Anda di halaman 1dari 112

METODE PELAKSANAAN

BELANJA MODAL GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
TAHUN ANGGARAN 2017

PTPP(Persero)Tbk.
Jl.Letjend.TB.Simatupang No. 57, Pasar Rebo - Jakarta 13760
Phone : (021) 840 3910 / 3944 - Fax : (021) 840 3936
PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 4

1.1 UMUM...................................................................................................... 4

1.2 DATA PROYEK ...................................................................................... 5

1.3 LOKASI PROYEK ................................................................................... 5

1.4 KONDISI EKSISTING ............................................................................ 6

1.5 OVER VIEW BANGUNAN .................................................................... 7

1.6 SITEPLAN................................................................................................ 8

1.7 LINGKUP PEKERJAAN ......................................................................... 8

1.8 STRUKTUR ORGANISASI MANAJEMEN PROYEK ....................... 14

BAB II METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN .................................................... 16

2.1 ALUR PEKERJAAN ( GENERAL FLOWCHART ) ........................... 16

2.2 GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN PEKERJAAN ..................... 16

BAB III URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN .................................................... 18

3.1 PEKERJAAN PERSIAPAN ................................................................... 18

3.1.1 PEMBUTAN PAPAN NAMA PROYEK .................................. 18

3.1.2 PENGADAAN AIR KERJA DAN LISTRIK KERJA ............... 18

3.1.3 PERALATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA ..................... 19

3.2 PELAKSANAAN PEKERJAAN ARSITEKTUR ................................. 20

3.2.1 PEKERJAAN PASANGAN BATA RINGAN........................... 20

3.2.2 PEKERJAAN PASANGAN BATA MERAH ............................ 23

3.2.3 PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN ............................... 27

3.2.4 PEKERJAAN LANTAI .............................................................. 31

3.2.5 PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA ..................................... 36

3.2.6 PEKERJAAN PLAFOND .......................................................... 38

3.2.7 PEKERJAAN SANITAIR .......................................................... 42

3.2.8 PEKERJAAN CAT ..................................................................... 50

PT. PP (Persero) Tbk. 2


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2.9 PEKERJAAN ATAP CANOPY ROOF GARDEN.................... 52

3.2.10 PEKERJAAN LAIN LAIN (SEPARATOR BEAM) ................. 53

3.3 PEKERJAAN MEKANIKAL ................................................................ 55

3.3.1 PEKERJAAN TATA UDARA ................................................... 55

3.3.2 PEKERJAAN ELEVATOR ........................................................ 58

3.4 PEKERJAAN ELEKTRIKAL ................................................................ 60

3.4.1. PEKERJAAN LISTRIK ............................................................. 60

3.4.2. PEKERJAAN FIRE ALARM ..................................................... 70

3.4.3. PEKERJAAN IP PHONE, IP CCTV, DATA & FIBER OPTIK 74

3.4.4. PEKERJAAN TATA SUARA.................................................... 79

3.5 PEKERJAAN BANGUAN PENUNJANG ............................................ 83

3.6 PEKERJAAN INTERIOR DAN MABELER ........................................ 84

3.7 PEKERJAAN LANSCAPE .................................................................... 89

BAB IV MANAJEMEN QSHE ..................................................................................... 91

1.1 KENDALI MUTU .................................................................................. 91

1.2 METODE K3 ........................................................................................ 104

1.3 SISTEM KOORDINASI PELAPORAN .............................................. 108

1.4 SHOP DRAWING & AS BUILT DRAWING..................................... 109

BAB V PENUTUP ....................................................................................................... 112

PT. PP (Persero) Tbk. 3


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 UMUM
Proyek ini merupakan paket pekerjaan Belanja Modal Gedung dan Bangunan
Berupa Pembangunan Graha Rektorat Tahap V Universitas Negeri Malang Tahun
Anggaran 2017. Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pekerjaan arsitektural dan
pekerjaan mekanikal elektrikal. Lokasi proyek ini di Jl. Semarang No.5 Malang, Jawa
Timur.
Waktu pelaksanaan pembangunan adalah 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender.
Waktu pekerjaan berdasarkan kontrak merupakan waktu yang cukup untuk
melaksanakan seluruh item pekerjaan. Konsep pendekatan BMW (Biaya, Mutu dan
Waktu) menjadi perhatian kontraktor pelaksana agar kualitas dan kuantitas pekerjaan
dapat dilaksanakan secara tepat dan sesuai spesifikasi pekerjaan.
PT PP (Persero) Tbk adalah Kontraktor Pelaksana Nasional yang telah
bersertifikat ISO 9001 untuk Quality Manajemen, sertifikat OHSAS untuk Safety
Manajemen dan Sertifikat ISO 14001 untuk Enviroment Manajemen, akan sangat
peduli dan memperhatikan Mutu Pekerjaan, Keamanan, Keselamatan dan Kenyamanan
baik Pekerja Proyek maupun masyarakat sekitar proyek.
Untuk meningkatkan mutu pekerjaan di lapangan PT. PP ( Persero) Tbk juga
menerapkan Manajemen Intregated Quality Improvement Program (IQIP) yaitu
program mentoring proyek dibawah koordinasi Manager Profesional (ManProf) yang
mana akan berkoordinasi dengan QCO Cabang untuk mendapatkan informasi kondisi
pekerjaan proyek secara obyektif. Untuk proyek-proyek dengan kualitas dibawah target
perusahaan akan diberi mentoring oleh ManProf. Dengan pengalaman-pengalaman
PT.PP ( Persero ) Tbk. yang telah mengerjakan proyek sejenis, maka kami yakin akan
dapat menyelesaikan proyek ini dengan baik dan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.
Setelah mempelajari kondisi medan kerja (0% pekerjaan) dan persyaratan
teknis dalam Dokumen Tender, dibuatlah metode pelaksanaan pekerjaan dengan
berpedoman pada jadwal waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan dan tahapan
pelaksanaan pekerjaan (sequence) yang logis dengan hari kerja berdasarkan hari efektif
dari hari kalender waktu pelaksanaan yang tersedia.

PT. PP (Persero) Tbk. 4


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1.2 DATA PROYEK


Nama Paket Pekerjaan : Belanja modal gedung dan bangunan berupa
Pembangunan Graha Rektorat Tahap V
Universitas Negeri Malang
Tahun Anggaran 2017
Alamat Pokja ULP : Jl. Semarang No.5 Malang, Jawa Timur
Sumber Dana : PNBP DIPA Universitas Negeri Malang Tahun
Anggaran 2017
Uraian Singkat Pekerjaan : Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi
pekerjaan arsitektural dan pekerjaan mekanikal
elektrikal
Waktu Pelaksanaan : 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender
Jenis Kontrak :
o Kontrak berdasarkan cara pembayaran : Termin
o Kontrak berdasarkan pembebanan : Tahun Anggaran 2017
o Kontrak berdasarkan sumber pendanaan : PNBP
o Kontrak berdasarkan jenis pekerjaan :Lump Sum dan harga
satuan
1.3 LOKASI PROYEK
Proyek pembangunan terletak di Jalan Semarang No.5 Malang, Jawa Timur. Lokasi
pekerjaan untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

gambar 1.1 Lokasi Proyek

PT. PP (Persero) Tbk. 5


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1.4 KONDISI EKSISTING


Berdasarkan survey lapangan, didapatkan dokumentasi kondisi eksisting yang ada saat
ini di lapangan sebagai berikut :

gambar 1.2 Kondisi eksisting

PT. PP (Persero) Tbk. 6


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1.5 OVER VIEW BANGUNAN


Gambar di bawah ini menunjukkan dari paket pekerjaan Belanja Modal Gedung
dan Bangunan Berupa Pembangunan Graha Rektorat Tahap V Universitas
Negeri Malang Tahun Anggaran 2017 yang akan dibangun. Data gambar gedung
yang akan dikerjakan, akan memberikan informasi dalam proses Metode Pelaksanaan.

gambar 1.3 Denah tampak dan potongan

PT. PP (Persero) Tbk. 7


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1.6 SITEPLAN
Berikut ini merupakan siteplan dari paket pekerjaan Belanja Modal Gedung dan
Bangunan Berupa Pembangunan Graha Rektorat Tahap V Universitas Negeri Malang
Tahun Anggaran 2017:

gambar 1.4 Siteplan


1.7 LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan paket pekerjaan Belanja Modal Gedung dan Bangunan Berupa
Pembangunan Graha Rektorat Tahap V Universitas Negeri Malang Tahun
Anggaran 2017 adalah :
1. Pekerjaan Arsitektur + Mekanikal Elektrikal Serta Penunjang
1.1 Pekerjaan Arsitektur
a. Persiapan
- Pembersihan lokasi
- Penyediaan air untuk bekerja
- Penyediaan listrik untuk direksi kiit dan barak pekerja
- Sewa gondola + mobdemob + opererator

PT. PP (Persero) Tbk. 8


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Sewa passenger hoist + operator + mobdemob


- Sewa genset 150 kva + bbm dan operator
- Papan nama proyek
b. Pekerjaan lantai semi basement
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela dan partisi
- Pek. Sanitari & fitting
c. Pekerjaan lantai dasar
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela dan partisi
d. Pekerjaan lantai dua
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela
e. Pekerjaan lantai tiga
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan atap canopy roof garden
- Pek. Kosen, pintu, jendela
f. Pekerjaan lantai empat
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela dan partisi
g. Pekerjaan lantai lima
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela dan partisi

PT. PP (Persero) Tbk. 9


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

h. Pekerjaan lantai enam


- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela dan partisi
i. Pekerjaan lantai tujuh
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela dan partisi
j. Pekerjaan lantai delapan
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela dan partisi
k. Pekerjaan lantai sembilan
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan lantai
- Pekerjaan plafond
- Pek. Kosen, pintu, jendela dan partisi
l. Pekerjaan lain-lain
- Struktur baja passanger lift
1.2 Pekerjaan Mekanikal - Elektrikal (M&E)
a. Sub bidang pekerjaan tata udara VRV Inverter System
b. Pekerjaan Lift ( Elevator )
c. Pekerjaan Gondola
d. Pekerjaan listrik dan instalasi
e. Pekerjaan Stand By Diesel Genset 1 X 650 Kva
f. Pekerjaan Pengindera Api ( Fire Alarm )
g. Pekerjaan Pengadaan Core Switch, Access Switch, Dan Access
Point
h. Sound System
i. IP PBX
j. IP CCTV System

PT. PP (Persero) Tbk. 10


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

k. pekerjaan instalasi FO
1.3 Pekerjaan Bangunan Penunjang
a. Pek. Atap canopi ramp
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan beton
- Pekerjaan dinding
- Pekerjaan baja
- Pekerjaan atap panel
b. Rumah genset
- Pekerjaan persiapan
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan beton
- Pekerjaan pasangan
- Pekerjaan pintu dan jendela
- Pekerjaan pengecatan
- Pekerjaan sanitair
2. Pekerjaan Interior Dan Mebeler
a. Pekerjaan persiapan
b. Pekerjaan interior lantai dasar
- Pekerjaan stiker sandblasting
- Pek. Mebeler dan interior ruang
c. Pekerjaan interior lantai dua
- Pekerjaan partisi dan stiker sandblasting
- Pek. Mebeler dan interior ruang
d. Pekerjaan interior lantai tiga
- Pekerjaan stiker sandblasting
- Pekerjaan partisi
- Pek. Mebeler dan interior ruang
e. Pekerjaan interior lantai empat
- Pekerjaan stiker sandblasting
- Pekerjaan partisi
- Pek. Mebeler dan interior ruang
f. Pekerjaan interior lantai lima
- Pekerjaan stiker sandblasting

PT. PP (Persero) Tbk. 11


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Pekerjaan partisi + pintu ruang partisi


- Pek. Mebeler dan interior ruang
g. Pekerjaan interior lantai enam
- Pekerjaan stiker sandblasting
- Pekerjaan partisi + pintu ruang partisi
- Pek. Mebeler dan interior ruang
h. Pekerjaan interior lantai tujuh
- Pekerjaan stiker sandblasting
- Pekerjaan partisi
- Pek. Mebeler dan interior ruang
i. Pekerjaan interior lantai delapan
- Pekerjaan stiker sandblasting
- Pekerjaan partisi
- Pek. Mebeler dan interior ruang
j. Pekerjaan interior lantai sembilan
- Pekerjaan stiker sandblasting
- Pekerjaan partisi dan backdrop
- Pek. Mebeler dan interior ruang

3. Pekerjaan Bangunan Landcsape


a. Pekerjaan persiapan
b. Pekerjaan plaza depan (abdi negara)
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan pasangan dan lantai
- Pekerjaan pot bunga
- Pekerjaan tiang bendera
c. Pekerjaan sclupture, dinding relief (sejarah um)
- Pekerjaan persiapan
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan pot bunga
- Pekerjaan bangku taman
- Pekerjaan kolam pinggir
- Pekerjaan kolam tengah
- Pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing

PT. PP (Persero) Tbk. 12


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

d. Pekerjaan plaza belakang (abdi mahasiswa / masyarakat)


- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan pasangan
- Pekerjaan taman
- Pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing
e. Pekerjaan pola paving
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan paving
f. Pekerjaan saluran air keliling bangunan
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan saluran
g. Pekerjaan parkir vip
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan beton dan pasangan
- Pekerjaan struktur atap
- Pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing
h. Pekerjaan taman
- Taman parkir depan
- Taman parkir vip
- Taman parkir sepeda
- Taman parkir motor
- Taman parkir bus
- Taman keliling bangunan
- Pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing

PT. PP (Persero) Tbk. 13


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1.8 STRUKTUR ORGANISASI MANAJEMEN PROYEK


Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan ditangani oleh tenaga-
tenaga ahli PT. PP (Persero) Tbk yang sudah berpengalaman dalam mengerjakan
proyek-proyek besar, sehingga keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan benar-benar
terjamin sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak. Disamping itu, tenaga-
tenaga pendukung yang akan diikutsertakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini
merupakan tenaga-tenaga terampil yang telah dibina kemampuan dan produktifitasnya
dalam pelaksanaan proyek-proyek besar, dengan berpedoman pada Sistem Manajemen
Mutu ISO 9001:2000.
Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin Project
Manager, dibantu oleh Site Engineer Manager dan Site Operasional Manager dengan
beberapa tenaga staf Teknik & Lapangan yaitu bagian struktur, arsitek, interior, MEP
dan didukung tenaga-tenaga terampil dan ahli. Tim tersebut juga didukung oleh bagian
Logistik, Personalia, dan Keuangan yang diberi wewenang penuh oleh perusahaan
dalam melaksanakan proyek ini sehingga dapat berhasil baik sesuai dengan yang
diharapkan. Project Manager memimpin semua kegiatan proyek, baik di bidang
administrasi, teknik dan lain-lain.Untuk masalah teknik, Engineering dan Quality
Advisor & Quality Control, dibantu oleh SEM beserta stafnya. Untuk urusan keuangan,
administrasi umum dan personalia dibantu oleh SAM beserta stafnya. Urusan logistik
dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik. Untuk standar mutu dibantu oleh staf
pengendali mutu. Untuk pelaksanaan operasional lapangan dibantu oleh Site Operation
Manager, Site beserta staffnya seperti Pelaksana, Asiten Pelaksana, Surveyor serta
tenaga terampil yang berpengalaman. Secara Organisasi, Project Manager bertanggung
jawab langsung kepada Kepala Cabang, Kepala Divisi Operasi, Direktur Utama PT. PP
(Persero) Tbk yang bertindak sebagai pengelola operasional perusahaan dan
bertanggung jawab langsung kepada Direksi PT. PP (Persero) Tbk.

PT. PP (Persero) Tbk. 14


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PT. PP (Persero) Tbk. 15


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB II
METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN

2.1 ALUR PEKERJAAN ( GENERAL FLOWCHART )

gambar 2.1 General Flowchart Pelaksanaan Pekerjaan

2.2 GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN PEKERJAAN


Setelah Kontraktor menerima SPMK (Surat perintah Mulai Kerja) dan serah terima
lahan, secara garis besar Kontraktor akan melakukan pekerjaan sebagai berikut :
1. Kontraktor melakukan pekerjaan Persiapan yaitu diantaranya sebagai berikut :
a. Sebelum memulai pekerjaan persiapan, pelaksana pekerjaan akan
memberitahukan kepada Manajemen Konstruksi guna pemeriksaan awal dan
izin pelaksanaan pekerjaan.
b. Koordinasi dengan direksi pengawas atau pihak yang terkait dengan proyek
ini.
c. Mobilisasi peralatan dan personil (tenaga) kerja termasuk pendataan
personil dan tenaga kerja untuk pembuatan perlengkapan kerja termasuk
baju proyek dan name tag.

PT. PP (Persero) Tbk. 16


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

d. Membuat fasilitas – fasilitas sementara yang mendukung pelaksanaan


pekerjaan proyek sesuai persetujuan direksi.
e. Berkoordinasi dengan instansi setempat dan penduduk setempat, sehingga
diharapkan tercapainya kondisi yang baik saat proyek berlangsung tanpa
mengganggu lingkungan sekitar.
f. Melakukan pekerjaan pengukuran untuk cek posisi bangunan pada gambar
tender, terhadap kondisi lapangan. Kemudian dari hasil pengkuran diplotkan
ke dalam gambar kerja sebagai shop drawing, setelah mendapatkan
persetujuan dari pemberi tugas.
2. Pekerjaan selanjutnya adalah pekerjaan utama untuk proyek ini yaitu pekerjaan
arsitek, pekerjaan mekanikal dan elektrikal serta penunjang
3. Pekerjaan arsitek dimulai dari lantai semi basement sampai dengan lantai atap
diikuti dengan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
Ketika pekerjaan plafond lantai 2 telah selesai , maka pekerjaan interior dan
mebeler mulai masuk dan bersamaan dengan pekerjaan interior masuk, pekerjaan
landscape pun di mulai
4. Seluruh urutan pekerjaan dan schedule pelaksanaan masing – masing pekerjaan
tercantum dalam lampiran Schedule Pekerjaan dalam bentuk Barchart (terlampir).
Semua tahapan pekerjaan diatas mengacu pada spesifikasi teknis dan koordinasi dengan
Manajemen Konstruksi terkait dengan ijin pelaksanaan, shop drawing, material bahan
yang digunakan, peralatan kerja, serta manajemen safety dan quality control. Selama
masa pekerjaan dilaksanakan PT. PP akan menerapkan manajement QSHE proyek.
Karena dalam pelaksanaan pekerjaan diperlukan beberapa manajemen sebagai
penunjang untuk mencapai quality target pelaksanaan proyek diantaranya yaitu
Manajemen Kualitas, Manajemen K3, Manajemen Lingkungan hingga Manajemen
Pemeliharaan. Penjelasan secara ringkas mengenai metode pada kelompok pekerjaan
dan manajemen pengelolaan dijelaskan dalam bagian-bagian selanjutnya. Seluruh
pekerjaan proyek ini, di rencanakan selesai dalam kurun waktu 210 (Dua Ratus
Sepuluh) hari kalender.

PT. PP (Persero) Tbk. 17


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB III
URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

3.1 PEKERJAAN PERSIAPAN


Pekerjaan persiapan dilaksanakan sebelum masa pelaksanaan konstruksi.
Pelaksanaan pekerjaan persiapan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh suatu
hasil yang efisien, namun bisa mencakup segala pekerjaan yang diperlukan untuk
pelaksanaan proyek tersebut. Sebelum memulai pekerjaan persiapan, pelaksana pekerjaan
akan memberitahukan kepada Manajemen Konstruksi guna pemeriksaan awal dan izin
pelaksanaan pekerjaan. Waktu pemberitahuan 2x24 jam sebelum memulai pekerjaan.
Pekerjaan persiapan untuk proyek
ini meliputi :
a. Pembersihan lokasi
b. Penyediaan air untuk bekerja
c. Papan nama proyek
d. Mobilisasi dan demobilisasi

3.1.1 PEMBUTAN PAPAN NAMA PROYEK


Papan nama proyek akan ditempatkan pada posisi depan lahan dapat terlihat
dan terbaca dari lingkungan luar site. Bahan dan bentuk papan nama dibuat
sesuai dengan spesifikasi atau standar PT. PP (Persero) Tbk yang telah
disetujui oleh Pemberi Tugas dan Manajemen Konstruksi.

3.1.2 PENGADAAN AIR KERJA DAN LISTRIK KERJA


Penyediaan air kerja selama masa pelaksanaan konstruksi menggunakan
sumur dan PDAM. Sedangkan penyediaan listrik kerja menggunakan genset
atau PLN. Penyediaan air dan listrik kerja ini dilaksanakan setelah
mendapatkan persetujuan dari Konsultan Perencana dan Manajemen
Konstruksi.

PT. PP (Persero) Tbk. 18


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.1.3 PERALATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA


Mobilisasi dan demobilisasi peralatan kerja akan menyesuaikan dengan
schedule pekerjaan yang telah disetujui. Peralatan kerja yang akan digunakan
dalam diantaranya :

No. Jenis Fasilitas / Peralatan / Perlengkapan Jumlah

1 Passanger hoist 1 unit


2 Mobil Pick Up 1 unit
3 Dump Truck 5 unit
4 Scaffolding 2000 unit
5 Mesin Las 1 unit
6 Genset 150 KVA 1 unit
7 Beton Molen 2 unit
8 Bar Bender 1 unit
9 Bar Cutter 2 unit
10 Concrete Vibrator 1 bh
11 Water tanker 1500 liter 2 bh
12 Stamper 1 bh
13 Theodolite 1 unit
14 Waterpass 1 unit
15 Total Station 1 unit
16 Gondola 250 – 500 kg 1 unit
17 Fusion Splicer 1 unit
18 OTDR/optical time domain reflectometer 1 unit
19 Optical Power Meter 1 unit
20 Mini Excavator 1 unit
21 Baby Roller 1 ton 1 unit

PT. PP (Persero) Tbk. 19


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2 PELAKSANAAN PEKERJAAN ARSITEKTUR


3.2.1 PEKERJAAN PASANGAN BATA RINGAN
Dalam Pekerjaan Pasangan Bata, yang digunakan sebagai penutup dinding adalah
batu bata ringan

MULAI

MARKING SESUAI SHOP DRAWING A


PERBAIKI
LANJUTKAN PS BATA
CEK PANJANG , TIDAK
LEBAR DAN LUASAN
RATAKAN
OK
PASANG ACUAN DAN BENANG KELURUSAN
KETINGGIAN 1 METER

PERBAIKI
PASANG TARIKAN BENANG DAN BUAT BOWPLANK
CEK POSISI ELEVASI TIDAK
& KELURUSAN

PASANG BATA AWAL SEBAGAI OK


ACUAN PERBAIKI

SELESAI
TIDAK
CEK KELURUSAN

OK

Gambar 4.1 Flowchart urutan pek. Pasangan dinding

 CARA PELAKSANAAN PEKERJAAN


Dalam Pekerjaan Pasangan Bata, yang digunakan sebagai penutup
dinding adalah batu bata ringan.Metode Pelaksanaan Pekerjaan Batu Bata Ringan
sebagai berikut :
• Siapkan sloof pondasi dan periksa kerataan dan mutu pengecoran betonnya.
• Tarik benang antara sudut-sudut dinding untuk menentukan posisi dan
kerataan dinding (Gunakan 'waterpas‘ untuk menyamakan ketinggian benang
dan gunakan 'theodolite' bila diperlukan)
• Untuk lapisan dasar, gunakan adukan mortrar Tebarkan adukan tersebut
secara merata.
• Gunakan cetok untuk merapikan kelebihan adukan di sepanjang tepian.
• Letakkan blok yang sudah diceri 'thin bed mortar' atau setara di ujung dinding
tepat pada pertemuan benang. Tekan hingga ketebalan
• Adukan 10 mm. Periksa kembali level blok dengan menggunakan 'waterpas'.
Lakukan langkah yang sama untuk setiap ujung dinding.

PT. PP (Persero) Tbk. 20


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

• Untuk merekatkan bagian vertikal blok digunakan 'thin bed mortar'.


• Setelah meletakkan blok pada masing-masing ujung dinding, letakkan blok
lapis kedua dengan 'thin bed mortar'. Langkah ini penting untuk dudukan
benang dan mencegah pergerakkan blok di ujung dinding pada saat
meletakkan blok-blok lain pada lapis pertama.
Penting :
- Untuk pasangan blok Bata ringan harus menggunakan sistem thin bed
mortar, agar manfaat produk beton ringan aerasi dapat diperoleh.
- Blok-blok dan panel Bata ringan di lokasi proyek harus dilindungi dari
air dan hujan.

• Campur 'thin bed mortar' dengan air dalam sebuah ember. Penggunaan 'mixer'
akan menghasilkan campuran adukan yang lebih baik. Perbandingan 'thin bed
mortar' dan air sesuai petunjuk pemakaian pada kemasan. Pada saat hari terasa
amat panas, tambahkan sedikit lebih banyak air dari takaran yang disarankan,
untuk menghindari adukan cepat kering. Bilamana campuran mulai mengering
tambahkan air ke dalam bak dan aduk kembali. Sebelum memulai campuran
baru, bersihkan ember terlebih dahulu dengan air untuk mencegah adukan lama
mempercepat waktu pengeringan campuran pasangan yang baru. Jangan
menggunakan lagi adukan sisa yang berjatuhan.
• Dengan menggunakan sikat halus, bersihkan permukaan blok setiap kali akan
memasang lapis baru.

PT. PP (Persero) Tbk. 21


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

• Rentangkan benang dari ujung dinding ke ujung dinding yang lain. Gunakan
cetok khusus dengan lebar yang sesuai dengan lebar blok. Letakkan 'thin bed
mortar' pada arah vertikal terlebih dahulu, baru kemudian arah horisontal.
Tebarkan adukan secukupnya untuk satu blok saja. Pastikan pasangan 'thin bed
mortar' menutup selebar permukaan blok.
• Pada saat meletakkan blok, angkat permukaan blok yang menghadap adukan
vertikal dan mulai letakkan sisi blok yang berlawanan terlebih dahulu.

• Setelah blok diletakkan, rapatkan dengan palu karet secara merata. Langkah ini
sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh permukaan blok sudah tertutup
dengan 'thin bed mortar' (tbm). Pastikan palu jangan terlalu keras supaya tbm
tidak keluar. Jaga ketebalan tbm antara 1 - 2 mm setelah blok direkatkan.
• Kelebihan thin bed mortar pada permukaan dinding, dibersihkan dengan
menggunakan cetok biasa dan sisa tbm ini dapat digunakan untuk mengisi blok-
blok yang patah ujungnya atau berlubang. Dianjurkan melakukan langkah ini
sesudah memasang setiap lapis blok daripada menunggu tembok jadi
seluruhnya. Membiarkan kelebihan pasangan yang mengeras setelah lewat satu
malam menunjukkan pekerja lapangan yang tidak trampil.
1. Bilamana ada penonjolan blok pada permukaan dinding, dapat diratakan dengan
menggunakan garukan perata (gambar a). Pecahan blok dapat dimanfaatkan
untuk meratakan kelebihan adukan (gambar b). Kalau permukaan dinding akan
ditutup dengan 'plasterboard', maka yang diperlukan agar rata adalah dengan
menggunakan garukan perata/'levelling scraper'. Amplas tidak diperlukan.
Untuk menghaluskan permukaan yang luas, dapat menggunakan papan amplas
(gambar c).

PT. PP (Persero) Tbk. 22


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 ALAT DAN BAHAN PEKERJAAN :


Alat yang digunakan:
• Meteran • Trowel /Cethok
• Waterpass • Tempat Adukan
• Penggaris Siku • Sekop
• Ember • Gerobak Dorong
• Jidar Alumunium • Palukaret
• Benang • Gerinda Potong
• Gerobak Dorong • Roskam Kayu / Besi
• Sikat • Kertas Semen
Bahan yang digunakan:
• Batu Bata Ringan
• Motar
• Semen
• Pasir
PENGENDALIAN RESIKO TERHADAP K3 ATAS PEKERJAAN PASANGAN BATA :
 IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3
 Tertimpa batu bata ( Luka Ringan )
 Tertimpa peralatan pekerjaan ( Luka Ringan )
 Terbentur tembok pekerjaan ( Luka Ringan )
 Terciprat semen mortar ( Luka Ringan )
 PENGENDALIAN RESIKO K3 :
 Membuat Safety Line Area
 Membuat Pagar atau rambu pelindung
 Memakai alat pelindung diri lengkap
 Adanya panduan tentang keamanan pekerjaan

3.2.2 PEKERJAAN PASANGAN BATA MERAH


Lingkup pekerjaan meliputi :
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan – bahan, peralatan dan alat bantu untuk
melaksanakan pekerjaan ini sehingga didapat hasil pekerjaan yang baik dan
sempurna.

PT. PP (Persero) Tbk. 23


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

b. Menyediakan bahan untuk pekerjaan pasangan bata, penyediaan tempat yang


akan didirikan dinding dan melaksanakan pekerjaan pemasangan batu bata
untuk pembuatan dinding atau lainnya, satu dan hal lain sesuai dengan yang
tertera dalam gambar denah dan potongan.
 ALAT DAN BAHAN
Alat yang dipergunakan :
• Meteran • Trowel /Cethok
• Waterpass • Tempat Adukan
• Penggaris Siku • Sekop
• Ember • Gerobak Dorong
• Jidar Alumunium • Palu karet
• Benang • Gerinda Potong
• Gerobak Dorong • Roskam Kayu / Besi
• Sikat • Kertas Semen

 TENAGA KERJA
1 Grup terdiri dari :
• Tukang Batu = 4 orang
• Pekerja / Buruh = 8 orang

 BAHAN YANG DIGUNAKAN


 batu bata merah
 pasir & semen
 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PT. PP (Persero) Tbk. 24


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Tahapan Pekerjaan :
1. Peralatan disiapkan dan diatur sebagaimana dalam site organisasi peralatan,
dengan jarak kira-kira 60 cm dari dinding yang akan dibuat
2. Dibuat profil pada tiap sudut bangunan atau tempat-tempat yang telah
ditentukan. Profil dibuat dari kayu kaso yang telah diserut lurus, berfungsi
sebagai patokan ketegakan pasangandinding sehingga profil harus benar-benar
tegak/vertikal. Profil diperkuat dengan kayu lain agar tetap ditempatnya selama
pelaksanaan pasangan
3. Profil-profl diberi tanda setiap ketebalan bata dan adukan / siar +/- 7 cm.
Pasangan bata dicheck kelurusannya dengan waterpass.Gunakan pensil untuk
menandai profil-profil tersebut
4. Pasang benang untuk setiap lapis (atau dua lapis) dari profil ke profil untuk
mengontrol kelurusan horisontal pasangan.
5. Bata direndam dulu sampai gelembung udara hilang (kira-kira 2 – 8 menit)
sebelum dipakai untuk mengurangi absorbsi
6. Ambil bata dan adukan pada saat yang bersamaan, kira-kira cukup untuk
pemasangan satu buah bata
7. Pemasangan Bata dengan garsi bantu benang per 1 m ketinggian bata
8. Adukan diratakan pada tempat untuk pemasangan bata tersebut, terutama bagian
depannya
9. Bata diletakkan dengan cara seperti pesawat terbang yang mendarat (dari
belakang kedepan) sambil ujung depannya menggaruk / mendorong adukan
sehingga cukup untuk mengisi nad vertikalnya dan ada spesi yang tertekan
keluar yang berarti nad vertikal benar-benar terisi penuh. Pengisian nad vertikal
dari atas setelah bata diletakkan tidak menjamin bahwa nad benar-benar terisi
dan tidak ada rongga udara. Keruk tumpahan / sisa adukan dengan
menggunakan sendok aduk.
10. Untuk pemasangan bata yang terakhir, bata tersebut diberi adukan terlebih
dahulu sehingga tidak perlu penggeseran maupun penambahan mortar
11. Pada tiap pertemuan pasangan dengan kolom diberi angker dengan jarak antar
angker +/- 15 lapis pasangan
12. Angker-angker kusen (jika ada ) dicor dengan beton pada pasangannya.

PT. PP (Persero) Tbk. 25


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

13. Pemasangan batu bata dihentikan pada ketinggian 1 meter untuk memberi
kesempatan pasangan tersebut mengering, sementara itu kolom praktis
dibutuhkan setiap luas dinding 12 m2
14. Bersihkan pasangan bata dan rapihkan dengan memakai sendok adukan.
15. Rapihkan semua siar-siar / nad-nad mendatar maupun tegak dengan besi bulat
atau kayu

 PENGENDALIAN RESIKO TERHADAP K3 ATAS PEKERJAAN


PASANGAN BATA
IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3
 Tertimpa batu bata ( Luka Ringan )
 Tertimpa peralatan pekerjaan ( Luka Ringan )
 Terbentur tembok pekerjaan ( Luka Ringan )
 Terciprat semen mortar ( Luka Ringan )
PENGENDALIAN RESIKO K3 :
 Membuat Safety Line Area
 Membuat Pagar atau rambu pelindung
 Memakai alat pelindung diri lengkap
 Adanya panduan tentang keamanan pekerjaan

PT. PP (Persero) Tbk. 26


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2.3 PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN


Pada proyek ini seluruh bangunan melaksanakan pekerjaan plesteran dan acian.
 Alat dan Bahan
 Alat yang digunakan:

• Meteran • Trowel /Cethok


• Waterpass • Tempat Adukan
• Penggaris Siku • Sekop
• Ember • Gerobak Dorong
• Jidar Alumunium • Palukaret
• Benang • Gerinda Potong
• Gerobak Dorong • Roskam Kayu / Besi
• Sikat • Kertas Semen

 Bahan yang digunakan


Mortar instan
 Tenaga Kerja

• Tukang plester dan aci


• Pekerja / Buruh

 METODE PELAKSANAAN

PT. PP (Persero) Tbk. 27


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Metode Pelaksanaan Plesteran diantaranya sebagai berikut :


1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor akan memberitahukan kepada Konsultan
Pengawas / Direksi guna pemeriksaan awal dan ijin pelaksanaan pekerjaan
2. Periksa kelengkapan gambar
3. Sebelum memulai plaster hal-hal dibawah ini harus sudah selesai, diantaranya
pipa conduit, sparing & perpipaan ME (serta perkuatan) Cocokan kenyataan
dilapangan dengan shopdrawing.
4. Periksa jika ada permukaan beton, maka harus dikasarkan dengan ditarik dengan
jarak sekitar 5 cm sampai 90% dari keseluruhan permukaan beton yang akan
diplester, sambungan dg bata perlu dipasang kawat ayam
5. Periksa penerangan yg cukup, jelas terlihat tarikan benang & garis marking
6. Periksa penggunaan alat yang benar seperti mal, jidar aluminium & siku besi
untuk sudutan
7. Buat kepalaan & klabangan, cek dengan lot & jidar aluminium
8. Basahi permukaan bata / beton dengan air secukupnya
9. Proteksi (tutup) lobang socket / saklar sementara dengan kertas
10. Kamprot merata pada permukaan dinding, untuk beton dahului dengan olesan
calbond, termasuk instalasi M & E (no.2)
11. Periksa pelaksanaan plester tidak melebihi 2 hari sejak dibuat kepalaan /
kelabangan serta 1 hari sejak dari kamprotan guna mencegah perbedaan muai /
susut yang mengakibatkan keretakan, dicek identifikasinya dengan tulisan kapur
didinding, dan lain-lain
12. Periksa proporsi adukan plester
13. (Jika menggunakan campuran pasir, pastikan kadar lumpur <5%)
14. Plaster permukaan dinding yang terkamprot (basahi terlebih dahulu) secara
bertahap antar klabangan, ratakan dengan jidar aluminium
15. Potong batas bawah & atas plaster sesuai ukuran dalam shop drawing
16. Setelah plaster selesai, perlu curing minimal 1x sehari dalam waktu 3 hari

PT. PP (Persero) Tbk. 28


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 MANAJEMENT QUALITY

PT. PP (Persero) Tbk. 29


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 Hasil pekerjaan plesteran

 PENGENDALIAN RESIKO TERHADAP K3 ATAS PEKERJAAN


PLESTERAN :
 IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3
a. Terpeleset air acian ( Luka Ringan )
b. Tertimpa peralatan pekerjaan ( Luka Ringan )
c. Terbentur tembok pekerjaan ( Luka Ringan )
d. Terciprat semen mortar ( Luka Ringan )
 PENGENDALIAN RESIKO K3 :
a. Membuat Safety Line Area
b. Membuat Pagar atau rambu pelindung
c. Memakai alat pelindung diri lengkap
d. Adanya panduan tentang keamanan pekerjaan

PT. PP (Persero) Tbk. 30


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2.4 PEKERJAAN LANTAI


 Alat dan Bahan yang digunakan :
 Alat yang dipergunakan :
o Jidar aluminium.
o Bak air ( ember ).
o Tempat dudukan / tatakan keramik.
o Benang atau senar
o Palu karet.& sendok spesi.
o Waterpass & Sekop.
o Busa / spon
o Kain / lap basah
 Bahan yang dipergunakan :
o Keramik
o Mortar instan
o Air.
o Additive
 Tenaga yang digunakan :
o Pekerja / tukang
o Buruh
 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
:

Gambar 4.2 Flowchart pekerjaan keramik ( Homogenus Tile )

PT. PP (Persero) Tbk. 31


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor akan memberitahukan kepada Konsultan


Pengawas / Direksi guna pemeriksaan awal dan ijin pelaksanaan pekerjaan
2. Siapkan peralatan dan bahan - bahan yang akan digunakan.
3. Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain - lain
4. Sortir homogenous agar menghasilkan keseragaman ukuran / dimensi, presisi,
warna.
5. Rendam homogenous yang akan dipasang kedalam bak air(ember) selama 1
jam.
6. Homogenous dianginkan dengan cara diletakan pada tempat tatakan homogenous,
setelah proses perendaman.
7. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini untuk
seluruh kesatuan.
8. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada shop
drawing.
Kedudukan benang harus datar dan siku, apabila dinding yang ada
adalah dinding homogenous, maka kedudukan nad lantai harus disesuaikan
dengan yang ada pada dinding.

PT. PP (Persero) Tbk. 32


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

9. Pasang homogenous sebagai pasangan kepalan


10. Cek kesikuan homogenous dengan besi siku dan kerataan elevasi
homogenous dengan waterpass.
11. Isi bagian / daerah permukaan lantai yang lainnya dengan adukan / spesi.
12. Setelah itu pasang homogenous berikutnya sesuai posisinya sampai selesai,
usahakan supaya tidak ada las - lasan.
13. Jika homogenous sudah terpasang semua, ketuk permukaan homogenous dengan
palu karet untuk men-datarkan / meratakan permukaan homogenous supaya
tidak rusak / cacat.
14. Setelah itu cek kerataan elevasi homogenous dengan waterpass.
15. Bersihkan permukaan pasangan homogenous yang telah terpasang dengan kain /
lap basah sampai bersih.
16. Untuk menghindari naiknya lantai (menggelembungnya lantai) maka buatlah
delatasi.

PT. PP (Persero) Tbk. 33


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PT. PP (Persero) Tbk. 34


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar 2. 1 Hasil pekerjaan keramik ( Homogenus Tile )

PT. PP (Persero) Tbk. 35


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2.5 PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA


 Alat dan Bahan yang digunakan :
 Peralatan yang dipergunakan :
o Baji Karet
o Palu
o Obeng
 Bahan yang digunakan :
o Kusen aluminium
o Daun pintu / jendela ( setelah dipasang kaca )
o Fischer
o Skrup
o Mortar / semen / sealant
o Vaseline / isolasi kertas / plastik

 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PT. PP (Persero) Tbk. 36


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 PENGENDALIAN RESIKO TERHADAP K3 PEKERJAAN KOSEN PINTU


DAN JENDELA:
 IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3
a. Terjepit pintu dan jendela ( Luka Berat )
b. Tertimpa peralatan pekerjaan ( Luka Ringan )
c. Terbentur jendela atau tertimpa pintu ( Luka Berat )
d. Tergores besi metal ( Luka Ringan )
 PENGENDALIAN RESIKO K3 :
a. Membuat Safety Line Area
b. Membuat Pagar pelindung
c. Memakai alat pelindung diri lengkap
d. Adanya panduan tentang keamanan pekerjaan

PT. PP (Persero) Tbk. 37


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2.6 PEKERJAAN PLAFOND


 Alat dan Bahan
 Alat yang digunakan :

 Amplas.
 Benang untuk cek kelurusan.
 Obeng.

 Bahan yang digunakan:


 Plafond Gypsum Calsiboard dan Gypsumboard
 Batang Penggantung/Channel clip & hanger.
 T Spline & H bar (pengaku).
 Plaster.
 Vaseline / isolasi plastik.

 Tenaga Kerja

• Tukang plafond = 10
• Pekerja / Buruh = 15

 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Gambar 4.3 Alur Pekerjaan Plafond

PT. PP (Persero) Tbk. 38


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1. Tentukan elevasi plafond dan buat garis sipatan pada dinding & as sumbu ruangan.
2. Pasang rangka hollow tepi tepat pada sipatan.
3. Tentukan jarak penempatan hollow penggantung.

4. Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung untuk menjamin
kelurusan.
5. Pasang rangka utama.
6. Pasang rangka pembagi.

PT. PP (Persero) Tbk. 39


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PEKERJAAN PELAKSANAAN

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Plafond diantaranya sebagai berikut :


1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor akan memberitahukan kepada Konsultan
Pengawas / Direksi guna pemeriksaan awal dan ijin pelaksanaan pekerjaan
2. Pastikan rangka sudah terpasang dengan benar dan rata. Kondisi rangka akan
mempengaruhi kualitas hasil akhir.
3. Cek ketinggian dengan waterpass tersebut pada seluruh batas pasangan plafond.
4. Pasang rangka plafond pada dinding atau lisplank dengan menggunakan baut.
5. Setelah rangka siap, tempatkan sandwich panel. Perhatikan bahwa ujung plafond
gypsum panel tepat pada titik tengah (as) rangka, dan sambungan sandwich panel
adalah saling silang (staggered).
6. Pasang papan gipsum Gunakan sekrup gipsum type “S”. Gunakan garis sekrup pada
sandwich panel sebagai panduan untuk jarak penyekrupan sbb :
 Pada bagian tengah panel maksimum 300 mm
 Pada sambungan / butt joint berjarak 200 mm, dan staggered.
 Pada daerah bukaan (misal: lubang lampu, diffuserAC, dll) berjarak 300 mm.
7. Tentukan arah tulangan pokok dan pasang tulangan pokok tiap 120 cm dengan rangka
hollow
8. Selanjutnya pasangan tulangan pembagi, yang terbuat dari rangka hollow dengan
jarak tiap 60 cm;
9. Tutup sambungan antara plafond gypsum dengan paper tape dan compound dan
finish dengan cat

PENGENDALIAN RESIKO TERHADAP K3 PEKERJAAN PLAFOND :


 IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3
a. Terjatuh dari atas ( Luka Berat )
b. Tertimpa peralatan pekerjaan ( Luka Ringan )
c. Tertimpa plafond jatuh ( Luka Ringan )
d. Tergores peralatan kerja ( Luka Ringan )

PT. PP (Persero) Tbk. 40


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 PENGENDALIAN RESIKO K3 :
a. Membuat Safety Line Area
b. Memakai alat pelindung diri lengkap
c. Adanya panduan K3
d. Adanya peralatan P3K untuk mengobati luka

PT. PP (Persero) Tbk. 41


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2.7 PEKERJAAN SANITAIR


Persyaratan Pekerjaan Pelaksanaan
1 Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor akan memberitahukan kepada Konsultan
Pengawas / Direksi guna pemeriksaan awal dan ijin pelaksanaan pekerjaan
2 Semua perlengkapan sanitasi dipasang kedinding atau lantai dengan cara yang
baik, sambungan-sambungannya kokoh dan tidak merusak fitting.
3 Sambungan harus dilaksanakan dengan baik tanpa kebocoran.
4 Pemasangan perlengkapan sanitasi harus rapih, tidak miring.
5 Selesai pemasangan perlengkapan sanitasi wajib dilaksanakan final test dan
disaksikan MK.
6 Biaya pengujian, pemeriksaan dan kerusakan material adalah tanggung jawab
pelaksana.

 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN


Metode Pelaksanaan Pekerjaan Sanitair diantaranya sebagai berikut :
a. CLOSET DUDUK

PT. PP (Persero) Tbk. 42


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

GASKET

SEAL

DIPOT ONG SAMPAI


T INGGI PERMUKAANNYA 2. Cara pemasangan seal
40 MM gasket.

LOW TANK
BALL TAP

FLUSH
VALVE

3. Cara pemasan gan tan k trim.


PACKING
SEGITIGA
LOCK NUT
LOCK NUT

PACKING

WASHER
NUT
4. Cara pemasangan handle lever.
SPINDLE
LEVER HANDLE
LEVER
WASHER
SCREW
BODY

INDEX

DITAMBAH 4
RING

5. Cara pemasangan body

CAP
SCREW

WASHER

BODY
SEAL
GASKET

VU 100

PT. PP (Persero) Tbk. 43


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PT. PP (Persero) Tbk. 44


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

b. WASTAFEL

PT. PP (Persero) Tbk. 45


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PT. PP (Persero) Tbk. 46


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PT. PP (Persero) Tbk. 47


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PT. PP (Persero) Tbk. 48


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENGENDALIAN RESIKO TERHADAP K3 ATAS PEKERJAAN SANITARY


 IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3
a. Terpeleset di kamar mandi ( Luka Berat )
b. Tergores keramik sanitair ( Luka Ringan )
c. Tertimpa bahan sanitair yang jatuh ( Luka Berat )
d. Terbentur benda sanitair ( Luka Ringan )
 PENGENDALIAN RESIKO K3 :
a. Memakai alat pelindung diri lengkap
b. Adanya panduan K3 pada setiap pekerjaan
c. Adanya peralatan P3K untuk mengobati luka
d. Adanya panduan lengkap pekerjaan

PT. PP (Persero) Tbk. 49


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2.8 PEKERJAAN CAT


METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Pekerjaan Pengecatan adalah pekerjaan finishing setelah pekerjaan dinding dan
plesteran selesai.Pekerjaan dinding dilaksanakan pada bagian luar dan dalam
bangunan serta pada seluruh detail bangunana sesuai dengan gambar. pengecatan
sebagai berikut :

Gambar 4.4 Produktivitas pekerjaan dinding keramik


Tahapan proses pengecatan dinding;
1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor akan memberitahukan kepada
Konsultan Pengawas / Direksi guna pemeriksaan awal dan ijin pelaksanaan
pekerjaan
2. Bersihkan permukaan dinding dari debu, kotoran dan bekas
percikan plesteran dengan kape, amplas dan kain lap.
3. Lindungi bahan - bahan / pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding
yang akan dicat dengan kertas semen / koran dan lakban.
4. Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian - bagian dinding yang
retak & kurang rata dengan plamir, kemudian tunggu sampai kering.

PT. PP (Persero) Tbk. 50


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

5. Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas hingga rata kemudian
bersihkan debu bekas plamir.
6. C e k , apakah permukaan dinding sudah rata.
7. Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan
alat rol pada bidang yang luas & dengan kwas untuk bidang yang
sempit (sulit).
8. Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang
pertama
9. Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish
yang kedua / terakhir (jumlah pelapisan cat sesuai dengan
spesifikasi).
10. Cek , apakah pengecatan finish yang kedua/ terakhir itu sudah rata.
11. Apabila sudah rata, bersihkan cat - cat atau bahan - bahan/ pekerjaan
lain yang seharusnya tidak terkena cat dengan kain lap.

GAMBARAN UMUM
PROSES PENGECATAN

PT. PP (Persero) Tbk. 51


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 ALAT DAN BAHAN PEKERJAAN


 Alat yang dipergunakan :
a. Bak air ( ember ).
b. Kuas Cat
c. Tempat Cat
d. Kertas koran
e. Lakban
 Bahan yang dipergunakan :
a. Cat Dinding
b. Cat Plafond
 PENGENDALIAN RESIKO TERHADAP K3 PEKERJAAN PENGECATAN :
1. IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA DAN RESIKO K3
a. Terjatuh atau terpleset ( Luka Berat )
b. Tertimpa peralatan pekerjaan ( Luka Ringan )
c. Tergores peralatan kerja ( Luka Ringan )
2. PENGENDALIAN RESIKO K3 :
a. Membuat Safety Line Area
b. Memakai alat pelindung diri lengkap
c. Adanya panduan K3 pada setiap pekerjaan
d. Adanya peralatan P3K untuk mengobati luka

3.2.9 PEKERJAAN ATAP CANOPY ROOF GARDEN


Pekerjaan roof garden ini ter letak di lantai 3 di mana terletak di atap

Pek. Atap Roof Garden polycabonate, termasuk rangka hollow 50x50 mm dan
gantungan (P/GRH)

PT. PP (Persero) Tbk. 52


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.2.10 PEKERJAAN LAIN LAIN (SEPARATOR BEAM)


Separator beam adalah balokan struktur beton maupun baja sebagai perkuatan Struktur
untuk dudukan rell car lift dan berfungsi juga sebagai pemisah hoist way apabila ada 2 buah
lift dalam satu lubang (shaft lift ) Separator lift adalah konstruksi penunjang untuk
pemasangan lift, Dan merupakan struktur dalam bangunan yang fungsinya sebagai ruangan
untuk pergerakan rumah lift.
A. Peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Hoist/Katrol
2. Pengikat
3. Alat Las
4. Teodolite
B. Material & bahan bantu yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Baja Profil WF
2. Plat baja
3. Kawat las
C. Flowchart

PT. PP (Persero) Tbk. 53


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

D. Urutan Pelaksanaan
a. Pekerjaan awal meliputi : seleksi dan negosiasi vendor, waktu pengadaan
material, pengaturan lokasi stock yard material Baja dll.
b. Pengukuran dan penandaan lokasi angkur

c. Pemasangan angkur
d. Pabrikasi Baja WF

e. Erection Separator Beam

PT. PP (Persero) Tbk. 54


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.3 PEKERJAAN MEKANIKAL


3.3.1 PEKERJAAN TATA UDARA
a. Informasi Umum
Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk menyediakan udara yang nyaman bagi
penghuni gedung.
b. Regulasi
• ASHRAE GRP 158, ASHRAE 1990.
• Sheet Metal Air Conditioner Contractor’s National Association (SMACNA).
• Air Movement and Control Association (AMCA).
• Air-Conditioning and Refigeration Institute (ARI).
• American Society for Testing and Material (ASTM).
• Peraturan Plumbing Indonesia (The IndonesiaPlumbing Regulation).
• Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL).
c. Lingkup Pekerjaaan
1. Pengadaan dan pemasangan peralatan AC dan FAN.
2. Pengadaan dan pemasangan sistem instalasi AC dan FAN.
3. Testing & Comissioning.
d. Diagram Sistem Air Conditioning

Gambar 4.5 Diagram sistem AC

PT. PP (Persero) Tbk. 55


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Teknikal Sistem :
1. Sistem pendingin udara yang digunakan pada proyek ini adalah VRV Inverter
System. AC yang digunakan adalah tipe Ceilling Mounted Cassette Round
Flow dan Wall Mounted.
2. AC System ini terdiri dari outdoor unit, indoor unit, local remote
controller, pemipaan refrigerant berikut isolasinya serta kelengkapannya
penunjang lainnya.
3. Alat pengatur operasi mesin/Remote control dilengkapi dengan pengatur
temperatur kerja dan pengatur kecepatan fan serta mampu menjalankan
peralatan tanpa mengakibatkan kompressor bekerja.
e. Urutan Pelaksanaan Pemasangan Pipa Refrigrant
1. Marking pipa / rak pipa.
2. Pasang gantungan rak pipa dengan ketinggian sesuai elevasinya.
3. Pasang rak pipa (untuk satu jalur lebih dari 2 pipa).
4. Pasang isolasi pipa copper persatuan panjangnya.
5. Pasang pipa pada rak / gantungannya.
6. Sambung pipa dengan las tembaga.
7. Test pipa dengan compressor.
8. Rapikan isolasi pipa.
f. Instalasi Ducting & Pemasangan AC Indoor-outdoor
1. Instalasi Ducting
- Buat cutting list ukuran ducting & fitting-nya yang akan dipasang.
- Cetak ducting sesuai cutting list yang diminta (di work shop)
- Buat fitting (elbow/percabangan) ducting.
- Marking jalur ducting.
- Pasang gantungan ducting dengan ketinggian sesuai elevasinya.
- Pasang ducting.
- Pasang isolasi ducting.
- Test kebocoran ducting dengan sinar lampu saat malam hari.
2. Pemasangan Indoor Unit
- Marking lokasi penempatan indoor unit
- Pasang gantungan
- Pasang indoor unit

PT. PP (Persero) Tbk. 56


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Pasang karet mounting dan kencangkan bautnya


- Sambung pipa copper ke unit
- Pasang instalasi listriknya
3. Pemasangan Outdoor Unit
- Marking pondasi outdoor unit.
- Buat pondasi outdoor unit.
- Pasang dinabolt pada pondasi.
- Pasang outdoor unit lengkap dengan mounting-nya.
- Sambung pipa ke outdoor unit.
- Sambungan instalasi listriknya.

g. Sistem Ventilasi Mekanik.


1. Sistem ventilasi mekanik digunakan pada gedung dimana pergantian udara
sangat dibutuhkan untuk kesehatan dan kenyamanan.
2. Komponen paling penting dari sistem ini adalah fan yang menyalurkan udara
3. Exhaust fan digunakan untuk menghisap udara didalam ruangan terutama pada
toilet, kemudian disalurkan keluar.

h. Testing & Commisioning


Prosedur testing pekerjaan VAC dilakukan secara partial dan sistem keseluruhan
(pada pipa maupun unit). Prosedur testing dilakukan untuk menghindari adanya
kesalahan dalam instalasi dan kebocoran pada pipa serta menjaga unit berfungsi
dengan baik.Prosedur testing.

1. Test pada pipa

- Flushing dengan N2 (Nitrogen) untuk membersihkan pipa dari sisa-sisa


pengelasan sambungan.
- Test tekan dengan N2 dan O2 untuk mengetahui ketahanan pipa terhadap
tekanan.
- Test vacuum untuk mengosongkan pipa dari udara yang tersisa di dalam.

2. Test pada ducting

- Meliputi pengujian menggunakan cahaya atau dengan pengasapan untuk


mengetahui adanya kebocoran

PT. PP (Persero) Tbk. 57


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.3.2 PEKERJAAN ELEVATOR


a. Informasi Umum
• Elevator atau lift adalah salah satu jenis dari pesawat pengangkat, yang
memindahkan penumpang atau barang dari tempat satu ke tempat yang lain
(dalam hal ini adalah dari lantai yang satu ke lantai yang lain).
• Sistem lift yang paling sering digunakan adalah “roped elevator” dimana ropes
(tali) digunakan untuk mengangkat lift. Lift bergerak searah dengan putaran
sheave yang diputar oleh motor.
• Sistem elevator yang digunakan merupakan kombinasi antara teknologi dan
material sehingga didapat beberapa keuntungan seperti: hemat ruangan, hemat
instalasi dan hemat waktu.
b. Regulasi
• SNI-03-2190-1999 Kostruksi Lift Penumpang dengan Motor Traksi
• SNI-03-6248-2000 Konstrusi Eskalator.
• Peraturan Depnaker tentang Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
Strakosch, Vertical Transportation.
• Gina Barney, Elevator Traffic
• Luonir Janovsky, Elevator Mechanical Design.
c. Lingkup Pekerjaan
• Pangadaan dan pemasangan lift penumpang dan lift service.
• Testing commissioning

d. Spesifikasi Unit Lift Penumpang


• Jenis : Lift Penumpang
• Kapasitas : 1000 kg ( 15 orang )
• Kecepatan : 90 mpm
• Pelayanan : 9 lantai
• Ruang Mesin : Direct Above Hoistway
• Jumlah : 4 unit
e. Spesifikasi Unit Lift Service
• Jenis : Lift Service / Fireman
• Kapasitas : 1125 kg
• Kecepatan : 90 mpm

PT. PP (Persero) Tbk. 58


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

• Pelayanan : 10 lantai
• Ruang Mesin : Direct Above Hoistway
• Jumlah : 1 unit
f. Diagram Sistem Elevator

Gambar 4.6 Diagram sistem elevator


g. Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Elevator

Gambar 4.7 Flowchart pemasangan elevator

PT. PP (Persero) Tbk. 59


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.4 PEKERJAAN ELEKTRIKAL


3.4.1. PEKERJAAN LISTRIK
a. Informasi Umum
Karakteristik Elektrikal pada proyek ini adalah:
- Tegangan : 380 / 220 V
- Frekuensi : 50 Hz
- Faktor daya : 0.86
b. Regulasi
• SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar.
• SNI-04-0255-2000 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik.
• SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan.
• SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat,
Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan.
• SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan
Buatan pada Bangunan.
• SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat.
• Standard Internasional antara lain: IEC, DIN, BS dan lain - lain.
c. Lingkup Pekerjaan
1. Pengadaan dan pemasangan Distribution Panel, Cabel Feeder dan
Generator Set.
2. Pengadaan dan pemasangan instalasi lampu penerangan, saklar, dan stop
kontak.
3. Pengurusan jasa sertifikasi penyambungan listrik PLN.
4. Testing & Commisioning
d. Diagram Sistem Listrik

PT. PP (Persero) Tbk. 60


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar 4.8 Diagram sistem listrik


Prinsip Penyediaan Tenaga Listrik
- Supply listrik utama berasal dari jaringan PLN
- Dari jaringan PLN menuju ke panel distribusi tegangan menengah
(PUTM).
- Transformator (by other) digunakan untuk menurunkan tegangan 20 kV
dari PUTM (by other) menjadi 380/220 V yang selanjutnya akan
didistribusikan pada Panel distribusi utama (PUTR).
- Listrik dari PUTR (by other) akan didistribusikan ke panel-panel
gedung.
- Genset sebagai penyedia listrik cadangan terhubung pada PUTR
sehingga ketika supply dari PLN terputus maka supply dari Genset yang
akan mem-back up-nya.
Proteksi Sistem Tenaga Listrik
- Untuk proteksi sistem listrik, biasanya pada panel utama dilengkapi
dengan proteksi hubung singkat, proteksi terhadap overload, over &
under voltage, dsb.

PT. PP (Persero) Tbk. 61


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Semua bagian metal dari peralatan listrik harus dihubungkan ke kabel


pentanahan (Grounding).
Instalasi Penerangan dan Stop Kontak
- Pemasangan suatu sistem pencahayaan diarahkan untuk memberikan
hasil optimal penerangan bagi aktifitas didalam gedung.
- Pemasangan stop kontak digunakan sebagai penyedia supply listrik
tegangan rendah untuk alat-alat elektronika.
Urutan Pelaksanaan Pekerjaan Elektrikal

Gambar 4.9 Flowchart pelaksanaan pekerjaan elektrikal


e. Pemasangan & Instalasi pekerjaan Listrik
1. Pemasangan Generator Set
- Pastikan pondasi genset telah dibuat benar sesuai dengan shop drawing.
- Marking dan bor lokasi penempatan spring mounting sesuai dengan jenis
dan tipe genset yang digunakan.

Gambar 4.10 Pembuatan marking dan pemboran lokasi penempatan


spring mounting sesuai tipe genset

PT. PP (Persero) Tbk. 62


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Letakkan genset diatas pondasi yang telah disediakan dengan sistem


rolling pipa atau menggunakan mobil crane, jika lokasi memungkinkan.

Gambar 4.11 Peletakkan genset diatas pondasi


- Setelah spring mounting terpasang dengan baik turunkan secara
perlahan-lahan dari dongkrak, lalu terpasang untuk sisi yang lainnya.

Gambar 4.12 Menurunkan genset dari dongkrak diatas pondasi


- Pasang silencer genset dengan cara menggantungkannya pada plat
diatas.

Gambar 4.13 Pasang silencer genset


- Pasang semua sistem pemipaan bahan bakar lengkap dengan accessories
(pompa tangki bahan bakar, valve –valve dan exhaust).

Gambar 4.14 Pasang sistem pemipaan & accessories

PT. PP (Persero) Tbk. 63


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2. Pemasangan Panel Distribusi Listrik


- Marking penempatan panel yang diperlukan sesuai dengan shopdrawing.

Gambar 4.15 Marking penempatan panel sesuai shop drawing


- Pasang dudukan pemasangan panel.

Gambar 4.16 Pemasangan dudukan panel


- Pasang panel pada tempat yang telah disediakan.

Gambar 4.17 Pemasangan panel pada dudukan


- Gunakan waterpass untuk kelurusan pemasangan panel.

Gambar 4.18 Pengukuran kelurusan panel dengan water pass

PT. PP (Persero) Tbk. 64


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3. Instalasi Kabel Indoor


- Marking plat lantai untuk jalur konduit yang akan digunakan sebagai
jalur instalasi.
- Bor plat lantai untuk memasang clamp pipa konduit.
- Pasang pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat
dengan menggunakan clamp yang berwarna sesuai dengan jenis
pekerjaanya.
- Masukan kabel pancing untuk menarik kabel.
- Sambungkan ujung kabel dengan ujung kawat pancing, kemudian tarik
kawat pancing untuk menarik kabel instalasi tersebut.

Gambar 4.19 Proses intalasi kabel indoor


- Potong kabel listrik sesuai dengan kebutuhan.
- Hubungkan jalur instalasi titik percabangan didalam tee-dos, lalu tutup
sambungan dengan menggunakan lasdop.
- Merger resistansi kabel instalasi yang telah terpasang, termasuk kualitas
sambungan pada tiap tee-dos.
- Setelah semua jalur instalasi selesai dipasang dan hasil merger diperoleh
hasil yang baik, rapikan semua jalur instalasi dan tutup semua tee-dos
yang ada.

PT. PP (Persero) Tbk. 65


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar 4.20 Proses merger resistansi dan finishing instalasi

4. Pemasangan Armature Lampu

Gambar 4.21 Pemasangan armature lampu


- Pastikan instalasi listrik sudah terpasang dengan baik.
- Pasang fitting sesuai dengan tipe yang ada dalam shopdrawing.
- Pasang lampu sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
- Test nyala lampu.

PT. PP (Persero) Tbk. 66


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

5. Pemasangan Saklar dan Stop Kontak


- Marking jalur instalasi saklar dan stop kontak dengan level ketinggian
dari lantai 150 cm untuk saklar dan 30 cm untuk stop kontak.
- Cutter jalur marking yang telah dibuat dengan menggunakan mesin
cutter.
- Bobok jalur instalasi saklar dan stop kontak.

Gambar 4.22 Proses marking, cutting dan pembobokan jalur instalasi


- Pasang konduit dan inbow-dos.

Gambar 4.23 Proses pemasangan konduit dan inbow-dos

- Tutup tembok jalur instalasi dengan plester kembali, serta bersihkan


lokasi kerja.
- Pasang kawat pancing.

Gambar 4.24 Pemasangan kawat pancing


- Tarik kabel instalasi dengan kawat pancing.
- Potong kabel instaslasi sesuai dengan kebutuhan.

PT. PP (Persero) Tbk. 67


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar 4.25 Proses pemotongan kabel instalasi sesuai kebutuhan


- Sambungkan instalasi kabel pada tee-dos, kemudian tutup sambungan
dengan lasdop, lalu tutup tee-dos.
- Lakukan test konektivitas sambungan dan tahanan isolasi kabel instalasi
yang telah dipasang.

Gambar 4.26 Proses pengujian konektivitas sambungan dan tahanan


isolasi kabel
- Setelah hasil test dinyatakan baik, pasangkan saklar dan stop kontak
pada lokasi yang telah disediakan saat proses finishing telah selesai.

Gambar 4.27 Pasang Saklar dan Stop Kontak

6. Pemasangan Rak Kabel

Gambar 4.28 Proses pemasangan rak kabel


- Pastikan plat lantai bersih dari bakesting.

PT. PP (Persero) Tbk. 68


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Marking plat lantai untuk jalur rak kabel sesuai dengan shop drawing.
- Tandai lokasi gantungan.
- Bor lokasi gantungan sesuaidengan marking yang telah dibuat.

Gambar 4.29 Penampakan rak kabel bagian atas dan bawah


- Pasang kawat gantungan (support).
- Pasang rak kabel satu per satu.
- Sambungkan rak kabel satu per satu.

7. Pemasangan Kabel pada Rak Kabel

Gambar 4.30 Proses pemasangan kabel pada rak kabel


- Pastikan rak kabel telah terpasang rapi dan sesuai dengan ketentuan.
- Potong kabel dengan panjang dilebihkan sesuai kebutuhan.

Gambar 4.31 Proses pemotongan kabel


- Tarik kabel satu per satu dengan urutan dari pinggir.
- Gunakan kabel ties sebagai pengikat kabel dengan jarak 1 meter.

PT. PP (Persero) Tbk. 69


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.4.2. PEKERJAAN FIRE ALARM


a. Informasi Umum
Tujuan dari pemasangan sistem fire alarm adalah untuk memberikan peringatan
kepada penghuni gedung bahwa telah terjadi percikan api sehingga menimbulkan
asap dan timbul kenaikan suhu pada suatu lokasi, yang bisa jadi akan beresiko
menyebabkan kebakaran. Smoke detector berfungsi untuk mendeteksi adanya asap,
sedangkan heat detector berfungsi untuk mendeteksi kenaikan suhu atau suhu
tertentu akibat kebakaran pada suatu ruang tertentu. Dari detector tersebut, sinyal
dikirimkan ke MCPFA, selanjutnya indicator, misal alarm bell atau indicator
lamp, akan bekerja untuk memberikan tanda kepada penghuni gedung. Fire alarm
sistem biasanya terkoneksi dengan sistem pemadam kebakaran.

b. Regulasi
• SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran.
• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tanggal 30 Desember
2008 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap Bahaya Kebakaran pada
Bangunan Gedung dan Lingkungan.
• AVE, VOE, PI, UIL.

c. Lingkup Pekerjaan
1. Pengadaan dan pemasangan material fire alarm (terminal box, detector,
indicator).
2. Instalasi pengkabelan fire alarm.
3. Testing & commisioning.

PT. PP (Persero) Tbk. 70


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Diagram Sistem Fire Alarm

Gambar 4.32 Diagram sistem fire alarm

d. Pemasangan Detector
- Marking plat lantai untuk jalur konduit yang akan digunakan sebagai jalur
instalasi fire alarm.

Gambar 4.33 Proses marking untuk jalur konduit.

PT. PP (Persero) Tbk. 71


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Bor plat lantai untuk memasang clamp pipa konduit.

Gambar 4.34 Proses pemasangan clamp pipa konduit.


- Pasang pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan
menggunakan clamp yang berwarna sesuai dengan jenis pekerjaannya.
- Pasang kawat pancing.
- Ikatkan ujung kabel instalasi pada kawat pancing, lalu tarik kabel tersebut.

Gambar 4.35 Proses pemasangan pipa konduit dan kawat pancing.


- Potong kabel instalasi dengan panjang sesuai dengan kebutuhan.
- Pasang tee-doos pada sambungan, dan tutup sambungan dengan menggunakan
lasdop.
- Megger resistansi kabel instalasi yang telah terpasang, termasuk kualitas
sambungan tiap tee-dos.

Gambar 4.36 Proses megger resistansi dan pengecekan sambungan.


- Hubungkan kabel instalasi yang telah selesai terpasang dengan peralatan fire
alarm, detector biasanya di plat atap atau plafon, sedang indicator pada indoor
hydrant box atau dinding.

PT. PP (Persero) Tbk. 72


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar 4.37 Proses penyambungan kabel dengan detector.


- Sambung kabel instalasi ke modul pada TBFA.
- Testing & commisioning semua peralatan yang telah terpasang.

Contoh material penginderaan.

Gambar 4.38 Komponen penginderaan

PT. PP (Persero) Tbk. 73


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.4.3. PEKERJAAN IP PHONE, IP CCTV, DATA & FIBER OPTIK


a. Informasi Umum
Penyediaan sistem telepon bertujuan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi
suara (telepon), baik sebagai alat komunikasi dengan orang lain yang berada di
luar area gedung (external) atau dengan orang lain yang berada dalam satu area
(internal).
Sistem CCTV (Close Circuit Television) merupakan fasilitas elektronika
pengaman, dimana unit-unit kamera digunakan untuk menangkap gambar dan
dikirimkan ke layar monitor sebagai output gambar serta data tersebut disimpan
hasil rekamannya pada suatu media harddisk (DVR / NVR) sehingga gambar
dapat dianalisa apabila dibutuhkan.
Instalasi data bertujuan untuk menyediakan koneksi jaringan intranet dan internet,
meliputi hubungan jaringan lokal maupun dengan jaringan luar.
Pada proyek ini, sistem telepon, CCTV & data terintegrasi dalam satu sistem,
dengan memanfaatkan switch data sebagai jalur akses untuk unit CCTV & outlet
telepon

b. Regulasi
• UU no. 32/1999 tentang Telekomunikasi dengan PP no. 52/2000 tentang
telekomunikasi Indonesia
• Standar PT. Telkom.
• Standar Industri Indonesia (SII) / Standar Nasional Indonesia (SNI).
• Peraturan Umum Listrik (PUIL) tahun 2000
• National Electric Code (NEC).
• Standar Industri Indonesia (SII).
• Verband Deutscher Electrotechniker (VDE).
• Spesifikasi Teknis Sistem Elektrikal.

c. Lingkup Pekerjaan
1. Pengadaan dan pemasangan material telepon (IP PBX, handset & outlet
telepon).
2. Pengadaan dan pemasangan material CCTV (NVR, UPS, IP Indoor &
Outdoor Camera).

PT. PP (Persero) Tbk. 74


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3. Pengadaan dan pemasangan Switch Hub, Access Point dan outlet data.
4. Pengadaan dan pemasangan instalasi pengkabelan sistem integrasi.
5. Testing & Commisioning.
d. Diagram Sistem Integrasi Pekerjaan IP Phone, IP CCTV, Data & Fiber
Optik

Gambar 4.39 Diagram Sistem Integrasi Pekerjaan IP Phone, IP CCTV,


Data & Fiber Optik
Teknikal Sistem :
Konsep sistem integrasi pada proyek ini adalah sebagai berikut :
- Material sentral tiap sistem, meliputi NVR, IP PABX, PC dan operator console
terhubung ke access switch pada ruang kontrol. Access switch tsb dihubungkan
menuju ke core switch pada ruang kontrol.
- ODC terhubung ke Server UNM yang ada pada gedung TIK.
- Core switch pada ruang kontrol dihubungkan ke ODC (Optical Distribution
Cabinet) melalui kabel fiber optik.
- Dari ODC akan dihubungkan ke ODC tiap-tiap lantai menggunakan kabel fiber
optik.
- Selanjutnya, ODC terhubung dengan access switch pada tiap lantai menggunakan
kabel fiber optik.

PT. PP (Persero) Tbk. 75


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Setelah dari access switch, dapat ditarik instalasi menggunakan kabel UTP Cat6
menuju ke outlet telepon, data (untuk outlet WAP atau langsung menuju user)
ataupun CCTV.
e. Instalasi Outlet Telepon & Data
- Marking jalur instalasi outlet data atau telepon dengan level ketinggian dari
lantai finishing 30 cm atau sesuai ketentuan yang diminta.
- Cutter jalur marking yang telah dibuat dengan menggunakan gerinda.
- Bobok jalur instalasi outlet data atau telepon.

Gambar 4.40 Proses marking, cutting dan pembobokan jalur instalasi.


- Pasang konduit dan inbowdos.

Gambar 4.41 Proses pemasangan konduit dan inbowdos.


- Tutup tembok jalur instalasi dengan plester kembali, serta bersihkan lokasi
kerja.
- Pasang kawat pancing.

Gambar 4.42 Pemasangan kawat pancing.

PT. PP (Persero) Tbk. 76


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Tarik kabel instalasi dengan kawat pancing.


- Potong kabel instalasi sesuai dengan kebutuhan (pastikan panjangnya cukup
untuk ditarik hingga ke access switch untuk area tersebut tanpa adanya
sambungan).

Gambar 4.43 Proses pemotongan kabel instalasi sesuai kebutuhan


- Lakukan test konektivitas sambungan kabel instalasi yang telah dipasang.

Gambar 4.44 Proses pengujian konektivitas sambungan.


- Setelah hasil test dinyatakan baik, pasangkan outlet data atau telepon pada
lokasi yang telah disediakan saat proses finishing telah selesai.

Gambar 4.45 Proses pemasangan outlet data atau telepon.


- Untuk titik instalasi CCTV pun sama, hanya lokasi titik akhir kabel instalasi
mengikuti letak unit kamera CCTV. Sebagai sumber listriknya dengan sistem
built-in PoE pada kamera.

PT. PP (Persero) Tbk. 77


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

f. Instalasi Kabel fiber Optik


Pada instalasi kabel fiber optik, lokasi penyambungan kabel sangat rawan
terhadap gangguan, misalkan masuknya air, sehingga kualitas penyambungan harus
baik dengan mengikuti prosedur standar yang ada. Pada proyek ini, penyambungan
kabel fiber optik menggunakan cara fusion splice dengan menggunakan alat optical
fusion splicer.
Prosesnya adalah sebagai berikut :
- Pasang protection sleeve (pelindung sambungan)
- Pengupasan coating
- Pembersihan core fiber optik dengan menggunakan alcohol dan tissue
- Potong serat kabel yang akan disambung
- Letakkan kedua ujung kabel yang akan disambung pada fusion splicer, pastikan
posisinya sudah tepat seperti terlihat pada layar monitor alat tsb.
- Jalankan fusion splicer, tunggu sampai proses penyambungan selesai.
- Lakukan pengecekan hasil sambungan, jika hasilnya tidak baik (misal sumbu kabel
tidak sejajar, sambungan lebih tebal atau tipis dari ukuran kabel, timbul
gelembung), ulangi lagi prosesnya dari awal.
- Jika hasilnya sudah sesuai standar, lakukan pemanasan protection sleeve
(pelindung sambungan)
- Proses pemanasan selesai setelah terdengar bunyi indicator dari fusion splicer
- Ulangi lagi proses tersebut sesuai jumlah kabel yang akan disambung
- Setelah semua kabel selesai disambung, tempatkan sambungan pada tray dan
gulung sisa serat pada tray.
- Pasang tutup tray.

Gambar 4.46 Optical Fusion Splicer

PT. PP (Persero) Tbk. 78


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.4.4. PEKERJAAN TATA SUARA


a. Informasi Umum
Sound system digunakan untuk menyampaikan informasi berupa sinyal audio yang
terintegrasi dengan sound system di area gedung ke seluruh area atau ke area
khusus yang dapat dikontrol secara langsung dari ruangan kontrol.
b. Regulasi
• Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 2000.
• Standar Industri Indonesia (SII).
• Peraturan Depnaker.
• Pedoman & Spesifikasi Teknis dari Pabrik.
c. Lingkup Pekerjaaan
1. Pengadaan dan pemasangan material utama tata suara.
2. Pengadaan dan pemasangan instalasi pengkabelan sistem tata suara.
3. Testing & Commisioning.
d. Diagram Sound System
exclude

Gambar 4.47 Diagram Sound System

PT. PP (Persero) Tbk. 79


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

e. Instalasi Sound System


1. Marking plat lantai untuk jalur konduit yang akan digunakan sebagai jalur
instalasi Sound System.
2. Bor plat lantai untuk memasang clamp pipa konduit.

Gambar 4.48 Proses marking dan pemasangan clamp pipa konduit


3. Pasang pipa konduit sesuai dengan jalur marking yang telah dibuat dengan
menggunakan clamp yangberwarna sesuai dengan jenis pekerjaannya.

Gambar 4.49 Proses pemasangan pipa konduit


4. Pasang kawat pancing.
5. Ikatkan ujung kabel instalasi pada kawat pancing, lalu tarik kabel tersebut.

Gambar 4.50 Proses pemasangan kawat pancing dan kabel instalasi


6. Potong kabel instalasi dengan panjang sesuai dengan kebutuhan.

PT. PP (Persero) Tbk. 80


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

7. Pasang tee-doos pada sambungan, dan tutup sambungan dengan menggunakan


lasdop.
8. Lakukan test konektivitas sambungan kabel instalasi yang telah dipasang.

Gambar 4.51 Proses test konektivitas kabel


9. Hubungkan kabel instalasi yang telah selesai terpasang dengan peralatan sound
system (ceiling speaker).

Gambar 4.52 Proses pemasangan ceiling speaker


10. Bobok jalur yang telah di-cutting.

Gambar 4.53 Proses pembobokan jalur yang telah di-cutting


11. Pasang pipa konduit dan inbowdoos.

Gambar 4.54 Proses pemasangan konduit dan inbowdoos

PT. PP (Persero) Tbk. 81


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

12. Rapikan jalur instalasi dengan memplester kembali dinding yang dikerjakan oleh
pihak sipil.

Gambar 4.55 Proses perapihan jalur instalasi konduit di dinding


13. Masukkan kabel instalasi pada jalur yang telah dibuat dengan cara yang sama
pada pasal 4, 5 dan 6.

Gambar 4.56 Proses pemasangan kabel ke volume control


14. Hubungkan kabel instalasi dengan volume control, pasang volume control

Gambar 4.57 Proses pemasangan volume control

PT. PP (Persero) Tbk. 82


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.5 PEKERJAAN BANGUAN PENUNJANG


3.5.1 PEKERJAAN ATAP CANOPI RAMP
- Pekerjaan tanah berupa Galian Tanah, Bor Strous dia. 25 cm L = 3 m ,
Urugan Tanah Kembali, Urugan Pasir Bawah Pile Cap
- Pekerjaan beton berupa Rabat Beton 5 cm, Beton Strous dia. 25 cm ,
Pondasi Beton
- Pekerjaan dinding berupa Pasangan Habel 10 cm , Plesteran + acian beton,
Camp. 1pc : 3ps, tebal 20 mm, Kaca Tampered t. 12 mm, Finishing
Dinding Cat Weathershield Pek. Dinding Allumunium Composit Panel
(Exterior), rangka metal khusus
- Pekerjaan baja
- Pekerjaan atap panel berupa Waterproofing Membran & Finishing Screed
3.5.2 PEKERJAAN RUMAH GENSET
- Pekerjaan persiapan
- Pekerjaan tanah berupa Galian Tanah, Bor strauss Ø 30 cm L= 3m, Pasang
Trucuk Kayu gelam , Pasang Aanstampeng 20 cm,Urugan Peninggian
Lantai, Urugan Tanah Kembali, Urugan Pasir Bawah Pilecap + Pondasi
genset
- Pekerjaan beton berupa Rabat beton 5 cm , Beton Strauss, Beton PC-1,
Beton Sloof,Beton Plat Lantai, Beton Kolom , Beton Kolom Praktis 15/15,
Beton Balok, Beton Plat Atap, Beton Pondasi Genset (5,50x2,40x0.5)
- Pekerjaan pasangan berupa Pasangan 1/2 Bata 1:5, Plesteran 1:5,
Benangan, Floor Hardener
- Pekerjaan pintu dan jendela
- Pekerjaan pengecatan
- Pekerjaan sanitair

PT. PP (Persero) Tbk. 83


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.6 PEKERJAAN INTERIOR DAN MABELER


3.6.1 PEKERJAAN STIKER SANDBLASTING
Alat dan bahan yang dibutuhan adalah:
- stiker khusus untuk sand blast
- tisu & sampo
- air & pembersih kaca
- botol penyemprot
- stepper (sejenis kape) dan cutter
Cara memasang stiker sandblasting :
- Ukur kaca yang akan di pasang stiker sandblast dengan penggaris.
- Potong dengan cutter bahan stiker sandblast dengan menambah 1 cm di
setiap sisi dengan ukuran senyatanya.
- Bersihkan kaca dengan air sabun/pembersih kaca.

- Semprot bagian kaca dengan air sabun (bisa air + shampoo dengan
perbandingan 5 ml untuk 2000 ml air) atau produk pembersih kaca.
- Semprot juga dengan air sabun bagian permukaan stiker sandblast yang
ada lemnya.
- Tempelkan pada kaca, dan geser-geser agar tepat.

PT. PP (Persero) Tbk. 84


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Gosok dengan alat pembersih kaca, kalau tidak ada dapat menggunakan
bekas kartu atm atau ktp/sim anda sampai air keluar semua.

- Potong kelebihan stiker sandblast tadi di sisi-sisinya dengan cutter.

3.6.2 PEKERJAAN MEBENER DAN INTERIOR RUANG

PROSES PRODUKSI & PENGECATAN

PROSES PASANG

A. PROSES PRODUKSI :
1. Pembelian Bahan Baku
2. Pemotongan Bahan Baku
3. Proses Perakitan

1. TAHAP PERSIAPAN MATERIAL PRODUKSI (Purchasing)


Proses Persiapan Material Produksi merupakan Proses Pembelian Bahan
Baku dan Bahan Mentah dimana Volume atau Kuantitas dari bahan –
bahan tersebut didapat melalui product cost Estimation yang di
kalkulasikan dan disediakan oleh Tenaga ahli/Teknis
2. TAHAP DASAR & PROSES Plywood
Bahan Mentah dipotong/ di belah dengan menggunakan mesin Running
Saw,Bench Saw,Circular Saw, Portable Band Saw,Sesuai dengan

PT. PP (Persero) Tbk. 85


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Pekerjaan /item yang akan di produksi,setelah proses pemotongan


dilanjutkan dengan proses pengamplasan dengan menggunakan mesin
wide Belt Sander & Drum Sander untuk meratakan bagian yang akan
dilaminasi / di lapisi dengan supercone/tachosheet selanjutnya bahan
dibaws ke bagian Laminasi untuk proses penempelan dengan Laminating
Machine atau Biasa dinamakan proses semi perakitan / Semi Assembling
,dan dilanjutkan dengan proses pembentukkan model dengan
menggunakan mesin Band saw ,Router ,Driil Machine dan Spindle ,
Dilanjutkan dengan Proses penempelan sisi dengan Edging Machine.
3. PROSES PERAKITAN
Setelah bahan – bahan di atas telah di potong sesuai ukuran komponen
yang akan di buat ,pekerjaan selanjutnya adalah proses perakitan total/
Assembling full dengan menggunakan mesin cold press di support dengan
bahan – bahan pendukung untuk menjadikan benda utuh seperti : Locker
PenitipanTas . Proses Selanjutnya adalah membersihkan sisa lem dan
kotoran yang masih menempel sebelum barang diserahkan pada bagian
paking / Pengiriman.

B. PROSES PENGECATAN :
1. Pemesanan Bahan / Material;
2. Proses Pengecatan;
3. Finishing / Perapihan Pekerjaan;

1. TAHAP PERSIAPAN MATERIAL PRODUKSI (Purchasing)


Proses Persiapan Material Produksi merupakan Proses Pembelian
Bahan Baku dan Bahan Mentah dimana Volume atau Kuantitas dari
bahan – bahan tersebut didapat melalui product cost Estimation yang
di kalkulasikan dan disediakan oleh Tenaga ahli/Teknis
2. PROSES PENGECATAN
Setelah bahan tersedia, maka dilakukan pekerjaan pengecatan pada
area yang telah ditentukan, ketebalan cat, kerapihan, dan kebersihan
pekerjaan, mutlak harus diperhatikan dalam pengerjaan pekerjaan ini.

PT. PP (Persero) Tbk. 86


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Tenaga Ahli dan tenaga teknis perlu memperhatikan sisi pekerjaan ini
secara detail, dan menyeluruh, agar didapat hasil yang memuaskan
3. FINISHING / PERAPIHAN
Pekerjaan Perapihan wajib dilakukan, setelah seluruh tahapan
pekerjaan sebelumnya, telah selesai dilakukan. Finishing untuk jenis-
jenis pekerjaan tertentu yang membutuhkan “Setting” terhadap
Layout Ruangan, juga dilaksanakan dalam tahapan pekerjaan ini,
termasuk juga dengan mobilisasi peralatan, dan sisa-sisa bahan yang
tidak digunakan.

C. PROSES PEMASANGAN :
1. Pemesanan Bahan / Material;
2. Pekerjaan / Bongkaran / Bobokan;
3. Proses Pemasangan;

4. TAHAP PERSIAPAN MATERIAL PRODUKSI (Purchasing)


Proses Persiapan Material Produksi merupakan Proses Pembelian Bahan
Baku dan Bahan Mentah dimana Volume atau Kuantitas dari bahan – bahan
tersebut didapat melalui product cost Estimation yang di kalkulasikan dan
disediakan oleh Tenaga ahli/Teknis
3. TAHAP PEKERJAAN BONGKARAN / BOBOKAN
Dalam tahap ini, setelah diketahui area /bidang kerja mana saja yang akan
dilakukan Pekerjaan Bongkaran / Bobokan (misalkan pekerjaan sanitasi),
maka para pekerja dapat memulai untuk melakukan tugasnya, sesuai
dengan yang telah ditentukan dan sesuai dengan arahan dari Tenaga Ahli.
4. PROSES PEMASANGAN
Setelah area bidang yang akan dilakukan pekerjaan pasangan telah siap (
pekerjaan plumbing ), maka selanjutnya dapat dilakukan Pekerjaan
Pasangan untuk area tersebut, termasuk misalnya pekerjaan Lantai,
Sanitasi, Armature, Vertical Blind, Sunblast dan lain sebagainya.

PT. PP (Persero) Tbk. 87


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.6.3 PEKERJAAN PARTISI


Pada pekerjaan dinding partisi ini menggunakan system double multiplek,
dimana partisi Double Multiplek dengan detail (gambar di bawah ini) :
- Pek. Partisi double Multiplek dengan rangka metal stud
- Finishing dinding Partisi, Wall paper +HPL

PT. PP (Persero) Tbk. 88


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

3.7 PEKERJAAN LANSCAPE


Area kerja untuk pekerjaan landscape ialah (denah terlampir):

Dimana detail scope pekerjaan landscape:


a. Pekerjaan persiapan berupa Pekerjaan Pembersihan Lokasi dan perataan cut
and fill lahan eksisting, Pekerjaan Pengukuran dengan waterpass/theodolite
dan Pekerjaan Papan Nama Proyek
b. Pekerjaan plaza depan (abdi negara)
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan pasangan dan lantai
- Pekerjaan pot bunga
- Pekerjaan tiang bendera
c. Pekerjaan sclupture, dinding relief (sejarah um)
- Pekerjaan persiapan berupa pembongkaran aspal dan taman eksisting
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan pot bunga
- Pekerjaan bangku taman (pas. Batu kali, plester,acian & tali air)

PT. PP (Persero) Tbk. 89


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

- Pekerjaan kolam pinggir


- Pekerjaan kolam tengah
- Pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing (lampu, penyiraman & pompa)
d. Pekerjaan plaza belakang (abdi mahasiswa / masyarakat)
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan pasangan
- Pekerjaan taman
- Pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing (lampu, penyiraman)
e. Pekerjaan pola paving
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan paving
f. Pekerjaan saluran air keliling bangunan
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan saluran  box culvert
g. Pekerjaan parkir vip
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan beton dan pasangan
- Pekerjaan struktur atap
- Pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing
h. Pekerjaan taman
- Taman parkir depan
- Taman parkir vip
- Taman parkir sepeda
- Taman parkir motor
- Taman parkir bus
- Taman keliling bangunan
- Pekerjaan mekanikal elektrikal plumbing

PT. PP (Persero) Tbk. 90


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB IV
MANAJEMEN QSHE

Dalam pelaksanaan proyek, PT. PP (Persero) Tbk. selalu berpedoman pada standar-
standar yang telah diadopsi. Standar-standar tersebut berupa standar atas mutu, safety dan
lingkungan dengan mengacu pada standar internasional dan bersertifikasi dari ISO, yaitu:
 ISO 9001:2008, untuk Sistem Manajemen Mutu
 ISO 18001:2007, untuk Sistem Manajemen K3
 ISO 14001: 2004, untuk Sistem Manajemen Lingkungan.
Standar-standar di atas telah diterapkan pada semua proyek dan selalu diaudit
pelaksanaannya secara berkala.
Dalam perkembangannya dan tuntutan lingkungan yang akan datang, saat ini PT. PP
(Persero) Tbk. mencanangkan untuk menjadi Green Contractor. Hal ini menjadi titik penting
kontraktor dalam rangka ikut menjaga dan melestarikan lingkungan hidup pada lokasi
proyek yang dikerjakan. Berikut akan dijelaskan mengenai standar pelaksanaan Sistem
Manajemen Mutu, sistem Manajemen K3 (Safety) dan Manajemen Lingkungan.

1.1 KENDALI MUTU


Untuk garansi kualitas, PT. PP (Persero) Tbk. menggunakan standar
internasional sistem menajemen mutu (kualitas) dengan aplikasi dari ISO 9001-2008.
Komitmen PT. PP (Persero) Tbk. untuk kualitas ditunjukkan dalam kebijakan
perusahaan.
Dalam proyek konstruksi, kontrol dasar dari kualitas mengacu pada :
 ISO 9001-2008
 Spesifikasi teknik dari proyek
 Target kualitas PT. PP (Persero) Tbk.
 Kualitas manajemen

PT. PP (Persero) Tbk. 91


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar 4.1 Sertifikat ISO 9001-2008

ISO 9001-2008 adalah standar internasional untuk kualitas sistem manajemen dari
perusahaan.Sistem ini menjadi benchmark dalam hasil kontrol kualitas dari
konstruksi.Spesifikasi teknik dari proyek adalah dokumen yang menjadi kualitas standar dari
material, metode konstruksi, tes dan hasil konstruksi yang harus dilaksanakan oleh kontraktor
yang dibutuhkan oleh owner dari proyek. Target kualitas PT. PP (Persero) Tbk. adalah hasil
standar kualitas pekerjaan dari tipe pekerjaan yang bervariasi yang ditetapkan oleh PT. PP
(Persero) dengan tujuan untuk membuat hasil standar dari pekerjaan dan meningkatkan
kualitas dan menyeragamkan benchmark kualitas yang diinginkan. Sistem manajemen mutu
yang diterapkan oleh PT. PP (persero) Tbk. sesuai dengan peta proses perusahaan dan standar
internasional iso 9001:2008 dengan sasaran untuk merealisasikan quality policy atau

PT. PP (Persero) Tbk. 92


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

kebijakan mutu perusahaan khusus dalam bidang usaha jasa konstruksi. penerapan sistem
manajemen mutu iso 9001:2008 di PT. PP (persero) Tbk. dilaksanakan dengan :
1. menetapkan peta bisnis proses perusahaan
2. menetapkan quality policy atau kebijakan mutu
Agar kebijakan tersebut dapat dimengerti dengan mudah oleh seluruh karyawan, maka
dibuat blue print quality policy, yang akan menguraikan sasaran-sasaran perusahaan secara
kualitatif maupun kuantitatif tahapan-tahapan pencapaian serta kriteria-kriteria
pengukurannya, guna dijadikan pedoman utama bagi pimpinan unit dalam menetapkan
program kerja di lingkungan masing-masing.

Gambar 4.2 Sertifikat Company Police

PT. PP (Persero) Tbk. 93


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Isi dari company policy PT. PP (Persero) Tbk. ada dua kategori yaitu quality policy dan
Safety and Health Policy. Adapun Quality Policy adalah sebagai berikut:
1. Peduli keinginan dan kepuasan pelanggan
2. Peningkatan kualitas yang berkesinambungan
3. Pendekatan rekayasa bisnis maupun teknik
4. Pemanfaatan teknologi mutakhir
5. Profesionalisme SDM yang berwawasan global

Dokumentasi secara tertulis atas semua aspek ISO 9001:2008 termasuk di dalamnya
kebijakan kualitas, prosedur / work instruction pelaksanaan, tanggung jawab serta wewenang
setiap pejabat dalam organisasi, sebagai cara untuk memastikan bahwa produk / jasa yang
diberikan sesuai syarat – syarat yang telah ditentukan dan disepakati untuk pencapaian target
dlaam lingkup kegiatan Sistem Manajemen Mutu. Dokumentasi tersebut terbagi dalam :
1. Quality Manajement System, termasuk di dalamnya Quality Manual, pengendalian
dokumen dan data, dan Manajement Review Quality Assurance.
2. Manajement Responsibility yang menguraikan tugas dan tanggung jawab masing-
masing personil dalam sistem dan diuraikan mengenai komunikasi dengan pelanggan.
3. Resource Manajement, termasuk di dalamnya pengelolaan sumber daya manusia yang
dapat mendukung pencapaian sasaran mutu.
4. Product Realization dengan semua hal yang berkaitan dengan program kerja, inspeksi
oleh internal customer, procurement, instalasi, dan pelaksanaan konstruksi pekerjaan
sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak.
5. Measurement, Analysis, dan Improvement, termasuk di dalamnya Internal Quality
Audit, Non-Comforming Product dan Penanganan Customer Complaint, serta
Corrective Action, Preventive Action dan Improvement.

Sistem manajemen mutu ini secara periodik ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan
tuntutan sistem yang semakin dinamis.Oleh karena itu, sistem audit baik dari dalam maupun
dari luar (lembaga penerbit sertifikat mutu ISO) selalu dilaksanakan sehingga keberadaan
predikat tersebut dapat terjaga dengan baik dalam implementasinya di
pekerjaan.Pengendalian mutu di dalam pelaksanaan proyek dilaksanakan berdasarkan

PT. PP (Persero) Tbk. 94


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

inspeksi lapangan oleh petugas yang bertanggung jawab dalam pengendalian mutu.
Penerapan ISO-9001:2008 di proyek meliputi :
1. Implementasi prosedur dan work instruction untuk setiap pekerjaan. Prosedur dan WI
disusun sesuai yang disyaratkan dalam ISO 9000 dan merupakan panduan manajemen
proyek untuk penyediaan sumber daya yang diperlukan guna pemenuhan target-target
yang telah ditentukan dengan menfokuskannya kepada kepuasan pelanggan.
2. Internal dan eksternal audit. Langkah ini ditempuh guna memonitor pencapaian target
selama proses kerja berlangsung, agar penyimpangan selama dalam proses kerja dapat
segera terdeteksi untuk mengurangi kemungkinan kesalahan atau kerugian yang lebih
besar.
3. Pengukuran dan analisis.
4. Improvement atau peningkatan proses pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai mutu
yang diinginkan sesuai perkembangan teknologi yang ada.
Roda manajemen mutu perusahaan berdasarkan siklus PDCA (plan, do, check,
action). Roda manajemen mutu perusahaan adalah plan – train – action – monitor – improve
– review. Atau perencanaan – latihan – tindakan – monitor – peningkatan – review. Hal
tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut :

Gambar 4.3 Siklus Roda Manajemen Mutu

PT. PP (Persero) Tbk. 95


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Adapun implementasi roda manajemen mutu perusahaan kontraktor adalah sebagai


berikut :
1. Perencanaan / plan
 Quality target PT.PP dan Spesifikasi teknis
 Presentasi subkontraktor / supplier
 Training – training
 Flow chart dan SOP Quality Control
 Form check list
 Kalibrasi, Serifikasi (mill certificate)
 Kunjungan ke work shop
2. Pelaksanaan
 Ijin pelaksanaan
 Pembuatan mock up
 Sampling and testing
 Rapat kualitas dan Kontrol proses
3. Monitor / kontrol
 Melakukan check list membuat Defect list
 Membuat evaluasi kualitas
 Corrective Action and Preventive Action
 Monitoring and Inspection
4. Imrpovement dan review
 Evaluasi produk dan Quality Assesment
 Improvement Plan
 Rekaman untuk data base
 Serah terima

PT. PP (Persero) Tbk. 96


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Proses roda manajemen mutu dapat dilihat dalam flow chart sebagai berikut:

Gambar 4.4 Skema Implementasi Roda PDCA ( Peranan QC )

Manajemen dari kualitas adalah pengaturan dari kualitas yang harus dilakukan oleh
tim proyek berdasarkan dari rencana kualitas, terget kualitas, papan penilaian, spesifikasi
teknik dan ISO 9001-2008. Manajemen dari kualitas terdiri dari rencana kualitas, jaminan
kualitas dan kontrol kualitas.

A.1. Planning / Perencanaan


Sebagai bagian penting dari alur pengendalian kualitas adalah bagian
perencanaan.Berikut dijelaskan mengenai masing-masing bagian dari perencanaan kualitas.

A.1.1. Quality target PT. PP (Persero) Tbk.


Quality target dimaksudkan sebagai penyeragaman kualitas oleh PT. PP (Persero)
Tbk. yang tentunya sudah memperhatikan standar kualitas yang disyaratkan oleh pemilik
proyek.

PT. PP (Persero) Tbk. 97


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

A.1.2. Spesifikasi Teknis


Dalam setiap pelaksanaan harus mengacu pada spesifikasi teknis yang disyaratkan
dalam perencanaan. Spesifikasi teknis ini menjadi dasar utama dalam perencanaan kualitas di
samping quality target oleh PT. PP (Persero) Tbk. Dalam spesifikasi teknis, tidak hanya
mensyaratkan hasil pekerjaan, tapi juga syarat pelaksanaan dan proses pengendalian
kualitasnya. Untuk itu perlu untuk mempelajari spesifikasi teknis tersebut.

A.1.3. Presentasi Subkontraktor


Setiap sebelum memulai pekerjaan tertentu, subkontraktor diharuskan untuk
mempresentasikan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Presentasi ini dihadiri oleh konsultan
dan atau pengawas. Presentasi ini akan berisi paling tidak metode pelaksanaan, spesifikasi
produk yang akan digunakan, proses kontrol kualitas, waktu pelaksanaan, alat-alat yang
digunakan, proses koordinasi yang diperlukan dengan main kontraktor, personil yang akan
ditugaskan, dan hal-hal lain yang dianggap perlu.

A.1.4. Training
Training merupakan tindakan yang secara terus-menerus dilakukan dalam rangka
menunjang pencapaian target kualitas di proyek.Training yang dilakukan adalah berdasarkan
hasil evaluasi kebutuhan yang dilakukan di proyek.Peserta training yang utama adalah pada
pekerja, supervisor, dan petugas QC.Setiap pengadaan training harus dievaluasi untuk
mengetahui efektifitas pelaksanaan training.

A.1.5. Flow Chart dan SOP


Flow chart dan SOP diperlukan dalam rangka untuk menjelaskan pola dan langkah-
langkah yang terkait dalam pelaksanaan pekerjaan dan pengendalian kualitas.Dalam
pelaksanaan di proyek, diperlukan suatu standar operasi pelaksanaan yang telah menjamin
proses pengendalian mutu yang berkesinambungan. Berikut adalah SOP (Standar Operating
System) dari proses Quality Control (QC).

PT. PP (Persero) Tbk. 98


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Gambar 4.5 Diagram tabel dari SOP ( Standart Operating System )

Pada pelaksanaan kontrol kualitas, setiap proyek dapat menetapkan SOP atau standar
operating procedure. SOP melibatkan beberapa personil maupun pejabat terkait yaitu SEM
(Site Engineering Manager), SOM (Site Operational Manager), QC (Quality Control) dan
pihak mandor / supplier / subkont. Adapun SOP tersebut adalah :
1. SEM membuat dan menyetujui kontrak / SPK dengan mengacu pada spesifikasi /
ketentuan yang disyaratkan.
2. Pihak supplier / subkontraktor membuat metode pelaksanaan yang mengacu pada
metode pelaksanaan umum proyek, spesifikasi dan ketentuan lain yan disyaratkan
3. Metode diperiksa oleh SEM dan QC
4. Jika ada beberapa koreksi maka pihak supplier / subkontraktor harus memperbaiki
5. Supplier / subkontraktor mempresentasikan metode tersebut pada SEM, SOM dan
QC. Jika diperlukan metode dipresentasikan kepada pihak Owner untuk
meyakinkan hasil yang akan dicapai.
6. Setelah disetujui, metode dapat dilaksanakan
7. Pelaksanaan dikontrol oleh SOM dan QC.
8. Jika ada ketidaksesuaian, maka QC dan SOM meminta untuk diperbaiki dengan
menggunakan check list
9. Supplier / subkontraktor harus memperbaiki pekerjaan berdasarkan check list.
10. QC dan SOM melakukan check atas perbaikan pekerjaan. Jika sudah sesuai maka
pekerjaan dianggap selesai.
Prosedur ini pada dasarnya berlaku umum, namun proyek dapat melakukan beberapa
penyesuaian sesuai kebutuhan.

PT. PP (Persero) Tbk. 99


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
PT PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Persero )
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Cabang III – Jakarta
Proyek Maryland Kemang Apartment

STANDARD OPERATING PROCEDURE


PELAKSANAAN PEKERJAAN
MANDOR /
SEM QC SOM
SUBKONT.

SPK

METODE

PERSIAPAN
NO PERIKSA OK

PERBAIKI

PRESENTASI
PROSES

ACTION KONTROL

NO CHECK OK
PERBAIKAN
PENYELESAIAN

LIST

SELESAI

Gambar 4.6 Skema SOP Pelaksanaan Pekerjaan Secara Umum


PT PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Persero )
Pada proses perbaikan, terdapat SOP khusus. SOP tersebut dapat dilihat pd gambar
Cabang III – Jakarta
Proyek Maryland Kemang Apartment

berikut
STANDARD OPERATING PROCEDURE
PERBAIKAN KUALITAS PEKERJAAN

MANDOR / SUBKONT. SEM QC SOM

NCP &
DATA ANALISA
NCP

METODE
PERBAIKAN
PERIKSA
PERSIAPAN

NO OK
PERIKSA

PERBAIKI
PROSES

ACTION KONTROL

NO CHECK OK
PENYELESAIAN

PERBAIKAN
LIST

SELESAI

Gambar 4.7 Skema SOP Perbaikan Kualitas pekerjaan Secara Umum

PT. PP (Persero) Tbk. 100


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

A.1.6. Form Checklist


Sebagai bagian dari proses kontrol adalah adanya lembar pengecekan atau yang sering
disebut sebagai Checklist form. Form ini dibuat untuk masing-masing pekerjaan.
Checklist yang baik akan menjadi fungsi kontrol terhadap kualitas. Adanya
ketidaksesuaian akan dengan cepat diketahui dan dapat ditangani dengan segera. Seperti yang
telah disampaikan dalam SOP Quality Control, proses check list dilakukan bertahap dimulai
dari GSP, QC, hingga CM. Setelah CM menyatakan setuju terhadap checklist yang adalah,
dokumen check list baru disampaikan kepada pengawas. Apabila terdapat checklist yang
tidak sesuai, maka harus segera diperbaiki.
Di dalam form checklist harus menyertakan spesifikasi teknis dan target kualitas yang
disyaratkan, holdpoint pekerjaan, toleransi kualitas, item pekerjaan yang di check, review
hasil check, rencana perbaikan, dan petugas yang terkait.

A.1.7. Kalibrasi
Kalibrasi adalah proses untuk menskala ulang alar-alat ukur yang digunakan di
proyek agar sesuai dengan rencana. Proses ini harus dilakukan secara rutin sesuai dengan
spesifikasi alat. Proses dan laporan kalibrasi alat dibuat mengikuti standar Work Instruction
Sistem Manajemen Mutu PT. PP (Persero) Tbk..

A.1.8. Sertifikasi
Sertifikasi adalah proses pembuatan sertifikat produk / material dan di produksi oleh
pabrik untuk memberi jaminan akan kualitas produk yang digunakan di proyek. Umumnya
sertifikasi ini dilakukan pada material besi tulangan.

A.1.9. Visit Workshop


Proses ini adalah untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan oleh pihak ke tiga
dari sisi pelaksanaan / proses pembuatan produk. Kunjungan workshop ini dilakukan secara
periodik dimana dapat diyakinkan bahwa proses produksi sesuai persyaratan, disamping
sebagai kontrol terhadap kemampuan produksi.

A.1.10. Metode Kontrol Kualitas


Setiap material atau pekerjaan memiliki metode kontrol kualitas yang berbeda. Baik
dari segi cara maupun hold point dan yang lainnya. Berikut disampaikan metode kontrol
kualitas pada pekerjaan beton

PT. PP (Persero) Tbk. 101


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

A.2. Do / Pelaksanaan
Pada bagian pelaksanaan, terdapat beberapa hal yang harus diperhaitkan terkait
dengan pengendalian kualitas.

A.2.1. Work Permitt


Work permitt adalah ijin pekerjaan sebelum melaksanakan suatu pekerjaan di
proyek. Work permitt diajukan oleh PT. PP (Persero) Tbk. dan disetujui oleh pengawas. PT.
PP (Persero) Tbk. tidak akan memulai suatu pekerjaan apabila work permitt belum disetujui
oleh pihak pengawas. Segala akibat akibat belum disetujuinya work permitt ini bukan
tanggung jawab PT. PP (Persero) Tbk..

A.2.2. Mock up
Mock up adalah suatu standar bentuk dan hasil kualitas suatu hasil pekerjaan yang
akan dijadikan acuan hasil pelaksanaan suatu pekerjaan. Misanya mock up pekerjaan plester
aci, cat, pemasangan keramik, dan lain-lain. Mock ini diajukan PT. PP (Persero) Tbk.
berdasarkan spesifikasi teknis. Mock up yang telah disetujui menjadi standar kualitas hasil.

A.2.3. Sampling and Testing


Sampling adalah suatu tindakan untuk mengambil contoh dari suatu pekerjaan untuk
dilakukan pengetesan (Testing).Contohnya adalah pada pekerjaan struktur. Dilakukan
pengambilan sample silinder beton dan besi beton dalam frekuensi tertentu untuk dilakukan
pengetesan.

A.2.4. Quality Meeting


Rapat mutu (Quality Meeting) adalah suatu rapat yang membahas masalah
mutu.Rapat ini sering dijadikan satu rapat dengan rapat lainnya.Pada rapat kualitas dibahas
mengenai temuan yang ada di proyek serta dibahas pula tindakan untuk mengatasi
permasalahan tersebut.

A.2.5. Process Control


Proses ini adalah suatu proses pelaksanaan pengendalian mutu. Proses ini dapat
berupa kontrol terhadap pelaksanaan di lapangan, maupun proses yang lainnya.

PT. PP (Persero) Tbk. 102


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

A.3. Monitor
Pada bagian monitor, terdapat beberapa tindakan yang harus diperhaitkan terkait
dengan pengendalian mutu.

A.3.1. Check list


Check list adalah suatu tindakan melakukan check suatu pekerjaan berdasarkan daftar
yang telah disepakati bersama. Check list harus selalu dilakukan pada setiap pekerjaan. Hal
ini untuk memastikan bahwa proses pelaksanaan berdasarkan hold pointnya telah memenuhi
persyaratan mutu.
A.3.2. Defect list
Defect list adalah suatu daftar yang memuat ketidaksesuaian hasil pekerjaan maupun
prosesnya terhadap persyaratan yang telah ditentukan dalam daftar check list. Defect list
memuat target waktu perbaikan. PT. PP (Persero) Tbk. selalu menjadwalkan pekerjaan yang
masuk dalam defect list ini dalam rencana pekerjaan secara periodik.

A.3.3. Corrective Action / Preventive Action


Corrective action adalah tindakan perbaikan pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan
persyaratan.Corrective action dilakukan pada pekerjaan yang ada dalam daftar defect
list.Preventive action adalah tindakan yang dilakukan agar tidak terjadi lagi ketidaksesuaian
pekerjaan dan hasilnya terhadap persyaratan dan ketentuan.

A.3.4. Monitoring dan Inspection


Monitoring dan inspection dilakukan secara rutin berdasarkan jadwal waktu yang
ditentukan di proyek.Pada pekerjaan di proyek, saat penting dimana suatu pekerjaan itu harus
dikontrol dan dicheck disebut hold point. Saat tersebut merupakan titik penting dalam kontrol
kualitas, dimana ketidaksesuaian akan sangat memberikan pengaruh pada tahap berikutnya
hingga tahap akhir. Berikut adalah hold point pada beberapa pekerjaan.

PT. PP (Persero) Tbk. 103


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

A.4. Improvement
Bagian ini adalah bagian dimana dilakukan penilaian dan peningkatan mutu kinerja
yang telah dicapai.

A.4.1. Evaluasi produk


Kegiatan ini merupakan kegiatan yang mengevaluasi setiap produk yang digunakan di
proyek yang di syaratkan dalam spesifikasi teknis. Proses dan cara evaluasi produk mengikuti
ketentuan dari syarat produk itu sendiri.

A.4.2. Quality Assesment


Program ini adalah program standar yang dilakukan untuk mengetahui performa
kualitas secara keseluruhan dari pekerjaan yang telah dilakukan di proyek.Pelaksanaan
program ini mengikuti standar yang ada dalam Work instruction.

A.4.3. Improvement Plan


Merupakan suatu rencana hasil evaluasi kualitas yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas hasil pelaksanaan pekerjaan di proyek.

1.2 METODE K3
Untuk menjamin konstruksi dengan angka nol kecelakaan, PT. PP (Persero)
Tbk. menggunakan standar sistem manajemen kualitas internasional ISO 18001-
2007.PT. PP (Persero) Tbk. menunjukkan komitmen keselamatan kerja dalam
kebijakan perusahaan (terlampir).
 OHSAS 18001-2007
 Technical Specification of The Project
 Safety Target of PT. PP ( Persero) Tbk.
 Safety Manajement
OHSAS 18001-2007 adalah standar internasional untuk sistem menagemen
keselamatan.Sistem ini menjadi benchmark dalam kontrol keselamatan dalam
konstruksi.
Spesifikasi teknik proyek adalah dokumen yang menjadi standar keselamatan
dari konstruksi yang harus dilakukan oleh kontraktor yang dibutuhkan oleh pemilik
proyek. Target keselamatan adalah standar

PT. PP (Persero) Tbk. 104


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

keselamatan konstruksi yang ditetapkan oleh PT. PP (Persero) Tbk. dengan


tujuan untuk standarisasi keselamatan dan meningkatkan kondisii keselamatan dan
menyeragamkan benchmark keselamatan yang diinginkan.
Manajemen keselamatan adalah pengaturan dari keselamatan yang harus
dilakukan oleh tim proyek berdasarkan dari rencana keselamatan, terget keselamatan,
papan penilaian, spesifikasi teknik dan OHSAS 18001-2007. Manajemen keselamatan
terdiri dari rencana keselamatan, pelaksanaan, administrasi dan laporan rencana
keselamatan. Penjelasan detail tentang rencana keselamatan dijelaskan terlampir.
Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SM-K3) yang
dilaksanakan oleh PT. PP (Persero) Tbk. merupakan implementasi dari OHSAS
18001:2007 yang telah diberikan sebagai panduan dalam menetapkan kebijakan
mengenai hal tersebut dalam pelaksanaan proyek. Aplikasi dari sistem ini sangat
diperlukan dalam mencegah terjadinya kecelakaan dalam bekerja serta mengurangi
dampak lingkungan pekerjaan terhadap kesehatan pekerja.Oleh karena itu, perlu
disusun rencana kerja mengenai pelaksanaan SM-K3 di lingkungan proyek.
Pelaksanaan SM-K3 berdasarkan OHSAS 18001-2007 mengikuti langkah-
langkah sebagai berikut :
1. Penyusunan perencanaan pelaksanaan K-3 (Safety Plan) pada masa persiapan untuk
dijadikan panduan oleh tim proyek dalam pengelolaan dalam pelaksanaan. Kegiatan
safety plan terdiri atas :
a. IBPR atau identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko baik di
lapangan maupun di kantor.
b. Penyusunan program peningkatan kesadaran K-3, untuk meningkatkan
kesadaran dan kepedulian setiap karyawan dan pekerja yang berada di dalam
lingkungan proyek.
c. Membuat rencana tanggap darurat dalam menghadapi kondisi yang harus segera
ditangani dalam waktu singkat sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih
parah.
d. Membuat schedule safety patrol, safety talk dan safety meeting sebagai sarana
dalam melaksanaan pengawasan dan penyampaian secara langsung program-
program K-3 yang telah disusun.
e. Penyediaan form-form administrasi K-3.

PT. PP (Persero) Tbk. 105


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

f. Identifikasi, akses dan distribusi UU dan peraturan K-3 sehingga seluruh pihak
yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan dapat mematuhi dan mengikuti SM-
K3 yang diimplementasikan.
g. Pembuatan Safety Net, dikarenakan di samping project sudah terdapat gedung –
gedung yang telah beroperasi.

Gambar 4.8 Pelaksanaan Safety Net, Safety meeting dan Safety Patrol
2. Pelaksanaan SM-K3 dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai safety plan yang telah dibuat
dan membuat record-record atas kegiatan yang telah dilaksanakan untuk dilakukan
analisis sehingga dapat selalu termonitor. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan
meliputi inspeksi K-3, peningkatan kesadaran K3, mengadakan safety meeting
bulanan dan safety patrol sesuai schedule yang telah dibuat, serta melakukan
pelaporan yang diperlukan. Langkah-langkah dalam meningkatkan kesadaran K-3
terhadap karyawan dan pekerja antara lain :
a. Menetapkan aktifator berupa :
o Membuat komitmen proyek mengenai K3 yang harus ditaati oleh seluruh
karyawan dan pekerja.
o Menyelenggarakan safety talk secara periodik minimal seminggu sekali atau
sesuai safety plan.
o Memberikan penghargaan kepada karyawan dan pekerja yang dapat
menemukan penyimpangan K3 di proyek.
o Memberikan sanksi kepada karyawan dan pekerja yang melakukan
pelanggaran K3.
o Memberikan visualisasi akibat dari pelanggaran ketentuan K3.
o Mengadakan kegiatan yang menambah wawasan K3.
o Meningkatkan kompetensi K3 pada bidang kerjanya.

PT. PP (Persero) Tbk. 106


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

b. Pengukuran tingkat kesadaran K3, meliputi :


 Mengukur tingkat kepatuhan terhadap sistem K3 dengan menggunakan
assesment sheet K3 dan Housekeeping.
 Mengukur tingkat kekerapan terjadinya kecelakaan.
 Mengukur tingkat keparahan akibat kecelakaan.
 Mengukur jumlah Non-conforming ( Ketidaksesuaian) K3.
 Melakukan evaluasi terhadap record-record yang telah dibuat dalam kegiatan
manajement review untuk menentukan langkah-langkah preventif, evaluasi,
dan improvement yang diperlukan selamapelaksanaan pekerjaan di proyek.

Gambar 4.9 Tabung Pemadam Kebakaran


Pelaksanaan program-program dalam SM-K3 di proyek hanya dapat
terlaksana apabila ada perlengkapan dan peralatan penunjang program K3. Peralatan
tersebut meliputi promosi program K3 berupa pemasangan atribut K3 (bendera K3),
dan pemasangan sign board K3 yang berisikan slogan-slogan yang mengingatkan
akan perlunya bekerja dengan selamat. Sign board juga dapat berisikan gambar-
gambar/pamflet tentang bahaya/kecelakaan yang mungkin terjadi di lokasi pekerjaan.
Slogan maupun gambar-gambar tersebut dapat dipasang di kantor proyek atau lokasi
pekerjaan di lapangan.
Peralatan lain yang diperlukan adalah sarana yang melekat pada , sarana
peralatan lingkungan, dan rambu-rambu peringatan. Saran yang melekat pada orang
disesuaikan dengan lokasi pekerjaan dan tingkat resiko kecelakaan yang mungkin
terjadi. Contoh saran melekat antara lain : helm pekerja, sepatu safety, sabuk
pengaman untuk pekerja di tempat yang tinggi, sarung tangan, masker pengaman,
kaca mat alas google, obat-obat P3K serta pelampung renang (untuk lokasi air dalam).
Sedangkan sarana peralatan lingkungan meliputi pagar pengaman, tabung pemadam
kebakaran, penangkal petir darurat, pemeliharaan jalan kerja, jaring pengaman pada
bangunan tinggi dan sebagainya.

PT. PP (Persero) Tbk. 107


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1.3 SISTEM KOORDINASI PELAPORAN


1. LAPORAN HARIAN, MINGGUAN, BULANAN
Dalam pelaksanaannya nanti, kontraktor akan membuat laporan Harian,
Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan yang memberikan gambaran dari
kegiatan – kegiatan yang dilakukan di lapangan dengan jelas. Laporan tersebut
dibuat dalam bentuk rangkap 3 (tiga) meliputi :
1. Kegiatan fisik
2. Catatan dan perintah pemberi tugas, konsultan perencana dan
Manajemen Konstruksi yang disampaikan baik secara lisan maupun
tertulis.
3. Hal – hal yang menyangkut masalah :
h. Material (masuk / ditolak)
i. Jumlah tenaga kerja
j. Keadaan cuaca
k. Pekerjaan tambah / kurang
Berdasarkan laporan harian dibuat laporan mingguan, dimana laporan tersebut
berisi ikhtisar dan catatan prestasi atas pekerjaan minggu lalu dan rencana
pekerjaan minggu depan. Laporan ini akan ditanda tangani oleh Manager
Proyek dan diserahkan pada Pemberi Tugas dan Manajemen Konstruksi untuk
diketahui / disetujui.
2. LAPORAN PENGETESAN
Kontraktor akan menyerahkan kepada Pemberi Tugas dan Manajemen
konstruksi dalam rangkap 5 (lima) mengenai hai – hal sebagai berikut :
a. Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi
b. Hasil pengetesan kabel – kabel (meger dan pemberian tegangan)
c. Hasil pengetesan peralatan – peralatan instalasi.
d. Hasil pengukuran –pengukuran dll
Semua pengetesan dan atau pengukuran akan disaksikan oleh Pemberi Tugas,
Konsultasn Perencana, dan Manajemen Konstruksi pada proyek ini.

PT. PP (Persero) Tbk. 108


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

1.4 SHOP DRAWING & AS BUILT DRAWING


1. SHOP DRAWING
Shop drawing / gambar kerja adalah gambar yang memperjelas gambar
pelaksanaan (construction drawing) dandigunakan sebagai pedoman
pelaksanaan kerja di lapangan.
Ketentuan umum shop drawing adalah sebagai berikut :
 CM bertanggung jawab menyediakan shop drawing seluruh pekerjaan
proyek (termasuk pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor)
 Persyaratan shop drawing antara lain:
a. Nomor gambar
b. Judul
c. Status asli / revisi
d. Nomor lembar dan jumlah lembar
e. Referensi ke construction drawing
f. Tanggal mulai berlakunya
g. Riwayat revisi dan tanggal
h. Skala
i. Dokumen dikendalikan
j. Accepteance kriteria dapat dituliskan / ditempelkan
k. Acceptance kriteria yang terkait dengan QSHE
l. Ukuran kertas : standar gambar teknik
Ketentuan khusus shopdrawing :
 Jika terjadi perubahan desain, maka kontraktor, konsultan MK / Pengawas /
Perencana dan owner harus menetapkan pihak – pihak yang bertanggung
jawab terhadap :
a. Perubahan gambar desain tersebut
b. Lamanya proses perubahan gambar desain
c. Biaya tambah / kurang akibat perubahan desain tersebut.
 Proses perubahan gambar desain tersebut dituangkan kedalam SOP yang di
tandatangani bersama dan mengikat masing-masing pihak.
Distribusi Shopdrawing :
 Shopdrawing didistribusikan dengan menggunakan buku Ekspedisi
sesuai Ketentuan dalam Prosedur Pengendalian Dokumen

PT. PP (Persero) Tbk. 109


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 Semua shopdrawing harus dicatat dalam daftar induk shop drawing

2. AS BUILT DRAWING
 As built drawing adalah Dokumentasi Proyek berupa Gambar Kerja (
Revisi Shop Drawing ) yang menunjukkan keadaan yang sesuai dengan
yang dilaksanakan di lapangan.
 As Built Drawing wajib disiapkan oleh Kontraktor yang melaksanakan
pekerjaan , dibuat setelah selesainya pekerjaan dan disyahkan oleh
Management Konstruksi Proyek, atau sesuai dengan yang disyaratkan
pemberi tugas.
 Berkas As Built Drawing terdiri atas ( sesuai ruang lingkup pekerjaan
proyek) , sbb :
c. Gambar Struktur Lengkap
d. Gambar Arsitektur Lengkap
e. Gambar M/E Lengkap
f. Gambar Landscape Lengkap
 Prosedur dan tanggung jawab :
a. Setiap Proyek yang telah mencapai progres 100 % , pada saat Serah
Terima I Proyek diwajibkan menyerahkan antara lain As Built
Drawing Asli kepada Pemberi tugas (Owner), dapat dalam bentuk
hard copy / file elektronik / micro film / atau dll sesuai yang
ditentukan pemberi tugas.
b. Setelah itu paling lambat 30 hari setelah Serah Terima I , PM harus
mengirimkan berkas As Built Drawing sbb :
c. Copy 1 dalam bentuk elektronik kepada Sekretaris KCB , untuk File
Cabang .
d. Copy 2 dalam bentuk elektronik dikirimkan kepada KBAP di DVP,
untuk file di UKP
e. Khusus untuk berkas dalam bentuk File Elektronik , ketentuan untuk
pengesahan As Built Drawing adalah sbb :
f. Pada permukaan CD diberi notasi & tanda tangan dari pihak Owner
yang berwenang untuk pengesahan.
g. Status File : ‘ Read Only ‘ ( file tidak dapat di ‘edit’ ).

PT. PP (Persero) Tbk. 110


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

h. Sekertaris KCB di Cabang dan KBAP di DVP menyimpan dan


memelihara File Elektronik As Built Drawing, agar selalu tersedia
apabila diperlukan Perusahaan.
 Flow sistem penyimpanan as built drawing adalah sebagai berikut :

PT. PP (Persero) Tbk. 111


PEMBANGUNAN GRAHA REKTORAT TAHAP V
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB V
PENUTUP
Demikian Metode Pelaksanaan ini dibuat secara garis besar dan detail sehingga dapat
menggambarkan keseluruhan pekerjaan dari awal sampai akhir selesainya pekerjaan. Kami
yakin berdasarkan pengalaman-pengalaman pada proyek sejenis yang telah kami laksanakan,
kami akan menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan kualitas yang baik sesuai
spesifikasi. Dan akhirnya kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan
kepercayaannya.

PT. PP (Persero) Tbk. 112

Anda mungkin juga menyukai