Anda di halaman 1dari 2

Tugas Forum Diskusi “Fertilisasi”

Bahan diskusi :

Telur ayam kampung pasti mengandung embrio yang sedang berkembang,


sedangkan telur ayam leghorn tidak mengandung embrio. Bagaimana pendapat anda
mengenai pernyataan tersebut? Beri penjelasan!

Jawaban :

Berdasarkan sumber yang kami baca, ternyata sebenarnya semua jenis ayam dapat
menghasilkan telur, baik ayam petelur atau ayam kampung, bahkan juga terdapat ayam
petelur jantan yang dapat menghasilkan telur. Ayam menghasilkan telur berdasarkan siklus
nya. Namun, dari telur telur yang dihasilkan itu, ada yang dibuahi dan tidak dibuahi. Telur
ayam yang masih di dalam rahim induk ayam tersebut, apabila dibuahi, maka akan
menghasilkan zigot yang kemudian membentuk embrio dan dapat berkembang hingga
menjadi individu baru. Tetapi ayam yang telurnya tidak dibuahi, maka, telur ayam tersebut
bersifat infertil atau steril, yaitu tidak ada bakal individu di dalamnya, atau disebut juga
dengan telur kosong. Dimana, telur tersebut tidak akan menetas sampai menjadi busuk
seiring berjalannya waktu, karena telur tidak dibuahi sehingga tidak mengandung embrio,
sehingga disebut dengan telur kosong.

Pernyataan bahwa ayam kampung pasti mengandung embrio yang sedang


berkembang, sedangkan telur ayam leghorn tidak mengandung embrio dapat dibenarkan,
hal ini karena ayam kampung pada umumnya hidup/tinggal bersama sama yakni ayam
kampung jantan dan ayam kampung betina, pada suatu lingkungan yang sama. Sementara itu,
ayam petelur pada umumnya merupakan ayam betina, dan hanya ayam betina saja yang ada
di dalam kandang. Sehingga kemungkinan untuk terjadinya fertilisasi pada ayam kampung
cukup besar, dibandingkan dengan ayam leghorn. Namun, sebenarnya juga tidak menutup
kemungkinan telur telur (bakal telur) ayam pada ayam kampung tersebut tidak dibuahi,
misalnya karena tidak adanya pejantan di lingkungan tinggal induk ayam, sehingga telur tidak
mengalami fertlisasi, dan maka tidak ada embrio yang berkembang. Sehingga telur tersebut
dikatakan bersifat infertile, yakni tidak dapat menetas sampai akhirnya menjadi busuk, karena
tidak mengandung embrio. Sekalipun tidak ada pejantan, ayam dapat tetap menghasilkan
telur, sebagaimana manusia memiliki siklus untuk menghasilkan telur, demikian juga telur
memproduksi telurnya. Namun, tidak semua telur tersebut dalam prosesnya dibuahi, karena
itu ada telur yang bersifat infertile dan ada yang fertile.

Syarat seekor ayam dapat bertelur yaitu antara lain, yang pertama, ayam telah
mencapai usia dimana sistem reproduksi nya telah matang, pada umumnya, ayam dapat
mulai bertelur sejak usia 5 bulan, dan dapat terus menghasilkan telur sampai usia mencapai
1,5 sampai 2 tahun. dan yang kedua, ayam mendapat nutrisi cukup. Ayam masih tetap dapat
bertelur sekalipun tidak dibuahi ayam pejantan. Hanya saja, telur yang diasilkan tidak
mengandung emrio, sehingga tidak bisa ditetaskan.hal ini biasanya terjadi pada ayam jenis
petelur, yaitu seperti ayam leghorn ini.

Telur ayam yang telah dikeluarkan, dapat dilihat apakah mengandung embrio [fertil]
atau tidak mengandung embrio [infertil] menggunakan alat teropong telur yang dirancang
khusus. Proses ini dinamakan proses “candling”.

Kesimpulan :

Telur ayam kampung pasti mengandung embrio yang sedang berkembang, karena
sebagian besar ayam kampung dalam proses bertelurnya mengalami fertilisasi oleh ayam
kampung pejantan, sehingga terbentuk zigot pada telur ayam tersebut, dan berkembang
menjadi embrio/bayi ayam. Embrio pada telur ayam berkembang pada lapisan luar yolk. Telur
ini kemudian akan dapat menetas setelah melalui proses pengeraman oleh induk ayam.

Telur ayam leghorn tidak mengandung embrio karena pada umumnya, dalam
prosesnya, telur ayam leghorn tidak mengalami fertilisasi oleh ayam pejantan, sehingga tidak
ada embrio yang berkembang pada telur. Telur ayam leghorn ini pada umumnya adalah jenis
telur ayam konsumsi/komersil. Telur ayam leghorn tetap bisa bertelur, bahkan hampir setiap
hari meskipun tidak ada ayam pejantan, salah satu faktornya yaitu karena nutrisi khusus yang
diberikan untuk ayam petelur. Sehingga ayam leghorn ini dapat bertelur meskipun tidak
dibuahi. Namun, telur ayam leghorn yang tidak dibuahi ini bersifat infertile sehingga tidak
dapat ditetaskan, karena tidak mengandung embrio. Selain itu, karena telur ayam leghorn ini
pada umumnya dipanen setiap hari. Sehingga induk ayam tidak pernah mengerami telur
telurnya.

Sumber : Kusumawati, Asmarani dkk. 2016. Jurnal Sain Veteriner (JSV) : Perkembangan Embrio dan
Penentuan Jenis Kelamin DOC (Day-Old Chicken). Vol 34 (1).

Anda mungkin juga menyukai