Anda di halaman 1dari 11

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA

LABORATORIUM TEKNOLOGI FARMASI JURNAL


PRAKTIKUM TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN SOLID
SEMESTER 1V - 201
Reguler Pagi A 2017

Kelompok 1

Zat aktif : Acefylline Piperazin


Jumlah tablet : 40.000
Dosis dan alasan pemilihan dosis : 250 mg
Metode Pembuatan : Granulasi kering

1. PREFORMULASI
1.1 Nama zat aktif : Acefylline Piperazin

Struktur :

(Team, Martindale. 2009. Edisi VI. hal 1114)

Pemerian : Gumpalan atau lempeng, putih atau hampir putih, bau seperti
amonia.

Kelarutan : larut dalam air dan dalam etanol, tidak larut dalam eter.

(Farmakope Indonesia.1995. Edisi IV, hal 676)

Sediaan yang ada di pasaran : Etapylin tablet 250mg


(ISO. 2005. Volume 10.2005. hal 288)

Dosis yang ditentukan : 250 mg

Penggunaan terapi :

a. Acefylline Piperazine mempunyai efek farmakologi bronchodilator


(The Merk Index. 1996. Volume I. Hal 25)

b. Piperazin sendiri termasuk antagonis reseptor H1 (AH1) yang


menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus dan
bermacam-macam otot polos.

(Farmakologi dan Terapi. 2012. Edisi V)

1.2 Informasi aspek farmakologi


Acefylline piperazin termasuk golongan metilxantin, dan merupakan
derivat dari teofiln. Acefylline piperazine mempunyai efek farmakologi yang
sam dengan teofilin. Uji farmakokineti menunjukkan bahwa Acefylline
piperazin mempunyai efek kerja pada :
a. Sistem respirasi :
Merelaksasi otot-otot polos bronci meningkatkan amplitude dan irama
pernafasan Cheyne stockes, bronkodilator.
b. Sistem kardiovaskular :
Meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung serta output dari
jantung dan pembuluh darah koroner.
(ISO Farmakoterapi. 2009)

1.3 Zat tambahan


1.3.1 Dextrin (C6H10O5)
Rumus kimia
Pemerian : Dextrin adalah pati jagung, kentang, atau singkong yang
terhidrolisis sebagian. Dextrin berwarna putih pucat,
kuning atau coklat dengan bau yang sedikit khas.
Kegunaan dalam formula : Diluent (pengisi)
pH : 2,8-8,0.
(Handbook of Pharmaceutival Exipient 6th Ed 2000, hal 220)

1.3.2 Starch, pregelantinized


Rumus kimia : (C6H10O5)n
Pemerian : Serbuk kasar, agak halus, putih, tidak berbau dan
memiliki sedikit karakteristik rasa.
Kegunaan dalam formula : Disintegran (penghancur) 5-10%
pH : 4,5—7,0
Stabilitas : Stabil tapi higroskopis, yang harus disimpan dalam
wadah tertutup baik di tempat sejuk dan kering.
(Handbook of Pharmaceutival Exipient 6th Ed 2000, hal 691)

1.3.3 Gylceril Behenat

Rumus Kimia : 2,3-dihydroxypropyl ester


Pemerian : serbuk putih-kuning halus, massa
keras atau pellet, atau serpihan
putih yang hampir tidak berwarna,
baunya sedikit samar.
Kegunaan : lubricant 1-3%
Kelarutan : larut, bila dipanaskan, dalam
kloroform dan diklorometana dan
dalam banyak pelarut organik,
sedikit larut dalam etanol panas
(96%) praktis tidak larut dalam
etanol dingin (95%) heksana,
minyak, mineral dan air
pH :4
Alasan : Dapat mengurangi gesekan yang
terjadi selama proses pengempaan
tablet. Selain itu terdapat kelebihan
dari glyceryl behenat yaitu tidak
mempengaruhi kekerasan tablet,
inert dan tidak toksik.
Stabilitas dan : Harus disimpan dalam wadah
penyimpanan tertutp rapat, pada suhu kurang dari
35℃

(Handbook of pharmaceutical Excipien, 6thed,2009, hal 286)

1.3.4 Colloidal Silicon Dioxide


Pemerian : Bubuk amorf, berwarna putih kebiruan, tidak berbau,
berasa.
Keguanaan dalam formula : Glidan 0,1-1,0%
Stabilitas : Higroskopis.
(Handbook of Pharmaceutival Exipient 6th Ed 2000, hal 186)

1.3.5 Copovidon
Rumus kimia : (C6H9NO)n_(C4H6O2)m
Struktur kimia :
Pemerian : Copovidon adalah bubuk amorf berwarna putih
kekuningan, memiliki sedikit bau dan rasa samar.
Kegunaan dala formula : Binder (pengikat) 2,0-5,0%
Stabilitas : Stabil, harus disimpan dalam wadah, dan tempat yang
sejuk dan kering.
(Handbook of Pharmaceutival Exipient 6th Ed 2000, hal 196)

2. FORMULASI/ TEKNIK PEMBUATAN


2.1 Formula yang dibuat
R/ Acefylline Piperazin 250mg
Dextrin q.s
Copovidone 3%
Starch, Pregelatinized 5%
Gylceril Behenat 2%
Colloidal Silicon Dioxide 1%
Amylum kering 5%

2.2 Metode yang digunakan


Granulasi kering, alasan :
Karena terdapat gugus asam asetat yang tidak tahan terhadap pemanasan.

3. Perhitungan
3.1 Kekuatan sediaan : 250 mg
3.2 Bobot tablet : 500 mg
3.3 Jumlah tablet : 40.000 tablet
a. Untuk tiap tablet
1. Fase dalam :
Acefylline Piperazin = 250 mg
Copovidone = 0,03×500 = 15 mg
Starch, Pregelatinized = 0,05×500 = 25 mg
Dextrin = (460-250-15-25) = 170 mg
Fase dalam = 0,92×500
= 460 mg
2. Fase luar : 0,08×500 =40 mg
2
Gylceril Behenat = 8 × 40 = 10 mg
1
Colloidal Silicon Dioxide = 8 × 40 = 5 mg
5
Amylum kering = 8 × 40 = 25 mg

b. Penimbangan
Acefylline Piperazin = 250×40.000= 10.000 g
Dextrin = 170×40.000= 6800 g
Copovidone = 15×40.000= 600 g
Starch, Pregelatinized = 25×40.000= 1000 g

Fase luar yang ditambahkan : (1,5%)


10
Gylceril Behenat 1% = × 40.000 = 200 g
2
5
Colloidal Silicon Dioxide 0,5% = 2 × 40.000 = 100 g

c. Bobot granul teoritis = 18.700 g

4. Prosedur
Semua zat yang akan ditimbang di ayak di mesh no 40. Fase dalam
dicampurkan terlebih dahulu hingga homogen, setelah itu dilakukan evaluasi,
evaluasi meliputi laju alir, sudut istirahat, % kompresibilitas, dan kerapatan sejati.
Evaluasi yang pertama dilakukan adalah Laju alir dan sudut istirahat. Serbuk
dimasukkan ke dalam corong getar sampai penuh, dengan kondisi lubang corong
getar tertutup. Dibuka corong getar, dan dihitunng berapa waktu yang dibutuhkan
oleh serbuk untuk keluar seluruhnya dari corong, diukur tinggi timbunan serbuk,
diukur diameter di 5 titik, dan dihitung kecepatan alir dan sudut istiraht serbuk.
Evaluasi kedua adalah %kompresibilitas. Serbuk uji dimasukkan ke dalam
gelas ukur, yang telah ditimbang, diamati dan dicatat volumenya. Serbuk uji
dimampatkan dengan cara mengetukkan gelas ukur secar berulang dan konstan.
Diamati volume serbuk setiap kali ketukan dilakukan pemampatan serbuk hingga
diperoleh volume konstan.

Setelah dievaluasi ditambahkan ½ fase luar, dievaluasi kembali. Evaluasi laju


alir, sudut istirahat, dan %kompresibilitas. Selanjutnya serbuk di slugging lalu di
buat granul dengan pengayak mesh no 16 dan 32 yang lolos dari pengayak mesh
32 di slugging kembali sampai tidak ada lagi serbuk halus yang lolos di mesh 32.
Granul di evaluasi kembali. Evaluasi laju alir, sudut istirahat, dan
%kompresabilitas, lalu ditambahkan fase luar dari jumlah granul dicampurkan
sampai homogen, dievaluasi kembali untuk zat yang hasilnya tidak memenuhi
persyaratan.
Tahap selanjutnya granul dicetak setelah massa sudah di cetak, tablet
dievaluasi. Evaluasi pertama yaitu uji organoleptis, diamati bau, rasa, bentuk dan
warna dari tablet yang telah dietak. Evaluasi yang kedua adalah menguji
kekerasan tablet, diambil tablet sebanyak 4 tablet di uji kekerasan menggunakan
alat hardness tester. Evaluasi ketiga yaitu waktu hancur, diambil tablet sebanyak
6 tablet. Tablet dimasukan ke setiap lubang dalam alat, lalu hitung hingga tablet
dapat hancur seluruhnya.
Evaluasi keempat yaitu Friabilitas dan Friksibilitas, untuk friabilitas dan
friksibilitas jika bobot setiap tablet diatas 650 mg masukan hanya 10 tablet,
sedangkan jika kurang ditimbang minimal 6,5 gr dan diputar sebanyak 100 kali
putaran ( alat berhenti otomatis ).
Evaluasi kelima yaitu keragaman bobot, ditimbang tablet sebanyak 20 tablet,
setelah itu timbang tablet satu demi satu dari tablet tersebut. Amati hasil dan
sesuaikan dengan persyaratan yang tertera. Evaluasi selanjutnya keseragaman
ukuran ( diameter dan tinggi ). Diameter dan tinggi dari tablet dihitung, serta
ditentukan pula standar deviasi dari hasil perhitungan diameter dan tinggi tablet.
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV

Gunawan, Sulistia Gan, dkk. 2012. Farmakologi adan Terapi. Edisi V. Jakarta :
Fakultas Kedokteran-Universitas Indonesia.

ISFI. 2005. ISO Indonesia. Volume 10. Jakarta : PT ISFI.

ISFI. 2009. ISO Farmakoterapi. Jakarta : PT ISFI.

Rowe, Raymond C, Paul J Sheskey, and Sian C. Owen. 2009. Handbook of


Pharmaceutical Excipients 6th Ed. Wasington DC and London :
Pharmaceutical Press.
Sweetman, S.C. 2009. Martindale 35 The Complete Drug Reference. Edisi VI.
London : The Parmaceutical Press.
1. Kemasan

2. Etiket
3. Boseur

Anda mungkin juga menyukai