Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahan : Diet Pasca Bedah


Sub Pokok Bahasan :-
Sasaran : Keluarga Pasien
Waktu : 12 September 2019
Tempat : Gedung Kemuning Lt.3
A. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini keluarga pasien dapat mengetahui diet pasca
bedah
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang diet pasca bedah diharapkan keluarga
pasien dapat :
a. Mengetahui pengertian pasca bedah
b. Mengetahui diet pasca bedah
B. Materi Terlampir
1. Pengertian pasca bedah
2. Tujuan diet pasca bedah
3. Prinsip dan Syarat diet pasca bedah
4. Jenis diet pasca bedah
5. Menu makanan pasca bedah (lunak)
C. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan
Tahapan Waktu
Penyuluhan Peserta
1.Memberikan salam Menanggapi 2 menit
pembuka dan
2.Menjelaskan memperhatikan
tujuan penyuluhan
1 Pembukaan
3.Menyebutkan
materi pokok
1.Memberikan Mendengarkan 20 menit
penyuluhan tentang dan
diet pasca bedah menanggapi
2 Pemberian materi 2.Memberikan
kesempatan bertanya
3.Menjawab
pertanyaan
1.Menggali Dapat 5 menit
pengetahuan sasaran memberikan
3 Evaluasi
dengan memberikan jawaban
pertanyaan
Memberi salam 2 menit
4 Penutup
penutup

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
E. Alat/media
1. Infocus
2. Pengeras suara
3. Power point

F. Pengertian

Pasca Bedah merupakan masa setelah dilakukannya pembedahan yang dimulai sejak
pasien memiliki riwayat ruang pemulihan dan berakhir sampai evaluasi selanjutnya.
Diet Pasca Bedah adalah makanan yang diberikan kepada pasien setelah menjalani
pembedahan. Pengaturan makanan sesudah pembedahan tergantung pada macam
pembedahan dan jenis penyakit penyerta (diabetes melitus, jantung dan hipertensi).
Waktu ketidakmampuan pasien setelah operasi atau pembedahan dapat diperpendek
melalui pemberian zat gizi yang cukup. Hal yang juga harus diperhatikan dalam pemberian
diet pasca operasi untuk mencapai hasil yang optimal.
Jenis-jenis penyakit yang termasuk dalam bedah adalah :
 Bedah minor
1) verruca vulgaris

2) Kutil bertangkai (papiloma)

3) Mata ikan (clavus)

4) Benjolan lemak (lipoma)

5) Benjolan berisi cairan (kista)

6) Benjolan berisi nanah / bisul (abses)

7) Benjolan berisi jelly (ganglion / ganglioma)

8) Ateroma

9) Fibroma ( pertumbuhan kulit luar diluar normal)

 Bedah mayor :
1) Obgyn
2) Fraktur
3) Apendiks
4) Carecti
5) Kolonostomi
6) Coleliatias

G. Tujuan :

Tujuan Diet Pasca Bedah adalah untuk mengupayakan agar status gizi pasien segera
kembali normal untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan
tubuh pasien, dengan cara berikut:

a. mengupayakan agar status gizi pasien segera kembali normal,


b. untuk mempercepat proses penyembuhan dan
c. meningkatkan daya tahan tubuh pasien, dengan cara sebagai berikut :
1) Memberikan kebutuhan dasar (cairan, energi, protein)
2) Mengganti kehilangan protein, glikogen, zat besi dan zat gizi lain
3) Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan

H. Prinsip dan Syarat Diet :


Biasanya, jenis diet yang diberikan rumah sakit untuk pasien pasca bedah ialah diet
TETP (Tinggi Energi Tinggi Protein). Diet yang disarankan adalah:
1) Mengandung cukup energi, protein, lemak, dan zat-zat gizi.
2) Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan penderita.
3) Menghindari makanan yang merangsang (pedas, asam).
4) Suhu makanan lebih baik bersuhu dingin.
5) Pembagian porsi makanan sehari diberikan sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan
makan penderita.
6) Memberikan makanan secara bertahap mulai dari bentuk cair, saring, lunak, dan biasa.

Syarat Diet Pasca Bedah adalah memberikan makanan secara bertahap mulai dari
bentuk cair, saring, lunak dan biasa. Pemberian makanan dari tahap ke tahap tergantung pada
macam pembedahan dan keadaan pasien seperti :

1) Bedah Mayor
merupakan operasi yang dilakukan di bagian tubuh seperti kepala, dada, dan perut.
Pasien yang menjalani operasi ini biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk
kembali pulih. Untuk bedah minor makanan diberikan ke pasien secara bertahap
disesuaikan dengan kemampuan pasien untuk menerimanya
2) Bedah Minor
Kebalikan dari tindakan bedah mayor, operasi ini tidak membuat pasiennya harus
menunggu lama untuk pulih kembali. Bahkan dalam beberapa jenis operasi, pasien
diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Makanan yang diberikan ke pasien
diuasahakan secepat mungkin kembali seperti biasa atau normal.

I. Tahapan Diet Pada Pasien Bedah Besar


1. Diet Pasca-Bedah I (DPB I) :
Diberikan setelah sadar dan rasa mual hilang serta ada tanda-tanda usus mulai
bekerja. Selama enam jam sesudah operasi, makanan yang diberikan berupa air putih,
teh manis, atau cairan lain seperti pada makanan cair jernih. Makanan diberikan
secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi pasien, mulai dari 30ml/jam.
2. Diet Pasca-Bedah II (DPB II) :
Diberikan kepada pasien pasca bedah besar saluran cerna (pancreatectomy,
jejunustomy, ileustomy, gastrektomy) atau sebagai perpindahan dari Diet Pasca
Bedah I. Makanan diberikan dalam bentuk cair kental, berupa kaldu jernih, sirup, sari
buah, sup, susu, dan puding rata-rata 8-10 kali sehari selama pasien tidak tidur.
3. Diet Pasca-Bedah III (DPB III) :
Diberikan kepada pasien pasca bedah besar saluran cerna atau sebagai perpindahan
dari DPB II. Makanan yang diberikan berupa makanan saring ditambah susu dan
biskuit. Cairan hendaknya tidak melebihi 2000 ml sehari.
4. Diet Pasca-Bedah IV (DPB IV):
Diberikan kepada pasien pasca bedah besar saluran cerna atau sebagai perpindahan
dari DPB II. Makanan diberikan berupa makanan lunak yang dibagi dalam tiga kali
makanan lengkap dan satu kali makanan selingan

J. Makanan yang dianjurkan :


1) Protein
Asam amino dari protein terlibat langsung pada proses penyembuhan luka dan
regenerasi jaringan. Protein terbaik berasal dari jenis makanan yang rendah lemak
seperti unggas, ikan, makanan laut, telur, susu rendah lemak, daging tanpa lemak,
produk kedelai, kacang polong, kacang lentil dan kacang-kacangan lainnya.
2) Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi utama otak dan juga mampu mencegah
kerusakan otot. Karbohidrat yang tinggi serat seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran
3). Lemak
Lemak tidak hanya memberikan energi, tetapi terlibat juga dalam memperkuat
sistem kekebalan tubuh pasca operasi. Selain itu, lemak sehat juga mampu membantu
penyerapan vitamin dalam tubuh. Jika Anda termasuk yang baru saja menjalani
operasi, maka dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya lemak sehat seperti
minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
3) Vitamin
Vitamin A dan vitamin C sangat penting dikonsumsi setelah operasi karena
sifatnya yang mampu menyembuhkan luka. Vitamin A berasal dari sayuran berwarna
oranye dan hijau gelap seperti wortel, ubi jalar, kangkung, bayam, dan brokoli.
Sedangkan makanan yang kaya vitamin C adalah jeruk, paprika manis, buah beri,
kentang, tomat dan melon.
Selain mengonsumsi dua jenis vitamin yang sudah disebutkan di atas,
mengonsumsi vitamin D, E, dan K juga sangat dianjurkan karena memegang peranan
penting dalam memulihkan kondisi pasca operasi. Vitamin D mampu mempercepat
penyembuhan tulang, vitamin E berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas,
sedangkan vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.

Makanan yang tidak dianjurkan :


1) Makanan yang mengandung karbondioksida, seperti soda dan cola
2) Makanan dengan bumbu tajam, seperti cabai, merica, asam
3) Makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti makanan yang digoreng dan
bersantan
4) Minuman yang mengandung alkohol

K. Contoh menu makanan lunak :


Pagi Siang Malam
Bubur ayam Bubur Bubur
Telur Pepes tenggiri Bistik jerman
Jus tomat Tumis tempe Tahu isi kukus
Teh Bening bayam Sup wortel+buncis
Pepaya Pisang barangan
Pukul 10.00 Pukul 16.00
Bubur kacang hijau Puding
Susu