Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Akuntansi merupakan suatu ilmu yang di dalamnya berisi bagaimana manusia berfikir sehingga

menghasilkan suatu kerangka pemikiran konseptual tentang prinsip, standar, asumsi, teknik,

serta prosedur yang ada dijadikan landasan dalam pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan

tersebut harus berisi informasi-informasi yang berguna dalam memantu pengambilan

keputusan bagi para pemakainya.

Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, sesungguhnya kita telah menggunakan jasa

akuntansi. Ketika seorang pemilik warung mencatat pembelian barag dagangannya, mencatat

siapa saja yang berhutang da warungnya, memisahkan kotak antara uang yang masuk dari

hasil penjualan dengan kotak uang yang dialokasikan untuk belanja kebutuhan barang

dagangan dan kebutuhan operasional di warungnya. Maka, pada dasarnya pemilik warung tadi

telah menerpkan teknik akuntansi. Penerapan pengetahuan di bidang akuntansi tentu semakin

luas dan kompleks jika dihadapkan pada bisnis dengan skala yang lebih besar.

Seperti ilmu-ilmu lainya, ilmu akuntansi juga berkembang sesuai perkembangan teknologi dan

peradaban manusia. Selain itu, faktor kebutuhan juga ikut serta dalam perkembangan

akuntansi itu sendiri. Akan tetapi, baik akuntansi maupun ilmu-ilmu lain tidak berkembang

dengan sendirinya tanpa adanya hal yang cukup berarti yang dapat mendorong akuntansi

tersebut berkembang dan bertahan hingga sekarang.

Berdasarkan pada uraian-uraian di atas, maka penulis tertarik untuk membuat sebuah makalah

dengan judul “Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi”.

1.2 Permasalahan

Berdasarkan pada uraian latar belakang di atas, penulis dapat mengangkat permasalahan

dalam makalah ini yaitu “bagaimana sejarah perkembangan ilmu akuntansi dari pertama kali

muncul hingga sekarang?”

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis merasa perlu mencantumkan tujuan dalam

penulisannya agar penulisan makalah ini lebih terarah pada sasaran yang akan dicapai. Tujuan

penulisan tersebut yakni untuk mendapatkan gambaran yang pasti tentang sejarah

perkembangan ilmu akuntansi dari sejak dahulu hingga sekarang.

1.4 Manfaat Penulisan

Ada beberapa manfaat yang penulis harapkan dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai

berikut.

1. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang seluk beluk ilmu akuntansi.

2. Meningkatkan rasa disiplin dan tanggung jawab dalam menyelesaikan suatu masalah atau

pekerjaan yang dibebankan orang lain kepada penulis.

3. Sebagai bahan bacaan dan acuan bagi diri sendiri, rekan-rekan, serta generasi yang akan

datang.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Akuntansi

Menurut Weygant (dalam Yadiati & Wahyudi, 2007) akuntansi adalah suatu sistem informasi

yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari suatu

organisasi kepada pihak yang berkepentingan.

Sedangkan menurut Meigs (dalam wikipedia.com, 2008) akuntansi adalah pengukuran,

penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer,

investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya

keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni

dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas,

akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.

Dengan demikian, secara singkat akuntansi berarti rekening atau perkiraan. Interpretasi

akuntansi terdiri dari tiga bagian yaitu: (1) pengidentifikasian, mengenalai aatu memilah
peristiwa-peristiwa ekonomi yang merupakan laporan keuangan/transaksi; (2) mencatat,

pencatatan dilakukan secara sistematis, kemudian pencatatan ini diklasifikasi dan diringkas; (3)

pengukuran, menetapkan nilai dari peristiwa yang dipilih tersebut dalam satuan uang; dan (4)

pengkomunikasian, menyajikan informasi berdasarkan transaksi yang sedang atau sudah

berlangsung.

2.2 Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi

Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu

dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai

saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 SM. Penemuan yang sama juga

diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan

sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal

angka-angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.

Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usaha,

karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan tergambar di

dalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan Italia Luca Paciolo telah

menyusun buku tentang akuntansi dengan judul “Tractatus de Cumputis at Scritorio” buku ini

berorientasi pada pembukuan berpasangan. Pembukuan berpasangan (double entry

bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu

pemikiran yang berimbang. Praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang

berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian dalam double entry

bookkeeping.

Menurut pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double entry sudah ada sejak

5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata buku

berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Double entry accounting

system telah disepakati para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang

berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul “Summa de

Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita” yang berisi tentang palajaran ilmu

pasti.

Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan “Orang yang pertama-tama “menulis” (bukan

menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah

Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku
Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli

terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan sebenarnya tidak ada.”

Jika kita kaji sejarah terutama sejarah Islam, sebenarnya pada awal pertumbuhannya sudah ada

sistem akuntansi. Akan tetapi, sayangnya literatur belum banyak menganalisis bagaimana rupa

eksistensi akuntansi pada zaman itu (± 570 Masehi). Seperti yang dikemukakan oleh Russel

(dalam Rosjidi, 1999) “Sebenarnya orang-orang Italia dalam abad ke-14 baru menerapkan

sistem pembukuan berpasangan lengkap setelah terlebih dahulu digunakan oleh

saudagar-saudagar Moslem (Moslem Merchants).”

Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif terhadap

perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di

Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-

undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan

saham, membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Keadaaan-

keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai

pertanggungjawaban.

Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi

sebagai berikut.

Tahun 1775 : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single

entrymaupun double entry.

Tahun 1800 : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam

perusahaan.

Tahun 1825 : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).

Tahun 1850 : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap

lebih penting.

Tahun 1900 : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang

dilaksanakan secara nasional.

Tahun 1925 : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:
1. Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan,

akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah;

2. Laporan keuangan mulai diseragamkan;

3. Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan

4. Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai

dikenalkannya “punch card record”.

Tahun 1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan

akuntansi, yaitu sebagai berikut.

1. Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data.

2. Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).

3. Analisis Cost Revenue semakin dikenal.

4. Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan

profesi akuntan.

5. Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan

manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.

6. Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.

7. Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.

Tahun 1975 : mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang

lainnya, perkembangan itu antara lain:

1. Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan

usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;

2. Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model

organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost

benefit;

3. Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;

4. Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal; dan
5. Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi

perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada

pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan

akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undang mangenai tanam paksa

dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda

banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh

pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli.

Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata

buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan

berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan. Setelah

tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi,

sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem

Amerika (Anglo-Saxon).

Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang

anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan mengontrol pembukuan perusaan. Pengiriman Van

Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD – Government

Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan public pertama adalah

Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia tahun 1918.

Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi.

Jabatan-jabatan pimpinan dib Jawatan Keuangan yang 90% dipegang oleh bangsa belanda,

menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kusus-kursus untuk

mengisi kekosongan jabatab tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia. Pada tahun 1874, hanya

ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan

akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas

Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas

Padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan

universitas Gadjah Mada (1964).

Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan Indonesia bediri 23 Desember 1957.

Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan pendiri lima orang akuntan
Indonesia.profesi akuntan mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967. Pada tahun itu

juga dikeluarjannya undang-undang modal asing yang kemudian disusul dengan undang-

undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968 yang merupakan pendorong

berkembangnya profesi akuntansi. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi

akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki peranan strategis di dalam

menciptakan iklim transparansi di Indonesia.

2.3 Bidang-bidang Akuntansi

1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

2. Pemeriksaan Akuntan (Auditing)

3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)

6. System Informasi (Information System)

7. Anggaran (Budgeting)

8. Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)

9. Akrual Basis dan Kas Basis

10. Akuntan Internal dan Akuntan Eksternal

11. Akuntansi Proyek (Project Accounting)

2.4 Hubungan Akuntansi dengan Bidang Lain

Pentingnya pemahaman akuntansi tidaklah terbatas hanya pada dunia usaha semata. Banyak

karyawan yang pendidikannya bukan dalam bidang bisnis juga menggunakan data akuntansi

dan mereka itu perlu mengetahui prinsip-prinsip serta terminologi akuntansi. Semua orang

akan berhubungan dengan transaksi usaha sehingga harus memperhatikan aspek keuangan

yang terdapat dalam dirinya sendiri. Dalam dunia bisnis yang semakin modern, akuntansi

memainkan peranan penting, dan dalam arti luas semua warga Negara akan berhubungan

dengan dunia akuntansi pada kesempatan tertentu.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa

orang yang pertama kali menulis buku tentang double entry bookkeeping system adalah

Bonedetto Cotrugli dan orang yang pertama kali menerbitkan buku tentang double entry

bookkeeping system adalah Luca Pacioli pada tahun 1949. Sedangkan di Indonesia, akuntansi

mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion

Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747.

Akuntansi sangat berhubungan dengan bidang-bidang lain meskipun hal itu tidak selalu

berhubungan, terutama di zaman modern ini yang pertarungan bisnis dan perkembangan ilmu

dan teknologi yang semakin pesat menuntut semua kegiatan menggunakan ilmu akuntansi

meskipun terkadang tidak dilakukan persis sesuai dengan aturan.

3.2 Saran

Penulis mengharapkan kepada semua pihak yang terutama pihak yang terkat dengan langsung

agar dapat menggunakan akuntansi sebagaimana mestinya. Lebih dari itu, penulis

mengharapkan agar tidak melupakan serta dapat mempertahankan dan mengembangkan

akuntansi itu sendiri, terlebih di zaman yang semakin maju ini.

DAFTAR PUSTAKA

Divisi Litbang Madcoms. 2005. Seri Panduan Lengkap Myob Accounting, Yogyakarta : Andi

Harahap, Sofyan Syafri. 1997. Teori Akuntansi, Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada

Rosjidi. 1999. Teori Akuntansi. Tujuan, Konsep, dan Struktur, Jakarta : Lembaga Penerbit

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Yadiati, Winwin & Ilham Wahyudi. 2007. Pengantar Akuntansi, Jakarta : Kencana

Situs :

http://id.shvoong.com/humanities/h_history/1699638-sejarah-perkembangan-akuntansi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi

http://www.geocities.com/bert_tons/akuntansi.html

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami ucapkan ke hadirat Allah SWT, karena atas
rahmat-Nya lah, kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul
“Sejarah Akuntansi”. Sebuah makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Teori Akuntansi. Walaupun cukup banyak rintangan yang harus dihadapi
selama masa penulisan makalah ini, tetapi Alhamdulillah dapat teratasi
sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.

Makalah ini kami maksudkan agar dapat memberikan gambaran


tentang teori akuntansi dan aplikasinya didalam metode ilmiah. Serta kita
juga dapat memahami bagaimana sebenarnya akuntansi itu dipandang.
Sebagai sains kah? Atau sebagai seni.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan,


baik dari segi isi maupun segi penulisan. Oleh karena itu, kami
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari segenap pembaca,
demi kelancaran makalah berikutnya. Kami juga ingin mengucapkan
banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.

Jakarta, Oktober 2013

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG SEJARAH AKUNTANSI


1.1 Latar belakang/sejarah akuntansi
Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan
masyarakat.Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi
(accounting thought ) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM
– 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 sampai
sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang
berarti bagiilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi
hanyalah bentuk
record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah
bentuk pencatatan dari apa saja yangterjadi dalam dunia bisnis
saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode
pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry
bookkeeping . Pada periode terakhir banyak sekali
perkembangan pemikiran akuntansi yang bukanlagi sekedar
masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke
dalamkehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar
biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern
(Basuki, 2000 : 173).Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari
yang sekedar memahamiakuntansi sebagai: 1) alat hitung
menghitung; 2) sumber informasi dalam pengambilan keputusan;
3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkansejalan
dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama.
Biladihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah
tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih berada pada
tataran pertama dan keduayaitu sebagai alat hitung-menghitung
dan sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan
(Basuki, 2000 : 174).

1.2 Tujuan Penulisan


Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis merasa perlu mencantumkan
tujuan dalam penulisannya agar penulisan makalah ini lebih terarah pada sasaran
yang akan dicapai. Tujuan penulisan tersebut yakni untuk mendapatkan gambaran
yang pasti tentang sejarah perkembangan ilmu akuntansi dari sejak dahulu hingga
sekarang.
1.3 Maksud penulisan
Meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang seluk beluk ilmu
akuntansi. Meningkatkan rasa disiplin dan tanggung jawab dalam menyelesaikan
suatu masalah atau pekerjaan yang dibebankan orang lain kepada penulis.
Sebagai bahan bacaan dan acuan bagi diri sendiri, rekan-rekan, serta generasi
yang akan datang.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Akuntansi


Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau
pemberian kepastian mengenai informasi yang akan
membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat
keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya
keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga
pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur,
berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.
Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa
bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu
laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan
oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak
berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur,
atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses
ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan
adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi
keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas,
diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu
disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi,
adalah suatu proses dimana pemeriksa independen
memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk
memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal
tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan
kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima
umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan
bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di
tiap negara. Contohnya adalahChartered Accountant (FCA,
CA or ACA), Chartered Certified
Accountant (ACCA atau FCCA), Management
Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA),Certified Public
Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA).
Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA
Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan
Publik).
2.2 Sejarah Awal Akuntansi
Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengidentifikasi
tempat dan waktu lahirnya sistem pembukuan
berpasangan. Ada berbagai scenario yang dihasilkan oleh
usaha-usah tersebut. Sebagian besar scenario tersebut
mengakui bahwa system pencatatan telah ada dalam
berbagai peradaban sejak kurang lebih tahun 3000 BC.

Diantaranya adalah peradaban Kaldea- Babilonia,


Astria, dan Samaria, yang merupakan pembentuk system
pemerintah pertama di dunia, pembentuk system bahasa
tulisan tertua membentuk “poros tempat berputarnya
seluruh mesin keuangan dan departemen”, perdaban China,
dengan akuntansi pemerintahan yang memainkan peran
kunci dan canggih selama Dinasti Chao (1122-256 BC)
peradaban Yunani, dimana Zenon, manajer serta Appolonius
, memperkenalkan system akuntansi pertanggung jawaban
yang luas pada tahun 256 BC, dan peradaban Roma,
dengan hukum yang menentukan bahwa pembayar pajak
harus membuat laporan posisi keuangan, dan dengan hak
sipil yang tergantung pada tingkat kekayaan yang
dinyatakan warga negara. Adanya bentuk-bentuk
pembukuan pada jaman kuno tersebut berkaitan dengan
berbagai factor diantaranya penemuan system penulisan,
pengenalan angka arab dan system decimal, penyebaran
pengetahuan aljabar, adanya bahan-bahan penulisan yang
murah, meningkatnya literasi (kemelehurufan) dan adanya
medium pertukaran yang baku A Litleton menyebutkan
tujuh prakondisi dan timbulnya pembukuan yang sistimatis :

Seni menulis. Karena pembukuan pertama-tama adalah


suatu pencatatan.

Arimetika. Karena aspek-aspek mekanis pembukuan terdiri


dari serangkaian komputasi sederhana.
Kekayaan Pribadi. Karena pembukuan hanya berkaitan
dengan pencatatan fakta tentang kekayaan, dan hak atas
kekayaan.

Uang. Yaitu (perantara dalam perekonomian), karena


pembukuan tidak diperlukan kecuali transaksi dalam
kekayaan dan hak atas kekayaan dapat direduksi ke dalam
denominator umum ini.

Kredit. Yaitu (transaksi yang belum selesai), karena


dorongan untuk membuat catatan tidak begitu kuat jika
semua transaksi pertukaran telah selesai pada saat
kejadian.

Perniagaan. Karena pertukaran yang hanya bersifat


local tidak cukup memberi tekanan (volume usaha) untuk
mendorong orang mengkoordinasikan gagasan yang
berbeda-beda ke dalam suatu system. Modal. Karena tanpa
modal perniagaan akan tidak berarti dan kredit akan tidak
mungkin.

Masing –masing peradaban kuno yang disebutkan di atas


mencakup prasyarat-prasyarat tersebut, sehingga
mendorong kehadiran berbagai bentuk pembukuan.

Yang masih terhilang adalah scenario tentang sejarah


akuntansi dari informasi yang terisolasi dalam risalat
pembukuan yang mula-mula. Salah satu scenario yang
masuk akal adalah sbb :
Apabila kita akan menelusuri asal mula sejarah sains
(akuntansi) yang penting ini, secara alamiah kita akan
menganggap bahwa penemuan pertama akuntansi adalah
oleh para pedagang, dan tidak ada orang yang memiliki
klaim yang lebih utama daripada bangsa Arabia, Bangsa
Mesir, yang selama beberapa abad menguasai perdagangan
dunia, menurunkan gagasan pertama tentang perdagangan
dari hubungan mereka dengan orang-orang yang jujur ini,
dan konsekuensinya mereka harus menerima bentuk
pertama dari perakuntanan, yang dalam cara perdagangan
yang alamiah, dikomunikasikan kepada semua kota
Mediterania.

Ketika kekaisaran barat diserang oleh bangsa Barbar,


dan semua Negara yang telah disusunnya, mengambil
kesempatan untuk menyatakan kemerdekaan, perniagaan
segera hilang setelah kemerdekaan, dan segera Italia yang
pernah menjadi pusat dunia, menjadi pusat perdagangan,
yang merupakan puing-puing kekaisaran timur oleh Turki,
yang tidak pernah dimasuki oleh orang-orang yang
berbakat atau aturaan-aturan seni perdagangan, bukan
merupakan penyumbang kecil.

Bisnis pertukaran, yang oleh Lombard dikaitkan


dengan kota-kota perdagangan Eropa, memperkenalkan
metode pencataan akun, dengan cara berpasangan, yang
saat sekarang memperoleh nama pembukuan Italia.

Pembukuan Italia ini menjadi berhasil baik seiring


dengan perkembangan perdagangan Republik Italia dan
penggunaan metode berpasangan dalam abad keempat
belas.

Buku pertama tentang pembukuan berpasangan muncul


pada tahun 1340 oleh Massari dari Genoa, Pembukuan
berpasangan ini mendahului Paciolo kurang lebih dua ratus
tahun Raumond de Rover menggambarkan perkembangan
awal akuntansi di Italia sebagai berikut:
Pencapaian besar pedagan-pedagang Italia, kira-kuira
antara 1250 dan 1400, adalah menggabungkan elemen-
elemen yang beragam menjadi suatu system klasifikasi
yang terintegrasi di mana lacinya di sebut akun dan semua
transaksi dimasukkan dengan prinsip berpasangan.

Namun, tidak dapat diasumsikan bahwa keseimbangan


pembukuan merupakan tujuan utama akuntansi abad
pertengahan. Sebalinya, paling tidak di Italia, pedagang-
pedagang telah mulai menggunakan akuntansi sebagai alat
pengendalain manajemen sejak 1400. Mereka belumlah
semaju kita sekarang ini, bahkan masih jauh dari
mewujudkan potensi-potensi pembukuan berpasangan.

Namun, mereka telah memulai dengan


mengembangakn dasar-dasar akuntansi biaya (cost),
dengan memperkenalkan pembalikan dan penyesuaian-
penyesuaian yang lain, seperti akrual (accruals) dan
tangguhan (deferred), dan dengan memberi perhatian pada
audit neraca. Hanya dalam analisis laporan keuangan saja
pedagang-pedagang pada masa itu membuat kemajuan
kecil. Adalah, wajar juga untuk menyebut bahwa bentuk-
bentuk dasar akuntansi berpasngan yang belum sempurna
telah ada dalam peradaban Inca Kuno dalam tahun 1577

2.3 SEJARAH AWAL PERKEMBANGAN AKUNTANSI DI


INDONESIA

Praktik akuntansi di Indonesia sejak zaman VOC


(1642). Akuntan – akuntan Belanda itu kemudian
mendominasi akuntan di perusahaan – perusahaan yang
juga di monopoli penjajahan hingga abad 19. Pada masa
pendudukan Jepang, pendidikan akuntansi hanya
diselenggarakan oleh Departemen Keuangan berupa kursus
ajun akuntansi di Jakarta. Persertanya saat itu 30 orang
termasuk Prof.Sumardjo dan Prof.Hadibroto.

Bersama 4 akuntan lulusan pertama FEUI dan 6


lulusan Belanda, Prof.Sumardjo merintis pendirian Ikatan
Akuntansi Indonesia (IAI) tanggal 23 Desember 1957. Pada
tahun yang sama pemerintah melakukan nasionalisasi
terhadap perusahaan – perusahaan milik Belanda. Hal ini
menyebabkan akuntan – akuntan Belanda kembali ke
negrinya dan pada saat itu akuntan Indonesia semakin
berkembang. Perkembangan itu semakin pesat setelah
Presiden meresmikan kegiatan pasar modal 10 Agustus
1977 yang membuat peranan akuntansi dan laporan
keuangan menjadi penting. Bulan Januari 1977 Mentri
Keuangan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 43/1977
Tentang Jas Akuntan menggantikan Kepmenkeu 763/1968.
Selain mewajibkan akuntan publik memiliki sertifikat
akuntan publik, juga akuntan publik asing diperbolehkan
praktik di Indonesia sepanjang memenuhi syarat.

Akuntansi masa kini telah berkembang dalam tahap


masa kedewasaan menjadi suatu aspek integral dari bisnis
dan keuangan global. Keputusan yang berasal dari data-
data akuntansi, pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi
internasional menjadi sangat penting untuk mendapatkan
interpretasi dan pemahaman yang tepat dalam komunikasi
bisnis internasional.

Sejarah akuntansi dan akuntan, memperlihatkan


perubahan yang terus menerus secara konsisten. Pada
suatu waktu, akuntansi lebih mirip sistem pencatatan bagi
jasa-jasa perbankan tertentu dan bagi rencana
pengumpulan pajak. Kemudian muncul pembukuan double
entry untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan usaha
perdagangan. Saat ini akuntansi beroperasi dalam
lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional.
Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar
modal besar, baik domestik maupun internasional.

2.4 SEJARAH AKUNTANSI DARI ABAD KE


ABAD

Pada akhir abad XV, sejalan dengan menurunnya


pengaruh Romawi, pusat perdagangan bergeser ke Spanyol,
Portugis, dan Belanda. Akibatnya, sistem akuntansi yang
telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan
digunakan di negara-negara tersebut. Sejak itu perhitungan
rugi laba mulai dibuat secara tahunan yang kemudian
mendorong dikembangkannya penyusunan neraca secara
rutin pada akhir jangka waktu tertentu.

Pada abad XIX revolusi industri di Eropa mendorong


berkembangnya akuntansi biaya dan konsep penyusutan. Pada
tahun 1930, New York Slock Exchange dan American
Institute of Certified Public Accountant membahas dan
menetapkan prinsip-prinsip akuntansi bagi perusahaan-
perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa saham.

Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun


1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada
pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak
1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah
UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini
mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda
yang menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka
menerapkan sistem pembukuan seperti yang diajarkan
Lucas Paciólo. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia
diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk
menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan.
Tidak banyak pembahan sistem akuntansi di Indonesia
pada masa penjajahan Jepang* Setelah kemerdekaan
pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan putra-
putrinya belajar akuntansi ke luar negeri.
Sedangkan pendidikan akuntansi di dalam negeri mulai dirintis
fiada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang membuka
jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Langkah ini
diikuti oleh perguruan tinggi lainnya. Pada tahun 1954
keluarlah UU No. 34 yang mengatur pemberian gelar
Akuntan.

Suatu organisasi profesi yang menghimpun para


akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan
diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini
mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan seksi
Akuntan Pendidik tahun 1986.
UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967
dan disusul UU Penanaman Modal Dalam Negeri tahun
1968. Selanjutnya keduanya merangsang berdirinya
perusahaan-perusahaan baru yang mengakibatkan semakin
baiknya iklim investasi di Indonesia. Sebagai
konsekuensinya, akuntansi di Indonesia mengalami perkem-
bangan yang pesat.

Selama ini terjadi dualisme praktek akuntansi di


Indonesia. Di satu pihak banyak perusahaan menerapkan
sistem akuntansi Belanda. Di pihak lain* sistem akuntansi
Amerika semakin banyak digunakan akibat semakin
bergesernya kiblat pendidikan akuntansi ke sistem Amerika
serta semakin banyaknya perusahaan yang membawa
sistem Amerika masuk ke Indonesia.

Dualisme tersebut juga berpengaruh pada dunia


pendidikan, terutama di tingkat pendidikan menengah.
Akan tetapi, dalam Lokakarya “Pendidikan Akuntansi di
Indonesia” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, telah
dicapai kesepakatan sistem pendidikan akuntansi untuk
pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang
menggunakan sistem Amerika.

2.5 Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi


di Dunia
sk adanya kejadian dalam double entry bookkeeping.
Menurut pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997)
bahwa double entry sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu.
Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata
buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai
berikut.Double entry accounting system telah disepakati
para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam
bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di
Florence, Italia dengan judul “Summa de Arithmatica,
Geometrica, Proportioni et Proportionalita” yang berisi
tentang palajaran ilmu pasti.
Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan“Orang
yang pertama-tama “menulis” (bukan menerbitkan seperti
Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah
Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya
buku Pacioli. Namun buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit
pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli terbit.
Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan
sebenarnya tidak ada.”
Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga
menimbulkan efek positif terhadap perkembangan
akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan
yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur
tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-
undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaan
meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar hutang,
dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan.
Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya
laporan baik sebagai informasi maupun sebagai
pertanggungjawaban.

Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997)


menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut.
a. Tahun 1775
pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan
baik yang single entry maupun double entry.
b. Tahun 1800
masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama
digunakan dalam perusahaan.
c. Tahun 1825
mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial
auditing).
d. Tahun 1850
laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai
laporan yang dianggap lebih penting.
e. Tahun 1900
di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang
dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
f. Tahun 1925
banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara
lain:
Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi
untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta
pengawasan dana pemerintah.
Laporan keuangan mulai diseragamkan.
Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan.
Dan Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem
EDP dengan mulai dikenalkannya“punch card record”.
g. Tahun 1950 s/d 1975
Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam
perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut.
1. Pada periode ini akuntansi sudah menggunakan
computer untuk pengolahan data.
2. Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).
3. Analisis Cost Revenue semakin dikenal.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebenarnya akuntansi sudah ada sejak pada abad 3600 SM. Lalu
mulai merkembang dengan ditemukannya buku tentang double entry.
Orang yang pertama kali menulis buku tentang double entry bookkeeping
system adalah Bonedetto Cotrugli dan orang yang pertama kali menerbitkan
buku tentang double entry bookkeeping system adalah Luca Pacioli pada
tahun 1949. Sedangkan di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak
1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion
Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747.
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas,
mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan
dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang
menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu
keputusan serta tujuan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://patrickgalugu.blogspot.com/2013/09/sejarah-dan-
perkembangan-teori.html

http://ilmuakuntansi.web.id/sejarah-akuntansi/

http://jannysuarjanny.blogspot.com/2012/01/sejarah-
perkembangan-ilmu-akuntansi-di.html