Anda di halaman 1dari 22

AKUNTABILITAS KINERJA

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Pengukuran kinerja adalah kegiatan manajemen khususnya membandingkan tingkat kinerja


yang dicapai dengan standar, rencana, atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang
telah ditetapkan Permenpan 53 tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan
kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah.

Pengukuran kinerja ini diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian
kinerja yang berhasil dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Semarang dalam kurun waktu Januari –
Desember 2015.

Tahun 2015 merupakan tahun pertama pelaksanaan dari Rencana Strategis Poltekkes
Kementerian Kesehatan Semarang Tahun 2015–2019. Adapun pengukuran kinerja yang dilakukan
adalah dengan membandingkan realisasi capaian dengan rencana tingkat capaian (target) pada
setiap indikator, sehingga diperoleh gambaran tingkat keberhasilan pencapaian masing-masing
indikator. Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut diperoleh informasi menyangkut masing-
masing indikator, sehingga dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan program/kegiatan di masa
yang akan datang agar setiap program/ kegiatan yang direncanakan dapat lebih berhasil guna dan
berdaya guna.

Selain untuk mendapat informasi mengenai masing-masing indikator, pengukuran kinerja ini
juga dimaksudkan untuk mengetahui kinerja Poltekkes Kemenkes Semarang khususnya
dibandingkan dengan tahun 2014.

Manfaat pengukuran kinerja antara lain untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak
internal dan eksternal tentang pelaksanaan misi organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen IKU dan Penetapan Kinerja.

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Poltekkes Kemenkes Semarang
dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu 1 (satu) tahun. Dalam rangka
mencapai sasaran, perlu ditinjau indikator-indikator Poltekkes Kemenkes Semarang yang telah
ditetapkan. Sasaran Poltekkes Kemenkes Semarang adalah sebagai berikut :

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 34


1. Persentase penyelesaian masa studi sesuai dengan program.

2. Persentase lulusan dengan mendapatkan IPK ≥ 3,00.

3. Persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan,

dihitung dari kegiatan wisuda.

4. Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam 1 tahun.

5. Persentase karya ilmiah yang dipublikasi dalam jurnal (terakreditasi) per tahun.

6. Jenis kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen per tahun.

Besaran target dan realisasi masing-masing indikator sebagaimana tertera pada gambar tabel

berikut ini:

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 35


Tabel 3.1. Target dan Realisasi Kinerja Poltekkes Kemenkes Semarang
Tahun 2015

Target Pencapaian Prosentase


INDIKATOR
SASARAN STRATEGIS KINERJA 2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015

Persentase penyelesaian
Meningkatnya Lulusan masa studi tepat waktu 100% 100% 100% 97,04% 97,93% 89,64% 97,04 97,99 88,97%
Tepat Waktu sesuai dengan program
Meningkatnya persentase Persentase lulusan dengan
peserta didik yang mendapatkan IPK ≥ 3,00
memperoleh indeks prestasi 80% 80% 80% 99,80% 99.85% 88% 99,8 99,85 100
akademik lebih atau sama
dengan 3,00

Meningkatnya penyerapan Persentase lulusan yang


di pasar kerja. memperoleh pekerjaan
dengan masa tunggu
80% 80% 60% 76% 51,56% 61% 76 51,56 61
kurang dari 6 bulan,
dihitung dari kegiatan
wisuda
Meningkatnya jumlah Jumlah penelitian yang
penelitian yang dilakukan dilakukan oleh dosen 75 85 85 107 85 86 143 100 101
dosen dalam 1 tahun
Meningkatnya jumlah Jumlah karya ilmiah
publikasi karya ilmiah yang dipublikasi dalam
45 75 15 60 60 36 133 80 240
jurnal per tahun

Meningkatnya jumlah Jumlah kegiatan


Kegiatan pengabdian pengabdian masyarakat 20 50 50 56 78 95 280 156 190
kepada masyarakat yang dilakukan per tahun

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 36


Gambar 3.1 Perbandingan pencapaian Target sasaran mutu Poltekkes Kemenkes Semarang
Tahun 2013-2015

600

500

400
2013
300 2014
2015
200

100

0
Waktu studi IPK>3 Bekerja 6 bl Penelitian Publikasi Pengabmas
Pertama penelitian

B. Analisis Akuntabilitas Kinerja

Dilihat dari capaian masing-masing indikator, untuk tahun 2015 Poltekkes Kemenkes
Semarang dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab unit organisasi.

Uraian kinerja dari masing-masing indikator sasaran strategis adalah sebagai berikut:

1. Indikator Pertama
Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator
pertama adalah:

Persentase penyelesaian masa studi sesuai dengan program

Sasaran Kegiatan:

Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan sesuai standar pelayanan pendidikan

Kondisi yang dicapai:

Pada tahun 2015 Poltekkes Kemenkes Semarang telah meluluskan sebanyak 1.331
mahasiswa, sedangkan jumlah mahasiswa yang masuk sebanyak 1.496 Sehingga
persentasenya sebagai berikut :

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 37


∑ Mhs yang lulus sesuai program x 100

∑ Mhs yang masuk pada tahun yang sama

Persentase = 1.331 x 100 = 88,97 %


1.496

Gambar 3.2. Perbandingan Wisudawan dan Jumlah Mahasiswa yang masuk pada tahun yang sama di
Poltekkes Kemenkes Semarang Tahun 2014-2015

1800

1600

1400

1200

1000
Wisudawan
800 jml Mahasiswa Masuk

600

400

200

0
2013 2014 2015

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 38


Gambar 3.2. Mahasiswa lulus tepat waktu 2013-2015

2013 2014 2015


Jml JML MHS Jml JML MHS Jml JML MHS
Wisudawan MSK Wisudawan MSK Wisudawan MSK
No. JURUSAN KET ERANGAN
KEPERAWAT AN SEMARANG 57 62 78 78 116 116 D-III Reguler
SEMARANG 87 87 26 28 D-IV Reg / Non Reg.
PURWOKERT O 105 103 97 100 121 125 D-III Reguler
PEKALONGAN 89 93 82 84 89 92 D-III Reguler
1 PEKALONGAN D-III Non Reg
BLORA 82 85 80 84 88 90 D-III Reguler
BLORA D-III Non Reg
MAGELANG 86 91 128 128 84 90 D-III Reguler
MAGELANG 26 26 D-IV Reg / Non Reg.
Jumlah 445 460 552 561 524 541
% 96,74 98,40 97%
KEBIDANAN SEMARANG 92 99 100 99 89 91 D-III Reguler
SEMARANG 96 96 3 D-IV Reg / Non Reg.
SEMARANG D-III Non Reg
MAGELANG 94 97 86 90 90 99 D-III Reguler
2
MAGELANG 98 98 157 157 D-IV Reg / Non Reg.
MAGELANG 89 90 47 47 D-III Non Reg
PURWOKERT O 96 99 92 98 D-III Reguler
BLORA 42 45
Jumlah 469 480 489 492 313 333
% 97,71 99,39 94%
SEMARANG 80 88 89 96 82 87 D-III Reguler
3 GIZI
SEMARANG 27 27 17 17 D-IV Reg / Non Reg.
Jumlah 107 115 106 113 82 87
% 93,04 93,81 94%
SEMARANG 79 84 81 87 93 118 D-III Reguler
4 T RR SEMARANG 67 67 42 41 D-IV Reg / Non Reg.
PURWOKERT O 49 51 81 81 81 82 D-III Reguler
Jumlah 195 202 204 209 174 200
% 96,53 97,61 87%
SEMARANG 177 177 84 88 75 123 D-III Reguler
5 KESEHAT AN GIGI SEMARANG D-III Non Reg
SEMARANG 21 25 2 D-IV Reg / Non Reg.
Jumlah 198 202 86 88 75 123
% 98,02 97,73 61%
PURWOKERT O 95 97 89 96 73 115 D-III Reguler
6 KESLING
PURWOKERT O 16 17 1 1 D-IV Reg / Non Reg.
Jumlah 111 114 90 96 74 115
% 97,37 93,75 64%
7 ANALIS KESH SEMARANG 48 48 82 83 79 79 D-III Reguler
20 20 D-III Non Reguler
Jumlah 48 48 82 83 99 99
% 100,00 98,80 100%
8 RMIK SEMARANG D III Reguler
Jumlah

TO TAL 1.573 1.621 1.609 1.642 1.331 1.496

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 39


Permasalahan:

Sejumlah mahasiswa yang tidak tepat waktu dalam menyelesaikan studi pada program Studi di
Lingkungan Poltekes Semarang disebabkan oleh beberapa faktor :

a. Mahasiswa menjalankan cuti akademik (alasan cuti : karena sakit, karena melahirkan)

b. Mahasiswa keluar dari program studi (dropout) karena :

1) Ketidakberminatan mahasiswa pada program studi yang diikuti, khususnya mereka


yang masuk prodi karena pilihan ke-2 pada saat Sipensimaru.

2) Ketidakberminatan mahasiswa pada program studi yang diikuti, karena diminta


mengikuti jejak orang tua atau saudara.

3) Ketidakmampuan mahasiswa menerima Mata Kuliah eksakta, khususnya mereka


yang berasal dari SMA Non Eksakta.

c. Karena alasan pembiayaan.

Usul Pemecahan masalah:

a. Pengaturan cuti yang selektif dan syarat yang diperketat, baik cuti karena sakit dan atau
alasan lainya.
b. Memberikan bimbingan konseling kepada mahasiswa secara rutin terhadap program
pendidikan yang diikuti dan masa depan yang diharapkan setelah lulus.
c. Memberikan bimbingan dan konseling kepada orang tua dan atau mahasiswa yang
bersangkutan, terhadap studi lanjut mahasiswa dan masa depan mahasiswa.
d. Memperketat syarat calon mahasiswa baru yang mengikuti pendidikan pada prodi tertentu
dengan persyaratan SMA Eksak / IPA.
e. Memasukan mahasiswa yang bersangkutan ke dalam program tugas belajar mahasiswa
Gakin.

2. Indikator Kedua

Persentase lulusan dengan mendapatkan IPK ≥ 3,00

Sasaran Kegiatan:

Meningkatnya prestasi akademik peserta didik yang dicerminkan oleh meningkatnya


prosentase peserta didik yang memperoleh indeks prestasi akademik lebih atau sama dengan
3,00.

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 40


Kondisi yang dicapai:
Pada tahun 2015 Poltekkes Semarang telah meluluskan sebanyak 1.341 mahasiswa
dengan rata – rata IPK 3,31. Tahun 2014 Jumlah IP rata-rata 3,27

Tabel 3.3. IPK Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Tahun 2014-2015

2014 2015
IPK IPK IPK IPK IPK IPK

No Program Studi Jml.Mhs tertinggi terendah rata2 Jml.Mhs tertinggi terendah rata2
1 D III Keperaw atan Semarang 78 3,87 3,2 3,64 116 3,67 3,09 3,38

2 D III Keperaw atan Purw okerto 97 3,89 3,53 3,74 120 3,66 3,05 3,355

3 D III Keperaw atan Pekalongan 82 3,7 3,06 3,42 89 3,53 3,01 3,27

4 D III Keperaw atan Blora 80 3,62 3 3,32 89 3,68 3,08 3,38

5 D III Keperaw atan Magelang 128 3,87 3,19 3,62 84 3,77 3,25 3,51

6 D IV Keperaw atan Semarang 87 3,8 3 3,39 26 3,88 3,52 3,7

7 D IV Keperaw atan Magelang - - - -

8 D III Kebidanan Semarang 100 3,87 2,91 3,53 89 3,85 3,14 3,495

9 D III Kebidanan Magelang 133 3,91 3,67 3,16 90 3,87 3,16 3,515

10 D III Kebidanan Purw okerto 96 3,56 3,83 3,12 92 3,91 3,24 3,575

11 D III Kebidanan Blora 42 3,79 3,35 3,57

12 D IV Kebid Pendidik Smg 3 3,6 3,55 3,58

13 D IV Kebid Komunitas Mgl 157 3,62 2,94 3,32

14 D III Gizi 89 3,5 2,94 3,3 82 3,65 3,00 3,325

15 D IV Gizi 17 3,85 3,35 3,55

16 D III TRR Semarang 81 3,92 2,72 3,64 93 3,91 3,29 3,6

17 D III TRR Purw okerto 81 3,88 3,03 3,68 81 3,9 3,32 3,61

18 D IV Teknik Radiologi 42 3,88 3,42 3,7

19 D III Keperaw atan Gigi 84 3,65 3,09 3,42 75 3,72 3,22 3,47

20 D IV Kepw t Gigi Komunitas 2 3,44 3,43 3,44

21 D III Kesehatan Lingkungan 89 3,88 3,26 3,53 74 3,75 3,21 3,48

22 D IV Kesehatan Lingkungan 1 3,47 3,47 3,47

23 D III Analis Kesehatan 82 3,84 3,3 3,63 99 3,74 3,02 3,38

24 D III RMIK
Jumlah 1609 1341

IPK RATA-RATA 3,49 3,27

IPK TERTINGGI 3,92 3,91

IPK TERENDAH 2,72 3,00

Dari tabel 3.3. terlihat bahwa rata-rata capaian IPK lulusan pada tahun 2015 sebesar 3,27.
Terdapat sedikit penurunan IPK terendah dari semula 3,49 pada tahun 2014 menurun menjadi
3,27 pada tahun 2015. Pada tahun 2015 dari 1.341 lulusan pada 7 (tujuh) Jurusan semuanya
mencapai IPK ≥ 3,00

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 41


didapatkan persentase sebagai berikut :

∑ Lulusan dengan IPK ≥ 3,00 x 100

∑ Semua lulusan pada tahun yang sama

Persentase = 1.341 x 100 = 100 %


1.341

Gambar 3.3. Perbandingan IPK Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Tahun 2014-2015

IPKRata-Rata IPK Tertinggi IPK Terendah

3.92
3.49 3.91

3.27
2.72 3

2014
2015

3. Indikator Ketiga

Prosentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu ≤ 6 bulan, dihitung dari
kegiatan wisuda

Sasaran Kegiatan:

Meningkatnya Persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu kurang dari
6 bulan, dihitung dari kegiatan wisuda, baik bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kondisi yang dicapai:

Jumlah lulusan yang mendapat pekerjaan ≤ 6 bln x 100%


Jumlah lulusan pada tahun yang sama
817 Orang x 100%
1341 Orang
Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 42
= 61 %
Target pada tahun 2015, atas hasil wisuda periode ke- 84, 85 dan ke-86, sebesar 60 %. Capaian
sesuai hasil monitoring lulusan oleh Unit Penjaminan Mutu dan atau Unit Pengembangan Karir
adalah 61%. Pada tahun 2014 sasaran ini mencapai 51,56%

Gambar 3.4. Perbandingan Persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu
kurang dari 6 bulan tahun 2011-2015

80
70
60
50
40
Bekerja 6 bl pertama
30
20
10
0
2011
2012
2013
2014
2015

Indikator ketiga di atas tercapai. Akan tetapi masih banyak permasalahan yang dihadapi dalam
monitoring lulusan.

Permasalahan tersebut antara lain:

1. Pemantauan atas indikator ini menjadi tugas pokok fungsi Unit Pengembangan karir
Poltekes Kemenkes Semarang. Kesulitan yang dihadapi adalah model monitoring lulusan
yang telah dan belum bekerja selama kurun waktu dimaksud. Dimana Unit Pengembangan
karir memberikan bio data dan formulir yang telah diberikan perangko, untuk kiranya
dapat dikembalikan ke Unit setelah yang bersangkutan bekerja atau pemantaun bulan ke
tujuh setelah wisuda. Namun Hal tersebut tidak sepenuhnya berhasil, mengingat tidak
semua lulusan mengirimkan kembali formulir dimaksud.

2. Langkah ke dua yang ditempuh oleh unit carrier dan atau sub unit pengembangan karir di
Jurusan / Prodi adalah melakukan kontak telpon kepada orang tua dan atau lulusan yang
sebelum telah memberikan data kontak person. Hal ini menyulitkan petugas dan cenderung
memakan biaya yang mahal.

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 43


3. Permasalah ke tiga adalah belum seluruhnya prodi atau jurusan melaporkan jumlah
lulusan yang bekerja sejak 6 bulan setelah wisuda, sehingga prosentasi angka menjadi
rendah.

Usul Pemecahan masalah:

Dibentuk suatu jaringan informasi terpadu yang memonitor keberadaan Lulusan, dimana setiap
lulusan diberikan sebuah Nomor ID tertentu. Pada saat melamar pekerjaan Nomor ID tersebut
harus tercantum dalam sistem aplikasi penerimaan pegawai, yang terhubung dengan server
Pusrengunakes dan atau server Poltekes masing-masing, sehingga monitoring lulusan dan
tempat bekerja dapat diketahui.

4. Indikator Keempat

Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi
indikator keempat adalah:

Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam 1 tahun

Sasaran Kegiatan:

a. Tersedianya sumber – sumber pembiayaan penelitian dan pengembangan teknologi


kesehatan
b. Peningkatan jumlah pengajuan proposal dan realisasi penelitian yang dilaksanakan oleh
dosen.

Kondisi yang dicapai:

Pada tahun 2015 telah dilakukan penelitian sebanyak 86, dimana setiap penelitian dilakukan
oleh 3 (tiga) dosen peneliti.

Permasalahan:

Proses penelitian yang berbasis tahun anggaran kurang cukup waktu.

Usul Pemecahan masalah:

Dibuat Kategori penelitian untuk beberapa dosen, misalnya kategori pembinaan (untuk dosen
pemula), kategori penelitian bersaing ( untuk kategori dosen senior atau dosen yang tiga tahun
berturut-turut lulus seleksi proposal), kategori riset unggulan, dll.
Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 44
Gambar 3.5 Perbandingan jumlah penelitian tahun 2011-2015

150

100

Jml Penelitian
50

0
2011 2012
2013
2014
2015

5. Indikator Kelima
Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator
keenam adalah:

Persentase karya ilmiah yang dipublikasi dalam jurnal (terakreditasi) per tahun

Sasaran Kegiatan:

Peningkatan jumlah naskah publikasi penelitian melalui jurnal regional dan nasional serta
seminar hasil penelitian.
Kondisi yang dicapai:

Pada tahun 2015 telah dicapai penelitian yang dipublikasikan sebanyak 36 (Tiga Puluh Enam)
penelitian dari target sebesar 15 (Lima Belas) naskah publikasi atau dengan capaian 240 %.
Pada tahun 2014 juga tercapai sebanyak 60 penelitian

Permasalahan:

Terbatasnya serta sulitnya penerbitan jurnal yang terakreditasi

Usul Pemecahan masalah:

Unit Penelitian dan pengabdian masyarakat, mencari terobosan pada Jurnal ilmiah lainya ,
untuk publikasi penelitian dosen.
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat agar mengusahakan Jurnal dapat terakreditasi
secara nasional sehingga dosen tidak kekurangan angka kredit dari unsur penelitian.

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 45


Gambar 3.6 Publikasi hasil penelitian penelitian tahun 2011-2015

70
60
50
40
Publikasi penelitian
30
20
10
0
2011 2012 2013 2014 2015

6. Indikator ke enam
Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator
keenam adalah:

Jenis kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan per tahun

Sasaran Kegiatan : Penyuluhan, pendidikan kesehatan, penerapan hasil-hasil penelitian,


pemeriksaan ibu hamil, balita, anak sekolah, dan khitanan massal, pemberantasan sarang
nyamuk, senam ibu hamil dan lansia dll

Kondisi yang dicapai:

Kegiatan tersebut dapat terlaksanakan 95 (Sembilan Puluh Lima) kali dalam satu tahun dari
target sebesar 50 kegiatan atau dengan capaian 190 %. Pada tahun 2014 tercapai sebanyak 78
kegiatan

Permasalahan:

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen, masih banyak dikoordinir dan
dilaksanakan oleh Jurusan dan prodi masing-masing dan belum menjadi bagian program atau
perencanaan dari Unit UP2M Poltekkes Semarang. Hal ini disebabkan oleh luasnya wilayah
Prodi yang ada di Poltekkes Semarang, sehingga apabila kegiatan Pengabdian masyarakat di
pusatkan dalam satu wilayah, akan merepotkan dosen yang wilayahnya jauh dari tempat
pengabdian masyarakat.

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 46


Usul Pemecahan masalah:

Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurusan / Prodi merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari program pengabdian masyarakat UP2M Poltekes Semarang.
UP2M Menerbitkan buku panduan Pengabmas bagi Prodi di lingkungan Poltekkes Kemenkes
Semarang.

Gambar 3.7 Kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2011-2015

100
90
80
70
60
50 Pengabmas
40
30
20
10
0
2011 2012 2013 2014 2015

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 47


Mutu manfaat kepada masyarakat

Indikator:

1. Indeks Kepuasan Masyarakat

HASIL SURVEY KEPUASAN PELANGGAN INTERNAL


POLTEKKES KEMENKES SEMARANG TAHUN 2015
Tabel. 3.4. Kepuasan Mahasiswa

No Program Studi Budaya Organisasi Kinerja Kepuasan


1 D III Kebidanan Purwokerto 4,36 Setuju 3,9 Baik 3,74 Puas
2 D IV TRR Semarang 4,18 Setuju 3,86 Baik 3,47 Cukup Puas
3 D III TRR Semarang 4,24 Setuju 3,71 Baik 3,52 Puas
4 D III Keperawatan Blora 4,25 Setuju 3,56 Baik 2,99 Cukup Puas
5 D IV Keperawatan Gigi 4,44 Setuju 3,53 Baik 3,28 Puas
6 D III Keperawatan Gigi 4,23 Setuju 3,5 Baik 3,35 Puas
7 D IV Gizi 4,16 Setuju 3,53 Baik 2,84 Cukup Puas
8 D III Gizi 4,25 Setuju 3,51 Baik 2,74 Cukup Puas
9 D IV Kebidanan Semarang 4,38 Setuju 3,59 Baik 3,71 Puas
10 D III Kebidanan Semarang 4,21 Setuju 3,59 Baik 3,4 Cukup Puas
11 D III Kebidanan Magelang 4,25 Setuju 3,62 Baik 3,73 Puas
12 D IV Kebidanan Magelang 4,36 Setuju 3,63 Baik 3,46 Cukup Puas
13 D III Kesehatan Lingkungan 4,27 Setuju 3,48 Cukup Baik 3,32 Cukup Puas
14 D IV Kesehatan Lingkungan 4,36 Setuju 3,58 Baik 3,61 Puas
15 D III Analis Kesehatan 4,29 Setuju 3,51 Baik 3,28 Cukup Puas
16 D III Rekam Medik 4,26 Setuju 3,49 Cukup Baik 3,44 Cukup Puas
17 D III Keperawatan Magelang 4,34 Setuju 3,52 Baik 3,31 Cukup Puas
18 D III Keperawatan Pekalongan 4,31 Setuju 3,45 Cukup Baik 3,03 Cukup Puas
19 D III TRR Purwokerto 4,38 Setuju 3,6 Baik 3,48 Cukup Puas
20 D III Keperawatan Purwokerto 4,46 Setuju 4,09 Baik 4,2 Puas
21 D III Keperawatan Semarang 4,42 Setuju 3,7 Baik 3,5 Cukup Puas
22 D IV Keperawatan Semarang 4,48 Setuju 3,5 Baik 3,77 Puas
23 Poltekkes Kemenkes Semarang 4,31 Setuju 3,61 Baik 3,42 Cukup Puas

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 47


Tabel. 3.5. Kepuasan Dosen

No Program Studi Budaya Organisasi Kinerja Kepuasan


1 Kebidanan Purwokerto 4,68 Sangat Setuju 3,71 Baik 3,64 Puas
2 Kebidanan Blora 4,64 Sangat Setuju 4,13 Baik 3,58 Puas
3 TRR Semarang 4,4 Setuju 3,65 Baik 3,65 Puas
4 Keperawatan Blora 4,31 Setuju 4,04 Baik 3,92 Puas
5 Keperawatan Gigi 4,3 Setuju 3,93 Baik 3,88 Puas
6 Gizi 4,44 Setuju 3,83 Baik 3,65 Puas
7 Kebidanan Semarang 4,48 Setuju 3,65 Baik 3,89 Puas
8 Kesehatan Lingkungan 4,47 Setuju 4 Baik 4,13 Puas
9 Analis Kesehatan 4,63 Sangat Setuju 3,84 Baik 3,79 Puas
10 Rekam Medik 4,71 Sangat Setuju 3,81 Baik 3,96 Puas
11 Keperawatan Magelang 4,05 Setuju 3,79 Baik 3,86 Puas
12 Keperawatan Pekalongan 4,44 Setuju 4,04 Baik 3,69 Puas
13 TRR Purwokerto 4,98 Sangat Setuju 3,67 Baik 3,44 Cukup Puas
14 Keperawatan purwokerto 4,61 Sangat Setuju 4,02 Baik 2,9 Cukup Puas
15 Poltekkes Kemenkes Semarang 4,43 Setuju 3,85 Baik 3,69 Puas

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 48


Tabel. 3.5.Kepuasan Karyawan

No Program Studi Budaya Organisasi Kinerja Kepuasan


1 Direktorat 4,34 Setuju 3,66 Baik 4,06 Puas
2 D III Kebidanan Purwokerto 4,25 Setuju 3,79 Baik 3,81 Puas
3 D III Kebidanan Blora 4,5 Setuju 3,38 Cukup Baik 4 Puas
4 TRR Semarang 4,21 Setuju 4,03 Baik 3,83 Puas
5 D III Keperawatan Blora 4,11 Setuju 3,81 Baik 3,71 Cukup Puas
6 Keperawatan Gigi 3,99 Setuju 3,63 Baik 3,25 Cukup Puas
7 Gizi 3,04 Cukup Setuju 3,83 Baik 3,5 Cukup Puas
8 Kebidanan Semarang 4,19 Setuju 3,83 Baik 3,82 Puas
9 Kesehatan Lingkungan 4,56 Sangat Setuju 3,93 Baik 3,98 Puas
10 Analis Kesehatan 4,5 Setuju 3,19 Cukup Baik 3,29 Puas
11 Rekam Medik 4,52 Sangat Setuju 3 Cukup Baik 3,21 Puas
12 Keperawatan Pekalongan 4,16 Setuju 4,06 Baik 3,38 Cukup Puas
13 TRR Purwokerto 4,18 Setuju 3,38 Cukup Baik 3 Cukup Puas
14 Keperawatan purwokerto 4,64 Sangat Setuju 4,15 Baik 3,95 Puas
15 Poltekkes Kemenkes Semarang 4,31 Setuju 3,76 Baik 3,73 Puas

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 49


A. Kepuasan Stakeholder

Tingkat kepuasan stakeholder terhadap lulusan Poltekkes Kemenkes Semarang berada pada
kategori “cukup”. Dengan komponen tingkat kepuasan tertinggi pada integritas dan terendah
pada komponen pengembangan diri.

Kesimpulan:

1. Variabel budaya organisasi yang berpengaruh terhadap kinerja sivitas akademika dalam
implementasi Sistem Penjaminan Mutu perguruan tinggi di Poltekkes Semarang adalah Inovasi
dan keberanian mengambil resiko, perhatian pada hal-hal rinci, berorientasi pada orang dan
stabilitas.

2. Variabel budaya organisasi yang paling berpengaruh terhadap kinerja sivitas akademika dalam
implementasi Sistem Penjaminan Mutu Poltekkes Kemenkes adalah stabilitas

3. Variabel budaya organisasi yang berpengaruh terhadap kepuasan sivitas akademika terhadap
implementasi Sistem Penjaminan Mutu di Poltekkes Kemenkes Semarang adalah perhatian
pada hal-hal rinci, berorientasi pada orang dan stabilitas.

4. Variabel budaya organisasi yang paling berpengaruh terhadap kepuasan sisvitas akademika
terhadap implementasi Sistem Penjaminan Mutu di Poltekkes Kemenkes Semarang adalah
perhatian pada hal-hal rinci.

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 50


C. REALISASI ANGGARAN
Dalam pencapaian sasaran kinerja di atas, tentulah menggunakan sejumlah anggaran yang
nantinya akan dipertanggungjawabkan sesuai dengan penggunaannya. Selama tahun 2011
sampai dengan 2015, anggaran ini mengalami mengalami sejumlah perubahan. Perubahan ini
terjadi dikarenakan adanya penambahan fasilitas yang nantinya dipergunakan untuk
mendukung pencapaian sasaran mutu.
Perbandingan jumlah anggaran beserta realisasinya selama Lima tahun terakhir dapat kita lihat
pada tabel 3.6 berikut ini
Tabel 3.6 Anggaran kegiatan dan realisasi tahun 2011-2015

No Tahun Anggaran Realisasi

1 2011 85.690.342.000 78.943.949.135


2 2012 96.182.296.000 87.472.772.189
3 2013 151.856.929.000 136.161.073.253
4 2014 106.306.345.000 99.688.442.000
5 2015 103.711.406.000 100.037.004.379
Total 543.747.318.000 502.303.240.956

Gambar 3.8 Perbandingan anggaran kegiatan tahun 2011-2015

160,000,000,000
140,000,000,000
120,000,000,000
100,000,000,000
Anggaran
80,000,000,000
Realisasi
60,000,000,000
40,000,000,000
20,000,000,000
0
2011 2012 2013 2014 2015

Pada awal tahun 2015, anggaran Poltekkes Semarang berjumlah Rp. 96.652.613.000. Dalam
pelaksanaannya, DIPA Poltekkes Semarang mengalami 5 kali revisi. Hal ini disesuaikan dengan

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 51


kebutuhan yang ada. Berikut data revisi selama 4 tahun terakhir. Pada revisi ke 5, jumlah dana
anggaran sebesar Rp. 103.711.406.000.

Uraian 2012 2013 2014 2015


Revisi 1. 03-02-2012 1. 19-03-2013 1. 14-01-2014 1. 06--03-2015
DIPA (79.334.514.000) (122.227.710.000) (87.483.974.000) (96.652.613.000)
2. 04-06-2012 2. 17-04-2013 2. 11-04-2014 2. 09-07-2015
(81.182.296.000) (142.227.710.000) (87.483.974.000) (98.377.613.000)
3. 30-10-2012 3. 02-07-2013 3. 06-08-2014 3. 23-10-2015
(96.182.296) (148.653.306.000) (90.883.974.000) (101.905.340.000)
4. 16-10-2013 4. 09-09-2014 4. 31-12-2015
(152.306.929.000) (101.879.319.000) (102.634.219.000)
5. 16-12-2013 5. 13-11-2014 5. 12-01-2016
(152.306.929.000) (101.879.319.000) (103.711.406.000)
6. 31-12-2014
(102.573.769.000)
7. 31-12-2014
(106.306.345.000)

Realisasi anggaran tahun Politeknik Kesehatan Semarang tahun 2015 sebesar Rp. 100.037.004.379
dari jumlah anggaran sebesar Rp. 103.711.406.000 atau 96,68%. Dengan komposisi sebagai berikut:

No Jenis Belanja Anggaran Realisasi


1 Belanja Pegawai 42.307.107.000 42.157.153.206
2 Belanja Barang 42.579.930.000 49.470.457.231
3 Belanja Modal 18.824.369.000 8.409.393.942
Jumlah 103.711.406.000 100.037.004.379

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 52


REALISASI ANGGARAN TERKAIT CAPAIAN SASARAN TAHUN 2015

REALISASI ANGGARAN 2015


Gaji Barang Modal TOTAL
MAK ANGGARAN REALISASI ANGGARAN REALISASI ANGGARAN REALISASI ANGGARAN REALISASI
2079.036 806.000.000 753.671.800 806.000.000 753.671.800
2079.994 42.307.107.000 42.157.153.206 18.988.575.000 18.674.158.202 61.295.682.000 60.831.311.408
5034.001 268.560.000 172.991.900 268.560.000 172.991.900
5034.002 835.625.000 550.318.300 835.625.000 550.318.300
5034.003 206.960.000 164.751.800 206.960.000 164.751.800
5034.004 178.060.000 39.244.300 178.060.000 39.244.300
5034.005 150.000.000 148.500.000 150.000.000 148.500.000
5034.007 2.601.484.000 2.548.860.032 2.601.484.000 2.548.860.032
5034.010 3.789.259.000 3.155.085.300 3.789.259.000 3.155.085.300
5034.011 534.550.000 533.210.000 534.550.000 533.210.000
5034.012 250.000.000 244.500.000 250.000.000 244.500.000
5034.014 530.805.000 186.842.600 530.805.000 186.842.600
5034.016 1.538.907.000 1.400.330.354 1.538.907.000 1.400.330.354
5034.017 115.840.000 115.840.000 -
5034.018 783.395.000 773.581.000 783.395.000 773.581.000
5034.019 393.400.000 361.905.075 393.400.000 361.905.075
5034.020 472.500.000 470.050.000 472.500.000 470.050.000
5034.022 100.000.000 95.789.000 100.000.000 95.789.000
5034.024 172.800.000 158.400.000 172.800.000 158.400.000
5034.026 12.995.941.000 12.781.223.933 12.995.941.000 12.781.223.933
5034.027 3.677.360.000 3.383.315.955 3.677.360.000 3.383.315.955
5034.028 4.737.268.000 4.242.882.594 4.737.268.000 4.242.882.594
5034.029 913.414.000 861.048.020 913.414.000 861.048.020
5034.032 1.175.190.000 1.154.225.500 1.175.190.000 1.154.225.500
5034.033 976.705.000 857.938.498 976.705.000 857.938.498
5034.038 782.295.000 778.263.550 782.295.000 778.263.550
5034.040 2.164.975.000 2.162.585.150 2.164.975.000 2.162.585.150
5034.043 297.943.000 296.400.500 297.943.000 296.400.500
5034.997 966.488.000 929.777.810 966.488.000 929.777.810
Jumlah 42.307.107.000 42.157.153.206 52.206.518.000 49.470.457.231 9.197.781.000 8.409.393.942 103.711.406.000 100.037.004.379

Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 53


Laporan Kinerja Politeknik Kesehatan Semarang 2015 Page 29