Anda di halaman 1dari 14
Bab Berani Hidup Jujur 2 Peta Konsep
Bab
Berani Hidup Jujur
2
Peta Konsep
Berani Hidup Jujur Pentingnya Berani Pentingnya Jujur Keutamaan Berani Keutamaan Berani Membela Kebenaran
Berani Hidup Jujur Pentingnya Berani Pentingnya Jujur Keutamaan Berani Keutamaan Berani Membela Kebenaran

Berani Hidup Jujur

Berani Hidup Jujur Pentingnya Berani Pentingnya Jujur Keutamaan Berani Keutamaan Berani Membela Kebenaran dan Kejujuran

Pentingnya

Berani

Pentingnya

Jujur

Keutamaan

Berani

Jujur Pentingnya Berani Pentingnya Jujur Keutamaan Berani Keutamaan Berani Membela Kebenaran dan Kejujuran Hidup
Jujur Pentingnya Berani Pentingnya Jujur Keutamaan Berani Keutamaan Berani Membela Kebenaran dan Kejujuran Hidup
Jujur Pentingnya Berani Pentingnya Jujur Keutamaan Berani Keutamaan Berani Membela Kebenaran dan Kejujuran Hidup
Jujur Pentingnya Berani Pentingnya Jujur Keutamaan Berani Keutamaan Berani Membela Kebenaran dan Kejujuran Hidup

Keutamaan Berani Membela Kebenaran dan Kejujuran

Hidup Nyaman

dengan Kejujuran

Kebenaran dan Kejujuran Hidup Nyaman dengan Kejujuran Keutamaan Jujur Menjauhi Perilaku Penakut dan

Keutamaan

Jujur

Menjauhi

Perilaku

Penakut dan

Dusta

18 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Di unduh dari : Bukupaket.com

Menjauhi Perilaku Penakut dan Dusta 1 8 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Di unduh dari : Bukupaket.com
Sumber: www.Tribunnews.com Gambar 2.1 Pedagang sedang menimbang barang dagangannya Sumber: www.fhyrtempola.blogspot.co.id

Sumber: www.Tribunnews.com

Gambar 2.1 Pedagang sedang menimbang barang dagangannya

Gambar 2.1 Pedagang sedang menimbang barang dagangannya Sumber: www.fhyrtempola.blogspot.co.id Gambar 2.2 Slogan

Sumber: www.fhyrtempola.blogspot.co.id

Gambar 2.2 Slogan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)

Gambar 2.2 Slogan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Sumber: www.pt-gorontalo.go.id Gambar 2.3 Sedang diambil

Sumber: www.pt-gorontalo.go.id

Gambar 2.3 Sedang diambil sumpah dan dilantik untuk menduduki jabatan baru

Aktivitas Siswa:

Aktivitas Siswa: Setelah kamu mengamati gambar di atas, coba berikan tanggapanmu tentang pesan- pesan yang ada
Setelah kamu mengamati gambar di atas, coba berikan tanggapanmu tentang pesan- pesan yang ada pada

Setelah kamu mengamati gambar di atas, coba berikan tanggapanmu tentang pesan- pesan yang ada pada gambar tersebut!

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 19 Di unduh dari : Bukupaket.com
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
19
Di unduh dari : Bukupaket.com
Membuka Relung Hati Sikap jujur merupakan sikap positif yang harus dimiliki setiap orang. Namun pada
Membuka Relung Hati Sikap jujur merupakan sikap positif yang harus dimiliki setiap orang. Namun pada
Membuka Relung Hati Sikap jujur merupakan sikap positif yang harus dimiliki setiap orang. Namun pada

Membuka Relung Hati

Sikap jujur merupakan sikap positif yang harus dimiliki setiap orang. Namun pada saat sekarang, kejujuran merupakan hal yang mulai langka dan jarang dapat kita jumpai. Kejujuran dapat menunjukkan jalan kebaikan yang nantinya dapat mem­ bantu mengantarkan kita ke surga. Sikap jujur merupakan faktor terbesar tegaknya agama dan dunia. Kehidupan dunia akan hancur dan

agama juga menjadi lemah di atas kebohongan, khianat serta perbuatan curang. Kejujuran harus ditegakkan meskipun berat dan susah. Orang yang jujur akan menjadi mulia di sisi Allah Swt. maupun di sisi manusia. Ungkapan tentang “orang jujur akan hancur” adalah keliru. Allah Swt. menyifatkan diri­Nya dengan kejujuran. Ini adalah bukti kesaktian jujur. Sekarang ini makin terbuka mata kita terhadap keunggulan perilaku jujur. Betapa banyak orang yang tidak jujur harus masuk penjara.

Kejujuran adalah pujian dari Allah Swt. untuk diri­Nya. Allah Swt. memiliki sifat jujur dalam semua berita­Nya, syari’ah­Nya, dalam kisah­kisah­Nya. Semuanya yang datang dari Allah Swt. semuanya benar.

Semuanya yang datang dari Allah Swt. semuanya benar. Sumber: www.nenggelisfransori.wordpress.com Gambar 2.4

Sumber: www.nenggelisfransori.wordpress.com

Gambar 2.4 Kantin kejujuran

Gambar 2.4 Kantin kejujuran Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dia pasti

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan terjadinya. Siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?” (Q.S. an-Nis±’/4:87) Mengapa sikap jujur itu penting? Karena kejujuran dapat membuat hati kita nyaman dan tenteram. Ketika kita berkata jujur, tidak akan ada ketakutan yang mengikuti atau bahkan kekhawatiran tentang terungkapnya sesuatu yang tidak kita katakan. Seseorang yang terbiasa berkata jujur akan merasa tidak nyaman saat dia berkata bohong walau hanya sekali. Semoga kita mampu berbuat jujur dalam segala hal. Yakinlah, Allah Swt.

pembela kita semua. Orang yang jujur pasti akan mujur (beruntung). 20 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Di
pembela kita semua. Orang yang jujur pasti akan mujur (beruntung).
20 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Di unduh dari : Bukupaket.com
Mengkritisi Sekitar Kita Kata jujur seolah­olah menjadi barang langka, bahkan hampir sirna. Lalu, di manakah
Mengkritisi Sekitar Kita Kata jujur seolah­olah menjadi barang langka, bahkan hampir sirna. Lalu, di manakah

Mengkritisi Sekitar Kita

Kata jujur seolah­olah menjadi barang langka, bahkan hampir sirna. Lalu, di manakah engkau wahai jujur? Di setiap sudut kehidupan selalu saja tampak perilaku ketidak­ jujuran. Saat di sekolah, banyak peserta didik yang melakukan ke­ bohongan. Misalnya saat ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, maupun perilaku lain yang menampilkan ketidakjujuran.

maupun perilaku lain yang menampilkan ketidakjujuran. Sumber: www. cdnimage.terbitsport.com Gambar 2.5 Siswa

Sumber: www. cdnimage.terbitsport.com

Gambar 2.5 Siswa sedang mengerjakan ujian dengan serius dan tidak menyontek.

Kritisi perilaku berikut ini, kemudian berikan tanggapanmu dengan beberapa sudut pandang (contoh dari sisi agama, sosial, budaya, dan sebagainya)! 1. Banyak yang menganggap kejujuran sudah sulit ditemukan. Akan tetapi masih banyak juga orang yang sebenarnya sangat jujur dalam hidupnya. Hal ini terbukti dari beberapa kejadian yang diliput oleh media. Bagaimana tanggapanmu mengenai hal ini? dan berikan contohnya! 2. Jika kejujuran dilakukan oleh siswa di sekolah, seperti dalam berkata dan berbuat, pasti ia akan dihormati teman, disayang guru, dan interaksi sosial sesama menjadi indah. Sebaliknya, jika perilaku kita diwarnai ketidakjujuran, pastilah interaksi kita tidak nyaman. Begitu juga di rumah, sepanjang kita menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam hal apa pun, pasti orang tua akan bangga. Di masyarakat pun demikian, kejujuran harus disandingkan dalam kehidupan kita tanpa kecuali. Berikan tanggapanmu mengenai hal tersebut!

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 21 Di unduh dari : Bukupaket.com
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
21
Di unduh dari : Bukupaket.com
Memperkaya Khazanah
Memperkaya Khazanah

Sebentar Lagi Seorang Penghuni Surga Akan Masuk!

Dari Anas Bin Malik, suatu ketika Rasulullah saw. duduk di Masjid Nabawi dan berbincang­bincang dengan para sahabat. Tiba­tiba beliau bersabda, “Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk kemari!” Semua mata pun tertuju ke pintu masjid dan pikiran para sahabat pun membayangkan seorang yang luar biasa. “Penghuni surga, penghuni surga.” Demikian gumam mereka. Beberapa saat kemudian, masuklah seorang pria dengan air wudhu yang masih membasahi wajahnya. Apakah gerangan keistimewaan orang itu sehingga mendapat jaminan surga? Tidak seorang pun yang berani bertanya, walau semua sahabat merindukan jawabannya. Keesokan harinya, peristiwa semula terulang kembali. Bahkan, pada hari ketiga pun terjadi hal yang demikian. ‘Abdullah, putra Gubernur Pertama di Mesir: ‘Amr bin al­‘Ash, tidak tahan lagi, meski ia tidak berani dan khawatir mendapat jawaban yang tidak memuaskannya. Maka, timbullah suatu ide dalam benaknya. Dia pun mendatangi si penghuni surga sambil berkata, “Wahai saudaraku! Bolehkah aku menginap di rumahmu selama tiga hari?” “Tentu, tentu,” jawab si penghuni surga yang ternyata seorang An¡ar bernama Sa’ad bin ‘Amr bin al­‘Ash. Setelah memperhatikan, mencermati, bahkan mengintip si penghuni surga, ternyata, tak ada sesuatu pun yang istimewa. Tidak ada ibadah khusus yang dilakukan si penghuni surga. Tidak ada ¡alat malam, tidak ada pula puasa sunah. Ia bahkan tidur dengan nyenyak hingga beberapa saat sebelum fajar. Memang sesekali ia menyebut nama Allah Swt. di pembaringannya, tetapi sejenak saja dan tidurnya pun berlanjut. Pada siang hari, si penghuni surga berkerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya orang yang ke pasar. “Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau yang tak sempat kulihat. Aku harus berterus terang kepadanya,” demikian gumam ’Abdullah bin ‘Amr. “Apa yang engkau lihat, itulah saya!” jawab si penghuni surga. Dengan rasa kecewa, ‘Abdullah bin ‘Amr bermaksud kembali ke rumah, tetapi tiba­tiba tangannya dipegang oleh sang penghuni surga seraya berkata, “Apa yang engkau lihat, itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi, saya tidak pernah merasa iri terhadap seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Allah Swt. Tidak pernah pula saya berdusta dalam melakukan segala kegiatan saya!” (H.R. Ahmad).

(Diambil dari: Mutiara Akhlak Rasulullah saw. Ahmad Rofi’ Usmani)

22 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Di unduh dari : Bukupaket.com
22 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Di unduh dari : Bukupaket.com

A. Pentingnya Memiliki Sifat Syaja’ah

Allah Swt. memerintahkan kepada orang­orang yang beriman agar tidak menjadi penakut dan pengecut. Karena rasa takut dan pengecut akan membawa kegagalan dan kekalahan. Keberanian adalah tuntutan keimanan. Iman pada Allah Swt. mengajarkan kita menjadi orang­orang yang berani menghadapi beragam tantangan dalam hidup ini. Tantangan utama yang kita hadapi adalah memperjuangkan kebenaran, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan. Rasulullah saw. menjelaskan dalam sabdanya:

rintangan. Rasulullah saw. menjelaskan dalam sabdanya: Artinya: “ Katakanlah yang benar walaupun itu pahit ”

Artinya: “Katakanlah yang benar walaupun itu pahit” (H.R. Ahmad).

Islam tidak menyukai orang yang lemah/penakut. Orang yang lemah/penakut biasanya tidak berani untuk mempertahankan hidup sehingga gampang putus asa. Ketakutan itu diantaranya karena takut dikucilkan dari lingkungannya. Takut karena berlainan sikap dengan banyak orang atau takut untuk membela sebuah kebenaran dan keadilan. Keberanian dalam ajaran Islam disebut Syaja’ah. Syaja’ah menurut bahasa artinya berani. Sedangkan menurut istilah syaja’ah adalah keteguhan hati, kekuatan pendirian untuk membela dan mempertahankan kebenaran secara jantan dan terpuji. Jadi syaja’ah dapat diartikan keberanian yang berlandaskan kebenaran, dilakukan dengan penuh pertimbangan dan perhitungan untuk mengharapkan keridaan Allah Swt. Keberanian (syaja’ah) merupakan jalan untuk mewujudkan sebuah kemenang­ an dalam keimanan. Tidak boleh ada kata gentar dan takut bagi muslim saat mengemban tugas bila ingin meraih kegemilangan. Semangat keimanan akan selalu menuntun mereka untuk tidak takut dan gentar sedikit pun. Allah Swt. berfirman:

tidak takut dan gentar sedikit pun. Allah Swt. berfirman: Artinya: “ Janganlah kamu bersikap lemah, dan

Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S. Ali Imr±n/3: 139)

Aktivitas Siswa:

Aktivitas Siswa: Coba amati perilaku orang-orang yang memiliki sifat syaja’ah baik melalui media maupun melihat
Coba amati perilaku orang-orang yang memiliki sifat syaja’ah baik melalui media maupun melihat langsung di

Coba amati perilaku orang-orang yang memiliki sifat syaja’ah baik melalui media maupun melihat langsung di tengah-tengah masyarakat, lalu bagaimana tanggapanmu terhadap sifat tersebut?

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 23 Di unduh dari : Bukupaket.com
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
23
Di unduh dari : Bukupaket.com

B. Pentingnya Memiliki Sifat Jujur

Nabi menganjurkan kita sebagai umatnya untuk selalu jujur. Kejujuran merupakan akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada kebajikan, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw.,

kebajikan, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw., Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu
kebajikan, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw., Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu

Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah: “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada ”

Sifat jujur merupakan tanda ke­ islaman seseorang dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Pemilik kejujuran memiliki kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang­orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan. Dapat kita saksikan dalam

kehidupan sehari­hari bahwa orang yang jujur akan dipermudah rezeki dan segala urusannya. Contoh yang perlu diteladani adalah kejujuran, Nabi Muhammad saw. ketika belau dipercaya oleh Siti Khadijah untuk membawa barang dagangan lebih banyak lagi. Selama membawa barang dangan tersebut, beliau selalu menerapkan kejujuran. Kepada para pembelinya, beliau selalu berkata jujur tentang kondisi barang dangan yang dijualnya. Sifat jujur yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. selama berdagang mendatangkan kemudahan dan keuntungan yang lebih besar. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw. adalah contoh dalam kehidupan sehari­hari tentang hikmah perilaku jujur. Kamu dapat mencari contoh lainnya. Sebaliknya, orang yang tidak jujur atau bohong akan dipersulit rezeki dan segala urusannya. Orang yang pernah berbohong akan terus berbohong karena untuk menutupi kebohongan yang diperbuat, dia harus berbuat kebohongan lagi. Bersyukurlah bagi orang yang pernah berbohong kemudian sadar dan mengakui kebohongannya itu sehingga terputusnya mata rantai kebohongan. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membuat hati menjadi was­was. Contoh seorang siswa yang tidak jujur kepada orang tua dalam hal uang saku, pasti nuraninya tidak akan tenang apabila bertemu. Apabila orang

kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga

(H.R. Muslim)

kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga (H.R. Muslim) Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 2.7 Melakukan kerja

Sumber: Dok. Kemdikbud

Gambar 2.7 Melakukan kerja sama dengan jujur

24 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Di unduh dari : Bukupaket.com
24 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Di unduh dari : Bukupaket.com

tuanya mengetahui ketidakjujuran anaknya, runtuhlah kepercayaan terhadap anak tersebut. Kegundahan hati dan kekhawatiran yang bertumpuk­tumpuk berisiko menjadi penyakit. Menurut tempatnya, jujur itu ada beberapa macam, yaitu jujur dalam hati atau niat, jujur dalam perkataan atau ucapan, dan jujur dalam perbuatan.

1. Jujur dalam niat dan kehendak, yaitu motivasi bagi setiap gerak dan langkah seseorang da­ lam rangka menaati perintah Allah Swt. dan ingin mencapai ri«a­Nya. Jujur sesungguhnya berbeda dengan pura­pura jujur. Orang yang pura­pura jujur berarti tidak ikhlas dalam berbuat.

yang pura­pura jujur berarti tidak ikhlas dalam berbuat. Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 2.8 Peserta didik saling

Sumber: Dok. Kemdikbud

Gambar 2.8 Peserta didik saling bersalaman setelah kerja kelompok dengan baik.

2. Jujur dalam ucapan, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realitas yang terjadi. Untuk kemaslahatan yang dibenarkan oleh syari’at seperti dalam kondisi perang atau mendamaikan dua orang yang bersengketa atau perkataan suami yang ingin menyenangkan istrinya, diperbolehkan untuk tidak mengatakan hal yang sebenarnya. Setiap hamba berkewajiban menjaga lisannya, yakni berbicara jujur dan dianjurkan menghindari kata­kata sindiran karena hal itu sepadan dengan kebohongan. Benar/jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam­macam kejujuran.

3. Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batiniah hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dan amal batin. Jujur dalam perbuatan ini juga berarti melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan yang diri«ai Allah Swt. dan melaksanakannya secara terus­menerus dan ikhlas.

Merealisasikan kejujuran, baik jujur dalam hati, jujur dalam perkataan, maupun jujur dalam perbuatan membutuhkan
Merealisasikan kejujuran, baik jujur dalam hati, jujur dalam perkataan, maupun
jujur dalam perbuatan membutuhkan kesungguhan. Adakalanya kehendak untuk
jujur itu lemah, adakalanya pula menjadi kuat.
Aktivitas Siswa:
Menurut objeknya, jujur itu ada beberapa macam, yaitu jujur kepada Allah Swt., jujur
kepada orang lain, dan jujur kepada diri sendiri.
1.
Identifikasilah jenis-jenis kejujuran di sekitarmu, baik di rumah maupun di sekolah
atau di lingkungan masyarakat, termasuk kategori kejujuran yang manakah!
2.
Jelaskan hubungannya antara perilaku jujur yang diamati dengan akibat yang
ditimbulkan!
3.
Buatlah contoh perilaku jujur kepada Allah Swt., kepada orang lain, dan kepada
diri sendiri!
4.
Carilah dalil naqli maupun aqli tentang perintah jujur kepada Allah Swt., kepada
orang lain, dan kepada diri sendiri.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
25
Di unduh dari : Bukupaket.com

C. Harus Berani Jujur

Pada pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan mengenai arti sebuah kejujuran. Kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan dapat membawa ke surga. Sebaliknya, betapa berbahayanya sebuah kebohongan. Kebohongan akan mengantarkan pelakunya tidak dipercaya oleh orang lain. Ketika seseorang sudah berani menutupi kebenaran, bahkan menyelewengkan kebenaran untuk tujuan jahat, ia telah melakukan kebohongan. Kebohongan yang dilakukannya itu telah membawa kepada apa yang dikhianatinya itu.

Artinya: “ Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari kiamat dia akan datang
Artinya: “
Barangsiapa
berkhianat, niscaya pada hari kiamat dia akan datang

membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi.’’ (Q.S. Ãli ‘Imr±n/3: 161)

Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al­ Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al­Maqburi dari Abu Hurairah ­radhiyallahu’anhu­, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Artinya: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Artinya: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Artinya: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang

Artinya: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan, sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya, sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu, Ruwaibidhah berbicara.” Ada sahabat yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?” Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (H.R. Ibnu Majah).

26 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Di unduh dari : Bukupaket.com
26 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Di unduh dari : Bukupaket.com

Menjaga amanah ialah menunaikan dengan baik terhadap hak­hak Allah Swt. dan hak­hak manusia tanpa terpengaruh oleh perubahan keadaan, baik susah maupun senang.

Ada beberapa hikmah yang dapat dipetik

dari

berikut.

antara lain sebagai

perilaku

jujur,

1. Perasaan enak dan hati tenang. Jujur akan membuat hati kita menjadi tenang, tidak

takut akan diketahui kebohongannya karena tidak berbohong.

takut akan diketahui kebohongannya karena tidak berbohong. Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 2.9 Hadiah yang diperoleh ata

Sumber: Dok. Kemdikbud

Gambar 2.9 Hadiah yang diperoleh ata keju- juran sesama teman

2. Mendapatkan kemudahan dalam hidup.

3. Selamat dari azab dan bahaya.

4. Membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun kita ke surga.

5. Dicintai oleh Allah Swt. dan Rasul­Nya.

Aktivitas Siswa:

1. Buktikan bahwa jujur itu membawa hikmah. Minimal bukti dalil naqli -nya baik ayat maupun hadis!

2. Jelaskan pesan-pesan dalam ayat atau hadis yang kamu temukan dan hubungkan dengan peristiwa kejujuran dalam kehidupan sehari-hari!

Menerapkan Perilaku Mulia
Menerapkan Perilaku Mulia

Kita harus menanamkan kesadaran pada diri kita untuk selalu berani membela kebenaran dan berperilaku jujur, baik kepada Allah Swt., orang lain, maupun diri sendiri. Jika kita sudah bisa membiasakan berperilaku jujur, kita akan mendapatkan hikmah yang luar biasa dalam kehidupan sehari­hari. Kita harus menyadari dan mengetahui akibat dari kebohongan sehingga kita bisa menjauhi sifat buruk tersebut. Contoh akibat dari kebohongan adalah hilangnya kepercayaan orang lain terhadap kita, susah mendapatkan teman bahkan tidak memiliki teman, dan susah mendapat pekerjaan karena tidak dipercaya. Berperilaku berani membela kebenaran dan jujur terkadang sangat pahit pada awalnya, tetapi buah manis akan didapat di akhirnya. Perilaku berani membela kebenaran dan jujur dapat diterapkan dalam berbagai hal dalam kehidupan sehari­hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat di mana kita tinggal. Berikut ini cara menerapkan perilaku berani membela kebenaran dan jujur.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 27 Di unduh dari : Bukupaket.com
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
27
Di unduh dari : Bukupaket.com

1. Di sekolah, kita meluruskan niat untuk menuntut ilmu, mengerjakan tugas­ tugas yang diberikan oleh ibu bapak/guru, tidak menyontek pekerjaan teman, melaksanakan piket sesuai jadwal, menaati peraturan yang berlaku di sekolah, dan berbicara benar dan sopan baik kepada guru, teman ataupun orang­orang yang ada di lingkungan sekolah.

2. Di rumah, kita meluruskan niat untuk berbakti kepada orang tua dan memberitakan hal yang benar. Contohnya, tidak menutup­nutupi suatu masalah pada orang tua dan tidak melebih­lebihkan sesuatu hanya untuk membuat orang tua senang.

3. Di masyarakat, kita melakukan kejujuran dengan niat untuk membangun lingkungan yang baik, tenang, dan tenteram. Hal tersebut dapat terwujud dengan tidak mengarang cerita yang dapat membuat suasana di lingkungan tidak kondusif dan tidak membuat berita bohong. Ketika diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu yang diamanahkan, harus dipenuhi dengan sungguh­sungguh, dan lain sebagainya.

Jujurlah! Maka, Kamu akan Untung di Dunia dan Mendapat Pahala di Akhirat

Diceritakan, ada seorang saleh yang selalu mewasiatkan kepada pekerjanya untuk selalu meminta kepada para langganannya agar diberitahukan kalau ada barang dagangannya yang cacat. Setiap kali ada pembeli datang, ia meminta untuk mengecek barangnya terlebih dahulu. Suatu hari, seorang Yahudi datang ke tokonya dan membeli sehelai baju yang ada cacatnya. Pada waktu itu pemilik toko tidak ada di tempat, sementara Yahudi tidak mengecek baju ini terlebih dahulu dan keburu pergi. Tidak lama kemudian, pemilik toko datang dan menanyakan perihal baju yang cacat tersebut. Maka dijawab, “Baju itu telah dibeli oleh seorang Yahudi.” Lalu pemilik toko itu bertanya perihal Yahudi tadi, “Apakah ia sudah mengecek cacat yang ada pada baju itu?” Lalu dijawab, “Belum.” Pemilik toko bertanya lagi, “Sekarang mana dia?” Dijawab kembali, “Ia sudah pergi bersama rombongan dagang.” Seketika itu pula, sang pemilik toko membawa uang hasil pembayarannya dari baju cacat itu. Lalu ia mencari rombongan dagang yang dimaksud dan baru mendapatinya setelah menempuh perjalanan tiga hari, seraya berkata, “Hai Fulan, tempo hari kamu telah membeli sehelai baju yang ada cacatnya. Ambil uang kamu ini dan berikan baju itu.” Yahudi itu balas menjawab, “Apa yang menyebabkan berbuat sampai sejauh ini?” Lelaki itu menimpali, “Islam dan sabda Rasulullah saw., “Siapa yang menipu bukan berasal dari umatku.” Yahudi balik menimpali, “Uang yang aku bayarkan kepadamu juga palsu. Maka, ambillah uang tiga ribu ini sebagai gantinya dan aku tambahkan lagi lebih

dari itu, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu Rasulullah.”

(Sumber: 100 Kisah Teladan Tokoh Besar; Muhammad Said Mursi & Qasim Abdullah Ibrahim)

28 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Di unduh dari : Bukupaket.com
28 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Di unduh dari : Bukupaket.com

Rangkuman

1. Jujur adalah mengatakan atau melakukan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Lawan jujur adalah dusta, yaitu mengatakan atau melakukan sesuatu tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya.

2. Jujur merupakan sebagian dari ruh agama. Barang siapa yang berbuat jujur, ia akan memperoleh kebaikan, dan sedang menuju surga.

3. Ada beberapa jenis jujur dilihat dari perilakunya, yaitu; jujur dalam berbuat, jujur dalam perkataan, jujur dalam niat, dan jujur dalam berjanji.

4. Kejujuran bisa melemah karena melemahnya tekad, kejujuran juga bisa melemah akibat pergaulan.

5. Jujur bisa dilakukan di mana saja: di rumah, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat.

Evaluasi

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e yang dianggap sebagai jawaban yang paling tepat!

1. Perhatikan pernyataan berikut ini!

1. Orang jujur akan mendapatkan banyak teman.

2. Orang jujur akan susah hidupnya.

3. Orang jujur akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat.

4. Orang munafik akan disukai teman di akhirat.

5. Orang jujur selalu mendapatkan berkah di mana saja.

Pernyataan di atas yang tidak termasuk hikmah dari perilaku jujur adalah

a. 1 dan 2

b. 2 dan 3

c. 3 dan 4

d. 2 dan 4

e. 3 dan 5

2. Nabi Muhammad saw. menjelaskan bahwa jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Ungkapan tersebut mengandung arti

a. jujur sangat penting dalam kehidupan sehari­hari

b. jujur menyebabkan kenyamanan dalam berperilaku

c. jujur membuat pelakunya selalu gelisah

d. jujur membawa keberkahan dalam hidup e. jujur perlu dijunjung tinggi agar hidup tenteram Pendidikan
d.
jujur membawa keberkahan dalam hidup
e. jujur perlu dijunjung tinggi agar hidup tenteram
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
29
Di unduh dari : Bukupaket.com

3. Ikhlas

oleh

kepentingan dunia. Jenis jujur seperti ini termasuk kategori ….

a. jujur dalam berbuat

b. jujur dalam berkata

c. jujur dalam niat

d. jujur dalam berjanji

e. jujur dalam bertekad

dalam

melakukan

sesuatu,

tanpa

dicampuri

kepentingan­

4. Perhatikan ungkapan berikut ini: “Jikalau Allah Swt. memberikan kepadaku harta, aku akan membelanjakan sebagian di jalan Allah Swt.” Jenis jujur seperti ini termasuk kategori ….

a. jujur dalam berbuat

b. jujur dalam berkata

c. jujur dalam niat

d. jujur dalam berjanji

e. jujur dalam bertekad

5. Orang yang tidak jujur atau dusta disebut orang munafik. Salah satu ciri orang munafik adalah

a. jika bekerja ingin upah

b. jika berkata ingin didengar

c. jika berbuat ingin dilihat

d. jika berjanji tidak ditepati

e. jika dipercaya ia amanah

B. Jawablah soal-soal berikut dengan tepat!

1. Mengapa kita harus berani membela kebenaran dan kejujuran?

2. Buatlah contoh perilaku yang menggambarkan berani dalam membela kebenaran!

3. Buatlah contoh perilaku yang menggambarkan berani dalam membela kejujuran!

4. Tulis artinya dan jelaskan maksud dari hadis berikut!

4. Tulis artinya dan jelaskan maksud dari hadis berikut! 5. Jelaskan manfaat dari perilaku berani dalam

5. Jelaskan manfaat dari perilaku berani dalam kebenaran dan kejujuran!

30 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Di unduh dari : Bukupaket.com
30 Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Di unduh dari : Bukupaket.com

C. Tugas Individu

1. Isilah kolom pilihan jawaban dengan jujur!

Pilihan Jawaban No. Pernyataan Sangat Ragu- Tidak Skor Setuju Setuju Ragu Setuju
Pilihan Jawaban
No.
Pernyataan
Sangat
Ragu-
Tidak
Skor
Setuju
Setuju
Ragu
Setuju

1.

Saya yakin bahwa jujur adalah salah satu unsur agama yang paling dasar.

2.

Saya yakin bahwa orang yang jujur akan selalu mendapatkan kemudahan.

3.

Jujur dalam niat penting supaya tidak dicampuri oleh kependtingan dunia.

4.

Saya yakin bahwa jujur akan membawa kebaikan dan kebaikan akan membawa ke surga.

5.

Saya yakin bahwa jujur merupakan ciri-ciri orang yang beriman.

Jumlah Skor

D. Tugas Kelompok

1. Buatlah kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik di kelasmu. (Maksimal lima orang satu kelompok).

2. Buatlah naskah drama tentang kejujuran dalam kehidupan sehari­hari.

3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, kelompok yang lain menanggapi. Tanggapan Orang Tua tentang
3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, kelompok yang lain
menanggapi.
Tanggapan Orang Tua tentang Implementasi Materi Ini
Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
Paraf Orang Tua
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
31
Di unduh dari : Bukupaket.com