Anda di halaman 1dari 2

NAMA : WAODE RIZKY AMALIA

NIM : A062181023

REVIEW RISET PENELITIAN


Judul : Effectiveness Of Fraud Prevention And Detection Techniques In Malaysian Islamic Banks
Author : Rashidah Abdul Rahman dan Irda Syahira Khair Anwar
Penerbit : Procedia - Social and Behavioral Sciences 145 ( 2014 ) 97 – 102. Elsevier.
1. Latar Belakang dan Masalah Penelitian
Survei Penipuan KPMG 2009 telah mengindikasikan bahwa tren terjadinya kecurangan akan meningkat
secara substansial karena krisis ekonomi saat ini seperti yang diperkirakan oleh 89% responden. Skandal
keuangan yang melibatkan Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) juga memicu penelitian ini untuk dilakukan.
Namun, kerugian itu diyakini bukan karena kegagalan prinsip perbankan Islam tetapi merupakan hasil kelalaian
oleh beberapa pejabat seperti yang disebutkan oleh Menteri Keuangan Kedua, Tan Sri Nor Mohamed Yakcop
kepada Parlemen (Netto, 2005). Sebagai hasilnya, BIMB telah membentuk Unit Investigasi Khusus (SIU) untuk
menyelidiki apakah kerugian dan NPL dikontribusikan oleh kesalahan atau karena ketidakpatuhan operasi
perbankan normal (Ahmad, 2009).
Bank adalah pilihan pertama dan tempat terbaik untuk datang, karena peran mereka dalam peningkatan
modal dan intermediasi modal. Menyadari bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh penipuan perbankan sangat
besar, sehingga penelitian ini berfokus pada persepsi bankir di bank-bank Islam. di Malaysia tentang strategi
paling efektif yang digunakan untuk mencegah dan mendeteksi penipuan perbankan. Hingga saat ini, tidak ada
penelitian khusus yang dilakukan untuk menyelidiki persepsi bankir tentang kejahatan penipuan dalam sistem
perbankan Islam khususnya di Malaysia.
Studi ini dipertimbangkan untuk memberikan kontribusi kepada praktisi untuk mengevaluasi pemahaman
dan kesadaran karyawan bank mereka terhadap berbagai jenis strategi mitigasi penipuan serta pengalaman
tentang terjadinya penipuan di dalam bank. Dengan demikian, dengan pengetahuan ini, manajemen bank dapat
meningkatkan program anti-penipuan mereka atau mempertimbangkan kebijakan penipuan organisasi mereka di
masa depan.
2. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang persepsi bankir terhadap efektivitas teknik
pencegahan penipuan dan deteksi di bank-bank Islam Malaysia.
3. Tinjauan Sastra
Menurut (CAQ, 2010), organisasi biasanya menggunakan dua strategi untuk mengurangi risiko penipuan,
pertama dengan menghalangi potensi penipuan dengan memiliki nada etis yang kuat di bagian atas dan
program manajemen penipuan proaktif dan kedua dengan mendeteksi kegiatan penipuan yang telah terjadi.
Sementara itu, beberapa kontrol seperti program whistleblower dapat digunakan untuk mencegah penipuan
dengan kehadiran mereka dan pada saat yang sama dapat membantu mendeteksi insiden penipuan.
Ada banyak strategi pencegahan dan pendeteksian kecurangan yang dapat digunakan untuk mengurangi
kemungkinan terjadinya kecurangan bank. Seperti di era teknologi saat ini, penipuan telah menjadi sangat
kompleks dan bahkan lebih sulit untuk dideteksi, sehingga teknik yang digunakan untuk menghadapinya juga
harus canggih, seperti yang disorot di bawah ini:
a) Pelatihan etika
b) Pengamatan inventaris
c) Hotline penipuan
d) Perlindungan kata sandi
e) Audit berkelanjutan
f) Peningkatan peran komite audit
g) Referensi memeriksa karyawan
h) Penambangan data
3. Metodologi
Studi ini dirancang untuk melibatkan seluruh populasi bank syariah di Malaysia. Per 30 Juni 2011, ada
total 17 bank syariah di Malaysia yang terdiri dari 11 bank lokal dan 6 bank asing sebagaimana dicatat dalam
NAMA : WAODE RIZKY AMALIA
NIM : A062181023

data yang diperoleh dari situs web Bank Sentral (BNM) di www.bnm.gov.my. Para responden untuk survei ini
dipilih secara acak dari tingkat manajerial hingga resmi di Departemen Audit Internal, Departemen Manajemen
Risiko dan Departemen Kepatuhan di kantor pusat bank yang berlokasi di Lembah Klang.
Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk membantu pengumpulan informasi dari responden yang
ditargetkan mirip dengan yang digunakan oleh (Bierstaker et al., 2006; Nabhan dan Hindi, 2009; dan Abu Bakar,
2009). Mirip dengan penelitian yang dilakukan oleh (Idolor, 2010), validitas isi (wajah) dari penelitian ini diuji
pada kuesioner sebelum dikelola.
Kuesioner berisi dua bagian yaitu profil responden, dan efektivitas teknik pencegahan dan deteksi
penipuan (23 pertanyaan) dan efektivitas aplikasi / perangkat lunak komputer untuk pencegahan dan deteksi
penipuan (9 pertanyaan). Para responden diminta untuk menunjukkan pendapat mereka tentang tingkat
keefektifan masing-masing teknik atau strategi berdasarkan pada empat titik skala tipe Likert, yang berkisar dari
"tidak terlalu efektif" (diberi skor 1) menjadi “sangat efektif” (skor 4). Survei yang dikelola sendiri didistribusikan
melalui metode penurunan (mis. pengiriman langsung kuesioner yang dikelola sendiri, diikuti dengan
pengumpulan pribadi). Survei aktual diadministrasikan dari pertengahan Agustus hingga akhir Oktober 2012.
Sebanyak 255 kuesioner dibagikan kepada para bankir di bank-bank Islam lokal dan asing yang beroperasi di
Malaysia. Namun, hanya 146 yang dikembalikan yang mewakili tingkat respons 57,25%.
4. Temuan
Tidak ada organisasi yang kebal dari penipuan terlepas dari apakah itu entitas Islami atau tidak. Penipuan
akan terus terjadi tidak peduli seberapa keras kita berusaha untuk mencegah dan mengekangnya. Meskipun
upaya terbaik oleh manajemen puncak untuk menghilangkan penipuan, tidak ada solusi substansial untuk
penipuan selain menciptakan kesadaran di antara karyawan mereka tentang kegiatan yang dapat dan dapat
dianggap sebagai penipuan dan solusi yang digunakan untuk menghindari dan mendeteksi mereka. Oleh karena
itu, semua komponen pencegahan, pencegahan, deteksi, mitigasi, analisis, kebijakan, investigasi, dan
penuntutan harus secara simultan dilaksanakan sebagaimana digambarkan dalam Teori Siklus Hidup
Manajemen Penipuan agar dapat secara efektif mencegah dan mendeteksi penipuan di dalam bank.
Sebagai upaya untuk melindungi bank syariah, semua metode efektif yang dibahas dalam penelitian ini
sangat disarankan untuk diterapkan di bank. Dengan demikian, bank tidak boleh hanya bergantung pada satu
teknik untuk mengatasi masalah penipuan; sebaliknya harus ada check and balance untuk mengidentifikasi
kelemahan dalam sistem kontrol internal bank dan juga untuk meningkatkan teknik usang ke yang lebih modern
dan canggih. Studi ini sebagian besar akan merekomendasikan penggunaan perangkat lunak perlindungan yang
sangat efektif seperti perlindungan kata sandi, firewall dan perangkat lunak penyaringan untuk dipasang di
sistem komputer berdasarkan temuan yang dibahas sebelumnya. Ini benar-benar berlaku untuk mencegah
kejahatan dunia maya seperti phishing dan penipuan internet lainnya. Namun, untuk berbagai jenis penipuan
seperti penyalahgunaan aset, teknik yang digunakan juga mungkin berbeda. Jenis penipuan ini mungkin akan
meminta pemberitahuan dari strategi seperti pengamatan inventaris dan tindakan keamanan lainnya.
Temuan menunjukkan bahwa perangkat lunak perlindungan / aplikasi sebagai komponen paling efektif
dari teknik pencegahan penipuan. Sementara itu, rekonsiliasi bank, perlindungan kata sandi, dan tinjauan serta
peningkatan kontrol internal merupakan teknik yang paling efektif ketika menilai secara independen.
6. Kelemahan dan Penelitian Lanjutan
Penelitian di masa depan dapat mempertimbangkan mengeksplorasi peran mencegah, mendeteksi dan
menyelidiki penipuan, terutama apakah peran ini harus dipisahkan dalam organisasi, berdasarkan pada
pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penggunaan metode survei disertai dengan penggunaan pendekatan
kualitatif seperti wawancara tatap muka pribadi dapat mendukung temuan dari survei dan meningkatkan
kemampuan untuk memahami cakupan yang dicakup.
Pertanyaan :
1. Seperti yang kita ketahui, bahwa fraud itu sifatnya bukan hanya orang per orang, tapi juga terkadang
berkoalisi. Bagaimana sebenarnya cara penanganannya, apakah pangkas dari atas dulu atau dari bawah ?
2. Kalau memang fraud ini bisa dideteksi, kenapa masih saja sering terjadi ?