Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN BA 2101

PENGGUNAAN MIKROSKOP DAN PEMBUATAN

PREPARAT ANATOMI TUMBUHAN

Tanggal praktikum : 01 September 2014

Tanggal pengumpulan : 08 September 2014

Disusun oleh :

Fitra Tunnisa

11413028

Kelompok 4

Asisten :

Fatia Aida Rahmani

11412040

PROGRAM STUDI REKAYASA PERTANIAN

SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2014
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mikroskop adalah merupakan alat bantu yang digunakan untuk memperbesar suatu objek
yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Mikroskop digunakan untuk mengamati benda
benda yang berukuran mikro. Prinsip kerja dari mikroskop adalah pemfokusan bayangan yang
diperbesar dari suatu specimen, yang tidak terlihat oleh mata, dengan bantuan suatu lensa atau
medan magnet tertentu.
Pada pengamatan anatomi suatu tumbuhan dengan menggunakan mikroskop, diperlukan
pembuatan preparat. Preparat adalah tindakan atau proses pembuatan suatu bahan yang akan
diamati di bawah mikroskop. Preparat terbagi menjadi 2 macam yaitu preparat basah dan preparat
awetan. Dalam pembuatan preparat anatomi tumbuhan, ada tiga teknik sayatan yang bisa
dilakukan yaitu teknik melintang (cross section ), teknik memanjang (longitudinal section), teknik
paradermal. Untuk mengamati bagian bagian tertentu pada struktur tumbuhan diperlukan dibuat
preparat dengan memakai ketiga teknik tersebut.

1.2 Tujuan
1. Menentukan anatomi sel epidermis pada Allium Cepa L. dengan menggunakan mikroskop.
2. Menentukan organel plastid berupa kromoplas pada Daucus Carota L. dan Capsicum
Annum menggunakan mikroskop.
3. Menentukan organel plastid berupa amiloplas pada Persea Americana menggunakan
mikroskop
4. Menentukan stomata dan organel vakuola pada penampang daun Graptophyllum Pictum
dengan menggunakan mikroskop
BAB II

TEORI DASAR

2.1 Mikroskop dan komponennya

Mikroskop merupakan salah satu alat yang penting pada kegiatan laboratorium sains,
khususnya biologi. Bedasarkan sumber cahayanya mikroskop dibagi menjadi dua : mikroskop
cahaya dan mikroskop elektron (Bambang, 2008). Fungsi dari mikroskop adalah alat bantu yang
memungkinkan kita dapat mengamati objek yang berukuran mikroskopis. Untuk mengetahui
mikroskop maka perlu diketahui komponen mikroskop serta fungsinya.

Komponen mikroskop dan fungsinya

a. Kaki
Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat
lengan dengan semacam engsel, pada mikroskop sederhana.
b. Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau
direbahkan. Lengan digunakan untuk memegang mikroskop.
c. Kondensor
Kondensor terdiri dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar
d. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk.
e. Meja preparat
Meja preparat merupaka tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat.
f. Lensa objektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama, dengan perbesaran 4X,
10X, 40X, 100X.
g. Lensa okuler
Lensa okuler berfungsi sebagai perbesaran tambahan.
h. Pengatur kasar dan halus
Berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat.

2.2 Preparat dan Tipe Tipe Sayatan

Preparat organisme adalah sediaan berupa organ, jaringan, sel, dan atau tubuh organisme
yang di awetkan dalam suatu media sehingga memberi kemudahan seseorang untuk mempelajari,
mengamati atau meneliti (kholifah, 2003). Bedasarkan ukurannya preparat organisme dibagi
menjadi dua yaitu preparat makroskopis ( preparat apus, preparat rentang, preparat polle, preparat
squash, preparat whoule mounth dan preparat section) dan preparat mikroskopis ( preparat kering
dan preparat basah/ segar).

Dalam pembuatan preparat, ada tiga tipe sayatan yaitu teknik melintang (cross section ), teknik
memanjang (longitudinal section), teknik paradermal. Dalam mengamati struktur sel secara
lengkap maka teknik yang digunakan adalah teknik melintang.

2.3 Organel Organel yang Ada Pada Sel Tumbuhan

Pada sel tumbuhan terdiri dari 3 komponen utama : dinding sel, protoplasma, inti sel.
Dinding sel adalah bagian sel yang letaknya paling luar dan fungsinya sebagai penguat dan
pelindung sel. Protoplasma adalah bagian sel yang letaknya di dalam dinding sel. Komponen
protoplasma terdiri dari organel organel diantaranya plastida, vakuola, reticulum endoplasma,
ribosom, dll.

Sel utuh pada tumbuhan dapat diamati secara langsung dengan menggunakan mikroskop
cahaya. Pada jaringan tumbuhan bagian terluar adalah lapisan epidermis. Ciri ciri dari sel
epidermis adalah memiliki banyak vakuola yang terletak di bagian tengah sel. Plastid biasanya
tidak ada, sekiranya ada hanya leukoplas kecil-kecil. Kloroplas hanya ditemukan pada tumbuh
tumbuhan yang mempertahankan hidupnya pada tempat- tempat terlindung ( Esau, 1960).
Kesinambungan epidermis terputus-putus oleh lubang-lubang kecil sekali. Bagian tersebut adalah
ruang antar sel yang dibatasi oleh dua sel yang khas disebut dengan sel penjaga. Sel penjaga
bersama-sama dengan lubang di antaranya membentuk stoma. Pada banyak tumbuhan dapat
dibedakan antara sel tetangga atau sel pelengkap.Sel tersebut secara morfologi berbeda dari sel
epidermis yang khas dan merupakan dua atau lebih sel yang membatasi sel penjaga, yang
tampaknya ada hubungan fungsional. Stoma bersama-sama sel tetangga jika ada disebut
perlengkapan stomata atau kelompok stomata.

Plastida adalah organel yang khusus dimiliki oleh sel tumbuhan. Plastida merupakan
organel yang diturunkan dari proplastid, suatu organel yang mampu bereplikasi yang ada dalam
sel meristem. Plastida terbagi menjadi dua macam yaitu plastida yang mengandung pigmen yaitu
kloroplas dan kromoplas. Pada kromoplas mengandung pigmen karatenoid,xantofil, fikoeritrin.
kloroplas mengandung pigmen klorofil. Sedangkan plastida yang tidak mengandung pigmen
adalah leukoplas. Leukoplas terbagi menjadi amiloplas yang mengandung pati, proteinoplas
mengandung protein, dan elaeoplas mengandung lipid.

Organel sel yang lainnya adalah vakuola. Vakuola mengandung air dan senyawa organik
maupun anorganik. Vakuola pada sel tumbuhan mirip dengan lisosom pada sel hewan. Pada
vakuola memungkinkan juga mengandung racun. Tujuannya melindungi tumbuhan dari para
pemangsa/ herbivora.
BAB III

METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan

No Alat Bahan
1. Kaca Objek Tumbuhan:
2. Kaca penutup (cover glass) 1.Capsicum annum
3 Silet 2.Persea Americana
4. Petri dish 3.Allium cepa
5. Pinset, jarum jara, kuas 4.Daucus Carota L
6. Botol reagen, air 5. Graptophyllum
Pictum
7. Kertas saring

3.2 Cara Kerja

Pengamatan bagian pertama dilakukan dengan diambil dan dipotong satu buah bawang
merah, kemudian dilepaskan masing masing daun cadangannya, setelah itu diambil lapisan
epidermis dengan menggunakan pinset. Pada kaca objek diletakkan lapisan epidermis tadi dan
diberi air setetes kemudian ditutup dengan kaca penutup. Preparat bawang merah yang sudah
disiapkan bisa diamati sel bawang merah di mikroskop.

Pengamatan bagian kedua dilakukan dengan diiris lapisan cabe merah dengan teknik
sayatan melintang dan memanjang. Kemudian diletakkan lapisan cabe merah tadi di atas kaca
objek. Setelah itu diberi setetes air dan ditutup dengan kaca penutup. Kemudian dibawah
mikroskop diamati kromoplas yang ada pada sel cabe merah.

Pengamatan bagian ketiga dilakukan dengan diiris tipis daging buah wortel dengan teknik
sayatan melintang dan memanjang. Kemudian spesi wortel tadi diletakkan di atas kaca objek,
diteteskan setetes air dan ditutup dengan kaca penutup. Di bawah mikroskop diamati kromoplas
yang ada pada sel wortel.
Pengamatan bagian keempat dilakukan dengan diiris tipis daging buah alpukat kemudian
diletakkan di atas kaca objek dan diberi setetes air kemudian ditutup dengan kaca penutup. Pada
mikroskop diamati amiloplas yang ada pada daging buah alpukat.

Pengamatan bagian terakhir adalah dibuat sayatan secara melintang, memanjang, dan
paradermal dari daun merah. Setelah itu diletakkan masing masing pada kaca objek, diberi setetes
air dan ditutup dengan kaca penutup. Pada mikroskop diamati vakuola dan stomata yang ada pada
sel daun merah.
BAB IV

HASIL PENGAMATAN

No Foto pengamatan Gambar literatur


1 Gambar sel bawang merah bedasarkan literatur
sel epidermis bawang merah

Sel epidermis Sumber www.phytoimages.siu.edu

Dinding sel

dinding
sel
Nama latin : Allium cepa L
Perbesaran : 4X10
- Dinding sel tersusun rapat
2 Sayatan melintang sel wortel Gambar sel wortel bedasarkan literature

Sumber : e-learning.um.ac.id
kromoplas
dinding sel
Nama ilmiah : Daucus carota L
Perbesaran : 4X10
- Terdapat karatenoid berupa
kromoplas
- Bentuk sel tidak teratur
3 Sayatan memanjang sel wortel

kromoplas
Perbesaran : 4x10
- Bentuk sel memanjang

4 Sayatan melintang cabe merah Gambar sel cabe merah bedasarkan literatur

kromoplas Sumber: botanika.biologija.org


cabe Kromoplas
Dinding sel
Dinding sel
Nama ilmiah : Capsicum annum
Perbesaran : 4X10

5 Sayatan memanjang sel cabe merah - Bentuk sel memanjang


dinding sel
Perbesaran : 4X10

6 Sel alpukat Gambar sel alpukat bedasarkan literatur

Amiloplas
Nama ilmiah : Persea Americana Plastid
Perbesaran 4x10 Sumber : www.phytoimages.siu.edu by Kiel
- Bentuk sel bulat Kietlinski 2013

- Adanya bintik hitam yang


menandakan ada amiloplas

7 sayatan memanjang daun merah

Stomata
8 Sayatan melintang daun merah Gambar vakuola tumbuhan bedasarkan
literatur

dinding
sel
Perbesaran: 4X10
- Bentuk sel tidak teratur
Sumber : http://www.pustaka.pandani.web.id/
- Vakuola tidak terlihat
Vakuola
- Adanya klorofil
9 Sayatan paradermal daun merah Gambar stomata bedasarkan literatur

Stomata

Perbesaran : 4X10
Sumber : www-plb.ucdavis.edu
- Ada stomata
- Ada klorofil Stomata
- Bentuk sel tidak terlihat jelas
BAB V
PEMBAHASAN

5.1 Pembahasan Hasil Pengamatan


Praktikum ini membahas tentang pengamatan anatomi sel tumbuhan dan beberapa
organel yang ada pada sel tumbuhan. Pada pengamatan ini akan diamati struktur dari sel bawang
merah ( allium cepa L ), organel plastida berupa kromoplas pada sel wortel Daucus carota L dan
sel cabe merah ( Capsicum annum ), organel plastida berupa amiloplas pada daging buah alpukat
( Persea americana ), organel vakuola pada daun ungu Graptophyllum Pictum.
Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa sel dari Allium cepa terdapat dinding sel yang
sangat jelas, sitoplasma, serta butir-butir aleuron yang berwarna merah keunguan, dan menurut
literatur butir aleuron ini merupakan salah satu komponen dari bahan non protoplasmik, karena
butir-butir ini mengandung kristal Ca-oksalat. Dan kristal tersebut merupakan bahan orgastik.
Struktur sel epidermis bawang merah adalah tersusun oleh sel sel yang tersusun rapat, bentuk sel
yang heksagonal. Pada perbesaran 100X maka akan terlihat inti sel/ nucleus. Sel epidermis
merupakan sel hidup, memiliki protoplas, sitoplasma berupa selaput tipis yang melekat pada
dinding sel (Sumardi dan Pudjoarinto 1994). Pada praktikum ini tidak teramati protoplas, inti sel,
dan organel- organel lainnya. Dan yang teramati hanya dinding sel karena perbesaran mikroskop
yang digunakan 40X.
Kromoplas mempunyai bentuk dan ukuran yang bervariasi. Kromoplas berwarna kuning
jika mengandung xantofil, berwarna merah jika mengandung likopeni, atau berwarna jingga jika
mengandung karotenoid. Contohnya pada umbi wortel (Daucus carota) dan buah cabai (Capsicum
anuum). Plastida yang ditemukan pada sel wortel Daucus carota L adalah kromoplas yang
mengandung pigmen karoteneid. Pigmen karotenied bisa bewarna kuning, orange, dan merah
(Gunning, 1996). Dari pengamatan dan bedasarkan literatur bentuk dari kromoplas ini adalah
seperti jarum dan bewarna orange. Pada sel cabe merah Capsicum annum L juga terdapat pigmen
karoteneid yang tersebar di sitoplasma sel. Bentuk dari kromoplasnya adalah bulat dan bewarna
merah.
Pada pengamatan amiloplas pada daging buah alpukat Persea Americana terlihat struktur
sel dari daging buah yang tersusun oleh sel yang tidak teratur. Pada foto pengamatan dan
bedasarkan literature terlihat amiloplas disekitar sitoplasma, yang berwarna kehitaman. Pada
beberapa tempat, kloroplas dapat membentuk butir pati yang besar sebagai cadangan makanan.
Cadangan makanan ini paling banyak ditemukan pada leukoplast umbi akar, umbi batang, rizoma
dan biji. Amilum dapat diamati dengan mudah karena memiliki warna biru kehitaman jika diberi
pewarna iodium. Butir yang besar menunjukan lapisan yng mengelilingi sebuah titik ditengah yaitu
hilum. Hilum ini bisa berada ditengah butir pati atau agak ke tepi (Hidayat, 1995). Retakan yng
sering terlihat memiliki arah radial dari hilum terjadi akibat dehidrasi butir pati yang dianggap
sebagai stratifikasi kadar air yang ada pada butir pati tersebut. Posisi, bentuk dan ukuran butir pati
ditentukan oleh jenis tumbuhan yang bersangkutan.
Pada pengamatan stomata dan vakuola pada sayatan daun merah Graptophyllum Pictum
terdapat kendala dalam praktikum ini. Pada pengamatan , yang terlihat hanya stomata, sedangkan
vakuola tidak terlihat. Hal ini disebabkan karena pemotongan sayatan yang tidak tepat, sehingga
bagian vakuola tidak terlihat.Stomata merupakan bagian pada epidermis organ tumbuhan yang
terdiri dari suatu celah yang dikelilingi oleh sel khusus yang disebut sel penjaga. Stomata sangat
penting bagi tumbuhan karena pori stomata merupakan tempat terjadinya pertukaran gas dan air
antara atmosfer dengan system ruang antar sel yang berada pada jaringan mesofil di bawah
epidermis. Hal ini menyebabkan stomata sangat berperan dalam proses transpirasi dan fotosintesis
(Pharmawati, 2008). Vakuola adalah rongga sel berair yang dikelilingi oleh selaput ( tonoplas).
Vakuola berfungsi dalam mempertahankan turgor sebab jika vakuola menyerap air dan menekan
keluar, sementara dinding sel keras maka tekanan di bangun dalam sel (Kimball, 1983).
BAB VI
KESIMPULAN
1. Sel epidermis pada Allium Cepa L tersusun atas dinding sel yang tersusun rapat dan bentuk
selnya yang heksagonal.
2. Sel wortel Daucus carota L memiliki plastid berupa kromoplas yang mengandung pigmen
karoteneid. Yang terletak di sitoplasma dan berbentuk seperti jarum yang bewarna orange.
Sel cabe merah Capsicum annum juga memiliki plastid berupa kromoplas. Susunan
dinding selnya tidak teratur. Kromoplas berada disekitar sitoplasma.
3. Sel alpukat Persea Americana memiliki plastid berupa kromoplas yang mengandung pati
atau amilum.
4. Struktur dari sel daun ungu Graptophyllum Pictum terdapat stomata di sekitar sel epidermis
dan vakuola yang bisa teramati jika diamati dengan sayatan melintang.
DAFTAR PUSTAKA

Sutrian, yayan. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan tentang Sel dan Jaringan. Jakarta:
PT Rineka cipta.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University
Press.
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB
Kimball, J.W. 1992. Biologi edisi kelima jilid 2. Erlangga: Jakarta.
Campbell, N.A., J.B.Reece., L.G. Mithcel. 2002. Biologi umum edisi kelima jilid 1. Erlangga.
Jakarta.
Bambang purnomo , 2008. Peralatan dan prosedur laboratorium.
Kholifah, 2010. Pembuatan Preparat Sebagai Media Pendidikan Pada Bidang Studi Biologi :
Universitas Muhamadyah Malang.
Pharmawati, dkk. 2008. Ca2+ Intraseluler terlibat dalam Mekanisme Pembukaan Stomata Akibat
Pengaruh Auxin. http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/artikel5.pdf Diakses tanggal 07 September
2014 .
Triyani, dkk. 2000. Mempelajari Pembuatan Brem Wortel (Daucus carota L) sebagai Alternatif
Pengolahan Pangan Sumber B-Karoten. http://repository.ipb.ac.id/. Diakses tanggal 06
September 2014.
Ghulamahdi, dkk. 2012. Characterization of Morphology, Anatomy, and Phytochemical Content
of Caricature Plant (Graptophyllum Pictum L. Griff). http://repository.ipb.ac.id/ diakses tanggal
06 September 2014
Aisyah, Andi, 2009. Kandungan capsaicin dan anatomi buah cabai merah besar (capsicum
annum L. var abrieviata eingerhuth) dan cabai merah keriting (capsicum annum L. var longum
Sendt) dengan perlakuan pupuk urin sapi. http://etd.ugm.ac.id/ diakses tanggal 06 September
2014