Anda di halaman 1dari 46

PUSKESMAS TELADAN

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang

telah mencurahkan rahmatNya sehingga profil UPT Puskesmas Teladan tahun

2017 telah berhasil disusun. Profil UPT Puskesmas Teladan tahun 2017 ini

merupakan salah satu keluaran dari upaya pemantapan dan pengembangan

sistem informasi kesehatan dan juga merupakan gambaran tentang situasi dan

kondisi kesehatan di UPT Puskesmas Teladan serta dapat menjadi acuan/sarana

untuk memantau pencapaian pembangunan kesehatan.

Sesuai dengan buku pedoman penyusunanya, di dalam profil ini terdapat

beberapa indikator yang meliputi indikator program dan indikator Kinerja Standar

Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Dalam rangka mengakomodir kebutuhan

data dari berbagai macam indikator tersebut, format profil kesehatan sejak dirintis

sampai penyusunannya telah mengalami perubahan atau penyempurnaan.

Banyak kendala dalam penyusunan Profil ini, antara lain kurangnya

apresiasi terhadap data sehingga menyebabkan keterlambatan pengumpulan

data, tidak lengkapnya data dan validitas data yang ada. Meskpiun demikian,

sudah menjadi komitmen kami untuk tetap mengupayakan agar profil selalu terbit

setiap tahun dan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya dalam rangka

menyajikan bahan evaluasi berbagai program kesehatan yang telah dilaksanakan

dan perencanaan ke depan, serta pengambilan keputusan berdasarkan data

dalam pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat.

PROFIL 2017 :
Page 1
PUSKESMAS TELADAN

Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan profil

kesehatan ini. Semoga profil Puskesmas Teladan Tahun 2017 ini dapat

bermanfaat dalam mengisi kebutuhan data dan informasi kesehatan sesuai yang

kita harapkan. Kritik dan saran membangun kami harapkan untuk penyusunan

profil yang akan datang

Medan, 3 Januari 2018


Kepala UPT Puskesmas Teladan

dr. Kus Puji Astuti


NIP. 19680216 199603 2 001

PROFIL 2017 :
Page 2
PUSKESMAS TELADAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Dalam tatanan desentralisasi atau otonomi daerah di bidang kesehatan

kualitas sistim informasi kesehatan di tingkat Kota/kabpaten sangat di tentukan

oleh sistim informasi yang berkualitas di tingkat Kecamatan / Puskesmas oleh

karena itu kami membuat profil Puskesmas Teladan yang menyajikan informasi

kesehatan secara menyeluruh di wilayah puskesmas Teladan tahun 2017

khususnya cakupan pelayanan Kesehatan sebagai dasar evaluasi tahunan dan

pemantauan kinerja bagi petugas kesehatan di wilayah Puskesmas Teladan.

Upaya pelayanan kesehatan dititik beratkan pada pelayanan dasar sebagai

upaya terpadu yang diselenggarakan melalui kegiatan pokok, karena puskesmas

merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat di samping memberikan

pelayanan kepada masyarakat secara menyeluruh dan terpadu diwilayah kerjanya

dalam bentuk kegiatan pokok (Departemen Kesehatan 1991).

Visi pembangunan kesehatan melalui puskesmas adalah tercapainya

kecamatan sehat 2017 yang merupakan gambaran masyarakat kecamatan masa

depan yang ditandai dengan penduduknya hidup dalam lingkungan sehat dengan

perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan

kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan

yang setinggi-tingginya.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, puskesmas juga melaksanakan upaya-

upaya kesehatan berupa promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang

dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Dengan upaya

tersebut diharapkan terwujud tujuan pembangunan kesehatan dengan tercapainya


PROFIL 2017 :
Page 3
PUSKESMAS TELADAN

kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar

terwujud derajat kesehatan yang optimal.

Puskesmas Teladan sebagai salah satu ujung tombak dalam upaya

pembangunan kesehatan tersebut khususnya di wilayah Kecamatan Medan Kota,

dalam mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan melalui beberapa

program yang dilaksanakan akan menggunakan beberapa indikator mengacu

kepada penggabungan Indikator Indonesia Sehat 2014 dan indikator kinerja

Standar Pelayanan Minimal yang terdiri dari 47 indikator kinerja. Untuk mengukur

keberhasilan dari program tersebut akan menggunakan indikator sebagai berikut :

1. Indikator Derajat Kesehatan sebagai hasil akhir, yang meliputi indikator

mortalitas, morbiditas dan status gizi.

2. Indikator Hasil Antara, yang meliputi indikator untuk keadaan lingkungan,

perilaku hidup, akses dan mutu pelayanan kesehatan.

3. Indikator Proses dan Masukan yang meliputi, indikator pelayanan

kesehatan, sumber daya kesehatan, manajemen kesehatan dan kontribusi

sektor terkait.

Profil Kesehatan Puskesmas Teladan ini merupakan salah satu sarana untuk

menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja

Puskesmas Teladan Kecamatan Medan Kota dan merupakan salah satu sarana

untuk mengevaluasi hasil penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah

tersebut berdasarkan indikator-indikator yang tercantum di atas.

Dalam rangka tercapainya pembangunan kesehatan yang optimal adil,

bermutu dan merata perlu adanya kerjasama secara berkesinambungan dalam

rangkaian program pembangunan yang menyeluruh, terarah dan terpadu. Sebagai

hasil pembangunan kesehatan selama ini, derajat kesehatan masyarakat telah

PROFIL 2017 :
Page 4
PUSKESMAS TELADAN

meningkat dengan baik, meskipun belum dinikmati secara merata oleh seluruh

penduduk dan hasil yang dicapaipun masih belum seluruhnya memuaskan.

Dalam Konstitusi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) Tahun 1948

disepakati antara lain diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

adalah suatu hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras,

agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Sedangkan dalam

Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa “Setiap

orang berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan dan meningkatkan derajat

kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. Pelaksanaannya meliputi upaya

kesehatan perseorangan, upaya kesehatan masyarakat, dan pembangunan

berwawasan kesehatan”. Pembangunan Kesehatan merupakan upaya untuk

memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak rakyat untuk memperoleh akses

atas kebutuhan pelayanan kesehatan. Salah satu contoh penyakit menular yang

meningkat yang sering ditemukan di masyarakat adalah TB paru yang sampai saat

ini belum sepenuhnya teratasi disamping itu juga terjadi peningkatan penyakit

tidak menular seperti diabetes mellitus. Adanya beban ganda ini secara cepat

harus diantisipasi karena akan berdampak pada masalah sosial, ekonomi dan

kesehatan. Untuk itu Pemerintah Indonesia menetapkan program Indonesia sehat

dengan pendekatan keluarga melalui penguatan manajemen puskesmas dengan

pendekatan keluarga

Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan pemantauan dan

evaluasi terhadap pencapaian hasil pembangunan kesehatan melalui standart

pelayanan minimal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa profil kesehatan

pada puskesmas ini pada intinya berisi berbagai data/informasi yang

menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di puskesmas

PROFIL 2017 :
Page 5
PUSKESMAS TELADAN

kecamatan Medan Maimun. Buku profil ini disusun dengan format baru dengan

modifikasi dari petunjuk Teknis Profil Kesehatan kota Medan tahun 2017.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN

Profil Kesehatan Puskesmas Teladan tahun 2017 dimaksudkan untuk

menyajikan informasi tentang kondisi kesehatan masyarakat di kecamatan Medan

Kota khususnya yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Teladan , serta data yang

diperoleh dari sumber-sumber yang dapat dipertanggung jawabkan yang berada di

dalam dan diluar puskesmas Teladan.

Diharapkan dengan disusunnya Profil Kesehatan Puskesmas ini dapat

memberikan gambaran situasi dan hasil pembangunan di bidang kesehatan di 5

Kelurahan di kecamatan Medan Kota .

Buku Profil Kesehatan Puskesmas Teladan tahun 2017 ini merupakan potret

Kesehatan di 5 Kelurahan Kecamatan Medan Kota, tidak saja dalam bidang

kesehatan akan tetapi mencakup beberapa bidang lain yang terkait dengan

bidang kesehatan seperti demografi atau kependudukan, pendidikan serta

keadaan dan perilaku masyarakat serta keadaan lingkungan.

Data yang dipergunakan dalam penyusunan buku Profil Kesehatan

Puskesmas Teladan ini bersumber dari pencatatan dan pelaporan yang diperoleh

dari petugas program yang ada di puskesmas Teladan, Kecamatan Medan Kota.

1.3. SISTEMATIKA PENYUSUNAN

Untuk mendukung penyajian informasi kesehatan yang memadai dan

meningkatkan kualitas pemantauan terhadap upaya kesehatan, maka penyusunan

Profil Kesehatan ini telah dilakukan dengan mengacu pada Petunjuk Teknis

Penyusunan Profil Dinas Kesehatan Kota Medan, yaitu :

PROFIL 2017 :
Page 6
PUSKESMAS TELADAN

- BAB I : Pendahuluan, mencakup tentang : Latar belakang, Maksud dan Tujuan

dan Sistematika

- .BAB II : Gambaran Umum, mencakup Keadaan geografis dan keadaan

Demografi Puskesmas Teladan

- BAB III : Situasi Derajat Kesehatan, mencakup : Mortalitas, Morbilitas, Pola

Penyakit dan Status Gizi.

- BAB IV : Upaya Kesehatan, mencakup : pelayanan kesehatan, Akses dan

Mutu pelayanan kesehatan, Perilaku hidup masyarakat, dan keadaan

lingkungan.

- BAB V : Sumber Daya Kesehatan, mencakup : Tenaga Kesehatan ,

Pembiayaan Kesehatan dan Sarana Kesehatan

- BAB VI: Kesimpulan dan Saran – Saran

- LAMPIRAN : TABEL-TABEL

PROFIL 2017 :
Page 7
PUSKESMAS TELADAN

BAB II

GAMBARAN UMUM WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELADAN

2.1. Gambaran Umum

Puskesmas Teladan mempunyai wilayah kerja kurang lebih 229,1 Ha


dengan akses jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat,
yang terdiri dari 5 (lima) kelurahan :
a. Kelurahan Mesjid
b. Kelurahan Teladan Barat
c. Kelurahan Pasar Baru
d. Kelurahan Pusat Pasar
e. Kelurahan Pandahulu I

Puskesmas Teladan berbatasan dengan :


 Sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Maimun
 Sebelah selatan berbatasan dengan kelurahan Teladan Timur
 Sebelah timur berbatasan dengan Medan Perjuangan
 Sebelah barat berbatasan dengan Simpang Limun

2..2. Sejarah Singkat Puskesmas Teladan

Peresmian Puskesmas dilaksanakan pada 28 Oktober 1968 oleh Gubernur

KDH Propinsi Sumatera Utara, Marah Halim Harahap

2.3 Keadaan Demografi Puskesmas Teladan

. Keadaan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Teladan memiliki jumlah penduduk sebanyak 22.366


orang dengan jumlah penduduk laki laki sebanyak 10.905 orang dan jumlah
penduduk perempuan sebanyak 11.461 orang.

Tabel 2.1 Jumlah penduduk berdasarkan kelurahan Tahun 2017

PROFIL 2017 :
Page 8
PUSKESMAS TELADAN

NO KELURAHAN KK LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH


1 TELADAN BARAT 3.513 3.735 3.838 7.573
2 MESJID 1.324 1.590 1.599 3.189
3 PASAR BARU 1.192 1.485 1.518 3.003
4 PUSAT PASAR 1.438 1.778 1.826 3.604
5 PANDAHULU I 1.598 2.317 2.680 4.997
TOTAL 9.065 10.905 11.461 22.366

Tabel 2.2 Jumlah penduduk Menurut Mata Pencaharian

No Mata Pencaharian Jumlah KK Persentase

1 PNS 998 10,8 %


2 TNI- POLRI 1.063 11,5 %
3 Swasta 1.424 15,4 %
4 Wiraswasta 1.554 16,8 %
5 Pensiunan 881 9,6 %
6 Pedagang 1.998 21,6 %
7 Buruh 619 6,7 %
8 Lain lain 647 7,0 %

BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN PUSKESMAS

Situasi derajat kesehatan Puskesmas Teladan yaitu Keadaan kesehatan

masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Teladan, yang terdiri dari :

3.1. MORTALITAS

PROFIL 2017 :
Page 9
PUSKESMAS TELADAN

Mortalitas (Angka Kematian)

a.Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)

Pada Tahun 2017, di wilayah kerja Puskesmas Teladan tidak dijumpai

kematian bayi.

b. Angka Kematian Balita

Di tahun 2017 ini jumlah kematian balita di wilayah Puskesmas Teladan

tidak ada.

c. Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Wilayah kerja Puskesmas Teladan termasuk wilayah rawan terhadap

kejadian kecelakaan lalu lintas, karena kondisi jalannya yang merupakan

jalan utama Kota Medan yang jumlah pengendara cukup padat sehingga

memerlukan kehati-hatian dalam berkendara. Disepanjang tahun 2017

jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi dan dilayani di

Puskesmas Teladan sebanyak 318 kasus.

3.2. Morbiditas (Angka Kesakitan)

1) Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA (+)

Pada tahun 2017 jumlah suspek yang diperiksa sputum BTA sebanyak 1048

orang dan yang dinyatakan positif menderita TB Paru BTA (+) sebanyak

118 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut maka

dilakukan pemberian pengobatan anti tuberkulosis secara rutin selama 6

bulan kepada semua penderita yang dinyatakan positif ditambah 23 orang

penderita di obati dengan hasil Rontgen positif. Penderita yang dinyatakan

sembuh setelah pemeriksaan kembali sputum BTA dan memperlihatkan

sputum BTA (-) sebanyak 69 orang.

PROFIL 2017 :
Page 10
PUSKESMAS TELADAN

Dari data tersebut di atas dapat diketahui bahwa angka kesembuhan

penderita TB Paru BTA (+) yang ditangani Puskesmas Teladan 99,13%, 49

orang belum dapat dilihat karena sebagian masih dalam program

pengobatan selama 6 (enam) bulan lamanya

2) Persentase Balita dengan Pneumonia Ditangani

Jumlah penderita pneumonia yang berobat ke Puskesmas Teladan sebanyak

44 orang yang diobati

3) Diare

Diare merupakan penyakit endemis khususnya di negara-negara

berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini senantiasa ada dan sering

terjadi peningkatan jumlah penderita khususnya pada musim-musim hujan.

Di wilayah kerja Puskesmas Teladan berdasarkan hasil rekapan tahunan

STP (Surveilans Terpadu Penyakit) Puskesmas Teladan tahun 2017

penyakit diare sebanyak 540 penderita yang kesemuanya mendapatkan

penanganan pengobatan dan pemberian oralit dan tablet zinc bagi

penderita bayi dan balita .

4) Angka penyakit Rabies

Pada tahun 2017 tidak ditemukan adanya kasus positif rabies.

5) Angka penyakit Campak

Kasus campak tidak di temukan pada tahun 2017

6) Angka penyakit DBD

Kasus penyakit Demam berdarah ditemukan 3 kasus pada tahun 2017

7) Jumlah kasus baru HIV dan AIDS

Dari 3039 kasus yang diskrening ditemukan 247 kasus baru positip HIV.dan 5

orang AIDS , sedangkan kasus syphilis yang ditemukan dan diobati ada 111

PROFIL 2017 :
Page 11
PUSKESMAS TELADAN

orang.

8) Penyakit Hipertensi

Dari 9.484 orang yang dilakukan pengukuran tekanan darah ditemukan 1530

( 16,13%) penderita hipertensi

Dari Jumlah penyakit menular yang didata dan ditangani oleh puskesmas Teladan,

yaitu sebagai berkut :

KASUS JUMLAH
Jumlah kasus baru TB BTA+ 118
Jumlah seluruh kasus TB 141
Kasus TB anak 0-14 tahun 2
Persentase BTA+ terhadap suspek 10,07
Angka kesembuhan BTA+ 99,13 %
Angka pengobatan lengkap BTA+ 98,18%
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate)
BTA+ 98,65%
Angka kematian selama pengobatan 1
Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 44
Jumlah Kasus Baru HIV 247
Jumlah Kasus Baru AIDS 5
Jumlah Infeksi Menular Seksual Lainnya 111
Jumlah Kematian karena AIDS 5
Persentase Diare ditemukan dan ditangani 89,6
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 0
Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0
Jumlah Kasus Campak 0
Jumlah Kasus Polio 0
Jumlah Kasus Hepatitis B 0
Jumlah kasus DBD 3
Case Fatality Rate DBD 0.00
Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence) 0.00
Angka Kesakitan Filariasis 0.00

3.3 POLA PENYAKIT

PROFIL 2017 :
Page 12
PUSKESMAS TELADAN

Pola penyakit yang ada di puskesmas Teladan ialah yang dipaparkan

pada laporan 10 penyakit terbanyak di puskesmas Teladan, yaitu :

Jumlah pasien
No Nama penyakit
(Januari-Desember 2017)
ISPA 4344
1
2 Penyakit rongga mulut 3041

3 Penyakit Kulit 2472

4 Hipertensi 2326
Penyakit jaringan otot &
1823
5 jaringan pengikat

ISPB 1312
6
7 Penyakit Infeksi usus 873

8 Penyakit IMS 644

9 Penyakit Telinga dan Mastoid 262

10 TB 215

3.4. Situasi Gizi

1. Persentase Kunjungan Neonatus

Kunjungan neonatus di wilayah kerja Puskesmas Teladan tahun 2017 yaitu

356 (90,35%) sesuai standard pelayanan minimal. Hal ini dapat

menggambarkan bahwa masyarakat sudah mulai memanfaatkan fasilitas

kesehatan yang ada.

2. Persentase BBLR Ditangani

Dari 379 bayi yang lahir, ditemukan 6 bayi dengan BBLR.

3. Pemantauan Pertumbuhan Bayi dan Balita

Pada tahun 2017, pemantauan status gizi di Puskesmas Teladan

dilaksanakan setiap bulannya di Posyandu melalui penimbangan bayi dan

PROFIL 2017 :
Page 13
PUSKESMAS TELADAN

balita, yang dilaporkan pada setiap akhir bulan setelah semua kegiatan

posyandu selesai dilaksanakan dalam bulan berjalan.

Jumlah sasaran bayi dan balita yang tersebar di 5 Kelurahan di wilayah kerja

Puskesmas Teladan pada tahun 2017 menurut data dari program gizi

adalah 2347 bayi dan balita. Dari jumlah tersebut yang aktif mengikuti

penimbangan setiap bulan di posyandu 2009 bayi dan balita (85,59%)

Sedangkan Bayi dan balita dengan berat badan naik sebanyak 1893 bayi

dan balita (80,6%) dari seluruh bayi dan balita yang rutin mengikuti

penimbangan setiap bulannya,.

Cakupan D/S menggambarkan semakin meningkatnya partisipasi

masyarakat dan kader sebagai penggerak dalam kegiatan posyandu, Hal

ini tidak terlepas dari peran Pemerintah Kota Medan yang menyediakan

anggaran untuk revitalisasi posyandu berupa pemberian pengganti

transport bagi kader posyandu setiap bulannya.

Masalah gizi bukan hanya masalah sektor kesehatan, dan keberhasilan

penanggulangannya tidak akan maksimal jika sektor kesehatan berjalan

sendiri tanpa adanya dukungan sektor terkait serta dukungan politik dari

kebijakan pemerintah setempat.

Masih terdapatnya balita BGM di wilayah kerja Puksesmas Teladan, dan yang

mendapat bantuan beras jimpitan dari PNS Pemerintah Kota Medan yaitu 4

orang balita sedangkan gizi buruk tidak ada ,hal ini disebabkan oleh

beberapa faktor antara lain sosial budaya dan ekonomi keluarga, tingkat

pengetahuan dan kekurang pedulian keluarga. Balita BGM ini semuanya

juga telah mendapat makanan pendamping ASI. Sepanjang tahun 2017

pasien balita BGM telah meningkat status gizinya.

PROFIL 2017 :
Page 14
PUSKESMAS TELADAN

BAB IV

UPAYA KESEHATAN

4.1 PELAYANAN KESEHATAN

4.1. 1. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)


Upaya kesehatan masyarakat UPT Puskesmas Teladan :
1. Pelayanan Program Kesehatan Ibu dan Anak
2. Pelayanan Program Upaya Perbaikan Gizi
3. Pelayanan Program Usaha Kesehatan Sekolah
4. Pelayanan program Kesehatan USILA
5. Pelayanan Program Pembinaan PHBS
6. Pelayanan program POSBINDU
7. Pelayanan Program Keluarga Berencana
8. Pelayanan Program Perkesmas
9. Pelayanan program pengendalian DBD
PROFIL 2017 :
Page 15
PUSKESMAS TELADAN

10. Pelayanan program pengendalian TBC


11. Pelayanan program pengendalian HIV
12. Pelayanan program Imunisasi
13. Pelayanan program Penyehatan Lingkungan
14. Pelayanan program Pengendalian ISPA
15. Pelayanan Program Pengendalian NAPZA
16. Pelayanan Program Pengendalian Diare
17. Pelayanan Program Surveilance
18. Pelayanan Program Kesehatan Haji
19. Pelayanan Program BATRA, Pendataan dan Pembinaan Pengobat
Tradisional (termasuk TOGA)
20. Pelayanan Program Upaya Kesehatan kerja
21. Pelayanan Program Promkes, Penyampaian Informasi dan Penyuluhan
tentang Program-program Kesehatan.
 Pelayanan kesehatan Ibu Hamil ,ibu bersalin dan ibu nifas
Jumlah kunjungan K1 ibu hamil ada 411 orang ( 95,1%) sedangkan
kunjungan K4 ada 390 orang ( 90,3%). Masih terdapat gap antara
kunjungan ibu hamil K1 dan K4..
Jumlah persalinan yang ditolong oleh petugas kesehatan ada 379 orang ,
sedangkan kunjungan ibu nifas ada 379 orang. Berarti semua ibu nifas
mendapat layanan kesehatan

 Pelayanan neonatus, bayi dan balita


Kunjungan neonatus I (KN1) ada 388 orang dengan KN lengkap ada 235
orang ( 90,4%). Masih terdapat gap antara KN 1 dengan KN lengkap.

Bayi mendapat ASI Ekslusif ada 45 orang ( 24 %) .Cakupan imunisasi


campak pada bayi ada 387 orang ( 98,2%)
Bayi ( 6-11 bln) mendapat vitamin A ada 172 orang ( 87,3 %) , sedangkan
balita yang mendapat vitamin A ada 1668 orang (85,2 %)

 Pelayanan anak usia sekolah

PROFIL 2017 :
Page 16
PUSKESMAS TELADAN

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat ada 515 orang


meliputi 280 orang laki laki ( 93 %) dan 235 orang perempuan ( 90,38%)

Untuk pelayanan sikat gigi massal meliputi 12 sekolah ( 100%) dengan


1260 orang siswa.
Murid SD yang dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi sebanyak 1260 siswa
(100%), yang perlu perawatan ada 96 orang dan yang mendapat perawatan
ada 88 orang.

 Pelayanan kesehatan lanjut usia


Cakupan pelayanan lansia ada 73,21 %

4.1.2. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)


Upaya kesehatan perorangan UPT Puskesmas Teladan :
1. Loket Pendaftaran: Registrasi Pasien
2. Layanan Informasi
3. Pelayanan Pengaduan
4. Poli Umum
5. Poli Gigi
6. Poli Konsultasi
7. Poli Refraksi
8. Poli IMS/VCT/HIV
9. Fisioterapi
10. UGD 24 jam
11. Poli KIA-KB, DDTK
12. PONED: Penanganan Obstetri Neonatal Emergency Dasar
13. Pelayanan Rawat Inap
14. Layanan Alat Suntik Sterill
15. Pelayanan kefarmasian
16. Laboratorium
17. Klinik Gizi
18. Surveilans ILI: Pemeriksaan dan Pengambilan Sampel ILI
19. Klinik DOTs
20. Layanan Rehabilitasi rawat jalan narkoba
21. Pelayanan Puskesmas keliling
22. Tata Usaha, pelayanan administrasi

- Jumlah pasien yang berkunjung ke puskesmas Teladan pada tahun 2017, yaitu sebagai

berikut :

PROFIL 2017 :
Page 17
PUSKESMAS TELADAN

BULAN - Pengobatan Umum Pengobatan gigi


KTP/KRT BPJS Rujukan KTP/KRT BPJS Rujukan
Januari 905 1937 1056 74 172 9
Pebruari 736 1783 937 97 221 5
Maret 921 1928 1196 117 224 2
April 798 1741 1056 114 207 11
Mei 821 2052 1174 127 275 12
Juni 636 1340 818 64 128 4
Juli 890 1970 1307 90 230 11
Agustus 890 2050 1151 121 221 9
Septembe 864 2115 1119 147 188 9
r
Oktober 898 2173 1293 148 191 7
Nopember 724 2158 1240 131 199 9
Desember 601 1786 1080 56 171 6
TOTAL 9684 23033 13427 1286 2427 94

4.2.INOVASI LAYANAN

Yang menjadi inovasi layanan adalah :

1. Layanan Ramah Anti Stigma HIV ( LARAS ) HIV


2. Suara panggilan untuk mengatur system antrian
3. Klinik sehat / Layanan konseling kesehatan bagi pendamping /

masyarakat sehat
4. Kerjasama dengan LSM JKM dan PP aisiyah dalam rangka case

finding akktif TB Paru


5. Inovasi Prolanis dengan edukasi setiap minggu & kegiatan rekreasi

bersama untuk meningkatkan persaudaraan dan kepatuhan

kunjungan peserta prolanis.


6. Penyampaian informasi kesehatan melalui video di ruang tunggu

pasien
7. Inovasi Sabtu Klinik

4.2.1 Inovasi LARAS HIV

PROFIL 2017 :
Page 18
PUSKESMAS TELADAN

1. Tujuan
 Meningkatkan akses dan cakupan terhadap upaya promosi, pencegahan
dan pengobatan HIV & IMS serta rehabilitasi yang berkualitas dengan
memperluas jejaring layanan
 Meningkatkan pengetahuan dan rasa tanggung jawab dalam
mengendalikan epidemic HIV & IMS dengan memperkuat koordinasi antar
pelaksana layanan HIV & IMS melalui peningkatan partisipasi komunitas
dan masyarakat dalam pemberian layanan sebagai cara meningkatkan
cakupan dan kualitas layanan.

2. Sasaran

Adapun sasaran kegiatan ini adalah


1. Populasi kunci yang terdiri dari Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-
laki (LSL), waria, Penjaja Seks, Pelanggan Seks, Pengguna narkoba suntik
(penasun)
2. Ibu hamil
3. Penderita TB
4. Pasangan serodiskordan (salah satu dari pasangan hiv negative)
5. Masyarakat terutama usia reproduktif
6. Remaja
7. Puskesmas Amplas, Kedai Durian, Medan Johor , Kampung Baru, Pasar
Merah . Sp. Limun sebagai jejaring layanan HIV.
8. LSM Galatea, GSM, Medan Plus, H2O,Sempurna Community, Jarkon, Caritas
Sebagai penjangkau dan pendamping

3. Input :

a. SDM : tim yang melayani terdiri atas dokter , perawat,


petugaslaboratorium serta admin yang terlatih.
b. Sarana : Integrasi antar layanan tersedia Ruang Poli umum, Poli KIA-KB,
Ruangan IMS dan VCT ,Ruang Konseling dan Ruang laboratorium serta
ruang farmasi
c. Peralatan : terdiri atas peralatan medis dan pencegahan infeksi, media
KIE, peralatan laboratorium , reagensia, ATK dan peralatan pendukung
Sistem Pelaporan On Line ( SIHA on line)
d. Pendanaan :sumber dana kegiatan berasal dari dana BOK, BPJS dan
dana Global Fund

4.2.2.Suara panggilan untuk mengatur sistem antrian pendaftaran

PROFIL 2017 :
Page 19
PUSKESMAS TELADAN

.
Latar belakang inovasi
Setiap hari pengunjung yang datang ke Puskesmas Teladan rata rata 150-200
orang. Proses pendaftaran pasien jika tidak diatur dengan baik akan
mengakibatkan penumpukan pasien dan meningkatnya keluhan pelanggan.
Selama ini proses pendaftaran dilakukan dengan membagikan nomor antrian
( antrian umum dan antrian khusus (lansia > 60 tahun, pasien TB, poli IMS, Surat
Keterangan Sehat)). Selanjutnya petugas memanggil nomor antrian pasien
secara langsung yang berakibat terkadang suara petugas tidak terdengar oleh
pasien yang mengantri dan kelelahan petugas karena harus berteriak memanggil
nomor antrian.

Tujuan
Tertatanya system antrian pendaftaran di Puskesmas Teladan

Sasaran
Seluruh pengunjung yang mengantri untuk pendaftaran

Strategi pelaksanaan inovasi


Puskesmas Teladan melakukan inovasi dengan merekam suara antrian dan
menginstalnya ke dalam komputer. Kemudian komputer dihubungkan dengan
pengeras suara. Petugas memanggil urutan pasien dengan cara mengklik di
komputer.

Out put setelah inovasi

PROFIL 2017 :
Page 20
PUSKESMAS TELADAN

Sistem antrian lebih tertib karena pengunjung akan mendengar dengan jelas
nomor antriannya dipanggil untuk menuju loket pendaftaran. Selain itu petugas
tidak perlu berteriak memanggil nomor antrian.

4.2.3.Klinik Sehat /Layanan konseling kesehatan bagi pendamping pasien/


masyarakat sehat

Latar Belakang
Pengunjung yang datang berobat ke Puskesmas Teladan umumnya
didampingi oleh keluarganya. Peran keluarga dalam mendukung perawatan
pasien akan sangat menentukan proses kesembuhan. Untuk dapat berperan tentu
saja dibutuhkan pengetahuan keluarga akan kesehatan. Keterbatasan waktu
dokter yang memeriksa pasien di poliklinik membuat proses edukasi terhadap
keluarga tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Puskesmas saat ini dituntut dapat memandirikan masyarakat untuk hidup
sehat, untuk itu pengetahuan mereka akan kesehatan terutama proses
pencegahan penyakit ( promotif dan preventif) perlu ditingkatkan.
Tujuan :
1.Memberikan edukasi dan konseling kesehatan bagi pendamping pasien
maupun pengunjung
yang sehat.
2.Meningkatkan pengetahuan keluarga/ pendamping pasien / masyarakat akan
kesehatan.
3.Meningkatkan peran keluarga dalam proses perawatan pasien.

Sasaran :
1.Keluarga pasien / pendamping pasien
2.Masyarakat / pengunjung sehat

Strategi pelaksanaan
PROFIL 2017 :
Page 21
PUSKESMAS TELADAN

1.Pemberian informasi akan adanya klinik sehat


Untuk dapat mengakses layanan klinik sehat maka pengunjung diberikan
informasi melalui penyediaan brosur, informasi langsung oleh petugas informasi
maupun dokter yang memeriksa di poliklinik. Dalam pertemuan lintas sektoral ,
melalui media sosial ( WA), melalui kader posyandu juga disampaikan akan
ketersediaan layanan ini.

2.Adanya jadwal petugas dan topik konseling setiap hari


Setiap hari sudah ditentukan petugas dan topik konseling yang berbeda setiap
hari ( khusus bagi masyarakat/ pengunjung sehat). Selain itu bagi pendamping
pasien, topik konseling biasanya disesuaikan dengan penyakit keluarga yang ada.
3.Ruangan yang terpisah dan terjaga privacynya
Untuk dapat memberikan konseling dengan nyaman maka telah disediakan
ruangan khusus yang berada di lantai II
4.Adanya media penyampaian edukasi dan konseling
Media untuk penyampaian informasi berupa Televisi, leaflet dan brosur.

Out Put setelah inovasi :


1. Meningkatnya kunjungan sehat
2. Meningkatnya pengetahuan pendamping pasien
3. Meningkatnya kepatuhan penderita DM dan Hipertensi untuk pengobatan.

4.2.4 Kerjasama Dengan LSM JKM dan PP Aisiyah Dalam Rangka Case Finding
Active TB Paru

Latar belakang
Angka kematian akibat Penyakit Tb Paru mencapai 140.000 orang
pertahun atau 8 % dari korban meninggal di seluruh dunia. Selain itu
meningkatnya kasus TB resisten obat ( TB MDR) menjadi permasalahan yang
memerlukan perhatian kita. Penemuan kasus TB tidak lagi bias hanya
mengandalkan penemuan secara pasief ( menunggu pasien datang ) berobat ke
Puksesmas. Diperlukan deteksi dini secara aktif yang melibatkan komponen
masyarakat.

Tujuan :
1) Meningkatkan penemuan kasus TB Paru di masyarakat
2) Meningkatkan kerjasama dengan komponen masyarakat untuk turut berperan
melakukan deteksi dini kasus Tb paru.
3) Meningkatkan angka kesembuhan dan kepatuhan berobat penderita TB

Sasaran :
1.Masyarakat penderita TB dan keluarganya
2.Kader dan petugas LSM JKM dan PP Aisiyah

Strategi Pelaksanaan Inovasi :


1.Melakukan pertemuan koordinasi dengan LSM JKM dan PP AIsiyah setiap 3
bulan sekali
PROFIL 2017 :
Page 22
PUSKESMAS TELADAN

2.Memberikan penyuluhan dan pembekalan tentang TB bagi kader kesehataan


3.Melakukan kunjungan rumah bagi tersangka TB maupun penderita TB
4. Melakukan pendampingan bagi penderita TB untuk meningkatkan kepatuhan
pengobatan
5. Penjaringan kasus pada kontak serumah penderita TB

Out Put setelah inovasi :


1.Meningkatnya pengetahuan kader TB
2.Meningkatnya angka penemuan kasus baru TB paru
3. Meningkatnya angka kesembuhan pasien TB paru
4. Menurunnya angka putus obat

Kerjasama dengan LSM JKM dan PP Aisiyah dalam rangka case finding active TB
Paru

PROFIL 2017 :
Page 23
PUSKESMAS TELADAN

Kerjasama dengan LSM JKM dan PP Aisiyah dalam rangka case finding active TB
Paru

4.2.5.Inovasi Prolanis

Latar Belakang
Penyakit DM dan Hipertensi menduduki peringkat teratas penyebab kematian dan
morbiditas penyakit non infeksi ( tidak menular ). Program Prolanis telah
dilaksanakan di Puskesmas Teladan sejak tahun 2014 untuk penderita penyakit
kronis yaitu DM dan Hipertensi. Kegiatan yang monoton akan mengakibatkan
kejenuhan peserta untuk mengikuti kelompok prolanis dan berdampak tidak
rutinnya peserta hadir di kegiatan kelompok prolanis berikutnya.

Sasaran
- Penderita penyakit kronis DM dan Hipertensi

Tujuan :
1. Meningkatkan kepatuhan peserta untuk hadir mengikuti kegiatan kelompok
prolanis
2. Meningkatkan kepatuhan pengobatan
3. Meningkatkan persaudaraan diantara peserta kelompok prolanis

Strategi Inovasi

PROFIL 2017 :
Page 24
PUSKESMAS TELADAN

1. Edukasi bagi peserta kelompok prolanis dengan topik yang berbeda selain
topik DM dan Hipertensi yang diadakan setiap minggu
2. Pemeriksaan Kadar Gula Darah, Asam Urat, Kolesterol serta IMT yang
diadakan setiap bulan, serta pemeriksaan Protein Urin yang diadakan setiap 3
bulan sekali
3. Adanya Iuran secara mandiri (STM) dari peserta untuk dimanfaatkan sesuai
dengan ART kelompok prolanis seperti mengunjungi peserta yang sedang
sakit atau yang sedang tertimpa musibah (kemalangan).
4. Demo makanan sehat bagi penderita DM dan Hipertensi yang diadakan setiap
tiga bulan sekali
5. Cerdas cermat dan pemberian reward bagi pemenang
6. Rekreasi bagi peserta kelompok prolanis yang diadakan setiap 6 bulan sekali.

Output Setelah Inovasi


1. Meningkatnya kunjungan (kepatuhan) peserta prolanis dalam mengikuti
kegiatan setiap minggunya
2. Meningkatnya angka kepatuhan berobat peserta kelompok prolanis

Kegiatan rekreasi bersama untuk meningkatkan persaudaraan dan kepatuhan


kunjungan peserta prolanis

4.2.6 Pemberian Informasi Kesehatan melalui video di ruang tunggu pasien

Latar Belakang
Pemberian Informasi Kesehatan merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan
yang diberikan didalam puskesmas seperti di ruang pendaftaran, di poliklinik,
laboratorium, serta diruang tunggu poliklinik. Pemberian Informasi di puskesmas
diberikan melalui informasi dari pegawai di bagian informasi, leaflet dan brosur,
PROFIL 2017 :
Page 25
PUSKESMAS TELADAN

oleh dokter dipoliklinik serta melalui video yang ditampilkan dilayar televisi di
setiap ruang tunggu poliklinik di puskesmas. Adanya televisi yang menayangkan
informasi kesehatan di ruang tunggu dimaksudkan untuk mengurangi kejenuhan
pasien dan keluarga pasien yang menunggu antrian ke poliklinik serta untuk
mengetahui informasi layanan kesehatan yang dapat diakses di puskesmas
teladan.
Sasaran
Pasien dan keluarga pasien (pendamping) yang mengantri di poliklinik puskesmas.

Tujuan
1. Memberikan Informasi tentang jenis layanan kesehatan dipuskesmas teladan
dan Informasi Kesehatan mengenai berbagai penyakit dan pencegahannya.
2. Meningkatkan pengetahuan pasien dan pendamping tentang kesehatan
3. Mengurangi kejenuhan pasien dan keluarga pasien (pendamping) sewaktu
menunggu antrian di ruang tunggu poliklinik.

Strategi
Petugas puskesmas membuat video yang menarik bertema hak dan kewajiban
pasien dan informasi kesehatan lainnya. Selain itu petugas puskesmas juga
mendownload video informasi kesehatan. Video tersebut ditayangkan di televisi
pada waktu jam operasional pelayanan berlangsung.
Output Setelah Inovasi
1. Pasien mendapatkan informasi kesehatan mengenai berbagai penyakit dan
pencegahannya dan layanan yang dapat diakses di puskesmas teladan
2. Pasien tidak merasakan kejenuhan saat mengantri di poliklinik.

Penyampaian informasi kesehatan melalui video di ruang tunggu pasien

4.2.7 Inovasi Sabtu Klinik

Latar belakang
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan strata pertama
diwajibkan untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan
kewenangan dan kompetensi dokter umum yang ada.Pada Standar Kompetensi

PROFIL 2017 :
Page 26
PUSKESMAS TELADAN

Dokter Indonesia tahun 2012 dari 736 daftar penyakit terdapat 144 penyakit level
kompetensi 4 A yang harus dikuasai penuh oleh dokter umum dan melakukan
penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas. Sesuai dengan kesepakatan BPJS
KCU Medan dengan Dinas Kesehatan Kota Medan ( setelah melalui proses Peer
reviw ) ada 8.penyakit yang dikecualikan ( dapat dirujuk ) dengan alasan
keterbatasan sarana prasarana di Puskesmas .Selain itu sesuai dengan Surat
Edaran bersama Kemenkes dengan BPJS Kesehaan tentang kapitasi berbasis
pemenuhan komitmen pelayanan ,kinerja Puskesma dinilai untuk mampu
mengendalikan rujukan non spesialis ( 144 diagnosa) .Rujukan ke RS hanya dapat
diberikan untuk 8 penyakit yang telah disepakati atau ada keterangan TACC
(Time, Age , Comorbidity ,Complication)
Kompetensi dokter umum di Puskesmas Teladan dengan tenaga dokter
umum yang berstatus PNS maupun Dokter Insternsif belum seragam. Diperlukan
pelatihan dan pembinaan agar kompetensinya dapat ditingkatkan sesuain
standar.Oleh karena itu diperlukan inovasi Puskesmas untuk dapat
mengoptimalkan penanganan 144 diagnosa oleh dokter umum tersebut.
.Tujuan
Tujuan dari inovasi SABTU KLINIK :
1.Mengoptimalkan penanganan 144 diagnosa penyakit yang harus tuntas di FKTP
2.Meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien.
3.Memenuhi target kinerja Puskesmas dalam pemenuhan KBK
4.Menjaga dan meningkatkan kompetensi dokter umum di Puskesmas

Sasaran
Sasaran dari inovasi SABTU KLINIK ini adalah :
1..Dokter umum dan tenaga kesehatan pemberi layanan di Puskesmas
2..Pasien pengunjung Puskesmas dan keluarganya
3.Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Teladan

Ruang Lingkup
Ruang Lingkup inovasi “Sabtu Klinik” meliputi kegiatan di dalam gedung maupun
di luar gedung Puksesmas

PROFIL 2017 :
Page 27
PUSKESMAS TELADAN

Input, Proses dan Output Program Inovasi

Program inovasi “Sabtu Klinik” Puskesmas Teladan merupakan kegiatan


yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dalam rangka meningkatkan kompetensi
Dokter Umum di Puskesmas Teladan. Kegiatan ini berupa kegiatan untuk
meningkatkan kompetensi dalam pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan
( UKP) berupa diskusi kasus terpilih, mengikuti seminar ataupun workshop yang
ada , maupun kegiatan promotif preventif dalam Upaya Kesehatan Masyarakat
( UKM)sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Diskusi kasus terpilih atau pembahasan bersama Panduan Praktek Klinik
(PPK) dokter umum / SPO klinis dilaksanakan setelah jam pelayanan Puskesmas
.Diikuti oleh seluruh dokter yang bertugas saat itu maupun tenaga kesehatan
lainnya.Sumber bacaan diskusi adalah Buku panduan Prktek Klinis Bagi Dokter di
FKTP maupun SPO layanan klinis yang sudah tersedia di Puskesmas Teladan.
Acara diawali dengan pemilihan 1-2 topik kasus yang akan dibahas bersama.
Pemilihan topik biasanya didasarkan atas kasus yang sering dijumpai atau kasus
yang dianggap sulit berdasarkan usulan dokter yang bertugas di Puskesmas
Teladan ( bisa dokter PNS ataupun Dokter Internsif).Setelah pemilihan topik
selanjutnya semua dokter yang hadir membaca kembali topik terpilih tersebut
dalam PPK / SPO dan dilakukan pembahasan untuk menilai pemahaman peserta
seputar penegakan diagnosa, tatalaksana kasus , kriteria rujukan maupun
hambatan hambatan yang dijumpai dalam melakukan tatalaksana kasus. Waktu
yang digunakan untuk diskusi ini sekitar 1 -2 jam .Hasil dari diskusi ini menjadi
“refresh ilmu” bagi dokter dan transfer ilmu juga bagi tenaga kesehatan
lainnya.selain itu Kepala Puskesmas juga mendapat masukan masukan mengenai
kebutuhan sarana prasarana ,alat kesehatan maupun obatan yang belum tersedia
sebagai bahan masukan untuk menyususn perencanaan Puskesmas.
Dengan topik pembahasan yang berganti setiap waktunya maka diharapkan
secara bertahap pemahaman dan kompetensi dokter akan penanganan 144
diagnosa penyakit yang harus ditatalaksana secara tuntas dan mandiri dapat
ditingkatkan.

PROFIL 2017 :
Page 28
PUSKESMAS TELADAN

Kegiatan lainnya berupa kesempatan mengikuti pelatihan ,seminar ataupun


workshop yang diadakan di Kota Medan yang umumnya juga dilaksanakan di hari
Sabtu.Dokter yang mengikuti seminar ataupun workshop menggunakan dana
swadana ataupun dari sponsor selanjutnya mempresentasikan bahan yang
diperolehnya kepada Teman sejawatnya yang lain di Puskesmas sehingga proses
“transfer ilmu” dapat terlaksana. .Kegiaatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu yang
tidak dilaksanakan kegiatan diskusi kasus terpilih.Presentasi dilanjutkan dengan
diskusi untuk penyamaan persepsi dan pemahaman .Output dari kegiatan ini
berupa diperolehnya informasi terbaru sesuai seminar yang diikuti
Untuk kegiatan promotif dan prevntif UKM maka setiap Sabtu dapat
melibatkan lebih banyak dokter umum yang ada dibanding kegiatan di hari yang
lain.. Pertimbangan ini didasarkan karena setiap hari Sabtu jumlah pasien yang
berkunjung ke Puskesmas tidak seramai hari lainnya sehingga tidak menghambat
pelayanan terhadap pasien.Kegiatan Pelatihan dokter kecil, penyuluhan ke
sekolah , kunjungan rumah perawatan kesehatan masyarakat , kunjungan rumah
TB Mangkir, kunjungan rumah penderita prolanis yang tidak hadir kegiaatn club
prolanis merupakan contoh kegiaatan UKM yang umumnya dilaksanakan pada
hari Sabtu.Kegiatan UKM ini dibiayai dari dana Bantuan Operasional Kesehatan
(BOK) Puskesmas maupun dari dana Promotif preventif JKN.Pelaksana kegiatan
adalah dokter umum dan petugas lintas Program terkait. Keluaran dari kegiatan ini
tentu saja diharapkan mampu untuk meningkatkan kepatuhan penderita akan
pengobatan maupun meningkatkan pengetahuan masyarakat akan kesehatan.
Selain itu karena Puskesmas Teladan juga merupakan wahana dokter Internsif
maka kegiatan UKM ini juga bermuara pada peningkatan kompetensi dokter
Internsif .
Inovasi Sabtu klinik mulai dilaksanakan di Puskesmas Teladan sejak bulan
September tahun 2016 dan masih berlangsung hingga saat ini.

4.3.AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN


Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat diakses
dengan mudah yaitu :
- Dari segi posisi dan letak puskesmas dapat dijangkau dengan alat

transportasi umum ataupun pribadi, karena berada di pinggir jalanan umum.

PROFIL 2017 :
Page 29
PUSKESMAS TELADAN

- Dari segi persyaratan berobat, semua pasien dapat berobat tanpa biaya apa

pun (gratis) hanya dengan menunjukkan KTP/KK ataupun kartu BPJS.

Mutu pelayanan puskesmas juga semakin meningkat, dengan

ditingkatkannya program-program kegiatan untuk masyarakat, seperti : kelas ibu

hamil, senam prolanis, pemeriksaan IVA, dll.Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya

jumlah kunjungan pasien (berobat umum dan gigi)

Jumlah peserta JKN tahun 2017 ada 26.118 yang terdiri atas peserta PBI

APBN sebanyak 4080, PBI APBD sebanyak 1704, PPU ada 3762 dan Pekerja

mandiri sebanyak 16.572 orang.

Cakupan kunjungan rawat jalan ada 33.020 sedangkan jumlah kunjungan

rawat inap hanya 9 orang.

Puskesmas Teladan telah lulus terakreditasi dengan nilai akreditasi UTAMA

pada 8 Nopember 2018

4.3.PERILAKU HIDUP MASYARAKAT

Perilaku hidup masyarakat dapat digambarkan dari Perilaku Hidup Bersih

Sehat, yaitu pada umumnya masyarakat sudah melakukan perilaku hidup bersih

dan sehat.Hal ini dapat dilihat dari jumlah seluruh rumah tangga di wilayah keja

puskesmas yaitu 9065 RT , sebanyak 5913 dilakukan pemantauan yang ber

PHBS ada 4907 ( 83%) melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

4.4 KEADAAN LINGKUNGAN

Keadaaan lingkungan ataupun keadan sanitasi di wilayah kerja Puskesmas

Teladan dapat dilihat pada lampiran tabel 61, yaitu 100 % dari total jumlah

penduduk yang memiliki jamban sehat.


PROFIL 2017 :
Page 30
PUSKESMAS TELADAN

Dan untuk sumber air minum, pada umumnya semua penduduk sudah

menggunakan air dari PDAM sebagai sumber air minum.

Kelurahan yang sudah dilakukan pemicuan STBM (Sanitasi total berbasis

masyarakat) hanya 2 (dua) kelurahan, yaitu kelurahan Teladan Barat dan Mesjid

Dari hasil pendataan dan pemeriksaan sanitasi kesehatan Tempat-Tempat Umum

(TTU) yaitu yang berjumlah 88 tempat, ditemukan semua TTU (96,7%) memenuhi

syarat, seperti terlampir pada tabel 63.

Dari hasil pendataan dan pemeriksaan sanitasi kesehatan Tempat Pengolahan

Makanan (TPM) yaitu yang berjumlah 57 tempat, ditemukan sebanyak 55

(96,49%) yang memenuhi syarat, seperti terlampir pada tabel 64.Pengawasan dan

pembi.aan TPM dilakukan pada 57 tempat dari 5 kelurahan, seperti terlampir pada

tabel 65.

PROFIL 2017 :
Page 31
PUSKESMAS TELADAN

BAB V

SUMBER DAYA KESEHATAN

5.1. SARANA KESEHATAN

Jumlah RS yang ada di wilayah kerja ada 3 buah , Rumah bersalin ada 1

Balai pengobatan 2 , Praktek dr perorangan 5 ,praktek pengobatan tradisional ada

3 sedangkan jumlah apotek ada 7 buah dan toko obat 2 buah.

Sedangkan UKBM yang ada terdiri atas 25 posyandu yang tersebar di 5

kelurahan dan 6 Posbindu.

Sarana kesehatan yang dimiliki oleh Puskesmas Teladan, meliputi :

Sarana / Fasilitas Puskesmas, antara lain :

a. Fasilitas Gedung Permanen

b. Fasilitas Alat-alat Kesehatan

c. Fasilitas Obat – Obatan

d. Fasilitas Administrasi

e. Fasililtas Imunisasi

f. Fasilitas Media Penyuluhan

1. Fasilitas Gedung Permanen

o Ruang Dokter / Periksa Pasien : 3 Unit

o Ruang Obat : 1 Unit

o Ruang UGD : 1 Unit

o Ruang KB-KIA : 1 Unit

PROFIL 2017 :
Page 32
PUSKESMAS TELADAN

o Ruang Klinik Gigi : 1 Unit

o Loket / Ruang Kartu : 1Unit (Umum & BPJS)

o Ruang Tunggu Pasien : 3 Unit

o Ruang Gizi : 1 Unit

o Laboratorium Sederhana : 1 Unit

o Kamar Mandi / WC : 4 Unit

o Ruang Kepala Puskesmas : 1 unt

o Ruang Tata usaha dan Konsultasi : 1 Unit

o Ruang Rapat : 1 Unit

2. Fasilitas Alat – alat

A. Alat – alat Kesehatan

o Alat – alat pemeriksaan pasien Umum

o Alat – alat pemeriksaan pasien Gigi

o Alat – alat pemeriksaan persalinan

o Alat – alat P3K

o Timbangan Bayi (dacin) dan Dewasa

o Lemari pendingin tempat bahan – bahan Immunisasi

o Alat – alat Laboratorium

B. Alat – alat Kebersihan

3. Fasilitas Obat – obatan

o Obat – obatan Umum

PROFIL 2017 :
Page 33
PUSKESMAS TELADAN

o Obat – obatan BPJS

4. Fasilitas Administrasi

Dalam rangka menjalankan tugas – tugas pokoknya dalam bidang

pencatatan dan pelaporan data, maka Puskesmas Teladan didudung oleh fasilitas

administrasi yang terdiri dari :

o Meja

o Kursi

o Lemari Arsip

o Kartu Berobat Penderita

o Formulir Laporan Kegiatan

o Buku Catatan

o Komputer

o Laptop

o Printer

o Dll

4 Fasilitas Imunisasi

Fasilitas imunisasi yang dimiliki puskesmas Teladan adalah :

o Lemari Es

o Alat – alat Imunisasi

o Vaksin Seperti : BCG, DPT, Polio, Campak,TT, Hepatitis

6. Fasilitas Media Penyuluhan

Fasilitas media penyuluhan yang dimiliki puskesmas Teladan adalah :

PROFIL 2017 :
Page 34
PUSKESMAS TELADAN

o LCD Proyektor

o Laptop

o Poster

o Flip Chart

5.2. TENAGA KESEHATAN

1. Tenaga Pelaksana PNS

o Dokter Umum : 6 Orang

o Dokter Gigi : 3 Orang

o Perawat :13 Orang

o Bidan : 6 Orang

o Perawat Gigi : 2 Orang

o Analis : 3 Orang

o Apoteker : 2 Orang

o Asisten Apoteker : 1 Orang

o Fisioterapis : 2 orang

o Refraksionis : 1 Orang

o Sanitarian : 1 orang

o Gizi : 1 Orang

o Penyuluh : 4 Orang

o Pelaksana : 4 Orang

2. Tenaga Pelaksana Honorer

o Administrasi : 1 Orang

o Penyuluh : 1 Orang

PROFIL 2017 :
Page 35
PUSKESMAS TELADAN

o Keamanan : 1 Orang

o Cleaning Service : 2 Orang

Daftar Staf/Tenaga Pelaksana PNS Puskesmas Teladan

GOL /
NO NAMA NIP PENDIDIKAN JABATAN
Esl
IV.a / S1
1 dr.Kus Puji Astuti 196802161996032001 Kepala.UPT
IV.a Kedokteran
III.b / Ka.Subbag Tata
2 Irsan Pane, AMG 197401212005021002 D3 Gizi
IV.b Usaha
dr.Yunita Sary
3 197406302002122002 IV / b S2 Kesmas Dokter Madya
Harahap, M.Kes
Timbul Siahaan Fisioterapis
4 196408191987031004 IV / b S2 Kesmas
S.Ft, M.Kes Madya
S1
5 dr.Ainun Marziah 197510122006042009 IV / b Dokter Madya
Kedokteran
S1
Dokter Gigi
6 drg.Indra Riani 197601232005042002 IV / a Kedokteran
Madya
Gigi
S1
drg.Swastri Dokter Gigi
7 197706102006042005 IV / a Kedokteran
P.Sinaga Muda
Gigi
Perawat
8 Minarliana Purba 196101221982032002 III / d SPK
Penyelia
Rohmawani Perawat Gigi
9 196009151983032002 III / d SPRG
Saragih Penyelia
Cut Yunidar D3 Perawat
10 196502121986032003 III / d
Amd.Kep Keperawatan Penyelia

PROFIL 2017 :
Page 36
PUSKESMAS TELADAN

Henny Risma Perawat


11 196901091995032001 III / d
Sipayung AMKep Penyelia
Sondang R
Penyuluh Kes.
12 Simanjuntak, 197001171991032003 III / d
Masy.Muda
SKM
Seventy Dorthy
13 196407111994032002 III / d Perawat Muda
P.S.Kep,Ners
dr.Mhd Rasyid
14 198002102009051001 III / d Dokter Muda
Kamal B.Bara
dr.Harlina
15 196812302006042004 III / d Dokter Muda
Harahap
Sanitarian
16 Sriwahyuni AMd 197107271994032002 III / d
Penyelia
17 Reflia AMKeb 196908101992032006 III / d Bidan Penyelia
Pranata Lab
18 Herlina T.P Purba 196702261989032014 III / d
Penyelia
Rohmian Pranata Lab
19 196801311991032003 III / d
Sipayung Penyelia
drg.Martina Dokter Gigi
20 198503162010012031 III / d
Harahap Muda
Tiur Tumiar
Perawat
21 Siahaan Amd 197306281994032002 III / d
Penyelia
Kep
dr.Hesti Despita
22 198312012010012028 III / d Dokter Muda
Siregar
Dr.Lusiana H
23 197609112009042001 III/d Dokter muda
Samosisr
Pet.Pendaftaran
24 Kasmawati 196108311981032002 III / b
di Loket
Pet.Pendaftaran
25 Jusniar Siregar 196903111988032002 III / b
di Loket
26 Nenny Hidawaty 197404011995022001 III / b Penyuluh Kes.

PROFIL 2017 :
Page 37
PUSKESMAS TELADAN

S. SKM Mas.Pertama
Penyuluh Kes.
27 Tri Apriani SKM 198204302007012001 III / b
Mas.Pertama
dr.Susanto Salim
28 198402072010011019 III / b Dokter Pertama
Sp.PD
Syafriah S.Farm. Apoteker
29 197104082006042003 III / b
Apt Pertama
Penyuluh Kes.
30 Abdul Malik,SKM 198102202002121002 III / a
Masy.Muda
Perawat

31 Erika Pasaribu 196303011984022001 III / a Pelaksana

lanjutan
Perawat
Dana Eka Sari D3
32 198309072007012002 III / a Pelaksana
AMK Keperawatan
lanjutan
Perawat
Risda Silalahi D3
33 197610232008012017 III / a Pelaksana
AMKep Keperawatan
lanjutan
Ruaida Syuaib Perawat
34 198603302011012015 III / a
S.Kep.Ners Pertama
Perawat
Juita Manurung D3
35 198201052010012017 III / a Pelaksana
AMK Keperawatan
Lanjutan
Fisioterapis

36 Fiolenta Amd 198007052009042008 III / a Pelaksana

lanjutan
Bidan

37 Elida Fadli SST 198703272009032008 III / a Pelaksana

Lanjutan
38 Dini Cahaya AMK 197705022010012011 III / a D3 Perawat

Keperawatan Pelaksana

PROFIL 2017 :
Page 38
PUSKESMAS TELADAN

Lanjutan
Lisbet Hutabarat Bidan
39 198206202011012006 III / a
AMKeb Pelaksana
Junita Refraksionis
40 197706132010012008 III / a
Sihombing, ARO Pelaksana
Indrayani Kristina Pranata Lab
41 198905182011012005 III / a
Smjt AMAK pelaksana
Asisten
Natalia M.Sitorus
42 198712262011012008 III / a Apoteker
AMF
Pelaksana
Siti Rafika D3 Perawat
43 197904212011012009 III / a
Hasibuan AMK Keperawatan Pelaksana
Asisten
Nur Cahaya
44 198103012010012011 III / a Apoteker
Sianturi
Pelaksana
Pipit Juliansari Perawat Gigi
45 198807112011012009 II / d
AMKG Pelaksana
Ester Bereni Bidan
46 198308232008032003 II / d
Parhusip AMKeb Pelaksana
Perawat
47 Hasna Harahap 197508081996032002 II / d
Pelaksana
Rahmawaty D3 Perawat
48 197211152011012003 II / d
Purba AMK Keperawatan Pelaksana
Ruth Isabella Nutrisionis
49 198908062011012009 II / d
Situmorang AMG Pelaksana
Desliyani Putri S. Bidan
50 198512312010012020 II / d
Amd.keb Pelaksana
Eva Mindayani
51 198111212014112002 II / a Pelaksana
Lubis
Pet.Pendaftaran
52 Manjalo 198406152014011001 II / a
di Loket
Sumber : Data Dasar Puskesmas Teladan 2017

PROFIL 2017 :
Page 39
PUSKESMAS TELADAN

Daftar Staf/Tenaga Pelaksana Honorer Puskesmas Teladan

No. NAMA NIP JABATAN JABATAN


Robiatul Adawiah
1 Petugas Promkes
Lubis AMKeb PHL
Satuan Pengaman
2 Dedek Kurnia
PHL Kantor
Petugas Kebersihan
3 Diswendi
PHL
Petugas Admin
Dewi Sartika
4
AM.Keb
PHL
5 Ahmad Suheri PHL Petugas Kebersihan

Sumber : Data Dasar Puskesmas Teladan 2017

5.3. PEMBIAYAAN KESEHATAN

Biaya operasional yang digunakan, baik didalam gedung puskesmas maupun di


luar gedung puskesmas bersumber dari :

6. Tabel 5.5. Sumber Pembiayaan Kesehatan


No Sumber Pembiayaan Kesehatan Jumlah Dana
1 BOK Rp. 307.613.540
,-
2 JKN / BPJS Kesehatan Rp.
2.458.072.026-
Total Keseluruhan Rp.
2.766.685.566

PROFIL 2017 :
Page 40
PUSKESMAS TELADAN

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan
Berdasarkan data kegiatan program kesehatan yang dicapai Puskesmas
Teladan maka dapat disimpulkan, sebagai berikut :
1. Dari cakupan kunjungan ibu hamil K-1 (95,1%) dan K-4 (90,3%) di wilayah
Puskesmas Teladan menunjukkan bahwa kesadaran ibu hamil untuk
memeriksakan kehamilannya ke sarana kesehatan cukup tinggi.
2. Jumlah persalinan oleh Nakes di wilayah Puskesmas Teladan sebanyak
379 (90,2%) persalinan.
3. Pencapaian cakupan imunisasi diwilayah Puskesmas Teladan pada tahun
2017 sudah lebih baik dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun ini semua
kelurahan mencapai UCI (Kelurahan yang cakupan imunisasi dasarnya > 85
%).
4. Persentase bayi yang mendapat ASI eksklusif hanya (24%), hal ini
dipengaruhi oleh tingkat kesibukan ibu yang ikut mencari nafkah untuk
kebutuhan sehari-hari sehingga pada usia 6 bulan bayi mereka sudah diberi
makanan pendamping ASI, disamping itu faktor pengetahuan ibu yang
kurang sehingga sebagian bayi diberi susu formula.
5. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu makin meningkat , hal ini
terlihat dari meningkatnya cakupan penimbangan balita,
6.Masih terdapatnya balita BGM di wilayah Puskesmas Teladan yaitu 4 balita
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya sosial budaya dan ekonomi
keluarga, tingkat pengetahuan dan kurang pedulinya masyarakat terhadap
tumbuh kembang balitanya.
5. Masih ditemuinya kepemilikan sarana sanitasi yang belum memenuhi
syarat kesehatan seperti pengelolaan limbah, dan tempat sampah
disebabkan karena sebagian besar masyarakat menganggap hal tersebut
tidak begitu penting dan bukan merupakan suatu kebutuhan sehingga hal ini

PROFIL 2017 :
Page 41
PUSKESMAS TELADAN

pula yang menjadi salah satu penyebab masih dijumpainya penyakit-penyakit


berbasis lingkungan yang ditemukan di masyarakat seperti ISPA, diare dan
Penyakit kulit alergi maupun infeksi.
6. Persentase cakupan rumah tangga ber PHBS di wilayah Puskesmas
Teladan sudah cukup baik hal ini disebabkan karena masih tingkat
pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk ber-Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat makin meningkat

6.2. Saran
1. Perlunya sosialisasi kepada masyarakat tentang Pelayanan Kesehatan ibu
dan anak, sehingga diharapkan pada masa yang akan datang cakupan
kunjungan ibu hamil K–1 dan K–4, cakupan pemberian ASI Eksklusif, serta
angka persalinan oleh tenaga kesehatan meningkat.dan menurunnya angka
kesakitan khususnya penyakit menular berbasis lingkungan.
2. Perlunya kerjasama dengan semua sektor terkait dalam upaya
meningkatkan cakupan penimbangan bayi di posyandu, utamanya kerjasama
dengan tim penggerak PKK Kelurahan
3. Perlunya kerjasama lintas sektor utamanya dalam memicu masyarakat
dalam upaya meningkatkan kepemilikan sarana sanitasi
4. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang
kesehatan diperlukan kerja keras oleh petugas kesehatan untuk melakukan
penyuluhan tentang pentingnya sanitasi dan PHBS.
5. Mengingat Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan
yang banyak bersentuhan langsung ke masyarakat terutama Puskesmas
Teladan masih memerlukan peningkatan sumber daya manusia dan fasilitas–
fasilitas kesehatan lainya yang dapat mendukung terlaksananya program
kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas.

PROFIL 2017 :
Page 42
PUSKESMAS TELADAN

PETA WILAYAH KERJA


UPT PUSKESMAS TELADAN
Jl. SM Raja No. 65 Medan

KEL.
PANDAU
KEL. HULU 1
P.PASA WILAYAH
KEL. R KERJA :
P.BA TELAD
RU AN
BARAT

KEL.
MESJID

KEL.
PASAR
KEL. BARU
KEL. TELADAN
BARAT KEL.
MESJI
D PUSAT
PASAR

KEL.
PANDA
U HULU
LUAS
1
WILAYAH : 229,1
Ha
Gambar 2.1. Peta Wilayah Puskesmas Teladan

PROFIL 2017 :
Page 43
PUSKESMAS TELADAN

PROFIL 2017 :
Page 44
PUSKESMAS TELADAN

PROFIL 2017 :
Page 45
PUSKESMAS TELADAN

PROFIL 2017 :
Page 46