Anda di halaman 1dari 8

PERJANJIAN KERAHASIAAN

(NON DISCLOSURE AGREEMENT)


ANTARA
PT. XXXX
DENGAN
PT. ELECTRONIC DATA INTERCHANGE INDONESIA
DALAM KERJA SAMA JASA PENYELENGGARAAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN
BERBASIS KOMPUTER (IT INVENTORY) UNTUK PENGUSAHA GUDANG BERIKAT
ATAU PDGB (GB INVENTORY)

NO. ........

Perjanjian Kerahasiaan (Non Disclosure Agreement) ini (untuk selanjutnya disebut


sebagai “Perjanjian Kerahasiaan”) dibuat dan ditandatangani pada tanggal .........
bulan ............ tahun 2015 (Dua Ribu Lima Belas) dan antara:

I. PT. XXXX berkedudukan di jalan ............., Jakarta, suatu Perseroan yang


didirikan berdasarkan Akta Nomor xxxxxxxxx yang dibuat oleh dan dihadapan
xxxxxxxxx Notaris di Jakarta, dalam hal ini diwakili oleh XXXXXXXXXXXXX,
selaku Direktur XXXXXXXXXXX dari dan oleh karena itu bertindak untuk dan
atas nama PT. XXXXXXX berdasarkan Akta Nomor xxxxxxxx yang dibuat oleh
dan dihadapan xxxxxxxxxxx, SH, Notaris di Jakarta, selanjutnya disebut PIHAK
PERTAMA.
dan
II. PT. EDI INDONESIA suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan
hukum negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta, berdasarkan Akta
Akta Pendirian Perusahaan No. 1 tanggal 1 Juni 1995 yang dibuat oleh Notaris
Ny. Sulami Mustafa, SH di Jakarta, telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
dengan SK No. C2-9572HT.01.01.Th.95 tanggal 3 Agustus 1995, dan
sebagaimana beberapa kali telah diubah terakhir dengan Akta No. 12 tanggal 3
Oktober 2012 yang dibuat oleh Adi Triharso, SH., Notaris di Jakarta yang telah
tercatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.10-36521
tanggal 8 Oktober 2012, dalam hal ini diwakili oleh XXXXXXXXXXXXX, selaku
Direktur XXXXXXXXXXX dari dan oleh karena itu bertindak untuk dan atas
nama PT ELECTRONIC DATA INTERCHANGE, selanjutnya disebut PIHAK
KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA selanjutnya secara bersama-sama disebut


sebagai “PARA PIHAK”.

PARA PIHAK dengan ini menjelaskan dan menyatakan sebagai berikut:


a. Bahwa PIHAK PERTAMA adalah badan hukum berbentuk perseroan terbatas
yang didirikan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia yang bergerak
di bidang ...........
b. Bahwa PIHAK KEDUA adalah badan hukum berbentuk perseroan terbatas
yang bergerak di bidang Jasa Pertukaran Data Elektronik.
c. Bahwa PIHAK PERTAMA menggunakan jasa pelayaan pertukaran data
elektronik dari PIHAK KEDUA.
d. Bahwa PARA PERTAMA bermaksud untuk mengungkapkan suatu informasi
yang bersifat rahasia berhubungan dengan pelayanan jasa yang diterima dari
PIHAK KEDUA, oleh karena itu terdapat informasi-informasi tertentu yang
harus disampaikan dan tidak bersifat publik atau bersifat rahasia, termasuk
tetapi tidak terbatas pada semua analisa, kompilasi, data, penelitian atau
dokumen-dokumen lain yang dimiliki PIHAK PERTAMA (selanjutnya disebut
“Informasi Rahasia”),
e. Bahwa PARA PIHAK menjamin bahwa informasi yang diberikan dan
disampaikan baik secara lisan, tertulis, grafik atau yang disampaikan melalui
media elektronik atau informasi dalam bentuk lainnya selama berlangsungnya
pembicaraan dan/atau selama pelaksanaan kerjasama akan dijaga
kerahasiannya dari pihak ketiga maupun pihak terafiliasi dari PARA PIHAK
dan akan dipergunakan hanya untuk kepentingan PARA PIHAK.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas PARA PIHAK dengan ini menyatakan dan
setuju untuk membuat dan menandatangani Perjanjian Kerahasiaan dengan syarat-
syarat dan ketentuan sebagaimana diatur di bawah ini:
Pasal 1
Informasi Rahasia

Untuk kepentingan Perjanjian ini, definisi dari “Informasi Rahasia” adalah sebagai
berikut:
a. Setiap informasi mengenai atau yang berhubungan dengan pemberi, anak
perusahaannya, pelanggannya, dan kegiatan usahanya serta operasionalnya,
yang disampaikan atau diungkapkan oleh Pemberi kepada Penerima baik
secara lisan, tertulis, grafik, magnetik, elektronik atau dalam bentuk lain, baik
secara langsung maupun tidak langsung;
b. Setiap informasi mengenai atau yang berhubungan dengan transaksi,
ketentuan transaksi, perjanjian yang mengatur transaksi, ketentuan perjanjian
yang mengatur transaksi dan setiap dokumen yang terkait dengan transaksi
yang diberikan secara langsung ataupun tidak langsung, oleh pemberi kepada
penerima sehubungan dengan atau dalam hal terkait dengan transaksi;
c. Segala komunikasi antara para pihak, baik secara lisan maupun tulisan yang
diketahui atau semestinya diketahui oleh para pihak untuk menjadi rahasia
atau menjadi milik perusahaan secara alami, dan yang dibuat di dalam
serangkaian diskusi atau pekerjaan lain yang dilakukan diantara para pihak.

Pasal 2
Ruang Lingkup Perjanjian

(1) Perjanjian kerahasiaan ini hanya untuk keperluan melindungi informasi dan
bukan merupakan suatu perjanjian kerjasama, persekutuan, usaha bersama,
atau untuk mendirikan suatu bentuk perusahaan atau suatu jenis entitas.
(2) Tidak satupun yang terdapat dalam perjanjian kerahasiaan ini yang
merupakan:
a. Kewajiban bagi PIHAK PERTAMA untuk mengungkapkan atau bagi PIHAK
KEDUA untuk menerima informasi tersebut, kecuali jika informasi tersebut
diperlukan untuk pelaksanaan Perjanjian Kerjasama.
b. Memberikan jaminan kepada salah satu pihak suatu izin, baik yang
dinyatakan secara langsung ataupun tidak secara langsung, untuk suatu
hak paten, hak cipta, rahasia dagang atau hak kekayaan intelektual
lainnya yang pada saat ini atau selanjutnya dimiliki, diperoleh atau
diberikan izin oleh pihak lainnya.
(3) Semua bentuk ataupun informasi dan data dalam bentuk apapun, termasuk
namun tidak terbatas kepada dokumen‐dokumen, gambar‐gambar, spesifikasi‐
spesifikasi, prototipe‐prototipe, contoh‐contoh dan hal lain‐lain yang serupa
yang didapatkan dalam Perjanjian Kerahasiaan ini oleh PARA PIHAK akan tetap
menjadi milik dari PIHAK PERTAMA dan semua hak atas kekayaan intelektual
terhadap informasi tersebut akan tetap menjadi milik PIHAK PERTAMA.
(4) Suatu Informasi tidak akan dianggap sebagai milik pihak lain, dan pihak yang
menerima Informasi tersebut tidak akan memiliki kewajiban sehubungan
dengan sesuatu informasi, yang mana informasi tersebut:
a. diketahui atau telah diketahui secara umum tanpa disebabkan adanya
suatu tindakan yang salah dari pihak yang menerima informasi; atau
b. telah diberitahukan kepada pihak yang menerima sebagaimana
dibuktikan dengan bukti yang sah sehubungan dengan hal itu; atau
c. telah disetujui untuk diberitahukan melalui persetujuan tertulis
sebelumnya oleh pihak yang mengungkapkan informasi; atau
d. secara sah diterima oleh pihak yang menerima dan suatu pihak ketiga
tanpa adanya suatu batasan ataupun pelanggaran terhadap Perjanjian
Kerahasiaan ini; atau
e. secara independen dihasilkan oleh pihak yang menerima tanpa
mempergunakan Informasi rahasia tersebut.

Pasal 3
Jangka Waktu

Perjanjian Kerahasiaan ini berlaku sejak tanggal sebagaimana tersebut di atas,


semua informasi-informasi rahasia yang telah diberikan oleh PARA PIHAK akan
selalu menjadi rahasia dan mengikat PARA PIHAK tanpa memandang pemutusan
dan/atau berakhirnya Perjanjian Kerjasama.

Pasal 4
Kewajiban Para Pihak
(1) Para pihak berkewajiban untuk:
a. mempergunakan paling tidak dengan tingkat usaha perlindungan terhadap
Informasi tersebut sebagaimana pihak yang menerima akan melakukannya
untuk menjaga Informasi rahasia miliknya sepanjang bahwa tingkat
perlindungan yang diberikan cukup layak untuk mencegah adanya
pengungkapan yang tidak tepat atau penggunaan yang tidak sah atas
Informasi tersebut;
b. membatasi akses terhadap Informasi tersebut kepada para pegawainya
yang memiliki kepentingan untuk mengetahui Informasi tersebut dan
memberitahukan kepada para pegawainya yang telah memperoleh
informasi tersebut mengenai kewajibankewajiban mereka menurut
Perjanjian Kerahasiaan ini, dan
c. atas penemuan sesuatu pengungkapan yang tidak tepat atau penggunaan
yang tidak sah atas Informasi tersebut maka dengan segera akan
melakukan usaha‐usaha yang layak untuk mencegah sesuatu
pengungkapan atau penggunaan yang tidak benar lebih lanjut terhadap
informasi tersebut
(2) Pihak yang menerima akan mempergunakan Informasi milik pihak yang
mengungkapkan informasi tersebut hanya untuk tujuan pelaksanaan Perjanjian
Kerjasama.
(3) Pihak yang menerima informasi tidak akan mengungkapkan kepada pihak
ketiga maupun pihak terafiliasi atas sesuatu Informasi rahasia yang telah
diterimanya berdasarkan Pejanjian Kerahasiaan ini baik secara keseluruhan
ataupun sebagian selama Periode Perjanjian Kerahasiaan ini dan menyatakan
bahwa kewajiban tentang kerahasiaan tersebut akan tetap berlaku dalam hal
pengakhiran Perjanjian Kerahasiaan ini.
(4) Kewajiban berdasarkan bagian ini tetap berlaku setelah berakhirnya atau
penghentian lebih awal perjanjian kerjasama yang bersangkutan.

Pasal 5
Keamanan Informasi Rahasia

(1) PARA PIHAK melaksanakan dan menjaga pengendalian dan langkah-langkah


keamanan yang diperlukan untuk melindungi data rahasia dari akses,
kehilangan, penghancuran, pengungkapan atau penggunaan tidak resmi.
(2) Bilamana salah satu pihak dihadapkan dengan sesuatu tindakan hukum untuk
mengungkapkan informasi rahasia yang telah diterimanya maka pihak
penerima informasi dengan segera harus memberitahukannya kepada pihak
pemberi informasi melalui pemberitahuan secara tertulis. Jika pihak pemberi
informasi menolak untuk mempermasalahkan pengungkapan tersebut, maka
pihak penerima informasi dapat melanjutkan untuk mengungkapkan informasi
tersebut atas pilihannya sendiri.

Pasal 6
Jangka Waktu Penyimpanan Informasi Data

(1) PIHAK PERTAMA dapat mengunduh (download) informasi/data yang berusia


maksimal 5 (lima) tahun.
(2) PIHAK KEDUA wajib menyimpan informasi.data yang dikirim dan/atau diterima
oleh PIHAK PERTAMA melalui sistem GBInventory dalam jangka waktu selama
jangka waktu pelaksanaan PEKERJAAN, setelah itu wajib menghapus
informasi/data yang berusia lebih dari 5 tahun.
(3) Sebagaimana dimaksud ayat (2) bahwa PIHAK KEDUA dapat menghapus
informasi/data PIHAK PERTAMA segera setelah memberikan backup
informasi/data kepada PIHAK PERTAMA disertakan dengan Berita Acara
Penghapusan Data
(4) Atas permintaan dari PIHAK PERTAMA atau setelah berakhirnya Perjanjian
Kerjasama, yang mana yang terlebih dahulu, PIHAK KEDUA akan berhenti
untuk mempergunakan Informasi yang diterimanya dari PIHAK PERTAMA dan
akan memusnahkan semua Informasi tersebut, termasuk sesuatu salinan dari
Informasi tersebut, akan melengkapinya dengan suatu pemberitahuan tertulis
mengenai pemusnahan terhadap Informasi tersebut kepada PIHAK PERTAMA
atau atas permintaan PIHAK PERTAMA, akan mengembalikan informasi
tersebut kepada PIHAK PERTAMA.
Pasal 7
Biaya

Masing-masing pihak akan menanggung semua biaya-biaya dan pengeluaran yang


diadakan oleh PARA PIHAK tersebut agar sesuai dengan Perjanjian Kerahasiaan ini.
Pasal 8
Penambahan dan Perubahan

Perjanjian ini tidak dapat ditambah ataupun diubah kecuali dengan persetujuan
tertulis PARA PIHAK. Perubahan atau penambahan harus dimuat dalam bentuk
perjanjian terpisah dan ditandatangani oleh pihak yang berwenang dari masing-
masing pihak.
Pasal 9
Penyelesaian Perselisihan
(1) Bila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, maka
PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut di Indonesia
dengan cara musyawarah.
(2) Jika PARA PIHAK tidak mencapai mufakat dalam menyelesaikan seluruh
perselisihan yang timbul, maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan
melalui Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pasal 10
Lain-lain

(1) PARA PIHAK termasuk pihak ketiga yang diserahkan pelaksanaan pekerjaan
akan menjamin dan menjaga seluruh pegawai/karyawannya untuk saling
melindungi informasi yang diterimanya atau didapatnya dengan jalan apapun
sebagai rahasia.
(2) Segala ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dalam Perjanjian Kerahasiaan
ini berlaku mengikat bagi pihak-pihak yang menandatangani dan pengganti-
penggantinya.
(3) PARA PIHAK setuju untuk melaksanakan PERJANJIAN dengan dilandasi itikad
baik dan jujur.
Pasal 11
Penutup
Perjanjian ini merupakan keseluruhan perjanjian antara Para Pihak dan
menggantikan perjanjian-perjanjian lain yang telah dibuat, baik lisan maupun tulisan
antara para pihak.

Demikian Perjanjian Kerahasiaan ini dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak,
pada hari, tanggal, bulan dan tahun sebagaimana tersebut diatas rangkap 2 (dua),
semuanya bermaterai cukup, masing-masing berkekuatan hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA