Anda di halaman 1dari 1

Ringkasan Teori Belajar Konstruktivistik

Karakteristik Manusia Masa Depan yang Diharapkan


Ciri – ciri manusia masa depan yang diharapkan:
a. Memiliki kepekaan
b. Mandiri
c. Bertanggung jawab terhadap resiko dalam mengambil keputusan
d. Mengembangkan potensi yang dimiliki melalui proses belajar yang terus menerus untuk
menemukan diri sendiri dan menjadi diri sendiri (to learn to be)
e. Mampu berkolaborasi untuk memecahkan masalah yang luas dan kompleks
Kepekaan adalah ketajaman pikir maupun perasaan dalam melihat dan merasakan sesuatu di
lingkungan sekitarnya.
Kemandirian adalah kemampuan menilai proses belajar maupun hasil belajar diri sendiri dan
orang lain, serta berani bertindak sesuai dengan yang dianggap benar dan perlu,
Tanggung jawab berati berani menerima konsekuensi dari apa yang diputuskan sendiri.
Kolaborasi berarti berbuat bisa baik untuk diri sendiri dan bisa bekerja sama dengan orang lain
untuk peningkatan mutu kehidupan bersama.
Upaya untuk mewujudkan manusia – manusia masa depan seperti yang diharapkan adalah
melalui pendekatan belajar student active learning. Pendekatan pembelajaran ini mengakui
sentralitas siswa dalam proses belajar. Ajaran Tut Wuri Handayani adalah contoh nyata
pembelajaran konstruktivistik.
1. Konstruksi Pengetahuan
Pengetahuan menurut pandangan konstruktivistik bukanlah kumpulan fakta dari kenyataan
yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap obyek,
pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan adalah suatu pembentukan yang terus
menerus oleh sesorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya pemahaman
– pemahaman baru. Apabila guru ingin mentransfer ide, konsep, atau pengetahuan tentang
sesuatu yang dimiliki ke siswa, maka pentransferan itu akan diinterpretasikan dan
dikonstruksikan oleh siswa melalui pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri.
Proses Pengkonstruksian Pengetahuan.
Manusia dapat mengetahui sesuatu melalui panca inderanya. Pengetahuan seseorang suatu
obyek atau lingkungan akan meningkat dan lebih rinci seiring dengan seringnya dia
berinteraksi dengan obyek atau lingkungan itu.
Menrut Von Gelserlfed, ada tiga kemampuan yang diperlukan dalam mengkonstruksi
pengetahuan, yaitu;
1. Kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengetahuan
2. Kemampuan membandingkan dan mengambil keputusan akan kesamaan dan
perbedaan,
3. Kemampuan untuk menyukai suatu pengalaman yang satu daripada lainnya.
4.