Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pasar modal adalah suatu bidang usaha perdagangan surat-surat berharga
seperti saham, sertifikat saham dan obligasi. Diantara surat-surat berharga
yang diperdagangkan di pasar modal, saham adalah yang paling populer di
masyarakat.
Pergerakan harga saham dari waktu ke waktu akan tercermin melalui
indeks harga saham yang merupakan ringkasan dari dampak simultan dan
kompleks atas berbagai faktor yang berpengaruh. Pada saat ini indeks harga
saham dijadikan sebagai barometer kesehatan ekonomi suatu negara dan
sebagai landasan analisis statistik atas kondisi pasar terakhir (Pandji Aronaga,
2001).
Harga saham tersebut akan mengalami perubahan setiap saat, dikarenakan
penilaian sesaat oleh para penjual maupun pembeli yang dipengaruhi oleh
banyak faktor. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga saham antara
lain berupa kondisi keuangan perusahaan yang diperoleh melalui laporan
keuangan, tingkat suku bunga deposito, laju inflasi, jumlah laba yang
diperoleh perusahaan, strategi pemasaran, tingkat resiko dan pengembalian
(Weston dan Brigham (2001:26)).
Untuk dapat memilih investasi yang aman, diperlukan satu analisis yang
cermat, teliti dan didukung dengan data-data yang akurat. Teknik yang benar
dalam analisis akan mengurangi risiko bagi investor dalam berinvestasi. Ada
banyak teknik analisis yang dapat dipilih oleh investor atau calon investor,
mulai dari yang paling sederhana sampai dengan analisis yang bersifat rumit.
Dalam melakukan analisis dan memilih saham, ada dua (2) analisis atau
pendekatan yang sering digunakan yaitu analisis teknikal dan analisis
fundamental (Jumayanti Indah Lastari,2004).
Investor untuk berinvestasi di pasar modal memerlukan pertimbangan-
pertimbangan yang matang. Informasi akurat yang diperlukan yaitu

1
mengetahui sejauh mana eratnya hubungan variabel-variabel yang menjadi
penyebab fluktuasi harga saham perusahaan yang akan dibeli. Tujuan utama
suatu perusahaan adalah untuk meningkatkan kemakmuran pemilik atau para
pemegang saham. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemilik modal
menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada manager dan para investor
memerlukan informasi yang tidak hanya bersifat fundamental saja tetapi juga
informasi yang bersifat teknikal. Informasi yang bersifat fundamental
diperoleh dari kondisi intern perusahaan dan informasi yang bersifat teknikal
diperoleh dari luar perusahaan, seperti ekonomi, politik, finansial dan faktor
lainnya. Informasi yang diperoleh dari kondisi intern perusahaan yang lazim
digunakan adalah informasi laporan keuangan.
Analisis faktor fundamental didasarkan pada laporan keuangan perusahaan
yang dapat dianalisis melalui analisis rasio-rasio keuangan dan ukuran-ukuran
lainnya seperti cash flow untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Rasio
keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan hubungan antara
berbagai macam akun (accounts) dari laporan keuangan yang mencerminkan
keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan. Rasio keuangan dapat
dikelompokkan dalam lima jenis yaitu : (1) rasio likuiditas yaitu rasio yang
menyatakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam
jangka pendek; (2) rasio aktivitas, menyatakan kemampuan perusahaan dalam
memanfaatkan harta yang dimilikinya; (3) rasio profitabilitas, menunjukkan
kemampuan dari perusahaan dalam menghasilkan keuntungan; (4) rasio
solvabilitas, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka panjang dan (5) rasio pasar, menunjukkan informasi penting
perusahaan dan diungkapkan dalam basis per saham. Dan dalam Penelitian ini
Peneliti akan meneliti empat variabel yang diduga berpengaruh terhadap harga
saham. Keempat variabel tersebut adalah Earning Per Share (EPS), Debt To
Equity Ratio (DER), Return On Equity(ROE), Net Profit Margin (NPM).
Struktur modal dapat diukur dengan rasio perbandingan antara total hutang
terhadap modal sendiri yang diproxikan melalui Debt to Equity Ratio (DER)
(Suad Husnan:2006). Pemakaian proxy dimaksudkan untuk mempermudah

2
pengukuran karena faktor tersebut tidak dapat diukur secara langsung (Sartono
dan Sriharto, 1999). Semakin besar DER maka semakin besar pula resiko
yang harus dihadapi perusahaan, karena pemakaian hutang sebagai sumber
pendanaan jauh lebih besar dari pada modal sendiri. Debt to Equity Ratio
(DER) menunjukan perbandingan antara hutang dan modal sendiri untuk
menilai batas kemampuan modal sendiri dalam menanggung risiko atau batas
perluasan usaha dengan menggunakan modal pinjaman (Pratama dan Rosita,
2006: 238). Semakin rendah DER akan semakin tinggi kemampuan
perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya. Semakin besar proporsi
hutang yang digunakan untuk struktur modal suatu perusahaan, maka akan
semakin besar pula jumlah kewajibannya (Prihantoro, 2003).
Earning Per Share menggambarkan perbandingan anatara pendapatan
bersih setelah pajak dengan jumlah lembar saham perusahaa. EPS yang terus
meningkat menandakan perusahaan berhasil meningkatkan taraf kemakmuran
investor, sehingga hal ini akan mendorong investor untuk menambah jumlah
modal yang akan ditanamkan pada saham perusahaan. Permintaan terhadap
saham perusahaan yang semakin banyak akan mendorong harga saham naik.
Berdasarkan hasil penelitian Tiningrum (2012) menyatakan EPS berpengaruh
positif terhadap harga saham dan sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Rachman (2014). Hasil penelitian yang berbeda dilakukan oleh Nirohito
(2009) dan Anwar (2012) menemukan hasil earning per share tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
Dalam penelitian ini rasio profitabilitas yang digunakan adalah Return on
Equity. Return On Equity menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan dalam
mengelola modal dari pemegang saham untuk mendapatkan laba bersih. ROE
yang semakin tinggi akan menyebabkan semakin tinggi pula harga pasar
saham, besarnya ROE menunjukkan tingkat pengembalian yang akan diterima
investor. Semakin tinggi ROE maka semakin tinggi juga return yang akan
diterima investor akan tinggi, sehingga investor akan tertarik untuk membeli
saham perusahaan dan hal ini akan menyebabkan harga pasar saham
cenderung naik. Penelitian yang dilakukan Hutami (2012) juga menunjukkan

3
ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hasil
penelitian yang berbeda menurut Sasongko (2006) dan Seyed et al. (2012),
mengungkapkan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Menurut Alexandri (2008: 200) Net Profit Margin (NPM) adalah rasio
yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong pajak. Dengan mengetahui
hal tersebut investor dapat menilai apakah perusahaan itu profitable atau tidak.
Dalam penelitian ini memilih perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia sebagai objek penelitian karena perusahaan LQ 45 merupakan
perusahaan yang memiliki perdagangan terlikuid di Bursa Efek Indonesia.
Pemilihan Non-Finansial sebagai sampel penelitian karena perusahaan LQ 45
lebih banyak terdapat perusahaan Non-Finansial dari pada perusahaan
Perbankan sehingga hasilnya lebih mencerminkan hasilnya. Maka penelitian
ini mengambil judul “ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN
NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN YANG TERCANTUM DALAM INDEKS LQ-45 NON-
FINANSIAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
TAHUN 2009-2014”
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada bagian sebelumnya, maka dapat dirumuskan
beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Apakah earning per share mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
harga saham pada perusahaan LQ 45 non-finansial yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia ?
2. Apakah debt to equity ratio mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
harga saham pada perusahaan LQ 45 non-finansial yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia ?
3. Apakah return on equity mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
harga saham pada perusahaan LQ 45 non-finansial yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia ?

4
4. Apakah net profit margin mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
harga saham pada perusahaan LQ 45 non-finansial yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia ?
C. Tujuan dan manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini, maka
tujuan penelitian daoat dijabarkan sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan yang berpengaruh
terhadap harga saham pada perusahaan yang tercantum dalam indeks
LQ-45 NON-FINANCIAL tahun 2009-2014 yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.
b. Untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan yang berpengaruh terhadap
harga saham pada perusahaan yang tercantum dalam indeks LQ-45
NON-FINANCIAL tahun 2009-2014 yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.
c. Untuk mengetahui pengaruh net profit margin (npm) yang berpengaruh
terhadap harga saham pada perusahaan yang tercantum dalam indeks
LQ-45 NON-FINANCIAL tahun 2009-2014 yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.
2. Manfaat Penelitian
Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis diharapkan penelitian ini
bermanfaat bagi pembaca, pengguna, manajemen, pengambil keputusan,
dan penulis, dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Bagi pengguna laporan keuangan (users), dalam hal ini adalah investor
maupun kreditor, diharapkan penelitian ini dapat menjadikan dasar bagi
para pengguna laporan keuangan dalam menilai kinerja manajemen
yang menjadi pertimbangan awal dalam proses transaksi bursa dan
proses pengambilan keputusan investasi saham.
b. Bagi manajemen, diharapkan penelitian ini dapat menjadikan motivasi
untuk meningkatkan kinerja manajemen, sehingga dapat tercermin
dalam laporan keuangan yang mereka susun serta sebagai dasar

5
pengambilan keputusan mengenai kebijaksanaan yang menyangkut rasio
kinerja keuangan terhadap keputusan investasi saham.
c. Bagi pembaca, penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris
mengenai perbedaan rasio keuangan yang terdapat dalam laporan
keuangan perusahaan serta pengaruh rasio keuangan yang tergambarkan
dalam laporan keuangan terhadap harga saham.
d. Bagi penulis, diharapkan penelitian ini dapat membantu dan menambah
penulis dalam menambah wawasan dan pengetahuan dalam penerapan
proses transaksi pada bursa efek.

6
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kerangka Teoritis
1. Rasio Keuangan
a. Pengertian
Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi
keuangan dan kinerja perusahaan. Dari hasil rasio keuangan ini akan
terlihat kondisi kesehatan perusahaan yang bersangkutan (Kasmir,
2008:104). Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil
perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya
yang merupakan hubungan yang relevan dan signifikan. Misalnya
antara utang dan modal, antara kas dan total asset, antara harga
pokok produksi dengan total penjualan, dan sebagainya. Teknik ini
sangat lazim digunakan para analitis keuangan.
Rasio keuangan sangat penting dalam melakukan analisis
terhadap kondisi keuangan perusahaan. Rasio keuangan itu bisa
banyak sekali (Harahap, 2007:297). Analisis rasio keuangan
merupakan teknik untuk mengetahui secara cepat kinerja keuangan
perusahaan, tujuannya adalah : (1) mengevaluasi situasi yang terjadi
saat ini; dan (2) memprediksi kondisi keuangan masa yang akan
datang (Rangkuti, 1997:123).
Rasio tersebut memberikan dua cara, bagaimana membuat
perbandingan dan data keuangan peusahaan yang berarti: (1) kita
dapat meneliti rasio antar waktu (katakanlah untuk tahun terakhir)
untuk meneliti arah pergerakannya; dan (2) kita dapat
membandingkan rasio perusahaan dengan rasio perusahaan lainnya.
Tujuan dari penggunaan suatu rasio saat menganalisis informasi
keuangan secara sederhana dilakukan dengan membuat standar tolak
ukur atas informasi yang akan dianalisis agar rasio dari dua
perusahaan yang berbeda dapat dibandingkan atau juga satu

7
perusahaan dengan batas-batas waktu yang berbeda (Keown, Martin,
Petty, dan Scott Jr, 2004:70-71). Untuk mengukur kinerja keuangan
peusahaan dapat dilakukan dengan beberapa rasio keuangan. Setiap
rasio keuangan memiliki tujuan, kegunaan, dan arti tertentu.
Kemudian,setiap hasil dari rasio yang diukur diinterpretasikan
sehingga menjadi berarti bagi pengambilan keputusan.
b. Penggolongan Rasio
Menurut Robert Ang (1997:18.23 – 18.38) rasio keuangan dapat
dikelompokkan menjadi lima jenis berdasarkan ruang lingkup atau
tujuan yang ingin dicapai, yaitu :
1) Rasio Likuiditas, rasio ini menyatakan kemampuan perusahaan
jangka pendek untuk memenuhi obligasi yang jatuh tempo. Rasio
likuiditas ini terdiri dari: current current ratio (rasio lancar),
quick ratio, dan net working capital.
2) Rasio Aktivitas (Activity Ratios), Rasio ini menunjukkan
kemampuan serta efisiensi perusahaan didalam memanfaatkan
harta-harta yang dimilikinya. Rasio aktivitas ini terdiri dari : total
asset turnover, fixed asset turnover, accounts receivable turnover,
inventory turnover, average collection period (day’s sales
inaccounts receivable) dan day’s sales in inventory.
3) Rasio Profitabilitas (Profitability Ratios), Rasio ini menunjukkan
keberhasilan perusahaan didalam menghasilkan keuntungan.
Rasio rentabilitas ini terdiri dari: gross profit margin, net profit
margin, operating return on assets, return on assets, return on
equity dan operating ratio.
4) Rasio Solvabilitas (Solvency Ratios), Rasio ini menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka
panjangnya. Rasio ini juga disebut leverage ratios, karena
merupakan rasio pengungkit yaitu menggunakan uang pinjaman
(debt) untuk memperoleh keuntungan. Rasio leverage ini terdiri
dari: debt ratio, debt to equity ratio, long-term, debt to equity

8
ratio, long-term debt to capitalization ratio, times interest earned,
cash flow interest coverage, cash flow to net income, dan cash
return on sales.
5) Rasio Pasar (Market Ratios), Rasio ini menunjukkan informasi
penting perusahaan yang diungkapkan dalam basis per saham.
Rasio pasar ini terdiri dari: dividend yield, dividend per share,
earning per share, dividend payout ratio, price earning ratio,
book value per share dan price to book value.

Dari rasio-rasio tersebut, yang berkaitan langsung dengan


kepentingan analisis kinerja perusahaan dalam penelitian ini
meliputi:

 Earning Per Share (EPS)


Earning Per Share merupakan salah satu rasio pasar yang
merupakan hasil pendapatan yang akan diterima oleh para
pemegang saham untuk setiap lembar saham yang dimilikinya
atas keikutsertaannya dalam perusahaan. Earning Per Share
adalah perbandingan antara laba bersih setelah pajak pada satu
tahun buku dengan jumlah saham yang diterbitkan. Data
mengenai Earning Per Share ini diukur dengan satuan rupiah
(Robert Ang, 1997).
 Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur tingkat leverage (penggunaan hutang) terhadap total
shareholders’ equity yang dimiliki perusahaan. Debt to Equity
Ratio diukur dengan angka persentase dan dapat dihitung dengan
menggunakan rumus (Robert Ang, 1997).
 Return On Equity
Return On Equity (ROE) merupakan salah satu cara untuk
menghitung efisiensi perusahaan dengan cara membandingan

9
antara laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri dengan
jumlah modal sendiri yg menghasilkan laba tersebut.

2. Net Profit Margin


Menurut Bastian dan Suhardjono (2006: 299) Net Profit Margin
adalah perbandingan antara laba bersih dengan penjualan. Semakin besar
NPM, maka kinerja perusahaan akan semakin produktif, sehingga akan
meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya pada
perusahaan tersebut. Rasio ini menunjukkan berapa besar persentase laba
bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Menurut Alexandri (2008:
200) Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
bersih setelah dipotong pajak.

3. Harga Saham
a. Pengertian
Menurut Fred dan Copeland (1999: 166) saham merupakan tanda
penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan, selembar saham adalah selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemiliknya
(berapapun porsinya atau jumlahnya) dari suatu perusahaan yang
menerbitkan kertas (saham) tersebut. Selembar saham mempunyai
nilai atau harga. Harga saham dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:
1) Harga Nominal, Harga yang tercantum dalam sertifikat saham
yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham
yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal memberikan arti
penting saham karena deviden minimal biasanya ditetapkan
berdasarkan nilai nominal.
2) Harga Perdana, Harga ini merupakan harga pada waktu harga
saham tersebut dicatat di bursa efek. Harga saham pada pasar
perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter)

10
dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham
emiten itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untuk
menentukan harga perdana. Harga pasar. Kalau harga perdana
merupakan harga jual dari perjanjian emisi kepada investor, maka
harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan
investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut
dicatatkan di bursa.
b. Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001: 10) harga saham
dibentuk karena adanya pemintaan dan penawaran atas saham.
Permintaan dan penawaran tersebut terjadi karena adanya banyak
faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja
perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak)
maupun faktor yang sifatnya makro seperti kondisi ekonomi negara,
kondisi sosial dan politik, maupun informasi-informasi yang
berkembang. Dengan kata lain, profitabilitas akan mempengaruhi
harga saham. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham
dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1) Faktor yang bersifat fundamental
Merupakan faktor yang memberikan informasi tentang kinerja
perusahaan dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhinya.
Faktor-faktor ini meliputi:
 Kemampuan manajemen dalam mengelola kegiatan
operasional perusahaan.
 Prospek bisnis perusahaan di masa datang.
 Prospek pemasaran dari bisnis yang dilakukan.
 Perkembangan teknologi yang digunakan dalam kegiatan
operasi perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan.
2) Faktor yang bersifat teknis

11
Faktor teknis menyajikan informasi yang menggambarkan pasaran
suatu efek, baik secara individu maupun secara kelompok. Para
analis teknis dalam menilai harga saham banyak memperhatikan
hal-hal sebagai berikut:
 Perkembangan kurs
 Keadaan pasar modal
 Volume dan frekuensi transaksi suku bunga
 Kekuatan pasar modal dalam mempengaruhi harga saham
perusahaan.
3) Faktor sosial politik
 Tingkat inflasi yang terjadi
 Kebijaksanaan moneter yang dilakukan oleh pemerintah
 Kondisi perekonomian
 Keadaan politik suatu negara

4. Penelitian Terdahulu

No Judul / Penulis / Variabel Metode yang Hasil


Tahun Digunakan
1 PENGARUH - Dependent : Analisis Penelitian ini bertujuan untuk
EARNING PER Harga meneliti pengaruh EPS dan
Regresi
SHARE (EPS) Saham terhadap harga saham
TERHADAP - Independen Berganda perusahaan yang terdaftar
HARGA SAHAM t : EPS dalam LQ-45 di BEI dengan
LQ-45 DI BURSA tahun pengamatan 2007-2011.
EFEK INDONESIA Berdasarkan hasil penelitian
(BEI) dan pembahasan maka dapat
diambil kesimpulan yaitu EPS
memiliki pengaruh terhadap
harga saham perusahaan yang
terdaftar dalam LQ-45 di BEI.
2 PENGARUH - Dependent : Analisis - Terdapat pengaruh yang
KINERJA Harga signifikan antara ROA dan
Regresi harga saham yang berarti
KEUANGAN Saham 1
TERHADAP - Independen Berganda H diterima. Hasil dari
HARGA SAHAM t : Kinerja pengujian hipotesis ini

12
PADA Keuangan mengindikasikan bahwa
PERUSAHAAN perusahaan mining and
MINING AND mining service telah
MINING SERVICE berhasil memanfaatkan
DI BURSA EFEK dan memaksimalkan laba
INDONESIA (BEI) bersih berdasarkan tingkat
asset tertentu yang
Penulis : Sri menjadi acuan yang
Zuliarni penting bagi investor
Jurnal Aplikasi dalam membuat keputusan
investasi.
Bisnis, Oktober
- Terdapat pengaruh yang
2012
signifikan antara PER dan
harga saham yang berarti
2
H diterima. Hasil dari
pengujian hipotesis ini
mengindikasikan bahwa
PER secara nyata dapat
mempengaruhi harga
saham pada perusahaan
mining and mining
service.
- Tidak terdapat pengaruh
yang signifikan antara
DPR dan harga saham
3
yang berarti H ditolak.
Ditolaknya hipotesis
ketiga ini
mengindikasikan bahwa
deviden yang dibayarkan
oleh emiten kepada para
pemegang saham tidak
menyebabkan naiknya
nilai perusahaan. Jadi
DPR tidak dapat dijadikan
sebagai faktor penting
bagi investor dalam
membuat keputusan
investasi.
3 Pengaruh EPS, - Dependent : Analisis EPS, PER, DER, ROE perlu
PER, DER, ROE Harga menjadi pertimbangan bagi
Regresi
Terhadap Harga Saham calon investor untuk
Saham Pada - Independen Berganda menanamkan modal pada
Perusahaan Sektor t: perusahaan pertambangan.
Pertambangan yang 1. EPS Pada penelitian ini Earning
terdaftar di Bursa 2. PER Per Share berpengaruh positif
Efek 3. DER dan paling kuat diantara
Indonesia(BEI) 4. ROE keempat rasio (EPS, PER,

13
Tahun 2010-2013 DER, ROE) terhadap harga
saham sehingga Earning Per
Penulis : Share yang merupakan laba
1. Dorothea yang diperoleh untuk tiap
Ratih lembar saham adalah hal yang
2. Apriatna E.P paling penting untuk
3. Saryadi diperhatikan bagi investor.
Jurnal Tahun 2013,
Hal 1-12
4 PENGARUH - Dependent : Analisis - Pada uji regresi secara
NET PROFIT Harga serempak (bersama-
Regresi
Saham sama), semua variabel
MARGIN
- Independen Berganda bebas yang diteliti (NPM,
(NPM), t: ROA dan ROE) memiliki
RETURN ON 1. NPM pengaruh yang signifikan
ASSETS (ROA) 2. ROA terhadap harga saham.
dan RETURN 3. ROE - Pada uji regresi secara
ON EQUITY parsial atau masing-
masing, hanya variabel
(ROE) terhadap
Return On Assets (ROA)
HARGA yang memiliki pengaruh
SAHAM pada signifikan terhadap harga
PERUSAHAAN saham, maka dapat
yang dikatakan bahwa ROA
TERCANTUM memiliki kontribusi
dominan terhadap harga
DALAM
saham.
INDEKS LQ45

Penulis : Ina
Rinanti

Tahun :
5 Pengaruh Rasio - Dependent : Analisis - Penelitian ini hanya
Keuangan, Harga menganalisis faktor-faktor
Regresi
Pertumbuhan Saham yang mempengaruhi harga
Penjualan dan - Independen Berganda saham, tetapi bukan
Dividen Terhadap t: meneliti apakah harga
Harga Saham 1. Rasio saham naik atau turun.
Keuangan - Variable independent yang
Penulis : Tita 2. Pertumbuh digunakan dalam
Deitiana an penelitian ini hanya 4
Jurnal Tahun 2011 Penjualan variable yaitu
3. Dividen profitabilitas, likuiditas,
dividen dan harga saham

14
sehingga ada kemungkinan
bahwa ada faktor—faktor
lain yang mempengaruhi
harga saham namun tidak
diteliti dalam penelitian
ini.
- Data sampel perusahaan
hanya didasarkan pada
data keuangan tahunan
periode 2004 – 2008,
diharapkan dapat lebih
akurat menggunakan data
tahunan yang lebih lama.

6 PENGARUH NET - Dependent : Analisis - Pada uji regresi secara


serempak (bersama-sama),
PROFIT MARGIN Harga Regresi
semua variabel bebas yang
(NPM), RETURN Saham Berganda diteliti (NPM, ROA dan
ROE) memiliki pengaruh
ON ASSETS (ROA) - Independent
yang signifikan terhadap
dan RETURN ON : harga saham.
- Pada uji regresi secara
EQUITY (ROE) 1. NPM
parsial atau masing-
terhadap HARGA 2. ROA masing, hanya variabel
Return On Assets (ROA)
SAHAM pada 3. ROE
yang memiliki pengaruh
PERUSAHAAN signifikan terhadap harga
saham, maka dapat
yang
dikatakan bahwa ROA
TERCANTUM memiliki kontribusi
dominan terhadap harga
DALAM INDEKS
saham.
LQ45

Penulis : Ina Rianti


Universitas
Gunadarma

15
B. Hipotesis Penelitian
Earning Per
Share (EPS)

Debt to Equity Rasio Keuangan


Ratio (DER)
H1

Return On
Equity (ROE) Harga Saham
`

H2

Net Profit Margin

H1: Rasio Keuangan berpengaruh positif terhadap harga saham pada


perusahaan LQ-45 non-financial yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.
H2: Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif terhadap harga saham pada
perusahaan LQ-45 non-financial yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.

16
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian
terapan dengan pendekatan kuantitatif dengan berdasarkan data sekunder
berupa laporan keuangan perusahaan publik yang terdaftar di Brusa Efek
Indonesia.
B. Operasional Variabel Penelitian dan Skala Pengukuran
1. Variabel Penelitian
Variable penelitian yaitu obyek penelitian atau apa yang menjadi titik
perhatian suatu penelitian. Dalam penelitian ini variable yang ada adalah
variable bebas yaitu rasio keuangan dan variable terikat yaitu harga saham.
Variable bebas dalam penelitian ini terdiri dari :
 Earning Per Share (X1)
 Debt to Equity Ratio (X2)
 Return On Equity (X3)
 Net Profit Margin (X4)
2. Definisi Operasional
 Definisi operasional dari variable terikat (dependent variable) yaitu
Harga Saham. Harga Saham merupakan nilai sekarang dari arus kas
yang akan diterima oleh pemilik saham dikemudian hari. Model
penilaian harga saham yang sering dipergunakan untuk analisis sekuritas
adalah :
a. Model tanpa pertumbuhan deviden (The Zero Growth Model), yang
dapat diformulasikan sebagai berikut :

𝐷
Po = 𝑟

Keterangan :

Po = Harga Saham (nilai intrinsik)

17
D = Deviden

r = Required rate of return (tingkat keuntungan yang dianggap


relevan atau diharapkan )

b. Model pertumbuhan konstan (Constant Growth Model), yang dapat


diformulasikan sebagai berikut :
𝐷
Po = 𝑟−𝑔

Keterangan :
Po = Harga Saham (nilai intrinsik)
D = Deviden
r = Required rate of return (tingkat keuntungan yang dianggap
relevan atau diharapkan )
g = Growth Of Rate (Perumbuhan laba/deviden di masa yang akan

datang )

 Definisi operasional dari variable bebas (independent variable) yang


terdiri dari Rasio Keuangan dan Net Profit Margin. Definisi dari
masing-masing variable tersebut adalah sebagai berikut :
a. Rasio Keuangan
Rasio Keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan
hubungan antara berbagai macam akun (accounts) dari laporan
keuangan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil
operasional perusahaan. Dalam penelitian ini, rasio keuangan yang
dipergunakan untuk menganalisis pengaruhnya terhadap harga
saham, sebagai berikut : Earning Per Share, Return On Equity (ROE)
dan Debt to Equity Ratio (DER).

Rumus EPS :

𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘


EPS = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑏𝑖𝑡𝑘𝑎𝑛

Rumus ROE :

18
𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
ROE = × 100%
𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖

Rumus DER :

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
DER = 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖

b. Net Profit Margin (NPM)


Menurut Alexandri (2008: 200) Net Profit Margin (NPM) adalah
rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong pajak.
Rumus NPM adalah sebagai berikut :

𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘


Net Profit Margin (NPM) = × 100%
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

C. Pengumpulan Data
1. Jenis Data dan Sumber Data
a. Jenis Data
Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
bersifat kuantitatif mengenai laporan keuangan tahunan perusahaan
dari tahun 2009 – 2014. Adapun sumber data pada penelitian ini di
peroleh dari Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id).
b. Sumber Data
Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari
Indonesian stock exchange (IDX).
2. Teknik Pengambilan Data
Metode untuk pengumpulan data ini dilakukan dengan metode
dokumentasi. Pengumpulan data dimulai dengan tahap penelitian
pendahuluan yaitu melakukan studi kepustakaan dengan mempelajari
buku-buku dan bacaan-bacaan lain yang berhubungan atau berkaitan
dengan penelitian ini juga dilakukan pengkajian data yang dibutuhkan,
yaitu mengenai jenis data yang dibutuhkan, ketersediaan data, cara

19
memperoleh data dan gambaran cara pengolahan data. Tahap berikutnya
adalah penelitian pokok yang digunakan untuk mengumpulkan
keseluruhan data yang dibutuhkan guna menjawab persoalan penelitian
dan menambah literatur untuk menunjang data kuantitatif yang diperoleh.
Metode pengumpulan data penelitian ini secara dokumentasi yaitu
dengan cara mengumpulkan dokumen yang berhubungan dengan rasio
yang telah dipublikasikan di BEI.
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan Non-
Finansial yang tercatat dalam perhitungan indeks LQ 45 periode tahun
2009-2014 yang berjumlah 45 perusahaan, mempunyai saham yang paling
likuid dan memiliki kapitalitas yang tinggi. Hal ini dilakukan karena
perusahaan Non-Finansial yang masuk dalam perhitungan indeks LQ 45
dianggap mempunyai struktur modal yang optimal dan juga
mempengaruhi keadaan pasar, memiliki prospek pertumbuhan serta
kondisi keuangan yang cukup baik. Sementara penelitian tedahulu
biasanya meneliti pada beberapa sektor bahkan bahkan satu sektor saja,
sehingga memberikan manfaat pada sektor tertentu.
2. Sampel
Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan Multi-shapes sampling secara
purposive, dengan kriteria :
a. Terdapat kesediaan dan kelengkapan data selama periode 2009-2014.
b. Perusahaan tidak pernah diberhentikan perdagangannya oleh BEI.
c. Perusahaan-perusahaan Non-Perbankan yang masuk dalam
perhitungan indeks LQ 45 secara konsisten selama periode pengamatan
2009-2014.
Berdasarkan kriteria tersebut, akan diperoleh sebanyak 19 perusahaan
yang memenuhi syarat untuk dijadikan sampel dalam penelitian.
E. Metode Analisis Data

20
Penelitian ini dengan menggunakan metode kuantitatif dengan analisis
regresi berganda. Untuk mengetahui pengaruh Earning Per Share (EPS),
Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER) dan Net Profit Margin
(NPM) terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 NON-FINANCIAL
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia digunakan analisis regresi berganda.
Seberapa besar variabel independen mempengaruhi variabel dependen
dihitung dengan menggunakan persamaan garis regresi berganda berikut
(Imam Ghozali, 2001) :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e

Penjelasan :

Y = Harga Saham

a = Konstanta

b = Koefisien garis regresi

X1= EPS

X2= DER

X3 = ROE

X4 = NPM

e = Tingkat Kesalahan

1. Uji Asumsi Klasik


Sebelum melakukan pengujian regresi terlebih dahulu dilakukan
pengujian asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik yang digunakan yaitu :
uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi
yang secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :

21
a. Uji Normalitas
Uji normalitas untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel
penggangu atau residual mempunyai distribusi normal atau tidak.
Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data normal
atau mendekati normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah
residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan analisis grafik
dan analisis statistik (Ghozali,2006).
b. Uji Multikolinearis
Uji ini bertujuan menguji apakah para model regresi ditemukan
adanya korelasi antar variabel independen (Ghozali,2006). Model
regresi yang baik antar variabel independen seharusnya tidak terjadi
korelasi. Dalam model regresi dilakukan pendeteksian ada tidaknya
multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan nilai variance
inflation factor (VIF) yang dapat dilihat dari output SPSS. Dapat
disimpulkan dasar acuannya:
1) Jika nilai tolerance > 10 persen dan nilai VIF < 10, maka dapat
disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel bebeas
dalam model regresi.
2) Jika nilai tolerance < 10 persen dan nilai VIF >10, maka dapat
disimpulkan bahwa ada multikolinearitas antar variabel bebas dalam
model regresi.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas untuk menguji apakah dalam model regresi
menjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan lain. Model regresi yang baik, apabila terjadi
homokedastisitas atau tidak terjadinya heteroskedastisitas. Untuk
mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan
melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED)
dengan residualnya (SRESID). Dasar analisisnya :
1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk suatu pola
tertentu, yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian

22
menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi
heteroskedastisitas.
2) Jika tidak ada pola tertentu serta titik-titik menyebar diatas dan
dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi
heteroskedastisitas. Analisis dengan grafik plot memiliki kelemahan
yang cukup signifikan oleh karena jumlah pengamatan
mempengaruhi hasil ploting. Semakin sedikit jumlah pengamatan,
semakin sulit untuk menginterprestasikan hasil grafik plot.
d. Uji Autokorelasi
Autokorelasi adalah terjadinya korelasi antar data dalam suatu
variabel. Model regresi yang baik tidak memiliki autokorelasi. Untuk
mendeteksi ada atau tidaknya suatu korelasi digunakan statistik uji
Durbin-waston (D-W). Kriteria atau batasan terjadinya autokorelasi
dengan nilai Durbin Watson yang kemudian dibandingkan dengan nilai
d-tabel. Hasil perbandingan akan menghasilkan kesimpulan seperti
kriteria berikut :
1) Jika d<dl, berarti terdapat autokorelasi positif
2) Jika d>(4-dl), berarti terdapat autokorelasi negatif
3) Jika du<d<(4-dl), berarti tidak terdapat autokorelasi
4) Jika dl<d <du atau (4-du), berarti tidak dapat disimpulkan
2. Pengujian Hipotesis
Metode pengujian terhadap hipotesis yang diajukan dilakukan
pengujian secara parsial dan pengujian secara simultan serta analisis
koefisien determinasi (R2) (Ghozali,2005). Pengujian hipotesis sebagai
berikut :
a. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R2) untuk mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Nilai Kd
adalah antara 0 dan 1. Nilai R yang kecil berarti kemampuan variabel-
variabel Independen dalam menerangkan variabel dependen sangat
terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel independen

23
memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk
memprediksi variasi variabel independen. Kelemahan Koefisien
Determinasi (R2) adalah bias terhadap jumlah variabel independen
yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel
independen maka R pasti akan meningkat walaupun belum tentu
variabel yang ditambahkan berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel dependen. Oleh karena itu, digunakan nilai adjusted R2,
karena nilai adjusted R2 dapat naik atau urun apabila suatu variabel
independen ditambahkan ke dalam model.
b. Uji F
Uji f untuk melihat apakah semua variabel-variabel independen
yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan
tehadap variabel dependen. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji
adalah apakah semua parameter dalam model sama dengan nol, atau :

H0: ρ1 = 0, Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan secara


bersama-sama dari seluruh variabel independen tehadap variabel
dependen. Hipotesis alternatif (H1) bila semua parameter secara
simultan tidak sama dengan nol, atau :

H0: ρ1 ≠ 0, Artinya ada pengaruh yang signifikan secara bersama-


sama dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik f dengan kriteria :

1) Quick look : bila nilai f lebih besar dari pada 4 maka Ho dapat
ditolak pada derajat kepercayaan 5 persen. Dengan kata lain kita
menerima hipotesa alternatif, yang menyatakan bahwa semua
variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi
variabel dependen.
2) Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F menurut
tabel. Bila nilai F hitung lebih besar dari pada nilai F tabel, maka
H0 ditolak dan menerima H1.

24
c. Uji T
Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel
penjelas/ independen secara individual dalam menerangkan variasi-
variasi dependen. Pada penelian ini ada variabel yang bernilai negatif,
yaitu variabel Return on Assets dan CR, SA. Untuk melihat apakah
variabel independen tersebut memiliki pengaruh terhadap variabel
dependen, pengujian hipotesis nol (H0) dilakukan dengan melihat
apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol atau :
H0 : bi = 0, Apabila nilainya sama dengan nol, maka suatu variabel
independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap
variabel dependen. Sedangkan hipotesis alternatifnya (Ha) adalah
apabila parameter suatu variabel lebih kecil dari nol, atau:
Ha : bi < 0, Artinya variabel independen tersebut merupakan penjelas
yang signifikan terhadap variabel dependen. Sedangkan untuk variabel
independen yang bernilai positif, yaitu ukuran perusahaan (size) (H2),
Growth of Assets (H3) pengujian hipotesis nol (H0) dilakukan degan
melihat apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol atau :
H0 : bi = 0, Untuk hipotesis alternatifnya (Ha), diuji apakah parameter
variabel lebih besar dari nol, atau :
Ha : bi > 0, Apabila nilainya lebih besar dari pada nol, maka variabel
independen tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap
variabel dependen. Cara melakukan uji t sebagai berikut :
1) Quick look : bila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau
lebih, dan derajat kepercayaan sebesar 5 persen, maka H0 yang
menyatakan bi = 0 dapat ditolak bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam
nilai absolut). Dengan kata lain kita menerima hipotesis alternatif,
yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara
individual mempengaruhi variabel dependen.
2) Membandingkan nilai statistik t dengan nilai titik krisis menurut
tabel. Apabila nilai statistik t hasil perhitungan lebih tinggi
dibandingkan t tabel, kita menerima hipotesis alternatif yang

25
menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual
mempengaruhi variabel dependen.

F. Rencana Kegiatan Penelitian

Bulan Pelaksanaan Penelitian Tahun 2015 - 2016

No Kegiatan Mei Jun Jul Aug Sept Okt Nov Des Jan Feb

1 Pengajuan Judul

2 Persiapan Penelitian

3 Pengumpulan Data

4 Pelaksanaan Penelitian

5 Analisis Data

6 Penyusunan Laporan

7 Publikasi Ilmiah

8 Sidang

26
DAFTAR PUSTAKA

Alexandri, Moh. Benny. 2008. Manajemen Keuangan Bisnis. Cetakan Kesatu.


Bandung: Alfabeta.
Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia (The Intelligent Guide to.
Indonesian Capital Market). Jakarta: Mediasoft Indonesia
Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti, (2011), Pengantar Pasar Modal, Edisi Revisi,

Rineka Cipta, Jakarta.

Bastian, Indra dan Suhardjono. 2006. Akuntansi Perbankan. Edisi 1. Jakarta:


Salemba Empat.
Dorothea Ratih, Apriatni E.P, Saryadi, 2013. Pengaruh EPS, PER, DER, ROE

terhadap harga saham pada perusahaan sektor pertambangan yang


terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2012. Diponegoro
Journal Of Social and Politic

Fred, Weston, J. dan Thomas E. Copeland. 1999. Manajemen Keuangan. Edisi 8.


Jakarta: Bina Rupa Aksara.
Ghozali, Imam, 2001, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS
(Edisi Kedua), Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Ghozali, Imam, 2005, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi
3, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Ghozali, Imam, 2006. Aplikai Analisis Multivarite dengan SPSS, Cetakan


Keempat, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Harahap, Sofyan Syafri. “Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan”, Rajawali Pers,
Jakarta, 2007.
Kasmir, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajawali Pers, Jakarta, 2008.
Keown, Martin, Petty, Scoot Jr. “Manajemen Keuangan: Prinsip-Prinsip dan
Aplikasi”, Edisi Kesembilan, Jilid 1, Indeks, 2008.
Rangkuti, Freddy, 1997. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis (Cara
Perhitungan Bobot, Rating dan OCAI), PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Hartati, Mulyani Yunidha, 2013. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
struktur modal Pada Perusahaan LQ 45 (NON - PERBANKAN) Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2008-2011. Skripsi
Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Diponegoro. Jurnal Online

27