Anda di halaman 1dari 4

KEPERAWATAN KOMUNITAS

OLEH :

NI KOMANG MELAYANI 16C11839


IDA AYU KADE PURNAMA PUTRI 16C11850
LUH MD SHERLY HERMAWATI W. 16C11855

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


INSTITUT TEKNOLOGI DAN KESEHATAN BALI
TAHUN 2019/2020
1. KASUS :
Seorang lansia bernama Ny. AT berusia 64 tahun datang ke puskesmas
diantar oleh suaminya dengan keluhan nyeri pada sendi-sendi jari kedua
kakinya karena memiliki kebiasaan bekerja terlalu berat. Nyeri yang
dirasakan disertai rasa panas pada daerah nyeri, hal tersebut dirasakan jika
setelah selesai bekerja dan kelelahan. Penyakit ini dirasakan sejak dua
tahuan lalu dan sudah pernah berobat kedokter. Pasien tampak berjalan
dengan menggunakan alat bantu tongkat.
2. Nama penyakit dan informasilainnya :
Artritis Rheumatoid
3. Latarbelakang perawatan di rumah :
Pasien hanya tinggal bersama dengan suaminya, anak-anaknya sudah
memiliki keluarga dan tinggal terpisah dari orang tuanya, pasien
mengatakan hanya sesekali di tengok oleh anak-anaknya jika memiliki
waktu luang. Pasien mengatakan enggan melakukan pengobatan secara
rutin ke puskesmas karena jarak anatara rumah dan puskesma cukup jauh,
dan juga sulit untuk menemukan trasnportasi menuju puskesmas. selain itu
pasien mengatakan jika berdiri terlalu lama pasien merasakan sakit. Maka
dari itu pasien meminta perawat untuk merawatnya dirumah.
4. Struktur Keluarga :
Ny. AT hanya tinggal bersama suaminya
5. Layanan di Gunakan:
a. Layanan perawatan kunjungan rumah 1 kali sehari
b. Rehabilitasi kunjungan rumah terapi fisik (-)
c. Pelayanan penyewaan peralatan bantu (-)
d. Menyewa peralatan medis alat bantu pernapasan (-)
e. Pengajaran kunjungan rumah lainnya (-)

6. Point dari layanan keperawatan layanan dirumah


a. Penilaian fisik
Untuk pasien dengan AR sulit untuk mengontrol rasa nyerinya
sehingga dalam melakukan aktifitas sangat terganggu. Oleh karena itu
diperlukan adanya pengkajian terhadap respon nyeri pasien, kaji
adanya deformitas pada ekstremitas pasien, dan sejauh mana pasien
dapat melakukan ADL.
b. Kaji pengetahuan pasien mengenai masalah kesehatan (atritis
rheumatoid)
Menanyakan tentang penyakit yang dideritanya, menanyakan
riwayat pengobatan yang dilakukan pasien.
c. Berikan informasi pada pasien mengenai masasalah kesehatannya.
Memberikan informasi mengenai kesehatannya, maka pasien akan
lebih sadar dan peduli dengan dirinyasendiri sehingga pasien mampu
meningkatkan kualitas hidupnya.
d. Diskusikan polahidup yang harus dijaga (pola makan)
Kebiasan mengkonsumsi makanan yang tidak tepat akan memicu
RA, karena makananan merupakan faktor penting dalam memicu
terjadinya RA serta dengan pola diet yang sehat akan membatu
mempercepat proses penyembuhan pasien. Instruksikan pasien untuk
mengatur dietnya dengan mengurangi konsumsi kacang-kacangan,
perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta tidak mengonsumsi alkohol
dan kopi yang berlebihan. Berikan terapi
e. Membatu memberikan terapi manajemen nyeri
Sebuah penelitian mengatakan bahwa kompres hangat jahe atau
serai mampu mengurangi rasa nyari pada pasien dengan Atritis
Rheumatoid, karena jahe mengandung anti inflamasi dan antipiretik.
Sehingga terapi kompres jahe hangat tersebut mampu mengurangi rasa
nyri pasien
f. Dukungan keluarga.
Selain perawatan fisik perawat kunjungan rumah juga
memeberikan edukasi kepada keluarga untuk tetap memberikan
dukungan dalam melakukan pemenuhan adl, dan selalu memotivasi
pasien agar pasien tidak merasa jenuh dengan pengobatan yang
dilakukan.
g. Pemberian ROM.
Pemberian rom pada pasien dengan Atritis reumatoid berjtujuan
untuk melatih persendian agar tidak terjadi kekakuan pada sendi
pasien, selain itu juga untuk melancarkan sirkulasi. ROM yang bisa
diberikan pada pasien sesuai dengan kondisi dan kemampua pasien.