Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kebudayaan Islam merupakan salah satu identitas dari Islam. Jika kita melihat ke
masa lampau kebudayaan Islam sangat berkembang. Puncak kejayaan kebudayaan Islam
terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah. Di masa kejayaan kebudayaan Islam tersebut
banyak sekali para cendekiawan muslim yang menghasilkan karya-karya besar dalam
perkembangan umat manusia seperti Ibnu Sina, Abu Nawas, Jalaludin Rumi dan masih
banyak lagi, yang sangat berguna untuk kehidupan umat manusia.
Namun, di zaman sekarang kebudayaan Islam mulai memudar dengan semakin
berkuasanya kebudayaan Barat. Oleh sebab itu, penting bagi generasi Muslim untuk
mengetahui bagaimana kebudayaan Islam. Hal ini bertujuan untuk menambah dan
meningkatkan kemantapan iman kita.
B. TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui pengertian kebudayaan Islam
2. Mengetahui dasar-dasar kebudayaan Islam
3. Mengetahui fungsi dan peran manusia dalam kebudayaan Islam
4. Mengetahui kebudayaan Islam seperti yang dilukiskan dalam Al Quran
5. Mengetahui bentuk-bentuk kebudayaan Islam
6. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran kebudayaan Islam
C. RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH
 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kebudayaan Islam ?
2. Apa dasar - dasar kebudayaan Islam ?
3. Apa peran dan fungsi manusia dalam kebudayaan Islam ?
4. Bagaimana kebudayaan Islam seperti yang dilukiskan dalam Al Quran ?
5. Apa saja bentuk-bentuk kebudayaan islam?
6. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran kebudayaan Islam?
 Batasan Masalah
1. Pengertian kebudayaan islam
2. Dasar -dasar kebudayaan islam
3. Peran dan fungsi manusia sebagai pembuat kebudayaan
4. Kebudayaan Islam seperti yang dilukiskan dalam Al Quran
5. Bentuk-bentuk kebudayaan Islam
6. Faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran kebudayaan Islam
D. METODE PENULISAN
Adapun metode yang digunakan penulis dalam menyelesaikan makalah ini antara lain :
1. Metode Diskriptif/Library Research (literature), yaitu metode yang mengambil bahan
dari buku-buku ataupun sumber-sumber pustaka yang berhubungan dengan
permasalahan di atas.

1
2. Metode Cyber Research, yaitu metode pencarian dan pengambilan bahan
menggunakan internet.

BAB II
KEBUDAYAAN ISLAM
A. PENGERTIAN KEBUDAYAAN ISLAM
Kata kebudayaan berasal dari kata Sanskerta, budhayah, ialah bentuk jamak dari
buddhi yang berarti budi atau akal. Demikianlah kebudayaan itu dapat diartikan “hal-hal
yang bersangkutan dengan akal”. (Notowidagdo, 1995: 24)
Menurut E.B. Tylor (Inggris) dalam buku yang berjudul: “Primitive Culture,
mendefinisikan bahwa: Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks, yang di dalamnya
terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan
kemampuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota
masyarakat.( Notowidagdo, 1995: 25)
Menurut Prof. DR. Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan manusia
dari kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya secara belajar dan
yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. (Notowidagdo, 1995: 26)
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa kebudayaan
adalah keseluruhan sistem gagasan. tindakan, dan hasil cipta, karsa dan rasa manusia

2
untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun
dalam kehidupan masyarakat. (Notowidagdo, 1995: 27)
Dari berbagai pengertian tentang kebudayaan tersebut, dapat diambil kesimpulan
bahwa kebudayaan Islam adalah kebudayaan masyarakat yang menganut agama Islam.
(Darsono dan Ibrahim, 2008:3)
Selain itu juga kebudayaan Islam menggambarkan kondisi-kondisi kehidupan
yang terjadi pada masa perkemabangan Islam hingga runtuhnya daulah Islamiah.
(Darsono dan Ibrahim, 2008:10)
B. DASAR-DASAR KEBUDAYAAN ISLAM
Kebudayaan Islam lahir atas dasar sebagai berikut.
1. Hati nurani yang mengajak manusia supaya dapat menyadari hubungannya dengan
alam dan tempatnya dalam alam ini dengan sebaik-baiknya.
2. Kalau kesadaran sudah sampai ke batas iman, maka imannya itu mengajaknya supaya
ia tetap terus-menerus mendidik dan melatih diri, selalu membersihkan hatinya,
mengisi hati dan pikirannya dengan prinsip-prinsip yang lebih luhur.
3. Dasar prinsip manusia dalam mengarungi kehidupan adalah harga diri, persaudaraan,
cinta kasih, kebaikan, dan takwa. (Zulfikri, 2009:8)
C. PERAN DAN FUNGSI MANUSIA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM
Dalam perspektif islam manusia berperan dan berfungsi sebagai pelaku sekaligus
pembuat kebudayaan. Oleh sebab itu, manusia memiliki kedudukan dan peran inti,
Kedudukan dan posisi manusia dikisahkan dalam Al-Quran diantaranya sebagai berikut.
a. Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dan paling utama
Allah berfirman:

Artinya:”Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut


mereka di daratan dan Lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik d an
Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk
yang telah kami ciptakan.” (QS. Al-Israa:70)
Sebagai konsekuensi logis manusia memiliki kebebasan yang bertanggung jawab,
dalam arti yang seluas-luasnya dan pada dimensi yang beragam yang pada gilirannya
merupakan amanat yang harus dipikul.
b. Manusia mengemban tugas sebagai makhluk yang dimuliakan Allah, tidak seperti
ciptaan Allah yang lain. Semuanya mempunyai tekanan yang sama yaitu agar
manusia menggunkaan akalnya hanya untuk hal-hal positif sesuai dengan fitrah dan

3
panggilan hati nuraninya, dan amatlah tercela bagi orang yang terpedaya oleh hawa
nafsu terlepas dari kemanusiaannya dan fitrahnya dalam hal ini. Al Quran
menegaskan:

4. Artinya: ”Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya


tidaklah Kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al
Mulk:10.) (Zulfikri, 2009:4-5)
D. KEBUDAYAAN ISLAM SEPERTI YANG DILUKISKAN DALAM AL-QUR’AN.
Muhammad saw telah meninggalkan warisan rohani yang agung, yang telah
menaungi dunia dan memberi arah kepada kebudayaan dunia selama dalam beberapa
abad yang lalu. Ia akan terus demikian sampai Allah menyempurnakan cahayanya ke
seluruh dunia. Warisan yang telah memberi pengaruh besar pada masa lampau itu, dan
akan demikian bahkan lebih lagi pada masa yang akan datang, ialah karena ia telah
membawa agama yang benar dan meletakkan dasar kebudayaan satu-satunya yang akan
menjamin kebahagiaan dunia ini. Agama dan kebudayaan yang telah dibawa Nabi
Muhammad SAW kepada umat manusia melalui wahyu Allah itu, sudah begitu berpadu
sehingga tidak dapat lagi terpisahkan. Kalaupun kebudayaan Islam ini didasarkan kepada
metode-metode ilmu pengetahuan dan kemampuan rasio, dan dalam hal ini sama seperti
yang menjadi pegangan kebudayaan barat masa kita sekarang, dan kalaupun sebagai
agama Islam berpegang pada pemikiran yang subjektif dan pada pemikiran metafisika
namun hubungan antara ketentua-ketentuan agama dengan dasar kebudayaan itu erat
sekali. Soalnya cara pemikiran yang metafisik dan perasaan yang subjektif disatu pihak
dnegan kaidah-kaidah logika dan kemampuan ilmu pengetahuan dipihak lain oleh Islam
dipersatukan oleh satu ikatan, yang mau tidak mau memang perlu dicari sampai dapat
ditemukan, untuk kemudian tetap menjadi orang Islam dengan iman yang kuat pula. Dari
segi ini kebudayaan Islam berbeda sekali dengan kebudayaan barat yang sekarang
menguasai dunia, juga dalam melukiskan hidup dan dasar yang menjadi landasannya
berbeda. Perbedaan kebudayaan ini, antara yang satu dan yang lain sebenarnya prinsip
sekali, yang sampai menyebabkan dasar keduanya itu satu sama lain saling bertolak
belakang. (Zulfikri, 2009:10)
Agama Islam sangat menghargai amal saleh manusia dan mendoorng manusia
berkreativitas positif (beramal saleh). Sebab amal saleh atau kreativitas positif

4
merupakan kerja kemanusiaan yang bakal membawa manusia ke surga. Adapun ajaran
Islam yang mendorong masyarakat untuk berperadaban atau berbudaya tinggi ialah
karena:
1. Islam menghormati manusia, mmeletakkan akal pada tempat yang terhormat,
menyuruh manusia mempergunakan akalnya untuk memeriksa dan memikirkan
keadaan alam.
2. Islam mewajibkan setiap laki-laki dan perempuan pemeluk Islam untuk menuntut
ilmu.
3. Islam melarang orang orang bertaqlid buta, menerima sesuatu sebelum diperiksa,
walaupun dari ibu-bapak, nenek mkoyang aatupun leluhur sekalipun.
4. Islam mengerahkan pemeluknya supaya selalu menggali barang-barang penemuan
yang belum adaa, membuat inisiatif atau prakarsa, yang memberi manfaat bagi
kemanusiaan.
5. Islam menyuruh pemeluknya mencari keridhaan Allah, dengna semua nikmat yang
telah diterimanya, dan menyuruh mempergunakan hak-hak atas keduniaan dalam
pimpinan dan peraturan agama.
6. Islam mnggemarkan pemeluknya supaya pergi meningglakan kampong halamannya,
berjalan ke negeri lain, memperhubungkan silaturrahmi dengan bangsa dan golongan
lain, saling bertukar pengetahuan, pemandangan dan perasaan.
7. Islam menyuruh memeriksa kebenaran walaupun datangnya dari kaum yang
berlainan bangasa dan berlainan kepercayaan. (Misbah,1986:28-29)
E. BENTUK-BENTUK KEBUDAYAAN ISLAM.
Hampir semua kebudayaan mempunyai unsusr yang menunjukkan bentuk
kebudayaan tersebut. Di antara unsur yang menjadi bentuk kebudayaan Islam adalah
sebagai berikut.
1. Sistem Politik
Bentuk kebudayaan dapat dilihat melalui sistem politik yang berlaku. Di
dalam kebudayaan Islam, sistem politik meliputi hal-hal berikut ini.
a. Hukum Islam
Kebudayaan Islam mnecapai puncak kejayaan ketika diterapkannya hukum
Islam. Di dalam Islam, sumber hukum utama adalah Al-Quran dan hadits. Berbeda
dengan agama-agama lain, hukum Islam mencakup kehidupan umum lainnya.
Hukum Islam sangat menghargai hak-hak asasi manusia. Di dalamnya tidak
ada perbedaan status, kecuali tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. Kondisi
itu menyebabkan hukum Islam dapat diterima dengan mudah oleh rakyat yang
wilayahnya ditaklukan tentara Islam.
Suatu hal yang membedakan hukum Islam dengan hukum-hukum yang lain
adalah keaslian dan universalitasnya. Keaslian hukum Islam terjamin sejak masa

5
Rasulullah saw. hidup hingga akhir zaman. Hukum Islam juga dapat diterapkan di
mana saja dan kapan saja.
Seiring berkembangnya zaman, penjabaran atau penafsiran yang lebih jelas
tentang kedua sumber hukum Islam sangat diperlukan oleh umat Islam. Hal itu
melahirkan ulama-ulama ahli dalam bidang tertentu yang menjabarkan hukum-
hukm Islam. Selanjutnya, pembahasan-pembahasan hukum Islam dilakukan dalam
lingkup ilmu fiqih. Dalam Islam terdapat empat tokoh aliran utama (mazhab) fiqih,
yaitu Imam Syafi’I, Imam Hanbali, Imam Hanafi, dan Imam Malik.
b. Khilafah
Setelah Rasulullah saw. wafat, orang-orang yang diberi tanggung jawab
melaksanakan hukum Islam adalah para pengendali pemerintahan. Kedudukan
mereka adalah sebagai khalifah atau pengganti Rasulullah saw. Orang itu harus
mempunyai keimanan yang tinggi dan mendapatkan dukungan dari kaum
muslimin. Sistem khilafah dapat dijalankan secara murni pada masa khalifah yang
pertama atau yang disebut Khulafaur Rasyidin. Pada pelajaran selanjutnya,
Khulafaur Rasyidin akan dibahas lebih dalam.
Sistem khilafah merupakan hal baru dalam perkembangan kebudayaanb.
Sebelumnya, berkembang sistem kekaisaran atau sistem kerajaan. Dalam
perkembangannya, sistem khilafah yang erat dengan semangat Islam dan prinsip-
prinsip demokrasi berubah menjadi kekuasaan monarki dan diktator. Hal itu dapat
dilihat dengan membandingkan gaya kepemimipinan pada masa Khulafaur
Rasyidin dengan Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, atau Dinasti Fatimiyah.
c. Kementerian dan Administrasi
Pada masa awal kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, khalifah mengurusi
seluruh urusan Negara secara langsung dengan dibantu beberapa penasihat. Akan
tetapi, seiring makin luasnya wilayah pemerintahan Islam, khalifah tak mampu
lagi menangani segala urusan itu secara langsung. Kemudian, khalifah`menunjuk
pembantu atau menteri. Kementerian itu ada yang mengurusi administrasi negara,
agama, dan militer.
Pengelolaan administrasi Negara disebut diwan. Khalifah Umar bin Khattab
merupakan peletak dasar keadministrasian negara dalam pemerintahan Islam.
d. Keuangan
Pada awalnya, sumber keuangan pemerintahan Islam hanya berasal dari zakat
dan sedekah.Hal itu sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an. Sejak masa Khalifah
Umar bin Khattab, sumber keuangan negara berkembang,antara lain berasal dari
fai (dana orang non muslim), ganimah (harta rampasan perang), dan jizyah (pajak

6
dari ahli kitab). Ketika makin banyak ahli kitab yang beralih memeluk Islam
pendapatan dari jizyah juga makin berkurang.
Pada dasarnya, sumber keuangan negara Islam berasal dari pajak numi,
kepemilikan barang dan diri pribadi. Bumi dianggap sebagai milik negara,
sedangkan pengelola dipandang sebagai penyewa. Meskipun demikian, sistem itu
tidak membua para petani menjadi budak dan tidak membatasi kegiatn mereka
seperti halnya di Eropa. Adapun pajak kepemilikan dikenakan terhadap toko dan
barang- barang yang dijual.
Selain uraian di atas, bentuk-bentuk kebudayaan Islam dalam sistem politik
juga berupa pemberlakuan pemerintah daerah, lembaga pos atau surat menyurat,
lembaga hukum, lembaga kepolisian, dan angkatan laut.
2. Sistem Kemasyarakatan
Dalam perkembangan kebudayaan Islam, masyarakat terbagi kedalam
beberapa kelompok-kelompok berikut ini.
a. Kelompok penguasa
Kelompok ini terdidi dari para khalifah, menteri dan para pejabat lainnya. Pada
awalnya, kelompok ini berasa dari orang-orang Arab saja. Akan tetapi, kalangan
budak yang sudah merdeka dan dididik menjadi pembatu pemerintahan, akhirnya
dapat masuk kedalam kelompok ini.
b. Kelompok Tokoh Agama
Kelompok ini terdiri dari imam mesjid, ulama dan hakim. Kelompok ini timbul
karena masyarakat memerlukan mereka dalam menjalankan kewajiban agama.
c. Kelompok Militer
Kelompok ini berperan penting dalam urusan perang dan keamannan negara. Pada
mulanya, kelompok inin hanya berasal dari orang arab. Seiring meluasnya
wilayah Islam, setiap orang Islam dapat masuk menjadi anggota kelompok ini
asalkan memenuhi persyaratan.
d. Kelompokan Cendikiawan
Semula, sebagian besar kelompok ini terdiri dari orang-orang nonmuslim yang
pandai baca tulis. Saat itu, buku-buku sumber pengetahuan umum belum banyak
yang berbahasa Arab. Setelah bahasa Arab dijadikan bahasa negara dan pada masa
Dinasti Umayyah banyak kaum muslimin yang mampu menguasai bahkan
mengembangkan ilmu pengetahuan.
e. Kelompok pekerja dan budak

7
Kelompok ini biasanya tinggal di kota-kota industri. Umumnya mereka penduduk
asli suatu wilayah yang telah ditaklukkan Islam. Adapun untuk kelompok budak,
Islam berusaha membatasinya.

f. Kelompok petani
Kelompok ini tinggal di daerah-daerah yang subur, seperti di daerah Mesir. Para
petani tersebut sebatas sebagai penggarap atau penyewa tanah. Pada masa itu,
sebagian besar lahan pertanian sebagai lahan negara.
3. Ilmu pengetahuan
Pada masa awal pekembangan Islam, ilmu pengetahuan kurang mendapat
perhatian. Ilmu pengetahuan baru mendapatkan perhatian pada masa Dinasti
Abbasiyah. Pada saat itu, banyak buku-buku dari berbagai disiplin ilmu dan
kebudayaan lain diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Berbeda dengan agama lain, Islam justru mendorong pemeluknya untuk
mencari ilmu. Pada mulanya, Ilmu yang mendapat perhatian hanyalah ilmu alam dan
kedokteran. Pada masa selanjutnya ilmu-ilmu lain juga mendapat perhatian. Pada
masa itu, kotakota seperti Baghdad dan Iskandariah menjadi pusat ilmu pengetahuan
dunia. (Darsono dan Ibrahim, 2008:6-9)
Kebudayaan Islam mencapai puncak kebudayaan pada masa Daulah Abbsiyah.
Fakror-faktor yang mendorong Daulah Abbasiyah mencapai masa kejayaannya, antara
lain:
1. Terjadinya asimilasi dalam Daulah Abbasiyah (berpartisipasinya unsur-unsur non
arab) terutama bangsa Persia dalam membangun peradaban Islam.
2. Dari kebijakan Daulah Abasiyah yang berorientasi kepada pembangunan peradaban
dari pada melakukan perluasan wilayah.
3. Kebudayaan Persia telah memberikan Khazanah peradaban Isalm dalam bidang
keilmuan dan pemerintahan yang sejak lama sudah berkembang.
4. Banyak penulis Persia memelopori perkembangan dalam islam, misalnya Abu
Hanifah dalam bidang hukum islam,. Sibawaih dalam bidang gramatika bahasa Arab
Kisai dalam bidang kiraat.
Khazanah kebudayaan India telah memberi warna terhadap peradaban Islam
dengan masuknya ilmu kedokteran, perbintangan, matematika. Dan masuknya budaya
Yunani karena masuk Islam ke kota Jundiskapur, Haran, Antokia, dan Iskandariyah ,
seperti Jundiskapur, kedokteran, Iskandariah, Filsafat ,dan Haran metematik dan ilmu
falak.

8
Semuanya itu berkembang dengan sarana yang disediakan kebudayaan Arab,
yaitu keagamaan dan bahasa, Perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat setelah
Khalifah mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai dan dikengkapi dengan
perpustakaan yang besar diantaranta Baitu Al-hikmah. Darul hikmah yang didirikan
Harun Ah-Hikmah. Pada pemerintahan Al Makmun perpustakaan yang didirikan
ayahnya lebih menyerupai sebuah Universitas dimana terdapat berbagai kitab agama dan
kitab-kitab ilmu pengetahuan lainnya secara lengkap, orang-orang datang
keperpustakaan dengan tujuan untuk membeca, menulis serta berdiskusi. Perpustakaan
ini berfungsi untuk melakukan penerjemahan terutama pada bidang kedokteran, filsafat,
matematika, astronomi dan ilmu alam, sehingga dalam perkembangan selanjutnya Islam
telah mengembangkan ilmu-ilmu yang telah diterjemahkan tersebut dan mendapatkan
temuan-temuan ilmu baru, disinilah sumbangsih Islam, berupa ilmu dan peradaban
terhadap dunia.
F. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMUNDURAN KEBUDAYAAN
ISLAM.
Kebudayaan Islam mencapai puncak perkembangan pada abad ke -5 Hijriah atau
abad pertengahan Masehi. Setiap mencapai puncak kebudayaan itu juga mulai memasuki
masa kemunduran.Adapun kemunduran kebudayaan Islam disebabkan oleh faktor
internal dan eksternal. Faktor- faktor itu adalah sebagai berikut.
1. Faktor politik
Terpecah belahnya masalah persatuan kaum muslimin mengakibatkan
kelemahan politik. Disaat yang sama, orang-orang Eropa yang beragama Kristen
mulai menguat kedudukannya hingga akhinya terjadi Perang Salib.
2. Faktor Ekonomi
Pada abad pertengahan, kendali perekonomian dunia dipegang kaum
Muslimin. Masa itu merupakan puncak perkembangan kebudayaan Islam. Ketika
pemerintahan Islam mulai merosot, muncullah kota- kota perdagangan di Eropa.
Kemunculan kota-kota dagang di Eropa menimbulkan persaingan ekonomi antara
Islam dan Eropa. Pada perkembangan selanjutnya, Bangsa Eropa lah yang
memenangkan persaingan ekonomi tersebut. Selain kalah dalam persaingan ekonomi
dengan bangsa Eropa, didalam pemerintahan Islam sendiri terjadi kemerosotan
perekonomian. Kekayaan negara yang pada masa pemulaan pemerintahan Islam
dipergunakan untuk kepentingan rakyat telah disalahgunakan untuk kepentingan para
pejabat dan keluarganya. Hal itulah yang menyebabkan rakyat tidak memperhatikan

9
kebudayaan, tetapi lebih memperhatikan kepentingan ekonomi untuk kepentingan
hidupnya.

3. Serbuan orang dari luar Islam


Serbuan dari luar Islam yang menghancurkan kebudayaan Islam antara lain
datang dari bangsa Mongol dan lahirnya kekuasaan Turki. Meskipun orang-orang Turki
beragama Islam, tetapi letaknya jauh dari pusat-pusat kebudayaan Islam. Sebaliknya,
Bangsa Turki lebih dekat dengan kebudayaan Romawi. Akibatnya, kebudayaan Romawi
lebih berpengaruh bagi rakyat Turki dari pada kebudayaan Islam. Suatu pemerintahan
yang sedang berada dalam puncak kebudayaan biasanya cenderung bermewah-mewahan.
Saat itulah masa kemundurannya mulai berjalan. (Darsono dan Ibrahim, 2008:5-6)

10
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Kebudayaan Islam adalah kondisi-kondisi kehidupan yang terjadi pada masa
perkembangan Islam hingga runtuhnya Daulah Islamiyah.
2. Dasar-dasar kebudayaan Islam:
a. Hati nurani.
b. Kesadaran.
c. Dasar prinsip manusia.
3. Dalam perspektif islam manusia berperan dan berfungsi sebagai pelaku sekaligus
pembuat kebudayaan memiliki kedudukan dan peran inti, kedudukan dan posisi
manusia dikisahkan dalam Al-Quran.
a. Manusia adalah ciptaan allah yang paling sempurna dan paling utama
b. Manusia mengemban tugas sebagai makhluk yang dimuliakan Allah, tidak seperti
ciptaan Allah yang lain.
4. Kebudayaan Islam seperti yang dilukiskan dalam Al Quran akan terus berkembang
karena Allah telah menyatakan bahwa warisan yang telah memberi pengaruh besar
pada masa lampau itu, dan akan demikian bahkan lebih lagi pada masa yang akan
datang. Hal ini dikarenakan ia telah membawa agama yang benar dan meletakkan
dasar kebudayaan satu-satunya yang akan menjamin kebahagiaan dunia ini.
5. Bentuk-bentuk kebudayaan Islam adalah sebagai berikut.
a. Sistem Politik
1. Hukum Islam
2. Khilafah
3. Kementrian dan Administrasi
4. Keuangan
b. Sistem Kemasyarakatan
1. Kelompok Penguasa
2. Kelompok Tokoh agama
3. Kelompok Militer
4. Kelompok Cendekiawan
5. Kelompok Pekerja dan Budak
6. Kelompok Petani
c. Ilmu Pengetahuan
6. Faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran kebudayaan Islam adalah sebagai
berikut.
a. Faktor Politik
b. Faktor Ekonomi
c. Serangan orang dari luar Islam
B. SARAN
1. Kebudayaan Islam hendaklah diaplikasikan dan dilestarikan pada kehidupan saat ini.

11
2. Nilai-nilai budaya Islam yang telah pudar hendaknya lebih dikembangkan agar bisa
kembali berjaya.

DAFTAR PUSTAKA
H. Darsono dan T. Ibrahim. 2008. Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam untuk Kelas VII
Madrasah Tsanawiyah. Solo: Tiga Serangkai.
Misbah, Ma’ruf. 1986. Sejarah Peradaban Islam untuk Madrasah Aliyah Kelas III.
Semarang: Wicaksana.
Notowidagdo, H. Rohiman. 2000. Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan al Quran dan Hadits.
Jakarta: Rajawali Pers.
Zulfikri. 2009. Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Semester
I. Jakarta Timur: Media Pressindo.
http://subpokbarab.wordpress.com/2008/08/27/140/

12