Anda di halaman 1dari 654

PRoF.

DR, It AHBAH AZ-ZUHAltl

)
5

tte
Lt t), y)3, I

ffiL,
ttAT UHU
Pengantar llmu Fiqih . Tokoh-Tokoh Madzhab Fiqih
Niat.ThaharahrShalat

Jilid

1
);ttdlYUt?t
FIQHESEAi4
}1/A ADILTATUHU
Pengantar llmu Fiqih.Tokoh-Tokoh Madzhab Fiqih
Niat.Thaharah.Shalat

Buku ini membahas aturan-aturan syariah islamiyyah yang disand arkan kepada dalil-dalil
yang shahih baik dari Al-Qur'an, As-Sunnah, maupun akal. Oleh sebab itu, kitab ini tidak hanya
membahas fiqih sunnah saja atau membahasfiqih berasaskan logika semata.
Selain itu, karya inijuga mempunyai keistimewaan dalam hal mencakup materi-materi
fiqih darisemua madzhab, dengan disertai proses penyimpulan hukum (istinbaath al-ahkaam)
darisumber-sumber hukum lslam baikyang naqlimaupun aqli(Al-Qur'an, As-Sunnah, dan juga
ijtihad akalyangdidasarkan kepada prinsip umum dansemangattasyri'yangotentik).
Pada jilid pertama ini, disajikan pembahasan mengenai seluk-beluk fiqih antara lain arti
fiqih dan keistimewaannya, sejarah ringkas tokoh-tokoh madzhab fiqih, peringkat-peringkat
tokoh ahli fiqih, seluk-beluk tentang niat dari sudut pandang fiqih, juga pembahasan utama
mengenai thaharah dan shalat.
Semoga karya Profesor Wahbah az-Zuhaili, ulama asal Suriah ini, dapat memberikan
manfaat yang seluas-seluasnya kepada umat lslam, khususnya bagi Anda sekalian, para
pembaca yang dirahmati Allah SWT.

WAHBAH AZ-ZUHAILI lahir di Dair 'Athiyah, Damaskus, pada tahun 1932. Pada tahun 1956,
beliau berhasil menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas Al-Azhar Fakultas Syariah.
Beliau memperolehgelarmagisterpadatahun 1959 pada bidangSyariah lslamdariUniversitas
Al-Azhar Kairo dan memperoleh gelar doKor pada tahun 1959 pada bidang Syariah lslam dari
Universitas Al-Azhar Kairo. Tahun 1963, beliau mergajar di Universitas Damaskus. Di sana,
beliau mendalami ilmu fiqih serta ushulfiqih dan mengajarkannya di Fakultas Syariah. Beliau
iuga kerap mengisi seminar dan acara televisi di Damaskus, Emirat Arab, Kuwait, dan Arab
Saudi. Ayah beliau adalah seoranghafizh Qur' an dan mencintai As-Sunnah.

rsBN 978-979-077 -2tO-6


,.'E Frffi

P.EMA rN'ANr DARULFIKIR fiil|nltilJilltltililttilil


F
I
I
t

l',i".rirri :,1'.'r::. :.;:::*,"DAFTAR I S I

Pengantar Penerbit 13
Mukadimah 15
Metode Penulisan Kitab 1B
Pendorong Utama Penulisan Kitab 23

PENGANTAR ILMU FIQIH IZS


BAB PERTAMA:ARTI FIQIH DAN KEISTIMEWAANNYA 27

BAB KEDUA: SE}ARAH RINGKAS TOKOH.TOKOH MADZHAB FIQIH 39


A. Abu Hanifah, an-Nu'man bin Tsabit [80-150 H) Pendiri Madzhab Hanafi'.'.'.'.. 40
B. Imam Malik bin Anas (93-179 H) Pendiri Madzhab Maliki.......... 4l
C. Muhammad bin Idris asy-Syafi'i (750-204 H) Pencetus Madzhab Syafi'i.......'.'. 44
D. Ahmad bin Hambal asy-syaibani (764'241 H) Pencetus Madzhab Hambali..'. 46
E. Abu Sulaiman, Dawud bin Ali al-Asfihani az'Zahiri 48
F. Zaid bin Ali Zainal Abidin ibnul Husain [wafat 122H)......... 49
G. Al-lmam Abu Abdullah fa'far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin AIi
Zainal Abidin ibnul Husain (80-148 H/699'765 M) Pencetus
Madzhab Imamiyyah 50
H. Abu asy-Sya'tsa' at-Tabi'i, Jabir bin Zaid [wafat 193 H) Pencetus
Madzhab Ibadiyyah.. 51
BAB KETIGA: PERINGKAT-PERINGKAT TOKOH AHLI FIQIH
DAN KITAB-KITAB FIQIH 54
A. Peringkat Tokoh Ahli Fiqih 54
B. Peringkat Kitab-kitab Fiqih 56

BAB KEEMPAT: ISTILAH-ISTILAH DALAM FIQIH DAN PARA PENGARANGNYA..... 5B


A. Istilah-lstilah Fiqih yang Umum 5B
B. Istilah-lstilah Khusus dalam Madzhab 63

BAB KELIMA: SEBAB-SEBAB PERBEDAAN PENDAPAT DI KALANGAN FUQAHA... 72

BAB KEENAM: ATURAN MENGGUNAKAN PENDAPAT MADZHAB


YANG PALING MUDAH...... 77
A. Madzhab dan Pendapat yang Dapat Diikuti 79
B. Apakah Ada Tuntutan untuk Mengikuti Suatu Madzhab Tertentu
Secara Disiplin dalam Semua Permasalah (iltizam madzhab mu'ayyan)? .......... 81
C. Apakah Wajib Bertanya kepada Orang yang Lebih Utama dan Lebih Raifh
Ilmunya, atau Cukup Bertanya kepada Ulama Siapa Saja yang Mudah?..............
D. Pendapat Pakar Ushul Fiqih dalam Masalah Memilih Pendapat yang Paling
Mudah (Tatabbu' ar-Rukhash) dan dalam Masalah Talfiq antara Madzhab....... B5
E. Aturan-Aturan Syara' dalam Memilih Pendapat yang Paling Mudah......... L02

BAB KETUIUH: HASIL IITIHAD YANG BENAR. 717

BAB KEDELAPAN: CARA BERIITIHAD L79

BAB KESEMBILAN: MEMBATALKAN IITIHAD, BERUBAHNYA IJTIHAD,


SERTA PERUBAHAN HUKUM KARENA PERUBAHAN ZAMAN... 120
A. Perubahan ljtihad (Taghayyur Al-ijtihad).. t20
B. Membatalkan Ijtihad (Naqdhul ljtihad) t20
C. Perubahan Hukum Karena Perubahan Zaman...... L2L

BAB KESEPULUH: RANCANGAN PEMBAHASAN 723

BAB KESEBELAS: DAFTAR UKUMN-UKURAN L24

BAB KEDUA BELAS: NIAT DAN PENDORONG DALAM IBADAH, AKAD, FASKH,
DAN IUGA N IAT MENINGGALKAN PERKARA YANG DILARANG OLEH AGAMA
@r-ruRUn 727

H
B
A. Hakikat Niat atau Definisi Niat.............. 130
B. Hukum Niat (Kewajiban Niat), Dalil-dalil yang Mewajibkannya
dan Kaidah-kaidah Syara'yang Berhubungan Dengannya 732
C. Tempat Niat.............. 147
D. Waktu Niat.............. 145

F. Ragu dalam Niat, Berubah Niat, Menggabungkan Dua Ibadah


dengan SatuNiat.... 158
G. Faktor-faktornya...........
Tujuan Niat dan 762
H. Syarat-syarat Niat .. 166
I. Niat dalam lbadah: Syarat atau Rukun?..................... I74
|. Niat dalam Akad atau Muamalah.. tB6
K. Niat dalam Faskh........... 190
L. Niat dalam Perbuatan yang Dituntut oleh Agama untuk Ditinggalkan (At-turukl 191
M. Kebiasaan..
Niat dalam Perkara-perkara Mubah dan Adat 792
N. Niat dalam Perkara-perkara yangLain.............. 193

PENUTUP 195

BAGIAN I.IBADAH I te7


PENDAHULUAN 799
. Rancangan Pembahasan lbadah 200

BAB PERTAMA:THAHARAH.............. 207


A. Konsep Thaharah... 202
1. Pengertian dan PentingnyaThaharah.....,.........,... 202
2. Syarat-syarat Waiib Thaharah... 204
3. |enis-jenis Alat untuk Thaharah., 205
4. fenis-jenis Air................ 224
a' Air Mutlak' 224
b. Air yang Suci, tetapi tidak Menyucikan......... 229
c. Air yang Najis............. 234
5. Hukum Mengenai Sisa Minuman dan Telaga 236
a. Hukum Air Sisa Minuman 236
b. Hukum Telaga 247
6. fenis Barang-barangyangSuci 245

ffil.
.,,1

EI
250
1. fenis-jenis Najis Secara Umum dan Hukum Membersihkannya 250
a. Najis yang Disepakati dan yang Dipertikaikan oleh Ulama.,....... 25L
1) Najis yang Disepakati oleh Ulama Madzhab.... 25L
2) Najis yang Diperselisihkon oleh Ulama 253
b. fenis Najis yang Haqiqi.,...............,.... 264
L) Pembagian Najis Menurut Ulama Hanafi......... 264
a) Najis Mughallazhah dan Mukhaffafah..................... 265
b) Najis yang Padat dan Najis yang Cair...... 265
c) Najis yang Dapat Dilihat dan Najis yang tidak Dapat Dilihat...... 265
2) Jenis Najis Menurut Pendapat Ulama Selain Ulama Madzhab Hanafi 266

2. Ukuran Najis yang Dimaafkan. 266


a. Menurut Madzhab Hanafi 266
b. Menurut Madzhab Maliki ....... 268
c. Menurut Madzhab Syafi'i........... 269
d. Menurut Madzhab Hambali...... 27L

3. Cara Menyucikan Najis Haqiqi dengan Air................ .. 273


a. Dari Segi Bilangan 273
b. Memerah Sesuatu yang Dapat Diperah dan yang Telah Menyerap
Banyak Najis,............ 277
c. Mencurahkan ataupun Menuangkan Air ke Atas Najis
(dan Membasuh Wadah).................. 278

4. Hukum Ghusalah 282

1. Pengertian Istinja' dan Perbedaannya dengan Istibra' serta /sfym ar............ 283
2. Hukum Istinja',lstijmar,danlstibra' 284
3. Alat-alat, Sifat, dan Cara Ber-rstinja'............. 287
4. Hal-hal yang Disunnahkan Ketika Istinja'..,....,. 290
5. Adab MembuangAir 293

D. Wudhu Dan Perkara yang Berkaitan Dengannya.... 297


297
a. Definisi dan Hukum-hukum Wudhu (fenis atau Cara) 298
b. Rukun-rukun Wudhu 304
1) Rukunyang Disepakati oleh Semua lllama 304
2) Rukun Wudhu yang Diperselisihkan................ 3t4
a) Niat....... 3L4
b) Tartib........... 319
c) (Muwalah)...............,
Berturut-turut 321
d) Menggosok Secara Perlahan dengan Tongan........ 322
c. Syarat-syaratWudhu... 324
1) Syarat-syaratWajib. 324
2) Syarat-syarat 9ah...... 325
d. Sunnah-sunnah Wudhu. 326
. Cara Rasulullah saw. Berkumur dan Ber-istf nsyaq
Berwudhu.
Ketika 329
e. Adab dan Fadhilah Wudhu........ 336
. Kesimpulan Kesunnahan dan Adab Wudhu Menurut
Berbagai Madzhab........ 341
f. Perkara yang Dimakruhkan Sewaktu Berwudhu. 344
g. Perkara yang Membatalkan Wudhu 347
. Kesimpulan Pendapat Para Madzhab Berkaitan dengan
Perkara yang Membatalkan Wudhu 366
h. Wudhu Orang yang Uzur 370
i. Perkara yang Diharamkan Sebab Hadats Kecil............. 375
2. Bersiwak.... 380
a. Definisi Bersiwak... 380
b. Hukum Bersiwak.... 380
c. Cara Bersiwak dan Alatnya....... 382
d. Faedah Bersiwak... 384
e. Amalan-amalan Baik yang Berkaitan dengan Bersiwak 385
f. Lima Perkara Fitrah 385
g. Sepuluh Perkara Fitrah 387
h. Pendapat Fuqaha tentang Sepuluh Perkara Fitrah 387

394
a. Definisi Mengusap Khuf dan Dasar Mensyariatkan 394
b. Cara Mengusap Khuf dan Tempatnya 397
c. Syarat-syarat Mengusap Khuf ......... 399
d. fangka Waktu untuk Mengusap Khuf ............. 407
e. Perkara-perkarayang Membatalkan Mengusap Khuf.......... 4L0
f. Mengusap di Atas Serban 4L2
g. Mengusap Kaos Kaki (Stocking)......... 4L3
h. Mengusap Balutan atau Perban 4L5
i. Perlukah Menggabungkan antara Mengusap Perban atau Balutan
420
j. Perlukah Mengulang Shalat Setelah Sembuh? 42L
k. Perkara-perkara yang Membatalkan Mengusap Perban 422
l. Perbedaan Penting antara Mengusap Khuf danMengusap Perban
atau Balutan 424

E. Mandi 424
1.. Ciri-ciri Mandi.......... 425
2. Perkara-perkara yang Menyebabkan Wajib Mandi 426
3. Perkara Fardhu dalam Mandi.......... 434
. Cara Mandi Rasulullah saw ............. 434
4. Perkara-perkara Sunnah dalam Mandi.......... 440
. Kadar Air yang Digunakan untuk Mandi dan Berwudhu 444
5. Perkara-perkara yang Dimakruhkan dalam Mandi... 445
6. Perkara yang Haram Bagi Orang yang Berjunub dan yang Semacamnya.... 447
7. Mandi-mandi Sunnah 450
B. Dua Masalah yang Berhubungan dengan Mandi 454
a. Hukum yang Berkaitan dengan Masjid 454
b. Hukum Tempat Mandi Panas Umum......... 464

Tayamum.. 467
t. Definisi Tayamum, Dasar Pensyariatan, dan Sifatnya...... 468
a. Waktu Tayamum 472
b. Perkara yang Boleh Dilakukan dengan Satu Tayamum................ 474
c. Bolehkah Tayamum yang Asalnya untuk Mengerjakan Kesunnahan
Digunakan untuk Shalat Fardu? 475
2. Sebab-sebab Tayamum 476
3. Rukun-rukun Tayamum 486
4. Cara Bertayamum.......... 494
5. Syarat-syarat Tayamum 495
6. 501
7. Perkara yang Membatalkan Tayamum.. 504
B. Hukum Orang yang Tidak Mempunyai Dua Alat Bersuci [Air dan Debu).... 506

G, Haid, Nifas, dan Istihadhah............... 508


1. Definisi Haid dan Masanya .. 508
a. Definisi Haid............. 508
b. Waktunya 509
2. Definisi Nifas dan Masanya 516
3. Hukum Mengenai Haid dan Nifas Serta Perkara yang Diharamkan
Bagi Wanita yang sedang dalam Keadaan Haid dan Nifas............ 518
4. Darah Istihodhah dan Hukumnya................ 527

BAB KEDUA: SHALAT 539


SIFAT SHALAT NABI MUHAMMAD SAW.............. 539
A. Definisi Shalat, Pensyariatan Shalat, Hikmah Kewaiiban Shalat,
Fardhu-fardhunya, dan Hukum Orang yang Meninggalkan Sha1at.......... 547
1. Definisi Sha1at.......... 547
2. Pensyariatan Shalat...... 541
3. Sejarah Shalat, f enis Kewajiban, dan Fardhu-fardhunya 542
4. Hikmah Kewajiiban Shalat dan Fardhu-fardhunya .. 543
5. Hukum Orang yang Meninggalkan Sha1at.......... 546

B. Waktu Sha1at.......... 550


l. Waktu yang Afdhal atau Waktu yang Mustahab 556
2. Kapankan Shalat Dianggap Tunai (Adaa)? 559
3. Ijtihad dalam Masalah Waktu 561
4. Waktu Makruh Melaksanakan Shalat... .. 562
5. Waktu-waktu Lain yang Dimakruhkan Sha1at.......... 569

C. Iqamah
Adzan dan 573
1. Ad2an.......... 573
a. Makna, Pensyariatan, dan Fadhilah Ad2an.......... 573
b. Hukum Ad2an.......... 575
c. Adzan untuk Shalat yang Terlewat dan Shalat Sendirian.... 57 6

d. Syarat-Syarat Adzan..... .. 579


e. Cara Adzan 583
f. Makna Kalimah Ad2an......... 584
g. Ad2an..........
Hal-Hal Sunnah yang Perlu Dilakukan Sewaktu 584
h. Ad2an.........
Perkara yang Dimakruhkan Ketika 589
i. Menjawab Seruan Adzan dan Iqamah ........................ 591
j. Kesunnahan yang Perlu Dilakukan Selepas Adzan 594
2. Iqamah....... 596
a. Bentuk atau Cara Iqamah 596
b. Hukum Iqamah 597
c. Adzan untuk Selain Sha1at.......... 599
599
1. Syarat Wajib Shalat.......... 600
2. Hilang Udzur dalam Waktu Shalat........... 603
3. Syarat Sah Shalat. 605
a. Syarat Pertama: Mengetahui Masuknya Waktu Sha1at.......... 605
b. Syarat Kedua: Suci dari Hadats Kecil dan Besar........... 606
c. Syarat Ketiga: Suci dari Berbagai Najis............ 607
d. Syarat Keempat: Menutup Aurat 674
e. Syarat Kelima: Menghadap Kib1at........... 631
f. Syarat Keenam: Niat............. 642
g dan h. Syarat Ketujuh dan Kedelapan: Tertib dalam Menunaikan
Shalat dan Muwaalah (tidak Terputus Hubungan) dalam Setiap
Perbuatannya................. .. 651
i. Syarat Kesembilan: Meninggalkan Percakapan yang tidak Berkaitan
dengan Shalat.......... 651
Syarat Kesepuluh: Meninggalkan Perbuatan yang Banyak
yang tidak Ada Kaitannya dengan ShaIat.......... 652
Syarat Kesebelas: Meninggalkan Makan Minum........ 652

INDEKS 653

,.
{ . }1:

br*
l,: I
FIqLH ISIAM IILID 1

Pengantar Penerbit

Agama Islam kaya akan tuntunan hidup Pembahasan dalam buku ini tidak hanya
bagi umatnya. Selain sumber hukum utama terfokus pada satu madzhab tertentu. Buku
yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah, Islam juga ini lebih menekankan kepada metode perban-
mengandungi aspek penting yakni fiqih. Fiqih dingan antara pendapat-pendapat dalam
Islam sangat penting dan dibutuhkan oleh madzhab empat (Hanafiyyah, Malikiyyah, Sya-
umat Islam, karena ia merupakan sebuah fi'iyyah, dan Hanabilah), dan pada beberapa
"manual book" dalam menjalankan praktik permasalahan juga dipaparkan beberapa pen-
ajaran Islam itu sendiri, baik dari sisi ibadah, dapat madzhab selain madzhab yang empat.
muamalah, syariah, dan sebagainya. Dalam memaparkan pendapat suatu madzhab,
Hadir di hadapan Anda, sebuah hasil kar- penulis berusaha untuk merujuk langsung ke-
ya ulama kontemporer yang kapasitasnya su- pada kitab-kitab utama dalam madzhab terse-
dah tidak diragukan lagi, Profesor Wahbah but. Buku ini juga memerhatikan keshahihan
az-Zuhaili. Ulama asal Suriah ini hadir dengan hadits yang diiadikan dalil. Oleh sebab itu,
pembahasan Fiqih Islam yang lengkap dan setiap hadits yang dijadikan dalil oleh fuqaha
komprehensif. akan di-takhrij dan di-tahqiq.
Buku ini membahas aturan-aturan sya- Dari segi pembahasan hukum, buku ini
riah islamiyyah yang disandarkan kepada membahas perbedaan-perbedaan hukum yang
dalil-dalil yang shahih baik dari Al-Qur'an, As- terdapat dalam setiap masalah fiqhiyyah dan
Sunnah, maupun akal. Oleh sebab itu, kitab ini membandingkan permasalahan yang ada dalam
tidak hanya membahas fiqih sunnah saia atau satu madzhab dengan madzhab lain.
membahas fiqih berasaskan logika semata. Keunggulan lain dari buku ini adalah buku
Buku ini juga mempunyai keistimewaan ini lebih memfokuskan pada sisi praktikal.
dalam hal mencakup materi-materi fiqih Oleh sebab itu, ia tidak menyinggung masalah-
dari semua madzhab, dengan disertai proses masalah rekaan yang tidak mungkin terjadi,
penyimpulan hukum (istinbaath al-ahkaam) seperti masalah perbudakan karena hal itu
dari sumber-sumber hukum Islam baik yang sudah tidak relevan dengan kehidupan univer-
naqli maupun aqli (Al-Qur'an, As-Sunnah, sal modern masa kini.
dan juga iitihad akal yang didasarkan kepada Penulis juga akan menyebutkan pendapat
prinsip umum dan semangat tasyri' yang yang rajih, terutama bila di antara pendapat
otentik). tersebut ada yang bersandar kepada hadits
FIQIH ISI,AM JILID 1

dhaif, atau di saat satu pendapat mempunyai lakukan dengan berbekal kaidah-kaidah syara',
potensi lebih untuk menimbulkan kemasla- dasar-dasar utamanya, dan juga keputusan-
hatan dan menolak kerusakan. keputusan fuqaha.
Para pembaca juga akan dengan mudah Akhirnya, semoga karya besar ini dhpat
dalam memahami pembahasan dalam buku memberikan manfaat yang seluas-seluasnya
ini. Penulis menggunakan redaksi bahasa kepada umat Islam, khususnya bagi Anda se-
yang mudah dipahami, rangkaian kalimatnya kalian, para pembaca yang dirahmati Allah
sederhana, dan sistematikanya sesuai dengan SWT.
pemahaman kontemporer. Penulis juga beru-
saha untuk membahas beberapa permasa- B il I a ah it- taufii q w al -h i d a ay a h
lahan fiqih kontemporer. Pembahasan ini di- Allaahu a'lam bish-shawaab.

#e't
IsrAM lrrrD I

Dengan Menyebut Asma Allah


Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Mukadimah

Segala puji bagi Allah Yang Maha Menge- masyarakat selalu dalam kondisi aman, stabil,
tahui lagi Mahapandai. Kasih sayang, peng- dan maju. Dengan sistem tersebut, negara
hormatan, dan juga keselamatan semoga se- mampu melindungi warganya dari berbagai
lalu dicurahkan kepada baginda Muhammad penyakit yang timbul di tengah-tengah ma-
saw, utusan Allah yang bertugas memberi ka- syarakat. Dan dengan sistem tersebut pula,
bar gembira kepada orang-orang beriman dan negara bisa membendung aliran-aliran pe-
memberi ancaman kepada orang-orang yang mikiran yang mengancam eksistensi dan ke-
kafir. Shalawat dan salam semoga tercurahkan pribadian warganya.
juga kepada keluarga Nabi dan juga sahabat- Ancaman-ancaman tersebut bisa terjadi
sahabatnya, yang merupakan pemimpin bagi ketika negara sedang dalam keadaan lemah,
manusia dalam mencari petunjuk dan laksana merosot, ataupun ketika negara sedang di-
cahaya bagi kehidupan. SemogaAllah meridhai landa kerusakan dalam berbagai bidang. An-
para sahabat dan tabi'in yang masuk dalam caman-ancaman tersebut juga bisa timbul ke-
jajaran mujtahid salaf yang saleh. Semoga tika negara sedang dilanda kemiskinan dan
Allah juga meridhai orang-orang yang meng- kelaparan, atau bisa juga disebabkan kezalim-
ikuti mereka dengan baik dan benar hingga an dan pemerintahan yang otoriter. Selain itu,
hari Kiamat nanti. ancaman-ancaman tersebut juga bisa timbul
Segala urusan kehidupan dan hubungan akibat merebaknya budaya glamor dan diper-
sosial di antara manusia tidak akan berlang- turutkannya hawa nafsu, ataupun disebabkan
sung dengan baik-menurut perspektif ke- merajalelanya paham materialisme sebagai-
adilan Tuhan dan logika manusia-jika dalam mana yang terjadi pada masa kita sekarang
pelaksanaannya tidak ditopang oleh aqidah ini.
yang kuat, akhlak yang mulia, dan iuga sistem- Tidak ada yang bisa mengentaskan ma-
sistem yang komprehensif. Sistem tersebut syarakat dari kerusakan dan keterpurukan
mengatur setiap tingkah laku individu baik ini, selain semangat diri sendiri yang kuat
yang zahir maupun batin, mengatur tata tertib untuk mereformasi segala penyelewengan dan
berumah tangga yang merupakan unsur utama penyimpangan. Dengan semangat ini, maka
terbentuknya masyarakat, dan juga menetap- orang-orang yang lalai dan yang terlena men-
kan tata aturan yang jelas bagi masyarakat jadi sadar. Dan dengan semangat ini pula, rasa
hidup dalam sebuah Sehlngga, percaya diri bisa kembali-tumbuh dalam hatl
';
FIqLH ISI.AM JITID I

sehingga dia pun sadar akan signifikansi ke- nyangkut hukum perkataan, perbuatan, perilaku,
beradaan, perilaku, dan perannya dalam ke- maupun sistem yang mengatur kehidupan
hidupan ini. Perumpamaan dalam Al-Qur'an mereka. Hukum-hukum Al-Qur'an dan As-
dan juga sejarah kehidupan Nabi Muhammad Sunnah terkumpul dan mengkristal dalam
saw adalah contoh yang paling tepat bagi fiqih Islam, sehingga tujuan utama dari agama
gerakan dakwah untuk membenahi arah ke- Islam inheren dalam fiqih Islam ini. Agama
hidupan manusia. Allah SWT berfirman, Islam yang membawa sekumpulan dasar-
dasar aqidah yang shahih, cara ibadah yang
bena4 dan aturan muamalah yang betul se-
t*11'l61ttYS benarnya mempunyai tujuan penyempurnaan
supaya hubungan dan perilaku sosial da-
lam masyarakat menjadi baik. AI-Fiqh al-
"Dan Kami turunkan (Al-Qur'an) itu dengan Akbar mempunyai tujuan mengenalkan ma-
sebenarnya dan (Al-Qur'an) itu turun
dengan nusia terhadap sisi positif dan negatif yang
(membowa) kebenaran. Dan Kami mengutus dimilikinya. Adapun fiqih menurut arti yang
engkau (Muhammad), hanya sebag ai pembawa lebih sempit adalah hukum-hukum syara'
berita gembira dan pemberi peringotan." (al- praktis. Sehingga, fiqih bisa dikatakan meru-
Israa': 105) pakan implementasi yang tepat bagi syariah
Islam dan juga bagi manhaj Al-Qur'an dalam
kehidupan ini.
Allah SWT juga berfirman,
Namun, fiqih Islam juga perlu ditulis ulang
"Sungguh, AI-Qur'an ini memberi petunjuk dengan metode baru, redaksinya disederhana-
ke fialan) yang paling lurus dan memberi kan, objek kajiannya disusun ulang tujuannya
kabar gembira kepada orang mukmin yang diperjelas, dan kesimpulan-kesimpulan hasil
mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan ijtihad yang ada di dalamnya perlu dihubung-
mendapat pahala yang besor." [al-Israa': 9) kan dengan sumber-sumber asalnya. Selain
itu, fiqih juga perlu disusun ulang supaya mu-
Gerakan dakwah tidak akan langgeng jika dah dirujuk oleh para pengkaji, sehingga dapat
hanya ditopang oleh semangat aqidah atau dimanfaatkan secara mudah dalam proses
mengeksploitasi perasaan hati saja. Gerakan pembuatan undang-undang. Oleh sebab itu,
dakwah harus selalu didukung dengan me- kitab fiqih juga perlu dipenuhi dengan bera-
lakukan kewajiban-kewajiban secara disiplin, gam kekayaan intelektual hasil karya para
sehingga aqidah yang ada di dalam dada benar- mujtahid, tanpa membatasi diri dengan satu
benar mempunyai bukti eksternal dalam amal aliran madzhab saja. Hal ini karena pendapat
keseharian. Karena, iman yang shahih adalah fiqih dalam satu madzhab belum mewakili
keyakinan yang ada dalam hati dan dibuktikan fiqih syariah secara keseluruhan. Dan alham-
dengan amal lahiriah. dulillah usaha semacam ini sudah dimulai
Hingga saat ini, fiqih Islam masih terus dengan adanya proyek pembuatan ensiklope-
dibanggakan di hadapan berbagai macam dia fiqih (Mausuu'ah fiqhtyyah) di beberapa
fiqih (aturan atau undang-undang) yang ada negara seperti Syria, Mesir; dan Kuwait.
di dunia. Ini merupakan contoh praktis yang Namun (ketika kitab ini ditulis) semuanya
tepat bagi umat Islam. Fiqih Islam mampu belum selesai, karena proyek tersebut diker-
memenuhi tuntutan-tuntutan manusia dengan jakan oleh lebih dari satu orang (al-'amal
selalu memberikan jawaban baik yang me- al-jamao'i), sehingga menghadapi beberapa
Mukadlmah FIqLH ISI.AM IILID 1

masalah seperti tersebarnya para penulis di menetapkan hukum berdasarkan kepada tra-
berbagai tempat, lambatnya penulisan, dan disi (al-'urfl yang berkembang.
problem-problem lainnya. Semua ini harus dilaksanakan sesuai de-
Berdasarkan kaidah yang mengatakan ngan cara pandang Islam'yang komprehensif
bahwa kebenaran hanyalah satu, maka dari dan saling melengkapi. Usaha ini tidak boleh
sekian banyak pendapat fiqih dalam satu ma- dilakukan hanya dengan menonjolkan sisi
salah, yang benar juga hanya satu pendapat luarnya saja, sedangkan inti dan substansi
saja. Namun kita tidak bisa menentukan mana hakikinya terabaikan. Begitu juga usaha ini
pendapat yang benar dari sekian pendapat tidak boleh hanya dengan cara memoles un-
tersebut, kecuali jika memang ada bukti atau dang-undang dan sistem yang ada dengan satu
dalil yang kuat untuk merajihkan satu pen- polesan hukum islami. Namun, akar dan da-
dapat. fika tidak, maka kita tidak bisa me- sar-dasar hukum syar'i lainnya terabaikan.
nentukan mana yang benar. Karena, periode Seperti perhatian yang lebih terhadap pene-
turunnya wahyu dan kenabian sudah tidak rapan hukum hudud sedangkan masalah pen-
ada lagi. Oleh sebab itu, tidak ada larangan didikan, pengajaran, sosial, ekonomi, dan juga
bagi kita untuk menggunakan salah satu pen-
cara hidup masyarakat masih jauh dari nilai-
dapat fiqih yang ada. |ika kita memang tidak
nilai keislaman, begitu juga sistem pemerin-
menemukan pendapat yang raiih, maka dalam
tahan yang dipraktikkan adalah sistem asing
membuat undang-undang kita boleh meng-
yang dipaksakan kepada umat.
gunakan pendapat fiqih mana pun yang dapat
Meskipun ada sebagian orang yang tidak
mengimplementasikan kemaslahatan manu-
sia, sesuai dengan keperluan, selaras dengan mau mempraktikkan sistem Islam, melainkan
perkembangan zaman, seirama dengan tra- mereka mempraktikkan undang-undang po-
disi sahih yang berkembang, senapas dengan sitif asing, saya secara pribadi tetap berkeya-
prinsip dan semangat syariah Islam, serta kinan bahwa agama Islam, fiqih, dan syariat-
sesuai dengan tujuan-tujuan global syariah nya mempunyai masa depan yang cerah.
(maqaashid asy -syaraa'i' al-kulliltyah). Oleh sebab itu, saya mempunyai keinginan
Dengan cara seperti ini, maka di samping kuat untuk menerangkan hukum-hukum fiqih
kita telah memenuhi tujuan syariah, kita juga tersebut. Pengabaian hukum-hukum fiqih me-
telah memenuhi tuntutan dan kemaslahatan rupakan kemurtadan temporer. Ia tidak akan
manusia. Dengan cara seperti ini, maka pene- langgeng dan tidak akan diterima dengan baik
rapan syariah tidak terbengkalai dan juga pe- oleh umat Islam. Di antara buktinya adalah
nerapannya tidak bertentangan dengan prin- munculnya gerakan kebangkitan Islam pada
sip-prinsip utama syariah atau hukum-hukum awal abad kelima belas Hijriyah baru-baru
syariah yang tetap berdasarkan nash-nash ini, disusul dengan munculnya kecenderungan
syara'. Mengamalkan nash syara'tentunya bu- kuat untuk kembali menerapkan syariat Islam
kan dengan cara memandulkanya, melainkan di berbagai bidang kehidupan. Dan pada rea-
dengan cara men-takhshiish, men-ta'wiil dan litanya, beberapa tim ahli telah melaksanakan
juga berijtihad dalam memahaminya. Dalam keputusan menteri hukum negara-negara Arab
khazanah fiqih, kita dapati banyak para faqih untuk membuat undang-undang yang ber-
yang membatasi makna nash syar'i dengan sumber dari syariah Islam, baik dalam bidang
praktik kehidupan pada zamannya. Mereka hukum sipil maupun hukum kriminal.

"''C4 -
FIQIH ISI"A,M IITID 1

Metode Penulisan Kitab

Keistimewaan kitab fiqih ini baik dalam sikap iftiba' yangdisertai dengan argumen
hal penyusunan, redaksi bahasa yang diguna- sehingga sesuai dengan harapan para
kan, pembagian bab, sistematika penyusunan, imam kepada murid atau orang-orang
indeksasi, dan juga metode pengambilan dalil yang menuntut ilmu kepada mereka. Da-
dapat diuraikan sebagai berikut. lil-dalil hukum juga merupakan ruh dari
L. Kitab ini merupakan kitab yang memba- fiqih itu sendiri. Dengan mempelajari
has aturan-aturan syariah islamiyyah dalil-dalil hukum, maka akal akan terlatih
yang disandarkan kepada dalil-dalil yang dan keahlian seorang pakar fiqih akan
shahih baik dari Al-Qur'an, As-Sunnah, terbentuk.
maupun akal. Oleh sebab itu, kitab ini Dengan kata lain, kitab ini mempunyai
tidak hanya membahas fiqih sunnah saja keistimewaan dalam hal mencakup ma-
atau membahas fiqih berasaskan logika teri-materi fiqih dari semua madzhab, de-
semata. Sebagaimana diketahui, hasil ngan disertai proses penyimpulan hukum
usaha seorang mujtahid tidak bisa di- (istinbaath al-ahkaam) dari sumber-sum-
anggap sah jika usaha pikirnya tersebut ber hukum Islam baik yang naqli maupun
tidak didasarkan kepada Al-Qur'an dan aqli [Al-Qur'an, As-Sunnah, dan juga ijti-
As-Sunnah. Di sisi lain, mempelajari hu- had akal yang didasarkan kepada prin-
kum-hukum fiqih yang hanya sekadar sip umum dan semangat tasyri' yang
mendefinisikan atau mengidentifikasi ma- otentik). Barangsiapa mengambil kesim-
salah dan menerangkan kemungkinan- pulan hukum-hukum Islam hanya dengan
kemungkinan yang bisa terjadi, tidak akan bersandar kepada Al-Qur'an, maka dia
bisa memuaskan akal dan menenteram- telah melepaskan Islam dari akar-akar-
kan jiwa. Cara seperti ini tidak akan me- nya, dan dia dekat dengan musuh-musuh
muaskan pelajar dan juga pengaja4, karena Islam. Barangsiapa membatasi fiqih hanya
materi yang disampaikan tidak disertai dengan memahami sunnah saja, maka dia
dengan sandaran dalil. Oleh sebab itu, telah mereduksi agama Islam dan telah
kitab ini akan disertai dalil-dalil hukum melakukan kesalahan. Dia akan menga-
sehingga dengannya kita bisa terlepas lami kehidupan yang pincang, tidak sesuai
dari kungkungan sikap taklid yang dicela dengan tuntutan zaman, dan tidak bisa
dalam Al-Qur'an, dan berubah menuju memenuhi kemaslahatan manusia.
Metode Penullsan Kltab FIQIH ISI,AM IILID 1

Padahal, sebagaimana telah diketahui terjaga dari sikap penyakralan setiap


bersama, setiap perkara yang mengadung bagian dari kitab-kitab fiqih.
kemaslahatan maka di situlah terdapat Kajian fiqih yang memfokuskan kepa-
syariah dan agama Allah. Kita bisa per- da pemaparan pendapat-pendapat fiqih
hatikan bagaimana para tokoh madrasah dalam madzhab empat mendapat sam-
hadits seperti Imam Malik, asy-Syafi'i, dan butan yang menggembirakan dari banyak
Imam Ahmad menggunakan mashlahah kalangan, karena cara seperti ini banyak
mursalah, adat (al-'urf), sadd adz-dzatiiah memberikan manfaat, selaras dengan ke-
dan dalil-dalil ijtihad akal lainnya sebagai cenderungan studi komparatif yang sedang
argumentasi hukum. Sementara itu, para berkembang, dan dapat meminimalisasi
tokoh madrasah ra'yu seperti Imam an- bahkan menghilangkan sikap fanatisme
Nakha'i, Rabi'ah ar-Ra'yi, Abu Hanifah, terhadap suatu madzhab. Oleh sebab itu,
dll. juga tidak mengesampingkan As-Sun- saya akan berusaha memberikan porsi
nah, atsar, ataupun ijtihad pendahulu- lebih untuk menunjukkan kesepakatan-
pendahulu mereka. kesepakatan para ahli fiqih dari berbagai
2. Kitab ini juga bukan kitab menurut satu madzhab dalam suatu permasalahan. Ke-
madzhab tertentu. Kitab ini lebih me- sepakatan yang akan saya tunjukkan bu-
nekankan kepada metode perbandingan kan hanya kesepakatan dalam tema yang
antara pendapat-pendapat dalam madz- dikaji, namun juga kesepakatan dalam
hab empat (Hanafiyyah, Malikiyyah, Sya- detail-detail permasalahannya juga.
fi'iyyah, dan Hanabilah), dan pada bebe- 3. Kitab ini juga memerhatikan keshahihan
rapa permasalahan juga dipaparkan be- hadits yang dijadikan dalil. Oleh sebab
berapa pendapat madzhab selain madz- itu, setiap hadits yang dijadikan dalil
hab yang empat. Dalam memaparkan oleh fuqaha akan di-rakhrij dan di-tohqiq.
pendapat suatu madzhab, kami berusaha Hal ini dilakukan supaya para pembaca
untuk merujuk langsung kepada kitab- mengetahui metode yang benar dalam
kitab utama dalam madzhab tersebut. menggunakan dalil, dan dia bisa memilih
Menukil pendapat hukum suatu madzhab satu pendapat yang dalilnya memang
dari kitab yang tidak sama madzhabnya, shahih dan meninggalkan pendapat yang
bisa menyebabkan kesalahan penisbatan, bersandar kepada hadits yang dhaif. fika
terutama dalam masalah pendapat yang dalam buku ini saya tidak menerangkan
ditetapkan paling rajih dalam suatu madz- kedhaifan hadits yang dijadikan dalil, ma-
hab. Saya banyak menemukan kasus- ka secara umumnya, hadits tersebut dapat
kasus seperti ini dalam proses penulisan diterima.
kitab ini. Namun, saya tidak akan mene- 4. Kitab ini membahas perbedaan-perbeda-
rangkannya secara terperinci, supaya an hukum yang terdapat dalam setiap
objektivitas dan sisi positif dari kajian ini masalah fiqhiyyah dan membandingkan
dapat terjaga, dan supaya terhindar dari permasalahan yang ada dalam satu madz-
penafsiran yang salah serta fanatisme hab dengan madzhab lain. Sehingga de-
madzhab yang sempit. Alasan lain meng- ngan cara ini, para pembaca dapat menge-
apa saya tidak menerangkan kesalahan tahui hukum suatu masalah dengan
penisbatan tersebut adalah, supaya kita tepat dan iuga dapat membandingkan
FIqLH ISLAM )IIID 1

pendapat-pendapat madzhab yang ada, (al-'udzr), maka taklid terhadap semua


dan kemudian menilainya. Meskipun un- madzhab dibenarkan, meskipun sampai
tuk mewujudkan bentuk kitab seperti ini kepada tahap talfiq.r Ulama-ulama Mali-
terdapat banyak kendala, namun ia akan kiyyah dan sebagian ulama Hanafiyyah
memenuhi kebutuhan pembaca dan juga membenarkan sikap seperti itu. Terlebih
akan memuaskan semua pihak. lagi mengambil madzhab yang paling ri-
5. Kitab ini lebih memfokuskan pada sisi ngan dan mencari rukhshah (tatabbu'ar-
praktikal. Oleh sebab itu ia tidak menying- rukhash)z juga dibenarkan ketika sangat
gung masalah-masalah rekaan yang tidak diperlukan (al-haajah) dan ada kemasla-
mungkin terjadi. Kitab ini juga tidak akan hatan. Agama Allah adalah agama yang
membahas masalah perbudakan. Karena, mudah, bukan agama yang sulit. Dan'di-
tidak banyak kepentingannya terutama bolehkannya talfiq adalah untuk memu-
setelah masalah perbudakan dihapuskan dahkan manusia. Allah SWT berfirman,
dalam tatanan kehidupan global. Kalau-
pun ada pembahasan masalah ini, ia ha-
nya sekadar pemaparan sejarah ataupun 'Huiss;gt ?,:]tt L- i. . .

untuk memperjelas suatu permasalahan & Y.r


fiqhiyah.
w....iJJ|
"...Allah menghendaki kemudahan ba-
6. Saya juga akan menyebutkan pendapat
gimu, dan tidak menghendaki kesukaran
yang rajih menurut saya, terutama bila
bagimu...." (al-Baqarah: 185)
di antara pendapat tersebut ada yang ber-
sandar kepada hadits dhaif, atau di saat
Dan juga,
satu pendapat mempunyai potensi lebih
untuk menimbulkan kemaslahtan dan "... dan D ia tidak menj a dikan ke sukar an
menolak kerusakan. untukmu dalam agama...," fal-Haii: 78)
fika saya tidak menyebutkan pendapat
yang rajih, maka lebih utama apabila kita "Allah hendak memberikan keringan-
mengamalkan pendapat jumhur ulama. an kepadamu, karena manusia diciptakan
Sebab, dukungan banyak ulama terhadap (berstfat) lemah." (an-Nisaa': 2B)
satu pendapat bisa meniadi alasan kuat
untuk pen-tarjih-an. Mengamalkan pen- Mencari rukhshah tidak dibenarkan
dapat jumhur tetap diutamakan, kecuali apabila untuk main-main atau karena
jika tidak sesuai dengan kondisi syar'i ego pribadi, seperti mengambil pendapat
kehidupan kontemporer dalam masalah yang paling ringan dari setiap madzhab,
muamalat, atau memang pendapat ter- padahal tidak ada kondisi yang memaksa
sebut tidak dapat di-tarjih. (adh-dharuurah) atau alasan yang kuat
Di saat kondisi terpaksa (ad-dharuu- (al-'udzr). Kaidah ini ditetapkan untuk
rah), sangat memerlukan (al-haajah), tidak menghindari kekacauan dan mencegah
mampu (al:ajz) atau ada alasan yang kuat munculnya kecenderungan menjauh dari

7
Talfiq adalah melakukan satu paket mekanisme amalan yang tidak ada satu pun mujtahid yang berpendapat demikian.
2
Tatabbu' ar-Rukhash adalah mengambil pendapat yang paling ringan dan mudah dari setiap madzhab, di saat ada satu masalah
yang timbul.
tJr{tit',rtzTilrfl rYtirKiETn ISLAM IILID I

perintah-perintah syariah. Dengan demi- menggunakan hukum-hukum fiqih Islam


kian, sikap ta lfiq yangberbenturan dengan lagi. Kesukaran-kesukaran yang ada su-
keputusan seorang hakim juga tidak di- dah dihilangkan dan penghalang antara
benarkan. Keputusan hakim dimaksudkan kesulitan memahami kitab lama dengan
untuk menghilangkan sengketa, jika ke- kekayaan intelektual berharga yang ada di
putusan tersebut tidak dilindungi maka dalamnya, sudah disingkirkan.
akan terjadi kekacauan. Begitu juga di- B. Dalam kitab ini, saya juga berusaha untuk
larang melakukan talfiq yang dapat me- membahas beberapa permasalahan fiqih
nimbulkan benturan dengan tradisi yang kontemporer supaya permasalahan-per-
biasa dijalankan atau bertentangan de- masalahan tersebut diketahui oleh banyak
ngan pendapat yang disepakati bersama orang. Pembahasan ini saya lakukan de-
atau menyebabkan terjerumus melaku- ngan berbekal kaidah-kaidah syara', da-
kan dosa seperti menikahi wanita tanpa sar-dasar utamanya dan juga keputusan-
wali, maha4 dan juga saksi, dengan alasan keputusan fuqaha. Pembahasan-pemba-
taklid terhadap madzhab-madzhab yang hasan parsial tersebut tentunya masih
mempunyai pendapat seperti itu. memerlukan kajian tambahan yang lebih
7. Kitab ini menggunakan redaksi bahasa mendalam, karena saya yakin bahwa
yang mudah dipahami, rangkaian kalimat- anugerah Allah [terutama dalam bidang
nya sederhana, dan sistematikanya sesuai keilmuan) tidak akan pernah terputus,
dengan pemahaman kontemporer. Di da- dan anugerah-Nya itu tidak hanya untuk
la m nya juga ditetapkan pendapat yang raj ih satu zaman atau satu orang tertentu saja,
dari setiap madzhab, fuga diterangkan namun ia untuk semua hamba-Nya.
kaidah-kaidah umum dalam masalah fiqih
Petunjuk yang selalu menjadi pe-
untuk memudahkan identifikasi dan pene-
gangan saya adalah firman Allah SWT
tapan hukum, tanpa harus membeberkan
antara hamba-hamba Allah yang ta-
"... Di
permasalahan-permasalahan parsial fiqhi-
kut kepada-Nya, hanyalah para ulama,..!'
yah terlebih dahulu. Dengan redaksi, susun-
(Faathir:28)
an, dan sistematika bab seperti ini, maka
fiqih menjadi mudah dipahami. dan juga.
Selama ini, seringkali fiqih sulit dipa- "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu ke-
hami karena susunan bahasanya sukar. padaku." fThaahaa: 114)
Bahkan, para ahli dalam bidang ini pun
menemui kesulitan untuk mengidentifi-
Dan juga sabda Nabi yang diriwayat-
kasi hukum tertentu, dalam masalah-ma-
kan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim,
salah yang saling berkaitan. Sehingga, " Barangsiapa Allah menginginkon kebaik-
untuk memahami fiqih diperlukan usaha
an pada dirinya, maka Allah memahamkan
yang gigih dan waktu yang lama dengan
agama kepadanya!' Begitu juga dengan
membuka setiap bab yang ada dalam kitab
hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam
fiqih, atau membaca lebih dari satu kitab
al-Bukhari, "Banyak orang (ketiga) yang
ketika membahas satu permasalahan ter-
diberitahu lebih sadar (paham) daripada
tentu.
orang yang mendengqrnya (secara lang-
Dengan cara yang saya usahakan ini,
sung)."
maka tidak ada lagi alasan untuk tidak
FIqLH ISLAM IILID 1

Usaha ini jelas memerlukan kegigihan jariyah, ilmu yang bermanfaal dan anak saleh
dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan- y ang selalu mend o akonny o.'B
kesulitan yang ada. Selain itu, usaha ini juga
memerlukan bantuan para ulama. Dengan per- Abdullah bin Umar r.a. berkata, "Belajar
tolongan Allah, saya bertekad untuk menulis fiqih dalam satu majelis lebih utama daripada
kitab ini dengan maksud untuk mendekatkan beribadah selama enam puluh tahun." Saya
materi fiqih di hati para pembaca, baik guru juga berharap semoga Allah SWT memberi-
maupun pelajar. Kitab ini saya tulis tanpa me- kan pahala kepada kedua orang tua saya, yang
nyertakan sikap fanatisme madzhab tertentu, telah menanamkan kecintaan terhadap ilmu
karena saya yakin hikmah [kebenaran) adalah ini dalam hati saya. Begitu juga, semoga Allah
barang berharga seorang mukmin yang hi- memberikan pahala kepada para guru saya,
lang. Di mana pun ia menemukannya, ia akan baik yang di al-Azhar maupun yang di Syria
mengambilnya. Selain itu, memberikan kon- atas jasa-jasa mereka.
tribusi untuk kemajuan suatu ilmu-sesuai fika apa yang saya usahakan ini sesuai
dengan tingkat kemampuan yang dimiliki- dengan rencana, maka itu semua adalah
adalah kewajiban ulama. Karena, ilmu akan anugerah dari Allah SWT. Saya juga tidak
menjadi suci jika ditularkan sebagaimana per- mengaku bahwa diri saya terjaga dari keku-
kataan Sayyidina Ali r.a. terutama ilmu-ilmu rangan, ataupun sempurna dalam menguasai
yang memerlukan pembahasan dan penelitian
semua permasalahn fiqih. Karena, kesempur-
yang mendalam, tahqiq, dan juga penetapan naan hanyalah sifat Allah semata. Saya me-
dalil dan madzhab yangrajih. nyadari kekurangan dan kelemahan saya, se-
Semua ini saya lakukan dengan harapan
bagaimana firman Allah SWT, "...sedengken
semoga Allah memberikan manfaat bagi pe-
kamu diberi pengetohuan honya sedikit." (al-
nulisan kitab ini, dan semoga kitab ini men-
Israa':85)
datangkan pahala untuk saya setelah saya
Apa yang saya tulis ini hanyalah sekadar
meninggal nanti. Sebagaimana yang diriwa-
usaha untuk menerangkan, menata ulang
yatkan oleh Imam al-Bukhari dalam al-Adab
dan mendekatkan materi-materi fiqih kepada
al-Mufrad, Imam Muslim, dan juga para pe-
manusia, dan juga untuk membandingkan
ngarang kitab as-Sunan selain Ibnu Majah yang
hukum-hukum fiqih yang ada dalam madzhab
bersumber dari Abu Hurairah, bahwa Rasu-
empat dan lainnya. Dan hanya Allah-lah yang
lullah saw. bersabda,
memberikan petunjuk.
lc. ) ,c
-."c
a:c rbJ;l JL;YI .rt- l:l
uvc
"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu
dan masukkanlah aku ke dalam golongan
,',.c, i ; -: ,, -1. : orang-orang yang saleh, dan jadikonlah aku
f;*- *'o t ;l {-,,1* aJsp
- " buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang
,i' ,o,
d .tJ.l datang) kemudian, dan jadikanlah aku ter-
Jika manusio meninggal dunia, maka masuk orang yang mewarisi surga yang penuh
amalnya terputus, kecuali tiga hal: shadaqah kenikmatan " (asy-Syu'araa': 83-85)

',"rEil6& *

Namun Imam as-Suyuthi memberikan unda bahwa hadits ini dhaif.


FIqLH ISIAM JITID 1

Pendorong Utama
Penulisan Kitab

Umat Islam generasi awal adalah umat truktif untuk kepentingan umum, tidak lagi
yang satu dan sempurna. Masalah agama, dianggap penting dan kalaupun ada, sulit di-
dunia, dan akhirat dapat dipahami secara realisasikan. Umat Islam yang jumlahnya ber-
komprehensif, sistematis, mendalam, dan se- miliar-miliar dan tersebar di lebih dari lima
imbang baik pada tataran perilaku individu, puluh negara, sibuk dengan urusan pribadinya
keluarga, maupun kehidupan dalam masya- masing-masing. Mereka sibuk dengan harta
rakat. Pemahaman yang benar seperti itu di- kekayaan, usaha dagang, dan kerja mereka
milki oleh umat Muslim generasi pertama, sendiri. Di antara mereka ada juga yang sibuk
baik dia sebagai pemimpin maupun sebagai dengan proyek meningkatkan pendidikan dan
rakyat atau anggota masyarakat biasa. Sebagai pengetahuan, namun tema-tema teoretis dan
contoh, jika ada seruan untuk berjihad, maka praktis yang diajarkan bertentangan dengan
semua orang akan bergegas menyiapkan diri pengetahuan Islam.
untuk membela agama Allah, demi kemuliaan Oleh sebab itu, seorang Muslim sendiri
Islam dan kehormatan umat Islam. Mereka sulit menemukan pemahaman Islam yang
bagaikan singa yang siap menghadapi mang- benar di zaman modern ini, disebabkan ada-
sanya. Begitu juga jika ada permasalahan pu- nya dualisme ilmu pengetahuan: ilmu penge-
blik yang penting baik dalam bidang politik, tahuan umum yang berbasis pada paham
hukum, sosial masyarakat, atau masalah fatwa, materialisme dan ilmu pengetahuan agama
maka anggota masyarakat akan bergegas yang bersumber dari syariah Islam. Penyebab
memberikan apa yang mereka mampu, baik lainnya adalah umat Islam pada realitanya
berupa kontribusi kerja aktif ataupun ide ce- mempraktikkan cara kerja asing dalam ber-
merlang hasil meminta pertolongan kepada bagai bidang dan menerapkan teori ekonomi
Allah SWT. Semua ini mereka lakukan untuk modern.
mendapatkan ridha dari Allah SWT. Meskipun demikian, masih ada beberapa
Sekarang arah dan perilaku umat Islam individu Muslim yang memahami apa sebe-
sudah terpecah-pecah. Kerja untuk kepenting- narnya tuntutan agama Islam, bagaimana se-
an Islam sudah tidak lagi menjadi agenda be- benarnya cara hidup umat lslam pada masa
sar atau perhatian utama mereka. Kerja kons- sekarang di tengah-tengah kebutuhan dan
FIqIH ISLAM

tantangan hidup modern. Mereka tetap me- liki. Pertama kali saya mencoba mempraktik-
merhatikan masalah halal dan haram dalam kan metode penulisan yang sudah saya garis-
muamalat dan juga hukum-hukum syara' kan, ke dalam penulisan tiga volume dari kitab
lainnya. Sehingga, mereka mampu menetap- dengan judul al-Fiqh al-Islaami fii Usluubih
kan mana yang bermanfaat dan mana yang al-Jadiid yang membahas masalah muamalat
mudharat. Dalam menghadapi hidup ini, dan transaksi. Tiga volume tersebut mendapat
mereka tidak hanya berbekal perasaan saja. banyak sambutan, sehingga banyak dikaji
Pemilik percetakan Darul Fikr di Damas- dan diiadikan buku ajar pada lebih dari tujuh
kus mengusulkan kepada saya supaya me- universitas di negara-negara Arab. Kemudian
ngarang kitab fiqih yang membahas semua Allah SWT merealisasikan cita-cita kami de-
bidang kajian fiqih Islam. Kitab tersebut hen- ngan terbitnya kitab [yang ada di tangan pem-
daknya disesuaikan dengan kemampuan ba- baca ini).
hasa dan kebutuhan umat Islam terkini. Se- Oleh sebab itu, saya mengucapkan banyak
bagaimana diketahui, umat Islam tidak merasa terima kasih kepada pemilik percetakan Darul
tenang dan tidak puas dengan aturan-aturan Fikr. Semoga mereka mendapatkan pahala
pengganti hukum Islam yang ditawarkan. Se- dari Allah atas usahanya dalam mencetah
bab, hukum Islam dilandasi dengan dasar- mendanai, dan meluncurkan kitab ini dalam
dasar argumentasi yang kuat. Saya pun me- bentuk cetakan modern yang sangat bagus.
menuhi permintaan itu dengan mencurahkan Semoga Allah memberikan sebaik-baik pahala
segala tenaga dan kemampuan yang saya mi- kepada mereka.

".i*&-
PENGANTAR
ILMU FIQIH

t-,...:^ --'=:

E E
E

I
-il
rrit{
{q
ffit
Sebelum memasuki pembahasan hukum-hukum syara', kita harus
mengenal terlebih dahulu beberapa permasalahan berikut ini: artilqh dan
keistimew aanya, pengenalan singkat tentang tokoh-tok oh fi qh dalam berbagai
madzhab, tingkatan para ahli/iqh, kitab-kitab, istilah-istilah yang banyak
digunakan dalam kajianfiqh dan istilah-istilah penyebutan kitab fiqih dalam
beberapa madzhab, sebab-sebab timbulnya perbedaan pendapat dalam fiqih,
dan rancangan pembahasan dalam kitab ini.

& I
Ponglntar llmu Flqlh ISLAM IILID 1

BAB PERTAMA
ARTI FIQIH DAN KEISTIMEWAANN]#\

Al-Fiqh dalam bahasa Arab berarti aI- permasalahan-permasalahan parsial dengan


Fahm [pemahaman)4, sebagaimana yang bisa memahami dalilnya [terlebih dahulu). Dengan
kita pahami dari firman Allah SWT. kata lain, kata mengetahui di sini maksudnya
adalah kemampuan pada diri seseorang yang

ffi ..3;'qbSe;(&(-\j1'
, ^ \ )z.z muncul setelah melakukan penelitian-peneli-
tian atas beberapa kaidah.
"Mereka berkata, 'Wahai Syu'aib! Kami
Definisi ini sangat umum sehingga masa-
tidak banyak mengerti tentang apo yang eng-
lah-masalah keyakinan, akhlak, dan tasawuf
kau katakon itu...."'(Huud: 91)
serta amal-amal praktis masuk di dalamnya.
Sehingga permasalahan seperti kewajiban
Dan juga,
beriman, membersihkan hati, shalat, puasa,
'i..Maka mengapa orang-orang itu (orang- jual beli, dan sebagainya masuk dalam definisi
orang munafik) hampir-hampir tidak meme- ini. Inilah yang dinamakan al-Fiqh ql-Akbar
hami (yafqahuuna) pembicaraan (sedikit [fiqih yang besar). Pada masa Abu Hanifah
pun)?" (an-Nisaa': 78) definisi umum seperti ini memang banyak
digunakan. Fiqih-sebagai disiplin ilmu ter-
Adapun menurut terminologi syariah- sendiri-belum terpisah dari ilmu-ilmu syara'
sebagaimana yang didefinisikan oleh Imam yang lain. Baru pada periode selanjutnya, ilmu-
Abu Hanifah r.a.-al-Fiqh adalah "Mengetahui ilmu tersebut terpisah dan menjadi disiplin
hak dan kewajiban diri."s Yang dimaksud ilmu-disiplin ilmu tersendiri: Ilmu kalam
dengan mengetahui di sini adalah memahami [tauhid) khusus membahas masalah aqidah;

a et-flqn bisa berasal dari faqiha-yafqahu yang perubahan katanya sama dengan 'alima-ya'lamu, artinya memahami baik secara
mendalam maupun secara dangkal. Al-fiqh juga bisa berasal dari faquha-yafqahu yang perubahan katanya sama dengan karuma-
yakramu, dengan bentuk seperti ini ia mempunyai arti 'fiqih telah menjadi keahlian seseorang.' Bila dikatakan nfaqqaha ar-rajulu
tafaqquhan maka artinya laki-laki tersebut mendapatkan/mempunyai ilmu fiqih separti firman Allah, "liyatafaqqahuu fid-diin."
5 ,rt-,^*-.t tr^L..t l:li, r Ll* ,, a^- -ri-,,)L:L
Mir'atul Ushul,iilid 1, hlm.44 danat:[audhih lit: Maat
rr-h aETanqih,
^jT^--iL iiri, t1, hlh
iilid 1n
hlm.10.
=-
I

FrqtH Isr."A,M f rrrD 1

ilmu akhlak dan tasawuf membahas masalah lam bentuk keputusan final (iqtidhaoJ, pilihan
intuisi dan kerja hati seperti zuhud, sabar, (takhyiir) ataupun dalam bentuk penetapan
ridha, keterlibatan aktif hati ketika shalat dan satu hubungan [semisal hubungan sebab aki-
lain-lain; dan akhirnya ilmu fiqih hanya mem- bat dll.) antara satu faktor dengan faktor lain
bahas masalah hukum-hukum praktis ber- (wadh'i). Dan yang dimaksud dengan khi-
kenaan dengan kewajiban dan hak manusia. taabullaah adalah dampak yang wujud dari
Oleh sebab itu, para pengikut madzhab khithaab tersebut, seperti kewajiban shalat
Hanafi kemudian menambahi definisi Imam muncul dari satu perintah (khithaab) Allah;
Abu Hanifah di atas dengan "Mengetahui keharaman membunuh muncul dari satu
hak dan kewajiban diri dalam masalah amal larangan (khithaab) Allah; begitu juga dengan
praktikal," sehingga pembahasan aqidah dan dibolehkannya makan dan disyaratkannya
akhlak tidak lagi masuk dalam definisi fiqih wudhu sebelum melakukan shalat.
tersebut. Dari definisi di atas juga dapat disimpul-
Imam asy-Syafi'i memberikan definisi kan, bahwa yang hendak diketahui dalam ilmu
lain-yang kemudian masyhur di kalangan fiqih adalah masalah-masalah hukum bukan-
ulama-yai t.t," Al: I lmu bil Ahkaam asy-Syar'iltyah nyazat, sifat, ataupun pekerjaan itu sendiri.
al-Amalfityah al-Muknsab min Adillatihao at- Sedangkan asy-syar'iyyoh berasal dari ka-
Tafshiiliyyah" [mengetahui hukum-hukum sya- ta asy-syar'u. Dengan adanya kata ini, maka
ra'yang berhubungan dengan amalan praktis, hukum benda terindra (seperti matahari
yang diperoleh dari (meneliti) dalil-dalil sya- terbit), hukum logika, (seperti satu adalah
ra' yang terperinci).6 separuh dari dua atau universal lebih luas
Yang dimaksud dengan al-'ilmu (menge- daripada parsial), hukum lingusitik (seperti
tahui) dalam definisi di atas adalah semua subjek dalam bahasa Arab harus dibaca raf),
jenis kualitas pengetahuan, baik yang men- atau hubungan dua variabel baik positif atau
capai tahap keyakinan ataupun yang hanya negatif fseperti Zaid berdiri atau Zaid tidak
sebatas dugaan kuat (zhan). Hal ini disebab- berdiri) tidak termasuk yang dimaksudkan
kan hukum-hukum amalan praktis kadang oleh definisi tersebut.
disimpulkan dari dalil-dalil yang sangat kuat Kata'amaliyyah (amalan praktikal) dalam
(qath'i) dan kadang disimpulkan dari dalil- definisi di atas maksudnya adalah semua
dalilyang zhanni. amal baik batiniah maupun lahiriah, sehing-
Adapun kata al-Ahkaam [hukum-hukum) ga pekerjaan hati seperti niat dan pekerjaan
merupakan bentuk plural dari al-hukmu (hu- anggota badan seperti membaca dan shalat
kum). Maksud al-Ahkaam di sini adalah segala masuk dalam definisi tersebut. Namun, sebe-
tuntutan Tuhan Yang Membuat aturan syara', narnya kajian fiqih bukan hanya amal-amal
atau. dengan kata lain perintah dan larangan praktikal saja, karena ada sebagian kajiannya
Allah [khifh aabullah) yapg berkenaan dengan yang bersifat teoretikal seperti "perbedaan
perilaku-perilaku manusia mukallaf, baik da- agama menyebabkan terhalangnya seseorang

Syarh Jam'il Jawaamii iilid 1, hlm. 32 dan setelahnya; Syarh al-lsnawi, iilid 1, hlm. 24; Syarh al-Adhud li Mukhtashar lbn Haiib, iilid
1, hlm. 18; Mir'atul Usftul iilidl, hlm. 50; dan al-Madkhal ilaa Madzhab Ahmad, hlm. 58.

E::i:+i:j:!
s !-
==..
FIqLH ISI"AM JITID

mendapatkan warisan." Sehingga, kalimat yang yaitu "keharusan bertanya kepada orang yang
lebih tepat sebenarnya adalah aktsaruhaa pandai (ahludz dzikr)i dan setelah bertanya
'amalii fhukum-hukum syara' yang sebagian mereka wajib mengamalkan hukum sesuai de-
besar bersifat praktikal). Dengan perkataan ngan jawaban imam tersebut.
ini, maka hukum-hukum teoretis seperti ilmu Pada perkembangan selanjutnya, ilmu
ushul fiqih dan hukum-hukum aqidah yang fiqih-sesuai dengan keterangan imam az-
dibahas dalam ilmu ushuluddin tidak terma- Zarkasyi dalam kitab al-Qa w a a' i d didefinisi-
-
sukpembahasan ilmu fiqih. Oleh sebab itu, ma- kan dengan, "Mengetahui hukum amalan-
teri tentang Tuhan itu satu, Maha Mendengar amalan yang bersifat atribut (al-hawaadits)
dan Maha Melihat, tidak dibahas dalam ilmu berdasarkan nash syara' dan juga penyimpul-
fiqih ini. Masalah amalan praktikal dalam an hukum (istinbaath) menurut salah satu
kajian Islam sering disebut dengan istilah "al- madzhab dari beberapa madzhab yang ada."
far'iyyah" sedangkan masalah aqidah disebut Adapun objek kajian ilmu fiqih adalah
dengan istilah " al-ashli14tah." semua pekerjaan manusia mukallaf dari per-
Adapun kata "al-muktasab" (yang diper- spektif dituntut atau tidaknya pekerjaan
oleh) dalam definisi tersebut merupakan ke- tersebut. Sehingga, menurut kajian fiqih pe-
terangan terhadap kata ilmu yang disebut le- kerjaan tersebut adakalanya dituntut untuk
bih dulu. Maksudnya adalah, ilmu penyimpul- dilakukan oleh seorang mukallaf seperti me-
an hukum (isthinbaath) yang diperoleh setelah lakukan shalat, atau dituntut untuk ditinggal-
melakukan proses berpikir dan ijtihad. Dengan kan seperti sikap marah, dan ada juga yang
demikian, maka ilmu Allah S\MT, ilmu malaikat hanya sekadar pilihan seperti pekerjaan
tentang hukum-hukum syara', ilmu Rasul yang makan.
bersumber dari wahyu (bukan hasil ijtihad), Sedangkan yang dimaksud dengan orang
pengetahuan aksiomatik manusia yang tidak mukallaf adalah orang yang sudah baligh,
memerlukan pemikiran mendalam dan dalil- mempunyai akal sehat, dan pekerjaan-peker-
seperti kewajiban shalat lima waktu-tidak da- jaannya menjadi objek tuntutan syara'.
pat dikategorikan sebagai pengetahuan fiqih,
sebab keberadaan ilmu pengetahuan tersebut KEISTIMEWAAN FIQIH
tidak diusahakan oleh kerja nalar.
Dari uraian di atas, kita ketahui bahwa
Sedangkan yang dimaksud dengan "el-
fiqih merupakan sisi pralitikal dari syariah
a dillah at-tafshiililtyah" (dalil-dalil syara' yang
Islam. Syariah Islam sangat luas. Ia merupa-
terperinci) adalah dalil-dalil yang bersumber kan sekumpulan hukum yang ditetapkan Allah
dari Al-Qur'an, sunnah, ijma, dan qiyas. Oleh untuk mengatur hamba-hamba-Nya. Hukum
karena itu, ilmu yang dimiliki oleh orang- tersebut ada yang ditetapkan Allah melalui
orang yang bertaklid kepada imam-imam Al-Qur'an maupun As-Sunnah. Dari sisi lain,
madzhab tidak termasuk kategori ini. Sebab,
hukum-hukum tersebut ada yang mengatur
mereka tidak mengetahui dalil yang terpe-
tata cara berkeyakinan dan ada yang mengatur
rinci bagi setiap amal yang mereka kerjakan. tata cara amal-amal praktis. Yang pertama
Mereka hanya mengetahui satu dalil umum, dikaji dalam ilmu kalam atau ilmu tauhid,
{irtir"
FIQIH ISIAM TILID 1 Ifengantar llmu Flqlh

sedangkan yang kedua dibahas dalam ilmu Aku ridhai Islam sebogai agamamu...." (al-
fiqih. Maa'idah: 3) OIeh sebab itu, tidak ada yang
Ketika Rasul dan para sahabat masih hi- bisa dilakukan setelah sempurnanya syariat
dup, fiqih sudah mulai muncul dan berkem- selain mengaplikasikannya, supaya selaras
bang secara gradual. Kemunculan pembahas- dengan kemaslahatan manusia dan juga se-
an fiqih memang sangat dini. Hal ini disebab- arah dengan tujuan-tujuan utama syariah.
kan para sahabat selalu ingin tahu hukum dari
fenomena-fenomena baru yang muncul pada 2. PEMBAHASANNYA KOMPREHENSIF
masa mereka. Perkembangan selanjutnya, MENCA'<UP SEGALA ASPEK KEHIDUPAN

fiqih selalu dibutuhkan untuk mengatur hu- Bila dibandingkan dengan undang-undang
bungan sosial di antara manusia, untuk me- positif yang ada, fiqih Islam mempunyai ke-
ngetahui hak dan kewajiban setiap insan, un- unggulan dalam hal objek pembahasannya.
tuk merealisasikan kemaslahatan yang baru, Fiqih mengatur tiga hubungan utama manu-
atau untuk menghilangkan kemudharatan sia, yaitu hubungannya dengan Sang Pencipta,
dan kerusakan yang ada. Fenomena ini terjadi hubungannya dengan dirinya sendiri, dan
pada setiap masa. hubungannya dengan masyarakat. Hukum-
Fiqih Islam mempunyai banyak keistime- hukum fiqih adalah untuk kemaslahatan di
waan, di antaranya adalah:7 dunia dan di akhirat, sehingga urusan keaga-
maan dan juga kenegaraan diatur semuanya.
7. NQ'H BERASAS'(AN KEPADAWAHYU AIIAH Hukum-hukum fiqih juga dimaksudkan untuk
Berbeda dengan hukum-hukum positif mengatur semua manusia, sehingga dia ke-
yang ada, materi-materi fiqih bersumber dari kal hingga hari akhir. Hukum-hukumnya me-
wahyu Allah yang berada dalam Al-Qur'an ngandung masalah aqidah, ibadah, akhlak,
dan As-Sunnah. Dalam menyimpulkan hukum dan muamalah, sehingga ketika mengamal-
syara' (ber-istinbath), setiap mujtahid harus kannya, hati manusia terasa hidup, merasa
mengacu kepada nash-nash yang berada melaksanakan suatu kewajiban dan merasa
dalam kedua sumber tersebut, menjadikan diawasi oleh Allah dalam segala kondisi. Oleh
semangat syariah sebagai petunjuk, memer- sebab itu, jika diamalkan dengan benar, maka
hatikan tujuan-tujuan umum syariat Islamiy- ketenangan, keimanan, kebahagiaan, dan ke-
yah, dan juga berpegang kepada kaidah serta stabilan akan terwujud. Selain itu, jika fiqih
dasar-dasar umum hukum Islam. fika para dipraktikkan, maka kehidupan manusia di
mujtahid melakukan hal ini, maka ijtihad seluruh dunia akan rapi dan teratur.
yang dihasilkan dapat dikatakan sumbernya Bila kita memerhatikan hukum-hukum
otentik, bangunannya kokoh, dan strukturnya fiqih yang mengatur semua perilaku manusia
kuat, karena dasar dan kaidah yang diguna- mukollaf baik perkataan, pekerjaan, transak-
kan sempurna dan mengakar hingga pada si, dan lainnya, secara umum dapat diklasi-
zaman kerasulan dan turunnya wahyu. Allah fikasikan ke dalam dua kelompok.
SWT berfirman, "... Pada hari ini telah Aku Pertama, hukum-hukum ibadah seperti
sempurnakon agamqmu untukmu, don telah bersuci, shalat, puasa, haji, zakat nadzar,
Aku cukupkan nikmot-Ku bagimu, dan telah sumpah, dan perkara-perkara lain yang me-

Lihat, AhmadAmin,Fajrul Islam; as-Sayis, Iarikh al-Fiqh al-tslami; al-Khudhari,Tarikh Tasyri'; Abdurrahman Tai, Siasah Syar'iyyah;
Muhammad Yusuf Musa, al-Amwal wa Nazhariyat al-Aq4 hlm. 126-L54; dan Musthafa az-Zarqa" al-Madkhal al-Fiqhi.

-$J-.*
-i -+F.
ISTAM IITID 1

ngatur hubungan manusia dengan Sang Pen- pat sekitar tiga puluh ayat yang memba-
cipta. Dalam Al-Qur'an terdapat sekitar 140 has masalah ini.
ayat yang membahas masalah ibadah dengan d. Hukum proses perbidangan baik kasus
berbagai macam jenisnya. perdata maupun pidana (al-ahkaam al-
Kedua, hukum-hukum muamalah seperti muraafa'aat). Yaitu, hukum-hukum yang
hukum transaksi, hukum membelanjakan har- berhubungan dengan masalah kehakiman,
ta, hukuman, hukum kriminal, dan lain-lain prosedur melakukan tuduhan, prosedur
yang dimaksudkan untuk mengatur hubungan penetapan suatu kasus baik dengan meng-
antara sesama manusia, baik sebagai individu gunakan saksi, sumpah, bukti, atau lain-
maupun sebagai satu komunitas. Kelompok nya. Hukum-hukum dalam masalah ini
kedua ini terbagi ke dalam beberapa kelompok dimaksudkan untuk mengatur prosedur
pembahasan: penegakan keadilan di tengah-tengah ma-
o. Al-ahwal asy-Syakhshwah. Yaitu, hukum- syarakat. Dalam Al-Qur'an terdapat seki-
hukum yang berhubungan dengan ma- tar dua puluh ayat yang mengatur masa-
salah keluarga, dari masalah pernikahan, lah ini.
talak, penisbatan keturunan keluarga, Hukum pemerintah an (al -ahkaam ad- dus-
nafkah keluarga, pembagian harta waris. tuuriyyah).Yaitu, hukum-hukum yang ber-
Hukum-hukum ini dimaksudkan untuk hubungan dengan sistem pemerintahan
menata hubungan di antara suami istri dan juga dasar-dasar pemerintahan. De-
dan juga kerabat-kerabat yang lain. ngan adanya hukum ini, maka hubungan
b. Hukum perdata (al-ahkaam al-muduniy- antara pemerintah dengan rakyat dapat
yah). Yaitu, hukum-hukum yang berhu- tertata dengan baih hak dan kewajiban
bungan dengan masalah relasi di antara individu serta masyarakat dapat diketa-
individu seperti jual beli, pinjam-memin- hui dengan jelas.
jam, gadai, penanggungan utang, utang Hukum internasion al (al-ahkoam ad-dau-
piutang, usaha bersama [syirkah), dll.. liyyah). Yaitu, hukum-hukum yang mem-
Hukum-hukum ini dimaksudkan untuk bahas masalah tata tertib hubungan antara
mengatur masalah keuangan dan harta negara Islam dengan negara-negara lain-
yang terjadi di antara individu-individu, nya, baik dalam kondisi damai maupun
supaya hak seseorang dapat terlindungi. kondisi perang. Bagian ini juga memba-
Dalam Al-Qur'an terdapat sekitar tujuh has hubungan warga negara non-Muslim
puluh ayat yang membahas masalah ini. dengan pemerintah, masalah jihad, dan
Hukum pidana (al-ahkaam al-jinaa'iyyah). juga masalah perjanjian damai. Dengan
Yaitu, hukum-hukum yang mengatur tin- adanya hukum ini, maka bentuk hubungan
dakan kriminal yang dilakukan oleh se- antara satu negara dengan lainnya dapat
orang mukallaf dan juga bentuk hukuman terjalin dengan baik, saling menolong, dan
yang diberikan kepada pelaku kriminal. saling menghormati.
Hukum ini dimaksudkan untuk melin- o
b' Hukum ekonomi dan keuangan (al-ah-
dungi jiwa, harta, kehormatan, dan hak kaam al-iqtishaadiyyah wal maaliyyah).
manusia, untuk menciptakan kehidupan Yaitu, hukum-hukum yang berhubungan
yang aman dan juga untuk menentukan dengan masalah hak individu dalam
hubungan antara pelaku kriminal, korban, masalah harta benda, ekonomi dan ke-
dan masyarakat. Dalam Al-Qur'an terda- uangan, dan tugas-tugas individu tersebut'

'f
,r/ ,ij I
.}l"*iBl
=-
I
FIqLH ISI.AM IITID 1 IbngAntar llmu Flqlh :

dalam sistem ekonomi dan keuangan yang positif yang ada. Dalam fiqih, setiap pekerjaan
lebih luas. Bagian ini juga membahas hak yang termasuk kategori muamalat pasti
dan kewajiban negara dalam masalah dihubungkan dengan konsep halal dan haram.
harta benda, ekonomi dan keuangan, juga Atas dasar ini, maka hukum-hukum muamalat
prosedur sumber pendapatan negara dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok.
dan aturan pembelanjaannya. Dengan Pertama,hukum duniawi. Yaitu keputusan
hukum ini, terciptalah hubungan yang hukum yang didasarkan atas tindakan atau
harmonis antara orang kaya dan miskin. perilaku lahiriah. Hukum seperti ini tidak
Begitu juga antara negara dan anggota ada hubungannya dengan sikap batiniah
masyarakatnya. seseorang. Inilah yang dinamakan dengan
Objek pembahasan yang digarap oleh "hukum pengadilan" (al-hukm al-qadhaa'[),
bagian akhir ini di antaranya adalah atur- karena seorang hakim memutuskan hukum
an pembagian harta rampasan (ghani berdasarkan pengamatan yang ia mampui
mah dan al-anfaa[), al-'usyur (termasuk saja. Dari sudut lahiriah, keputusan seorang
juga bea cukai), al-kharaj (pajak tanah), hakim tidak akan menyebabkan hal yang batil
pengelolaan barang tambang padat dan meniadi kebenaran, atau suatu kebenaran
cair serta sumber daya alam lainnya. meniadi kebatilan. Begitu juga, ia tidak akan
Bagian ini juga membahas harta publik menjadikan kehalalan menjadi keharaman
seperti zakat, sedekah, nadzar, utang atau sebaliknya keharaman menjadi halal.
piutang harta keluarga seperti nafakah, Hasil keputusan hakim mengikat dan harus
harta waris dan wasiat dan juga harta dilaksanakan, berbeda dengan hasil keputusan
individu seperti keuntungan dagang, se- fatwa.
wa, company, dan hasil produksi. Bagian Kedua, hukum ukhrawi. Yaitu, keputusan
ini juga membahas hukuman-hukuman hukum yang didasarkan kepada kondisi yang
finansial seperti kafarat, diyat, danfidyah. sebenarnya, meskipun kondisi tersebut tidak
h. Akhlak dan adab [kebaikan dan kebu- diketahui oleh orang lain. Hukurn ini diguna-
rukan). Yaitu hukum-hukum yang meng- kan untuk mengatur hubungan antara manusia
atur perilaku manusia supaya prinsip dengan Allah SWT. Hukum ini dinamakan
keutamaan, saling menolong, dan saling dengan "hukum agama" (al-hukmu ad-diyaa-
mengasihi teraplikasikan di tengah-tengah nf dan yang digunakan oleh mufti dalam
kehidupan mereka. memberikan fatwa. Sehingga, yang dimaksud
dengan fatwa adalah menginformasikan hu-
Dari gambaran di atas, dapat disimpulkan kum syara'tanpa ada konsekuensi mengikat.
bahwa kajian fiqih sangat luas. Hal ini tidak lain Pembedaan jenis hukum ini adalah ber-
disebabkan karena beragamnya pembahasan dasarkan hadits Rasulullah saw. yang diriwa-
yang disinggung Sunnah Nabawiyyah (yang yatkan oleh Imam Malih Ahmad, dan para
merupakan salah satu sumber hukum Islam). pengarang Kutubus Sittah. Hadits tersebut
adalah, "Sesungguhnya soya adalah manusia
3. F'QIH SANGAT KENTAL DENCAN biasa, dan kamu bersengketa di hadapanku.
KARAKTER KEAGAMAAN (HUKUM HALAL Mungkin di ontara kamu ada yang lebih pintar
DAN HARAM), dalam mengemukakan hujjahnya daripada
Oleh sebab itu, fiqih mempunyai keisti- yang lain. Dengan demikian, aku memberikan
mewaan dibanding dengan undang-undang hukuman undtknya berdasarkan apayang gku
Pengantar llmu Flqlh
FIQIH ISIAM )ILID 1

dengar. Jika aku menghukum kepadanya de' kehormatan dan kemulaian sistem syariah,
ngan merugikan hak seseorqng Islom yang lain, dan menyebabkan hak dapat terpelihara' Bu-
maka itu adalah potongan api neraka' Maka, kan saja karena adanya unsur-unsur material
terserah kepadanya apakah akan mengombil seperti dalam undang-undang ciptaan manu-
atau mening g alkannYa." sia, melainkan lebih daripada itu, karena sya-
Perkara yang menyebabkan lahirnya dua riah memerhatikan dua sudut, yaitu sudut
jenis hukum syara' ini ialah karena syariah kehakiman dan sudut keagamaan'
adalah wahyu Allah SWT yang mengandung
pahala dan siksaan di akhirat. Selain itu, ia juga 4. F'QIH MEMPUNYAI HUBUNAAN YANG
ERAT DENGAN AKHLAK
merupakan sistem kerohanian dan peradaban
sekaligus. Karena, ia didatangkan untuk men- Perbedaan antara fiqih dengan undang-
ciptakan kebaikan di dunia dan akhirat, begitu undang ciptaan manusia ialah hukum fiqih
juga menciptakan kebaikan untuk agama dan terpengaruh dengan prinsip-prinsip akhlak.
dunia. Sedangkan undang-undang ciptaan manusia,
Hasil dari perbedaan ini adalah jelas sekali' tujuannya hanyalah untuk mengekalkan per-
Umpamanya adalah dalam persoalan talak, aturan dan ketenteraman masyarakat, walau-
sumpah, utang piutang, pembebasan utang pun dengan mengorbankan sebagian prinsip
dan paksaan. Atas dasar ini, maka timbullah agama dan akhlak. Fiqih menekankan keuta-
perbedaan tugas antara seorang qadhi dengan maan, idealisme, dan akhlak yang mulia' Atas
seorang mufti. Qadhi mengeluarkan hukum dasar itu, maka ibadah disyariatkan untuk
berdasarkan perkara-perkara yang zahir saia, membersihkan jiwa dan menyucikannya, supa-
sedangkan seorang mufti mengeluarkannya ya dapat menjauhkannya dari kemungkaran.
dengan memerhatikan perkara batin dan Riba diharamkan untuk menanam semangat
zahir sekaligus. fika terdapat perbedaan di kerja sama, tolong-menolong, dan bertimbang
antara batin dengan zahil maka hendaklah ia rasa sesama manusia, supaya dapat melin-
mengeluarkan hukum berdasarkan batin, se- dungi golongan yang memerlukan bantuan
kiranya dia dapat mengetahuinYa. dari cengkeraman orang berharta, mencegah
Barangsiapa menceraikan istrinya dengan berlakunya penipuan dan pembohongan da-
tidak sengaja dan tidak bermaksud mencerai- lam kontrak, dan dapat mencegah memakan
kannya, maka jatuhlah talaknya berdasarkan harta secara batil. Ia juga dapat menjadi alasan
hukuman qadhi, tetapi tidak iatuh dari segi untuk membatalkan kontrak, karena ada segi
diyani. Barangsiapa membebaskan utang orang yang tidak diketahui yang tidak sesuai dengan
yang berutang dan orang yang berutang itu ti- prinsip kerelaan.
dak mengetahui tentang hal itu, kemudian Pengharaman riba juga bertujuan supaya
orang tersebut menuntut di mahkamah supa- perasaan saling cinta tersebar luas, begitu juga
ya orang yang berutang tadi membayar utang- dengan perasaan saling memercayai di antara
nya, maka hukuman kehakiman ialah orang satu sama lain. Di samping itu, ia dapat men-
tersebut berhak mendapatkan utang tersebut. cegah persengketaan di antara manusia, dapat
Sedangkan berdasarkan hukuman fatwa, dia melepaskan mereka dari cengkeraman ke-
tidak berhak mendapatkanriya. Karena, dia te- cenderungan materialisme, dan menghormati
lah membebaskannya. hak orang lain. Perintah supaya kontrak yang
Sistem yang seperti ini telah menimbul- sudah disepakati dilaksanakan, bertuiuan su-
kan kesadaran agama yang dapat menambah paya segala janji yang dibuat dapat ditun4ikan.
FIqLH ISI,q.M JILID 1

Arak pula diharamkan dalam Islam, dengan mendatangkan kemudharatan kepada orang
tujuan untuk memelihara akal manusia yang lain, dan juga hukuman itu akan dikenakan
merupakan alat pengukur bagi segala perbuat- bagi perbuatan zahir yang tidak dapat di-
an yang baik dan jahat. hukum di dunia karena kelalaian dalam me-
fika hubungan antara agama dan akhlak laksanakan hukuman jinayah-seperti tidak
dengan tingkah laku (tindakan) manusia diper- terlaksananya hukuman hudud yang berlaku
kuat atau dirapatkan, maka usaha untuk men- pada masa kini di kebanyakan negara, ataupun
jaga kemaslahatan individu dan masyarakat karena tidak dapat dibuktikan kesalahannya
serta kebahagiaan mereka akan terlaksana. secara zahir, atau karena tidak diketahui oleh
Selain itu, jalan yang akan mengantar kepada pihak berkuasa.
kenikmatan yang kekal abadi di akhirat akan Pahala dalam fiqih juga mempunyai dua
terbentangluas, dan hidup kekal dengan penuh bentuk. Pahala yang diberikan karena amal-
kenikmatan merupakan harapan dan cita-cita an yang berbentuk perbuatan, dan amalan
manusia sejak zaman silam, Dengan demikian, yang berbentuk meninggalkan. Yang pertama
tujuan fiqih ialah untuk menciptakan kebaik- pahala diberikan karena adanya ketaatan
an manusia yang hakiki pada masa kapan terhadap perintah Allah SWT. Adapun yang
pun, baik pada masa sekarang maupun pada kedua, pahala diberikan karena usaha yang
masa yang akan datang. Ia iuga bertuiuan su- dilakukan untuk menjauhi larangan dan mak-
paya mendapatkan kebahagiaan di dunia dan siat, serta menahan diri untuk melaksanakan-
akhirat. nya. Sedangkan dalam undang-undang ciptaan
Keterpengaruhan fiqih dengan unsur aga- manusia, hukuman hanya diberikan kepada
ma dan akhlak menjadikannya lebih dipatuhi, amalan bentuk yang kedua saja, yaitu ketika
lebih dihormati dan ditaati. Sedangkan un- seseorang menyalahi undang-undang. Ia tidak
dang-undang ciptaan kebanyakan orang, ba- memberikan pahala kepada orang yang patuh
nyak yang coba dihindari dan tidak dilaksa- dan taat.
nakan.
6. HQIH MEMPUNYA' CIR' SOSIAL
5. BALASAN DI DUNIA DAN AKHIRAT BAGI KEMASYARAKATAN
YANC TIDAK PATUH Dalam aturan fiqih ada usaha untuk men-
Keistimewaan fiqih bila dibanding de- jaga kepentingan individu dan kelompok se-
ngan undang-undang ciptaan manusia ialah, kaligus, agar kepentingan satu pihak tidak
undang-undang ciptaan manusia hanya me- menzalimi yang lain. Walaupun demikian,
netapkan balasan duniawi saja bagi orang jika timbul pertentangan di antara dua ke-
yang tidak patuh. Sedangkan fiqih mempu- pentingan, maka kepentingan umum lebih
nyai dua jenis balasan, yaitu (pertama) balas- diutamakan. Demikian juga jika terjadi per-
an duniawi dalam bentuk hukuman yang te- tentangan antara kepentingan dua individu,
lah ditetapkan oleh nash (hudud) dan yang maka yang diutamakan adalah kepentingan
tidak ditetapkan oleh nash (ta'zir) bagi ke- orang yang akan menanggung kemudharatan
salahan zahir yang dilakukan oleh manusia. yang lebih besar. Hal ini adalah berdasarkan
[Kedua) balasan ukhrawi bagi perbuatan hati prinsip "Tidak boleh memudharatkan diri
yang tidak kelihatan yang dilakukan oleh sendiri dan tidak boleh memudharatkan yang
manusia seperti hasad, dengki, azam untuk lain," dan juga prinsip, "Kemudharatan yang
,4tr\
r'q'rt**ll'?'
-=':Ju']-
\- ---"
lebih besar ditolak dengan kemudharatan "seorang Muslim hendaklah taat (kepada
yang lebih kecil." pemimpinnya) baik ia menyukainyo atau mem'
Contoh melindungi kepentingan orang bencinya, seloma ia tidak diperintahkan untuk
banyak ialah pensyariatan ibadah seperti melakukan maksiat. Jika ia diperintahkan
shalat, puasa, dan sebagainya, menghalalkan melakukan maksiat, maka dia tidak perlu me'
jual beli, mengharamkan riba dan monopoli naatinya."
(ihtikar), dan menggalakkan penjualan se-
suatu dengan harga yang patut. Contoh lain- Contoh lainnya adalah membatasi wasiat
nya adalah bolehnya pemerintah menetap- harta hanya sebanyak sepertiga harta yang
kan harga barang, melaksanakan hudud bagi dimiliki. Ini adalah untuk menghindari mun-
kemungkaran yang berbahaya, hukum peng- culnya kemudharatan di kalangan ahli waris,
aturan keluarga, melindungi hak tetangga, karena Rasulullah saw. bersabda kepada Sa'ad
menunaikan janji, memaksa untuk menjual bin Abi Waqqash seperti yang diriwayatkan
karena demi kepentingan umum, pembinaan oleh al-Bukhari dan Muslim,
masjid, sekolah, rumah sakit, mempersiapkan
tanah pekuburan, meluaskan jalan dan jalur
pengairan.
;Gi *| Lu o1 ,tt'rS ,-:latt,-.:ltt
Contoh aturan fiqih yang membatasi hak
'ur-Jt
;: r;;*i- ;(i'f i'oi',J'.?
individu, untuk menghindari bencana atau
"Satu pertiga pun banyak. Adalah lebih
mudharat yang lebih besar di tengah-tengah
baik bagimu meninggalkan keluarga kamu
masyarakat, ialah tidak diwajibkannya taat
dalam keadaan kaya, daripada meninggolkan
kepada suami jika ia mendatangkan mudharat
mereka dalam keadaan miskin, memintq-minta
kepada istri, karena Allah SWT berfirman,
pertolongan menusia."
janganlah kamu tahan mereka de'
"...Don
ngan maksud jahatuntuk menzolimi mereka..."' Contoh lainnya adalah membiarkan tanah
(al-Baqarah: 231) yang ditaklukkan (daerah yang dikuasai
umat Islam) tetap dikelola bagi penduduknya
Tidak perlu taat kepada pemerintah se- dengan mengenakan pajak jizyah dan kharai
kiranya pemerintah itu menyuruh melakukan kepada mereka, supaya pendapatan negara
kemaksiatan atau menyuruh untuk menge- dapat meningkat dan juga untuk menjaga
sampingkan kepentingan umum, karena ke- kepentingan umum umat Islam. Contoh lain
taatan hanya perlu dalam perkara-perkara adalah pembolehan hak syuf'ah kepada rekan
ma'ruf, seperti yang diriwayatkan oleh Imam bisnis ataupun tetangga terdekat, dengan
Ahmad, di mana Rasulullah saw. bersabda, tujuan untuk menghindari kemudharatan
yang mungkin timbul setelah adanya akad
pembelian baru. Membuat saliran air di atas
Gi* 4*lir ,?t ,-p'^;ktt g.:li tanah orang lain, supaya tanah yang lebih jauh

)e w
-c.

.ft ov (@
-

,/
c/
;i ?t;f ii dapat mendapatkan air. Masih banyak con-
toh-contoh lain yang didasarkan kepada prin-
a;G.t, !.7 sip yang serupa dalam Islam, yang mengakui
bahwa sumber yang hak adalah Allah SWT

i-l
rf;
lr;
Pengantar llmu Flqlh

yang tidak akan memberikan hak itu kepada rangkan. Ia juga dapat mengatasi persoalan-
siapa pun kecuali dengan tujuan yang bijaksa- persoalan hukum kontemporer seperti asu-
na, yaitu untuk merealisasikan kemaslahatan ransi, sistem keuangan, sistem saham, kaidah
individu dan juga masyarakat. pengangkutan udara, laut, dan sebagainya,
yang semuanya ditentukan dengan mengguna-
7. FIQIH SESUAI UNTUK D'TERAPKAN PADA kan kaidah fiqih yang kullr, ijtihad yang ber-
MASA APA PUN dasarkan qiyas, istihsan, masalih mursalah,
Prinsip-prinsip utama fiqih adalah prin- sa d d adz-dzarai','uruf, dan lain-lain.
sip-prinsip yang kekal dan tidak akan ber- Fiqih juga dapat diolah berdasarkan teori-
ubah; seperti prinsip kerelaan dalam kontrak, teori umum seperti yang dilakukan dalam
prinsip ganti rugi, pemberantasan tindakan studi undang-undang. Umpamanya adalah
kriminal, perlindungan terhadap hak, dan juga penetapan teori jaminan, teori darurat, teori
prinsip tanggung jawab pribadi. kontrak, teori kepemilikan, kaidah undang-
Adapun fiqih yang dibangun berdasarkan undang sipil, hukuman, teori hak, penyalah-
qiyas, menjaga maslahah dan 'uruf dapat me- gunaan hak, keadaan yang muncul mendadak,
nerima perubahan dan perkembangan dise- dan sebagainya.
suaikan dengan keperluan zaman, kemaslahat- Lebih jauh dari itu, sebagian ahli fiqih
an manusia, situasi dan kondisi yang berbeda, ada yang membolehkan men-fakhshrsh nash
baik masa maupun tempat, selagi keputusan syara' dengan 'uruf, walaupun ia tidak dise-
hukumnya tidak melenceng dari tujuan utama tujui oleh kebanyakan ulama. Contohnya ada-
syariah dan keluar dari asasnya yang betul. lah, menurut madzhab Maliki perempuan
Tetapi ini hanya di dalam masalah muamalah, terhormat tidak boleh dipaksa memberikan
bukan dalam aqidah dan ibadah. Inilah yang susuan kepada anaknya.s fuga, seperti pen-
dikehendaki dengan kaidah "Hukum berubah
dapat Abu Yusuf yang mempertimbangkan
'uruf dalam pengukuran harta ribawi dengan
dengan berubahnya masa."
menggunakan timbangan atau ukuran untuk
memastikan wujudnya persamaan atau tidak.
8. TUTUAN PELAKSANAAN F'QIH
fika kebiasaan masyarakat berubah, umpama-
Tujuan pelaksanaan fiqih ialah untuk
nya gandum yang dulunya dijual dengan di-
memberikan kemanfaatan yang sempurna,
timbang berubah dengan cara diukur atau se-
baik pada tataran individu atau tataran resmi,
baliknya, maka kebiasaan inilah yang dipakai
dengan cara merealisasikan undang-undang dan dipertimbangkan. fadi, persamaan tim-
di setiap negara Islam berdasarkan fiqih. Ka- bangan atau ukuran adalah berdasarkan adat
rena, tujuan akhir dari fiqih ialah untuk ke- dan kebiasaan yang terpakai di kalangan ma-
baikan manusia dan kebahagiaannya di dunia syarakat.
dan akhirat. Sedangkan tujuan undang-undang Sebagian ulama membolehkan perubahan
ciptaan manusia ialah, semata-mata untuk hukum karena berlakunya perubahan 'illah.
mewujudkan kestabilan masyarakat di dunia. Contohnya adalah menghentikan pembagian
Fiqih Islam meliputi berbagai cabang un- zakat kepada golongan mualaf e [pada masa-
dang-undang, sebagaimana yang telah dite- masa tertentu) dan berpegang kepada hisab

8
Sebenarnya masalah ini termasuk dalam bagian penafsiran nash yang sukar dipahami dengan 'urf dan bukannya dalam bagian
mengkhususkan nash yang umum.
I FathulQadiir,ilid II, hlm.14 dan seterusnya.
FrqlH IstAM JILID 1

37

untuk menentukan awal bulan-bulan Arab, bu- Orang yang menolak hukum syara' yang
kan berdasarkan ru'yah.10 telah ditetapkan dengan dalil qath'i (pasti),
Sebagian ulama membolehkan perubahan menuduh bahwa hukum syara'adalah kejam
hukum karena darurat atau keperluan (hajat) seperti hukum dalam hudud atau menuduh
untuk menghindari kesukaran dengan syarat bahwa syariah tidak sesuai lagi untuk dilak-
kondisi darurat tersebut benar-benar sesuai sanakan, adalah dihukumi kafir dan dia telah
dengan pengartian darurat dan keperluan keluar dari Islam. Adapun menolak hukum
yang penetapannya melalui ijtihad yang ber-
fhajat) menurut pandangan syara" Begitu juga
boleh mengambil kemudahan (rukhshah) se- dasarkan zhan (sangkaan kuat), maka ia di-
kadar keperluan saja untuk menghilangkan hukumi maksiat, fasik, dan zalim' Karena,
darurat dan untuk memenuhi kebutuhan, ka- seorang mujtahid telah mencurahkan seluruh
rena "Darurat ada ukurannya dan hendaklah ia tenaga dan kemampuannya untuk mengetahui
dipenuhi menurut keperluannya saja"'11 Yang kebenaran (al-haq) dan menerangkan kedu-
dimaksud dengan darurat di sini ialah kondisi dukan hukum Allah SWT jauh dari dorongan
yang dapat mengancam nyawa dan keturunan hawa nafsu pribadi atau mengharapkan ke-
seseorang, atau dapat merusak hartanya atau untungan atau popularitas. Sandaran yang
menghilangkan akalnya, jika ia tidak melaku- digunakan oleh mujtahid adalah dalil syara'
kan perkara-perkara yang asalnya dilarang. dan petunjuk yang benar dengan berphnjikan
Keperluan (al-haaiah) ialah suatu kondisi di amanah, kejuiuran, dan keikhlasan.
mana jika seseorang tidak melakukan sesuatu Cara untuk kembali mengamalkan fiqih
yang asalnya dilarang, maka dia akan meng- ialah dengan cara menerapkan fiqih men-
alami kesusahan baik pada dirinya, anak, har- jadi undang-undang,1' menyusunnya kem-
ta, atau akalnya. bali dengan bahasa yang mudah sehingga
Mengamalkan fiqih adalah suatu kewajib- mudah dirujuk oleh qadhi, cara ini akan
an, seorang mujtahid wajib melaksanakan dapat menyeragamkan hukum-hukum yang
dan mengamalkan hasil ijtihadnya, karena diputuskan oleh mereka. Di samping itu, ia
hasil ijtihad bagi seorang mujtahid adalah juga akan memudahkan urusan pihak-pihak
dianggap sebagai hukum Allah SWT. Bagi yang terlibat dalam mahkamah, dan sejak
yang tidak sampai kepada martabat mujta- awal mereka akan dapat mengetahui hukum
hid, hendaklah beramal dengan fatwa mujta- yang pasti mengenai perkara yang mereka
hid. Karena, tidak ada cara lain baginya untuk pertikaikan.
mengetahui hukum syara' melainkan melalui Ini semua hanya dapat dilakukan dengan
fatwa mujtahid. Allah SWT berfirman, cara membuat panitia atau komisi yang ter-
diri atas ulama semua madzhab, supaya me-
reka memilih fatwa yang lebih sesuai dan
ffi:,.G*iK,yfl\gW .
lebih memberikan maslahat menurut pers-
pektif masing-masing madzhab' Komisi ini
"...mqke bertanyolah kepada orang yang
mempunyai pengetahuan iika kqmu tidak hendaklah bergerak dengan segera dan ber-
mengetahui. " (an-Nahl: 43) .
sungguh-sungguh, sehingga setelah mereka

10 Risalah Ahmad Syakir tentang awal bulan Arab'


11 Lihat kitab kami, adh'Dharurah asy-Syar'iyyah.
12 Lihat Wahbah az-Zuhatli,Juhud Taqnin al-Fiqh al-lslami.

,;i"4.t
{.'r;:
FIq!H ISIAM IILID 1

selesai melakukan tugasnya, maka hakim (pe Semoga tulisan ini akan memudahkan
merintah) dapat langsung mengeluarkan per- usaha pihak-pihak yang akan mengundang-
intah dan kebijakan bersandarkan kepada un- undangkan fiqih. Sesungguhnya urusan ini
dang-undang yang berdasarkan fiqih, untuk tidaklah susah iika ada niat yang benar dan
menjawab permasalahan-permasalahan yang
azam yang kuat, dan juga jika para hakim mau
muncul dengan cara merujuk kepada syariah
bersungguh-sungguh melaksanakan langkah
dan fiqih Al-Qur'an dan As-Sunnah. Apabila
yang berani ini, yang tidak boleh dilakukan
ini terjadi, maka jiwa akan merasa tenteram
kecuali dengan modal keyakinan yang kuat
dan hati akan tenang, karena dualisme antara
terhadap Islam, keyakinan akan kebebasan dan
agama dengan kehidupan dunia yang dibawa
oleh sistem-sistem yang yang sekarang ini kemampuan menghadapi segala tantangan.
dipakai akan hilang.

",.{0m},,
Ponglntar llmu Flqlh \^ FIQIH ISLAM JILII) I
JY

BAB KEDUA
SEJARAH RINGKAS
TOKOH-TOKOH MAD ZH.AB FIQIH

FAQIH ATAU MUFTI tertentu di kehidupan dunia ini, sedangkan hu-


Faqih atau mufti adalah seorang mujta- kum-hukum juga dapat menyampaikan sese-
orang kepada satu tujuan di akhirat.13
hid. Mujtahid ialah orang yang mempunyai
Munculnya madzhab bermula pada zaman
kemampuan untuk menyimpulkan hukum dari
sahabat Rasulullah saw.. Sebagai contoh adalah
sumber-sumbernya. Akhirnya, dengan secara
pada masa itu ada madzhab Aisyah, madzhab
majaz dan dengan cara hakikat 'urufiyyah lke-
biasaan). Kata faqih atau mufti ini digunakan
Abdullah bin Umar, madzhab Abdullah bin
Mas'ud dan lain-lain lagi. Pada zaman tabi'in,
untuk menunjuk orang yang alim dalam suatu
telah lahir tujuh ahli fiqih yang termasyhur di
madzhab. Fatwa yang dikeluarkan pada zaman
kita ini hanyalah merupakan penukilan per- Madinah. Mereka ialah Sa'id ibnul Musayyab,
kataan atau pendapat seseorang mufti muj- Urwah ibnuz Zubair, al-Qasim bin Muhammad,
Kharijah bin Zaid, Abu Bakar bin Abdurrahman
tahid, untuk digunakan oleh orang yang me-
minta fatwa (mustafti).lni bermakna fatwa bin Harits bin Hisyam, Sulaiman bin Yasar,
pada masa ini bukanlah fatwa yang hakiki' Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud
dan Nafi' hamba (maula) Abdullah bin Umar.
Di kalangan ahli Kufah juga muncul Alqamah
AL.MADZHAB
bin Mas'ud,lbrahim an-Nakha'i guru Hammad
Kata madzhab menurut arti bahasa ialah bin Abi Sulaiman yang menjadi guru kepada
tempat untuk pergi ataupun jalan. Dari segi Imam Abu Hanifah. Di kalangan ahli Basrah
istilah, madzhab berarti hukum-hukum yang juga muncul ahli fiqih, di antaranya adalah al-
terdiri atas kumpulan permasalahan' Dengan Hassan al-Bashri.
pengartian ini, maka terdapat persamaan mak- Di samping mereka, terdapat lagi ahli fiqih
na antara makna bahasa dan istilah, yaitu dari golongan tabi'in Iain di antaranya adalah
madzhab menurut bahasa adalah ialan yang Ikrimah hamba lmaula) Ibnu Abbas, Atha' bin
menyampaikan seseorang kepada satu tuiuan Abi Ribah, Thawus bin Kisan, Muhammad bin

13 Bujairimi al-Khotib, jilid l, hlm.45.


--

FIqLH ISTAM IITID 1

Sirin, al-Aswad bin Yazid, Masruq ibnul A'raj, tahan besar, yaitu pemerintahan Bani Umayyah
Alqamah an-Nakha'i, asy-Sya'bi, Syuraih, Sa'id dan Bani Abbasiyah. Dia adalah generasi afba'
bin fubair, Makhul ad-Dimasyqi dan Abu Idris at-tabi'in. Ada pendapat yang mengatakan
al-Khulani. bahwa Abu Hanifah termasuk kalangan tabi'in.
Dari awal abad kedua hingga pertengah- Dia pernah bertemu dengan sahabat Anas bin
an abad ke-2 Hijriyah yang merupakan zaman Malik dan meriwayatkan hadits darinya, yaitu
keemasan bagi ijtihad, telah muncultiga belas hadits yang artinya, "Menuntut ilmu adalah
ulama mujtahid yang masyhur yang madzhab fardhu bagi setiap Muslim."
mereka telah dibukukan dan pendapat me- Imam Abu Hanifah adalah imam ahlur
reka banyak diikuti. Mereka ialahla Sufuan bin ra'yu dan ahli fiqih Iraq, juga pendiri madzhab
Uyainah di Mekah, Malik bin Anas di Madinah, Hanafi. Asy-Syafi'i pernah berkata, "Manusia
al-Hassan al-Bashri di Bashrah, Abu Hanifah memerlukan al-lmam Abu Hanifah dalam
dan Su$ran ats-Tsauri (161 H) di Kufah, al- bidang fiqih." Abu Hanifah pernah menjadi
Auza'i [157 H) di Syria (Syam), asy-Syafi'i dan pedagang kain di Kufah. Abu Hanifah me-
al-Laith bin Sa'd di Mesir, Ishaq bin Rahawaih nuntut ilmu hadits dan fiqih dari ulama-ulama
di Naisabur, Abu Tsaur, Ahmad, Dawud az- yang terkenal. Dia belajar ilmu fiqih selama
Zahiri, dan lbnu |arir ath-Thabari di Baghdad. 18 tahun kepada Hammad bin Abi Sulaiman
Namun, kebanyakan madzhab ini hanya yang mendapat didikan fmurid) dari Ibrahim
ada dalam kitab saja, karena para pengikut an-Nakha'i. Abu Hanifah sangat berhati-hati
dan penganutnya sudah tidak ada. Walaupun dalam menerima hadits. Dia menggunakan
demikian, ada juga yang masih wujud dan qiyas dan istihsan secara meluas. Dasar madz-
masyhur hingga hari ini. Pada pembahasan habnya ialah Al-Kitab, As-Sunnah, ijma, qiyas,
selanjutnya kita akan membahas secara ring- dan lstihsan. Dia telah menghasilkan sebuah
kas tentang pemimpin delapan madzhab yang
kitab dalam bidang ilmu kalam, yaitu al-Fiqh
terbesar dari golongan Ahli Sunnah, Syi'ah, dan
al-Akbar. Dan dia juga mempunyai al-Musnad
sebagian kelompok Khawarij yang moderat
dalam bidang hadits. Tidak ada penulisan dia
yang masih mempunyai pengikut hingga hari
dalam bidang ilmu fiqih.
ini, selain madzhab Zahiriyyah yang penganut
Di antara murid Imam Abu Hanifah yang
dan pengikutnya sudah tidak ada.1s
termasyhur ialah:
(a) Abu Yusuf Ya'qub bin Ibrahim al-Kufi
A. ABU HANIFAH, AN-NU,MAN BtN TSABTT (113-182 H). Yaitu, Qadi Besar pada za-
(80-150 H) PENDIR! MADZHAB HANAFT man pemerintahan al-Rasyid. Dia banyak
Namanya al-lmam al-A'zham Abu Hanifah, berjasa dalam mengembangkan madzhab
an-Nu'man bin Tsabit bin Zuwatha al-Kufi. Dia Abu Hanifah, terutama dalam penulisan
adalah keturunan orang-orang Persia yang dasar-dasar madzhab dan penyebaran
merdeka fbukan keturunan hamba sahaya). pendapatnya ke seluruh dunia. Dia adalah
Dilahirkan pada tahun B0 H dan meninggal seorang mujtahid mutlak.
pada tahun 150 H (semoga Allah SWT me- tb) Muhammad ibnul Hassan asy-Syaibani
rahmatinya). Dia hidup di dua zaman pemerin- (1,32-789 H), dilahirkan di Wasit. Ayah-

74
Muhammad Ali Sais, Tarikh al-Fiqh al-lslomr, hlm. 86.
15
Buku terbaik tentang iman-iman Mujtahidin ialah yang ditulis oleh almarhum Syaikh Muhammad Abu Zahrah.
Pengantar llmu Flqlh FIQLH ISIAM JILID 1

nya berasal dari Harusta di Damsyik. Dia annya, yaitu Abu Yusuf dan Muhammad al-
dibesarkan di Kufah, kemudian menetap Hassan asy-Syaibani.
di Baghdad dan wafat di Ray. Pada mula-
nya, dia menuntut ilmu fiqih kepada Imam B. |MAM MAL|K BrN ANAS (9+179 H)
Abu Hanifah, kemudian menamatkan pe- PENDIRI MADZHAB MALIKI
ngaiiannya dengan Abu Yusuf. Asy-Syai-
Imam Malik bin Anas bin Abu Amir al-
bani juga pernah belajar kepada Imam
Asbahi ialah tokoh dalam bidang fiqih dan ha-
Malik bin Anas. Akhirnya, dia menjadi
dits di Darul Hijrah [Madinah) setelah zaman
seorang tokoh fiqih di Iraq setelah Abu
tabi'in. Dia dilahirkan pada zaman al-Walid
Yusuf. Asy-Syaibani terkenal dengan ke-
bin Abdul Malik dan meninggal di Madinah
cerdikan dan ketajaman pikirnya, serta
pada zaman pemerintahan al-Rasyid. Dia
terkenal sebagai seorang mujtahid mutlak
yang telah menghasilkan penulisan yang
tidak pernah ke luar daerah meninggalkan
Madinah. Sama seperti Imam Abu Hanifah,
banyak, yang menjaga dan melestarikan
madzhab Abu Hanifah. Dia berjasa besar
dia hidup dalam dua zaman pemerintahan,
yaitu pemerintahan Bani Umayyah dan Bani
dalam penulisan madzhab Abu Hanifah.
Abbasiyah. Tetapi, hidupnya lebih lama pada
Kitabnya, Zahir ar-Riwayat menjadi hui-
jah yangdigunakan dan menjadi sandaran zaman pemerintahan Bani Abbasiyah. Negara

di kalangan pengikut Madzhab Hanafi.


Islam telah berkembang luas dalam kedua
masa pemerintahan ini, hingga ke Lautan
[c) Abul Huzail, Zufar ibnul Huzail bin Qais
Atlantik di Barat dan ke negeri Cina di Timur.
al-Kufi [110-158 H). Dilahirkan di Asfihan,
meninggal di Basrah. Pada mulanya, dia Juga, telah sampai ke tengah-tengah Benua
Eropa, yaitu ketika negara Spanyol berhasil
cenderung kepada bidang hadits, tetapi
dikuasai.
kemudian dia lebih berminat pada bidang
ar-ra'yu dan muncul sebagai seorang ahli Imam Malik menuntut ilmu kepada ula-
dalam al-qiyas, hingga merupakan orang ma-ulama Madinah. Di antara mereka ialah
yang paling termasyhur dalam perkara Abdul Rahman bin Hurmuz. Dia lama berguru
dengan Abdul Rahman ini. Dia juga menerima
ini di kalangan murid dan pengikut Imam
Abu Hanifah. Dia adalah seorang mujtahid
hadits dari para ulama hadits seperti Nafi'
mutlak.
maula Ibnu Umar dan Ibnu Syihab az-Zuhri.
Gurunya dalam bidang fiqih ialah Rabi'ah bin
[d) Al-Hassan bin Ziyad al-Lu'lu'i (meninggal
Abdul Rahman yang terkenal dengan Rabi'ah
pada tahun 204 H). Pada mulanYa, dia
ar-Ra'yi.
belajar kepada Abu Hanifah, kemudian
kepada Abu Yusuf dan Muhammad. Dia
Imam Malik adalah imam dalam ilmu
terkenal sebagai orang yang meriwayat- hadits dan fiqih. Kitab dia al-Muwaththa'
kan hadits dan fatwa/pendapat Imam Abu
adalah sebuah kitab besar dalam hadits dan
Hanifah. Namun, riwayatnya tidak dapat
fiqih. Imam asy-Syafi'i pernah berkata, "Malik
adalah guru saya, saya menuntut ilmu darinya.
menandingi kitab Zahir ar-Riwayat yang
Dia adalah hujjah di antara saya dengan Allah.
dihasilkan oleh al-lmam Muhammad. Ke-
pakarannya di bidang fiqih tidaklah sam- Tidak ada seorang pun yang berjasa pada saya
pai kepada kepakaran dan martabat Imam melebihi jasa imam Malik. |ika nama ulama
Abu Hanifah dan kedua sahabat utama- disebut, maka nama Malik-lah yang paling
--

'J-'-:

bersinar." Dia membangun madzhabnya ber- meninggal pada tahun I97 H). Dia belajar
dasarkan dua puluh dasar. Lima dari Al-Qur'an dari Imam Malik selama 20 tahun. Setelah
dan lima dari As-Sunnah, yaitu nash al-Kitab, itu, dia mengembangkan Madzhab Maliki
zahirnya yakni umumnya, mafhum al-mukha- di Mesir. Dia telah melakukan usaha yang
I afa h, mafhumnya yakni mafhum a l - m uwaaqo h, serius untuk membukukan Madzhab Ma-
tanbih-nya yakni peringatan Al-Qur'an terha- liki. Imam Malik pernah menulis surat
dap'illah seperti firman Allah, "...kareno semuq kepadanya dengan menyebut gelaran
itu kotor atau fisq." (al-An'aam: 145) "Faqih Mesir" dan 'Abu Muhammad al-
Yang lain ialah al-ijma', ol-qiyas, amal ahli Mufti." Dia juga pernah belajar ilmu fiqih
Madinah, Qaul as-Sahabi, al-istihsan, Sadd adz- dari al-Laits bin Sa'ad. Dia juga seorang
Dzaraii menjaga khilal istishab, al-moshalih ahli hadits yang dipercayai dan mendapat
al-mursalah dan syar' man qoblana.rb julukan "Diwan Ilmu."
Imam Malik terkenal dengan sikapnya [c) Asyhab bin AbdulAziz al-Qaisi, dilahirkan
yang berpegang kuat kepada As-Sunnah, ama- pada tahun yang sama dengan Imam
lan ahli Madinah, al-Moshalih al-Mursalah, asy-Syafi'i, yaitu pada tahun 150 H, dan
pendapat sahabat (qaul sahabrl jika sah sa- meninggal pada tahun 204 H. Kelahiran-
nadnya dan al-istihson. Murid-murid Imam nya terpaut sembilan belas hari setelah
Malik ada yang datang dari MesiC Afrika Utara, Imam asy-Syafi'i lahir. Dia telah mem-
dan Spanyol. Tujuh orang yang termasyhur pelajari ilmu fiqih dari Imam Malik dan al-
dari Mesir ialah:17 Laits bin Sa'd. Dia menjadi ikutan di bidang
(a) Abu Abdullah, Abdurrahman ibnul Qasim ilmu fiqih di Mesir setelah Ibnul Qasim.
(meninggal di Mesir pada tahun 191 H). Dia menghasilkan tulisan berdasarkan
Dia belajar ilmu fiqih dari Imam Malik fiqih Malik yang terkenal dengan sebutan
selama 20 tahun dan dari al-Laits bin Sa'ad Mudawwqnah Asyhab. Mudawanah ini
seorang ahli fiqih Mesir (meninggal tahun bukanlah Mudawwanah Sahnun Imam
L75 H). Abu Abdullah adalah seorang asy-Syafi'i pernah berkata, 'Aku tidak
mujtahid mutlak. Yahya bin Yahya meng- pernah berjumpa dengan orang yang
anggapnya sebagai seorang yang paling Iebih alim dalam fiqih daripada Asyhab."
alim tentang ilmu Imam Malik di kalang- td) Abu Muhammad, Abdullah bin Abdul
an sahabatnya, dan orang yang paling Hakam. Meninggal pada tahun 214H.Dia
amanah terhadap ilmu Imam Malik. Dia merupakan orang yang paling alim tentang
telah meneliti dan mentashih kitab ar- pendapat Imam Malik. Dia menjadi pe-
Mudawwanah, yaitu kitab terbesar dalam mimpin Madzhab Maliki setelah Asyhab.
Madzhab Maliki. Sahnun al-Maghribi (e) Asbagh ibnul Farjal-Umawi. Dia dinisbah-
mempelajari kitab ini darinya kemudian kan kepada Bani Umayyah karena ada
menyusun ulang berdasarkan susunan hubungan hamba sahaya. Dia meninggal
fiqih Abu Abdullah. pada tahun 225H. Dia belajar fiqih kepada
[b) Abu Muhammad, Abdullah bin Wahb bin Ibnul Qasim, Ibnu Wahb, dan Asyhab. Dia
Muslim (dilahirkan pada tahun 125 H dan adalah di antara orang yang paling alim

76 Ati Sais, Tarikh ai-Fiqh, hlrn. 105,'Abu Zahrah, Ktqb Molik, hlm. 254 dan seterusnya.
17 Muhammad Yusuf Musa, al-Amwal wa Nazhariyah al-Aqd, hlm.86 - 89; Kitab Mallk, hlm. 233 dan seterusnya.
FrqlH Isr.rc,M IrrrD 1

dalam Madzhab Maliki, terutama dalam tama yang mengembangkan al-Muwath-


masalah cabang madzhab ini. tha'di Spanyol.
t0 Muhammad bin Abdullah ibnul Hakam. [c) Isa bin Dinar al-Qurtubi al-Andalusi. Me-
Meninggal pada tahun 268 H. Dia me- ninggal pada tahun zLZ H. Dia adalah
nuntut ilmu, khususnya fiqih kepada seorang ahli fiqih Spanyol.
ayahnya dan juga kepada ulama Madzhab (d) Asad ibnul Furat bin Sinan at-Tunisi. Dia
Maliki pada zamannya. Dia juga belaiar berasal dari Khurasan di daerah Naisabur,
kepada Imam asy-Syafi'i. Dia menjadi dilahirkan pada tahun 145 H dan mati
lambang kemegahan dalam bidang fiqih syahid tahun 2L3 H di Sarqusah, ketika
hingga menjadi tokoh di bidang tersebut memimpin tentara untuk membuka Pulau
dan menjadi rujukan fatwa di Mesir. Ba- Sisilia. Dia adalah ahli fiqih, pejuang, dan
nyak rombongan yang datang dari negeri pemimpin angkatan perang. Dia telah
Afrika Utara, Maghrib, dan Spanyol untuk menghimpun fiqih al-Madinah dan fiqih
belajar kepadanya. al-lraq. Dia mempelajari al-Muwaththa'
[g) Muhammad bin Ibrahim al-Askandari bin dari Imam Malik. Dia juga mempelajari
Ziyad yang terkenal dengan Ibnul Maw- fiqih Iraq di mana dia pernah bertemu
waz [meninggal pada tahun 269 H). Dia dengan Abu Yusuf dan Muhammad ibnul
belajar ilmu fiqih kepada ulama semasa- Hassan. Kitabnya yang berjudul al-Asa-
nya sehingga dia mumpuni dalam bidang diyyah merupakan rujukan utama bagi
fiqih dan fama. Kitabnya al-Mawwaziyyah kitab al-Mudawwanah yang ditulis oleh
merupakan kitab yang agung yang pernah Sahnun.
dihasilkan oleh pengikut Madzhab Maliki. (e) Yahya bin Yahya bin Katsir al-Laitsi An-
Ia mengandungi masalah hukum yang dalusi Qurtubi. Meninggal pada tahun 234
paling shahih, bahasanya mudah, dan pem-
H. Dia telah menyebarkan Madzhab Maliki
bahasannya menyeluruh. Cara kitab ini di Spanyol.
menyelesaikan masalah-masalah cabang
ialah, dengan menyandarkan kepada ushul t0 Abdul Malik bin Habib bin Sulaiman as-
Sulami. Meninggal phda tahun 238 H. Dia
(asas dan dasar).
merupakan tokoh fiqih Maliki setelah
Yahya.
Di antara murid Imam Malikyang masyhur
yang datang dari Daerah Islam bagian barat [g) Sahnun, Abdul Salam bin Sa'id at-Tannukhi.
(Magharibah) ialah tujuh orang, yaitu: Meninggal pada tahun 240 H. Dia belajar
fiqih kepada ulama Mesir dan Madinah
[a) Abul Hassan, Ali bin Ziad at-Tunisi. Me-
ninggal pada tahun 183 H. Dia belaiar hingga meniadi ahli fiqih dan tokoh ter-
kepada Imam Malik dan al-Laits bin Sa'd. kenal pada zamannya. Dia menulis kitab
Dia adalah seorang ahli fiqih di Afrika. al-Mudawwanah dalam madzhab yang
meniadi sandaran Madzhab Malik.
[b) Abu Abdullah, Ziyad bin Abdurrahman
al-Qurtubi, meninggal pada tahun 792 H.
Dia digelari dengan "Syabfitn." Dia mem- Di antara murid Imam Malik yang ter-
pelajari al-Muwaththa' langsung dari masyhur yang telah menyebarkan madz-
Imam Malik, dan dia adalah orang per- habnya di Hijaz dan lraq ialah tiga orang.
T
FIQIH ISTAM JILID 1

(a) Abu Marwan, Abdullah bin Abu Salamah menghafal syair mereka. Imam Syafi'i adalah
al-Majishun, meninggal pada tahun zLZ H. tokoh bahasa dan sastra Arab. Al-Ashmu'i
Dia pernah menjadi mufti Madinah pada pernah berkata bahwa syair Hudzail telah di-
zamannya. Dikatakan bahwa dia telah perbaiki oleh seorang pemuda Quraisy ber-
menulis al-Muwaththo' sebelum Imam nama Muhammad bin Idris. Ini jelas menun-
Malik. jukkan bahwa dia adalah imam dalam bidang
(b) Ahmad bin al-Mu'adzdzal bin Ghailan bahasa Arab dan memainkan peranan penting
al-Abdi. Dia hidup sezaman dengan al- dalam perkembangannya.
Majishun dan merupakan salah seorang Imam asy-Syafi'i belajar di Mekah kepada
sahabatnya. Dia merupakan orang yang muftinya, yaitu Muslim bin Khalid al-Zanji
paling alim dalam bidang fiqih di kalangan hingga Imam asy-Syafi'i mendapat izin untuk
sahabat Imam Malik di Iraq. Tapi, tarikh memberikan fatwa. Pada masa itu, Imam
meninggalnya tidak diketahui. asy-Syafi'i baru berumur kira-kira 15 tahun.
(c) Abu Ishaq, Ismail bin Ishaq, al-Qadhi. Setelah itu, dia pergi ke Madinah. Di sana
Dia wafat pada tahun 2BZ H, berasal da- dia menjadi murid Imam Malik bin Anas. Dia
ri Bashrah dan tinggal di Baghdad. Dia belajar dan menghafal al-Muwaththa' hanya
belajar ilmu fiqih dari Ibnul Mu'adzdzal dalam masa sembilan malam saja. Dia juga
dan menyebarkan Madzhab Maliki di Iraq. meriwayatkan hadits dari Sufyan bin Uyainah,
Fudhail bin Iyadh, dan pamannya, Muhammad
C. MUHAMMAD BlN IDRIS ASY€YAFI'I bin Syafi' serta lain-lain.
(150-204 H) PENCETUS MADZHAB Imam asy-Syafi'i pergi ke Yaman, kemu-
SYAFI'I dian ke Baghdad pada tahun lB2 H dan ke
Al-lmam Abu Abdullah, Muhammad bin Baghdad untuk kedua kalinya pada tahun
Idris al-Qurasyi al-Hasyimi al-Muththalibi 195 H. Dia telah mempelajari kitab fuqaha
ibnul Abbas bin Utsman bin Syafi'i (rahima- Iraq dari Muhammad ibnul Hassan. Dia juga
hullah). Silsilah nasabnya bertemu dengan mengadakan perbincangan dan pertukaran
datuk Rasulullah saw. yaitu Abdu Manaf. Dia pendapat dengan Muhammad ibnul Hassan.
dilahirkan di Ghazzah Palestina pada tahun Perbincangan ini sangat menggembirakan ar-
150 H, yaitu pada tahun wafatnya Abu Hani- Rasyid.
fah. Dan dia wafat di Mesir pada tahun 204 H. Imam Ahmad bin Hambal bertemu dengan
Setelah kematian ayahnya pada masa dia Imam asy-Syafi'i ketika di Mekah pada tahun
berumur dua tahun, ibunya membawa Imam LB7 H dan di Baghdad pada tahun 195 H. Dia
asy-Syafi'i ke Mekah, yang merupakan kam- belajar ilmu fiqih dan usul fiqih serta ilmu
pung halaman asal keluarganya. Imam asy- nasikh dan mansukh Al-Qur'an dari Imam
Syafi'i diasuh dan dibesarkan dalam keadaan asy-Syafi'i. Di Baghdad, Imam asy-Syafi'i telah
yatim. Dia telah menghafal Al-Qur'an semasa mengarang kitabnya bernama al-Hujjah yang
kecil. Dia pernah tinggal bersama kabilah mengandung madzhabny a y ang qadim. Setelah
Hudzail di al-Badiyah, satu kabilah yang ter- itu, dia berpindah ke Mesir pada tahun 200 H.
kenal dengan kefasihan bahasa Arabnya. Dan di sana, lahirlah madzhab jadid-nya. Dia
Imam asy-Syafi'i banyak mempelajari dan wafat di Mesir dalam keadaan syahid karena
Pengantar llmu Fiqah FrqlH IsrAM )rLrD 1

ilmu18 pada akhir bulan Raiab, hari fumat [perbuatan penduduk Madinah) sebagai
tahun 204 H. Dia dimakamkan di al-Qarafah hujjah. Ahli Baghdad telah menyifatkan Imam
setelah Asar pada hari yang sama. Semoga asy-Syafi'i sebagai Nashir Sunnah [penyokong
Allah SWT merahmatinya. As-Sunnah).
Di antara hasilkaryanya ialah ar'Risaalah Ulama yang meriwayatkan kitab lamanya,
yang merupakan penulisan pertama dalam ol-Hujjah, ialah empat orang muridnya dari
bidang ilmu usul fiqih dan kitab ol-Umm di kalangan penduduk Iraq, yaitu Ahmad bin
bidang fiqih berdasarkan madzhabio did-nya' Hambal, Abu Tsaur, az-Za'farani, dan al-Kara-
Imam asy-Syafi'i adalah seorang muj- bisi. Riwayat yang paling baik ialah riwayat al-
tahid mutlak. Dia adalah imam di bidang Za'farani.
fiqih, hadits, dan ushul. Dia telah berhasil
Adapun yang meriwayatkan Madzhab ba-
menggabungkan ilmu fiqih ulama Hijaz de-
ngan ulama lraq. Imam Ahmad berkata, "lmam
ru Imam asy-Syafi'i dalam al-Umm juga empat
asy-Syafi'i adalah orang yang paling alim orang muridnya dari kalangan penduduk
berkenaan dengan kitab Allah dan sunnah Mesir. Mereka ialah al-Muzani, al-Buwaiti,
Rasulullah saw.." Dia juga pernah berkata, ar-Rabi' al-lizi dan ar-Rabi' bin Sulaiman al-
"Siapa pun yang memegang tinta dan pena di Muradi, dan lain-lain. Fatwa yang terpakai
tangannya, maka ia berutang budi kepada asy- dalam Madzhab Syafi'i ialah qaul iadid-nya
Syafi'i." Tasy Kubra Zadah dalam kitabnya, dan bukan qaul qadim-nya, karena Imam
Miftah as-Sa'adah berkata, "Ulama kalangan asy-Syafi'i telah menariknya kembali dengan
ahli fiqih, usul, hadits, bahasa, tata bahasa, berkata, "Aku tidak membenarkan orang me-
dan lain-lain telah sepakat tentang amanah, riwayatkannya dariku." Hanya dalam bebera-
adil, zuhud, wara, talowa, pemurah, serta pa masalah saja, yaitu lebih kurang 17 masalah
baiknya tingkah laku dan tinggi budi pekerti yang boleh difatwakan berdasarkan qaul
yang dimiliki oleh Imam asy-Syafi'i. Meskipun qdim. Jika memangqaul qadim itu didukung
banyak pujian yang diberikan, namun ia tetap oleh hadits shahih, maka ia adalah Madzhab
tidak memadai." Syafi'i. Diriwayatkan bahwa asy-Syafi'i ber-
Sumber Madzhab Imam asy-Syafi'i ialah kata, "Jika sah sesuatu hadits, maka itulah
Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kemudian ijma dan madzhabku. Oleh sebab itu kautinggalkan-
qiyas. Dia tidak mengambil pendapat saha- lah pendapatku."
bat sebagai sumber madzhabnya, karena ia
Imam asy-Syafi'i mempunyai pengikut dan
merupakan ijtihad yang ada kemungkin salah.
murid yang banyak di Hiiaz, Iraq, Mesir, dan di
Dia juga tidak beramal dengan istihsan yang
negara-negara Islam yang lain. Secara khusus,
diterima oleh golongan Hanafi dan Maliki.
Dalam hal ini, dia berkata, "Siapa yang me-
kita akan membahas riwayat hidup ringkas
lakukan istihsan berarti ia membuat syariat." Iima orang Mesir yang telah mempelajari
Dia juga telah menolak masalih mursalah dan madzhab j a did-ny a. M ereka ialah : le

tidak setuju menjadikan 'amal ahl al-Madinah

18
Dikatakan bahwa dia dipukul oleh Asyhab, seorang faqih Madzhab Maliki ketika dia berdiskusi dengan asy-Syafi'i sehingga beng-
kak. Dia dipukul di dahi dengan anak kunci, lalu iatuh sakit beberapa hari lamanya sehingga meninggal dunia. Asyhab berdoa dalam
sujudnya, "Ya Allah matikanlah Syafi'i. Kalau tidah hilanglah ilmu Malik." Namun menurut cerita yang masyhur, asy-Syafi'i dipukul oleh
duaorangpemudaMaghribi (Buiairimial-Khathib,)ilid I, hlm.49 danseterusnya).
Abu Zahrah, a.1y-Syafi'i, hlm.149 dan seterusnya.

il..l:r'I .

,L.w,
T
-q11i
\:/
(a) Yusuf bin Yahya al-Buwaithi, Abu Ya'qub. (e) Muhammad bin Abdullah bin Abdul Ha-
Dia wafat tahun 23L H dalam penjara di kam (wafat pada bulan Dzulqa'dah tahun
Baghdad, karena fitnah mengenai pen- 268 H). Selain murid Imam asy-Syafi'i,
dapat bahwa Al-Qur'an adalah makhluk dia juga salah seorang murid Imam
yang ditimbulkan oleh Khalifah al- Malik. Orang Mesir menghormatinya dan
Ma'mun. Imam asy-Syafi'i telah melantik- mengakui bahwa tidak ada orang yang
nya sebagai pengganti untuk memimpin menyamainya. Imam asy-Syafi'i sangat
halaqahnya. Dia telah menghasilk an mukh- mengasihinya dan sangat rapat dengan-
tashar yang masyhur berdasarkan pen- nya. Dia meninggalkan Madzhab Syafi'i
dapat Imam asy-Syafi'i. dan kembali kepada Madzhab Malik, ka-
(b) Abu lbrahim, Ismail bin Yahya al-Muzani rena Imam asy-Syafi'i tidak melantiknya
[wafat pada tahun 264 H). Imam asy- sebagai pengganti untuk mengurus hala-
Syafi'i berkata, "Al-Muzani adalah orang qahnya, juga karena madzhab ayahnya
yang menolong madzhabku." Dia telah adalah Madzhab Malik.
menghasilkan banyak kitab dalam Madz-
hab Syafi'i. Di antaranya ialah al-Mukh- D. AHMAD BIN HAMBAL ASY€YAIBANI
tashar al-Kabir yang dinamakan sebagai
1L64-,241. H) PENCETUS MADZHAB
al-Mabsuth dan al-Mukhtashar ash-Sha- HAMBALI
ghir. Banyak ulama Khurasan, Iraq, dan
Imam Abu Abdullah, Ahmad bin Hambal
Syam yang belajar kepadanya. Dia ialah
bin Hilal bin Asad al-Zuhaili asy-Syaibani, di-
seorang yang alim serta mujtahid.
lahirkan dan dibesarkan di Baghdad. Wafat di
(c) Ar-Rabi' bin Sulaiman bin Abdul fabbar
sana pada bulan Rabi'ul Awwal, (semoga Allah
al-Muradi, Abu Muhammad (perawi ki-
SWT merahmatinya). Dia telah mengembara
tab). Dia merupakan muadzin di Masjid
untuk menuntut ilmu di beberapa kota seperti
Amr ibnul Ash (masjid Fusthath), wafat
Kufah, Bashrah, Mekah, Madinah, Yaman, Syam,
pada tahun 270 H. Dia bersama Imam
dan Jazirah.
asy-Syafi'i dalam jangka masa yang lama,
Imam Ahmad belajar fiqih kepada Imam
sehinggalah dia menjadi periwayat kitab-
asy-Syafi'i semasa dia berada di Baghdad.
kitab Imam asy-Syafi'i. Melalui dia kitab
Akhirnya,lmam Ahmad menjadi seorang muj-
ar-Risalah, al-Umm, dan kitab-kitab Imam
tahid mustaqil. Jumlah gurunya melebihi 100
asy-Syafi'i yang Iain sampai kepada kita.
orang. Dia berusaha mengumpulkan As-Sun-
Jika berlaku percanggahan di antara nah dan menghafalnya, hingga dia terkenal
riwayat al-Muzani dengan riwayat dia,
sebagai Imam al-Muhaddifsun pada zaman-
maka riwayat dialah yang diutamakan.
(d) Harmalah bin Yahya bin Harmalah [wa- nya. Ini juga berkat kemurahan gurunya,
Husyaim bin Basyir bin Abu Khazim al-Bukhari
fat pada tahun 266 H). Dia meriwayatkan
al-Ashl (104 -183 H).
kitab-kitab Imam asy-Syafi'i yang tidak
diriwayatkan oleh ar-Rabi', seperti kitab
Dia adalah tokoh dalam bidang hadits,
sunnah, dan fiqih. Ibrahim al-Harbi berkata,
asy-Syuruth (tiga jilid) kitab as-Sunan (L0
jilid), kitab an-Nikah, dan kitab Alwan "Aku memandang Ahmad, seolah-olah Allah
SWT telah menghimpunkan ilmu ulama yang
al-lbil wal Ghanam we Shifatihaa wa
terdahulu dan yang kemudian kepadanya."
Asnaanihaa.
FIqLH ISIAM JITID 1

Ketika meninggalkan Baghdad menuiu ke (a) Salih bin Ahmad bin Hambal (wafat pada
Mesir, Imam asy-Syafi'i berkata, "Aku keluar tahun 266H). Dia ialah anak Imam Ahmad
dari Baghdad dan aku tidak meninggalkan yang paling tertua; mempelajari ilmu
orang yang lebih takwa dan paling alim di fiqih dan hadits dari ayahnya, dan juga
bidang fiqih selain Ibnu Hambal." dari para ulama lain pada zamannya. Abu
Imam Ahmad telah menerima banyak Bakar al-Khalal periwayat fiqih Hambali
cobaan dan ujian. Dia telah dipukul dan di- berkata, "Dia telah mendengar banyak
kurung karena fitnah mengenai pendapat masalah dari ayahnya, Orang Khurasan
bahwa Al-Qur'an adalah makhluk pada zaman banyak bertanya tentang berbagai masa-
al-Ma'mun, al-Mu'tashim, dan al-Watsiq. Dia lah kepada ayahnya."
bersabar seperti sabarnya para nabi. Ibnul (b) Abdullah bin Ahmad bin Hambal (2L3
Madini berkata, "Sesungguhnya Allah memu- - 290 H). Dia mempunyai perhatian besar
liakan Islam dengan dua lelaki; yaitu Abu dalam bidang periwayatan hadits dari
Bakar ketika orang Arab mulai murtad dan ayahnya. Sementara saudaranya, Salih
Ibnu Hambal ketika muncul fitnah." Bisyr al- memfokuskan kepada bidang fiqih ayah-
Hafi juga berkata, "Sesungguhnya Ahmad nya dan masalah-masalah yang berhu-
berdiri di tempat berdirinya para nabi." bungan dengannya.
Dasar madzhabnya dalam iitihad adalah (c) Al-Atsram, Abu Bakc Ahmad bin Muham-
hampir sama dengan prinsip madzhab Syafi'i. mad bin Hani' al-Khurasani, al-Baghdadi
Ini karena dia dididik oleh Imam asy-Syafi'i. (273 H). Dia telah meriwayatkan masa-
Dia menerima Al-Qur'an, As-Sunnah, fatwa lah-masalah fiqih dan hadits dari Imam
sahabat, ijma, qiyas, istishab, mashalih mur- Ahmad. Dia menghasilkan kitab bernama
salah dan dzarai'. as-Sunan fil Fiqh berdasarkan madzhab
Imam Ahmad tidak mengarang kitab Ahmad. Kitab ini menggunakan hadits se-
fiqih, sehingga sahabatnya mengumpulkan bagai dasarnya.
pendapat madzhabnya berdasarkan perkata- [d) Abdul Malik bin Abdul Hamid bin Mahran
an, perbuatan, jawaban-iawaban Imam Ahmad, al-Maimuni [meninggal tahun 27 4 H). Dia
dan sebagainya. hidup bersama Imam Ahmad lebih dari 20
Dia telah menghasilkan al-Musnad dalam tahun. Dia mempunyai kedudukan yang
hadits, yang mengandung lebih daripada tinggi di kalangan sahabat Imam Ahmad.
40.000 hadits. Dia mempunyai kekuatan ha- Abu Bakar al-Khallal sangat kagum de-
falan yang amat kuat. Dia mengamalkan hadis ngan riwayat yang diterimanya dari Imam
mursal (hadits yang dalam sanadnya, rawi Ahmad.
shahbi-nya tidak ada), dan hadits dhaif yang (e) Ahmad bin Muhammad ibnul Hajiaj, Abu
boleh meningkat ke derajat hadits hason, te- Bakar al-Marwadzi [meninggal tahun
tapi dia tidak beramal dengan hadits batil dan 274 H). Dia adalah seorang yang paling
mungkar. Dia mengutamakan hadits mursal istimewa dan dekat dengan Imam
dan dhaif daripada qiyas. Ahmad. Dia adalah imam dalam bidang
Di antara murid yang telah menyebarkan fiqih dan hadits dan menghasilkan ba-
ilmunya ialah sebagai berikut.20 nyak penulisan. fika golongan Hambali

Abu Zahrah, /bn Hambalhlm.tT6- 188.


,t
I
m
,{
;r

E
IsLAM lrLrD 1

menyebut nama Abu Bakar; maka yang E. ABU SULAIMAN, DAWUD BtN ALt
dimaksud dengannya ialah al-Marwadzi. AL.ASFIHANI AZ.ZAHIRI
(0 Harb bin Ismail al-Hanzhali al-Karmani Dia Dilahirkan di Kufah pada tahun 202 H
[meninggal pada tahun 280 H). Dia men- dan meninggal di Baghdad pada tahun 270 H.
dalami fiqih dari Imam Ahmad. Walau- Dia adalah pencetus Madzhab az-Zahirl
pun al-Marwadzi mempunyai hubungan Dia merupakan pemimpin golongan ahli
yang erat dengan Imam Ahmad, namun ia
Zahir. Dia meletakkan asas madzhab ini, dan
masih menjadikan riwayat Harb bin Ismail kemudian dikembangkan oleh Abu Muham-
sebagai sandaran kepada riwayat yang mad Ali bin Sa'id bin Hazm al-Andalusi [384-
diterimanya dari Imam Ahmad. 406 H) yang telah mengarang beberapa buah
(g) Ibrahim bin Ishaq al-Harbi, Abu Ishaq kitab, yang utama ialah al-Muhalla di bidang
(meninggal 285 H). Dia lebih pakar dalam fiqih dan al-lhkam fi Ushul al-Ahkam di bidang
bidang hadits daripada fiqih, dan juga Usul Fiqih.
seorang yang alim dalam bidang bahasa. Imam Dawud adalah di antara hufazh ha-
dits (golongan yang sampai kepada martabat
Setelah itu, lahirlah Ahmad bin Muham-
al-Hafizh dalam hadits), ahli fiqih yang mu-
mad bin Harun, Abu Bakar al-Khallal [wafat
jtahid, dan mempunyai madzhab yang tersen-
pada tahun 311 H). Dia telah mengumpulkan
fiqih Imam Ahmad melalui para sahabatnya,
diri setelah dia mengikut Madzhab Syafi'i di
Baghdad.
hingga dia terkenal sebagai pengumpul fiqih
Asas Madzhab Zahiri ialah beramal de-
Hambali, atau pemindah, ataupun periwa-
ngan zahir Al-Qur'an dan As-Sunnah selama
yatnya. Al-Khallal hidup bersama Abu Bakar
al-Marwadzi hingga wafatnya. Adalah jelas,
tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa
yang dikehendaki darinya ialah bukan makna
bahwa dialah yang mendorong al-Khallal su-
yang zahir. fika tidak ada nash, maka berpin-
paya meriwayatkan fiqih. Pengumpulan yang
dah kepada ijma dengan syarat hendaklah ia
dilakukan oleh al-Khallal ini telah diringkas-
merupakan ijma seluruh ulama. Mereka juga
kan oleh dua orang yang masyhur; yaitu:
menerima ijma sahabat. fika tidak didapati
[a) Abul Qasim, Umar ibnul Hussain al- nash atau ijma, mereka menggunakan rsfish-
Kharqi al-Baghdadi (meninggal 334 H),
hab, yaitu ol-ibahah al-hasliyyah [kemubahan
dikebumikan di Damsyik. Dia banyak me-
yang natural/asal).
nulis kitab dalam madzhab Ahmad, di
antaranya ialah kitab Mukhtashor-nya Qiyas, ra'yu dan istihsan, dzarai'dan men-

yang masyhuryangtelah disyarahi oleh Ibnu


cari 'illat nash-nash hukum dengan meng-
gunakan ijtihad adalah ditolak. Cara-cara itu
Qudamah dalam kitabnya, al-Mughni.
(b) Abu Bakac Abdul Aziz bin fa'far tidak dianggap sebagai dalil dalam hukum,
yang
sebagaimana mereka juga menol ak taqlid,
lebih terkenal dengan Ghulam al-Khallal
(meninggal 363 H). Dia adalah sahabat al-
Di antara contoh masalah fiqih menurut
pendapat mereka ialah pengharaman meng-
Kharqi. Dia merupakan murid al-Khallal
gunakan bejana dari emas dan perak hanya-
yang sangat berpegang teguh dalam
lah khusus untuk minum. Pengharaman riba
mengikuti jejak langkahnya. Adakalanya
hanyalah pada enam jenis yang disebutkan
dia mengutamakan riwayat dan pendapat
yang tidak dirajihkan oleh al-Khallal.
dalam hadits, shalat fumat dilaksanakan di
masjid kampung. Pendapat mereka ini adalah
FE
F,j
i

k
Pengantar llmu Flqlh FrqLH lsr-AM rrLrD 1

sama dengan pendapat Abu Tsaur; salah Imam Zaid mengutamakan AIi bin Abi
seorang pengasas madzhab fiqih yang telah Thalib daripada sahabat Rasulullah saw. yang
pupus. Istri yang kaya bertanggung jawab Iain. Dia berpendapat imam yang zalim tidak
menanggung perbelanjaan nafkah suaminya boleh ditaati. Walaupun dia mengutamakan
yang susah dan juga nafkah dirinya. Sayyidina Ali, tetapi dia juga menerima pe-
Madzhab ini telah tersebar luas di lantikan Abu Bakar dan Umar; dan menolak
Andalus. Pada abad ke-S H, ia mulai merosot kritikan terhadap mereka yang dilakukan
dan akhirnya pupus pada kurun ke-B H. oleh pengikutnya yang telah membaiatnya.
Sebab itulah, pengikutnya pecah dan ada
yang memisahkan diri. Imam Zaid berkata
F. ZAID BIN ALI ZAINAL ABIDIN IBNUL
kepada orang yang memisahkan diri darinya,
HUSATN (WAFAT L22H1
"Kau telah menolakku." Dengan kata-kata itu,
Dia adalah imam golongan Syiah Zaidiyyah
golongan ini pun terkenal dengan gelaran ar-
yang dianggap sebagai madzhab ke-5 selain
Rafidhah (kelompok yang menolak). Setelah
madzhab yang empat.
dia wafat, anaknya-Yahya-meneruskan per-
Dia adalah imam pada zamannya dan juangannya. Dia telah terbunuh pada zaman
merupakan ahli ilmu dalam berbagai bidang. pemerintahan al-Walid bin Yazid bin Abdul
Karena ketinggian ilmunya di bidang 'Ulumul Malik.
Qur'en, qira'ot, dan fiqih, maka dia digelari Di antara kitab terpenting dalam madz'
sebagai halif Al-Qur'an. Diatelah menulis kitab hab ini yang telah dicetak ialah Kitab al-Bahr
fiqih berjudul al-Majmu'yang merupakan ki- al-Zakhkhar al-Jami'li Madzahib Uame'al Am-
tab fiqih yang tertua dicetak di Itali. Kitab ini sar oleh al-lmam Yahya ibnul Murtadha [me-
telah disyarahi oleh al-Allamah Syarafuddin ninggal840 H). Dalam empatiilid, ia membahas
al-Hussain ibnul Haimi al-Yamani ash-Shan'ani pendapat-pendapat dan perselisihan ulama
[meninggal t221 H), dalam kitab yang ber- fiqih.
judul ar-Rawdhun Nadhir Syarh Maimu' al- Fiqih madzhab ini lebih cenderung ke-
Fiqh al-Kobir dalam bmpat jilid. pada fiqih ahli Iraq pada zaman permulaan
Abu Khalid al-Wasithi merupakan rawi kelahiran Syiah dan para imam mereka. Ia
hadits-hadits Majmu' dan pengumpul fiqih tidak mempunyai perbedaan yang banyak
madzhab Zaid. Dikatakan bahwa jumlah hasil dengan fiqih ahli Sunnah. Walaupun demikian,
karyanya mencapai 15 naskah kitab. Di anta- terdapat beberapa perbedaan dalam masalah-
ranya adalah kitab al-Majmu'di bidang hadits, masalah yang masyhur. Di antaranya adalah
namun penisbatan kitab ini kepada imam Zaid tidak boleh menyapu khuf, haram sembelihan
diragui. orang bukan Islam, dan haram kawin dengan
Golongan Zaidiyyah ialah mereka yang kitabiyah, karena Allah SWT berfirman,
menjadikan imam Zaid (anak Ali Zainal
Abidin) sebagai imam dan pencetus madzhab
ini. Imam Zaid telah menerima bai'ah di Kufah
"...dan
ffi :;Jst*"lK*i{;...
janganlah kamu (wahai umat lslam)
pada masa pemerintahan Hisyam bin Abdul
tetap berpegang kepada akad perkowinan kamu
Malik. Yusuf bin Umar memeranginya hingga
dengon perempuan-perempuan y o n g (kekal dalam
Imam Zaid meninggal.
keadaan) kafir...." (al-Mumtahanah: 10)

..+-t +-.
FIQIH ISLAM IILID 1

Mereka juga berbeda pendapat dengan yang terakhir ialah Muhammad al-Mahdi al-
golongan Syiah Imamiyyah dalam persoalan Hujjah, yang mereka dakwa dia tersembunyi
bolehnya kawin Mut'ah. Mereka berpendapat dan dialah imam yang masih hidup.
kawin Mut'ah tidak boleh. Dalam adzan, me- Ibnu Farrukh ialah tokoh yang menye-
reka menambah ungkapan (ryttr *:;) barkan fiqih Syi'ah Imamiyyah di Persia da-
yang artinya, "Marilah melakukan perbuatan lam kitabnya Baqta'ir ad-Darajat fi 'Ulum Aali
yang baiki' dan mereka bertakbir sebanyak Muhammad, wa Ma Khashshahumullah bih.
lima kali dalam shalat jenazah. Madzhab yang Kitab ini telah dicetak pada tahun 1285 H.
dipraktikkan di Yaman adalah madzhab al-Ha- Sebelum itu, kitab pertama kali dalam fiqih
dawiyyah, yaitu pengikut al-Hadi ila al-Haq Imamiyyah ialah risalah al-Halal wal-Haram
Yahya ibnul Husain. Madzhab ini merupakan yang dikarang oleh Ibrahim bin Muhammad
madzhab yang dipakai oleh pemerintahan Abu Yahya al-Madani al-Aslami yang dia riwa-
Yaman hingga sekarang, sejak 288 H. Mereka yatkan dari Imam fa'far ash-Shadiq.
adalah golongan Syiah yang paling dekat de-
Kemudian anaknya, Ali ar-Ridha menulis
ngan Ahli Sunnah. Dalam aqidah, mereka
kitab Frqh ar-Ridha, dicetak pada tahun L274H
mengikuti paham Muktazilah. Dalam menge-
di Teheran.
luarkan hukum, mereka bersandar kepada Al-
Setelah Ibnu Farrukh al-A'raj, muncul
Qur'an, hadits, ijtihad dengan menggunakan
Muhammad bin Ya'qub bin Ishaq al-Kulaini
pikiran, qiyas, istihsan, masalih mursalah, d,an
ar-Razi yang merupakan syaikh golongan
istishab.
Syi'ah yang mati pada tahun 328 H. Dia te-
Kesimpulannya, golongan Zaidiyyah ada-
lah menulis buku al-Kafi fi 'IIm ad-Din. Di
lah dinisbahkan kepadaZaid, karena dia ada-
dalamnya terdapat L6.099 hadits yang di-
lah iman mereka. Berbeda dengan golongan
riwayatkan melalui Ahlul Bait. Bilangan ini
Hanafi dan Syafi'i umpamanya, sekiranya
lebih banyak daripada bilangan hadits yang
pengikut madzhab Zaidiyah tidak menemu-
terdapat dalam kitab hadits yang enam (yaitu
kan hukum pada cabang persoalan fiqih dalam
al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi,
madzhab mereka, maka mereka akan berpe-
an-Nasa'i, dan Ibnu Majah).
gang kepada pendapat imam mereka.
Empat kiab yang menjadi pegangan Madz-
hab Syi'ah Imamiyyah adalah al-Kafi; Man Lo
G. AL.IMAM ABU ABDULLAH JA'FAR ASH. Yahdhuruhu al-Faqih karya ash-shaduq al-
SHADIQ BIN MUHAMMAD AL. BAQIR
Qummi; Tahdzib al-Ahkam karya ath-Thusi
BIN ALI ZAINAL ABIDIN IBNUL HUSAIN dan al-lstibshar karya ath-Thusi, Sama seperti
(80.148 H/699765 M) PENCETUS t golongan Zaidiyyah,setelah Al-Qur'an, mereka
MADZHAB IMAMIYYAH tidak berpegang kecuali kepada hadits yang
Adapun Abu fa'far Muhammad ibnul diriwayatkan oleh para imam mereka dari
Hasan ibnul Farrukh ash-Shaffar al-A'raj al- Ahlul Bait untuk menetapkan masalah fiqih.
Qummi (meninggal 290 H) adalah orang yang Mereka juga berpendapat bahwa pintu ijtihad
menyebarkan madzhab Syi'ah Imamiyyah da- terbuka. Mereka menolak qiyas dan mereka
lam bidang fiqih. mengingkari ijma, kecuali jika salah satu
Golongan Imamiyyah mengatakan bahwa imamnya termasuk yang ikut ijma. Ruiukan
12 imam adalah maksum. Imam yang pertama hukum-hukum syara'bagi mereka ialah para
ialah Imam Abul Hasan Ali al-Murtadha, dan imam dan bukan orang lain.
FIqIH ISLAM JItlD 1

Fiqih Imamiyyah dekat dengan madzhab H. ABTNiY SYA'TSA'AT.TABI'!, JABIR BIN


Syafi'i, dan ia tidak berbeda dalam perkara- zArD (MENINGGAL 193 H) PENCETUS
perkara yang masyhur yang terdapat dalam MADZHAB IBADIYYAH
fiqih Ahli Sunnah kecuali dalam lebih kurang Madzhab ini dinisbahkan kepada Abdullah
17 masalah. Di antara yang utama ialah ten- bin Ibadh at-Tamimi [meninggal B0 H). Jabir
tang bolehnya nikah Mut'ah. Perbedaan pen- bin Zaid adalah ulama tabi'in yang meng-
dapat mereka lebih kurang sama saja dengan amalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dia murid
perbedaan pendapat di kalangan madzhab- Ibnu Abbas r.a.. Usul fiqh lbadiyyah sama se-
madzhab fiqih seperti Hanafi dan Syafi'i um- perti usul madzhab-madzhab lain yang ber-
pamanya. Madzhab Syi'ah Imamiyyah ini ter-
pegang kepada Al-Qur'an, As-Sunnah, ijma,
sebar hingga sekarang di Iran dan lraq. Pada qiyas, istidlal, atau istinbath dengan semua
hakikatnya, perbedaan antara mereka dengan
cara termasuk a/-rstih san, istishlah, mashalih
Ahli Sunnah tidaklah berasaskan kepada aqi-
mursalah, istishhab, qaul ash'Shahabi, dan
dah atau fiqih, tetapi berasaskan kepada soal
lain-lain. Pendapat yang muktamad menurut
pemerintahan dan imam. Di antara agenda
mereka ialah ilham yang diperoleh oleh orang
utama Revolusi Iran tahun 1979 yang dide-
selain Nabi Muhammad saw. tidak dapat
ngungkan adalah menghapuskan pertikaian
menjadi hujiah dalam hukum syara' bagi
dengan Ahli Sunnah dan menganggap bahwa
orang selain yang mendapat ilham tersebut.
umat Islam seluruhnya adalah satu umat saia.
Adapun seorang mujtahid yang mendapat
Di antara masalah-masalah fiqih penting
ilham, maka ilham itu tidak menjadi hujjah
yang berbeda dengan Ahli Sunnah ialah bo-
baginya kecuali dalam persoalan yang tidak
lehnya nikah dalam jangka waktu tertentu
ada dalil muttafaq 'alaih (dipersetujui oleh
(nikah Mut'ah), diwajibkannya mendatangkan
semua) dalam penetapan hukumnya, dan itu
saksi ketika perceraian, mengharamkan sem-
merupakan istihsan yang dikenal pada madz-
belihan Ahli Kitab dan kawin dengan wanita
hab yang lain. Mereka tidak mau dinamakan
Nasrani dan Yahudi (sama dengan pendapat
Zaidiyah). Dalam masalah harta warisan, al-Khawarij atau al-Khawamis. Mereka lebih
mereka mengutamakan anak paman seibu dikenal dengan Ahlud Da'wah, Ahlul Istiqa-
seayah atas paman seayah. Mereka juga mah, dan J ama'ah al-Muslimin.
mengatakan bahwa tidak boleh menyapu Golongan lbadiyyah terkenal dengan pen-
khul cukup menyapu kedua belah kaki dalam dapatnya dalam masalah-masalah fiqih be-
wudhu. Dan dalam adzan mereka menambahi rikut ini.21
beberapa kalimat, yaitu 1it Q: rlt; iti "6i1 [a) Tidak boleh menyapu khuf sama seperti
yang artinya,'Aku bersaksi bahwa Ali adalah pendapat Syi'ah Imamiyyah.
wali Allah SWf"; U;tt .5 * :;)yang artinya, (b) Tidak mengangkat kedua tangan ketika
"Marilah melaku(an perbuatan yang baiki' takbiratul ihram, meluruskan tangan da-
dan mengulang kalimat ti, !f ;jf l). lam shalat dan cukup dengan satu kali
salam. Pendapat mereka ini sama dengan
pendapat Madzhab Maliki dan Zaidi.

Ibrahim Abdul AzizBadawt,Daur al-Madrasah al-lbodiyah fi al-Fiqh wa al-Hadhamhal-lslam$yah,hlm.L8.


irl
:!A

H
ffi
,&
FIQIH lsrAM IrLrD 1

(c) Mereka mengatakan bahwa orang yang Hamba mudabbar (yang dijanjikan mer-
berjunub pada bulan Ramadhan batal deka sesudah kematian tuannya) menjadi
puasanya. Mereka berhujjah dengan ha- merdeka setelah tuannya meninggal. Ini
dits Abu Hurairah dan pendapat sebagian sama seperti pendapat madzhab lain,
dari golongan tabi'in. ataupun mereka dibebaskan setelah sele-
[d) Sembelihan Ahli Kitab yang tidak mem- sainya tempo yang ditetapkan. Hamba
beri jizyah ataupun orang kafir harbi yang itu tidak boleh dijual kecuali berkaitan
tidak membuat perjanjian adalah haram. dengan utang menurut pendapat keba-
Syi'ah Imamiyyah tidak membolehkan nyakan ulama madzhab.
makan sembelihan mereka sama sekali. ti) Mengharamkan tembakau dengan alasan
[e) Haramnya nikah anak-anak lelaki maupun ia termasuk perkara keji.
perempuan menurut pendapat fabir bin
Zaid. Tetapi, amalan dalam madzhab ini Di antara kitab-kitab mereka dalam aqi-
berbeda dengan pendapat fabir. dah ialah Masyariq al-Anwar, oleh Syaikh
(0 Makruh mengumpulkan antara anak-anak Nuruddin as-Salimi. Dalam usul fiqih, kitab
perempuan paman dalam satu ikatan Thal'atu asy-Syams, oleh Syaikh Nuruddin as-
perkawinan, karena khawatir terjadi pe- Salimi. Dalam bidang fiqh Syarh an-Nayl wa
mutusan silaturahmi. Makruh itu adalah Syifa' al-Alil, oleh Syaikh Muhammad bin
makruh tanzih. Yusuf bin Attafaiyisy sebanyak (L7 )uz), Qamus
[g) Wasiat adalah wajib terhadap keluarga asy-Syari'ah oleh as-Sa'di sebanyak 90 juz, al-
terdekat yang tidak mendapat waris. Ini Mushannaf, oleh Syaikh Ahmad bin Abdullah
berdasarkan kepada hadits-hadits yang al-Kindi sebanyak 42 juz; Monhaj ath-Tha-
menganjurkan supaya dilakukan wasiat. libin, oleh asy-Syaq'abi sebanyak 20 jilid, al-
Boleh berwasiat kepada cucu dari anak Idhah, oleh Syaikh asy-Syammakhi sebanyak
lelaki, meskipun ada anak lelaki. Ini ber- delapan juz, Jawhar an-Nizom oleh Syaikh
dasarkan kepada firman Allah SWT, as-Salimi dan al-Jami'oleh Ibnu Barakah se-
"Diwojibkan atas kamu, apabila maut banyak dua juz.

hendak menjemput seseorang di antara Madzhab ini masih diikuti di daerah


kamu, jika dia meninggalkan harta, ber- Oman, Afrika Timur [Tanzania), Aljazair, Libya,
wasiat untuk kedua orang tua dan karib dan Tunisia.
kerab at.... " (al-Baqarah: 180) Dalam aqidah, mereka menyatakan bah-
wa orang yang melakukan dosa besar akan
Wasiat kepada ibu dan bapak dinasakh kekal dalam neraka, jika mereka tidak ber-
oleh ayat yang menerangkan pembagian tobat. Mereka mengatakan bahwa muwalat
harta waris dan juga dengan hadits, floyal) kepada orang yang taat dan bara'ah
"Tidak adq wasiat kepada ahli waris."
[melepaskan hubungan) dengan orang yang
[h) Seorang hamba mukatab [hamba yang maksiat adalah wajib. Mereka mengatakan
dijanji akan dibebaskan apabila dia mem- boleh melakukan taqiyyah dalam perkataan,
bayar tebusan) adalah dianggap merdeka tetapi tidak boleh dalam perbuatan. Mereka
sejak perjanj ian pembebasan (ol- Ki tabah). mengatakan sifat Allah SWT ialah zat itu

.:+:s
Pengartar tlmu Fiqlh FIQIH ISLAM JILID 1

sendiri. Artinya ialah, sifat-Nya ada pada zat- nyucikan Allah SWT. Tetapi, mereka tidak
Nya dan bukan yang lain dari-Nya. Dengan berkata seperti Muktazilah bahwa baik dan
konsep ini, mereka bermaksud mengagung- buruk dapat ditemukan melalui akal, dan juga
kan Allah SWT dan menyucikan-Nya. Mereka mereka tidak mengatakan bahwa Allah SWT
mengatakan-sama seperti Syi'ah-bahwa wajib melakukan perbuatan baik dan yang
Allah SWT tidak dapat dilihat di akhirat. lebih baik, yaitu as-Sa'ah wal Aslah).22
Tujuan mereka ialah mengagungkan dan me-

,i_,;-#- .,..

22 Saya menarik apa yang telah saya tulis tentang Madzhab tbadiyah dalam cetakan yang lalu, karena ada beberapa kesalahan
FIQIH ISI.AM IILID

BAB KETIGA
PERINGKAT-PERINGKAT TOKOH
AHLI FIQIH DAN KITAB-KITAB FIQIH

A. PERTNGKAT TOKOH AHL! FrQtH 2. MUITAHID MWLAK YANG TIDAK


BER; tTt HAD SEN Dt Rt ( M UtfAH t D
Seorang mufti harusnya mengetahui ke-
MUTHLAQ GHAIRU MUSTAQ'LL)
dudukan ulama yang pendapatnya dijadikan
fatwa, baik kedudukannya dalam kemampuan Mujtahid muthlaq ghairu mustaqill ialah
ilmu riwayah maupun dirayah. Mufti juga se- mujtahid yang memiliki syarat-syarat berijti-
harusnya mengetahui tingkatan ulama'terse- had yang dimiliki mujtahid mustaqill, tetapi
dia tidak mencipta kaidah-kaidah sendiri, me-
but di kalangan para fuqaha, agar ia dapat
membedakan di antara pendapat-pendapat lainkan dia mengikuti cara salah seorang dari
para imam mujtahid. fadi, mereka sebenarnya
yang bertentangan dan membu at tarj ih dengan
muntasib (mengikut) bukan mustaqill (berdiri
mengutamakan yang paling kuat. Peringkat
para fuqaha ada tujuh, yakni sebagai beri- sendiri). Contohnya, adalah murid-murid para
kut.23
imam yang empat seperti Abu Yusuf, Muham-
mad, dan Zufar dari golongan Hanafi. Ibnul
7. MUfiAHID YANG BER'In'HAD SENDIRI Qasim, Asyhab, Asad ibnul Furat dari madzhab
(MUtfAHtD MUSTAQTLL) Maliki. Al-Buwaiti dan al-Muzani dari madzhab
Mujtahid mustaqill ialah mujtahid yang Syafi'i. Dan seperti Abu Bakar al-Atsram dan
mampu membuat kaidah untuk dirinya sen- Abu Bakar al-Marwazi dari madzhab Hambali.
diri. Dia membina fiqih di atas kaidah-kaidah Ibnu Abidin menamakan tingkat ini se-
tersebut. Imam madzhab yang empat terma- bagai thabaqah al-mujtahidin dalam madzhab.
suk mujtahid kategori ini. Ibnu Abidin menama- Mereka berupaya mengeluarkan hukum-hu-
kan thabaqah [tingkat) ini sebagai tabaqah al- kum dari dalil-dalil syara' menurut kaidah
M uj ta hi d in
dalam syara'. yang ditetapkan oleh guru mereka dalam

23 As-Suyuthi, ar-Radd 'ata Man Akhlada ila at-Ardh, hlm. 39 - 42; Hasyiah lbn Abidin, Jilid I, hlm. 71 dan seerusnya; Rimlah Rasm al-
Mufti,hlm L 1- 12; Abu Zahrah, Malik, hlm. 438, 44O-450; Abu Zahrah, Ibn Hambal, hlm.368-372; Ahmad bin Hamdan al-Harrani
al-Hambali, Sfti/a t al-Fatwa wal Mufti, hlm. 16; al-Fawa'id al-Makkiyyah fi Ma Yahtqjuhu Thalobah ary-gafi'Wahhlm.39.
FIQLH ISI."A"M IILID 1

mengeluarkan hukum. Meskipun dalam se- Qaduri dan al-Marghinani, pengarang kitab
bagian hukum, mereka berbeda pendapat al-Hidayah, dari madzhab Hanafi. Seperti al-
dengan guru mereka, tetapi mereka meng- Allamah Khalid dari golongan ulama Maliki.
ikutinya dalam kaidah-kaidah yang utama. Seperti ar-Rafi'i dan an-Nawawi dari golong-
Kedua tingkatan ini telah pupus dan tidak ada an ulama Syafi'i, dan seperti al-Qadhi Alaud-
lagi. din al-Mardawi, Abul Khaththab Mahfuzh
bin Ahmad al-Kaludzani al-Baghdadi (510 H)
3. MUITAHID MUQAYYAD mujtahid dari madzhab Hambali.
Mujtahid Muqayyad disebut juga d6ngan
mujtahid dalam masalah-masalah yang tidak 5. MUI|AHID FATWA
ada nash dari Imam Madzhab atau mujtahid Yaitu, seorang mujtahid yang berpegang
at-takhrij. kuat dengan madzhab, menerima dan me-
Mereka adalah seperti al-Khashshaf, ath- nyampaikannya kepada orang lain, serta
Thahawi, al-Karkhi, al-Hilwani, as-Sarakhsi, memberi penjelasan dalam perkara-perkara
al-Bazdawi, dan Qadi Khan dari madzhab yang jelas dan dalam perkara-perkara yang
Hanafi, seperti juga al-Abhari, Ibnu Abi Zaid musykil. Dia membuat perbedaan di antara
al-Qairawani dari madzhab Maliki. Abu Ishaq pendapat yang paling kuat, yang kuat, yang
asy-Syirazi, al-Marwazi, Muhammad bin Jabin lemah, yangrajih, dan yang mariuh. Tetapi dia
Abu Nashr, dan Ibnu Khuzaimah dari madzhab mempunyai kelemahan dalam menguraikan
Syafi'i, seperti Qadi Abu Ya'la dan Qadi Abu Ali dalil dan mengemukakan bandingannya [qi-
bin Abu Musa dari Madzhab Hambali. Mereka yas). Mereka adalah terdiri atas para penulis
semua dinamakan oshabul wuiuh, sebab me- kitab pada zaman mutakhir seperti pengarang
reka melahirkan hukum-hukum yang tidak kitab alKanz; pengarang ad-Durr al-Mukhtan
dinashkan oleh imam [madzhab). Perbuatan pengarang al-Wiqayah, pengarang Maima' al-
mereka dinamakan satu waih dalam madzhab Anhar darigolongan ulama Hanafi, dan seperti
atau satu pendapat (ra'yun) dalam madzhab. ar-Ramli dan Ibnu Hajar dari golongan ulama
Pendapat-pendapat ini dinisbatkan kepada Syafi'i.
para imam ini, bukan kepada imam pencetus
madzhab. Hal ini banyak terjadi pada madz- 6. TABAQAT MUQALL'DIN
hab asy-Syafi'i dan Hambali. Al-Muqallidun ialah orang yang tidak
mempunyai kemampuan untuk membuat per-
4. MUTTAH'D TARTIH bedaan antara pendapat yang lemah dan yang
Mujtahid Tarjih yaitu mujtahid yang kuat, serta tidak dapat membedakan antara
mampu menguatkan pendapat yang dikeluar- yangrajih dan yang marjuh.
kan oleh imam madzhab dari pendapat- Selain itu, jumhur ulama tidak membeda-
pendapat yang lain. Atau, yang mampu me- kan antara mujtahid muqayyad dengan muj-
lakukan tarjih di antara apa yang dikatakan tahid, takhrij sedangkan Ibnu Abidin meletak-
oleh imam, dan apa yang dikatakan oleh mu- kan thabaqat mujtohid takhriidi tempat yang
rid-muridnya ataupun oleh para imam yang keempat setelah mujtahid muqayyad dengan
lain. fadi, dia berusaha menguatkan sebagian memberi contoh ar-Razi al-fashshash [me-
riwayat dari yang lain. Misalnya seperti al- ninggal 370 H) dan yang setingkat dengannya.
FlqlH ISLAM JrLrD 1

B. PERINGKAT KITA&KITAB FIQIH kan dari para pencetus madzhab yang telah
7. H|RARK| K|TA&I$TAB FtQtH HANAF|24 disebutkan, tetapi bukan dalam kitab-kitab
Para ulama Madzhab Hanafi membagi yang disebutkan di atas melainkan dalam
kitab-kitab fiqih dalam madzhab mereka dan kitab-kitab tulisan Muhammad al-Hasan yang
juga masalah yang dibicarakan oleh ulama lain seperti al-Kaisaniyyat, al-Haruniyyot, al-
mereka kepada tiga tingkatan. Jurjaniyyat, ar-Riqiyyat dan al-Makharij fi al-
Hiyal dan Ziyadah al-Ziyadat yang diriwayat-
1. Kitab yang Mengandung Masalalr kan oleh Ibnu Rustum. Ia merupakan tulisan-
Masalah Asas (Masa'il al-Ushull tulisan yang didiktekan oleh Muhammad
Masalah-masalah ini diistilahkan dengan dalam fiqih. Masalah-masalah ini masyhur
Zhahir ar-Riwayat, yaitu masalah-masalah dengan sebutan "yang bukan zahir riwayat
yang diriwayatkan dari imam pencetus madz- (ghairu zhahir ar-riwayah)" karena tidak di-
hab, yaitu Abu Hanifah, Abu Yusul dan Mu- riwayatkan dari Imam Muhammad melalui ri-
hammad, Termasuk juga Zufar, al-Hasan bin wayat yang zahir, tsabit, dan sah seperti yang
Ziyad, dan murid Imam Madzhab yang lain. berlaku dalam kitab-kitab yang pertama tadi.
Tetapi pada kebiasaannya, Zhahir ar-Riwayat Begitu juga masalah-masalah yang ada
memuat tiga pendapat ulama saja, yaitu Imam dalam kitab-kitab yang bukan karangan
Abu Hanifah dan dua orang sahabatnva. .Muhammad seperti kitab al-Muharrar oleh
Kitab Zhahir ar-Riwayat bagi Imam Hasan bin Ziyad dan Kutub al-Amali yang
Muhammad ialah enam buah kitab yang diri- diriwayatkan dari Abu Yusuf. (Amali ialalr
wayatkan darinya, oleh para perawi yang di- bentuk jamak dari kata imla', yaitu sesuatu
percaya dengan cara mutawatir atau masyhur. yang dikatakan oleh orang yang alim melalui
Kitab-kitab itu ialah al-Mabsuth,zs az-Ziyadat, hafalannya dan ditulis oleh muridnya. Ini
al-Jami' ash-Shaghir, al-Jami' al-Kabin as-Siyar adalah kebiasaan yang dilakukan oleh para
al-Kabir dan as-Sryar ash-Shaghir. Dinama- ulama salaf).
kan Zhahir ar-Riwayat, sebab ia diriwayatkan Begitu juga dengan riwayat tunggal
dari Muhammad al-Hassan dengan riwayat (mufradah), seperti riwayat Ibnu Sama'ah
yang dapat dipercaya. Keenam kitab ini di- dan Mu'alla bin Manshur serta lain-lain dalam
kumpulkan dalam Mukhtasor al-Kafi oleh masalah-masalah yang tertentu.
Abul Fadhl al-Marwazi yang terkenal dengan
al-Hakim asy-Syahid, meninggal pada tahun 3. Kitab yang Mengandung Masalah
344 H. Kemudian ia disyarahi oleh as-Sarakhsi
Realita dan Fatwa (al-Waql'at wal
Fatawa)
dalam kitab al-Mabsuth dalam 30 jilid. Ia
Yaitu, masalah-masalah yang di-istinbath
merupakan kitab pegangan utama dalam ri-
wayat madzhab. [disimpulkan hukumnya) oleh para mujtahidin
belakangan ketika mereka ditanya tentang
masalah-masalah tersebut, dan mereka tidak
2. Kitabkitab yang Mengandung Masa'il
atNawadir mendapati ada riwayat dari ulama-ulama
Yang dimaksud dengan masa'il an-nawa- madzhab yang terdahulu [yaitu sahabat-
dir adalah masalah-masalah yang diriwayat- sahabat Abu Yusuf dan Muhammad dan mu-

24 Hasyiah tbn Abidin, Jilid l, hlm. 64, Rasm al-Mufii, hlm. 16 dan seterusnya.
2s Masyhur dengan sebutan al-Ashlyaitukitabnya yang paling paniang pembahasannya dan yang paling penting.

:::-:.iS:iiSi:i ==:'!t-1i=i1::
=
'-,:+'€:'' - >=l
Pongantar llmu Flqlh FlqlH ISLAM IILID 1

rid dari sahabat-sahabat tersebut. fumlah masalah-masalah ini dengan cara bercampur
mereka sangat banyak). aduk dan tidak membuat perbedaan antara
Di antara sahabat Abu Yusuf dan Mu- satu dengan lainnya seperti yang terdapat
hammad ialah Isham bin Yusuf, Ibnu Rustum, dalam Fatawa Qadhikhan dan al-Khulashah
Muhammad bin Sama'ah, Abu Sulaiman al- dan lain-lain. Sebagian dari mereka ada yang
Jurjani, dan Abu Hafsh al-Bukhari. membuat perbedaan, seperti yang terdapat
Ulama [sahabat) setelah mereka ialah dalam kitab al-Muhith karya Ridhauddin as-
Muhammad bin Salamah, Muhammad bin Sarakhsi, di mana dia menyebut, pertama
Muqatil, Nashr bin Yahya, dan Abu Nashr al- sekali, masalah-masalah ushul, kemudian
Qasim bin Salam. Kadang-kadang mereka ber- masalah-masalah Nawadir dan kemudian aI-
beda pendapat dengan pendapat asal madzhab Fatawa.
apabila mereka menemukan dalil yang nyata. Di antara penulis dan perawi fiqih Hanafi
Kitab pertama yang mengumpulkan fat- yang baik, sesudah Muhammad dan Abu Yusuf
wa ialah kitab an-Nawazil karya Abul Laits ialah Isa bin Aban (meninggal 220 H), Muham-
as-Samarqandi. Kemudian diikuti oleh tokoh- mad bin Sama'ah (meninggal tahun 233 H),
tokoh fiqih lain yang menulis kitab lain seperti Hilal bin Yahya ar-Ra'yi al-Bashri [meninggal
Majmu' an-Nawozil wal Waqi'at karya an- 245 H), Ahmad bin Umar bin Mahir al-Khash-
Nathifi dan al-Waqi'atkarya Shadr asy-Syahid shaf [meninggal261H), Ahmad bin Muham-
Ibn Mas'ud. mad bin Salamah Abu fa'far ath-Thahawi
Para ulama yang terkemudian menyebut [meninggal321 H) .

;-'.*.:'.-,

i=:e.*
--

Isr."A.M IrrrD 1 Ifengantar llmu Flqlh

BAB KEEMPAT
ISTILAH-ISTILAH DALAM FIQIH
DAN PARA PENGARANGNYA

Sama seperti bidang ilmu yang lain, ahli- Ada juga beberapa istilah yang dikaitkan
ahli fiqih juga mempunyai istilah-istilah khu- dengan wajib, yaitu ado'(tunai), qada'i adah
sus yang digunakan dalam berbagai persoal- [mengulang), rukun, syarat, as-sabab, mani',
an fiqih.26 Demikian juga terdapat berbagai shahih, /asid [rusak), 'azimah, dan rukhshah
istilah dalam kitab-kitab fiqih berbagai madz- yang merupakan kategori hukum wadh'izg
hab yang masing-masaing menerangkan cara menurut ulama usul fiqih.
pengambilan pendapat yang terkuat(rajih) da-
lam madzhab. Istilah-istilah tersebut dikenali 7. FARDHU
dengan nama rasm al-mufti, yaitu tanda yang Fardhu ialah sesuatu yang dituntut oleh
menunjukkan mufti kepada apa yang difat- syara' supaya dikerjakan, dan tuntutan itu
wakan. Allamah Ibnu Abidin mempunyai satu adalah tuntutan yang pasti berdasarkan dalil
risalah kitab yang dikenal dengan judul rasm qath'i yang tidak ada kesamaran lagi. Con-
ol-mufti dan merupakan risalah kedua dari tohnya adalah rukun Islam yang lima yang
risalah-risalahnya yang masyhur. tuntutannya berdasarkan Al-Qur'an Al-Karim.
Termasuk juga perkara yang tuntutannya di-
tetapkan dengan sunnah yangmutawatir atau
A. ISTILAFISTILAH FIQIH YANG UMUM
sunnah yang masyhur seperti membaca Al-
Terdapat beberapa istilah fiqih yang
Qur'an dalam shalat. Begitu juga perkara yang
umum, yaitu fardhu, wajib, sunnah, haranr,
ditetapkan dengan ijma seperti pengharaman
malauh tahrim, makruh tanzih, dan mubah. jual beli empat jenis makanan, yaitu gandum
Semua ini adalah jenis hukum taklifi,z1 menurut
sye'ir, gandum qumh, kurma, dan garam, yang
para pakar usul fiqih madzhab Hanafi.
dijual [ditukar) sesama jenis secara tangguh.2e

26 "lstilah" artinya adalah lafaz tertentu yang mempunyai makna tertentu di kalangan segolongan ulama, misalnya lafaz shalat mem-
punyai pengertian tertentu, sedangkan dari segi bahasa ia berarti doa.
27
Hukum coktrf artinya adalah tuntutan yang dikenakan kepada orangmukallaf baik tuntutan itu berbentuk larangan, perintah, atau
pilihan.
28
Hukum wodhf artinya adalah hukum yang meletakkan sebab atau syarat bagi sesuatu untuk membolehkannya atau melarangnya.
la merupakan sebab bagi musabab.
lbnu Hazm, Uara tib al-ljmai hlm. 85.
FIqLH ISIAM IILID 1

Hukumnya ialah ketetapan itu harus dilakukan kad seperti shalat fumat, mandub masyru'
dan orang yang melakukannya diberi pahala seperti puasa hari Senin dan Kamis dan man-
sedangkan orang yang meninggalkannya akan dub za'id seperti mengikut cara Rasulullah
disiksa (dihukum) dan orang yang meng- saw. dalam makan, minum, berjalan, tidur;
ingkarinya adalah kafir. memakai pakaian, dan lain-lain.
Pengarang ad-Durr al-Mukhtar dan Ibnu
2 WAI'B Abidin memilih pendapat jumhur. Mereka
Wajib ialah sesuatu yang dituntut oleh berdua mengatakan tidak ada perbedaan an-
syara'untuk dilakukan dan tuntutan itu adalah tara mandub, mustahab, nafilah, dan tothaw-
tuntutan yang pasti berdasarkan dalil zhanni wuj Meninggalkan perkara-perkara tersebut
yang ada kesamaran padanya. Contohnya, se- adalah tindakan yang tidak utama (khilaf
perti zakat fitrah, shalat Witir; dan shalat Dua al-aula). Kadang-kadang membiasakan diri
Hari Raya, karena perkara-perkara itu ditetap- meninggalkan perkara-perkara tersebut dapat
kan dengan dalil zhannr, yaitu dengan hadits menjadi makruh.3o
ahad dari Nabi Muhammad saw.. Hukumnya
adalah sama seperti fardhu, cuma orang yang 4. HARAM
mengingkarinya tidak meniadi kafir. Haram ialah sesuatu yang dituntut oleh
Fardhu dan wajib mempunyai makna yang syara' untuk ditinggalkan dengan tuntutan
sama menurut jumhur ulama selain ulama yang jelas dan pasti. Menurut ulama Hanafi,
Hanafi. Mereka mendefinisikan wajib sebagai haram ialah sesuatu yang perintah mening-
sesuatu yang dituntut oleh syara' supaya me- galkannya ditetapkan berdasarkan dalil qath'i
lakukan dengan tuntutan yang pasti. yang tidak ada kesamaran. Contohnya adalah
pengharaman zina dan pengharaman men-
3. MANDUBATAUSUNNAH curi. Hukumnya ialah perkara-perkara itu wa-
Yaitu, sesuatu yang dituntut dari seorang iib djauhi dan pelakunya dihukum (disiksa).
mukallaf supaya dia melakukannya, tetapi Ia juga dinamakan maksiat, dosa (dzanb), keji
tuntutan itu bukan tuntutan yang pasti, atau (qabih), mazjur'anhu, dan mutawo'id 'alayhi.
dengan kata lain ia adalah sesuatu yang di- Orang yang mengingkari keharaman adalah
berikan pujian kepada orang yang melaku- kafir.
kannya, tetapi yang meninggalkannya tidak
dicela. Contohnya adalah mencatat utang. Hu- 5. MAKRUH TAHRIM
kumnya ialah orang yang melakukannya di- Menurut ulama Hanafi, makruh tahrim
beri pahala dan orang yang meninggalkannya ialah sesuatu yang dituntut oleh syara'supaya
tidak dihukum [disiksa), tetapi Rasulullah saw. ditinggalkan dengan tuntutan yang tidak jelas
mencela orang yang meninggalkannya. dan pasti berdasarkan dalil zhanni, seperti
Menurut para ulama selain golongan melalui hadits ahad. Contohnya ialah hukum
Hanafi, mandub juga dinamakan dengan is- membeli barang yang hendak dibeli oleh
tilah sunnah, nafilah, mustahab, tathawwui orang lain, seperti bertunangan dengan tu-
murghab fih, ihsan, dan husn. Ulama Hanafi nangan orang lain dan memakai sutra serta
membagikan mandub kepada mandub mu'ak- emas oleh lelaki. Hukumnya ialah orang yang

Hasyiah lbn Abidin,lilid I, hlm. 115.


Pengantar llmu Fiqih

meninggalkannya diberi pahala dan orang yang meninggalkannya. Kecuali dalam kasus
yang melakukannya dihukum fdisiksa). apabila meninggalkan perkara mubah itu akan
Dalam Madzhab Hanafi, jika disebut ka- menyebabkan kebinasaan. Dalam keadaan
ta makruh, maka maksudnya adalah makruh seperti itu, maka makan menjadi wajib, dan
tahrim. Maksud makruh tahrim menurut me- meninggalkannya adalah haram untuk men-
reka ialah sesuatu yang dilarang itu lebih jaga nyawa.
dekat kepada keharaman, tetapi orang yang
mengingkarinya tidaklah menjadi kafir. 8. A9SABAB
Menurut jumhur ushuliyyin, as-sabab
6. MAKRUH TANZIH ialah sesuatu yang pada dirinya ditemukan
Menurut ulama Hanafi, makruh tanzih hukum, namun hukum tersebut tidak dihasil-
ialah sesuatu yang dituntut oleh syara' untuk kan oleh as-sabob itu. As-sabab adakalanya
ditinggalkan tapi tuntutannya tidak pasti berupa perkara yang sesuai (munasib) dengan
dan tidak mengisyaratkan kepada hukum- hukum ada juga yang tidak. Contoh as-sabab
an. Contohnya adalah memakan daging kuda yang sesuai dengan hukum ialah, mabuk
perang, karena kuda itu diperlukan untuk (iskar) menjadi sabab kepada pengharaman
jihad, seperti mengambil wudhu dari air di arak, karena ia membawa kepada hilangnya
bejana sisa minuman kucing atau burung akal. Safar (perjalanan) menjadi sabab boleh-
yang memburu seperti elang dan gagak, se- nya berbuka puasa pada siang hari bulan Ra-
perti meninggalkan sunnah-sun nah mu' akkad. madhan, sehingga kemudahan didapat dan
Hukumnya ialah orang yang meninggalkan- kesukaran dapat terelakkan. Contoh as-sabab
nya diberi pahala dan orang yang melaku- yang tidak sesuai dengan hukum [menurut
kannya dicela, tetapi tidak dihukum. anggapan kita) ialah tergelincirnya matahari
Menurut ulama selain golongan Hanafi, menjadi sabab wajibnya shalat Zhuhur seperti
makruh hanya mempunyai satu jenis saja, yang dinyatakan dalam firman Allah SWT,
yaitu sesuatu yang dituntut oleh syara' supaya
ditinggalkan dan tuntutan itu bukan tuntut-
an yang pasti. Hukumnya ialah orang yang *;Ar:;]'4ilt$t ;;
meninggalkannya dipuji dan diberi pahala. "Laksanakanlah sholot sejak matahari ter-
Adapun orang yang melakukannva tidak di- g elincir.... " (al-Israa': 7B)

cela dan tidak dihukum.


Dalam kasus ini akal kita tidak dapat me-
7. MUBAH lihat kesesuaian fmunasabah) antara sabab
Mubah ialah sesuatu yang syara' mem- dan hukum.
berikan kebebasan kepada seorang mu-
kallaf untuk melakukannya, atau meninggal- 9. SYARAT DAN RUI<UN
kannya. Contohnya adalah makan dan mi- Syarat ialah sesuatu yang kewujudan se-
num. Hukum asal dari segala sesuatu adalah suatu yang lain bergantung pada kewujudan-
mubah selama tidak ada larangan atau nya dan ia merupakan unsur luar dari hakikat
pengharaman. Hukumnya ialah tidak ada sesuatu itu. Umpamanya adalah wudhu men-
pahala dan tidak ada hukuman (siksa) bagi jadi syarat bagi shalat, dan ia merupakan
orang yang melakukannya, ataupun orang unsur luar dari amalan shalat. Demikian juga
ll Pengantar ltmu Flqlh FIQIH ISLAM JILID 1

I
I dengan saksi perkawinan. Kehadiran dua qadha. Sahnya muamalat ialah berlakunya
orang saksi dalam akad perkawinan adalah efek syara' ke atas akad muamalat tersebut itu,
menjadi syarat sahnya perkawinan, dan ia yaitu efek yang ditetapkan syara' kepada akad
adalah unsur yang berada di luar perkawinan tersebut seperti halalnya mengambil margin
itu. Menentukan dengan jelas jenis barang keuntungan dalam jual beli dan halalnya ber-
yang dijual serta harga dalam akad jual beli, cumbu-cumbuan dalam perkawinan.
adalah menjadi syarat sahnya jual beli dan ia Para ulama sepakat bahwa ibadah ada-
bukanlah bagian internal dari kontrak. kalanya yang sah dan adakalanya yang tidak
Rukun menurut ulama Hanafi ialah se- sah. Ibadah yang tidak sah ada kalanya batal
suatu yang kewujudan sesuatu yang lain ada- (bathit) atau rusak (fasid). Oleh sebab itu,
lah bergantung pada kewujudannya, dan ia pembagiannya ada dua.
menjadi bagian dari hakikat itu. Ruku' adalah Adapun dalam masalah muamalat per-
rukun dalam shalat, sebab ia adalah bagian data (madaniyyah), golongan ulama selain
dari shalat. Demikian juga bacaan al-Faatihah madzhab Hanafi, juga tidak membedakan
dalam shalat adalah rukun, sebab ia menjadi antara bathil dan fasid. Namun, ulama Hanafi
sebagian dari hakikat shalat. Iiab dan Qabul membagi akad yang tidak sah menjadi tiga;
dalam kontrak adalah suatu rukun, sebab ia karena suatu akad yang tidak sah adakalanya
merupakan sebagian unsur yang membentuk bathil dan adakalanya fasid.
kontrak. Menurut jumhur, rukun ialah perkara Akad yang tidak sah ialah akad yang tidak
yang menjadi asas bagi kewujudan sesuatu, mencukupi rukun-rukun dan syarat-syarat
meskipun ia berada di luar hakikat sesuatu yang telah ditetapkan oleh syara'.
itu. Yang dimaksud dengan akad bathil me-
nurut ulama Hanafi ialah akad yang mengan-
70. MANr(PENGHALANC) dung kecacatan pada asas akad, baik cacat-
Mani' ialah sesuatu yang kewujudannya nya itu ada pada rukun, padalafaz akad, atau
menyebabkan ketiadaan hukum atau menye- pada dua pihak yang melakukan akad atau
babkan batalnya as-sabab. Contoh yang per- pada barang yang menjadi objek akad. Akad
tama ialah adanya utang dalam bab zakat seperti ini tidak melahirkan efek syar'i apa
adalah menghalangi kewajiban zakat. Menu- pun. Contohnya adalah penjualan yang di-
rut ulama Hanafi, contoh yang kedua ialah lakukan oleh orang gila atau oleh anak-anak
hubungan kebapakan (al-abawiyyah) meng- yang belum mumayyiz [belum mencapai umur
halangi pelaksanaan qishash. tujuh tahun).
Yang dimakasud dengan akad /asfd me-
77. SAH (SHTHHAH), RUSAK (FASAD), DA'Y nurut ulama Hanafi ialah akad yang mengan-
BATAL (BUTHLAN) dung kecacatan pada salah satu sifat kontrak.
Shihhoh [sah) ialah sesuai dengan perin- Seperti cacat pada salah satu syaratnya, bukan
tah syara'. Shahih ialah sesuatu yang sempur- pada rukunnya. Akad seperti ini melahirkan
na rukun dan syaratnya sama seperti yang beberapa efek syar'i dalam urusan muama-
dituntut oleh syara'. Sahnya ibadah menurut lah, jika memang rukun dan unsur-unsur asas-
ahli fiqih ialah berlangsungnya amalan ibadah nya terpenuhi. Contohnya adalah penjualan
dengan cara yang sudah dapat menggugur- dengan harga (tsaman) yang tidak diketahui,
kan tuntutan syara', sehingga tidak perlu di- atau penjualan yang disertai dengan syarat
-7

FrqLH Isr"AM llUD 1

yang fasid, seperti ada syarat peniual dapat 7.2. ADA', ITUNA7), t',ADAH (MENGULANC)
mengambil manfaat dari barang yang dijual, DAN QAUIA'
dalam masa tertentu. Akad perkawinan yang Perkara-perkara ini biasanya dibahas ber-
tanpa saksi. Dalam akad iual beli yang fasid, sama-sama dengan mas alah a I -w aj i b al - muwa s-
seandainya barang jualan telah diterima saj yaitu kewaiiban yang mempunyai waktu
[diserahkan oleh peniual), maka milik yang yang luas, di mana kewaiiban itu dapat dilaku-
tetap itu dianggap keji. Dan dalam kasus per- kan dalam rentang waktu yang disediakan, dan
kawinan yang tidak ada saksi, maka mahar perbuatan lain yang sejenis dengannya, juga
tetap wajib diberikan dan setelah perpisahan, dapat dilakukan dalam rentang waktu itu juga.
wajib menjalani 'iddah dan apabila terjadi Contohnya ialah waktu-waktu shalat fardhu, di
persetubuhan dalam perkawinan yang fasid mana setiap waktu shalat ini seseorang dapat
itu, maka aturan nasab tetap berlaku bagi anak melakukan shalat yang difardhukan pada
yang dilahirkan. waktu itu, dan dalam waktu yang sama ia juga
Dari sini, jelas bahwa buthlan ialah me- boleh melakukan shalat yang lain.
nyalahi ketetapan syara' yang mengakibat- Ada' (tunai) ialah melaksanakan kewajib-
kan tidak berlakunya efek syar'i kepada akad an dalam waktu yang telah ditetapkan oleh
muamalah atau kepada ibadah yang dilaku- syara'.
kan. Dalam muamalah, kasus ini terjadi apa- I'adah (mengulang) ialah melakukan per-
bila sewaktu melaksanakannya menyalahi per- kara wajib untuk kedua kalinya dalam waktu-
aturan syara'yang inti dan asas. nya, seperti mengulangi shalat bersama-sama
Sedangkan fasad ialah kecacatan pada dengan jamaah.
akad yang menyebabkannya menyalahi per- Qadha' ialah melakukan perkara yang
aturan syara', kesalahan itu terjadi pada salah wajib setelah habis waktu. Meng-qadha'-kan
satu cabang komplementernya saja. Sehingga, shalat fardhu adalah suatu perkara yang wajib,
menyebabkan akad tersebut berhak untuk berdasarkan hadits shahih riwayat al-Bukhari
di-faskh.la meletakkan suatu kontrak itu be- dan Muslim dari Anas bahwa Rasulullah saw.
rada di tengah-tengah di antara sah dan batal. bersabda,
Keadaan ini memosisikan akad berada di an-
tara sah dan buthlan Ia tidak dianggap buthlan
karena ia telah memenuhi elemen asas yang
t ;t titei2li 16 :r e>v
, :r iY A
/ / O O/
dituntut oleh syara', dan ia juga tidak dianggap etJi y! Q ei6
sah dan sempurna karena adanya kecacatan
pada sudut cabang yang bukan asasi. Sebab "Siapa yangtidur dan tidak shalat ataupun
fasad ada empat, yaitu adanya ketidaktahuan, terlupa melakukan shalathendaklah dia shalat
gharar (penipuan), paksaan,3l dan syarat yang apabila dia mengingatnya. Tidak ada kaforat
dilarang dan dapat merusakkan. baginya kecuali itu."

31
AI-Jahalah fketidaktahuan) ada empat, yaitu ketidaktahuan yang tedadi dalam benda yang diakadkan, dalam harga, tempo, atau
benda yang dijadikan syarat perianiian dalam akad seperti gadaian dan kafalah. Gharar (penipuan) ialah akad yang dibuat atas
perkara yang kabur dan tidak jelas. Ia ada dua j enis. Pertama, ghorar pada benda yang diakadi seperti meniual binatang ternak yang
masih dalam kandungan ibunya. Ikdua,gharar pada bagian sifat akad itu seperti kadar tertentu bagi susu kambing yang masih belum
diperah. /kralr ialah memaksa oranglain melakukan apayangdiatidakrela dan tidak memilihnya Lihat Musthah az-Zarqa,al-Madkhal
al-Fiqhi, hlm. 37 L-37 6.
FrqLH Isr.AM JILID 1

Oleh sebab itu, berdasarkan pendekatan lah orang yang tidak sempat bertemu
analogis, shalat yang ditinggalkan karena imam.
malas ataupun dengan sengaja (tanpa sebab 3. Yufta Qat'an adalah istilah yang menun-
yang dibenarkan) adalah lebih utama untuk iukkan kepada sesuatu yang disepakati
diwaj ibkan meng- qadha' -ny a. oleh Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya
dalam riwayat-riwayat yang zahir. Apa-
B. ISTILAH.ISTILAH KHUSUS DALAM bila mereka berselisih pendapat, maka
MADZHAB yang difatwakan secara mutlak adalah pen-
dapat Abu Hanifah, khususnya dalam bab
Ada istilah-istilah yang sering digunakan
ibadah. Pendapat kedua-dua sahabatnya
dalam setiap madzhab. Istilah ini digunakan
atau pendapat salah seorang dari mereka
dengan tujuan untuk meringkas, supaya tidak
tidak boleh ditarjihkan kecuali ada sesua-
muncul rasa jemu dengan pengulangan dan
juga untuk mengetahui mana pendapat yang
tu yang pasti, yaitu-seperti kata Ibnu
Nujaim-karena lemahnya dalil yang di-
kuat dan yang mu'tamad. Di antara istilah-
pegang oleh imam ataupun karena daru-
istilah khusus dalam madzhab ialah:
rat dan menjadi amalan [muamalah) se-
Istilah-lstilah Madzhab Hanafi
perti mentarjih pendapat kedua sahabat
1. Zhahir ar-riwayat: Biasanya istilah ini (Abu Yusuf dan Muhamad) dalam masalah
digunakan untuk menunjuk kepada pen- muzare'ah dan musaqah (dengan alasan
dapat yang rajih dari tiga imam madzhab menjadi amalan), ataupun karena per-
Hanafi, yaitu Abu Hanifah, Abu Yusul dan bedaan masa.
Muhammad Hasan.
Dalam kasus-kasus kehakiman, kesak-
2. Al-Imam maksudnya adalah Abu Hanifah. sian, dan harta pusaka yang difatwakan
Asy-Syaikhan adalah Abu Hanifah dan Abu adalah pendapat Abu Yusul karena dia
Yusuf.Ath -Th arafa n mal<sudnya adalah Abu lebih berpengalaman dalam perkara-per-
Hanifah dan Muhammad. Ash-Shahiban kara ini.
adalah Abu Yusuf dan Muhammad. Ats- Dalam seluruh kasus mengenai dzawil
Tsani maksudnya adalah Abu Yusuf. Ats- arham pendapat yang difatwakan adalah
Tsali* maksudnya adalah Muhammad. pendapat Muhammad. Dan dalam 77 ma-
salah yang difatwakan adalah pendapat
Kata lahu maksudnya adalah menurut Zufar.32
Abu Hanifah. Kata lahuma atau'indahuma 4. fika tidak ada riwayat imam dalam suatu
atau madzhabuhuma ialah madzhab dua masalah, maka hendaklah difatwakan
sahabat [Abu Yusuf dan Muhammad). mengikuti pendapat Abu Yusuf, kemudian
fika mereka mengatakan ashabuna, maka mengikuti pendapat Muhammad, kemu-
menurut pendapat yang masyhur ialah dian mengikuti pendapat Zufar dan al-
menunjuk kepada imam yang tiga, yaitu Hasan bin Ziyad.
Abu Hanifah dan dua orang sahabatnya. 5. Apabila dalam suatu masalah dapat di-
Adapun istilah al-Masyayikh artinya ada- gunakan pendekatan qiyas dan istihsan

32 Lihat Ibnu Abid in, Radd al-Mukhtnrlilidl,hlm. 65-70, f ilid IV hlm. 315: Risa lah at-Mufridalam Majmu' Rasa'il lbn Abidin, Jilid I, hlm.
35-40.

;.=i-:=i&-,.=,+i;3S-==,=++-"-..==*+** =....=i= r .,;'+,.; .:,..'.- ,, .,.".ir+o.* r , +iir. j,


Y

FIQIH ISIAM JILID 1 Pengantar llmu Flqlh

hendaklah menggunakan rstihsan kecuali nya, maka hendaklah diikuti pendapat


dalam beberapa masalah yang masyhur; yang difatwakan. Sebab, kata fatwa adalah
yaitu22 masalah.33 lebih kuat dari kata shahih, ashah asybah,
fika suatu masalah tidak disebutkan dan lain-lain.
dalam zhahir ar-riwayat, tetapi ia terda- Apabila dalam suatu masalah itu ter-
pat dalam riwayatyang lain, maka riwa yat dapat dua qaul yang sama-sama dishahih-
yang lain itu hendaklah digunakan. kan (qaulan mushahhahan), maka boleh
Jika terdapat perbedaan riwayat dari menetapkan hukuman dan fatwa dengan
imam atau tidak terdapat riwayat dari- salah satunya. Dan salah satunya dirajih-
nya, dan juga tidak ada riwayat dari para kan dengan mempertimbangkan mana
sahabatnya sama sekali, maka dalam yang lebih sesuai dengan masa atau de-
kasus yang pertama, riwayat yang di- ngan 'uruf (adat), atau yang lebih mem-
ikuti adalah riwayat yang mempunyai beri manfaat kepada fakir miskin, atau
hujjah yang terkuat; dan dalam kasus mana yang dalilnya lebih nyata dan lebih
kedua hendaklah diikuti pendapat yang zhahir. Karena, tarjih memang dibuat ber-
disepakati oleh para masyayikh (al-ma- dasarkan kekuatan dalil.
shayikh al-muta'akhkhirun), iika mereka Kata bihi yufta (pendapat itu difat-
berselisih pendapat hendaklah yang di- wakan) adalah lebih kuat dari kata al-
ikuti adalah pendapat mayoritas. f ika fatwa 'alaih, sebab kata yang pertama
tidak terdapat pendapat mereka sama lebih khusus.
sekali, maka seseorang mufti hendaklah Lafaz al-oshah (lebih shahih) adalah
mengkaji masalah berkenaan, meneliti, lebih kuat dari lafaz shahih, dan lafaz al'
dan berijtihad untuk menemukan hukum ahwath flebih hati-hati) adalah lebih kuat
agar terlepas tuntutan dan janganlah dari lafaz ol-lhtiyath [hati-hati).
dia mengeluarkan fatwa sesuka hatinya. 7. Maksud kata mutun fteks) ialah teks
Hendaklah dia takut kepada Allah SWT Hanafiah yang diakui, seperti kitab Mukh-
yang senantiasa memerhatikannya. Se- tasar al-Qaduri, al-Bidayah, an-Niqayah,
bab, keberanian mengeluarkan fatwa tan- al-Mukhtar, al-Wiqayah, al-Kanz, dan al-
pa dalil merupakan masalah besar yang Multaqo, karena kitab-kitab ini ditulis
tidak akan dilakukan kecuali oleh orang dengan tujuan memindahkan (menyata-
yang jahil dan jahat. kan) zahir ar-riwayat dan pendapat yang
6. Apabila terdapat pertentangan di antara mu'tamad (al- aqwal al-mu'tam a dah).
pendapat yang shahih dengan pendapat B. Tidak boleh beramal dengan riwayat
yang difatwakan, umpamanya dikatakan yang lemah (dhaif), walaupun untuk diri
pendapat yang shahih adalah demikian sendiri. Dalam masalah ini, tidak ada
sedangkan pendapat yang difatwakan bedanya apakah dia adalah seorang qa-
adalah begini, maka yang lebih utama dhi ataupun mufti. Perbedaan di antara
ialah mengikuti pendapat yang sesuai keduanya adalah mufti menceritakan
dengan teks Hanafiah (mutun). fika tidak [memberi tahu) tentang hukum syara',
terdapat pendapat yang sesuai dengan- sedangkan qadhi menetapkannya. Abu

33 Rasmat-Mufii,hlm.35,4o.
FIQLH ISIAM IILID 1
Pengantar llmu Flqlh

Hanifah menyatakan, "Apabila ternyata Madinah (yang berpendapat),'Apabila air


hadits itu sah, maka itulah madzhabku"' telah sampai ukuran dua kulah (270 liter
Pendapat para imam madzhab lain juga atau 15 tanakah) ia tidak terpengaruh
sama.3a Tetapi dalam keadaan tertentu, dengan najis."'
boleh mengeluarkan fatwa dengan pen- 10. Sebagian ulama Hanafi mengatakan bah-
dapat dhaif, untuk memberi kemudahan wa apabila seorang muqallid melaksana-
kepada orang banYak. kan amalan dengan berdasarkan madz-
g. Menurut ulama Hanafi, aturan hukum hab lain atau dengan berdasarkan riwayat
dari berbagai madzhab yang dicampur- yang dhaif atau pendapatyang lemah (qaul
adukkan (talfiq) adalah bathil' Demikian dha'ifl,maka amalannya itu terlaksana'
juga menarik kembali taqlid (kepada satu Dan orang lain tidak boleh membatal-
madzhab) sesudah melaksanakan satu kannya.
amalan juga batal. Ini adalah menurut LL. Hosyiyyah Ibn Abidin fseorang ulama
pendapat yang terpilih dalam madzhab' Syria yang meninggal dunia pada 1252
Oleh sebab itu, siapa yang shalat Zhuhur H), yang berjudul Radd al-Mukhtar'ala ad-
dan sewaktu wudhu dia mengusap kepala Durr ol-Mukhtar dianggap sebagai usaha
dengan bertaqlid dengan madzhab Hanafi, tohqiq (penyunting) dan toriih yangpeng-
maka dia tidak boleh membatalkan sha- habisan dalam madzhab Hanafi.
latnya mengikuti aturan-aturan yang di-
tetapkan dalam madzhab Maliki yang me- ISTILA'+'ST'LAH DALAM MADZHAB MALIXI
wajibkan mengusap seluruh kepala ketika Sama seperti dalam madzhab yang lain,
wudhu. dalam madzhab Maliki iuga terdapat banyak
Sebagian ulama Hanafi menYatakan pendapat (aqwat). Hal ini untuk meniaga mas-
taqtid setelah melaksanakan amalan ada- lahat orang banyak dan mempertimbangkan
lah boleh. Contohnya adalah jika sese- 'uruf yang beragam.
orang melaksanakan shalat dengan duga- Seorang mufti hendaklah membuat fatwa
an kuat bahwa shalat yang dilaksanakan berdasarkan pendapat yang raiih dalam ma-
itu sah mengikuti madzhabnya. Kemudian salah yang dipersoalkan. Selain mufti yang
ternyata shalat yang ia lakukan itu tidak tidak mempunyai syarat-syarat ijtihad, hen-
sah menurut madzhabnYa, tetaPi sah daklah mengikuti pendapat yang disepakati
menurut madzhab lain, maka dia boleh (muttafaq 'alaih), atau mengikuti pendapat
bertaqlid kepada madzhab yang lain itu' yang masyhur dalam madzhab atau pendapat
Shalatnya itu juga dianggap sah' Dalam al- yang telah ditarjihkan oleh orang terdahulu'
Fatawa al' Bazzaziyyah disebutkan, "Diri- Jika dia tidak dapat mengetahui mana
penda-
wayatkan dari Abu Yusuf bahwa dia shalat patyang leblh raiihdari dua pendapat, hendak-
fumat setelah mandi dari sebuah telaga, lah dia mengikut (mengambil) pendapat yang
kemudian dia diberi tahu bahwa bangkai lebih tegas (osyad) karena pendapat itu lebih
seekor tikus telah difumpai di dalam berhati-hati {ahwath), sebagaimana yang di-
telaga itu. Lalu dia mengatakan kita ikut terangkan oleh Syaikh Ulasy 11299 H). Ada
pendapat sahabat-sahabat kita dari ahli juga pendapat yang mengatakan bahwa orang

34 Lihat asy-Sya'ra ni, al-Mizon,lilid l, hlm. 45-63; A'lam al-Muwaqqlia Iilid I[ hlm
260 - 27 4'
;
FIQLH ISIAM IILID 1

tersebut boleh memilih pendapat yang lebih pendapat dalam madzhab (dalam masa-
ringan dan yang lebih mudah, karena itu lebih lah berkenaan). Menurut pendapat yang
sesuai dengan syariat Islam. Sebab, Rasulullah mu'tamad, maksud al-Masyhur ialah pen-
saw. membawa agama yang lurus lagi mudah dapat yang banyak dikatakan oleh ulama.
[sesuai dengan fitrah manusia). Ada juga 3. lika disebut qila kadza (dikatakan begini)
pendapat yang menetapkan orang tersebut atau ukhtultfa fi kadza (diperselisihkan
boleh memilih mana yang dia suka, sebab se- dalam masalah ini) atau fi kadza qaulani
suatu yang tidak mampu dilakukan tidaklah fa ak*ar fdalam masalah ini ada dua
dituntut dan tidak dipertanggungjawabkan pendapat atau lebih), semuanya berarti
(la taklifl.3s bahwa dalam masalah itu ada perselisihan
L. Sebagian ulama madzhab Maliki menyu- pendapat dalam madzhab.
sun urutan tarjih di antara riwayat-ri- 4. fika disebut riwayatani artinya dua riwa-
wayat kitab dan riwayat-riwayat tokoh- yat yang bersumber dari Imam Malik.
tokoh madzhab mereka mengikut susunan Para pengarang kitab dalam Madzhab
berikut. Maliki mempunyai pegangan bahwa fat-
Pendapat Imam Maliki dalam al-Mu- wa hendaklah dibuat dengan pendapat
dawwanah adalah lebih utama daripada yang mashyur atau pendapat yang rajih.
pendapat Ibnul Qasim dalam al-Mudaw- Sedangkan pendapat yangsyadz dan pen-
wanah tersebut, karena dia adalah imam dapat al - m a rj u h, y aitu pendapat-pendapat
besar (al-lmam abA'zham). Pendapat Ib- yang dhaif, tidak boleh dijadikan fatwa.
nul Qasim dalam al-Mudawwanah adalah Bahkan, tidak boleh beramal dengan pen-
lebih utama dari pendapat ulama lain dapat-pendapat tersebut untuk diri sen-
yang ada di dalamnya. Sebab, dia lebih diri, dan perlu mengutamakan pendapat
tahu tentang madzhab Maliki. Pendapat yang lain karena pendapat yang lain itu
ulama lain dalam al-Mudawwanoh adalah lebih kuat dalam madzhab.36
lebih utama dari pendapat Ibnul Qasim 5. Ada perbedaan pendapat mengenai talfiq
dalam kitab selain al-Mudawwanah. Ka- atau mencampuradukkan dua madzhab
rena, al-Mudawwanah adalah kitab yang atau lebih dalam satu ibadah. Ada dua
mengumpulkan pendapat-pendapat yang aliran pendapat mengenai masalah ini.
shahih. Sekiranya dalam al-Mudawawa- Pertama, kelompok yang melarang. Ini
nah tidak ditemukan satu pendapat dalam adalah pendapat ulama madzhab Maliki
suatu masalah, maka ia dirujuk kepada yang berada di Mesir (al-Mishriyyun).
pendapat-pendapat al-Mukharcijin (para Kedua, kelompok yang membolehkan.
ulama pentakhrij) yang lain. Ini adalah pendapat ulama Maliki yang
2. fika disebut kata al-Madzhab, maksudnya berada di dunia Islam bagian Barat (a1-
ialah Madzhab Malik. fika disebut kata ol- Magharibah). Dan pendapat yang kedua
Masyhur, maka maksudnya ialah pendapat inilah yang saya rajihkan. Ad-Dasuqi me-
yang masyhur dalam Madzhab Malik. Se- riwayatkan dari para gurunya, bahwa
butan ini menunjukkan ada perbedaan menurut pendapat yang shahih, talfiq

3s Abu Zahratu Kita b Malik, hlm. 457 dan seterusnya.


36 Ad.Dardir; tlasl ah ad-Dosuqi 'ala Syarh atl&Drr, Jilid 1, hlm. 20.
FIQIH lsr"A.M f rLlD 1

seperti ini adalah boleh. Pendapat ini tangan. Ini semua bukanlah meniadi bukti
dapat memberi kelonggaran.3T kepada kekurangan ilmu, malahan ia menun-
6. Matan al-Allamah Syeikh Khalil (767 H) jukkan kesempurnaan akal. Imam asy-Syafi'i
dan para pensyarah yang membuat sya- tidak mengatakan yakin pada masalah-ma-
rah kepada matan tersebut dianggap salah yang memang meragukan. Ia iuga men-
mu'tamad dalam madzhab Maliki, dalam jadi bukti kepada keikhlasannya dalam men-
pencatatan pendapat madzhab, riwayat, cari kebenaran. Dia tidak menghukum secara
dan dalam menjelaskan pendapat yang pasti kecuali dia sudah mempunyai alasan-
rajih.38 alasan tarjih. fika dia tidak mempunyai alasan
kuat untuk mentarjih, maka dia membiarkan
ISTILA'+'ST// LAH MADZHAB SYAF'' I persoalan itu apa adanya.3e
Lebih dari sepuluh masalah yang mem- Apabila seorang mufti mendapati dua
punyai dua atau lebih pendapat yang diriwa- pendapat Imam asy-Syafi'i dalam satu masa-
yatkan dari Imam asy-Syafi'i, yaitu, dalam lah, maka dia boleh memilih pendapat yang
kasus khiyar ar-ru'yah [hak melihat barang). telah ditariihkan oleh ahli-ahli tarjih pada
Ada riwayat yang mengatakan bahwa Imam masa lalu.ao fika tidak ditemukan iuga, maka
asy-Syafi'i membenarkannya dan ada pula hendaklah dia pasrah (tawaqqufl seperti yang
riwayat yang mengatakan dia melarangnya dikatakan oleh Imam an-Nawawi. fika suatu
dengan membatalkan pendapat yang pertama. masalah itu mempunyai beberapa waih pada
Dalam kasus zakat, orang yang berutang yang pendapat ahli-ahli ijtihad madzhab Syafi'i
kadar utangnya sama dengan apa yang ada (ashab asy-Syafi'{) atau ada beberapa riwayat
di tangannya diwajibkan zakat. Kasus suami yang berbeda, maka seorang mufti hendaklah
menipu istrinya, dengan cara menyatakan na- mengambil pendapat yang telah ditarjihkan
sab yang bukan nasabnya yang sebenarnya, oleh ahli-ahli ijtihad yang dulu. Yaitu, pendapat
apakah dalam kasus seperti ini istri berhak yang telah disahkan oleh mayoritas ulama,
untuk mem-fasakh perkawinan atau perka- kemudian oleh orang yang paling tahu, ke-
winan itu batal dengan sendiri; dan masalah- mudian oleh orang yang lebih wora'. f ika tidak
masalah lain yang menyebabkan golongan menemukan pentarjihan, hendaklah didahu-
yang mempunyai kepentingan menggunakan lukan pendapat Imam asy-Syafi'i yang diri'
pendapat asy-Syafi'i yang berbeda-beda ini wayatkan oleh al- Buwaithi, ar- Rabi' al-M uradi,
untuk mencela Imam asy-Syafi'i, mencela iiti- dan al-Muzani.al
hadnya, dan menganggap bahwa Imam asy- Syekh Abu Zakaria, Yahya bin Syaraf an-
Syafi'i kurang ilmu. Nawawi (676H) dianggap sebagai penyunting
Sebenarnya, munculnya dua pendapat ini dan pen-tahqiq dalam madzhab Syafi'i. Dia
adalah akibat adanya qlyas yang bertentang- juga dianggap sebagai penjelas pendapat-
an atau akibat adanya dalil-dalil yang berten- pendapat dalam madzhab Syafi'i yang rajih.

37
rbid..
Boleh mentariihkan sesuatu hukum jika tidak dapat dipastikan yang mana yang dipilih menurut madzhab Maliki.
38
39
Abu Zahrah, asy-Syaf |hlm L72-L73.
40 para muitahid mentarjihkan apa yang telah ditarjihkan oleh asy-Syaf i. Kalau ia tidak mentariihkannya, pendapatnya yang terakhir
mentariihkan yang lebih dulu. Kalau tidak diketahui mana pendapat yang terakhi[ dan ini adalah sesuatu yang jarang terjadi,
maka ditarjihkan mengikut yang paling dekat dengan usul kaidah asy-Syafi'i.
Asy-Syaf i,ilm.368 dan seterusnya
--

FIq!H ISI,AM IILID 1 tbngfitar llmu Flqlh

F
Usaha ini dilakukan dalam kitab Minhaj ath- lebih dari pendapat Imam asy-Syafi'i
Thalibin wa 'Umdah al-Muftiyyin, yang me- rahimahullah. Perbedaaan antara aqwal
I
t
rupakan kitab pegangan utama para pengikut [pendapat-pendapat tersebut) ini kuat.
madzhab Syafi'i, dan kitab ini adalah lebih Lawan istilah ini adalah Zhahir karena
utama meskipun dibandingkan dengan kitab- kekuatan dalilnya.a3
kitab an-Nawawi yang lain seperti ar-Rau- 2. Al-Masyhur, yakni qaul yang masyhur
dhah. Dalam kitab ol-Minhoj itu, an-Nawawi dari dua atau lebih qaul Imam asy-
berpandukan dengan kitab Mukhtashar al- Syafi'i. Perbedaan di antara kedua atau
Muharrar karya Imam Abul Qasim ar-Rafi'i lebih pendapat-pendapat itu tidak kuat.
[meninggal 632 H). Kemudian Syaikh Zakaria Lawannya ialah gharib karena lemahnya
al-Anshari meringkas al-Minhaj kepada al- dalil. Kedua-dua al-azhhar dan al-masyhur
Manhaj. Fatwa hendaklah dikeluarkan me- adalah pendapat-pendapat Imam asy-
ngikuti apa yang dikatakan oleh Imam an- Syafi'i.
Nawawi dalam al-Minhaj, apa yang disebut 3. Al-Ashah, yakni pendapat yang lebih
dalam Nihayah al-Muhtojkarya ar-Ramli, dan shahih dari dua wajh atau lebih yang di-
Tuhfah al-Muhtaj karya Ibnu Hajar. Setelah itu, usahakan oleh tokoh-tokoh madzhab
mengikuti apa yang disebut oleh Syaikh Za- dalam memahami perkataan Imam asy-
karia. Syafi'i, berdasarkan kepada prinsip yang
Berikut ini akan diterangkan cara an-Na- telah diletakkan olehnya atau diambil dari
wawi dalam meriwayatkan pendap at (aqwa[), kaidah-kaidahnya. Tingkat perbedaan pen-
menjelaskan aujuh yang dikeluarkan oleh dapat pada perkara yang disebutkan ini
ashab [tokoh-tokoh madzhab) dan cara me- adalah kuat. Lawannya ialah shahih.
lakukan tarjih di antara pendapat-pendapat 4. Ash-Shahih yakni pendapat yang shahih
ini. Sebagaimana diketahui, an-Nawawi me- dari dua wajh atau lebih. Tetapi, tingkat
namakan pendapat-pendapat asy-Syafi'i de- perbedaan pendapat antara tokoh-tokoh
ngan istilah aqwal, menamakan pendapat madzhab ini tidak kuat. Lawannya adalah
para tokoh madzhab dengan istilah ailjuh, dan dhaif karena kelemahan dalilnya. Al-ashah
dia menamakan perbedaan pendapat para dan shahih merujuk kepada dua waTh atau
rawi madzhab dalam menceritakan madzhab beberapa wajh dari pendapat tokoh-tokoh
Syafi'i dengan istilah thuruq. Dengan kata lain, madzhab.
ada tiga istilah utama yang antara satu de- 5. Al-Madzhab, maksudnya adalah perbeda.
ngan lainnya berbeda, yaitu al-aqwal ialah an pendapat tokoh-tokoh madzhab dalam
pendapat asy-Syafi'i. Al-Aujuh ialah pendapat menceritakan pendapat madzhab. Sehing-
yang dikeluarkan ahli-ahli fiqih asy-Syafi'i ga, perbedaan itu terjadi di antara dua
berdasarkan kaidah-kaidah dan prinsip prinsip thuruq atau lebih. Umpamanya adalah se-
dalam madzhab Syafi'i, sedangkan ath-thuruq bagian mereka menceritakan dalam satu
ialah perbedaan pendapatpara rawi dalam me- masalah ada dua qaul [pendapat Imam
riwayatkan pendapat madzhab.+2 asy-Syafi'i) atau ada dua wajh [pendapat
1.. Al-Azhhar (lebih jelas) maksudnya adalah tokoh madzhab). Sedangkan yang lain
qaul yanglebih jelas dari dua qaul ataupun memastikan hanya satu saja pendapat

42
Ibid.,hlm.36t. Al-Fawa'id al-Makkiyyah, hlm. 35 dan seterusnya.
43
Liha t mukadimah kitab a l- M i n haj oleh an-Nawawi.
FrqLH Isri,M )IIID 1

rt
itu. Kadang-kadang pendapat ini adalah Mesir dan di lraq, maka pendapat yang
i rajih dan kadang-kadang sebaliknya. Dan lebih belakangan dianggap sebagai qaul
t jadid dan yang lebih dulu dianggap qaul
apa yang dimaksud dengan al-madzhab
ialah pendapat yang menjadi fatwa dalam qadim.
madzhab. fika dalam suatu masalah ada penda-
6. An-Nash, maksudnya adalah nash Imam pat qadim dan ada juga pendapat iadid,
asy-Syafi'i. Lawannya ialah waih dha'if maka pend apatiadid adalah yang terpakai
atau mukharraj.aa Namun kadang-kadang kecuali dalam beberapa masalah, yaitu
fatwa dikeluarkan tidak berdasarkan nash sebanyak 17 masalah, yang difatwakan
[teks Syafi'i). adalah pendapat qadim.as
Al-Jadid (pendapat baru), yaitu pendapat 9. Qaula al-Jadid (dua pendapat baru). Pen-
yang berlawanan dengan pendapat lama dapat yang lebih akhir dari dua pendapat
(madzhab qadim). fadi, maksud' al-iadid tersebut hendaklah yang diamalkan, jika
ialah apa yang dikatakan (pendapat) memang diketahui. Jika tidak diketahui
Imam asy-Syafi'i semasa di Mesir melalui yang manayangterakhir, sedangkan Imam
karangan atau fatwanya. Para perawinya asy-Syafi'i mengamalkan salah satunya,
ialah al-Buwaithi, al-Muzani, ar-Rabi' al- maka yang diamalkan Imam asy-Syafi'i
Muradi, Harmalah, Yunus bin Abdul Ala, membatalkan yang lainnya. Atau dengan
Abdullah ibnuz Zubair al-Makki, Muham- kata lain, hendaknya ia mentarjihkan apa
mad bin Abdullah ibnul Hakam, dan lain- yang telah diamalkan Imam asy-Syafi'i.
lain. Tiga orang yang pertama adalah yang Perkataan qila memberi makna waTh
utama, sedangkan yang lain hanya bebe- yang dhaifdan lawannya ialah shahih atart
rapa perkara saja yang diriwayatkan dari al-ashah.
mereka. Maksud dari istilah Syaikhan ialah ar-
B. Al-Qadim fpendapat lama) ialah apa yang Rafi'i dan an-Nawawi.
dikatakan oleh Imam asy-Syafi'i sewaktu 10. Ibnu Haiar mengatakan bahwa tidak bo-
ia berada di Iraq yang disebut dalam ki- leh beramal dengan menggunakan pen-
tabnya, al-Hujjah, atau yang ia fatwakan. dapat dhaif dalam madzhab. Demikian
Ia diriwayatkan oleh sekumpulan perawi, juga tidak boleh mengamalkan talfiq dalam
di antaranya adalah Imam Ahmad bin suatu masalah, seperti bertaqlid dengan
Hambal, az-Za'farani, al-Karabisi, dan Abu pendapat Imam Malik tentang sucinya
Tsaur. Pendapat ini ditarik kembali oleh injing (tidak najis), dan bertaqlid dengan
Imam asy-Syafi'i. Imam asy-Syafi'i tidak pendapat Imam asy-Syafi'i tentang me-
membenarkan ia difatwakan. Tokoh ma- wudhu,
lyapu sebagian kepala sewaktu
dzhab (ashhab) telah membuat fatwa de- dan kedua-duanya dilakukan dalam satu
ngan pendapat ini dalam 17 masalah. shalat. Adapun mengikuti cara madzhab
Adapun pendapat-pendapatyang mun- tersebut dengan sempurna dalam satu
cul di antara masa Imam asy-Syafi'i di masalah tertentu, dengan segala konse-

yang
Al-Takhrij ialah asy-Syafi'i memberi iawaban hukum yang berbeda atas perkara yang sama. Oleh sebab itu, tidak ielas mana
tepat untuk diambil. Para sahabat asy-Syaf i menyebut hukum itu ada dua gaut (pendapat), yaitu mansus dan mukharraj. Tetapi
mLnurut pendapat yang ashah, mukharraj it;ibukan pendapat asy-Syaf i lagi, karena mungkin dia menarik balik pendapatnya itu.
Ulama Syafi.i memanjangkan masalah ini sehingga sampai 22 masalah. Contohnya wakhr maghrib tidak berakhir dengan berakhirnya
Y
Isr.A,M IrrrD 1

kuensinya, maka dibolehkan. Walaupun mana yang mempunyai dalil yang lebih kuat
setelah perbuatan itu dilakukan, umpama- serta yang lebih dekat dengan mantiq (metode
nya adalah seseorang menunaikan ibadah berpikir) imam dan kaidah madzhabnya. fika
yang dianggap sah oleh sebagian dari tarjih tidak dapat dilakukan, maka dianggap
ulama madzhab empat, tetapi tidak sah madzhab mempunyai dua pendapat dalam
menurut yang lain. Dalam kasus seperti masalah tersebut, ketika dalam kondisi daru-
ini, dia boleh bertaqlid kepada madzhab rat untuk mengamalkannya. Dan menurut
yang mengatakan sah itu, hingga dia pendapat yang azhhar,seorang muqallid boleh
tidak perlu mengqadhanya. Boleh juga memilih salah satu dari dua pendapat terse-
berpindah dari satu madzhab ke madzhab but. Sebab, asalnya seseorang mujtahid hanya
lain, walaupun taqlidnya setelah selesai mempunyai satu pendapat saja dalam ijtihad-
melakukan amalan.a6 nya. fika dia tidak mempunyai satu pendapat
dalam masalah berkenaan, maka artinya dia
ISTILAI+ISTILAH MADZHAB HAMBALI tidak melakukan ijtihad mengenai masalah.aT
Pendapat yang satu yang disebut oleh
Terdapat banyak riwayat dan pendapat
pengarang-pengarang kitab ialah pendapat
dalam madzhab Ahmad bin Hambal. Ini terjadi
yang telah ditariihkan oleh ahli-ahli tarjih dari
karena Imam Ahmad mendapati ada hadits
tokoh-tokoh madzhab seperti Qadhi Alauddin,
sesudah dia mengeluarkan fatwa berdasarkan
ar-ra'yu (pendapat), atau karena tokoh madz-
Ali bin Sulaiman as-Sa'di al-Mardawi, yaitu
seorang mujtahid yang mentashih madzhab
hab (sahabat) mempunyai dua pendapat
dalam kitab-kitabnya, yaitu Tashhih al-Furu'
dalam suatu masalah, ataupun perbedaan
dan at-Tanqih.ag
pendapat itu muncul karena pertimbangan
situasi dan kondisi permasalahan yang di- 1. Apabila disebut kata as-Syaikh atau Syaikh
fatwakan. al-lslam oleh ulama Madzhab Hambali
yang belakangan, maka maksudnya ada-
Ulama dalam madzhab Hambali berbeda
pendapat tentang cara mentariihkan antara
lah Abul Abbas Ahmad Taqiyuddin bin
pendapat-pendapat dan riwayat-riwayat yang
Taimiyyah al-Harrani (66L-728 H). Dia
ada. Perbedaan ini terbagi kepada dua ke-
banyak sekali menyebarkan madzhab
Ahmad melalui risalah-risalahnya, fatwa-
lompok.
fatwanya, dan pendapat-pendapat pilih-
Kel omp ok p ertema, memerhatikan pemin-
annya. Muridnya, Ibnul Qayyim pengarang
dahan pendapat (noql al-aqwal), karena itu
kitab /'lam al-Muwaqqi'fn fmenin ggal 7 51
adalah dalil kesempurnaan dalam agama.
H) juga memberi sumbangan yang besar
Kelompok kedua cenderung untuk me-
dalam masalah ini.
nyatukan pendapat imam dengan cara.men-
tarjih mengikuti kronologi, jika masa mun-
2. fika para ulama madzhab Hambali yang
belakangan sebelum Ibnu Taimiyyah, se-
culnya kedua pendapat itu memang dapat
perti pengarang al-Furui al-Fa'iq, al-lkh-
diketahui, atau dengan cara membuat perban-
tiyarat, dan lain-lain, menyebut kata asy-
dingan di antara dua qaul itu, dan mengambil
Syaikh, maka maksud mereka ialah asy-

46 Bujairmi al-Khathib,lilid,l,hlm. 51.


47 Abu Zahrah, IDn u Hambal, hlm 189-193, m ukadimah lhrysyafal-Qrnaj I, hlm. 19.
lilid
48 Karysyaf at-Qina; Jilid L hlm. 17 , al-Madkhat ila Madhhqb Ahma4,blm. 204.
FIqIH ISI.AM 1

'ILTD

Syaikh al-Allamah Muwaffaq ad-Din Abu fatwa dan menjatuhkan hukuman (al-
Muhammad Abdullah bin Qudamah al- Qadha') di Arab Saudi.
Maqadisi (meninggal 620 H), pengarang 5. |ika disebut al-Qadhi, maka maksudnya
kitab al-Mughni, al-Muqni', al-Kafi, al- ialah Qadhi Abu Ya'la Muhammad bin
' lJ mdoh, dan M ukhtashar al-Hidayah. al-Husain ibnul Farra' (meninggal 457
3. Apabila disebut asy-Syaikhan, maka mak- H). Apabila disebut Abu Bakr, maka mak-
sudnya ialah Ibnu Qudamah dan Abul sudnya ialah al-Marwadzi (274 H) murid
Barakat (meninggal 625 H) yang menga- Imam Ahmad bin Hambal.
rang kitab al-Muhatar fil Fiqh. 6. Apabila disebut wa 'anhu (darinya) mak-
4. fika disebut asy-Syarih, maka maksudnya sudnya ialah dari Imam Ahmad (rahi-
adalah Syekh Syamsuddin Abul Faraj Abdul mahullah). fika disebut nashshan (meng-
Rahman bin Syaikh Abu Umar al-Maqdisi ikut teks) maknanya ialah kata-kata (teks)
{682 H), yaitu keponakan dan murid ImamAhmad.
Ibnu Qudamah. Apabila ulama Hambali
Dalam kitab ini, al-Fiqh al-lslami wa
mengatakan qala fi asy-syarh, maka mak-
Adillatuhu apabila saya menyebut kata
sudnya adalah kitab karangan Syaikh
jumhur, maka maksudnya adalah tiga
Syamsuddin ini. Kitab ini menjadikan kitab
madzhab yang satu pendapat, tetapi ber-
al-Mughni sebagai landasan. Nama kitab
tentangan dengan madzhab yang keempat.
tersebut adalah asy-Syarh al-Kabir atau
asy-Syafi Syarh al-Muqni' dalam 10 iilid lumhur tersebut dapat diketahui dengan
cara mengetahui madzhab yang tidak se-
atau 12 juz. Kitab yang menjadi pegangan
pendapat dengan mereka. Apabila saya
dalam madzhab Hambali ialah al-Mughni,
menyebut ittafaqa al-fuqaha (ahli-ahli
asy-Syarh al-Kabir, Kasysyaf al-Qina', dan
Syarh Muntaha al-lradat (keduanya karya
fiqih sependapat atau bersetuju), maka
maksudnya ialah para imam madzhab
al-Buhuti). Dua buah kitab a/-Buhuti dan
juga kitab Syarh az-Zad dan Syarh ad-Dqlil
yang empat tanpa mempertimbangkan
pendapat yangsyadz.
adalah pegangan utama dalam memberi

-',ffi-
--
I

FrqlH Isr"{M IrLrD I Pengflrtar llmu Flqlh

BAB KELIMA
SEBAB.SEBAB PERBEDAAN PENDAPAT
DI KALANGAN FUQAHA

Dari pembahasan di atas, kita perhatikan Sangkaan seperti itu adalah salah. Se-
adanya perbedaan pendapat antara madzhab- sungguhnya perbedaan pendapat antara ma-
madzhab dalam menetapkan hukum-hukum dzhab dalam Islam adalah rahmat dan mem-
syara'. Perbedaan pendapat itu bukan saja beri kemudahan kepada umat. Ia merupakan
terjadi antara madzhab-madzhab, tetapi ter- kekayaan perundangan Islam yang membang-
jadi juga dalam satu madzhab yang sama. Orang- gakan. Perbedaan pendapat itu hanya terjadi
orang awam mungkin merasa aneh dengan per- dalam perkara cabang (furu) dan perkara-
bedaan ini, sebab mereka memercayai agama perkara ijtihadiyah, bukan dalam perkara
itu satu, syara'juga satu, kebenaran juga satu, dasar atau i'tiqad. Dalam sejarah Islam, kita
dan sumber hukum juga satu, yaitu wahyu tidak pernah mendengar adanya perbedaan
Ilahi. fadi, bagaimana mungkin terdapat ban- madzhab fiqih yang menyebabkan berlaku-
yak pendapat dan mengapa madzhab itu ti- nya perselisihan atau pertikaian senjata yang
dak disatukan menjadi satu pendapat saja, memusnahkan kesatuan umat Islam, atau
dan pendapat itulah yang boleh dipraktikkan melemahkan pendirian mereka ketika meng-
oleh umat Islam, dengan pertimbangan juga hadapi musuh. Karena, perbedaan itu hanya'
bahwa umat Islam adalah umat yang satu? merupakan perbedaan cabang yang tidak
Ada orang yang menyangka bahwa perbedaan membahayakan. Sedang perbedaan dalam
antara madzhab tersebut dapat menyebabkan aqidah adalah suatu kecacatan dan dapat me-
munculnya pemahaman bahwa aturan dan misahkan antara penganutnya, menghancur-
sumber syara' adalah bertentangan, atau bah- kan perpaduan, dan melemahkan eksistensi.
kan dianggap sebagai perbedaan aqidah sama Oleh sebab itu, kembali beramal dengan fiqih
seperti perbedaan yang berlaku dalam agama Islam dan berpegang kepada undang-undang
Kristen, yaitu antara aliran Orthodoks, Katolih dasar yang disatukan dan bersumber dari fiqih
dan Protestan. Sesungguhnya perbedaan an- merupakan jalan bagi menguatkan kesatuan
tara madzhab-madzhab dalam Islam tidaklah umat Islam dan menghapuskan perbedaan di
demikian. Wal' iyyadzu billah! antara mereka.
FIQIH ISI.AM JILID 1

Dari pembahasan di atas, maka ielaslah Semua itu tidak menafikan samanya sum-
bagi kita bahwa perbedaan pendapat ahli- ber syara' yang dijadikan dasar. Ia tidak me-
ahli fiqih itu hanya terbatas kepada masalah- nunjukkan adanya pert'entangan dalam syara'
masalah tertentu saja yang diambil dari sum- sendiri, karena syara' tidak mempunyai per-
ber-sumber syara'. Malah dapat dikatakan, tentangan dalam dirinya. Perbedaan itu teriadi
ia hanya berlaku akibat ijtihad saja di mana karena kelemahan manusia sendiri. Namun
ahli ijtihad cenderung kepada suatu pendapat demikian, salah satu dari pendapat yang ber-
dalam memahami sesuatu hukum yang di- beda itu boleh diamalkan, supaya manusia
ambil secara langsung dari dalil-dalil syara'. tidak merasa kesulitan. Karena mereka tidak
Kedudukannya sama seperti perbedaan pen- mempunyai jalan lain setelah wahyu terputus,
dapat yang ada dalam penafsiran teks undang- kecuali mengikuti apa yang dianggap betul
undang, atau perbedaan pendapat yang ber- oleh mujtahid, hasil dari pemahamannya atas
laku di antara para pengulas undang-undang. dalil-dalil zhanni. Dan perkara zhan memang
mempunyai potensi bagi munculnya perbeda-
Perbedaan dalam fiqih Islam disebab-
an pemahaman. Rasulullah saw. bersabda,
kan oleh kedudukan bahasa Arab itu sendiri
yang lafaznya adakalanya mengandung lebih "Apabila seorang hakim beriitihad dan iiti-
dari satu makna. Ada juga disebabkan oleh hadnya itu betul, maka dia memperoleh dua
periwayatan sebuah hadits dan cara sam- pahala. Tetapi jiko ijtihadnya salah, maka dia
painya hadits itu kepada mujtahid, baik dari memperoleh sotu pahala.'ae
segi kuat ataupun lemahnya. |uga, disebabkan
oleh sedikit atau banyaknya dalil syara'yang Adapun dalil-dalil qath'i-baik dari segi
digunakan oleh mujtahid. Atau karena adanya tsubut dan dilah-nya-yang menunjukkan
pertimbangan menjaga maslahat, keperluan, kepada hukum yang ielas dan pasti seperti
dan adat yang senantiasa berkembang sewak- perkara qath'i yang ada Al-Qur'an, sunnah
tu menetapkan hukum. mutawatir, dan sunnah masyhurah,so maka
Penyebab timbulnya perbedaan pendapat ahli-ahli fiqih tidak boleh berbeda pendapat
ialah karena adanya tingkat perbedaan pikiran
sama sekali pada hu}:um-hukum yang ber-
sumber darinya.
dan akal manusia dalam memahami nash, cara
menyimpulkan hukum dari dalil-dalil syara', Di antara sebab-sebab utama terjadinya
kemampuan mengetahui rahasia-rahasia di perbedaan pendapat ahli-ahli fiqih dalam
balik aturan syara'dan juga dalam mengetahui
menyimpulkan hukum syara' (istinbath) dari
fllat hukum syara'. dalil-dalil zhanni ialah sebagai berikut.sl

49
Muttafaq'alaih dari hadits Amr ibnul Ash dan Abu Hurairah dan penulis kitab hadits yang enam'
50
As-sunnah menurut ulama Hanafi terbagi kepada tiga ienis, yaitu mutawatir, masyhur, dan ahad. Mutawatir artinya hadits yang
diriwayatkan oleh sekumpulan perawi yang mustahil bersepakat melakukan dusta. Hal ini berlaku dalam tiga zaman pertama,
yaitu zaman sahabag tabi'in, dan tabi' at-tabi'in. HadiS tr{osyhur adalah hadits yang pada asalnya diriwayatkan oleh seorang atau
dua oong sahabat, kemudian tersebar luas pada kurun kedua sesudah zaman sahabat. Hadits /had ialah hadits yang diriwayatkan
dari Rasulullah oleh seorang dua, atau lebih sahabat tetapi tidak sampai ke peringkat ma ryhur dan mutawatir dalam ketiga zaman
tersebut.
51
Lihar lbnu Rusyd, Bidayah al-Mujtahid,lilid I, hlm. 5 dan seterusnya; ad-Dahlavi, Huijatullah al-Balighah,lllid l, hlm. 115 dan seter-
usnya; Ibnu Hazm, al-lhkam fi llshut at-Ahkam,Bab3,4,25,dan 26; asy-syatibi,al-Muwafaqat,lilid IV hlm. 271-214; Ibnu Taimiyah,
Raj'ut Malam 'anil A'immah al-A'lam; Syeikh Ali al-Khafifl Asbab lkhtilaf al-Fuqaha'; Syekh Mahmud Syaltut dan Syekh Muhammad
Ali as-Sais, Mug aranah al-Madzahib fil Fiqh; Syekh Abdul fallllsa, Ma La Yajuzu fihi al-Khilaf, Ibnus Sayyid al-Batliusi, al'lnmf'
r
FrqLH IsrrA,M JrrrD 1

7. PERBEDAAN MA'fi4 DAIAM KATA.'$TA


BAHASA ARAB ry$*,?i3'55
Keadaan ini terjadi ada kalanya karena ".,den janganlah penulis yudhaarr [di-
lafaz itu mujmal (tidak detail) atau musytarak susahkan/menyusahkan) dan begitu juga sak-
(mempunyai makna lebih dari satu) atau sr.... " (al-Ba qarah'= 282)

mempunyai dua maksud, yaitu umum dan


khusus atau makna haqiqi dan mojazi, atau Dalam ayat ini, lafazyudhaarritu mungkin
makna haqiqi dan makna menurut adat ('urfl diberi makna kemudharatan yang dilakukan
ataupun perbedaan itu terjadi karena lafazter- oleh keduanya atau yang menimpa keduanya.
tentu kadang-kadang disebut secara mutlak Contoh lafaz yang kadang-kadang memberi
(tidak dibataskan) dan kadang-kadang disebut makna umum dan kadang-kadang memberi
secara muqayyad. Atau, perbedaan itu terjadi makna khusus ialah firman Allah SWT,
disebabkan oleh perbedaan i'rab.
"Tidak ada paksaan dalam (menganut)
Contoh satu lafaz yang mempunyai mak-
agama (lslam)...." (al-Baqarah: 256)
na lebih dari satu adalah lafaz al-quru'yang
mempunyai arti'suci'dan juga mempunyi arti
'haid.' Contoh lain adalah lafaz yangberbentuk Apakah ayat ini menerangkan khabar
perintah, apakah ia bermakna wajib atau sun- (pemberitahuan) namun bermaksud mela-
nah saja. Demikian juga dengan lafaz yang rang (an-nahyu) ataukah ia memberi khabar
berbentuk larangan, apakah bermakna haram sebenarnya (haqiqi)?
atau makruh saja. Majaz juga mempunyai beberapa jenis,
Ia juga terjadi dalam lafaz murakkab. yaitu hadzaf (dihapus), ziddah (ditambah),
Contohnya adalah firman Allah SWT, setelah taQim (didulukan) ataupun ta'khir (diakhir-
ayat tentang had qadhof (hukuman kepada kan).
orang yang menuduh orang lain melakukan Contoh lafaz yang bermakna mutlak dan
zina) di mana Allah SWT berfirman, kadang-kadang mempunyai makna yang mu-
qalryad ialah seperti kata ar-raqabah yang di-
"...Kepada-Nyalah akan naik (yash'adu) sebut secara mutlak dalam kasus kafarat sum-
perkataon-perkataan (al-kalim) yang baik (yang pah, dan ia dibatasi dengan ar-raqabah yang
menegaskan iman dan tauhid, dan yang akan beriman dalam kasus kafarat pembunuhan
diberi pahala), dan amal (al-'amal) kebajikan yang tidak disengaja.
Dia akan mengangkatnya (sebagai amal yang
makbulyang memberi kemuliaan kepada yang 2. PERBEDAAN PERIWAYATAN
m elakukannya).... " (F aathir: 10) Perbedaan riwayat terjadi karena dela-
pan sebab, umpamanya adalah sebuah hadits
Ulama berbeda pendapat dalam menen- sampai kepada seseorang, tetapi tidak sampai
tukan fa'il d,ari kata kerja yash'adu; apakah kepada yang lain; Suatu hadits sampai melalui
al-kolim atau al-'amal. Ataupun perbedaan jalur sanad dhaif yang tidak boleh digunakan
makna ayat terjadi akibat pertimbangan ke- sebagai hujjah, sedangkan ia sampai kepada
adaan yang meliputi nash. Contohnya adalah orang lain melalui jalur sanad yang shahih; ha-
firman Allah SWT, dits sampai melalui satu jalur sanad, dan salah
ISIAM )ILID 1

seorang perawinya dihukumi dhail sedang- vitas ijtihad dalam masalah asal tersebut dan
kan orang lain tidak menghukuminya sebagai apa yang tidak boleh dilakukan. Selain itu tah-
dhaif atau dia berpendapat tidak ada sesuatu qiq al-manath, yaitu memastikan wuiudnya
yang menghalangi untuk menerima riwayat 'illah pada masalah yang tidak ada hukumnya
itu. Perkara ini bergantung kepada perbedaan (masalah furu), merupakan salah satu sebab
pendapat dalam masalah ta'dil dan tariih. utama bagi terjadinya perbedaan pendapat di
Ataupun sebuah hadits sampai kepada antara ahli fiqih.
dua orang (mujtahid) dengan cara yang di-
sepakati. Tetapi, salah seorang dari kedua mui- 6. PENTENTANCA'Y DA'YTARTIH DI ANTARA
DALIL.DAL'L
tahid itu menetapkan beberapa syarat untuk
beramal dengannya, sedang yang seorang lagi
Ini merupakan bab yang sangat luas dan
menjadi medan perbedaan pandangan dan ba-
tidak meletakkan syarat apa-apa. Contohnya
nyak menimbulkan dialog. Pembahasan dalam
ialah seperti pembahasan dalam hadits mur-
sal [yaitu hadits yang perawi sahabi-nya tidak masalah ini meliputi perbincangan masalah
disebut). ta'wil, ta'lil fmenetapkan f I/a t hukum), al'i am'
wat-taufiq (menggabungkan dan menyatukan
pendapat), nasakh [membatalkan) dan tidak
3. PERBEDAANSUMBER
adanya nasakh. Perbedaan ini teriadi baik di
Ada beberapa sumber yang diperselisih-
antara nash-nash atau di antara beberapa qi-
kan oleh ulama; sejauh manakah ia dapat di-
jadikan sumber hukum. Contohnya adalah yas. Perbedaan dalam sunnah terjadi, baik
dalam perkataan atau dalam perbuatan atau
istihsan, mashalih mursalah, qaul shahabi,
dalam taqrir (pengakuan). Ia iuga terjadi ka-
istishhab adz-dzora'i, al'bara'ah al-ashliyyah
rena perbedaan sifat tindakan Rasul, yaitu
atau ibahah, dan sebaliknya.
apakah termasuk kategori tindakan politik
atau kategori memberi fatwa. Perbedaan ini
4. PERBEDAAN KAIDA'+KAIDAH IISHUL
dapat diatasi dengan beberapa cara, di anta-
Contohnya seperti kaidah 'am yang di'
ranya yang paling penting ialah merujuk dan
khususkan (al-'am al-makhshush) tidak men-
berpegang kepada tujuan syara' (maqashid
jadi huijah, mafhum tidak dapat meniadi
agt-ryari'ah), meskipun dalam menentukan
hujjah, penambahan kepada ketetapan nash
urutan maqashid ada perbedaan pendapat.
Al-Qur'an apakah merupakan nasakh atau ti-
Dengan keterangan di atas, maka dapat
dak dan sebagainya.
diketahui bahwa hasil-hasil ijtihad para imam
5. I.IT'HAD DENEAN QIYAS madzhab, tidak mungkin menepati secara
keseluruhan dengan syara' Allah SWT yang
Ini merupakan sebab perbedaan pendapat
diturunkan kepada Rasulullah saw.. Namun,
yang paling banyak. Qryas itu mempunyai asal,
tetap dibolehkan atau diwajibkan mengamal-
syarat dan'illah.'lllah iuga mempunyai syarat-
kan salah satunya. Sebenarnya, kebanyakan
syarat dan cara-cara untuk menentukannya.
perbedaan pendapat itu adalah dalam ma-
Semua itu merupakan masalah-masalah yang
salah ijtihad dan dalam pendapat-pendapat
diperselisihkan. Bisa dikatakan bahwa kese-
zhanniyyah yang perlu dihormati dan diberi
pakatan jarang terjadi dalam masalah asal
penilaian yang sama. Ia tidak boleh dijadikan
qiyas dan apa yang boleh dilakukan oleh akti-
F
FIqLH ISI.A.M IITID 1

alasan untuk perpecahan, permusuhan, dan Ini menunjukkan bahwa pendapat a/-as-
fanatisme golongan di kalangan umat Islam hah, dalam persoalan betul dan salah dalam
yang disifatkan oleh Al-Qur'an sebagai umat iitihad pada perkara-perkara cabang fiqih,
yang bersaudara. Mereka iuga diperintahkan ialah aliran al-mukhaththi'ah, yaitu aliran
supaya bersatu dan berpegang dengan tali jumhur al-Muslimintermasuk golongan ulama
Allah SWT. Syafi'i dan Hanafi, di mana mereka mengata-
Setiap mujtahid dari kalangan sahabat kan bahwa yang betul dalam ijtihadnya ialah
tidak mau ijtihadnya dinamakan hukum Allah seorang safa dari para mujtahid dan yang
atau syara'Allah, tetapi mereka mengatakan, lain adalah salah, karena kebenaran hanya-
"lni pendapatku. fika ia betul, maka itu adalah lah satu tidak berbilang. Mereka juga menga-
dari Allah. Tetapi iika ia salah, maka itu adalah takan bahwa dalam satu kasus masalah
dari diriku dan dari setan. Allah dan Rasul-Nya Allah SWT hanya mempunyai satu ketetapan
terlepas dari kesalahan itu." Di antara pesan hukum. Barangsiapa berijtihad dan menepati
Rasulullah saw. kepada pimpinan tentara ketetapan hukum Allah itu, maka ijtihadnya
ialah, itu betul. Dan siapa yang tidak menepati ke-
tetapan hukum Allah itu, maka dia salah. Te-
tapi apabila dilihat dari sudut pengamalan ha-
ii ar"t'.,fi *- -';c tsti sil-hasil ijtihad para mujtahid dalam praktik
kehidupan, maka tidak diragukan lagi bahwa
i' i;#i;6i' f hukum yang ditetapkan oleh setiap ahli ijtihad

'c adalah hukum Allah. Sebab untuk mengetahui


manakah pendapat imam mujtahid yang tepat
dengan ketetapan Allah, adalah perkara yang
tidak dapat diketahui secara yakin.
"Jika kamu mengepung sesuatu kota lalu Yang masih menjadi permasalahan umat
mereka mau supaya dihukum berdasarkan hu- Islam masa kini ialah persoalan beramal (me-
kum Allah SWT, maka janganlah kamu meng- laksanakan), yaitu persoalan melaksanakan
hukum dengan hukum Allah SWT. Tetapi, syariat Islam baik dalam soal aqidah maupun
hukumlah dengan hukuman kamu, karena ibadah, dengan cara yang konsisten dan mem-
kamu tidak tahu apakah engkau menepati praktikkan hukum-hukum Islam dalam ibadah,
hukum Allah ataupun tidak".s2 muamalah, iinayah, hubungan luar negeri, dan
sebagainya secara menyeluruh.

.'.s{!#i}.,

Riwayat Ahma4 Muslim, at-Tirmidzi, dan Ibnu Maiah dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya,

rr t
rr:tElijj$iii.t+:r:f--l'ffi.,'{,:-:-:i*.:-n'Fji€Lri€=r-i=S'i+:=:.-r=:;.i=:j.s-€*l=:.:::S=:-;!=;t:=j:Si:irj
Isr."A.M f rLrD 1

BAB KEENAM
ATURAN MENGGUNAKAN PENDAPAT
MAD ZIIAB YANG PALING MUDAH

PENDAHULUAN lahatan umum yang ada pada masa sekarang


Proses memilih dan memilah pendapat-
ini. Mereka melakukan pemilihan pendapat
tersebut dengan berpegang kepada beberapa
pendapat yang ada dalam madzhab-madzhab
prinsip atau dasa[ yaitu:
fiqih merupakan lampu hijau bagi para ulama
pada masa sekarang ini, untuk menghidupkan 1. Kebenaran (al-haqq) hanyalah satu, bu-
kannya beragam. Begitu juga halnya de-
kembali pemikiran Islam. Ia iuga memberi
ngan agama Allah adalah satu dan berasal
lampu hijau bagi orang-orang yang bertugas
menyusun undang-undang yang materinya dari sumber yang sama, yaitu Al-Qur'an,
As-Sunnah, dan juga praktik salafus saleh'
diambil dari sumber fiqih Islam. Dengan cara
Dikarenakan kita tidak mengetahui mana
seperti ini, maka produk undang-undang ter-
pendapat para mujtahid yang paling be-
sebut diharapkan dapat selaras dengan tun-
naq, maka kita dibolehkan mengamalkan
tutan perkembangan zaman, dan iuga dapat
sebagian pendapat tersebut dengan mem-
melindungi kemaslahatan manusia pada se-
pertimbangkan kemaslahatan yang akan
tiap zaman dan di setiaP tempat.
dihasilkan.
Ulama-ulama reformis dan juga yang ber-
jiwa ikhlas-bukannya ulama yang pesimistis 2. Ikhlas menjalankan syariat, menjaga hu-
dan berkecil hati-di kalangan tokoh-tokoh kum-hukum agama supaya Iestari dan
kekal, merupakan aqidah setiap Muslim.
al-Azhar Mesi4, Universitas Zaituniyah Tunis,
dan lain-lain di berbagai belahan dunia Islam, 3. Menolak kesukaran, mengedepankan ke-
menyambut gagasan gerakan menghidupkan mudahan dan toleransi merupakan dasar-
kembali pemikiran Islam ini. Mereka memilih dasar bangunan syariat Islam. Perkara-
satu pendapat yang tepat, yang lebih utama perkara tersebut merupakan keistimewa-
dan juga yang lebih membawa kemaslahat- an utama yang menopang syara' Allah
an dari beragam pendapat fiqih yang ada. untuk selalu kekal dan abadi.
Mereka berharap supaya pendapat fiqih yang 4. Melindungi kemaslahatan manusia dan
dipilih tersebut akan selaras dengan kemas- mempertimbangkan kebutuhan-kebutuh-
FIqLH ISIAM JILID 1
l-
an mereka yang selalu berkembanB, me- "Allah menghendaki kemudahan bagimu,
rupakan sikap yang sesuai dengan ruh dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
syariat yang-berdasarkan penelitian- [al'Baqarah: 185)
memang dibangun di atas kemaslahatan.
Sehingga, kemaslahatan merupakan tiang Sebagaimana diketahui, bahwa kebanyak-
syariat; setiap hal yang mengandung mas- an orang tidak bermadzhab. Madzhab mereka
lahat maka di situlah keberadaan syariat adalah madzhab mufti mereka, dan mereka
dan agama Allah. Demikian juga diakui pun mengharapkan supaya amal mereka se-
bahwa hukum dapat berubah disebabkan suai dengan syara'.
oleh perubahan zaman. Namun dalam proses memilih dan me-
5. Tidak ada aturan syara'yang mewajibkan milah pendapat-pendapat madzhab ini, kita
seseorang mengikuti salah satu hasil ijti- harus mengetahui terlebih dahulu aturan-
had para mujtahid, atau mengikuti salah aturan ketika mengambil pendapat madzhab
satu dari pendapat para ulama. Sesuatu yang paling mudah. Aturan-aturan ini perlu
dianggap wajib apabila ia memang di- diketahui terlebih dahulu supaya proses pe-
wajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan milihan ini tidak berubah menjadi kekacauan
Allah serta Rasul-Nya hanya mewajibkan ataupun berubah menjadi pengamalan pen-
mengikuti Al-Qur'an, sunnah Rasul-Nya, dapat yang sesuai dengan nafsu dan keinginan
dan semua dalil yang bersumber dari ke- saja, tanpa didukung oleh argumentasi atau
duanya dalam mengamalkan ajaran agama faktor-faktor pembenar yang kuat. Dan me-
Nya. nurut saya, proses memilih pendapat yang
6. Pendapat yang paling shahih dan yang mudah juga termasuk bentuk dari ijtihad.
paling raj ih mengatakan bahwa mengikuti
salah satu madzhab tertentu bukanlah
RANCANGAN PEMBAHASAN
suatu kewajiban. Hal ini karena tindakan
yang seperti itu hanyalah sekadar taklid Dalam membincangkan masalah ini, ada
beberapa pembahasan yang akan dikaji, yaitu:
belaka (mengikuti pendapat orang lain
tanpa mengetahui dalilnya). Apabila hal . Pembahasan Pertama: Madzhab atau pen-
yang semacam ini diwajibkan, maka ber- dapat manakah yang boleh diambil?
arti kita telah mewajibkan aturan syara' . Pembahasan Kedua: Apakah mengikuti
baru, sebagaimana diterangkan oleh pe- satu madzhab tertentu merupakan suatu
ngarang Syarh Musallah ats-Tsubut tuntutan?
Pembahasan Ketiga: Apakah seorang yang
Oleh sebab itu, bertaklid kepada salah akan bertanya mengenai hukum (mustaf-
satu imam madzhab atau salah satu mujtahid trJ diwajibkan mencari mufti yang paling
tidaklah dilarang oleh syara'. Begitu juga hal- utama dan kemudian bertanya kepada
nya syara' tidak melarang melakukan talfiq ulama yang dia anggap paling rajih terse-
(mencampur beberapa pendapat) di antara but, ataukah dia dibolehkan memilih dan
pendapat-pendapat madzhab yang ada, de- bertanya kepada mufti yang mana pun?
ngan alasan menjalankan prinsip kemudahan
Pembahasan Keempat: Apakah pendapat
dalam beragama, sebagaimana firman Allah pakar ushul fiqih dalam masalah mencari
SWT
Pengantar llmu Flqlh FIqLH ISIAM IILID 1

pendapat yang paling mudah (tatabbu' A. MADZHAB DAN PENDAPATYANG


ar-rukhash) dan iuga masalah talfiq (men' DAPAT DIIKUTI
campur) pendapat madzhab-madzhab fi- Khazanah intelektual fiqih peninggalan
qih Islam? salafus saleh yang membahas berbagai hukum
. PembahasanKelima:Aturan-aturansyara' dan permasalahan yang dihadapi manusia,
dalam memilih pendapat madzhab yang tidaklah hanya terbatas kepada madzhab fiqih
paling mudah. Aturan-aturan ini bersum- yang empat saja (Hanafiyyah, Malikiyyah,
ber dari pendapat-pendapat pakar ushul Syafi'iyyah, dan Hambaliyyah). Di sana masih
fiQih.
ada madzhab-madzhab fiqih lain baik yang
. terkenal maupun yang tidak seperti madzhab
Apabila kita perhatikan pembahasan em- Imam al-Laits bin Sa'd, Imam al-Auza'i, Ibnu
pat masalah pertama secara cermat, merupa-
farir ath-Thabari, Dawud azh-Zhahiri, Imam
kan suatu keharusan sebelum melakukan ats-Tsauri, madzhab-madzhab Ahli Sunnah,
pembahasan yang terakhir [kelima). Hal ini madzhab Syi'ah Imamiyyah, madzhab Syi'ah
disebabkan pembahasan kelima sangat ber- Zaidiyy ah, I b a d h iyya h, Zhahir iyy ah, p e n d a p at-
gantung kepada kaidah-kaidah yang dibahas pendapat sahabat, tabi'in, dan juga pendapat
dalam pembahasan-pembahasan sebelumnya, tabi' tabi'in. Dalam ragam pendapat yang
sebagaimana yang telah dilakukan oleh para terdapat pada berbagai madzhab tersebut,
pakar ushul fiqih. kita dapat menemukan banyak manfaat bagi
Membincangkan masalah ini jelas akan lancarnya kebangkitan umat Islam yang kita
memberikan manfaat dan faedah yang nyata harapkan. Madzhab-madzhab tersebut tentu-
bagi kebanyakan umat Islam, yang biasa me- nya lebih utama apabila dibanding dengan
minta fatwa atas masalah yang mereka hadapi undang-undang non-syar'i baik yang berasal
baik dalam masalah ibadah, muamalah, mau- dari dunia Timur maupun dunia Barat. Agama
pun ahwal syakhshiyyah. Pembahasan ini juga Allah menawarkan kemudahan, bukannya
bermanfaat bagi para pakar undang-undang kesulitan.
dan juga para hakim yang bertugas membuat Selain dari itu, mempertimbangkan ke-
undang-undang yang disusun dan digali dari maslahatan dan melindungi kebutuhan ma-
sumber hukum fiqih Islam. Perbincangan ma- nusia merupakan tuntutan syara'. Oleh sebab
salah ini juga akan memberikan manfaat ke- itu, tidak ada larangan bagi para pembuat
pada para pengajar dalam usaha mereka un- undang-undang (dewan legislatif) untuk me-
tuk ttrenghilangkan kecenderungan fanatisme milih pendapat ataupun madzhab dalam ma-
madzhab yang muncul akibat sikap taklid buta, salah iitihadiyah ini. Adapun qadhi, maka se-
dan tidak mau memerhatikan dalil-dalil yang baiknya ia tetap berpegang kepada madzhab
dapat merajihkan sebagian pendapat ulama empat, karena tradisi ('urfl umum yang sudah
sehingga perlu diikuti. Dan pada waktu yang menyebar haruslah diamalkan. Sebagaimana
sama, dapat menetapkan bahwa pendapat diketahui, bahwa 'urf dapat digunakan untuk
ulama yang lain adalah lemah sehingga tidak men-takhshrsh nash. Selain itu, apabila dewan
perlu diikuti. Ketetapan-ketetapan Allah-lah legislatif mengambil pendapat termudah dari
yang benar dan Dialah yang menunjukkan kita beberapa pendapat madzhab yang masyhuq,
ke jalan yang benar. maka yang dimaksudkan adalah madzhab-
FIQIH ISr."AM JrLrD Pengantar llmu Flqlh

madzhab yang dipraktikkan di berbagai dunia Sebagaimana diketahui, Allah SWT telah
Islam, dan pada kenyataannya yang dimaksud memerintahkan kita untuk mengikuti pen-
dengan madzhab-madzhab adalah pendapat dapat para sahabat dan tabi'in.ss Allah SWT
para imam mujtahid. berfirman,
Di antara dalil yang mendukung ide di atas "Dan orang-orong yang terdahulu lagi yang
adalah sebagian besar umat Islam berpenda- pertama-tama (masuk Islam) di antara orqng-
pat bahwa teori al-mukhthi'ah adalah teori orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang
yang paling rajih.Yang dimaksud dengan teori yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida
al-mukhthi'ah adalah teori yang mengatakan kepoda mereka dan mereka pun rida kepada
bahwa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab Allah. Alloh menyediakan bagi mereka surgo-
itu, mujtahid yang benar dalam ijtihadnya juga surga yang mengalir di bawahnya sungai-su-
hanya satu. Adapun yang lainnya adalah salah. ngai. Mereka kekal di dalamnya selama-lama-
Namun mujtahid yang salah tidaklah berdosa nya. Itulah kemenangan yang agung." (at-
karena kesalahannya itu, sebab dia hanya di- Taubah: 100)
tuntut untuk mengamalkan hasil ijtihadnya
dan mengamalkan pendapat yang diduga kuat Berkenaan dengan pendapat sahabat,
benar. Para pakar yang mendukung teori ini Imam asy-Syafi'i berkata, "Pendapat mereka
mengatakan,'Adalah suatu kebenaran bahwa adalah lebih baik bagi kita apabila dibanding
agama Allah hanya satu. Yaitu segala aiaran dengan pendapat kita sendiri."s6
yang diturunkan dalam kitab-Nya, yang dibawa
Imam al-lzzbin Abdissalam juga berkata,
oleh Rasul-Nya, dan diridhai untuk dilakukan "Yang terpenting bagi orang yang bertaklidsT
oleh hamba-hamba-Nya. Nabi Allah juga satu,
adalah mengetahui bahwa madzhab [yang
kiblat juga satu." Barangsiapa sesuai dengan
dianutnya) adalah benar-benar ada, dan ia
ajaran ini, maka dialah orang yang benar dan
juga harus mempunyai dugaan kuat bahwa
mendapatkan dua pahala. Adapun orang yang
madzhab tersebut adalah shahih. Oleh sebab
tidak sesuai dengan aiaran sebenarnya, maka
itu, apabila dia meyakini keberadaan suatu
dia hanya mendapat satu pahala, yaitu pahala
madzhab, maka dia boleh bertaklid kepada
ijtihad. Sedangkan kesalahannya, tidak dibalas
madzhab tersebut, meskipun tokoh madz-
dengan balasan apa pun.s3 Inilah pendapat
hab tersebut bukan termasuk salah satu dari
yang benar menurut imam madzhab yang
empat imam madzhab fiqih yang terkenal."
empat.sa
Imam al-lraqi berkata, "Ulama bersepakat
Hal pertama yang harus dilakukan adalah
(ijma) bahwa orang yang masuk Islam boleh
mencari pendapat-pendapat fiqih yang tepat
bertaklid kepada ulama siapa pun tanpa ada
dan bermaslahat, dan yang dapat dipastikan
batasan. Para sahabat pun bersepakat bahwa
siapa yang mengeluarkan pendapat tersebut.
orang yang meminta fatwa dan bertaklid ke-
Adapun pendapat yangsyadz dan bertentang-
pada Abu Bakar dan Uma[ boleh meminta
an dengan sumber dan dasar-dasar syariat,
fatwa kepada Abu Hurairah, Mu'adz bin fabal,
maka harus ditinggalkan.

s3 A'lam al-Muwaqqi'in, 1ilid2,hlm. 211.


s4 Musallam ats-Tsubut,jilid 2, hlm. 330.
ss A'hm al-Muwaqqi'in, iilid,4, hlm. 123.
s6 A'hm al-Muwaqqi'in,iilid2,hlm. 186.
s7 Orang yang bertaklid (muqallid) adalah orang yang mengikuti pendapat orang lain, namun ia tidak mengetahui dalil yang di-
gunakan oleh orang yang dianutn)a tersebut.
Pengantar llmu Flqih FIQIH ISr."A.M llLlD 1

ataupun yang lainnya. Dia juga boleh meng- madzhab tertentu-umpamanya madz'
amalkan pendapat para sahabat tersebut hab Abu Hanifah atau madzhab Syafi'i atau
tanpa ada pengingkaran dari kalangan ula- yang lain, maka dia tidak wajib mengikuti
ma. Oleh sebab itu, barangsiapa menganggap madzhab tersebut secara berterusan, me-
bahwa dua bentuk ijma ini tidak berlaku, maka Iainkan ia boleh pindah ke madzhab yang
dia harus mengemukakan dalil.s8 lain. Alasannya adalah sesuatu akan di-
Atas dasar uraian di atas, maka jelaslah hukumi wajib jika memang ada perintah
bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan untuk wajib dari Allah dan Rasul-Nya. Padahal,
mengikuti madzhab empat imam saja dalam Allah dan juga Rasul-Nya tidak pernah me-
masalah fiqih. Empat imam dan yang lainnya wajibkan seseorang untuk bermadzhab
mempunyai status yang sama. OIeh sebab itu, dengan salah satu imam madzhab yang
taklid kepada selain empat madzhab diboleh- ada. Yang diwajibkan oleh Allah hanyalah
kan jika memang madzhab tersebut memang mengikuti ulama secara umum, tanpa
diketahui dengan pasti siapa tokoh atau peng- ada pengkhususan kepada salah satu dari
asasnya, sebagaimana yang telah diterangkan ulama tersebut. Allah SWT berfirman, "...
oleh Imam al-lzz bin Abdissalam. maka tanyakanlah kepada orang yang
berilmu, jika kamu tidak mengetahui!' (al-
Anbiyaa':7)
B. APAKAH ADATUNTUTAN UNTUK
Alasan lainnya adalah bahwa orang-
MENGIKUTI'SUATU MADZHAB
orang yang meminta fatwa pada zaman
TERTENTU SECARA DISIPLIN DALAM
sahabat dan tabi'in tidak ada yang me-
SEMUA PERMASALAH (ILT|ZAM
wajibkan dirinya untuk mengikuti ma-
MADZHAB MU'AYYANN
dzhab tertentu saja, melainkan mereka
Dalam menganggapi masalah ini, para
akan menanyakan permasalahan kepada
pakar ushul fiqih terbagi kepada tiga kelom-
siapa pun yang ahli, tanpa membatasi diri
pok pendapat:
kepada salah satu dari mereka. Ini dapat
L. Sebagian mereka mengatakan bahwa me- disimpulkan bahwa mereka semua ada-
ngikuti salah satu imam madzhab secara
lah bersepakat fberijma) bahwa bertaklid
disiplin dalam semua permasalahan ada-
hanya kepada satu imam saja atau meng-
lah suatu kewajiban. Hal ini karena orang
ikuti madzhab tertentu dalam berbagi
yang telah memilih satu madzhab telah
permasalahan, bukanlah suatu kewajiban.
berkeyakinan bahwa imam madzhab yang
Selain itu, pendapat yang mengatakan
dianutnya itu adalah yang benar; maka dia
bahwa mengikuti salah satu madzhab
waj ib melaksanakan keyakinannya itu.
adalah wajib, akan menyebabkan kesulit-
2. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa
an dan kesempitan. Padahal, keberadaan
taklid kepada imam tertentu dalam semua
madzhab yang beragam sebenarnya ada-
permasalahan dan semua kejadian yang
lah suatu kenikmatan, anugerah, dan juga
dialami bukanlah suatu kewajiban. Orang
rahmat bagi umat Islam. Pendapat ini
tersebut boleh bertaklid kepada mujtahid
adalah pendapat yang raiih di kalangan
mana pun yang dia kehendaki. Kalau se-
ulama ushul fiqih.
andainya seseorang mengikuti salah satu

sB Musallom ats-Tsubut,jilid 2, hlm. 357 .


--

rIqLH ISI"AM JILID 1

3. Imam al-Amid dan Imam al-Kamal ibnul Atas dasar ini semua, maka pada masa
Hammam membuat perincian yang lebih sekarang ini pada prinsipnya sama sekali tidak
detail dalam masalah ini. Bagi mereka, ada larangan untuk memilih sebagian hukum-
yang diwajibkan mengikuti aturan ma- hukum syara'yang ditetapkan oleh para ulama
dzhab tertentu adalah ketika seseorang madzhab, tanpa membatasi jumlah madzhab
melakukan perbuatan dalam suatu per- tertentu ataupun membatasi dengan detail-
kara tertentu. Ketika dia mengamalkan detail madzhab tersebut.
satu madzhab dalam satu perkara ter- Selain itu, para ahli fiqih juga menetapkan
sebut, maka dia tidak boleh bertaklid ke- bolehnya mengamalkan pendapat dhaif dalam
pada madzhab yang lain. Namun ketika satu madzhab, jika seseorang berada dalam
dia menghadapi perkara lain dan dia ti- kondisi darurat (adh-dharurah) atau dalam
dak mengikuti madzhabnya, maka dia kondisi perlu (al-hajah). Berikut ini adalah
boleh mengikuti madzhab yang lain da- pendapat-pendapat mereka.
lam melaksanakan perkara tersebut. Hal 1. Seorang qadhi boleh mengambil penda-
ini disebabkan tidak ada aturan syara' pat selain dalam madzhabnya dalam ke-
yang mewajibkan mengikuti satu madz- adaan darurat fFatwa Atha'bin Hamzah).
hab yang dianut secara disiplin dalam se- 2. Seorang qadhi boleh mangamalkan pen-
mua perkara. Yang diwajibkan oleh syara' dapat yang tidak masyhur dalam madz-
adalah mengikuti ulama siapa pun tanpa habnya, jika memang pemerintah mene-
ada pengkhususan kepada salah seorang tapkan hal tersebut (ad-Durr al-Mukhtar
di antara mereka.se karya al-Hishkafi).
3. Seorang qadhi boleh menetapkan hukum
Dapat disimpulkan bahwa pendapat yang berdasarkan pendapat yang sudah di-
paling shahih d,an rajih di kalangan ulama tetapkan sebagai pendapat yang salah
ushul fiqih60 adalah tidak wajibnya konsisten (fasad), dan dia tidak perlu membatalkan
dalam mengikuti madzhab tertentu, dan bo- keputusannya. Karena dalam hal ini, qa-
leh berbeda dengan pendapat imam madzhab, dhi merupakan mujtahid kecuali jika ke-
juga boleh mengambil pendapat selain imam putusan itu dalam masalah pengambilan
madzhab. Hal ini disebabkan konsisten meng- harta atau putusan didasarkan pada hawa
amalkan madzhab tertentu bukanlah suatu nafsu dan kepentingan (Jami' al-Fushulain
kewajiban sebagaimana yang sudah kami te- wa Ta'liliha).
rangkan.

Lihat Fawatih ar-Rahamut Syarh Musallam ats:Tsubutkarya lbnu Abdisysyakur jilid 2,hlm.402; Musallam ats-Tsubut lilid 2, hlm.
355; Syarh al-Mahalli'ala Jam'al-Jawamij jilid 2,hlm.328; al-lhkam fi Ushul al-Ahkam karya al-Amidi, iilid 3, hlm. 174; at-Taqrir
wat-Tahbir iilid 3, hlm. 344; Syarh al-lsnawi, jilid 3, hlm. 266; al-Madkhal ila Madzhab al-lmam Ahmad, hlm. 193; lrsyad al-Fuhul,
hlm. 340; Fatawa asy-Syaikh'Ulaisy, jilid 1, hlm. 60.
Madzhab Syafi'i mengatakan bahwa pendapat yang ashah di kalangan ulama Syafi'iyah yang hidup pada masa belakangan
(muta'akhkhirun) seperti pendapat Syekh lbnu Hajar dan lainnya, adalah boleh melakukan perpindahan dari satu madzhab ke
madzhab yang lain, asalkan pendapat-pendapat madzhab tersebut terpelihara meskipun dengan maksud mencari kemudahan,
dan baik dia berpindah madzhab selamanya atau hanya dalam satu kasus saia. Meskipun perpindahan (intiqat) itu menyebabkan
fatwa, putusan hukuman, atau amalan yang dilakukan itu, berbeda dengan madzhab yang dianu! selagi perpindahan tersebut
tidak menyebabkan timbulnya talfiq (percampuran antara berbagai pendapat madzhab dalam satu masalah yang tidak ada satu
madzhab pun yang membolehkan atau yang berpendapat demikian) (al-Fawa'id al-Makkiyyah fi Ma Yahtajuhu Thalabah asy-
Syafi'iyyah min al-Masa'il wa adh-Dhawabith wal Qawa'id al-Kulliyyah karya Sayyid Alawi bin Ahmad as-Saqqaf, hlm. 51, cetakan
al-Bab al-Halabi).
Pongantar llmu Flglh FIqLH ISIJq,M )ILID 1

4. Boleh mengamalkan dan berfatwa dengan tangan dengan pendapat yang shahih
menggunakan pendapat yang dhaif ketika adalah pendapat yang salah (fasid). Dan
dalam kondis darurat (al-Mi'rai'an Fakhr juga, boleh memberi fatwa dengan meng-
al-A'immah). gunakan pendapat dhaif seperti ini de-
5. Boleh mengamalkan pendapat yang dhaif ngan maksud untuk memberi petunjuk
untuk dirinya sendiri, dan juga boleh (al-Fawa'id al-Makkiyyah fi Ma Yahtaiuhu
menggunakan pendapat yang dhaif ketika Thalabah asy -Syaf| tyyah, hlm. 5 1).
memberi fatwa iika memang mufti ter-
sebut berada dalam keadaan darurat C. APAKAH WruIB BERTANYA KEPADA
(perkataan ad-Dasuqi al-Maliki)' ORANG YANG LEBIH UTAMA DAN
6. Dilarang memilih pendapat dhaif apabila LEBIH RNIH ILMUNYA, ATAU CUKUP
pilihan tersebut didorong oleh keinginan BERTANYA KEPADA UI.AMA SIAPA
hawa nafsu, kepentingan, atau untuk SruA YANG MUDAH?
memperoleh kekayaan dunia.61 Pertanyaan yang masyhur di kalangan pa-
7. Sikap seorang muqallid untuk tidak me- ra pakar ushul fiqih dalam masalah ini adalah,
ngamalkan pendapat yang masyhur dan 'Apakah boleh bertaklid kepada ulama yang
beralih kepada pendapat syadz yang me- tingkat keutamaannya kurang karena ada ula-
ngandung r ukhshah (kemudahan). Namun, ma yang lebih utama?"
sikap yang tidak didasari keinginan untuk Ada dua pendapat dalam masalah ini.62
mencari kemudahan-kemudahan adalah L. Sebagian ulama (yaitu satu riwayat dalam
dibenarkan oleh ulama yang tidak me- madzhab Imam Ahmad, Ibnu Suraij asy-
wajibkan taklid kepada pendapat yang Syafi'i, al-Qaffal asy-Syafi'i, Abu Ishaq
lebih ra7ih. Ini adalah pendapat sebagian al-lsfirayini [yang mendapat julukan aI-
besar pakar ushul fiqih. Dan muqollid bo- ustadzf, Abul Hasan ath-Thabari [yang
leh bertaklid kepada pendapat muitahid mendapat iulukan al-Kiya), pendapat yang
siapa saja yang dia kehendaki. Dan berita dipilih oleh Imam al-Ghazali, dan iuga
yang menyatakan bahwa ada ijma bagi pendapat yang masyhur dalam madzhab
pelarangan taklid seperti ini, adalah tidak Syi'ah) menyatakan bahwa meminta fat-
benar (Fatnwa Syekh 'Ulaigt, jilid 1, hlm. wa (al-istifta63) kepada ulama yang lebih
61). utama dalam ilmu, kewara'an, dan peri-
L Seseorang boleh mengamalkan pendapat Iaku agamanya, adalah wajib. Bagi orang
yang dhaif untuk dirinya sendiri, kecuali yang bertanya waiib mengambil pendapat
jika pendapat dhaif itu bertentangan de- yang lebih raTih kemudian mengikutinya,
ngan pendapat yang shahih (ash-shahih), dan dia cukup berpegang kepada pen-
karena biasanya pendapat yang berten- dapat yang masyhur.

Syekh al-Ustadz Muhammad Mustafa al-Mara ghi, at-tjtihad fil Islom, hlm. 36-39; Ibnu Abidin dalam Hasyiyah Rasm al-Mufti'
61 iilid L,

hlm.69.
62
Lihat at-Taqrir wat:fohbin iilid 3, hlm. 345 dan halaman setelahnya; Fawatih ar-Rahamut, jilid 2, hlm. 403l, Musallam ats-Tsubut,
jilid 2,hlm. 354; asy-syairazi, al-Luma'fi |lshul al-Fiqh, hlm. 68; al-Amidi, al-lhkom, iilid 3, hlm 173; al-Madkhal ila Madzhab al'
Imam Ahmad, hlm. 194; Fatawa asy-Syaikh'Illaisy,jilid 1, hlm. 61,7t; Hasyiyah lbnu Abidin, jilid 1, hlm' 45; Ibnu Atabi' Risalah fi
Ushut at-Fiqh, hlm. 32; at-Mustashfa, iilid 2, hlm LZS; lrryad ol-Fuhul, hlm. 239.
At-tstifta'adalah bertanya tentang pendapat seorang mujtahid dalam masalah hukum tertentu dengan maksud untuk diamalkan,
baik orang yang ditanya itu adalah mujtahid itu sendiri ataupun orang yang menukilkan pedapat mujtahid tersebut meskipun
antara orang teisebut dengan mujtahid ada orang rang menFdi perantara (Ahnad d-Husaini , *Uf?,l:.I;!ryr_ff!:tlil
lH;r,.1U)
:r,:...-.:+*::::t::::;$..;:=i.. 1=$n'y==-g.1:!$.-:g.:.-,':SBr-==::l.i€,.::*:3.;,
--

FrqlH IsrAM f il"rD I Irengantar llmu Flglh

Imam al-Ghazali dalam al-Mustashfa ulama yang lain, ataupun lebih tinggi.
berkata, "Menurut pendapat saya, adalah Dengan kata lain, orang tersebut boleh
Iebih utama untuk dikatakan bahwa orang bertaklid kepada ulama yang tingkatan
yang meminta fatwa, wajib mengikuti ula- ilmunya lebih rendah, meskipun ada ulama
ma yang Iebih utama. Barangsiapa berke- yang tingkatan ilmunya lebih tinggi. Da-
yakinan bahwa Imam asy-Syafi'i adalah sarnya adalah keumuman firman Allah
ulama yang Iebih pandai dan biasanya SWI "...maka tanyakanlah kepada orang
pendapat madzhabnya adalah benar, yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui."
maka orang tersebut tidak boleh meng- (al-Anbiyaa': 7) dan juga atas dasar ijma
ambil pendapat lain dengan maksud sahabat, di mana di antara para sahabat
mengikuti selera saja (ta sy a hh i)." ada mujtahid yang utama, ada juga muj-
Dalil mereka adalah, orang kebanyak- tahid yang lebih rendah tingkatannya, dan
an melihat bahwa pendapat-pendapat fuga ada yang awam, Dan tidak ada infor-
imam mujtahid laksana dalil-dalil yang masi dari salah satu mereka, yang me-
mengindikasikan pertentangan antara sa- wajibkan orang awam di kalangan mereka
tu dengan lainnya. Oleh sebab itu, orang untuk berijtihad memilih mujtahid-muj-
yang bertanya (mustafti) wajib melakukan
tahid tertentu yang ada di antara mereka.
tarjih, dan tarjih yang dapat dilakukan
Kalau seandainya memilih mujtahid
oleh mereka adalah dengan mempertim-
siapa pun adalah suatu larangan, maka
bangkan keutamaan dan kemampuan ilmu
para sahabat tidak akan mungkin berse-
yang dimiliki oleh para mujtahid. Hal ini
pakat mendiamkan praktik tersebut pada
karena mujtahid yang lebih berilmu
masa mereka. Dalam kitab al-Ihkam,
adalah lebih kuat bagi orang tersebut.
Adapun cara untuk mengetahui mana
Imam al-Amidi menerangkan ijma ini,6s
"Sesungguhnya di antara sahabat ada
ulama yang lebih berilmu adalah dengan
cara pengujian dan pengalaman, atau ka- mujtahid yang utama dan juga ada muj-
rena memang mujtahid itu masyhur ke- tahid yang lebih rendah tingkatannya.
ilmuannya, atau melalui kabar dan juga Khalifah yang empat adalah sahabat yang
banyaknya orang yang merujuk kepada paling mengetahui cara berijtihad bila di-
mujtahid tersebut. banding dengan yang lain. Oleh sebab itu,
2. Al-Qadhi Abu Bakr ibnul Arabi dan ke- Rasulullah saw. bersabda,
banyakan ahli fiqih serta ushul fiqih6a
mengatakan bahwa orang yang akan ber- 4y'yiJt ,;, *,;4,
t,-
tanya mengenai hukum dibolehkan me-
milih ulama siapa saia yang dia kehendaki,
.-a.
t4:t ,
t#' '
q., tfu ur^r,ul
baik tingkat keilmuan ulama yang akan
ditanya itu sama dengan tingkat keilmuan 9tlu,
Ibnu Abidin dalam Hasyiyah (dikutip dari kitab at-Tahrir dan syarahnya) mengatakan, "Madzhab Hanafi, Maliki, sebagian besar
Hambali dan iuga Syafi'i iuga berpendapat seperti ini." Fatwa terakhir lbnu Hajar juga menyatakan, "Pendapat yang paling shahih
di kalangan madzhab Syafi'i adalah seorangmuqallid boleh memilih ulama siapa saia yang dikehendaki, meskipun ulama tersebut
tingkatannya lebih rendah (al-mafdhul) dan meskipun dia meyakini kerendahan tingkatan ulama yang ditaklidi tersebut. Namun
dalam keadaan demikian, orang tersebut tidak boleh berkeyakinan atau berprasangka kuat, bahwa muitahid tersebut adalah be-
nar; melainkan orang tersebut hendaklah berkeyakinan bahwa pendapat imam yang diikuti itu berkemungkinan untuk benar."
(Hasyiyah lbnu Abidin, iilid 1. hlm.45)
Al-lhkamfi Ushul al-Ahkam, iilid 3, hlm. t73 dan setelahnya
FIqLH ISIAM JILID 1

'Hendaklah kalian memegang teguh menggunakan pendapat pertama (yang tidak


sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin membolehkan) adalah lebih baik."66
setelahku, gigitlah sunnah-sunnah itu de- Maka ielaslah batrwa pendapatyang kedua
ngan gigi geraham (peganglah dengan adalah pendapat yang lebih rajihberdasarkan
kuat)! ijma sahabat dalam hal bolehnya memilih ber-
bagai pendapat ulama dan bertanya kepada
Rasulullah saw. juga bersabda, ulama yang dikehendaki.6T

,) : .:i-
*;it w i6i
io'
cJ.r i .1.->.-,4 q
D. PENDAPAT PAKAR USHUL FIQIH
\JJ '91 DALAM MASATAH MEMILIH PENDAPAT
YANG PALING MUDAH (TATABBU'AR.
V; 5'td tt',;lt:.ly*iU RUKHASN DAN DALAM MASALAH
'Orang yang paling ahli dalom masalah TALFIQ ANTARA MADZHAB
qadha di antara kalian adalah Ali, dan Kita telah menerangkan bahwa seseorang
orang yang poling ahli dalam masalah fa- tidak wajib konsisten mengikuti suatu madz-
raidh (ilmu waris) di antara kalian adalah hab tertentu. Dengan demikian, maka me-
Zaid, dan yang paling mengetahui tentang milih pendapat yang paling mudah (tatabbu'
masalah halal dan horam di antara kalian ar-rukhash) dan melakukan ta$q di antara
adalah Mu'adz bin Jabal! madzhab adalah perkara yang dibolehkan.

Di antara sahabat juga ada orang yang 1. TATABBU'AR.RUKHASH


awam sehingga mereka harus mengikuti para Yang dimaksud dengan tatabbu' ar-ru-
mujtahid di kalangan mereka dan mengamal- khash atau ikhtiyar al-aisar adalah ketika se-
kan pendapat mereka. Dengan demikian maka
seorang mengambil pendapat yang dirasa
tidak ada informasi yang bersumber dari para paling ringan dan paling mudah, dari setiap
sahabat dan juga ulama salaf yang mewajib- madzhab dalam suatu masalah tertentu.
kan orang awam untuk berijtihad memilih se- Dalam menanggapi masalah ini, para pa-
orang mujtahid tertentu, dan mereka juga kar ushul fiqih terbagi kepada delapan pen-
tidak mengingkari sebagian sahabat yang dapat.58 Saya akan menerangkan secara global,
mengikuti atau meminta fatwa kepada mui- kemudian akan saya terangkan pendapat mana
tahid yang tingkatannya tidak tinggi (al-maf- yang paling kuat.
dhul) padahal ada mujtahid yang tingkat ke- a. Sebagian besar ulama madzhab Syafi'i
ilmuannya lebih tinggi (al-afdhal). Kalau se- mengatakan bahwa setiap orang boleh
andainya hal yang demikian adalah tidak boleh
memilih pendapat yang dikehendaki, ka-
maka tidak mungkin para sahabat bersepakat
rena ada ijma sahabat yang menetapkan
mendiamkan hal tersebut. Kalau seandainya bolehnya beramal dengan pendapat ulama
ijma' sahabat yang seperti ini tidak ada, maka yang mafdhul meskipun ada ulama yang

66 Imam ar-Razi iuga mengutarakan pendapat yang sama.


67 lbnu Badran al-Hambali dalam kitab at-Madkhal, hlm. 194 mengatakan, 'Yang benar adalah seorang muqallid tidak wajib meminta
fatwa kepada muitahid yang lebih utama, karena aturan yang seperti ini berarti menutup pintu taklid. Namun kita dapat mem-
batasi bahwa mujtahid yang utama tersebut adalah muitahid di negerinya saia. Dengan pembatasan ini, maka seorang muqallid
harus mencari muitahid yang paling utama di negerinya, karena muitahid yang utama dalam satu negeri adalah masyhur.
68 bsyad al-Fuhut, hlm. 340; Fatawa asy-syaikh 'UIai$/, iilid 1, hlm. 71 dan setelahnya.
--

FIqLH ISITC,M IITID 1 lbngantar llmu Flqlh

afdhal. Pendapat ini dishahihkan oleh asy- L. Ulama madzhab Hambali,6e ulama madz-
Syairazi, al-Khathib al-Baghdadi, Ibnush hab Maliki (menurut pendapat yang pa-
Shabbagh, al-Baqilani, dan juga al-Amidi. ling shahih di antara mereka),70 dan Imam
b. Madzhab Zahiri dan Hambali mengharus- al-GhazaliTl mengatakan bahwa mencari-
kan seseorang mengambil pendapat yang cari pendapat yang mudah dalam madz-
paling kuat dan keras. hab-madzhab fiqih adalah dilarang. Ka-
c. Mengambil pendapat yang ringan. rena, sikap seperti ini cenderung kepada
d. Mencari pendapat yang umum di kalang- mengikuti hawa nafsu, dan mengikuti
an para mujtahid, kemudian mengamal- hawa nafsu adalah dilarang oleh syara'.
kan pendapat tersebut. Allah SWT berfirman, "... Kemudian, jika
e. Mengambil pendapat ulama yang lebih kamu berbeda pendapat tentang sesuatu,
dulu sebagaimana dikatakan oleh Imam maka kembalikanlah kepada Allah (Al-
ar-Rauyani. Qur'an) dan Rasul (sunnahnya)...." (an-
f. Mengambil pendapat ulama yang meng- Nisaa': 59) Atas dasar ini, maka kita tidak
gunakan dasar-dasar periwayatan (ar- boleh mencari solusi bagi perbedaan-per-
riwayah) bukan dasar-dasar logika (ar- bedaan pendapat tersebut dengan cara
ra'yu) sebagaimana dikatakan oleh imam merujuk kepada hawa nafsu, melainkan
ar-Rafi'i. hendaklah mengembalikannya kepada
g. Orang tersebut wajib berijtihad dalam ketetapan syariah.
memilih pendapat-pendapat yang berten- Ibnu Abdil Barr berkata, "ljma ulama
tangan tersebut, sebagaimana yang di- mengatakan bahwa orang awam tidak
katakan oleh lbnus Sam'ani dan juga boleh mencari-cari pendapat yang mudah
Imam asy-Syathibi dalam al-Muwafaqat. (tatabbu' ar-rukhash)." Ulama madzhab
Pendapat ini dekat dengan pendapat al- Hambali juga mengatakan,T2 "Apabila dua
Ka'bi. orang mujtahid dinilai sama tingkatannya
h. fika permasalah itu berhubungan dengan oleh orang yang hendak menanyakan
hak Allah, maka hendaklah mengambil suatu masalah (mustaftf), dan jawaban
pendapat yang mudah. Namun jika per- yang diberikan oleh kedua mujtahid ter-
masalahan itu berhubungan dengan hak sebut berlainan, maka orang tersebut
sesama hamba, maka hendaknya meng- wajib mengambil pendapat yang berat.
ambil pendapat yang sulit, sebagaimana Dasarnya adalah hadits riwayat Imam
dikatakan oleh Ustadz Abu Manshur al- at-Tirmidzi yang bersumber dari Aisyah.
Maturidi. Dia menceritakan bahwa Rasulullah saw.
bersabda,
Namun dapat juga dikatakan, bahwa
dalam masalah ini ada tiga pendapat yang
masyhur yang akan kita iadikan objek kajian.
Ketiga pendapat tersebut adalah:
dbi;r,ir v1 i:;i ,;3;.;'Sc
69
Al-Madkhal ila Madzhab allmam Ahmad, hlm. t9S.
70 jilid
Fatawa ary-Syaikh'Ulaisy ma'a at-Tabshirah li lbni Farhun al-Maliki, 1, hlm. 58-60; al-Qarafi, al-lhkam fi Tamyiz al-Fatawa 'an
al-Ahkam, hlm.79.
7t
Al-Mustashfo,iilid 2, hlm. 125.
72
Al.Madkhal ila Madzhab al-lmam Ahmad, og.cil.
Pengantar llmu Ftqlh IsrAM IrLrD 1

"Orang yang teguh imannya aPabila sikap wara'. Adapun orang yang meren-
dihadapkan kepada dua pilihan, maka dia dahkan agamanya akan melakukan bid'ah.
akan memilih yang paling sukar (asyad' Adapun perkataan Imam al-Ghazali
dahuma)." Dalam riwayatlain "yang paling adalah,Ta "Ketika menghadapi satu masa-
benar (arsyadahuma)." lah hukum, orang awam (al-'ami'z5) tidak
boleh memilih-milih pendapat yang di-
Imam at-Tirmidzi berkata, "lni adalah rasa enak dari pendapat-pendapat madz-
hadits hasan gharib!' Hadits ini juga diri- hab yang ada, sehingga dia akan berlong-
wayatkan oleh Imam an-Nasa'i dan Ibnu gar diri
(dalam mengambil pendapat).
Majah. Melainkan, ia harus melakukan tariih se-
Dengan mempertimbangkan dua re- bagaimana seorang mufti melakukan far-
daksi dalam riwayat dalam hadits ter- lih bila menghadapi dua dalil yang berten-
sebut, maka dapat disimpulkan bahwa tangan, yaitu dengan mengikuti dugaan
yang benar adalah mengambil pendapat kuatnya ketika melakukan tariih. Orang
yang sukar (asyadd). Dan yang lebih baik awam tersebut juga harus melakukan hal
bagi mustafti adalah mempertimbangkan yang serupa."
dua pendapat yang bertentangan terse- 2. Imam al-Qarafi al-Maliki, sebagian besar
but, dan kembali menanyakan masalah ulama madzhab Syafi'i, pendapat yang
tersebut kepada ulama yang lain. rajih di kalangan ulama Hanafi-di anta-
Ulama madzhab Maliki juga menga- ranya adalah lbnul Hummam dan penga-
takan,73 "Pendapat yang paling shahih rang M usallam ats-Tsubut-7 6 mengatakan
adalah tidak boleh melakukan tatabbu' bahwa tatabbu' ar-rukhash adalah dibo-
ar-rukhash dalam berbagai madzhab, lehkan, karena memang tidak ada aturan
yaitu mengambil pendapat yang dianggap syara' yang melarangnya. Manusia hen-
paling mudah dalam suatu permasalah- daklah mencari jalan yang dirasa mudah
an. Ada juga dikatakan bahwa tatabbu' jika memang hal tersebut dibolehkan,
ar-rukhash tidaklah dilarang. Namun, ada dan hendaknya dia tidak mengambil jalan
juga sebagian ulama madzhab Maliki yang yang lain. Semua ini berdasarkan kepada
menegaskan bahwa orang yang melaku- sunnah Rasulullah saw.-baik sunnah
kan tatabbu' ar- rukhash dihukumi sebagai /i'li maupun qauli-yang menyatakan bo-
orang fasik. Adapun yang lebih baik ada- lehnya memilih pendapat yang mudah.
lah berhati-hati dengan cara keluar dari Sesungguhnya Rasulullah saw. apabila di-
perbedaan pendapat yang ada, yaitu de- hadapkan kepada dua pilihan saja, maka
ngan mengambil pendapat yang paling beliau akan memilih yang paling mudah
kuat dan paling sukar. Karena, orang yang selagi tidak menyebabkan dosa.77 Dalam
memuliakan agamanya akan mengambil Shahih al-Bukhari, Aisyah iuga meriwa-

73 Fatuwa asy-Syaikh'Utaisy, op.cit., dar. hlm. 76.


7+ N-Mustashfa,op.cit..
7s Al-Ami dalam istilah ulam ushul fiqih adalah semua orang yang tidak mempunyai kelayakan untuk melakukan iltihad, meskipun
dia ahli dalam satu bidang ilmu selain ilmu menyimpulkan hukum dari sumber-sember dalilnya.
76 Musallam ats:Tsubut, jilid 2, hlm. 356; Irryad alFuhut, hlm. 240; Syarh al-Mahalli 'ala Jam' al-Jawamii jilid 2,hlm.328; Syarh al'
/snawr, filid 3, hlm. 266; Rasm at-Mufti li Hasyiyah lbnu Abidin, iilid 1, hlm. 59 dan setelahnya; Al-Fawa'id ol-Makkiyah,hlm.52.
77 Hadits riwayat Imam al'Bukhari" Malil! dan atrrinnidzi'
--

FrqlH Isr.,A,M f ruD 1

yatkan bahwa Nabi suka terhadap perkara pamanya adalah apabila seseorang ber-
yang ringan bagi umatnya. taklid kepada Imam Malik yang menya-
Rasul saw. juga bersabda, "Aku diutus takan bahwa menyentuh wanita tanpa
dengan ajaran yang lurus dan toleran."78 syahwat adalah tidak membatalkan wu-
Beliau juga bersabda, " Sesungguhnya aga- dhu, dan pada waktu yang sama dia ber-
ma ini adalah mudah. Maka, janganlah taklid kepada Imam asy-Syafi'i yang tidak
seseorang mempersulit urusan agamanya. mewajibkan menggosok (ad-dalku) ang-
Kalau dia melakukan hal itu, maka dia gota wudhu, dan juga tidak mewajibkan
akan kalah."7e Beliau juga bersabda, "Se- mengusap seluruh kepala, maka shalat
sungguhnya Allah SWT telah menetapkan orang tersebut adalah tidak sah menurut
beberapa kewajiban, menetapkan sunnah, kedua imam tersebul Karena, wudhu yang
menetapkan batasan-batasan, menghalal- dilakukan tidak sah menurut masing-
kan perkara yang dulunya diharamkan, masing imam tersebut.
mengharamkan perkara yang dulunya di- Namun apabila kita perhatikan, syarat
halalkan, dan juga telah menetapkan atur- yang disebut Imam al-Qarafi; 'asalkan fa-
qn-aturqn agama. Dia telah menjadikan tabbu' ar-rukhash itu tidak menyebabkan
oturan itu mudah, toleran, dan luas. Dia seseorang melakukan perkara yang di-
tidak membuat aturan itu sempit."8o anggap batal oleh semua imam yang di-
Imam asy-Sya'bi berkata, "Apabila se- taklidi' adalah tidak didukung oleh dalil
seorang dihadapkan pada dua perkara, nash atau ijma, melainkan syarat itu ada-
kemudian dia memilih yang paling mudah lah syarat yang ditetapkan oleh ulama
di antara dua perkara tersebut, maka pi- yang hidup belakangan (muta'akhkhir),
lihan itu adalah yang paling disukai oleh sebagaimana yang ditetapkan oleh al-Ka-
Allah." mal Ibnul Humam dalam kitab at-Tahrir.
Imam al-Qarafi turut berkomentar me- Apabila seseorang boleh tidak sependapat
ngenai masalah ini, tatabbu' ar-Rukhash dengan seorang muitahid dalam semua
adalah dibolehkan dengan syarat ia tidak pendapatnya-sebagaimana yang sudah
menyebabkan kepada mengamalkan per- saya terangkan-maka tentunya lebih
kara yang batil menurut semua madzhab tepat untuk dikatakan, bahwa dia iuga
yang ditaklidi. Dengan kata lain, bertaklid boleh tidak sependapat dengan sebagian
kepada madzhab selain madzhab yang pendapat imam tersebut, sebagaimana
biasa dianut adalah dibolehkan, selagi yang dikatakan oleh pengarang Taisir
tidak menimbulkan talfiq,sr yang menye- at-Tahrir. Kemudian pengarang tersebut
babkan seseorang melakukan perkara berkata, "Tidak ada dalil dari nash dan
yang disepakati batalnya oleh imam ma- iuga ijma yang menunjukkan bahwa bo-
dzhab yang biasa dianutnya, dan iuga oleh lehnya tatabbu' ar-rukhash tersebut
imam madzhab yang baru dia ikuti. Um- apabila memang memenuhi beberapa

7a Hadits riwayat imam Ahmad dalam al-Musnad, al-Khathib al-Baghdadi, Imam ad-Dalimi dalam Musnad a!-Firdaus. Dalam riwayat
lmam al-Khathib disebutkan, "Barangsiapa tidak sesuai dengan sunnohku, maka ia bukon termasuk golonganku!'
79 Hadits riwayat Imam al-Bukhari dan an-Nasa'i.
80 Hadits riwayat Imam ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir dari Ibnu Abbas r.a..
81 Tatfiq adalah,melakukan satu praktik amalan yangtidakada seorang mujtahid pun yangberpendapat demikian, seperti yang akan
kita terangkan nanti.
FrQtH lsr..AM JILrD 1

syarat, sehingga seorang muqallid wajib semua permasalahan yang dihadapinya.


mengikuti seorang muitahid tertentu de- Banyak ulama yang mengatakan, "Barang-
ngan mempertimbangkan syarat-syarat siapa bertaklid kepada seorang alim, ma-
tersebut. Bagi orang yang mengaku ada ka dia telah melepaskan diri dari Allah,"
dalil yang mendukung pendapat ini, hen- "Perbedaan ulama adalah rahmat." Bah-
daklah mengemukakan dalil tersebut. kan sebagian ulama juga ada yang me-
Adapun informasi yang mengatakan ngatakan, "Kamu telah mempersulit dan
bahwa Imam Ibnu Abdil Barr menetapkan mempersempit perkara yang sebenarnya
bahwa tidak bolehnya orang awam me- luas dan longgar!" kepada orang yang
lakukan tatabbu' ar-rukhash adalah ber- konsisten mengamalkan pendapat masy-
dasarkan iima, maka keshahihan infor- hur dalam setiap tingkah lakunya.
masi tersebut tidak dapat diterima. Ka- 3. Pendapat Imam asy-Syathibi. Imam asy-
laupun informasi tersebut memang benarl Syathibi mempunyai pendapat yang sama
maka keputusan adanya ijma tersebut dengan pendapat Ibnus Sam'ani,82 yaitu
tidak dapat diterima. Karena, riwayat seorang muqallid wajib melakukan taryih
Imam Ahmad mengenai fasiknya orang di antara pendapat-pendapat madzhab,
yang melakukan tafabbu' ar-rukhash ada dengan cara mempertimbangkan tingkat
dua pendapat. Sehingga, al-Qadhi Abu keilmuan dan yang lainnya. Kemudian
Ya'la menerangkan bahwa riwayat yang dia memilih pendapat yang lebih kuat.
menegaskan kefasikan adalah bagi orang Hal ini karena pendapat-pendapat imam
yang tidak melakukan ta'wil dan tidak madzhab bagi seorang muqallid bagaikan
muqallid.lbnu Abi Amir al-Haji dalam at- dalil-dalil yang bertentangan di hadapan
Taqrir 'ala at-Tahrir berkata, "Sebagian seorang mujtahid. Apabila seorang muj-
ulama madzhab Hambali mengatakan, tahid wajib melakukan tarjih atau meng-
apabila (ntabbu' ar-rukhash) tersebut di- hentikan proses tarjih (at-tawaqquf)
dasari dengan dalil yang kuat atau orang karena. dalil dari kedua belah pihak
yang melakukan adalah orang awam, sama kuat, maka seorang muqallid juga
maka orang yang melakukannya tidak di- waiib melakukan hal yang serupa. Hal
hukumi fasik." Dalam kitab ar-Roudhah ini karena pada kenyataannya, syariah
karya Imam an-Nawawi juga disebutkan adalah kembali kepada satu pendapat
bahwa lbnu Abi Hurairah mengatakan saja. Seorang muqollid tidak dibenarkan
(orang tersebut) tidak fasik. memilih pendapat-pendapat tersebut (se-
Kesimpulannya adalah prinsip meng- suka hati tanpa didasari proses tarjih).
ambil pendapat yang mudah adalah se- Kalau dia melakukan hal tersebut, maka
suatu yang dianjurkan (mahbub). Agama dia mengikuti hawa nafsu dan kepen-
Allah adalah mudah, ia tidak dimaksud- tingannya. Padahal, Allah SWT melarang
kan untuk menyulitkan umatnya. Oleh seseorang mengikuti hawa nafsunya.
sebab itu, seorang muqallid hendaklah Allah SWT berfirman, "... Kemudion, jika
menggunakan tujuan tatabbu' ar-rukhash kamu berbeda pendapat tentang sesuatu,
ini dalam menghadapi beberapa perma- maka kembalikanlah kepada Allah (Al-
salahan saja, bukan dalam menyikapi Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu

8? N-btuwofaqat,iilid 4, hlm. t32-L55.


-
ISIAM 1

'IIID
beriman kepada Allah dan hari kemudian. prinsip'mencari-cari kemudahan dalam ber-
Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) bagai madzhab,' di antaranya adalah terlepas
dan lebih baik akibatnya." (an-Nisaa': 59) dari aturan agama. Karena, seseorang akan
meninggalkan prinsip mengedepankan argu-
Kemudian Imam asy-Syathibi menerang- men, dan berpegang kepada prinsip 'ada-
kan secara panjang lebar akibat buruk yang nya perbedaan pendapat (menunjukkan ke-
ditimbulkan dari prinsip mengambil pendapat bolehan).' Akibat buruk lainnya adalah, tim-
yang mudah. bulnya sikap mempermudah urusan agama
Pertama: menyebabkan sesat dalam ber- fdalam arti yang negatif), karena tidak ada
fatwa karena mengkhususkan kawan karib aturan yang pasti; orang yang belum menge-
dengan memberinya fatwa berdasarkan ta- tahui madzhab lain akan meninggalkan pen-
tabbu'ar-rukhash. Ini berarti mengikuti hawa dapat yang sudah diketahui, dan beralih
nafsu dan kepentingan. melakukan sesuatu yang baru diketahui; ru-
Kedua: menyebabkan munculnya klaim saknya undang-undang sryasah syar'iyyahg3
bahwa perbedaan pendapat dalam suatu per- karena standar keadilan akan ditinggalkan
kara merupakan dalil bagi bolehnya perkara oleh banyak orang kekacauan akan meraja-
tersebut. Hingga masyarakat menjadikan ada- lela begitu juga kezaliman, pelanggaran hak-
nya perbedaan pendapat di kalangan ulama hak, pengabaian aturan-aturan Allah {hudud),
dalam suatu masalah, sebagai pegangan untuk orang yang melakukan kerusakan merajalela.
menetapkan bahwa sesuatu masalah itu boleh Selain itu, sikap tersebut juga akan menyebab-
(jawaz/mubah). kan terjadinya talfiq di antara madzhab, yang
Ketiga: menyebabkan seseorang akan akan memunculkan satu pendapat yang akan
mencari-cari pendapat yang mudah di antara bertolak belakang dengan iima semua ulama
berbagai madzhab, dengan hanya berpegang dan akibat-akibat buruk lainnya yang sangat
kepada prinsip bolehnya berpindah dari satu banyak.
madzhab ke madzhab lain secara keseluruhan, Keempat: menyebabkan seseorang mele-
dan juga berpegang kepada prinsip kemudah- paskan diri dari hukum-hukum syarai bahkan
an yang ada dalam syariat Islam. Padahal, mengabaikannya secara keseluruhan. Karena,
prinsip kelurusan dan kelonggaran (al-ha- dia berpegang kepada prinsip mengambil
nifiyyah as-samhah) dalam syariat tersebut pendapat yang paling ringan dari dua penda-
dibatasi dengan syarat 'apabila memang ke- pat yang ada, bukannya mengambil pendapat
mudahan tersebut sesuai dan dibenarkan oleh yang paling berat. Padahal, semua tuntutan
dasar-dasar syariat,' sehingga tatabbu' ar-ruk- agama (at-takalif ad-diniyyoh) adalah sukar
hash dan proses memilih pendapat tersebut dan berat.
tidak didasari oleh dorongan nafsu yang me- Kelompok yang membolehkan tatabbu'
nyebabkan bertentangan dengan dasar-dasar ar-rukhash dalam beberapa masalah karena
syara'. darurat atau karena suatu keperluan, ber-
Kemudian Imam asy-Syathibi menyebut- argumen dengan kaidah syar'iyah, "Kondisi
kan beberapa akibat buruk menggunakan darurat menyebabkan bolehnya sesuatu yang

As-Siyasah ary-Syar'$ryah adalah cara-cara adil yang dapat mengeluarkan kebenaran dari lingkungan kezaliman, dan yang
dapat menghalangi berbagai macam kezaliman. Apabila as-Siyasah asy-Syar'iyyah ini ditinggalkan, maka hak-hak dan
aturan-aturan akan terabaikan dan orang-orang yang suka melakukan kerusakan akan meraialela. Termasuk as-Siyasah asy-
Syar'iyyah adalah segala aturan yang diteapkan untuf< mengatur manusia, dan menghukul.:..n8 yang melakukan kesallhan. It
-.i
I
'II
FIqLH ISI/q'M IILID 1

asalnya dilarang." Imam asy-Syathibi menolak ketahuinya dalil yang menuniukkan shahihnya
argumen mereka ini, karena bagaimanapun pendapat mujtahid yang ditaklidi.sa
sikap tatabbu' ar-rukhash ini sama dengan Atas dasar ini semua maka pendapat imam
sikap mengambil pendapat dengan dorongan asy-Syathibi tidak mengenai sasaran, karena
hawa nafsu dan kondisi darurat serta kon- beliau menekankan kepada pentingnya meng-
disi perlu yang diklaim tersebut tidak sam- amalkan ajaran dengan menggunakan dalil
pai kepada kondisi darurat dan kondisi perlu yang rajih dan menuntut konsisten dengan da-
yang telah ditetapkan oleh syara'. Selain itu, sar-dasar syara'. Dan ini semua adalah sesuatu
Imam asy-Syathibi juga menolak orang yang yang harus dilakukan dalam sikap taklid yang
berargumen dengan kaidah menjaga perbe- terpuji atau dalam mempraktikkan mengam-
daan pendapat (mura' atul-khilafl untuk mem- bil pendapat yang mudah di antara pendapat-
bolehkan mengambil pendapat yang ringan. pendapat madzhab.
Imam asy-Syatibi menegaskan bahwa kaidah
mura'otul khilaf ini tidak dapat menggabung- 2. TALFIQ
kan dua pendapat yang saling bertentangan, Yang dimaksud dengan talfiq adalah me-
dan juga tidak dapat menyebabkan dua pen- lakukan satu amalan yang tidak ada satu mui-
dapat itu dilaksanakan secara bersama-sama. tahid pun yang berpendapat demikian. Dengan
Menurut pendapat saya, sebab yang men- kata lain, apabila seseorang melakukan suatu
dorong imam asy-Syathibi melarang melaku- amalan dengan bertaklid kepada dua madz-
kan tatabbu' ar-rukhash dan talfiq adalah si- hab atau lebih, kemudian mengakibatkan ter-
kap beliau yang sangat menjaga sistem hukum bentuknya satu bentuk paket amalan yang
syari'at supaya tidak dilanggar oleh seseorang tidak ada seorang mujtahid pun-baik imam
hanya karena berpegang kepada prinsip "me- madzhab yang biasa ia ikuti maupun imam
mudahkan untuk manusia". Namun apabila madzhab yang baru dia ikuti-yang mengakui
kita perhatikan statemen-statemennya maka kebenaran bentuk paket amalan tersebut.
kita dapat mengambil kesimpulan bahwa be- Bahkan, imam-imam tersebut menetapkan
liau terpengaruh dengan fanatisme madzhab bahwa bentuk amalan campuran itu adalah
dan khawatir berbeda dengan madzhab imam batal. Hal ini dapat terjadi apabila seorang
Malik meskipun beliau menggamalkan prinsip muqallid menggunakan dua pendapat secara
berpikir bebas. Selain itu beliau juga sangat bersamaan dalam melaksanakan satu masalah
menganjurkan taklid dan melarang ijtihad. tertentu.
Kami sependapat dengan imam asy-Sya- Atas dasar uraian di atas, maka dapat di-
thibi dalam sikap berhati-hati dalam menjaga simpulkan bahwa yang dinamakan dengan
sistem hukum syariat, namun perlu diper- talfiq adalah menggabungkan praktik taklid
hatikan bahwa medan taklid atau talfiq yang kepada dua imam atau lebih dalam meng-
dibenarkan, adalah sebatas perkara-perkara amalkan suatu perbuatan yang mempunyai
yang memang tidak bertentangan dengan beberapa rukun dan beberapa bagian, yang
aturan yang telah diturunkan Allah SW'T, atau antara satu bagian dengan lainnya saling ber-
dalam masalah yang tidak diketahui secara kaitan, dan setiap bagian tersebut mempunyai
pasti mana pendapat yang benar dan tidak di- hukum tersendiri secara khusus. Dan dalam

84 LihatA'tam al-Muwaqqi'i4 dalam pembahasan bentuk taqlid yang dipuii dan taklid yang dicela, jilid 2, hlm. 168; al-H waini, Tuhfah
ar-Royi as-Sadid, hlm. 39.
-
Isr.AM IrLrD 1

menetapkan hukum bagian-bagian tersebut, orang tersebut telah melakukan praktik talfiq,
para ulama berbeda pendapat. Namun, orang di mana praktik wudhu dan shalatnya tidak
yang talfiq bertaklid kepada seorang di antara sah karena kedua imam tersebut tidak ada
ulama tersebut dalam hukum satu bagian saja, yang mengakui keshahihan praktik wudhu
sedangkan dalam hukum bagian yang lain dia dan shalat seperti itu.
bertaklid kepada ulama yang lain. Sehingga, Contoh lainnya adalah apabila ada sese-
bentuk amalan yang dikeriakan itu merupakan orang yang menyewa suatu tempat selama
gabungan antara dua madzhab atau lebih. sembilan puluh tahun atau lebih, namun dia
Umpamanya adalah seseorang bertaklid belum pernah melihat tempat tersebut. Dalam
kepada madzhab Syafi'i dalam masalah cukup- masalah bolehnya menyewa dalam waktu
nya mengusap sebagian kepala saja ketika yang panjang, orang tersebut bertaklid kepada
wudhu, dan pada waktu yang sama dia juga Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad, sedangkan
bertaklid kepada madzhab Hanafi atau Maliki dalam masalah bolehnya menyewa barang
dalam hal menyentuh wanita, tanpa ada syah- tanpa melihat barang tersebut terlebih dahulu,
wat dan tanpa ada niat untuk menimbulkan orang tersebut bertaklid kepada Imam Abu
syahwat. Kemudian orang tersebut melakukan Hanifah.ss
shalat. Maka, dapat dikatakan bahwa orang Masalah-masalah yang dibol ehkan talfiq
tersebut telah melakukan talfiq. Hal ini karena adalah sama dengan masalah-masalah yang
tidak ada salah satu pun dari imam-imam dibolehkan taklid, yaitu masalah-masalah ry-
madzhab yang diikuti tersebut mengakui tihadiyyah zhanniyyah [yang berdasarkan du-
sahnya bentuk wudhu yang dilakukan oleh gaan kuat). Adapun taklid dantalfiq dalam ke-
orang tersebut. Imam asy-Syafi'i menganggap putusan-keputusan aksiomatik dalam masalah
wudhu tersebut batal karena orang tersebut hukum agama-yaitu yang disepakati oleh
sudah bersentuhan dengan wanita. Sedangkan umat Islam bahwa orang yang menentang
Abu Hanifah juga menganggap wudhu itu ti- keputusan itu dihukumi kafir-adalah tidak
dak mencukupi karena orang tersebut tidak dibenarkan. Oleh sebab itu, amalan talfiqyang
mengusap seperempat bagian kepala, sedang- menyebabkan sesuatu yang haram-seperti
kan Imam Malik juga tidak mengakui sahnya minuman keras dan zina-dapat berubah
wudhu tersebut, karena orang tersebut tidak menjadi halal adalah tidak dibolehkan.
mengusap keseluruhan kepalanya atau tidak Sesungguhnya masalah tolfiq di antara
menggosok anggota wudhu dan sebagainya. pendapat ,madzhab ini dianggap tidak ada
Contoh lainnya adalah apabila seseorang oleh ulama muta'akhkhirin setelah abad ke-
bertaklid kepada Imam Malik yang menyata- sepuluh Hijriyah, dengan alasan bertaklid
kan bahwa tertawa terbahak-bahak dalam kepada madzhab selain madzhab yang biasa
shalat tidak membatalkan wudhu. Dalam wak- digunakan adalah boleh. Dan masalah ini tidak
tu yang sama, orang tersebut juga bertaklid pernah dibincangkan sebelum abad ketujuh
kepada Abu Hanifah dalam hal tidak batalnya Hijriyah.
wudhu seseorang, apabila ia menyentuh za- Bolehnya mengamalkan talfiq adalah ber-
karnya, kemudian orang tersebut shalat. Maka, dasarkan kepada hal-hal yang telah kita bahas

8s Syarh al-lsnawi 'a!a Minhaj al-Boidhawi, iilid 3, hlm. 266; Syaikh Muhammad Sa'id Albani, 'Umdah at-Tahqiq fi at-Taqlid wat-Tatfiq,
91.
PengAntar llmu Flqlh FIQTH ISIAM JILID

sebelum ini. Di antaranya adalah mengikuti Sebagian ulama ada yang mensyarakan
satu madzhab secara konsisten dalam semua harus menjaga perbedaan pendapat yang
masalah bukanlah suatu kewajiban. Oleh se- ada dalam madzhab (mura'atul-khilafl untuk
bab itu, orang yang tidak diwaiibkan meng- membolehkan talfiq. Namun, pendapat ini
ikuti satu madzhab berarti dia boleh melaku- menyulitkan baik dalam masalah ibadah
kan talfiq. Kalau seandainya bemadzhab ada- maupun dalam masalah muamalah. Sikap se-
lah wajib dan talfiq dilarang, maka akan me- perti ini tidak sejalan dengan prinsip kelong-
nyebabkan ibadah-ibadah yang dilakukan oleh garan, kemudahan syariat, dan juga kesesuai-
orang awam menjadi batal. Karena, kebanyak- annya dengan kemaslahatan manusia.
an orang awam tidak mempunyai madzhab, Ada juga yang mengklaim adanya ijma
kalaupun dia bermadzhab. Maka, madzhab- yang menetapkan tidak bolehnya tatfiq (seperti
nya dalam berbagai masalah adalah madz- yang diutarakan oleh lbnu Hajar dan sebagian
hab orang yang memberinya fatwa. Selain itu, ulama Hanafi). Namun, klaim ini memerlukan
dengan dibolehkannya talfiq, maka kita telah dalil, dan pada kenyataannya banyak ulama
membuka pintu kemudahan kepada khalayak yang berbeda pendapat dalam masalah fal-
ramai. fiq ini. Ini merupakan indikasi bahwa ijma
Bertaklid kepada seorang imam dalam tersebut tidaklah wujud.
satu permasalahan tidaklah menghalangi se- Imam asy-Syufsyawani memberi komen-
seorang untuk bertaklid kepada imam lain tar dalam masalah melakukan satu amalan
dalam permasalahan yang lain. Kita tidak dengan menggabungkan dua madzhab atau
boleh mengatakan bahwa seorang muqallid lebih. Dia berkata, "Sesungguhnya para pakar
mengamalkan satu bentuk amalan yang tidak ushul fiqih berbeda pendapat dalam masa-
diakui oleh dua imam mujtahid yang dianut- lah ini. Pendapat yang benar adalah yang
nya itu, melainkan kita semestinya mengang- membolehkannya." Ulama-ulama yang dapat
gap apa yang dilakukan oleh muqallid itu sama dipercaya juga menginformasikan adanya per-
seperti amalan orang yang meminta fatwa tentangan pendapat dalam masalah ini, seper-
(mustafii), yang dalam amalan tersebut ter- ti yang diutarakan oleh al-Amir al-Fadhil al-
dapat pendapat-pendapat berbagai mufti se- Baijuri. Demikianlah, menurut sebagian besar
cara tidak sengaja. Sehingga, prosesnya sama ulama, klaim ijma yang bersumber dari rang-
seperti proses berkumpulnya berbagai bahasa kaian ahad tidak wajib diamalkan. Mungkin
dalam lisan orang Arab. yang dimaksud ijma dalam masalah ini ada-
Seorang muqallid tidaklah mengikuti se- lah kesepakatan sebagian besar ulama, atau
mua imam dalam semua amalannya, melain- kesepakatan ulama dalam madzhab tertentu
kan ia mengikuti dua imam dalam satu masa- saja.
lah tertentu, bukan dalam masalah lain yang Berikut ini akan saya uraikan pendapat-
dia bertaklid kepada selain dua imam tersebut. pendapat ulama madzhab yang membolehkan
Adapun keseluruhan amal tidaklah wajib di- talfiq.86
pertimbangkan baik dalam iitihad maupun
dalam taklid.

86 Rasm al-Mufii,jilid 1, hlm. 6gi at-Tahrir wa Syarhuh,jilid 1, hlm. 350 dan setelahnya; al-lhkam fi Tomyiz al-Fatawa 'an al-Ahkam lil-
Qarafi,hlm.250 dan setelahnyal'Umdatut-Tahqiq fit-Taqlid wat-Talfiq lil-Bani, hlm. 106 dan setelahnya; Muktamar pertama Majma'
p Buhuts al-lslami, Makalah Syaikh as-Sanhuri, hlm.83 dan setelahnya dan Makalah Syaikh Abdurrahman al-Qalhud, hlm. 95

,!,

*i*
ft.
-7
IsLq,M f rLrD 1

1. Pendapat ulama Hanaflyah kat menyatakan bahwa talfiq tidak boleh. Na-
Al-Kamal ibnul Humam dan iuga murid- mun, banyak ulama yang tidak setuju dengan
nya Ibnu Amir al-Hajj dalam kitab at:Tahrir keputusan itu dan menyatakan bahwa talfiq
dan juga syarahnya berkata, "Sesungguhnya boleh dengan berdasarkan kepada dalil-dalil
seorang muqallid boleh bertaklid kepada siapa yang banyak dan shahih.
saja yang ia kehendaki. Apabila seorang awam
dalam setiap menghadapi permasalahan me- 2. Pendapat ulama Mallkiyah
ngambil pendapat mujtahid yang dianggap Pendapat yang paling shahih dan yang
ringan olehnya, maka hal yang demikian itu di-ra7ih-kan oleh ulama Maliki yang hidup be-
boleh dan saya tidak menemukan dalil yang lakangan (muta'akhkhirun) adalah pendapat
melarangnya baik dalil naqli maupun aqli. yang menetapkan bahwa talfiq adalah boleh.
Apabila ada seseorang yang mencari-cari pen- Ibnu Arafah al-Maliki dalam Hasyiyah'ala asy-
dapat yang dirasa ringan dari pendapat para Syarh al-Kabir karya ad-Dardir menyatakan
mujtahid yang memang mempunyai kelayakan bahwa pendapat yang shahih adalah pendapat
untuk berijtihad, maka saya tidak menemukan yang menetapkan bahwa talfiq adalah boleh.
dalil bahwa syara mencela sikap seperti ini. Imam al-Adawi juga memfatwakan bahwa
Bahkan, Rasulullah saw. suka terhadap hal talfiq boleh. Syekh ad-Dasuqi iuga me-raiih'
yang memudahkan umatnya." kan pendapat yang menyatakan bahwa talfiq
Dalam kitab Tanqfh al-Fatawa al-Hamidi- dibolehkan. Al-Amir al-Kabir juga menginfor-
yah karya Ibnu Abidin disebutkan bahwa hu- masikan dari guru-gurunya, bahwa pendapat
kum dapat ditetapkan dari gabungan berba- yang shahih adalah pendapat yang membo-
gai pendapat. Al-Qadhi ath-Thursusi (wafat lehkan talfiq, dan ini merupakan kelonggaran.
758 H) juga membolehkan yang demikian.
Mufti Romawi Abus Su'ud al-Amadi [wafat 3. Pendapat ulama Syafi'iYah
983 H) dalam Fatowa-nyaiuga membolehkan. Sebagian ulama Syafi'i melarang berbagai
Ibnu Nuiaim al-Mishri [wafat 970 H) dalam bentuk talfiq, sedangkan sebagian yang lain
kitab kecilnya, Fi Bai' al-Waqf bi Ghubnin hanya melarang kasus-kasus talfiq tertentu
Fakhisyin juga menegaskan bolehnya tuAiq. yang nanti akan diterangkan. Sedangkan se-
Dalam Fatawa al-Bazaziyah juga disebutkan bagian yang lain lagi, membolehkan tafiq
bolehnya talfiq. Amir Bada Syah (w. 972 H) asalkan dalam permasalahan yang dihadapi
juga berpendapat bahwa talfiq adalah boleh. tersebut terkumpul syarat-syarat yang dite-
Pada tahun 1307 H mufti Nablis, Munib Afandi tapkan oleh madzhab-madzhab yang ditaklidi.
al-Hasyimi, mengarang kitab kecil mengenai
masalah taqlid, di mana beliau mendukung 4. Pendapat ulama Hanabilah
praktik taqlid secara mutlak. Pakar fiqih yang Ath-Thursusi menceritakan bahwa para
hidup sezaman dengan mufti Nablis, Syekh qadhi madzhab Hambali melaksanakan hu-
Abdumahman al-Bahrawi mengatakan bahwa, kum-hukum yang merupakan produk talfiq.
"sesungguhnya pengarah risalah tersebut te-
Iah menerangkan perkara yang haq dengan Demikianlah pendapat-pendapat ulama
cara yang benar." yang membolehkan talfiq. Saya tidak menye-
Kesimpulannya adalah keputusan yang butkan pendapat ulama-ulama yang berse-
menyebar dan masyhur di kalangan masyara- berangan dengan ulama di atas, baik dalam
:,.
Isr-A.M IrLrD 1

masalah mengambil madzhab yang paling semua ulama, sebagai konsekuensi dari suatu
mudah atau dalam masalah totabbu' ar- amalan yang dilakukan dengan cara taklid.
rukhash, karena dalam pembahasan ini pen- Syarat ini selain pada masalah ibadah mah-
dapat ulama-ulama yang berseberangan ter- dhah. Adapun dalam masalah ibadah mahdhah,
sebut tidak tepat untuk disebut, dan juga kare- maka boleh melakukan talfiq meskipun me-
na pendapat-pendapat tersebut tidak didu- nyebabkan seseorang harus membatalkan
kung dengan dalil syara'yang kuat. praktik amalan berdasarkan taklid yang telah
dilakukan, atau membatalkan perkara yang
BENTUK.BENTUK TAIF'Q YANG D'LARANG disepakati oleh semua ulama. Hal itu sebagai
Pendapat yang mengatakan boleh melaku- konsekuensi dari suatu amalan yang dilakukan
kan talfiq bukanlah mutlak semua bentuk tal- dengan cara taklid, selagi praktik talfiq terse-
y'q, melainkan ia dibolehkan dalam batasan- but tidak menyebabkan seseorang keluar dari
batasan tertentu. Oleh sebab itu, ada juga bingkai tuntutan-tuntutan syarai atau menye-
praktik talfiq yang batal karena eksistensi tal- babkannya meniauh dari hikmah syara'karena
fiq itu. Umpamanya apabila praktik talfiq itu dia melakukan propaganda yang bertentangan
menyebabkan kepada penghalalan perkara- dengan aturan syariah atau mengabaikan tu-
perkara yang diharamkan seperti khamn zina, juan-tujuan syara'.
dan semacamnya. Selain itu, ada juga praktik Contoh yang pertama, yaitu talfiq yang
talfiq yang dilarang karena adanya perkara menyebabkan seseorang harus membatalkan
yang menyertainya bukan karena eksistensi praktik amalan berdasarkan taklid yang telah
talfiq itu sendiri. Talfiq semacam ini ada tiga dilakukan, adalah seperti yang diuraikan da-
bentuk.87 lam al-Fatawa abHindiyah: kalau seandainya
Pertama, mencari-cari pendapat yang seorang faqih berkata kepada istrinya, 'Anff
mudah (tatabbu' ar-rukhash) dengan sengaja. thaliqun al-Battah (Kamu adalah wanita yang
Umpamanya adalah mengambil pendapat yang ditalak sama sekali)," dan faqih tersebut ber-
paling ringan dalam setiap madzhab tidak pendapat bahwa talak yang diucapkannya itu
dalam keadaan darurat dan tanpa ada udzur. jatuh tiga. Kemudian dia dan istrinya melak-
Larangan ini untuk mencegah terjadinya maf- sanakan konsekuensi talak tiga tersebut dan
sadah (sadd li zarai' al-fasad) yang berupa sang faqih sudah berkeyakinan bahwa istrinya
pengabaian tuntutan-tuntutan syara'. adalah haram baginya. Namun, setelah itu sang
Kedua, praktik talfiq yang bertentangan faqih mempunyai pendapat baru yang mene-
dengan keputusan hakim (pemerintah). Hal tapkan bahwa ucapan talaknya tersebut hanya
ini karena maksud utama adanya ketetapan menyebabkan jatuhnya talak raj'i, maka dia
hakim [pemerintah) adalah untuk menghi- tidak boleh mengembalikan wanita tersebut
langkan pertentangan dan perbedaan penda- untuk menjadi istrinya, dengan berdasarkan
pat, dan supaya tidak ada kekacauan. pendapatnya yang baru tersebut.
Ketiga, talfiq yang menyebabkan sese- Begitu juga apabila sang faqih tersebut
orang harus membatalkan praktik amalan pada awalnya menganggap bahwa ucapannya
berdasarkan taklid yang telah dilakukan, atau itu menyebabkan jatuhnya talak raj'i dan dia
membatalkan perkara yang disepakati oleh berkeyakinan bahwa wanita itu masih ber-

87 'Ilmdatut-Tahqiq fit-Taqtid wat-Talfiq, hlm.L21; al-lhkam fi Tamyiz al-Fatawa'an al-Ahkam, hlm. 79; Fatawa Syaikh'Utaisy, jilid l,
hlrn68,71.
:
7

ISIAM IILID 1 Pengantar llmu Flqlh

status istrinya. Namun, kemudian dia mem- 2. Talfiq tersebut dilakukan dalam satu ka-
punyai pendapat baru yang menetapkan bah- sus permasalahan tertentu, bukan dalam
wa ucapannya tersebut menyebabkan iatuh kasus serupa yang berlainan. Umpamanya,
talak tiga, maka wanita tersebut tetap tidak seseorang melakukan shalat Zhuhur de-
diharamkan baginya. ngan mengusap seperempat bagian ke-
Apabila kita perhatikan, maka kita temu- pala saja karena bertaklid kepada imam
kan ada dua syarat bagi batalnya talfiq model Hanafi, maka wudhunya itu tidak menjadi
ini. batalapabila kemudian itu dia mempunyai
1. Praktik amalan yang telah dilakukan ma- keyakinan wajib mengusap seluruh ke-
sih mempunyai efek. Sehingga apabila dia pala, karena mengikuti pendapat madz-
melakukan pendapat baru, maka hal itu hab Maliki.BB
akan menimbulkan pencampuradukan
amalan GaAiil yang tidak diakui oleh Contoh yang kedua yaitu talfiq yang
imam-imam madzhab yang dianut. Con- menyebabkan batalnya perkara yang disepa-
tohnya adalah, apabila seseorang ber- kati oleh semua ulama, sebagai konsekuensi
taklid kepada madzhab asy-Syafi'i dalam dari suatu amalan yang dilakukan dengan cara
masalah mengusap sebagian kepala, dan taklid. Yakni, apabila ada seseorang bertaklid
kemudian dia bertaklid kepada Imam kepada Abu Hanifah dalam masalah akad ni-
Malik yang menyatakan bahwa anjing kah tanpa wali. Dengan taklidnya ini, maka
adalah suci, dan kedua pendapatnya itu akad nikah tersebut sah dan mempunyai kon-
dilakukan dalam satu shalat. Begitu iuga sekuensi sahnya talak yang dijatuhkan setelah
kalau seandainya seorang mufti yang tak- itu. Karena, semua ulama bersepakat bahwa
lid kepada madzhab Hanafi menetapkan, talak akan wujud apabila akad nikahnya sah.
bahwa talak ba'in yang dijatuhkan oleh Kalau seandainya orang tersebut telah men-
seseorang yang terpaksa kepada istrinya jatuhkan talak tiga kepada istrinya, namun
adalah sah. Kemudian orang tersebut kemudian dia ingin bertaklid kepada imam
menikah dengan saudara perempuan asy-Syafi'i dalam hal tidak jatuhnya talak yang
istrinya tersebut. Namun, kemudian ada diucapkan karena akad nikah yang dilakukan
seorang mufti Syafi'i yang memfatwakan
adalah tanpa wali, maka hal yang seperti itu
bahwa talak orang yang terpaksa tersebut
tidak boleh dilakukan. Karena, hal itu akan
tidaklah berpengaruh apa-apa.
menyebabkan batalnya perkara yang disepa-
Dengan demikian, maka orang terse-
kati oleh semua ulama (yaitu talak merupa-
but tidak boleh berjimak dengan istri kan konsekuensi dari sahnya akad nikah). Ini
pertamanya, karena dia bertaklid kepada
adalah keputusan yang logis supaya hubung-
madzhab Hanafi. Dan dia juga tidak boleh
an suami istri yang selama ini terjalin tidak
berjimak dengan istri keduanya, karena
dianggap sebagai hubungan yang haram, dan
dia bertaklid kepada madzhab Syafi'i.
supaya anaknya tidak dianggap sebagai anak
Oleh sebab itu, suatu amalan yang sudah
zina. Oleh sebab itu, talfiq tersebut tidak di-
dilaksanakan tidak boleh dibatalkan, se-
benarkan. Begitu juga dengan semua hal yang
bagaimana putusan qadhi yang sudah
menyebabkan mempermainkan ajaran agama,
ditetapkan juga tidak boleh dibatalkan.

88 Rasm at-Mufti fi Hasyiyah lbni Abidin,jilidl, hlm. 69 dan setelahnya.


FIQIH ISIAM,ILID 1

menyakiti manusia, atau membuat kerusakan nya, dan mereka harus adil. Selain itu, harus
di muka bumi ini. dipertimbangkan juga bahwa dalam menikah-
Di antara contoh bentuk talfiq yang di' kan anak tersebtrt memang ada kemaslahat-
larang karena bertentangan dengan ijma ada- an bagi sang anak, dan bagi pihak istri yang
lah apabila ada seseorang menikah dengan menikahkan adalah walinya yang adil dan di
wanita tanpa maha4 tanpa wali, dan tanpa depan dua saksi yang adil. Apabila ada satu
saksi, karena taklid dan menggabungkan se- syarat yang tidak terpenuhi, maka praktik
mua madzhab. Namun, semua madzhab itu nikah tahlil tersebut tidak sah karena ter-
tidak mengakui bentuk akad nikah yang se- masuk nikah/asid (rusak).
demikian itu. Hal ini iuga merupakan talfq
yang dilarang, karena ia bertentangan dengan HIIKUM TALFIICPO DALAM TUNTWAM
ijma dan tidak ada satu imam pun yang mem- TUNTIT|AN SYARA'

bolehkannya.se Cabang-cabang aturan syara' dapat dike-


Contoh bentuk talfiq yang dilarang lain- lompokkan kepada tiga bagianel:
nya adalah apabila seseorang menjatuhkan L. Aturan-aturan syara' yang dibangun di
talak tiga kepada istrinya, kemudian sang istri atas prinsip kemudahan dan kelonggar-
menikah dengan anak lelaki berumur sembi- ?r, sehingga pelaksanaannya berbeda-
lan tahun dengan maksud tahlil (supaya wa- beda disesuaikan dengan kondisi masing-
nita tersebut halal menikah dengan suaminya masing orang yang dituntut.
lagi setelah berpisah dengan suami muhal- 2. Aturan syara'yang dibangun di atas prin-
lil). Sang anak tersebut taklid kepada madz- sip kehati-hatian dan wara.
hab Syafi'i dalam masalah sahnya akad nikah 3. Aturan syara' yang ditetapkan dengan
yang seperti itu. Kemudian sang anak tersebut tujuan utama untuk kemaslahatan dan
telah melakukan hubungan suami istri dengan kebahagiaan hamba.
wanita tersebut, dan kemudian sang anak
bertaklid kepada madzhab Hambali dalam hal Bentuk pertama, merupakan jenis-jenis
menjatuhkan talak dan tidak perlu ada masa ibadah mahdhah. Dalam bentuk pertama ini
'iddah, lalu seketika itu juga suami pertama dibolehkan mempraktikkan talfiq. Karena,
wanita tersebut menikah lagi dengan wanita tujuan utama ibadah ini adalah melaksana-
tersebut. kan perintah Allah dan merendahkan diri di
Bentuk talfiq semacam ini dilarang, ka- hadapan-Nya, dengan tidak perlu mengam-
rena ia akan menyebabkan permasalahan bil sikap yang menyulitkan. Oleh sebab itu,
nikah ini dipermainkan. Oleh sebab itu, asy- hendaklah ibadah semacam ini tidak diprak-
Syaikh al-Ujhuri asy-Syafi'i berkata, "Bentuk tikkan secara berlebih-lebihan, karena berle-
nikah seperti ir\i pada zaman kita adalah di- bih-lebihan dalam hal ini akan menyebabkan
larang. Oleh sebab itu, mengamalkan masalah kerusakan.
ini adalah tidak sah dan tidak boleh. Madzhab Adapun mengamalkan ibadah yang ber-
Syafi'i mensyaratkan orang yang menikahkan hubungan dengan harta benda, maka wajib
anak kecil lelaki adalah ayahnya atau kakek- mengambil sikap tegas karena berhati-hati

8e Sayrh at-Tanqih lil-Qarafi, hlm.386.


e0 Sesungguhnya tatfiq dalam taklid terhadap madzhab-madzhab adalah memilih hukum-hukum yang ditetapkan oleh beberapa
madzhab fiqhiyyah dengan cara mentaklid madzhab-madzhab tersebut
'umdaut:laheiQiil-Bani,hlm.t27dan:{::t:lahn},a.
rrqlH Isr.n"M IIUD 1

supaya hak-hak fakir miskin tidak terabaikan. sipil (a/-mu'amalat al-muduniyyah), hukuman
OIeh sebab itu, dalam masalah ini tidak tepat hudud dan ta'zir, membayar sepersepuluh
apabila kita mengambil pendapat yang lemah pajak tanaman (a/- usyur), pajak tanah (a/-
atau melakul<an talfiq di antara semua madz- kharafl, membayar seperlima dari barang
hab sehingga menghasilkan produk hukum tambang yang ditemukan, aturan ahwal syakh-
yang memihak kepada kemaslahatan orang shtyyah, akad pernikahan, dan konsekuensi-
yang berkewajiban zal<at. Dan pada waktu yang konsekuensinya seperti aturan perpisahan
sama, mengabaikan hak fakir miskin. Dengan antara suami dan istri, yang semuanya harus
demikian, dalam masalah ini kita wajib mem- dibangun di atas prisip menciptakan kebaha-
beri fatwa dengan pendapat yang lebih hati- giaan di antara suami, istri, dan juga anak.
hati dan lebih memihak kepada kemaslahatan Semuanya itu dapat terjadi apabila hukum-
fakir miskin. hukum yang ditetapkan dalam masalah ke-
Bentuk kedua, adalah aturan-aturan sya- luarga ini menekankan pentingnya ikatan
ra'yang berupa larangan. Dalam hal ini, prin- pernikahan, dan mengutamakan terwujudnya
sip berhati-hati dan mengambil sakap wara' kehidupan yang harmonis, sebagaimana telah
hendaklah dipertimbangkan semampu mung- digariskan oleh Allah SWX "
kin,ez karena Allah SWT tidaklah melarang
sesuatu melainkan ada kemudharatan di da-
U-r"5,:,sfri,bt:;9'E61i; SyYi .

lamnya. Oleh sebab itu, dalam perkara-per- f,t/ , t

kara ini kita tidak boleh mengambil sikap to-


leran atau mempraktikkan talfiq, kecuali da- "...Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali.
lam keadaan darurat menurut syara'. Karena, (Setelahitu suami dapat) menahan dengan
keadaan darurat dapat menyebabkan boleh- baik atau melepaskan dengan baik...." (al-
nya sesuatu yang asalnya dilarang. Baqarah:229)
Atas dasar semua itu, maka kita tidak bo-
leh melakukantalfiq dalam masalah larangan- Oleh sebab itu, hukum-hukum fiqih yang
larangan yang berhubungan dengan hak-hak selaras dengan prinsip-prinsip di atas dapat
Allah fhak-hak sosial kemasyarakatan) demi diamalkan, meskipun menyebabkan adanya
terjaganya sistem dan aturan umum syariah talfiq, asalkan talfiq yang dibolehkan. Namun
dan terbinanya kemaslahatan dalam masya- apabila praktik talfiq yang digunakan men-
rakat. Begitu juga kita tidak boleh melakukan jadi pintu bagi orang-orang untuk memper-
p raktik ta lfi q dalam masalah larangan-la rang- mainkan permasalahan nikah dan talak, maka
an yang berhubungan dengan hak-haksesama, talfiq seperti ini termasuk talfiq yang tercela
hamba (hak privat seseorang), demi terlin- dan dilarang. Sikap seperti ini perlu diambil
dunginya hak-hak manusia dan supaya mereka untuk menegaskan, bahwa hukum asal al-
tidak terancam oleh marabahaya. abdhaq3 adalah haram dan untuk menjaga
Bagian ketiga adalah hukum-hukum mua- hak-hak wanita dan juga kehormatan sistem
malat yang meliputi pengaturan masyarakat nasab.

Dalil bahwa hukum-hukum tersebut dibangun di atas prinsip kehati-hatian adalah hadits Nabi saw.,"Tinggalkan opa yang meragu-
kanmu dan lakukanlah apa yang tidak meragukanmul' itgahadits,"Apabila keharaman dan kehalalon berkumpul, maka keharaman
akan mengalahkan kehalalan."
AI-Abdha' adalah bentuk iamak dari kata budh'un yang mempunyai arti 'alat kelamin perempuan' dan juga 'hubungan suami istri'
(jimak).
ISLAM lrllD 1

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa itu, dia dibolehkan mengamalkan pendapat
aturan muamalat, pengaturan harta benda, yang berbeda dengan pendapat yang diamal-
hukuman-hukuman yang ditetapkan oleh sya- kan dalam madzhabnya. Dengan kata lain, dia
ra', hukum qishash, dan sebagainya adalah boleh bertaklid kepada imam selain imam
aturan-aturan yang ditetapkan dengan tuiu- madzhab yang asalnya dia ikuti. Dan dia bo-
an untuk menciptakan kemaslahatan umum leh menggabungkan syarat-syarat yang ada
dan kemanfaatan di antara manusia. OIeh se- dalam madzhab-madzhab tersebut, sehingga
bab itu, pendapat-pendapat madzhab yang dia dapat menggabungkan dua amalan yang
wajib diambil adalah pendapat-pendapat bertentangan dari dua kasus amalan yang
yang lebih dapat menciptakan kemaslahatan berbeda, yang antara satu dengan lainnya ti-
dan kebahagiaan manusia, meskipun harus dak ada hubungannya. Dia juga tidak berhak
melalui praktik talfiq. Karena, usaha ini adalah menyalahkan amalan gabungan yang dilaku-
untuk mendukung terbinanya kemaslahatan kannya itu, hanya dengan alasan dia bertaklid
yang merupakan tujuan aturan-aturan sya- kepada imam yang lain. Karena, suatu amal-
ra'. Selain itu, perlu diperhatikan iuga bahwa an yang sudah dikerjakan tidak akan gugur
kemaslahatan manusia selalu berubah sesuai sebagaimana putusan hakim yang sudah di-
dengan perubahan masa, adat kebiasaan, dan tetapkan."
perkembangan peradaban dan pembangunan. Imam asy-syurnubalali juga mengatakan,
Standar kemaslahatan yang dibincangkan "Orang tersebut juga boleh bertaklid setelah
dalam pembahasan ini adalah semua perkara selesai melakukan suatu amalan. Contohnya
yang dapat menjamin terjaga dan terpeliha- adalah apabila ada orang yang telah selesai
ranya dasar-dasar universal yang beriumlah melakukan shalat, dan dia mempunyai duga-
lima, yaitu [1]. Terpeliharanya agama; t21. an kuat bahwa shalatnya sah berdasarkan
Terpeliharanya jiwa; [3] Terpeliharanya akal; madzhab yang dianutnya. Namun setelah se-
[4]. Terpeliharanya nasab; [5]. Terpelihara- lesai shalat, dia mengetahui bahwa shalatnya
nya harta benda. Melindungi kemaslahatan tersebut tidak cocok dengan aturan madzhab-
merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh nya, sehingga tidak sah menurut madzhab ter-
syara', sebagaimana ditegaskan oleh Al-Qur'an, sebut. Namun, bentuk shalat yang dilakukan
As-Sunnah, dan juga ljma, yaitu melindungi itu dianggap sah oleh madzhab lain. Maka,
al-mashlahah al-mursalah al-maqbulah (ke- orang tersebut boleh bertaklid kepada imam
maslahatan yang tidak disebutkan dalam madzhab yang lain tersebut, dan shalatnya
nash-nash agama, namun ia iuga tidak dinafi- pun sudah mencukupi. Dalam kitab al-Baz-
kan oleh nash-nash tersebut). zaziyah disebutkan bahwa ada riwayat yang
Setelah menerangkan beberapa cabang bersumber dari Abu Yusuf, bahwa dia melaku-
dari prinsip-prinsip madzhab, Imam asy- kan shalat fumat setelah mandi dari tempat
Syurnublali al-Hanafi dalam kitab al-Aqd al' mandi umum (hammam). Setelah selesai sha-
Farid menegaskan bahwa talfiq adalah boleh. lat, dia diberi tahu bahwa pada tempat mandi
Dia berkata, "Dari uraian yang telah lalu, maka
umum tersebut ada bangkai tikus, Maka dia
pun berkata, 'Kita mengikuti pendapat sauda-
kita dapat menyimpulkan bahwa seseorang
tidaklah diwajibkan mengikuti satu madz- ra-saudara kita di Madinah yang mengatakan
hab tertentu secara konsisten. Oleh sebab bahwa apabila ada air sebanyak dua kulah
--t
FIQIH ISI"AM JILID 1

(qullatain), maka ia tidak terpengaruh dengan dengan ucapan pihak perempuan saia. Se-
adanya najis."'ea mentara itu, dalam masalah talak ditetapkan
fadi, dapat disimpulkan bahwa standar bolehnya melangsungkan hubungan pernikah-
boleh dan tidaknya melakukan talfiq adalah an setelah ada rujuk dari pihak laki-laki yang
apabila talfiq tersebut menyebabkan roboh- telah menjatuhkan talak tiga dengan satu kali
nya pilar-pilar syariah dan rusaknya aturan perkataan. Karena, bentuk ucapan talak yang
syariah serta hikmahnya, maka ia termasuk demikian dianggap Talak Satu atau Talak Raj'i.
lfiq yang dilarang. Terlebih lagi kalau sampai
ta Ini adalah bentuk talfiq yang tidak dilarang,
mempraktikkan al-hiyal [mereka-reka bentuk karena terjadinya talfq tersebut (dalam prak-
amalan supaya terlepas dari tuntutan yang tiknya) tidak disengaja.
memberatkan) yang dilarang.es Dengan demikian, maka pendapat yang
Adapun praktik talfiq yang mengakibat- menetapkan bolehnya talfiq, secara umum
kan semakin kokohnya pilar-pilar syariah dan adalah pendapat yang dalilnya lebih kuat
semakin memantapkan aturan-aturan serta apabila dibanding dengan pendapat yang me-
hikmahnya, sehingga benar-benar dapat me- larang. Apalagi praktik talfiq tersebut dapat
wujudkan kebahagiaan manusia di dunia dan merealisasikan kemaslahatan individu dan
akhirat, seperti memudahkan urusan ibadah juga kemaslahatan bersama. Tofiq tersebut
dan memelihara kemaslahatan dalam urusan sama sekali tidak menyebabkan timbulnya
muamalah, maka ia termasuk jenis talfiq yang mafsadah yang biasanya ditimbulkan oleh
dibolehkan, bahkan dituntut untuk dilaku- praktik talfiq yang dilarang. Kalaulah kita
kan. menetapkan bahwa semua bentuk talfiq ada-
lah dilarang namun kita juga perlu mengingat
M EM I LIH PENDAPAT.PENDAPAT YANG MUDAH bahwa pilihan seorang hakim terhadap satu
DALAM PEM BUATAN UN DAN@UN DANG pendapat-yang kemudian ia menjadikan
tidak ada larangan
Secara hukum syar'i, pendapat itu sebagai undang-undang*dapat
bagi hakim atau pemerintah (waliyul-amrf) menyebabkan pendapat tersebut menjadi
untuk mengambil pendapat-pendapat madz- kuat. Meskipun, dalam dunia fiqih pendapat
hab yang paling mudah. Sebab, apa yang itu asalnya adalah pendapat yang dhaif, se-
dilakukan oleh hakim atau pemerintah ini bagaimana ditetapkan oleh ulama. Bahkan,
bukanlah termasuk bentuk talfiq yang di- mengikuti undang-undang tersebut adalah
larang, karena hukum-hukum yang dipilih dari wajib, selagi ia tidak diyakini secara
berbagai madzhab tersebut adalah hukum- sebagai bentuk kemaksiatan.
hukum bagi perkara-perkara yang berlainan, Usaha memilih hukum-hukum dari ber-
yang antara satu dengan yang lainnya tidak ada bagai madzhab untuk dijadikan undang-un-
hubungannya, sebagaimana yang telah kami dang telah dimulai sejak awal abad kedua
terangkan. fika dalam pelaksanaan hukum- puluh. Yaitu, ketika pemerintahan Utsmaniy-
hukum tersebut terjadi praktik talfiq, maka ia yah merasa perlu melonggarkan kebebasan
terjadi bukan karena disengaja. Sehingga tidak transaksi, syarat-syarat transaksi, dan tempat
mengapa, seperti pendapat yang mengata- transaksi. Karena, interaksi perdagangan dan
kan sahnya akad nikah tanpa wali dan cukup industri semakin meningkat, teknik perda-
e4 Rasm al-Mufti fi Hasyiyah lbni Abidin, jilid, L, hlm. 70.
es Lihat contoh-contohnya dalam A'lam al-Muwaqgiln, lilid 3, hlm. 255.
FIqLH ISI.A.M IILID 1

gangan dalam dan luar negeri semakin ber- jaza'i [janji untuk membayar kerugian
? kembang munculnya bentuk hak-hak baru finansial sebagai ganti keterlambatan me-
t seperti hak sastra, hak cipta, dan hak penemu- laksanakan kesepakatan) dibolehkan, ka-
i
1
an, perlunya transaksi asuransi (at-ta'min) rena mengikuti pendapat al-Qadhi Syuraih.
bagi barang-barang impo4 semakin luasnya 3. Menganggap akad adalah sempurna de-
medan transaksi perindustrian yang dilaku- ngan hanya terpenuhinya kesepakatan da-
kan oleh industri-industri besa[ dan juga lam unsur-unsur yang utama, meskipun
perlunya bentuk akad untuk mendatangkan unsur-unsur yang terperinci tidak disebut.
barang-barang dan perabot-perabot utama Dengan prinsip ini, maka ketidaktahuan
untuk memenuhi keperluan pemerintah, atas barang yang diakadi tidaklah mem-
pabri( laboratorium, dan juga madrasah. bahayakan akad. Akad dengan mengguna-
Atas pertimbangan di atas, maka kekua- kan harga pasaran atau harga yang akan
saan Utsmaniyah mengubah undang-undang stabil pada suatu hari, juga dibolehkan.e6
Mahkamah No. 64 tahun 1332 Hllgl4 M
dengan undang-undang baru, yang prinsip- Pada tahun 1336 H Pemerintahan Uts-
prinsip dasarnya diambil dari madzhab selain maniyyah mengeluarkan aturan-aturan hak
madzhab Hanafi, seperti madzhab Hambali keluarga yang dipraktikkan hingga sekarang.
dan madzhab Ibnu Syubrumah. Kedua madz- Aturan itu mengambil keputusan-keputusan
hab ini memperlonggar masalah kebebasan tiga madzhab selain madzhab Hanafi dan
penetapan syarat-syarat akad. Sehingga, ke- mengambil pendapat-pendapat dhaif yang
dua madzhab ini lebih dekat dengan prinsip ada dalam madzhab Hanafi. Pada tahun 1920,
Kekuasaan Kehendak Undang-undang [SuI- kemudian tahun 7929, kemudian tahun 1936,
than al-Iradah al-Qanunf), yang menegaskan Pemerintah Mesir mengeluarkan undang-un-
bahwa transaksi adalah aturan dua belah dang yang diambil dari keputusan-keputusan
pihak orang yang bertransaksi. Selain itu, ke- madzhab yang berbeda-beda. Hingga seka-
dua madzhab tersebut juga membolehkan rang, pemerintah Mesir menggunakan dalam
tiga prinsip yang dicantumkan dalam undang- undang-undang tersebut aturan-aturan ke-
undang baru tersebut. Tiga prinsip tersebut luarga yang ditetapkan oleh Pemerintahan
adalah: Utsmani. Penentuan undang-undang itu diha-
1. Memperluas perkara-perkara yang dapat diri oleh ulama-ulama besar dan pakar hukum
diakadi, supaya dapat mencakup semua syar'i dari berbagai madzhab. Dalam membuat
bentuk akad yang mentradisi dan bentuk- keputusan mereka mempertimbangkan pe-
bentuk akad yang muncul kemudian. rubahan zaman, perkembangan kehidupan so-
2. Membolehkan semua bentuk kesepakat- sial, perubahan kemaslahatan dan hajat, dan
an dan syarat, selagi tidak bertentangan perubahan situasi dan sistem.
dengan ketentuan umum, adab, undang- Contoh undang-undang yang dibuat de-
undang khusus, undang-undang harta ngan cara talfiq adalah undang-undang Wa-
yang tidak bergerak, undang-undang ah' siatWajibah No. 71 pasalT6-79 dalam undang-
wal syakhshiyyah, dan w.akaf. Dengan de- undang al-ahwal asy-syakhshiyyah Mesir yang
mikian, maka teori rusaknya akad dalam dikeluarkan pada tahun L946. Undang-un-
madzhab Hanafi tidak dipakai, dan syarat dang ini dibuat untuk menghadapi masalah
FIqLH ISTAM IITID 1

bagian waris anak-anak lelaki si mayit dalam dalam kedua masalah ini, maka jangka wak-
keadaan ayah si mayit masih hidup. Undang- tunya adalah tiga puluh tiga tahun. Aturan ini
undang Syria tahun 1953 juga mengikuti terdapat dalam undang-undang Mahkamah
undang-undang Mesir tersebut, meskipun ada Syariah Mesir tahun 1880. Begitu juga dengan
perbedaan antara keduanya. Undang-undang tidak diterimanya pengakuan pernikahan
Mesir tidak membedakan antara anak lelaki atau talah setelah meninggalnya salah satu
dan perempuan mayit. Sementara, undang- dari suami atau istri. Kecuali jika pengakuan
undang Siria hanya menetapkan anak lelaki tersebut didukung dengan surat-surat resmi
saja, adapun anak perempuan mayit dianggap yang dapat menghilangkan keraguan. Aturan
sebagai dzawil arham yang mendapat bagian ini terdapat pada Pasal 31 tahun 1897 dalam
warisan. Undang-undang ini diambil dari undang-undang Mesir.
berbagai pendapat fiqih, seperti pendapat
Ibnu Hazm az-Zahiri, pendapat para tabi'in, E. ATURAN.ATURAN SYARA' DALAM
salah satu riwayat dalam madzhab Hambali, MEMILIH PENDAPAT YANG PALING
madzhab Ibadhi, dan tidak membatasi diri MUDAH
pada satu pendapat fiqih tertentu.
Sepanjang pengamatan saya, saya belum
Contoh undang-undang yang dibuat de- menemukan ulama ushul fiqihyang membahas
ngan cara talfiq antara madzhab empat dan secara khusus masalah ini. Namun demikian,
lainnya, dengan mempertimbangkan kebutuh-
aturan-aturan syara' dalam masalah memilih
an manusia adalah: bolehnya memberi wasiat pendapat yang paling mudah, secara umum
kepada ahli waris tanpa bergantung kepada dapat dieksplor dari pembahasan-pembahas-
izin ahli waris yang lain. Keputusan ini ter- an ulama ushuf fiqih dan juga para fuqaha
dapat pada Pasal 37 dalam undang-undang yang telah menerangkan masalah talfiq, ta-
wasiat Mesir no. 77 tahun 1946. Keputusan tabbu' ar-rukhash, dan taklid.
ini diambil dari pendapat sebagian mufassi- Aturan-aturan ladh-dhawabith) tersebut
run, di antaranya adalah Abu Muslim al-Ash-
adalah:
fihani, dan juga sebagian fuqaha selain madz-
L. Praktik mengambil pendapat yang paling
hab empat, seperti sebagian imam Syi'ah
mudah harus dibatasi dalam masalah-
Zaidiyah, sebagian imam Syi'ah Imamiyyah
masalah ijtihadiyah yang masuk kategori
dan Isma'iliyyah.
masalah cabang (furu) yang istinbath-
Contoh lainnya adalah, penetapan diteri-
nya didasarkan kepada dalil-dalil zhanni.
manya kesaksian harus disertai dengan buk-
Dengan kata lain, medan garapannya ha-
ti-bukti yang kuat seperti tulisan, surat resmi,
rus dalam masalah-masalah amaliah yang
dll., supaya dapat menghilangkan keraguan hukumnya ditetapkan dengan cara zhonni,
karena perubahan zaman dan semakin lemah-
seperti produk-produk hukum dalam
nya semangat keberagamaan manusia. Begitu
masalah ibadah, muamalah, ahwal syakh-
juga dengan tidak diterimanya tuduhan/pe-
shiyyah, dan kriminal yang sumbernya
ngakuan setelah lewat lima belas tahun. Ke-
tidak berasal dari nash yang qath'i, ijma,
cuali dalam masalah wakaf dan warisan, jika
atau qiyas yang jelas.eT

Qiyas Jali adalah qiyas yang 'illat-nya diielaskan dalam nash, atau tidak dijelaskan oleh nosh tetapi dapat dipastikan bahwa antara
al-Ashl dan al-Far'memang tidak ada perbedaan seperti diqiyaskannya memukul orang tua dengan berkata ftuss dalam hal ke-
haraman keduanya.
FIqLH ISLq,M JILID 1

Sebagaimana telah kita jelaskan, masa- [1] Hukum-hukum syara' yang termasuk
lah-masalah ini merupakan masalah yang bagian cabang (furu'iyyah) dan termasuk
dibincangkan dalam pembahasan taklid masalah ijtihadiyah; [2] Sebab-sebab yang
dan talfiq. Adapun selain masalah ter- melatarbelakangi timbulnya hukum-hu-
sebut, maka kita tidak dibolehkan meng- kum syara' tersebut; [3] Perkara-perkara
ambil pendapat yang termudah, seperti yang menjadi syarat hukum-hukum syara'
dalam masalah aqidah, dasar-dasar ke- tersebut; [4] Perkara-perkara yang men-
imanan, dan juga dalam masalah akhlak, jadi penghalang lmawanil bagi hukum-
ma'rifatullah, mengenali sifat-sifat Allah, hukum syara' tersebut; t5] Cara-caraee
penetapan kewujudan Allah dan keesa- untuk menetapkan sebab, syarat, dan
an-Nya, dan juga mengenai bukti-bukti penghalang tersebut.
kenabian. Begitu juga dalam masalah yang Kalimat'hukum-hukum syara' (al-ah-
termasuk kategori aksioma dalam ajaran kam asy-syar'iyyah)'dalam uraian di atas,
agama, yaitu yang telah disepakati oleh mengecualikan hukum-hukum logis (a1-
semua umat Islam. Orang yang menentang- ahkam al-'aqliyyah) seperti matematika,
nya dihukumi kafir dalam semua bidang teknik, dll., dan juga megecualikan'hukum-
tuntutan syara': ibadah, muamalah, hu- hukum indra' (abahkam al-hissiyyah).
kuman, keharaman-keharaman, seperti Sedangkan kalimat'termasuk bagian
rukun Islam yang lima, keharaman riba, cabang' (al-furu'jtyah) mengecualikan per-
zina, kehalalan transaksi jual beli, per- kara-perkara yang termasuk ushuluddin
nikahan, utang piutang, dan sebagainya dan ushul fiqih. Adapun kalimat'termasuk
yang hukumnya ditetapkan secara qath'i masalah ijtihadiyah' mengecualikan ma-
melalui ijmal Oleh sebab itu, dalam ma- salah-masalah aksioma dalam agama.
salah ini tidak dibolehkan taklid, talfiq, Contoh sebab yang melatarbelakangi
ataupun mengambil pendapat yang paling timbulnya hukum syara' adalah merusak-
mudah, Dan oleh sebab itu iuga, talfiq kan suatu benda menjadi sebab bagi hu-
yang menyebabkan penghalalan perkara- kum wajibnya mengganti barang terse-
perkara yang haram seperti minuman but. Contoh perkara yang menjadi syarat
anggur yang memabukkan, zina dll. juga hukum syara' adalah keberadaan wali
tidak dibenarkan. Begitu iuga talfiq yang dan saksi merupakan syarat dalam akad
menyebabkan hancurnya hak-hak kema- nikah. Adapun contoh perkara yang men-
nusiaan atau menyebabkan manusia di- jadi penghalang bagi hukum syara' ada-
timpa pesakitan, marabahaya, dan ancam- lah keadaan gila atau ayan menjadi peng-
an, juga tidak dibolehkan. Sebab, Islam halang bagi ditetapkannya tuntutan syara'.
melarang menimbulkan bahaya baik un- Begitu juga utang menjadi penghalang
tuk diri sendiri maupun untuk orang lain. bagi wajibnya berzakat. Adapun contoh
Imam al-Qarafie8 berkata, "Berdasar- cara untuk menetapkan sebab, syarat, dan
kan penelitian, maka dapat disimpulkan penghalang adalah semua perkara yang
bahwa kriteria pendapat-pendapat madz- dijadikan petunjuk dalam proses mah-
hab yang kita dibolehkan taklid ada lima: kamah seperti bukti, ikrar dan sebagai-

98 N-lhkam fi Tamyiz al-Fatawa 'an al-Ahkam wa Tasharrufati al-Qadhi wa al-lmam, hlm.195 dan setelahnya.
99 Seperti dengan cara iqrar dan kesaksian.
FIqLH ISI."AM IILID 1

nya. Cara-cara ini dapat dikelompokkan ke kelahiran seorang anak, begitu juga dalam
dalam dua bagian: masalah bolehnya akad jual beli dengan
tu Cara yang disepakati oleh ulama, se- syarat ada manfaat bagi salah satu penjual
perti menghadirkan dua saksi dalam atau pembeli, penetapan talak karena pi.
kasus harta benda, menghadirkan hak lelaki menghilang mempersulit, atau
empat saksi dalam kasus perzinaan, membahayakan istrinya, dihitungnya man-
dan ikrar dalam semua kasus tersebut faat bangunan, menjamin pekerja dan bu-
jika memang dilakukan oleh orang ruh dan juga larangan memberi hadiah
yang patut untuk ikrar, dan ikrar kepada orang yang memberi utang.
tersebut memang dilakukan pada 2. Praktik mengambil pendapat yang paling
tempatnya. mudah tersebut tidak menyebabkan mun-
12) Cara yang diperselisihkan oleh ulama, culnya amalan yang bertentangan dengan
seperti menghadirkan satu saksi dan sumber-sumber syariah yang qath'i, dan
sumpah, kesaksian anak kecil dalam juga tidak bertentangan dengan dasar-da-
kasus pembunuhan dan luka dan juga sar serta prinsip-prinsip utama syariah.
ikrar yang ditarik kembali. Sebagai- Syarat ini diambil dari pendapat ulama-
mana kita boleh bertaklid kepada ulama Maliki-termasuk Imam asy-Sya-
ulama dalam masalah hukum, sebab- thibi-yang menegaskan bahwa ketetapan
sebabnya, syarat-syaratnya, dan juga pemerintah atau keputusan hakim dalam
penghalangnya, maka kita juga boleh empat kasus-yang akan diterangkan nan-
bertaklid kepada mereka dalam ti-harus ditolak. Hal ini menunjukkan
masalah cara menetapkan sebab, bahwa praktik mengambil pendapat yang
syarat, dan penghalang tersebut. paling mudah tidak boleh sampai menye-
babkannya bertentangan dengan perkara-
Dengan demikian, maka praktik me- perkara yang telah disebut di atas. Empat
milih pendapat yang paling mudah ini kasus yang disebut oleh para ulama Maliki
dibatasi hanya pada masalah-masalah fu- adalah:101
ru'iyah saja yang hukumnya ditetapkan [1] Apabila seorang qadhi menetapkan
melalui dalil zhanni oleh para mujtahid. hukum yang bertentangan dengan Al-
Hal ini seperti dalam masalah wajibnya Qur'an, As-Sunnah, atau ijma, maka
shalat Witi4 niat dalam wudhu, utang dia sendiri harus membatalkan ke-
menjadi penghalang bagi wajibnya zakat, tetapannya tersebut, dan qadhi yang
bolehnya jual beli mu'athah,7oo diterima- berkuasa setelahnya juga harus mem-
nya kesaksian anak kecil dalam kasus batalkan ketetapan tersebut. Selain
pembunuhan dan luka, cukupnya satu itu, ketetapan tersebut harus dikate-
saksi disertai dengan sumpah, kesaksian gorikan sebagai pendapat yang syadz.
wanita dalam masalah-masalah yang ber- [2] Apabila seorang qadhi menetapkan
hubungan dengan kewanitaan seperti da- hukum dengan menggunakan zhan
lam masalah kecacatan alat kelamin dan dan terkaan belaka bukan berdasar-

100 Y"ng dimaksud dengan al-Mu'athah


adalahjual beli r.anpa ijab dan qabul, seperti umpamanya seseorang menyerahkan uang dan
mengambil barang tanpa ada perkataan apa pun dari kedua belah pihak atau dari salah satunya.
n in al - F iqh W ah hlm. 294,
Al -,Qawa

i..!1,#;!,)i;:kiil t*i,,::i,l:tlwii i.
FIqLH IST.A.M JITID 1

kan pengetahuan dan ijtihad, maka Begitu juga keputusan-keputusan seperti


dia dan iuga qadhi yang berkuasa ini juga tidak diakui, meskipun dikeluar-
setelahnya harus membatalkan kete- kan oleh hakim atau pemerintah. Bertaklid
tapan tersebut. kepada seorang mufti yang mengeluar-
[3] Apabila seorang qadhi menetapkan kan keputusan seperti ini juga tidak sah,
hukum berdasarkan iitihad, namun bahkan mengikuti keputusan seperti ini
setelah itu dia mengetahui bahwa hukumnya haram,103 Adapun alasan bahwa
ketetapannya itu salah, maka qadhi hukum yang bertentangan dengan ijma
yang berkuasa setelahnya harus mem- harus dibatalkan adalah karena ketetapan
batalkan ketetapan tersebut. Namun, ijma adalah ketetapan yang terjaga dari
ada perselisihan pendapat dalam hal kesalahan. Menetapkan suatu hukum ha-
apakah qadhi tersebut harus mem- ruslah dengan kebenaran, dan menentang
batalkan ketetapannya sendiri atau keputusan ijma merupakan suatu keba-
tidak. tilan yang sangat nyata.
[4] Apabila seorang qadhi bermaksud Adapun alasan bahwa hukum yang
menetapkan hukum berdasarkan bertentangan dengan kaidah-kaidah [sya-
satu madzhab, namun dia lupa dan ra'), qiyas jaft, dan nash harus dibatalkan
akhirnya menetapkan hukum dengan adalah karena hukum mengikuti perkara-
madzhab yang lainnya, maka dia harus perkara tersebut adalah wajib, dan me-
membatalkan ketetapannya tersebut. nentangnya adalah haram. Oleh sebab itu,
Adapun orang lain tidak diwajibkan hukum yang ditetapkan dengan ijtihad
membatalkan keputusannya tersebut. yang salah sehingga bertentangan dengan
perkara-perkara tersebut tidak diakui
Bagian yang paling penting dalam ka- oleh syara'. Allah SWT berfirman, "... Ke-
jian kita kali ini adalah bagian yang per- mudian, jika kamu berbeda pendapat ten'
tama. Imam al-Qarafiloz menyebutkan em- tang sesuatu, maka kembalikanlah kepada
pat bentuk keputusan hukum yang harus Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya)...!'
dibatalkan, yaitu keputusan yang berten- (an-Nisaa':59)
tangan dengan ijma; keputusan yang ber- Contoh ketetapan hukum yang ber-
tentangan dengan kaidah-kaidah (syara'); tentangan dengan nash adalah keputusan
keputusan yang bertentangan dengan qadhi yang membatalkan wakaf benda-
qiyas jali; keputusan yang bertentangan benda bergerak. Keputusan ini harus di-
dengan nash. Kemudian Imam al-Qarafi batalkan, karena ia bertentangan dengan
memberikan contoh bagi setiap bagian nash-nash hadits tentang sahnya wakaf
tersebut dan juga menerangkan sebab- benda bergerak, di antaranya adalah hadits
sebab mengapa keputusan tersebut harus yang menyatakan bahwa Rasulullah saw.
dibatalkan. Setelah itu, Imam al-Qarafi menetapkan bahwa Khalid ibnul Walid
berkata, "Keputusan-keputusan seperti telah mewakafkan baiu-baiu'besi dan alat-
ini tidak diakui oleh syara' karena lemah.

702 At-lhkam Tamyiz al-Fatawa 'an al-Ahkom, hlm. 128; Tabshiratut Hukkam, iilid 1, hlm. 70, 73.
1i
103 I."- lzzuddin bin Abdussalam (w. 660) membolehkan talfiq dengan syarat perkara yang ditaklidi tidak termasuk perkara yang
-]
FrqlH IsrAM JrrrD 1

alat perangnya di jalan Allah.1oa Contoh istri dalam beberapa kondisi. Keputusan
lainnya adalah keputusan hakim yang ini bertentangan dengan ijma yang me-
menetapkan bolehnya wasiat kepada ahli netapkan bahwa memberi bagian yang adil
waris. Karena, keputusan ini bertentang- kepada istri-istri adalah wajib. Begitu juga
an dengan hadits mutawatir yang menye- dengan hukuman zina yang diputuskan
butkan bahwa, "Wasiat tidak boleh diberi- berdasarkan dengan qarinah. Keputusan
kan kepada ahli waris!'fuga, seperti fatwa ini bertentangan dengan ijma dan juga
pembolehan riba yang sedikit atau bunga nash Al-Qur'an yang jelas.
bank dalam kadar 7o/o,karena keputusan Contoh ketetapan hukum yang berten-
ini bertentangan dengan ayat-ayat Al- tangan dengan kaidah-kaidah syara'-se-
Qur'an yang menunjukkan secara jelas perti yang dicontohkan oleh Imam al-
mengenai keharaman riba. Yaitu ayat, "... Qarafi-adalah masalah as-Suraijiyyah
Padahal Allah telah menghalalkan jual beli [masalah yang dinisbatkan kepada Ah-
dan mengharamkan riba.,." (al-Baqarah: mad bin Suraij asy-Syafi'i [w. 306])-yaitu
275) Contoh lainnya adalah menyama- apabila seorang suami berkata kepada
kan bagian anak laki-laki dan anak perem- istrinya, "fika saya menjatuhkan talak
puan dalam pembagian waris, karena kepadamu, maka sebelum itu kamu adalah
keputusan ini jelas-jelas bertentangan wanita yang ditalak tiga kali." Menurut
dengan nash AI-Qur'an, "...(S/eitu) bagian ibnu Suraij, lafaz tersebut tidak menye-
seorang anak laki-laki sama dengan bagi- babkan jatuhnya talak.
an dua orang anak perempuan...!' (an-Ni- Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim juga
saa': 11) sependapat dengan Ibnu Suraij.los Alasan
Contoh ketetapan hukum yang berten- mereka adalah karena lafaz talak yang
tangan dengan ijma adalah ketetapan diucapkan oleh suami tersebut tidak
yang melarang kakek mendapat bagian mengenai sasaran. fika seorang hakim
warisan jika saudara-saudara si mayit menetapkan bahwa talak tersebut jatuh,
masih hidup. Ketetapan ini bertentangan maka ketetapan itu harus dibatalkan-
dengan ijma sahabat yang menetapkan, menurut madzhab Maliki-karena ber-
bahwa kakek mendapat bagian warisan, tentangan dengan kaidah syara'. Di antara
meskipun mereka berbeda pendapat kaidah syara' ada yang menetapkan bahwd
dalam hal apakah dia mewarisi semua suatu syarat harus ada kaitannya dengan
harta si mayit dan menghalangi saudara- sesuatu yang disyarati, jika antara kedua-
saudara si mayit mendapat warisan, atau nya tidak ada ikatan yang menghubung-
dia mendapat bagian warisan. Begitu kan, maka syarat tersebut tidak sah.106 Be-
juga dengan saudara-saudara si mayit gitu juga dengan wasiat kepada ahli waris,
juga turut mendapat warisan. Contoh ia juga bertentangan dengan kaidah 'men-
lainnya adalah keputusan tidak wajibnya cegah kemafsadatan harus didahulukan
memberi bagian yang adil kepada istri-

104
Nailul Authan jilid 6, hlm. 25.
105
A'lam al-Muwaqqi'in, jilid 3, hlm. 263.
106
Contoh praktik yang menyalahi kaidah syara' menurut madzhab Syafi'i adalah jual beli muhth ah atau muradhah. Menurut mereka,
iual beli seperti ini bertentangan dengan prinsip utama syara', yaitu kerelaan yang disyaratkan dalam lual beli dan perdagangan
harus diucapkan dengan lisan melalui y'ab dan qabul.

,#
Pengantar llmu Flqlh FIQIH ISTAM JITID 1

daripada membangun kemaslahatan' dan karena darurat. Hal ini sudah dipraktik-
juga bertentangan dengan'hukum harus kan di negara-negara Islam.
mengikuti kemaslahatan yang raiihi dan 3. Praktik memilih pendapat yang paling
dalam masalah ini kemaslahatan yang ra- mudah ini hendaknya tidak menyebabkan
iih adalah kekalnya ikatan persaudaraan terjadinya talfiq y ang dilarang.
yang didasari semangat saling mencintai, Kami sudah menerangkan bentuk-
saling menolong, dan ikatan silaturahim. bentuk talfiq yang dilarang, baik karena
Contoh ketetapan hukum yang berten- eksistensinya dilarang seperti mengha-
tangan dengan qiyas jali adalah menerima lalkan perkara yang haram seumpama
kesaksian orang Nasrani, Keputusan ini khamr, zina, dan sebagainya, ataupun
harus dibatalkan karena seorang fasik karena ada perkara lain yang menyertai
tidak dapat diterima kesaksiannya, se- dan dilarang. Bentuk yang kedua ini ter-
dangkan orang kafir adalah sangat fasik bagi kepada tiga bentuk:
dan tidak layak menempati peran-peran Sengaja mencari-cari pendapat yang
[1]
strategis dalam syara'. Kesimpulan ini di- mudah (tatabbu' ar-rukhash), bukan
peroleh melalui prosedur qiyas, sehingga karena kondisi darurat atau ada ka-
keputusan di atas harus dibatalkan. Se- rena ada uzur;
lain itu, Allah SWT juga berfirman, "... [2] Praktik talfiq yang bertentangan de-
dan persaksikanlah dengan dua orang ngan keputusan hakim (pemerintah).
saksi yang adil di antara kamu...." (ath- pl falfiq yang menyebabkan seseorang
Thalaaq: 2) Ini adalah pendapat madzhab harus membatalkan praktik amalan
yang empat selain madzhab Hambali berdasarkan taklid yang telah dilaku-
yang membolehkan kesaksian Ahli Kitab kan, atau membatalkan perkara Yang
dalam masalah wasiat semasa dalam per- disepakati oleh semua ulama sebagai
jalanan, jika m'emang tidak ada selain konsekuensi dari suatu amalan yang
mereka. Keputusan madzhab Hambali ini dilakukan dengan cara taklid. Syarat
berdasarkan kepada firman Allah SWT, ".., ini selain pada masalah ibadah mah-
atau dua orang yang berlainan (agama) dhah.
dengan kemu...." (al-Maa'idah: 106)
Tetapi saya berpendapat bahwa se- Oleh sebab itu, seseorang tidak boleh
bab-sebab psikologis, sosial, fanatisme, mengambil pendapat yang paling mu-
dan juga kondisi-kondisi tertentu yang dah jika menyebabkannya menjauh dari
ada pada masa dulu di antara umat Islam tanggung jawab melaksanakan tuntutan-
dan penganut agama lain adalah faktor- tuntutan syara', atau menyebabkan per-
faktor yang menyebabkan ulama mene- masalahan agama dan pernikahan diper-
tapkan ditolaknya kesaksian selain umat mainkan, menyebabkan timbulnya mu-
Islam. Adapun sekarang, di mana umat dharat pada diri manusia, menimbulkan
Islam dan yang lainnya hidup dalam satu kerusakan di muka bumi, atau mengan-
masyarakat dan saling berkomunikasi cam kemaslahatan sosial.
antara satu dengan lainnya, maka tidak- Karenanya, tidak boleh melakukan
lah mengapa menerima kesaksian mereka talfiq atau mengambil pendapat yang pa-
I
l

Isr"A.M IrrrD 1 Pongfitar llmu Flqlh

ling mudah, supaya terlepas dari tuntutan tapkan melalui ijtihad. Keputusan ini
membayar zakat dengan cara melakukan diambil supaya pemasukan dana bagi ne-
hilah;lo7 umpamanya sebelum sampai satu gara semakin banyak, untuk memenuhi
tahun orang yang mempunyai harta satu biaya pengelolaan dan pembiayaan kebu-
nisab meminjamkan hartanya tersebut tuhan umum.
kepada orang lain (sehingga hartanya ti- Dalam memilih pendapat yang paling
dak sampai satu nisab), kemudian di lain mudah juga wajib mempertimbangkan
waktu dia meminta hartanya tersebut se- tujuan-tujuan utama syariah (maqashid
hingga dia tidak wajib membayar zal<at. asy-syari'ah), konsisten dengan aturan
Atau dengan cara orang yang seharusnya dan hikmah tasyri'-nya, melindungi ke-
membayar zakat melakukan transaksi jual maslahatan manusia secara umum dalam
beli atau hibah tapi formalitas saja, untuk masalah muamalat, hukuman, harta ben-
kemudian hartanya itu diminta kembali. da, dan hubungan pernikahan, bukannya
Ini semua merupakan tipu muslihat hanya mempertimbangkan kemaslahatan
yang diharamkan dan tidak menyebabkan khusus sebagian pihak saja. Dalam me-
gugurnya kewajiban membayar zakat,108 milih pendapat yang paling mudah, juga
karena kalau kewajiban zakat digugurkan wajib mempertimbangkan kemaslahatan
dengan alasan ini, maka kemaslahatan yang lebih utama. Dan ketika dalam ke-
fakir miskin akan teramcam dan hak-hak adaan darurat, hendaknya mempertim-
fakir miskin akan terhalang. Begitu juga bangkan supaya tidak terjadi kerusakan
tidak boleh mengeluarkan fatwa dalam yang besar di dunia. Selain itu, aturan-
masalah zakat dengan menggunakan aturan syara'juga harus dijadikan standar
pendapat yang paling mudah. Sikap ini dalam merealisasikan maslahat dan juga
diambil untuk membela hak-hak fakir dalam menghindari mafsadah.
miskin. Keputusan fatwa seharusnya Yang dimaksud dengan maqashid asy-
menggunakan pendapat yang dapat me- syari'ah adalah melindungi agama [aqidah
realisasikan kemaslahatan, umpamanya dan ibadah); melindungi iiwa; melindungi
adalah mengeluarkan fatwa dengan ber- akal; melindungi keturunan; melindungi
pegang kepada madzhab Malih Syafi'i, harta benda.
dan jumhur ulama yang menetapkan harta Dalam melihat maqashid asy-syari'ah
anak kecil dan orang gila wajib dikeluar- ini juga harus dipertimbangkan tingkat-
kan zakatnya, tanah kharajiyyah (tanah an-tingakatannya, yaitu tingkatan primer
yang berhasil dikuasai umat Islam dengan (dharuriyyat); tingkatan sekunder (hajiy-
cara perang) wajib dikeluarkan zakatnya yat); dan tingkatan komplementer (tdhsi-
dan juga pajak kharaj, sehingga tanah ntyyat).
tersebut wajib dibayar kharaj dan'usyur- Yang dimaksud dengan tingkatan pri-
nya, karena 'usyur merupakan kewajiban mer (dharunltyat) adalah segala sesuatu
agama bagi setiap umat Islam, sedangkan yang memang diperlukan bagi kehidup-
kharaj merupakan kewajiban yang dite- an manusia baik kehidupan keagamaan

107 Ibnul
Qayyim berkata, "seorang mufti tidak boleh mencari-cari hilah yang diharamkan dan yang dimakruhkan." (A'tam at-Muwaq-
qi'in, jilid, 4, hlm. 222)
108
A'la- al-Muwaqqi'in,jilid 3, hlm.257, 320.
IsrAM lrlrD 1

maupun kehidupan keduniaan. Apabila benaran itu menuruti keinginan mereko,


sesuatu tersebut tidak terpenuhi, maka pasti binasalah langit dan bumi, dan semua
kehidupan di dunia ini akan cacat, ke- yang ada di dalamnya...J' (al-Mu'minuun:
nikmatan akan hilang, dan hukuman di 7t)
akhirat akan diterima. Dengan kata lain, ia Allah SWT juga berfirman, "... Kemu-
adalah segala sesuatu yang sudah menjadi dian, jika kamu berbeda pendapat tentang
keharusan bagi manusia untuk melindungi sesuotu, maka kembalikanlah kepada Allah
perkara utama yang lima di atas. (AI-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya)...." (an-
Yang dimaksud. dengan tingkatan se- Nisaa': 59), sehingga mengembalikan per-
kunder (hajtyyat) adalah segala sesuatu tentangan pendapat kepada hawa nafsu
yang diperlukan oleh manusia untuk adalah tidak boleh. Selain itu, banyak
menghilangkan kesukaran. Apabila sesua- juga ayat-ayat yang semakna dengan ayat
tu tersebut tidak terpenuhi, maka manu- di atas, di antaranya adalah, "Maka jika
sia akan merasa kesulitan dan sempit, mereka tidak menjawab (tantanganmu),
namun tidak sampai menyebabkan hidup- maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah
nya cacat. Tanpa sesuatu yang termasuk mengikuti keinginan mereka. Dan siapa-
tingkatan sekunder ini, maka perkara kah yang lebih sesat daripada orang yong
utama yang lima di atas akan terwujud mengikuti keinginannyq tonpa mendapat
namun disertai dengan kesulitan dan ke- petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh,
sempitan. Allah tidak memberi petunjuk kepada
Adapun yang dimaksud dengan ting- orang-orang yang zalimJ' (al-Qashshash:
katan komplemen ter (tahsinfua f) adalah 50),
kemaslahatan-kemaslahatan yang dimak- "Dan hendaklah engkau memutuskan
sudkan sebagai pelengkap, seperti supaya perkara di antara mereka menurut apa
ibadah menjadi semakin baik dan akhlak yang diturunkan Allah, dan janganlah eng'
semakin sempurna dengan bersuci dan kau mengikuti keinginan mereka...." (al-
menutup aurat. Tahsiniyot ini laksana pa- Maa'idah:49);
gar yang menjaga kewujudan perkara-
"Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau
perkara lima utama yang disebut di atas.
Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi,
4. Ketika mengambil pendapat yang paling
maka berilah keputusan (perkara) di an'
mudah, hendaklah memang dalam ke-
tara manusia dengan adil dan ianganlah
adaan darurat atau dalam kondisi perlu
engkau mengikuti hawa nafsu, karena
(hajat).
akan menyesatkan engkau dari ialan Al-
OIeh sebab itu, mengambil pendapat
lah...!' (Shaad: 26)
yang paling mudah ini hendaklah tidak
dilakukan untuk mempermainkan ajaran Atas dasar ini, maka para ulama me-
agama, mengikuti hawa nafsu, mencari wajibkan seorang mufti untuk tidak meng-
kesenangan, atau memenuhi kepentingan ikuti hawa nafsu manusia,loe melainkan
pribadi. Hal ini karena syara' melarang hendaklah dia mempertimbangkan ke-
sikap mengikuti hawa nafsu, sebagaimana maslahatan dan juga dalil yang raiih. Se-
firman Allah S\AIT, "Dan seandainya ke- bagaimana telah saya terangkan, yang
70e
A:lamqt-Muwaqqi'it1iilid1,hhrr,47;ol-lrluwafaqa|Jilid4,hlm. l32dansetelahnya;al-l'tisharyiitid2,hlm. 176.

'" o * .iffi -. * ^ ,ry!r. .,.* . ,tr* ,* *" ,, -di ;,#- ;r'or- , s...:
-]
FlqlH ISLAM ,rLrD 1 -"*\.1. penElntar llmu Flqlh
110 /
dimaksud dengan al-mashlahah al-mu'ta- Hal ini menunjukkan bahwa menge-
barah adalah kemaslahatan yang kompe- depankan kemaslahatan pribadi dalam
rehensif. Allah SWT berfirman kepada mengambil pendapat yang paling mudah
utusan-Nya, "Kemudian Kami jadikan eng- adalah suatu sikap yang tidak dibenarkan
kau (Muhammad) mengikuti syariat (per- secara fiqih dan juga secara syara', me-
aturan) dari agama itu, maka ikutilah lainkan yang dikedepankan haruslah ke-
(syariat itu) dan janganlah engkau ikuti maslahatan umum atau kemaslahatan
keinginan orang-orang yang tidak menge- yang komprehensif.
tahui. Sungguh, mereka tidok akan dapat Apabila mengikuti hawa nafsu adalah
menghindarkan engkau sedikit pun dari haram, maka praktik mengambil pendapat
(azab) Allah...l' (al-faatsiyah: 18-19) yang paling mudah harus dibatasi apabila
Imam al-Qarafi dalam kitab al-lhkam memang dalam keadaan darurat atau ha-
dan Syaikh Ulaisy dalam fatwanyallo me- jat. Hal ini karena ada kaidah fiqih yang
nyatakan bahwa mengikuti hawa nafsu menyatakan "Keadaan darurat menye-
dalam menetapkan hukum dan fatwa ada- babkan perkara yang dilarang menjadi
lah haram secara ijma. mubah" dan juga "Kondisi perlu [hajat)
menempati posisi keadaan darurat, baik
Ibnul Qayyim berkata, "Seorang mufti
hajat tersebut adalah hajat umum atau-
tidak dibenarkan mencari-cari pendapat
pun khusus."
yang mudah untuk orang yang dia ada
Yang dimaksud dengan darurat di
keperluan kepadanya. fika mufti itu me-
sini adalah segala sesuatu yang apabila
lakukan hal tersebut, maka dia dihukumi
tidak dipenuhi, maka akan menimbulkan
fasik dan haram meminta fatwa kepada-
bahaya. Sedangkan yang dimaksud hajat
nya.t" Sebagaimana telah saya terangkan,
adalah segala sesuatu yang apabila tidak
keadaan seperti inilah yang mendorong
dipenuhi, maka hal itu akan menyebabkan
Imam asy-Syathibi melarang sikap men-
kesulitan dan kesukaran. Yang dimaksud
cari-cari pendapat yang mudah (titabbu'
dengan hajat umum adalah hajat yang
ar-rukhash). Imam asy-Syathibi berkata,
memang diperlukan oleh semua masya-
"Ditinggalkannya prinsip mengutamakan
rakat. Sedangkan hajat khusus adalah,
tarjih dalam mengikuti salah satu dari hajat yang diperlukan oleh kelompok ma-
dua dalil atau dua pendapat, menyebab-
syarakat tertentu saja, seperti masyarakat
kan kebanyakan fuqaha yang dalam taraf
kota atau kampung tertentu. Hajat khusus
taklid memberi fatwa kepada kawannya ini bukan berarti hajat individu.113
atau karibnya, dengan fatwa-fatwa yang Saya tidak sependapat dengan Imam
tidak pernah difatwakan oleh mufti selain asy-Syathibi yang menyatakan bahwa me-
dia, karena mengikuti keinginan nafsu dan ngamalkan sesuatu dalam keadaan daru-
syahwat, atau karena dia memerlukan se- rat atau hajat berarti mengikuti hawa
suatu dari kawan atau karib tersebut.lr2 nafsu,lla karena keadaan darurat dan ha-

1r0 Fath al-Ati al-Malik fi Fatwa 'ala madzhab MaliL iilid 1, hlm. 68; at'lhkam, hlm. 79
771 A'hm al-Muwaqqi'in, jilid 4,h1m.222.
1rz At-Muwa\aqat, 4, hlm. 135.
iilid
rr3 Al-Madkhol al-Fiqhi, hlm.6o3.
lra Al Muwa\oqaG, iilid 4, hlm, 1a5. i ,,
FIqLH ISTAM JILID 1

jat akan selalu berubah sesuai dengan kim jika mempunyai kemampuan iiti-
perkembangan masa. Oleh sebab itu, dalam had tidak boleh menetapkan hukum atau
menentukan kondisi darurat dan hajat memberi fatwa, kecuali dengan pendapat
perlu mengikuti aturan-aturan yang telah yang paling rajih baginya. Namun jika
ditetapkan,yaitu kondisi tersebut memang dia masih dalam taraf muqalli4 maka dia
benar-benar terjadi bukan kondisi yang boleh memberi fatwa dan menetapkan
diprediksikan. Kondisi tersebut memang hukum dengan menggunakan pendapat
diyakini terjadi atau diduga kuat terjadi, yang masyhur dalam madzhabnya, meski-
kondisi tersebut memang mendesah pun menurutnya pendapat tersebut tidak
dll..11s kuat. Hal ini dilakukan karena bertaklid
5. Praktik mengambil pendapat yang paling kepada keputusan imam-yang ditaklidi-
mudah ini hendaknya dibatasi dengan yang menetapkan bahwa pendapat ter-
prinsip tarjih. Dengan kata lain, hendaknya sebut adalah pendapat yang rajih, sama
tujuan utama pertama seseorang adalah seperti ketika seseorang mengikuti suatu
. fatwa." Dia juga menegaskan, 'Adapun
mengamalkan pendapat yang paling kuat
atau paling rajih berdasarkan kekuatan menetapkan hukum atau memberi fatwa
dalilnya. Hal ini karena praktik memilih dengan pendapat yang lemah (marjuh),
pendapat yang paling mudah merupa- maka hal itu termasuk sikap yang tidak
kan satu bentuk ijtihad, dan seorang muj- sesuai dengan ijma."116
tahid harus mengikuti dalil kuat yang Namun Syekh Ulaisy menggugat klaim
mengantarnya kepada kebenaran dengan adanya ijma dalam masalah tersebut de-
berpedoman pada dugaan yang kuat. ngan berkata, "Mungkin yang dimaksud
Atas dasar ini, maka para pakar ushul ij ma-kalau memang ada-dalam masalah

fiqih mewajibkan seorang mufti atau muj- ini adalah ijma dalam kasus seorang qadhi
tahid untuk mengikuti suatu pendapat ka- atau mufti yang taklid dengan pendapat
rena berdasarkan.dalilnya. Oleh sebab itu, gradz karena mengikuti hawa nafsunya.
dia tidak boleh memilih pendapat di an- |ika dia sedang marah kepada seseorang
tara madzhab yang dalilnya paling dhail atau menghadapi orangyangtidak dikenal,
melainkan dia harus memilih pendapat maka dia akan menetapkan hukum yang
yang dalilnya paling kuat. Keputusan ini berat kepadanya dengan mengambil pen-
didasari bahwa para sahabat bersepakat dapat yang masyhur. Namun jika dia me-
dalam ijtihad mereka, akan wajibnya ber- nyenangi seseorang atau dia ada perlu
amal dengan menggunakan salah satu dengan orang tersebut dan orang tersebut
dari dua dugaan kuat yang paling kuat, adaldh kawan atau karibnya, atau dia malu
bukannya yang paling lemah. Selain itu, kepada seseorang karena orang tersebut
akal logis juga mewajibkan seseorang un- adalah orang terhormat atau anak orang
tuk mengamalkan pendapat yang paling kaya, maka dia akan memberi fatwa ke-
kuat, dan pada dasarnya syara'serasi de- pada orang-orang tersebut dan menetap-
ngan akal. kan hukum dengan menggunakan pen-
Imam al-Qarafi berkata, "seorang ha- dapat syadz yang ringan.117

115
Lihat Wahbah az-Zthail| Nazhariyyoh adh-Dharurah, hlm. 66 dan setelahnya.
116 hlm.64,68.
At-thkamfi Tamyiz al-Fatawa'an al-Ahkam,hlm.79,80;Tabshirah al-Huklam,iilidL,hlm.66; Fatawa Syail,tt'Ulaisy,iilid 1,
tL7
Fath alAli al-Mol,& jilid 1, hlm. 62. i
I

FIqLH ISI."AM IITID 1

Ketika membincangkan masalah me- muqallid apabila mempunyai kemampu-


milih berbagai pendapat, Syekh Ulaisy an untuk melakukan tariih, dan dia meng-
dalam kitab Fatawa-nya berkata, "Penda- hadapi dua pendapat yang satu raTih dan
pat yang benar adalah apabila seorang yang satunya lagi mariuh, maka orang ter-
muqallidtersebut mempunyai kemampu- sebut wajib meneliti dan melakukan tar-
an untuk menimbang-nimbang cara tar- jih. Namun jika yang dihadapi adalah dua
jih pendapat dan mengetahui cara menen- pendapat yang sama kuatnya [tidak ada
tukan pendapat yang harus didahulukan yang rajih menurutnya), maka dia boleh
dan pendapat yang bena[ maka dalam menetapkan hukum dengan mengguna-
menghadapi dua pendapat atau lebih- kan salah satu dari dua pendapat tersebut,
jika memang untuk kasus seorang saja, dia atau melakul<an tariih dengan memper-
tidak boleh mengamalkan atau memberi timbangkan imam yang lebih pandai, atau
fatwa atau menetapkan hukum, kecuali pendukung yang lebih banyak atau yang
dengan menggunakan pendapat yang ra- lebih berat dan keras.12o
yih menurutnya,lls Apa yang telah diuraikan tersebut mene-
Imam al-Qarafi mengatakan bahwa rangkan pendapat-pendapat ulama dalam hal
seorang mujtahid dilarang menetapkan wajibnya menggunakan pendapat yang raiih
hukum dan memberi fatwa, kecuali de- dalam menetapkan fatwa, memutuskan hu-
ngan menggunakan pendapat'yangmenu- kum, dan dalam amalan, kecuali jika memang
rutnya rajih. Seorang muqallid boleh ada alasan lain yang dibenarkan oleh syara"
memberi fatwa dengan menggunakan pen- Oleh sebab itu, menggunakan pendapat yang
dapat yang masyhur dalam madzhab yang marjuh (dhaif atau syadz) 121 adalah diboleh-
ditaklidi, meskipun menurutnya pendapat kan jika dalam kondisi darurat atau hajat, atau
tersebut syadz dan lemah (mariuh). Ke- jika dapat memenuhi kemaslahatan umum
mudian Syekh Ulaisylle mengomentari dengan menggunakan pendapat itu. Begitu
pendapat Imam al-Qarafi ini dengan ber- juga, seorang hakim boleh berpegang kepada
kata, "Dalam uraian tersebut tidak ada pendapat marjuh tersebut bila dalam keadaan
dalil yang menunjukkan bahwa seseorang kondisi di atas, sebagaimana yang telah kami
boleh mengamalkan pendapat yang tidak terangkan.
rajih. Karena, keputusan bolehnya meng- Tidak ada ijma yang menetapkan la-
amalkan pendapat yang mariuh menurut rangan menggunakan pendapat mariuh, ka-
seseorang namun raTfh menurut imam rena pada kenyataannya terdapat bukti yang
madzhabnya. Atau sebaliknya, hal itu menunjukkan bahwa ulama berbeda pan-
tidaklah menyebabkan munculnya ke- dangan dalam hal pendapat-pendapat mana
putusan bahwa mengamalkan pendapat yang boleh diambil oleh seorang muqallid.
yangmarjuh menurut kedua pihak adalah Ada yang mengatakan bahwa pendapat yang
boleh." diamalkan haruslah pendapat imam yang pa-
Kesimpulan dari pendapat Imam al- ling luas ilmunya. Ada iuga yang berpendapat
Qarafi dan Syaikh Ulaisy adalah seorang bahwa harus mengikuti pendapat kebanyak-
118
Fatawa Syaikh'Ulaisy, iilid 1, hlm. 65.
719
tbid..
L20
Al-lhkam, hlm. 80; Fatawa'Ulaisy, jilid 1, hlm. 65,69,79.
L27
Syadaafulah
FrqLH Isr.iq.M f rLrD I

an ulama. Ada juga yang berpandangan boleh bidang agama dan dunia dapat dihindari, maka
mengikuti pendapat siapa saja dari ulama orang seperti ini diharapkan termasuk orang
yang dikehendaki, meskipun ulama tersebut yang selamat dengan niat yang membatasinya
bukanlah yang paling pandai, dan meskipun tersebut."123
pendapat tersebut bukan pendapat kebanyak- Syekh Ulaisy berkata, 'Adapun bertaklid
an ulama, melainkan pendapat tersebut kepada pendapat yang ringan tanpa maksud
adalah pendapat sebagian kecil ulama, atau sengaja mencari-carinya, tetapi karena kondisi
perbandingan antara ulama yang mempunyai perlu, dalam keadaan tertentu dan juga karena
pendapat tersebut dengan ulama yang tidak takut terjadi fitnah atau yang semacamnya,
berpendapat demikian sama, atau ulama yang maka taklid semacam itu adalah boleh.12a
berpendapat tersebut pengetahuan ilmunya Inilah menurut saya aturan main dalam
lebih rendah apabila dibanding dengan yang mengambil pendapatyang paling mudah. Apa-
lain. Pendapat terakhir ini berarti setuju de- bila kita mengikuti aturan ini dengan konsis-
ngan pendapat syadz. ten dan disiplin, maka kita akan mengamalkan
Sebagian ahli tafsir ada yang menerang- prinsip modergt dan pertengahan (al-l'tidal
kan rahasia firman Allah SWT kepada Nabi wat-Tawassuth) yang merupakan fondasi sya-
Dawud, "Dan ianganloh mengikuti hawa naf' riah Islam. Ini adalah sesuai dengan metode
su"122 setelah Allah memerintahkan Nabi Da- yang dilakukan oleh Khalifah Abu fa'far al-
wud untuk menetapkan hukum dengan kebe- Manshur ketika bertemu dengan Imam Malik
naran. Tafsiran tersebut adalah, 'Ayat tersebut pada musim haji. Khalifah berkata kepada
mengisyaratkan bahwa yang boleh diikuti Imam Malik "sekarang ini orang alim yang
bukan hanya hukum yang benar (al-haq) saia. masih hidup tinggal saya dan kamu. Saya sibuk
[Maksud mengikuti hawa nafsu dalam ayat dengan urusan politik. Dan saya harap kamu
tersebut adalah) jika yang mendorong sese- menyusun kitab dalam masalah sunnah dan
orang menetapkan hukum dengan pendapat fiqih yang menghindari kemudahan-kemudah-
yang tidak benar itu adalah hawa nafsunya, an pendapat lbnu Abbas, kerasnya pendapat
sehingga yang dituhankan oleh orang tersebut Ibnu Umar dan syadz-nya pendapat Ibnu
adalah hawa nafsunya, bukan Allah SWT. Mas'ud!" Imam Malik berkata, "Kemudian Abu
Bahkan jika pendapat yang benar itu tidak fa'far memberi tahu cara penulisan seperti
sesuai dengan nafsunya, maka dia juga akan itu." Maksudnya adalah memberi tahu cara
meninggalkannya dan mengikuti selain Allah yang tengah-tengah.
SWT. Adapun orang yang bertaklid kepada Aturan-aturan di atas dapat diringkas
pendapat yang syadz dengan alasan bahwa menjadi dua saia:
pendapat syadz ini menurut si empunya dan Pertama, pendapat yang diambil adalah
orang yang bertaklid kepadanya adalah pen- dalam masalah-masalah ijtihadiyah yang tidak
dapat yang bena4, dan orang tersebut memilih ada dalil rajih-nya.
pendapat yang syadz ini bukan hanya karena Kedua, dilakukan karena dalam kondisi
dorongan hawa nafsu, melainkan karena do- darurat, kondisi hajat atau karena kemasla-
rongan hajat dan supaya kemudharatan dalam hatan atau udzur.

722
Surah Shaad: 26.
tz3 Fatawa Syaikh'Ulaisy, jilidl, hlm. 62.
124
tbid..
!

FIqLH ISI,A,M IILID 1

Ibnu Hajar dan ulama-ulama madzhab pendapat yang menentangnya juga dalam
Syafi'i yang lainl2s menetapkan beberapa sya- masalah tersebut. Syarat ini perlu diteliti
rat dalam taklid. Syarat-syarat ini sangat tepat ulang, karena menyebabkan dilarangnya
apabila ditetapkan untuk mengatur masalah praktik taklid setelah mengerjakan satu
yang kita bincangkan ini, yaitu masalah meng- amalan. Yang lebih tepat adalah dihukumi
ambil pendapat yang paling mudah. Syarat- boleh sebagaimana pendapat ulama
syarat taklid ada enam: Syafi'iyah.
a. Pendapat-pendapat madzhab yang ditak- f. Tidak mencampur antara dua pendapat
lidi harus terpelihara, supaya dapat di- imam yang menyebabkan munculnya satu
yakini bahwa masalah yang ditaklidi paket pendapat baru yang tidak diakui
tersebut memang berasal dari madzhab keabsahannya oleh dua imam tersebut.
tersebut. Umpamanya adalah bertaklid kepada
b. Muqallid harus menjaga (mengamalkan) Imam asy-Syafi'i dalam masalah cukupnya
syarat-syarat yang ditetapkan oleh imam mengusap sebagian kepala ketika wudhu,
madzhabnya dalam masalah yang diikuti dan pada masa yang sama bertaklid ke-
tersebut. pada Imam Malik dalam masalah sucinya
anjing kemudian orang tersebut melaku-
c. Taklid tersebut tidak menyebabkan ke-'
putusan qadhi terabaikan, selagi keputus-
kan shalat. Imam al-Bulqini berkata,
"Penggabungan beberapa pendapat yang
an qadhi tersebut tidak bertentangan de-
dapat menyebabkan rusaknya taklid ada-
ngan nash Al-Qirr'an, sunnah, ijma, atau
jali. lah jika penggabungan itu pada satu ma-
qiyas
salah tertentu, seperti taklid kepada dua
d. Tidak mengikuti pendapat yang mudah,
imam dalam amalan bersuci dari hadats.
yaitu dengan cara mengambil pendapat
Namun apabila terjadinya penggabungan
yang paling mudah dari setiap madzhab
itu dalam dua amalanyangberbeda seperti
dengan maksud menghindari tuntutan-
amalan bersuci dari hadats dan amalan
tuntutan. Ibnu Hajar berkata, "Orang
bersuci dari kotoran, maka penggabungan
yang melakukan seperti ini sangat tepat
itu tidaklah merusakkan taklid."
untuk dihukumi fasiq." Imam ar-Ramli
berkata, "Yang tepat orang seperti ini
Sebagian ulama madzhab Syafi'i ada yang
tidak dihukumi fasiq, meskipun tetap
berdosa." Menurut ulama madzhab Syafi'i
menambahkan satu syarat lagi, yaitu wajib-
belakangan (al-Muta'akhkhirun), syarat nya seorang muqallid meyakini keutamaan
ini bukanlah syarat bagi sahnya taklid, imamnya atau persamaannya dengan imam
melainkan ia adalah syarat untuk mengelak
yang lain. Tetapi, pendapat yang masyhur
dari perbuatan dosa, seperti larangan sebagaimana yang didukung oleh Imam an-
melakukan shalat di tanah g ha sab.
Nawawi dan ar-Rafi'i adalah bolehnya bertak-
Tidak mengamalkan satu pendapat dalam
lid kepada ulama yang tingkat keutamaannya
lebih rendah, meskipun ada ulama yang ting-
satu masalah kemudian mengamalkan

12s Lihat Sayyid Alawi bin Ahmad as-saqqal al-Fawa'id al-Makkiyyah Ma Yahtajuhu Thalabah asy-Syaf iyah min al-Masa'il wadh-
fi
Dhawabith wql.Qawa'ifl al"KulliSnro}, dalam ,So b'atu Kutubin hlm.51.
, 'k- , ,.:::tii::!i!i:i.,,
FIqLH ISI"A.M IILID 1

kat keutamaannya lebih tinggi. Ibnu Abidin Pada masa sekarang, aktivitas ijtihad sa-
dalam kitab Radd al-Mukhtar berkata, "Dalam ngat mungkin dilakukan dan tidak ada kesu-
kitab at-Tahrir dan syarahnya disebutkan, litan dalam melakukannya, dengan syarat kita
boleh bertaklid kepada ulama yang tingkat dapat mengesampingkan khayalan-khayalan
keutamaannya lebih rendah meskipun ada serta suara-suara warisan lama yang meng-
ulama yang tingkat keutamaannya lebih tinggi. ganggu pikiran dan hati, dan juga sangkaan
Pendapat ini juga didukung oleh ulama-ulama keliru bahwa kita tidak mungkin sampai ke-
madzhab Hanafi, Maliki, Hambali, dan Syafi'i. pada tingkatan yang telah dicapai oleh ulama-

Ada juga ulama yang menambah satu ulama terdahulu. Sehingga, seakan-akan ak-
syarat lagi, sehingga menjadi delapan syarat. tivitas ijtihad ini mustahil dilakukan. Apakah
Syarat tersebut adalah imam madzhab yang ada sesuatu yang mustahil setelah manusia
diikuti harus masih hidup ketika praktik tak- sampai ke angkasa dan diciptanya peralatan
dan teknologi modern yang mengagumkan?
lid dilakukan. Namun syarat ini ditolak oleh
ulama, karena Imam an-Nawawi dan ar-Rafi'i Tidaklah sulit untuk memenuhi syarat-
sepakat membolehkan bertaklid kepada orang syarat ijtihad setelah berbagai disiplin ilmu
yang sudah mati. Mereka berdua berkata, "lni telah dikumpulkan dalam tulisan, dan karya-
adalah pendapat yang shahih." karya tulis dalam berbagai bidang banyak di-
Dari uraian di atas dapat disimpulkan tulis, serta banyak usaha yang telah dilakukan
bahwa dua syarat pertama harus dipenuhi untuk membersihkannya dari unsur-unsur
serapan negatif yang berada di dalamnya.
dalam mempraktikkan taklid dan mengambil
pendapat yang paling mudah. Adapun syarat Ulama yang hidup pada setiap masa se-
yang ketujuh dan kedelapan tidak perlu. Saya lalu melakukan ijtihad. Mereka me-ra7ih-kan
juga sepakat dengan syarat yang ketiga, dan antara satu pendapat fuqaha-fuqaha sebe-
ia saya jadikan pegangan dalam kaiian saya. lumnya dengan pendapat yang lainnya, hingga
Saya juga melarang praktik talfiq apabila ia madzhab-madzhab yang ada ini teratur dan
termasuk talfi q y ang dilarang, s ehingga syarat hukum-hukumnya tertata raPi.
yang kelima tidak diperlukan. Saya mengambil Dalam kitab Syarh Mukhtashar lbnu Haiib
pendapat yang bertentangan dengan syarat bab "al-Qadha'i' Ibnu Abdussalam-salah se-
keempat jika memang ada keperluan (al' orang tokoh madzhab Maliki-berkata, "Ting-
hajat). katan mujtahid adalah tingkatan yang dapat
diusahakan. Ia adalah syarat dalam memberi-
kan fatwa dan dalam menetapkan hukuman
(ol-qadha). Aktivitas ijtihad akan terus ber-
Menurut saya proyek penyusunan un- langsung hingga masa terputusnya ilmu-se-
dang-undang sipil, perdagangan, dan juga hu- perti yang diberitakan oleh Rasulullah saw..
kuman kriminal hendaknya diambil dari sum- Dan pada masa sekarang, masa terputusnya
ber-sumber fiqih Islam semuanya (yaitu fiqih ilmu tersebut belum terjadi. Apabila ijtihad
sahabat, tabi'in, fiqih madzhab empat, dan ini tidak dilakukan, maka berarti umat Islam
madzhab para mujtahid yang lain serta fiqih- bersepakat dalam kesalahan, dan ini adalah
fiqih ulama kontemporer). batill'
-
FlqlH Isr.JA.M JrLrD 1

Imam as-Suyuthi mengomentari ungkap- Syekh al-Maraghi dalam kajiannya ten-


an di atas, "Perhatikanlah, bagaimana Ibnu tang al-ljtihad fil /s/am berkata, "Meskipun
Abdissalam menegaskan bahwa tingkatan ijti- saya menghormati ulama yang berpendapat
had bukanlah tingkatan yang tidak dapat di- bahwa ijtihad adalah mustahil, namun saya
capai, dan tingkatan itu berlangsung hingga berbeda pendapat dengan mereka. Dan saya
zamannya. Dia juga menegaskan bahwa tidak katakan bahwa banyak ulama-ulama yang ada
adanya tingkatan ijtihad berarti umat Islam di ma'had-ma'had (sekolah) agama di Mesir
bersepakat dalam kebatilan. Hal ini adalah se- yang telah memenuhi syarat-syarat ijtihad
suatu yang mustahil''125 dan mereka haram bertaklid."

*,,(6l.#Fli,

Ar-Radd 'alaa Man Akhlada fil Ardhi, hlm. 24.


i
FIqLH ISI"AM IILID 1

BAB KETUJUH
HASIL IJTIHAD YANG BENAR

Para pakar ushul fiqih bersepakat bahwa seperti masalah kewajiban shalat lima waktu,
orang yang melakukan penelitian dalam ma- zakat, haii, puasa Ramadhan, haramnya per-
salah-masalah logika murni127 dan masalah- zinaan, pembunuhan, mencuri, minum arah
masalah ushuliyah,128 wajib mencari satu dan perkara-perkara lain yang diketahui se-
kebenaran, karena dalam masalah-masalah cara pasti sebagai aiaran agama.
tersebut kebenaran hanyalah satu bukannya Tidak semua muitahid sampai kepada
banyak. Orang yang benar dalam masalah- kebenaran dalam masalah-masalah di atas.
masalah tersebut juga satu. Kalau tidak de- Namun kebenaran hanyalah satu, yaitu yang
mikian, maka akan terjadi pertentangan yang diketahui bersama oleh umum. Orang yang
saling menafikan. Barangsiapa memperoleh sesuai dengan kebenaran, maka dia orangyang
kebenaran, maka dia mencapai kesuksesan. benar. Sedangkan orang yang berbeda dengan
Tetapi bagi orang yang melakukan kesalahan, kebenaran, maka dia salah dan berdosa.
maka dia telah melakukan dosa. DoSa banyak Masalah fiqh$ryah zhanniyyah (hukum-
jenisnya; kesalahan yang berhubungan dengan hukum fiqih yang tidak mempunyai dalil yang
masalah keimanan kepada Allah dan Rasul- qath'i) adalah masalah-masalah yang meniadi
Nya menyebabkan kekafiran atau bid'ah yang objek ijtihad. Orang yang berijtihad dalam
fasik. Sebab, orang yang melakukan kesalahan masalah ini tidak akan berdosa. Namun, para
tersebut berpaling dari kebenaran seperti pakar ushul fiqih berbeda pendapat dalam
pendapat yang menafikan melihat Allah di masalah ini, apakah semua mujtahid dihukumi
akhirat nanti, dan pendapat yang menetapkan benar atau mujtahid yang benar hanya satu.
bahwa Al-Qur'an adalah makhluk.l2e Penyebab terjadinya perbedaan pendapat
Masalah-masalah aksioma dalam ajaran ini adalah, karena ada pertanyaan apakahAllah
agama disamakan dengan masalah di atas, telah menetapkan satu hukum tertentu bagi

727
Masalah logika murni (al-Qadhaya al-Aqliyyah) adalah masalah yang dapat ditemukan oleh orang yang berpikir dengan modal
logika, sebelum datang ketetapan syara'seperti ketetapan bahwa Tuhan pencipta itu ada, sifat-sifat-Nya, diutusnya para rasul,
mukjizat, baru munculnya alam, dll..
t28
Contoh masalah ushulisyah adalah ketetapan bahwa iima, qiyas, dan khabor ahad adalah huliah, karena dalilnya kuat dan orang
yang tidak mengakuinya dianggap sebagai orang yang salah dan berdosa.
At-Mustashfa, jilid 2, hlm. IOS; al-lhkam lil-Amidi, jilid 3, hlm. L46; Syarh al-Muhalla 'ala Jam' al-Jawamf, jilid 2, hlm. 3L8; Syarh
129

al-Adhud'ala Mukhtashar lbn al-Hajib, iilid 2, hlm.293; Musallam ats-kubut, iilid 2, hlm. 328; Kasyf al-Asrar jilid 4,h1m.1137; at-
{alwilr, i$d ?, Nm. }L8 ; a I 1M1S;w q. iilrd [, hrm. ?fi#_
l:yra glnnul ,hffizz8,
--

FIQIH ISI."A,M IILID 1 Pengantar llmu Flqlh

setiap masalah sebelum mujtahid melakukan Selain itu, para fuqaha dan mutakallimun
aktivitas ijtihadnya, atau masalah tersebut ti- juga berbeda pendapat. Sebagian mereka
dak mempunyai hukum tertentu, melainkan mengatakan bahwa hukum yang ditetapkan
hukum sesuatu tersebut adalah hukum yang Allah tersebut tidak mempunyai petunjuk
berhasil ditemui oleh seorang mujtahid dalam (dalil) dan tanda yang dapat mengantar se-
aktivitas ijtihadnya. seorang menemui ketetapan hukum terse-
Imam al-Asy'ari, al-Ghazali, dan al-Qadhi but. Hukum laksana benda yang terkubur dan
al-Baqilani berkata, "Tidak ada hukum Allah didapatkan secara tidak sengaja oleh orang
sebelum ijtihadnya seorang mujtahid. Hukum yang mencarinya. Ini adalah pendapat yang
Allah adalah hukum yang berhasil ditemui tidak logis. Bagaimana mungkin Allah menun-
oleh seorang mujtahid melalui aktivitas ijti- tut hamba-hamba-Nya melaksanakan hukum
hadnya. Sehingga, hukum berdasarkan dugaan yang tidak ada petunjuknya?
kuat (zhann), dan hukum yang diduga kuat Sedangkan sebagian besar ulama menga-
oleh seorang mujtahid itulah hukum Allah. takan bahwa Allah SWT telah membuat pe-
Sehingga, setiap mujtahid adalah bena4 kare- tunjuk fdalil yangtarafnyazhanni) bagi hukum
na dia telah melaksanakan apa yang menjadi yang ditetapkan-Nya. Seorang mujtahid tidak
tanggung jawabnya. dituntut untuk selalu sampai kepada dalil
fumhur ulama dan juga madzhab Syi'ah tersebut, karena memang dalil tersebut samar.
mengatakan bahwa Allah menetapkan satu Barangsiapa tidak dapat sampai kepada da-
hukum tertentu bagi setiap permasalahan lil tersebut, maka dia dimaafkan dan tetap
sebelum ada aktivitas ijtihad. Barangsiapa se- mendapat pahala. Ini adalah pendapat yang
suai dengan ketetapan Allah tersebut, maka shahih berdasarkan sabda Rasulullah saw.,
dia adalah orang yang benar. Adapun yang ti- "Apabila seorang hakim menetapkan hukuman
dak sesuai dengan ketetapan Allah, maka dia
dan berijtihod kemudian ijtihadnya itu betul,
salah. Orang yang benar hanya satu, dan dia
maka dia mendapatkan dua pahala. Apabilo dia
mendapat dua pahala, sedangkan selainnya
menetapkan hukuman dan berijtihad namun
adalah salah dan mendapatkan satu pahala.130
salah, maka dia mendopatkan satu pahala!'

.' Sr3re,b,',

Al-Luma'lisy-Syairazi,hlm.Tl; al-Mustashfa, iilid 2, hlm. 1.06 dan setelahnya; al-lhkam lil-Amidi, jilid 3, hlm. 138 dan setelahnya;
Syarh al-lsnawi, jilid 3, hlm. 257; Sayrh al-Muhalla'alaa Jam' al-Jawami', jilid 2, hlm. 318; Syorh al-Adhud 'ala Mukhtashar al-Mun-
taha, lllid 2, hlm.293:, at-Taqrir wat-Tahbin jilid.3, hlm. 306; Fawatih ar-Rahamut Syarh Musallam ats-Tsubut, jilid 2, hlm. 37 6 dan
setelahnya; Kasyf al-Asrar, jilid 4, hlm. ll38; at-Talwih 'ala at-Taudhih, jilid 2, hlm. !L8; Irsyad al-Fuhul hlm. 230; al-Milal wan-Nu-
hal lisy-Syahrastanr, jilid 2, hlm. 203.
FIqLH ISI.A.M JILID 1

BAB KEDELAPAN
CARA BERIJTIHAD

Apabila terjadi masalah baru atau apabila da nash tersebut dan menghukumi masalah
ada orang yang ingin mengambil pendapat yang dikajinya itu berdasarkan petunjuk nash
yangrajih dari pendapat-pendapat para imam, tersebut. Apabila tidak ditemukan dalam
maka seorang alim yang akan beriitihad hen- Kitabullah, maka hendaklah dia mencari dalam
daklah mengumpulkan semua kemampuan di- As-Sunnah, apabila ada khabar; atau sunnah
siplin ilmu yang berhubungan dengan perma- 'amaliyyah atau taqririyah, maka hendaknya
salahan yang akan dikaji seperti ilmu bahasa, dia mengambilnya sebagai dalil. Kemudian
ayat-ayat Al-Qur'an, hadits-hadits Nabi, pen- memperhatikan ijma' ulama, qiyas,131 kemudi-
dapat-pendapat ulama salaf dan menggunakan an menggunakan logika yang sesuai dengan
metode qiyas. Dengan kata lain, seorang alim semangat pensyariatan hukum Islam.132
tersebut hendaknya memenuhi syarat-syarat Demikianlah cara melakukan ijtihad, ada-
ijtihad dalam masalah tersebut. Kemudian kalanya merujuk kepada makna lahiriah nash,
mengkaji dan meneliti masalah tersebut tanpa apabila memang nash tersebut sesuai dengan
membawa-bawa fanatisme satu madzhab ter- realitas masalah yang dikaji. Dan adakalanya
tentu. Secara ringkas prosedur ijtihad dapat juga merujuk kepada sisi logika dari nash yai-
diuraikan sebagai berikut. tu qiyas, atau menimbang realitas masalah de-
Pertama-tama hendaklah melihat nash- ngan menggunakan kaidah-kaidah umum yang
nash Kitabullah, apabila dia menemukan nash digali dari dalil-dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah
yang jelas mengenai masalah yang dikajinya, yang beragam seperti istihsan, maslahah mur-
maka hendaklah dia berpegang teguh kepa- salah,'urf, sadd adz- dzari' ah, dll.. 133

,'s.alF&r.,

131
Asy-Syafi'i, ar-Risalah, hlm. 508; al-Milal wan Nlhal iilid 2, hlm. 198; al-Ghazali, al-Mankhul, hlm. 466.
t32
Alam al-Muwaqqi'in, jilid 1, hlm. 66; Irsyad al-Fuhul, hlm.227 .
133
As-Sayis, Tarikh al-Fiqh ol-ls/amt hlm. 31
--l

FIqLH ISI."AM JILID 1

BAB KESEMBILAN
MEMBATALKAN IJTIHAD, BERUBAHNYA
IJTIHAD SERTA PERUBAHAN HUKUM
KARENA PERUBAHAN ZAMAN

A. PERUBAHAN IJTIHAD (TAGHAYYUR AL. B. MEMBATALKAN IJTIHAD (NAQDHUL


ttTtHAD) unHAq
Seorang mujtahid boleh mengubah ijti- Apabila seorang mujtahid mengeluarkan
hadnya dengan cara menarik kembali pendapat fatwa dalam satu kasus, atau seorang qadhi
yang pernah dikeluarkan. Hal ini karena basis memutuskan sengketa di antara dua orang,
utama ijtihad adalah dalil, apabila seorang kemudian mujtahid dan qadhi tersebut ber-
mujtahid menemukan dalil baru maka dia wa- ubah pikiran dan mereka mempunyai penda-
jib mengambil dan menggunakannya karena pat baru yang berbeda dengan pendapat yang
dalam dalil baru tersebut terdapat petunjuk pertama, maka pendapat manakah yang harus
yang lebih utama untuk diambil daripada da- diambil; pendapat yang baru atau pendapat
lil yang sebelumnya dan juga karena dalil baru yang lama, apakah hasil iitihad yang lama da-
tersebut lebih dekat dengan kebenaranl3a. pat dibatalkan? Sebelum menjawab pertanya-
Dalam surat Umar r.a. yang dikirim kepa- an ini, perlu ditegaskan terlebih dulu bahwa
da Abu Musa al-Asy'ari (Qadhi yang bertugas anta ra men gubah i j tihad (ta g h ayy ur aI - ii ti h a d)
di Kufah) disebutkan, "Keputusan yang telah dengan membatalkan ijtihad (naqdh al-iiti-
engkau ambil hari ini janganlah menghalangi- had) ada perbedaan, Taghayyur al-ijtihadber'
mu untuk kembali kepada kebenaran, karena hubungan dengan masalah teoretis untuk me-
wujud kebenaran adalah sudah lama. Kembali netapkan dasar bagi mengubah ijtihad yang
kepada kebenaran adalah lebih baik dibanding lama. Adapun naqdh al-ijtihad adalah berhu-
berterusan dalam kebatilan." bungan dengan masalah praktis kehidupan,
FlqlH Isr-A,M )rLrD 1

fatwa, dan menangani sengketa yang terjadi di sarkan kepada dalil zhanni, maka tidak perlu
antara manusia. dibatalkan. Karena, apabila dibatalkan akan
Para pakar ushul fiqih membedakan menyebabkan hukum menjadi semrawut, ti-
pengamalan naqdh al-iitihad yang dilakukan dak stabil, dan hilangnya kepercayaan kepada
oleh mujtahid dengan yang dilakukan oleh hakim. Ini tentunya bertentangan dengan
hakim.13s prinsip kemaslahatan yang merupakan alasan
Apabila seorang mujtahid mempunyai utama mengapa seorang hakim harus diang-
satu pendapat tertentu, kemudian dugaan kat. Yaitu, untuk menangani sengketa dalam
kuatnya berubah, maka dia wajib mengubah masyarakat. Kalau seandainya keputusan ha-
ijtihadnya tersebut. Contohnya adalah apabila kim boleh dibatalkan, maka kaidah-kaidah
ada seorang muitahid berpendapat bahwa hukum tidak akan stabil, dan persengketaan
khulu' menyebabkan nikah meniadi /askh. Ke- akan terus terjadi meskipun setelah dijatuh-
mudian dia menikah dengan seorang wanita kannya keputusan. Hal ini tentunya menye-
yang dulu pernah dia khulu'tiga kali. Lalu dia babkan timbulnya percekcokan yang berke-
mempunyai pendapat baru yang mengatakan lanjutan dan merajalelanya permusuhan serta
bahwa khulu' mempunyai konsekuensi sama kerusakan, Dan ini sudah barang tentu ber-
dengan talah maka dia wajib berpisah dari tentangan dengan hikmah dari pengangkatan
istrinya dan dia tidak boleh bersamanya kare- seorang hakim, sebagaimana diterangkan oleh
na mengamalkan hasil iitihadnya yang kedua. Imam al-Qarafi.136
Hal ini karena dia sudah tahu bahwa ijtihad Teladan utama dalam masalah ini adalah
pertamanya adalah salah dan yang kedua ada- Umar r.a.. Ketika dia menetapkan dua hukum-
lah yang benar. an dalam masalah waris, dia berkata, "Kepu-
Berbeda dengan hakim. Apabila ada se- tusan yang itu adalah berdasarkan keputusan
orang hakim atau qadhi menghukumi satu yang sudah saya tetapkan. Dan keputusan ini
kasus tertentu dengan menggunakan ijtihad, sesuai dengan keputusan yang sedang saya
kemudian ijtihadnya tersebut berubah ketika tetapkan." Selain itu, para fuqaha telah me-
menangani kasus yang sama, maka keputusan- netapkan kaidah dalam masalah furu'iyyah,
nya yang pertama itu perlu dilihat terlebih yaitu "ijtihad tidak dapat dibatalkan dengan
dulu; jika memang bertentangan dengan dalil ijtihadJ'
yang jelas dari nash Al-Qur'an atau As-Sunnah
atau ijma atau qiyas jali, maka ulama sepakat C. PERUBAHAN HUKUM KARENA
mengatakan keputusannya yang pertama itu PERUBAHAN ZAMAN
wajib dibatalkan, baik oleh hakim itu sendiri Tidak ada yang mengingkari bahwa sua-
ataupun oleh mujtahid yang lain. Karena, ke- tu hukum kadang berubah karena perubahan
putusannya jelas-jelas bertentangan dengan zaman. Perubahan hukum ini bisa terjadi di-
dalil. sebabkan berubahnya adat kebiasaan, beru-
Namun apabila keputusannya itu dalam bahnya kemaslahatan manusia, atau karena
masalah ijtihadiyah atau masalah yang dida- kondisi darurat, atau karena adanya dekaden-

r3s At-Mustashfa,jilid 2, hlm. 120; al-Amidi, a t-lhkam, jilid.3, hlm. 158; Musallam ats-Tsubut, jilid 2, hlm. 345; Fawatih ar-Rahomut, iilid
2, hlm. 395; at:Taqrir wat-Tahbin iilid 3, hlm 335; Sayarh al-Muhalla 'ala Jam' al-Jawami', iilid,2, hlm. 320; al-Madkhal ila Madzhab
Ahmad, hlm. L90i I rsyad al- Fuhul, hlm. 232.

#jj i.}lfl'ts
I
I

FIqLH ISI"{M IILID 1

si moral dan melemahnya rasa keberagamaan kan kebenaran, merealisasikan kemaslahatan,


dalam masyarakat, atau karena perkembangan dan menghindari mafsadah [kerusakan).
zaman dan munculnya sistem-sistem baru. Adapun selain hukum-hukum tersebut,
Oleh sebab itu, hukum wajib diubah supaya yaitu hukum-hukum dasar yang ditetapkan
kemaslahatan dapat terealisasikan, mafsadah untuk tujuan legislasi atau dasar-dasar yang
dapat dihindari, dan kebaikan serta kebenaran digunakan untuk menetapkan peraturan
dapat ditegakkan. Atas dasar ini, maka prinsip umum, maka ia termasuk hukum-hukum yang
perubahan hukum adalah lebih dekat dengan tetap dan tidak boleh berubah, seperti dasar-
teori al-mashlahah al-mursalah ketimbang dasar aqidah, ibadah, akhlah dasar-dasar
dengan teori al-'urf. berinteraksi seperti menghormati kemuliaan
Perlu ditegaskan di sini bahwa hukum manusia, prinsip saling rela dalam transaksi,
yang dapat diubah adalah hukum-hukum yang keharusan memenuhi janji, mengganti keru-
dihasilkan berdasarkan qiyas atau al-mashla- sakan, menciptakan suasana aman dan ke-
hah al-mursalah dan itu pun terbatas dalam stabilan, menekan tingkat kriminalitas, men-
masalah-masalah muamalah, undang-undang, jaga hak-hak kemanusiaan, prinsip tanggung
hukum administratif, hukuman to'zir, dan hu- jawab pribadi, dan menghormati prinsip ke-
kum-hukum yang bertujuan untuk menegak- adilan dan syura.

- tffin',
Pen8lanta? llmu Flqlh Isr.AM IrrrD 1

BAB KESEPULUH
RANCANGAN PEMBAHASAN

Buku ini akan dibagi kepada enam harta temuan, perlombaan (as-sabq), barang
bagian: hilang, dan a sy sy uf ' ah.
-

Bagian I Bagian V
Ibadah dan perkara yang berkaitan de- Perkara yang berkaitan dengan negara
ngannya seperti nazar, sumpah, berkorban, [fiqih umum), yaitu hudud, kriminal, jihad,
dan sembelihan (hubungan manusia dengan perjanjian, kehakiman, cara menetapkan hu-
Allah SWT) kuman, hukum-hukum mengenai imamah
BagianII [khalifah) atau sistem pemerintahan yang bi-
asanya dinamakan al-Ahkam as-Sulthaniyyah.
Teori-teori fiqih yang penting.
Bagian VI
Bagian III
Urusan kekeluarga an (al-Ahwal asy-Syakh-
Muamalat, kontrak-kontrak, dan perkara
shiyyah) merangkumi perkawinan, perceraian,
yang berkaitan dengannya (hubungan sesama
dan perkara yang berkaitan dengan kedua-
manusia).
duanya, harta warisan, wasiat, dan wakaf.
Bagian IV
Kepemilikan dan perkara yang berkaitan Pembahasan mengenai kelayakan dan ke-
dengannya termasuk hukum-hukum menge- walian dalam masalah perkawinan, akan di-
nai tanah, ihya' al-mawat, hak irtifaq, kontrak- Iakukan dalam pembahasan teori-teori fiqih.
kontrak investasi tanah, hukum mengenai Tetapi ia kadang diulang dalam perbincangan
barang tambang dan minyak, cara pembagian tentang al-ahwal asy-syakhshryyah, kontrak
ghanimah fqismah), harta rampasan perang, jual beli, dan lain-lain.

" i\iflKt&,"
-.I

FrqLH IsrLM lrrrD I I

BAB KESEBELAS
DAI]TAIT UKURAN.IJKURAN"

A. UNIT UKURAN PANJANG Satu mil ialah 4000 hasta atau 1848 m
atau L/2 sa'ah atau 1000 ba'.
O Satu al-qashbah ialah 6 hasta atau 3696
meter.138 Ukuran mil laut sekarang ialah 1848,32
m.
Satu al-jarib ialah 100 qashbah atau
3600 hasta hasyimi atau qadam persegi Satu/arsakh ialah tiga milatau 5544 meter
atari yard persegi atau 1366,0416 meter atau 12000 khathwah (langkah), kurang
persegi. lebih L,l / 2 sa'ah [perj alanan).
Satu qadam ialah 30,4 cm. Satu yard Satu barid Arab ialah empat/arsakh atau
sekarang ialah 91,43 cm. Satu hasta ha- 22176 meter atau 22,176 km atau lebih
syimi adalah 32 ishbi' atau qirath. Satu kurang enam sa'ah fiam).'no
ishba'ialah 1,925 cm. farak qashar bagi orang musafir ialah
a Satu hasta Mesirl3e ialah 46,2 cm. 88,704 km. Menurut ulama Hanafi lebih
a Satu hasta yang dimaksudkan dalam kurang 86 km. Dan sebagian ulama me-
kajian fiqih ialah hasta hasymi,yaitu6L,2 netapkan 83 km.
cm. Satufidan Mesir ialah 4200, 6/5m persegi
a Satu al-ba'ialah empat hasta.
atau 333, L/3 qashbah persegi,
a Satu marhalah ialah L2 jam (sa'ah).
a Satufaddan lama ialah 5929 m persegi.
a Satu dawnam ialah1000 m persegi.
a Satu qafiz (dalam ukuran panjang) ialah
L/10 jarib atau 136,6 m.
Safighalwah ialah 400 hasta atau 184,8 m.

737
Lihat Dr. Dhiya'uddin ar-Rais, a l-Kharaj fi ad-Daulah al-lslamiyyah,hlm.26L,3S3; Subhi Shalih, an-Nuzhum al-lslamiyyah,hlm.409,
429; Ibnu Rif'ah al-Anshari, Al-ldhah wat-Tibyan fi Ma'rifati al-Mul<yal wal Mizan.
Al-Qashbah sekarang adalah 23,75 meter persegi. Madzhab Hanafi, Syafi'1, dan yang lain kadang berbeda pendapat dalam menen-
tukan ukuran dengan ukuran gram karena ada perbedaan dalam penghitungan al-wasg dan marhaloh.
Para penulis menamakannya dengan berbagai nama seperti dzira'(hasta) kecil, hasta umum, hasta qiyas, hasta tangan, hasta manu-
sia, atau hasta yang betul.
ulanra affisz6! sehipgga km,
rl
FIqLH ISI.AM JITID 1

B. UNIT UKURAN TAKARAN o rithl.


Satu al-Mana ialah dua
a Satu sha' syar'i atau sha' Baghdad ialah
o Al-Farq ialah bejana yang dibuat dari
empat mud atau 5,L / 3 rithl. Beratnya ada- tembaga yang dapat menampungL6 rithl,
lah sama dengan 685,7 dirham atau 2,75 berarti dia sama dengan 10 kilogram atau
liter atau 2175 gram. Ini adalah menurut enam qrsth. Satu qisth ialah lf 2 sha'.

pendapat Syafi'i, ahli-ahli fiqh Hijaz, dan AI-Mudyu [timbangan negeri Syam dan
dua orang sahabat Abu Hanifah, dengan Mesir) ukuran ini bukanlah mud.la sama
pertimbangan satu mud ialah L/3 rithl dengan 22,5 sha'.
Iraq. Menurut Abu Hanifah dan ahli fiqih a Satu jarib ialah 48 sha'atau 192 mud.
Iraq, satu sha'ialah delapan rithf dengan a Satu al-Wasq ialah 60 sha'. Lima awsuq
perhitungan bahwa satu mud ialah dua ialah nisab zakat, iaitu 300 sha' atau
rithl. Oleh sebab itu, beratnya adalah sama 653 kilogram menurut pendapat jumhur
dengan 3800 gram. Menurut Imam an- ulama selain madzhab Hanafi berdasar-
Nawawi, "Pendapat yang ashah ialah satu kan perkiraan bahwa satu sho'ialah2L75
sha'sama dengan 685,5/7 dirham. Satu gram atau 7200 mud atau empat irdab dan
rirhl adalah L28,4/7 dirham. Yang diakui duakailah [ukuran kailah sekarangatau 50
adalah sha' nabawi jika memang ada atau kailah Mesir). Satu kaylah ialah?4 mud. Satu
seukuran dengannya. fika tidak ada, maka irdab Mesir sekarang ialah 96 qadh atau
orang yang wajib mengeluarkan zakat 2BB mud atau 198 liter atau 156 kilogram
fitrah hendaknya mengeluarkan seukur- atau L92 rithl atau 72 sha'. Satu kaylah
an yang sekiranya dia yakin bahwa yang Mesir adalah sama dengan enam sha'atau
dikeluarkan itu tidak kurang dari satu 32 rith.
sha'. Satu sho'menurut timbangan Mesir Safi lrdab Mesir atau saht irdab Arab ialah
adalah duaqadah. 24 sha'atau 64 mana atau l2B rithl atau
Satu mud ialah 1, L/3 rithl atau 675 gram enam waibah atau 66liter.
atau 0,688liter. Satu al-Waibah ialah 24 mud atau enam
Satu rithl syara' atau rithl Baghdad adalah sha', iaitu satu kaylah Mesir sekarang.
L28, 4/7 dirham. Ada dikatakan bahwa Sat:.t al-Kurr [timbangan Arab yang ter-
satu rithl ialah 130 dirham. Rithl Baghddd besar) ialah 720 sha'atau 60 qafiz atau
ialah 408 gram. Rithl Mesir ialah 144 L0 irdab atau 3840 rithl lraq atau 1560
dirham, yakni kurang lebih 450 gram. kilogram.
Satu dirham Iraqi ialah 3,17 gram. Satu
dirham Mesir sekarang ialah 3,12 gram. c. UNIT UKURAN TIMBANGAN DAN UANG
Satu dirham Arab adalah2,975 gram, o Satu dinar ialah sama dengan satu mitsqal
Satu qafa ialah L2 sha' atau delapan emas atau 4,25 gram emasral atauT2biji
makkuk, Satu makkuk ialah L,LfZ sha'. sya'ir (gandum) yang sederhana. Satu biji
Satu qafiz menyamai juga 33 liter atau 128
sya'ir yang sederhana ialah 0,059 gram
rithl Baghdad. Ia juga sama dengan tiga emas.
kiljah. Satu kifah ialah setengah sha'.

Ukuran yang ditetapkan oleh Bank Isla$.r Faisal di Sudan ialah 4 ,45?,Wam
:{'1*, iirffii. t,.*;*1,; #, r,iffiif:r ,;;; .r,* '!*ffu,,,,",.*j iirruu,
,,,,ffi.,
IsrAM )rLrD 1

Satu mitsqal atau dinar ialah 20 qirath. o Satu qinthar syara' ialah 1200 uqiyah atau
Mitsqal asing ('ajam) ialah 4,80 gram dan 8.400 dinarla3 atau 80.000 dirham. Satu
mitsqal Iraq ialah lima gram.1az uqiyah ialah tujuh mitsqal,yang menyamai
Satu qirath ialah 0,2L25 gram perah jika 119 gram perak.
kita menghitung bahwa mitsqal terbagi o Satu qintharmenuruttimbangansekarang
kepada 20 qirath, ukuran ini adalah ukur- ialah 100 rithl Syam. Satu rithl Syam ialah
an yang ingin ditambah oleh Mu'awiyah 2,564 kilogram. Nisab buah anggur dan
kepada negeri Mesir, atau 0,2475 gram buah tamar (lima awsuq,) ialah 2,5 qinthar
perak jika kita mengira mitsqal terbagi zabib (kismis) atau 553 kilogram atau 50
kepada 22 qirath. kaylah Mesir,
Satu dirham Arab ialah 7 /10 mitsqal [dinar)
atau 2,975 gram atau enam daniq atau 50, E. PERHATIAN
2/5 biii sya'ir yang sederhana. 10 dirham Ukuran yang kami gunakan di sini ialah
ialah tuiuh mitsqal emas atau L40 qirath
berdasarkan kepada pendapat yang ashah,
dan satu uqiyah emas ialah 40 dirham.
iaitu satu dinar sama dengan (4,25 gram), satu
Satu daniq ialah dua qirath atau B, 2/5biji
dirham sama dengan(2,975 gram). Nisab perak
sya'ir yang sederhana atau 1/6 dirham dalamzakatadalah [595 gram) dan nisab emas
atau 0,495 gram perak.
adalah [85 gram). Satu sha'menurut madzhab
Satu ath-Thasuj ialah duabiji ataul/Z qirath Syafi'i adalah (2,176 gram). fadi, lima awsuq
atau0,L237 gram. Qirath ialah dua thasuj. ialah 300 sha' x 2L76 gram = 652,8 kilogram,
Satu habbah (biji) ialah 0,618 gram perak yaitu kurang lebih 653 kilogram.
atau 0,06 gram atau dua/a/s. Kami iuga menggunakan kesimpulan
a Satu nuwah ialah lima dirham. ukuran menurut yang masyhur, kecuali dalam
a Satu/a/s ialah 0,03 gram perak. kasus untuk menghitung madzhab yang lain.

,',.{!ffi},*

142 Berdasarkan hitungan ini, maka nisab zakat emas 20 mitsqal adalah sama dengan 96 gram
iika menggunakan mitsqal'aiami dan 100
gram iika menggunakan mitsqal traqi. Emas harus diiadikan asas ukuran, dan kadar nisab zakat mestilah mengikut harga emas atau
perak dalam mata uang modern sekarang.
143
Msnurut LrSon s/-i4rab dan pepgertian Arqb,._qfnfar ialah dinan
. ;t:r,:i!iiiit , ,',.i:1,.
illii!::::i:, ",,0,Mt0,,
FIqLH ISI,!A,M )ILID 1

BAB KED UA B ELAS


NIAT DAN PENDORONG DALAM
IBADAH, AKAD, EASKH DANJUGA
NIAT MENINGGALKAN PERKARA YANG
DILARANG OLEH AGAMA (AT-TURUIo

Pada bab ini kita akan membahas niat SIGNIFIKANSI PEMBAHASAN DAN
yang dibenarkan oleh agama (al-qashdu atau RANCANGANNYA
al-iradah) dan juga niat yang tidak dibenar- Syariah Islam adalah istimewa, karena
kan oleh agama (al-ba'its as-sayyi'). Perkara- bersifat komperehensif meliputi semua urus-
perkara yang dibahas meliputi hukum, cara an keagamaan dan keduniaan, sistem yang
niat dalam bidang ibadah (seperti bersuci, mengatur kehidupan rohani dan juga kehi-
puasa, zakat, haji dll.), muamalah [seperti dupan sipil. Selain itu, syariat Islam juga
akad jual beli, akad nikah, hibah, kafalah, hi- mengatur hak yang terbagi menjadi dua, yaitu
walah, dll.), faskh (seperti talak untuk meng- hak yang terlaksana dengan didukung oleh
akhiri ikatan pernikahan) dan mengenai institusi kehakiman (haq qadha'rJ dan hak
niat at-turuk (perkara-perkara yang dituntut yang terlaksana tanpa didukung oleh institusi
oleh agama untuk ditinggalkan seperti me- kehakiman (haq diy anf).
ninggalkan kemakruhan dan keharaman, Yang dimaksud dengan haq diyani adalah
menghilangkan najis, mengembalikan benda hak-hak yang tidak termasuk dalam wilayah
yang di-ghashab [diapakai tanpa izin], pe- kehakiman. Dalam hak-hak ini, seseorang
minjaman, memberikan hadiah, dan hal-hal bertanggung jawab secara langsung kepada
lain yang tidak memerlukan niat), niat dalam Allah SWT.
perkara-perkara mubah dan adat kebiasaan Adapun yang dimaksud dengan haq qa-
seperti makan, minum, berjimah dan hal- dha'i adalah hak-hak yang masuk dalam
hal lain yang serupa, yang apabila seseorang wilayah kehakiman. Orang yang mengaku
berniat dalam hal tersebut, maka dia akan mempunyai hak tersebut dapat melakukan
mendapatkan pahala ibadah, dan niat terse- proses penetapan hak di depan hakim/qadhi.
but tidak berat untuk dilakukan bahkan dapat Pembagian ini mempunyai konsekunsi
diterima secara natural oleh jiwa, insting, dan lain, yaitu hukum-hukum yang termasuk
juga doronganpribadi. haq diygl"ti harus
FIqLH ISI.A.M JILID 1

dengan berdasarkan niat dan harus sesuai beragama dan rasa diawasi oleh Tuhan dalam
dengan realitas dan kenyataan hukum yang segala urusan baik yang dirahasiakan atau
sebenarnya. Sedangkan hukum-hukum yang tidak, semakin berkurang. Dan juga, pertim-
termasuk kategori haq qadhat, maka harus bangan unsur takwa dalam menuntut hak dan
diputuskan berdasarkan sisi lahiriahnya, tidak melepaskannya semakin hilang. Ini semua
perlu meneliti niat dan tidak harus sesuai de- menyebabkan hilangnya perhatian kepada
ngan kenyataan. Contohnya adalah apabila ada masalah niat. Sehingga, fenomena yang ber-
seseorang tidak sengaja mengucapkan kata kembang di masyarakat ini mendorong kita
talak kepada istrinya, dan dia tidak bermaksud untuk mengingatkan kembali kepada hukum
menjatuhkan talak, maka seorang qadhi akan dan nilai-nilai Islam. Karena, Islam mempunyai
menetapkan bahwa talak tersebut memang sistem yang ideal, kekal, dan dapat mencipta-
terjadi karena melihat sisi lahiriah kejadian kan kemaslahatan bagi manusia. Dengan me-
dan tidak mungkin mengetahui kenyataan nerapkan sistem Islam, maka perilaku yang
yang sebenarnya. Namun dari sisi haq diyani, menyimpang dan kesalahan-kesalahan juga
maka seorang mufti akan menetapkan bahwa dapat diatasi. Sistem Islam adalah standar
talak tersebut tidak terjadi dan ketetapan ini utama dalam penilaian yang dilakukan oleh
boleh dipakai oleh seseorang dalam hubungan kebanyakan nurani manusia, dan juga.dasar
dia dengan Allah S\MT. utama penilaian Allah SWT di akhirat nanti.
Hak kegamaan (haq diyan{) bergantung Di antara faktor terpenting dalam hukum
kepada niat dan niat menjadi asas amal ke- Islam yang wajib dilakukan oleh orang mu-
agamaan.laa Hak ini adalah hak yang kekal, kallaf adalah niat yang benar. Niat yang benar
abadi, dan tidak akan berubah. Niat inilah ini merupakan alat untuk menilai sebuah
yang menjadi dasar ditetapkannya pahala amal. fika niatnya bena[ maka amalnya juga
dan hukuman dari Allah SWT. Islam adalah benar. Begitu juga sebaliknya, apabila niatnya
agama, dan agama merupakan inti dari Islam. rusak, maka amalnya juga rusak. Amalan
Beragama akan diakui apabila diniatkan ha- yang dilakukan oleh orang-orang beriman
nya kepada Allah SWT. tidak akan diakui oleh syara' dan juga tidak
Undang-undang positif tidak melihat akan diberi pahala jika tidak disertai dengan
sisi niat dan sisi batin, bahwa ia tidak mem- niat. Hadits, "Sesungguhnya amal perbuatan
pertimbangkan konsep halal dan haram me- adalah bergantung kepada niatnya, dan setiap
nurut konsep agama. Yang diperhatikan ada- seseorang akan mendapatkan (sesuatu) sesuai
lah sisi luaq, yaitu dengan mengamati realitas dengan niatnyai' yang diriwayatkan oleh sa-
kehidupan melalui interaksi yang biasa ter- habat UmaX, merupakan salah satu hadits
jadi, dan mengaturnya dengan berpandukan utama dalam ajaran Islam. Ia juga salah satu
kepada sistem yang berlaku di masyarakat dasar-dasar agama dan banyak hukum-hukum
dan negara. yang ditetapkan dalam ajaran agama yang
Dengan diterapkannya undang-undang berbasis pada hadits ini. Selain itu, hadits ini
positif di dunia Islam, maka rasa keagamaan dianggap sebagai separuh agama. Imam Abu
umat Islam menjadi melemah, dominasi rasa Dawud berkata, "Sesungguhnya hadits ini

laa Al-Baihaqi dan ath{habrani meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat Anas bin Malih " Niat seorang mukmin lebih baik daripada
amalnya."'fetapi hadits ini dhaif, sebagaimana diterangkan oleh as-suyuthi dalam al-Jami'ash-Shaghiir Imam al-Munawi berkata,
"Hadits ini rnempun),aipanyak ialur sana!,y,pe d-+{ kedhaifannyal'
I Isr.-A.M JrLID 1

adalah separuh ajaran Islam. Karena, adakala- 'sesungguhnya Allah Mahasuci (thayyib) dan
nya agama itu berbentuk lahiriah yaitu amal tidak menerima kecuali sesuatu yang suci
perbuatan, dan adakalanya juga berbentuk (thoyyib)l dan juga hadits 'Di antara tanda
batiniah yaitu niat." baiknya keislaman seseorang adalah dia me-
Hadits ini juga dianggap sebagai seper- ninggalkan perkara yang tidak memberinya
tiga ilmu. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad kemanfaatan.' Kemudian dia berkata, 'Setiap
menegaskan bahwa di dalam hadits innamal satu hadits dari empat hadits ini merupakan
a'moqlu bin-niyaat terdapat sepertiga ilmu' seperempat ilmu."'1as
Imam al-Baihaqi dan juga yang lain berkata, Atas dasar ini semua, maka pembahasan
"Penyebabnya adalah pekerjaan manusia ada- niat menjadi prioritas dalam agama. Dia juga
kalanya dengan hati, lisan, dan juga dengan menjadi dasar ilmu yang penting bagi setiap
anggota badan. Niat adalah salah satu [pe- manusia. Karena dalam pembahasan niat ter-
kerjaan) yang dilakukan oleh salah satu dari dapat pembahasan aturan, keterangan, dan
tiga hal tersebut." Imam asy-Syafi'i berkata, juga peringatan. Menerangkan aturan niat
"Dalam hadits ini terkandung tuiuh puluh bab akan memudahkan orang yang beribadah
pembahasan fiqihJ'Oleh sebab itu, para ulama untuk mengetahui cara yang paling shahih
menganggap sunnah memulai sebuah kitab dan selamat dalam mengerjakan ibadahnya.
dengan pembahasan niat ini, dengan maksud Dengan mengetahui niat, maka seseorang
untuk mengingatkan para penuntut ilmu su- dapat mengetahui cara membedakan antara
paya membetulkan niatnya. Sehingga, dalam pet'kara yang halal dan haram. Begitu juga, dia
menuntut ilmu, melakukan kebajikan baik akan mengetahui perkara yang menyebabkan
untuk dirinya, umatnya dan juga negaranya, dosa dan perkara yang menghasilkan pahala'
adalah hanya karena Allah SWT. Oleh sebab Dia juga akan tahu batasan minimal dalam
itu juga, para ulama menetapkan bahwa kai- menuntut ilmu. Karena, suatu ibadah tidak
dah al-umur bi maqashidiha (segala sesuatu akan sah jika tidak dengan niat, dan hukum
adalah bergantung kepada tujuannya) meru- setiap perbuatan seperti akad atau faskh iuga
pakan sepertiga ilmu. tergantung kepada bentuk niat; jika niatnya
Sekelompok ulama mengatakan bahwa dibenarkan oleh agama, maka perbuatan ter-
hadits innamal a'mqalu bin'niyaat adalah se- sebutboleh dan shahih. Namun apabila niatnya
perempat ajaran Islam. Abu Dawud berkata, tidak dibenarkan oleh agama, maka perbuatan
"Saya perhatikan hadits-hadits Musnad, dan tersebut rusak dan batal.
saya dapati bahwa jumlahnya adalah empat Apakah yang dipertimbangkan dalam me-
ribu hadits. Kemudian saya perhatikan lagi, lakukan akad; tujuan, dan sisi batiniahnya
dan saya temukan bahwa perbincangan em- atau lafal yang diucapkan dan sisi lahiriahnya?
pat ribu hadits tersebut berkisar di antara Apakah tujuan yang jelek menyebabkan akan
empat hadits, yaitu hadits riwayat Nu'man bin menjadi batal atau tidak? Untuk menjawab
Basyir;'Perkara halal adalah jelas dan perkara pertanyaan ini, kita perlu membahas masalah
yang haram juga jelas;' hadits Umarl 'Sesung- dzara'i'.
guhnya segala perbuatan adalah tergantung Pembahasan niat ini akan mencakup be-
kepada niatnya;' hadits riwayat Abu Hurairah, berapa pembahasan Yaitu:

1as As-Suyuth i, o I - Asybah w an-N azha' ir, hlm. B


FIQIH ISLAM IILID 1
I
I

7. Hakikat niat atau definisi niat. perkara-perkara mubah. Hanya Allah-lah Dzat
2. Hukum niat [kewajiban niat), dalil-dalil Yang memberi pertolongan kepada jalan yang
yang mewajibkannya, dan kaidah-kaidah lurus.
syara' yang berhubungan dengannya.
3. Tempat niat. A. HAKIKAT NIAT ATAU DEFINISI NIAT
4. Waktu niat.
tj.
Kata [a;Jl)
dalam bahasa Arab berarti
5. Cara niat. mengingini s6suatu dan bertekad hati untuk
6. Ragu dalam niat, berubah niat, meng- mendapatkannya.la6 Al-Azhari mengatakan bah-
gabungkan dua ibadah dengan satu niat. wa kalimat [trr!r;) artinya adalah 'semoga
7. Tujuan niat dan faktor-faktornya. Allah menjagamu.' Orang Arab juga sering
B. Syarat-syarat niat. berkata (l\r lri) dengan maksud'semoga Allah
9. Niat dalam ibadah. menemanimu dalam perjalanan dan menjaga-
10. Niat dalam akad. mu.' Dengan kata Iain [aiJt) berarti kehendak
11. Niat dalam/askh. atau [.l-;ji), yaitu yakinnya hati untuk mela-
L2, Niat dalam perbuatan yang dituntut oleh kukan sesuatu dan kuatnya kehendak untuk
agama untuk ditinggalkan (at-turuk). melakukannya tanpa ada keraguan. Sehingga
13. Niat dalam perkara-perkara mubah dan (tD aan menginginkan sesuatu t..,1r,.iir i;r111 ,ar-
adat kebiasaan. lah sinonim. Kedua kata tersebtt-sama-sama
1,4. Niat dalam perkara-perkara yang lain. digunakan untuk menunjukkan pekerjaan yang
sedang terjadi maupun yang akan terjadi.
Para ahli hadits dan pakar fiqih telah Sebagian pakar bahasa membedakan arti
banyak melakukan pembahasan masalah niat. antara tata 1.!r1 dengan kata [lFl). Kata
Namun, pembahasan tersebut terpisah-pisah 1a!11 aigunakan untuk menunjukkan keingin-
dalam berbagai bab dan permasalahan. Saya an yang berhubungan dengan perbuatan yang
tidak menemukan kitab lengkap yang mem- sedang dilakukan, sedangkan t<ata 1pFl) ai-
bahas masalah hukum dan bentuk niat selain gunakan untuk menunjukkan keinginan yang
kitab Nihayatul Ahkamfi Bayani Ma li an-Niyoh berhubungan dengan perbuatan yang akan
min Ahkam karya Ahmad Bik al-Husaini, yang dilakukan. Tetapi, pembedaan makna ini di-
dicetak pada tahun 1320 H/L903 M oleh per- tentang oleh para ulama, karena dalam ki-
cetakan al-Amiriyyah, Mesir. Namun, buku tab-kitab yang.membahas bahasa (kutub al-
ini hanya membahas masalah niat perspektif tughah) kata 1o!t) seringkali hanya diartikan
madzhab Syafi'i saja dan hanya membahas niat dengan (fFl)
dalam beberapa bab ibadah saja. Adapun menurut istilah syara' 1a!t) aaa-
Oleh sebab itu, saya merasa terdorong lah tekad hati untuk melakukan amalari fardhu
untuk menulis permasalahan seputar niat de- atau yang lain. Niat juga dapat diartikan de-
ngan rancangan bab yang telah saya uraikan ngan keinginan yang berhubungan dengan pe-
di atas, supaya para pembaca mengetahui kerjaan yang sedang atau akan dilakukan. Atas
teori niat ini secara lebih menyeluruh, baik dasar ini, maka setiap perbuatan yang dilaku-
dalam masalah ibadah, muamalah, ahwal asy- kan oleh orang yang berakal, dalam keadaan
syakhshiyyah, at-turuk, dan juga niat dalam sadar dan atas inisiatif sendiri, pasti disertai

146 An-N"rvrr,rli,at-Majmu', jllid 1, hlm 360 dan seterusnya; lbnu Nuiaim, al-Arybohwan-Nazha'ir,Damaskus: Darul Fikr, hlm.24,
FtqLH ISl,{.M JITID I

dengan niat baik perbuatan tersebut berke- lainkan ia berhubungan dengan hukum natu-
naan dengan ibadah maupun adat kebiasaan. ral (al-hukm al-wadh rl, yaitu hukum-hukum
Perbuatan yang dilakukan oleh orang mukal- yang berupa sebab, syarat, penghalang, atau
Ial tersebut merupakan objek yang menjadi hukum shahih, fasid.,'azimah, atau rukhshah.
sasaran hukum-hukum syara' seperti waiib, Sehingga, merusak harta orang lain menjadi
haram, nadbf sunnah, makruh, dan mubah. sebab wajibnya mengganti kerusakan terse-
Adapun perbuatan yang tidak disertai but, baik yang melakukan kerusakan itu anak
dengan niat, maka dianggap perbuatan orang kecil maupun orang dewasa, orang berakal
yang lalai, tidak diakui, dan tidak ada sangkut maupun orang gila.
pautnya dengan hukum syara'. Apabila satu Apabila kita perhatikan lagi, maka kita
perbuatan dilakukan oleh orang yang tidak dapati bahwa makna niat dalam puasa adalah
berakal dan tidak dalam keadaan sadar seper- keinginan secara umum (al-iradah al-kulli-
ti dilakukan oleh orang gila, orang yang lupa, Wah), dan hal ini merupakan makna niat se-
orang yang tidak sengaja, atau orang yang di- cara umum. Sehingga, niat puasa dari malam
paksa, maka perbuatan tersebut tidak diakui hari tetap dianggap sah, dan niat puasa tidak
dan tidak ada kaitannya dengan hukum-hu- disyaratkan harus berbarengan dengan awal
kum syara' yang telah disebut di atas. Kare- memulai puasa, yaitu sewaktu menyingsing-
na, perbuatan tersebut tidak disertai dengan nya fajar. Sehingga kalau seandainya ada orang
niat, dan perbuatan tersebut tidak diakui oleh yang niat pada malam hari kemudian makan
syara' dan tidak ada kaitannya dengan tun- lalu puasa, maka sah puasanya. Adapun se-
tutan fthalab) atau tawaran untuk memilih lain puasa, yaitu ibadah-ibadah yang menun-
(takhyir). tut niat, harus dibarengkan dengan awal per-
Apabila perbuatan tersebut termasuk buatan supaya sah, Maka dalam melakukan
adat kebiasaan seperti makan, minum, berdiri, niat tersebut, seseorang harus melakukannya
duduk, berbaring berjalan, tidur; dan sebagai- dengan nyata (tahqtqan), yaitu memunculkan
nya yang dilakukan oleh orang berakal, dalam keinginan berbarengan dengan awal perbuat-
keadaan sadar dan tanpa niat, maka perbuat- an. Inilah yang dimaksud dengan niat sebagai
an tersebut dihukumi boleh, jika tidak diba- rukun ibadah seperti wudhu, mandi wajib, ta-
rengi dengan perbuatan yang dilarang atau yamum, shalat, puasa, zakat, dan haji, sebagai-
yang diwajibkan. Dan juga, perbuatan tersebut mana pendapat ulama-ulama madzhab Syafi'i.
diakui/dinilai oleh syara'. Begitu juga dengan niat-niat akad dan
Mungkin ada yang bertanya mengapa faskh yang berbentuk ungkapan majaz (kina-
wudhunya orang yang lupa menjadi batal; yah), niat dalam akad seperti itu harus nyata
orang gila atau anak kecil diwajibkan meng- (tahqiq), yaitu munculnya niat harus ber-
ganti benda-benda yang dia rusak, dan meng- barengan dengan lafal akad yang berbentuk
apa orang yang tidak sengaja melakukan pem- kinayah, atau berbarengan dengan penulisan
bunuhan, memotong anggota badan orang atau berbarengan dengan isyarat orang bisu
lain, menghilangkan fungsi pendengaran dan yang dapat dipahami oleh orang yang menge-
penglihatan, menampar atau menyebabkan tahuinya. Begitu iuga dalam masalah penge-
bergesernya sendi tulang diwajibkan mem- cualian (al-istitsna) dalam ikrar dan talah
bayar denda (diyat)? Ketiga kasus ini tidak syarat (ta'liq) talak dengan menggunakan ka-
ada hubungannya dengan hukum syara', me- limah "insya Allah," maka niatnya harus ber-
FIQIH ISt"A.M )ILID 1

bentuk niat yang nyata-nyata (tahqiq) mun- oleh Al-Qur'an tetapi tidak menggunakan kata
cul di hati sebelum selesai mengucapkan kata il'Jt), metainkan menggunakan kata-kata lain
1

yang dikecualikan. yang mempunyai makna hampir sama.


Kesimpulan dalam pembahasan hakikat Ulama yang membedakan antara kata an-
niat adalah sebagaimana yang dikatakan oleh niyah, al-iradah, abqashdu dan lain-lain lagi
Ibnu Rajab al-Hambali. Ketahuilah, sesung- bermaksud mengkhususkan kata an-niyah un-
guhnya niat menurut arti bahasa adalah satu tuk menunjukkan makna yang pertama yang
bentuk dari keinginan. Meskipun ada yang biasa dipakai oleh ulama fiqih. Namun, ada juga
membedakan antara kata iradah, qashd, niyah, ulama yang mengatakan bahwa an-niyah ada-
dan'azom, namun bukan di sini tempat untuk lah khusus untuk yang dilakukan oleh orang
membahasnya. Menurut ulama niat mempu- yang berniat sedangkan kata al-iradah lebih
nyai dua makna. Pertama, untuk membeda- umum dan tidak dikhususkan untuk apa yang
kan antara satu ibadah dengan ibadah yang dilakukan oleh orang yang berniat saja. Con-
lain, seperti untuk membedakan shalat Zhu- tohnya adalah "manusia ingin (yuriduJ Allah
hur dengan shalat Ashaf, untuk membedakan mengampuni dosanyai' untuk mengungkapkan
antara puasa Ramadhan dengan puasa yang kalimat ini tidak digunakan kata an-niyah.
lain, atau untuk membedakan antara ibadah Sebagaimana sudah saya terangkan bahwa
dengan adat kebiasaan seperti untuk mem- kata an-niyah dalam sabda Rasul dan ucapan-
bedakan antara mandi wajib dengan mandi ucapan ulama salaf menunjukkan kepada arti
untuk menyegarkan atau membersihkan ba- yang kedua. Sehingga, ia juga mempunyai arti
dan. Makna niat seperti ini adalah yang paling al-iradah. Oleh sebab itu, dalam Al-Qur'an kata
banyak dijumpai dalam kitab-kitab fiqih. al -iradah sering digunakan.
Kedua, untuk membedakan tujuan me-
lakukan suatu amalan, apakah tujuannya
B. HUKUM NIAT (KEWAJTBAN NIAT),
adalah karena Allah saja atau karena Allah
DALIL-DALIL YANG MEWAJIBKANNYA
dan juga lain-Nya. Ini adalah maksud niat
DAN KAIDAH.KAIDAH SYARA' YANG
yang dibincangkan oleh para al-Arifun (ahli
BERHUBUNGAN DENGANNYA
ma'rifat) dalam kitab yang membahas masalah
Hukum niat menurut jumhur fuqahalaT
ikhlas. Makna ini juga yang banyak dijumpai
(selain madzhab Hanafi) adalah wajib apa-
dalam ucapan ulama-ulama salaf. Imam Abu
Bakar bin Abid Dunya mengarang sebuah bila perbuatan yang dilakukan itu tidak sah
jika tanpa niat seperti wudhu, mandi fselain
kitab dengan judul Kitab al-lkhlaash wan-
Niyah, dan yang dimaksud dengan an-Niyah
memandikan mayat), tayamum, berbagai
macam shalat, zakat, puasa, haji, umrah dan
dalam kitab tersebut adalah niat dengan mak-
sebagainya.
na yang kedua ini. Makna kedua ini juga yang
berulangkali dimaksudkan oleh Rasulullah Namun apabila sahnya perbuatan yang
saw. dalam sabda-sabdanya. Kadang-kadang dilakukan itu tidak tergantung dengan niat,
beliau menggunakan kata ({Jt) , (;;ljYt) dan maka hukum berniat adalah sunnah, seperti
kadang menggunakan kata yang sdmakna. ketika mengembalikan barang yang di-gashab
Makna yang kedua ini juga banyak disebut [dimanfaatkan tanpa izin oleh yang memili-

Ad-Dardir, asy-Syarhul Kabir,iilid 1, hlm.93 dan setelahnya; an-Nawawi, al-Majmu', jilid 1, hlm 361 dan seterusnya; Mughnil
Muhtaj, iilid 1.. hlm 47 dan setelahnya; al-MuhadzdzaD, iilid 1, hlm 14 dan setelahnya; al-Mughni, iilid 1, hlm 110 dan setelahnya;
Kasysyaful Qinai jilid 1, hlm 94-107; al-Husaini,.Ahkamun Niyah,hlm.l0,76,78 dan setelahnya.
-t

Pengantal llmu Flqlh FtqLH Isr-AM frrrD 1

kinya), ketika melakukan perbuatan yang mu- Dalil lainnya adalah hadits yang disepaka-
bah semisal makan minum, dan juga ketika ti keshahihannya oleh Imam al-Bukhari, Imam
meninggalkan perbuatan-perbuatan yang di- Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i,
Iarang (at-turuk) seperti meninggalkan p erkara Ibnu Majah, Imam Ahmad yang bersumber
yang diharamkan dan perkara yang makruh. dari sahabat Umar ibnul Khaththab r.a. dia
Karena apabila niat dilakukan, maka hal itu berkata, "Saya pernah mendengar rasulullah
akan menyia-nyiakan waktu dan terhalang saw bersabda,'
untuk melakukan perbuatan yang lebih ber-
manfaat.
Ulama madzhab Hanafila8 berpendapat, ,s j u urt ,F *ti it;lr *l
-tisq
bahwa niat adalah disunnahkan ketika berwu-
dhu, mandi dan perbuatan-perbuatan lain
yang menjadi pembuka lwasilah) untuk sha-
il;*r;,; *^ ;'li';*
uG i;,
lat, supaya mendapatkan pahala. Namun, niat )i
t-{*;:qu.;'a,UG ,,,t ,^)-r, it
adalah syarat sah shalat sebagaimana yang
ditetapkan juga oleh madzhab Maliki dan 4\ -16 6 ,-)ti'fu t*;*.;i/t
Hambali. 'sesungguhnya (sahnya) amal-amal per-
Penjelasan lebih lanjut mengenai masa- buatan adalah hanya be.rgantung kepado niat-
lah ini akan diterangkan pada bab "Niat dalam nya, dan sesungguhnya setiap seseorang hanya
Ibadah." Hal ini sebagaimana diketahui bahwa akan mendapatkan apa yang diniatinya. Ba-
ulama telah bersepakat untuk menetapkan rangsiapa hijrahnya adalah karena Allah SWT
bahwa niat untuk shalat adalah wajib, supaya dan Rasul-Nya, maka hijrahnya dicatat Allah
antara ibadah dengan adat kebiasaan dapat SWT dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hiirah-
dibedakan, dan supaya keikhlasan dapat di- nya karena untuk mendapotkan dunia atau
realisasikan dalam shalat. Karena, shalat ada- (menikahi) wanita, moka hiirahnya adalah
Iah ibadah dan maksud ibadah adalah meng- (dicatat) sesuai dengan tuiuan hiirahnya ter-
ikhlaskan amal dengan menggunkan semua sebltL"
daya upaya orang yang ibadah (al-'abid) hanya
untukAllah SWT. Imam an-Nawawi mengatakan bahwa ini
Dalil wajibnya niat banyak sekali, di anta- adalah hadits yang agung dan merupakan sa-
ranya adalah firman Allah SWT, lah satu hadits utama yang meniadi sumber
"Padahal mereka hanya diperintah me' ajaran-ajaran Islam. Bahkan, hadits ini adalah
nyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya hadits yang paling agung dari hadits-hadits
semata-mata karena (menialankan) agama, tersebut yang jumlahnya adalah empat puluh
dan juga agar melaksanakan shalat dan me- dua hadits.
nunaikan zakat; dan yang demikian itulah Yang dimaksud dengan amal-amal per-
qgama yang lurus (benar)." (al'Bayyinah: 5) buatan (al-a'ma[)dalam hadits tersebut adalah
amal ketaatan dan amalan syara'bukan amal/
Imam al-Mawardi mengatakan bahwa kata perbuatan mubah. Hadits di atas menunjukkan
al-ikhlaash biasa digunakan oleh orang Arab bahwa niat adalah syarat ibadah. Karena, kata
untuk menunjukkan arti an'niyah. innama di awal hadits menunjukkan kata 'ha-

1aB Ad-Durrul Mukhtar, jilid 1, hlm 98 dan setelahnya; ol-Bada'i',iilid,1 hlm. 17; Tabylnul Haqa'iq, iilid 1, hlm.99.
Y
i
FIqLH IST"AM JILID 1 Pengantar llmu Flqih

nya' yang berarti mengukuhkan kedudukan amalan adalah bergantung kepada niat. Se-
kata yang disebut setelahnya (yaitu an-niyah) hingga, niat adalah syarat bagi sempurnanya
dan menafikan yang lainnya. Yang dimaksud amalan supaya mendapatkan pahala.
al-a'mal di sini bukanlah bentuk sisi luar amal Ungkapan "innqma likullimri'in ma nawa
tersebut. Karena, bentuk sisi luar tersebut fdan sesungguhnya setiap seseorang hanya
tetap wujud meskipun tanpa niat. Maksud akan mendapatkan apa yang diniatinya)" me-
hadits tersebut adalah hukum suatu amal nunjukkan dua perkara.
tidak akan ada tanpa adanya niat. Dengan Pertama, Imam al-Khaththabi mengata-
kata lain, amal-amal syar'i tidak akan diakui kan bahwa ungkapan ini memberikan makna
tanpa ada niat seperti amalan wudhu, mandi, yang berbeda dari ungkapan yang pertama
tayamum, shalat, zakat, puasa, haji, i'tikaf, dan (innamal a'malu bin-niyaat), yaitu makna ke-
ibadah-ibadah lainnya. Adapun membuang harusan menentukan suatu bentuk amalan
najis, maka tidak memerlukan niat. Karena, dia tertentu (ta'yin an-niyah) ketika berniat. Imam
termasuk pekerjaan meninggalkan, dan amal- an-Nawawi mengatakan bahwa menentukan
an meninggalkan (at-tarku,/ tidak memerlukan suatu bentuk ibadah tertentu ketika berniat
niat. (ta'yin al-'ibodah al-manwiyyah) merupakan
Pada ungkapan innamal a'malu binniyaat
" syarat bagi sahnya ibadah tersebut. Kalau se-
(Sesungguhnya amal-amal perbuatan adalah seorang melakukan shalat qadha, maka dia
hanya bergantung kepada niatnya) dalam ha- tidak cukup berniat melakukan shalat yang
dits di atas, terdapat kata yang disembunyi- terlewat, melainkan dia harus menentukan
kan. Namun, ulama berbeda pendapat dalam apakah shalat tersebut Zhuhun Asharl atau
menentukan kata tersebut. fumhur ulama se- yang lainnya. Kalau seandainya ungkapan yang
lain madzhab Hanafi-yaitu ulama-ulama kedua ini (innama likullimri'in ma nawa) tidak
yang mensyaratkan niat-mengatakan bahwa ada dalam hadits, maka niattanpata'yin sudah
kata tersebut adalah kata yang menunjukkan cukup, sebagaimana yang ditunjukkan oleh
arti sah. Sehingga, maksud ungkapan di atas ungkapan yang pertama dalam hadits.
adalah sahnya amalan adalah bergantung ke- Kedua, ungkapan ini juga menunjukkan
pada niat. Sehingga, niat adalah syarat sah. bahwa penggantian dalam masalah ibadah dan
Oleh sebab itu, amalan-amalan yang masuk mewakilkan dalam masalah niat adalah tidak
kategori pengantar/perantara (wasilah) se- boleh. Namun, ada beberapa ibadah yang di-
perti wudhu, mandi dll. tidak akan sah tanpa kecualikan, yaitu dalam masalah membagikan
adanya niat. Begitu juga dengan amalan-amalan zakat kepada orang yang berhak dan dalam
yang masuk kategori tujuan (maqashid) seperti masalah penyembelihan hewan korban. Dalam
shalat, puasa, haji, dll.. kedua ibadah ini boleh melakukan perwakil-
Sementara itu, ulama madzhab Hanafi- an baik dalam niat, penyembelihan, maupun
yang tidak mensyaratkan niat dalam amalan- pembagian, meskipun orang yang mewakilkan
amalan kategori wasilah-mengatakan bahwa mampu melakukan niat sendiri. Begitu juga
kata yang disembunyikan tersebut adalah kata boleh mewakilkan pembayaran utang.lae
yang menunjukkan arti sempurna. Sehingga, Sebab munculnya hadits ini ini adalah
arti ungkapan di atas adalah sempurnanya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam

14e An-N"*"*i,al-Majmu',jilid1,hlm361
danseGrusnya; Syarhal.Arba'inan-Nawawltyah,hlm.5-7;lbnuDaqiqal-Aid,hlm. 13-14.

li:t
fl *tt fiif
PonemarrhuFrqrh .. di:; FIQIH ISLAM JILID 1

\;';''
ath-Thabrani dalam al-Mu'iamul Kabir dengan maksiatan, kemudian dia tidak melaku-
sanad tsiqah hingga Ibnu Mas'ud r.a. yang kannya atau tidak mengucapkannya, maka
menceritakan bahwa ada lelaki yang mela- dia tidak berdosa."1s0 Hal ini berdasarkan
mar perempuan yang bernama Ummu Qais. sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan
Namun, perempuan tersebut tidak mau me- oleh imam hadits yang enam dari Abu
nikah dengan Ielaki itu, kecuali kalau lelaki Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw.
itu mau berhijrah. Maka, lelaki tersebut ke- bersabda,
mudian berhijrah dan akhirnya dia menikahi
perempuan tersebut. Kami pun menjuluki.le-
laki tersebut dengan Muhaiir Ummi Qais. :d'; b #,!.)i* Ja ar ,it toi

:'F tl:8 ?t
-
Kesimpulannya adalah, hadits ini menun- t-6rjl
jukkan beberapa perkara.
" Sesungguhnya Allah SWT mengampuni
a. Suatu amalan tidak diakui oleh syara'se-
umatku dari apa saja yang terbetik dalam
hingga ada hubungan dengan masalah
hatinya, selagi belum terucap atau belum
dosa dan pahala, kecuali apabila disertai
terlaksanai'
dengan niat.
b. Menentukan (ta'yin) amalan yang diniati d. Keikhlasan dalam beribadah dan dalam
secara tepat dan menjelaskan perbeda- melakukan amalan-amalan syara' adalah
annya dengan amalan-amalan yang lain, asas bagi mendapatkan pahala di akhirat,
merupakan syarat dalam niat. Oleh sebab kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia.
itu, tidaklah cukup niat melakukan shalat Dalilnya adalah sebagaimana yang dite-
secara umum, melainkan harus ada pe- gaskan oleh Imam az-Zaila'i bahwa orang
nentuan shalat Zhuhur; Ashaf, atau Shu- yang melakukan shalat membutuhkan
buh misalnya. Ini adalah kesepakatan se- niat yang ikhlas.
mua ulama. e. Semua amal yang bermanfaat, atau pe-
c. Barangsiapa berniat melakukan amal sa- kerjaan yang mubah, atau meninggalkan
leh, kemudian ada sesuatu yang mengha- sesuatu yang dilarang apabila disertai
langinya untuk merealisasikan niatnya dengan niat yang baik dan dimaksudkan
itu seperti sakit atau mati, maka dia te- untuk melaksanakan perintah Allah, di-
tap mendapatkan pahala. Karena, orang anggap ibadah dan akan mendapatkan
yang mempunyai kehendak untuk me- pahala dari Allah.
lakukan kebajikan kemudian dia tidak f. Apabila tujuan ketika mengerjakan se-
bisa melakukannya diberi pahala satu suatu adalah untuk disenangi orang, su-
kebajikan. Dan barangsiapa berkehendak paya terkenal atau untuk mendapatkan
melakukan kejelekan namun dia tidak kemanfaatan duniawi sebagaimana yang
jadi melakukannya, maka dosa tersebut dilakukan oleh Muhajir Ummi Qais, maka
tidak dicatat. Imam as-Suyuthi berkata, orang yang melakukannya tidak akan
"Barangsiapa bertekad melakukan ke- mendapat pahala di akhirat.

As-Suyuthi, ol-A sybah wa n - N azha'ir, hlm. 29'


-
ISIAM JrLrD l

PENDAPAT MADZHAB HANAFI DAIAM kukan puasa wajib yang lain atau berniat
MASALAH TA'YIN AL-MANW! (MENENTUKAN melakukan puasa sunnah. Dan apabila
SECARA JETAS AMALAN YANG DtNtATl) orang yang puasa tersebut dalam safar
Madzhab Hanafiisl membagi masalah ta1 (perjalanan), maka apabila dia berniat
yin al-manwi secara lebih terperinci, yaitu se- melakukan puasa wajib selain Ramadhan.
bagai berikut. Maka, puasanya dihukumi sesuai dengan
a. Apabila amalan yang diniati itu termasuk apa yang diniati, sehingga tidak dianggap
amalah ibadah dan waktunya luas, cukup sebagai puasa Ramadhan. Apabila orang
untuk melakukan ibadah tersebut dan tersebut niat puasa sunnah, maka ada dua
juga ibadah lain, maka ta'yin tersebut riwayat dan yang shahih adalah puasanya
wajib dilakukan seperti dalam shalat de- dihukumi puasa Ramadhan.
ngan cara menyebutkan shalat Zhuhur. c. Apabila waktu ibadah tersebut diperseli-
Dan apabila ditambah dengan kata hari ini sihkan, seperti waktu haji yang di satu sisi
(al-yaum) sehingga menjadi zuhrul yaum hampir sama dengan ibadah yang waktu-
(zhuhur hari ini) hukumnya adalah sah. nya sempit, karena dalam satu tahun haji
Batasan ta'yin yang dibenarkan adalah hanya sah sekali saja, dan pada sisi lain ia
sekiranya seseorang ditanya shalat apa- seperti ibadah yang waktunya luas apa-
kah yang dikerjakan. Maka, dia dapat bila memerhatikan bahwa amalan-amalan
menjawabnya tanpa berpikir panjang. Ke- haji adalah lebih singkat apabila diban-
wajiban ta'yin dalam shalat ini tidaklah ding dengan waktu yang disediakan, maka
gugur akibat waktunya sudah sempit. ibadah seperti ini sah dilakukan hanya
b. Apabila waktu ibadah adalah bersamaan dengan niat yang mutlak karena memper-
dengan ibadah yang dilakukan, sehingga timbangkan sisi waktunya yang sempit.
tidak mungkin melakukan ibadah yang Namun apabila orang yang melakukan
sama dalam waktu yang sama seperti berniat melakukan sunnah, maka hajinya
puasa di hari Ramadhan-dengan kata dihukumi sesuai dengan niatnya, karena
lain ibadah yang waktunya sempit-ma- mempertimbangkan sisi waktunya yang
ka ta'yin tidaklah menjadi syarat, jika me- luas.
mang orang yang puasa tersebut sehat
dan dalam keadaan mukim. Sehingga, dia KAIDAH.KAIDAH UMUM SYARA' YANC
sah hanya dengan niat puasa secara mut- BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH NIAT
lak atau niat puasa sunnah (jika memang Para ulama meneliti hadits Umar "innamal
puasanya sunnah). Karena, membatasi a'maalu bin-niyaat'dan membuat tiga kaidah
(tayin) sesuatu yang sudah terbatas yang bersumber dari hadits ini. Para mujtahid
(mu'ayyan) dianggap perbuatan main- dan imam madzhab menggunakan tiga kaidah
main. Apabila orang yang puasa tersebut ini untuk membangun dasar-dasar madzhab
sakit, maka ada dua riwayat. Yang shahih mereka, dan juga untuk menyimpulkan [rstin-
adalah yang menetapkan bahwa puasa bath) hukum-hukum fiqih furu'iyyah.1sz Tiga
orang tersebut dianggap sebagai puasa kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
Ramadhan, meskipun dia berniat mela-

Ibnu an-Nuiaim, al-Asybah wan Nazho'ir, Damasykus: Darul Fikf hlm. 25.

TM#:
Pengantar llmu Flqlh FIQIH ISLAM IILID 1

7. (:9t !r +ri y); Sebagaimana yang telah saya terangkan,


menurut jumhur ulama niat adalah wajib
z. (t;y6)irli) aan
baik dalam ibadah yang termasuk kategori
3. G,_;(rl[it, G.dL yd_,rat *p.Iii1 pengantar (wasilah) maupun kategori tujuan
(maqashid). Namun bagi ulama Hanafi, niat
Katdah peftama:(?q! ll.qt-i 17 rtaak adalah syarat kesempurnaan bagi ibadah-
Ada Ganjaran kecuali dengAn Adanya Niat ibadah yang termasuk kategori pengantar
Sebagaimana telah diterangkan, niat ada- (wasilah) seperti wudhu dan mandi. Adapun
lah syarat dalam ibadah. Hal ini berdasarkan untuk ibadah yang termasuk kategori tujuan
ijma, ayat Al-Qur'an yang artinya, (moqashid) seperti shalat, zakat, puasa, dan
haji, maka niat dianggap sebagai syarat sah.
:;fiii1411<8g4n'i;-JYtfr (' Maksud dari kaidah di atas adalah, semua
amalan syara'tidak akan mendapatkan pahala
jika tanpa ada niat. Ibnu Nujaim al-Mishrilsa
ffi't?'!)qd1f1t\31J1):5n#i berkata "Balasan ada dua macam: pertama
"Padahal mereka hanya diperintah me-
nyembah Allah, dengan ikhlas (mukhlishin) me' adalah balasan di akhirat yang berupa pahala
naati-Nya semata-mata karena (menialankan) dan siksa, dan kedua adalah balasan di dunia
agqma, dan juga agar melaksanakan shalatdan
yang berupa kesehatan dan kerusakan. Yang
menunaikan zakat; dan yang demikian itulah dimaksud ganjaran (ats-tsawab) dalam kaidah
agama yang lurus (benor)." (al-Bayyinah: 5) di atas adalah ganjaran akhirat. Karena, ulama
bersepakat bahwa tidak akan ada pahala dan
Ibnu Nujaim al-Hanafi berkata, "Pendapat siksa jika tidak ada niat. Dengan demikian,
yang pertama adalah lebih tepat, karena mak- maka bentuk ganjaran dunia tidak termasuk
na ibadah dalam ayat tersebut adalah tauhid yang dimaksudkan dalam kaidah tersebut. Ka-
karena adanya qarinah (petunjuk) bersam- rena, arti pertama sudah memenuhi tuntutan
bungnya ('athafl shalat dan zakat. Niat tidak kata dalam kaidah tersebut, sehingga tidak
disyaratkan dalam wudhu, mandi, membasuh memerlukan arti yang lain.
khuf, menghilangkan najis dari baju, badan,
tempat, dan bejana. Adapun dalam tayamum, Kaidah kedua: $yu..jilil
segata
sesuatu adalah berdasarkan kepada
niat tetap disyaratkan dengan alasan yang maksudnya
akan diterangkan nanti. Hal ini karena maksud
Maksud dari kaidah ini adalah, sesungguh-
niat adalah berkeinginan (ol-qashdu). Ada-
nya ketetapan hukum-hukum syara'bagi amal
pun memandikan mayat, maka para ulama
perbuatan manusia baik yang berupa ucapan
mengatakan bahwa niat tidak disyaratkan bagi
atau tindakan adalah mengikuti maksud dan
sahnya menshalati mayat tersebut dan bagi
tujuan orang yang melakukan tindakan ter-
kesuciannya, melainkan ia hanya syarat bagi
sebut, bukannya sisi lahiriah amal perbuatan
menggugurkan kewajiban dan tanggungan
tersebut.
orang mukalaf.ls3

152 Drlr. kaiian fiqih terdapat lima kaidah fiqih yang di dalamnya mencakup berbagai permasalahan fiqhiyyah. Kelima kaidah terse-
but adalah, l7l Al-Umur bi Maqashidiha; l2l adh-Dharar Yuzal; 13) al-Adah Muhakkamah; 14) al-Yaqin lo Yazulu bi asy-Syakk; 15)
a I - M a sya qqa h Taj li b at-Ta i s i r.
153 Ibnu an-Nujaim, at-Asybah wan-Nazha'ir, Damaskus: Darul Fikr, hlm. 14.
rsa rbid..

r.
'q',,
'',: ;! 'rli;': ,i"ll:.i
"j#''
, ri.,
!,. t!l:':!':
,|;,\|
i

, ,
-r
I
FIqLH ISTAM JILID I
I

i
Sumber utama kaidah ini adalah hadits Qadhi Khan yang bermadzhab Hanafi
yang telah diterangkan sebelum ini, yaitu ha- dalam kitab Fatawa-nya1s6 berkata, jika niat
dits, "innamal a'maalu bin niyaaf' dan juga orang yang menjual perasan anggur kepada
hadits-hadits lain yang serupa yang diurai- orang yang biasa membuat arak adalah ber-
kan oleh Imam as-Suyuthi dalam kitabnya.lss dagang, maka hal itu tidak haram. Namun jika
Contoh kasus-kasus yang didasarkan kepada dia berniat supaya perasan anggur tersebut
kaidah ini adalah sebagai berikut. dibuat arak, maka hal itu haram.1s7 Begitu juga
Hukuman membunuh berbeda-beda se- dengan niat menanam kurma.
suai dengan tujuan dan niat orang yang me- Hukum sikap seseorang menjauhi sauda-
lakukan tindakan kriminal tersebut. Apabila ranya selama lebih dari tiga hari juga didasar-
orang yang membunuh tersebut sengaja, ma- kan kepada niat. )ika dia memang berniat
ka dia dihukum qishash. Namun apabila dia mendiamkan saudaranya tersebut, maka ha-
melakukannya dengan tidak sengaja, maka ramlah hukumnya. Namun jika tidak ada niat
dia wajib membayar diyat. Amalan shalat se- mendiamkan, maka hal itu tidak haram.
seorang akan diterima dan diberi pahala apa- Hukum meninggalkan perhiasan dan we-
bila didasari dengan keikhlasan. Namun jika wangian (ihdod) yang dilakukan oleh perem-
dilakukan karena riyal maka shalat tersebut puan selain istri si mayit selama lebih dari tiga
tidak diterima. hari, juga didasarkan kepada. fika maksudnya
Barangsiapa mengambil barang temuan adalah karena si mayit, maka hukumnya ha-
dengan maksud untuk memilikinya, maka dia ram. fika maksudnya tidak seperti itu, maka
dihukumi sebagai orang yang ghashab, ber- hukumnya boleh.
dosa, dan juga wajib mengganti kerusakan- fika orang yang shalat membaca satu ayat
kerusakan yang berlaku. Namun jika ia meng- Al-Qur'an dengan niat menjawab pembicara-
ambil barang tersebut dengan maksud untuk an orang lain, maka batallah shalatnya. Begitu
menjaganya, maka dia boleh membawanya juga apabila orang yang shalat diberi kabar
dan dia dianggap seperti orang yang dititipi gembir kemudian dia berkata, " olhamdulillahi'
barang. Sehingga, dia tidak perlu mengganti dengan maksud mengucapkan rasa syukur;
rugi kerusakan yang terjadi, kecuali jika ke- maka shalatnya batal. Atau apabila orang yang
rusakan tersebut akibat kelalaiannya dalam shalat tersebut diberi kabar yang menyedih-
menjaga, kan, kemudian dia berkata, "Lao Haula wa laa
Apabila ada lelaki berkata kepada istrinya, Quwwata illaa billaah," dengan maksud mem-
"Pergilah ke rumah keluargamu!" dan dia ber- baca hauqalah, atau dia diberi tahu ada sese-
maksud menjatuhkan talak, maka terjadilah orang yang meninggal kemudian dia berkata,
apa yang dia maksud. Namun apabila dia tidak " lnnaa lillaahi wa innaa ilahi raaji'uun" dengan

mempunyai maksud untuk menjatuhkan talak, maksud mengucapkan istirja', maka batallah
maka talak itu pun tidak jatuh. shalatnya.

1ss As-suyuth i, al-Asybah wan Nazha'ir,hlm.7


.

156 lbnu an-Nu jaim, at-Asybah wan-N azha'ir,Damaskus: Darul Fikr, hlm. 22.
1s7 Mrdrhrb Syafi'iyyah mengatakan menjual kurma dan anggur kepada orang yang biasa membuat khamr (nabidz) dari dua bahan
tersebut adalah haram, lika memang yang menjual mengetahui hal tersebut atau mempunyai dugaan kuat. Contoh lainnya adalah
menjual senjata kepada pemberontak dan perampok, karena memang ada larangan dalam masalah ini. Tetapi, larangan terebut
tidak menyebabkan akad jual beli tersebut menjadi batal (Mughnil Muhtaj, iilid 2, hlm. 37-38J.

"d.,,
Pengantar llmu Flqlh FIQIH ISI.AM JILID

Apabila seseorang bersujud di hadapan ikra[ sewa, wasiat, talak,khul',rujuk, ilai zihar,
sultan dan dia berniat memberi hormat ke- Ii'an, sumpah, qazaf, dan asuransi (al'aimaan),
padanya, bukan dengan maksud menyembah, bila lafal akad yang digunakan berbentuk ung-
maka dia tidak dihukumi kafir. Karena, para kapan kinayah/maiaz dan orang yang meng-
malaikat diperintah Allah untuk bersujud ke- ucapkan bermaksud akad yang sebenarnya,
pada Adam. Saudara-saudara Yusuf juga ber- maka akad tersebut terjadi. Namun jika dia
sujud kepada Nabi Yusuf. berniat mengungkapkan arti sebenarnya dari
Orang yang makan hingga kenyang dan ungkapan majaztersebut, maka akadnya tidak
niatnya adalah supaya kuat puasa atau supaya terjadi.lss
tetamu mau makan dengan senang hati, hu-
kumnya adalah sunnah. Kaldah Ketlgla:(,4r'lJr-, yr;! t1'it 1i';j;i
Apabila ada seorang kafir harbi meniadi' ,,,r'"t'i lrjrr., I
yaig Dtakut datam Akad
kan seorang Muslim sebagai tameng untuk adalah Maksud dan Substanslnya, bukan
berlindung, kemudian ada seorang Muslim lain Lafal dan Bentuk Luarnya
yang mengarahkan panah ke arah mereka, jika Kaidah ini lebih khusus apabila dibanding
dia bermaksud membunuh yang Muslim maka dengan kaidah sebelumnya, karena kaidah ini
haram. Namun jika dia bermaksud membunuh berhubungan dengan jenis-jenis akad yang
yang kafir; maka tidak haram. khusus. Adapun kaidah yang kedua berhu-
fika seseorang menjadikan kitab sebagai bungan dengan semua bentuk tasharruf (akad
bantal tidur dan dia bermaksud meniaga kitab dan pengelolaan harta benda).
tersebut, maka tidak dimakruhkan. Namun Maksud dari kaidah ini adalah bentuk la-
jika tidak ada maksud untuk menjaganya, fal akad akan menyebabkan berubahnya satu
maka makruh. Apabila seseorang menanam bentuk akad ke bentuk yang lain, jika me-
pohon di pekarangan masjid dengan maksud mang hal itu dikehendaki oleh dua pihak yang
supaya teduh, maka tidak makruh. Namun jika melakukan akad. Oleh sebab itu, akad hibah
dia bermaksud untuk mendapatkan keman- yang disertai dengan syarat wajib mengganti
faatan yang lain, maka makruh. fika penulisan (syarth 'iwadh), akan berubah menjadi akad
Asma Allah dalam logam dirham dimaksud- jual beli. Umpamanya seseorang berkata,
kan supaya menjadi tanda, maka tidak mak- "Saya menghibahkan barang ini kepadamu,
ruh. Namun jika maksudnya adalah untuk dengan syarat kamu memberi saya barang se-
meremehkan, maka hal itu makruh. jumlah sekian." Hal ini karena substansi dari
fika seseorang duduk di atas peti yang di akad ini adalah jual beli. Maka, hukum yang
dalamnya ada mushaf AI-Qur'an dengan mak- berlaku juga hukum jual beli.
sud menjaganya, maka hal itu tidak dimak- Akad kafalah (menanggung utang orang
ruhkan. Namun apabila tidak ada maksud yang Iain) dengan syarat orangyang memberi utang
seperti itu, maka dimakruhkan. tidak boleh menuntut kepada orang yang su-
Dalam akad jual beli, hibah, wakal utang, dah ditanggung utangnya, maka ia menjadi
jaminan, pembebasan utang, pemindahan akadhiwalah.
utang, pembatalan akad, perwakilan, pem- Akad pemindahan utang (hiwalah) dengan
berian kekuasaan kepada pihak lain untuk syarat orang yang memberlutang mempunyai
mengambil keputusan (tafwidh al-qadha), hak untuk meminta piutangnya kepada orang

Ibnu Nuiaim, al-Asybahwan-Nazha'ir,hlm.22- 23; as-Suyuthi,al-Asybahwan-Nazha'ir, hlm,9-10'


I
lsrAM rrrrD 1

yang memindahkan utang, dan juga kepada dengan sahnya akad. Faktor eksternal tidak
orang yang dipindahkan utang kepadanya, akan merusak akad, meskipun niat dan tujuan
maka akad ini menjadi akad kafalah. dalam akad mempunyai tanda dan indikasi
Akad pinjaman dengan syarat ada ganti, yang jelas.
maka menjadi akad sewa. Keterangan ini menunjukkan bahwa ma-
Menurut madzhab Hanafi, sebagian besar dzhab Syafi'i dan Hanafi tidak menggunakan
hukum-hukum dalam akad jual beli al-wafa' konsep saddudz dzari'ah dalam masalah jual
[yaitu orang yang sedang dalam keadaan bu- beli al-ajal dan jual beli al-'iinah. Umpamanya
tuh menjual bangunan miliknya untuk men- adalah seseorang menjual barang dengan har-
dapatkan uang, dengan syarat apabila orang ga sepuluh dirham yang akan dibayar dalam
tersebut sudah mampu mengembalikan se- jangka masa sebulan, kemudian orang terse-
jumlah uang yang didapat kepada orang yang but (yang menjual) membelinya dengan harga
membeli, maka bangunannya tersebut akan lima dirham sebelum habis satu bulan. Dalam
kembali menjadi miliknya) adalah mengam- menanggapi masalah ini, asy-Syafi'i melihat
bil dari akad gadai (ar-rahn). Karena, memang sisi bentuk jual belinya dan menghukuminya
akad gadailah yang dimaksudkan oleh kedua berdasarkan sisi lahiriahnya. Sehingga, me-
belah pihak. reka menganggap akad tersebut sah. Sedang-
Namun, kaidah ini dipakai oleh madzhab kan Abu Hanifah-meskipun dia tidak meng-
Hanafi dan Syafi'i1se jika memang "maksud" gunakan konsep saddudz dzari'ah-meng-
tersebut tampak dalam akad secara nyata. anggap bahwa akad yang kedua adalah tidak
Apabila dalam akad tidak ada sesuatu yang sah. Hal itu dengan alasan, harga pada akad
menunjukkan niat atau maksud tersebut se- pertama belum selesai dibayar; maka akad jual
cara nyata, maka kaidah yang digunakan beli yang pertama belum sempurna. Sehingga,
adalah "Yang diakui dalam masalah yang akad yang kedua mengikuti hukum yang ada
berhubungan dengan Allah adalah substansi- pada akad pertama.
nya, sedangkan yang diakui dalam masalah Sedangkan Imam Malik dan Imam Ahmad
yang berhubungan dengan sesama hamba menggunakan konsep saddudz dzari'qh da-
adalah sebuian dan lafal." lam menanggapi bentuk jual beli semacam ini.
Dengan kata lain dalam masalah akad, Karena, jual beli seperti ini biasa digunakan
yang menjadi dasar pertama adalah lafal bu- oleh orang untuk mendapatkan keuntungan
kan niat dan maksud. Hal ini karena niat dan dengan cara menjual barang, yang harga asal-
keinginan yang tidak dibenarkan oleh agama nya lima dirham dengan harga sepuluh dirham
tersembunyi dalam hati, dan hukumnya di- apabila dibeli kredit, dengan cara menampak-
serahkan kepada Allah, dan orang yang me- kan akad jual beli yang kelihatannya sah.
lakukannya akan disiksa selagi niatnya itu Ibnul Qayyim berkata, "Hukum-hukum syara'
memang termasuk dosa. Atas dasar ini juga, ditetapkan berdasarkan penilaian terhadap
maka hukum-hukum akad harus ditetapkan sisi Iaihiriah (lafal yang diungkapkan), sesuai
berdasarkan ungkapan akad dan perkara- dengan kebiasaan orang dalam memahami
perkara yang menyertainya. Rusaknya akad lafal yang diungkapkan tersebut dan selagi
didasarkan kepada ungkapan akad, begitu juga tidak ada tanda-tanda bahwa orang tersebut

rse Hasyiyah al-Hamawi'ala al-Asybah wan-Nazha'ir li lbni Nujaim, jilid,1. hlm. 12 dan setelahnya; Mughnil Muhtaj Syarh al-Minhaj,iilid
2. hlm 37-38; dan as-Suyurhi, al-Asybahwan-Nazha'ir,hlm. 148-149.
Pengantar llmu Flqlh IsrAM IrLrD 1

mempunyai maksud lain yang berbeda dengan melafalkan dengan lisan namun tidak ber-
maksud ucapannya tersebut. Adapun niat dan niat dalam hati, maka tidak mencukupi.
maksud akan dipertimbangkan dan dinilai da- Dan jika dia berniat dalam hati, namun tidak
lam kasus-kasus yang praktik dan realitasnya melafalkannya dengan lisan, maka niatnya
berbeda dengan lafal atau sighat yang diung- itu cukup. Imam al-Baidhawi berkata, "Niat
kapkan."160 adalah perasaan hati yang terdorong oleh
Pendapat inilah yang menurut saya paling sesuatu yang ia anggap cocok baik sesuatu
benar; supaya pintu mereka-reka bentuk akad itu, berbentuk datangnya suatu manfaat atau
dalam masalah riba tertutup. Sehingga, niat tertolaknya suatu kerusakan, baik pada wak-
yang jelek atau maksud yang tidak dibenarkan tu sekarang maupun yang akan datang. Niat
oleh syara' merupakan sebab yang jelas bagi menurut syara' dikhususkan untuk menun-
penetapan tidak sahnya suatu akad jual beli. juk kepada keinginan yang mengarah kepada
perbuatan untuk mendapatkan rida Allah
SWT, dan untuk melaksanakan hukum-hu-
C. TEMPAT NIAT
kum-NyaJ'
Semua ulama bersepakat bahwa tempat Pembicaraan mengenai tempat niat
niat adalah hati. Niat dengan hanya melafal- menghasilkan dua poin kesimpulan, yaitu se-
kannya di lisan saja belum dianggap cukup. bagai berikut.
Melafalkan niat bukanlah suatu syarat, na- t. Niat tidak cukup hanya dengan menggu-
mun ia disunnahkan oleh jumhur ulama selain nakan lisan tanpa ada keinginan di hati,
madzhab Maliki, dengan maksud untuk mem- karena Allah SWT berfirman, "Padahal
bantu hati dalam menghadirkan niat. Dengan mereka hanya diperintah menyembah
kata lain, supaya ucapan lisan dapat membantu
Allah, dengan ikhlas (mukhlishin) menaati-
ingatnya hati. Bagi madzhab Maliki, yang ter- Nya semota-mata karena (menialankan)
baik adalah meninggalkan melafalkan niat,161 egemq, dan juga agar melaksanakan sha-
karena tidak ada dalil yang bersumber dari lat dan menunaikan zakat; dan yang demi-
Rasulullah saw. dan sahabatnya bahwa mereka kian itulah agama yang lurus (benar)."
melafalkan niat. Begitu juga, tidak ada infor- (al-Bayyinah: 5) Tempat ikhlas bukanlah
masi yang mengatakan bahwa imam madzhab
di mulut, melainkan di hati, yaitu dengan
empat berpendapat demikian.
cara berniat bahwa amalnya adalah ha-
Sebab mengapa niat dalam semua ibadah nya untuk Allah SWT saja. Dan juga, hal
harus di hati adalah, karena niat merupakan ini berdasarkan sabda Rasulullah saw.,
bentuk pengungkapan keikhlasan, dan ke- "sesunggungnya (sahnya) amal'amal per'
ikhlasan hanya ada dalam hati, atau karena buatan adqlah hanya bergantung kepada
hakikat niat adalah keinginan. Oleh sebab itu, niatnya, dan sesungguhnya setiap sese-
apabila ada orang yang berniat dengan hati orang hanya akan mendapatkan apa yang
dan juga melafalkan dengan lisan, maka- diniatinya."
menurut jumhur-dia telah melakukan niat Poin ini dapat dikembangkan menjadi
dengan cara yang sempurna. Apabila dia dua poin lagi, yaitu:

160 Al-qarafi, al-Furuq,lilid 2. hlm. 32; A'lamul Muwaqqi'in, jilidZ,hlm.777-129; jilid 4, hlm. 400 dan setelahnya.
161 lbru Nujaim, al-Asybah wan-Nazha'ir, hlm. 46-51.; al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 57; ad-Dardif, asy-Syarh al'Kabir wa Syarh ad-
Dasuqi, iilid 1, hlm. 233; as-Suyuthi, al-Asybah wan-Nazha'ir, hlm. 26-30; KasysyafulQinaj jilid 1, hlm. 365; Ahkamun Niyah,hlm.
10,78,82,97 danL27.
-
FrqLH Isr.,A,M IrLrD 1 PenElantar Ilmu Flqlh

Apabila ada perbedaan antara ucapan nafi162 mengatakan bahwa kasus-ka-


lisan dengan suara hati, maka yang sus seperti di atas tetap menyebabkan
diakui adalah suara hati. Kalau sese- ditetapkannya kafarat. Sebab, yang
orang niat berwudhu dengan hatinya, dimaksud dengan yamin al-laghwi-
sedangkan lisannya mengatakan men- yang tidak dihukumi dan tidak ada
cari kesegaran, maka wudhu orang kafaratnya-adalah sumpah yang
tersebut sah. Tapi apabila yang ber- menceritakan tentang kejadian yang
laku adalah sebaliknya, maka tidak telah lewat atau kejadian yang sedang
sah. Begitu juga apabila seseorang terjadi, dan hati orang yang meng-
niat shalat Zhuhur dalam hati, namun ucapkan itu menduga kuat bahwa
lisannya mengatakan shalat Ashar, ucapannya itu sesuai dengan realitas.
atau hatinya berniat haji namun lisan- Namun, ternyata ucapannya itu tidak
nya menyebut umrah atau sebalik- sesuai dengan realitas yang sebenar-
nya, maka yang dianggap sah adalah nya terjadi.163 Umpamanya ada sese-
apa yang disuarakan oleh hatinya. orang yang berkata, "Wallaahi [demi
Dalam kitab fiqih madzhab Hanafi Allah), saya tidak pernah masuk ru-
(al-Qunyah wal- M uj tabal disebutkan,
mah ini." Dia mempunyai dugaan
"Barangsiapa tidak mampu meng-
kuat bahwa memang dia tidak pernah
hadirkan niat dalam hatinya atau dia
masuk rumah tersebut, tapi ternyata
selalu ragu dalam niat yang dilaku-
keliru. Atau ada orang melihat seekor
kan dengan hati, maka cukup bagi-
burung dari jauh, dia menduga bahwa
nya melafalkan niat tersebut dengan
burung itu adalah burung gagak, ke-
lisan, karena'Allah tidak membebani
mudian dia bersumpah dan ternyata
seseorang melainkan sesuai dengan ke-
burung yang ditunjuk tersebut adalah
sang g up anny a."' (al-Baqarah: 2 86)
burung merpati. Sementara menurut
b. fika seseorang secara tidak sengaja
jumhur ulama, yang dimaksud dengan
menguchpkan sumpah "billaahil' ma-
yamin al-laghwi adalah sumpah yang
ka menurut jumhur ulama selain ma-
diucapkan oleh orang yang bersum-
dzhab Hanafi, sumpahnya tersebut
pah, baik sumpah itu atas sesuatu
tidak terjadi dan dianggap sumpah yang telah terjadi, sedang terjadi,
main-main (stamin allaghwi), dan ti-
ataupun yang akan terjadi. Namun,
dak ada sangkut pautnya dengan ka-
sumpah tersebut tidak dimaksudkan
farat (denda) apabila dia melanggar
sebagai sumpah. Umpamanya adalah
sumpahnya. Begitu juga apabila se-
ada orang yang berkata tanpa maksud
seorang mempunyai maksud untuk
bersumpah, "Tidak, wallahii' "Betul,
bersumpah atas sesuatu, namun lisan-
wollahil' "Ya, dia tadi membaca Al-
nya keliru mengucapkan sumpah atas
Qur'ani' dan kemudian dari lisannya
sesuatu yang lain, maka sumpahnya
terlepas ucapan sumpah, namun tidak
juga tidak sah. Ulama madzhab Ha-
dimaksudkan sebagai sumpah.

762
Ibnu Nujaim, ol-Asyba h wan- N azha' ir, hlm.7 .
163
i iilld 3, hlm. 3-4.
Al - Bo da'i
i riiii,ti, ,:t:ir ,::.
:F
I'
i' FIqLH ISTAM 1

I 'ILID
)
)r
Kesimpulannya adalah ulama madz- dalam kitab al-lbanah berkata, "Hu-
hab Hanafi tidak mengakui keber- kum yang asal adalah setiap orang
adaan yamin al-laghwi terhadap per- yang mengatakan sesuatu dengan
kara yang akan terjadi. Sumpah yang terang adalah diterima. Namun apa-
dilakukan untuk sesuatu apa pun yang bila dia mempunyai niat lain, maka
akan terjadi, akan tetap dihukumi se- diterima juga dan dipasrahkan ke-
bagai sumpah yang sebenarnya, dan pada Allah dan hukumannya tidak
orang yang mengucapkannya wajib dilaksanakan." Contohnya adalah apa-
membayar kafarat jika dia melanggar bila lelaki berkata kepada istrinya,
sumpahnya, baik sumpah tersebut "Kamu saya talak," kemudian sang
diucapkan dengan sengaja maupun suami berkata, "Yang saya maksud
tidak. Menurut ulama madzhab Ha- adalah melepaskan kamu dari ikatan
nafi, yamin al-laghwi hanya berlaku tali/rantai," namun tidak ada indikasi
bagi sumpah atas sesuatu yang su- apa yang dimaksudkannya itu benar
dah terjadi ataupun yang sedang [seperti istrinya tidak dalam keada-
terjadi saja. Yaitu, ketika orang yang an terikat), maka alasannya itu tidak
bersumpah menduga kuat bahwa apa diterima. Tapi apabila ada indikator,
yang dikatakannya itu sesuai dengan umpamanya istrinya memang dalam
realitas, namun ternyata tidak. keadaan terikat kemudian dia me-
Keterangan di atas adalah berkena- lepaskan tali tersebut dan mengata-
an dengan sumpah dengan asma Allah kan maksudnya tadi, maka ucapannya
(billaahi). Adapun dalam masalah itu diterima (dan tidak terjadi talak).
talah memerdekakan budak dan ila' 2. Dalam semua bentuk ibadah, melafalkan
maka tetap dianggap sebagai haq niat dengan lisan bukanlah termasuk
qadha'i bukan haq diyani. Dengan syarat niat. OIeh sebab itu, apa yang
kata lain, dalam masalah-masalah diutarakan oleh lisan tidak dianggap.
ini, sisi batiniah tidak dianggap dan Kesimpulan ini menimbulkan beberapa
urusannya dipasrahkan antara dia konsekuensi, yaitu sebagai berikut.
dengan Allah SWT. Karena, dalam Apabila ada orang yang menghidup-
masalah ini terdapat hak orang lain kan tanah yang mati (ihya'al-mowat)
sesama hamba. dengan niat akan membangun masjid
c. Apabila seseorang mengartikan talak di atasnya, maka tanah tersebut
dan al-'itq [makna syar'inya adalah menjadi tanah masjid dengan niat-
'memerdekakan budak') dengan se- nya tersebut. Untuk menetapkannya,
lain makna syar'i, seperti lafal talak tidak perlu dengan melafalkan niat itu
diartikan'terlepasnya ikatan rantai dengan lisan.
atau tali' atau 'menggabungkan se- b. Barangsiapa bersumpah tidak akan
suatu dengan yang lain,' maka lafaz memberi salam kepada si fulan, ke-
talak dan al-'itq-nya tidak diterima mudian orang tersebut memberi
dan dipasrahkan kepada Allah SWT. salam kepada satu kelompok yang
Yang diakui adalah apa yang dimak- di dalamnya ada si fulan, namun da-
sudkannya tersebut. Imam al-Faurani lam hatinya orang tersebut berniat
-
FIQIH ISI.AM JILID 1 Pongantar llmu Flqlh

mengecualikan si fulan dari salamnya atau tidak jadi mengucapkannya, maka orang
tersebut, maka dia tidak melanggar tersebut tidak berdosa. Karena, Rasulullah
I
sumpahnya. Berbeda dengan orang saw. bersabda, ri

yang bersumpah tidak akan masuk l

rumah si fulan, kemudian dia


memasuki rumah tersebut dengan
,1 ,iii t+ .;,^; c; 4\,:')t;"'.lr ,it
l

niat memasuki rumah selain si fulan,


karena memang ada banyak orang
*.,9 "d',iJ *..f i!'t\:r fJ'i
di rumah tersebut, maka dia telah "Sesungguhnya Allah SWT tidak akan
melanggar sumpahnya menurut pen- menghukum bisikan-bisikan jiwa umatku, se-
dapat yang ashah di kalangan ulama lagi mereka belum mengucapkan atau belum
madzhab Syafi'i. Menurut ulama merealisasikannya." (diriwayatkan oleh imam
Hanafi, orang tersebut dianggap me- hadits yang enam dari Abu Hurairah r.a.)
langgar sumpah jika si fulan memang
berada di dalam rumah. fika si fulan Imam as-Subki dan yang lain membagi
tidak berada dalam rumah, maka dia bisikan maksiat dalam jiwa kepada lima
tidak dianggap melanggar sumpah. tingkatan.
Tingkatan pertama, (al-Hajis) apa yang
Namun perlu diketahui, ada beberapa muncul seketika dalam hati. Ulama berijma
perkara yang dikecualikan dari kesimpulan bahwa bentuk yang seperti ini tidak dihukumi.
kedua ini, yaitu sebagai berikut. Karena, munculnya bisikan tersebut bukan
Masalah nadzar, talak, memerdekakan atas inisiatif diri seseorang, melainkan datang
budak, dan wakaf. Apabila seseorang telah dengan sendirinya, dan orang tersebut tidak
berniat dalam hati mengenai masalah-masalah mampu menahan dan mengendalikannya.
tersebut, namun dia tidak melafalkan niatnya Tingkatan kedua, (al-Khathir) apa yang
dengan lisan, maka nadzar, waqaf, talak, dan terlintas dalam hati dan manusia mampu
memerdekakan budak tersebut tidak terjadi, menghalaunya, bentuk seperti ini juga tidak
hingga orang tersebut melafalkannya dengan dihukumi.
lisan.
Tingkatan ketiga, (Hadits an-Nafsi) ke-
Perkara lain yang dikecualikan juga ada-
raguan yang ada dalam hati; hingga muncul
lah apabila ada lelaki berkata kepada istri-
sikap menimbang-nimbang, apakah perbuatan
nya,"Kemu saya talak," kemudian sang lelaki
ini perlu dilakukan atau tidak. Bentuk seperti
berkata, "Yang saya maksud adalah jika Allah
ini juga bukan merupakan dosa berdasarkan
mengendaki (insya Allah)." Maka, ucapannya
nash hadits yang disebut di atas. Apabila
tersebut tidak diterima. Imam ar-Rafi'i ber-
tingkatan yang ini saja tidak dihukumi, maka
kata, "Pendapat yang masyhur adalah yang
dua tingkatan sebelumnya lebih berhak untuk
mengatakan bahwa orang tersebut tidak di-
tidak dihukumi,
tetapkan hukum atasnya." Contoh lainnya
Tingkatan keempat, (al-Hamm) memper-
adalah bisikan hati selagi belum diucapkan i1

dan diamalkan, maka ia juga tidak dihukumi.


kuat keinginan untuk melakukan sesuatu.
Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa
Atau orang yang bertekad untuk melakukan
memperkuat keinginan untuk melakukan ke-
maksiat, namun tidak jadi melakukannya
L

,
lr,
W
F,,
ISIic.M IITID 1

bajikan, maka ia akan diganjar satu kebajikan. Ada juga yang mengatakan bahwa waktunya
Namun siapa yang memperkuat keinginanya adalah ketika melakukan amalan bersuci yang
untuk melakukan kejelekan, maka tidak di- pertama kali. Madzhab Syafi'i berpendapat
catat sebagai amal kejelekan,l6a melainkan bahwa membarengkan niat dengan basuhan
akan ditunggu jika perbuatan jelek itu akhir- pertama kali pada bagian wajah adalah wajib,
nya ditinggalkan karena Allah. Maka, orang- supaya niat tersebut berbarengan dengan
tersebut mendapatkan satu kebaikan. Dan amalan fardhu yang pertama sebagaimana
apabila dia melakukan perbuatan jelek ter- dalam shalat. Namun, disunnahkan melaku-
sebut, maka dicatat satu kejelekan. Sehingga, kan niat sebelum membasuh kedua telapak
pendapat yangashah adalah yang mengatakan tangan, supaya niatnya tersebut dapat men-
bahwa yang dihukumi dosa adalah apabila cakup seluruh amalan sunnah dan fardhu
perbuatan jelek itu jadi dilakukan, sedangkan wudhu. Sehingga, kesemua amalan tersebut
al-hamm tidak dihukumi. akan mendapat pahala, sebagaimana yang
Tingkotan kelima, (al-'azmu) kuatnya ke- dikatakan oleh madzhab Hanafi.
inginan dan tekad untuk melakukan sesuatu. Boleh mendahulukan niat sebelum me-
Ulama yang telah melakukan penelitian men- mulai bersuci dalam jarak waktu yang pendek.
dalam menyatakan bahwa tingkatan ini ter- Apabila jarak waktunya lama, maka tidak
kena hukum. memadai. Disunnahkan menghadirkan niat
dalam hati selama melakukan wudhu hingga
D. WAKTU NIAT akhir amalan wudhu selesai, supaya semua
Secara umum waktu niat adalah di awal
amalannya dibarengi dengan niat. Namun
melakukan ibadah, kecuali dalam beberapa apabila dia hanya konsisten dengan konse-
kasus yang akan saya terangkan.l6s
kuensi niat saja, artinya semasa wudhu dia ti-
dak ada niat untuk keluar dari wudhu, maka
Niat wudhu adalah ketika membasuh
hal itu sudah mencukupi,.
muka. Madzhab Hanafi berpendapat bahwa
niat wudhu disunnahkan dilakukan ketika me- Madzhab Hambali mengatakan bahwa
lakukan amalan sunnah yang pertama, yaitu waktu niat wudhu adalah ketika pertama kali
ketika membasuh telapak tangan hingga per- melakukan amalan wajib, yaitu ketika mem-
gelangan tangan, supaya pahala kesunnahan- baca basmalah.
kesunnahan sebelum membasuh muka dapat Menurut madzhab Syafi'i dan Hambali,
diperoleh. Waktunya adalah sebelum mela- orang yang berwudhu dibolehkan melakukan
kukan istinja' supaya semua perbuatannya tafriq (memisah-misahkan) niat pada semua
menjadi amalan untuk mendekatkan diri ke- anggota wudhu. Yaitu, dengan cara berniat
pada Allah SWT. menghilangkan hadats dari anggota wudhu
Madzhab Maliki mengatakan, bahwa yang sedang dibasuh atau diusap. Hal ini di-
waktu berniat adalah ketika membasuh muka. sebabkan memisah-misah amalan wudhu di-

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas, "Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan
keburukan, kemudian menerangkannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan, namun tidak jadi melaksanakannya, maka Allah
akan mecatat kebaikan untuknya. Apabila dia berniat melakukan kebaikan dan kemudian mengamalkannya, maka Allah akan men-
catat sepuluh kebaikan untuknya hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan hingga berlipat ganda. Apabila seseorang berniat melakukan
kejelekan, namun ia tidak jadi melakukannya, maka Allah akan mencatat kebaikan kepadanya. Namun jika dia berniat melakukan
kebaikan lalu melaksanakannya, maka Allah akan mencatat satu kejelekan untuknya."
Ibnu Nufaim, aI-Asybahwan-Nazha'ir,hlm.43 dan setelahnya; as-Suyuthi,al-Asybah wan-Nazha'ir; al-Htsaini,Ahkamun Niyah,hlm.
t0,74,78,L22 - L25.
-
FIqLH ISTAM IILID 1 Pengnntar llmu Flqlh

bolehkan, sehingga memisah-misah niat ma- adalah syarat. Madzhab Hanafi mengatakan
sing-masing amalan tersebut juga boleh. bahwa waktu niat tayamamum adalah ketika
Pendapat yang mu'tamad menurut madz- menempelkan debu ke telapak tangan. Se-
hab Malik-yang berbeda dengan pendapat dangkan madzhab Syafi'i mewajibkan diba-
Ibnu Rusyd-adalah tidak cukup melakukan rengkannya niat dengan perpindahan debu
tafriq niat pada masing-masing anggota wu- ketika akan diusapkan ke wajah, karena itu-
dhu. Yaitu, dengan melakukan niat khusus lah rukun tayamum yang pertama. Wajib juga
untuk masing-masing anggota wudhu ketika melanggengkan niat hingga sampai mengusap
membasuh atau mengusapnya, jika tanpa bagian dari wajah. Madzhab Maliki dan Ham-
ada maksud untuk menyempurnakan wudhu. bali menganggap cukup apabila niat dilakukan
Namun jika dia melakukan tafriq niat ketika ketika mengusap wajah.
membasuh atau mengusap masing-masing Niat shalat adalah ketika takbiratul ih-
anggota-anggota wudhu dengan maksud un- ram. Madzhab Hanafi166 mensyaratkan bersam-
tuk menyempurnakan wudhunya, dan itu di- bungnya niat dengan shalat, sehingga tidak
lakukan dengan cepat, maka niat wudhunya boleh ada pemisah yang lain antara niat dan
mencukupi. takbiratul ihram. Yang dimaksud dengan pe-
Bagi madzhab Hanafi, mandi adalah sama misah yang lain adalah perbuatan yang tidak
dengan wudhu dalam masalah kesunnahan- pantas dilakukan ketika shalat seperti makan,
kesunnahannya. Karena, memulai dengan niat minum, dll.. Madzhab Maliki167 mewajibkan
ketika mandi wajib bagi mereka hanyalah ke- menghadirkan niat (di hati) ketika takbiratul
sunnahan. hal ini dimaksudkan supaya semua ihram, atau sebelumnya dalam jangka waktu
yang dilakukan oleh orang yang mandi terse- yang tidak lama.
but dapat dianggap sebagai amalan untuk Madzhab Syafi'i168 mensyaratkan niat ha-
mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti rus berbarengan dengan pekerjaan shalat.
alasan dalam wudhu. fumhur ulama mewajib- Apabila niatnya terlambat, maka dinamakan
kan niat ketika mandi wajib, sama seperti 'ezom. Madzhab Hambalil6e mengatakan bah-
wudhu dengan dalil hadits "innamal a'moalu wa yang afdhal adalah membarengkan niat
bin-niyaot." Niat tersebut dilakukan ketika dengan takbiratul ihram. Apabila niatnya Iebih
mulai membasuh bagian pertama dari ang- dulu daripada takbiratul ihram, namun jarak
gota badan, yaitu dengan cara menghadirkan waktunya tidak lama dan waktu melaksana-
niat mandi wajib atau menghilangkan jinabah kan shalat fardhu sudah masuk, serta orang
atau menghilangkan hadats besar atau berniat tersebut tidak membatalkan niatnya, dan juga
supaya boleh melakukan hal-hal yang dilarang masih dalam keadaan Islam, tidak murtad,
sebelum mandi wajib. maka shalatnya sah. Karena, didahulukannya
Madzhab empat sepakat bahwa niat niat atas takbiratul ihram dalam jangka waktu
tayamum adalah wajib. Namun menurut yang pendek tidak menghilangkan maksud,
pendapat yang mu'tamad dan rajih dalam bahwa shalat tersebut telah diniati, dan juga
madzhab Hanafi dan Hambali niat tayamum tidak menyebabkan orang tersebut dianggap

766 jilid
Az-Zaila'i,Tabyinul Haqa'iq, 1, hlm 99
767 jilid 1, hlm. 305.
Asy-Syarh ash-Shaghir wa Hasyiyah ash-Shawi,
168 jilid 1, hlm. 305.
Hasyiyah al-Bajuri,
769
Kasysyaful Qina', iilid 1, hlm. 367; Ghayatul Muntaha, jilid 1, hlm,54, 115.
Pengantar llmu Flqlh FrqLH Isr."A,M frlrD 1

tidak berniat. fuga, karena niat adalah syarat sudah dimulai sejak awal takbiratul ihram)
shalat maka boleh didulukan seperti syarat- tidak boleh. Yang dimaksud oleh Imam asy-
syarat yang lain. Begitu juga tuntutan untuk Syafi'i dengan ucapannya, "tidak sebelumnya"
membarengkan niat dengan takbiratul ihram adalah niat yang dilakukan sebelum takbiratul
adalah menyulitkan. Allah SWT berfirman, ihram, kemudian orang yang berniat tersebut
memutuskan niatnya itu sebelum takbiratul
& ihram. Perkataan Imam asy-Syafi'i "dan tidak
(vA)....
W,D q:z$rcfu|#tf) setelahnya" bukan berarti niat yang berlang-
sung terus hingga takbiratul ihram selesai
"...den Dia tidakmenjadikan kesukaran un-
adalah tidak boleh. Melainkan,yang dimaksud
tukmu dalam agama...." (al-Haii: 78)
adalah apabila ada orang yang memulai niat
setelah selesai takbiratul ihram, maka itu ti-
Selain itu, awal shalat adalah termasuk dak boleh. Namun apabila dia niat sebelum
bagian dari shalat. Maka, menempatkan niat takbiratul ihram, kemudian niat tersebut ber-
pada awal shalat adalah sudah cukup.
langsung terus hingga akhir takbiratul ihram,
Kesimpulannya adalah, niat wajib berba- maka niat yang seperti ini adalah boleh, dan
rengan dengan takbiratul ihram, dan madz- berarti orang tersebut melaksanakan niat
hab Syafi'i selain mewajibkan barengnya niat tersebut melebihi dari apa yang diwajibkan.
dengan takbiratul ihram, mereka juga me- Hal yang seperti itu tidaklah membahayakan
wajibkan niat tersebut harus berlangsung se- sahnya niat.
panjang melakukan takbiratul ihram. Karena
Madzhab Hanafi mengatakan bahwa niat
takbiratul ihram adalahamalan pertama dalam menjadi imam harus dilakukan ketika ada
shalat, maka wajib dibarengkan dengannya orang yang mengikutinya (menjadi makmum),
sama seperti ibadah haji dan lainnya. Adapun bukan sebelumnya. Niat berjamaah juga se-
madzhab-madzhab lain membolehkan niat baiknya dilakukan di awal amalan shalat-
dilakukan sebelum takbir dengan jarak waktu nya makmum. Dalam kitab Fathul Qadir bab
yang sebentar, Apabila niat tersebut dilakukan "Sahnya Mengikuti Imam" disebutkan bahwa
terlambat atau mandahului takbiratul ihram yang lebih baik adalah niat mengikuti imam
dalam jarak waktu yang lama, maka shalatnya (niat menjadi makmum) ketika imam sudah
batal. memulai shalat.
Imam asy-Syafi'i berkata, 'Apabila sese- Adapun ibadah-ibadah yang waktu niat-
orang melakukan takbiratul ihram-baik se- nya tidak diharuskan di awal melaksanakan
bagai imam ataupun sendirian-maka dia ibadah tersebut adalah sebagai berikut.
harus niat sewaktu takbiratul ihram, tidak
sebelumnya (la qablah) juga tidak setelahnya A. PUASA
(wa la ba'dah)." Ulama-ulama madzhab Syafi'i
Boleh mendahulukan niat sebelum awal
memberi komentar perkataan imam asy-Syafi'i
waktu melakukan puasa, karena untuk me-
di atas, "lmam asy-Syafi'i tidak bermaksud ngetahui secara tepat masuk awalnya waktu
bahwa niat yang mendahului takbiratul ihram
puasa adalah sulit. Apabila ada orang yang
fyang berlangsung terus hingga selesai tak- niat puasa berbarengan dengan waktu fajar
biratul ihram) dan [niat) yang (selesainya) ter-
maka tidak sah, menurut pendapat yang ashah
lambat setelah takbiratul ihram (tapi niatnya
dalam madzhab Syafi'i. Madzhab Hanafi mem-
-
FrQIH ls[,q,M JrrrD 1

perinci pembahasan ini; apabila puasanya dzikir yang lain. Sehingga, dapat disimpul-
adalah puasa Ramadhan tunai (ada'), maka kan bahwa jumhur ulama mengatakan bahwa
boleh mendahulukan niat dimulai dari ter- ihram cukup hanya dengan niat saja. Namun
benamnya matahari, atau membarengkan niat menurut madzhab Hanafi, ihram tidak cukup
dengan terbitnya fajar (dan ini adalah waktu hanya dengan niat saja, melainkan niat terse-
yang asli), atau mengakhirkan niat hingga se- but harus dibarengkan dengan ucapan atau
belum tengah hari menurut hitungan syara'. perbuatan yang khusus dilakukan sewaktu
Ini semua untuk mempermudah orang yang ihram. Pendapat yang ashah dalam madzhab
melakukan puasa. Apabila puasanya bukan Syafi'i adalah waktu niat bagi orang yang
puasa tunai (ado') seperti puasa qadha, nadzar, berhaji tamattu' adalah selagi dia belum sele-
atau kafarat, maka boleh niatnya didulukan sai dari melakukan umrah.
mulai dari terbenamnya matahari hingga ter-
bitnya fajar. Boleh jua membarengkan niat C. AKAT DAN ZAI<AT FITRAH
dengan terbitnya fajar; karena itulah waktu Dalam kedua ibadah ini, niat boleh men-
yang asli untuk puasa. Apabila puasanya sun- dahului aktivitas pembagian zakat kepada
nah, maka waktu niatnya sama dengan waktu fakir miskin. Hukum ini adalah hasil qiyas
niat puasa Ramadhan tunai. dengan puasa. Niat tersebut cukup apabila di-
lakukan ketika memisahkan bagian yang akan
B. HAJI dizakatkan dari harta benda yang di milikinya,
Niat dalam haji adalah mendahului pelak- atau ketika menyerahkannya kepada wakil
sanaan manasik haji, yaitu dilakukan ketika atau setelahnya namun sebelum dibagikan
berihram. Maksud ihram adalah niat dan kepada orang yang berhak menerimanya. Ini
membaca talbiyah atau yang menggantikan- semua adalah untuk memudahkan orang yang
nya, seperti ketika menggiring hewan yang mengeluarkan zakat, meskipun hukum asalnya
akan disembelih sebagai al-hadyu menurut adalah niat zakat harus dilakukan bersamaan
madzhab Hanafi. Madzhab Maliki mengatakan ketika membagikan zakat tersebut. Apakah
bahwa ihram adalah dengan cara melakukan boleh niat dilakukan setelah zakat itu diberi-
niat yang dilakukan bersamaan dengan ucap- kan kepada yang berhak? Madzhab Hanafi me-
an atau perbuatan yang berhubungan dengan ngatakan apabila seseorang memberikan za-
haji, seperti ucapan talbiyah dan menuju per- kat tanpa niat, kemudian setelah itu dia baru
jalanan. Tetapi menurut pendapat yang lebih niat, maka niatnya itu sah apabila harta zakat
rajih, ihram adalah dengan melakukan niat itu masih berada di tangan fakir miskin, apa-
saja. Madzhab Syafi'i dan Hambali mengata- bila sudah tidak di tangan lagi maka tidak sah.
kan bahwa ihram cukup hanya dengan niat Niat pembayaran kafarat juga sama de-
saja. Apabila ada orang yang hanya berniat ngan niat pembayaran zakat, boleh mendahu-
dan tidak mengucapkan talbiyoh, maka sudah lukan niat sebelum pelaksanaan pembagian
cukup. Namun apabila dia mengucapkan tal- kafarat kepada orang-orang yang berhak.
biyah saja tanpa niat, maka ihramnya belum
cukup. D. NIAT MENIAMA'( DUA SHALAT
Niat tidak disyaratkan berbarengan de- Niat menjamak tersebut adalah dilaku-
ngan pembacaan talbiyah, karena talbiyah kan ketika waktu shalat yang pertama apa-
adalah salah satu bentuk dzikir dan dia bila shalat yang kedua adalah shalat yang
tidaklah wajib dalam haji sebagaimana dzikir- digabungkan ke shalat yang pertama. Apabila
FrqlH IsLAM fll-rD I

shalat yang pertama dijadikan ibadah pertama (tafriq on-niyoh), yaitu berniat setiap kali
yang dilakukan, maka boleh mengakhirkan niat melakukan rukun-rukunnya.
melewati waktu yang awal. Karena, pendapat Adapun dalam wudhu boleh melakukan
yangazhar menetapkan bahwa niat di tengah- tafriq on-niyah menurut pendapat yang ashah
tengah waktu itu adalah boleh. dalam madzhab Syafi'i sebagaimana yang
telah saya terangkan. Yang lebih sempurna
E, NIAT MENYEMBELIH HEWAN QURBAN dalam melakukan haji adalah melakukan niat
Boleh mendahulukan niat atas pelaksa- dalam masing-masing thawaf, sa'i, dan wukuf
naan penyembelihan. Menurut pendapat yang di Arafah. Tetapi apabila thawafnya adalah
ashah dalam madzhab Syafi'i, membarengkan thawaf nadzar atau thawaf sunnah, maka di-
niat dengan waktu penyembelihan tidaklah syaratkan niat. Karena, thawaf tersebut tidak
wajib, Dan menurut pendapat yang ashah, ikut dalam satu paket ibadah apa pun, Oleh
boleh juga melakukan niat ketika menyerah- sebab itu, dapat dikatakan bahwa thawaf
kan hewan qurban kepada pihak wakil. adalah ibadah yang wajib niat apabila tha-
wafnya itu sunnah. Tetapi kalau thawafnya itu
F. NIAT MENCECUALIKAN SESiUATU DALAM fardhu, maka tidak diwajibkan niat.
SUMPAH Madzhab Hambali mengatakan bahwa
Niat tersebut wajib dilakukan sebelum yang wajib dalam niat adalah mengkontinyu-
selesainya sumpah dan pengecualian tersebut kan makna niat, bukan mengkontinyukan ha-
juga wajib diniati. kikat niat, dengan cara menjauhi keinginan
untuk memutus niat. Kalau umpama sese-
TIDAK DISYARATKANNYA MENGHADIRKAN orang lalai dengan niatnya (di tengah-tengah
NIAT SEGARA BERTERUSAN HINGGA waktu shalat), maka hal itu tidak memenga-
SELESAINYA IBADAH. ruhi sahnya shalat yang dilakukan.
Madzhab Hanafi mengatakan bahwa orang
Niat tidak disyaratkan langgeng hingga
yang berhaji apabila melakukan thawaf de-
akhir ibadah, karena hal itu menyulitkan. Be-
gitu juga, tidak wajib niat ibadah bagi setiap ngan niat thawaf sunnah pada Hari Qurban,
maka ia menjadi thawaf fardhu. Apabila dia
bagian-bagian ibadah tersebut, melainkan cu-
melakukan thawaf setelah selesai nafan dan
kup niat melakukan amalan-amalan ibadah
dia niat melakukan thawaf sunnah, maka dia
itu secara keseluruhan. OIeh sebab itu, niat
sudah dianggap melakukan thawaf osh-shadr
dalam ibadah yang mempunyai banyak amal
(thawaf al-wada'). Apabila ada orang thawaf
perbuatan (al-af'al) cukup dilakukan di awal
dengan maksud mencari orang yang berutang
ibadah saja, tidak perlu berniat ketika me-
kepadanya, maka thawafnya tidak cukup.
lakukan perbuatan-perbuatan yang ada dalam
Namun apabila ada orang yang melakukan
ibadah tersebut seperti wudhu dan shalat.
Begitu juga haji, sehingga tidak perlu menyen-
wuquf di Arafah dengan maksud mencari
orang yang berutang kepadanya, maka wukuf-
dirikan niat untuk thawal sa'i, dan wukuf,
nya sah. Karena, thawaf adalah ibadah yang
Dalam shalat tidak boleh membagi-bagi niat
idependen, sedangkan wukuf tidak.170

170 lbnu an-Nujaim, al-Asybah wan-Nazha'ir, hlm.45-46 dan setelahnya; as-Suyuthi, al-Asyboh wan-Nazha'ir, hlm. 23; al-Husaini,
Ahkamun Niyah,hlm. L24-lZ6; al-Mughni, iilid 1, hlm. 467,
FrqlH IsrAM f rrrD 1 Pongantal llmu Flqlh

E. CARA NIAT nama shalat tersebut secara tepat supaya dia


Ibadah memerlukan niat untuk melak- dapat dibedakan dari shalat-shalat fardhu
yang lain. Dalam niat shalat fardhu juga harus
sanakannya yang dapat membedakannya dari
amalan yang lain, baik amalan lain itu berupa
disebut kefardhuannya, supaya dia dapat di-
ibadah yang satu bentuk dengannya atau satu
bedakan dari shalat-shalat sunnah. Sebagian
jenis atau bukan ibadah (adat kebiasaan). Hal fuqaha mengatakan bahwa penyebutan ke-
ini karena maksud dari niat dalam ibadah fardhuan dalam niat shalat fardhu tidak
adalah untuk membedakannya dari adat ke-
disyaratkan, cukup dengan menyebutkan
nama shalat tersebut secara tepat. Karena,
biasaan, atau untuk membedakan antara satu
memang nama shalat yang disebut itu adalah
tingkatan ibadah dengan yang lainnya.
shalat fardhu.
Contohnya adalah, amalan wudhu akan
Melakukan shalat sunnah rawotib dan
menjadi ibadah jika memang orang yang me-
shalat sunnah mu'akkadah fbukan shalat sun-
lakukan bermaksud menjadikannya sebagai
nah mutlak) juga harus dengan niat yaitu niat
penyambung bagi pelaksanaan ibadah seperti
melakukannya dan menentukan secara pasti
shalat, thawal dll. yang memang pelaksana-
jenisnya seperti shalat sunnah yang mengikuti
annya harus dengan wudhu. Amalan wudhu
shalat fardhu Zhuhur, atau shalat Idul Fitri,
tanpa niat ibadah akan menjadi amalan adat
atau shalat Kusuf, dll.. Shalat sunnah mutlak
kebiasasan seperti membersihkan anggota
cukup hanya dengan niat melakukannya, su-
badan, mencari kesejukan, dll.. Apabila dalam
paya dia berbeda dengan shalat-shalat yang
melakukan wudhu seseorang berniat supaya
lain. Karena, memang shalat sunnah mutlak
dengan wudhunya itu dia boleh melakukan
ini tidak ada ketentuan waktu dan sebabnya.
shalat, atau berniat fardhu mandi, maka sah-
Memberi harta kepada orang lain tanpa
lah wudhu orang tersebut.
harga atau kembalian adalah bentuk amalan
Amalan shalat-meskipun ia tidak me-
yang masih umum. Ia dapat dikatakan zakat,
nyerupai jenis amalan adat kebiasaan, me-
sedekah sunnah, hadiah, atau hibah. Oleh se-
lainkan ia adalah ibadah yang murni (mah-
bab itu, selain harus menyatakan niat mem-
dhah)-namun shalat ada banyak jenisnya.
beri, juga harus ditambahi dengan penentu-
Shalat dapat dikelompokkan ke dalam dua
an (ta'yin) menggunakan sifat syar'i seperti
jenis; shalat fardhu dan shalat sunnah. Shalat
zakat-misalnya-supaya ia dapat dibedakan
fardhu dapat dikelompokkan ke dalam dua
dari perbuatan-perbuatan memberi harta
bentuk; fardhu 'ain dan fardhu kifayah. Con-
selain zakat. Dalam niat zakat tidak perlu me-
toh shalat fardhu 'ain adalah shalat wajib lima
negaskan kefardhuannya, karena lafal zakat
waktu, sedangkan contoh shalat fardhu kifa-
dalam istilah syara' digunakan untuk amalan
yah adalah salah jenazah.
wajib.
Sementara itu, shalat sunnah dapat di-
Menahan diri tidak makan, minum, dan
kelompokkan kepada dua macam; shalat sun-
semacamnya, adakalanya dilakukan karena
nah yang mengikuti shalat fardhu-seperti puasa, dan adakalanya untuk menjaga diri dan
shalat Witir, shalat Id, shalat gerhana mata- pengobatan. Oleh sebab itu, niat menahan diri
hari, shalat gerhana rembulan, shalat Istisqa' (al-imsak) dalam puasa harus disertai dengan
shalat tarawih-dan shalat sunnah mutlak. penyebutan kata shiyam/shauln supaya dia
Shalat fardhu wajib dilakukan dengan niat, dapat dibedakan dari perbuatan-perbuatan
yaitu niat melakukannya dengan menyebut lain yang hampir serupa.
PenEantar llmu Flqlh FIQIH ISI.,A,M JILID 1
151

Selain itu, puasa juga ada yang fardhu dan A. NIAT WUDHU
ada juga yang sunnah sama seperti shalat. Oleh Cara niat wudhu adalah dengan berniat
sebab itu, selain menyatakan niat puasa, orang menghilangkan hadats, atau berniat untuk
yang melakukan puasa juga harus menyatakan melakukan shalat, atau niat wudhu, atau niat
secara jelas jenis puasanya seperti puasa Ra- melaksanakan perintah AIlah, atau niat supaya
madhan, puasa qadha, puasa kafarat sumpah, boleh melakukan perkara-perkara yang me-
kafarat zihar; kafarat pembunuhan, kafarat lakukannya memang harus dengan wudhu
jimak di tengah hari Ramadhan, atau puasa seperti shalat, thawal dan memegang mushaf,
fidyah karena memakai wewangian ketika haji, atau niat menghilangkan janabah, atau niat
dll.. Ketika niat puasa-puasa yang disebutkan fardhu mandi, atau niat mandi wajib. Semua-
tersebut, seseorang tidak perlu menyatakan nya itu dilakukan sewaktu membasuh bagian
kefardhuannya. Karena, puasa-puasa yang di- pertama dari badan seperti bagian kepala atau
sebut memang puasa fardhu dan tidak akan yang lain.
serupa dengan puasa-puasa Iain yang sunnah. Apabila wudhunya dibantu oleh orang
Pergi menuju Tanah Haram adakalanya lain, maka niat yang diakui adalah niat yang
untuk berihram, dan adakalanya juga untuk dilakukan oleh orang yang berwudhu, bukan
melakukan kegiatan dagang atau kebiasaan- orang yang membantunya berwudhu. Karena,
kebiasaan lain. Oleh sebab itu, ketika niat orang yang wudhulah yang dituntut oleh per-
ihram seseorang harus menyatakan dengan intah syaral Adapun orang yang hadatsnya
jelas bahwa dia memang hendak berihram un- berterusan seperti wanita yang mengalami
tuk haji-kalau memang dalam bulan-bulan istihadhah, atau orang yang selalu keluar
haji-atau untuk umrah, dan boleh juga orang kencing dan semacamnya, maka niatnya ada-
itu niat ihram secara mutlak kemudian boleh lah niat supaya boleh melakukan shalat, bu-
memilih di antara haji atau umrah-kalau kan niat untuk menghilangkan hadats. Karena,
memang berada dalam musim haji. Kalau di hadatsnya tidak mungkin hilang.172
luar musim haji, maka niat ihramnya itu akan
menjadi ihram umrah. Menyatakan kefardhu- B. NIAT TAYAMUM
an juga tidak disyaratkan kalau memang se- Menurut madzhab Hanafi, orang yang ber-
belum ini orang tersebut belum pernah haji tayamum boleh berniat dengan salah satu dari
atau umrah.171 tiga niat berikut ini; [1] niat bersuci dari hadats;
Dalil bagi disyaratkannya menyatakan de- [2] niat supaya boleh melakukan shalat; [3]
ngan jelas jenis ibadah yang akan dilakukan niat melaksanakan ibadah tertentu yang tidak
(ta'yin) adalah hadits "innamal a'maalu bin- sah jika tanpa bersuci seperti shalat, sujud tila-
niyaatl'sebagaimana yang sudah kami terang- wah, atau shalat janazah. Madzhab Hanafi juga
kan. tidak mensyaratkan menyatakan kefardhuan
Pada uraian berikut ini, akan saya tampil- ketika niat tayamum. Karena, menurut mereka
kan beberapa contoh cara niat dalam ibadah, tayamum adalah ibadah pengantar (wasilah).

171Ahmad al-Husiani, Nihayatut Ahkam fi Bayani Ma fi an-Niyah minat Ahkam, hlm. 10 dan setelahnya.
172 Al-Bodr'i:jilid1, hlm. 77; ad-Durrul Mukhtan
iilid 1, hlm. 98 dan setelahnya dan 140 dan setelahnya; al-Majmu', jilid 1, hlm. 361
dan setelahnya; Mughnil Muhtaj, jilid 7,hlm.47 dan72; Bidoyatul Mujtahid, jilid 1, hlm 7 dan setelahnya dan 42 dan setelahnya;
asy-Syorhush Shaghin iilid 1, hlm 114 dan setelahnya, L66 dan setelahnya; Kasysyaful Qinai iilid 1, hlm. 94 dan setelahnya,lT3 dan
setelahnya; ol-Mughnri, jilid 1, hlm. 142, 2L8 dan setelahnya.
FIQIH ISI.AM IITID 1

Niat tayamum menurut madzhab Maliki ibadah lain yang tidak boleh dilakukan ke-
adalah niat supaya boleh melakukan shalat; cuali setelah mandi terlebih dulu. Kalau orang
atau niat supaya boleh melakukan ibadah yang tersebut niat supaya boleh melakukan ibadah
tidak boleh dilakukan apabila ada hadats; atau yang sebenarnya boleh dilakukan tanpa mandi
niat fardhu tayamum. Semuanya itu dilakukan terlebih dahulu seperti niat mandi untuk shalat
ketika mengusap wajah. Kalau seandainya se- Id, maka mandinya tidak sah. Niat mandi wajib
seorang niat menghilangkan hadats saja, maka juga harus dilakukan berbarengan dengan
tayamumnya tidak sah. Karena, tayamum ti- perbuatan fardhu yang pertama, yaitu ketika
dak dapat menghilangkan hadats, Ini menurut membasuh anggota badan pertama kali, baik
pendapat yang masyhur di kalangan madzhab yang dibasuh bagian atas badan maupun ba-
Maliki. Kalau dia niat fardhu tayamum, maka gian bawah. Karena, dalam mandi tidak di-
hal itu sudah mencukupi. wajibkan tartib.lTa Madzhab Hanafi juga tidak
Madzhab Syafi'i mengatakan bahwa niat mensyaratkan harus menyatakan kefardhuan
tayamum harus dengan cara niat supaya bo- dalam niat mandi atau wudhu, karena niat
Ieh melakukan shalat atau ibadah yang se- dalam mandi dan wudhu menurut mereka
macamnya. Menurut pendapat yang ashah, bukanlah syarat, melainkan sunnah untuk
niat tayamum dengan menyatakan niat fardhu mendapatkan pahala.
tayamum; atau fardhu thaharah; atau bersuci
dari hadats atau jinabah adalah tidak men- D. NIAT SHALAT
cukupi, karena tayamum tidak dapat meng- Madzhab Hanafi mengatakan apabila
hilangkan hadats. orang yang melakukan shalat itu sendirian,
Niat tayamum menurut madzhab Hambali maka ia harus menentukan dengan jelas jenis
adalah dengan cara niat supaya boleh melaku- shalat fardhu atau wajib yang dilakukan.
kan ibadah yang hanya boleh dilakukan jika Namun jika dia melakukan shalat sunnah,
ada tayamum seperti shalat, tawal meme- maka cukup dengan niat shalat saja.
gang mushaf, sama seperti pendapat madzhab
Apabila ia menjadi imam, maka
wajib
Syafi'i.173
melakukan tayin sebagaimana yang telah di-
terangkan. Apabila imam dan makmumnya
C. NIAT MANDI
lelaki, maka imamnya tidak disyaratkan niat
Niat bagi orang yang mandi wajib adalah mengimami lelaki. Makmum sah mengikuti
ketika membasuh pertama kali bagian tubuh imam, meskipun imamnya tidak berniat meng-
dengan menyatakan [dalam hati) niat fard- imami mereka. Apabila imamnya lelaki dan
hu mandi; atau niat menghilangkan jinabah makmumnya perempuan, maka imamnya di-
atau hadats besar; atau niat supaya boleh
syaratkan niat mengimami wanita, supaya
melakukan ibadah yang yang tidak boleh di-
niat makmum wanita dalam mengikuti imam
lakukan kecuali setelah mandi, seperti niat
tersebut menjadi sah.
supaya boleh melakukan shalat, thawaf, atau

173
Fathul Qadin jilid 1, hlm. 86,89; al-Bada'i; jilid 1, hlm. 25-52; Tabyinul Haqa'iq, jilid 1, hlm. 38; asy-Syarhul Kab,t; iilid 1, hlm 154;
al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 37; al-Muhadzdzab, jilid 1, hlm. 32; Mughnil Muhtaj, iilid 1., hlm. 94,; al-Mughni, jilid 1, hlm. 251;
Kasysyaful Qinaj jilid 1, hlm. 199.
Fathul Qadin iilid 1, hlm.38 dan setelahnya; al-Lubab Syarh al-Kitab, jilid 1, hlm. 2O; asy-Syarhush Shaghin iil 1, hlm. 166 dan sete-
lahnya; Bidayatul Mujtahid,iilid, L, hlm. 42 dan setelahnya; Mughnil Muhtaj, iilid 1, hlm. 72 dan setelahnya; al-Mughni, jilid 1, hlm.
218 dan setelahnya;Kasysyaful Qina', iilid,1, hlm. 173 dan setelahnya.
FrQIH lsr"A.M f rrrD 1

Adapun seorang makmum, maka dia juga shalat-shalat tersebut imam menjadi syarat
wajib melakukan ta'yin sebagaimana yang bagi sahnya shalat.176
telah diterangkan. Dia juga perlu menambahi Madzhab Syafi'i177 menetapkan bahwa
niat mengikuti imam. Umpamanya adalah apabila shalat yang dilakukan adalah shalat
dengan niat melaksanakan kefardhuan waktu fardhu-meskipun fardhu kifayah seperti
dan mengikuti imam dalam melakukannya, shalat jenazah*atau shalat qadha, atau
atau niat melakukan shalat yang dilakukan shalat i'adah atau shalat nadzar, maka yang
oleh imam, atau niat mengikuti imam dalam diwajibkan dalam niat shalat-shalat tersebut
shalatnya. ada tiga.
Madzhab Maliki mengatakan menentukan Pertoma, niat kefardhuan shalat, yaitu
dengan jelas (tayin), merupakan keharusan dengan berniat dan bermaksud melakukan
dalam shalat-shalat fardhu, shalat sunnah shalat fardhu, supaya ia dapat dibedakan dari
yang lima [yaitu witir; Id, kusul khusuf dan shalat sunnah dan i'adah. Adapun redaksi
istisqa')17s dan shalat sunnah fajar. Adapun ungkapan bagi niat kefardhuan umpamanya
shalat-shalat sunnah yang lain seperti shalat "
adalah Ga
! .iit,ri|*yt q', ii) sayamelak-
dhuha, rawatib, dan tahajud, maka cukup niat sanakan shalat zhuhur yang merupakan kefa;-
shalat sunnah secara mutlak. Sehingga apabila dhuan waktu karena Allah SWT. Kata 1,:;i1)
dilakukan sebelum tergelincirnya matahari, juga boleh diganti dengan asal kata (1LJ,)
maka shalatnya menjadi shalat dhuha, akan dan [;rr$i). Kedua, menyatakan kehendak (al-
menjadi shalat ratib zhuhur kalau dilakukan qashdu), yaitu kehendak melaksanakan suatu
sebelum melaksanakan shalat zhuhur atau perbuatan dengan cara menyatakan kehendak
sesudahnya, akan menjadi shalat tahiyyatul melaksanakan shalat, supaya ia dapat dibeda-
masjid jika dilakukan ketika masuk masjid, kan dari jenis perbuatan-perbuatan yang lain.
akan menjadi shalat tahajjud apabila dilaku- Ketiga, menyatakan dengan jelas jenis shalat
kan pada malam hari, dan akan menjadi shalat fardhu yang dilakukan, umpamanya shalat
asy-syaf' [shalat sunnah isya) apabila dilaku- shubuh atau zhuhur atau yang lain, yaitu de-
kan sebelum shalat witir. fuga, tidak disyarat- ngan cara menyatakan keinginan melakukan
kan niat melakukan secara ada' (tunai) atau shalat fardhu zhuhur umpamanya.
qadha'(utang shalat yang terlewat) dan juga Niat tersebut harus dilakukan berbareng-
tidak disyaratkan menentukan bilangan rakaat
an dengan semua bagian takbiratul ihram,
shalat. Melakukan shalat qadha dengan niat meskipun secara global tidak secara terperin
shalat ada'adalah sah begitu juga sebaliknya.
ci. Umpamanya adalah dengan menggambar-
Wajib menyatakan niat secara sendirian atau kan (istihdhar.) rukun-rukun shalat dalam hati,
sebagai imam, namun tidak wajib menyatakan
hingga eksistensi shalat, sifat-sifat shalat yang
niat sebagai imam kecuali dalam shalat jumat wajib dinyatakan seperti zhuhuc fardhu dll.
dan shalat jamak taqdim, disebabkan hujan benar-benar hadir dalam hati, kemudian me-
atau disebabkan perasaan takut. Karena, dalam
munculkan keinginan untuk melaksanakan

175
1, hlm. 127 dan setelahnya; ad-Durrul Mukhtar iilid 1, hlm.406; Tabyinul Haqa'ig, jilid 1, hlm.99; Fathul Qadiniilid
Al-Bada'i',jilid
1,hlm. 185; Ibnu Nujaim, al-Asybah wan-Nazha'ir, hlm. 32 dan setelahnya.
176
Asy-Syarh al-Kabir wa Hasyiyah ad-Dasuqi, jilid 1, hlm. 233, 520; Bidayah al-Mujtahdi, iilid 1, hlm. tl6; al-Qawanin al-Fiqhiyyah,
hlm.57
t77
Al-Majmu', iilid 3, hlm. 243-ZS2; Mughnlal-Muhtal, jilid 1, hlm. 148, 150, 252 dan253; Hasytyah al-Bajuri, jilid,1, hlm. 149.
-t
.,t.i:-
Pengantar ttmu Rqth
--.{'u-_ 154-\.
J

yang digambarkan itu sewaktu memulai tak- dari shalat ashar; dan niat kefardhuan supaya
biratul ihram dan berterusan hingga akhir dapat dibedakan dari shalat-shalat sunnah.
takbiratul ihram. Namun, proses berbarengan Menyatakan jumlah rakaat bukanlah I
antara niat dan takbiratul ihrom ini cukup suatu syarat. Begitu juga dengan menyatakan I
dengan menggunakan standar,kebiasaan. dengan jelas hari pelaksanaan shalat, jenis f
Yaitu selagi orang tersebut dianggap sebagai shalat ada' atau qadha', mengaitkannya kepada
orang yang menyadari shalat yang sedang Allah SWT178 menyebut rukun-rukun shalat,
dilakukannya, bukan orang yang lalai akan dan juga menyatakan menghadap qiblat, Se-
shalat yang dilakukannya. Imam an-Nawawi mua ini tidak disyaratkan dalam niat shalat,
mengatakan bahwa ini adalah pendapat yang melainkan hanya kesunnahan saja. Sehingga,
dipilih. tidak wajib mengaitkan amalan shalat kepa-
Cara ini menurut madzhab Syafi'i di- da Allah, karena ibadah adalah bentuk amalan
istilahkan dengan al-istihdhar wal muqaranah yang dilakukan hanya untuk Allah, Namun, t

al-'urfiyyain [menggambarkan shalat dalam menyatakan hal tersebut adalah disunnahkan


hati dan membarengkan niat dengan takbira- supaya arti keikhlasan benar-benar tereali-
tul ihram menurut standar kebiasaan). Cara- sasikan.
nya adalah sebelum melakukan takbiratul
Sunnah juga niat menghadap qiblat, me-
ihram menggambarkan semua perbuatan sha-
nyatakan jumlah rakaat, supaya terhindar
lat, baik yang ucapan maupun tindakan dari
dari perbedaan-perbedaan pendapat. Kalau
awal hingga akhir meskipun secara global-
seandainya dalam niat seseorang keliru dalam
ini menurut pendapat yang mu'tamad-dan
menyebut jumlah rakaat, umpamanya niat
membarengkan penggambaran hati yang sing-
shalat zhuhur dengan menyatakan tiga atau
kat tersebut dengan tokbiratul ihram.
lima rakaat, maka shalatnya tidak sah. Niat
Kesimpulannya adalah, apabila shalat
yang dilakukan itu adalah salah satu dari sha-
ada' dan qadha'juga disunnahkan supaya
lat wajib yang lima, maka wajib menyatakan antara keduanya dapat dibedakan. Namun,
pendapat yang ashah di kalangan ulama
tiga niat; melakukan shalat, kefardhuan, dan
menentukan dengan jelas jenisnya (ta'yin). madzhab Syafi'i menyatakan bahwa shalat
Umpamanya dengan menyatakan, ada' sah dilakukan dengan niat shalat qadha'.
tt
Begitu juga sebaliknya, jika memang ada
. d&t ci 3*l il 1t) "saya niat meta-
sebab atau udzur, seperti tidak tahu waktu
t<utan shalaifardhu zhuhur"
karena mendung yang gelap atau semacam-
. (ytt :* qi ,t;i a;., "Saya niat me- nya, kalau seandainya seseorang menyangka
laksanakan fardhu shalat ashar" bahwa waktu shalat sudah terlewat, sehingga
': ...i ,.,, dia melakukan shalat tersebut secara qadha',
. (+1)t;* ,_;"'j;tri .>"t)) "Saya niat me-
ta-t sanaftan faiahu shalat ashar."
dan ternyata waktunya belum terlewat, atau
dia menyangka bahwa waktunya belum ter-
Menyatakan niat shalat dilakukan supaya lewat, sehingga dia melakukan shalatnya de- i

ibadah dapat dibedakan dari adat kebiasaan;


menyatakan zhuhur supaya dapat dibedakan terlewat, maka shalatnya tetap sah. :

178 Ini saya terangkan, dan juga pendapat madzhab Hambali (lbnu
1rg, pendpaat madzhab Hanafi dan Maliki sebagaimana yang telah
Nujaim, at-Asybah wan-Nazha'ir, hlm. 32, 35; Kasysyafut Qinai lilid 1, hlm. 365 dan setelahnya; Ghayatul Muntaha, iilid 1, hlm.
116.).
Pongantal llmu Flqlh FIq!H ISIAM IILID 1

Madzhab Maliki menetapkan bahwa da- jamaah. Semuanya ini dilakukan supaya keluar
lam keadaan apa pun, shalat ada'boleh di- dari dosa. Begitu juga dengan madzhab Ma-
laksanakan dengan menggunakan niat sha- liki, mereka menetapkan bahwa niat menjadi
lat qadha'. Begitu juga sebaliknya. Menurut imam tidak wajib kecuali dalam shalat jumat,
madzhab Hambali, shalat ado'boleh dilaksa- jamak, khauf, dan istikhlaf. Karena, imam mer-
nakan dengan menggunakan niat shalat qa- upakan syarat dalam shalat-shalat tersebut.
dha'. Begitu juga sebaliknya jika memang Sedangkan Ibnu Rusyd, menambahi dengan
dia salah sangka dalam menetapkan waktu. shalat jenazah.
Madzhab Hanafi menetapkan bahwa shalat Orang yang menjadi makmum disyarat-
atau haji secara ada' boleh dilaksanakan kan niat menjadi makmum, yaitu dengan cara
dengan menggunakan niat shalat atau haji se- menyatakan niat mengikuti, menjadi mak-
cara qadha', begitu juga sebaliknya. mum, atau berjamaah dengan imam yang ha-
Apabila shalat yang dilakukan adalah sha- dir atau dengan orang yang ada di mihrab. Niat
lat sunnah yang mempunyai waktu tertentu ini dilakukan berbarengan dengan takbiratul
seperti shalat sunnah rawatib, atau shalat ihram dan harus dilakukan. Karena, mengikuti
sunnah yang mempunyai sebab seperti sha- adalah satu aktivitas amal, sehingga memer-
Iat sunnah istisqa', maka dalam niat diwajib- lukan niat, karena yang akan diperoleh oleh
kan dua perkara: berkehendak melakukannya seseorang adalah tergantung niatnya. Tidak
dan menyatakan dengan jelas jenis shalatnya cukup apabila hanya menyatakan niat meng-
seperti shalat sunnah zhuhur; Idul Fitri, atau ikuti secara mutlak, tanpa dikaitkan dengan
Idul Adhha. Adapun niat kesunnahan tidaklah imam. Apabila seseorang mengikuti imam
disyaratkan. tapi tidak dengan niat atau dengan keraguan,
Adapun shalatsunnah mutlak [yaitu shalat maka batallah shalatnya jika memang dia lama
sunnah yang tidak mempunyai waktu terten- dalam menunggu imam.
tu dan tidak mempunyai sebab seperti shalat Madzhab HambalilTe mengatakan bahwa,
sunnah tahiyyah al-masjid atau shalat sunnah apabila shalat yang dilakukan adalah shalat
wudhu), maka cukup dengan niat melakukan fardhu, maka disyaratkan dua perkara: me-
shalat saja. nyatakan dengan jelas jenis shalat yang di-
Imam tidak disyaratkan niat menjadi lakukan (ta'yin), apakah shalat zhuhur atau
imam, melainkan hanya disunnahkan saja su- asha[ atau yang lain; dan berkehendak untuk
paya mendapatkan keutamaan jamaah. Apa- melaksanakannya. Tidak disyaratkan menya-
bila ia tidak niat menjadi imam, maka ia tidak takan niat kefardhuan umpEmanya dengan
mendapatkan keutamaan jamaah. Karena, menyatakan, (la'S')l:t "saya shalat
S;i
seseorang akan mendapatkan sesuatu sesuai zhuhur secara fardhu."
dengan apa yang diniatkannya. Adapun shalat yang sudah terlewat, apa-
Dalam madzhab Syafi'i, niatmenjadi imam bila orang yang melakukan tersebut menyata-
adalah syarat dalam empat shalat: [1] shalat kan dengan jelas bahwa yang dilakukan ada-
jumat; [2] shalat jamak taqdim karena hujan; Iah shalat zhuhur hari ini [misalnya), maka dia
[3] shalat i'adah yang dilakukan pada waktu- tidak perlu menyatakan niat qadha' atau adai
nya secara berjamaah; [4] shalat nadzar ber- shalat qadha'dengan menggunakan niat ada'

77e Al-Mughnliilid 1, hlm. 464-46g,iilidZ,hlm.23Lt Karysyafut Qinaj iilid 1, hlm. 364-370.

ii;trF:'
FIQIH ISI.AM 1 Pengantar llmu Flqlh
I
I

'ILID I

zztzd
atau sebaliknya adalah sah apabila memang
sewaktu melakukannya dia salah sangka da- .rJt; .1 a;-Jt
lam menentukan waktunya. "Saya niat melakukan puasa pada hari esok
Apabila shalatnya adalah shalat sunnah, untuk melaksanakan kewajiban Ramadhan I
maka diwajibkan menyatakan dengan jelas pada tahun ini karena Allah SWT."
(ta'yin) jenis shalatnya, jika memang shalat I
tersebut mempunyai ciri-ciri tertentu atau Menurut pendapat yang mu'tamad da-
waktu-waktu tertentu seperti shalat kusuf, lam madzhab Syafi'i, menetapkan kefardhuan
shalat istisqai tarawih, witin shalat sunnah ra- dalam niat puasa Ramadhan bukan merupa-
watib. Apabila shalat sunnah tersebut mutlak, kan kewajiban.
maka tidak perlu menyatakan dengan jelas
Madzhab Hambalils3 mengatakan bahwa
jenis shalatnya, seperti shalat malam. Maka,
barangsiapa yang dalam hatinya tebersit ke-
cukuplah menyetakan niat shalat, karena me-
inginan bahwa besok dia akan berpuasa, maka
mang tidak ada ciri-ciri tertentu dalam sha-
itu sudah dianggap niat. Menentukan jenis
lat tersebut. Kesimpulannya dalam malasah
puasa secara jelas (ta'yin) dalam niat adalah
ini madzhab Hambali sama dengan madzhab
wajib, yaitu dengan berkeyakinan bahwa dia
Syafi'i.
besok akan melakukan puasa Ramadhan,
puasa qadha] puasa nadzar,atau puasa kafarat.
E. NIAT PUASA
Madzhab Hambali juga menetapkan bahwa
Madzhab Hanafi18o berpendapat bahwa
menyatakan kefardhuan tidak wajib.
untuk puasa Ramadhan dan yang semacam-
nya seperti puasa nadzar yang waktunya Kesimpulannya adalah, jumhur ulama se-
telah ditentukan, seseorang boleh berniat lain madzhab Hanafi sepakat bahwa niat wa-
puasa secara mutlak, atau berniat puasa sun- jib dilakukan di malam hari (tabyifJ. fumhur
nah, atau berniat wajib yang lain. Mereka juga ulama selain madzhab Syafi'i juga sepakat
tidak mewajibkan meletakan niat puasa pada bahwa makan dan minum dengan niat ber-
malam hari (tabyit), sebagaimana yang telah puasa, atau melakukan sahur sudah diang-
saya terangkan, dan bersahur menurut mereka gap niat, kecuali jika ketika makan dan mi-
juga sudah dianggap sebagai niat. num orang tersebut memang berniat untuk
Adapun menurut madzhab Maliki,181 niat tidak puasa. Menurut madzhab Syafi'i, makan
puasa harus dijelaskan secara terperinci jenis- sahur tidak dianggap sebagai niat dalam pua-
nya (ta'yin) dan juga harus dilakukan di malam sa apa pun, kecuali jika ketika bersahur dalam

hari (tabyit). Sedangkan kesempurnaan niat hati orang tersebut terbetik keinginan untuk
puasa Ramadhan, menurut madzhab Syafi'i182 puasa dan dia berniat untuk puasa. Umpa-
adalah dengan menyatakan, manya adalah, dia memang berniat puasa ke-
tika makan sahur atau ketika fajar mulai mun-

:y owt qi ,t;i i; i /o z t o./.


2 e.2 LiJ .)
\J
cul, dia tidak mau makan supaya tidak batal
puasa.

180
Muroqi al-Falah, hlm. 106 dan setelahnya; Ibnu Nujaim, al-Asybahwan-Nazha'in hlm.33.
181
Al-Qawanin al-Fiqhiyah, hlm. 117; Bidayatul Mujtal'id, tilid 1, hlm. 283.
782
Mughnil Muhtaj, iilid 1, hlm.425.
183
Kasy sy afu I Qin a i jilid 2, hlm. 267 .
IsrAM JrrrD I

F, NIAT I'TIKAF Ketika niat tidak disyaratkan menyatakan


Yang dimaksud dengan i'tikaf adalah kefardhuan zakat, karena zakat sudah pasti
berdiam diri di masjid yang dilakukan oleh fardhu. Contoh niat yang lain adalah, "ini
orang-orang tertentu dengan niat, sebagai- adalah kewajiban sedekah hartaku' atau "ini
mana yang didefinisikan oleh ulama madzhab adalah sedekah hartaku yang wajib" atau "ini
Syafi'i. Ulama sepakat bahwa untuk beri'tikaf adalah sedekah yang fardhu" atau "ini adalah
disyaratkan niat. I'tikaf tanpa niat tidak sah, fardhu sedekah." Menurut madzhab Maliki,
berdasarkan hadits yang telah lalu "innamal niat yang dilakukan oleh imam fpemerintah)
a'maalu bin-niyaat' dan juga karena i'tikaf atau wakilnya adalah cukup sebagai pengganti
adalah ibadah murni (ibadah mahdhah). Se- niat orang yang berkewajiban zakat. Madzhab
hingga, ia tidak sah jika tanpa niat seperti Hambali mengatakan bahwa niat sudah cukup
puasa, shalat, dan ibadah-ibadah yang lain. hanya dengan berkeyakinan bahwa harta ter-
Madzhab Syafi'i menambahkan, jika i'tikaf ebut adalah zakatnya, atau zakat yang wajib
yang dilakukan adalah fardhu, maka orang dikeluarkan apabila yang wajib zakat adalah
yang melakukan harus menyatakan kefardhu- anak kecil atau orang gila. Tempat niat adalah
annya ketika niat, supaya ia dapat dibedakan di hati, karena tempat semua keyakinan ada-
dari i'tikaf-i'tikaf sunnah. Madzhab Hanafi lah di hati.18s
dan Maliki mensyaratkan seseorang harus
dalam keadaan puasa bagi sahnya i'tikaf.18a H. N'AT HAJI DAN UMRAH
Karena, ada hadits yang diriwayatkan oleh Niat dalam haji dan umrah adalah sesua-
ad-Daruquthni dan al-Baihaqi dari Aisyah, tu yang wajib. Niatnya adalah ihram, yaitu
"l'tikaf tidak sah tanpa puasa." Tetapi, hadits niat haji atau umrah atau keduanya. Misalnya
ini dhaif. Bagi madzhab Syafi'i dan Ham- adalah dengan menyatakan, "Saya niat haji
bali, puasa tidak menjadi syarat bagi sah- [atau umrah) dan saya berihram dengan haji
nya i'tikaf, kecuali jika memang orang ter- [atau umrah) tersebut karena Allah SWT]'
sebut bernadzar. Niat i'tikaf adalah dengan Apabila dia melakukan haji atau umrah
menyatakan, untuk orang lain, maka hendaklah ia menya-
takan, "Saya niat haji (atau umrah) untuk si
fulan, dan saya berihram untuk haji [atau
y.U3G -x^il)tt* e-t*),..lt qi umrah) tersebut karena Allah SWT/' kemudi-
"Saya niat i'tikaf dalam masjid ini selagi an melantunkan talbiyah setelah selesai me-
saya berada di dalamnya." Iaksanakan dua rakaat shalat sunnah ihram.
Menurut jumhur ulama, ihram sudah diang-
G. NIATAKAT gap cukup hanya dengan niat saja. Namun
Para ahli fiqih bersepakat bahwa niat menurut madzhab Hanafi, ihram belum cukup
merupakan syarat sah bagi pelaksanaan za- hanya dengan niat saja, melainkan ia harus
kat. Caranya adalah orang yang membayar dibarengkan dengan ucapan atau perbuatan
zakat menyatakan "ini adalah zakat hartaku." yang khusus dilakukan dalam ihram, seperti

t84
Fathul Qadin jilid 2, hlm. 106 dan setelahnya; ar-Raddul Mukhtar iilid2,hlm.177 dan setelahnya; asy-Syarhush Shaghir wa Hasyiyah
ash-Shawi, iilid 1, hlm 725 dan setelahnya; al-Muhazhzhab, iilid 1, hlm l9O-192; Mughnil Muhtaj, jilid 1, hlm 453 dan setelahnya;
Kasysyaful Qinai iilid 2, hlm.406 dan setelahnya; al-Mughni,iilid 2, hlm. 638 dan setelahnya.
Fathul Qadir jilid 1, hlm. 493i al-Bada'ii iilid 2, hlm. 40; al-Majmu', iilid2, hlm. 40 dan setelahnya; asy-Syarhush Shaghir jilid
185
1, hlm.
666,670; al-Mughni, jilid 2, hlm. 638 dan setelahnya.
FIqLH ISI.AM IILID 1

dibarengkan dengan talbiyah atau dibareng- motong hewan qurban. Karena, pemotongan
kan dengan melepas pakaian yang tidak boleh hewan merupakan jenis ibadah tersendiri
dikenakan sewaktu ihram. Menurut madzhab untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,
Hanafi, mengucapkan niat dengan lisan adalah dan niat tersebut cukup dengan hati. Dalam hal
disunnahkan, misalnya orang yang melakukan ini tidak disyaratkan melafalkan niat dengan
haji ifrad mengatakan, lisan, karena niat adalah pekerjaan hati, dan
ucapan lisan hanya sebagai petunjuk atas niat

',
t) {u, A,i'# ?t yi At#1 yang diutarakan oleh hati.187

"Ya Allah, sungguh aku ingin melaksana-


F. RAGU DALAM NIAT, BERUBAH N!AT,
kan hajr. Maka, berilah aku kemudahan dalam MENGGABUNGKAN DUA IBADAH
menjalankannya, dan terimalah hajiku terse- DENGAN SATU NIAT
but."
A. RAGU DALAM NIAT
Madzhab Syafi'i dan Hambalilss memberi
Sementara itu, orang yang melakukan
banyak perhatian kepada masalah niat dan
umrah mengucapkan,
juga masalah ragu dalam niat ibadah. Mereka
menetapkan bahwa ragu dalam asal niat atau
* m; U i'r:*i';At *ri Sygt:i dalam syarat niat dapat membatalkan ibadah.
'\a Apabila seorang yang sedang shalat ragu apa-
Allah,runrrun aku ingin -"frf.rrnr-
kah dia shalat zhuhur atau shalat asar maka
kan umrah. Maka, berilah aku kemudahan da-
dia tidak diakui melakukan kedua-dua shalat
lam menjalankannya, dan terimalah umrahku
tersebut sebagaimana ditegaskan oleh Imam
tersebut."
asy-Syafi'i dalam kitab al-Umm.
Adapun orang yang melakukan haji qiran, Apabila orang yang bersuci (thaharah)
hendaklah membaca, ragu mengenai niatnya, dan keraguan itu mun-
cul di tengah-tengah pelaksanaan thaharah,
maka dia wajib mengulangi niatnya lagi, ka-
A C',:* ?ti i';3 n:1 A\ ;'-ri rena kejadian seperti ini termasuk ibadah yang

"Ya Allah, sungguh aku ingin melaksana-


*#i diragui syaratnya, dan keraguan itu terjadi ke-
tika ibadah berlangsung sehingga thaharah-nya
tidak sah sebagaimana dalam shalat. Namun
kan haji dan umrah. Maka, berilah aku kemu- apabila keraguan atas niat itu muncul ketika
dahan dalam menjalankannya, dan terimalah amalan thaharah selesai, maka tidak mengapa.
haji dan umrahku tersebut."186 Begitu juga dalam ibadah-ibadah yang lain.
Madzhab Syafi'i menegaskan bahwa niat
I. N'AT QURBAN adalah syarat bagi semua jenis shalat. Apabila
Menurut madzhab Syafi'i dan Hambali, seseorang ragu apakah sudah melakukan niat
niat tersebut harus dilakukan sewaktu me- atau belum, maka shalatnya batal. Batalnya
186 Al-gawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 131; al-Bada'iijilid 2, hlm. 161 dan setelahnya; asy-Syarhush Shaghirjilid 2, hlm. 16,25; Mughnil
Muhtaj, jilid L,hlm.476 dan setelahnya; al-Majmui jilid7,hlm.226; al-Mughni, jilid 3, hlm. 281 dan setelahnya.
787 Al-Bodo'i,jilid 5, hlm. 7'1.; al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 1.87; Mughnil Muhtaj,jilid 4, hlm. 289i Kasysyafut
Qinai illid 3, hlm. 6.
1BB
Al-Husaini,AhkamunNiyah,hlm.48-51,66;MughnilMuhtaj,iilidL,hlm.4T,l4Bdansetelahnya,2S2dansetelahnya; al-Mughni,
jilid 1, hlm. 142, 467; Ghayatul Muntaha jilid 1, hlm, 116; Kasysaful Qina', jilid, 1, hlm. 369

,iil,
'+fi
l":'
IsrAM JrLrD 1

shalat adalah jika keraguannya itu berlang- pada asal niatnya, kemudian melakukan shalat
sung melebihi masa pelaksanaan satu rukun. dalam keadaan ragu, maka batallah shalatnya.
Sehingga apabila keraguannya itu berlangsung Ragu pada syarat niat adalah sama dengan
melebihi satu ruku', satu sujud, atau ketika ragu pada asal niat. Kalau seandainya ada
bengun dari sujud atau ruku', maka batallah orang terlewat tidak melakukan dua shalat
shalatnya. dan dia mengetahui jenis dua shalat tersebut,
Maksudnya adalah shalat tersebut menjadi kemudian dia melakukan salah satu dari dua
batal apabila keraguannya itu berlangsung shalat tersebut Cengan niat, kemudian ragu;
lama, sama dengan ukuran lamanya pelaksa- shalatyang manakah yang dia niati, namun dia
naan satu rukun perbuatan (fi'li) dalam shalat. masih terus melakukan shalat, maka tidaklah
Apabila keraguan itu hanya sebentar dan sah shalatnya tersebut hingga dia yakin atau
tidak sampai mencapai lamanya satu rukun, mempunyai dugaan yang kuat akan shalat
maka shalatnya tidak batal, sebagaimana yang diniati tersebut.
yang ditetapkan oleh pendapat yang masyhur. Madzhab Hambali juga menetapkan bah-
Kecuali apabila keraguan tersebut adalah wa jika muncul keraguan di tengah-tengah
dalam hal niat qashar yang dilakukan oleh shalaU apakah dia sudah niat atau belum,
orang yang dalam keadaan musafir namun atau dia ragu apakah sudah takbiratul ihram
kemudian dia melakukan niat tersebut dalam atau belum, maka dia wajib memulai dari
waktu yang belum lama [dari awal shalatnya), awal lagi. Hal ini sebagaimana yang dikatakan
maka dia wajib menyempurnakan shalat oleh madzhab Syafi'i, karena hukum yang asal
tersebut. Karena, hal itu hanya terjadi dalam adalah tidak wujudnya sesuatu yang diragui
waktu yang singkat, dan shalatnya dianggap tersebut. Kalau seandainya orang tersebut
sah meskipun niat qashar-nya terlambat. ingat bahwa dia sudah berniat, atau dia ingat
Namun apabila niat qasharnya itu dilakukan sudah melakukan takbiratul ihram, maka dia
dan sudah berlangsung satu pekerjaan dari boleh melanjutkan shalatnya, karena memang
shalat, maka tidak boleh menyempurnakan tidak ada perkara yang membatalkan shalat-
shalatnya, dan inilah hukum yang asal. nya tersebut. Apabila seseorang melaksana-
Adapun amalan yang memang tidak di- kan shalat dalam keadaan ragu-ragu, maka
syaratkan niat, apabila muncul keraguan di shalatnya batal, sebagaimana yang dikatakan
tengah-tengah melakukannya, maka tidaklah oleh madzhab Syafi'i.
berpengaruh apa pun. Menghadirkan niat se-
cara terus-menerus selama menjalankan sha- B. MENGUBAH NIAT
lat tidaklah disyaratkan. Kalau seandainya ada Para ahli fiqih bersepakat bahwa orang
orang shalat Zhuhuc dan pada rakaat kedua yang melakukan shalat dan berniat melaksa-
dia menyangka bahwa dia sedang melakukan nakan salah satu shalat fardhu, kemudian di
shalat Ashar; namun pada rakaat ketiga dia tengah shalat dia mengubah niatnya meniadi
ingat, maka sah shalat Zhuhurnya. Munculnya niat melaksanakan shalat fardhu yang lain,
dugaan bahwa dia melakukan shalat Ashar ti- maka batallah dua shalat yang diniati tersebut.
daklah memengaruhi apapun. Karena niatyang Karena, dia telah memutus keberlangsungan
memang asalnya tidak wajib, maka melakukan niat yang pertama, dan dia tidak melakukan
kesalahan dalam niat tersebut adalah tidak niat yang kedua pada waktu ihram. Apabila se-
mengapa. Kalau seandainya seseorang ragu seorang mengubah niat shalatnya dari shalat
FIqLH ISI"A,M JITID 1 Pongatrtar llmu Flqlh

fardhu menjadi shalat sunnah, maka menurut semua, atau yang satu fardhu dan yang satu-
pendapat yang paling rajih dalam madzhab nya lagi sunnah.
Syafi'i, adalah shalat tersebut menjadi shalat Apabila dua ibadah maqashid tersebut
sunnah. Karena, niat shalat fardhu sudah men- fardhu semua, apabila dua ibadah tersebut
cakup niat shalat sunnah. Dalilnya adalah apa- berupa shalat, maka tidak sah semuanya. Um-
bila seseorang niat ihram fardhu, kemudian dia pamanya adalah kalau seseorang berniat me-
tahu bahwa musim haji belum datang, maka lakukan shalat fardhu Zhuhur dan Ashat maka
ihramnya menjadi ihram sunnah, dan ihram kedua shalat tersebut tidak sah. Kalau sean-
yang fardhu tidak jadi. Selain itu, memang ti- dainya seseorang niat puasa qadha dan puasa
dak ada perkara yang membatalkan ibadah kafarat, maka yang sah adalah puasa qadha.
sunnah tersebut. Kalau seseorang niat zakat dan kafarat zihac
maka yang sah adalah salah satunya dan orang
Kesimpulannya adalah shalat menjadi
batal apabila sengaja membatalkan niatnya tersebut dipersilakan untuk memilih salah
atau muncul keraguan pada niat, atau dia ber-
satunya yang dianggap sah. Kalau seseorang
keinginan kuat untuk membatalkan niatnya niat melakukan zakat dan kafarat yamin, maka
yang sah adalah zakat. Apabila seseorang niat
atau berniat ingin keluar dari shalat, atau mem-
batalkan niatnya dan menggugurkan amalan shalat fardhu dan shalat jenazah, maka niat
yang sah adalah niat shalat fardhu.
shalat yang sudah dilakukan, atau ragu apakah
Dengan demikian, maka jelas apabila se-
sudah niat atau belum, atau berpindah dari
seorang menggabungkan niat dua fardhu, niat
satu shalat ke shalat lain.18e
yang sah adalah niat yang untuk fardhu yang
C. MENGGABUNGKAN DUA IBADAH DENGAN
lebih kuat, jika memang salah satunya ada
SATU NIAT yang lebih utama. Puasa qadha adalah lebih
Madzhab Hanafileo menerangkan bahwa utama daripada puasa kafarat. Namun apabila
ibadah yang digabungkan adakalanya masuk
tingkatan kedua ibadah fardhu itu sama, dan
kategori ibadah pengantar (wasa'il) atau iba- kedua ibadah tersebut adalah puasa, maka
orang tersebut disuruh memilih salah satunya.
dah utama (maqashid). Apabila ibadah terse-
Umpamanya seperti puasa kafarat zihar dan
but masuk kategori wasa'il, maka kedua-dua
kafarat yamin, begitu juga zakat dan kafarat
ibadah yang digabungkan dengan satu niat
zihar. Namun apabila yang digabungkan ada-
tersebut sah. Umapamanya adalah seseorang
lah zakat dan kafarat yamin maka zakat Iebih
mandi junub pada hari |umat dengan niat
utama. Adapun dalam shalat, maka shalatyang
mandi sunnah fumat dan niat menghilangkan
jinabah, maka jinabahnya akan hilang dan lebih utama adalah yang dianggap sah, oleh
sebab itu shalat fardhu harus diutamakan atas
juga akan mendapatkan pahala sunnah man-
shalat jenazah.
di lumat. Contoh lainnya adalah apabila se-
Apabila dua niat ibadah yang digabung
seorang berniat melakukan mandi Jumat dan
tersebut yang satu adalah fardhu dan yang
mandi'ld, maka kedua-duanya sah.
satu lagi adalah sunnah, seperti seseorang
Dua ibadah kategori maqashid yang di-
menggabungkan niat shalat Zhuhur dengan
gabungkan adakalanya fardhu semua, sunnah
shalat sunnah, maka yang sah adalah niat sa-

78e Kasysyatul Qinai iilid 1, hlm. 370; al'Mughni, iilid 1, hlm. 468; Fathul Qadir iilid 1, hlm. 285.
1e0 lbnu Nujaim, al-Asyb ah wan-Nazha'ithlm. 39 dan setelahnya.
FIQIH ISTAM JILID 1

lah fardhu. Adapun yang sunnah tidak sah. Ini Imam as-Suyuthilel menyatakan bahwa
adalah menurut pendapat Abu Yusuf. Adapun barangsiapa niat melakukan satu kesunnah-
Muhammad mengatakan bahwa kedua niat an digabung dengan kesunnahan lain, maka
shalat tersebut tidak sah. Apabila seseorang kedua-duanya tidak diakui. Tapi kalau dia
niat melaksanakan zakat dan niat sedekah niat puasa hari Arafah dan hari Senin (umpa-
sunnah, maka menurut Abu Yusuf yang sah manya), maka sah niatnya. Apabila seseorang
adalah niat zakat. Sedangkan menurut Mu- niat dua kesunnahan dan salah satunya dari
hammad, yang sah adalah sedekah sunnah. keduanya tidak dapat masuk dalam yang lain
Apabila seseorang niat melakukan shalat sun- seperti shalat sunnah Dhuha dan shalat sun-
nah dan shalat jenazah, maka yang sah adalah nah Fajar; maka kedua-duanya tidak ada yang
niat shalat sunnah. sah apabila memang dicampur. Namun apa-
Apabila dua niat ibadah yang digabung bila salah satunya dapat masuk ke yang lain
adalah sama-sama sunnah, seperti niat shalat seperti niat shalat sunnah tahiyyatul masjid
sunnah fajar dan tahiyyatul masjid, maka sah dan niat shalat sunnah ratibah zhuhur fmisal-
dua-duanya. nya), maka kedua duanya sah. Karena, shalat
Adapun dalam ibadah haji, apabila se- tahiyyatul masjid otomatis terjadi dengan me-
seorang menggabungkan niat ihram nadzar lakukan shalat sunnah ratibah zhuhur. Ibnu
dan ihram sunnah, maka ihramnya yang di- Hajar dan al-lraqi mengatakan bahwa meng-
akui adalah ihram sunnah. Apabila seseorang gabungkan niat puasa fardhu dengan puasa
menggabungkan niat ihram fardhu dengan sunnah Arafah, Asyura (hari kesepuluh bulan
niat ihram sunnah, maka yang diakui adalah Muharram), Tasu'a (hari kesembilan bulan
niat ihram sunnah. Ini menurut pendapat Abu Muharram), enam hari bulan Syawwal, tiga
Yusuf dan menurut pendapat Muhammad hari pada setiap bulan (ayyamul bidh), atau
yang ashah. Apabila seseorang melakukan puasa hari Senin dan Kamis adalah sah dan
niat ihram untuk dua haji berbarengan, atau mendapat kedua-duanya.
yang satu lebih awal dan yang lainnya lebih Umpamanya lelaki berkata kepada istri-
belakangan, maka menurut Abu Hanifah dan nya, "Kamu haram untuk saya" dengan niat
Abu Yusuf, keduanya diakui. Adapun menurut menjatuhkan talak dan zihar; atau dia berkata
Muhammad, yang diakui adalah yang niatnya kepada dua istrinya, "Kamu berdua haram
dilakukan berbarengan. Sedangkan yang tidak untukku," dengan niat untuk salah satunya
bareng, maka niat yang diakui adalah niat adalah talak dan untuk yang satunya lagi ada-
yang pertama saja. Iah zihan maka menurut madzhab Hanafi yang
Apabila seseorang niat melakukan ibadah, diakui adalah yang paling berat, yaitu talak.
kemudian di tengah-tengah ibadah dia niat Karena, satu kata tidak mungkin menerima
berpindah kepada ibadah lain dengan cara dua maksud. Sedangkan menurut pendapat
bertakbir dan maksud niat berpindah kepa- yang ashah di kalangan ulama Syafi'iyah ada-
da ibadah yang lain, maka ia dianggap keluar lah orang tersebut disuruh memilih salah
dari ibadah yang pertama, sama seperti apa- satu. Mana yang dipilih, maka itulah yang di-
bila dia memperbarui niat yang pertama dan tetapkan.le2
bertakbir.

1,91,
Al -Asybah wan- N a zha' ir,
hlm. 20.
192
Ibnu Nujaim, al-Asybah wan-Nazha'inhlm. 42; ash-ShuyutYl', al-Asybah wan-ltlozha'ir,hlm 2L.
rIQIH ISI."AM IILID 1

Pembahasan terperinci mengenai maksud lainnya dapat dibedakan. Wudhu, mandi, sha-
niat dalam madzhab Syafi'i akan diterangkan lat, dan puasa ada yang hukumnya fardhu, sun-
pada pembahasan berikut ini nah, dan ada juga yang wajib karena nadzar.
Tayamum juga kadang dilakukan karena ha-
G. TUJUAN NIAT DAN FAKTOR.FAKTORNYA dats atau jinabah, padahal bentuk amalannya
adalah sama, yaitu mengusap wajah dan kedua
Ibnun Nujaim dan Imam as-Suyuthile3 me-
tangan saja.
nerangkan pembahasan tujuan niat dengan
pembahasan yang sangat lengkap. Tujuan
Ada beberapa poin yang berhubungan
dengan pembahasan ini, yaitu:
utama niat adalah untuk membedakan antara
ibadah dengan adat, dan juga untuk mem-
a. Amalan yang tidak termasuk adat ke-
biasaan dan juga tidak mungkin serupa
bedakan antara tingkatan-tingkatan ibadah.
dengan yang lain. Dalam amalan seperti
Umpamanya adalah amalan wudhu dan
mandi yang mempunyai beberapa kemung- ini, niat yang disyaratkan hanyalah me-
kinan apabila dilakukan, yaitu untuk mem- nyatakan kehendak untuk melakukan
(qashdul fi'l) tidak lebih dari itu, seperti
bersihkan badan, mendapat kesegaran, atau
iman kepada Allah S\MI, ma'rifah, takut,
ibadah.
dan mengharap kepada Allah atau mem-
Maksud menahan diri dari makan dan
minum atau yang seumpamanya, kadang baca Al-Qur'an dan berdzikir karena
amalan-amalan tersebut mempunyai ciri-
untuk menjaga kesehatan, untuk pengobatan,
ciri yang istimewa, yang menyebabkannya
atau karena memang tidak ingin makan dan
minum. Maksud duduk di masjid adakalanya tidak serupa dengan amalan yang Iain.
untuk istirahat atau yang lain. Memberikan Apabila seseorang berkeinginan untuk
harta kepada orang lain adakalanya karena beriman atau membaca Al-Qur'an, maka
dia akan diberi pahala dan dihukumi taat,
didorong keinginan-keinginan duniawi, dan
adakalanya didorong keinginan untuk men-
meskipun dalam melakukannya tanpa
ada niat untuk mendekatkan diri kepada
dekatkan diri kepada Allah SWT seperti za-
kat, sedekah, atau kafarat. Maksud menyem- Allah. Adapun amalan yang tidak mem-
belih kadang hanya untuk memenuhi keper-
punyai karekter seperti di atas, maka
luan makanan, sehingga hukumnya adalah tidak cukup hanya sekadar menyatakan
mubah atau sunnah, dan adakalanya untuk
keinginan melakukan amalan tersebut,
qurban sehingga menjadi amalan ibadah. Atau melainkan harus ada niat tambahan, yaitu
penyembelihan itu dilakukan untuk acara niat mendekatkan diri kepada Allah SWT
ritual menyambut kedatangan seorang pem- ketika-umpamanya-memasuki masjid,
supaya ia mendapatkan pahala.
besa[ maka hukumnya haram. Oleh sebab itu,
niat disyariatkan oleh agama supaya amalan b. Amalan yang ada kemungkinan serupa
ibadah dapat dibedakan dari yang lain. dengan amalan lain, maka harus dijelaskan

Hukum amalan yang dilakukan untuk dengan terang jenis amalan tersebut
mendekatkan diri kepada Allah adakalanya (ta'yin). Dalilnya adalah sabda Rasulullah
fardhu, sunnah, atau wajib. Oleh sebab itu, niat saw, "Sesu ngguhnya setiap orang hanya
ditetapkan supaya antara satu dengan yang akan mendapatkan apa yang diniati saja,"

1e3 Ibn, Nuiaim, al-Asybah wan-Nazha'ir, hlm. 24 dan setelahnya; ash-shuyuthi, a l-Asybah wan-Nqzha'ir, hlm. 10-21.

*T
PonElantar llmu Flqlh FrqlH ISLAM f lLlD 1

Hadits ini secara jelas menegaskan ke- ibadah shalat. Dengan ta'yinini,maka mak-
harusan ta'yin dalam niat. Oleh sebab itu, sud niat-yaitu supaya ada perbedaan
dalam melaksanakan shalat fardhu, sese- dengan yangIain-dapat tercapai, sehing-
orang harus melakukan ta'yin, karena ga perlu menyatakan dengan jelas ten-
perbuatan dan bentuk shalat Zhuhur tang kefardhuan ibadah supaya dia dapat
dan Ashar adalah sama, dan yang mem- dibedakan dari ibadah yang sunnah.
bedakannya adalah ta'yin (dengan cara Pendapat y ang ashah juga menetapkan
menerangkan secara jelas jenis shalat bahwa kewajiban menyatakan dengan je-
yang dilakukan tersebut sewaktu niat). las (ta'yin) bahwa ibadah yang dilakukan
Shalat-shalat sunnah selain sunnah mut- adalah ibadah shalat mempunyai maksud
lak, seperti shalat sunnah rawatib iuga supaya ia dapat dibedakan dari ibadah
harus dijelaskan secara jelas jenisnya lain seperti puasa atau yang lain. Pendapat
(ta'yin), yaitu dengan cara menisbatkan yang ashah juga menetapkan bahwa me-
kepada shalat Zhuhur umpamanya baik nyatakan kefardhuan dalam mandi me-
itu ba'diyah atau qabliyah. rupakan syarat. Adapun dalam wudhu
Kemudian Imam as-Suyuthi menerang- tidak dianggap sebagai syarat, karena akti-
kan tiga kaidah, yaitu: vitas mandi kadang merupakan aktivitas
Sesuatu yang tidak disyaratkan untuk kebiasaan, sedangkan aktivitas wudhu
dinyatakan baik secara globalmau- adalah pasti ibadah. Pendapatyang ashoh
pun terperinci, maka salah dalam me- juga menetapkan bahwa apabila dalam
nyatakannya/menentukannya (ta'yin) niat zakat orang yang melakukannya
adalah tidak mengapa, sePerti me- menggunakan kata sedekah, maka menya-
nyatakan tempat shalat dan masanya. takan kefardhuan adalah syarat. Namun
Sesuatu yang disyaratkan untuk di- apabila dia menggunakan kata zakat, ma-
nyatakan (ta'yin), apabila salah me- ka tidak perlu menyatakan kefardhuan.
nyatakannya dapat menyebabkan ru- Karena, sedekah ada yang fardhu dan
saknya niat, seperti kesalahan menya- ada juga yang sunnah, sehingga tidak
takan puasa pada ibadah shalat atau cukup hanya menyebut sedekah saja' Se-
salah menyatakan shalat Zhuhur pada dangkan amalan zaliat dapat dipastikan
pelaksanaan shalat Ashar kefardhuannya, karena zakat memang
a Sesuatu yang disyaratkan untuk di- nama atau istilah yang digunakan untuk
nyatakan secara global namun tidak amalan fardhu yang berhubungan dengan
wajib menyatakannya secara terpe- harta, sehingga tidak perlu diperjelas lagi
rinci, apabila dinyatakan secara terpe- dengan menyatakan kefardhuan. Adapun
rinci dan salah, maka menyebabkan haji dan umrah, maka ulama sepakat bah-
rusaknya niat. UmpamanYa adalah wa menyatakan kefardhuan dengan jelas
masalah jumlah rakaat, kalau seum- adalah syarat.
pama ada orang yang niat shalat Kesimpulannya adalah ibadah Yang
Zhuhur dengan lima atau tiga rakaat, niatnya harus dengan menyatakan kefar-
maka niatnya tidak sah. dhuan ada empat macam: [1]. Ibadah haji,
c. Disyaratkan menyatakan dengan jelas umrah zakat (dengan menggunakan kata
(ta'yin) tentang kefardhuan dan tentang zakat ketika niat) dan shalat berjamaah,
FIqlH ISI,AM Pengantar llmu Flqlh

tidak disyaratkan menyatakan kefardhu- Aturan menggabungkan niat dua ibadah


an.l2l.lbadah shalat, shalat fumat, mandi, akan diterangkan dalam pembahasan berikut
dan zakat (dengan menggunakan kata ini.
sedekah ketika niat), disyaratkan menya- Pertama, niat ibadah digabung dengan
takan kefardhuan. Ini menurut pendapat niat yang bukan ibadah, maka niatnya men-
yang ashah. [3]. Ibadah wudhu dan pua- jadi batal. Umpamanya adalah menyembelih
sa, tidak disyaratkan menyatakan kefar- hewan qurban dengan niat karena Allah dan
dhuan menurut pendapat yang ashah juga karena yang lain. Niat seperti ini menye-
[4]. Tayamum, tidak cukup dengan niat babkan hasil sembelihannya menjadi haram.
fardhu, bahkan dapat menyebabkan niat Contoh lain adalah, apabila seseorang me-
tersebut tidak sah-menurut pendapat Iakukan takbiratul ihram berulangkali dan
yang shahih, sehingga apabila ada orang setiap takbiratul ihram dia niat memulai sha-
niat fardhu tayamum maka tidak cukup. latnya, maka shalatnya batal karena niat yang
d. Dalam shalat dan termasuk shalat fumat pertama menjadi terputus.
tidak disyaratkan menyatakan niat qadha' Tapi, ada juga yang tidak menyebabkan
atau ada'-menurut pendapat yang ashah. batalnya niat. Umpamanya adalah ketika
Menurut pendapat yang rajih, dalam berwudhu atau mandi wajib seseorang juga
puasa harus dinyatakan niat qadha'. Se- berniat mencari kesegaran, maka menurut
dangkan dalam haji dan umrah tidak pendapat yang ashah adalah sah niatnya.
disyaratkan menyatakan niat qadha' atau Karena, kesegaran akan tetap diperoleh baik
ada', karena apabila seseorang melaku- dikehendaki atau tidah sehingga kalau me-
kan haji atau umrah ada' dengan niat qa- mang dikehendaki, maka ia tidak dianggap
dha'tidak apa-apa dan akan menjadi haji menduakan niat ibadah dengan niat yang
atau umrah qadha'. Kalau orang tersebut lain. Dan juga tidak dianggap meninggalkan
memang mempunyai tanggungan haji- keikhlasan, melainkan niat tersebut adalah
yaitu haji waktu kecil yang dia batalkan- untuk ibadah yang memang kesejukan itu
kemudian dia menginjak dewasa dan menyertai amalan ibadah tersebut.
melakukan haji dengan niat qadha', maka Kedua, niat ibadah fardhu digabung de-
hajinya menjadi haji ada'. ngan niat ibadah lain yang sunnah. Ada banyak
e. Keikhlasan merupakan faktor yang da- kemungkinan dalam kasus ini.
pat membedakan antara satu ibadah de- a. Tidak menyebabkan batalnya niat dan ke-
ngan ibadah yang lain. Oleh sebab itu, dua-duanya dapat diperoleh. Umpamanya
menggantikan atau mewakilkan niat ke- adalah seseorang melakukan takbiratul
pada orang lain adalah tidak sah. Kecuali, ihram dan dia niat melakukan shalat far-
dalam ibadah yang memang boleh diganti dhu dan juga niat shalat tahiyyatul masjid,
atau diwakilkan seperti membagikan har- maka niatnya sah dan dia mendapatkan
ta zakat, menyembelilh hewan qurban, keduanya. Contoh lain adalah niat mandi
puasa menggantikan maut, dan haji. jinabah dengan mandi fumat secara ber-
Melakukan niat sendiri ini diwajibkan, samaan, maka kedua-duanya sah. Orang
karena maksud utamanya adalah untuk yang mengucapkan salam di akhir shalat
menguji kesungguhan niat ibadah yang dengan niat keluar dari shalat dan juga
tersembunyi dalam hati, sehingga harus niat memberi salam kepada orang-orang
dilakukan sendiri oleh orang mukallaf. yang hadic maka kedua-dua niatnya ter-

,$
,l'
T

Pengantar llmu Flqlh FIQIH ISTAM JILID 1

sebut sah. Kalau seseorang melakukan haji atau antara niat mandi dan niat wudhu, maka
fardhu dan menggabungkannya dengan kedua-duanya sah, menurut pendapat yang
umrah sunnah atau sebaliknya, maka ke- ashah.
dua-duanya sah. Kalau seseorang ketika Keempat, niat perkara sunnah digabung
f puasa hari Arafah niat melakukan puasa dengan perkara sunnah yang lain, maka kedua-
I qadhai nadzar, atau kafarat, maka niatnya duanya tidak sah. Karena dua perkara sun-
I sah dan dia mendapatkan semuanya. nah, apabila salah satunya tidak dapat masuk
b. Mendapatkan yang fardhu saja. Umpama- dalam yang lainnya, maka dua-duanya tidak
nya adalah seseorang niat haji fardhu dan sah ketika digabungkan. Umpamanya adalah
haji sunnah, maka yang sah adalah niat antara sunnah dhuha dan sunnah fajar yang
haji fardhu. Karena apabila dia berniat dilakukan secara qadhai Namun apabila salah
dengan niat haji sunnah, maka hajinya satunya dapat masuk ke dalam yang lainnya,
akan menjadi haji fardhu, Kalau seseorang seperti antara sunnah tahiyyatul masjid dan
melakukan shalat yang sudah terlewat sunnah zhuhul maka kedua-duanya sah.
pada malam Ramadhan, dan dalam waktu Namun ada beberapa kasus yang dike-
bersamaan dia niat shalat Tarawih, maka cualikan, yaitu apabila seseorang niat mandi
yang sah adalah niat shalat yang terlewat
fumat dan mandi 'ld, maka kedua-duanya
bukannya Tarawih. sah. Begitu juga apabila seseorang melakukan
c. Mendapatkan yang sunnah saja. Umpa- khotbah dengan niat khotbah 'ld dan khotbah
manya adalah seseorang mengeluarkan kusuf secara bersamaan, maka kedua-duanya
uang sebanyak lima dirham, dia niat me- sah. Sama seperti apabila seseorang niat puasa
ngeluarkan zakat dan juga niat menge- hari Arafah dan niat puasa Senin, maka kedua-
luarkan sedekah sunnah, maka zakatnya duanya juga sah.
tidak sah, dan yang sah adalah sedekah Kelima, niat perkara yang bukan ibadah
sunnahnya. Kalau seandainya orang me-
digabung dengan perkara yang lain dan dua
lakukan khotbah dengan.niat khotbah
perkara tersebut mempunyai konsekuensi
fumat dan khotbah Kusuf, maka niat hukum yang berbeda. Umpamanya adalah le-
khotbah f umatnya tidak sah. Karena, dalam
laki berkata kepada istrinya, "Kamu adalah
amalan seperti ini ada unsur menduakan
haram untukku" dengan niat talak dan zhihar,
perkara fardhu dengan perkara sunnah.
maka menurut pendapat yang ashah orang
d. Menyebabkan batal semuanya. Umpama-
tersebut disuruh memilih antara dua hal ter-
nya adalah imam sedang dalam keadaan
sebut, mana yang dia pilih maka itulah yang
ruku' dan makmum masbuq (makmum berlaku.
yang terlambat) melakukan takbir sekali
Kesimpulannya adalah niat mempunyai
dengan niat takbiratul ihram dan takbir
beberapa faktor pembentuk, yaitu [1], Kehen-
turun menuju posisi rukul maka shalatnya
dak [al-qashdu); l2). Kefardhuan bagi ibadah
tidak sah. Kalau ada orang niat shalat
shalat fardhu yang lima, mandi, zakat yang di-
fardhu dan shalat sunnah ratibah, maka
lafalkan dengan kata sedekah; [3].Menyatakan
semuanya tidak sah.
dengan jelas jenis yang diniati (ta'yin), iika
Ketiga, niat perkara fardhu digabung memang yang diniati tersebut mempunyai
dengan perkara fardhu yang lain. Apabila itu kesamaan dengan amalan-amalan lain; [4].
dilakukan antara niat haji dan niat umrah Keikhlasary oleh sebab itu tidak boleh me-
Isr."A,M IruD 1 Pengantar llmu Flqlh

wakilkan niat kecuali dalam amalan-amalan nya adalah janji-janji lahiriah mereka. Namun
yang boleh diganti atau diwakilkan. menurut madzhab Syafi'i, kafarat orang kafir
Hukum asal dalam masalah niat adalah selain dalam bentuk ibadah [puasa) seperti
tidak boleh menggabungkan dua amalan iba- memerdekakan budak dan memberi makan
dah dengan satu niat, kecuali beberapa ibadah fakir miskin adalah sah. Dan supaya sah, me-
yang dikecualikan. reka disyaratkan berniat, karena yang ditekan-
kan di sini adalah sisi denda dan hukumannya.
Sehingga, niat adalah untuk membedakan dari
H. SYARAT.SYARAT NIAT
kegiatan untuk maksud yang lain bukan untuk
Niat dalam semua bentuk ibadah mem- mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pem-
punyai beberapa syarat, namun niat dalam
bayaran kafarat ini hampir sama dengan pem-
masing-masing ibadah juga mempunyai sya-
bayaran utang. Mandi setelah berhenti dari
rat-syarat tersendiri. Syarat niat dalam semua
haid yang dilakukan oleh wanita Ahli Kitab
bentuk ibadah adalah sebagai berikut.lea yang menjadi istri seorang Muslim adalah sah.
Ketetapan ini diputuskan supaya sang suami
A. ISLAM
dibolehkan menggauli istrinya tersebut tan-
Niat yang dapat menghasilkan pahala dan pa ada perbedaan pendapat, karena darurat.
dapat menyebabkan sahnya suatu amalan Menurut madzhab Syafi'i supaya mandinya itu
adalah niatyang dilakukan oleh orang Muslim. sah, maka wanita itu disyaratkan niat terlebih
Ibadah yang dilakukan oleh orang kafir tidak dulu.
sah. Oleh sebab itu, tayamum dan wudhu yang
Adapun orang yang murtad, maka mandi
dilakukan oleh orang kafir dianggap tidak atau amalan lainnya yang dilakukan tidak
berarti sebagaimana ditegaskan oleh jumhur sah. Namun apabila orang murtad tersebut
ulama, Namun menurut madzhab Hanafi, wu- mengeluarkan zakat sewaktu dalam keadaan
dhu dan mandinya orang kafir adalah sah, murtad, maka hal itu sah dan cukup.
karena niat-menurut mereka-hanya disya-
ratkan sewaktu tayamum tidak pada waktu B. TAMYIZ
wudhu. Apabila setelah melakukan wudhu dan
Ulama bersepakat bahwa, ibadah yang di-
mandi orang kafir itu masuk Islam, maka dia
lakukan oleh anak kecil yang belum mumayyiz
boleh malakukan shalat dengan wudhu dan
(belum dapat membedakan yang baik dan
mandi yang dilakukan sebelum masuk Islam
yang buruk) dan orang gila adalah tidak sah.
tersebut. Menurut madzhab Hanafi kafarat
Namun menurut madzhab Syafi'i, seorang
yang dilakukan oleh orang kafir tidak sah,
wali yang mewudhukan anaknya untuk ke-
begitu juga dengan sumpah yang diucapkan-
perluan thawaf-yaitu ketika dia melakukan
nya. Karena, Allah SWT berfirman,
ihram untukanaknya-adalah sah. Begitu juga
"... Sesungguhnya mereka qdalqh orang-
apabila seorang suami memandikan istrinya
orang yang tidak dapat dipegang janjinya...!'
yang gila setelah berhentinya darah haid
(at-Taubah: 12) dan Allah juga berfirman,
adalah sah, apabila suami tersebut berniat. Hal
"Dan jika mereka melanggar sumpah setelah
ini adalah menurut pendapat yangashah.
ada perjanjian...!' (at-Taubah: 12) maksud-

1e4 lbnu Nujaim, al-Asybahwan-Nazha'ir,hlm.52-55; as-Suyuthi, al-Asybahwan-Nazha'inhlm.31-38; Ghayatul Muntaha,lilid 1, hlm.


1 15 dan setelahnya.

', ",.

W:,* lw:
FIqLH IS[-A.M IILID 1

Oleh sebab itu, perbuatan anak kecil dan Imam as-Suyuthi menjelaskan apabila ada
orang gila yang dilakukan dengan sengaja orang mengucapkan kata talak dengan meng-
adalah dianggap tidak sengaja. Madzhab Ha- gunakan bahasa yang tidak dimengerti, kemu-
nafi menambahkan baik anak kecil tersebut dian orang tersebut berkata, "Saya menghendaki
sudah mumayyiz atau belum. Sedangkan maknanya dalam bahasa Arabi' maka menurut
madzhab Syafi'i, menetapkan bahwa kesenga- pendapat yang ashah, ucapan talaknya ter-
jaan orang gila dan anak kecil yang belum sebut tidak berlaku.
mu mayyizdianggap ketidaksengaj aan. Namun
apabila yang melakukan adalah anak kecil D. TIDAK MELAKUKAN PERKARA YANC
yang sudah mumayyiz, maka tetap dianggap DAPAT MERUSAK NIAT ATAU MERUSAK
PERKARA YANG DINIATI.
sebagai kesengajaan.
Wudhu orang yang mabuk menjadi batal Oleh sebab itu, orang yang berniat harus
karena mabuknya tersebut. Begitu juga sha- memegang teguh konsekuensi niat tersebut.
latnya menjadi batal, karena orang tersebut Atas dasar ini juga, maka ibadah seperti shalat,
berada dalam kondisi tidak dapat membeda- puasa, haji, dan tayamum, akan menjadi batal
kan yang baik dan yang buruk. Adapun madz- apabila ketika melakukan ibadah tersebut
hab Syafi'i menegaskan bahwa orang yang orang yang melakukannya murtad-semoga
mabuk tidak dihukumi sebagai orang yang Allah melindungi kita dari kemurtadan. Be-
berhadats. Sehingga, shalat dan amalannya gitu juga status sebagai sahabat Nabi men-
yang lain tidak batal, kecuali jika dia sampai jadi batal, apabila orang tersebut murtad dan
mabuk berat dan keluar bau dari mulutnya. mati dalam kedaan murtad. Namun apabila
orang tersebut kembali lagi kepada Islam dan
C. MENGETAHUI PERKARA YANG DINIATI Nabi masih hidup, maka status sahabat terse-
Barangsiapa tidak mengetahui kewajiban but dapat disematkan kembali. Tetapi apabila
melaksanakan shalat lima waktu, maka niat- Nabi sudah meninggal ketika orang tersebut
nya tidak sah. Begitu juga orang yang hanya kembali kepada Islam, maka ada perbedaan
mengetahui bahwa yang wajib hanyalah be- pendapat dalam masalah statusnya sebagai
sahabat. Imam as-suyuthi menyebutkan bah-
berapa shalat saja dari shalat lima waktu'
Namun syarat ini tidak berlaku dalam ibadah wa wudhu dan mandi tidak menjadi batal
haji, karena haji berbeda dengan shalat. Dalam
karena murtad. Karena, amalan-amalan dalam
haji tidak disyaratkan menyatakan dengan wudhu dan mandi tidaklah saling berhubung-
jelas perkara yang diniati (ta'yin), melainkan an. Namun, amalan yang dilakukan ketika da-
lam keadaan murtad tidak diberi pahala.
ihram akan sah hanya dengan niat yang mut-
lak. Ali r.a. melakukan ihram (dengan niat) Kemurtadan menyebabkan hapusnya amal,
"melakukan ihram yang dilakukan oleh Nabi pahala, dan juga keimanan yang terlewat, baik
Muhammadi' dan Nabi membenarkan tin- orang tersebut nantinya masuk Islam kembali
dakan Ali tersebut. Apabila sebelum melaku- atau tidak.
kan amalan seseorang menyatakan dengan Di antara perkara yang menyebabkan ru-
jelas (ta'yin) bahwa amalannya adalah amalan saknya niat adalah niat untuk memutuskan
haji atau umrah, maka amalannya itu sah. atau membatalkan. Apabila ada orarrg yang
Namun apabila ta'yin itu dilakukan setelah berniat hendak membatalkan imannya, maka
memulai amalan, maka ia menjadi amalan seketika itu juga dia menjadi murtad. Kalau
umrah. seseorang berniat membatalkan shalat namun
FIQIH ISIAM JITID 1 Peng.ntar llmu Flqlh

dilakukan setelah selesai shalat, maka shalat- dia membatalkan niatnya sebelum faja4 maka
nya tidak batal, begitu juga ibadah-ibadah yang niat itu tidak aktif lagi.
lain. Namun apabila niat membatalkan shalat Apabila seorang musafir memutuskan un-
itu dilakukan di tengah-tengah mengerjakan tuk tinggal dan menjadi orang mukim, maka
shalat, maka batallah shalatnya. Karena, sha- dia ditetapkan sebagai mukim dan status
lat hampir sama dengan iman. Namun Ibnu safarnya menjadi batal dengan lima syarat; [1].
Nujaim al-Mishri mengatakan bahwa shalat- Benar-benar tidak melakukan safar lagi. Kalau
nya orang tersebut tidak batal kecuali jika seandainya seseorang niat bermukim namun
orang tersebut mengucapkan takbir; dan niat dia tetap melakukan perjalanan, maka niatnya
melakukan pekerjaan yang lain, maka tak- tidak sah; [2] Tempat mukimnya memang layak
bir tersebut sebagai pemutus pekerjaan yang untuk bermukim. Kalau seandainya seseorang
pertama, dan putusnya bukan hanya sekadar niat bermukim di tengah laut atau di pulau
dengan niat. [yang tidak mungkin ditempati), maka niatnya
Apabila ada orang ketika di tengah-te- tidak sah; [3] Niatnya tersebut atas inisiatif
ngah melakukan thaharah niat membatal- sendiri. Oleh sebab itu, niat bermukim yang
kan thaharah, maka amalan thaharah yang dilakukan oleh orang yang ikut-ikutan tidak
sebelumnya tidak batal. Tetapi, dia wajib sah; [4] Mukimnya dalam masa setengah bu-
memperbarui niat untuk melakukan amal- lan. Apabila seseorang niat bermukim dalam
an thaharah yang tersisa. Apabila seseorang jangka waktu kurang dari setengah bulan,
niat membatalkan puasa atau i'tikaf, maka maka dia masih boleh mengqashar shalat; [5]
puasa dan i'tikafnya tidak batal. Hal ini karena Masa setengah bulan itu dilalui di satu tempat.
shalat merupakan ibadah khusus yang ber- Apabila seseorang niat mukim setengah bulan
beda dengan ibadah-ibadah yang lain, karena namun masanya dibagi di dua tempat, seperti
ia sangat menekankan ikatan dan doa kepada di Mina dan Mekah, maka dia tidak dihukumi
Allah SWT. Apabila setelah fajar seseorang sebagai orang yang mukim.les
mulai melakukan puasa fardhu, kemudian Perkara yang hampir sama dengan mem-
dia niat membatalkan puasanya tersebut dan batalkan niat, adalah mengubah niat, yaitu
berubah melakukan puasa sunnah, maka pua- niat pindah dari satu bentuk shalat ke shalat
sanya tidak batal. Karena, puasa sunnah dan yang lain. Menurut madzhab Hanafi, perubah-
puasa wajib begitu juga sedekah sunnah dan an tersebut tidak akan terjadi kecuali dengan
sedekah wajib, adalah satu jenis. Apabila ada melakukan takbir bukan hanya dengan niat
seseorang memulai shalat dengan niat fardhu, melakukan perubahan saja, dan takbir itu ha-
kemudian dia mengubah niatnya menjadi niat ruslah yang kedua bukan yang pertama. Um-
shalat sunnah, maka shalatnya berubah men- pamanya adalah seseorang melakukan shalat
jadi shalat sunnah. Apabila seseorang niat Ashar setelah melakukan iftitahshalaf Zhuhur;
dalam hati akan melakukan perkara-perkara sehingga shalat Zhuhurnya batal, disyaratkan
yang membatalkan shalat, maka shalatnya ti- juga niat tersebut tidak dilafalkan dengan
dak batal. Apabila seseorang niat akan makan lisan. Apabila dia melafalkan dengan lisan,
atau berjimak sewaktu puasa, maka niatnya maka yang pertama menjadi batal.
itu tidak memengaruhi sahnya puasa. Apabila Menurut Imam al-Mawardi, "Shalat men-
seseorang niatpuasa di malam hari, kemudian jadi batal apabila seseorang melakukan per-
7es Ad-Durrul Mukhtar wa Raddul Mukhtan tllid^L,h1m.737.
Pengantar llmu Flqlh FIQIH ISIAM IILID 1

pindahan niat dari satu fardhu ke fardhu juga batal. Karena, kalimat tersebut makna
yang lain, atau dari satu sunnah ratibah ke asalnya menunjukkan kepada arti menggan-
sunnah ratibah yang lain, seperti berpindah tungkan niat kepada sesuatu. Kalau ada orang
dari shalat Witir ke shalat sunnah fajac atau berniat, "Besok saya puasa, insya Allahl' maka
dari shalat sunnah ke shalat fardhu, atau dari niatnya tidak sah. Ibnu Nujaim berpendapat
fardhu ke sunnah, kecuali jika memang ada bahwa apabila kalimat insya Allah tersebut
udzur. Umpamanya adalah seseorang mela- dikaitkan dengan niat puasa dan shalat, maka
kukan takbiratul ihram untuk shalat fardhu tidak batal. Namun jika dikaitkan dengan
secara sendirian kemudian ada jamaah, lalu ucapan seperti talak dan membebaskan bu-
orang tersebut memutuskan untuk meng- dak, maka batallah niatnya.
akhiri shalatnya pada rakaat kedua dengan Namun ada beberapa kasus yang dite-
salam, maka shalat yang dilakukan itu sah dan rangkan oleh Imam as-Suyuthi, di mana niat
dianggap'sebagai shalat sunnah. Ini adalah tidak batal meskipun ada keraguan dalam niat
menurut pendaPat Yang ashah. atau niat tersebut digantungkan kepada yang
Di antara perkara yang menyebabkan lain. Di antara contoh ragu-ragu adalah apabila
rusaknya niat adalah adalah ragu-ragu dan seseorang ragu apakah air yang akan diguna-
kan itu air mutlak atau air bunga mawal maka
tidak pasti terhadap niat yang asal. Apabila
orang tersebut tidak perlu berijtihad, melain-
seseorang niat puasa di hari syak [malam
kan dia boleh terus berwudhu dengan air ter-
tanggal tiga puluh Sya'ban),-sehingga apabila
sebut. Munculnya keraguan ketika niat diam-
memang hari itu masih dalam bulan Sya'ban,
puni karena darurat. Contoh lainnya adalah
maka dia tidak dianggap puasa. Dan apabila
apabila seseorang menyadari bahwa dia mem-
sudah masuk bulan Ramadhan, maka dia di-
punyai tanggungan puasa wajib, namun dia
anggap puasa-, maka niat puasanya tersebut
tidak tahu pasti apakah puasa tersebut puasa
tidak sah. Beda apabila keraguan itu teriadi Ramadhan atau puasa nadzar atau puasa ka-
pada malam tanggal tiga puluh Ramadhan,
farat, maka dia boleh terus berniat puasa wa-
karena diikutkan dengan yang asal. Apabila jib dan niat tersebut sudah cukup untuknya'
seseorang ragu apakah dia jadi membatalkan Tidak adanya kepastian niat dalam kasus ini
shalat atau tidak, atau dia menggantungkan dimaafkan karena darurat.
batalnya shalat dengan sesuatu, maka batallah
Adapun contoh menggantungkan (to'liq)
shalatnya. Apabila seseorang ragu apakah dia
niat yang tidak menyebabkan batalnya niat
tadi niat qashar atau tidak, atau ragu apakah
adalah, apabila seseorang ragu apakah imam-
dia akan melaksanakan shalat secara sem-
nya mengqashar shalat atau tidak, kemudian
purna atau tidak (qashar), maka orang terse-
dia berkata, 'Apabila dia mengqashar shalat,
but tidak boleh mengqashar shalat, melainkan
maka saya ikut mengqashar. Apabila tidah
harus melaksanakannya dengan sempurna.
maka saya juga tidak mengqashar shalati' dan
Contoh lainnya adalah mengikuti niat de-
ternyata sang imam mengqashar shalat, maka
ngan kalimat insya Allah. Imam as-Suyuthi
orang tersebut harus mengqashar.
mengatakan bahwa apabila orang yang me-
Apabila ada orang yang hendak ihram
nyatakan itu bermaksud menggantungkan
berkata, 'Apabila Zaid sudah berihram, ma-
niatnya, maka batallah niat tersebut. Namun
jika maksudnya adalah mencari keberkahan, ka saya pun berihram." Dan ternyata, Zaid
benar-benar sudah berihram, maka jadilah
maka tidak batal. Apabila dia tidak bermaksud
ihram orang tersebut. Namun apabila Zaid
apa pun dengan pernyataan itu, maka niatnya
lili:il
ir;!iii
'idd
,r.il
FIQIH ISI.JA,M IITID 1 I
I

ternyata belum berihram, maka ihram orang madzhab Syafi'i. Dikatakan juga bahwa shalat
tersebut tidak jadi. Apabila orang tersebut fumat tersebut tidak sah.
menggantungkan niat ihramnya dengan ke- Di antara perkara yang menyebabkan
jadian yang akan datang, umpamanya dia ber- rusaknya niat adalah tidak adanya kemampu-
kata, "fika nanti Zaid berihram, atau jika awal an untuk melaksanakan sesuatu yang diniati,
bulan datang, maka saya berihrami'maka niat- baik ketidakmampuan itu berdasarkan per-
nya tidak sah. timbangan akal, syarai atau adat kebiasaan.
Contoh lain adalah apabila ada orang yang Contoh yang pertama adalah apabila ada
mempunyai tanggungan shalat fardhu namun orang mengambil air wudhu dengan niat un-
dia ragu apakah sudah melaksanakannya tuk melakukan shalat dan pada waktu ber-
atau belum, kemudian dalam niatnya dia me- samaan niat untuk tidak melaksanakan shalat,
nyatakan, "Saya akan shalat mengganti shalat maka niatnya tidak sah karena ada perten-
yang menjadi tanggungan saya jika memang tangan [kontradiksi) dalam niatnya.
belum saya kerjakan. Namun bila sudah saya Contoh yang kedua adalah orang yang niat
kerjakan, maka shalat saya ini menjadi shalat berwudhu untuk melakukan shalat di tempat
sunnah," dan ternyata shalat tersebut sudah yang najis, maka tidak sah niatnya.
ditunaikan, maka niatnya tersebut tetap sah. Contoh yang ketiga adalah apabila ada
Apabila ada orang niat puasa pada malam orang yang berwudhu dengan niat untuk sha-
tanggal tiga puluh Sya'ban sembari berkata, lat'ld, padahal dia masih berada di awal tahun
"Kalau memang besok sudah masuk bulan hijriyah, atau ada orang niat thawaf padahal
Ramadhan, maka saya puasa wajib. Tetapi dia masih ada di Syam. Menurut pendapat
kalau belum masuk bulan Ramadhan, maka yang ashah niatnya sah, tapi dikatakan juga
puasa saya adalah puasa sunnahi' maka niat- bahwa niatnya tidak sah.
nya tersebut sah dan sudah cukup. Apabila ada Yang diterangkan ini adalah syarat-syarat
orang niat mengeluarkan zakat atas hartanya umum dalam berbagai ibadah. Syarat-syarat
yang tidak ada di tempat dengan berkata, tersebut juga digariskan oleh para ahli fiqih
"Saya keluarkan zakat atas hartaku yang tidak untuk ibadah thaharah. Mereka mengatakan
ada di tangan, jika ia memang masih ada. Na- bahwa dalam niat wudhu disyaratkan Islam,
mun jika harta tersebut memang hilang, maka tamyiz, mengetahui apa yang diniati, dan ti-
zakat tersebut adalah untuk harta benda yang dak melakukan perkara yang membatalkan
ada pada diriku saja," dan ternyata hartanya niat, yaitu dengan memegang teguh konse-
tersebut masih ada, maka niatnya tersebut kuensi niat tersebut, sehingga dia tidak boleh
sudah cukup. Atau bila hartanya memang memindahkan niat wudhunya kepada amalan
benar-benar hilang, maka niatnya cukup un- yang lain. Niat tersebut juga disyaratkan ti-
tuk zakat harta yang ada di tangannya saja. dak digantungkan dengan sesuatu yang lain.
Apabila ada orang melakukan shalatfumat Kalau seseorang mengatakan "insye Allahi'
di akhir waktu dan dia berkata, "fika waktu dan dia bermaksud menggantungkan niat
shalat fumat masih, maka shalat yang aku atau dia memutlakkan kalimat tersebut, maka
lakukan adalah shalat fumat. Namun apabila niatnya tidak sah. Namun jika dia bermaksud
waktunya sudah habis, maka shalat tersebut mendapatkan berkah, maka sah niatnya.
adalah shalat ZhuhuC' dan ternyata waktu- Selain madzhab Hanafi mensyaratkan
nya masih, maka shalat fumatnya sah. Ini masuknya waktu shalat bagi niat wudhu yang
merupakan pendapat salah satu wal dalam dilakukan oleh orang yang keluar hadats se-
T-

Pengbntar llmu Flqlh FIqLH ISTAM

nrV)uar' gpkr4t-"tc
/ c /0 ,t / ol / /t
cara berterusan, seperti orang yang keluar
kencing terus atau wanita yang sedang me-
ngalami istihadhah, hal ini karena thaharah "Barangsiapa tidak niat puasa pada ma'
mereka adalah thaharah dalam keadaan udzur lam hari sebelum munculnya faiar maka tidak
dan darurat. Sehingga, perlu dibatasi dengan (sah/ se mp urna) p uasany a.'ae7
waktu sama seperti tayamum.le6
Syarat-syarat umum di atas juga ditetap-
fumhur ulama juga menetapkan bahwa
kan oleh fuqaha untuk niat ibadah shalat. Se- ta'yin niat dalam puasa fardhu adalah syarat,
lain itu, mdreka juga menambahkan beberapa sedangkan madzhab Hanafi tidak mengang-
syarat, yaitu membarengkan niat dengan tak- gapnya sebagai syarat. Yang dimaksud ta'yin
biratul ihram; madzhab Hanafi mensyaratkan tersebut adalah bertekad puasa esok hari di
niat harus bersambung dengan amalan bulan Ramadhan, bertekad puasa esok hari
shalat, tidak boleh ada pembatas asing di sebagai qadha', atau sebagai kafarat atau se-
antara keduanya. Sedangkan madzhab Syafi'i bagai nadzar. fumhur iuga mensyaratkan
menetapkan bahwa niat harus berbarengan niat tersebut harus pasti. Sehingga apabila
dengan amalan shalat. Madzhab Maliki dan pada malam syak seseorang berniat, 'Apabila
Hambali juga menetapkan bahwa niat harus besok memang Ramadhan, maka saya akan
berbarengan dengan takbiratul ihram. Tetapi puasa fardhu. Apabila belum masuk Rama-
menurut mereka, mendahulukan niat atas dhan, maka saya puasa sunnah," maka niatnya
takbiratul ihram dalam jangka masa yang tersebut tidak sah. Hal ini disebabkan tidak
singkat adalah boleh. Para fuqaha sepakat ada kepastian puasa yang mana yang akan
bahwa menentukan jenis shalat fardhu yang dilaksanakan, karena orang tersebut tidak
dilakukan-seperti shalat Zhuhur atau Ashar- memastikan bahwa puasanya adalah puasa
adalah termasuk syarat. Karena, shalat fardhu Ramadhan. Namun menurut madzhab Hanafi,
banyak jumlahnya dan salah satu di antara- memastikan niat dalam puasa yang waktunya
nya tidak boleh dilakukan dengan niat shalat telah ditentukan bukanlah termasuk syarat,
fardhu yang lain. sehingga apabila ada orang yang melakukan
Niat keluar dari shalat ketika mengucap- niat dengan niat di atas, maka sah niatnya.
kan salam tidak diwajibkan, namun menurut
Ahli fiqih sepakat bahwa niat kefardhuan
madzhab Syafi'i dan Maliki niat tersebut di-
puasa bukanlah syarat dalam niat puasa. Hal
sunnahkan.
ini berbeda dengan apa yang ditetapkan dalam
Syarat-syarat umum di atas juga ditetap-
shalat, karena puasa Ramadhan yang dilaku-
kan fuqaha untuk niat puasa. Mereka juga kan oleh orang yang baligh sudah pasti fardhu.
menambahi beberapa syarat lain, yaitu me- Berbeda dengan shalat, sebab shalat i'adoh
lakukan niat pada malam hari, menurut pen-
adalah sunnah. Ulama juga sepakat bahwa
dapat jumhur selain madzhab Hanafi. Menurut
menyatakan sunnah, ada' atau mengaitkan
madzhab Hanafi, melakukan niat puasa di dengan Allah SWT dalam niat puasa bukan-
malam hari adalah keutamaan. Dalil masalah
lah suatu syarat. Karena, maksud tersebut su-
ini adalah sabda Rasulullah saw., dah dipenuhi dengan hanya menyatakan niat

1e6 Mughnit Muhtaj,


iilid,l,hlm. 47; at-Mughni,jilid 1, hlm. 142.
1e7 H"ditr ini diriwayatkan oleh ad-Daruquthni dengan sanad yang rawi'rawinya *iqoh.
Isr-A.M IrtlD 1
I
I
I
I
I

puasa, sehingga tidak perlu menyatakan ke- naan pemberian harta tersebut kepada fakir i
{
sunnahannya. miskin. Yaitu, ketika memisahkan kadar harta 1

Jumhur ulama juga mensyaratkan peng- yang wajib dizakati atau ketika memberikan
.l

;i
il

ulangan niat sesuai dengan jumlah hari. Se- harta zakat tersebut kepada wakil, atau se- 1

I
hingga pada setiap hari bulan Ramadhan, telahnya namun sebelum pembagian zakat
l
seseorang harus niat puasa secara sendiri- kepada fakir miskin. Niat juga boleh dilakukan
sendiri. Karena, ibadah puasa dalam satu hari pada rentang masa antara waktu memisahkan
i

tidak ada sangkut pautnya dengan ibadah kadar harta yang wajib dizakati dan waktu I
I
puasa pada hari berikutnya. Namun, madzhab pembagian zakat, meskipun niatnya tersebut I
I
Maliki mengatakan bahwa niat sekali di awal tidak berbarengan dengan waktu pembagian I
puasa sudah cukup untuk puasa selama bu- atau waktu pemisahan.
lan Ramadhan. Sehingga, boleh puasa sebulan Niat juga boleh dipasrahkan kepada wakil
penuh dengan niat sekali saja. jika memang wakil tersebut kapabel [Mus-
Dalam masalah zakat, para ulama juga lim dan mukallaf). Untuk membagikan zakat
menetapkan syarat-syarat umum di atas. Na- tersebut kepada yang berhah seseorang juga
mun, mereka berbeda pendapat dalam ma- boleh mewakilkannya kepada anak kecil atau
salah keharusan barengnya pelaksanaan niat orang kafir; asalkan orang-orang yang akan
dengan waktu memberikan zakat. Madzhab diberi zakat tersebut sudah ditentukan secara
Hanafi menetapkan bahwa membayar zakat jelas. Wali wajib melakukan niat ketika melak-
tidak boleh tanpa niat dan niat tersebut harus sanakan zakatnya anak kecil, orang gila, atau
dinyatakan sewaktu membayarkannya (ada') orang yang bodoh (safih).|ika dia tidak ber-
kepada fakir miskin, meskipun secara hukmi niat, maka dia wajib menggantinya. Apabila
saja. Yaitu, umpamanya ada orang sewaktu seseorang menyampaikan zakat kepada imam
memberikan zakat kepada fakir miskin tidak (pemerintah) tanpa niat, maka niatnya imam
niat. Namun setelah itu, dia niat dan harta belum mencukupi. Hal ini menurut pendapat
zakat itu masih ada di tangan fakir miskin, yang azhar. Apabila seseorang yang wajib za-
maka sah niatnya. Begitu juga apabila niat- kat (tidak mau membayar zakat) dan dipaksa
nya itu diucapkan ketika memberikan kepada untuk membayar zakat, maka niatnya adalah
wakilnya dan sang wakil ketika memberikan ketika harta zakat itu diambil. Apabila orang
kepada fakir miskin tidak niat, atau niat itu itu tidak menyatakan niat, maka orang yang
dinyatakan ketika memisahkan kadar harta mengambilnya waj ib niat.
yang wajib dizakati. Bagi madzhab Hambali, pelaksanaan niat
Madzhab Maliki mensyaratkan niat di- boleh mendahului pelaksanaan zakat jika ren-
lakukan sewaktu memberikan (daf'u) zakat tang waktu tidak panjan& sama seperti iba-
tersebut kepada fakir miskin, dan niat tersebut dah-ibadah yang lain. Apabila seseorang mem-
juga sudah cukup apabila dilakukan sewaktu berikan zakatnya kepada wakil dan niat hanya
memisahkan kadar harta yang wajib dizakati. dilakukan oleh orang yang wajib zakat-wakil-
Niat yang dilakukan oleh imam [pemerintah) nya tidak menyatakan niat-maka niat zakat-
atau perwakilannya juga sudah cukup sebagai nya sah, jika memang jarak antara pelaksana-
pengganti niat orang yang wajib zakat. an niat dengan pembagian zakat tidak lama.
Madzhab Syafi'i, Hanafi, dan Maliki mem- fika jarak antara niat dan pembagian zakat
bolehkan terjadinya niat mendahului pelaksa- adalah lama, maka niatnya tidak sah. Kecuali,
-Tr
I

Pengantar llmu Flqlh FIqLH ISIAM JILID 1

jika orang yang wajib zakat itu menyatakan dengan niat. Tetapi menurut madzhab Maliki,
niat ketika memberikannya kepada wakil dan orang yang melakukan seperti itu wajib mem-
wakil juga niat ketika memberikannya kepada bayar dam,karena dia meninggalkan talbiyah
orang-orang yang berhak. Tetapi jika harta dan tidak melepaskan pakaian yang berjahit
zakat itu diambil oleh imam dengan cara pak- ketika niat. Sewaktu ihram, lelaki disyaratkan
sa, maka sudah dianggap cukup, meskipun menanggalkan pakaian yang berjahit, tidak
tanpa niat. Karena, adanya udzur untuk me- memakai wewangian, dan perkara-perkara
lakukan niat dapat menggugurkan kewajiban lain yang dilarang sewaktu ihram. Adapun
niat, sama seperti udzurnya anak kecil dan ihramnya wanita adalah dengan cara mem-
orang gila. buka wajahnya. Syarat yang lain adalah ihram
Menurut jumhur ulama-selain madzhab harus dilakukan dari miqat Setiap negeri
Hanafi, orang yang secara sukarela menyede- mempunyai miqat tertentu yang telah diketa-
kahkan seluruh hartanya, belum dianggap se- hui oleh banyak orang.
bagai membayar zakat. Karena, orang terse- Jumhur fuqaha menyatakan bahwa meng-
but tidak menyatakan niat fardhu, sehingga gabungkan haji kepada ibadah umrah atau
disamakan dengan sedekah sebagian harta- sebaliknya adalah boleh, dengan syarat peng-
nya. Kasus ini disamakan dengan kasus orang gabungan itu dilakukan sebelum melakukan
yang shalat seratus rakaat, namun dia tidak thawaf umrah. Adapun menurut madzhab
niat shalat fardhu. Menurut madzhab Hanafi, Hanafi, syaratnya adalah sebelum melakukan
apa yang dilakukan oleh orang tersebut sudah empat putaran dalam thawaf umrah. Namun
dianggap menggugurkan kewajiban, dengan menurut madzhab Hanafi, menggabungkan
syarat dia tidak niat nadzar atau niat-niat wajib umrah kepada ibadah haji tidak boleh.
lainnya. Alasannya adalah dalam harta terse- Menurut madzhab Hambali, membatalkan
but ada yang wajib dizakati, sehingga tidak haji dan mengubahnya menjadi ibadah umrah
perlu dipertegas lagi. Oleh sebab itu, apabila adalah boleh. Pendapat madzhab Hambali
ada orang fakir berutang kepada orang yang ini berbeda dengan pendapat jumhur yang
wajib zakat, kemudian orang yang wajib za- melarang praktik ini.
kat itu membebaskan utangnya, maka pembe-
Madzhab Syafi'i dan Hambali mensyarat-
basan itu dianggap sebagai pembayaranzakat,
kan niat sewaktu menyembelih hewan qur-
baik dia niat atau tidak.
ban, karena qurban adalah sarana bagi orang
Syarat-syarat umum di atas juga ditetap-
yang melakukannya untuk mendekatkan diri
kan oleh ulama sebagai syarat dalam haji dan
kepada Allah SWT. Niat tersebut cukup di-
umrah. Selain itu, ihram haji harus dilaksana-
nyatakan dalam hati. Adapun mengucapkan-
kan pada waktu-waktu tertentu yang telah
nya dengan lisan tidak menjadi syarat, karena
ditetapkan, yaitu tiga bulan: Syawal, Dzul-
niat adalah amalan hati dan mengucapkannya
qa'dah, dan Dzulhijjah. Adapun umrah, boleh
dengan lisan hanya untuk membantu niat saja.
dilaksanakan sepanjang tahun. Menurut ma-
Imam al-Kasani dalam al-Bada'i' mengatakan
dzhab Hanafi, ihram harus dilakukan ber-
bahwa pelaksanaan qurban harus dengan
samaan dengan amalan-amalan haji, baik itu
niat, dan menurut madzhab Hanafi niat sudah
ucapan maupun perbuatan, seperti talbiyah
cukup apabila dilakukan ketika membeli he-
atau melepas baju yang berjahit. Namun, jum-
wan qurban tersebut, sebagaimana yang akan
hur ulama tidak mewajibkan hal itu. Menurut
kami terangkan nanti.
jumhuc ihram sudah diakui meskipun hanya
FIQIH ISLAM IILID 1

l. NIAT DALAM IBADAH: SYARAT ATAU salah apakah niat itu ruku atau syarat dalam
RUKUN? ibadah.
Sebelum ini kita telah membahas masa- Ibnu Nujaimle8 berkata, "Menurut madz-
lah syarat-syarat niat, tempat, cara, waktu hab kami, niat adalah syarat dalam semua
niat, dan sebagainya. Sehingga, dalam masa- bentuk ibadah. Ini merupakan kesepakatan
lah niat sewaktu ibadah kita hanya akan mem- semua ulama madzhab Hanafi. Dia bukan ru-
bahas apakah niat termasuk rukun atau syarat kun. Perbedaan hanya muncul dalam masa-
dalam ibadah. Sebagaimana diketahui, syarat lah takbiratul ihram, namun pendapat yang
dan rukun adalah sama-sama fardhu, tetapi mu'tamad adalah takbiratul ihram merupakan
keduanya mempunyai perbedaan. Syarat ada- syarat sama seperti niat. Namun dikatakan
lah faktor eksternal dari perkara yang disya- juga takbiratul ihram adalah rukun. Madzhab
rati, seperti bersuci merupakan syarat sah Hambali dan Maliki juga mengatakan bahwa
shalat dan dia merupakan faktor eksternal dari niat adalah syarat dalam ibadah, ia bukan
perbuatan shalat. Sedangkan rukun-menu- rukun meskipun berada di dalam ibadah."lee
rut istilah dalam
madzhab Hanafi-adalah Imam as-Suyuthizoo mengatakan bahwa
sesuatu yang diperlukan oleh kewujudan ulama pengikut madzhab Syafi'i berbeda
suatu perkara. Sehingga, ia merupakan bagian pendapat apakah niat termasuk rukun atau
sesuatu dan merupakan unsur internal yang syarat ibadah. Sebagian besar dari mereka
membangun sesuatu tersebut. Sedangkan arti memilih bahwa niat adalah rukun, karena
rukun menurut jumhur ulama adalah, perka- niat berada di dalam amalan ibadah, dan
ra yang menjadi penopang utama kewujudan itu merupakan karakteristik rukun. Sedang-
sesuatu, baik dia merupakan bagian internal kan syarat, adalah perkara yang mendahului
dari sesuatu tersebut maupun dia merupa- amalan ibadah dan harus terus-menerus ber-
kan unsur utama bagi sesuatu itu. Ruku' dan sambung dengan ibadah.
sujud merupakan rukun dalam shalat, karena Pada pembahasan berikut akan saya te-
kedua perbuatan tersebut merupakan bagian rangkan hukum niat dalam setiap ibadah.
dari saslat, Shighat ijab dan qabul merupakan
syarat akad menurut istilah madzhab Hanafi. 7. BERSUC'
Selain shighat ijab dan qabul, dua orang yang
Para ahli fiqih berbeda pendapat dalam
melakukan akad, benda yang diakadi dan harga
hal apakah niat wudhu menjadi syarat atau
juga dianggap sebagai rukun akad menurut
bukan. Madzhab Hanafi2ol menyatakan bahwa
istilah jumhur ulama.
orang yang wudhu disunnahkan memulai
Namun sebelum membahas secara ter- wudhunya dengan niat supaya mendapatkan
perinci masalah hukum niat dalam ibadah, pahala, waktu pelaksanaannya adalah sebe-
saya akan uraikan dulu pembahasan yang di- lum rstinia', sehingga semua amal perbuat-
lakukan oleh Imam as-Suyuthi dan Ibnu Nu- annya dapat dikategorikan sebagai ibadah
jaim, karena kedua imam ini merupakan wakil
untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
representatif bagi dua kelompok dalam ma-

198
Al-Asybah wan-Nazha'ir , hlm. 55.
199
Al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 57; Ghayatul Muntaha jilid 1, hlm. 115.
200
Perinciannya akan diuraikan pada pembahasan niat pada tempat yang dituntut
201
AbBada'i',1ilid 1, hlm. 17; ad-Durrul Mukhtar iilid 1, hlm. 98 dan setelahnya.

:f,.$ffi{s{
-r-

FIqLH ISIAM JITID 1

Caranya adalah dengan niat menghilang- c. Qiyas terhadap jenis-jenis thahorah yang
kan hadats, niat untuk melakukan shalat, niat lain dan ibadah-ibadah yang lain. Wudhu
wudhu, atau niat melaksanakan perintah. adalah bersuci dengan menggunakan air,
Tempat niat adalah hati. Apabila seseorang maka dia tidak disyaratkan berniat sama
mengucapkan niatnya dengan lisan dengan seperti menghilangkan najis dengan air.
tujuan supaya amalan hati dan lisan berjalan Niat juga bukan termasuk syarat dalam
bersama-sama, maka hal tersebut disunnah- shalat sama seperti menutup aurat. Wa-
kan. nita dzimmi istri seorang Muslim yang
Konsekuensi pendapat yang tidak me- haidnya berhenti juga tidak diwajibkan
nganggap niat sebagai fardhu ini adalah sah- mandi.
nya wudhu orang yang ingin mendapat kese- d. Wudhu adalah amalan pengantar (wasi-
garan, atau orang yang masuk ke dalam kolam lah) sebelum shalat. Wudhu bukanlah
untuk berenang, untuk membersihkan badan, amalan yang menjadi tujuan utama. Niat
atau untuk menyelamatkan orang yang teng- hanya dituntut dalam amalan-amalan yang
gelam, dan sebagainya. termasuk kategori tujuan utama (maqa-
Dalil-dalil mereka adalah sebagai berikut' shidJ bukan yang masuk kategori wasilah.
a. Tidak adanya nash dalam Al-Qur'an yang
menyatakan bahwa niat adalah fardhu' fumhur ulama selain madzhab Hanafi2o2
Ayat wudhu hanya memerintahkan mem- mengatakan bahwa niat merupakan amalan
basuh anggota badan yang tiga dan me- fardhu dalam wudhu, supaya amalan-amal-
ngusap kepala. Penetapan niat sebagai an wudhu benar-benar menjadi amalan iba-
syarat wudhu dengan menggunakan ha- dah untuk mendekatkan diri kepada Allah
dits ahad berarti menambah aturan yang SWT. Shalat tidak boleh dilaksanakan dengan
ditetapkan nash Al-Qur'an. Dan bagi madz- amalan wudhu yang tidak dimaksudkan untuk
hab Hanafi, menambah merupakan salah ibadah, sehingga amalan itu menjadi laksana
satu bentuk naskh (menghapus ketetapan perbuatan makan, minum, tidur; dan sebagai-
hukum yang sebelumnya), dan naskh tidak nya. Dalil yang mereka pakai adalah sebagai
boleh dilakukan dengan menggunakan berikut.
hadits ahad. a. Sunnah, yaitu sabda Rasulullah saw yang
b. Tidak adanya nas sunnah yang menyata- diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Mus-
kan bahwa niat adalah fardhu. Nabi juga lim,Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan
tidak mengajarkan hal tersebut kepada Ibnu Majah yang bersumber dari sahabat
orang Arab, padahal mereka adalah Umar r.a., " Innamal a'maalu bin'niyaat wa
orang-orang yang bodoh. Difardhukannya innamaa likullimri'in maa nawaa." Mak-
niat dalam tayamum, adalah karena ia sudnya adalah amal-amal yang diakui oleh
menggunakan debu, dan debu sebenarnya syara' adalah amal-amal yang mengguna-
tidak dapat menghilangkan hadats. Debu kan niat. Wudhu adalah suatu amalan dan
hanya sebagai pengganti air. ia tidak akan diakui oleh syara' jika tanpa
niat.

202 An-N"*rr"i, at-Majmui jilid 1, hlm. 361 dan setelahnya; Bidayatul Mujtahid, jilid 1, hlm. 7; asy-syarhul Kabir, iilid 1, hlm. 93 dan
setelahnya; Mughnit Muhtaj,iilid 1, hlm.47 dan setelahnya; al-Mughni,iilid 1, hlm. 110 dan setelahnya; Kasysyaful Qinaj
jilid 1, hlm'
94-1.01..
-
FIQIH ISLAM IILID 1
/-:":\tto P€ngantar tlmu Fiqlh
\:i1 t;J
\{,.-'l
I
Untuk merealisasikan ikhlas dalam iba- but adalah hadits masyhur. Perawi yang me- i
dah. Allah SWT berfirman, "Padahal me- riwayatkan dari Umar ada lebih dari dua ratus ti

I
reka hanya diperintah menyembah Allah, orang dan kebanyakannya adalah tokoh-tokoh ,i
:f
dengan ikhlas menaati-Nya semotq-mata utama, di antaranya adalah Imam Malik, ats-
il
karena (menjalankan) agama...J' (al-Bay- Tsauri, al-Auza'i, Ibnul Mubarak, al-Laits bin )

yinah: 5) Wudhu adalah ibadah yang di- Sa'd, Hammad bin Zaid, Syu'bah, Ibnu Uyai-
perintah oleh syara'. Ia tidak akan diakui nah, dll.. Selain itu, mengalirnya air ke anggota
apabila dijalankan tanpa keikhlasan niat tubuh tanpa disertai niat, atau disertai niat
hanya kepada Allah SWT. Ikhlas adalah mendapat kesegaran, bukan dianggap sebagai
perbuatan hati, yaitu niat. amalan wudhu. Ia dapat dianggap sebagai
c. Qiyas. Niat disyaratkan dalam amalan wu- wudhu jika sesuai dengan tuntutan-tuntutan
dhu, sama seperti dalam amalan shalat syariah, dan segala amal perbuatan bergan-
dan juga sama dengan tayammum yang tung kepada tujuan atau niatnya, sebagaimana
dikerjakan dengan maksud supaya boleh yang telah disepakati oleh ulama.
malaksanakan shalat.
d. Wudhu adalah pengantar (wasilah) kepa- 1. Tayamum
da tujuan utama, yaitu shalat, sehingga Ulama bersepakat bahwa niat adalah wa-
ia mempunyai hukum yang sama dengan jib dalam tayamum. Menurut madzhab Ma-
tujuan utama tersebut. Dalilnya adalah liki dan Syafi'i, niat dikategorikan sebagai
firman Allah SWT, "Apabila kamu hendak fardhu. Adapun menurut pendapat madzhab
melaksanakan shalat, maka basuhlah wa- Hanafi dan Hambali2o3 yang mu'tamad, niat
jahmu...." (al-Maa'idah: 6) Ini menunjuk- merupakan syarat. Dalil mereka bahwa niat
kan bahwa wudhu diperintahkan ketika dalam tayamum termasuk syarat adalah ha-
hendak melaksanakan shalat dan untuk dits "innamal a'maalu bin-niyoat." Madzhab
ibadah shalat. OIeh sebab itu, sewaktu Maliki juga berargumentasi bahwa debu da- .

membasuh anggota wudhu mestinya di- pat menyebabkan kotornya anggota badan. i
niatkan untuk melaksanakan shalat, dan Oleh sebab itu, dia tidak dapat menyucikan
I
hal itu akan terjadi hanya dengan niat. jika tanpa niat. Dengan kata lain, debu bukan- I
i
Setelah membandingkan dua dalil yang lah suci secara hakiki. Ia dihukumi suci karena ,i
rl

digunakan dua kelompok yang berbeda pen- ada hajat, dan hajat hanya diketahui dengan
dapat di atas, maka menurut saya pendapat niat. Berbeda dengan wudhu yang merupakan
yang tepat adalah pendapat yang mengatakan amalan bersuci yang hakiki, maka tidak di-
bahwa niat dalam wudhu termasuk fardhu. perlukan menyatakan hajat ketika berwudhu
Karena, banyak hadits ahad yang menetapkan sehingga tidak perlu niat.
hukum yang tidak ada dalam Al-Qur'an, bah-
kan hadits yang diriwayatkan Umar-meski- 2. Mandi
pun jalur sanad bagian awal termasuk jenis Perbedaan pendapat yang ada dalam
gharib, tapi jalur sanad bagian akhir termasuk mandi sama dengan perbedaan pendapat
jenis sanad masyhur-, sehingga hadits terse- yang ada dalam wudhu. fumhur ulama-se-

Al-Bada'i' , iilid 1, hlm. 45,52; Fathul Qadin iilid 1, hlm. 86, 89; ad-Dardir, asy-Syarhul Kablr iilid 1, hlm. 154; al-Qawanin al-Fiqhiy-
yah, hlm.37; Bidayatul Mujtahid, jilid 1. hlm.64 dan setelahnya; Mughnil Muhtaj, iilid t,hlm.97; al-Muhadzdzab, jilid 1, hlm. 32;
al-Mughni, jilid 1, hlm 25t; Kasysyaful Qinai jilid 1, hlm. 199 dan setelahnya,

'ii,
,tts.

#'
Pengantar llmu Fiqih FrqlH lsrAM

lain madzhab Hanafi-menetapkan kewajib- madzhab Syafi'i dan sebagian madzhab Ma-
an niat ketika mandi sama seperti ketika wu- lik, niat merupakan salah satu rukun shalat.
dhu, dengan dasar hadits "innemel a'maalu Karena, niat wajib dilakukan pada sebagian
bin-niyaat." Madzhab Hanafi berpendapat dari amalan shalat saja, yaitu di awal shalat,
bahwa memulai mandi dengan niat adalah bukan pada seluruh amalan shalat. Sehingga,
sunnah, supaya mandinya benar-benar men- dia merupakan salah satu rukun shalat sama
jadi sarana untuk mendekatkan diri kepada seperti takbir dan ruku'.2os
Allah, sehingga mendapatkan pahala, sama Apakah seorang imam wajib niat sebagai
seperti dalam wudhu.zoa Madzhab Hambali imam? Sebagian ulama berpendapat bahwa
juga mensyaratkan niat dalam memandikan niat seperti itu tidak wajib. Pendapat ini
mayit, orang yang memandikan wajib berniat menjadikan hadits yang menceritakan bahwa
memandikan mayit. Dasarnya adalah hadits Ibnu Abbas berdiri di samping Rasulullah saw.
" innamel e'maqlu bin-niyaat."
setelah beliau memulai shalat sebagai dalil.
Sebagian ulama yang lain mewajibkan
3. Shalat niat menjadi imam, karena seorang imam ber-
Menurut kesepakatan ulama, niat wajib tanggung jawab menanggung sebagian amal-
dilakukan sewaktu melaksanakan shalat, su- an-amalan shalat makmumnya.206
paya ia menjadi beda dengan adat kebiasaan
fumhur ulama berpendapat bahwa niat
dan juga supaya muncul keikhlasan hanya
menjadi imam bukan merupakan syarat, tetapi
kepada Allah ketika melaksanakan shalat. Sha-
disunnahkan melakukannya supaya mendapat
lat adalah ibadah, dan ibadah adalah ikhlas
keutamaan jamaah. Apabila seorang imam
mengamalkan suatu pekerjaan secara me-
tidak berniat menjadi imam, maka ia tidak
nyeluruh hanya karena Allah SWT. Allah SWT
mendapatkan keutamaan jamaah. Karena,
berfirman, "Padahal mereka hanya diperintah
seseorang akan mendapatkan pahala amal
menyembah Allqh, dengan ikhlas menaati-Nya
sesuai dengan apa yang diniatinya. Madzhab
semata-mqta karena (menjalankan) agama...."
Syafi'i dan Maliki mengecualikan shalat-shalat
(al-Bayyinah:5)
yang sahnya hanya dilakukan dengan cara
Imam al-Mawardi mengatakan bahwa berjamaah seperti shalat fumat, shalat jamak
orang Arab biasa mengatakan ikhlas dengan
karena hujan, shalat khauf, dan istikhlaf, maka
menggunakan kata niat. Hadits "innamal
imamnya harus niat sebagai imam.
a'maalu bin-niyaat' juga menunjukkan kepada
Madzhab Hanafi mengecualikan orang
wajibnya niat, sehingga shalat tanpa niat
yang menjadi imam bagi makmum perem-
adalah tidak sah. Menurut madzhab Hanafi
puan, imam tersebut disyaratkan niat men-
dan Maliki, niat merupakan salah satu syarat
jadi imam supaya ikutnya makmum wanita
sah shalat, begitu juga menurut pendapat
kepadanya dalam shalat dapat dianggap sah.
yang rajih dalam madzhab Maliki. Menurut

Ad-Durrul Mukhtan jilid 1, hlm. 140 dan setelahnya; ad-Dardic asy-Syarhush Shaghic iilid 1, hlm. 166 dan setelahnya; Mughnil
Muhtaj, )ilid 7,h\m.72 dan setelahnya; Kasysyaful Qina', jilid I, hlm. 173 dan setelahnya; al-Majmui iilid 1, hlm. 370.
Tabyinul Haqa'iq, jilid 1, hlm. 99; Asybah wan-Nazha'ir Ii lbni Nujaim, hlm. 14; asy-Syarhul Kabir wa Hasyiyah ad-Dasuqt, jilid 1, hlm.
233,521; asy-Syarhush Shaghin iilid 1, hlm. 305; al-Majmu', jilid 1, hlm. 148 dan setelahnya; al-Asybah wan-Nazha'ir lis-Suyuthi,
hlm. 11, 38; Mughnil Muhtaj, jilid 1, hlm. 148; Hasyiyah al-Bajuri, jilid 1, hlm. 149; al-Mughni,lilid 1, hlm. 464 dan setelahnya; 6ha-
yatul Muntaha, jilid 1, hlm. 115; Kasysyaful Qinai jilid 1, hlm. 364 dan setelahnya.
Al-Asybah wan-Nazha'ir li lbni Nujaim, hlm. 1.5; al-Qawanin al-Fiqhiyyoh, hlm. 57, 68 dan setelahnya; Mughnil Muhtaj, jilid 2, hlm.
252-258; Kasysyaful Qina', jilid 1, hlm. 565 dan setelahnya.
!
FIQIH ISTAM JILID 1
l

I
Madzhab Hambali mengatakan bahwa Adapun niat makmum untuk mengikuti
niat menjadi imam adalah syarat dalam shalat imam adalah syarat, sebagaimana telah dise-
jamaah secara mutlak. Oleh sebab itu, seorang pakati oleh semua madzhab. Oleh sebab itu,
imam harus niat sebagai imam dan makmum seorang makmum yang tidak niat mengikuti
juga harus niat sebagai makmum. Apabila imam, tidak sah ikutnya dengan imam. Cara-
niat itu tidak dilakukan, maka batallah shalat- nya adalah sewaktu takbiratul ihram makmum
nya. Namun apabila ada orang yang ber-tak- menyatakan niat mengikuti imam atau niat
biratul ihram secara sendirian lalu datang berjamaah, atau niat menjadi makmum. Apa-
orang lain dan melakukan shalat bersamanya, bila dia meninggalkan niat tersebut atau ragu
kemudian orang tersebut niat sebagai imam, dan dia mengikuti gerakan imam, maka shalat-
maka sahlah niatnya jika shalatnya tersebut nya makmum tersebut batal. Makmum juga
adalah shalat sunnah. Dalilnya adalah hadits tidak perlu menyebut nama imamnya sewak-
dari Ibnu Abbas yang berkata, "Saya berma- tu niat. Apabila dia menyebut nama imam
lam di rumah bibiku, Maimunah. Kemudian dan keliru, maka batallah shalatnya menurut
Rasulullah saw bangun tengah malam untuk madzhab Syafi'i. Namun, menentukan orang
melakukan shalat malam. Beliau menuju ke tertentu untuk dijadikan imam adalah wajib.
tempat air untuk berwudhu dan kemudian Umpamanya adalah ada orang niat mengikuti
melakukan shalat. Ketika saya melihat Rasu- shalatnya salah satu orang yang ada di depan-
lullah melakukan hal itu, saya pun bangun. nya dan dia tidak menentukan yang mana dari
Lalu saya mengambil wudhu di tempat air dan dua orang tersebut, maka tidak sah. Shalatnya
kemudian berdiri di sisi kiri Rasul. Namun, menjadi sah apabila dia menentukan dengan
Rasul kemudian menarik tanganku dan me- jelas orang yang mana yang ia jadikan imam.
narikku ke sisi kanannya."2o7 Karena, menentukan imam secara pasti adalah
Adapun dalam shalat fardhu, apabila ada syarat. Bermakmum kepada orang lebih dari
orang yang melakukan shalat-umpamanya satu juga tidak boleh. Apabila seseorang niat
imam masjid-dan dia menunggu kedatang- bermakmum kepada dua orang maka tidak
an orang lain, lalu dia melakukan takbiratul sah, karena dia tidak mungkin mengikuti ke-
ihram dulu baru kemudian ada orang yang dua-duanya secara bersamaan.
datang dan shalat bersamanya, maka menu- Menurut madzhab Syafi'I, syarat niat
rut madzhab Hambali yang demikian itu bo- mengikuti imam (al-iqtida') adalah dilakukan
leh. Alasannya adalah karena Nabi pernah bersama dengan takbiratul ihram. Menurut
takbiratul ihram sendiri, kemudian fabir dan madzhab Hanafi, niat tersebut boleh menda-
fabarah datang. Lalu keduanya melakukantak- hului takbiratul ihram, dengan syarat di an-
biratul ihram dan shalat bersama Rasul. Rasul
tara niat dan takbiratul ihram tersebut tidak
tidak mengingkari apa yang mereka lakukan.
ada hal asing yang menghalangi. Namun me-
Zahir hadits itu menunjukkan bahwa shalat
nurut madzhab Hanafi dan juga madzhab
yang dilakukan adalah shalat fardhu, karena
Hambali, yang utama adalah melakukan niat
mereka sedang dalam perjalanan. Selain da-
tersebut bersamaan dengan melakukan fak-
lam kondisi-kondisi tersebut, maka tidak sah
biratul ihram, supaya terhindar dari perbeda-
menjadi makmum kepada orang yang tidak
an pendapat dalam masalah ini, dan keluar
niat menjadi imam.

207 Mutta1aq'alaih.
FIqLH ISLAM )IIID 1

dari dilema perbedaan (al- khuruj mi n a I khil af) rut madzhab Syafi'i dalam qaul yang ozhhar,
adalah disunnahkan. niat jamak tersebut boleh dilakukan ketika
Madzhab Maliki mensyaratkan niat ter- di tengah-tengah melaksanakan shalat yang
sebut dilakukan berbarengan dengan takbira- pertama, meskipun sewaktu salam. Dua madz-
tul ihram, atau sebelumnya dalam jarak waktu hab ini juga mengatakan bahwa jamak ta'khir
yang dekat, sama seperti niat shalat yang su- dianggap sah jika ada niat jamak atau niat
dah diterangkan. ta'khir (mengakhirkan shalat) yang dilakukan
Menurut pendapat yang masyhu[ adzan sebelum waktu shalat pertama habis. Meski-
tidak memerlukan niat. Namun, ada yang pun, niat itu dilakukan di akhir waktu sekadar
mengatakan bahwa ia memerlukan niat. satu rakaaq yaitu dalam waktu kalau sekira-
Menurut madzhab Hanafi dan Hambali, nya orang tersebut melakukan shalat terse-
niat menyampaikan khotbah adalah syarat but dalam waktu itu, maka tetap dianggap
bagi khotbah ]umat. Dalilnya adalah hadits melakukan shalat adai lni menurut madzhab
"innomal a'maalu bin-niyaat!' Kalau seumpa- Syafi'i, Adapun menurut madzhab Hambali,
manya khatib menyampaikan khotbah tanpa niat tersebut harus dilakukan sebelum sampai
niat, maka-menurut mereka-tidak diakui waktu yang sempit sehingga tidak cukup un-
oleh syara'. Madzhab Maliki dan Syafi'i tidak tuk melakukan shalat yang pertama. Apabila
mensyaratkan niat dalam khotbah fumat, me- niat dilakukan dalam waktu sempit tersebut,
lainkan mereka mensyaratkan tidak adanya maka jamaknya tidak sah. Karena, mengak-
niat yang menyimpang dari khotbah seperti hirkan shalat hingga kadar waktu yang sempit
umpamanya khatib mengucapkan hamdalah, sehingga tidak cukup untuk melakukan shalat
namun bukan untuk khotbah, tapi untuk tersebut adalah haram dan berdosa.20e
mendoakan orang yang bersin. Maka, ham-
dalahnya itu belum cukup bagi sahnya khot- 4. Puasa
bah.208 ]umhur ulama selain madzhab Syafi'i
Madzhab Syafi'i mensyaratkan niat ketika berpendapat bahwa niat puasa adalah syarat.
melakukan sujud tilawah dan sujud syukur; Alasannya adalah puasa Ramadhan dan puasa-
dan niat teresbut harus dilakukan ketika tak- puasa lainnya merupakan ibadah. Ibadah
biratul ihram. Namun apabila sujud tilawah adalah nama satu pekerjaan yang dilakukan
tersebut dilakukan dalam shalat, maka niat- oleh seseorang atas inisiatifnya sendiri [kti-
nya cukup dalam hati tidak perlu diucapkan yar) dan ikhlas karena memenuhi perintah
dengan lisan, sama dengan ketika hendak Allah. Ikhtiyar danikhlas tidak akan wujud tan-
melakukan sujud sahwi. pa niat. Oleh sebab itu, melaksanakan puasa
Madzhab Syafi'i dan Hambali mengatakan tanpa niat adalah tidak sah, karena dengan
bahwa jamak taqdim dapat dianggap sah niat maka ibadah dapat dibedakan dari adat.
jika ada niat jamak sewaktu melakukan tak- Adapun madzhab Syafi'i berpendapat bah-
biratul ihram shalat yang pertama. Dalilnya wa niat puasa merupakan rukun sama seper-
adalah "innamal a'maalu bin-niyaati' menu- timenahan diri dari perkara-perkara yang

Ad-DurntlMukhtaniilid, l,hlm.T5T-760;Muraqial-Falah,hlm.87; KasysyafulQinaiiilidZ,hlm.34-37;al-Asybahwan-Nazha'irli


Ibni Nujaim, hlm. 15.
Al-Majmu',iilid4,hlm.253-269; Mughnil Muhtaj,jilidl, hlm. 277-275; ttusysyaful Qina',iilid2, hlm.3-8; al-Mughni,iilid2,hlm.273-
FIQIH TSIAM Pengantar llmu Flqlh

membatalkan puasa. Dalilnya adalah "innamol 6. Zakat


e' maalu bin- niyaat!' 210 Para ahli fiqih sepakat bahwa niat adalah
Menurut pendapat yang ashah dalam syarat dalam membayar zakat. Dasarnya ada-
madzhab Syafi'i niat ada'[melakukan secara lah "innamal a'maalu bin-niyaati' aktivitas
tunai) dan qadha'(melakukan ibadah sebagai membayar adalah suatu pekerjaan dan ia ter-
pengganti ibadah yang terlewat) dalam sha- masuk ibadah sama seperti shalat sehingga
lat, haji, zakat, kafarat, dan shalat jenazah memerlukan niat, supaya dapat dibedakan
bukanlah termasuk syarat. Adapun niat ada' antara zakat yang wajib dengan sedekah yang
dalam shalat f umat adalah karena shalat f umat sunnah.212
tidak dapat di-qadha'. Menyatakan niat qadha'
dalam puasa qadha' juga harus dilakukan. Ini 7. Hall dan Umrah
merupakan pendapat yang rajih dalam ma- Menurut madzhab Hanafi, niat ihram haji
dzhab Syafi'i dan merupakan kesepakatan merupakan syarat sah bagi haji baik hajinya
semua madzhab. fardhu ataupun sunnah. Begitu juga dalam
ihram umrah. Dan umrah menurut mereka
5. !'tikaf adalah sunnah. Adapun umrah yang dinadzar-
I'tikaf menurut madzhab Syafi'i adalah kan, maka hukumnya adalah fardhu. Apabila
berdiam diri di dalam Masjid yang dilakukan ada orang nadzar melakukan haji wajib, maka
oleh orang tertentu dengan niat. Menurut dia hanya diwajibkan melakukan haji wajib
kesepakatan ulama, niat merupakan syarat tersebut, sama seperti masalah menyembelih
bagi sahnya i'tikaf, baik itu i'tikaf wajib, qurban.
sunnah, atau nafl. Oleh sebab itu, i'tikaf tidak Adapun jumhur ahli fiqih mengatakan
sah jika tanpa niat. Dalilnya adalah hadits bahwa ihram-niat memulai melakukan ma-
"innamal a'maelu bin-niyaati'dan juga karena nasik-adalah rukun dalam amalan haji dan
i'tikaf adalah ibadah murni (mahdhah), umrah. Sehingga, haji dan umrah tidak sah jika
sehingga tidak akan sah tanpa niat sama tanpa niat dan ihram juga tidak sah tanpa niat.
seperti puasa, shalat dan ibadah-ibadah yang Dalilnya adalah "innamol a'maalu bin-niyaat."
lain. Madzhab Syafi'i menambahkan, apabila Selain daripada itu, haji dan umrah adalah
i'tikaf tersebut fardhu karena nadzaL maka ibadah yang murni (mahdhah), sehingga ia
orang yang melakukannya harus menyatakan tidak sah jika tanpa niat sama seperti puasa
kefardhuannya, supaya i'tikaf tersebut dapat dan shalat.213 Tempat niat adalah hati. Ihram
dibedakan dari jenis ketaatan yang lain.211 adalah niat dalam hati. Menurut kebanyakan

21,0
Ad-Durrul Mukhtar: iilid 2, hlm. 116 dan setelahnya; Muraqi al-Falah, hlm. 105; al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 113; al-Asybah wan-
Nazha'ir li lbni Nujaim,hlm.16,35; Al-Asbahwan-Nazha'ir lis-Suyuthi,hlm.16; Mughnil Muhtai, itlid l,hlm.423,432; ol-Muhadzhab,
jilid 1, hlm. L77; al-Mughni, iilid 3, hlm. 137 dan setelahnya; Kosysyaful Qina', jilid 2, hlm. 359.
277
Fathul Qadin iilid 2, hlm. 106 dan setelahnya; ad-Dutul Mukhtan iilid 2, hlm. 777 dan setelahnya; al-Asybah wan-Nazha'ir li lbni
Nujaim, hlm. 17; al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 125; asy-Syarhush Shaghin jilid 1, hlm. 725 dan setelahnya; al-Muhadzdzab, )ilid l,
hlm. 190 dan setelahnya; Mughnil Muhtaj, jilid 1, hlm. 453 dan setelahnya; al-Mughni, jilid 3, hlm. 184 dan setelahnya; Kasysyaful
Qina',iilid 2, hlm.406 dan setelahnya.
272
Al-Asybah wan-Nazha'ir li lbni Nujaim, hlm. 16; al-Bada'ii lilid 2, hlm. 40l, asy-Syarhush Shaghia lilid 1, hlm. 666 dan setelahnya;
al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 99; al-Majmuiiilid 6, hlm. 182 dan setelahnya; al-Mughni, iilid 2, hlm.638 dan setelahnya.
273
Al-Asybah wan-Nazha'ir li lbni Nujaim, hlm. 16; al-Bada'ii iilid 2, hlm. 161; Fathul Qadin jilid 2, hlm. 134 dan setelahnya; asy-
Syarhush Shaghir jilid 2, hlm. 16,25; al-Qawanin al-Fiqhiyyah, hlm. 131.; Mughnil Muhtaj,jilid 1, hlm. 476 dan setelahnya; al-Majmui
)ilid 7, hlm.226 dan setelahnya; Ghayatul Muntaha iilid 1, 365; al-Mughni, Jilid 3, hlm. 288'28t.
Pongantar llmu Flqlh FIQIH ISI,AM JILID 1

T
,t

kepada niat orang yang bersumpah (halif). Se-


ulama, melafalkan niat dengan lisan merupa-
kan keutamaan, karena ada riwayat dari sa- dangkan ulama yang lain, mengatakan bahwa
habat Anas dalam Shahih Muslim yang me- hal itu bergantung kepada niat orang yang
nyatakan bahwa Anas mendengar Rasulullah menuntut sumpah (mustahlif).21s
saw berkata, Madzhab Maliki mengatakan bahwa sum-
pah bergantung kepada niat orang yang me-
nuntut sumpah (mustohlif), dan niat orang
0J*9) (:_
DJ
,
*r locl yang bersumpah (halif) tidak diterima dan
tidak diakui. Karena, orang yang menentang/
"Kani datang untukhaji dan umreh"
menuduh seakan-akan menerima sumpah itu
sebagai pengganti haknya. Selain itu, Rasu-
Menurut jumhur ihram sudah terjadi lullah saw juga bersabda, "Sumpah adalah
hanya dengan niat saja. Namun menurut bergantung kepada niat mustahlif!' Dalam
madzhab Hanafi, ihram tidak cukup hanya riwayat lain disebutkan, "Sumpahmu bergan-
dengan niat saja, melainkan ia harus ber- tung kepada apq yang dibenarkan oleh rival-
samaan dengan ucapan atau pekerjaan haji muil2t6
seperti talbiyah atau melepaskan diri dari Menurut madzhab Hanafi, sumpah ber-
pakaian yang berjahit.
gantung kepada niat mustahlif. Kecttali jika
sumpah tersebut dalam masalah tala( pem-
8. Sumpah
bebasan budah atau yang semacamnya, maka
Sumpah dengan nama Allah tidak me- yang diakui adalah niat orang yang bersumpah
merlukan niat. Oleh sebab itu, sumpah yang (halif).ltu pun jika dia tidak melakukan niat
dilakukan dengan sengaja, tidak sengaja, lalai, yang bertentangan dengan apa yang zhahin
atau dipaksa, akan tetap menjadi sumpah yang baik halif tersebut dalam posisi yang men-
membawa konsekuensi-konsekuensi terten- zalimi a