan buku Filsafat Pendidikan Oleh Drs.Anas Salahuddin


Kata filsafat berasal dari bahasa inggris dan bahasa yunani. Dalam bahasa inggris
Yaitu philosophy,sedangkan dalam bahasa yunani philein dan philos dan sophi. Ada pula
yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa arab yaitu falsafah yang artinya al-
hikmah. Philos artinya cinta sedangkan sophia artinya kebijaksanaan. Dengan demikian
filsafat dapat diartikan “cinta kebijaksanaan atau al-hikmah”. Orang yang mencintai atau
mencari kebijaksanaan atau kebenaran disebut dengan filsuf.
Seluk beluk dan latar belakang muculnya filsafat pendidikan terdiri dari :
a. Dorongan sejarah filsafat yunani terhadap filsafat pendidikan
b. Perkembangan metodologi filsafat pendidikan
c. Manusia dan ilmu pengetahuan

Ada pula filsafat pendidikan didalam buku ini terdapat :


1. Positivisme dan empirisme
2. tentang manusia dan alam semesta
3. ontologi,epistemologi dan aksiologi pendidikan
4. filosofi tentang hakikat pendikan
5. epistemologi sistem pengembangan kepemimpinan dalam pendidikan
6. tanggung jawab pendidikan
7. penelitian tindakan kelas

2. Ringkasan buku Filsafat Pendidikan oleh Prof. Dr. H. Jalaluddin Prof. Dr. H.
Abdullah Idi, M. Ed

Filsafat dan pendidikan merupakan dua istilah yang berdiri pada makna dan hakikat
masing-masing, namun ketika keduanya digabungkan ke dalam satu tema khusus, maka ia
pun memiliki makna tersendiri yang menunjuk ke dalam suatu kesatuan pengertian yang
tidak terpisahkan.

Menurut Aristoteles, agar orang dapat hidup baik maka ia harus mendapatkan
pendidikan. Pendidikan bukanlah soal kal-akalan semata, melainkan soal member bimbingan
pada perasaan yang lebih tinggi, yaitu akal.
Ontologi berarti ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata dan bagaimana keadaan
yang sebenarnya. Ontologi menyelidiki hakikat dari segala sesuatu dari alam nyata yang
sangat terbatas bagi pancaindra.

Epistemologi adalah pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan pengetahuan,


cara mausia memperoleh dan menangkap pengetahan. Setiap pengetahuan merupakan
hasildari pemeriksaan dan penyelidikan hingga akhirnya diketahui manusia.

Aksiologi menyangkut nilai-nilai yang berupa pertanyaan tentang yang baik dan yang
bagus. Aksiologi merupakan suatu pendidikan yang menguji dan mengintegrasikan semua
nilai tersebut dalam kehidupan manusia.

Aliran-aliran Filsafat Pendidikan Modern :

 Progresivisme
 Esensialisme
 Perenialisme
 Rekontruksionalisme

Pancasila merupakan dasar dari pembentukan negara Indonesia sebagaimana yang


dikemukakan oleh Bung Karno di dalam lahirnya Pancasila. Setiap negara mempunyai dasar
atau ideologinya. Fungsi dari suatu dari ideologi atau dogama yaitu serangkaian nilai-nilai
yang dijadikan pegangan oleh setiap warga negara untuk mengikat seluruh anggotanya dalam
suatu organisasi negara Republik Indonesia. Sebagai ideologi, Pancasila sebagai dasar
negara. Oleh sebab itu, setiap warga negara wajib mengikuti dan menghormati nilai-nilai
tersebut dan secara kolekti ingin mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya.
Pendidikan nasional dan pembinaan karakter :
 Urgensi Pendidikan Karakter
 Proses Pembentukan Karakter
BAB III. PEMBAHASAN

1. Ringkasan buku Filsafat Pendidikan Oleh Drs.Anas Salahuddin

BAB I. Pengertian dan ruang lingkup filsafat pendidikan


Kata filsafat berasal dari bahasa inggris dan bahasa yunani. Dalam bahasa inggris
Yaitu philosophy,sedangkan dalam bahasa yunani philein dan philos dan sophi. Ada pula
yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa arab yaitu falsafah yang artinya al-
hikmah. Philos artinya cinta sedangkan sophia artinya kebijaksanaan. Dengan demikian
filsafat dapat diartikan “cinta kebijaksanaan atau al-hikmah”. Orang yang mencintai atau
mencari kebijaksanaan atau kebenaran disebut dengan filsuf.
a. Pengertian pendidikan :
W.J.S Poerwadarminta,menjelaskan arti pendidikan sebagai berikut :
1. Pendidikan sebagai kata benda,berarti proses perubahan sikap dan tingkah laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan latihan. Pendidikan,yaitu pendewasaan diri melalui pengajaran dan
latihan
2. Dalam dictonary of education,makna education adalah kumpulan semua proses
yang memungkinkan seseorang mengembangkan kemampuan,sikapa dan
bentuk,memotivasi,membina,membantu dan membimbing seseorang untuk
mengembangkan segala potensinya sehingga mencapai kualitas diri yang lebih baik.

b. Pengertian filsafat pendidikan :


1. Filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang memikirkan hakikat pendidikan
secara komperenshif dan kontemplatif tentang sumber,seluk beluk
pendidikan,fungsi dan tujuan pendidikan.
2. Filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang mengkaji proses pendidikan dan teori
teori pendidikan.
c. Ruang lingkup filsafat pendidikan adalah sebagai berikut :
1. Pendidik
2. Murid
3. Materi pendidikan
4. Metode pendidikan
5. Evaluasi pendidikan
6. Tujuan pendidikan
7. Alat-alat pendidikan
8. Lingkungan pendidikan

BAB II. SELUK BELUK DAN LATAR BELAKANG MUNCULNYA


FILSAFAT PENDIDIKAN
a. Dorongan sejarah filsafat yunani terhadap filsafat pendidikan :
1. Zaman Purba
2. Zaman Yunani kuno
3. Zaman Patristik dan Pertengahan
4. Zaman Modem
5. Zaman Baru
6. Zaman Pasca dan Modernisme

b. Perkembangan Metodologi Filsafat pendidikan :


1. Metode dedukasi
2. Metode induksi
3. Metode dialetika

c. Manusia dan Ilmu Pengetahuan :


1. Filsafat Pendidikan progresivisme,yang didukung oleh filsafat pragmatisme
2. Filsafat Pendidikan esensialisme, yang didukung oleh idealisme dan realisme
3. Filsafat Pendidikan perenialisme, yang didukung oleh idealisme

BAB III. FILSAFAT PENDIDIKAN POSITIVISME DAN EMPIRISIME


a. Filsafat pendidikan postivisme
Positivisme (disebut juga sebagai empirisme logis, empirisme rasional, dan
juga neo-positivisme) adalah sebuah filsafat yang berasal dari Lingkaran
Wina pada tahun 1920-an. Positivisme Logis berpendapat bahwa filsafat harus
mengikuti rigoritas yang sama dengan sains. Filsafat harus dapat memberikan
kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar,
salah atau tidak memiliki arti sama sekali.
b. Filsafat pendidikan empirisme
Secara epistimologi,Empirisme berasal dari kata Yunani emperia yang
berarti pengalaman. Empirisme merupakan suatu aliran yang bertentangan
dengan denganaliran rasionalisme, yang mana rasionalisme lebih
mengutamakan penggunakan akaldan pikirannya sedangkan aliran empirisme
menggunakan pengalamannya sebagaisumber utama pengenalan, baik
pengenalan lahiriyah maupun bathiniyah. Menurutnyasegala sesuatu dalam
fikiran dan akal pada awalnya kosong dan dari pengalaman dapatmengisi
pikiran dan akal yang kosong tersebut dengan berbagai gambaran yang
dapatdiketahui melalui pengalaman inderawi

BAB IV.FILASAT PENDIDIKAN TENTANG MANUSIA DAN ALA


SEMESTA

a. Filsafat pendidikan tentang manusia


Dalam prespektif filsafat pendidikan manusia adalah sumber pengetahuan larena
dari manusialah pendidikan dilahirkan pertama kali,bahkan orang sufi
mengatakan”Barang siapa yang ingin mengetahui sang pecipta,pelajarlah jiwa
manusia”(man arrofa rabbahu arrofa nafashu) manusia memiliki slah satu sifat
yang paling esensial,yaitu berfikir dan lahirnya filsafat pendidikan tentang
manusia berasal dari pemikiran manusia tentang jati dirinya yang unik dan
misterius.
b. Filsafat Pendidikan Tentang Alam
Hasil penelitian tentang gajala alam lebih bersifat eksak dan diuji validatasnya
oleh para peneliti lainnya sehingga kebenarannya mendekati sempurna. Ilmu
pengetahuan modern menjadi semakin dinamis dan memberikan pencerahan pada
dunia ilmu lainnya.
c. Filsafat Pendidikan Tentang Kehidupan
1. Teori generetio
2. Teori cosmozoa
3. Ommo vivum ex ovo
4. Omne vivum ex vivo
BAB V. ONTOLOGI,EPISTOMOLOGI,DAN AKSILOGI PENDIDIKAN
a. Ontologi Pendidikan
Ontologi adalah bidang pokok filsafat yang mempersoalkan hakikat keberadaan segala sesuatu
yang ada, menurut tata hubungan sistematis berdasarkan hukum sebab-akibat. Yaitu, ada manusia, ada
alam, dan ada causa prima dalam suatu hubungan menyeluruh, teratur dan tertib dalam keharmonisan.
Jadi, dari aspek ontologi, segala sesuatu yang ada ini berada dalam tatanan hubungan estetis yang
diliputi dengan warna nilai keindahan.

b. Epistomologi Pendidikan

Epistemologi adalah studi tentang pengetahuan, bagaimana kita mengetahui benda-benda.


Untuk lebih jelasnya, ada beberapa contoh pertanyaan yang menggunakan kata “tahu” dan
mengandung pengertian yang berbeda-beda, baik sumbernya maupun validitasnya

c. Aksilogi pendidikan

Akhlak adalah suatu bidang yang menyelidiki nilai-nilai (value). Menurut Brameld,ada tiga
bagian yang membedakan di dalam aksiologi. Pertama, moral conduct, tindakan moral.
Bidang ini melahirkan disiplin khusus yaitu etika. Kedua, esthetic expression, ekspresi
keindahan yang melahirkan estetika. Ketiga, socio-political life, kehidupan sosial politik.
Bidang ini melahirkan ilmu filsafat sosio-politik (Muhammad Noor Syam, 1986:34-36).

BAB VI.FILOSOFI TENTANG HAKIKAT PENDIDIKAN


a. Hakikat pendikan masyarakat
b. Hakikat pengembangan kurikulum pendidikan
c. Hakikat tujuan pendidikan berbasis fitrah manusia
d. Hakikat pengembangan metode pendidikan

BAB VII. EPISTIMOLOGI SISTEM PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN


DALAM PENDIDIKAN
a. Pengetian sitem pendidikan
Dalam pengertian umum sistem pendidikan adalah jumlah keseluruhan dari bagian-
bagiannya yang saling bekerjasama untuk mencapai hasil yang diharapakan
berdasarkan atas kebutuhan yang telah ditentukan. Setiap sistem pasti mempunyai
tujuan, dan semua kegiatan dari semua komponen atau bagian-bagiannya adalah
diarahkan untuk tercapainya tujuan terebut. Karena itu, proses pendidikan merupakan
sebuah sistem, yang disebut sebagai sistem pendidikan
b. Sistem kepemimpinan pendidikan

BAB VIII. FILSAFAT PENDIDIKAN TENTANG TANGGUNG JAWAB


PENDIDIKAN
a. Tanggung jawab keluarga dalam pendidikan
b. Tanggung jawab pendidik dan pemerintah dalam pendidikan
BAB IX. FILSAFAT PENDIDIKAN TENTANG PENELITIAN TINDAKAN KELAS
a. Pengertian penelitian tindakan kelas
Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk
memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya
guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk
memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. PTK dapat
diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui
refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara
melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis
setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. PTK merupakan salah satu publikasi
ilmiah dalam konteks pengembangan profesi guru secara berkelanjutan yang
ditujukan untuk perbaikan dan peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran
atau mutu pendidikan pada umumnya. PTK ini cocok dilakukan oleh guru karena
prosenya praktis.
b. Karakteristik penelitian tindakan kelas
1. PTK hanya dilakukan oleh guru yang memahami bahwa proses pembelajaran perlu
diperbaiki dan ia terpanggil jiwanya untuk memberikan tindakan-tindakan tertentu
untuk membenahi masalah dalam proses pembelajaran dengan cara melakukan
kolaborasi. Menurut Usman (dalam Daryanto,2011:2) guru dengan kompetensi tinggi
merupakan seorang yang memiliki kemampuan dan keahlian serta keterampilan dalam
bidangnya. Sehingga Ia dapat melakukan fungsi dan tugasnya sebagai pengajar dan
pendidik dengan maksimal.

2. Refleksi diri, refleksi merupakan salah satu ciri khas PTK yang paling esensial. Dan
ini sekaligus sebagai pembeda PTK dengan penelitian lainnya yang menggunakan
responden dalam mengumpulkan data, sementara dalam PTK pengumpulan data
dilakukan dengan refleksi diri. (Tahir,2012:80)

3.Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di dalam “kelas” sehingga interaksi antara


siswa dengan guru dapat terfokuskan secara maksimal. “Kelas” yang dimaksud di sini
bukan hanya ruang yang berupa gedung, melainkan “tempat” berlangsungnya proses
pembelajaran antara guru dan murid. (Suyadi,2012:6)

4. PTK bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran secara terus menerus. PTK
dilaksakan secara berkesinambungan di mana setiap siklus mencerminkan peningkatan
atau perbaikan. Siklus sebelumnya merupakan patokan untuk siklus selanjutnya.
Sehingga diperoleh model pembelajaran yang paling baik. (Daryanto,2011:6)
5.PTK merupakan salah satu indikator dalam peningkatan profesionalisme guru,
karena PTK memberi motivasi kepada guru untuk berfikir Kritis dan sistematis,
membiasakan guru untuk menulis, dan membuat catatan yang dapat. Di mana semua
itu dapat menunjang kemampuan guru dalam pembelajaran. (Daryanto,2011:6)

6.PTK bersifat fleksibel sehingga mudah diadaptasikan dengan keadaan kelas. Dengan
demikian proses pembelajaran tidak monoton oleh satu model saja.(Tahir,2012:81)

7.PTK menggunakaan metode kontekstuall. Artinya variable- variable yang akan


dipahami selalu berkaitan dengan kondisi kelas itu sendiri. Sehingga data yang
diperoleh hanya berlaku untuk kelas itu saja dan tidak dapat digeneralisasikan dengan
kelas lain. (Tahir,2012:81)

8.PTK dalam pelaksanaannya terbikai dalam beberapa pembagian waktu atau siklus.
(Sukardi,2011:212)

9.PTK tidak diatur secara khusus untuk memenuhi kepentingan penelitian semata.
melainkan harus disesuaikan dengan program pembelajaran yang sedang berjalan di
kelas tersebut. (Sanjaya,2010:34)

10.Menurut Ibnu (dalam Aqib,2009:16) memaparkan bahwa PTK memiliki


karakteristik dasar yaitu:

a.Dalam pelaksanaan tindakan berdasarkan pada masalah yang dihadapi guru;

b. Adanya perpaduan dalam pelaksanaanya;

c.Peneliti sebagai media yang melakukan refleksi;

d.Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik


instruksional;

e.Dalam pelaksanaannya terbagi beberapa siklus atau periode.

2. Ringkasan buku Filsafat Pendidikan Oleh Prof. Dr. H. Jalaluddin dan Prof. Dr. H.
Abdullah Idi, M. Ed

BAB I. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN

a. Filsafat Pendidikan

Filsafat dan pendidikan merupakan dua istilah yang berdiri pada makna dan hakikat
masing-masing, namun ketika keduanya digabungkan ke dalam satu tema khusus, maka ia
pun memiliki makna tersendiri yang menunjuk ke dalam suatu kesatuan pengertian yang
tidak terpisahkan.

b. Hubungan Filsafat dengan Pendidikan

Filsafat dan pendidikan terdapat hubungan horizontal, meluas kesamping yaitu


hubungan antara cabang disiplin ilmu yang satu dengan yang lain yang berbeda-beda,
sehingga merupakan synthesa yang merupakan terapan nilmu pada bidang kehidupan yaitu
ilmu filsafat pada penyesuaian problema-problema pendidikan dan pengajaran. Filsafat
pendidikan dengan demikian merupakan pola-pola pemikiran dan pendekatan filosofis
terhadap permasalahan bidang pendidikan dan pengajaran. Hubungan antara filsafat dan
filsafat pendidikan menjadi sangat penting sekali, sebab ia menjadi dasar, arah, dan pedoman
suatu sistem pendidikan.

BAB II. LATAR BELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT PENDIDIKAN

Menurut Aristoteles, agar orang dapat hidup baik maka ia harus mendapatkan
pendidikan. Pendidikan bukanlah soal kal-akalan semata, melainkan soal member bimbingan
pada perasaan yang lebih tinggi, yaitu akal.

BAB III. ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN MODERN DITINJAU DARI


ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI

a. Pengertian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi

Ontologi berarti ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata dan bagaimana keadaan
yang sebenarnya. Ontologi menyelidiki hakikat dari segala sesuatu dari alam nyata yang
sangat terbatas bagi pancaindra.

Epistemologi adalah pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan pengetahuan,


cara mausia memperoleh dan menangkap pengetahan. Setiap pengetahuan merupakan
hasildari pemeriksaan dan penyelidikan hingga akhirnya diketahui manusia.

Aksiologi menyangkut nilai-nilai yang berupa pertanyaan tentang yang baik dan yang
bagus. Aksiologi merupakan suatu pendidikan yang menguji dan mengintegrasikan semua
nilai tersebut dalam kehidupan manusia.
b. Aliran-aliran Filsafat Pendidikan Modern
 Progresivisme
 Esensialisme
 Perenialisme
 Rekontruksionalisme

BAB IV. HUBUNGAN ANTARA MANUSIA, FILSAFAT, DAN PENDIDIKAN

Filsafat pendidikan ialah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai ke
akar-akarnya mengenal pendidikan. Dengan kemampuan pengetahuan yang benar, manusia
berusaha menjaga dan mengembangkann kelangsungan hidupnya. Manusia berusaha
mengamalkan ilmu pengetahuannya dalam perilaku sehari-hari. Dalam perilaku sehari-hari,
pengetahuan berubah menjadi moral dan kemudian menjadi etika kehidupan, sedemikian
rupa sehingga kecenderungan untuk mempertanggungjawabkan kelangsungan dan
perkembangan hidup dan kehidupan ini sepenuhnya.

Manusia adalah makhluk yang perlu dididik dan mendidik dirinya. Terdapat tiga
prinsip antopologis yang menjadi perlunya manusia mendapatkan pendidikan dan perlu
mendidik diri, yaitu: prinsip historias, prinsip idealitas, dan prinsip posibilitas/aktualitas.

Berbagai kemampuan manusia yang seharusnya dilakukan manusia tidak dibawa


sejak kelahiran, melainkan harus diperoleh setelah kelahirannya dalam perkembangan
menuju kedewasaannya. Disatu pihak, berbagai kemampuan tersebut diperoleh manusia
melalui upaya bantuan dari pihak lain. Mungkin dalam bentuk pengasuhan, pengajaran,
latihan, bimbingan, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya yang dapat dirangkumkan dalam
istilah pendikan.

BAB V. FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA

Pancasila merupakan dasar dari pembentukan negara Indonesia sebagaimana yang


dikemukakan oleh Bung Karno di dalam lahirnya Pancasila. Setiap negara mempunyai dasar
atau ideologinya. Fungsi dari suatu dari ideologi atau dogama yaitu serangkaian nilai-nilai
yang dijadikan pegangan oleh setiap warga negara untuk mengikat seluruh anggotanya dalam
suatu organisasi negara Republik Indonesia. Sebagai ideologi, Pancasila sebagai dasar
negara. Oleh sebab itu, setiap warga negara wajib mengikuti dan menghormati nilai-nilai
tersebut dan secara kolekti ingin mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya.
 Pandangan Filsafat Pancasila Tentang Manusia
Pancasila sebagai dasar dan nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, bangsa dan
Negara Indonesia memandang bahwa manusia adalah makhluk tertinggi ciptaan Tuhan Yang
Maha Kuasa dan Maha Mulia yang dianugerahi kemampuan atau potensi untuk bertumbuh
dan berkembang, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat atau sosial.
 Pandangan Filsafat Pancasila Tentang Masyarakat
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila akan terwujud sesuai dengan
perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai. Karena itu nilai-nilai luhur Pancasila tidak
pernah tertinggal oleh perkembangan dan kemajuan nilai-nilai itulah sebagai ciri kepribadian
masyarakat-bangsa dan negara Indonesia.
 Pandangan Filsafat Pancasila Tentang Pendidikan
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 dijelaskan
bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembakan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

BAB VI. FILSAFAT PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMER DAYA


MANUSIA
Peningkatan sumber daya manusisa tentunya berbeda dari zaman ke zaman. Sifat,
bentuk, dan arahannya tergatung dari kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Imam Barnadid mengemukakan filsafat pendidikan disusun atas dua pendekatan.
Pendekatan pertama bahwa filsafat pendidikan diartikan sebagai aliran yang didasarkan pada
padangan filosofis. Sedangkan pandangan kedua adalah usaha untuk menemukan jawaban
dari pendidikan beserta problema yang ada yang memerlukan tinjauan filosofis.
Kemajuan peradaban manuasia sebagian besar ditentukan oleh daya iptek. Makin
inggi penguasaan iptek, makin maju oula peradaban suatu bangsa, juga tingkat kualitas
sumber daya manusianya. Salah satu sarana yang paling efektif dalam pengembangan dan
peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan.
BAB VII. PENDIDIKAN NASIONAL DAN PEMBINAAN KARAKTER
 Urgensi Pendidikan Karakter
 Dengan berfikir filsafat seseorang bisa menjadi manusia, lebih mendidik dan
membangun diri sendiri.
 Seseorang dapat menjadi orang yang dapat berfikir sendiri.
 Memberikan dasar-dasar pengetahuan, memberikan pandangan yang sintesis pula
sehingga seluruh pengetahuan merupakan satu kesatuan.
 Hidup seseorang tersebut dipimpin oleh oleh pengtahuan yang dimiliki oleh
seseorang tersebut.
 Proses Pembentukan Karakter

Dalam proses pembentukan dan menanamkan nilai kebajikan (moral, karakter,


akhlak) pada anak didik sangat bergantung pada pola asuh yang diterapkan orang tua. Pola
asuh meliputi pola interaksi orang tua dengan anak dalam rangka pendidikan karakter anak.
Keluarga memiliki peran terdepan dalam pembentukan watak dasar atau karakter. Antara
peran orang tua dan pengembangan karakter pribadi anak tidak dapat dipisahkan.

Pertumbuhan dan pembinaan karakter generasi muda paling strategis terletak pada
kebijakan Negara. Optimalisasi, keseriusan, dan konsistensi peran pemerintah dalam
melaksanakan program kebijakan pembangunan, akan sangat mungkin meningkatkan kualitas
karakter generasi muda jauh lebih baik. Maju mundurnya bangsa lebih ditentukan kualitas
karakter individu dalam suatu bangsa.
B.KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU
1. Filsafat Pendidikan Oleh Drs.Anas Salahuddin:
 Kelebihan :
Didalam buku ini dibahas secara lengkap tentang filsafat yang berhubumgan
dengan pendidikan dan nilai moral dan tanggung jawab pemerintah,keluarga
dan pendidik. Secara penjabaran buku ini menjelaskan secara terperinci poin-
poin dan keterangannya dalam kajian teori,serta memberikan contoh dalam
pengaplikasian dalam kehidpan sehari-hari dalam pencerahan masalah
pendidikan.
 Kelemahan :
Menurut saya bahasa yang digunakan didalam buku ini juga termasuk bahasa
yang mudah di mengerti dan dipahami oleh pembaca sehingga pembaca bisa
dapat memahami maksud dari tujuan buku ini. Penulisan didalam buku ini
tidak dilengkapi gambar-gambar untuk mempermudah pembaca dalam
mengartikan isi buku tersebut.

2.Filsafat Pendidikan Oleh Prof. Dr. H. Jalaluddin dan Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M.
Ed

 Kekurangan :

Memiliki cover buku yang berwarna kusam yang membuat daya tarik
pembaca yang baru pertama melihatnya mengurangi minat orang yang
pertama melihat bukunya. terlalu menonjolkan keagamaan dari agama tertentu
dari sebagian besar materi yang ia berikan,hal ini akan menimbulkan rasa dari
pembaca yang berbeda agama malas untuk lanjut membacanya,Karena
Terkadang sebagian orang tidak suka untuk mempelajari apa yang diajarkan
agama lain.

 Kelebihan :
Buku ini memberi banyak latihan sehingga membuat pembacanya lebih
mengerti dari tiap-tiap materi yang diberikan.
BAB IV.
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bahwa filsafat pendidikan adalah aktivittas pemikiran teratur yang menjadikan filsafat
sebagai medianya untuk menyusun proses pendidikan, menyelaraskan, mengharmoniskan,
dan menerangkan nilai-nilai dan tujuan yang ingin dicapai. Filsafat pendidikan mempunyai
tiga cabang utama yaitu ontologi, espistomologi, dan aksiologi. Filsafat pendidikan memiliki
ruang lingkup maupun tujuannya. Praktek pelaksanaan pendidikan harus berlandaskan nilai
dan budaya jangan mengarah pada terbentuknya pengelompokkan praktek hidup dan
kehidupan masyarakat. Kedudukan filsafat pendidikan dalam jajaran ilmu pendidikan adalah
sebagai bagian fondasi-fondasi pendidikan dan filsafat pendidikan mempunyai peranan yang
sangat penting dalam suatu sistem pendidikan, karena filsafat merupakan pemberi arah dan
pedoman dasar bagi usaha-usaha perbaikan, meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh
bagi tegaknya sistem pendidikan.

B. Penutup

Terima kasih yang sudah membaca dan memahami CBR ini. Mohon maaf atas segala
kekurangan . Saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga bermanfaat dan
dapat menambah pengetahuan Anda.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh.


DAFTAR PUSTAKA

Jalaluddin dan Idi, A. 2013. Filsafat Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Salahuddin,Anas.2011. Filsafat Pendidikan.Jakarta: Pustaka setia.