Anda di halaman 1dari 6

25

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yaitu suatu

metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat

gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif, dimana

penulis ingin melihat gambaran pengetahuan tentang pendidkan seks pada

siswa MTS Assyfa Wal’ain Desa Bondan Kecamatan Sukagumiwang

Kabupaten Indramayu.

B. Populasi, sampling

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau obyek yang diteliti

(Notoatmodjo : 2002 : 79). Menurut Sugiyono, 2004 Populasi adalah

wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek-subyek yang mempunyai

kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetap oleh peneliti untuk

dipelajari untuk kemudian ditarik kesimpulannya (Hidayat, 2007 : 60).

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa

MTS Assyfa Wal’ain Desa Bondan Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten

Indramayu.

25
26

2. Sampel

Sampel terdiri dari bagian populasi terjangkau yang dapat

dipergunakan sebagai subyek penelitian melalui sampling. Sampel

merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari

karakteristik yang dimiliki oleh populasi, karena besarnya populasi kurang

dari 1000 maka pengambilan sampel dilakukan dengan rumus :

n = N / 1 + N (d)2

Keterangan :

n = Jumlah sample

N = Jumlah populasi

d = Tingkat signifikansi (p)

Diketahui besarnya populasi 360 orang secara keseluruhan, maka

perhitungannya sebagai berikut :

n = 360 / 1 + 360 (0,1)2

= 360 / 1 + 360 (0.01)

= 360 / 1 + 3,6

= 360 / 4,6

= 78, 26

Hasil perhitungan sample sebesar 78,26 dibulatkan menjadi 80

(Nursalam (2003 : 95). Kemudian pengambilan sampel ditentukan secara

acak sederhana (simple random sampling).


27

C. Variabel penelitian

Variabel mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh

anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh

kelompok yang lain (Notoatmodjo, 2002 : 70). Dalam penelitian ini variabel

yang diteliti adalah variabel tunggal yaitu pengetahuan remaja tentang

pendidikan seks.

D. Waktu dan tempat penelitian

Penelitian ini dilakukan di MTS Assyfa Wal’ain Desa Bondan

Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu pada bulan Juli 2009.

E. Pengumpulan dan pengolahan data

Pengumpulan data diperoleh dari :

a. Data primer

Data diperoleh dengan cara pengisian kuesioner yang terdiri dari

sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Kuesioner diisi

oleh responden siswa MTS Assyfa Wal’ain Desa Bondan Kecamatan

Sukagumiwang Kabupaten Indramayu. Penulis berperan sebagai pemandu

dalam hal pengisian keusioner.

b. Data sekunder

Data sekunder diperoleh dari bagian TU (Tata Usaha) MTS Assyfa

Wal’ain berupa jumlah siswa yang masih terdaftar di MTS Assyfa Wal’ain

Desa Bondan Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu


28

Pengolahan data dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Editing Data

Tahap ini merupakan tahapan kegiatan penyuntingan data yang

telah terkumpul, yaitu dengan cara memeriksa kelengkapan, kesalahan

pengisian, dan karakteristik dari setiap jawaban dari faktor pertanyaan.

Editing data dilakukan setiap responden setelah selesai mengisi daftar

pertanyaan, jika ada kesalahan atau jawaban yang kurang maka daftar

pertanyaan tersebut dikembalikan ke responden untuk dilengkapi.

2. Koding Data

Setelah data diedit, langkah selanjutnya adalah mengkoding data

yaitu dilakukan dengancara memberi kode terhadap setiap jawaban yang

diberikan dengan tujuan untuk memudahkan entry data.

3. Entry Data

Entry data dilakukan dengan cara mentabulasi data, yaitu

mengelompokkan data menggunakan table distribusi yang dihitung dengan

prosentase.

F. Rencana analisis data

Dalam tahap ini data diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisa

univariat terhadap tiap-tiap variabel dari hasil penelitian. Hasil analisa ini akan

menghasilkan distribusi dan persentase yang menggambarkan pengetahuan

remaja tentang pendidikan seks berdasarkan umur dan jenis kelamin dengan

rumus :
29

X
P = -------- x 100%
N

Keterangan :

P = Prosentase

X = Frekeunsi setiap kategori

n = Jumlah responden

G. Pengukuran Pengetahuan

Data yang telah terkumpul diperiksa kelengkapannya dan kesalahan

pengisian setiap jawaban dalam kuesioner, kemudian membuat kode/nilai

pada setiap jawaban kuesioner untuk mempermudah pengolahan. Pengukuran

terhadap beberapa pertanyaan dilakukan seperti dibawah ini

1. Pengetahuan tentang pendidikan seks

Pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan responden sebanyak 16

pertanyaan dengan skala penilaian 0-1 setiap pertanyaan. Pengetahuan

yang dicapai responden maksimal 16 pertanyaan untuk nilai tertinggi 1

dan terendah 0. Dari seluruh nilai yang dapat dicapai responden

dikategorikan 3 bagian yaitu :

a) Baik : jika skore lebih dari nilai rata-rata (mean)

b) Cukup : jika skore sama dengan nilai rata-rata (mean)

c) Kurang : jika skore kurang dari nilai nilai rata-rata (mean)


30

H. Jadual Penelitian

No Uraian Kegiatan Juni Juli Agustus


1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Membuat Proposal dan
Instrumen Penelitian

2 Konsultasi ke
Pembimbing
(Bimbingan)

3 Melapor pada Kepala


Puskesmas

4 Pelaksanaan Penelitian

5 Tabulasi

6 Interpretasi data

7 Pembahasan

8 Pembuatan Laporan KTI