Anda di halaman 1dari 21

Handout Sistem Pencernaan

SISTEM PENCERNAAN

STRUKTUR DAN GANGGUAN DAN


NUTRISI
FUNGSI UPAYA
PENCEGAHAN

KARBOHIDRAT ORGAN KELENJAR


DIARE

PROTEIN MULUT HATI


GASTRITIS

LEMAK KERONGKONGAN PANKREAS


APENDITIS

VITAMIN LAMBUNG EMPEDU


PAROTITIS

MINERAL USUS HALUS


KONSTIPASI

AIR USUS BESAR

2 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
• Menganalisis zat makanan yang diperlukan tubuh manusia sehari-hari dari berbagai sumber informasi
• Mengidentifikasi salah satu bagian, saluran pencernaan manusia melalui berbagai media informasi dan
mengenali posisi alat dan kelenjar pencernaan serta fungsinya
• Menyusun menu makanan seimbang untuk kategori aktivitas normal
• Melaporkan secara tertulis cara menjaga kesehatan diri dengan prinsip-prinsip dalam perolehan nutrisi,
energi melalui makanan dalam kerja sistem pencernaan
• Menyajikan laporan hasil uji zat makanan yang terkandung dalam berbagai jenis bahan makanan
dikaitkan dengan kebutuhan energi setiap individu serta teknologi pengolahan pangan dan keamanan
pangan.
• Mengidentifikasi penyakit/gangguan bioproses sistem pencernaan manusia melalui berbagai media
informasi
Handout Sistem Pencernaan

SISTEM PENCERNAAN
A. NUTRISI
Ketika kamu pergi ke pasar, kamu pasti banyak menemukan bahan makanan yang sangat
beragam. Berbagai macam bahan makanan tersebut dijual untuk memenuhi kebutuhan pokok
manusia. Karena salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan nutrisi dan nutrisi tersebut
berasal dari makanan. Nutrisi merupakan kandungan yang terdapat dalam bahan makanan, dan
dimanfaatkan oleh tubuh dalam proses metabolisme, dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai
gizi.

Gambar (a) makanan cepat saji gambar (b) makanan olahan


Sumber: www.idntimes.com

Jika kamu diminta untuk memilih, makanan


mana yang kamu pilih? Makanan pada gambar (a)
atau makanan pada gambar (b)? Apa dasarmu
ketika memilih makanan? Apakah rasanya atau
kandungan gizinya? Apa kriteria makanan sehat dan
bergizi?
Beberapa tahun yang lalu terkenal jargon 4 sehat
5 sempurna, namun ketika kemu melihat poster di
samping jargonnya kemudian berubah menjadi 4
sehat 5 tidak lagi sempurna. Hal tersebut sesuai
dengan anjuran kisaram sebaran energi gizi makro.
Apa itu gizi makro, adakah gizi mikro?
Dengan membaca materi nutrisi berikut kamu
pasti akan mampu menyebutkan jenis-jenis nutrisi
dan fungsi nutrisi tersebut bagi tubuh. Terdapat enam
jenis nutrisi dalam makanan yaitu: karbohidrat,
lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.
3 | Organ dan Kelenjar Pencernaan
Handout Sistem Pencernaan

Karbohidrat, lemak, dan protein dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, sedangkan vitamin dan
mineral dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit.

Gambar 4. Piramida Gizi Seimbang


Sumber:
1. Karbohidrat
“Belum makan nasi berarti belum makan” jargon ini identik dengan orang Indonesia yang
makanan pokoknya adalah nasi. Jargon tersebut bukan tanpa alasan, karena memang nasi
merupakan salah satu sumber karbohidrat.
Karbohidrat dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak,
menyumbang 70-80% sumber energi untuk aktivitas
manusia. Secara istilah karbohidrat berasal dari kata
hidrat karbon, didefinisikan sebagai senyawa yang
tersusun dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen yang
terdapat di alam. Masih ingatkah kamu materi
tentang unsur, senyawa dan molekul?

Gambar Makanan Sumber Karbohidrat Unsur merupakan zat yang tidak bisa
Sumber: www.dictio.id dipisahkan melalui reaksi kimia biasa serta
Pernahkah kamu makan nasi lauk mie, seperti memiliki sifat yang spesifik. Senyawa
gambar di atas?  Tahukah kamu bahwa mie merupakan gabungan dari dua unsur atau lebih
dengan perbandingan tetap dan memiliki sifat
juga sumber karbohidrat? Selain mie dan nasi
yang berbeda dengan sifat penyusunnya.
makanan apa yang merupakan sumber
Pojok Memori
karbohidrat?
4 | Organ dan Kelenjar Pencernaan
Handout Sistem Pencernaan

Karbohidrat ada tiga jenis yaitu gula, pati, dan serat. Gula ditemukan pada buah-buahan, madu,
dan susu. Pati ditemukan dalam kentang dan
makanan yang terbuat dari biji-bijian. Serat
didapatkan dari makanan seperti gandum atau
sereal, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.
Berdasarkan ukuran molekulnya karbohidrat dibagi
menjadi tiga, yaitu monosakarida, disakarida, dan
polisakarida (karbohidrat dalam bentuk gula).
Sementara dalam ilmu gizi karbohidrat dibedakan
menjadi kerbohidrat sederhana dan karbohidrat
kompleks. Karbohidrat memiliki peran yang sangat
esensial yaitu sebagai sumber energi tubuh, satu gram karbohidrat dapat menghasilkan energi
kurang lebih 4 kalori. Keberadaan karbohidrat sebagian berada pada sirkulasi darah untuk
keperluan energi, sebagian terdapat pada hati dan jaringan otot sebagai cadangan energi. Fungsi
lain karbohidrat diantaranya: melancarkan sistem pencernaan, mengoptimalkan fungsi protein,
mengatur metabolisme lemak, dan berperan sebagai pemanis alami.

Gambar Proses Pencernaan Karbohidrat dalam Tubuh


Sumber: www.ebiologi.net

5 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

2. Lemak
Lemak juga merupakan nutrisi yang
paling banyak dibutuhkan tubuh,
mencapai 20-40% dari total kebutuhan.
Satu gram lemak menghasilkan 9 kalori.
Seperti halnya karbohidrat, lemak juga
tersusun dari unsur karbon, hidrogen, dan
oksigen. Berdasarkan sumbernya lemak
dibedakan menjadi lemak nabati dan
hewani. Seperti namanya, lemak nabati Sumber: www.arenaterbaru.blogspot.com
merupakan lemak yang berasal dari biji-bijian (tumbuhan) seperti kedelai, dan minyak alami
seperti minyak biji anggur ataupun minyak kelapa. Lemak hewani merupakan sumber lemak yang
berasal dari hewan, contohnya minyak ikan, daging, ikan laut, susu, telur. Fungsi lemak bagi tubuh
adalah:
a. Sebagai cadangan energi
b. Pemelihara suhu tubuh, karena lapisan lemak di bawah kulit membantu tubuh m=untuk
mempertahankan panas
c. Pelindung organ tubuh vital, seperti jantung, hati, ginjal.
d. Alat angkut vitamin A, D, E, dan K
e. Mempertahankan rasa kenyang dan penambah kelezatan makanan
f. Pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan

TAHUKAH KAMU
Tidak hanya sifat manusia yang baik dan jahat,
lemak juga ada yang baik dan jahat. Lemak baik
adalah lemak yang membantu metabolisme,
berperan bagi tubuh, sementara lemak jahat
sebaliknya. Lemak menjadi jahat karena jika
dikonsumsi terlalu banyak bisa meningkatkan
resiko gangguan fungsi jantung, kolesterol, yang
bisa menyebabkan kematian. Karena itu, hati-hati
dengan lemak, jangan asal pilih makanan

3. Protein
Protein terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen (C, H, O, N), terdapat pula
unsur sulfur dan fosfor di dalamnya (P dan S). Semua unsur tersebut diperoleh melalui tumbuh-
tumbuhan (protein nabati) seperti kacang-kacangan terutama kedelai dan kacang hijau serta hasil
6 | Organ dan Kelenjar Pencernaan
Handout Sistem Pencernaan

olahannya (tempe tahu) dan melalui hewani (protein hewani) seperti daging, susu, telur, dan ikan.
Protein dibutuhkan kurang lebih 10% dari total kebutuhan kalori, satu gram protein dapat
menghasilkan 4 kalor. Protein memiliki fungsi esensial sebagai zat pembangun, dalam arti protein
membantu dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel dan jaringan tubuh. Fungsi lain protein
antara lain:
a. Pembentukan ikatan-ikatan yang
berfungsi dalam proses metabolisme tubuh
b. Mengatur keseimbangan air
c. Memelihara keseimbangan asam basa (pH)
dalam tubuh
d. Pembentukan antibodi, kemampuan
tubuh untuk mengurangi infeksi
e. Mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna
ke dalam darah
Sumber: www.marcelinapress.com

4. Vitamin
Vitamin diperlukan dalam jumlah yang sedikit, namun berperan penting dalam proses
metabolisme, karena vitamin tidak bisa dibentuk oleh tubuh, sumber masukan vitamin ke dalam
tubuh hanya berasal dari makanan. Menurut sifatnya, vitamin dibagi menjadi dua yaitu vitamin
yang larut dalam air, vitamin B dan C, dan vitamin yang larut dalam lemak, vitamin A, D, E, dan K.
Sumber vitamin banyak didapat dari buah-buahan dan sayu-sayuran.

Fungsi vitamin bagi tubuh adalah sebagai zat pengatur dan pemelihara. Tiap vitamin memiliki
tugas yang spesifik di dalam tubuh. Seperti vitamin A, berperan dalam pemeliharaan sel kornea
mata, membantu pertumbuhan tulang dan gigi, serta pengatur hormon tubuh. Berikut tabel jenis,
fungsi dan sumber makanan vitamin:
7 | Organ dan Kelenjar Pencernaan
Handout Sistem Pencernaan

Sumber: www.liza-akbar.blogspot.com

5. Mineral
Sama halnya seperti protein, unsur penyusun mineral adalah karbon, hidrogen, oksigen, dan
nitrogen (C, H, O, dan N), selain iu unsur mineral lainnya adalah kalsium (Ca), klorida (Cl), besi (Fe),
magnesium (Mg), Fosfor (P), Kalium (K), natrium (Na), dan sulfur (S). Tubuh manusia tidak bisa
memproduksi mineral, sehingga harus diperoleh dari makanan. Mineral diperlukan dalam jumlah
sedikit namun penting bagi tubuh, karena semua jaringan dan air dalam tubuh mengandung
mineral.

Mineral berfungsi sebagai zat pelindung dan pembangun, berperan dalam proses metabolisme
sebagai pereaksi enzim, komponen penting pembentukan darah, tulang, dan gigi. Mineral
dibedakan menjadi makro mineral dan mikromineral. Berikut tabel jenis mineral, fungsi, dan
sumbernya.

8 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

Sumber: www.lh3.googleusercontent.com

6. Air
Sebagian besar penyusun tubuh adalah
air, kurang lebih 60-70% berat badan orang
dewasa berupa air. Air berfungsi sebagai
pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur
suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan
membantu proses pencernaan makanan,
pelumas dan bantalan, media transportasi,
media pengeluaran sisa metabolisme.

DEHIDRASI
Merupakan penurunan total air dalam tubuh
karena ketidakseimbangan asupan cairan dan
jumlah cairan yang hilang. Tubuh akan
mengirimkan sinyal berupa sakit kepala, kulit
Sumber: www.p-not.com
kering, lebih lanjut menjadi demam, jantung
berdetak kencang dan berhenti berkeringat,
TAHUKAH KAMU
kemudian menjadi linglung, dan pingsan.

9 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

Bagaimana menguji kandungan bahan makanan


Kalian sudah mengetahui bahwa setiap makanan yang kita
konsumsi mengandung nutrisi. Kandungan nutrisi dalam berbagai
bahan makanan tersebut dapat diuji dengan menggunakan larutan
yang bereaksi postif atau menunjukkan tanda berupa perubahan
warna jika diteteskan pada bahan makanan yang diuji.

Uji karbohidrat
Adanya karbohidrat atau amilum dalam suatu bahan
makanan dapat diuji dengan menggunakan larutan lugol atau
larutan yang mengandung unsur iodium. Larutan ini akan memberi
warna pada pati karena interaksi iodium dengan struktur lingkar
polisakarida. Perubahan warna yang muncul ketika larutan ini
diteteskan pada bahan makanan yang mengandung pati adalah
warna biru gelap/hitam.

Uji Protein
Protein dalam suatu bahan makanan akan bereaksi positif dengan larutan biuret. Biuret
merupakan campuran NaOH dan CuSO4. Ikatan protein dengan biuret akan menghasilkan suatu
reaksi kompleks yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna pada bahan makanan yang
ditetesi menjadi ungu.

Uji Glukosa
Larutan benedict dapat digunakan untuk menunjukkan adanya glukosa dalam suatu
makanan, bahan makanan yang mengandung glukosa atau gula akan berubah warna menjadi merah
bata setelah ditetesi dengan benedict kemudian dipanaskan. Ketika larutan benedict dicampurkan
dan dipanaskan dengan bahan makanan yang mengandung glukosa terjadi pemecahan senyawa
glukosa, hasil pemecahan senyawa tersebut menghasilkan perubahan warna sebagai indikasi adanya
reaksi kimia.

Uji Lemak
Uji lemak dilakukan dengan sederhana, dengan menggunakan kertas. Ketika makanan yang
mengandung lemak dioleskan di atas kertas, kemudian akan menimbulkan bekas transparan ketika
dilihat di bawah cahaya pada kertas, maka makanan tersebut mengandung lemak.

10 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

B. ORGAN DAN KELENJAR PENCERNAAN


Setiap hari kamu pasti makan, bahkan sehari makan hingga 3 kali bukan? Tapi tahukah
kamu organ apa yang berperan dalam proses pencernaan? Selain organ ada juga kelenjar, coba
ingat kembali organ dan kelenjar apa yang berperan dalam sistem pencernaan dengan
melengkapi gambar berikut.

Makanan pertama kali diproses di dalam mulut, kemudian masuk kedalam kerongkongan,
lambung, usus halus dan usus besar, ditengah proses pencernaan pada organ tersebut, kelenjar turut
berperan untuk bersama-sama mengubah makanan yang padat menjadi keluaran dalam bentuk
energi ataupun berbagai zat-zat yang diperlukan tubuh.
1. Mulut
Di dalam mulut terdapat 3 bagian yang bekerja untuk memproses makanan, yaitu gigi,
lidah dan air ludah. Pencernaan yang terjadi di dalam mulut adalah pencernaan mekanik dan
kimiawi. Pencernaan mekanik terjadi ketika makanan dipotong-potong, dihancurkan menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil (bolus), sementara pencernaan kimiawi terjadi ketika makanan
berubah susunannya dari kompleks menjadi sederhana dengan bantuan enzim-enzim
pencernaan.
Di dalam rongga mulut makanan dikunyah oleh gigi dan lidah sedangkan air liur
diproduksi untuk membantu mendorong makanan ke lambung serta sebagai produksi enzim.

11 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

Bibir atas
Langit-langit bagian Anak lidah: jaringan yang menempel pada
depan (keras) langit-langit belakang

Tonsil: jaringan yang berbentuk bulat di


samping kanan-kiri
Langit-langit bagian
belakang (lunak)

Bagian dalam lidah


Lidah

Bagian bawah lidah, terdapat


Gusi kelenjar ludah di dekatnya
Bibir bawah

2. Faring, kerongkongan (esofagus) dan lambung kerongkongan


Setelah makanan lumat di mulut dan menjadi bolus, Otot berkontraksi
Otot berkontraksi
proses pencernaan kemudian menuju kerongkongan.
Sebelum kerongkongan terdapat saluran yang memanjang
dari bagian belakang rongga mulut dan bermuara di
kerongkongan. Kerongkongan merupakan saluran panjang
menuju lambung berbentuk tabung, berotot, dan berdinding
tebal. Ketika di kerongkongan terjadi gerakan peristaltik
atau gerakan meremas oleh otot dindingnya. KERONGKONGAN

3. Lambung
Lambung merupakan kantong besar yang
terletak di bagian atas rongga perut. Di dalam
lambung terdapat kardiaks, fungsu, korpus, dan
pilorus (gambar di samping). Pada lambung
kembali terjadi proses pencernaan mekanik dan
kimiawi. Di dalamnya terdapat enzim dan asam
lambung, yang berfungsi untuk membuat bolus
menjadi bubur (chyme) agar mudah diserap oleh usus. Enzim yang terdapat pada lambung
adalah pepsin, renin, asam klorida, dan lipase gastrik.

12 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

Bagian Usus Halus


4. Usus Halus
Usus halus merupakan saluran pencernaan
makanan yang paling panjang, terdiri dari usus dua
belas jari (doudenum), usus kosong (jejunum), dan usus
penyerapan (ileum). Permukaan usus halus terdapat
tonjolan-tonjolan yang berfungsi untuk memperluas
permukaan penyerapan. Usus halus berfungsi untuk
menyerap sari-sari makanan hingga terdistribusi oleh
darah.

5. Usus Besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon
transversum, dan kolon decendens dan berakhir pada rektum (anus). Kolon ascendens berfungsi
sebagai penyerap air dan nutrisi, kolon transversum dan kolon decendens berfungsi untuk
mendorong sisa pencernaan menuju rectum yang berfungsi sebagai penyimpanan sementara
limbah pencernaan sebelum dikeluarkan melalui anus.
Bagian Usus Besar

Sumber: www.dosenbiologi.com

Di antara usus halus dan usus besar terdapat sekum yang berfungsi untuk melakukan
penyerapan air dan juga garam yang tersisa di usus ketika proses pencernaan dan penyerapan
selesai. Pada sekum melekat usus buntu yang berperan sebagai salah sistem imunitas.

KELENJAR PENCERNAAN
Kelenjar pencernaan adalah organ di luar saluran pencernaan yang mengeluarkan enzim
untuk membantu mencerna makanan. Organ tersebut adalah pankreas, empedu, dan hati,
sebenarnya terdapat kelenjar ludah dan kelenjar lambung, namun karena keduanya terletak di
mulut dan lambung, yang merupakan organ pencernaan, maka pembahasan kelenjar pencernaan

13 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

hanya terbatas pada organ tersebut. Kelenjar pencernaan bekerja bersama-sama seiring dengan
kerja organ-organ pencernaan.

Pankreas
Pankreas terletak di rongga perut dekat lambung, pankreas menghasilkan enzim amilase,
tripsinogen, lipase, dan NaHCO3. Pankreas mengeluarkan enzim setelah diperintah oleh hormon
sekretin, ketika makanan masuk ke dalam usus besar. Enzim tersebut kemudian dialirkan menuju
duodenum.
Hati dan Kantong Empedu
Kantong empedu menempel pada hati, sebagai tempat menampung cairan empedu.
Empedu dihasilkan dari perombakan sel darah merah yang tua atau rusak oleh hati. Cairan
empedu dialirkan le dalam duodenum dipengaruhi oleh hormon kolesistokinin.

Setelah membaca mengenai penjelasan


organ dan kelenjar pencernaan, apakah
jawaban melengkapi organ dan kelenjar
kalian benar? Coba cocokkan 

14 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

C. PROSES PENCERNAAN
Pencernaan dimulai dari mulut, dimana terjadi proses pengunyahan terhadap makanan,
proses pengunyahan dibantu oleh air ludan dan lidah, air ludah mengandung enzim amilase
(ptialin). Enzim ini akan mengubah kandungan
karbohidrat (amilum) dalam makanan menjadi gula
Air liur bersifat melindungi, karena sederhana berupa maltosa, agar lebih mudah dicerna.
memiliki peran untuk membunuh Makanan yang sudah dikunyah terpecah menjadi
bakteri-bakteri yang ada dalam mulut.
bolus, sehingga mudah ditelan, dan masuk ke
kerongkongan.
Di dalam kerongkongan sebenarnya tidak terjadi proses pencernaan, karena kerongkongan
hanyalah jalan bagi makanan. Namun seperti yang dijelaskan pada gambar (lihat kembali bagian
kerongkongan) terjadi gerakan peristaltik di dalamnya. Gerakan peristaltik merupakan gerakan
otot dinding kerongkongan untuk mendorong masuk makanan ke lambung. Otot dinding lambung
mengalami kontraksi dan relaksasi, karena itu, meskipun kamu makan dalam keadaan tidur atau
badan yang terbalik (kepala di bawah dan kaki di atas) makanan akan tetap masuk ke dalam
lambung karena gerakan peristaltik ini.
Di lambung, makanan diproses kembali secara
mekanik dan kimiawi oleh gerakan otot lambung dan Nutrisi pada makanan perlu dipecah
enzim, menjadi bubur (chyme). Enzim yang bekerja di oleh enzim agar tubuh lebih mudah
dalam lambung adalah pepsin yang memecah protein menyerap dan mendistribusikannya.
menjadi pepton, lipase yang mengubah lemak menjadi
asam lemak dan gliserol, dan HCl yang berfungsi mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin
sekaligus membunuh kuman/ bakteri yang terbawa dalam makanan karena sifat asamnya. Saat
bayi, terdapat satu enzim di dalam lambung, yaitu renin yang berfungsi mengendapkan protein
susu (ASI), enzim tersebut tidak lagi bekerja setelah dewasa, karena konsumsi utama kita bukan
lagi susu.
Chyme perlahan bergerak menuju
Keasaman HCl (asam klorida) dalam lambung usus halus, proses pencernaan berhenti di
mampu membuat kulitmu terbakar, namun di usus halus, dalam artian disinilah nutrisi
dalam lambung terdapat lapisan lendir yang kemudian diserap dan didistribusikan oleh
melindungi permukaan lambung dan mencegah sel darah merah. Dalam usus halus terjadi
asam lambung berpindah ke bagian tubuh lain.
pencernaan kimiawi disinilah kelenjar
Itulah yang menyebabkan ketika muntah,
pankreas, hati dan empedu mulai bekerja.
kerongkongan menjadi perih, karena naiknya asam
lambung tersebut. Terdapat saluran pada duodenum yang
menjadi saluran bagi pankreas dan hati,

15 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

pankreas menghasilkan enzim tripsin yang berfungsi merombak protein menjadi asam amino.
Selain itu, pankreas juga menghasilkan amilase yang mengubah amilum menjadi maltosa, serta
lipase yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Hati menghasilkan getah empedu
yang berfungsi menghancurkan partikel-partikel lemak. Dalam duodenum chyme bercampur
dengan enzim-enzim tersebut hingga siap dicerna, pencernaan berlanjut ke jejeneum, kemudian
ileum untuk proses penyerapan. Permukaan usus halus terdiri dari jonjot (tonjolan-tonjolan)
sehingga permukaan penyerapan lebih luas. Molekul-molekul kecil hasil pencernaan makanan
akhirnya diserap, dan oleh sistem peredaran daran diedarkan ke seluruh tubuh.

Jonjot usus

Garam-garam
mineral diserap ke
Mikrovilus, aliran darah
memperluas
permukaan Feses/tinja
penyerapan

Ai r diserap ke
pembuluh darah
Umbai Cacing Rektum
(appendiks)
Pembuluh darah

Gambar Permukaan Usus Halus (kiri) dan Makanan dalam Usus Besar Manusia (kanan)
Sumbe: BSE kelas 8

Sisa makanan yang tidak dicerna kemudian masuk dalam usus besar. Sisa makanan tersebut
terdiri dari sejumlah besar air atau zat-zat makanan yang tidak bisa dicerna misalnya selulosa.
Didalam usus terdapat banyak mikroorganisme, seperti bakteri baik E.coli yang membantu proses
pembusukan sisa-sisa makanan dan juga terjadi proses penyerapan air. Akhirnya sisa makanan
tersebut tersimpan sementara dalam rektum ketika sudah cukup penuh otak akan
memerintahkan untuk mengeluarkannya dalam bentuk feses (tinja) melalui anus. Sekarang kamu
paham kan kenapa kentut itu berbau? 

D. GANGGUAN PENCERNAAN DAN UPAYA MENJAGA KESEHATAN


Sistem pencernaan dapat mengalami gangguan atau kelainan akibat infeksi bakteri,
keracunan makanan, atau kebiasaan pola makan yang tidak teratur dan kurang bernutrisi.
Berikut beberapa gangguan pada sistem pencernaan dan upaya untuk mencegah/ mengatasinya,
tapi sebelumnya bacalah cuplikan artikel berikut.

16 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

17 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Handout Sistem Pencernaan

Nama Penyakit : Infeksi Salmonela


Penyebab, gejala
Bakteri Salmonella dapat menyebabkan penyakit yang ditandai dengan buang air besar
secara terus-menerus, kram perut, muntah, demam dan sakit kepala. Bakteri ini
menginfeksi perut dan usus. Makanan yang kurang higienis atau tidak dimasak dengan
matang merupakan tempat yang baik untuk kontaminasi bakteri ini.

Jika mengalami demam dan infeksi yang serius, diperlukan antibiotik untuk
pengobatannya. Minum banyak air untuk mengurangi dehidrasi, jika diare bertambah
parah butuh cairan infus. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan : memasak
makanan seperti daging, telur dengan matang, menyimpan makanan dengan benar,
cuci tangan setelah dari toilet, hindari kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi
Pencegahan

Nama Penyakit : Diare


Penyebab, gejala
Diare bisa disebabkan karena beberapa hal seperti infeksi bakteri disentri, zat beracun,
atau makanan yang salah pada usus besar. Sehingga menyebabkan gangguan pada
proses penyerapan air di usus besar, sehingga sisa makanan yang dikeluarkan (feses)
masih banyak mengandung air (encer)

Diare dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Banyak miinum air putih
atau oralit untuk menghindari dehidrasi serta istirahat yang cukup. Jaga kebersihan
makanan dan tempatnya, hindari makanan yang terlalu pedas.
Pencegahan

Nama Penyakit : Gigi Berlubang, Karies


Penyebab, gejala
Bakteri jenis streptococcus yang dapat merubah karbohidrat pada mulut menjadi asam
laktat. Asam yang terbentuk lambat laun akan menghancurkan email gigi dan
menyebabkan berlubang. Sakit/ nyeri bagian gigi, akan terasa hingga kepala atau pegal
bagian pundak.

Gigi yang berlubang harus ditambal/ dicabut. Pencegahan dapat dilakukan dengan
menggosok gigi sebelum tidur dan sesudah sarapan.
Pencegahan

18 | Organ dan Kelenjar Pencernaan


Rangkuman

1. zat makanan adalah bahan-bahan penting berupa nutrisi dalam makanan yang di konsumsi
sehari-hari.
2. terdapat 6 jenin nutrisi dalam bahan makanan yakni : karbohidrat, lemak, protein, viitamin,
mineral dan air.
3. makanan memiliki fungsi sebagai berikut :
a) untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh
b) pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh yang telah rusak atau tua
c) pengatur metabolisme tubuh
d) penjaga keseimbangan cairan tubuh
e) pertahanan tubuh terhadap penyakit
f) penghasil energi
4. pengujian zat makanan menggunakan :
a) untuk menguji adanya zat tepung digunakan larutan iodium, dengan indikasi
warnanya berubah menjadi biru kehitaman.
b) untuk menguji adanya zat protein digunakan larutan biuret, dengan indikasi
warnanya berubah menjadi ungu
c) untuk menguji adanya zat gula digunakan larutan benedict, dengan indikasi setelah
di panaskan akan membentuk endapan orange
d) untuk menguji adannya zat lemak, digunakan kertas HVS, dengan indikasi kertas
berubah menjadi trasnparan
e) untuk menguji adanya vitamin C, digunakan larutan amilum iodida (larutan tepung
/amilum + iodida)
5. alat pencernaan makanan pada manusia terdiri atas: mulut kerongkongan, lambung, usus
halus dan usus besar.
6. kelainan atau penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan manusia antara lain:
gastritis, konsipasi/ sembelit, pangkreasitis, diare, flatus dan lain-lain.
Daftar Pustaka

Safitri. Ririn. 2016. Buku Siswa Biologi. Surakarta : CV. Mediatama


Surtiretna. Nina. 2006. Mengenal Sistem Pencernaan. Bandung: PT. Kiblat Buku Utama
Wandy.2012. Pencernaan manusia. https://wandylee.wordpress.com di akses 21
November 2016 19:30.
Sasrawan, Hedi.2012.System pencernaan pada manusia materi .
http://hedisasrawan.blogspot.co.id di akses 21 November 2016 19:35.
Admin. 2014. Digesti. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Bb1-Digesti.pdf (diakses
pada 18 November 2016, pukul 16.00)
susanto. ridlo. muhamad. 2017. keracunan massal ayam bakar balado di purbalingga
karena bakteri salmonella. purbalingga : KBR. https://kbr.id/nusantara/03-
2017/keracunan_massal__ayam_bakar_balado__di_purbalingga_karena_bakteri_salmonella/
89091.html (diakses pada 15 Agustus 2019, pukul 20 : 23)