Anda di halaman 1dari 64

MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

No. Dokument No. Revisi Halaman :


RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo KF. 01.04/I/2264/2014 B 1
Makassar

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : ETHILEN OXYDE Bentuk : Gas


Sifat : Mudah Meledak Rumus : C2H4O
Frase-R : R1, R2, dan R3
Pengertian Gas atau cairan tak berwarna. Dipakai sebagai bahan sterilisasi
dalam industri farmasi ayau alat kedokteran atau sebagai bahan
baku industri. Amat mudah terbakar, eksplosif dan iritant atau
korosif
Kesehatan Efek Jangka Pendek : Penghirupan gas akan menyebabkan
pusing mau muntah dan iritasi saluran pernafasan yang akan
mengganggu paru-paru. Larutan gas bersifat iritan bila terkena kulit
dan mata. Korosif terhadap jaringan tubuh.
Efek jangka panjang : gangguan terhadap syaraf rasa atau
katarak pada keterpaan yang terus menerus. Pada kulit dapat
menyebabkan alergi atau dermatitis.
Keamanan Gunakan bahan dalam sistem tertutup, bekerja dalam ruang
berventilasi. Wadah penyimpanan dapat terbuat dari baja,
aluminium, seng, nikel
APD Pernafasan : respiratoir dengan suplai udara atau self contained
btreathing apparatus (SCBA).
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka.
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian pelindung.
Penanggulangan Terhirup : pindahkan korban ke tempat udara segar. Bila
berhenti bernafas, beri pertolongan nafas buatan. Bawa kedokter
Kena Mata : cuci dengan air bersih ± 15mnt, dan bawa ke
dokter
Kena Kulit : Cuci dengan air ± 15 mnt. Dekontaminasi, pakaian
yang terkena cairan.
Tumpahan / Kebocoran Gunakan alat pelindung diri dalam menangani kebocoran/tumpahan,
beriventilasi di daerah kerja. Jangan sentuh cairan. Tumpahan
jumlah banyak dapat diserap dengan pasir atau tanah. Jauhkan
material yang mudah terbakar.
Penyimpanan Simpan di tempat yang dingin, berventilasi, jauh dari bahan
inkompatibel :bahan organik mudah terbakar. Bebas kontak dengan
logam
Mengatasi kebakaran Kebakaran dapat dipadamkan dengan bubuk kimia dan busa alkohol.
Semprotkan air akan menaikkan titik nyala dan menyebabkan tidak
menyala lagi (mencegah re-ignition).
TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2265/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : ASAM SULFAT Bentuk : Cair


Sifat : Korosif Rumus : H2SO4
Frase-R : R34 dan R35
Pengertian Asam sulfat banyak digunakan dalam industri, berupa cairan kental, amat
korosif, dan dapat bereaksi dengan jaringan tubuh. Berhaya bila kontak
dengan kulit dan mata. Bereaksi hebah dengan air dan mengeluarkan
panas
Kesehatan Efek Jangka Pendek : penghirupan uap asam menyebabkan iritasi pada
hidung dan tenggorokan serta mengganggu paru-paru. Cairan asam dapat
merusak kulit dan menimbulkan kebutaan bila kena mata.
Efek jangka panjang :penghirupan uap asam kadar kecil dalam jangka
panjang berakibat iritasi pada hidung, tenggorokan dan paru-paru.
Keamanan Hindari kontak langsung dengan asam. Cegah penghisapan uap atau kabut,
dengan bekerja dalam almari asam atau dengan ventilasi yang baik.
APD Paru-paru : filter penyerap asam atau respirator udara
Mata : safety goggles dan pelindung muka.
Kulit : gloves (CPE, neoprene, PE) pekaian kerja.
Penanggulangan Terhirup :bawa korban ke tempat segar, cari pengobatan
Mata : cuci dengan air bersih (dan hangat) selama 20 menit dan
segera bawa ke dokter
Kulit : cuci dengan air bersih ± 20 menit. cari pengobatan
Tertelan : bila sadar, beri minum 1-2 gelas air, bawa kedokter.

Tumpahan / Jangan sentuh tumpahan asam. Merusak kulit atau pakaian dan lantai.
Kebocoran Netralkan tumpahan dengan larutan soda atau kapur, sebelum disiram
dengan air.beri ventilasi.

Penyimpanan Simpan asam dalam wadah yang kuat di tempat verventilasi dan dingin,
jauhkan dari air, zat organik mudah terbakar dan logam. Kebocoran dapat
merusak lantai.
Mengatasi kebakaran Kebakaran dapat di padamkan dengan bubuk kimia atau CO 2. Kebakaran
besar dipadamkan dengan air, tetapi harus hati-hati sebab dapat
menimbulkan panas (pemadaman dari jarak jauh).
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2266/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : ALKOHOL/Ethanol Frase-R : R11 dan R10


Sifat : Mudah terbakar Bentuk : Cairan Jernih
Rumus : C2H6O
Cairan jernih dengan bau enak. Dipakai dalam industri farmasi, bahan
antiseptik dan dijadikan minuman keras yang dapat memabukkan. Didebut
“khamr” yang berarti menutupi akal. Mengomsumsi dalam jangka panjang
Pengertian dapat menyebabkan kegemukan (obesitas) dan penyakit jantung. Pecandu
alkohol (alkoholisim) dapat menderita penyakit kurang gizi, liver, dan cacat
turunan. Karena gangguan dalam penyerapan vitamin dan mineral dalam
tubuh.
Efek Jangka Pendek : penghirupan dapat mengakibatkan pusing, lemah
atau mau muntah. Tertelan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan
Kesehatan hilang kesadaran, buta atau mati.
Efek jangka panjang : dermatitis pada kulit dan gangguan pada
penglihatan.
Bekerja dengan alkohol sebaiknya dalam ruang yang berventilasi serta
bebas dari api terbuka, percikan api atau panas. Hindari reaksi eksplosif
Keamanan
dengan oksidator, asam sulfat+asam nitrat, amonia+perak nitrat,
magnesium perklorat, perak oksida + amonia atau hidrasin.
Pernafasan : masker penyerap uap organik
Apd Mata/muka : kacamata, goggles/perisai muka.
Kuli : gloves dan pakaian kerja
Terhirup : segera pindahkan korban ketempat udara segar.
Kulit/mata : cuci dengan air bersih
Penanggulangan tertelan : beri minum banyak air untuk pengenceran atau beri norit
untuk penyerapan

Tumpahan / Bila terjaditumpahan, serap dalam kertas, uapkan dalam almari asam dan
kebocoran bakar kertas penyerapan. Bekas tumpahan dapat disiram dengan air

Bahan inkompatibel dalam penyimpanan : oksidator, asetil klorida,


Penyimpanan
BrF51CA(OCI)21H2O21 perklorat, permanganat.
Kebakaran dapat dipadamkan dengan pemadaman biasa seperti air, gas
karbon dioksida dan bubuk kimia kering. Semprotkan air akan mengurangi
Pemadaman api
daya bakar serta dapat menurunkan suhu wadah atau tangki yang
terbakar.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2267/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : NATRIUM HIDROKSIDA Bentuk : Kristal


Sifat : KOROSIF Rumus : NaOH
Frase-R : R34 dan R35
Pengertian Basa berupa padatan putih, tak berbau, berbentuk pelet atau flakes. Amat
korosif, baik bentuk padatan, slurry maupun larutannya. Banyak digunakan
dalam industri sebagai pelarut, pencuci dan penetral asam.
Kesehatan Debu padatan, larutan/slurry bila kontak dengan mata berakibat iritasi,
bergantungan pada konsentrasi dan lama kontak. Dalam beberapa hal
dapat mengakibatkan kebutaan. Kontak kulit juga dapat menimbulkan luka
bakar atau borok yang dalam. Penghirupan debu dapat menyebabkan
peradangan saluran pernafasan dan paru-paru.
Keamanan Cegah terbentuknya kabut dan debu. Hindari kontak bahan dengan air atau
uap air. Bila melarutkan, tambahkan zat kedalam air sedikit-sedikt agar
tidak memercik.
APD Pernapasan : bila terdapat debu, pakailah respirator
Mata/muka : kacamata atau perisai muka.
Kulit : lindungi dengan gloves (karet, neoprene, PVC, PE).
Sediakan air pencuci tangan dan mata
Penanggulangan Mata : cuci dengan air bersih selama 30 menit atau diteruskan bila
masih terasa pedih. Bawa kedokter
Kulit : cuci segera dengan air bersih selama 30 menit, lepaskan sepatu
atau pakaian yang terkontaminasi.
Tertelan : jarang terjadi
Tumpahan / Tumpahan zat padat dapat diambil untuk digunakan lagi (gunakan alat
Kebocoran pelindung diri0. Larutan yang tumpah dapat dinetralkan dulu dengan asam
sulfat sebelum dibuang. Bersihkan dengan semprotan air.
Penyimpanan Tempat penyimpanan harus tahan korosi. Pisahkan dari asam kuat senyawa
organohalogen dan nitro.
Mengatasi kebakaran Pemadaman api dapat dilakukan dengan menggunakan bubuk kering, gas
CO2 dan air sesuai bahan yang terbakar.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2268/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : Asam klorida Bentuk : Gas


Sifat : KOROSIF Rumus : HCl
Frase-R :R34 dan R35
Pengertian Asam klorida adalah gas tak berwarna, larutan gas dalam air berwarna agak
kekuning-kuningan. Korolsif dan toksik. Gas berbau merangsang, amat
iritatif. Berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata atau terhirup.
Kesehatan Efek Jangka Pendek : terhirup dapat menyebabkan iritasi pada hidung,
tenggorokan dan saluran pernafasan atau kerusakan paru-paru. Bila
terkena kulit dapat menimbulkan luka bakar. Bila terkena mata, dapat
menimbulkan iritasi mata dan kebutaan
Efek jangka panjang : bronkhitis kronis akan terjadi bila sering
menghirup gas dan dermatitis apabila kulit sering kontak dengan bahan.
Keamanan Bekerja dengan gas atau uap HCI harus dalam almari asam. Waspada
kebocoran gas. Hindarti penghirupan gas. Demikian pula bila bekerja
dengan larutan asam klorida.
APD Pernafasan : respirator kimia penyerap HCI atau respirator dengan
pasokan udara
Mata/muka : kacamata, goggles, perisai muka.
Kulit : gloves (neoprene, nitrile)
Penanggulangan Terhirup : bawa ke tempat udara segar dan bila korban tidak
bernafas, beri pernafasan buatan.
Mata : segera cuci dengan air bersih paling tidak 15 menit.
Kulit : segera cuci dengan air bersih selama 15 menit.
Tertelan : kumur dengan air. Bila sadar beri minum 1-2 gelas air,
untuk pengenceran. Bawa kedokter guna pengobatan.
Tumpahan/ Penanganan kebocoran gas atau tumpahan larutan HCI harus memakai alat
Kebocoran pelindung diri, terutama pelindung pernafasan, kulit dan mata. Uap dapat
disemprot dengan air. Tumpahan yang tidak dapat diambil dinetralkan
dengan soda atau kapur tohor.
Penyimpanan Simpan ditempat dingin, berventilasi. Lantai gedung harus tahan asam.
Jauhkan dari bahan oksidator dan bahan alkali, serta sianida, sulfida,
formaldehid
Mengatasi kebakaran Dapat dilakukan dengan pemadaman api biasa. Wadah yang terpapar panas
dapat disempro dengan air agar dingin, tetapi air tidak boleh masuk
kedalam wadah. Pakailah pakaian pelindung diri dan pelindung pernafasan.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2269/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : Klor / Chlorine Bentuk : Gas


Sifat : Mudah Meledak, korosif Rumus : CL2
Frase-R : R1, R2, R3
Pengertian Gas berwarna hijau kekuning-kuningan, beracun, juga bersifat korosif.
Amat berbahaya terhadap saluran pernapasan dan paru-paru. Berbau
tajam yang mencekik.
kesehatan Efek Jangka Pendek : amat iritan terhadap hidung, tenggorokan dan
saluran pernafasandi atas 30 ppm menyebabkan batuk, dada sakit dan
sukar bernafas
Efek jangka panjang : gangguan saluran pernafasan, inflamasi hidung
dan korosi lapisan gigi. Dapat masuk kedalam tubuh melalui pernafasan
dan kulit.
Keamanan Hindari menghirup gas klor dan bekerjalah dalam almari asam. Membawa
slinder gas harus dengan troly dan jangan sampai jatuh
APD Pernafasan : respirator penyerap gas atau respirator ldengan udara tekan
Mata/muka : kacamata, goggles, perisai muka.
Kulit : gloves (neoprene, PVC, Vitron)

Penanggulangan Pakailah alat pelindung diri dalam menolong seorang korban. Pindahkan
korban keracunan ke tempat segar. Bila perlu beri pernafasan buatan atau
beri oksigen. Bila terkena,segera cuci dengan air bersih selama 30 menit,
dan segera bawa ke dokter.
Terkena kulit : cuci dengan air bersih selama 20 menit, segera bawa ke
dokter.
Tumpahan / Bila terjadi tumpahan atau kebocoran, hanya ditangani oleh ahlinya dengan
Kebocoran memakai alat pelindung diri. Isolasi daerah kebocoran, jauhkan sumber api,
beri ventilasi.

Penyimpanan Simpan dalam gudang yang tahan korosi dan berventilasi

Mengatasi kebakaran Bubuk kimia kering, CO2, Bilaapi besar : gunakan kabut air, dan busa

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2270/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : Formaldehida\Formalin Bentuk : cair, tak berwarna


Sifat : Mudah terbakar ,beracun Rumus : CH2O
Frase-R : R12
Pengertian Formaldehida atau formalin banyak dipakai sebagai bahan desinfektan,
antiseptik, intermediat untuk membuat resin. Paling bayak dipakai
pengawet mayat, tetapi tidak boleh dipakai untuk pengawet makanan.
Bahan bersifat toksik (beracun) sedang dan iritan
Kesehatan Kontak kulit atau mata dapat menyebabkan iritasi, demikian pula bila
terhirup dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Juga dapat
menimbulkan batuk atau gangguan paru-paru. Bila tertelan dapat
menyebabkan sakit perut atau diare. Mengganggu sistem saraf pusat.
Keamanan hindari terbentuknya uap, bekerja sebaiknya dalam ruang berventilasi
(20ppm gas telah bersifat iritan yang menyebabkan air mata keluar. Hindari
pula kontak dengan kulit karena menyebabkan dermatitis
APD Pernapasan : masker penyerap zat organik dan (SCBA)
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : gloves, (nitril, butil atau viton)
Penanggulangan Penghirupan :segera cuci dengan air, cuci dengan air sabun kemudian
bilas dengan air bersih
Terkena kulit : cuci dengan air bersih selama 20 menit. Dekontaminasi
pakaian.
Terkena mata : pindahkan korban ke tempat udara segar
Tertelan : bila sadar beri minum untuk pengenceran
Tumpahan / Bila terjadi tumpahan , serap dengan kertas guna mengambil bahan untuk
Kebocoran dibuang kemudian dibakar. Cuci lantai yang kena tumpahan dengan air
atau air sabun. Penanganan kebocoran atau tumpahan harus memakai alat
pelindung diri (APD)
Penyimpanan Simpan bahan diatas suhu 18˚C. Jauhkan dari asam dan oksidator

Mengatasi kebakaran Kebakaran bahan dapat dipadamkan dengan semprotan air, CO 2, bubuk
kimia kering atau busa.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2271/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : Metanol Bentuk : Cair


Sifat : Mudah Terbakar Rumus : CH3OH
Frase-R : R12
Pengertian Senyawa alkohol alifatik, jernih, tidak berwarna dan berbau alkohol.
Beracun. Terutama menyerang syaraf mata. Metanol banyak dipakai
sebagai pelarut dan bahan bakar.
Kesehatan Efek Jangka Pendek : penghirupan dapat mengakibatkan pusing, lemah
atau mau muntah. Tertelan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan
hilang kesadaran, buta atau mati.
Efek jangka panjang : dermatitis pada kulit dan gangguan pada
penglihatan.
Keamanan Gunakan bahan sesedikit mungkin. Hindari terbentuknya uap. Ruang kerja
harus berventilasi. Jauhkan nyala api dan sumber pemanas dari tempat
bekerja dengan metanol.
APD Pernapasan : respirator dengan penyerap uap organik, respirator
dengan suplai udara atau (SCBA)
Mata/muka : kacamata atau goggles dan perisai muka.
Kulit : gloves (karet butil, karet alam, neoprene)
Penanggulangan Terhirup :hentikan sumber kontaminan dan bawa korban ke tempat
segar cari pengonatan segera.
Terkena mata : cuci dengan air bersih selama 20 menit. Bawa kedokter
Terkena kulit : cuci dengan air
Tertelan : bila korban sadar, beri minum ± 300 ml air untuk
pengenceran, bawa kerumah sakit
Tumpahan / Pakailah alat pelindung diri terutama masker dan gloves. Matikan nyala api
Kebocoran dan jauhkan sumber pemanas dan penyalaan. Jangan menyentuh metanol.
Lakukan pengambilan bahan kembali, bila tidak mungkin tutup dengan
tanah atau pasir
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat dalam ruang yang dingin, kering,
berventilasi, serta bebas dari panas, loncatan api dan bara. Bahan
inkompatibel : oksidator kuat dan basa kuat.
Mengatasi kebakaran Pemadaman api dengan APAR : bubuk kimia, CO2, air dan busa. Air dapat
dipakai untuk pemadaman karena metanol larut dalam air sehingga
menjadi lebih sukar terbakar. Semprotan air dapat dipakai untuk
mendinginkan wadah yang terbakar.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2272/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : NITROGEN Bentuk : Gas


Sifat : Mudah Meledak Rumus : N2
Frase-R : R12
Pengertian Gasnitrogen (gas lemas) adalah gas tak berwarna dan tak berbau, bersifat
aspiksian artinya menekan kadar oksigen dalam ruangan. Tidak beracun,
tetapi mematikan, terutama di tempat kerja yang tertutup yang
mengandung kadar nitrogen tinggi atau kadar O2 Rendah
Kesehatan Gangguan mulai muncul pada kadar oksigen 12-16%, yakni gangguan
pernafasan, denyut jantung dan koordinasi. Pada 10-14% agak lemas,
emosional, hilang, hilang kesadaran.sedang kadar O 2 kurang dari 6 % ;
fatal atau kematian.
Keamanan Penanganan nitrogen cair harus memakai pelindung mata, muka dan kulit.
Jangan membawa nitrogen cair dalam lift penumpang karena amat
berbahaya bila lift macet.
APD Pernafasan : apabila kadar oksigen di bawah 18 %, maka perlu
memakai respirator dengan suplai udara (tekanan positif),
atau SCBA.
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka untuk melindungi diri
dari percikan nitrogen cair.
Penanggulangan Lindungi diri sebelum menolong orang lain. Bawa korban yang sesak nafas
ke tempat udara segar. Ia akan sembuh kembali. Bila tidak bernafas, beri
pernafasan buatan. Pemberian oksigen (oleh ahlinya) akan segera
menolong penyembuhan. Bila kulit atau mata N2 cair, segera cuci dengan
air dan cari bantuan dokter untuk pengobatan.
Tumpahan / Kebocoran Kebocoran gas nitrogen berarti menimbulkan bahaya aspiksian. Beri
ventilasi dengan baik. Hentikan kebocoran bila tidak berbahaya. Tumpahan
cairan gas dapat ditutup dengan tanah atau biarkan saja agar menguap ke
udara
Penyimpanan Simpan gas dalam wadah yang sesuai dan dalam ruang yang berventilasi
baik. Ruang kerja dengan gas nitrogen harus mempunyai ventilasi yang
baik untuk menghindari akumulasi gas.
Mengatasi kebakaran Dalam suatu kebakaran, tabung gas N2 mempunyai bahan ledakan karena
tekanan tinggi. Pendinginan tabung dengan air dapat mengurangi bahaya
ledakan.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2272/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin: NITROGEN (I) OKSIDA Bentuk : Gas


Sifat : PENYEBAB KEBAKARAN Rumus : N2O
Frase-R : R11
Pengertian Gas dinitrogen monoksida atau gas gelak (ketawa) dapat dibuat dengan
penguraian amonium nitrat atau oksidasi katalitik amonia. Banyak dipakai
dalam dunia pengobatan, sebagai gas untuk pembiusan (anastesi).
Kesehatan Efek Jangka Pendek : penghirupan akan mengganggu sistem saraf
pusat. Bergantung pada konsentrasi dan lama keterpaan, bahan tersebut
dapat mengakibatkan tertawa, pusing, depresi, hilang kesadaran,
gangguan otak, sesak nafas dan kematian.
Keamanan Hindari penghirupan gas dan kontak kulit/mata dengan cairan gas.
Bekerjalah dalam ruang yang berventilasi cukup dan memakai alat
pelindung diri. Jauhkan bahan dari api atau sumber pemanas.
APD Pernafasan : respirator MSHA/NIOSH.
Mata/muka : Kacamata (OSHA), goggles dan perisai muka.
Kulit : gloves, sepatu dan apron.
Penanggulangan Terhirup : bawa korban ketempat udara segar. Beri bantuan
pernafasan bila perlu
Kena mata : jangan menggosok mata. Bila terjadi radang dingin
(frozen) bawa ke dokter ahli. Bila tidak tyerjadi frozen, cuci
dengan air 15 menit
Kena kulit : bila terjadi radang dingin atau frost bite, bawa ke dokter
Tertelan : jarang terjadi
Tumpahan / Beri ventilasi daerah kebocoran , jauhkan kayu, kertas @ minyak dari
Kebocoran bahan yang tumpah. Jangan sentuh bahan atau berjalan diatas bahan yang
tumpah. Bila tumpah banyak daerah kebocoran nharus diisolasi. Gas dapat
diserap dengan cara bubling kedalam larutan soda atau kapur.
Penyimpanan Simpan silinder gas dalam ruang dingin (<360C), berventilasi, jauh dari
bahan reduktor, mudah terbakar dan sumber pemanas.
Mengatasi kebakaran Kebakaran bahan dapat dipadamkan dengan gas CO 2, bubuk kimia kering,
busa dan kabut air. Wadah dapat di dinginkan dengan semprotan air agar
tidak meledak. Pemadaman api harus memakai SCBA.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2273/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

BERACUN
Nama Chemicalin : CARBOL (TRUSOL) Bentuk : Cair
Sifat : BERACUN Rumus : C3H8O
Frase-R : R11 dan R10 Kandungan : ISOPROPIL ALKOHOL
Pengertian Isopropil alkohol adalah cairan jernih dengan bau yang tajam dan tidak
enak.banyak dipakai sebagai komponen anti beku (antifreeze), pelarut
ekstraksi alkoloid, antiseptik dan lain-lain.
Kesehatan Penghirupan uap pada konsentrasi 400 ppm dapat menimbulkan iritasi
pada hidung dan tenggorokan. Juga pada mata, meski kadar sekitar 20
ppm. Larutan 5% juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan
menjadikan kulit kering. Tertelan dapat mengakibatkan sakit perut,
depresi, pusing, mau muntah dan pingsan.
Keamanan Beri ventilasi yang baik dalam tempat kerja atau pasanglah local
exhauster atau bekerja dalam almari asam.
APD Pernafasan : Masker penyerap uap organik sampai 1000ppm.
Mata/muka : kacamata, goggles/perisai muka.
Kulit : gloves, dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ketempat udara segar. Bila
tidak bernafas beri nafas buatan.
Kena mata : cuci dengan air bersih dan alirkan terus sampai 15 menit.
Bila terjadi iritasi, bawa kedokter
Kena kulit : siram dengan air dan cuci dengan air sabun

Tumpahan / Kebocoran Bila terjadi kebocoran, segera matikan api atau sumber penyalaan yang
lain. Hentikan kebocoran bila mungkin. Uap dapat dikurangi dengan
menyemprotkan air (kabut). Tumpahan dapat diserap dengan pasir atau
penyerap yang tidak terbakar
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup dan dalam gudang yang dingin,
berventilasi dan kering. Hindarkan bahan dari nyala api, panas dan
oksidator.
Mengatasi kebakaran Bila terjadi kebakaran bahan padamkan dengan busa, bubuk kimia kering
dan gas CO2. Bila api besar, padamkan dengan kabut dari air dan busa.
Air akan mengurangi daya bakar bahan. Tangki bahan yang terbakar
dapat di dinginkan dengan air agar tidak meledak.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2274/2013 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : Glutardehyd Rumus : C5H8O2


Sifat : Korosif , Iritasi Nama dagang :Alkacide
Bentuk : Cair
Pengertian Glutaraldehida berbentuk cairan tak berwarna. Biasanya berada sebagai
larutan air 50%. Banyak dipakai sebagai disinfektan, zat untuk sterilisator
mikroorganisme termasuk virus dan spora.
Kesehatan Penghirupan uap berlebih akan mengakibatkan iritasi saluran pernafasan.
Kontak cairan dengan kulit dan mata akan menyebabkan cedera atau luka
bakar. Penyerapan lewat kulit juga berbahaya. Bila tertelan dapat
menyebabkan mau muntah, iritasi pada usus, peradangan mulut d an
tenggorokan,. Efek jangka panjang : teratogenik
Keamanan Bekerjalah di tempat yang berventilasi atau dengan “local exhaust
ventilation” (penyedot setempat). Atau bekerja dalam almari asam.
APD Pernafasan : bila melebihi NAB pakailah self-contained breathing
apparatus(SCBA)
Mata/muka : goggles atau perisai muka (face shield)
Kulit : pakaian kerja dan gloves (karet)
Penanggulangan Terhirup : pindahkan korban ke tempat udara segar. Bila susah
bernafas beri oksigen dan bawa ke dokter
Kena mata : cuci dengan air bersih dan alirkan terus sampai 15 menit.
Bila terjadi iritasi, bawa kedokter
Kena kulit : cuci dengan air atau air sabun dan bilas dengan air
bersih.
Tertelan : bila sadar, beri minum 1-2 gelas air atau susu.
Tumpahan / Kebocoran Bila terjadi tumpahan, singkirkan semua nyala api dan sumber pemanas.
Pakailah masker pelindung pernafasan, pakaian kerja dan gloves untuk
menangani tumpahan. Serap tumpahan bahan dengan kertas penyerap.

Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah tertutup, ditempat yang dingin atau dalam
refrigerator pada suhu 2-8 C. Hindari kontak dengan oksidator dan udara
lembab
Mengatasi kebakaran Pemadaman api ringan seperti gas CO2, bubuk kimia dan busa dapat di
pakai. Air dapat dipakai untuk memadamkan api yang sudah besar karena
bahan larut dalam air, sehingga mengurangi kemudahan terbakar.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2275/2014 B 1

Tanggal Terbit :
17 Juni 2014

Nama Chemicalin : Natrium Karbonat Frase-R : R36 dan R22


Sifat : Korosif , Iritasi Nama dagang : Alkazyme
Bentuk : Cair
Pengertian Bubuk putih yang dipakai sebagai desinfektan untuk sterisator
mikroorganisme termasuk virus dan spora bersifat iritan
Kesehatan Jika kontak dengan mata mengakibatkan iritasi
Jika kontak dengan kulit dapat mengakibatkan kulit kering dan iritasi
Dan jika tertelan dapat menyebabkan mual atau muntah
Keamanan Bekerjalah di tempat yang berventilasi atau dengan “local exhaust
ventilation” (penyedot setempat). Atau bekerja dalam almari asam.
APD Pernafasan : bila melebihi NAB pakailah self-contained breathing
apparatus(SCBA)
Mata/muka : goggles atau perisai muka (face shield)
Kulit : pakaian kerja dan gloves (karet)
Penanggulangan Kena mata : cuci dengan air bersih dan alirkan terus sampai 15 menit.
Bila terjadi iritasi, bawa kedokter
Kena kulit : cuci dengan air atau air sabun dan bilas dengan air
bersih.
Tertelan : bila sadar, beri minum 1-2 gelas air atau susu. Bawa
kedokter
Tumpahan / Kebocoran menyapu bahan yang terpapar ke dalam wadah pembuangan yang cocok.
Bersihkan tumpahan segera,Cuci tumpahan cairan kecil dengan air
mengalir.Meredam tumpahan bubuk dengan sekop, pembuangan sesuai
dengan peraturan rumah sakit
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat. Simpan di, daerah sejuk dan kering,
berventilasi baik jauh dari zat – zat yang tidak kompatibel
Mengatasi kebakaran Pemadaman api ringan seperti gas CO2, bubuk kimia dan busa dapat di
pakai. Air dapat dipakai untuk memadamkan api yang sudah besar karena
bahan larut dalam air, sehingga mengurangi kemudahan terbakar.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2284/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : KARBON DIOKSIDA Bentuk : Gas


Sifat : Mudah Terbakar Rumus : CO2
Frase-R : R7, R8 dan R9
Pengertian Karbon dioksida atau gas asam arang banyak digunakan dalam industri
minuman, pengawet makanan, pendingin dan sebagainya, menyebabkan
sesak nafas yang dapat mengakibatkan hilang kesadaran atau kematian.
Kesehatan Penghirupan gas kadar 2-5% dapat menimbulkan sesak nafas dan pusing.
Keterpaan pada 7-10% berakibat pusing, sesak nafas, dyspnea, berkeringat
dan tidak tenang. Penghirupan pada 10% beberapa menit atau 25-30%
dalam satu menit dapat berakibat pingsan atau kematian. Kontak dengan
gas cair atau dry ice dapat menyebabkan luka.
Keamanan Beri ventilasi yang baik ditempat kerja atau tempat penyimpanan gas
aspiksian seperti CO2. Hati-hati memasuki ruang tertutup yang mungkin
terdapat gas CO2,pakailah alat pelindung pernafasan.
APD Satu-santunya alat pelindung diri untuk pernafasan adalah respirator
dengan pasokan udara tekan atau self-contained breathing apparatus
(SCBA), ini dipakai baik dalam memberikan pertolongan maupun
menyelamatkan diri.
Penanggulangan Korban yang pingsan akibat menghirup gas CO 2 kadartinggi dapat ditolong
dengan membawa cepat ke tempat udara segar. Beri pernafasan buatan
apabila susah bernafas atau beri pacu jantung bila denyut jantung berhenti

Tumpahan / Bila terjadi kebocoran hati-hati, gas lebih berat dari udara, lindungi diri
Kebocoran dengan pelindung pernafasan (udara tekan, SCBA). Beri ventilasi hentikan
kebocoran segera bila aman. Jangan memasuki daerah tertutup atau
daerah rendah yang mungkin terdapat gas CO2.
Penyimpanan Simpan silinder gas di tempat terbuka, dingin, berventilasi, jauh dari panas.
Bahan inkompatibel : Na-peroksida, akrilaldehida dan logam asetilida.
Mengatasi kebakaran Gas karbon dioksida dipakai sebagai pemadam kebakaran untuk semua klas
api A, B, C dan D
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2085/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : KALIUM HIDROKSIDA Bentuk : Kristal


Sifat : Korosif dan Iritan Rumus : KOH
Frase-R : R34, R35, R50, R51, R52
Pengertian Kalium hidroksida adalah senyawa basa yang banyak dipakai dalam industri obat-
obatan, sabun, elektroplating dan percetakan. Juga dipakai sebagai penyerap gas
CO2 dan berbagai kegunaan dalam laboratorium kimia. Bersifat korosif dan iritan
serta bersifat higroskopik (mudah menyerap uap air).
Kesehatan Keterpaan debu atau kabut bahan dapat mengakibatkan iritasi pada mata dan
saluran pernafasan serta hidung. Kontak kulit dapat menyebabkan luka yang
dalam dan sakit. Bila tertelan dapat berakibat sakit yang parah tenggorokan.
Keamanan Penanganan KOH, larutan atau slurry harus hati-hati. Hindari kontak dengan kulit
atau mata dengan memakai alat pelindung diri. Juga hindari penghirupan debu
atau uapnya sebab dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan
APD Pernafasan : respirator dengan filter debu.
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka.
Kulit : gloves (karet atau vinil) dan pakaian kerja, serta sepatu karet
untuk melindungi kaki.
Penanggulangan Terhirup : bawa korban ke tempat udara segar
Kena mata : cuci dengan air bersih dan alirkan terus sampai 15 menit. Bila
terjadi iritasi, bawa kedokter
Kena kulit : segera cuci dengan air dan alirkan air terus selama 15 menit.
Bila terjadi pembengkakan, bawa ke dokter
Tertelan : kumur dan beri minum air 2-3 gelas untuk pengenceran, bila
sadar. Jangan dirangsang untuk muntah. Bila muntah-muntah,
bawa ke dokter.

Tumpahan / Bila terjadi tumpahan, jangan menyentuh zat padat, larutan atau slurry, kecuali
Kebocoran memakai alat pelindung diri (gloves). Tumpahan larutan dapat dinetralkan
sebelum disiram dengan air yang banyak.
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah yang tertutup, dalam gudang yang dingin,
berventilasi dan kering. Bahan inkompatibel : air, asam kuat dan senyawa organo
halogen.
Mengatasi kebakaran Apabila terikut dalam kebakaran, api dapat dipadamkan dengan gas CO 2, bubuk
kimia kering dan air.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2086/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : YODIUM/IODINE Bentuk : Kristal


Sifat : Harmful Rumus : I2
Frase-R : R7, R8 dan R9
Pengertian Yodium ( iodine) adalah elemen halogen, berbentuk kristal, berwarna
violet-hitam sampai agak coklat merah. Banyak dipakai sebagai katalisator
dalam reaksi alkilasi dan kondensasi. Juga dipakai sebagai antiseptik,
pengolahan air minum dan pengobatan.
Kesehatan Penmghirupan uap atau tertelan kristal (2-3 g) amat berbahaya, bisa fatal !
uap zat dapat menimbulkan iritasi atau luka bakar pada saluran pernafasan
dan menyebabkan pembengkakan paru-paru.kontak kulit dan mata dapat
menimbulkan iritasi. Kontak mata dapat menyebabkan kerusakan
permanen atau buta.
Keamanan Meskipun zat padat sedikit menguap, tetapi apabila bekerja harus dalam
tempat yang berventilasi,ruangan dengan “ local exhauster”.
APD Pernafasan : masker dengan pasokan udara atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles.
Kulit : gloves, pakaian kerja dan krim kulit.
Penanggulangan Terhirup : segera bawa ke tempat segar. Bila terdapat tanda-tanda
bahaya, bawa ke dokter.
Kena mata : cuci dengan air bersih dan alirkan terus sampai 15-20
menit. Bila terjadi iritasi, bawa kedokter
Kena kulit : siram dengan air yang banyak dan dekontaminasi pakaian.

Tumpahan / Kebocoran Pakailah gloves karet, pakaian kerja. Tutup bahan yang tertumpah dengan
garam hipo (NaHSO3) atau ferosulfat dengan menambah asam sulfat 3 M
untuk mempercepat reduksi. Netralkan campuran yang terjadi dan siram
dengan air yang banyak.
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah tertutup serta jauh dari panas

Mengatasi kebakaran Tidak memerlukan pemadaman api khusus bila terbakar atau ikut terbakar.
Hati-hati bila memadamkan api, pakailah alat pelindung, karena penguraian
yodium mengeluarkan uap toksik.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2087/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : ASETON Bentuk : Cair


Sifat : Mudah Terbakar Rumus : C3H6O
Frase-R : R11
Pengertian Aseton adalah senyawa keton, cairan tak berwarna, berbau seperti mentol
atau buah. Juga untuk bahan pembuatan bahan organik lain atau
intermediate. Aseton amat mudah terbakar, iritan dan narkotis.
Kesehatan Uap aseton dapat menimbulkan iritasi pada mata dan membran mukos. Pada
kadar tinggi (>2000 ppm) bersifat membius (narkotis). Minum 10-20 mL dapat
menyebabkan mati rasa. Keterpaan pada 20.000 ppm adalah fatal
Keamanan Hindari kontak bahan dengan sumber pemanas, atau jauhkan sumber
pemanas dari bahan. Pemanasan aseton harus memakai penangas air listrik
atau heating mantle untuk mencegah terjadinya kebakaran. Pasang label
“AWAS API !”. hindari pula kontak dengan uap bahan agar tidak menimbulkan
iritasi.
APD Pernafasan : masker penyerap uap organik/cartridge Pada konsentrasi
tinggi harus memakai respirator dengan pasokan udara atau
SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles.
Kulit : gloves dari karet butil dan polivinil asetat, sepatu dan apron.
Penanggulangan Terhirup : segera bawa ke tempat segar. Bila terdapat tanda-tanda
bahaya, bawa ke dokter.
Kena mata : cuci dengan air bersih dan alirkan terus sampai 15-20 menit.
Bila terjadi iritasi, bawa kedokter
Kena kulit : siram dengan air yang banyak dan dekontaminasi pakaian.
Tertelan : bila sadar beri minum 1-2 gelas air, usahakan dapat muntah
atau dirangsang agar muntah. Bawa ke dokter.
Tumpahan/ Pakailah alat pelindung diri dalam menangani tumpahan bahan, segera
Kebocoran pindahkan atau padamkan nyala api. Tumpahan sedikit dapat diserap dalam
kertas. Bakarlah kertas penyerap. Bersihkan lantai dengan siraman air.

Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat dalam ruang yang dingin, kering,
berventilasi, serta bebas dari panas, loncatan api dan bara.
Mengatasi kebakaran Pemadaman api dapat dilakukan dengan CO2, bubuk kimia kering, busa
alkohol. Air akan dapat mengurangi daya bakar bahan karena bahan larut
dalam air.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2088/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

COROSSIVE IRITAN
Nama Chemicalin : FLOOR CLEANER Bentuk : Cair
Sifat : Korosif dan iritan Rumus : C2H7NO
Frase-R : R34 dan R35 Kandungan : ETANOLAMINA
Pengertian Etanolamina adalah senyawa amina berupa cairan jernih, berbau amonia.
Bersifat basa kuat. Termasuk bahan korosif dan iritan.
Keamanan Tempat kerja harus berventilasi atau bekerja dalam almari asam.
Hindarkan kontak dengan cairan atau menghirup uap bahan. Pakailah alat
pelindung diri dalam menangani bahan, yakni gloves dan masker.
Kesehatan Menyebabkan iritasi kulit, dapat menyebabkan kerusakan mata permanen,
termasuk kebutaan, menyebabkan iritasi hidung, tenggorokan dan saluran
pernafasan, dapat menyebabkan luka pada mulut, tenggorokan dan perut
APD Pernafasan : masker dengan penyerap uap organik basa. Pada kadar
tinggi pakailah SCBA.
Mata/muka : kacamata, goggles. Sediakan pencuci mata khusus.
Kulit : gloves, sepatu dan pakaian kerja.
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar. Bila
tidak bernafas, bantu dengan pernafasan buatan.
Kena mata : cuci dengan air bersih dan alirkan terus sampai 15-20
menit. Bila terjadi iritasi, bawa kedokter
Kena kulit : segera cuci dengan air, alirkan terus selama 15 menit.

Tumpahan/ Bila terjadi tumpahan, jangan sentuh bahan. Netralkan atau tutup dengan
Kebocoran NaHsO4. Tambahkan air yang banyak dan buang. Lantai bekas tumpahan
dapat disiram dengan air.

Penyimpanan Simpan bahan dalam gudang yang berventilasi, bebas dari sumber pecikan
api.
Mengatasi kebakaran Kebakaran bahan dapat dipadamkan dengan busa, gas CO 2 dan bubuk
kimia kering. Personel pemadam api harus memakai alat pelindung diri
sebab bahan yang terbakar mengeluarkan uap racun NO x.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo


No. Dokument No. Revisi Halaman :
Makassar
KF. 01.04/I/2089/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : Natrium Hipoklorit Bentuk : Cair


Sifat : Oxidizing Rumus : NaOCl
Frase-R : R7, R8 dan R9
Pengertian Dipakai sebagai disinfektan dan sanitasi atau pemutih pakaian. Larutan
dalam air berwarna agak kuning dan berbau klor. Bersifat iritatif dan dapat
mengeluarkan gas klor.
Kesehatan Uap (mist) bersifat iritant pada hidung, tenggorokan, kulit dan mata. Bila
bercampur dengan asam pada 40°C dapat mengeluarkan gas CI2 yang
iritan terhadap hidung dan tenggorokan, bahkan dapat merusak paru-paru.
Keamanan Cegah terbentuknya uap dan mist dan bekerja di tempat berventilasi dan
pakailah pelindung pernafasan. Jauhkan dari api atau pemanas.
APD Pernafasan : Respirator untuk gas klor.
Mata/muka : Goggles atau perisai muka bila perlu
Kulit : Gloves (PVC, karet alam, neoprene)
Penanggulangan Terhirup : bawa korban ke tempat segar, dapat diberi oksigen bila
perlu
Kena mata : cuci dengan air bersih (hangat) selama 20 menit dan
bawa ke dokter
Kena kulit : cuci dengan air atau air sabun
Tertelan : kumur dan minum air 240-300mL untuk pengenceran,
bila korban dalam keadaan sadar.

Tumpahan/ Ditangani oleh ahlinya, dengan memakai alat pelindung diri. Jangan
Kebocoran menyentuh bahan tumpahan, dan hindari pembuangan ke sungai.
Tumpahan dapat diserap dengan pasir atau tanah kering.

Penyimpanan Bangunan gudang harus tahan korosi. Periksa kebocoran wadah


penyimpanan. Jangan simpan berdekatan dengan karbon atau zat organik.
Mengatasi kebakaran Kebakaran yang mengandung natrium hipoklorit dapat dipadamkan dengan
air, bubuk kimia dan gas karbondioksida. Hati-hati, kebakaran bahan akan
mengeluarkan gas beracun Cl2dan O2.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2090/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

BERACUN
Nama Chemicalin : CONQ R’DUST Bentuk : Cair
Sifat : Oxidizing Rumus : NaOCl
Frase-R : R7, R8 dan R9 Kandungan : mineral oil, Naphthalene
Pengertian Merupakan campuran berbagai senyawa hidrokarbon hasil distilasi minyak
bumi. Banyak digunakan sebagai pelarut lemak, minyak, cat, karet. Juga
dipakai dalam dry cleaning dan degreasing selain sebagai bahan baker.
Termasuk bahan mudah terbakar.
Kesehatan Gatal dan iritasi ringan. Jika kontak lama akan menyebabkan pengeringan
kulit, jika kontak lama dapat menyebabkan iritasi ringan pada mata,
menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan, pusing sakit kepala dan
mual, dapat menyebabkan gangguan paru - paru
Keamanan Hindari penghirupan uap bahan, demikian pula hindari kontak cairan
dengan kulit atau terpercik pada mata. Pakailah alat pelindung diri bila
menangani bahan. Jauhkan dari sumber api atau panas.
APD Pernafasan : respirator penyerap uap organik atau respirator dengan
suplai udara atau SCBA bila konsentrasi diatas 850 ppm.
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka (face shield)
Kulit : Gloves dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : bawa korban ke tempat segar, bila pernafasan berhenti,
beri pertolongan dengan respirasi buatan.
Kena mata : cuci dengan air bersih selama 15 menit dan bawa ke
dokter
Kena kulit : cuci dengan air, alirkan terus selama 15 menit
Tertelan : bila sadar, beri minum 2 - 3 gelas untuk pengenceran.
Jangan dimuntahkan. Bawa ke dokter.
Tumpahan/ Bila terjadi tumpahan atau kebocoran, segera matikan sumber nyala.
Kebocoran Pakailah alat pelindung diri (face shield atau goggles dan gloves). Dispersi,
serap dalam pasir dan bawa ketempat terbuka yang aman agar menguap.
Beri ventilasi daerah kebocoran, cuci lantai tempat tumpahan dengan air
sabun.
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah tertutup di tempat yang dingin dan
berventilasi.
Mengatasi kebakaran Pemadaman api dapat dilakukan dengan penyemprotan busa, gas CO2 dan
bubuk kimia kering. Air tidak dapat digunakan kecuali sebagai bahan
pendingin tangki yang sedang terbakar.
TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2291/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : PROPANA Bentuk : Gas


Sifat : amat mudah terbakar Rumus : C3H8
Frase-R : R12, R52 dan R53
Pengertian Propana adalah gas tidak berwarna dan berbau seperti minyak bumi.
Kegunaan utam adalah sebagai bahan bakar, tetapi juga dipakai dalam
produksi etilena dan propilena. Gas propana amat mudah terbakar dan
bersifat aspiksian.
Kesehatan Penghirupan gas kadar tinggi akan menyebabkan sesak nafas dan
gangguan syaraf pusat. Kadar O2. Tertekan sampai 18% cukup berbahaya
bagi manusia. Kekurangan oksigen akan menyebabkan nafas pendek,
hilang kesadaran dan bahkan kematian.
Keamanan Bekerjalah di tempat yang berventilasi, hindarkan gas atau cairan dari
kontak dengan panas atau nyala api. Hati – hati memasuki ruang tertutup
yang ada gasnya.
APD Pernafasan : masker dengan penyerap gas organik (cartridge). Bila
bahaya aspiksian pakailah SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka (face shield)
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera bawa ke tempat udara segar. Bila nafas terhenti,
beri pertolongan pernafasan buatan. Bila sesak nafas
Kena mata : buka mata agar zat menguap. Cuci dengan air bersih dan
dingin (bila terkena oleh gas cair)
Kena kulit : bila terkena cairan cuci segera dengan air dingin dan air
sabun, alirkan terus air. Keringkan kulit dengan handuk
bersih.
Tumpahan/ Bila terjadi kebocoran, segera hentikan (bila aman) dan singkirkan sumber
Kebocoran panas atau nyala api. Beri ventilasi yang kuat agar konsentrasi gas dalam
udara di bawah LFL. Bawa tangki gas ke tempat terbuka agar gas terbuang
ke atmosfet. Hentikan aliran gas dan kembalikan pada supplier tangki yang
bocor.
Penyimpanan Simpan slinder gas di tempat yang berventilasi, jauhkan dari api. Beri
poster “bahaya kebakaran”. Bahan inkompatibel : oksidator.
Mengatasi kebakaran Puntuk memadamkan kebakaran, hentikan kebocoran atau suplai gas.
Semprotkan kabut air untuk menurunkan kadar O 2 dan suhu tangki gas
yang terbakar agar tidak meledak.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2292/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : BUTANA Bentuk : Gas


Sifat : amat mudah terbakar Rumus : C4H10
Frase-R : R12, R52 dan R53
Pengertian Butana termasuk senyawa hidrokarbon, berupa gas tak bernyawa, berbau
minyak bumi dan merupakan komponen utama bahan bakar yang disebut
LPG baik dalam rumah tangga maupun dalam industri. Selain itu dipakai
pula sebagai bahan baku pembuatan etilena, pelarut, bahan pendingin,
asam asetat dan butadiena. Butana termasuk bahan amat mudah terbakar
Kesehatan Keterpaan gas pada konsentrasi tinggi akan berefek narkotis atau hilang
kesadaran. Penghirupan pada konsentrasi 1% (10.000 ppm) selang 10
dapat menyebabkan gangguan keseimbangan atau mabuk.
Keamanan Bekerjalah di tempat yang berventilasi atau dipasang penyedot udara
setempat (local exhaust) dan hindari penghirupan gas. Jauhkan dari
sumber api dan pemanas
APD Pernafasan : masker dengan penyerap gas organik (cartridge). Bila
kadar O2 rendah pakailah SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka (face shield)
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera bawa ke tempat udara segar. Bila nafas terhenti,
beri pertolongan pernafasan buatan. Bila sesak nafas , beri
O2
Kena mata : buka mata agar zat menguap. Cuci dengan air bersih dan
dingin (bila terkena oleh gas cair) alirkan terus selama 15
menit. Bawa kedokter.
Kena kulit : bila terkena cairan cuci segera dengan air dingin dan air
sabun, alirkan terus air sampai semua bahan hilang.
Keringkan kulit dengan handuk bersih.
Tumpahan/ Bila terjadi kebocoran, segera hentikan. Usahakan ventilasi dalam ruang
Kebocoran kebocoran agar konsentrasi di bawah LFL. Jauhkan sumber api. Segera
bawa tangki ke tempat terbuka, agar gas lepas ke atmosfer.

Penyimpanan Simpan bahan di tempat dingin, berventilasi, jauhkan dari panas dan
sumber penyalaan. Bahan inkompatibel : oksidator.
Mengatasi kebakaran Pemadaman api dapat dilakukan dengan menghentikan aliran gas.
Semprotkan kabut air berguna untuk menurunkan suhu tangki agar tidak
meledak.
TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2293/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : PENTANA Bentuk : Gas


Sifat : mudah terbakar Rumus : C5H12
Frase-R : R12, R52 dan R53
Pengertian Pentana adalah senyawa hidrokarbon yang pada suhu kamar berupa cairan
tak berwarna, berbau minyak bumi. Banyak di pakai sebagai bahan bakar,
pendingin, propelan, pelarut perstisida, dry cleaning, degreasing dan dalam
industri plastik. Termasuk cairan mudah terbakar. Bersifat narkotik pada
konsentrasi tinggi.
Kesehatan Penghirupan uap pentana dapat menyebabkan pusing, mau muntah,
mabuk dan hilang kesadaran serta iritasi saluran pernafasan. Menimbulkan
gangguan pada system syaraf pusat. Kontak kulit dapat menyebabkan
dermatitis, kontak mata dapat menyebabkan iritasi.
Keamanan Hindari terbentuknya uap di tempat kerja atau pasanglah ventilasi. Hindari
penghirupan uap kadar tinggi karena dapat membius. Jauhkan api atau
sumber penyalaan karena amat mudah terbakar. Pasanglah plakad : “
DILARANG MEROKOK”.
APD Pernafasan :masker dengan penyerap gas organik (cartridge).
Mata/muka : kacamata, goggles
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera bawa ke tempat udara segar. Bila nafas terhenti,
beri pertolongan pernafasan buatan. Bila sesak nafas.
Kena mata : buka mata agar zat menguap. Cuci dengan air bersih dan
dingin (bila terkena oleh gas cair) alirkan terus selama 15 -
20 menit. Bawa kedokter.
Kena kulit : bila terkena cairan cuci segera dengan air dingin dan air
sabun, alirkan terus air sampai semua bahan hilang.
Keringkan kulit dengan handuk bersih.
Tumpahan/ Bila terjadi tumpahan atau kebocoran bahan, segera singkirkan sumber
Kebocoran nyala atau api. Beri ventilasi daerah kebocoran. Serap cairan yang bocor
dalam kertas penyerap.
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah tertutup, dalam ruang berventilasi dan jauh
dari oksidator. Tangki atau pompa transfer bahan perlu memakai
grounding, agar tidak menimbulkan listrik statis.
Mengatasi kebakaran Kebakaran dapat dipadamkan dengan busa, gas CO 2 dan bubuk kimia
kering. Kebakaran dapat mengeluarkan asap/uap yang pedas dan iritan.
TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2294/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : OKSIGEN Bentuk : Gas


Sifat : mudah terbakar Rumus : O2
Frase-R : R12, R52 dan R53
Pengertian O2 berbentuk gas / cair. Dalam keadaan normal (suhu dan tekanan
atmosfir) berbentuk gas. O2 bersifat oksidator, membantu pembakaran.
Tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Digunakan untuk alat
bantu pernafasan.
Kesehatan Dapat menyebabkan peledakan/terbakar bila terkena minyak/api
Oksigen cair menyebabkan luka pada kulit dan maata
Bahaya kesehatan kronis bagi manusia : tidak diketahui
Keamanan Jauhkan dari minyak, oil, gemuk, api dan zat – zat lain yang mudah
terbakar atau sumber panas.
APD Pernafasan
: masker dengan penyerap gas organik (cartridge). Bila
kadar O2 rendah pakailah SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : terhirup dalam jumlah besar dapat menyebankan iritasi
dan pusing bawa penderita ke tempat terbuka
Kena mata : buka mata agar zat menguap. Cuci dengan air bersih dan
dingin (bila terkena oleh gas cair) alirkan terus selama 15 -
20 menit. Bawa kedokter.
Kena kulit : bila terkena cairan cuci segera dengan air hangat ( 30 -
40°C ) jika perlu bawa ke rumah sakit
Kebocoran / Tumpahan Stop kebocoran jika dapat dilakukan tanpa resiko. Jika tidak bisa diatasi
segera pindahkan ke tempat yang terbuka, dijaga / dijauhkan dari api /
sumber panas serta bahan yang mudah terbakar.

Penyimpanan Pada tempat yang kering dan berventilasi baik. Jauhkan dari bahan yang
mudah terbakar, api / panas, minyak oli serta yang menyebabkan
kerusakan
Mengatasi kebakaran Jika terjadi kebakaran gunakan pemadam api ( APAR ) :Dry chemical, CO2
semprotkan air pada slinder/ tabung O2 yang ada disekitarnya supaya
dingin.
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2295/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : HIDROGEN PEROKSIDA Bentuk : CAIR


Sifat : MUDAH MELEDAK Rumus : H2O2
Frase-R : Kandungan : HIDROGEN PEROKSIDA
Pengertian Adalah oksidator yang berupa cairan yang tak berwarna dan berbau.
Banyak digunakan sebagai bahan pemutih, kadar 3% dapat dipakai
sebagai antiseptik. Bersifat eksplosif apabila ada katalisator (logam-logam)
Kesehatan Uap berbahaya untuk hidung. Tenggorokan dan dapat menyebabkan paru-
paru basah. Cairan pekat amat berbahaya untuk mata dan kulit. Dapat
menimbulkan warna putih pada kulit atau luka bakar.
Keamanan Hindari hidrogen peroksida dari kontaminan debu atau logam, karena ia
akan mudah terurai. Reaksi penguraian hebat akan terjadi apabila
terkontaminasi katalis seperti MnO2.
APD Pernapasan : Respirator atau dengan suplai udara atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera bawa ke tempat udara segar
Kena mata : cuci dengan air bersih (selama 15 menit) dan bawa ke
dokter
Kena kulit : cuci dengan air bersih, ambil pakaian yang terkontaminasi.
Tertelan : Segera beri minum air 250 mL untuk mengencerkan,
jangan dirangsang untuk muntah.
Kebocoran / Tumpahan Gunakan alat pelindung diri dalam menangani kebocoran/tumpahan, beri
ventilasi di daerah kerja. Jangan sentuh cairan. Sedikit tumpahan dapat
disiram dengan air. Tumpahan jumlah banyak dapat diserap dengan tanah
atau pasir. Jauhkan material yang mudah terbakar.
Penyimpanan Simpan bahan di tempat yang dingin, berventilasi, jauh dari bahan
inkompatibel :bahan organik mudah terbakar (benzena, keton, karbon),
oksidator (permanganat, nitrit) dan logam (besi, tembaga, nikel, krom).
Bila menangani H2O2 pakailah pakaian pelindung dangloves (pelindung
kulit)
Mengatasi kebakaran Gunakan banyak air dalam bentuk kabut. Dinginkan tangki H2O2yang
terbakar dengan semprotan air, karena suhu yang tinggi dapat
menimbulkan ledakan karena penguraian
TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2318/2014 B 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

Nama Chemicalin : PERAK NITRAT Bentuk : Kristal, tak berwarna


Sifat : OXIDIZING Rumus : AgNO3
Frase-R : Kandungan : Perak nitrat
Pengertian Perak nitrat, suatu kristaljernih, banyak dipakai dalam metalurgi, kerajinan
perak, fotografi. Termasuk bahan oksidator kuat, tetapi iritan terhadap
kuliyt dan mata. Dalam dunia kedokteran perak nitrat digunakan untuk
menghilangkan kulit pada kulid atau koloid.
Kesehatan Keterpaan terhadap debu atau larutan AgNO3dapat menyebabkan iritasi
pada mata, kulit dan saluran pencernaan. Dapat menyebabkan peradangan
mata bahkan kebutaan. Terkena kulit dapat menyebabkan warna hitam
yang kemudian akan mengelupas.
Keamanan Hindari penghirupan uap atau debu AgNO3dengan memasang ventilasi,
atau ventilasi setempat (local exhaust) atau bekerjalah dalam almari asam.
Hindari kontak bahan dengan kulit.
APD Pernapasan : Respirator atau dengan suplai udara atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena mata : cuci dengan air bersih (selama 15 -20 menit)
Tertelan : bila sadar, beri minum air atau susu guna pengenceran

Kebocoran / Tumpahan Tumpahan krisatl maupun larutan jangan disentuh dengan tangan,
pakailah alat pelindung diri, gloves dan pakaian kerja. Kristal – kristal dapat
diambil untuk dimanfaatkan. Lantai bekas tumpahan dapat disiram dengan
air.
Penyimpanan Hindari kerusakan wadah. Pisahkan bahan dari zat –zat organik mudah
terbakar atau bahan lain yang mudah teroksidasi
Mengatasi kebakaran Pemadam api biasa seperti air, gas CO 2, bubuk kimia dapat dipakai. Bahan
yang terikut kebakaran dapat mengeluarkan gas NO x. Pakailah alat
pelindung diri dalam pemadaman api.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2319/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 2014

Nama Chemicalin : ARSEN Bentuk : Kristal atau amorf


Sifat : BERACUN Rumus : As

Logam arsen dapat berbentuk kristal maupun amorf. Arsen dan


senyawanya digunakan dalam industri gelas metalurgi serta dalam
PENGERTIAN pembuatan bahan-bahan kebutuhan elektronik. Juga dipakai untuk
herbisida, insektisida, rodentisida dan cat. Logam dan senyawanya terbukti
menimbulkan penyakit kanker hati (lever tumor)
Keterpaan terhadap arsen 9debu, uap dan senyawa0 dapat berakibat
kanker paru-paru, kulit dan hati. Debu logam dapat berakibat gatal dan
Kesehatan kadang kala membakar. Senyawa arsen juga bersifat iritan terhadap kulit,
membran mukos dan mata. Efek kronis lainnya adalah sakit tenggorokan,
lakrimasi, dermatitis dan kerusakan sum-sum.
Bekerja dengan debu atau uap Asharus dalam ruang yang berventilasi atau
KEAMANAN dengan penghisap setempat atau dalam almari asam. Hindari kontak
dengan uap atau debu
Pernapasan :pada setiap konsentrasi yang terdeteksi pakai SCBA atau
masker dengan suplai udara
APD
Mata/muka : kacamata dan goggles
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian kerja
Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar. Bilatidak
bernafas, segera berikan nafas buatan. Beri oksigen bila
sesak nafas
PENANGGULANGAN
Kena mata : cuci dengan air bersih (selama 15 -20 menit)
Tertelan : bila sadar, beri minum guna pengenceran racun. Bawa ke
dokter
Tumpahan bahan atau limbah dapat dilakukan dalam HCI pekat. Filter bila
perlu, encerkan dengan air agar terjadi endapan putih. Larutkan kembali
KEBOCORAN/TUMPAHAN
dengan HCI 6M. Endapkan dengan gas H2S. Endapan sulfida disaring dan
dipisahkan untuk dibuang tersendiri atau didaur ulang
Simpan bahan ditempat dingin, kering hindari kontak dengan oksidator dan
PENYIMPANAN asam. Bahan – bahan inckompatibel : brom, asida, halogen, paladium,
seng, juga jauhkan dari makanan, agar tidak menyebabkan kontaminasi.
MENGATASI Pemadam api biasa dapat digunakan seperti CO2 dan bubuk kimia
KEBAKARAN

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2320/2014 B 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

Nama Chemicalin : NATRIUM ARSENAT Bentuk : Kristal, jernih, tak berwarna


Sifat : BERACUN Rumus : Na2HasO4.7H2O
Pengertian Natrium arsenat dibuat dengan mereaksikan arsentiroksida dengan natrium
nitrat. Banyak dipakai sebagai insektisida, fungsida, produksi tinta dan
produksi bahan kimia. Bersifat amat toksik baik akut maupun kronis
sebagai akibat keterpaan lewat pernafasan atau tertelan
Kesehatan Keterpaan bahan baik lewat pernafasan maupun tertelan berakibat
gangguan pencernaan, kerusakan darah, lever, ginjal dan sistem urat
saraf. Keracunan akibat tertelannya bahan bisa muncul setelah 30 menit,
bahkan beberapa jam. Sifat uap arsenat yang korosif juga penyebab iritasi
mata dan saluran pernafasan.
Keamanan Hindari penghirupan uap dan kontak bahan dengan mata dan kulit. Beri
ventilasi cukup di tempat kerja. Hindari pemanasan yang dapat
mengeluarkan gas arsen yang amat beracun.
APD Pernapasan : Respirator atau dengan suplai udara atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : Gloves, sepatu dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena mata : cuci dengan air bersih (selama 15 -20 menit)
Tertelan : bila sadar, beri minum air atau susu guna pengenceran

Kebocoran / Tumpahan Beritahu safety personnel, evakuasi personel yang tak perlu, beri ventilasi.
Penanganan bahan tumpahan harus memakai alat pelindung diri : gloves,
kacamata dan masker. Bahan tertumpah yang kering dapat dimasukkan
dalam wadah khusus untuk pembuangan. Tumpahan berupa cairan dapat
diserap dengan pasir atau tanah dan masukkan dalam wadah khusus untuk
pembuangan
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah tertutup, berlabel, dingin, berventilasi serta
jauh dari sinar matahari, panas dan asam
Mengatasi kebakaran Bila bahan ikut terbakar, padamkan dengan pemadaman api sesuai bahan
sekeliling yang terbakar. Karena kebakaran mengeluarkan uap racun, maka
personel pemadam api harus memakai SCBA.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2346/2014 B 1

Tanggal Terbit :
22 Juni 2014

Nama Chemicalin : ETIL KLORIDA Bentuk : gas atau cair


Sifat : Amat mudah terbakar Rumus : C2H5CI

Pengertian Etil klorida adalah hidrokarbon terklorinasi yang dipakai untuk bahan
anestika, bahan pendingin, pelarut, bahan untuk alkilasi dan untuk
memproduksi tetraethylead sertaetil selulosa. Gas tidak berwarna, beracun
sedang, iritan dan dapat terserap kedalam tubuh lewat kulit. Dapat
menimbulkan gangguan pada liver dan syaraf pusat. Termasuk bahan yang
mudah terbakar
Kesehatan Penghirupan dapat menyebabkan pusing, mau muntah atau kram perut.
Konsentarasi tinggi dapat mengganggu sistem saraf pusat. Dapat juga
menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Demikian pula dapat
menyebabkan iritasi bila kena mata atau kulit. Bersifat karsigenik pada
binatang percobaan (A3)
Keamanan Hindarkan terbentuknya uap dan gas dalam ruang kerja karena amat
mudah terbakar. Jauhkan bahan dari sumber api sumber pemanas : apai ,
logam panas, bara dan loncatan bunga api.
APD Pernapasan : masker suplai udara atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : Gloves, pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air bersih (selama 20 -30 menit)
Kena mata : segera cuci dengan air atau air sabun
Tertelan : bila sadar, beri minum air atau susu. Bawa kedokter
Kebocoran / Tumpahan Bila terjadi tumpahan atau kebocoran, segera jauhkan sumber pemanas
(nyala api, loncatan bunga api) dan berikan ventilasi. Tumpahan berbentuk
cairan segera diambil bila mungkin dalam wadah khusus untuk nanti
dimurnikan atau digunakan kembali atau dibakar
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup dalam almari pendingin bebas eksplosi.
Hindari kontak dengan air atau uap air
Mengatasi kebakaran Untuk pemadaman kebakaran dapat dipakai gas karbon dioksida (CO 2) dan
bubuk kimia kering

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2347/2013 B 1

Tanggal Terbit :
22 Juni 2014

Nama Chemicalin : ASAM ASETAT Bentuk : cair


Sifat : KOROSIF Rumus : CH3COOH

Pengertian Asam asetat adalah asam korboksilat yang dalam kondisi normal berbentuk
cair yang banyak digunakan dalam industri karet. Polimer, zat warna,
makanan dan bahan kimia lainnya. Tidak berwarna, tidak berbau keras,
higroskopis dan iritan terhadap mata dan kulit.
Kesehatan Efek jangka pendek : uap asam dapat menyababkan iritasi pada hidung
dan tenggorokan, uap kadar tinggi dapat menyebabkan peradangan
saluran pernafasan dan akumulasi cairan pada paru-paru.
Efek jangka Panjang :Iritasi pada hidung dan tenggorokan. Juga pada
mata dan kulit. Dapat menimbulkan erosi pada gigi.
Keamanan Jauhkan bahan dari nyala, lompatan api dan sumber pemanasan lain.
Pasang plakat : “DILARANG MEROKOK”. Hindari terbentuknya uap tutup
wadah rapat. Hati-hati bila membuka tutup wadah.
APD Pernapasan : masker dengan penyerap asam organik atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : Gloves, pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air bersih selama 20 menit
Kena mata : cuci dengan air bersih selama 20 menit
Tertelan : bila sadar, beri minum guna pengenceran. Bawa kedokter
Kebocoran / Tumpahan Beri ventilasi ditempat tumpahan dan padamkan nyala api bila ada, atau
singkirkan semua sumberpanas. Jangan sentuh tumpahan, cegah jangan
sampai tumpahan bahan masuk sungai. Tumpahan dapat diambil dengan
divakum, sedikit tumpahan dapat diserap dengan tanah atau pasir
bersihkan lantai dengan semprotan air, lindungi mata dari percikan dan uap
konsentrasi tinggi.
Penyimpanan Simpan dalam wadah yang kuat dan tahan bocor dalam ruangan yang
berventilasi pada suhu di atas 16°C (titik beku). Jauhkan dari Bahan
inkompatibel : oksidator (kromat permanganat, perklorat), basa kuat
seperti natrium hidroksida dan logam.
Mengatasi kebakaran kebakaran dapat dipadamkan dengan semprotan air, bubuk kimi dan
karbon dioksida. Air juga dapat mendinginkan wadah bila terpapar pada
panas. Personel pemadam api harus memakai alat pelindung diri.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2348/2014 B 1

Tanggal Terbit :
22 Juni 2014

Nama Chemicalin : ASAM SITRAT Bentuk : padat, kristal, berbau asam


Sifat : Rumus : C6H8O7

Pengertian Asam sitrat adalah asam mempunyai 3 (tiga) gugus karboksilat. Diperoleh
dari fermentasi atau dari bahan alami seperti lemon dan nanas. Banyak
bermanfaat dalam industri makanan, pengasam dan antioksidan. Juga
dipakai dalam industri farmasi, industri logam dan pelapisan logam.
Kesehatan Keterpaan pada kulit dan mata dapat menimbulkan iritasi, tetapi sedang-
sedang saja. Apabila terhirup debu bahan selain iritasi ringan dapat
menyebabkan batuk. Masuknya bahan ke dalam tubuh dapat menghambat
penyerapan besi dan kalsium karena sifatnya yang mudah membentuk
komplek.
Keamanan Beri ventilasi dan atau local exhausterditempat kerja untuk menurunkan
kontaminan udara dibawah NAB. Hindari penghirupan debu dan kontak
bahan dengan api atau panas.
APD Pernapasan : masker dengan penyerap debu
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : Gloves, pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air bersih selama 20 menit
Kena mata : cuci dengan air bersih selama 20 menit
Tertelan : bila sadar, beri minum guna pengenceran. Bawa kedokter
Kebocoran / Tumpahan Beritahu safety personel, isolasi daerah tumpahan dan beri ventilasi.
Penanganan tumpahan bahan harus memakai alat pelindung diri.
Tumpahan bahan berupa bubuk jangan disapu, melainkan dikumpulkan
dengan cara basah dalam wadah untuk pembuangan. Tumpahan berupa
larutan dapat dinetralkan dengan kapur agar membentuk endapan Ca-
sitrat. Jangan dibuang ke perairan.
Penyimpanan Simpan dalam keadaan tertutup karena senyawa anhidrat amat
higroskopis, dalam gudang yang dingin, kering dan berventilasi, jauh dari
api/panas.
Mengatasi kebakaran Kebakaran dapat dipadamkan dengan bubuk kimia, gas CO2, semprotan air
dan busa biasa. Jangan menyemprotkan air pada bubuk halus, karena debu
asam sitrat dapat bersifat eksplosif.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2349/2014 B 1

Tanggal Terbit :
22 Juni 2014

Nama Chemicalin : KALSIUM KLORIDA Bentuk : padat, putih tak berbau


Sifat : KOROSIF Rumus : CaCI2

Pengertian Kalsium klorida dipakai untuk campuran bahan bangunan, bahan farmasi
dan perekat. Dalam industri batu bara digunakan sebagai bahan untuk
mencegah penyalaan spontan. Juga dipakai sebagai bahan dehidrator,
pemadam api, pengawet kayu dan fungsida.
kesehatan Penghirupan debu akan menyebabkan bersin dan iritasi pada kerongkongan
dan hidung. Kontak kulit berakibat iritasi, sedang kontak dengan larutan
pekat akan menimbulkan luka bakar. Juga larutan pekat bila kena mata
dapat berakibat iritasi, pembengkakan, keluarnya air mata. Tertelan dapt
menyebabkan rasa mau muntah, demam, kejang dan bahkan kematian.
Keamanan Usahakan proses tertutup untuk menghindari terbentuknya debu. Beri
ventilasi dan local exhausteruntuk mengurangi kadar cemaran debu di
tempat kerja. Pakai alat pelindung diri. Jaga kebersihan, jangan makan,
minum dan merokok di tempat kerja.
APD Pernapasan : masker dengan penyerap asam organik atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : Gloves, pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air bersih selama 20 menit
Kena mata : cuci dengan air bersih selama 20 menit
Tertelan : bila sadar, beri minum guna pengenceran. Bawa kedokter
Kebocoran / Tumpahan Isolasi daerah kebocoran/tumpahan. Beri larangan masuk. Beri tahu safety
personel. Penangan tumpahan harus memakai alat pelindung diri : gloves,
masker dan kacamata. Bahan tumpahan bubuk dapat dibersihkan secara
basah agar tidak menimbulkan debu, larutan yang tertumpah dapat diserap
dengan pasir dan tanah untuk nanti dibuang.
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah tertutup, ditempat yang kering, dingin,
berventilasi dan jauh dari bahan inkompatibel.
Mengatasi kebakaran Bila bahan terikut dalam kebakaran, pemadaman api yang sesuai dengan
bahan sekitarnya yang terbakar ; bubuk kimia, CO 2 dan busa.
Penyemprotan air pada bahan akan menimbulkan panas.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2350/2014 B 1

Tanggal Terbit :
22 Juni 2014

Nama Chemicalin : ASAM SALISILAT Bentuk : kristal, bubuk, berwarna putih


Sifat :EKSPLOSIF Rumus : C7H6O3

Pengertian Asam salisilat diperoleh dari reaksi antara larutan Na-penolat panas dengan
karbon dioksida dan kemudian diasamkan. Digunakan untuk membuat
aspirin, ester dan garam salisilat, bahan antara untuk zat warna, reagen
kimia dan fungisida. Bersifat iritan pada mata dan kulit, mukos membran
serta saluran pernafasan. Debu bahn bersifat eksplosif.
Kesehatan Keterpaan menyebabkan efek lokal berupa iritasi pada mata, kulit, hidung
tenggorokan dan saluran pernafasan. Kontak dengan mata atau kulit
menimbulkan kerusakan kornea dan luka bakar. Penghirupan uap/debu
bahan dapat menyebabkan sesak nafas. Tertelan mengakibatkan sakit
perut dan muntah-muntah.
Keamanan Pasang ventilasi atau local exhauster untuk menurunkan cemaran di tempat
kerja agar < NAB. Jaga kebersihan dan hygiene. Jangan makan, minum,
dan merokok ditempat kerja
APD Pernapasan : masker dengan penyerap asam organik atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
Kulit : Gloves, pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air bersih selama 20 menit
Kena mata : cuci dengan air bersih selama 20 menit
Tertelan : bila sadar, beri minum guna pengenceran. Bawa kedokter
Kebocoran / Tumpahan Beritahu safety personel, ambil semua sumber pemanas/api, dan beri
ventilasi di tempat kebocoran/tumpahan. Penanganan bahan tumpahan
harus memakai alat pelindung diri. Hindari terbentuknya debu dengan
pembersihan cara vakum atau basah. Bahan tumpahan dikumpulkan dalam
wadah khusus untuk pembuangan atau pemusnahan
Penyimpanan Simpan bahan dalam ruang dingin, kering, gelap dan berventilasi serta jauh
dari api/sumber pemanas dan oksidator.
Mengatasi kebakaran Kebakaran dapat dipadamkan dengan gas CO2, bubuk kimia dan busa. Air
dipakai untuk mendinginkan wadah yang terbakar.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2373/2013 B 1

Tanggal Terbit :
23 Juni 2014

Nama Chemicalin : AMONIUM KLORIDA Bentuk : padat, kristal ataugranular


Sifat :ASAM Rumus : NH4CI

Pengertian Salmiak diperoleh dengan reaksi antara NaCI dengan NH 31 CO2 dan air.
Dipakai dalam industri pelapisan logam, mordan, resin, makanan dan
bakteri kering. Karena sifatnya yang asam, salmiak termasuk bahan bersifat
sedikit higroskopis dan membentuk padatan keras.
Kesehatan Penghirupan uap/debu dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan,
batuk dan sesak nafas. Keterpaan pada kulit selain iritasi dapat
mengakibatkan dermatis. Kontak mata berakibat pula iritasi. Tertelan
mengakibatkan deuritasi 9urin bertambah), pusing dan mau muntah.
Keamanan Hindari terbentuknya debu di tempat kerja. Pasang ventilasi umum untuk
mengurangi cemaran agar dibawah NAB. Local exhauster adalah cara
mengendalikan cemaran darisumbernya. Pakailah alat pelindung diri dalam
menangani bahan.
APD Pernapasan : masker dengan penyerap debu/uap asam
Mata/muka : kacamata, goggles
Kulit : Gloves, pakaian kerja dan sepatu
Tambahan : pancuran air pencuci mata dan safety shower
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air bersih mengalir selama 15 menit
Kena mata : cuci dengan air bersih
Tertelan : bila sadar, beri minum guna pengenceran. Bawa kedokter
Kebocoran / Tumpahan Beri tahu safety personel. Penangan tumpahan/kebocoran bahan harus
memakai alat pelindung diri (APD). Pembersihan bubukbahan yang tumpah
harus dengan vakum atau cara basah baik untuk menghindari terbentuknya
debu.
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah tertutup dibawah 40C tetapi cegah agar tidak
freezing. Bahan inkompatibel : asam, alkali, karbonat dan garam perak.
Mengatasi kebakaran Bila bahan ikut dalam kebakaran maka bubuk kimia, semprotan air dan
busa dapat dipakai untuk memadamkan.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2374/2014 B 1

Tanggal Terbit :
23 Juni 2014

Nama Chemicalin : MERKURI SULFAT Bentuk : kristal atau garam putih


Sifat : BERACUN Rumus : HgSO4

Pengertian Merkuri sulfat dibuat dengan mereaksikan asam sulfat (pekat) dengan air
raksa. Banyak dipakai sebagai elektrolit dalam bateri, katalisator, reagen
untuk analisa COD dan reagen untuk pembuatan barbital, sisten, kolomel
dan sublimat. Bahan ini toksik dan korosif dan bila masuk dalam tubuh
akan merusak ginjal.
Kesehatan Penghirupan debu akan mengakibatkan iritasi saluran pernafasan dan
kemudian dibawah darah menuju dan merusak fungsi ginjal. Kontak kulit
akan menyebabkan kerusakan kulit karena sifatnya yang korosif, kemudian
masuk dalam tubuh karena absorpsi, juga menuju ginjal.
Keamanan Ventilasi umum dan local exhaust diperlukan untuk menurunkan cemaran di
tempat kerja agar < NAB. Penanganan bahan harus memakai APD dan
sediakan pancuran air pencuci mata. Check kesehatan para pekerja
terutama darah dan urin untuk mengetahui tingkat keracunan.
APD Pernapasan : masker dengan penyerap debu sesuai OSHA
Mata/muka : kacamata, goggles
Kulit : Gloves, pakaian kerja dan sepatu
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air bersih dan sabun
Kena mata : cuci dengan air bersih, alirkan dan bawa ke dokter
Tertelan : bila sadar, beri minum. Bawa kedokter
Kebocoran / Tumpahan Isolasi daerah kebocoran beri ventilasi dan beritahu safety personel. Sedikit
tumpahan dapat dibersihkan dan dikumpulkan dengan cara vakum agar
debu tidak berhamburan. Lantai dapat disiram dengan larutan encer
kalsium sulfida. Semua bahan tertumpah tidak boleh dibuang ke dalam
lingkungan karena toksik.
Penyimpanan Simpan bahan ditempat berventilasi, dingin, jauh dan air/uap air dan HCI.
Lantai gudang sebaiknya tidak berpori.
Mengatasi kebakaran Api kecil dapat dipadamkan dengan bubuk kimia kering, semprotan air dan
busa. Bila api besar : semprotan air, busa dan kabut air. Karena bahan
dapat terurai oleh panas, personel pemadam api harus memakai SCBA.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2375/2013 B 1

Tanggal Terbit :
23 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : ASETON Bentuk : CAIR


Sifat :AMAT MUDAH TERBAKAR, IRITAN Rumus : C3H6O

Pengertian Aseton adalah senyawa keton, cairan tak berwarna, berbau seperti mentol
atau buah. Banyak dipakai sebagai pelarut lemak, minyak, resin, karet,
plastik, varnish dan sebagainya. Juga untuk bahan pembuatan bahan
organic lain atau intermediate. Termasuk komponen bahan yang dipakai
pembersih cat kuku.
Kesehatan Uap aseton dapat menimbulkan iritasi pada mata dan membran mukos.
Pada kadar tinggi (>2000ppm) bersifat membius (narkotis). Minum 10-20
mL dapat menyebabkan mati rasa. Keterpaan pada 20.000 ppm adalah
fatal. Kontak kulit berkali-kali dapat menghilangkan lemak pada kulit dan
menyebabkan dermatitis.
Keamanan Hindari kontak bahan dengan sumber pemanas atau jauhkan sumber
pemanas dari bahan. Pemanasan aseton harus memakai pemanas air listrik
atau heating mantie untuk mencegah terjadinya kebakaran.
APD Pernapasan : masker penyerap uap organik, respirator atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles
Kulit : Gloves dari bahan karet, pakaian kerja dan sepatu
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air, dekontaminasi bahan dari pakaian.
Kena mata : cuci dengan air, alirkan 5 – 10 menit dan bawa ke dokter
Tertelan : bila sadar, beri minum. Bawa kedokter
Kebocoran / Tumpahan Pakailah alat pelindung diri dalam menangani tumpahan bahan. Segera
pindahkan atau padamkan nyala api. Tumpahan sedikit dapat diserap
dalam kertas. Uapkan dalam almari asam. Bakarlah kertas penyerap.
Bersihkan lantai dengan aliran air.
Penyimpanan Simpan bahan ditempat dingin dan berventilasi. Beri poster : “ AWAS API !”
hindari pula kontak dengan uap bahan agar tidak menimbulkan iritasi.
Mengatasi kebakaran Pemadaman api dapat dilakukan dengan gas CO 2, bubuk kima kering, busa
alkohol. Air dapat mengurangi daya bakar bahan karena bahan larut dalam
air.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2376/2014 B 1

Tanggal Terbit :
23 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : ASAM NITRAT Bentuk : Cairan, jernih - kuning


Sifat :KOROSIF , OKSIDATOR KUAT Rumus : HNO3
Pengertian Asam nitrat adalah larutan NO 2 dalam air, yang dalam perdagangan
terdapat berbagai konsentrasi. Banyak dipakai dalam industri pupuk,
eksplosif, produksi berbagai macam bahan kimia, zat warna, bahan farmasi,
serta dipakai sebagai reagen laboratorium.
kesehatan Keterpaan uap yang berwarna coklat menyebabkan iritasi bahkan luka
bakar pada saluran pernafasan, kulit dan mata. Penghirupan uap
konsentrasi tinggiamat fatal dapat mengakibatkan pulmory edema, bahkan
kematian. Efek kronis : gangguan paru-paru, bronkhitis dan erosi gigi.
Keamanan Hindari terbentuknya uap di tempat kerja dan hindari pula menghirupnya
karena amat berbahayabagi paru-paru. Pasang ventilasi dan penyedot
setempat (local exhaust), agar cemaran ditempat kerja dibawah NAB.
Pakailah pelindung diri dalam menangani bahan. Hindari kontak bahan
dengan zat organik.
APD Pernapasan : masker penyerap asam, respirator atau SCBA
Mata/muka : kacamata, goggles
Kulit : Gloves anti asam, pakaian kerja dan sepatu
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air, alirkan air 15 menit.
Kena mata : cuci dengan air, alirkan 5 – 10 menit dan bawa ke dokter
Tertelan : bila sadar, beri minum untuk pengenceran.
Kebocoran / Tumpahan Beritahu safety personel, isolasi daerah kebocoran/tumpahan. Beri ventilasi
dan larangan masuk. Pakai alat pelindung diri. Jauhkan bahan mudah
terbakar. Gunakan air untuk menyemprot uap atau untuk pendingin. Sedikit
tumpahan dapat diserap dengan tanah atau pasir. Tumpahan banyak dapat
dinetralkan dahulu dengan Ca(OH)2 atau NaHCO3 sebelum dibuang secara
khusus.
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah gelas, aluminium dan baja dalam gudang
berlantai semen, dingin, berventilasi, jauhkan dari bahaninkompatibel, zat
organik (kayu, terpentin, kertas, selulosa), logam, plastic&karet.
Mengatasi kebakaran Pemadaman api kecil dapat dilakukan dengan gas CO2, bubuk kima kering,
busa dan Air. Bila api sudah besar : semprotan air, kabut dan busa.
Personel pemadaman api harus menggunakan alat pelindaung diri : SCBA.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2377/2014 B 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 201423

NAMA CHEMICALIN : AMONIAK Bentuk : Gas


Sifat : GAS BERACUN Rumus : NH3

Pengertian Ammonia berbentuk gas digunakan sebagai bahan baku pembuat pupuk,
gas pendingin, preservetif karet dan lain-lain. Gas tidak berwarna, tetapi
berbau, iritan dan amat mudah larut dalam air. Kebocoran gas amoniak
akan membentuk kabut putih yang dapat hilang bila disemprot air. Hindari
kontak dengan amoniak cair dengan kulit dan mata
Kesehatan Efek Jangka Pendek : Iritasi terhadap saluran pernafasan. Iritasi pada
hidung, tenggorokan dan mata terjadi pada 400-700 ppm.
Efek Jangka panjang : iritasi pada saluran pernafasan, mata dan kuli
dapat menimbulkan gangguan paru-paru.
Keamanan Hindari gas berada dalam ruang kerja. Jauhkan ammoniadari loncatan api,
sumber pemanas. Hati-hati slinder gas, bawa dengan troli, posisi tegak
berdiri
APD Pernapasan : masker penyerap ammonia atau respirator udara
Mata/muka : kacamata, goggles
Kulit : Gloves tahan amonia, pakaian kerja dan sepatu
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air, alirkan air selama 20 menit.
Kena mata :cuci dengan air, alirkan selama 20 menit. Segera berobat

Kebocoran / Tumpahan Biala terjadi tumpahan atau kebocoran , hanya ditangani oleh ahlinya
dengan memakai alat pelindung diri. Ambil sumber api, beri ventilasi. Kabut
amonia dapat disemprot dengan air. Netralkan larutan ammonia sebelum
dibuang ke sungai atau lingkungan.
Penyimpanan Simpan ammonia jauh dari populasi, dingin, kering, berventilasi danjauh
dari panas. Wadah atau bangunan harus anti korosi. Beri label. jangan
sekali-kali membuka botol ammonia dengan mengarahkan uap/gas
ammonia pada mata, karena dapat menyababkan kebutaan. Jangan
menyipan lebih dari 6 bulan. Bahan inkompatibel : asam, oksidator, halide,
etoksi, logam alkali, kalium klorat.
Mengatasi kebakaran Hentika kebocoran gas bila mungkin, jauhkan slinder gas dari api atau
sumber pemanas. Gunakan semprotan air sebagai pendingin slinder gas.
APAR : karbon dioksida, halon, bubuk kimia kering.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2394/2014 B 1

Tanggal Terbit :
24 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : XYLENE/KSILENA Bentuk : CAIRAN


Sifat : MUDAH TERBAKAR DAN IRITAN Rumus : C6H4(CH3)2

Pengertian Xylene adalah senyawa aromatik hidrokarbon, cairan tak berwarna, berbau
spesifik. Digunakan sebagai bahan baku terutama pelarut. Terhadap pada
bahan baku bensin dan distilat. Bahan mudah terbakar dan iritan. Terdapat
tiga jenis isomer yakni orto (1330-20-7), para (106-42-3), meta ksilena
(108-38-3) dapat bereaksi dengan oksidator. Ksilena adalah salah satu
komponen produk minyak bumi BTX (benzene, toluene, xylene)
kesehatan Iritasi hidung dan tenggorokan, pusing mau muntah, bila terhirup.
Berakibat fatal bila menghirup 1% kadar ksilena dalam udara.
Keamanan Jaga agar bahan jauh dari loncatan bunga api, nyala dan sumber penyalaan
lain. Pasang tanda : “DILARANG MEROKOK”. Hindari terbentuknya mist,
beri ventilasi dalam ruang kerja.
APD Pernapasan : masker penyerap uap organic atau respirator
Mata/muka : Goggles, perisai muka.
Kulit : Gloves (nitrile or acrylonitrile rubber, PVC)
Penanggulangan Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat udara segar.
Kena kulit : cuci dengan air atau air sabun
Kena mata :cuci dengan air, alirkan selama 20 menit. Segera berobat
Tertelan : bila sadar beri minum air untuk pengenceran
Kebocoran / Tumpahan Batasi daerah kebocoran, beri ventilasi, pakailah pakaian pelindung. Ambil
atau matikan semua sumber penyalaan. Cegah tumpahan mengalir ke
dalam sungai. Tumpahan dapat diserap dengan tanah atau pasir, untuk
kemudian dibakar.
Penyimpanan Simpan bahan ditempat dingin, kering dan berventilasi. Gudang bahan jauh
dari keramaian kerja. Wadah selalu tertutup. Gudang harus bebas dari
sumber pemanas nda nyala. Perhatikan grounding setiap peralatan dalam
gudang dan drum bahan. Bahan inkompatibel dan oksidator
Mengatasi kebakaran Karbon dioksida, bubuk kimia kering dan busa dapat dipakai untuk
pemadaman api. Air tidak tepat, karena akan semakin merata, kecuali
untuk pendingin wadah. Hati-hati, uap lebih berat dari udara sehingga
berakumulasi di atas lantai

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2395/2014 B 1

Tanggal Terbit :
24 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : AIR RAKSA/MERCURY Bentuk : CAIR


Sifat : BERACUN Rumus : Hg

Pengertian Air raksa adalah logam berwujud cair pada suhu kamar, dan uapnya amat
toksik, warnah putih keperakan, tidak berbau. Bila dalam ruangan dengan
suhu 20°C terdapat raksa cair, maka kadar uapnya = 150 X nilai ambang
batas. Banyak digunakan pada industry kertas, lampu neon, soda dan
tambang emas rakyat. Di laboratorium dipakai pengisi manometer dan
thermometer serta sebagai elektroda dalam polarografi.
Kesehatan Keterpaan air raksa dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan
berupah lemah badan, hilang nafsu makan, gangguan pencernaan dan
ginjal juga dapat mengganggu sistem urat syaraf berupa tangan gemetar
atau gangguan mental atau gangguan jaringan otak.
Keamanan Bekerja dengan air raksa harus di tempat berventilas. Tetes air raksa
mudah meloncat apabila tertumpah, oleh karna itu perlu dipasang dulang
air di bawah tetesan air raksa.
APD Alat pelindung pernafasan dengan udara tekan (self contained breathing
apparatus, SCBA) untuk menghindari keterpaan uap.

Penanggulangan Bila terhirup, segera pindahkan korban ke udara terbuka. Apabila tertelan,
segera panggil dokter. Bila sadar usahakan agar korban muntah. Beri susu
atau telor pada korban untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Kebocoran / Tumpahan Bila tertumpah, pindahkan air raksa dengan pompa vakum (disedot) ke
dalam botol. Butiran-butiran Hg yang amat kecil dapat di ikat dengan
kalsium sulfide dan belerang. Simpan tumpahan dalam botol tertutup.
Buang ke tempat pembuangan limbah B-3, atau didistilasi.
Penyimpanan Simpan air raksa dalam wadahyang kuat dan tertutup. Hindari suhu tinggi.
Distilasi air raksa harus dilakukan dalam tertutup. Inkompatibel : asetilen,
klor dioksida dan metiloksida.
Mengatasi kebakaran Alat-alat pemadaman kebakaran biasa seperti CO 2, bubuk kimia, dan air
tidak mengganggu dengan adanya air raksa.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2395/2014 B 1

Tanggal Terbit :
24 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Anti nyamuk cair Kandungan : sipermetrin, imiprotrin,


Sifat : BERACUN transflutrin
Bentuk : CAIR
Pengertian Inseksida berbentuk larutan bening kekuning-kuningan,untuk
mengendalikan nyamuk aedes aegypti, culex quinquefasciatus, lalat musca
domestica, dan kecoa blatella germanica di dalam ruangan
kesehatan Gejala dini keracunan : pusing, berkeringat banyak, sesak nafas dan kejang
perut.
Keamanan Jangan sampai kena mata atau selaput lendir lainnya dan jangan di hirup.
Jangan simpan bersama bahan makanan, tutup akuarium dan keluarkan
hewan peliharaan selama penyemprotan. Jangan semprot manusia,
hewan,makanan, api atau benda – benda panas.
APD Alat pelindung pernafasan, untuk menghindari keterpaan uap.

Penanggulangan Bila tertelan, jangan paksa dimuntahkan. Hubungi dokter dengan


membawa kemasan produk. Bila terhirup bawalah penderita ke ruang
berudara segar. Cuci mata dan kulit yang terkena dengan air bersih yang
mengalir
Kebocoran / Tumpahan Tumpahan kecil : hentikan sumber tumpahan jika aman untuk
melakukannya. Tumpahan bahan buburi tanah, air permukaan, atau air
tanah untuk mencegah kontaminasi.
Tumpahan besar : taburi bahan penyerap seperti tanah, pasir kering ke
area tumpahan. Bersihkan dengan sapu ketika semua bahan telah terserap
dan masukan dalam kantong untuk pembuangan. Jangan merokok, maka
atau minum selama operasi pembersihan.
Penyimpanan SIMPAN DITEMPAT YANG AMAN DAN JAUH DARI JANGKAUAN
ANAK-ANAK.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2397/2014 B 1

Tanggal Terbit :
24 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : PHENOL/FENOL Bentuk : Cairan Kental


Sifat : Korosif dan beracun Rumus : C6H5OH
Pengertian Fenol adalah senyawa alkohol aromatik, dapat berupa padat atau cairan
kental, tidak berwarna atau agak pink. Dipakai sebagai desinfektan dan
bahan kimia. Hati-hati dapat terserap dalam tubuh lewat kulit
Kesehatan Efek Jangka Pendek : Uap dan mist Iritan terhadap hidung dan
tenggorokan. Kontak kulit dapat menimbulkan luka
bila konsentrasi di atas 5%.
Efek Jangka panjang : Dermatitis kulit, lemah badan, hilang nafsu
makan dan diare.
Keamanan Gunakan bahan sesedikit mungkin. Tempat kerja harus berventilasi.
Jauhkan dari api dan sumber pemanas. Hindari terbentuknya uap/mist.
Cegah kontak bahan dengan kulit dan mata dengan memakai alat
pelindung diri.
APD Pernapasan : masker penyerap uap organic atau respirator
Mata/muka : Goggles, perisai muka.
Kulit : Gloves (Neoprene, karet butil dan karet alam), Apron
Penanggulangan Kontak mata : segera cuci dengan air bersih yang mengalir selama 30
menit. Cari pengobatan dokter
Kontak Kulit : segera cuci dengan air mengalir selama 30 menit
Tertelan : bila sadar beri 250 ml air untuk pengenceran, bawa ke
dokter
Pemancar air untuk mencuci mata serta “safety shower” harus dekat
dengan ruangan kerja fenol.
Kebocoran / Tumpahan Batasi daerah kebocoran dan sediakan alat proteksi dan ventilasi.
Singkirkan sumber panas atau api. Bahan tgertumpah segera dikumpulkan
dan diserap dengan tanah atau pasir kering untuk dikuburkan secara aman.
Cegah masuk kedalam perairan, karena amat beracun.
Penyimpanan Simpan bahan dalam wadah tertutup rapat, ditempat dingin, berventilasi.
Wadah harus tahan korosi, simpan jauh dari bahan inkompatibel : oksidator
kuat, campuran AICI, dan nitro benzena
Pemadaman Api Kebakaran dapat dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR)
seperti CO2, bubuk kimia kering. Semprotkan air dapat berfungsi sebagai
pendingin wadah bahan yang terbakar.

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2398/2014 B 1

Tanggal Terbit :
24 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : MERKURI OKSIDA Bentuk : Padat, kristal atau bubuk


Sifat : Beracun Rumus :HgO
Pengertian Merkuri oksida atau oksida air aksa amat beracun, berbahaya bila masuk
kedalam tubuh baik lewat pernafasan, kulit atau tertelan. Bahan ini banyak
dipakai sebagai bahan antiseptik, fungisida dan pengawet dalam kosmetika.
Dapat terserap dalam tubuh lewat kulit.
Kesehatan Keterpaan sejumlah oksida dapat menyebabkan kematian atau cedera
permanen. Apabila tertelan, dapat buerubah menjadi HgCI 12, senyawa air
raksa yang lebih toksik lagi. Dapat menyebabkan efek korosif pada mata,
kulit dan saluran pernafasan.
Keamanan Hindari terbentuknya debu yang dapat masuk kedalam tubuh lewat
pernafasan atau kulit. Penanganan bahan dengan gloves agar tidak kontak
dengan kulit. Hindari pemanasan karena akan terurai menjadi uap Hg yang
berbahaya (toksik). Hati-hati dalam pengadukan dan hindari benturan agar
tidak meledak.
APD Alat pelindung pernafasan adalah filter debu dan dalam keadaan darurat
adalah alat pernafasan dengan tekanan udara positif atau self contained
breathing apparatus (SCBA), gloves yang sesuai untuk pelindung kulit
adalah bahan dari butyl, neoprene, nitril dan PVC.
Penanggulangan Terhirup : pindahkan ke udara segar, beri pertolongan pernafasan
bila perlu.
Kontak mata : segera cuci dengan air bersih yang mengalir selama 15
menit. Cari pengobatan dokter
Kontak Kulit : cuci dengan air sabun, dan bilas dengan air bersih
Tertelan : bila sadar beri minum air atau susu dan norit sebagai
adsorbent
Kebocoran / Tumpahan Isolasi daerah tumpahan bahan, dan jangan disentuh. Tumpahan bahan
dapat diserap dengan adsorbent atau pasir agar dapat dikumpulkan untuk
kemudian dibuang secara khusus, atau didaur ulang.

Penyimpanan Simpan bahan ditempat yang dingin, jauhkan dari zat reduktor, asam
anorganik dan air.
Pemadaman Api Kebakaran dapat dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR)
seperti CO2, bubuk kimia kering, semprotan air dan busa. Kebakaran besar
dapat dipadamkan dengan kabut air atau busa. Hati-hati dalam kebakaran
dapat terbentuk uap Hg.
TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2282/2014 A 1

Tanggal Terbit :
18 Juni 20147

NAMA CHEMICALIN : GLASS CLEANER / Bentuk : CAIRAN


Pembersih kaca Komposisi : Ethylene glycol Monobutyl ether,
Sifat : BERACUN isopropanol, water
Pengertian Merupakan campuran cairan Ethylene glycol Monobutyl ether, isopropanol,
water. Yang dipakai dalam pembersihan kaca. Bersifat beracun
Kesehatan Jika kontak lama mengakibatkan kulit kering, iritasi dan radang pada kuylt.
Kontak lama dapat menyebabkan iritasi mata, menyebabkan kerusakan
pada saluran pernafasan atas iritasi , dapat menyebabkan iritas,, muntah
dan diare, jika tertelan
Keamanan Hindari penghirupan uap bahan, demikian pula hindari kontak cairan
dengan kulit atau terpercik pada mata. Pakailah alat pelindung diri bila
menangani bahan. Jauhkan dari sumber api atau panas.
APD Pernafasan : respirator penyerap uap organik atau respirator dengan
suplai udara atau SCBA bila konsentrasi diatas 850 ppm.
Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka (face shield)
Kulit : Gloves dan pakaian kerja
Penanggulangan Terhirup : menyebabkan kerusakan pada saluran pernafasan atas
dan iritasi
Kena mata : cuci dengan air bersih selama 15 menit dan bawa ke
dokter
Kena kulit : cuci dengan air, alirkan terus selama 15 menit
Tertelan : “ JANGAN DIMUNTAHKAN” segera mendapat perawatan
medis
Kebocoran / Tumpahan Bila terjadi tumpahan atau kebocoran, Dispersi, serap dalam pasir dan
bawa ketempat terbuka yang aman agar menguap. Beri ventilasi daerah
kebocoran, cuci lantai tempat tumpahan dengan air sabun.

Penyimpanan Simpan ditempat yang sejuk dan kering serta berventilasi baik. Jauhkan
dari jangkauan anak - anak
Pemadaman Api Bahan ini tidak mudah terbakar

TIM FMS
RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2298/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Methylene blue Bentuk : Padat


Sifat : Berbahaya Rumus :C16H18CIN3S * x H2O

Pengertian Methylene blue adalah reagen yang dipakai untuk analisis, bentuk
padat, berwarna biru tua dan tidak berbau

Kesehatan Bahaya jika tertelan

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter P2
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem

Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar


Kontak Kulit: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dengan bahan penyerap cairan, teruskan ke pembuangan
bersihkan area yang terkena.

Penyimpanan Simpan pada wadah yang tertutup rapat dan kering

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2299/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Fuchsin Bentuk : Padat


Sifat : karsinogenik (penyebab kanker) Rumus :C20H20CIN3

Pengertian Fuchsin adalah reagen yang dipakai untuk analisis dan diagnostik,
bentuk padat, berwarna Hijau dan tidak berbau
Kesehatan Dapat menyebabkan kanker. Hindari pemajanan (pemaparan) – dapatkan
petunjuk khusus sebelum menggunakan. Jika terjadi kecelakaan atau jika
merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis.
Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter P2
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dengan bahan penyerap cairan, teruskan ke pembuangan
bersihkan area yang terkena.

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat. Simpan di tempat
yang berventilasi baik. Simpan dalam tempat terkunci atau di tempat yang
hanya bisa dimasuki oleh petugas yang berwenang.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2300/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Eosin B Bentuk : Padat


Sifat : Rumus :C20H6Br2N2Na2O9

Pengertian Eosin B adalah reagen yang dipakai untuk analisis, bentuk padat,
berwarna coklat sampai Hijau.
Kesehatan Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang
uni eropa

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter P2
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dengan bahan penyerap cairan, teruskan ke pembuangan
bersihkan area yang terkena.

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat. Simpan pada suhu
+5˚C Hingga +30˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2302/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Phloxin B Bentuk : Padat


Sifat : Rumus :C20H2Br4CI4Na2O5

Pengertian Phloxin B adalah reagen yang dipakai untuk analisis dan Diagnostik,
bentuk padat, berwarna coklat tua dan tidak berbau.
Kesehatan Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang
uni eropa

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter P2
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dengan bahan penyerap cairan, teruskan ke pembuangan
bersihkan area yang terkena.

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat. Simpan pada suhu
+5˚C Hingga +30˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2303/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Immersion Oil Bentuk : Cair


Sifat : Beracun dan karsinogenik (penyebab
kanker)
Pengertian Immersion Oil adalah reagen yang dipakai untuk analisis dan
Diagnostik, bentuk cair, berwarna kuning dan berbau khas.
Kesehatan Dapat merusak janin. Diduga dapat merusak kesuburan. Diduga
menyebabkan kanker. Pendedahan berulang kali dapat menyebabkan kulit
kering atau pecah-pecah, pening, mual, muntah, sakit kepala, halusinasi
Keamanan Hindari kontak dengan bahan. Jangan menghirup uap-uap, aerosol,
pastikan ventilasi memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur
darurat. Hubungi ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dengan bahan penyerap cairan, teruskan ke pembuangan
bersihkan area yang terkena.

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat. Simpan di tempat
yang berventilasi baik. Simpan dalam tempat terkunci atau di tempat yang
hanya bisa dimasuki oleh petugas yang berwenang.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2304/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Hematoxylin cryst Bentuk : padat


Rumus :C16H1406(Hill)

Pengertian Hematoxylin cryst adalah reagen yang dipakai untuk analisis dan
Diagnostik, bentuk Padat, berwarna coklat-kelabu dan tidak berbau.
Kesehatan Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang
uni eropa

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat. Simpan pada suhu
+5˚C Hingga +30˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2305/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : chloral hydrate Bentuk : padat


Rumus :Cl3CCH(OH)2

Pengertian chloral hydrate sesuai untuk penggunaan sebagai eksipien


EMPROVE®
Kesehatan Efek iritan, gangguan CNS, gangguan kardiovaskular, mual, muntah,
kecapean, tidak sadar, paralisa pernafasan

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat.simpan dalam
tempat terkunci dan pada suhu +15˚C Hingga +25˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2306/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Potassium dihydrogen Bentuk : padat


phosphate Rumus :KH2PO4

Pengertian Potassium dihydrogen phosphate, di-sodium hydrogen phosphate


material standart referensi skunder yang disertifikasi untuk
pengukuran PH.
Kesehatan Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang
Uni Eropa.

Keamanan hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi memadai. Evakuasi dari


daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi ahli

APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK


Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat. pada suhu +15˚C
Hingga +25˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2307/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Orange G Bentuk : padat


Rumus :C16H10N2Na2O7S2 (Hill)

Pengertian Orange G adalah reagen yang dipakai untuk analisis dan diagnostik,
bentuk padat, berwarna jingga dan tidak berbau
Kesehatan Bahan ini tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut undang-undang
Uni Eropa.

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat. pada suhu +55˚C
Hingga +30˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2308/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Phenol Bentuk : padat


Sifat : Bahaya Rumus :C6H5OH

Pengertian Phenol digunakan sebagai eksipien EMPROVE® exp Ph Eur, JP, USP

Kesehatan Toksik bila tertelan, terkena kulit atau bila terhirup, menyebabkan kulit
terbakar yang parah dan kerusakan mata, diduga menyebabkan kerusakan
genetik dapat menyebabkan kerusakan pada organ (sistem syaraf pusat,
ginjal, hati, kulit) melalui paparan yang berulang.
Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat dan berfentilasi
baik.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2309/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Asam sitrat Bentuk : padat


Sifat : Bahaya Rumus :C6H8O7 (Hill)

Pengertian Asam sitrat digunakan sebagai eksipien EMPROVE® dan bahan baku
kosmetik berbentuk padat, tidak berwarna dan tidak berbau.
Kesehatan Menyebabkan iritasi mata yang serius

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat dan berfentilasi
baik.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2310/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Mercury (II) oxide Bentuk : padat


Sifat : sangat beracun, berbahaya bagi Rumus :HgO (Hill)
lingkungan
Pengertian Mercury (II) oxide adalah reagen yang dipakai untuk analisis,
berbentuk padat, berwarnah merah dan tidak berbau
Kesehatan Bila tertelan dan menghirup debu merusak membran mukosa dari saluran
pencernaan dan saluran pernafasan, dapat menyebabkan kerusakan pada
organ (ginjal) melalui paparan berulang
Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat, hindari dari
cahaya dan di tempat berfentilasi baik.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2311/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Potasium iodat Bentuk : padat


Sifat : oksidator, iritan Rumus :KIO3

Pengertian Potasium iodat adalah reagen yang dipakai untuk analisis, berbentuk
padat, berwarnah putih dan tidak berbau
Kesehatan Efek iritan, pertahanan saluran pernafasan, sianosis, kelainan perut/usus,
kolaps resiko cedera serius pada mata

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat, di tempat
berfentilasi baik. Jangan gunakan dekat bahan-bahan yang mudah
terbakar

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2312/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Potasium disulfit Bentuk : padat


Sifat : Iritan Rumus :K2S2O6

Pengertian Potasium disulfit adalah reagen yang dipakai untuk analisis,


berbentuk padat, berwarnah putih.
Kesehatan Efek iritan, pertahanan saluran pernafasan, sianosis, kelainan perut/usus,
kolaps resiko cedera serius pada mata

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat. Simpan pada suhu
+5˚C Hingga +30˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2313/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Sodium iodat Bentuk : padat


Sifat : Oksidator Rumus :NalO3

Pengertian Sodium iodat adalah reagen yang dipakai untuk analisis, berbentuk
padat, berwarnah putih dan tidak berbau
Kesehatan Efek iritan, pertahanan saluran pernafasan, sianosis, kelainan perut/usus,
kolaps.

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat, lindungi dari
cahaya. Juahkan dari bahan yang mudah terbakar. Jauhkan dari panas dan
sumber api.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2314/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : di-Sodium hidrogen Bentuk : padat


fosfat anhidrat Rumus :NalO3
Sifat : Oksidator
Pengertian Sodium iodat adalah reagen yang dipakai untuk analisis, berbentuk
padat, berwarnah putih dan tidak berbau
Kesehatan Bukan Zat berbahaya berdasarkan GHS. Efek Iritan

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya, amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. Tertutup sangat rapat.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2315/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Entellan Bentuk : Cair


Sifat : Iritan

Pengertian Sodium iodat adalah reagen yang dipakai untuk analisis, berbentuk
padat, berwarnah putih dan tidak berbau
Kesehatan Efek iritan, paralisa pernafasan, pertahanan saluran pernafasan,
mengantuk, pening, tidak sadar, inebriation, mual, muntah. Efek
mengeringkan kulit menyebabkan kulit menjadi kasar dan merekah.
Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya. Jauhkan permukaan panas, dan
sumber api. amati prosedur darurat, hubungi ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Jauhkan dari panas dan sumber api. Simpan pada wadah yang kering.
Tertutup sangat rapat. Simpan pada suhu +15˚C Hingga +25˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2316/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN : Giemsa’s azur eosin Bentuk : Cair


methylene blue solution
Sifat : Amat mudah-menyala, beracun
Pengertian Giemsa’s azur eosin methylene blue solution adalah reagen
diagnostik in vitro, reagen untuk analisis, berbentuk cair, berwarnah
biru dan berbau metanol
Kesehatan Efek iritan, pening, narkosis, agiatis, sesak, inebriation, mual, muntah,
sakit kepala, gangguan penglihatan, kebutaan

Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya. Jauhkan permukaan panas, dan
sumber api. amati prosedur darurat, hubungi ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dalam keadaan kering, teruskan ke pembuangan, bersihkan
area yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Jauhkan dari panas dan sumber api. Simpan pada wadah yang kering.
Tertutup sangat rapat. Simpan pada suhu +15˚C Hingga +25˚C.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2317/2014 A 1

Tanggal Terbit :
19 Juni 2014

NAMA CHEMICALIN :PRESEPT Bentuk : Cair


Sifat : Iritan dan bahaya bagi lingkungan Kandungan : sodium dichloraisocyanurate
Rumus : C3 Cl2 N3O3. Na
Pengertian Sodium dichloraisocyanurate adalah reagen untuk analisis dan digunakan
sebagai desinfektan

Kesehatan Berbahaya jika tertelan, menyebabkan gangguan mata berat, dapat


menyebabkan gangguan pernafasan, efek iritan, batuk, napas tersenggal,
nyeri.
Keamanan Hindari kontak dengan bahan . hindari penghisapan debu. Pastikan ventilasi
memadai. Evakuasi dari daerah bahaya. Amati prosedur darurat, hubungi
ahli
APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK
Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit: cuci dengan air yang banyak. Lepaskan pakaian yang
terkontaminasi. Dapatkan bantuan medis
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : segera beri korban minum air putih, periksalah kedokter
Kebocoran / Tumpahan Kumpulkan , ikat dan pompa keluar tumpahan. Beri batasan tumpahan
bahan, ambil dengan hati-hati, teruskan ke pembuangan, bersihkan area
yang terkena. Hindari pembentukan debu

Penyimpanan Jauhkan dari panas dan sumber api. Simpan pada wadah yang kering.
tutup rapat. Simpan pada suhu yang direkomendasikan, lihat label produk.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.

TIM FMS

RSWS
MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS)

RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. Dokument No. Revisi Halaman :


Makassar KF. 01.04/I/2330/2014 A 1

Tanggal Terbit :
20Juni 2014

NAMA CHEMICALIN :Minosil Hand Rub Kandungan : chlorhexidine gluconate 0,5%


Sifat :Iritant

Pengertian chlorhexidine gluconate 0,5% adalah bahan yang dipakai untuk antiseptik

Kesehatan Berbahaya jika tertelan, menyebabkan gangguan mata, dapat


menyebabkan gangguan pernafasan, efek iritan pada kulit.

Keamanan Gunakan di tempat yang berventilasi baik. hindari penghisapan gas, asap,
uap. Jika tertelan, SEGERA hubungi dokter

APD Pernapasan : Masker dengan filter ABEK


Mata/muka : Kacamata - pengaman
Kulit : Handscoem
Penanggulangan Terhirup : Hirup Udara segar. Dapatkan bantuan medis
Kontak Kulit
: tidak terjadi dampak merugikan dari penggunaan normal,
bila terjadi iritasi cuci dengan hati-hati
Kontak mata : bilas dengan air (Eye Wash)
Tertelan : jangan di beri minum bila tidak sadar, periksalah
kedokter
Kebocoran / Tumpahan Hindari menghirup uap dan kontak dengan kulit dan mata. Beri batasan
tumpahan bahan, serap tumpahan dengan pasir, tanah, kain.Teruskanke
pembuangan limbah.

Penyimpanan Simpan pada wadah yang kering. tutup rapat. Simpan pada suhu yang
direkomendasikan, lihat label produk.

Pemadaman Api Bahan pemadaman yang bisa digunakan : karbon dioksida (CO2), busa,
serbuk kering, air. Jaga jarak aman dan gunakan pakaian pelindung.