Anda di halaman 1dari 151

Kimia Kelas XI Semester 1 i

1. Peserta didik mampu mengidentifikasi atom karbon (C) dan hidrogen (H) dalam senyawa hidrokarbon dengan benar setelah
melakukan percobaan.
2. Peserta didik mampu menganalisis struktur senyawa hidrokarbon dengan tepat setelah melakukan kegiatan diskusi.
3. Peserta didik mampu menganalisis sifat senyawa hidrokarbon dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi.
4. Peserta didik mampu menyebutkan reaksi-reaksi pada senyawa hidrokarbon dengan tepat setelah melakukan kegiatan diskusi.
5. Peserta didik mampu menyebutkan kegunaan senyawa hidrokarbon dengan tepat setelah melakukan kegiatan diskusi.
6. Peserta didik mampu membuat model struktur molekul isomer senyawa hidrokarbon dengan benar melalui kegiatan diskusi.

Senyawa Hidrokarbon

mempelajari

Definisi Senyawa Karbon Alkana, Alkena, dan Alkuna Reaksi-Reaksi pada Kegunaan Senyawa
Hidrokarbon Hidrokarbon dan Karbon
meliputi meliputi
meliputi meliputi
Sejarah Perkembangan Tata Nama
Senyawa Organik Adisi Bidang Pangan
berdasarkan
Rantai Utama
terjadi
disebabkan Penemuan Bidang Sandang
Friedrich Penambahan
Wohler Cabang/Alkil Atom/Gugus Atom
Bidang Papan
Letak Ikatan Rangkap
Identifikasi Keberadaan Eliminasi
Unsur Karbon dan Hidro- Bidang Seni dan Estetika
gen dalam Senyawa Isomer terjadi
Organik berdasarkan Pengurangan
Atom/Gugus Atom
Perbedaan Struktur
Sumber Senyawa Orga- Suatu Senyawa
nik atau Senyawa Hidro- Substitusi
karbon terjadi
Sifat-Sifat
meliputi Pertukaran
meliputi Atom/Gugus Atom
Tumbuhan dan Hewan
Sifat Kimia
Batu Bara Oksidasi
Sifat Fisika
Gas Alam dan Minyak Bumi terjadi
Pembuatan Reaksi dengan
Kekhasan Atom Karbon Oksigen
dalam Membentuk Se- Kegunaan
nyawa Hidrokarbon

disebabkan
akibat
Mempunyai 4 Ikatan Kovalen
Konfigurasi Elektron
6
C = 1s2 2s2 2p2
Ukuran Atom Relatif Kecil
Berikatan dengan
Sesama Atom Karbon

Posisi Atom Karbon


• Adisi • Alkil • Eliminasi • Rantai Karbon
Penggolongan Senyawa • Alifatik • Alkuna • Isomer • Siklik
Hidrokarbon • Alkana • Aromatik • Jenuh • Substitusi
berdasarkan • Alkena • Atom Karbon • Oksidasi • Tidak Jenuh
Jenis Ikatan

Bentuk Rantai Karbon


Kimia Kelas XI Semester 1 1
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: d
Adanya unsur karbon dalam senyawa hidrokarbon
1. Jawaban: d
dapat diketahui dengan cara memanaskan
Pemanasan senyawa organik menghasilkan gas
senyawa hidrokarbon, lalu mengalirkan gas yang
CO2 dan uap air (H2O). Keberadaan H2O dapat
dihasilkan ke dalam air kapur. Jika air kapur
diidentifikasi menggunakan kertas kobalt(II).
berubah menjadi keruh, berarti gas yang dihasil-
Kertas kobalt(II) yang semula berwarna biru
kan dari pemanasan senyawa hidrokarbon adalah
berubah menjadi merah muda setelah ditetesi zat
CO2. Gas CO2 bereaksi dengan larutan air kapur
cair hasil pembakaran zat organik. Perubahan
(Ca(OH) 2) sehingga berubah menjadi keruh.
warna tersebut menunjukkan bahwa zat cair ter-
Terbentuknya gas CO 2 membuktikan adanya
sebut adalah H2O. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
unsur karbon dalam senyawa hidrokarbon.
senyawa organik mengandung unsur hidrogen dan
oksigen. 6. Jawaban: d
Senyawa hidrokarbon tidak jenuh merupakan
2. Jawaban: c
senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan
Salah satu sifat senyawa organik yaitu jika
rangkap dua atau rangkap tiga. Bentuk rantai
dipanaskan akan mudah terurai dan berubah
karbon C2H6, C3H6, C4H8, C5H12, C6H14,dan C7H12
strukturnya. Senyawa organik umumnya sukar
sebagai berikut.
larut dalam pelarut polar seperti air. Titik didih
1) C2H6
dan titik lebur senyawa organik relatif rendah. Jika
dibakar, senyawa organik akan menghasilkan
karbondioksida dan air. Karbon dioksida hasil
pembakaran senyawa organik dapat mengeruhkan
air kapur. Adapun stabil dalam pemanasan, titik
(senyawa hidrokarbon jenuh)
didih dan titik lebur tinggi, serta di alam ditemu-
kan sebagai garam mineral adalah sifat senyawa 2) C3H6
anorganik. Jadi, sifat senyawa organik ditunjukkan
oleh angka 2) dan 4).
3. Jawaban: d
Pemanasan gula pasir dapat menghasilkan gas
(senyawa hidrokarbon tidak jenuh)
CO2 dan uap air (H2O). Adanya gas CO2 dapat
diidentifikasi dengan air kapur. Jika gas hasil 3) C4H8
pemanasan gula pasir dialirkan ke dalam air kapur,
akan terjadi reaksi berikut.
Ca(OH)2 (aq) + CO2(g) ⎯→ CaCO3(s) + H2O(A)
Jadi, endapan putih yang tebentuk adalah CaCO3.
(senyawa hidrokarbon tidak jenuh)
4. Jawaban: d
Kekhasan atom karbon yaitu mempunyai 4 4) C5H12
elektron valensi. Oleh karena itu, atom karbon
akan stabil jika menangkap 4 elektron sehingga
memenuhi kaidah oktet (8 elektron) menyerupai
atom neon (Ne). Tiap-tiap elektron dapat berikatan
(senyawa hidrokarbon jenuh)
dengan sesama atom C atau atom lain termasuk
halogen (F, Cl, Br, atau I) melalui penggunaan 5) C6H14
elektron bersama. Dengan demikian, terbentuk 4
ikatan kovalen tunggal. Tiap atom karbon juga
dapat berikatan rangkap dua dengan sesama atom
C atau unsur lain.
(senyawa hidrokarbon jenuh)
2 Senyawa Hidrokarbon
6) C7H12 C6H12:

(senyawa hidrokarbon tidak jenuh) (senyawa hidrokarbon tidak jenuh)


Jadi, senyawa hidrokarbon tidak jenuh ditunjuk- 9. Jawaban: a
kan oleh senyawa 2), 3), dan 6). Senyawa hidrokarbon heterosiklik adalah senyawa
7. Jawaban: e hidrokarbon dengan struktur rantai tertutup dan
Pada gambar: mengikat satu atau lebih atom selain karbon (C)
atau hidrogen (H). Senyawa a termasuk senyawa
heterosiklik. Senyawa b termasuk senyawa
Atom C Atom C senyawa hidrokarbon homosiklik. Senyawa c dan
d termasuk senyawa hidrokarbon alifatik jenuh.
Atom H
Senyawa e termasuk senyawa hidrokarbon alifatik
Dua atom C berikatan rangkap dua dan rantainya tidak jenuh.
terbuka sehingga senyawa tersebut termasuk 10. Jawaban: d
senyawa hidrokarbon alifatik tidak jenuh. Panjangnya rantai karbon ditentukan oleh rantai
8. Jawaban: c utamanya. Rantai karbon utama pada senyawa a
Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa dan e tersusun atas 5 atom senyawa C, pada
yang rantai karbonnya berikatan tunggal. Bentuk senyawa b tersususn atas 6 atom C, pada senyawa
rantai karbon untuk senyawa C2H2, C3H6, C4H10, c tersusun atas 4 atom, dan pada senyawa d
C5H8, C6H12 sebagai berikut. tersusun atas 7 atom. Jadi, senyawa hidrokarbon
yang mempunyai rantai karbon terpanjang adalah
C2H2: senyawa d.

(senyawa hidrokarbon tidak jenuh)


11. Jawaban: e
Atom karbon memiliki empat elektron valensi
C3H6: yang dapat digunakan untuk berikatan. Setiap
atom karbon dapat membentuk empat ikatan
kovalen tunggal dengan empat atom lain melalui
penggunaan bersama pasanganan elektron.
Apabila setiap pasang elektron ikatan digambarkan
(senyawa hidrokarbon tidak jenuh) dengan satu garis, berarti atom karbon dapat
berikatan dengan atom lain menggunakan empat
C4H10:
garis. Apabila terdapat kurang dari empat garis
atau lebih berarti tidak tepat.

1)
(senyawa hidrokarbon jenuh)

C5H8: Atom C nomor 2 memiliki 3 garis (salah)

2)

(senyawa hidrokarbon tidak jenuh) Semua atom C memiliki 5 garis (salah)

Kimia Kelas XI Semester 1 3


15. Jawaban: c
Atom C kuarterner dalam strukturnya mengikat
3) empat atom C lain.
Kuartener
Atom C nomor 2 dan 3 memiliki 3 garis (salah)

4)
B. Uraian
1. a. Konfigurasi elektron 6C : 1s2 2s2 2p2.
Atom C nomor 3 memiliki 5 garis (salah) Struktur Lewis atom karbon:
b. Atom karbon dapat mencapai susunan oktet
(seperti gas mulia) dengan menangkap empat
elektron dan membentuk ikatan kovalen
dengan atom lain.
5)
2. Atom karbon berbeda dengan atom-atom lain
karena atom karbon mempunyai kemampuan
berikatan dengan sesama atom karbon maupun
atom lain membentuk rantai karbon. Rantai
Semua atom C memiliki 4 garis (benar)
karbon yang terbentuk mempunyai panjang yang
12. Jawaban: d tidak terbatas.
Atom C sekunder adalah atom C yang mengikat
3. a. Unsur hidrogen dan oksigen dalam senyawa
dua atom C lain. Atom C sekunder ditunjukkan
hidrokarbon dapat diketahui dengan cara
oleh angka 4. Atom C yang ditunjuk oleh angka 1
memanaskan senyawa hidrokarbon dalam
merupakan atom C primer. Atom C yang ditunjuk
wadah tertutup sehingga dihasilkan titik-titik
oleh angka 2 merupakan atom C kuarterner. Atom
zat cair yang mengembun di dalam wadah.
C yang ditunjuk oleh angka 3 dan 5 merupakan
Zat cair tersebut kemudian diuji dengan
atom C tersier.
kertas Kobalt(II). Apabila warna kertas
13. Jawaban: c Kobalt(II) berubah warna dari biru menjadi
Atom C tersier adalah atom C yang mengikat tiga merah muda maka zat cair tersebut adalah air
atom C lain. Atom C tersier ditunjukkan oleh atom (H2O). Dengan demikian, dalam senyawa
C nomor 3 dan 10. Atom C nomor 1, 2, 4, 7, 9, 11, hidrokarbon terdapat unsur H dan O.
13, dan 14 termasuk atom C primer. Atom C b. Reaksi yang terjadi:
nomor 6 dan 8 termasuk atom C sekunder. Atom CoCl2 (s) + 6H2O(g) U CoCl2·6H2O(s)
C nomor 5 dan 12 termasuk atom C kuarterner. Biru Merah muda
14. Jawaban: e 4. a. Atom C primer adalah atom C yang mengikat
1) Atom C primer adalah atom C yang mengikat satu atom C lain. Atom C primer ditunjukkan
satu atom C lain. Atom C primer ditunjukkan oleh atom C nomor 1, 2, 5, 8, 10, 14, dan 15.
oleh angka 1, 4, 6, 8, 9, 14, 16, dan 17. b. Atom C sekunder adalah atom C yang
2) Atom C kuarterner adalah atom C yang mengikat dua atom C lain. Atom C sekunder
mengikat empat atom C lain. Atom C ditunjukkan oleh atom C nomor 4, 6, 9, 12,
kuarterner ditunjukkan oleh angka 7. dan 13.
3) Atom C tersier adalah atom C yang mengikat c. Atom C tersier adalah atom C yang mengikat
tiga atom C lain. Atom C tersier ditunjukkan tiga atom C lain. Atom C tersier ditunjukkan
oleh angka 2, 5, 11, dan 15. oleh atom C nomor 7.
Jadi, jawaban yang tepat adalah e. Atom C primer d. Atom C kuarterner adalah atom C yang
ditunjukkan oleh angka 14, atom C kuarterner mengikat empat atom C lain. Atom C
ditunjukkan oleh angka 7, dan atom C tersier kuarterner ditunjukkan oleh atom C nomor 3
ditunjukkan oleh angka 11. dan 11.
4 Senyawa Hidrokarbon
5. Apakah perbedaan antara ikatan alifatik dan ikatan Hidrokarbon siklik merupakan senyawa hidro-
siklik pada senyawa hidrokarbon? Jelaskan karbon dengan rantai karbon tertutup atau
disertai contoh strukturnya! mengandung unsur cincin.
Jawaban:
Hidrokarbon alifatik merupakan senyawa hidro-
karbon dengan rantai karbon terbuka.
Contoh:
Contoh: dan

dan

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Alkana adalah senyawa hidrokarbon yang 2)
memiliki ikatan tunggal pada rantai karbonnya.
Rumus umum alkana adalah CnH2n+2. Senyawa
hidrokarbon yang mempunyai rumus tersebut 4-etil-2,4-dimetilheptana
adalah C3H8 (angka 2)) dan C5H12 (angka 4)).
Senyawa hidrokarbon yang ditunjukkan oleh
angka 1) (C 2H 2) termasuk alkena. Senyawa 3)
hidrokarbon yang ditunjukkan oleh angka 3)
(C4H6) dan angka 5) (C6H10) termasuk alkuna.
3-etil-2,3-dimetilheksana
2. Jawaban: c

4)

Senyawa tersebut termasuk golongan alkana.


2,2,4-trimetilheksana
Rantai utamanya terdiri atas 6 atom C. Penomoran
dimulai dari atom C yang paling dekat dengan
cabang. Cabangnya berupa metil (– CH3) dan
terikat pada atom C nomor 3. Dengan demikian, 5)
nama senyawa tersebut adalah 3-metilheksana.
3. Jawaban: b
3,3,5-trimetilheptana

4. Jawaban: c
1)
1)

3,5,5-trimetiloktana
Nama IUPAC: 3-metil heksana
(Bukan 1,3-dimetilpentana)

Kimia Kelas XI Semester 1 5


2) 5)

Nama IUPAC: 2,2,3-trimetilbutana Rumus struktur: C5H12


(Bukan 2,3,3-trimetilbutana) Jadi, senyawa 3) dan 4) merupakan pasangan
isomer.

3) 6. Jawaban: e
Senyawa dengan struktur:
termasuk alkana yang
Nama IUPAC: 2,3,3-trimetilpentana
(Sesuai IUPAC)
mempunyai nama 2-metilbutana dan rumus
molekul C5H12. Isomernya mempunyai rumus
4) molekul sama, tetapi berbeda kerangka (struktur)
rantai karbonnya.
1) n-butana
Nama IUPAC: 2,3-dimetilpentana
(Bukan 3-etil-2-metilbutana) Rumus molekul: C4H10
2) 3-etilpentana
5)

Nama IUPAC: 3,4-dimetilheptana


Rumus molekul: C7H16
(Bukan 2-etil-3-metilheksana)

5. Jawaban: d 3) 3-metil pentana


Isomer merupakan senyawa-senyawa yang
memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus
strukturnya berbeda.
Rumus molekul: C6H14
1)
4) 2,3-dimetilbutana

Rumus struktur: C5H12

2)
Rumus struktur: C5H12 Rumus molekul: C6H14
5) 2,2-dimetilpropana

3)

Rumus struktur: C6H14


Rumus molekul: C5H12
Jadi, salah satu isomer dari senyawa tersebut
4) adalah 2,2-dimetilpropana.
7. Jawaban: d
Titik didih senyawa alkana dipengaruhi oleh
Rumus struktur: C6H14 massa molekul relatif (Mr). Makin kecil Mr-nya
titik didih senyawa hidrokarbon makin rendah.

6 Senyawa Hidrokarbon
Jika Mr-nya sama, senyawa alkana bercabang Senyawa tersebut termasuk senyawa alkena.
mempunyai titik didih lebih rendah daripada Rantai utamanya merupakan rantai terpanjang
alkana rantai lurus. yang mengandung ikatan rangkap dua. Penomor-
1) n-heksana an rantai induk dimulai dari sebelah kiri, yang
paling dekat dengan ikatan rangkap dua. Ikatan
(6 atom C) rangkap dua pada alkena tersebut terletak pada
2) n-heptana atom C nomor 1. Senyawa tersebut mengandung
dua alkil, yaitu etil (–C2H5) yang terikat pada atom
C nomor 2, dan 2 metil (–CH3) yang terikat pada
(7 atom C)
atom C nomor 4. Penulisan alkil urut sesuai abjad.
3) 2-metilpentana Dengan demikian, nama senyawa tersebut adalah
2-etil-4,4-dimetil-1-pentena yang terlihat.
10. Jawaban: c
(6 atom C) Isomer merupakan senyawa-senyawa yang
memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus
4) 2,3-dimetilbutana
strukturnya berbeda.
1) n-pentana:
(C5H12)
(6 atom C) 1-pentena:
5) 2,3-dimetilpentana (C5H10)
(n-pentana dan 1-pentena bukan isomer)
2) 2-metil-1-butena:
(7 atom C) (C5H10)
Makin sedikit jumlah atom C, Mr alkana makin
kecil. Senyawa dengan jumlah atom C paling
sedikit dimiliki senyawa 1), 3), dan 4) dengan 2-butena:
6 atom C. Di antara ketiga senyawa tersebut yang (C4H8)
mempunyai titik didih paling rendah adalah (2-metil-1-butena dan 2-butena bukan isomer)
senyawa 4) karena mempunyai cabang paling
3) 3-etil-1-pentena:
banyak.
(C7H14)
8. Jawaban: b
Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang me-
miliki ikatan rangkap dua pada rantai karbonnya. 2,3-dimetil-2-pentena:
Rumus umum alkena adalah CnH2n. Senyawa (C7H14)
hidrokarbon yang mempunyai rumus tersebut
adalah C2H2 (angka 1)) dan C5H10 (angka 4)).
Senyawa hidrokarbon yang ditunjukkan oleh (3-etil-1-pentena dan 2,3-dimetil-2-pentena
angka 2) (C 3H 8) termasuk alkana. Senyawa merupakan isomer)
hidrokarbon yang ditunjukkan oleh angka 3)
(C4H6) dan oleh angka 5) (C6H10) termasuk alkuna. 4) 3-metil-2-pentena:
(C6H12)
9. Jawaban: d

2,4-dimetil-1-pentena:
(C7H14)

(3-metil-2-pentena dan 2,4-dimetil-1-pentena


bukan isomer)

Kimia Kelas XI Semester 1 7


5) 2,3,3-trimetil-1-butena: 5 4 3 2 1

3) 6

(C7H14) 7

2,3-dietil-1-pentena:
(C9H18) 4-etil-3,5-dimetil-3-heptena (Benar)
1 2 3 4 5 6

(2,3,3-trimetil-1-butena dan 2,3-dietil-1- 4)


pentena bukan isomer)
11. Jawaban: b 3-etil-2,4-dimetil-3-heksena (Benar)
CH2 = CH – CH2 – CH2 – CH3
Jadi, pasangan rumus struktur dan tata nama yang
1-pentena (C5H10) benar adalah senyawa 3) dan 4).
Isomer posisi terjadi jika senyawa-senyawa
mempunyai rumus molekul dan kerangka karbon 14. Jawaban: b
sama, tetapi letak ikatan rangkapnya berbeda. Isomer geometri terjadi pada senyawa-senyawa
Dengan demikian, isomer posisi struktur tersebut yang memiliki rumus molekul, gugus fungsi, dan
sebagai berikut. kerangka atom karbon sama, tetapi orientasi
gugus-gugus di sekitar ikatan rangkap dua ber-
CH3 – CH = CH – CH2 – CH3
beda. Isomer geometri dapat terjadi pada alkena
2-pentena (C5H10) yang kedua atom C ikatan rangkapnya masing-
Jadi, jumlah isomer posisi struktur tersebut ada 2. masing mengikat dua jenis gugus berbeda.
12. Jawaban: a
Sifat-sifat alkena di antaranya titik leleh 1)
berbanding lurus dengan massa molekulnya,
alkena lebih reaktif daripada alkana, dapat cis-2-butena trans-2-butena
dioksidasi oleh KMnO4 menghasilkan etilen
glikol, dapat dibuat melalui reaksi eliminasi
alkana, serta dapat diadisi oleh asam halida. 2)
13. Jawaban: e
5 4 3 2 1
1) Tidak mempunyai isomer geometri karena
6 jika A dan B diputar (ditukar) posisinya,
7
orientasinya tetap sama. Begitupun jika C dan
D diputar (ditukar) posisinya.
4,5-dimetil-3-heptena
(Bukan 3,4-dimetil-4-heptena) 3)

cis-2-pentena trans-2-pentena
5 4 3 2 1
2)
6 4)
7
cis-3,4-dimetil-3-heptena

5-etil-4,5-dimetil-3-heptena
(Bukan 2-etil-2-isopropil-3-heksena)

trans-3,4-dimetil-3-heptena

8 Senyawa Hidrokarbon
atom C nomor 2. Senyawa tersebut mengandung
5) dua macam alkil yaitu 2 metil (–CH3) pada atom
C nomor 5 dan isopropil (–C2H5) pada atom C
cis-3,4-dimetil-3-heksena nomor 2. Penulisan alkil diurutkan sesuai abjad.
Dengan demikian, nama senyawa tersebut adalah
4-isopropil-5,5-dimetil-2-heksuna.
19. Jawaban: a
trans-3,4-dimetil-3-heksena

15. Jawaban: d
Senyawa hidrokarbon alkana tidak larut dalam
pelarut air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar.
3,4-dimetiloktana termasuk alkana. Senyawa Rumus molekul: C10H18
hidrokarbon alkena dan alkuna sedikit larut dalam
Isomer merupakan senyawa-senyawa yang
air. 1-heptena, 2,3-dimetilbutena, dan3-etil-4-
memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus
isopropil-1-nonena termasuk senyawa alkena.
strukturnya berbeda.
2-metil1-butuna termasuk senyawa alkuna.
1) 3,5,5-trimetil-1-heptuna
16. Jawaban: b
Alkena dapat dibuat dengan beberapa reaksi,
seperti reaksi dehidrogenasi, dehidrohalogenasi,
dehidrasi, dan eliminasi alkana. Reaksi dehidro-
genasi ditunjukkan oleh reaksi a. Reaksi dehidro-
halogenasi ditunjukkan oleh reaksi b. Reaksi Rumus molekul: C10H18
dehidrasi ditunjukkan oleh reaksi c. Sementara itu,
reaksi d dan e merupakan reaksi pembuatan 2) 4,7,7-trimetil-2-oktuna
alkana.
17. Jawaban: d
Senyawa hidrokarbon alkuna adalah senyawa
hidrokarbon yang rantai karbonnya memiliki
Rumus molekul: C11H20
ikatan kovalen rangkap tiga. Rumus umumnya
CnH2n–2. Jadi, yang merupakan senyawa alkuna 3) 4,5,5-trimetil-2-nonuna
adalah C7H12. Senyawa dengan rumus kimia C3H8
termasuk senyawa alkana. Senyawa dengan rumus
kimia C2H2, C5H10, dan C8H16 termasuk senyawa
alkena.
Rumus molekul: C12H22
18. Jawaban: b
4) 3-etil-6,6-dimetil-1-oktuna

Rumus molekul: C12H22


5) 3-etil-4-metil-1-heksuna
Senyawa tersebut termasuk senyawa alkuna.
Rantai utamanya merupakan rantai terpanjang
yang mengandung ikatan rangkap tiga. Penomor-
an rantai induk dimulai dari sebelah kiri, yang Rumus molekul: C9H16
paling dekat dengan ikatan rangkap tiga. Ikatan Jadi, isomer dari senyawa tersebut adalah senyawa
rangkap tiga pada alkuna tersebut terletak pada a karena rumus molekulanya sama.

Kimia Kelas XI Semester 1 9


20. Jawaban: c 5) Memanaskan campuran garam natrium
Reaksi antara kalsium karbida dengan air meng- karboksilat, seperti natrium asetat dengan
hasilkan gas etuna menurut reaksi berikut. NaOH (sintesis Dumas).
CaC2(s) + 2H2O(A) ⎯→ Ca(OH)2(aq) + C2H2(g)
(aq) + NaOH(aq) → C3H8(g)
Kalsium Etuna
karbida + Na2CO3(aq)

21. Jawaban: b Jadi, yang bukan cara membuat alkana adalah


Alkuna dapat dibuat dengan memanaskan mereaksikan kalsium karbida dengan air. Kalsium
campuran dihaloalkana dengan KOH. Salah satu karbida yang dicampur dengan air akan meng-
senyawa dihaloalkana adalah 2,3-dikloropentana. hasilkan gas etuna (alkuna).
CaC2(s) + 2H2O(A) → Ca(OH)2(aq) + C2H2(g)
22. Jawaban: b
Kalsium Etuna
Isomer merupakan senyawa-senyawa yang karbida
memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus
strukturnya berbeda. Pentuna termasuk alkuna. 24. Jawaban: a
Isomer alkuna dapat berupa isomer kerangka mC H = 10 g
7 16
maupun isomer posisi. Isomer senyawa pentuna Mr C7H16 = 100 g mol–1
(C5H8) sebagai berikut. m
1) nC H = M
7 16 r
1-pentuna 10 g
= 100 g mol−1 = 0,1 mol
2)
2-pentuna Volume C7H16 = nC H × 22,4 mol–1
7 16
= 0,1 mol × 22,4 mol–1
3)
= 2,24 liter
Jadi, 10 gram heptana mempunyai volume 2,24 liter.
3-metil-1-butuna 25. Jawaban: d
Jadi, pentuna mempunyai 3 isomer. Senyawa-senyawa yang mempunyai sifat kimia
23. Jawaban: a hampir sama merupakan senyawa yang terletak
Alkana dapat dibuat dengan beberapa cara berikut. dalam satu deret homolog (satu golongan). C2H6,
1) Mereaksikan aluminium karbida dengan air C3H8, C4H10, dan C5H12 merupakan satu deret
dan akan menghasilkan gas metana. homolog dengan rumus CnH2n+2 (alkana). C3H6,
C4H8, dan C5H10 merupakan satu deret homolog
Al4C3(s) + 12H2O(A) → 3CH4(g) + 4Al(OH)3(aq)
dengan rumus CnH2n (alkena). C4H16 dan C5H8
2) Mereaksikan alkena dengan gas hidrogen merupakan deret homolog dengan rumus CnH2n–2
CnH2n(g) + H2(g) → CnH2n+2 (alkuna). Jadi, kelompok yang mempunyai sifat
3) Mereaksikan alkil halida (haloalkana) dengan hampir sama adalah C3H8, C4H10, dan C5H12.
logam natrium (sintesis Wurtz)
B. Uraian
2CH3Cl(aq) + Na(s) → CH3CH3(g) + 2NaCl(aq)
alkil halida etana 1. a. 2,3,3-trimetilbutana
4) Mereaksikan senyawa Grignard (magnesium
halida) dengan air (sintesis Grignard).
C2H5MgI(aq) + H2O(A) → CH3CH3(g) + MgOHI(aq)
etil etana
magnesium
Penamaan tidak sesuai IUPAC.
Penomoran rantai induk dimulai dari atom C
yang paling dekat dengan alkil terbanyak
yaitu 2 alkil. Penomoran dimulai dari ujung

10 Senyawa Hidrokarbon
kiri tidak tepat karena hanya dekat dengan 1 d. Eliminasi alkana
alkil. Jadi, nama senyawa yang sesuai IUPAC Reaksi penghilangan dua atom terikat pada
adalah 2,2,3-trimetilbutana. dua atom C berdekatan. Dua atom C ini
b. 2,3-dimetil-1-butena selanjutnya membentuk ikatan rangkap.
l l
eliminasi
– C – C – ⎯⎯⎯⎯→ GC = CH + XY
l l
X Y
Penamaan sesuai IUPAC, yaitu 2,3-dimetil-
3. a. Mr (C3H5)n = (3n × Ar C) + (5n × Ar H)
1-butena.
82 = (3n × 12) + (5n × 1)
c. 3-etil-3-metil-1-butuna
82 = 36n + 5n
82 = 41n
n=2
Jadi, rumus molekulnya (C3H5)2 = C6H10
b. Rumus umum senyawa C6H10 adalah CnH2n-2
(alkuna) yang terdiri atas 6 atom C. Jadi,
Penamaan tidak sesuai IUPAC. nama hidrokarbon tersebut adalah heksuna.
Rantai induk alkuna yaitu rantai karbon c. Isomer merupakan senyawa-senyawa yang
terpanjang yang mengandung ikatan rangkap memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus
tiga. Rantai utama senyawa tersebut mengan- strukturnya berbeda. Isomer dari C 6H 10
dung 5 atom C. Jadi, nama senyawa yang sebagai berikut.
tepat sesuai IUPAC adalah 3,3-dimetil-1- 1)
pentena. (1-heksuna)
2. Alkena dapat dibuat diperoleh melalui reaksi- 2)
reaksi berikut. (2-heksuna)
a. Reaksi dehidrogenasi (penghilangan hidrogen)
3)
Dilakukan dengan pemanasan alkana pada
suhu 500°C dengan katalis Cr2O3 atau Al2O3. (3-heksuna)
CH3 – CH2 – CH3(g) ⎯⎯⎯⎯
2 3 Cr O
→ 4)
Δ
n-propana
CH2 = CH – CH3(g) + H2(g) (3-metil-1-pentuna)
propena
5)
b. Reaksi dehidrohalogenasi (penghilangan HX)
Reaksi antara monohaloalkana dengan KOH
dalam alkohol. (4-metil-1-pentuna)
CH3 – CH2 – CH – CH3(aq) + KOH(aq) Alkohol
⎯⎯→
1-butena

CH3 – CH2 – CH = CH2(g) + KCl(s) + H2O(l) 6)


l
Cl
2-klorobutana (3,3-dimetil-1-butuna)
c. Reaksi dehidrasi (penghilangan air) 7)
Pemanasan alkohol dengan H2SO4 pekat pada
suhu 170–180°C.
(4-metil-2-pentuna)
CH3 – CH2 – CH2 – OH ⎯⎯⎯⎯ →
H2SO4
Δ
1-propanol
CH2 = CH – CH3 + H2O
propena

Kimia Kelas XI Semester 1 11


4. Suatu alkena 0,112 kg berwujud gas menempati gugus-gugus di sekitar ikatan rangkap dua
ruang 0,0448 m3 pada keadaan standar. Apakah berbeda. Isomer geometri dapat terjadi pada
nama senyawa tersebut? (Ar: C = 12 g mol–1; alkena yang kedua atom C ikatan rangkapnya
H = 1 g mol–1) masing-masing mengikat dua jenis gugus yang
Jawaban: berbeda.
m alkena = 0,112 kg = 112 g a. 2-metil-2-butena
V alkena = 0,0448 m3 = 44,8 L
44,8 L
n alkena (STP) = 22, 4 L mol−1
= 2 mol Hidrokarbon tersebut tidak mempunyai iso-
112 g mer geometri karena gugus-gugus di sekitar
Mr alkena = 2 mol ikatan rangkap dua sama.
= 56 g mol–1 b. 3-metil-2-pentena
Rumus alkena = CnH2n
Mr CnH2n = (n × Ar C) + (2n × Ar H)
56 = (n × 12) + (2n ×1)
56 = 12n + 2n Mempunyai isomer geometri yaitu:
56 = 14n
56
n = 14 1)
n=4
CnH2n = C4H8 (cis-3-metil-2-pentena)
Jadi, alkena tersebut adalah butena.
2)
5. Isomer geometri terjadi pada senyawa-senyawa
yang memiliki rumus molekul, gugus fungsi, dan
kerangka atom karbon sama, tetapi orientasi (trans-3-metil-2-pentena)

A. Pilihan Ganda kehilangan 1 atom H dan 1 atom Cl (halogen)


sehingga disebut reaksi eliminasi dehidro-
1. Jawaban: a
halogenasi. Adapun reaksi a merupakan reaksi
Senyawa tersebut mengalami penambahan H2 dan
oksidasi. Reaksi b dan d merupakan reaksi adisi
mengalami perubahan ikatan dari rangkap tiga
atau penambahan atom yaitu penambahan H2 pada
menjadi rangkap dua. Jadi, senyawa tersebut
senyawa b dan Cl2 pada senyawa d, dan ditandai
mengalami reaksi adisi. Adapun reaksi eliminasi
dengan pengurangan ikatan (rangkap menjadi
mengalami kehilangan atom atau gugus atom dan
tunggal). Reaksi c merupakan reaksi substitusi
penambahan ikatan. Reaksi substitusi mengalami
atau penggantian atom yaitu satu atom H diganti
penggantian atom atau gugus atom. Reaksi
dengan satu atom Br.
oksidasi mengalami penambahan O2. Rekasi
dehidrogenasi mengalami kehilangan H2. 3. Jawaban: b
Pada reaksi substitusi alkana dengan halogen,
2. Jawaban: e
atom H yang terikat pada atom C sekunder lebih
Reaksi eliminasi adalah reaksi penghilangan suatu
mudah disubstitusi daripada atom H yang terikat
atom atau gugus atom. Reaksi ini mengalami
pada C primer. Demikian juga dengan atom H
perubahan ikatan tunggal menjadi rangkap. Reaksi
yang terikat pada C atom tersier, lebih mudah
ini ditunjukkan pada reaksi e. Reaksi tersebut
disubstitusi daripada atom H yang terikat pada

12 Senyawa Hidrokarbon
atom C sekunder. Oleh karena itu, reaksi substitusi 8. Jawaban: a
tersebut akan menghasilkan produk dominan jika Pembakaran hidrokarbon yang tidak sempurna
terjadi penggantian 1 atom H pada C tersier (C menghasilkan karbon monoksida (CO) atau jelaga
nomor 2 dari dari kiri) oleh 1 atom Br (halogen). (C). Gas CO yang masuk ke dalam paru-paru akan
lebih mudah mengikat Hb daripada O2 sehingga
CH3 – CH – CH2 – CH3 + Br2 ⎯→ CO akan meningkat dibanding O2 akibatnya akan
CH3 menimbulkan sesak napas, pingsan, bahkan
Br kematian. Jelaga yang dihasilkan dari pembakaran
tidak sempurna hidrokarbon mengakibatkan
CH3 – C – CH2 – CH3 + Br2 + HBr
gangguan pernapasan.
CH3
2-bromo-2-metilbutana
9. Jawaban: a
Keberadaan ikatan rangkap pada senyawa
4. Jawaban: e hidrokarbon dapat diidentifikasi dengan air brom.
Reaksi pembakaran hidrokarbon tidak sempurna Jika warna air brom yang semula cokelat berubah
menghasilkan gas karbon monoksida (CO) atau menjadi bening (warna menghilang), berarti dalam
jelaga (C) dan air (H2O). Reaksi 2) menghasilkan senyawa hidrokarbon tersebut positif mengandung
gas CO dan air (H 2O), sedangkan reaksi 4) ikatan rangkap. Hal ini disebabkan brom meng-
menghasilkan karbon (jelaga) dan air (H2O). adisi ikatan rangkap dalam senyawa hidrokarbon.
Keduanya merupakan reaksi pembakaran tidak
R – CH = CHR + Br2 → R – CH – CH – R
sempurna. Sementara itu, reaksi 1) dan 3) meng-
hasilkan gas CO2 dan H2O sehingga termasuk Br Br
reaksi pembakaran sempurna. 10. Jawaban: e
5. Jawaban: b Reaksi 1) terjadi antara alkana dengan oksigen (O2)
Reaksi pemanasan senyawa hidrokarbon dengan sehingga disebut reaksi oksidasi atau pembakaran.
katalis asam pekat sehingga menghasilkan alkena Reaksi 2) terjadi penggantian 1 atom H dengan 1
dan air adalah reaksi dehidrasi atau penghilangan atom Cl sehingga disebut reaksi substitusi atau
air (H 2O). Zat X (reaktan) yang mengalami penggantian. Reaksi 3) terjadi penghilangan 1
dehidrasi adalah alkohol dengan jumlah C yang atom H dan 1 atom Br dan ditandai dengan
sama. Jadi, zat X adalah senyawa alkohol dengan penambahan ikatan (ikatan tunggal menjadi ikatan
jumlah C adalah 4 yaitu butanol (C4H9OH). rangkap dua). Reaksi ini disebut reaksi eliminasi
atau reaksi penghilangan.
6. Jawaban: d
Misal volume gas propana = x L
B. Uraian
Volume gas butana = (7 – x) L
1. a. Reaksi pembakaran sempurna merupakan
C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(g)
reaksi suatu hidrokarbon dengan oksigen (O2)
xL 5x L 3x L 4x L
yang menghasilkan CO2 dan H2O. Reaksi
C5H12(g) + 8O2(g) → 5CO2(g) + 6H2O(g) pembakaran sempurna gas butana sebagai
berikut.
(7 – x) L 8(7 – x) L 5(7 – x) L 6(7 – x) L
13
C4H10 + 2 O2 → 4CO2 + 5H2O
Volume O2 = 5x + 8(7-x)
44 = 5x + 56 – 8x b. Reaksi adisi adalah penambahan atom pada
x =4 suatu hidrokarbon yang ditandai dengan
Volume gas propana = x = 4 L berkurangnya ikatan. Reaksi adisi 3-metil-2-
Volume gas butana = 7 – x = 7 – 4 = 3 L pentena dengan HCl sebagai berikut.
+ HCl →
7. Jawaban: b
Adisi hidrogen pada 1,4-butadiena menghasilkan
1-pentena sesuai persamaan berikut.
CH2 = CH – CH2 – CH2 = CH2 + H2 ⎯→
CH2 = CH – CH2 – CH2 – CH3
1-pentena

Kimia Kelas XI Semester 1 13


c. Reaksi substitusi merupakan reaksi peng- a. Senyawa P: CH3 – CH = CH – CH3
2-butena
gantian atom atau gugus atom dengan atom
atau gugus atom yang lain tanpa merubah Senyawa Q: CH3 – CH2 – CH2 – CH3
butana
ikatan. Reaksi substitusi propana dengan gas
Persamaan reaksi pada proses I:
klorin dengan bantuan katalis sinar matahari H /Ni
ditulis sebagai berikut. CH3 – CH = CH – CH3 ⎯⎯⎯
2

→ CH3 – CH2 – CH2 – CH3
2-butena butana
CH3 – CH2 – CH3 + Cl2 ⎯⎯⎯ →
UV
+ HCl
b. Proses II terjadi reaksi adisi
CH3 – CH = CH – CH3 + Br2 ⎯→ CH3 – CH – CH – CH3
2. a. C3H8 + Cl2 → C3H7Cl + HCl 2-butena
Br Br
b. CH2 = CH – CH3 + HI → CH3 – CH – CH3 2,3-dibromobutana

I Proses III terjadi reaksi substitusi


CH3 – CH2 – CH2 – CH3 + Br2 → CH3 – CH2 – CH2 – CH2 –Br + HBr
15
c. C5H10 + O
2 2
→ 5CO2 + 5H2O butana 1-bromobutana

c. Senyawa R: CH3 – CH – CH – CH3


3. Reaksi dehidrogenasi adalah jenis reaksi eliminasi
pada senyawa hidrokarbon yang disertai dengan Br Br
2,3-dibromobutana
pelepasan gas hidrogen dengan bantuan suatu
katalis. Contoh dehidrogenasi pada pemanasan Senyawa S: CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – Br
etana dengan katalis Cr2O3.AsO3. 1-bromobutana

5. Persamaan reaksi:
Cr O ⋅AsO
⎯⎯⎯⎯⎯⎯
2 3 3
→ + H2 C7H12 + 10O2 → 7CO2 + 6H2O
Perbandingan koefisien = perbandingan volume
Jumlah gas heptuna yang dibakar = 3 liter
4. Perhatikan diagram berikut! Jumlah gas karbondioksida yang dihasilkan =
Proses I
Senyawa P ⎯⎯⎯→ Senyawa Q Koefisien karbondioksida
× volume heptuna
Proses II Proses III Koefisien heptuna
+ Br2 + Br2
7
CH3 – CH – CH – CH3 CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – Br = 1 × 3 liter
|
Br Br = 21 liter
senyawa R senyawa S

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: d


Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi
1. Jawaban: b
tubuh, memberi rasa manis pada makanan,
Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan pe-
membantu menghemat protein, mengatur
meliharaan sel-sel tubuh, mengatur keseimbangan
metabolisme lemak, serta membantu pengeluaran
air, memelihara netralitas tubuh, pembentukan
feses. Mempercepat pematangan buah adalah
antibodi, mengangkut zat-zat gizi, dan sebagai
fungsi dari asetilena (etuna). Melindungi organ-
cadangan energi. Sebagai pelarut vitamin dan
organ tubuh bagian dalam adalah fungsi dari
pelindung tubuh dari perubahan cuaca merupakan
lemak. Menjaga keseimbangan asam basa dalam
fungsi lemak. Pengatur metabolisme lemak dan
darah merupakan fungsi dari protein. Jadi, fungsi
sumber energi utama bagi tubuh merupakan fungsi
karbohidrat ditunjukkan oleh angka 2) dan 5).
dari karbohidrat.

14 Senyawa Hidrokarbon
3. Jawaban: c 9. Jawaban: c
Kegunaan etuna atau asetilena adalah untuk Pelarut cat merupakan campuran dari senyawa
mengelas dan mempercepat pematangan buah. hidrokarbon yaitu parafin, sikoparafin, dan
Senyawa hidrokarbon yang biasa digunakan untuk senyawa aromatik.
pembuatan kosmetika yaitu parafin (lilin). Pipa
10. Jawaban: b
PVC dibuat dari vinil klorida. Plastik dibuat dari
Kegunaan lilin dalam bidang estetika yaitu untuk
etena atau propena. Jadi, kegunaan asetilena
membuat kosmetik (lipstik, krim, pasta, lotion),
(etuna) ditunjukkan angka 1) dan 5).
waxing atau pencabut bulu, dan semir sepatu.
4. Jawaban: d Sementara itu, membuat patung lilin merupakan
Senyawa propana digunakan sebagai komponen kegunaan lilin di bidang seni.
LPG. Propilena bukan senyawa turunan propena,
melainkan nama lain dari propena. Propena atau B. Uraian
propilena digunakan untuk membuat plastik.
1. a. Metana digunakan sebagai sumber hidrogen
Propilena oksida digunakan untuk reaksi
dalam pembuatan amonia.
intermediet propena dalam menghasilkan
b. Butana cair digunakan sebagai bahan bakar
propilena glikol. Propilena glikol digunakan
korek api.
sebagai bahan penyedap rasa, pelarut pewarna
c. Gas karbit digunakan sebagai bahan baku
makanan, dan sebagai bahan penyerap air dari
pengelasan logam.
udara (humektan). 1-propanol merupakan
d. Etilena digunakan dalam pembuatan polimer
senyawa hidrokarbon yang mempunyai nilai oktan
polietena. Polietena digunakan sebagai bahan
tinggi sehingga digunakan sebagai bahan bakar
pelapis karton pembungkus minuman,
mesin. Jadi, turunan propena yang digunakan
isolator kawat, tas plastik, dan botol-botol
sebagai bahan penyedap rasa adalah propilena
plastik.
glikol.
e. Stirena digunakan sebagai bahan polimer
5. Jawaban: c polistirena. Stirena dimanfaatkan sebagai
Pernyataan yang tidak tepat mengenai plastik bahan pelapis kabel.
ditunjukkan oleh angka 3) dan 4). Isoprena adalah f. Isoprena digunakan sebagai bahan polimer
monomer pembentuk karet. Plastik dibuat melalui karet dan getah perca. Karet digunakan untuk
proses polimerisasi, bukan hidrolisis. membuat ban, sedangkan getah perca diguna-
kan untuk bahan insulasi.
6. Jawaban: c
Karet alam merupakan senyawa cis-2-metil-1,3- 2. Kegunaan lemak sebagai berikut.
butadiena, yang rumus strukturnya dituliskan pada a. Sumber energi.
opsi c. Opsi d merupakan struktur getah perca. b. Bahan baku hormon.
c. Alat pengangkut vitamin yang larut dalam
7. Jawaban: b
lemak.
Nilon merupakan serat buatan manusia. Nilon
d. Bahan pelindung dari perubahan cuaca.
termasuk serat sintetis yang dibuat dari polimer
e. Pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.
antara heksametilendiamina dan asam adipat. Wol
merupakan serat alami yang berasal dari bulu biri- 3. Protein disebut polimer karena terbentuk melalui
biri, kambing, atau unta. Linen, yute, dan kenaf reaksi polimerisasi dari monomer asam amino
merupakan serat yang berasal dari tumbuhan. (RCH(NH2)COOH).
8. Jawaban: a 4. Kegunaan propilena glikol dalam industri pangan
Omega-3 terdapat pada makanan. Omega-3 antara lain sebagai bahan penyedap rasa, pelarut
merupakan salah satu jenis asam lemak tidak pewarna makanan, dan sebagai bahan penyerap
jenuh. Omega-3 sangat diperlukan bagi tubuh air dari udara (humektan).
untuk pertumbuhan sel otak, organ penglihatan,
5. Contoh serat alam antara lain kapas, linen, yute,
dan tulang, serta menjaga sel-sel pembuluh darah
kapuk, kenaf, wol, dan sutra, sedangkan contoh
dan jantung tetap sehat.
serat buatan antara lain rayon, nilon, poliester, dan
spandex.

Kimia Kelas XI Semester 1 15


16
Senyawa Hidrokarbon
Reaksi
Substitusi Senyawa Organik dan
Anorganik

Reaksi Adisi Alkena Identifikasi Unsur C dan H


Reaksi Adisi dalam Senyawa Organik
Reaksi Adisi Alkuna Sumber Senyawa Karbon

Reaksi Dehidrogenasi Reaksi-Reaksi pada Definisi Senyawa


Kekhasan Atom Karbon
Reaksi Eliminasi Senyawa Hidrokarbon Hidrokarbon Atom C Primer
Reaksi Dehidrasi
Posisi Atom Karbon Atom C Sekunder
Reaksi Dehidrohalogenasi
Atom C Tersier

Atom C Kuarterner
Pembakaran Sempurna Reaksi Oksidasi
Pembakaran Tidak Sempurna Berdasarkan Jenis Ikatan
Penggolongan Senyawa
Senyawa Hidrokarbon Jenuh
Hidrokarbon Tidak Jenuh

Berdasarkan Bentuk
Karbohidrat Rantai Karbon
Bidang Pangan
Protein Alifatik
Siklik
Lemak
Aromatik
Tata Nama Kerangka
Bidang
Kayu
Sandang dan Kegunaan Senyawa Isomer
Papan Posisi
Plastik Hidrokarbon dan
Karbon Geometri
Alkana, Alkena,
Karet Alam dan dan Alkuna
Getah Perca
Sifat Fisika
Bidang Seni
dan Estetika Pembuatan Kimia
A. Pilihan Ganda hidrokarbon tidak jenuh. Alkena mempunyai rumus
umum CnH2n. Contoh senyawa dengan rumus
1. Jawaban: b
tersebut adalah C4H8 (a), C6H12 (c), dan C8H16(e).
Kekhasan atom karbon yaitu mempunyai nomor
Alkuna mempunyai rumus umum CnH2n-2. Contoh
atom 6 dan elektron valensinya 4. Atom karbon
senyawa dengan rumus tersebut adalah C7H12 (d).
dapat membentuk empat ikatan dengan atom
sejenisnya (atom karbon) ataupun dengan atom 6. Jawaban: b
lain. Ikatan yang terjadi antara atom karbon dan 1) Atom C primer adalah atom C yang mengikat
hidrogen adalah ikatan kovalen dan sangat kuat. satu atom C lainnya. Atom C primer
Hal ini menyebabkan sesama atom karbon dapat ditunjukkan oleh angka 2), 3), 6), 10), dan
membentuk rantai karbon yang panjang. 12).
2) Atom C sekunder adalah atom C yang
2. Jawaban: e
mengikat dua atom C lainnya. Atom C
Embun hasil pembakaran sampel senyawa organik
sekunder ditunjukkan oleh angka 1), 5), 8),
mampu mengubah warna kertas kobalt(II) dari
9), dan 11).
biru menjadi merah muda. Hasil ini menunjukkan
3) Atom C tersier adalah atom C yang mengikat
bahwa embun tersebut adalah H 2O. Dengan
tiga atom C lainnya. Atom C tersier ditunjuk-
demikian, dalam senyawa organik terdapat unsur
kan oleh angka 4).
H dan O.
4) Atom C kuarterner adalah atom C yang
3. Jawaban: e mengikat empat atom C lainnya. Atom C
Senyawa aromatis merupakan hidrokarbon rantai kuarterner ditunjukkan oleh angka 7).
tertutup atau berbentuk cincin yang memiliki Jadi, atom C primer, sekunder, tersier, dan
ikatan rangkap terkonjugasi (selang-seling). kuartener berturut-turut ditunjukkan oleh angka
Senyawa yang menunjukkan ciri-ciri tersebut 2), 9), 4), dan 7).
adalah senyawa e. Senyawa a merupakan senyawa
7. Jawaban: e
alifatik jenuh. Senyawa b dan c merupakan
Senyawa tersebut merupakan alkana. Rantai
senyawa alifatik tidak jenuh. Senyawa d merupakan
utama merupakan rantai terpanjang dan mem-
senyawa siklik jenuh.
punyai jumlah alkil yang paling banyak. Rantai
4. Jawaban: d utama dimulai dari ujung terdekat dengan alkil.
Senyawa organik mempunyai ciri-ciri yaitu
berikatan kovalen, mudah terurai, memiliki rantai
atom karbon, umumnya mempunyai titik didih
rendah, tidak dapat bereaksi dengan senyawa polar
namun dapat bereaksi dengan senyawa nonpolar.
Contoh senyawa organik adalah karbon tetra-
klorida (CCl4). Adapun sifat ditemukan di alam
dalam bentuk mineral merupakan ciri-ciri senyawa
anorganik.
5. Jawaban: b Senyawa tersebut mempunyai rantai utama yang
Senyawa hidrokarbon jenuh memiliki ikatan tersusun atas 6 atom C. Gugus alkil yang diikat
kovalen tunggal. Alkana termasuk senyawa yaitu 2 etil (–CH2CH3) pada C nomor 3 dan 3 metil
hidrokarbon jenuh. Alkana mempunyai rumus (–CH3) pada atom C nomor 2 dan atom C nomor
umum CnH2n+2. Senyawa yang mempunyai rumus 5. Penulisan alkil ditulis secara alfabetis. Jadi,
tersebut adalah C5H12 (b). Sementara itu, senyawa nama IUPAC senyawa tersebut adalah 3,3-dietil-
alkena (berikatan rangkap dua) dan alkuna 2,2,5-trimetilheksana.
(berikatan rangkap tiga) merupakan senyawa

Kimia Kelas XI Semester 1 17


8. Jawaban: c
Nama senyawa a adalah 4-tersierbutil-6-etil-2,2-
dimetiloktana.
Nama senyawa b adalah 4-sekunderbutil-6-etil-
2,2-dimetiloktana.
Nama senyawa c adalah 6-etil-4-isobutil-2,2-
dimetiloktana.
Nama senyawa d adalah 4-tersierbutil-2,2,6-
Senyawa X bernama 3,4-dimetilheksana.
trimetiloktana.
Nama senyawa e adalah 3-etil-5-isobutil-3,7- 11. Jawaban: c
dimetiloktana. Senyawa tersebut berikatan tunggal sehingga
termasuk alkana. Alkana mempunyai rumus
9. Jawaban: e
umum CnH2n+2. Jumlah C pada struktur senyawa
Pada senyawa alkana makin besar massa molekul,
tersebut adalah 9. Jadi, rumus molekulnya C9H20
makin tinggi titik didihnya. Apabila beberapa
yang termasuk isomer senyawa nonana.
alkana mempunyai massa molekul sama, alkana
dengan rantai lurus mempunyai titik didih lebih 12. Jawaban: d
tinggi daripada rantai bercabang. Makin banyak Reaksi antara monohaloalkana dengan KOH
cabang, makin rendah titik didih alkana. dalam alkohol menghasilkan senyawa alkena,
Senyawa 1): n-pentana garam, dan air.
(5 atom C)
Senyawa 2): 2-metilpentana
( 6 atom C)
13. Jawaban: b

Senyawa 3): 2,3-dimetilbutana 1)


(6 atom C)
CH3 5-metil-3-propil-2-heksena
Senyawa 4): 2,2-dimetilpropana
2)
(5 atom C)

3-isopropil-5-metil-2-heksena
Jadi, urutan senyawa berdasarkan kenaikan titik
didihnya berturut-turut ditunjukkan oleh angka 4), 3)
1), 3), dan 2).
10. Jawaban: e 3-etil-5-metil-2-heksena
Pembentukan alkana dengan mereaksikan
haloalkana dengan logam natrium disebut sintesis
Wurtz. Pada sintesis ini, dua molekul haloalkana 4)
akan menghasilkan satu molekul alkana. Adapun
reaksi antara 3-bromobutana dengan logam
natrium sebagai berikut.

4-etil-2-metil-3-heptena

18 Senyawa Hidrokarbon
5)

Tidak mempunyai isomer geometri karena


4-etil-2,5-dimetil-3-heksena jika gugus atas dan bawah diputar (ditukar)
14. Jawaban: b posisinya, maka orientasinya tetap sama.
Isomer posisi merupakan senyawa-senyawa yang 5) 3,4-dimetil-3-heksena:
mempunyai rumus molekul dan letak cabang yang
sama, namun berbeda letak ikatan rangkapnya.
Pasangan isomer senyawa ditunjukkan oleh
senyawa 1) dan 3). Sementara senyawa 3) dan 4)
merupakan pasangan isomer kerangka yaitu
mempunyai rumus molekul dan letak ikatan Mempunyai isomer geometri yaitu trans-3,4-
rangkap yang sama, tetapi berbeda letak dimetil-3-heksena yang mempunyai struktur
cabangnya. seperti di atas. Adapun cis-3,4-dimetil-3-
heksena mempunyai struktur berikut.
15. Jawaban: e
Isomer geometri terjadi pada senyawa-senyawa
yang memiliki rumus molekul, letak ikatan
rangkap, dan letak cabang yang sama, tetapi
orientasi gugus-gugus di sekitar ikatan rangkap
16. Jawaban: b
dua berbeda. Isomer geometri dapat terjadi pada
alkena yang kedua atom C ikatan rangkapnya
masing-masing mengikat dua jenis gugus berbeda.

1) Etena: Senyawa tersebut mempunyai 2 ikatan rangkap


dua sehingga diberi nama dengan akhiran diena.
Ikatan rangkap tersebut berada pada atom C
Tidak mempunyai isomer geometri karena nomor 2 dan 5. Rantai utama merupakan rantai
keempat gugus di sekitar ikatan rangkapnya terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
sama. Penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat
dengan ikatan rangkap. Senyawa tersebut
2) 2-etil-1-butena: mempunyai cabang metil (–CH3) pada atom C
nomor 3 dan 6. Jadi, nama senyawa tersebut
adalah 3,6-dimetil-2,5-oktadiena.
Tidak mempunyai isomer geometri karena 17. Jawaban: e
jika gugus atas dan bawah diputar (ditukar) Alkuna dapat bereaksi dengan H2 dan halogen
posisinya, maka orientasinya tetap sama. seperti Br2 serta Cl2 membentuk alkilhalida.
Reaksi alkuna dengan HCl menghasilkan alkena
3) 2,3-dimetil-2-butena: dengan gugus halida. Alkuna sukar bereaksi
dengan H2O. Alkuna dapat bereaksi dengan H2O
apabila ditambah katalis.
Tidak mempunyai isomer geometri karena 18. Jawaban: e
keempat gugus di sekitar ikatan rangkapnya 1) Asetilena
sama. CH ≡ CH
4) 2,3-dimetil-2-pentena: 2) Etil asetilena
CH ≡ C – CH2 – CH3
Nama IUPAC: 1-butuna

Kimia Kelas XI Semester 1 19


3) Metil asetilena dan 6). Alkuna mempunyai rumus umum CnH2n-2.
CH ≡ C – CH3 Senyawa dengan rumus tersebut ditunjukkan oleh
Nama IUPAC: 1-propuna angka 4).
4) 1,1-dimetilasetilena 22. Jawaban: d
CH3 – CH ≡ C – CH3
Nama IUPAC: 2-butuna 1 2 3 4
5) Propil asetilena 3,3-dimetil-1-butuna
CH ≡ C – CH2 – CH2 – CH3
Nama IUPAC: 1-pentuna
Senyawa tersebut mempunyai rumus molekul
19. Jawaban: c C6H10. Isomer merupakan senyawa-senyawa yang
Alkena dapat dibuat dengan mereaksikan mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus
dihaloalkana dengan KOH. Ikatan rangkap tiga strukturnya berbeda.
terbentuk antaratom C yang mengikat halogen. Senyawa a mempunyai rumus molekul C4H6.
Berdasarkan reaksi tersebut, ikatan rangkap tiga Senyawa b mempunyai rumus molekul C5H12.
pada alkuna yang terbentuk terletak di antara atom Senyawa c mempunyai rumus molekul C5H8.
C nomor 3 dan 4 dari kiri. Dengan demikian, Senyawa d mempunyai rumus molekul C6H10.
halogen pada dihaloalkana sebelum bereaksi juga Senyawa e mempunyai rumus molekul C6H14.
terikat pada atom C nomor 3 dan 4. Jadi, isomer 3,3-dimetil-1-butuna adalah senyawa
5 4 3 2 1
CH3 – CH2 – C – C – CH3 + KOH → d.
Cl Cl 23. Jawaban: a
Reaksi 1) terjadi perubahan ikatan rangkap dua
CH3 – CH2 – C ≡ C – CH3 + 2KCl + 2H2O
5 4 3 2 1
menjadi ikatan rangkap tiga → reaksi eliminasi.
20. Jawaban: d Reaksi 2) terjadi perubahan ikatan rangkap dua
Adisi hanya dapat terjadi pada senyawa alkena menjadi ikatan tunggal → reaksi adisi.
dan alkuna, sedangkan alkana tidak dapat diadisi Reaksi 3) terjadi penggantian atom H dengan atom
karena sudah jenuh (berikatan tunggal). Br → reaksi substitusi.
1) Jadi, reaksi 1), 2), dan 3) berturut-turut adalah
eliminasi, adisi, dan substitusi.
24. Jawaban: e
2) Memberi rasa manis pada makanan, sebagai
3) sumber energi, menghemat protein, mengatur
metabolisme lemak, dan membantu pengeluaran
feses merupakan fungsi karbohidrat.
4) 25. Jawaban: d
Pasangan yang tepat antara senyawa hidrokarbon
dan produknya sebagai berikut.
5)
Senyawa Hidrokarbon Produk
a. Lilin Semir sepatu
Senyawa yang termasuk alkana (berikatan b. Propena Tali plastik
c. Etilen Botol plastik
tunggal) ditunjukkan oleh angka 4). d. Nilon Senar gitar
e. Vinil klorida Pipa paralon
21. Jawaban: e
Senyawa hidrokarbon yang dapat menghilangkan
26. Jawaban: e
warna air brom adalah senyawa yang memiliki
Gas etilena (CH2 = CH2) merupakan senyawa
ikatan rangkap (tidak jenuh). Senyawa tidak jenuh
hidrokarbon yang dapat mempercepat pematangan
meliputi alkena dan alkuna. Alkena mempunyai
buah. Dalam tanaman, etilena termasuk hormon
rumus umum CnH2n. Senyawa yang mempunyai
tumbuh yang dihasilkan secara alami melalui
rumus umum tersebut ditunjukkan oleh angka 2)
metabolisme. Gas tersebut juga dapat diperoleh

20 Senyawa Hidrokarbon
dari proses cracking (pemecahan) fraksi minyak 29. Jawaban: d
bumi. Oksidasi toluena menghasilkan asam Lilin digunakan sebagai bahan untuk membuat
benzoat. Oksidasi propilena menghasilkan propi- lipstik. Lipstik merupakan bagian dari kosmetika
lena oksida. Reaksi karbit dengan air menghasil- (estetika).
kan gas asetilena (CH ≡ CH). Hidrolisis propilena
30. Jawaban: a
oksida menghasilkan propilena glikol.
Massa O2 = 32 g
27. Jawaban: b Massa CO2 = 26,4 g
Misal: hidrokarbon = CxHy Massa H2O = 14,4 g
y y Massa alkana = (26,4 g + 14,4 g) – 32 g
CxHy + (x + 4 )O2 → xCO2 + 2 H2O
= 40,8 g – 32 g
1L 6,5 L 4L = 8,8 g
Perbandingan koefisien = perbandingan volume 4,48 L
Koefisien C x H y VCx H y Mol alkana (STP) = 22,4 L mol−1
= V
koefisien CO 2 CO 2 = 0,2 mol
1 1 8,8 g
x
= 4 Mr = 0,2 mol
x=4 = 44 g mol-1
Koefisien C x H y VCx H y Rumus alkana = CnH2n+2
koefisien O 2
= V Mr alkana = (n × Ar C) + ((2n + 2) × Ar H)
O2
44 = (n × 12) +((2n+2) × 1)
1 1
y = 6,5 44 = 12n + 2n + 2
(x + 4
) 44 = 14n + 1
y 43 = 14n
x + 4 = 6,5 43
n = 14
y
4 + 4 = 6,5 n=3
y CnH2n + 2 = C3H8
4
= 2,5 Jadi, alkana tersebut adalah propana.
y = 10
Rumus molekul hidrokarbon = C4H10 (butana). B. Uraian
Senyawa ini termasuk hidrokarbon golongan
1. Ciri-ciri senyawa organik sebagai berikut.
alkana dan bersifat jenuh.
a. Berikatan kovalen.
y 10
Volume H2O yang dihasilkan = 2 = 2 = 5L. b. Memiliki rantai atom karbon.
c. Mudah terurai dan berubah strukturnya.
28. Jawaban: c d. Umumnya mempunyai titik didih yang relatif
Pernyataan yang benar mengenai gas asetilena rendah.
sebagai berikut. e. Umumnya sukar larut dalam pelarut polar,
1) Gas asetilena berguna untuk mengelas besi. tetapi mudah larut dalam pelarut nonpolar.
2) Asetilena dibuat dengan mereaksikan karbit
(kalsium karbida) dengan air. 2. 1) Reaksi adisi ditandai dengan perubahan
ikatan rangkap menjadi tunggal. Persamaan
CaC2(s) + 2H2O(A) → C2H2(g) + Ca(OH)2(aq).
reaksi adisi 2-butena dengan hidrogen klorida
3) Perbandingan mol air dengan mol karbit sebagai berikut.
adalah 2 : 1.
4) Perbandingan mol karbit dengan mol
asetilena adalah 1 :1.
Jadi, pasangan pernyataan yang benar mengenai 2-klorobutana
gas asetilena terdapat pada angka 1) dan 4).

Kimia Kelas XI Semester 1 21


2) Reaksi eliminasi ditandai perubahan ikatan,
dari ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap. 7)
Persamaan reaksi eliminasi 2-bromobutana
dengan natrium hidroksida sebagai berikut.
trans-2-pentena

5. 1)

2-butena

3) Reaksi pembakaran sempurna merupakan


reaksi hidrokarbon dengan oksigen yang
menghasilkan CO 2 dan H 2O. Persamaan
reaksi dari pembakaran sempurna heptuna
Senyawa tersebut termasuk alkana. Rantai
sebagai berikut.
utama merupakan rantai terpanjang yaitu
C7H12 + 10O2 → 7CO2 + 6H2O
terdiri atas 8 atom C. Penomoran dimulai dari
3. a. Air kapur menjadi keruh karena bereaksi ujung yang paling dekat dengan cabang.
dengan gas karbon dioksida yang dihasilkan Rantai utama tersebut mengandung cabang
dari pemanasan hidrokarbon sehingga isopropil pada atom C nomor 4 dan cabang
menghasilkan endapan putih (CaCO 3 ). metil pada atom C nomor 2 dan 6. Urutan
Adapun reaksi yang terjadi sebagai berikut. penulisan cabang sesuai urutan abjad huruf
Ca(OH)2(aq) + CO2(g) → CaCO3(s) + H2O(A) pertama alkil (cabang). Jadi, nama senyawa
b. Berdasarkan percobaan pemanasan hidro- tersebut adalah 4-isopropil-2,6-dimetil
karbon menghasilkan gas karbon dioksida oktana.
(CO2). Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa senyawa organik tersusun atas karbon 2)
dan oksigen.
4. Jumlah isomer pentena ada 7.
1)
1-pentena Senyawa tersebut termasuk alkuna (berikatan
rangkap tiga). Rantai utama merupakan rantai
2)
terpanjang yang mengandung ikatan rangkap
2-pentena
tiga. Rantai utama senyawa tersebut terdiri
3) atas 6 atom C. Penomoran dimulai dari ujung
yang paling dekat dengan ikatan rangkap.
Rantai tersebut mengandung cabang metil
2-metil-1-butena
pada atom C nomor 5 dan cabang tersier butil
4) pada atom C nomor 3. Urutan penulisan
cabang sesuai urutan abjad huruf pertama
alkil (cabang). Jadi, nama senyawa tersebut
3-metil-1-butena adalah 3-tersierbutil-5-metil-1-heksuna.
5)

3)
2-metil-2-butena

6)

Senyawa tersebut termasuk alkadiena karena


cis-2-pentena
mengandung dua ikatan rangkap. Penamaan-
nya dengan diberi akhiran -diena. Rantai

22 Senyawa Hidrokarbon
utama merupakan rantai terpanjang yang Rantai utama merupakan rantai terpanjang.
mengandung kedua ikatan rangkap dua. Jika ada dua pilihan terpanjang, dipilih yang
Rantai utama tersebut terdiri atas 7 atom C. memiliki banyak cabang. Jadi, penamaan
Penomoran rantai utama dimulai dari ujung yang sesuai IUPAC adalah 7-etil-3,5-dimetil-
yang paling dekat dengan salah satu ikatan 1-heksuna.
rangkap dua. Rantai tersebut mengandung
7. a.
cabang etil pada atom C nomor 2, serta satu
Mr = 58
cabang metil pada atom C nomor 4 dan dua
(C2H5)n = 58
cabang metil pada atom C nomor 6. Urutan
((2 × Ar C) + (5 × Ar H))n = 58
penulisan cabang sesuai urutan abjad huruf
(24 + 5)n = 58
pertama alkil (cabang). Jadi, nama senyawa
29n = 58
tersebut adalah 2-etil-4,6,6-trimetil-1,4-
n=2
heptadiena.
Rumus senyawa = (C2H5)2
6. 1) 3-etil-2,4,4-trimetilpentana = C4H10 (Butana)
b. Isomer butana sebagai berikut.
1) CH3 – CH2 – CH2 – CH3
(n-butana)
2) CH3 – CH – CH3
CH3
Penamaan tersebut tidak sesuai IUPAC. (2-metilpropana)
Penomoran rantai utama dimulai dari ujung
terdekat dengan cabang. Penomoran yang 8. a. Gas propana digunakan sebagai bahan bakar.
tepat dimulai dari ujung kanan sehingga ada Propana menyusun gas elpiji bersama dengan
2 cabang yang terikat pada atom C nomor 2. senyawa butana, propena, dan butena.
Jadi, nama yang sesuai IUPAC adalah 3-etil- b. Gas etuna digunakan untuk memprecepat
2,2,4-trimetilpentana. pematangan buah dan untuk mengelas logam.
2) 5-etil-3,3-dimetil-2-heksena c. Isoprena akan membentuk polimer menjadi
karet alam dan getah perca. Karet alam
digunakan untuk membuat ban, sedangkan
getah perca untuk bahan insulasi.
9. a. Ada tiga jenis senyawa yang mungkin
terbentuk yaitu 1-kloro-3-metilpentana,
2-kloro-3-metilpentana, dan 3-kloro-3-
metilpentana.
Penamaan tersebut tidak sesuai IUPAC.
Rantai utama merupakan rantai yang paling
panjang yaitu 7 atom C. Jadi, nama yang
sesuai IUPAC adalah 5-etil-3,3-dimetil-2-
heptena.
3) 4-isopropil-3-metil-1-heksuna

b. Senyawa hasil reaksi yang paling dominan


yaitu 3-kloro-3-metilpentana. Atom H yang
terikat pada atom C sekunder lebih mudah
disubstitusi daripada atom H yang terikat
pada atom C primer. Atom H yang terikat
Penamaan tersebut tidak sesuai IUPAC. atom C tersier lebih mudah disubstitusi

Kimia Kelas XI Semester 1 23


daripada atom H yang terikat pada atom C Massa H dalam CxHy = massa H dalam H2O
sekunder. Jadi, Cl akan mudah menggantikan 2 · Ar H
atom H pada atom C nomor 3 yang juga = M H O × massa H2O
r 2
mengikat metil. 2
= 18 × 7,2 gram
10. Misal: hidrokarbon = CxHy
Massa C dalam CxHy = massa C dalam CO2 = 0,8 gram
massa C massa H
A C Perbandingan mol C : H = : AH
= M rCO × massa CO2 Ar C r
r 2
3,6 0,8
12 = : 1
= 44 × 13,2 gram 12
= 3,6 gram = 0,3 : 0,8
=3:8
Jadi, alkana yang dimaksud yaitu propana dengan
rumus molekul senyawa C3H8.

24 Senyawa Hidrokarbon
1. Peserta didik mampu menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam dengan tepat setelah melakukan kegiatan
membaca dan diskusi.
2. Peserta didik mampu menyebutkan komposisi minyak bumi dengan benar setelah melakukan kegiatan membaca.
3. Peserta didik mampu menjelaskan proses pengolahan, teknik pemisahan, dan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya
dengan tepat setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.
4. Peserta didik mampu membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktan dengan tepat setelah melakukan kegiatan membaca.
5. Peserta didik mampu mengidentifikasi reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat-sifat zat
hasil pembakaran dengan tepat setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.
6. Peserta didik mampu menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan dan kesehatan dengan benar
setelah melakukan kegiatan membaca.
7. Peserta didik mampu menyajikan makalah mengenai cara mengatasi dampak pembakaran senyawa karbon terhadap lingkungan
dan kesehatan dengan benar setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.

Minyak Bumi
mencakup

Minyak Bumi dan Gas Alam Bensin dan Dampak Pembakaran Bahan Bakar

meliputi meliputi

Pembentukan Minyak Bumi Cracking diperoleh dari


Bensin
dan Gas Alam
fungsi
diperoleh dari Bahan Bakar Kendaraan
Proses Jutaan Tahun dari Deposit Bahan Bermotor
Organik di Lapisan Bumi pada Tekanan Tinggi
Kualitas Bensin

terdiri atas Senyawa Alkana, Sikloalkana, ditunjukkan oleh


Komposisi Minyak bumi
dan Hidrogen Aromatik
Bilangan Oktan

Dampak Pembakaran
Pengolahan Minyak bumi
Bahan Bakar
proses melalui meliputi
Distilasi Bertingkat Gas NOx, SOx disebabkan Hujan Asam
Petroleum Eter
Bensin Gas CO2 disebabkan Pemanasan Global
Nafta
menghasilkan
Kerosin Gas CO dan Logam disebabkan Gangguan Kesehatan
fraksi
Berat
Solar
Oli

Parafin

Residu

• Minyak Bumi • Parafin • Pemanasan Global


• Distilasi Bertingkat • Bilangan Oktan • Hujan
KimiaAsam
Kelas XI Semester 1 25
• Bensin • Knocking • Polimerisasi
A. Pilihan Ganda menjadi molekul yang lebih panjang sehingga
dapat dimanfaatkan di bidang lain.
1. Jawaban: d 5. Jawaban: b
Minyak bumi terbentuk dari fosil hewan dan Berikut fraksi-fraksi minyak bumi dan
tumbuhan laut yang terpendam jutaan tahun yang kegunaannya.
lalu, tertimbun endapan pasir, lumpur, dan zat-
zat lain, serta mendapat tekanan dan panas bumi Fraksi Titik Didih (°C)
secara alami. Oleh karena pengaruh suhu dan Petroleum eter Pelarut, dry cleaning
tekanan tinggi, materi organik tersebut berubah Kerosin Bahan bakar kompor minyak
menjadi minyak setelah mengalami proses Parafin Pelapis furnitur, bahan baku lilin
berjuta-juta tahun. Itulah sebabnya sumber Bitumen Material aspal, bahan bakar boiler,
minyak bumi pada umumnya terdapat di wilayah bahan pelapis antibocor
lepas pantai hingga laut dalam.
6. Jawaban: c
2. Jawaban: d Proses cracking adalah proses pemecahan
No. Komponen Minyak Bumi Persentase
hidrokarbon suku tinggi menjadi senyawa
hidrokarbon suku rendah dengan cara pemberian
1. Karbon 83–87
2. Hidrogen 10–14
tekanan dan suhu tinggi. Bensin merupakan fraksi
3. Belerang 0,05–6 minyak bumi yang mengandung atom karbon
4. Oksigen 0,05–1,5 sebanyak 5–12, sedangkan LPG dan petroleum
5. Nitrogen 0,1–2
6. Unsur-unsur logam <0,1 eter mengandung atom karbon sebanyak 1–4 dan
5–6. Fraksi minyak bumi yang dapat digunakan
Jadi, urutan unsur kimia dalam minyak bumi dari sebagai bahan baku pembuatan bensin adalah
yang terbanyak adalah 3), 2), 4), dan 1). nafta dan kerosin.
3. Jawaban: a 7. Jawaban: b
Urutan fraksi minyak bumi dari yang paling berat Fraksi yang ditunjukkan oleh angka 5) mem-
yaitu kerosin, bensin, dan petroleum eter. Makin punyai atom C sebanyak 25–35 dan mendidih
berat fraksi minyak bumi, semakin tinggi titik pada suhu >350°C sehingga fraksi tersebut berupa
didihnya. parafin. Parafin digunakan sebagai bahan baku
4. Jawaban: b pembuatan lilin. Bahan bakar mesin diesel
Proses penghilangan pengotor pada fraksi minyak menggunakan solar yaitu fraksi minyak bumi yang
bumi dilakukan dengan proses treating. Proses treat- mempunyai atom C sebanyak 14–25 dan
ing terdiri atas beberapa tahap yaitu cooper sweet- mendidih pada suhu 200–250°C. Bahan baku
ening, acid treatment, dan desulfuring. Fraksi pesawat terbang mengunakan kerosin yaitu fraksi
minyak bumi yang masih memiliki aroma tidak minyak bumi yang mempunyai atom C sebanyak
sedap dihilangkan dalam tahap cooper sweetening. 12–16 dan mendidih pada suhu 170–250°C.
Sementara itu, cracking adalah proses pengolahan Bahan baku pembuatan plastik berasal dari nafta
minyak bumi yang bertujuan untuk memecah yaitu fraksi minyak bumi yang mempunyai atom C
molekul-molekul besar senyawa hidrokarbon sebanyak 6–14 dan mendidih pada suhu 75–150°C.
menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil. Bahan bakar kendaraan bermotor menggunakan
Blending adalah proses yang dilakukan untuk bensin yaitu fraksi minyak bumi yang mempunyai
meningkatkan kualitas produk siap pakai dengan atom C sebanyak 5–12 dan mendidih pada suhu
cara menambahkan bahan-bahan aditif ke dalam 35–100°C.
fraksi minyak bumi. Reforming adalah proses 8. Jawaban: c
mengubah struktur molekul penyusun fraksi untuk Nafta merupakan fraksi minyak bumi yang
meningkatkan mutu fraksi. Polimerisasi adalah tersusun atas senyawa hidrokarbon dengan jumlah
proses penggabungan molekul-molekul kecil atom C6 – C14. Nafta digunakan sebagai bahan

26 Minyak Bumi
baku industri petrokimia seperti plastik, serat 3. Treating adalah suatu proses penghilangan
sintetis, nilon, karet sintetis, pestisida, dan detergen. pengotor pada fraksi-fraksi minyak bumi. Tahapan
Titik didih nafta yaitu 75°C – 150°C. Nafta dapat proses treating sebagai berikut.
diolah menjadi bensin melalui proses cracking. a. Cooper sweetening adalah proses meng-
Jadi, pernyataan yang benar adalah opsi c. hilangkan pengotor berbau tidak sedap.
b. Acid treatment adalah menghilangkan
9. Jawaban: c
lumpur-lumpur yang masih menempel pada
Data fraksi-fraksi minyak bumi dan jumlah atom
fraksi minyak bumi.
C-nya sebagai berikut.
c. Desulfuring adalah proses menghilangkan
Fraksi Jumlah Atom C unsur belerang karena pada proses pembakar-
Bensin 5–12 an bahan bakar belerang akan teroksidasi
Nafta 6–14 menjadi oksida belerang (SOx) yang me-
Kerosin 12–16 nyebabkan hujan asam.
Solar 14–25
4. Produk olahan bahan bakar gas sebagai berikut.
Oli 18–30
a. LPG (Liquefied Petroleum Gas) diperoleh
dari pengolahan minyak bumi dan digunakan
10. Jawaban: c
sebagai bahan bakar rumah tangga (kompor
Hubungan antara fraksi-fraksi minyak bumi, titik
gas).
didih, dan kegunaanya disajikan dalam tabel
b. LNG(Liquefied Natural Gas) dari gas alam
berikut.
digunakan sebagai bahan bakar kendaraan,
No. Fraksi Titik Didih Kegunaan
industri, pembangkit lisrik, dan bahan baku
1) Gas < 30°C Bahan bakar kompor gas.
2) Petroleum eter 30°C – 90°C Bahan pelarut zat organik.
pembuatan pupuk.
3) Bensin 35°C – 100°C Bahan bakar kendaraan bermotor. c. CNG (Compressed Natural Gas) dari gas
4) Nafta 75°C – 150°C Bahan baku industri petrokimia.
5) Solar 200°C – 250°C Bahan bakar mesin diesel.
alam digunakan sebagai bahan bakar
6) Residu > 500°C Pengeras jalan. pengganti solar untuk bahan bakar busway
dan bajaj.
Jadi, hubungan yang tepat antara fraksi-fraksi
minyak bumi, titik didih, dan kegunaannya 5. Keberadaan unsur belerang harus dihilangkan
ditunjukkan oleh angka 2) dan 4). dalam proses pengolahan minyak bumi karena
dapat menyebabkan berbagai masalah berikut.
B. Uraian a. Terjadi korosi pada peralatan pengolahan
minyak bumi.
1. Minyak bumi terbentuk dari hasil penguraian b. Meracuni katalis yang digunakan dalam
bahan-bahan organik yang berasal dari sisa-sisa proses pengolahan minyak bumi.
tumbuhan dan hewan yang terdapat di darat c. Menimbulkan bau yang kurang sedap pada
maupun di laut. Sisa tumbuhan dan hewan fraksi minyak bumi yang dihasilkan.
tersebut tertimbun endapan pasir, lumpur, dan zat- d. Menimbulkan polusi udara dan gas buang
zat lain serta mendapat tekanan dan panas bumi atau hasil produk samping pembakaran yang
secara alami selama berjuta-juta tahun. Suhu dan beracun (SO2).
tekanan ini mengubah materi organik dalam fosil e. Menimbulkan hujan asam, jika kadar SO2 di
menjadi minyak bumi. Minyak bumi akan ter- udara melebihi ambang batas.
kumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir.
2. Komponen senyawa hidrokarbon dalam minyak
bumi serta persentasenya sebagai berikut.
Hidrokarbon Rata-Rata Rentang

Alisiklik (sikloalkana, naptena) 49% 30–60%


Alifatik jenuh (alkana) 30% 15–60%
Aromatik 15% 3–30%
Aspaltena 6% Sisa-sisa

Kimia Kelas XI Semester 1 27


A. Pilihan Ganda komposisi 90% isooktana dan 10% n-heptana.
Rumus struktur isooktana dan n-heptana sebagai
1. Jawaban: c berikut.
Bensin adalah fraksi minyak bumi yang memiliki CH3 CH3
atom karbon antara 5 – 12. Bensin dapat diperoleh | |
CH3 – C – CH2 – CH – CH3 CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
dengan dua cara yaitu distilasi bertingkat dan |
proses cracking. Proses cracking adalah proses CH3

pemecahan molekul hidrokarbon rantai panjang isooktana n-heptana


menjadi hidrokarbon rantai pendek (seukuran Sementara itu, rumus struktur
hidrokarbon dalam bensin). Proses ini dapat
CH3
mencukupi kebutuhan penggunaan bensin sehari- |

hari. Sementara itu, polimerisasi, dan blending CH3 – CH2 – CH – CH – CH2 – CH3
|
merupakan proses untuk meningkatkan bilangan CH2 – CH3

oktan bensin. Adapun treating merupakan proses adalah 3-etil-4-metil heksana.


penghilangan pengotor pada fraksi-fraksi minyak
bumi. 5. Jawaban: a
Zat hasil pembakaran bahan bakar dan dampak
2. Jawaban: e terhadap kesehatan dan lingkungan disajikan
TEL adalah zat aditif berbahan timbal (Pb) yang dalam tabel berikut.
ditambahkan ke dalam bensin untuk menaikkan
Zat Hasil Pembakaran Dampak terhadap Kesehatan atau
angka oktan sehingga tidak menimbulkan efek Bahan Bakar Lingkungan
ketukan (knocking) pada mesin akibat bensin yang CO Mengurangi jumlah oksigen dalam
terbakar sebelum adanya percikan api dari busi. darah dan mengakibatkan jantung
TEL merupakan singkatan dari tetra ethyl lead. bekerja lebih berat.
Rumus molekul dari TEL yaitu Pb(C2H5)4 dengan CO2 Gangguan pernapasan dan me-
rumus struktur sebagai berikut. ningkatkan suhu bumi (efek rumah
kaca).
C2H5 C2H5
NO2 Peradangan pada saluran per-
napasan, meningkatkan risiko terkena
Pb asma, dan terhadap lingkungan
menyebabkan hujan asam.
C2H5 C2H5 HC Mengakibatkan iritasi mata, batuk,
dan kanker paru-paru.
3. Jawaban: a SO2 Radang paru-paru, bronkitis, sekresi
No. Zat Pencemar Dampak Negatif terhadap Kesehatan lendir, dan terhadap lingkungan
menyebabkan hujan asam.
1. CO2 Asma, bronkitis, dan radang paru-paru.

2. NOx Gangguan jaringan paru-paru, infeksi 6. Jawaban: c


saluran pernapasan, dan meningkatkan
asma.
Zat aditif yang digunakan untuk menaikkan mutu
3. CO Gangguan berpikir, pingsan, dan dapat
bensin dan tidak menimbulkan kerusakan
menyebabkan kematian. lingkungan adalah etanol. Etanol mudah diuraikan
4. HC Iritasi mata, batuk, rasa ngantuk, bercak oleh mikroorganisme. Penambahan TEL ke dalam
kulit, leukemia, kanker paru-paru, dan
perubahan kode genetik.
bensin akan menghasilkan polutan berupa timbal
5. Pb Tekanan darah tinggi, menurunkan
(Pb) yang membahayakan kesehatan manusia.
kecerdasan anak dan perkembangan MTBE dan metanol bersifat karsinogenik. Adapun
mental anak, kelahiran prematur, dan
mengganggu reproduksi pada pria.
n-heksana menimbulkan ketukan pada mesin.
7. Jawaban: c
4. Jawaban: c Berikut disajikan tabel fraksi bumi dan jumlah
Pertalite memiliki bilangan oktan 90 artinya bensin atom C-nya.
tersebut mempunyai kualitas yang sama dengan

28 Minyak Bumi
Fraksi Minyak Bumi Jumlah Atom C 10. Jawaban: c
Gas 1–4
MTBE (metil tersier butil eter) adalah zat aditif
Petroleum eter 5–6 yang ditambahkan ke dalam bensin pada proses
Bensin 5 – 12 blending sebagai zat antiketukan (antiknocking).
Solar 14 – 25 Zat ini memiliki sifat mudah larut dalam air
Parafin > 20 sehingga dapat mencemari air tanah di sekitar
Jadi, fraksi bensin mengandung atom karbon tempat penyimpanan bensin jika terjadi kebocoran
sebanyak 5 – 12. pada tangki SPBU. Akibatnya, jika air tanah
tersebut dikonsumsi oleh manusia secara terus-
8. Jawaban: d
menerus dapat membahayakan tubuh karena
Struktur Senyawa Rumus Struktur

a. CH3(CH2)5CH3 CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 –CH3


MTBE bersifat karsinogenik (penyebab kanker).
(n-heptana)

CH3 – CH2 – CH2 – CH – CH3


b. CH3(CH2)2CH(CH3)2
| B. Uraian
CH3
(2-metilpentana)
1. Pelarangan penggunaan TEL untuk meningkatkan
c. (CH3)3CCH2CH3 CH3
|
mutu bensin disebabkan oleh hasil pembakaran
CH3 – C – CH2 – CH3 yang dikeluarkan oleh mesin bukan hanya
|
CH3 karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O), tetapi
(2,2-dimetilbutana) juga ada timbal (Pb). Partikel timbal yang
d. (CH3)3CCH2CH(CH3)2 CH3 dilepaskan ke udara bersama asap mencemari
|
CH3 – C – CH2 – CH – CH3 udara dan membahayakan kesehatan manusia.
|
CH3
|
CH3
Jika terhirup manusia, timbal akan terakumulasi
(2,2,4-trimetilpentana atau isooktana) di dalam tubuh mengakibatkan kerusakan sumsum
e. CH3(CH2)6CH3 CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – tulang belakang, kerusakan otak, dan gangguan
CH2 – CH3 kerja enzim. Zat aditif pengganti TEL antara lain
(n-oktana)
Viscon etanol.
9. Jawaban: b 2. Pembakaran tidak sempurna yang terjadi pada
Mutu bahan bakar bensin dikaitkan dengan jumlah mesin kendaraan akan menghasilkan partikel
ketukan (knocking) yang ditimbulkannya dan padat berupa asap dan butiran-butiran halus dari
dinyatakan dengan bilangan oktan. Ketukan karbon (jelaga), karbon monoksida (CO,
adalah suatu sifat yang kurang baik dari bahan karbondioksida (CO2), dan uap air (H2O). Reaksi
bakar yaitu pembakaran terjadi terlalu dini pembakaran tidak sempurna pada bensin sebagai
sebelum piston berada pada posisi yang tepat. berikut.
Adanya ketukan akan mengurangi efisiensi bahan 2C8H18(A) + 21O2(g) → 8CO(g) + 8CO2(g) + 18H2O(g)
bakar (jarak tempuh per satuan volume makin atau
pendek) dan dapat merusak mesin. Makin sedikit 2C8H18(A) + 15O2(g) → 8C(s) + 4CO(g) + 4CO2(g) + 18H2O(g)
jumlah ketukan, makin baik pula mutu bensin dan
makin besar bilangan oktan yang dimiliki oleh Gas karbon dioksida (CO2) merupakan gas rumah
bahan bakar tersebut. Selain itu, banyaknya jelaga kaca yang dapat menyebabkan terjadinya
yang dihasilkan menunjukkan tingkat efisiensi pemanasan global, sedangkan gas karbon
energi yang dihasilkan saat pembakaran rendah. monoksida akan berikatan dengan hemoglobin
Makin tinggi bilangan oktan bensin, energi yang sehingga mengganggu fungsi hemoglobin dalam
dihasilkan makin efisien. Akibatnya, jumlah mengikat oksigen. Akibatnya, pada kadar tertentu
jelaga yang dihasilkan akan semakin berkurang. dapat menyebabkan kematian. Sementara itu,
Jadi, bahan bakar yang memiliki bilangan oktan jelaga merupakan serbuk halus dari karbon (C)
paling tinggi adalah L. yang jika terhirup dapat merusak alat pernafasan.

Kimia Kelas XI Semester 1 29


3. a. Angka oktan Pertamax : bahan bakar kendaraan
Premium : 88 yang menggunakan tek-
Pertalite : 90 nologi EFI (Electronic Fuel
Pertamax : 92 Injection) dan pengubah
Pertamax plus : 95 katalitik
b. Cara menghasilkan Pertamax plus : untuk kendaraan yang
Premium : murni hasil distilasi hanya berteknologi tinggi dan
ditambah pewarna ramah lingkungan, meng-
Pertalite : dihasilkan dengan pe- gunakan teknologi EFI
nambahan zat aditif dalam (Electronic Fuel Injection),
proses pengolahannya di VVTI (Variable Valve Timing
kilang minyak Intelligent), turbochargers,
Pertamax : dihasilkan dengan pe- dan pengubah katalitik
nambahan zat aditif dalam 4. Beberapa upaya untuk mengurangi efek negatif
proses pengolahannya di dari penggunaan bahan bakar sebagai berikut.
kilang minyak a. Menggunakan bensin tanpa timbal.
Pertamax plus : dihasilkan dengan pe- b. Menggunakan bahan bakar alternatif peng-
nambahan zat aditif dalam ganti bensin yang ramah lingkungan, seperti
proses pengolahannya di bioetanol.
kilang minyak c. Melakukan penanaman pohon untuk
c. Warna menyerap CO2 dan memproduksi gas O2
Premium : jernih kuning tua sebanyak-banyaknya.
Pertalite : jernih kehijauan dan terang
5. Mesin kendaraan bermotor dapat mengalami
Pertamax : biru kehijauan
knocking karena bahan bakar yang digunakan
Pertamax plus : merah
beroktan rendah atau tekanan dan temperatur
d. Zat aditif untuk meningkatkan bilangan oktan dalam ruang bakar yang terlalu tinggi sehingga
Premium : tidak ada bahan bakar tersebut terbakar sebelum piston
Pertalite : HOMC berada pada posisi yang tepat. Bahan bakar yang
Pertamax : ethanol memiliki bilangan oktan rendah didominasi oleh
Pertamax plus : toluen komponen rantai karbon lurus yang mudah
e. Jumlah gas NOx dan COx yang dihasilkan menguap dan terbakar. Selain itu, saringan udara
Premium : banyak (karburator) pada mesin kendaraan bermotor yang
Pertalite : sedikit kotor dapat mengakibatkan partikel-partikel lain
Pertamax : sangat sedikit menempel pada ruang bakar dan menghambat
Pertamax plus : paling sedikit proses pembakaran sehingga akan mengakibatkan
f. Kegunaan pembakaran tidak sempurna.
Premium : bahan bakar kendaraan
bermotor dengan kompresi
di bawah 9 : 1
Pertalite : bahan bakar kendaraan roda
dua hingga kendaraan multi
purpose vehicle ukuran
menengah

30 Minyak Bumi
Pembentukan Minyak Bumi
dan Gas Alam

Senyawa Hidrokarbon

Alkana
Sikloalkana
Hidrogen Aromatik

Unsur Kimia

Karbon
Komposisi Hidrogen
Belerang
Minyak Bumi
Oksigen
Nitrogen
Bensin
Unsur Logam

Berdasarkan Komponen Terbanyak

Golongan Parafin
Kualitas Bensin Bensin dan Dampak Minyak Bumi dan Golongan Naftalena
Minyak Bumi
Pembakaran Bahan Bakar Gas Alam Golongan Campuran
Parafin-Naftalena

Dampak Pembakaran Eksplorasi


Bahan Bakar
Eksploitasi
Pengolahan
Minyak Bumi Desalting

Distilasi Bertingkat

Gas
Petroleum Eter
Bensin
Nafta
Kerosin
Solar
Oli
Parafin
Residu

Treating

Cooper Sweetening

Kimia Kelas XI Semester 1


Acid Treatment
Desulfuring

31
A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: a
Berikut daerah sumber minyak bumi di Indonesia.
1. Jawaban: e 1) Rokan Ilir di Provinsi Riau.
Kegunaan fraksi minyak bumi disajikan dalam 2) Cepu di Provinsi Jawa Timur.
tabel berikut. 3) Mahakam di lepas pantai Kabupaten Kutai
Fraksi Minyak Bumi Kegunaan
Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
4) Perairan Natuna di Provinsi Kepulauan Riau.
Nafta Zat aditif bensin, bahan dasar
pembuatan senyawa kimia 5) Ketapang di lepas pantai Kabupaten Sampang,
(petrokimia) Pulau Madura.
Bensin Bahan bakar kendaraan bermotor 6) Jabung di Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kerosin Bahan bakar rumah tangga dan dan Kabupaten Jabung Timur, Provinsi Jambi.
mesin jet
7) Dilepas pantai Kabupaten Karawang, Subang,
Bitumen Pelapis jalan raya, bahan pelapis
antibocor, dan bahan bakar dan Indramayu, Provinsi Jawa Barat.
boiler Sementara itu, Dumai, Cilacap, dan Palembang
Petroleum eter Pelarut dan cairan pembersih merupakan tempat pengilangan minyak bumi.
Adapun di Daerah Istimewa Yogyakarta belum
2. Jawaban: d ditemukan sumber minyak bumi.
Saat suhu kolom fraksionasi mencapai suhu
150°C lebih, fraksi minyak bumi yang menguap 5. Jawaban: c
adalah fraksi minyak bumi yang memiliki jumlah Bahan bakar pesawat terbang adalah avtur. Avtur
atom karbon 12–16. Fraksi tersebut adalah merupakan hasil olahan dari fraksi minyak bumi
kerosin. Sementara itu, fraksi minyak bumi yang kerosin. Berikut fraksi minyak bumi beserta
memiliki jumlah atom karbon 5–6 menguap pada jumlah atom C dan titik didihnya.
suhu 30°C–90°C, fraksi dengan atom karbon No. Fraksi Minyak Banyaknya Atom C Tiitik Didih
Bumi
5–12 menguap pada suhu 35°C–100°C, fraksi
dengan atom karbon 6–14 menguap pada suhu 1) Gas 1–4 < 30°C
2) Bensin 5 – 12 35°C – 100°C
75°C–150°C dan, fraksi dengan atom karbon
3) Kerosin 12 – 16 170°C – 250°C
14–25 menguap pada suhu 200°C–250°C.
4) Solar 14 – 25 250°C – 250°C
3. Jawaban: d 5) Parafin > 20 ≥ 350°C
Upaya untuk mengurangi bahan pencemar yang Jadi, fraksi minyak bumi yang digunakan sebagai
berasal dari asap kendaraan bermotor adalah bahan bakar pesawat terbang ditunjukkan oleh
memasang pengubah katalitik pada knalpot angka 3).
kendaraan. Pengubah katalitik terbuat dari baja
tahan karat berbentuk silinder yang berisi suatu 6. Jawaban: b
struktur berbentuk sarang lebah yang dilapisi Senyawa hidrokarbon yang memiliki bilangan
logam. Lapisan logam yang digunakan berupa oktan 100 adalah isooktana. Rumus strukturnya
platina, rhodium, dan palladium. Logam tersebut sebagai berikut.
berfungsi sebagai katalis. Logam tersebut akan CH3
mengatalisis reaksi kimia yaitu mengubah |
H3C – C – CH2 – CH – CH3
senyawa hasil oksida pembakaran bensin menjadi | |
senyawa yang aman. Menggunakan bensin sesuai CH3 CH3

kompresi kendaraan dan melakukan servis berkala Sementara itu, bilangan oktan dan senyawa
bertujuan agar mesin awet dan bekerja secara hidrokarbon yang lain disajikan dalam tabel
optimal. Sementara itu, menambahkan zat aditif berikut.
berupa Pb(C2H5)4 akan menghasilkan polutan
yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

32 Minyak Bumi
Senyawa Hidrokarbon Rumus Struktur Bilangan Oktan 10. Jawaban: e
n-heptana CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 0 Reaksi:
Pentana CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 62 CH3 CH3
Sikloheksana CH2 97 | |
CH3 – C = CH2 + CH3 – CH – CH3 → CH3 – CH – CH2 – C – CH3
C Z
CH2 CH2
| |
CH2 CH2 | | |
Z C
CH2 CH3 CH3 CH3
MTBE CH3 116 isobutena isobutana isooktana
|
H3C – C – O – CH3
| merupakan reaksi polimerisasi. Reaksi
CH3
polimerisasi menggabungkan hidrokarbon rantai
pendek agar menjadi hidrokarbon dengan rantai
7. Jawaban: a
lebih panjang. Adapun reforming dilakukan
Reaksi pembakaran tidak sempurna bensin yang
dengan cara mengubah struktur senyawa
menghasilkan jelaga sebagai berikut.
hidrokarbon dari rantai lurus menjadi bercabang.
2C 8H 18 (A) + 15O 2(g) → 8C(s) + 4CO(g) + Cracking merupakan pemutusan hidrokarbon
4CO2(g) + 18H2O(g) yang mempunyai rantai panjang menjadi
Persamaan reaksi tidak sempurna bensin tanpa hidrokarbon berantai pendek. Treating adalah
jelaga sebagai berikut. pemurnian minyak bumi dengan cara menghilang-
2C 8 H 18 (A) + 21O 2 (g) → 8CO(g) + 8CO 2 (g) kan pengotor-pengotornya. Proses blending
+ 18H 2 O(g) adalah penambahan bahan-bahan aditif ke dalam
Adapun reaksi pembakaran sempurna bensin fraksi minyak bumi dalam rangka untuk
sebagai berikut. meningkatkan kualitas produk tersebut.
2C8H18(A) + 25O2(g) → 16CO2(g) + 18H2O(g) 11. Jawaban: a
Biodiesel dibuat dari reaksi transesterifikasi
8. Jawaban: d
minyak/lemak dengan pereaksi alkohol dan basa
Fraksi minyak bumi, titik didih, jumlah atom C,
kuat menghasilkan monoalkilester dan gliserin
dan kegunaannya ditampilkan dalam tabel berikut.
sebagai hasil samping. Reaksinya sebagai berikut.
No. Fraksi Titik Didih Jumlah Atom C Kegunaan
O O
1) Gas < 30°C 1–4 Bahan bakar kompor gas, B B
2) Petroleum 30°C – 90°C 5–6
bahan bakar gas.
Pelarut dan dry cleanning.
R–C + R – OH → R – C + R1 – OH
2
Z Z
3)
eter
Nafta 70°C – 150°C 6 – 14 Bahan baku industri
O – R1 O – R2
petrokimia komponen biodiesel
4) Solar 200°C – 250°C 14 – 25 Bahan bakar mesin diesel.
5) Oli 250°C – 350°C 18 – 30 Pelumas.

Jadi, fraksi minyak bumi yang digunakan untuk Struktur senyawa komponen biodiesel
bahan baku industri petrokimia dan pelumas ditunjukkan oleh struktur a.
secara berturut-turut ditunjukkan oleh angka 3) 12. Jawaban: d
dan 5). Keunggulan bensin jenis pertamax plus sebagai
9. Jawaban: a berikut.
Bahaya emisi gas nitrogen oksida yang 1) Pertamax plus memiliki nilai RON yang lebih
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil tinggi jika dibandingkan dengan premium,
antara lain menimbulkan gangguan paru-paru, pertalite, dan pertamax yaitu 95.
infeksi saluran pernapasan, dan dalam kadar 2) Dengan nilai RON yang lebih tinggi, hasil
tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mata. pembakaran mesin yang dihasilkan oleh
Selain itu, gas NOx merupakan salah satu gas pertamax plus jauh lebih optimal.
yang menyebabkan efek rumah kaca (green 3) Kandungan COx dan NOx yang dihasilkan
house effect). Sementara itu, gas yang oleh pembakaran mesin yang menggunakan
menghalangi hemoglobin mengikat oksigen dan pertamax plus jauh lebih rendah jika
menyebabkan kerja jantung lebih berat adalah dibandingkan dengan bahan bakar minyak
karbon monoksida (CO). Emisi timbal (Pb) jenis lainnya.
mengakibatkan kerusakan otak, gangguan kerja Jadi, keunggulan bensin pertamax plus ditunjuk-
enzim, dan kerusakan sumsum tulang belakang. kan oleh angka 3) dan 5).
Kimia Kelas XI Semester 1 33
13. Jawaban: a Fraksi Minyak Bumi
Jumlah
Titik Didih (°C) Kegunaan
Atom C
Desalting merupakan proses pengolahan untuk
Kerosin (minyak 12–16 170–250 Bahan bakar rumah tangga dan
menghilangkan kotoran atau garam yang ter- tanah dan avtur) mesin jet.
campur dalam minyak mentah (crude oil). Pada Solar dan minyak 14–25 200–250 Bahan bakar mesin diesel dan
proses desalting, minyak mentah dicampur diesel industri.

dengan air agar mineral-mineral yang ada di dalam Pelumas (oli) 18–30 250–350 Pelumas

minyak mentah larut. Selain itu, pada proses ini Parafin > 20 ≥ 350 Lilin

ditambahkan senyawa asam dan basa ke dalam Residu (aspal/ > 35 > 500 Pelapis jalan raya, bahan pelapis
bitumen) antibocor, dan bahan bakar
minyak mentah untuk menghilangkan senyawa- boiler (mesin pembangkit uap
panas).
senyawa nonhidrokarbon. Proses desalting juga
dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi di
16. Jawaban: a
pipa-pipa minyak dan mencegah tersumbatnya
Solar terkandung dalam minyak bumi sebanyak
lubang-lubang di menara fraksinasi. Sementara
15–20%. Senyawa hidrokarbon yang menyusun
itu, menghilangkan unsur belerang dan meng-
solar terdiri atas atom C14–C25. Fraksi solar men-
hilangkan lumpur-lumpur yang menempel
didih pada suhu 200–250°C. Solar digunakan
dilakukan pada proses treating. Treating adalah
sebagai bahan bakar mesin diesel. Jadi,
proses penghilangan pengotor pada fraksi-fraksi
pernyataan yang merupakan ciri dari fraksi solar
minyak bumi.
ditunjukkan oleh angka 1) dan 2).
14. Jawaban: c
17. Jawaban: d
Fraksi minyak bumi yang ditunjukkan oleh
Komponen minyak bumi dapat dipisahkan
angka 1), 2), 3), 4), dan 5) berturut-turut adalah
berdasarkan perbedaan titik didihnya. Makin
petroleum eter dan bensin, nafta, kerosin, solar,
rendah titik didihnya, senyawa makin mudah
serta oli. Kegunaan fraksi-fraksi tersebut sebagai
menguap. Senyawa yang mudah menguap adalah
berikut.
senyawa yang memiliki rantai hidrokarbon
1) Petroleum eter digunakan sebagai pelarut
terpendek dan Mr kecil. Senyawa a merupakan
organik dalam industri dan dry cleaning;
senyawa terpendek karena memiliki jumlah atom
bensin (gasolin) digunakan sebagai bahan
C yang paling sedikit (6) dan struktur dengan 1
bakar kendaraan bermotor dan penerbangan
cabang. Sementara itu, senyawa yang memiliki
bermesin piston, serta sebagai umpan proses
titik didih tertinggi dan paling sulit menguap
petrokimia.
adalah senyawa dengan jumlah atom C terbanyak
2) Nafta digunakan sebagai bahan baku petro-
(Mr terbesar) dan memiliki rantai terpanjang.
kimia.
Senyawa d dan e memiliki jumlah atom C
3) Kerosin digunakan sebagai bahan bakar
terbanyak dengan rumus molekul yang sama yaitu
pesawat terbang, pesawat bermesin jet,
C8H18. Titik didih senyawa yang memiliki rumus
kompor minyak, dan industri.
molekul sama (Mr sama) ditentukan berdasarkan
4) Solar digunakan sebagai bahan bakar mesin
strukturnya. Makin banyak jumlah cabang pada
diesel.
rantai utama senyawa hidrokarbon tersebut titik
5) Oli digunakan sebagai minyak pelumas.
didih makin kecil. Makin banyak cabang yang
15. Jawaban: e terikat pada rantai utama, luas permukaan
Berikut data fraksi minyak bumi berdasarkan senyawa yang bersentuhan dengan sesama
jumlah atom C, titik didihnya, dan kegunaannya. senyawa tersebut akan makin berkurang sehingga
Fraksi Minyak Bumi
Jumlah
Atom C
Titik Didih (°C) Kegunaan gaya Van der Waals makin lemah. Akibatnya, titik
Gas 1–4 < 30 Bahan bakar kompor gas, bahan
didih senyawa hidrokarbon dengan rumus
bakar gas, sumber hidrogen, dan molekul sama akan makin rendah seiring
umpan proses petrokimia.
bertambahnya jumlah cabang yang terikat pada
Petroleum eter 5–6 30–90 Pelarut dan dry cleaning.
rantai utama. Jadi, senyawa d memiliki titik didih
Bensin 5–12 35–100 Bahan bakar kendaraan
bermotor, bahan bakar tertinggi.
penerbangan bermesin piston,
dan umpan proses petrokimia.
18. Jawaban: c
Nafta (bensin 6–14 70–150 Zat aditif bensin, bahan dasar
Minyak gosok dan aspal diperoleh dari hasil
berat) pembuatan senyawa kimia pengolahan fraksi residu minyak bumi. Minyak
(petrokimia).
gosok diperoleh dengan cara mendistilasi residu.
34 Minyak Bumi
Pada proses distilasi ini dihasilkan uap dan residu. bilangan oktan. Selain etanol, metanol, viscon,
Uap tersebut merupakan campuran lilin dan dan tersier butil alkohol juga digunakan sebagai
minyak gosok. Minyak gosok dipisahkan dari lilin zat aditif pengganti TEL karena hasil pembakaran
dengan cara ekstraksi pelarut. Sementara itu, bahan bakar yang menggunakan TEL dapat
residu yang tertinggal pada proses ini merupakan membahayakan kesehatan dan lingkungan.
aspal. 23. Jawaban: d
19. Jawaban: a Bilangan oktan menentukan kualitas suatu
Δ
bensin. Makin tinggi bilangan oktan suatu
⎯⎯ → + 3H2 bensin, makin baik kualitas dari bensin tersebut.
sikloheksana benzena
Pada saat pembakaran, bensin yang berkualitas
baik akan mengalami pembakaran sempurna
Pada reaksi dihasilkan senyawa benzena yang
sehingga energi yang dihasilkan semakin efisien.
memiliki bilangan oktan 108, sedangkan senyawa
Sebaliknya, bensin yang berkualitas rendah akan
sikloheksana (reaktan) memiliki bilangan oktan
cenderung mengalami pembakaran tidak
77. Perubahan struktur senyawa sikloheksana ini
sempurna yang dapat menghasilkan jelaga dan
menyebabkan kenaikan bilangan oktan sehingga
gas buang CO. Jadi, bahan bakar bensin yang
terjadi peningkatan kualitas bensin. Reaksi
diperkirakan memiliki bilangan oktan tertinggi
perubahan struktur ini disebut reaksi reforming.
dan terendah berturut-turut adalah bahan bakar
Reaksi reforming dilakukan menggunakan katalis
I dan G.
dan pemanasan. Polimerisasi merupakan proses
penggabungan senyawa hidrokarbon rantai 24. Jawaban: a
pendek menjadi senyawa hidrokarbon rantai Proses reforming adalah peningkatan kualitas
panjang. Sementara itu, proses cracking adalah bensin dengan cara mengubah struktur molekul
proses penguraian senyawa hidrokarbon rantai bensin. Sementara itu, proses blending adalah
panjang menjadi senyawa hidrokarbon rantai proses penambahan zat aditif ke dalam fraksi
pendek. Hidrocracking merupakan kombinasi minyak bumi dengan tujuan meningkatkan
antara perengkahan dan hidrogenasi untuk kualitas produk yang dihasilkan. Penghilangan
menghasilkan senyawa yang jenuh. Desulfuring unsur belerang dan lumpur, serta perbaikan warna
merupakan proses penghilangan unsur belerang fraksi minyak bumi merupakan proses pengolahan
dan tidak memengaruhi bentuk struktur lanjutan fraksi minyak bumi (proses treating).
molekulnya. Penghilangan senyawa pengotor dalam minyak
mentah dengan menambahkan asam dan basa
20. Jawaban: b
merupakan proses yang dilakukan sebelum
Komponen bensin berasal dari isomer-isomer
pengolahan minyak bumi atau sebelum diperoleh
heptana dan oktana. Isomer-isomer heptana
fraksi minyak bumi. Proses ini disebut proses
mempunyai jumlah atom C = 7 dan atom H = 16.
desalting.
Sementara itu, isomer-isomer oktana mempunyai
jumlah atom C = 8 dan atom H = 18. Jadi, senyawa 25. Jawaban: d
hidrokarbon yang terdapat dalam bensin yaitu Gas buang penyebab efek rumah kaca antara lain
2,3-dimetil pentana (C7H16) dan 2,2,3,3-tetrametil gas CO2 dan NOx. Selain menyebabkan efek
butana (C8H18). rumah kaca, NOx juga menyebabkan hujan asam.
Bersama SO2, kedua gas ini berikatan dengan uap
21. Jawaban: d
air di udara membentuk asam dalam awan. Apabila
Ketukan pada mesin kendaraan disebabkan oleh
awan yang mengandung asam menjadi hujan, air
pembakaran bensin yang terlalu cepat sehingga
hujan tersebut bersifat asam. Sementara itu, gas CO
efisiensi energi yang dihasilkan berkurang.
merupakan gas beracun yang mudah berikatan
22. Jawaban: d dengan hemoglobin. O3 merupakan ozon yang
Rumus struktur senyawa di atas memiliki nama melindungi bumi dari sinar ultraviolet jika berada
etanol. Senyawa tersebut merupakan pengganti di lapisan atmosfer. Akan tetapi, ozon (O3) di
TEL (tetra ethyl lead) atau tetra etil timbal yang permukaan bumi dapat berbahaya bagi kesehatan.
ditambahkan ke dalam bensin untuk menaikkan

Kimia Kelas XI Semester 1 35


26. Jawaban: e hidrokarbon dan nitrogen oksida dengan bantuan
Pembakaran campuran bensin dan zat aditif TEL sinar matahari. Selain itu, keberadaan nitrogen
(Pb(C2H5)4) menghasilkan endapan hitam PbO oksida di atmosfer dapat bereaksi dengan uap air
yang tertimbun dalam mesin. Pengendapan ini dalam awan membentuk asam nitrat (HNO3).
dapat dihilangkan dengan penambahan senyawa Makin banyak kadar nitrogen oksida yang ada di
dibromoetana (C2H4Br2) yang berperan mengikat atmosfer, makin banyak pula asam nitrat yang
Pb pada proses pembakaran. Penambahan dihasilkan. Jika awan tersebut berubah menjadi
senyawa dibromoetana menghasilkan senyawa hujan, air hujan yang turun bersifat asam (hujan
PbBr 2 yang mudah menguap dan bercampur asam). Air hujan tersebut dapat menurunkan pH
dengan udara. Jika senyawa PbBr2 di udara ter- air danau dan sungai yang ada di sekitar tempat
hirup, senyawa tersebut akan masuk dan ter- yang mengalami hujan asam. Sementara itu,
akumulasi dalam tubuh. Logam Pb yang ter- pemanasan global dapat terjadi karena
akumulasi dalam tubuh dapat mengakibatkan peningkatan jumlah gas rumah kaca seperti CO2,
kerusakan otak, kebutaan, bahkan kematian. Jadi, CO, CFC, dan CH4 di atmosfer. Peningkatan
endapan X dan senyawa Y yang dimaksud adalah jumlah gas rumah kaca juga dapat merusak lapisan
PbO dan PbBr2. ozon.
27. Jawaban: a 30. Jawaban: b
Kualitas bensin ditentukan oleh bilangan oktan. Metana dan etana merupakan komponen
Kualitas bensin makin baik apabila bilangan oktan penyusun dari gas alam yang dapat dicairkan pada
makin tinggi sehingga proses pembakaran bahan temperatur –161°C atau dikenal sebagai gas alam
bakar di dalam mesin akan berlangsung sempurna. cair (LNG = liquified natural gas). Sementara itu,
Akibatnya, gas CO yang dihasilkan dari proses fraksi gas dalam minyak bumi dimampatkan
pembakaran bensin makin sedikit. Sebaliknya, menjadi cairan yang disebut elpiji (LPG =
dalam ruang bakar bensin yang beroktan rendah liquified petroleum gas). LPG tersusun atas
akan berlangsung proses pembakaran tidak propana, isobutana, dan n-butana.
sempurna. Makin rendah bilangan oktan suatu
bensin, makin banyak gas CO yang dihasilkan dari
B. Uraian
proses pembakaran. Jadi, bahan bakar yang
mempunyai bilangan oktan terendah adalah bahan
1. Proses pengolahan minyak mentah menjadi
bakar P.
produk siap guna sebagai berikut.
28. Jawaban: e a. Desalting
Catalytic converter mulai digunakan di Indonesia Proses desalting merupakan proses peng-
pada tahun 2007. Penggunaan catalytic converter hilangan garam yang dilakukan dengan cara
tersebut bertujuan untuk mengubah gas buang mencampurkan minyak mentah dengan air.
atau gas hasil pembakaran yang beracun menjadi Tujuannya adalah untuk melarutkan zat-zat
gas yang lebih aman. Pada tahap pertama, gas mineral yang larut dalam air. Selain itu, pada
beracun CO bereaksi dengan gas NO membentuk proses ini juga ditambahkan senyawa asam
gas CO2 dan N2 dengan bantuan katalis. Berikut dan basa ke dalam minyak mentah untuk
persamaan reaksinya. menghilangkan senyawa-senyawa nonhidro-
2CO(g) + 2NO(g) ⎯⎯→ Pt 2CO2(g) + N2(g) karbon.
b. Distilasi
Pada tahap selanjutnya, hidrokarbon dan CO (jika
Minyak mentah yang telah melalui proses
masih ada) akan dioksidasi menjadi CO2 dan H2O.
desalting kemudian diolah lebih lanjut
Gas buang yang telah melewati catalytic converter
dengan proses distilasi bertingkat. Distilasi
jauh lebih aman bagi kesehatan maupun lingkungan.
merupakan proses pemisahan fraksi minyak
29. Jawaban: c bumi berdasarkan perbedaan titik didih. Proses
Jika kadar nitrogen oksida di atmosfer meningkat distilasi dilakukan pada sebuah tanur tinggi
dapat membentuk smog (asap kabut) fotokimia. kedap udara. Minyak bumi mentah dipanaskan
Smog fotokimia terjadi akibat reaksi fotokimia pada tekanan 1 atm dengan suhu 370oC. Proses
pencemar-pencemar di udara, terutama pencemar distilasi minyak bumi menghasilkan fraksi-

36 Minyak Bumi
fraksi minyak bumi berupa gas alam, bensin, 4. Dampak pembakaran senyawa hidrokarbon
nafta, kerosin, solar, minyak pelumas, dan sebagai berikut.
residu (aspal). a. Pencemaran udara
c. Treating Pembakaran sempurna maupun pembakaran-
Fraksi-fraksi atau komponen minyak bumi nya tidak sempurna dari bahan bakar fosil
yang sudah dipisahkan pada proses distilasi menghasilkan partikulat atau gas yang
selanjutnya diolah dengan proses treating. membahayakan kesehatan misal gas CO,
Treating adalah suatu proses penghilangan logam berat, dan oksida nitrogen.
pengotor pada fraksi-fraksi minyak bumi. b. Efek rumah kaca (green house effect)
Proses treating terdiri atas beberapa tahap Beberapa gas hasil pembakaran (CO2, uap
yakni cooper sweetening, acid treatment, dan air, metana, dan CFC) merupakan penyebab
desulfuring. efek rumah kaca sehingga meningkatkan
1) Cooper sweetening suhu permukaan bumi (global warming).
Cooper sweetening adalah proses c. Hujan asam
menghilangkan pengotor yang berbau Emisi gas NOx dan SOx ke udara menyebab-
tidak sedap. kan hujan asam. Kedua gas tersebut akan
2) Acid treatment bereaksi dengan uap air di awan membentuk
Acid treatment adalah proses meng- asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4).
hilangkan lumpur-lumpur yang masih Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan
menempel pada fraksi minyak bumi. bersifat asam. Hujan asam menyebabkan
3) Desulfuring tanah dan perairan menjadi asam. Selain itu,
Desulfuring adalah proses menghilang- hujan asam dapat menyebabkan rusaknya
kan unsur belerang. Unsur belerang bangunan.
harus dihilangkan karena pada proses
5. Bilangan oktan bensin dapat ditingkatkan dengan
pembakaran bahan bakar, belerang akan
beberapa cara berikut.
teroksidasi menjadi oksida belerang
a. Memperbanyak kadar isooktana dalam
(SOx) merupakan salah satu senyawa
bensin.
penyebab hujan asam.
b. Menambahkan zat aditif, seperti penambahan
2. Perbedaan LPG, LNG, dan CNG disajikan dalam etanol dalam proses blending.
tabel berikut.
c. Metode reforming, yaitu proses perubahan
LPG LNG CNG bentuk molekul bensin yang bermutu kurang
LPG diperoleh dari peng- LNG berasal dari gas CNG berasal dari gas baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin
olahan minyak bumi. alam. Komponen utama alam. CNG (compressed
Komponen utama LPG LNG (liquefied natural natural gas) merupakan yang lebih bermutu (rantai karbon ber-
(liquefied petroleum gas)
adalah propana dan
gas) adalah etana dan
metana. Gas ini didingin-
gas yang sama dengan
LNG hanya saja pada
cabang). Kedua jenis bensin tersebut
butana. Dalam tabung,
LPG berbentuk cair,
kan hingga mencair pada
suhu –150°C – (–200°C).
CNG gas metana di-
kompresi, tetapi tidak
memiliki rumus molekul yang sama, tetapi
namun pada suhu dan Pemanfaatan LNG me- sampai mencair. Produksi struktur yang berbeda. Reaksi reforming
tekanan normal berubah merlukan fasilitas yang CNG lebih murah daripada
menjadi gas. Tekanan lebih kompleks. Fasilitas LNG. CNG dipakai untuk sebagai berikut.
yang dibutuhkan untuk untuk mengubah LNG bahan bakar busway dan
mencairkan gas ini cukup
rendah sehingga aman
menjadi gas kembali
menggunakan LNG re-
bajaj di jakarta.
C6H14 ⎯→ + H2
digunakan. gasification terminal.
heksana sikloheksana
3. Fraksi minyak bumi yang paling banyak d. Polimerisasi yaitu proses penggabungan
dimanfaatkan adalah bensin. Bensin merupakan hidrokarbon rantai pendek (molekul kecil)
fraksi minyak bumi yang paling komersial, paling menjadi hidrokarbon rantai panjang (molekul
banyak diproduksi, dan digunakan. Hal ini karena besar). Reaksi polimerisasi sebagai berikut.
bensin merupakan bahan bakar kendaraan C4H10(g) + C3H8(g) ⎯→ C7H16(A ) + H2(g)
bermotor yang menjadi alat transportasi sehari-
hari.

Kimia Kelas XI Semester 1 37


6. Kilang minyak memproduksi bensin yang 25
C8H18(A ) + O2(g) → 8CO2(g) + 9H2O(g)
mengandung lebih banyak hidrokarbon dengan 2
titik didih rendah pada musim dingin karena V C 8H 18 : V O 2 = koefisien reaksi C 8 H 18 :
bensin hanya terbakar dalam fase uap. Bensin koefisien reaksi O2
yang mengandung lebih banyak hidrokarbon 25
100 cm3 : VO2 = 1 :
dengan titik didih rendah akan lebih mudah 2
menguap dibandingkan dengan bensin dengan 25
VO2 = 100 cm3 × 2
komposisi seperti biasa pada musim dingin.
Sebaliknya, pada musim panas bensin mengandung = 1250 cm3
lebih banyak hidrokarbon dengan titik didih tinggi = 1,25 dm3 (dm3 = L)
supaya bensin tidak mudah menguap dan terbakar. Jadi, oksigen yang dibutuhkan untuk mem-
bakar 100 cm 3 oktana secara sempurna
7. Mutu atau kualitas bensin ditentukan oleh
sebanyak 1,25 L.
bilangan oktan dari bensin tersebut. Makin tinggi
25
bilangan oktan yang dimiliki oleh suatu bensin, b. Persamaan reaksi: C8H18(A ) + 2
O2(g) →
makin baik kualitas dari bensin tersebut. Pada saat 8CO2(g) + 9H2O(g)
pembakaran, bensin yang berkualitas baik akan
(Perbandingan mol setiap komponen
mengalami pembakaran sempurna sehingga
sebanding dengan perbandingan koefisien
energi yang dihasilkan makin efisien. Sebaliknya,
reaksi masing-masing komponen)
bensin yang berkualitas rendah akan cenderung
m C8H18 57 g
mengalami pembakaran tidak sempurna yang n C8H18 = =
M r C8H18 114 g mol−1
dapat menghasilkan jelaga dan gas buang CO.
Bensin yang mengandung senyawa hidrokarbon n C8H18 = 0,5 mol
rantai bercabang makin banyak akan memiliki n CO2 = 8 × n C8H18
bilangan oktan yang makin tinggi pula. = 8 × 0,5 mol
Berdasarkan data yang disajikan, bensin jenis E, = 4 mol
F, G, dan H berturut-turut memiliki satu cabang VCO2 = n CO2 × 22,4 L mol–1
gugus metil, tiga cabang gugus metil, dua cabang = 4 mol × 22,4 L mol–1
gugus metil, dan tidak memiliki cabang (rantai = 89,6 L
lurus). Dengan demikian, urutan kenaikan n H2O= 9 × n C8H18
bilangan oktan dari bensin tersebut adalah H–E– = 9 × 0,5 mol
G–F. Makin rendah kualitas bensin (bilangan = 4,5 mol
oktan rendah), makin banyak jumlah jelaga yang VH2O = n H2O × 22,4 L mol–1
dihasilkan. Jadi, urutan jenis bensin berdasarkan = 4,5 mol × 22,4 L mol–1
kenaikan jumlah jelaga yang dihasilkan adalah = 100,8 L
F–G–E–H. Jadi, jika 57 g oktana terbakar sempurna,
maka akan dihasilkan 100,8 L uap air dan 89,6 L
8. Persamaan reaksi pembakaran bensin yang terjadi
gas karbon dioksida.
secara sempurna sebagai berikut.
25 9. Bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi
C8H18(A ) + 2 O2(g) → 8CO2(g) + 9H2O(g)
sebagai berikut.
(Setara) a. Bioetanol
a. Berdasarkan persamaan reaksi pembakaran Bioetanol dihasilkan dari proses fermentasi
bensin (setara) di atas, dapat diketahui kandungan glukosa dalam tanaman, misalnya
volume gas oksigen yang dibutuhkan untuk singkong, tebu, bit, dan jagung. Bioetanol
membakar bensin hingga sempurna melalui dapat digunakan sebagai pengganti bensin.
perbandingan koefisien reaksi tiap-tiap
komponen.

38 Minyak Bumi
b. Biogas 10. a. Menggunakan BBM dengan lebih hemat dan
Biogas merupakan gas metana yang efisien.
diperoleh dari hasil pengolahan bahan b. Lebih sering menggunakan transportasi
organik dengan mikroorganisme secara umum
anaerob, misal kotoran sapi. Biogas dapat c. Menggunakan jenis bahan bakar sesuai
digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga dengan kompresi mesin kendaraan.
pengganti elpiji dan minyak tanah. d. Menggunakan energi alternatif pengganti
c. Biodiesel BBM.
Biodiesel merupakan jenis bahan bakar dari
pengolahan minyak atau lemak minyak sawit,
minyak biji jarak, dan lemak hewan.
Biodiesel adalah bahan bakar pengganti solar
untuk mesin diesel.

Kimia Kelas XI Semester 1 39


1. Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm dengan tepat setelah melakukan percobaan.
2. Peserta didik mampu menyebutkan contoh reaksi eksoterm dan endoterm dengan benar setelah melakukan kegiatan membaca.
3. Peserta didik mampu menyebutkan jenis-jenis perubahan entalpi reaksi dengan benar setelah melakukan kegiatan
membaca dan diskusi.
4. Peserta didik mampu menentukan perubahan entalpi (ΔH) reaksi menggunakan kalorimeter, hukum Hess, data perubahan
entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan dengan benar setelah melakukan kegiatan percobaan dan diskusi.
5. Peserta didik mampu menyimpulkan dan menyajikan hasil analisis data dengan benar setelah melakukan percobaan.
6. Peserta didik mampu membandingkan perubahan entalpi pembakaran bahan bakar dengan benar setelah melakukan percobaan.

Termokimia

mencakup

Perubahan Kalor Reaksi Kimia Perubahan Entalpi Standar (ΔH°) Penentuan Perubahan Entalpi Reaksi

meliputi dibedakan menjadi berdasarkan


Interaksi Sistem dan Lingkungan Perubahan Entalpi Pembentukan Percobaan dengan
Standar (ΔH°)
f Kalorimeter
dalam
Sistem Terbuka Perubahan Entalpi Pembakaran Data Perubahan Entalpi
Standar (ΔHc°) Pembentukan Standar (ΔHf°)
Sistem Tertutup
Perubahan Entalpi Penguraian Hukum Hess
Sistem Terisolasi Standar (ΔHd°)
Energi Ikatan Rata-Rata
Perubahan Entalpi Netralisasi
Entalpi dan Perubahan Entalpi
Standar (ΔHn°)
digunakan untuk
Reaksi Eksoterm dan Reaksi Perubahan Entalpi Penguapan
Endoterm Standar (ΔH°vap) Perhitungan Per-
ubahan Entalpi Pem-
Persamaan Termokimia Perubahan Entalpi Peleburan bakaran Bahan Bakar
Standar (ΔH°fus)
meliputi
Perubahan Entalpi Pelarutan
Bensin
Standar (ΔH°sol)

Perubahan Entalpi Sublimasi Gas Elpiji


Standar (ΔH°sub)

• Sistem Lingkungan • Perubahan Entalpi • Perubahan Entalpi • Hukum Hess


• Reaksi Eksoterm Standar (ΔH°) • Kalor • Energi Ikatan Rata-Rata
• Reaksi Endoterm • Entalpi • Kalor Reaksi • Kalorimeter

40 Termokimia
A. Pilihan Ganda demikian, reaksi pembakaran fosfor putih merupa-
kan reaksi eksoterm. Nilai ΔH dapat ditentukan
1. Jawaban: d
dengan persamaan:
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan
ΔH = ΔHproduk – ΔHpereaksi < 0
kalor ke lingkungan. Kalor yang dilepaskan
Jadi, ΔH pembakaran fosfor putih adalah E1 – E2
menyebabkan suhu lingkungan meningkat. Contoh
dan bernilai negatif.
reaksi eksoterm adalah reaksi yang ditunjukkan
oleh angka 2), 3), dan 4). Sementara itu, reaksi 6. Jawaban: d
yang ditunjukkan oleh angka 1) dan 5) merupakan H2O(s) → H2O(A) ΔH = +y kJ
reaksi endoterm. Persamaan reaksi tersebut menunjukkan hal-hal
2. Jawaban: b berikut.
Reaksi eksoterm merupakan reaksi yang melepas- 1) Proses peleburan es menyerap kalor sebesar
kan kalor ke lingkungan. Reaksi eksoterm dapat y kJ (terjadi perpindahan kalor dari lingkungan
diketahui dari kenaikan suhu setelah reaksi ke sistem).
berlangsung. Suhu akhir reaksi pada percobaan 2) Pada proses peleburan es terjadi penurunan
1) dan 3) lebih besar daripada suhu awal. Dengan suhu lingkungan.
demikian, reaksi eksoterm ditunjukkan oleh gambar 3) Perubahan entalpi peleburan es sebesar
1) dan 3). Sementara itu, percobaan 2) dan 4) +y kJ. (ΔH bertanda positif)
termasuk reaksi endoterm karena suhu setelah reaksi 4) Peleburan es termasuk reaksi endoterm.
lebih rendah daripada suhu awal reaksi. Hal ini 7. Jawaban: c
karena reaksi menyerap kalor dari lingkungan. Diagram tingkat energi tersebut menunjukkan per-
3. Jawaban: d samaan termokimia pembentukan 2 mol uap air.
Reaksi: CaC2(s) + 2H2O(A) → Ca(OH)2(aq) + 2H2O(g) + O2(g) → 2H2O(g) ΔH = –483,64 kJ
C2H2(g) + 411 kJ menunjukkan bahwa reaksi Reaksi penguraian H2O merupakan reaksi kebalik-
melepas kalor sebanyak 411 kJ untuk setiap satu annya yaitu:
mol CaC2 yang bereaksi dengan air. Jika massa 2H2O(g) → 2H2(g) + O2(g) ΔH = +483,64 kJ
CaC2 yang bereaksi dengan air sebanyak 12,8 Untuk menguraikan 0,5 mol uap air diperlukan
gram (0,2 mol), kalor yang dilepaskan dalam reaksi energi sebesar:
(0,2 mol × 411 kJ mol–1) = 82,2 kJ. Jadi, reaksi 0,5 mol
12,8 gram CaC2 dengan air akan melepaskan kalor ΔH = 3 mol × 483,64 kJ = +120,91 kJ
sebanyak 82,2 kJ. Jadi, perubahan entalpi reaksi penguraian 0,5 mol
4. Jawaban: b uap air sebesar +120,91 kJ (menyerap kalor).
Pembakaran gas metana merupakan reaksi 8. Jawaban: b
eksoterm. Ciri-ciri reaksi eksoterm sebagai berikut. Contoh reaksi endoterm adalah reaksi penguraian
1) Reaksi eksoterm selalu disertai dengan tembaga(II) karbonat. Pada reaksi ini terjadi
pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan. penyerapan kalor dari lingkungan sehingga terjadi
2) Perubahan entalpi produk lebih kecil daripada penurunan suhu lingkungan. Adapun reaksi lainnya
perubahan entalpi pereaksi sehingga ΔH merupakan reaksi eksoterm karena terjadi pelepasan
reaksinya bertanda negatif (–). kalor dari sistem ke lingkungan.
3) Sebagian kalor yang dihasilkan pada reaksi
9. Jawaban: c
eksoterm dilepaskan ke lingkungan sehingga
Reaksi pembentukan gas karbon dioksida merupakan
suhu lingkungan meningkat.
reaksi eksoterm (ΔH bertanda negatif). Pada
5. Jawaban: c reaksi eksoterm ΔH produk (CO2(g)) lebih kecil
Pada diagram tingkat energi tersebut perubahan daripada ΔH pereaksi (C(s) + O2(g)). Jadi, diagram
entalpi produk lebih kecil daripada perubahan tingkat energi reaksi pembentukan gas karbon
entalpi pereaksi (ΔHproduk < ΔHpereaksi). Dengan dioksida yang tepat ditunjukkan oleh grafik c.

Kimia Kelas XI Semester 1 41


10. Jawaban: d 1 1
Reaksi endoterm merupakan reaksi yang meng- H2(g) + I (g) → HI(g) ΔH = +26,5 kJ
2 2 2
hasilkan kalor dan ΔH-nya bernilai positif. Contoh Dengan demikian, reaksi pembentukan 2 mol
reaksi endoterm ditunjukkan oleh angka 1), 3), dan 5). HI ditulis sebagai berikut.
P4O10(s) → P4(s) + 5O2(g) ΔH = +2.970 kJ H2(g) + I2(g) → 2HI(g) ΔH = +53 kJ
1
N2(g) + O2(g) → N2O(g) ΔH = +82,05 kJ 4. a. Tahap pertama merupakan reaksi endoterm
2
1 karena perubahan entalpinya (ΔH) bernilai
N 2 H 4 (A) + H 2 O(A) → 2NH 3 (g) + O 2 (g) positif (+x), sedangkan reaksi pada tahap dua
2
ΔH = +143 kJ merupakan reaksi eksoterm karena perubahan
Reaksi yang mempunyai ΔH bernilai negatif entalpinya bernilai negatif (–y).
merupakan reaksi eksoterm yaitu reaksi yang b. Diagram perubahan energi reaksi A → C
melepaskan atau menghasilkan panas. Contoh dengan katalis sebagai berikut.
reaksi eksoterm ditunjukkan oleh angka 2) dan 4). H (kJ)

B . Uraian
B
1. Reaksi antara larutan HI dengan larutan NaOH A x
merupakan reaksi netralisasi antara asam kuat
dengan basa kuat. Pada reaksi ini suhu campuran y
mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan reaksi C
tersebut bersifat eksoterm sehingga kalor
berpindah dari sistem (larutan HI dan NaOH) ke
lingkungan (gelas beker). Oleh karena itu, gelas
beker yang berisi campuran tersebut saat dipegang 5. a. Reaksi pelarutan garam dapur memerlukan
terasa hangat. kalor berarti reaksi bersifat endoterm yang
2. Reaksi a dan b merupakan reaksi endoterm menyerap energi dari lingkungan ke dalam
karena memerlukan kalor atau perubahan entalpi- sistem. Reaksi endoterm mempunyai entalpi
nya bertanda positif. Sementara itu, reaksi c, d, positif. Persamaan reaksi termokimianya
dan e merupakan reaksi eksoterm karena melepas- sebagai berikut.
kan kalor atau perubahan entalpinya bertanda negatif. NaCl(s) → NaCl(aq) ΔH = +3,9 kJ
3. a. Diagram perubahan energi reaksi menunjuk- b. Diagram tingkat energinya digambarkan
kan entalpi hasil reaksi (HI) lebih besar sebagai berikut!
daripada entalpi pereaksi (H2 dan I2) sehingga H (kJ)

reaksi merupakan reaksi endoterm (menyerap NaCl(aq)


kalor dari lingkungan).
b. Diagram perubahan energi tersebut meng-
ΔH = +3,9 kJ
gambarkan reaksi pembentukan 1 mol HI.
Energi yang terlibat sebanyak (594,5 – 568)
= 26,5 kJ. Persamaan termokimianya ditulis NaCl(s)

sebagai berikut.

42 Termokimia
A. Pilihan Ganda sebanyak 2 mol. Oleh karena itu, perubahan
entalpinya:
1. Jawaban: a
ΔH = nCH × ΔHco CH4 = 2 mol × (–890 kJ mol–1)
Entalpi pembentukan standar (ΔHf°) adalah kalor 4
= –1.780 kJ
yang dilepaskan atau dibutuhkan pada pembentukan
Dengan demikian, diagram energi reaksinya
1 mol senyawa dari unsur-unsurnya. Pada reaksi
digambarkan sebagai berikut.
pembentukan standar H2SO4 terjadi pelepasan
kalor sehingga ΔH bertanda negatif. Dengan H (kJ)
demikian, persamaan termokimia reaksi tersebut 2CH4(g) + 4O2(g)
ditulis:
H2(g) + S(s) + 2O2(g) → H2SO4(A) ΔH = –900 kJ
ΔH = 1.780 kJ
Persamaan c menunjukkan reaksi penguraian
H2SO4.
2CO2(g) + 4H2O(A)
2. Jawaban: d
2P4(s) + 5O2(g) → 2P4O10(s) ΔH = –6.026 kJ
Persamaan reaksi pembentukan 3 mol P4O10
sebagai berikut. 5. Jawaban: c
3P4(s) + 15O2(g) → 3P4O10(s) Perubahan entalpi pembentukan standar me-
−6.026 kJ nunjukkan entalpi yang diperlukan dalam pem-
ΔH pembentukan 3 mol P4O10 = 2 mol × 3 mol bentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya. Seba-
= –9,039 kJ 1
gai contoh reaksi C(grafit, s) + 2H2(g) + O2(g)
Jadi, persamaan termokimia reaksi pembentukan 2
3 mol P4O10 ditulis: → CH3OH(A ) ΔH = –238 kJ mol–1. Persamaan
3P4(s) + 15O2(g) → 3P4O10(s) ΔH = –9.039 kJ reaksi SO2(g) → S(s) + O2(g) ΔH = +296 kJ
3. Jawaban: d mol–1 menunjukkan reaksi perubahan entalpi
Reaksi tersebut merupakan reaksi pembakaran dua penguraian standar. Persamaan reaksi NO2Cl(g)
mol gas asetilena (C2H2). Reaksi tersebut disertai 1 1
→ N2(g) + O2(g) + Cl2(g) ΔH = –148 kJ mol–1
dengan pelepasan kalor sebesar 1.400 kJ. 2 2
Perubahan entalpi untuk pembakaran 1 mol gas menunjukkan perubahan entalpi penguraian standar.
asetilena (C2H2) sebesar: 1
Persamaan reaksi CH 3 OH(g) + O (g) →
2 2
1 mol
ΔH = 2 mol × (–1.400 kJ) = –700 kJ HCHO(g) + H2O(g) ΔH = –167 kJ mol menunjuk-
–1

kan perubahan entalpi pembakaran standar. Per-


Jadi, pembakaran standar C2H2 melepaskan kalor samaan reaksi NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq)
sebesar 700 kJ mol–1. Reaksi pembentukan standar + H 2O(A ) ΔH = –58 kJmol –1 menunjukkan
senyawa C2H2 ditulis: perubahan entalpi netralisasi standar.
2C(s) + H2(g) → C2H2(g) ΔH = x kJ
6. Jawaban: e
Reaksi penguraian standar senyawa C2H2 ditulis: 3
C2H2(g) → 2C(s) + H2(g) ΔH = y kJ Persamaan reaksi: CH3Cl(g) → H2(g) + C(s)
2
Nilai x dan y sama, tetapi tidak dapat ditentukan 1
+ Cl2(g) ΔH = –80,84 kJ mol–1 merupakan
dari persamaan reaksi pembakaran standar. 2
reaksi penguraian 1 mol CH3Cl. Persamaan reaksi
4. Jawaban: c pembentukan merupakan kebalikan dari reaksi
Entalpi reaksi pembakaran standar gas metana penguraian sehingga persamaan reaksinya sebagai
(CH4) sebesar –890 kJ mol–1 (melepas kalor). berikut.
Berdasarkan diagram gas metana yang bereaksi

Kimia Kelas XI Semester 1 43


3 1 massa etanol 92 gram
H2(g) + C(s) + Cl2(g) ⎯→ CH3Cl(g) netanol = M etanol = 46 gram mol−1 = 2 mol
2 2 r

ΔH = +80,84 kJ mol–1 Harga entalpi reaksi pembakaran 92 gram etanol


Perubahan entalpi pembentukan standar CH3Cl = 2 mol × (–1.230 kJ mol–1) = –2.460 kJ.
sebesar +80,84 kJ mol–1 sehingga perubahan entalpi 10. Jawaban: d
pembentukan 2 mol CH3Cl sebesar (–80,84 kJ mol–1 Persamaan reaksi termokimia SO3(g) + H2O(A)
× 2 mol) = +161,68 kJ. → H2SO4(A) ΔH = –600 kJ merupakan reaksi
7. Jawaban: a pembentukan H2SO4 yang menghasilkan energi
Reaksi pembentukan 2 mol HCl sebagai berikut. sebesar 600 kJ. Perubahan entalpi reaksi
H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g) ΔH = –92,31 kJ 8 gram SO3 (0,1 mol) dengan 1,8 gram H2O (0,1 mol)
Reaksi penguraian 2 mol HCl ditulis: sebesar (0,1 mol × 600 kJ) = 60 kJ. Pembentukan
2 mol H2SO4 menghasilkan energi sebesar (2 mol ×
2HCl(g) → H2(g) + Cl2(g) ΔH = +92,31 kJ 600 kJ) = 1.200 kJ. Reaksi pembentukan 9,8 gram
Perubahan entalpi reaksi penguraian 2,5 L HCl (0,1 mol) H2SO4 menghasilkan energi sebesar
ditentukan sebagai berikut. 60 kJ. Reaksi penguraian H 2SO 4 merupakan
V = 2,5 L P = 1 atm kebalikan reaksi pembentukannya sehingga memer-
R = 0,082 L atm mol–1K–1 T = 25°C = 298 K lukan energi sebesar 600 kJ (ΔH = +600 kJ).
Reaksi dalam fase gas dianggap sebagai gas ideal
sehingga berlaku persamaan gas ideal. B . Uraian
PV = nRT
1. Persamaan termokimia pembakaran 1 mol metana
0,082 atm L mol−1K −1 × 298 K
V = nHCl × sebagai berikut.
1 atm
CH4(g) + 2O2(g) ⎯→ CO2(g) + 2H2O(g)
V = nHCl × 24,5 L mol–1 ΔHoc = –890 kJ mol–1
2,5 L Mol gas metana pada kondisi standar (STP)
nHCl = = 0,1 mol
24,45 L mol−1 1,5 L
Kalor reaksi penguraian 0,1 mol HCl sebagai berikut. nCH = 22, 4 L mol−1 = 0,067 mol
4
0,1 mol
ΔH = × 92,31 kJ = 4,62 kJ ΔH pembakaran 1,5 L gas metana (STP)
2 mol
Jadi, untuk menguraikan 2,5 L HCl diperlukan = nCH × ΔHoc CH4
4

energi kalor sebesar 4,62 kJ. = 0,067 mol × –890 kJ mol–1


= –59,63 kJ
8. Jawaban: a Jadi, kalor yang dilepaskan dalam pembakaran
Reaksi pembentukan 2 mol C2H4 membutuhkan sempurna 1,5 L gas metana sebesar 59,63 kJ.
108 kJ sehingga reaksi pembentukan 1 mol C2H4
108 kJ 2. a. Persamaan termokimia pembakaran sempurna
membutuhkan kalor: ΔH = 2 mol = 54 kJ. mol–1 isooktana sebagai berikut.
massa C 2 H 4 14 gram 1
nC H = M C H = 28 gram mol−1 = 0,5 mol C 8 H 18 (A) + 12 O 2 (g) → 8CO 2 (g) +
2 4 r 2 4 2
Kalor yang dibutuhkan untuk pembentukan 9H2O(g) ΔH = –5.500 kJ mol–1
14 gram gas C2H4= 0,5 mol × 54 kJ mol–1 = 27,0 kJ. b. Massa C8H18 = volume × massa jenis
= 1 L × 0,684 kg L–1
9. Jawaban: e = 0,684 kg
Diagram entalpi tersebut menunjukkan reaksi pem- = 684 g
bakaran standar etanol dengan perubahan entalpi:
m C8H18
ΔHproduk – ΔHpereaksi = (–1.520 kJ) – (–290 kJ) nC H =
8 18 M r C8H18
= –1.230 kJ
684 g
Persamaan reaksi termokimianya ditulis: = (8 × 12) + (18 × 1) g mol−1
C2H5OH(A ) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(A )
ΔH = –1.230 kJ mol–1 684 g
= 114 g mol−1 = 6 mol

44 Termokimia
Pada rekais pembakaran 1 liter bensin dilepas- Mol CO2 pada keadaan standar:
kan kalor sebanyak 1L
ΔH = 6 mol × 5.500 kJ mol–1 = 33.000 kJ nCO = 22, 4 L mol−1
2
Jadi, kalor yang dilepaskan dalam pembakaran
1 liter bensin sebesar 33.000 kJ. = 0,045 mol
ΔH penguraian 1 L mol gas CO2
3. a. H (kJ)
= 0,045 mol × 394 kJ mol–1
HCN(aq) + NaOH(aq)
= 17,73 kJ
ΔH = –12 kJ mol–1 Jadi, ΔH reaksi penguraian 1 L CO2 sebesar
17,73 kJ.
NaCN(aq) + H2O(A)
5. a. 2MgO(s) + 2SO2(g) + O2(g) → 2MgSO4(s)
ΔH = –3.837 kJ
b. Mol HCN yang dinetralkan
m SO2 = 30 ton = 30.000 kg = 3 × 107 g
= 250 mL × 0,1 M = 25 mmol = 0,025 mol
Mr SO2 = 64 g mol–1
Kalor yang dilepaskan dalam reaksi
penetralan tersebut: 3 × 107 g
nSO = = 4,7× 105 mol
0,025 mol 2 64 g mol−1
ΔH = 1 mol × –12 kJ = –0,3 kJ nSO = nMgO = 4,7 × 105 mol
2
Jadi, kalor yang dilepaskan dalam reaksi Mr MgO = 40 g mol–1
penetralan 250 mL HCN 0,1 M sebesar m MgO = Mr MgO × nMgO
0,3 kJ atau 300 Joule. = 40 g mol–1 × 4,7 × 105 mol
= 18,8 × 105 g
4. a. C(s) + O2(g) → CO2(g) ΔH = –394 kJ mol–1 Jadi, massa MgO yang diperlukan sebanyak
massa C = 0,5 kg = 500 g 18,8 ton per tahun.
Ar C = 12 g mol–1
b. Kalor yang dibebaskan untuk menghasilkan
500 g 2 mol MgSO4 sebesar 3.837 kJ. Dalam satu
nC = 12 g mol−1 = 41,67 mol
tahun menghasilkan 30 ton gas SO2 atau
ΔH pembakaran 0,5 kg karbon 4,7 × 105 mol.
= nC × ΔHoc ΔH pembakaran batu bara per tahun
= 41,67 mol × (–394 kJ mol–1) 4,7 × 105 mol
= –16,42 kJ = 2 mol
× (–3.837 kJ)
Jadi, pembakaran 0,5 kg karbon membebas-
kan kalor sebesar 16,42 kJ. = –9,0 × 108 kJ
b. Reaksi penguraian gas CO2 sebagai berikut. Jadi, kalor yang dihasikan pada pembakaran
CO2(g) ⎯→ C(s) + O2(g) batu bara per tahun sebesar 9 × 108 kJ.
ΔH = +394 kJ mol–1

A. Pilihan Ganda qkalorimeter = C × ΔT


= 2.740 J°C–1 × (88,5 – 24,8)°C
1. Jawaban: a
= 174.538 J
mair = 6.000 mL × 1 g mL–1
= 174,54 kJ
qair = m × c × ΔT
ΔH = –(qair + qkalorimeter)
= 6.000 g × 4,2 J g–1°C–1 × (88,5 – 24,8)°C
= 1.605.240 J = –(1.605,24 + 174,54) kJ
= 1.605,24 kJ = –1.779,8 kJ

Kimia Kelas XI Semester 1 45


32 g Jika kalor pembakaran 1 mol CH 4 sebesar
nCH = −1 –80 kJ mol–1, perubahan entalpi 0,5 mol CH4 =
4 16 g mol
= 2 mol 0,5 mol × (–80 kJ mol–1) = –40 kJ
Kalor reaksi pembakaran gas metana setiap 1 mol: Jadi, perubahan entalpi pembakaran 8 gram CH4
qreaksi sebesar –40 kJ.
ΔH = n
CH 4
5. Jawaban: d
−1.779,8 kJ
= = –890 kJ mol–1 ΔHf° H2O(A) = 284,7 kJ mol–1
2 mol ΔHf° H2O(g) = 241,5 kJ mol–1
Jadi, kalor reaksi pembakaran metana sebesar Persamaan termokimia penguapan air:
–890 kJ mol–1. H2O(A) ⎯→ H2O(g)
2. Jawaban: b ΔHvap = ΔHf° H2O(g) – ΔHf° H2O(A)
Massa C6H4O2 = 5,4 gram = 241,5 kJ mol–1 – 284,7 kJ mol–1
Mr C6H4O2 = 108 gram mol–1 = –43,2 kJ mol–1
5, 4 g Mr H2O(A) = 18 g mol–1
nC H O = 108 g mol−1 = 0,05 mol
6 4 2 ρair = 1 kg L–1 = 1 g mL–1
C = 7,85 kJ°C–1 volume H2O(A) = 600 mL
ΔT = (30,5 – 23,5)°C = 7°C massa H2O(A) = ρair × Vair
ΔQ = C × ΔT = 1 g mL–1 × 600 mL
= 7,85 kJ°C–1 · 7°C = 54,95 kJ = 600 g
Kalor reaksi pembakaran C6H4O2 tiap mol
600 g
54,95 kJ nH O = 18 g mol−1 = 33,3 mol
ΔH = – 2 (A)
0,05 mol
ΔH penguapan 33,3 mol H2O(A)
= –1.099 kJ mol–1 = –43,2 kJ mol–1 × 33,3 mol = –1.438,56 kJ
Jadi, kalor reaksi pembakaran C6H4O2sebesar Jadi, pada penguapan 600 mL air dilepaskan kalor
–1.099 kJ mol–1. sebesar 1.438,56 kJ.
3. Jawaban: a 6. Jawaban: c
Massa air = volume air × massa jenis air ΔHf H2O(g) = –n kJ mol–1
= (2 × 1.000) mL × 1 g mL–1 Persamaan termokimia pembakaran C(s):
= 2.000 g C(s) + O2(g) ⎯→ CO2(g) ΔH = –m kJ mol–1
ΔT = (75 – 27)°C = 48°C
ΔH = ΔHf° CO2(g) – (ΔHf° C (grafit, s) + ΔHf° O2(g))
c = 4,2 J g–1 °C–1
q = (m × c × ΔT) –m kJ mol–1 = ΔHf° CO2(g) – (0 + 0)
= (2.000 × 4,2 × 48) ΔHf° CO2(g) = – m kJ mol–1
= 403.200 J Persamaan termokimia pembakaran siklopropana:
1
= 403,2 kJ (CH2)3(g) + 4 O2(g) ⎯→ 3CO2(g) + 3H2O(g)
m C3 H 8 44 g
2
nC H = M C H = 44 g mol−1 = 1 mol
3 8
ΔH = –p kJ mol–1
r 3 8
qreaksi
ΔH = {(3 × ΔHf° CO2(g)) + (3 × ΔHf H2O(g))
403, 2 kJ
ΔH = – n =– = –403,2 kJ mol–1 –ΔHf° (CH2)3(g) + ΔHf° O2(g)}
C3 H 8 1 mol
–p kJ mol–1 = (3 × (–m kJ mol–1 ) + 3 × (–n kJ
Jadi, kalor pembakaran 44 gram elpiji sebesar mol–1)) – (ΔHf° (CH2)3(g) + 0)
403,2 kJ mol–1. –p kJ mol = (3m kJ mol–1 – 3n kJ mol–1)
–1

4. Jawaban: c – ΔHfo (CH2)3


Reaksi pembakaran CH4: ΔHf° (CH2)3(g) = –3(m + n) kJ mol–1 – (–p kJ mol–1)
CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g) ΔH = –80 kJ mol–1 = p – 3 (m + n) kJ mol–1
m CH 4
Jadi, perubahan entalpi pembentukan (CH2)3(g))
nCH = M CH yaitu p – 3(m + n) kJ mol–1.
4 r 4
8g
= 16 g mol−1 = 0,5 mol

46 Termokimia
7. Jawaban: a ΔH3 = ΔH2 + ΔH1
ΔHf° untuk unsur bebas seperti O2(g), N2(g), = –593 kJ + (–197 kJ)
Na(s) kecuali C (intan, s) bernilai nol. = –790 kJ mol–1
ΔH = ΣΔHf° produk – ΣΔHf° pereaksi ΔH pembentukan 1 mol SO3
−790 kJ mol−1
ΔH = (ΔH°f Br2(aq) + 2 × ΔH°f NaCl(aq)) – (ΔH°f = = –395 kJ
2 mol
Cl2(g) + 2 × ΔHf° NaBr(aq))
Jadi, jumlah kalor yang dilepaskan pada pem-
ΔH = (0 + (2 × (–410 kJ mol–1))) + (2 ×
bentukan 1 mol gas SO3 adalah 395 kJ.
(–365 kJ mol–1))
12. Jawaban: c
= (–820 kJ mol–1) – (–730 kJ mol–1)
Persamaan reaksi:
= –90 kJ 2Al(s) + Fe2O3(s) → 2Fe(s) + Al2O3(s)
Jadi, ΔH pelarutan 1 mol gas klorin sebesar
diperoleh dari penggabungan kedua reaksi di atas,
–90 kJ mol–1.
dengan cara membalik persamaan reaksi 1) dan
8. Jawaban: d menjumlahkannya dengan reaksi 2). Persamaan
1) 2NO + O2(g) → N2O4(g) ΔH = a kJ reaksinya menjadi sebagai berikut.
3
1 1) Fe2O3(s) → 2Fe(s) + O (g)
2 2
ΔH = +840 kJ
2) NO(g) + O2 → NO2(g) ΔH = b kJ
2 2) 2Al(s) +
3
O (g) → Al2O3(s) ΔH = –1.680 kJ
2 2
2NO2(g) → N2O4(g) ΔH = . . . ? ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
2Al(s) + Fe2O3(s) → 2Fe(s) + Al2O3(s) ΔH = –840 kJ
Persamaan 2) dibalik dan dikalikan 2.
Jadi, ΔH untuk reaksi:
1) 2NO( g ) + O2 ( g ) ) → N2O4(g) ΔH = a kJ
2Al(s) + Fe2O3(s) → 2Fe(s) + Al2O3(s)
2) 2NO2(g) → 2NO( g ) + O2 ( g ) ΔH = –2b kJ sebesar –840 kJ.
–––––––––––––––––––––––––––––––––– + 13. Jawaban: a
2NO2(g) → N2O4(g) ΔH = (a – 2b) kJ H–H+O=O→H–O–O–H
Jadi, ΔH reaksi 2NO 2 (g) → N 2 O 4(g) yaitu ΔH = ΣDpemutusan ikatan pereaksi – ΣDpenggabungan ikatan produk
(a – 2b) kJ.
ΔH = {DH – H + DO = O} – {2DH – O + DO – O}
9. Jawaban: a = (436 + 499) kJ mol–1 – (2(460) + 142) kJ mol–1
ΔH reaksi tersebut dicari dari reaksi 1) dan 2). = (935 – 1.062) kJ mol–1 = –127 kJ mol–1
Reaksi 1) tetap, sedangkan reaksi 2) dibalik. Jadi, ΔH pembentukan H2O2 sebesar –127 kJ mol–1.
Persamaan reaksinya menjadi sebagai berikut.
1) C(grafit, s)+ O2(g) → CO2(g) ΔH = –394 kJ 14. Jawaban: b
ΔH = ΣD(Energi pemutusan ikatan pereaksi) – ΣD(Energi
2) CO2(g) → C(intan, s) + O2(g) ΔH = +396 kJ
–––––––––––––––––––––––––––––––––––+ penggabungan ikatan produk)
C(grafit, s) → C(intan, s) ΔH = +2 kJ = ( 4 DC − H + DC = O + DH – H + DC − C ) –
Jadi, ΔH pembentukan ikatan diperlukan energi ( 5DC − H + DC – O + DO – H + DC − C )
sebesar 2 kJ. = (DC = O + DH – H) – (DC – H + DC – O + DO – H)
10. Jawaban: e = (724 + 436) kJ mol–1 – (415 + 356 + 463) kJ mol–1
M2 + N ⎯→ O + P2 ΔH4 = . . .? = 1.160 kJ mol–1 – 1.234 kJ mol–1 = –74 kJ mol–1
ΔH4 dapat ditentukan mengikuti aturan hukum Hess: Jadi, ΔH reaksi asetaldehida dengan gas hidrogen
ΔH1 + ΔH4 = ΔH2 + ΔH3 melepaskan kalor sebesar 74 kJ mol–1.
W + ΔH4 = X + Y 15. Jawaban: a
ΔH4 = X + Y – W Reaksi adisi etena dengan gas hidrogen:
H H
11. Jawaban: e H H | |
Sesuai dengan prinsip hukum Hess bahwa GC = CH + H – H ⎯→ H – C – C – H
perubahan entalpi reaksi termokimia tidak | |
H H
bergantung pada proses reaksi, melainkan hanya H H
ditentukan oleh keadaan awal dan akhir reaksi.

Kimia Kelas XI Semester 1 47


ΔH = ΣD(Energi pemutusan ikatan pereaksi) – ΣD(Energi nNO nCO2
VNO
= V
penggabungan ikatan produk) CO 2
0,05 mol 0,15 mol
= ( 4 DC – H + DC = C + DH – H) – ( 6 DC – H + =
1L VCO2
DC – C)
0,15 mol × 1 L = 0,05 mol × VCO
2
= (DC = C + DH – H) – (2DC – H + DC – C) 0,15 mol L
= ((614 + 436)) kJ mol–1 – ((2 × 415) kJ mol–1 + VCO = 0,05 mol = 3 L
2

348 kJ mol–1) Jadi, volume gas CO2 yang dihasilkan sebanyak 3 L.


= (1.050 – 1.178) kJ mol–1 3. Berdasarkan diagram didapat persamaan:
= –128 kJ mol–1 ΔH1 = ΔH2 + ΔH3
Jadi, perubahan entalpi reaksi adisi gas etena (–790) = (–593) + (x)
dengan gas hidrogen adalah –128 kJ mol–1. x = –790 + 593
x = –197 kJ
B . Uraian Jadi, harga x pada diagram sebesar –197 kJ.

1. Massa C6H4O2 = 4,5 g 4. Perubahan entalpi SNG dapat ditentukan dengan


Mr C6H4O2 = 108 g mol–1 menggunakan aturan hukum Hess.
1) CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(A) ΔH = –889,3 kJ
4,5 g (dibalik)
nC H O = = 0,04 mol
108 g mol−1
1
6 4 2 2) CO(g) + 2 O2(g) → CO2(g) ΔH = –282,7 kJ
(dikalikan 2)
C = 7,89 kJ °C–1 1
3) H2(g) + 2 O2(g) → H2O(A) ΔH = –284,8 kJ
ΔT = (31,7 – 26,5)°C = 5,2°C
(dikalikan 4)
ΔH = C × ΔT 4) C (grafit,s) + 2H2(g) → CH4(g) ΔH = –74,79 kJ
= 7,89 kJ °C–1 × 5,2°C = 41,03 kJ (dikalikan 2)
Jadi, kalor reaksi pembakaran C6H4O2 per mol 5)
1
C (grafit,s) + 2 O2(g) → CO(g) ΔH = –109,5 kJ
−q −41,03 kJ (dibalik, dikalikan 2)
= = 0,04 mol = –1.025,75 kJ mol–1.
nC6H 4O
CO2(g) + 2H2O(A) → CH4(g) + 2O2(g) ΔH = +889,3 kJ
2. Jumlah mol kokas yang dibakar untuk menghasil- 2CO(g) + O2(g) → 2CO2(g) ΔH = –565,4 kJ
4H2(g) + 2O2(g) → 4H2O(A) ΔH = –1.139,2 kJ
kan kalor sebesar 58,8 kJ sebagai berikut. 2C (grafit, s) + 4H2(g) → 2CH4(g) ΔH = –149,6 kJ
58,8 kJ 2CO(g) → 2C (grafit, s) + O2(g) ΔH = +219,0 kJ
nC = = 0,15 mol ––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
393,7 kJ mol−1 4CO(g) + 8H2(g) → 3CH4(g) + CO2(g) + 2H2O(A)
ΔH = –745,9 kJ
C(s) + O2(g) → CO2(g)
Jadi, perubahan entalpi (ΔH) pada reaksi tersebut
nCO = nC = 0,15 mol
2 sebesar –745,9 kJ.
Volume gas diukur pada kondisi 1,5 gran gas NO 5. H2C= CH2 + Cl2 → ClH2C – CH2Cl
bervolume 1 liter. ΔH = {(DC = C + 4DC – H + DCl – Cl) – (DC – C +
Mr NO = 30 g mol–1 2 DC – Cl + 4DC – H)}
VNO = 1 L = {(612 + 4(414) + 243) kJ mol–1 – (347 +
1,5 g 2(331) + 4(414)) kJ mol–1}
nNO = = 0,05 mol
30 g mol−1 = –154 kJ mol–1
n1 n2 Jadi, ΔH reaksi tersebut sebesar –154 kJ mol–1.
V1 = V
2

48 Termokimia
Perubahan Entalpi
Pembentukan Standar (ΔH°)
f

Perubahan Entalpi Penguraian


Standar (ΔHd°)

Perubahan Entalpi Pembakaran


Standar (ΔHc°)

Perubahan Entalpi Netralisasi


(ΔHn°)

Perubahan Entalpi Perubahan Entalpi Penguapan


Standar (Δ
Δ H °)
Interaksi (ΔH°vap)
Sistem Terbuka Sistem dan
Lingkungan Perubahan Entalpi Peleburan
Sistem Tertutup (ΔH°fus)
Entalpi (H) dan
Sistem Terisolasi Perubahan Perubahan Entalpi Pelarutan
Entalpi (ΔH) (ΔH°sol)

Perubahan Kalor Perubahan Entalpi Sublimasi


Reaksi Kimia Reaksi Eksoterm Reaksi Kimia (ΔH°sub)
Termokimia
Melepaskan dan Reaksi
Kalor (Eksoterm) Endoterm Penentuan ΔH Reaksi dengan
Kalorimeter
Reaksi Kimia
Menyerap Persamaan Penentuan ΔH Berdasarkan
Kalor (Eksoterm) Termokimia Data Perubahan Entalpi
Pembentukan Standar (ΔHf°)

Penentuan ΔH Berdasarkan
Penentuan Perubahan Hukum Hess
Entalpi Reaksi (ΔH)
Penentuan ΔH Berdasarkan Energi Ikatan
Energi Ikatan
Energi Disosiasi

Energi Ikatan Rata-Rata

Kimia Kelas XI Semester 1


ΔH Pembakaran Bahan Pembakaran Sempurna
Bakar dan Tidak Sempurna

49
Menghitung Pembakaran
Bahan Bakar
A. Pilihan Ganda m Mg
nMg = A Mg
1. Jawaban: b r

Sistem adalah objek yang diamati dan diteliti. 3g


Sistem dalam reaksi tersebut adalah kristal NH4Cl = 24 g mol−1 = 0,125 mol
dan air. Adapun gelas beker dan lemari asam koefisien Mg 3 N 2
termasuk lingkungan. nMg N = koefisien Mg × nMg
3 2

2. Jawaban: a 1
Persamaan termokimia pembentukan CO: = × 0,125 mol
3
1 = 0,0417 mol
C(s) + O2(g) → CO(g) ΔH = x kkal mol–1
2
ΔH
Persamaan termokimia pembakaran CO: ΔH°f Mg3N2 =
nMg3N 2
1
CO(g) + O2(g) → CO2(g) ΔH = y kkal mol–1
2 −28 kJ
Persamaan termokimia pembentukan CO2: = 0,0417 mol
C(s) + O2(g) → CO2(g) ΔH = . . . kkal mol–1 = –671,5 kJ mol–1
Reaksi pembentukan CO2 dapat diperoleh dari Jadi, perubahan entalpi pada pembentukan standar
penjumlahan reaksi pembentukan CO dan pem- Mg3N2 sebesar –671,5 kJ mol–1.
bakaran CO dengan persamaan sebagai berikut.
1 5. Jawaban: d
C(s) + O2(g) → CO(g) ΔH = x kkal mol–1 Reaksi pembentukan 2 mol air melepaskan kalor
2
1 (reaksi eksoterm) sebesar 440,9 kJ. ΔH pembentukan
CO(g) + O2(g) → CO2(g) ΔH = y kkal mol–1 1 mol air sebagai berikut.
2
––––––––––––––––––––––––––––––––––– + 1 mol
C(s) + O2(g) → CO2(g) ΔH = (x + y) kkal mol–1 ΔH = 2 mol × –440,9 kJ = –220,45 kJ
Jadi, kalor reaksi pembentukan CO 2 sebesar
(x + y) kkal mol–1. Jadi, pada reaksi pembentukan 1 mol air kalor
sebanyak 220,45 kJ berpindah dari sistem ke
3. Jawaban: e lingkungan.
1
H2(g) + O2(g) → H2O(g) ΔH = 287,5 kJ 6. Jawaban: a
2
m O2 = 10 gram Vlarutan = VHCl × VNaOH
= 50 mL + 50 mL = 100 mL
10 gram
nO = 32 gram mol−1 = 0,3125 mol m campuran = 100 mL × 1 g mL–1 = 100 g
2
–Qlarutan = –(m × c × ΔT)
nH = 2 × nO = –[100 g × 4,2 J g–1 °C–1 × (33,5°C – 27°C)]
2 2

= 2 × 0,3125 mol = 0,625 mol = –[100 g × 4,2 J g–1 °C–1 × (6,5°C)]


0,625 mol
= –2.730 J = –2,730 kJ
ΔH = 1 mol
× (–287,5 kJ) nHCl = MHCl × VHCl
= 1 mol L–1 × 0,5 L = 0,5 mol
= –179,69 kJ Kalor penetralan 1 mol HCl (ΔH)
Jadi, kalor yang dihasilkan sebanyak 179,69 kJ. −Q
4. Jawaban: c =
−n
Persamaan reaksi antara Mg dengan N2 sebagai 1 mol
berikut. = 0,5 mol × (–2,730 kJ) = –5,46 kJ
3Mg(s) + N2(g) → Mg3N2(s) ΔH = –28 kJ Jadi, perubahan entalpi (ΔH) reaksi penetralan
tersebut sebesar –5,46 kJ.

50 Termokimia
7. Jawaban: c ΔH pembentukan 0,19 mol NaBr
ΔH = –(Qair + Qkalorimeter) = 0,19 mol × (–361,1 kJ mol–1) = –68,61 kJ
Jadi, kalor untuk membentuk 20 g NaBr sebesar
= –(mair × cair × ΔT + Ckalorimeter × ΔT)
–68,61 kJ.
–31.400J = {–(1.200 g × 4,2 J g–1°C–1 × 4,6°C) +
11. Jawaban: c
(Ckalorimeter × 4,6°C)}
Pada STP (°C dan 1 atm)
–31.400 J = –(23.184 J + 4,6 × Ckalorimeter) 74,8 L
31.400 J − 23.184 J nNO = 22, 4 L mol−1
Ckalorimeter = 4,6°C
= 3,34 mol
8.216 J Reaksi pembentukan 2 mol gas NO menyerap
= 4,6°C kalor sebesar 180,5 kJ.
= 1.786 J°C–1 = 1,786 kJ°C–1 ΔH pembentukan 74,8 L gas NO
Jadi, kapasitas kalor kalori meter bom sebesar 3,34
1,786 kJ°C–1. = × 180,56 = 301,53 kJ
2
8. Jawaban: b Jadi, jumlah kalor yang diserap pada pembentukan
massa tembaga = 300 kg = 300.000 gram 74,8 L gas NO sebesar 301,53 kJ.
ctembaga = 0,35 Jg–1K–1 12. Jawaban: d
ΔT = 52°C – 27°C Entalpi pembentukan standar adalah entalpi yang
= 25°C menyertai reaksi pembentukan 1 mol senyawa dari
= 298 K unsur-unsurnya. Reaksi ini ditunjukkan oleh reaksi
Q = (m × c × ΔT) d. Reaksi a menunjukkan reaksi netralisasi standar.
= 300.000 × 0,35 Jg–1K–1 × 298 K Reaksi b menunjukkan reaksi penguraian 2 mol
= 31.290.000 J AgNO 3. Reaksi c menunjukkan reaksi pem-
= 31.290 kJ bakaran. Reaksi e menunjukkan reaksi pelarutan
−Q standar.
nbutana = ΔH
c
13. Jawaban: b
31.290 kJ
= −2.475 kJ mol−1 ΔH reaksi pembakaran 2 mol gas karbon monoksida
(CO) adalah –565,96 kJ sebesar:
= 12,64 mol
ΔHreaksi pembakaran 1 mol gas CO =
m butana = mol × Mr = 12,64 mol × 58 g mol–1 =
733,12 gram = 7,33 × 10–1 kg. 1 mol
2 mol × (–565,96 kJ) = –282,98 kJ
Jadi, massa butana sebanyak 7,33 × 10–1 kg.
Pembakaran 1 mol CO melepaskan kalor sebesar
9. Jawaban: d
282,98 kJ.
Vair = 1 dm3 = 1 L = 1.000 mL
Perubahan entapi pembakaran gas CO bernilai
ρair = 1 g mL–1
negatif sehingga reaksi tersebut termasuk reaksi
m air = ρair × Vair
eksoterm. Jadi, pernyataan yang benar adalah
= 1 g mL–1 × 1.000 mL = 1.000 g
nomor 1) dan 3).
ΔH = –(m × c × ΔT)
–7.400 kJ = –(1.000 g × 4,2 J g–1 °C–1 × ΔT) 14. Jawaban: c
7.400 J P4(s) + 10Cl2(g) ⎯→ 4PCl5(g) ΔH = –1.774 kJ
ΔT = 4.200 J °C−1 = 1,76°C 1 mol
4 mol × –1.774 kJ = –443,5 kJ
Jadi, kenaikan suhu air sebesar 1,76°C.
Jadi, ΔH pembentukan standar PCl5 = –443,5 kJ mol–1.
10. Jawaban: c
Reaksi: 15. Jawaban: b
1 Reaksi pembakaran gas asetilena:
Na(s) + Br2(g) → NaBr(s) ΔHf = –361,1 kJ mol–1 5
2
C2H2 + O2 → 2CO2 + H2O ΔH = –1.300 kJ
20 g 2
nNaBr = 102,9 g mol−1 = 0,19 mol

Kimia Kelas XI Semester 1 51


ΔHreaksi = ΣΔH°f produk – ΣΔH°f pereaksi 19. Jawaban: b
–1.300 kJ = (2ΔH of CO 2 + ΔH of H 2 O) – (ΔH of Reaksi pembakaran etanol:
5 C2H5OH(A) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(A)
C2H2 + ΔHof O2) ΔH = ΔHf° produk – ΔHf° pereaksi
2
= (2 × ΔHf° CO2 + 3 × ΔHf° H2O) – (ΔHf°
–1.300 kJ = (2(–395) + (–285)) kJ – (ΔH C2H2 + 0)
C2H5OH + 3 × ΔHf° O2)
ΔHfo = ((–790) – 285) kJ + 1.300 kJ = (2 × –393,51) + (3 × –285,83) – (–277,69 kJ
= +225 kJ + 0)
Jadi, ΔH pembakaran gas asetelina sebesar 225 kJ. = (–1.644,51 + 277,69) kJ
16. Jawaban: b = –1.366,82 kJ
Persamaan termokimia penguraian natrium Selisih energi pembakaran etanol berdasarkan
bikarbonat sebagai berikut. perhitungan dengan energi etanol hasil pembakaran
= kalor perhitungan – kalor hasil pembakaran
2NaHCO3(s) → Na2CO3(s) + H2O(A) + CO2(g) = –1.366,82 kJ – (–1.339,48 kJ)
ΔHreaksi = ΔHf°produk – ΔHf°pereaksi = –27,34 kJ
= (ΔH f° Na 2CO 3 + ΔHf° H 2O + ΔHf° Persen kalor yang hilang
CO2) – (2ΔHf° NaHCO3) −27, 24 kJ
= 1.366,82 kJ × 100%
= ((–1.130 kJ) + (–286 kJ) + (–394kJ))
– (2 × (–950 kJ)) = 2%
= (–1.810 kJ) – (–1.900 kJ) = +90 kJ Jadi, persentase kalor yang hilang sebesar 2%.
Jadi, perubahan entalpi reaksi penguraian 20. Jawaban: a
NaHCO3 sebesar +90 kJ (melepas kalor). Reaksi pembakaran sempurna gas C2H2
5
17. Jawaban: c C2H2(g) + O2(g) ⎯→ 2CO2(g) + H2O(A)
2
ΔHreaksi = ΣΔHf°produk – ΣΔHf°pereaksi ΔH = ΔHof produk – ΔHof pereaksi
= (ΔHf° SO2 + 4(ΔHf° HF) – (ΔHf° SF4 + {(2 × ΔHof CO2) + ΔHof H2O – {ΔHof C2H2
2ΔHf° H2O) 5
= ((–296 kJ) + 4(–271 kJ)) – ((–775 kJ) _( × ΔHof O2)}
2
+ 2(–187 kJ)) = {(2 × –393,51) + (–285,83)} – (226,73 + 0)
= (–1.380 kJ) – (–1.149 kJ) = –231 kJ = –787,02 – 285,83 – 226,73
18. Jawaban: d = –1.299,58 kJ mol–1
60 50,6 g
60% gas elpiji mengandung etana = × 250 = nC H = 26 g mol−1
100
2 2
150 gram
massa etana 150 gram = 1,95 mol
netana = M etana = 30 gram mol−1 = 5 mol ΔH pembakaran 50,69 gas C2H2
r

Reaksi pembakaran etana: = 1,95 mol × –1.299,58 kJ mol–1


1 = –2.534,18 kJ
C2H6(g) + 3 O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(A ) Jadi, kalor yang dihasilkan sebesar 2.534,18 kJ.
2
ΔH reaksi = (2ΔHf° CO2) + 3 ΔHf° H2O – (ΔHf° 21. Jawaban: d
1 Persamaan reaksi dari diagram tingkat energi
C2H6 + 3 ΔHf° O2)
2 tersebut.
= (2(–395,2 kJ ) + 3(–286,9 kJ )) – (–84,8 kJ 1
+ 0) H2(g) + O2(g) → H2O(g) ΔH = –241,82 kJ mol–1
2
= (–790,4 – 860,7) + 84,8 1
= –1.566,3 kJ H2O(A) → H2(g) + O (g) ΔH = +285,83 kJ mol–1
2 2
Kalor pembakaran yang dihasilkan dari 5 mol etana ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
= 5 mol × –1.566,3 kJ mol–1 = –7.831,5 kJ. H2O(A) → H2O(g) ΔH = +44,01 kJ mol–1
Jadi, kalor pembakaran 250 gram gas elpiji Jadi, ΔHvap H2O = 2 × 44,01 kJ mol–1 = + 88,02 kJ
melepaskan kalor sebesar 7.831,5 kJ.

52 Termokimia
22. Jawaban: a 27. Jawaban: c
ΔH4 = ΔH1 + ΔH2 + ΔH3 nHCl = 200 mL × 0,4 M = 80 mmol
(–1.548 kJ) = (138 kJ) + ΔH2 + (–286 kJ) nNaOH = 150 mL × 0,5 M = 75 mmol
ΔH2 = (–1.548 kJ) – ((138 kJ) + (–286 kJ)) NaOH(aq) + HCl(aq) ⎯→ NaCl(aq) + H2O(A)
ΔH2 = (–1.548 kJ) – (–148 kJ) mula-mula : 75 mmol 80 mmol – –
reaksi : 75 mmol 75 mmol 75 mmol 75 mmol
ΔH2 = –1.400 kJ ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Jadi, nilai ΔH2 sebesar –1.400 kJ (melepas kalor). stb : 75 mmol 5 mmol 75 mmol 75 mmol
Spesi yang terlibat dalam reaksi netralisasi adalah
23. Jawaban: a
ion H+ dan OH– membentuk senyawa H2O sebab
Perubahan entalpi reaksi pembakaran batu bara
larutan NaCl merupakan larutan spektator.
dapat ditentukan dengan membalik dan membagi
2 koefisien reaksi 1), sedangkan reaksi 2) tetap, reaksi : OH–(aq) + H+(aq) ⎯→ H2O(A)
reaksi 3) dibagi 2. 75 mmol 75 mmol 75 mmol
1 Entalpi netralisasi 1 mol HCl dengan 1 mol NaOH
CO(g) → C(s) + O2(g) ΔH = +111 kJ
2
sebesar –80 kJ mol–1.
C(s) + O2(g) → CO2(g) ΔH = –394 kJ
Dengan demikian, kalor yang dilepaskan reaksi
1
H2(g) + O2(g) → H2O(g)
2
ΔH = –242 kJ netralisasi 75 mmol NaOH dengan 75 mmol HCl
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
CO(g) + H2(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g) ΔH= –525 kJ
(ΔH)
= –80 kJ mol–1 × 0,075 mol = –6 kJ
24. Jawaban: b Jadi, energi yang dilepaskan sebesar 6 kJ.
CuO(s) + H2(g) → Cu(s) + H2O(g)
ΔHreaksi = ΔHf° produk – ΔHf° reaktan 28. Jawaban: b
ΔHreaksi = ΣDenergi pemutusan ikatan pereaksi – ΣDenergi
ΔHreaksi = (ΔHf° Cu(s) + ΔHf° H2O(g)) – (ΔHf°
CuO(s) + ΔHf° H2(g)) penggabungan ikatan produk
ΔHreaksi = {(2(2DC = O) + 3(2DH – O)) – ((DC – C)
ΔHreaksi = (0 + (–58,2 kkal)) – ((–37,5 kkal) + 0)
+ (5DC – H) + (DC – O) + (DO – H) + 3(DO = O)}
ΔHreaksi = (–58,2 kkal) – (–37,5 kkal)
= –20,7 kkal ΔHreaksi = (4(799 kJ mol–1) + 6(467 kJ mol–1))
Jadi, kalor yang menyertai reaksi tersebut sebesar – ((374 kJ mol–1) + 5(413 kJ mol–1)
–20,7 kkal (melepas kalor). + (358 kJ mol –1) + (467 kJ mol –1)
+ 3(495))
25. Jawaban: e ΔHreaksi = (3196 kJ mol –1 + 2802 kJ mol –1 )
Reaksi yang ditunjukkan oleh diagram di atas
– ((374 kJ mol–11) + (2065 kJ mol–1) +
adalah reaksi pembentukan XY2. Reaksi tersebut
(358 kJ mol –1) + (467 kJ mol –1) +
termasuk reaksi eksoterm karena entalpi produk
lebih kecil dari pada entalpi reaktan (ΔH < 0). (1.980))
Reaksi eksoterm merupakan reaksi yang melepas- ΔHreaksi = 5.998 kJ mol–1 – 5.244 kJ mol–1
kan kalor ke lingkungan dan ditandai dengan = +754 kJ mol–1
kenaikan suhu. Harga ΔH reaksi tersebut adalah 29. Jawaban: e
(a – c) kJ. ΔHreaksi = ΣDenergi pemutusan ikatan pereaksi – ΣDenergi
Jadi, pernyataan yang benar terdapat pada opsi e. penggabungan ikatan produk
26. Jawaban: b = (4(DC – H) + (DCl – Cl)) – (3(DC – H) +
SnCl2(s) + TiCl4(A) → SnCl4(A) + TiCl2(s) ΔH = –78 kJ (DC – Cl) + (DH – Cl))
(dibalik dikali 4) = (4(413 kJ mol–1) + 239 kJ mol–1) –
SnCl2(s) + Cl2(g) → SnCl4(A) ΔH = –195 kJ (3(413 kJ mol–1) + (339 kJ mol–1)
(dikali 4)
+ (427 kJ mol–1))
Sehingga menjadi = (339 kJ mol –1 + 427 kJ mol –1 )
4SnCl4(A) + 4TiCl2(s) → 4SnCl2(s) + 4TiCl4(A) ΔH = +312 kJ
– (413 kJ mol–1 + 239 kJ mol–1)
4SnCl2(s) + 4Cl2(g) → 4SnCl4(A) ΔH = –780 kJ
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + = 766 kJ mol–1 – 652 kJ mol–1
4TiC2l(s) + 4Cl2(g) → 4TiCl4(A) ΔH = –468 kJ = +144 kJ mol–1
Jadi, perubahan entalpi reaksinya adalah –468 kJ. Jadi, perubahan entalpi reaksi CH4(g) + Cl2(g)
→ CH3Cl(g) + HCl(g) sebesar +144 kJ mol–1 .

Kimia Kelas XI Semester 1 53


30. Jawaban: b 3. Kalor pembakaran timol = kalor yang diserap
ΔHreaksi = ΣDenergi pemutusan ikatan pereaksi – ΣDenergi kalorimeter bom
penggabungan ikatan produk
–q = C × ΔT
= ((DC – H) + (DC ≡ N) + (2DH – H)) – ((3DC – H) –q = 4,7 kJ °C–1 × 15°C = 70,5 kJ
+ (DC – N) + 2(DN – H)) Mr C10H14(s) = 150 g mol–1
= ((412 kJ mol–1) + (890 kJ mol –1) 1,5 g
ntimol = = 0,01 mol
+ 2(436 kJ mol–1)) – (3(412 kJ mol–1) + 150 g mol−1
(293 kJ mol–1) + 2(390 kJ mol–1)) Pembakaran 0,01 timol melepaskan kalor sebesar
= (890 kJ mol –1 + 872 kJ mol –1 ) 70,5 kJ.
– (824 kJ mol–1 + 293 kJ mol–1 + ΔH pembakaran 1 mol C10H14
780 kJ mol–1) 1 mol
= 1.762 kJ mol–1 – 1.897 kJ mol–1 = 0,01 mol × –70,5 kJ = –7.050 kJ
= –135 kJ mol–1 Jadi, ΔH pembakaran standar timol adalah
Jadi, kalor yang dilepaskan reaksi tersebut sebesar –7.050 kJ mol–1.
135 kJ mol–1.
4. Voktana = 2 galon = 2 × 3,785 L = 7,570 L = 7.570 mL
B . Uraian m oktana = ρoktana × Voktana
= 0,703 g mL–1 × 7.570 mL
1. Pelarutan serbuk kalsium klorida dalam air = 5321,71 g
melepaskan kalor karena merupakan reaksi Mr oktana (C8H20) = 116 g mol–1
eksoterm. Panas yang dihasilkan oleh reaksi
5.321,71 g
dilepaskan ke lingkungan sehingga gelas beaker noktana = 116 g mol−1 = 45,88 mol
terasa hangat. Sementara itu, reaksi pelarutan
amonium nitrat menyerap panas dari lingkungan Kalor pembakaran 2 galon oktana = 45,88 mol ×
karena merupakan reaksi endoterm. Panas yang –5.479,8 kJ mol–1 = –251.413,22 kJ.
diperlukan dalam reaksi diserap dari lingkungan 5. massa = 9,10 gram
sehingga gelas beker terasa dingin. Ar Ag = 108 g mol–1
2. Mr CH3COOK = 98 g mol–1 c = 0,235 Jg–1K–1
m CH3COOK = 98 g mol–1 × 0,25 mol = 24,5 g ΔH = 11,3 kJ mol–1
m air = 700 mL × 0,98 g mL–1 = 686 g T1 = 25°C = 25 + 273 = 298 K
kalor pelarutan = ΔHosol = –20,5 kJ mol–1 T2 = 962°C = 1.235 K
ΔH pelarutan 0,25 mol CH3COOK ΔT = 1,235 K – 298 K = 937 K
= –20,5 kJ mol–1 × 0,25 mol Pemanasan pada perak yaitu pemanasan 0°C
= –5,12 kJ = –5.125 J hingga titik leleh dan melelehkan pada suhu 962°C.
m larutan = m CH3COOK + m air Jumlah kalor yang diperlukan:
= 686 g + 24,5 g = 710,5 g 1) q 1 = m × c × ΔT
Suhu awal (T1) = 27°C = 9,10 gram × 0,235 Jg–1K–1 × 937K
Perubahan suhu sebanding dengan kalor larutan = 2.003,8 J
CH3COOK menurut persamaan: m
2) q 2 = A × ΔH
ΔH = –q = –(m × c × ΔT) r

–5.125 J = (–710,5 g × 4,18 J g–1 °C–1 × (T2 – T1)) 9,10 g


= × 11,3 kJ mol–1
–5.125 J = –(2.969,89 J °C–1 × (T2 – 27°C)) 108 g mol−1
5.125 J = 953,28 J
(T2 – 27°C) = 2.969,89 J °C−1 q = q1 + q2
(T2 – 27°C) = 1,73°C = 2.003,8 J + 953,28 J
T2 = 27°C + 1,73°C = 2.957,08 J
= 28,73°C
Jadi, suhu akhir larutan yaitu 28,73°C.

54 Termokimia
6. T1 = 20°C; T2 = 35°C; ΔT = (35 – 20)°C = 15°C 2C2H2(g) → 4C(s) + 2H2(g) ΔH= –454 kJ
a. Kalor reaksi total pada reaksi diperoleh dari 4C(s) + 4O2(g) → 4CO2(g) ΔH = –1574 kJ
penjumlahan kalor reaksi larutan dan kalor 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(A ) ΔH = –572 kJ
reaksi kalorimeter. –––––––––––––––––––––––––––––––––– +
1) Kalor reaksi larutan (ΔH1) 2C2H2(g) + 5O2(g) → 4CO2(g)
ΔH1 = –(m × c × ΔT) + 2H2O(A ) ΔH = –2.600 kJ
= V × ρair × c × ΔT Jadi, entalpi reaksi pembakaran sempurna 2 mol
= –(250 + 250) mL × 1 g mL –1 etena sebesar 2.600 kJ.
× 1 kal g–1°C–1 × 15°C 9. Entalpi reaksi 2N2(g) + 5O2(g) + 2H2O(A) →
= –7.500 kal 4HNO3(aq) dapat ditentukan dengan mengguna-
2) Kalor reaksi kalorimeter (ΔH2) kan reaksi 1) yang dikalikan tiga, reaksi 2) dikali-
ΔH2 = C × ΔT kan dua, dan reaksi 3) dikalikan dua.
= 120 kal°C–1 × 15°C 6NO(g) + 3O2(g) → 6NO2(g) ΔH = –348 kJ
= –1.800 kal
2N2(g) + 2O2(g) → 4NO(g) ΔH = +366 kJ
Kalor reaksi total= ΔH1 + ΔH2
6NO2(g) + 2H2O(A) → 4HNO3(aq) + 2NO(g)
= (–7.500 + –1.800) kal
ΔH = –274 kJ
= –9.300 kal –––––––––––––––––––––––––––––––––– +
= –9,3 kkal 2N2(g) + 5O2(g) +2H2O(A) → 4HNO3(aq)
1 kal = 4,2 joule ΔH = (–348 kJ) + 366 kJ + (–274 kJ)
Kalor reaksi total = –9.300 kkal × 4,2 J = –119 kJ
= –39,06 kJ Jadi, perubahan entalpi reaksi: 2N2(g) + 5O2(g) +
Jadi, jumlah kalor reaksi total yang diperlukan
2H 2 O( A ) → 4HNO 3 (aq) sebesar –256 kJ
pada reaksi tersebut sebesar 39,06 kJ.
(melepas kalor).
b. Persamaan termokimia:
HBr(aq) + NaOH(aq) → NaBr(aq) + 10. ΔHreaksi = energi ikatan pereaksi – energi ikatan
H2O(aq) hasil reaksi
ΔH = 39,06 kJ mol–1 = {(3DC – H) + (DC – C) + (DC = O) + (DC – O)
7. Pembentukan gas SO2 dari kristal rombik S + (DO – H) + (3DC – H) + (DC – O) + (DO – H)}
ditunjukkan oleh ΔH3. – {(6DC – H) + (DC – C) + (DC = O) +
ΔH3 = ΔH1 – ΔH2 (2DC – O) + (2DO – H)}
= (–296,36 kJ) – (–0,30 kJ) = (3(413 kJ) + 345 kJ + 745 kJ + 358 kJ
= –296,06 kJ + 467 kJ + 3(413 kJ) + 358 kJ + 467 kJ)
Jadi, reaksi pembentukan gas SO2 dari kristal – (6(413 kJ) + 345 kJ + 745 kJ +
melepaskan kalor sebanyak 296,06 kJ. 2(358 kJ) + 2(467))
= (745 kJ + 467 kJ + 467 kJ) – (745 kJ +
8. Entalpi reaksi 2C2H2(g) + 5O2(g) → 4CO2(g) + 2(467))
2H2O(A ) dapat ditentukan dengan membalik dan = 0 kJ
mengalikan dua reaksi 1), mengalikan dua reaksi 2), Jadi, perubahan entalpi reaksinya nol sehingga
dan memballik reaksi 3) sehingga menjadi: tidak melibatkan perubahan kalor.

Kimia Kelas XI Semester 1 55


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b
9 7

1. Jawaban: d 6 5 4 3 2 1
Jagung termasuk senyawa organik. Hasil 10 8
pemanasan jagung menghasilkan uap yang
kemudian mengembun. Embun tersebut dapat Atom C tersier adalah atom C yang mengikat tiga
mengubah warna kertas koblat(II) klorida dari biru atom C lainnya. Atom C tersier ditunjukkan oleh
menjadi merah muda. Embun dari uap tersebut atom C nomor 4 dan 5. Atom C nomor 1,
merupakan air (H 2O). Percobaan pemanasan 6, 7, 8, 9, dan 10 merupakan atom C primer karena
jagung membuktikan bahwa senyawa organik hanya mengikat satu atom C lain. Atom C nomor 2
mengandung unsur hidrogen dan oksigen. Selain merupakan atom C kuarterner karena mengikat
hidrogen dan oksigen, senyawa organik juga empat atom C lain. Atom C nomor 3 merupakan
mengandung karbon yang ditandai dengan atom C sekunder karena mengikat dua atom C lain.
timbulnya gas karbon dioksida saat dipanaskan.
5. Jawaban: b
2. Jawaban: c Senyawa hidrokarbon tidak jenuh merupakan
Sifat senyawa organik dan senyawa anorganik hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua
yang tepat sebagai berikut. atau rangkap tiga. Senyawa-senyawa tersebut jika
dibuat struktur rantai lurusnya sebagai berikut.
No. Senyawa Organik Senyawa Anorganik
1) C3H8 : CH3 – CH2 – CH3
1) Tidak stabil terhadap Cenderung stabil ter- 2) C4H6 : CH3 – CH2 – C ≡ CH
pemanasan. hadap pemanasan.
2) Mempunyai rantai Tidak mempunyai rantai 3) C5H12 : CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
karbon. karbon. 4) C4H10 : CH3 – CH2 – CH2 – CH3
3) Sukar larut dalam Lebih mudah larut dalam 5) C6H14 : CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
pelarut polar. pelarut polar.
4) Tersusun atas ikatan Tersusun atas ikatan Berdasarkan strukturnya, senyawa b merupakan
kovalen. ion. senyawa yang mempunyai ikatan rangkap tiga
5) Titik didih dan titik leleh Titik didih dan titik leleh
rendah. tinggi.
sehingga termasuk senyawa tidak jenuh. Adapun
senyawa-senyawa yang lain mempunyai ikatan
Jadi, pasangan sifat senyawa organik dan anorganik tunggal sehingga termasuk senyawa hidrokarbon
yang tepat ditunjukkan oleh angka 2) dan 4). jenuh.
3. Jawaban: c 6. Jawaban: a
Atom karbon mempunyai nomor atom 6 dengan Berdasarkan strukturnya, senyawa tersebut
konfigurasi elektron 2, 4 sehingga mempunyai merupakan alifatik yang membentuk rantai
elektron valensi 4. Dengan elektron valensi tertutup. Oleh karena itu, senyawa tersebut
tersebut, karbon dapat membentuk ikatan kovalen termasuk alisiklik. Senyawa aromatik merupakan
dengan empat atom lain atau sesama karbon. senyawa siklik yang mempunyai ikatan tunggal
Kekhasan atom karbon adalah kemampuannya dan ikatan rangkap saling berselang-seling
yang dapat mengikat sesama atom C membentuk sehingga terkonjugasi. Senyawa heterosiklik
rantai karbon panjang. Ikatan karbon tersebut adalah senyawa karbon yang membentuk siklik
dapat berupa ikatan tunggal maupun ikatan dan mengandung atom lain, tidak hanya tersusun
rangkap dua dan rangkap tiga. atas karbon dan hidrogen. Senyawa alifatik adalah

56 Penilaian Tengah Semester


senyawa hidrokarbon berantai lurus maupun 11. Jawaban: d
bercabang yang hanya mempunyai ikatan tunggal. Senyawa 4-etil-2-metilheksana merupakan
Sementara itu, senyawa alifatik tidak jenuh senyawa hidrokarbon tersusun dari 6 atom C
merupakan senyawa hidrokarbon berantai lurus sebagai rantai karbon dan mempunyai cabang
maupun bercabang yang mempunyai ikatan metil pada atom C kedua dan cabang etil
rangkap dua atau rangkap tiga. pada atom C keempat. Rumus struktur
7. Jawaban: b 4-etil-2-metilheksana:
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang hanya
tersusun atas karbon dan hidrogen. Contoh
senyawa hidrokarbon yaitu C6H12 dan C2H2.
Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa
Struktur a adalah 2,3-dimetilpentana. Struktur b
organik yang paling sederhana. Senyawa organik
adalah 2,2,4-trimetilpentana. Struktur c adalah
yaitu senyawa yang tersusun atas karbon,
3-etil-2-metilpentana. Struktur e adalah
hidrogen, oksigen, dan beberapa unsur lain seperti
2,3,5-trimetilheksana.
nitrogen, fosfor, dan belerang. Jadi, C12H22O6,
CH 3 NH 2 , dan C 6 H 12 O 6 merupakan contoh 12. Jawaban: b
senyawa karbon. Isomer geometri adalah isomer ruang yang
8. Jawaban: d dimiliki oleh alkena. Isomer geometri terjadi jika
Struktur senyawa: atom C yang berikatan rangkap mengikat gugus-
gugus yang berbeda. Jika gugus yang sama diikat
dalam satu ruang disebut isomer cis. Jika gugus
yang sama diikat dalam ruang berseberangan
disebut isomer trans. Struktur b merupakan
mempunyai rantai utama yang tersusun atas struktur isomer geometri trans.
6 atom C sehingga termasuk heksana. Struktur 13. Jawaban: d
tersebut mengikat 3 cabang metil pada atom C Reaksi antara monohaloalkana dengan KOH
nomor 2, 3, dan 4. Dengan demikian, nama dalam alkohol menghasilkan senyawa alkena.
senyawa yang tepat adalah 2,3,4-trimetilheksana. Misal reaksi 3-kloropentana dengan KOH dalam
9. Jawaban: b alkohol yang menghasilkan 2-pentena melalui
Isomer adalah senyawa yang mempunyai rumus reaksi berikut.
molekul sama, tetapi berbeda rumus strukturnya. alkohol
⎯⎯⎯⎯ →
Senyawa 2-metilpentana mempunyai rumus
molekul C6H14. Struktur b adalah 3-metilpentana
CH3 – CH == CH – CH2 – CH3 + KCl + H2O
dengan rumus molekul C6H14. Struktur a adalah
2,3-dimetilpentana dengan rumus molekul C7H16. 14. Jawaban: e
Struktur c adalah n-pentana yang mempunyai Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian atom
rumus molekul C 5 H 12 . Struktur d adalah atau gugus atom oleh atom atau gugus atom lain.
2,4-dimetilpentana dengan rumus molekul C7H16. Contoh reaksi substitusi ditunjukkan oleh
Struktur e adalah 2-metilbutana dengan persamaan reaksi e. Persamaan reaksi a
rumus molekul C5H12. Jadi, isomer senyawa merupakan reaksi adisi karena terjadi pembukaan
2-metilpentana ditunjukkan oleh senyawa b. ikatan rangkap pada hidrokarbon menjadi ikatan
10. Jawaban: b tunggal karena penambahan atom atau gugus atom
Senyawa alkena adalah senyawa hidrokarbon yang diikat. Persamaan reaksi b merupakan reaksi
yang mengandung ikatan rangkap dua. Senyawa eliminasi karena terjadi pembentukan ikatan
alkena ditunjukkan oleh struktur b. Struktur a, c, rangkap. Persamaan reaksi c merupakan reaksi
dan d termasuk senyawa hidrokarbon golongan oksidasi karena terjadi reaksi pembakaran yang
alkana karena antaratom C-nya hanya tersusun menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air.
atas ikatan tunggal. Struktur e termasuk golongan Persamaan reaksi d merupakan reaksi adisi karena
alkuna karena antaratom C-nya mempunyai ikatan ikatan rangkap senyawa terbuka dan mengikat
rangkap tiga. atom Cl.

Kimia Kelas XI Semester 1 57


15. Jawaban: a 18. Jawaban: e
Titik didih senyawa hidrokarbon berbanding lurus Komponen bensin yang paling banyak cabangnya
dengan massa molekul relatifnya. Semakin besar adalah isooktana atau 2,2,4-trimetilpentana,
Mr senyawa, titik didih semakin tinggi. Pada dengan rumus molekul
jumlah Mr sama, senyawa berantai lurus lebih CH3
tinggi titik didihnya dibanding senyawa dengan |
banyak cabang. Rumus struktur senyawa-senyawa CH3 – CH – CH2 – C – CH3
| |
dekana, oktana, 2-metilheptana, 2,3-dimetilpentana,
CH3 CH3
dan 2, 2, 3, 3-tetrametilbutana sebagai berikut.
Dekana (C10H22): 19. Jawaban: b
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 Data fraksi minyak bumi beserta kegunaannya
sebagai berikut.
Oktana (C8H18):
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 No. Jumlah Titik didih Nama
Kegunaan
Atom C (°C) Fraksi
2-metilheptana (C8H18):
1) 1–4 < 30 Gas elpiji Bahan bakar memasak
CH3 – CH – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
2) 5 – 12 35 – 90 Bensin Bahan bakar kendara-
| an bermotor
CH3 3) 12 – 16 170 – 250 Kerosin Bahan bakar pesawat
jet
2,3-dimetilpentana (C7H16): 4) 14 – 25 200 – 250 Solar Bahan bakar mesin
CH3 diesel
| 5) 18 – 30 250 – 350 Pelumas Pelumas mesin
CH3 – CH – CH – CH2 – CH3
20. Jawaban: b
|
Senyawa penyusun minyak bumi berupa
CH3
hidrokarbon alifatik rantai terbuka maupun
2,2,3,3-tetrametilbutana (C8H18): tertutup dan hidrokarbon aromatik. Semakin besar
CH3 CH3 berat molekul hidrokarbon, titik didihnya semakin
| | besar. Dengan demikian, grafik yang tepat
CH3 – C – C – CH3
| | menggambarkan hubungan antara berat molekul
CH3 CH3 dan titik didih hidrokarbon dalam minyak bumi
adalah grafik b.
Jadi, senyawa yang titik didihnya paling tinggi
adalah dekana. 21. Jawaban: d
Bensin dapat dihasilkan dengan cara cracking
16. Jawaban: a
fraksi minyak bumi yang mempunyai rantai
Senyawa alkana alifatik adalah senyawa yang
karbon lebih panjang. Fraksi minyak bumi
berantai lurus maupun bercabang, misal n-butana,
berantai lebih panjang dari bensin yaitu solar,
2-metilheksana, dan isooktana. Siklopentana, etil
pelumas, kerosin, dan pelumas. Adapun fraksi
siklopentana, dan metilsikloheksana termasuk
minyak bumi yang mempunyai rantai karbon lebih
senyawa struktur cincin. Adapun benzena dan
pendek diolah menjadi bensin melalui proses
etilbenzena termasuk senyawa aromatik.
polimerisasi, misal gas elpiji dan petroleum eter.
17. Jawaban: e
22. Jawaban: e
Penyulingan minyak bumi dilakukan dengan
Mutu bensin dinyatakan dalam bilangan oktan.
distilasi bertingkat berdasarkan perbedaan titik
Semakin besar bilangan oktan bensin, kualitasnya
didih komponen penyusunnya. Fraksi minyak
semakin baik (tinggi). Semakin tinggi bilangan
bumi yang mempunyai titik didih paling rendah
oktan, jumlah ketukan berkurang sehingga
akan menguap lebih dahulu diikuti fraksi yang
pembakaran bensin dalam mesin semakin opti-
mempunyai titik didih lebih tinggi. Urutan fraksi
mal. Pembakaran yang optimal menghasilkan
minyak bumi dari titik didih paling rendah yaitu
energi lebih besar dan jelaga yang lebih sedikit
petroleum eter, bensin, nafta, kerosin, dan parafin.
karena sebagian besar pembakaran terjadi secara
Jadi, fraksi minyak bumi yang mempunyai titik
sempurna.
didih paling rendah adalah petroleum eter.

58 Penilaian Tengah Semester


23. Jawaban: e Sementara itu, reaksi-reaksi yang lain termasuk
Pembakaran bensin menghasilkan berbagai reaksi eksoterm. Misal reaksi 2SO3(g) → 3O2(g)
senyawa, misalnya karbon dioksida (CO2), uap + 2S(s) ΔH = –197 kJ yang melepaskan kalor 197
air (H2O), oksida nitrogen (NO2 dan NO3), oksida kJ. Persamaan tersebut dapat ditulis 2SO3(g) →
belerang (SO2 dan SO3), dan CO. Karbon dioksida 3O2(g) + 2S(s) + 197 kJ.
(CO2) dan uap air (H2O) termasuk dalam gas
27. Jawaban: e
rumah kaca sehingga berperan dalam peningkatan
Diagram tersebut menunjukkan reaksi penguraian
suhu permukaan bumi. Oksida nitrogen (NO2 dan
CaCO3 menjadi unsur-unsurnya dengan menyerap
NO3) dan oksida belerang (SO2 dan SO3) berperan
energi dari lingkungan. Oleh karena itu, reaksi
dalam pembentukan kabut asap (smog). Selain itu,
bersifat endoterm. Entalpi pereaksi lebih rendah/
kedua senyawa tersebut dapat bereaksi dengan
kecil daripada entalpi hasil reaksi (produk). Energi
uap air di udara membentuk senyawa asam yang
yang diperlukan untuk reaksi tersebut sebanyak
dapat turun sebagai hujan asam. Gas CO
1.207 kJ untuk setiap 1 mol CaCO3. Besarnya
merupakan gas berbahaya karena lebih mudah
entalpi yang diperlukan untuk reaksi penguraian
berikatan dengan hemoglobin dibanding oksigen.
2 mol CaCO3 sebanyak 2.414 kJ. Jika entalpi yang
Jika gas ini terhirup ke dalam tubuh, tubuh akan
diperlukan sebanyak 603,5 kJ, banyaknya CaCO3
kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan
yang diuraikan sebanyak 0,5 mol. Reaksi
lemas, pingsan, bahkan kematian.
pembentukan CaCO 3 dari unsur-unsurnya
24. Jawaban: a merupakan reaksi kebalikan dari reaksi
Beberapa cara untuk mengurangi dampak negatif penguraian. Dengan demikian, reaksi pembentukan
pembakaran bensin sebagai berikut. CaCO3 dari unsur-unsurnya bersifat eksoterm
1) Menambahkan bioetanol ke dalam bensin. yaitu melepaskan energi ke lingkungan.
2) Menaikkan bilangan oktan bensin dengan zat
28. Jawaban: b
aditif yang lebih aman, misal etil tersier butil
mNaHCO = 8,4 g
eter. Penggunaan TEL sebagai bahan aditif 3

bensin harus dihindari karena TEL Mr NaHCO3 = 8,4 g mol–1


mengandung timbal yang termasuk logam m 8, 4 g
nNaHCO = M = = 0,1 mol–1
berat sehingga berbahaya bagi makhluk hidup. 3 r 84 g mol−1
3) Melakukan servis kendaraan bermotor secara ΔH untuk reaksi 2 mol NaHCO3 = –1.720 kJ
teratur dan berkala. ΔH untuk reaksi 0,1 mol NaHCO3
4) Menggunakan pengubah katalitik (catalytic 0,1 mol
= 2 mol × (–1.720 kJ) = –86,0 kJ
converter) yang ada pada knalpot kendaraan
untuk menyaring emisi gas kendaraan. Jadi, kalor yang dilepaskan sebanyak 86,0 kJ.
5) Menggunakan bahan bakar yang sesuai rasio 29. Jawaban: e
kompresi kendaraan. Kalor pembentukan standar adalah kalor yang
25. Jawaban: d menyertai pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan unsur pembentuknya dalam keadaan standar, misal
energi kalor (panas), misal pembakaran sampah reaksi e. Reaksi a merupakan reaksi pembakaran.
daun dan pelarutan batu kapur dalam air. Adapun Reaksi b merupakan reaksi pembentukan tetapi
pengelasan logam, pelaruan urea dalam air, dan bukan dari unsur-unsurnya. Reaksi c merupakan
reaksi fotosintesis tanaman termasuk reaksi reaksi pembentukan, tetapi dari ion-ionnya.
endoterm. Reaksi endoterm adalah reaksi yang Reaksi d merupakan reaksi pembentukan, tetapi
memerlukan kalor (panas). pembentukan 2 mol senyawa.

26. Jawaban: a 30. Jawaban: b


Reaksi N2O4(g) → 2NO2(g) – 58 kJ merupakan Reaksi SF4(g) + 2H2O(A) → SO2(g) + 4HF(g)
reaksi endoterm karena reaksi membutuhkan kalor ΔH = –231 kJ merupakan reaksi eksoterm yang
sebesar 58 kJ. Persamaan tersebut juga dapat melepas energi (kalor) ke lingkungan. Entalpi
ditulis N 2 O 4 (g) → 2NO 2 (g) ΔH = +58 kJ. pereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi.

Kimia Kelas XI Semester 1 59


Dengan demikian, grafik yang tepat meng- 1) 2C(s) + 2O2(g) → 2CO2(g) ΔH = 2a kJ
gambarkan reaksi tersebut ditunjukkan oleh grafik 2) C2H2(g) → 2C(s) + H2(g) ΔH = –b kJ
b. Grafik a menunjukkan reaksi kebalikan dari
1 c
reaksi tersebut yang bersifat endoterm. 3) H2(g) + 2 O2(g) → H2O(A) ΔH = 2 kJ
31. Jawaban: a –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
nAgNO = 25 mL × 0,1 M c
3 C2H2(g) + 3O2 → 2CO2 + H2O ΔH = 2a – b + 2
= 2,5 mmol = 2,5 × 10–3 mol
Jadi, perubahan entalpi pembakaran C2H2 adalah
nHCl = 25 mL × 0,1 M
c
= 2,5 mmol = 2,5 × 10–3 mol 2a – b + 2 .
massa = 50 mL × 1 gmL–1 = 50 gram
35. Jawaban: b
ΔT = 0,5°C
Massa tembaga = 303 kg = 303.000 g
q = m × c × ΔT
ctembaga = 0,38 Jg–1K–1
= 50 gram × 4,2 Jg–1°C–1 × 0,5°C = 105 J
ΔT = 90°C – 25°C
q 105 = 65°C
Kalor netralisasi = – =–
n 2,5 × 10−3 = 65 K
= 42.000 J = –42 kJ ΔHc C4H10 = –2.475 kJ mol–1
Jadi, kalor netralisasi pada reaksi tersebut sebesar q = m × c × ΔT
–42 kJ. = 303.000 g × 0,38 Jg–1K–1 × 65 K
32. Jawaban: d = 7.484,1 kJ
CH2 == CH2 + HCl ⎯→ CH3CH2Cl −q
ΔH = Σenergi pemutusan reaktan – Σenergi penggabungan produk Mol butana =
H c C4 H10
= {4DC–H + DC=C + DHCl) – −7.484,1 kJ
=
(5DC–H + DC–C + DC–Cl} −2.475 kJ mol−1

= {(4(12 kJ mol–1) + (609 kJ mol–1) – (426 kJ mol–1)) – = 3,02 mol


(5(412 kJ mol–1) + (345 kJ mol–1) + (326 kJ mol–1)}
Massa butana = mol × Mr
= 2.683 kJ mol–1 – 2.731 kJ mol–1 = 3,02 mol × 58 g mol–1
= –48 kJ mol–1 = 175,16 gram
Jadi, perubahan entalpi reaksi tersebut sebesar Jadi, massa butana yang digunakan sebanyak
–48 kJ mol–1. 175,16 gram .
33. Jawaban: c 36. Jawaban: d
ΔHreaksi = Σenergi pemutusan reaktan – Reaksi pelarutan MgCl2(s) anhidrat dalam air.
Σenergi penggabungan produk MgCl2(s) + H2O(A) → MgCl2(aq)
ΔH = –25 kal mol–1
ΔHreaksi = {(2(DO–O + 2DO–H)) – (4DO–H + DO=O)
Reaksi pembentukan hidrat.
= {(2(146 kJ mol–1 + 2 × 412 kJ mol–1))
MgCl2(s) + H2O(A) → MgCl2.2H2O
– (4(412 kJ mol–1) + 495 kJ mol–1)} ΔH = –30 kal mol–1
= {(2(146 kJ mol–1 + 824 kJ mol–1)) Reaksi pelarutan hidrat MgCl2.2H2O dalam air
– (1648 kJ mol–1 + 495 kJ mol–1)} MgCl2.2H2O + H2O(A) → MgCl2(aq)
= 2(970 kJ mol–1) – (2.143 kJ mol–1) Perubahan entalpinya dapat ditentukan dengan
= 1940 kJ mol–1 – 2.143 kJ mol-–1 cara berikut.
= –203 kJ mol–1 MgCl2(s) + H2O(A) → MgCl2(aq)
Jadi, reaksi penguraian 2H2O2(g) → 2H2O(g) + ΔH = –25 kal mol–1
O2(g) mempunyai entalpi sebesar –203 kJ mol–1. MgCl2.2H2O → MgCl2(s) + H2O(A)
34. Jawaban: d ΔH = +30 kal mol–1
Reaksi pembakaran C2H2 dapat ditentukan dari Reaksi:
persamaan 1), 2), dan 3). Reaksi 1) tetap dan dikali MgCl2.2H2O + H2O(A) → MgCl2(aq)
2, reaksi 2) dibalik, sedangkan reaksi 3) dibalik ΔH = +5 kal mol–1
dan dibagi 2. Jadi, perubahan entalpi reaksi pelarutan
MgCl2.2H2O dalam air sebesar +5 kal mol–1.

60 Penilaian Tengah Semester


37. Jawaban: b
100 gram × 4, 2 J g −1°C−1 × 12°C
ΔHreaksi = Σ ΔH°f produk – Σn ΔH°f reaktan = 14 gram
56 g mol−1
TiO2(g) + 2H2O(A) → TiO2(g) + 4HCl(g)
ΔHreaksi = (ΔH°f TiO2 + 4(ΔH°f HCl) – 100 gram × 56 g mol−1 × 4, 2 J g −1°C−1 × 12°C
= 14 gram
(ΔH°f TiCl4 + 2(ΔH°f H2O)
= ((–945) + 4(–92)) – ((–763) + 2(–286)) B. Uraian
= –1.313 – (–1.335)
1. Adanya karbon dalam senyawa organik diuji
= +22
dengan memanaskan senyawa organik sehingga
Jadi, ΔH reaksi tersebut sebesar +22 kJ mol–1
dihasilkan gas CO2 (karbon dioksida). Hal ini
(menyerap energi).
sesuai dengan teori bahwa hasil pemanasan atau
38. Jawaban: d pembakaran karbon (C) akan menghasilkan gas
3Fe2O3(s) + CO(g) → CO2(g) + 2Fe3O4(s) CO2. Untuk menguji kebenaran terbentuknya gas
ΔH = ΔHproduk – ΔHreaktan CO2 maka gas dialirkan ke dalam air kapur. Gas
= (ΔH°f CO2(g) + 2ΔH°f Fe3O4(s)) – CO 2 akan bereaksi dengan larutan air kapur
(3ΔH°f Fe2O3(s) + ΔH°f CO(g) membentuk CaCO3 yang berupa endapan. Dengan
= (–394 kJmol–1 + 2(–1.120 kJmol–1)) demikian, adanya kandungan karbon dalam
– (3(–822 kJmol–1) + (–110 kJmol–1)) senyawa organik diketahui dengan terbentuknya
= (–394 kJmol–1 + (–2.240 kJmol–1)) endapan pada air kapur atau air menjadi keruh
– (–2466 kJmol–1) + (–110 kJmol–1)) setelah dialiri gas hasil pemanasan senyawa
= (–2634 kJmol–1) – (–2576 kJmol–1) organik.
= –58 kJmol-1 2. a.
Jadi, entalpi reaksi 3Fe2O3(s) + CO(g) → CO2(g)
+ 2Fe3O4(s) adalah –58 kJmol–1 (melepas energi).
b.
39. Jawaban: a
AgNO3(aq) + NaCl(aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq)
0,1 mmol 0,2 mmol
c.
−q
ΔH = mol
d.
−q
–84.000 kJ = 0,1 mmol
q = 8.400 J
q = m × c × ΔT
8.400 J = 200 gram × 4,2 Jg–1°C–1 × (ΔT) 3. a. 2-metil-2-pentena
8.400 J
ΔT = 200 gram × 4,2 J g −1°C−1
= 10°C b. 3-metil-2-pentena
Jadi, kenaikan suhu yang terjadi pada reaksi
sebesar 10°C.
40. Jawaban: e c. 4-metil-2-pentena
massa KOH = 14 gram
Mr KOH = 56 gmol–1
ΔT = 37°C – 25°C = 12°C d. 1-pentena
Kalor jenis larutan = kalor jenis air = 4,2 J g–1°C–1
−q e. 2-pentena
ΔH = mol
m × c × ΔT f. 2,3-dimetil-2-butena
= mol

Kimia Kelas XI Semester 1 61


4. a. volume oktana dalam bensin = 35% × 1 L 5.
= 350 mL = 0,35 L No. Nama Jumlah Titik
Kegunaan
volume C8H18 Fraksi Atom C Didih (°C)
mol C8H18 = 22, 4 L 1) Gas elpiji 1–4 < 30 Bahan bakar memasak
2) Bensin 5 – 12 35 – 90 Bahan bakar kendara-
0,35 L
= an bermotor
22, 4 L 3) Kerosin 12 – 16 170 – 250 Bahan bakar pesawat
jet
= 1,56 × 10–2 mol 4) Solar 14 – 25 200 – 250 Bahan bakar mesin
25 diesel
mol O2 = 2
× 1,56 × 10–2 mol
6. a. Senyawa pembanding yang digunakan adalah
= 0,195 mol n-heksana dan isooktana. Senyawa n-heksana
volume O2 = mol × 22,4 L sebagai standar bilangan oktan 0, sedangkan
= 0,195 mol × 22,4 L isooktana sebagai standar bilangan oktan 100.
= 4,368 L b. Hasil pembakaran n-heksana menghasilkan
Jadi, volume gas oksigen yang dihasilkan banyak ketukan karena terbakar dalam waktu
oleh pembakaran etana sebanyak 4,368 L. singkat. Sementara itu, isooktana meng-
b. Reaksi pembakaran oktana: 2C8H18(g) + hasilkan jumlah ketukan paling sedikit karena
25O2(g) → 16CO2(g) + 18H2O(g) terbakar lebih lama.
massa C8H18 c. Bensin dengan bilangan oktan 85 mempunyai
mol C8H18 = M C H kualitas sama dengan perbandingan 85%
r 8 18
isooktana dan 15% n-heptana. Dengan
912 g
= demikian, pembakaran bensin tersebut di
114 g mol−1
dalam mesin dan jumlah ketukan yang
= 8 mol mungkin dihasilkan sama dengan pembakaran
16 85% isooktana dan 15% n-heptana.
mol CO2 = 2 × 8 mol = 64 mol
1
7. Reaksi pembentukan NCl3(g) adalah 2 N2(g) +
massa CO2 = mol × Ar CO2
3
= 64 mol × 44 g mol–1 Cl (g) → NCl3(g). Reaksi ini dapat ditentukan
2 2
= 2.816 g dengan menggunakan reaksi 1), membagi 2 reaksi
3
18 2), serta membalik dan mengkalikan 2 reaksi 3).
mol H2O = 2
× 8 mol = 72 mol NH3(g) + 3Cl2(g) → NCl3(g) + 3HCl(g) ΔH1
1 3 1
massa H2O = mol × Ar H2O N (g) + H2(g) → NH3(g)
2 2 2 2
ΔH2

= 72 mol × 18 g mol–1 3HCl(g)


3 3
→ 2 H2(g) + 2 Cl2(g) – 2 ΔH3
3

= 1,296 g –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1 3 1 3
Hasil pembakaran tidak sempurna bensin Reaksi: N (g) + Cl2(g) → NCl3(g)
2 2 2
ΔH = ΔH1 +
2
ΔH2 – ΔH3
2
menghasilkan gas CO yang berbahaya bagi
Jadi, perubahan entalpi reaksi pembentukan
tubuh. Hemoglobin dalam darah lebih mudah 1 3
berikatan dengan CO daripada dengan O2. NCl3(g) dirumuskan sebagai ΔH1 + 2
ΔH2 – 2
ΔH3.
Dengan demikian, jika di sekitar kita terdapat
8. N2H4(A) + 2H2O(A) → N2(g) + 4H2O(g)
banyak gas CO dan terhirup, darah akan lebih
banyak mengandung CO dan sedikit ΔHreaksi = {(ΔH°f N2(g)) + 4(ΔH°f H2O(g))} –
mengandung oksigen sehingga dapat {(ΔH°f N2H4(A) + 2(ΔH°f H2O(A))}
mengakibatkan kehilangan kesadaran hingga = {(0 + 4(–285,8 kJ mol–1)} –
kematian. {(50,6 kJ mol–1) + 2(–187,8 kJ mol–1)}
= (–1.143,2 kJ mol–1) – (325 kJ mol–1)
= –818,2 kJ mol–1
Jadi, perubahan entalpi reaksi pembuatan 1 mol
N2H4 sebesar –818,2 kJ mol–1.

62 Penilaian Tengah Semester


9. massa NH4Cl = 4,5 gram −q
massa air = 53,0 gram 10. ΔH = mol
massa total = 4,5 gram + 53,0 gram = 57,5 gram −q
ΔT = 15,20°C – 20,40°C = –5,20°C = 35,6 gram
q = m × c × ΔT 46,07 gmol−1

= 57,5 gram × 4,2 Jg–1°C–1 × (–5,20°C) −q


= 0,772 mol
= –1.255,8 J
= –1.240 kJmol–1
4,50 g
mol NH4Cl = 53,5 g mol−1 q = 957,28 kJ
q = C × ΔT
= 0,08 mol 957,28 kJ = C × (76°C – 35°C)
957,28 kJ = C × (41°C)
−q C = 23,35 kJ°C–1
ΔH = mol
Jadi, kapasitas panas kalorimeter sebesar
−( −1, 258 J) 23,35 kJ°C–1.
= 0,08 mol

= 15.697,5 J
Jadi, perubahan entalpi reaksi pelarutan NH4Cl
adalah 15.697,5 J.

Kimia Kelas XI Semester 1 63


1. Peserta didik mampu menentukan molaritas larutan dengan tepat setelah melakukan kegiatan diskusi.
2. Peserta didik mampu menentukan persamaan laju reaksi dan orde reaksi dengan tepat setelah menghitung data percobaan.
3. Peserta didik mampu menjelaskan keterkaitan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan dengan
tepat setelah melakukan kegiatan praktikum.
4. Peserta didik mampu menyajikan laporan mengenai cara pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika
dan kimia dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi.

Laju Reaksi

mencakup

Kemolaran dan Teori Tumbukan dan Faktor


Pengertian Laju Reaksi yang Memengaruhi Laju Reaksi
Konsentrasi
meliputi mempelajari tentang

Kemolaran Luas Permukaan


Faktor-Faktor yang Memengaruhi
Laju Reaksi
Pengertian Laju Suhu
Reaksi
Peran Katalis dalam Makhluk Hidup
dan Industri Katalis
Persamaan
Laju Reaksi
dan Orde Penafsiran Grafik Faktor-Faktor
Reaksi yang Memengaruhi Laju Reaksi

• Laju Reaksi • Reaktan • Suhu


• Kemolaran • Produk • Katalis
• Orde Reaksi • Konsentrasi • Teori Tumbukan
• Energi Pengaktifan • Luas Permukaan • Tetapan Laju Reaksi

64 Laju Reaksi
A. Pilihan Ganda 100 + (0, 25 × VB )
0,45 = (200mL + VB )
1. Jawaban: b
Massa jenis = 1,01 g/1 mL. 0,45 (200 mL + VB) = 100 + 0,25 VB
Jadi, dalam 1 mL larutan HCOOH terdapat 1,01 90 + 0,45 VB = 100 + 0,25 VB
gram HCOOH. 0,2 VB = 10
HCOOH yang terdapat dalam larutan tersebut VB = 50 mL
4,6
Jadi, volume NaOH 0,5 M yang ditambahkan
= 100 × 1,01 g = 0,0464 gram sebanyak 50 mL.
massa HCOOH 5. Jawaban: e
mol HCOOH M r HCOOH
MHCOOH = = Laju reaksi didefinisikan sebagai laju
volume HCOOH volume HCOOH
berkurangnya zat reaktan atau laju bertambahnya
0,0464 g
46 g mol−1
zat produk dalam satuan waktu. Jadi, laju reaksi
= −3 = 1,010 M dinyatakan sebagai laju berkurangnya zat P dan
1 × 10 L
Jadi, konsentrasi larutan HCOOH adalah 1,010 M. Q atau laju bertambahnya zat R dan S dalam satuan
waktu.
2. Jawaban: a
Mr CO(NH2)2 = ArC + Ar O + 2. Ar N + 4. Ar H 6. Jawaban: a
= 12 + 16 + (2 × 14) + (4 × 1) 1
Reaksinya: NO2(g) ⎯→ NO(g) + 2 O2(g)
= 12 + 16 + 28 + 4
= 60 g mol–1 Laju berkurangnya (penguraian) NO 2 : laju
pembentukan NO = 1 : 1 (sesuai dengan
massa urea
Jumlah mol urea = perbandingan koefisiennya).
M r urea
Laju penguraian NO2 = laju pembentukan NO
3 = 1,4 × 10–3 M menit–1
= 60 = 0,05 M
Jadi, laju pembentukan gas NO adalah
n 1,4 × 10–3 M menit–1.
M= V
0,05 7. Jawaban: b
= 0, 2 = 0,25 M Apabila tahap-tahap reaksi elementer diketahui,
Jadi, molaritas larutan urea sebesar 0,25 M. persamaan laju reaksi dapat ditentukan dari
persamaan reaksi pada tahap yang paling lambat.
3. Jawaban: b
Jadi, persamaan laju reaksi untuk reaksi tersebut
mol NaOH adalah v = k [O3] [NO2].
Molaritas NaOH = volume NaOH
8. Jawaban: a
1.000
0,2 M = mol NaOH × 300 L Orde reaksi terhadap CO dihitung dari percobaan
1) dan 2)
mol NaOH = 0,06 mol m n
v2 k ⎛ [ CO ]2 ⎞ ⎛ [ O 2 ]2 ⎞
Massa NaOH = mol NaOH × Mr NaOH = ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
= 0,06 mol × 40 g mol–1 = 2,4 gram
v1 k ⎝ [ CO ]1 ⎠ ⎝ [ O 2 ]1 ⎠
m n
Jadi, banyaknya NaOH yang dilarutkan adalah 8× 10−6 ⎛ 0,004 ⎞ ⎛ 0,002 ⎞
2,4 gram. = ⎜ 0,002 ⎟ ⎜⎜ 0,002 ⎟⎟
4× 10−6 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
4. Jawaban: d 2 = 2m
21 = 2m
M AVA + M BVB
Mcampuran = m=1
VA + VB
Orde reaksi terhadap O2 dihitung dari percobaan
(0,5M × 200 mL) + (0, 25M ×VB ) 2) dan 3)
0,45 = (200 mL + VB )

Kimia Kelas XI Semester 1 65


⎛ [ CO]3 ⎞
m
⎛ [ O 2 ]3 ⎞
n 2,25 = 1,5m
v3 k
= ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟ (1,5)2 = 1,5m
v2 k ⎝ [ CO]2 ⎠ ⎝ [ O 2 ]2 ⎠ m=2
24 × 10−6 ⎛ 0,004 ⎞ ⎛ 0,006 ⎞ n
m Orde reaksi terhadap [Br2] dihitung dari percobaan
= ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜ ⎟ 1) dan 2).
8 × 10−6 ⎝ 0,004 ⎠ ⎝ 0,002 ⎠ m n
v2 k ⎛ [ NO ]2 ⎞ ⎛ [ Br2 ]2 ⎞
3 = 3n = ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
3 1 = 3n v1 k ⎝ [ NO ]1 ⎠ ⎝ [ Br2 ]1 ⎠
m
n=1 24 ⎛ 0,10 ⎞ ⎛ 0, 20 ⎞ n
Jadi, orde reaksi terhadap CO dan O2 berturut- = ⎜⎜ 0,10 ⎟⎟ ⎜ 0,10 ⎟
12 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
turut adalah 1 dan 1. 2 = 2n
9. Jawaban: d n=1
Persamaan laju reaksi: Persamaan laju reaksi: v = k [NO]2 [Br2]1
1 Harga tetepan laju reaksi (k) dapat dihitung dari
v1 = k[A]2 [ B]2 salah satu percobaan, misalnya percobaan 1).
Konsentrasi A dan B diperbesar 4 kali sehingga v = k [NO]2 [Br2]1
persamaan laju reaksinya: 12 M s = k (0,10 M)2 (0,10 M)1
–1

1 12 M s–1 = k ( 0,01)(0,1) M3
v2 = k[4A]2 [4 B]2
12 M s −1
k=
1
10−3 M 3
= k 16 [A]2 2 [ B] 2

k = 1,2 × 104 M–2 s–1


1
Jadi, harga tetapan laju reaksinya adalah
= 32k [A]2 [ B] 2

1,2 × 104 M–2 s–1.


= 32 v1
12. Jawaban: a
Jadi, laju reaksi akan meningkat 32 kali. Bom yang meledak merupkan contoh reaksi yang
10. Jawaban: b berlangsung sangat cepat karena dapat terjadi
Volume larutan = 500 mL = 0,5 L dalam hitungan detik. Sementara itu, reaksi
50
perkaratan logam, pelapukan kayu, peragian
50% F2 bereaksi = 100 × 0,1 mol = 0,05 mol tempe, dan peluruhan zat radioaktif merupakan
F2(g) + 2ClO2(g) → 2FClO2(g) contoh reaksi yang berlangsung lambat.
mula-mula : 0,1 mol 0,2 mol – Perkaratan logam dan pelapukan kayu dapat
reaksi : 0,05 mol 0,1 mol 0,1 mol berlangsung dalam hitungan minggu atau bulan.
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Peragian tempe dapat berlangsung dalam hitungan
sisa : 0,05 mol 0,1 mol 0,1 mol hari. Peluruhan zat radioaktif dapat berlangsung
v = 1,2 [F2] [ClO2] dalam hitungan tahun.
⎛ 0,05 ⎞⎛ 0,1 ⎞ 13. Jawaban: b
= 1,2 ⎜ 0,5 ⎟⎜ 0,5 ⎟ Harga laju reaksi bertambah menjadi tiga kali lipat
⎝ ⎠⎝ ⎠
jika suhu dinaikkan 20°C.
= 1,2 (0,1)(0,2)
a = 20°C
= 0,024 M s–1
b=3
= 2,4 × 10–2 M s–1
v0 = x mol L–1 s–1 jika t0 = 30°C
Jadi, laju reaksi setelah F2 bereaksi 50% adalah
T1 = 10°C
2,4 × 10–2 M s–1.
T2 = 90°C
11. Jawaban: c ΔT

Orde reaksi terhadap [NO] dihitung dari v1 = b a v0


percobaan 4) dan 5). T1 −T0 10 − 30
1
m n =b a
v0 = 3 20
· x = 3–1· x = 3 x
v5 k ⎛ [ NO ]5 ⎞ ⎛ [ Br2 ]5 ⎞
= ⎜ ⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
v4 k ⎜⎝ [ NO ]4 ⎟⎠ ⎝ [ Br2 ]4 ⎠
m n
108 ⎛ 0,30 ⎞ ⎛ 0,10 ⎞
= ⎜ 0, 20 ⎟ ⎜⎜ ⎟
48 ⎝ ⎠ ⎝ 0,10 ⎟⎠

66 Laju Reaksi
T1 −T0 Perubahan konsentrasi A menjadi dua kali
v2 = b a
v0 lipat (konsentrasi B dan C tetap)
90 − 30 60 menyebabkan laju reaksi meningkat dua kali
= 3 20 · x = 320 · x = 33 · x = 27x lipat. Hal ini menunjukkan orde reaksi
Jadi, laju reaksinya secara berturut-turut adalah terhadap A = 1.
1 2) Pada orde dua jika konsentrasi pereaksi
3
x dan 27x. dinaikkan n kali lipat, laju reaksinya
meningkat n2 (meningkat sebagai bilangan
14. Jawaban: e
kuadratnya). Perubahan konsentrasi C
T0 = 10°C
menjadi dua kali lipat (konsentrasi A dan B
t0 = 45° menit
tetap) menyebabkan laju reaksi meningkat
a = 20° C
empat kali lipat. Hal ini menunjukkan orde
b =3
reaksi terhadap C = 2.
T1 = 50°C
3) Pada orde nol perubahan konsentrasi tidak
ΔT
⎛1⎞ a memengaruhi laju reaksi. Perubahan
t1 = ⎜ ⎟ t0
⎝b⎠ konsentrasi B dinaikkan tiga kali lipat
( 50 −10 ) (konsentrasi A dan C tetap), tidak
= ⎛1⎞ 20
× 45 menit memengaruhi yang laju reaksi (tetap). Hal
⎜ ⎟
⎝ 3⎠ ini menunjukkan orde reaksi terhadap B = 0.
( 40 ) Dengan demikian persamaan laju reaksi A + B +
⎛1⎞ 20
C → D ditulis:
= ⎜ ⎟ × 45 menit
⎝3⎠
v = k [A]1 [B]0 [C]2
2
⎛1⎞ Laju reaksi saat [A] = 0,2 M, [B] = 0,8 M, dan
= ⎜ ⎟ × 45 menit
⎝ 3⎠
[C] = 0,4 M sebagai berikut.
1
= 9 × 45 menit v = k [0,2]1 [0,8]0 [0,4]2 = 0,032 M s–1
= 5 menit 17. Jawaban: e
Jadi, pada suhu 50°C raksi berlangsung selama Grafik a menyatakan reaksi orde 1 yaitu laju reaksi
5 menit. berubah secara linear. Grafik b menyatakan reaksi
orde 0 yaitu laju reaksi tidak dipengaruhi oleh
15. Jawaban: c
konsentrasi larutan. Grafik c menyatakan reaksi
2 nNO
[NO2] = volume 1
orde 2 yaitu laju reaksi berubah secara eksponen-
0,5mol
= sial (akar dua). Grafik d menyatakan reaksi orde
2L
2 yaitu laju reaksi berubah secara eksponensial
= 0,25 mol L–1
(kuadrat). Grafik e menyatakan reaksi orde –2
Δ [ NO 2 ] yaitu laju reaksi berbanding terbalik secara
v =–
Δt eksponensial (kuadrat).
0, 25 M
= – 10 sekon 18. Jawaban: a
Persamaan antara laju reaksi dengan suhu dapat
= 0,025 M s–1 ditulis:
= 2,5 × 10–2 M s–1 ΔT
⎛ ⎞
Jadi, laju reaksi pengurangan NO2 saat 10 detik v = ⎜⎜ (b) a ⎟ vo

pertama sebesar 2,5 × 10–2 M s–1. ⎝ ⎠

16. Jawaban: b Pada data tersebut, laju reaksi bertambah tiga kali
1) Pada orde satu jika konsentrasi pereaksi lipat jika suhu dinaikkan 15°C.
dinaikkan n kali lipat, laju reaksinya juga Rumus laju reaksi:
meningkat n kali lipat (berbanding lurus). ⎛ ΔT ⎞
vt = ⎜ (b) a ⎟ vo
⎜ ⎟
⎝ ⎠

Kimia Kelas XI Semester 1 67


⎛ ΔT ⎞
B. Uraian
vt = ⎜ (3) 15 ⎟ vo
⎜ ⎟ 1. Molaritas H2SO4:
⎝ ⎠
ρ× 10× % massa
⎛ 40 − 25 ⎞ M = Mr
X= ⎜ (3) 15 ⎟ 0,005
⎜ ⎟
⎝ ⎠ 1,8 × 10 × 98
15
= 98
X = (3) × 0,005
15
= 18 M
X = (3)1 × 0,005 = 0,015 M s–1 Volume H2SO4 yang dibutuhkan:
Jadi, laju reaksi pada suhu 40°C (X) sebesar M1 × V1 = M2 × V2
0,015 M s–1. 18 × V1 = 0,5 × 500 mL
V1 = 13,9 mL
19. Jawaban: b
Jadi, volume H2SO4 yang diperlukan sebanyak
5, 4gram
mol Al = 27 gram = 0,2 mol 13,9 mL.
2. a.
Volume larutan = 2 liter
[Fe] + [CO2]

Konsentrasi (M)
0, 2 mol
[Al] = 2L = 0,1 mol L–1

d[Al] 0,1 mol . L−1


vAl = dt
= 20 s
= 0,005 mol L–1 s–1 [Fe2O3] + [CO]

Perbandingan laju reaksi sama dengan Waktu (s)


perbandingan mol.
vHCl : vAl = 6 : 2 d[Fe 2O3 ] d[CO]
b. vFe2O3 = – dt
dan vCO = – dt
vHCl = 3 × vAl = 3 × 0,005 = 0,015 mol L–1 s–1
vAlCl3 : vAl = 2 : 2 d[Fe] d[CO 2 ]
c. vFe = dt dan vCO2 = dt
vAlCl3 = vAl = 0,005 mol L–1 s–1
Jadi, laju reaksi HCl dan AlCl3 berturut-turut 1 1 1
d. vFe2O3 = 3 vCO = v
2 Fe
= 3 vCO2
adalah 0,015 mol L–1 s–1 dan 0,005 mol L–1 s–1.
20. Jawaban: d 3. 2S2O32–(aq) + I2(aq) → S4O62–(aq) + 2I–(aq)
v = k [A]m [B]n mula-mula : 0,05 mol 0,025 mol
reaksi : 0,04 mol 0,020 mol 0,02 mol 0,04 mol
Jika konsentrasi awal A tetap dan konsentrasi B
sisa : 0,01 mol 0,005 mol 0,02 mol 0,04 mol
diperbesar menjadi 2 kali, kecepatan reaksi
menjadi 8 kali semula. n
a. [S2O32–] = V
v1 = k [A]m [2B]n = 8k [A]m [B]n
0,04 mol
2n [B]n = 8 [B]n = 1L
2n = 8
= 0,04 M
n=3
⎡ S 2O32 − ⎤⎦
Jika konsentrasi B tetap dan konsentrasi A vS 2– =–⎣
2O3 Δt
diperbesar menjadi 3 kali, kecepatan reaksi
menjadi 3 kali semula. [0,04]
=–
v2 = k [3A]m [B]n = 3k [A]m [B]n 4
3m [A]m = 3 [A]m = – 0,01 M s–1
3m = 3 n
b. [I2] = V
m=1
0,02 mol
Jadi, persamaan laju reaksinya adalah v = k [A] = 1L
[B]3.
= 0,02 M

68 Laju Reaksi
[ I2 ] Molaritas NOBr =
4
=2M
vI = – 2
2 Δt
d[NOBr]
[0,02] vNOBr =
=– dt
4
2
= –0,005 M s–1 = 5
= 0,4 M s–1
n
c. [S4O62–] = V Setelah gas Br tinggal 8 mol

0,02 mol 2NO(g) + Br2(g) → 2NOBr2(g)


= 1L Mula-mula : 9 mol 12 mol –
= 0,02 M Reaksi : 8 mol 4 mol 8 mol
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
⎡ S 4O6 2 − ⎤⎦ Sisa : 1 mol 8 mol 8 mol
vS 2– =+⎣
4O6 Δt
Laju reaksi pembentukan NOBr
[0,02] mol NOBr = 8 mol
=+
4 8
= + 0,005 M s–1 Molaritas NOBr = 2 = 4 M
n d[NOBr]
d. [I–] = V vNOBr = dt
0,04 mol 4
= 0,4 = dt
1L
= 0,04 M 4
dt = 0, 4 = 10 sekon
⎡I ⎤ −
vI – = + ⎣ ⎦ Jadi, waktu yang diperlukan saat gas Br2 tinggal
Δt
8 mol adalah 10 sekon.
[0,04]
=+ 6. Misal persamaan laju reaksi v = k[I–]m[OCl–]n
4
Orde reaksi terhadap [I–] dihitung dari percobaan
= + 0,01 M s–1
1) dan 2).
4. Reaksi berorde dua terhadap NO dan O2 sehingga m n
persamaan laju reaksinya: v = k [NO]2[O2]2 ⎛ v1 ⎞ k ⎛ ⎡⎣ I − ⎤⎦ ⎞ ⎛ ⎡⎣ OCl− ⎤⎦ ⎞
⎜ ⎟ = ⎜ 1 ⎟ ⎜ 1 ⎟
Misal [NO] = a dan [O2] = b, ⎝ v2 ⎠ k ⎜ ⎡ I− ⎤ ⎟ ⎜ ⎡ OCl− ⎤ ⎟
⎝ ⎣ ⎦2 ⎠ ⎝⎣ ⎦2 ⎠
v1 = k [NO]2[O2]2 m n
⎛ 8,0 × 10−2 ⎞ ⎛ 0,12 ⎞ ⎛ 0,18 ⎞
= [a]2[b]2 = a2b2 ⎜ −2 ⎟ = ⎜ 0,06 ⎟ ⎜⎜ 0,18 ⎟⎟
⎝ 2,0 × 10 ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Masing-masing pereaksi dinaikkan 3 kali
(4) = (2)m
v2 = k [NO]2[O2]2 (2)2 = (2)m
= [3a]2[3b]2 = 81a2b2 m =2
v2 = 81 v1 Orde reaksi terhadap [OCl – ] dihitung dari
Jadi, laju reaksi menjadi 81 kali laju reaksi awal. percobaan 2) dan 4).
5. Persamaan reaksi: ⎛ ⎡⎣ I − ⎤⎦ ⎞
m
⎛ ⎡⎣ OCl− ⎤⎦ ⎞
n
⎛ v2 ⎞ k
⎜ ⎟ = ⎜ 2 ⎟ ⎜ 2 ⎟
Setelah 5 detik ⎝ v4 ⎠ k ⎜ ⎡ I− ⎤ ⎟ ⎜ ⎡ OCl− ⎤ ⎟
⎝ ⎣ ⎦ 4 ⎠ ⎝ ⎣ ⎦ 4 ⎠
2NO(g) + Br2(g) → 2NOBr(g)
m
Mula-mula : 9 mol 12 mol – ⎛ 2,0 ×10−2 ⎞ ⎛ 0,06 ⎞ ⎛ 0,18 ⎞ n
⎜ −2 ⎟ = ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜ ⎟
Reaksi : 4 mol 2 mol 4 mol ⎝ 2,0 × 10 ⎠ ⎝ 0,06 ⎠ ⎝ 0,09 ⎠
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– (1) = (2)n
Sisa : 5 mol 10 mol 4 mol
n=0
Laju reaksi pembentukan NOBr Jadi, persamaan laju reaksi adalah v = k[I–]2[OCl–]0
mol NOBr = 4 mol = k[I–]2

Kimia Kelas XI Semester 1 69


Harga konstanta laju reaksi (k) dapat dihitung, dari 0,1
m n
k ⎛ 0,15 ⎞ ⎛ 0, 2 ⎞
percobaan 1) 0,2
= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
k ⎝ 0,30 ⎠ ⎝ 0, 2 ⎠
v = k[I–]2
m
8 × 10 M s = k (0,12 M)2
–2 –1 1 ⎛1⎞
2
=⎜ ⎟
8 × 10−2 M s −1 ⎝2⎠
k = (1, 2 × 10−1 )2 M 2 m=1

8 × 10−2 M s −1 Orde reaksi terhadap NO, H2 tetap → percobaan


k = 1, 44 × 10−2 M 2 2) dan 3).
m n
k = 5,5 M–1 s–1 v2 k ⎛ [H 2 ]2 ⎞ ⎛ [NO]2 ⎞
v3 = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
k ⎝ [H 2 ]3 ⎠ ⎝ [NO]3 ⎠
Laju reaksi saat [I–] = 0,08 M dan [OCl–] = 0,09 M
v = k [I–]2 0,025 k ⎛ 0,15 ⎞ ⎛ 0,1 ⎞
m n

= 5,5 (0,08)2 0,1


= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
k ⎝ 0,15 ⎠ ⎝ 0, 2 ⎠
= 0,035 M s–1 n
1 ⎛1⎞
=⎜ ⎟
7. T0 = 10°C 4 ⎝2⎠
t0 = 10 menit = 600 sekon n=2
a = 10°C Jadi, rumus laju reaksinya adalah v = k [H2] [NO]2.
b =2
t1 = 75 sekon Harga tetapan laju reaksinya (k) dihitung dari
percobaan 2)
⎛ ΔT
⎞ v = k [H2] [NO]2
1 a
t 1 = ⎜ ⎟ · t0 0,025 = k(0,15)(0,1)2
⎜b ⎟
⎝ ⎠
0,025 = k(0,0015)
⎛ 1 T −aT
1 0
⎞ k = 16,67
t1 = ⎜ ⎟· t
⎜b ⎟ 0 Harga k:
⎝ ⎠
v = k [H2] [NO]2
⎛1 ⎞
T1 −10
10 x = 16,67(0,05)(0,4)2
75 = ⎜ ⎟· 600
⎜2 ⎟ x = 0,13
⎝ ⎠
Jadi, harga tetapan laju reaksi sebesar 16,67 dan
75 1
T1 −10
10 harga x sebesar 0,13 M s–1.
600
=
2 9. Misal persamaan laju reaksi:
1
T1 −10 v = k[NO]m [H2]n
1 10

8
= Orde reaksi terhadap [NO] dihitung dari
2
percobaan 1) dan 2).
T1 −10
3
⎛1⎞ 1 10 m n
⎜ ⎟ = ⎛ v2 ⎞ k ⎛ [ NO ]2 ⎞ ⎛ [ H 2 ]2 ⎞
⎝2⎠ 2 ⎜ ⎟ = k ⎜⎜ [ NO ] ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
⎝ v1 ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ [ H 2 ]1 ⎠
T1 − 10
10
=3 m n
⎛ 8 × 10−6 ⎞ ⎛ 4× 10 −3 ⎞ ⎛ 2 × 10 −3 ⎞
T1 – 10 = 30 ⎜⎜ −6
⎟⎟ = ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
⎝ 4 × 10
−3 −3
⎠ ⎝ 2 × 10 ⎠ ⎝ 2 × 10 ⎠
T1 = 40°C
Jadi, suhu saat reaksi selesai dalam waktu (2) = (2)m
75 sekon adalah 40°C. m=1
Orde reaksi terhadap [H2] dihitung dari percobaan
8. Misal persamaan laju reaksi: v = k [H2]m [NO]n 4) dan 5).
Orde reaksi terhadap H2, NO tetap → percobaan ⎛ v5 ⎞ k ⎛ [ NO ]5 ⎞
m
⎛ [ H 2 ]5 ⎞
n

3) dan 4). ⎜ ⎟ = ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
m n ⎝ v4 ⎠ k ⎝ [ NO ]4 ⎠ ⎝ [ H 2 ]4 ⎠
v3 k ⎛ [H ] ⎞ ⎛ [NO] ⎞ m n
= k ⎜ [H 2 ]3 ⎟ ⎜ [NO]3 ⎟ ⎛ 32 × 10−6 ⎞ ⎛ 4 × 10 −3 ⎞ ⎛ 8 × 10 −3 ⎞
v4 ⎝ 2 4⎠ ⎝ 4⎠ ⎜⎜ −6
⎟⎟ = ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
⎝ 24 × 10
−3 −3
⎠ ⎝ 4 × 10 ⎠ ⎝ 6 × 10 ⎠

70 Laju Reaksi
n v = k [NH3] [O2]3
⎛4⎞ ⎛4⎞
⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ Jika dalam ruang 1 liter direaksikan 0,7 mol NH3
⎝3⎠ ⎝3⎠
n=1 dengan 0,5 mol O2, reaksi berlangsung selama
Persamaan laju reaksi 400 sekon.
v = k [NO]m [H2]n 1
= k [NH3] [O2]3
= k [NO] [H2] t

10. 4NH3(g) + 5O2(g) → 4NO(g) + 6H2O(A) 1 ⎛ 0,7 ⎞ ⎛ 0,5 ⎞


3

400
= k ⎜⎝ ⎟ ⎜
1 ⎠ ⎝ 1 ⎠

Misal persamaan laju reaksi: v = k [NH3]m [O2]n
Jika [O2] diperbesar 2 kali dan [NH3] tetap, 1
= k(0,7)(0,125)
kecepatan menjadi 8 kali semula. 400
v1 = 8 v0 k = 0,0286
k[NH3]m [2O2]n = 8k [NH3]m [O2]n Jika dalam ruang tersebut direaksikan 2,8 mol NH3
[2O2]n = 8 [O2]n dengan 1 mol O2, waktu yang diperlukan sebagai
2n [O2]n = 8 [O2]n berikut.
2n = 8 1
= k [NH3] [O2]3
n =3 t

v2 = 81 v0 1
t
= 0,0286(2,8)(1)3
k[3NH3]m [3O2]n = 81k [NH3]m [O2]n
t = 12,5 sekon
[3NH3]m [3O2]n = 81 [NH3]m [O2]n
Jadi, waktu yang diperlukan jika reaksi terjadi
3m [NH3]m 3n [O2]n = 81 [NH3]m [O2]n
antara 2,8 mol NH3 dengan 1 mol O2 adalah 12,5
3m 3n = 81 sekon.
m 3
3 3 = 81
3m · 27 = 81
3m = 3
m =1
Jadi, persamaan laju reaksinya yaitu:

Kimia Kelas XI Semester 1 71


A. Pilihan Ganda meningkatkan tumbukan antarpereaksi yaitu
mengingkatkan konsentrasi reaktan (HCl) dan
1. Jawaban: b
memperluas bidang sentuh reaktan dengan cara
Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
memotong kecil-kecil pita magnesium.
konsentrasi, suhu, luas permukaan bidang sentuh,
dan katalis. Reaksi akan berlangsung cepat apabila 6. Jawaban: b
terjadi pada suhu yang tinggi, konsentrasi pekat,
luas bidang sentuhnya besar, dan terdapat katalis.
Luas permukaan bidang sentuh besar dimiliki oleh X = Ea

Energi
zat yang ukurannya lebih kecil. Jadi, berdasarkan
data tersebut, urutan laju reaksi dari yang paling Pereaksi
Y = ΔH
cepat yaitu percobaan 1) – 3) – 2) – 4). Hasil reaksi
2. Jawaban: e Koordinat Reaksi
Tahap penentuan laju reaksi adalah tahap paling
lambat dalam suatu mekanisme reaksi. Reaksi Grafik tersebut menjelaskan bahwa reaksi terjadi
dengan laju paling lambat akan memiliki energi dengan melepaskan kalor. Energi hasil reaksi lebih
aktivasi tertinggi, atau perbedaan energi paling kecil daripada energi pereaksi sehingga ΔH
besar antara reaktan dan keadaaan transisi. Tahap berharga negatif (ΔH = –). Reaksi tersebut
C – D memiliki perbedaan energi terbesar, merupakan reaksi eksoterm. Y merupakan harga
sehingga tahap ini memiliki energi aktivasi perubahan entalpi (energi yang dibebaskan).
tertinggi. Jadi, tahap C – D ini merupakan tahap X merupakan energi pengaktifan. Reaksi ber-
penentu laju reaksi. langsung jika energi pengaktifan dapat terlampaui.
3. Jawaban: b Jika energi pengaktifan rendah, pada suhu rendah
Tumbukan efektif dapat terjadi apabila tumbukan reaksi sudah dapat berlangsung. Namun, jika
antarpartikel pereaksi atau reaktan berlangsung energi pengaktifan tinggi, reaksi hanya dapat
sempurna. Tumbukan efektif akan menghasilkan berlangsung jika suhu juga tinggi.
produk reaksi serta memiliki energi yang lebih
7. Jawaban: b
besar daripada energi pengaktifan. Makin kecil
Katalis serbuk besi digunakan pada sintesis
harga energi pengaktifan, makin efektif tumbukan
amonia pada proses Haber-Bosch. Katalis platina
berlangsung dan makin cepat reaksi berlangsung.
digunakan dalam industri pembuatan asam nitrat
4. Jawaban: b dalam proses Ostwald. Katalis nikel digunakan
Pada suhu tinggi, partikel-partikel yang terdapat dalam industri pembuatan margarin dari minyak
dalam suatu zat akan bergerak lebih cepat daripada tanah. Katalis V2O5 digunakan dalam industri
suhu rendah, sehingga energi kinetik meningkat. asam sulfat menurut proses kontak. Katalis serbuk
Energi kinetik yang tinggi mengakibatkan partikel MnO2 digunakan dalam penguraian H2O2 menjadi
bergerak makin cepat dan acak sehingga makin H2O dan O 2. Jadi, katalis V2O5 paling tepat
besar pula kemungkinan terjadinya tumbukan digunakan pada pembuatan asam sulfat dengan
yang menghasilkan reaksi (tumbukan efektif). proses kontak.
Dengan demikian, laju reaksi makin cepat.
8. Jawaban: d
5. Jawaban: b Katalis merupakan zat yang dapat mempercepat
Tumbukan antarpereaksi dalam reaksi kimia dapat reaksi dengan memberikan jalan lain dengan
ditingkatkan melalui beberapa faktor seperti energi pengaktifan (Ea) lebih rendah. Berdasarkan
mengingkatkan konsentrasi reaktan, menaikkan data tersebut dapat diketahui bahwa reaksi yang
suhu, memberikan katalis, dan memperluas bidang berlangsung dengan katalis akan menghasilkan
sentuh reaktan. Jadi, perlakuan yang dapat banyak gelembung gas. Dengan demikian, zat
yang bertindak sebagai katalis berupa ion Co2+
dan Fe3+.

72 Laju Reaksi
9. Jawaban: a e) 36,5 gram HCl dalam 1000 mL air
Laju reaksi antara logam magnesium dengan asam m
klorida berlangsung lebih cepat apabila nHCl = M HCl
r
menggunakan larutan HCl dengan konsentrasi
36,5
besar. Makin besar konsentrasi makin banyak = 36,5 = 1 mol
partikel zat yang bereaksi. Akibatnya,
kemungkinan tumbukan antarpartikel pereaksi nHCl
MHCl = V
makin besar sehingga tumbukan efektif HCl

antarpartikel juga makin banyak. Dengan 1


demikian, reaksi makin cepat berlangsung. = 1 =1M
a) 7,30 gram HCl dalam 50 mL air Jadi, reaksi antara logam magnesium dengan asam
m klorida berlangsung lebih cepat jika HCl yang
nHCl = M HCl direaksikan sebesar 7,30 gram dalam 50 mL air.
r

7,30 10. Jawaban: a


= 36,5 = 0,2 mol
T0 = 20°C
nHCl T1 = 60°C
MHCl = V a = 10
HCl
b=2
0,2
= 0,05 = 4 M t0 = 8
Δt
b) 7,30 gram HCl dalam 100 mL air ⎛1⎞a
t1 = ⎜ ⎟ × t0
m ⎝b⎠
nHCl = M r HCl
60 − 20
⎛1⎞ 10
= ⎜ ⎟ ×8
7,30 ⎝2⎠
= 36,5
= 0,2 mol 40
⎛ 1 ⎞ 10
nHCl
= ⎜ ⎟ ×8
⎝2⎠
MHCl = V
HCl 4
⎛1⎞
0, 2 = ⎜ ⎟ ×8
= =2M ⎝2⎠
0,1
1
c) 73,0 gram HCl dalam 1000 mL air = 16 × 8
m 1
nHCl = M HCl = 2 menit
r

73,0 Jadi, waktu yang diperlukan berlangsungnya


= 36,5 = 2 mol 1
reaksi pada suhu 60°C adalah 2 menit.
nHCl
MHCl = V
HCl 11. Jawaban: c
2 Reaksi antara HCl dengan Na2S2O3 menghasilkan
= =2M
1 endapan belerang dengan reaksi sebagai berikut.
d) 3,65 gram HCl dalam 100 mL air Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq) →2NaCl(aq) + S(s) +
m SO2(g) + H2O(A)
nHCl = M HCl
r Pembentukan belerang semakin cepat jika reaksi
3,65 berlangsung cepat. Reaksi berlangsung lebih cepat
= 36,5 = 0,1 mol jika konsentrasi pereaksi besar (volume larutan
kecil) dan reaksi berlangsung pada suhu tinggi.
nHCl
MHCl = V Penambahan air pada reaktan akan memperkecil
HCl
konsentrasi sehingga kecepatan reaksi berkurang.
0,1 Jadi, pada reaksi tersebut endapan belerang akan
= 0,1 = 1 M
cepat terbentuk pada 10 mL HCl 2 M + 10 mL
Na2S2O3 1 M pada suhu 45°C.

Kimia Kelas XI Semester 1 73


12. Jawaban: d B. Uraian
Katalis berfungsi membantu mempercepat ter- 1. Jika pada reaksi kimia suhu dinaikkan, energi
bentuknya molekul kompleks teraktivasi dengan kinetik zat-zat pereaksi akan meningkat sehingga
cara mengefektifkan tumbukan antarpereaksi. frekuensi tumbukan zat-zat pereaksi yang terjadi
Akibatnya, tahap-tahap reaksi akan bertambah dan semakin banyak. Hal ini menyebabkan
energi pengaktifan turun sehingga reaksi kemungkinan terjadinya tumbukan efektif
berlangsung lebih cepat. antarpereaksi juga semakin banyak. Dengan
13. Jawaban: e demikian, hasil reaksi akan semakin cepat
Pengaruh luas permukaan bidang sentuh untuk terbentuk. Adapun penambahan katalis pada suatu
mempercepat laju reaksi hanya berlaku pada zat reaksi kimia akan mempercepat laju reaksi dengan
padat. Kalsium karbida adalah zat padat yang jika jalan menurunkan energi pengaktifan. Energi
direaksikan dengan air akan menghasilkan gas pengaktifan (Ea) adalah energi terendah yang
asetilen. Makin kecil ukuran kalsium karbida, diperlukan suatu zat untuk membentuk molekul
makin cepat terbentuk gas asetilen. kompleks teraktivasi sehingga reaksi dapat
berlangsung. Penambahan katalis mengakibatkan
14. Jawaban: d terbentuknya tahap-tahap reaksi tambahan yang
T0 = 35°C memberikan jalan lain dengan energi pengaktifan
T1 = 75° C (Ea) yang lebih rendah sehingga reaksi dapat
a = 10°C berlangsung lebih cepat.
b=2
2. Persamaan reaksi:
⎛ ΔT
⎞ ⎛ T1 − T0
⎞ Zn(s) + 2HCl(aq) → ZnCl2(aq) + H2(g)
v1 = ⎜ b a
⎟ v0 = ⎜ b a
⎟ v0 Dari ketiga reaksi tersebut, terdapat perbedaan
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
reaktan berupa luas permukaan bidang pita seng
⎛ 75−35 ⎞ dan konsentrasi HCl. Sementara itu, suhu
= ⎜ 2 10 ⎟ v0 = 24 v0
⎝ ⎠ berlangsungnya reaksi tersebut sama. Pita seng
v1 = 16 v0 yang digunakan berupa potongan kecil, sedang,
Jadi, laju reaksi meningkat 16 kali. dan besar. Konsentrasi HCl yang digunakan
sebesar 1 M, 2 M, dan 3 M. Oleh karena itu, ketiga
15. Jawaban: c
reaksi tersebut dipengaruhi oleh luas permukaan
Laju reaksi percobaan (1) terhadap (2) dipengaruhi
dan konsentrasi.
oleh suhu dan pengadukan karena ukuran partikel
padatan (luas permukaan) sama, sedangkan 3. Percobaan 1) terhadap 2)
perlakuan suhu dan ada tidaknya pengadukan Pada percobaan 1) terhadap 2) hanya dipengaruhi
berbeda. Laju reaksi percobaan (1) terhadap (3) oleh luas permukaan zat karena bentuk partikel
dipengaruhi oleh suhu, pengadukan, dan luas CaCO3 berbeda, sedangkan konsentrasi HCl dan
permukaan karena perlakuan suhu, pengadukan, suhunya sama.
dan ukuran partikel padatan berbeda. Laju reaksi Percobaan 2) terhadap 4)
percobaan (2) terhadap (3) hanya dipengaruhi oleh Pada percobaan 2) terhadap 4) hanya dipengaruhi
luas permukaan karena ukuran partikel padatan oleh konsentrasi karena konsentrasi HCl berbeda,
berbeda, sedangkan perlakuan suhu dan ada sedangkan suhu dan bentuk partikel CaCO3 sama.
tidaknya pengadukan sama. Laju reaksi percobaan
(3) terhadap (5) hanya dipengaruhi oleh Percobaan 3) terhadap 5)
pengadukan karena perlakuan ukuran partikel Pada percobaan 3) terhadap 5) dipengaruhi oleh
padatan dan suhu sama, sedangkan perlakuan ada luas permukaan dan suhu karena bentuk partikel
tidaknya pengadukan berbeda. Laju reaksi CaCO 3 dan suhunya berbeda, sedangkan
percobaan (4) terhadap (5) hanya dipengaruhi oleh konsentrasi larutan HCl sama.
suhu karena perlakuan ukuran partikel padatan 4. a. Serbuk kalsium karbonat memiliki ukuran
dan ada tidaknya pengadukan sama, sedangkan lebih kecil daripada bongkahan kalsium
suhunya berbeda. karbonat sehingga luas permukaannya lebih
besar. Jika luas permukaannya semakin besar,

74 Laju Reaksi
bidang sentuh semakin besar sehingga 5. a. Besi oksidasi (FeO) digunakan sebagai
kemungkinan singgungan antar pereaksi katalis dalam industri pembuatan amonia.
semakin besar. Tumbukan efektif juga b. Vanadium pentaoksida (V2O5) digunakan
semakin banyak. Jadi, serbuk kalsium sebagai katalis dalam industri pembuatan
karbonat lebih cepat bereaksi dengan asam sulfat.
larutan HCl 1 m daripada bongkahan kalsium c. Gas NO dan NO2 digunakan untuk mem-
karbonat. percepat reaksi pada pembuatan asam sulfat
b. Arang yang ditempatkan di tempat terbuka dengan cara bilik timbal.
tidak bereaksi dengan oksigen dari udara d. Larutan kobalt(II) klorida (CoCl2) dan larutan
bebas karena faktor yang memengaruhi besi(III) klorida (FeCl3) digunakan untuk
terjadinya tumbukan efektif seperti energi mempercepat reaksi pada penguraian
yang diperlukan untuk berlangsungnya reaksi hidrogen peroksida.
tidak terpenuhi. Oleh karena itu, arang dan e. Batu kawi (MnO2) digunakan untuk mem-
oksigen di udara bebas tidak bereaksi. percepat reaksi penguraian kalium klorat.

Kimia Kelas XI Semester 1 75


76
Laju Reaksi
Kemolaran Larutan
yang Dibuat dari Zat
Padat

Pengeceran

Kemolaran Zat dengan


Kadar Tertentu

Molaritas Campuran Kemolaran (M)


Kemolaran dan
Pengertian Laju Reaksi (v) Pengertian Laju
Tetapan Laju Reaksi (k)
Reaksi
Persamaan Laju Reaksi
Orde Reaksi
dan Orde Reaksi
Variabel Persamaan
Laju Reaksi

Laju Reaksi

Teori Tumbukan dan Tumbukan Efektif


Faktor-Faktor yang Konsentrasi
Energi Pengaktifan
Memengaruhi Laju
Reaksi Faktor-Faktor yang Luas Permukaan
Memengaruhi Laju
Peranan Katalis
Reaksi Suhu
dalam Makhluk
Hidup
Katalis
Peranan Katalis
dalam Industri
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: d
Orde reaksi Br2 ditentukan saat [NO] tetap → per-
1. Jawaban: a
cobaan 1) dan 2).
Konsentrasi larutan HCl dalam botol sebagai m n
berikut. v1 k ⎛ [ NO ]1 ⎞ ⎛ [ Br2 ]1 ⎞
v2 = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
k ⎝ [ NO ]2 ⎠ ⎝ [ Br2 ]2 ⎠
ρ×10 × % massa
M= Mr × mol L–1 0,04
m
k ⎛ 0, 2 ⎞ ⎛ 0,1 ⎞
n

= ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜ ⎟
1,18 × 10 × 38 0,08 k ⎝ 0, 2 ⎠ ⎝ 0, 2 ⎠
= 36,5
× mol L–1 = 12,28 M n
1 ⎛1⎞
Pengenceran larutan HCl sebagai berikut. 2
=⎜ ⎟
⎝2⎠
M1 × V1 = M2 × V2 n=1
12,28 × V1 = 0,4 × 100
V1 = 3,25 mL Orde reaksi NO ditentukan saat [Br2] tetap →
Jadi, volume asam klorida yang diperlukan percobaan 1) dan 3).
m n
sebanyak 3,25 mL. v1 k ⎛ [ NO ]1 ⎞ ⎛ [ Br2 ]1 ⎞
v3 = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
k ⎝ [ NO ]3 ⎠ ⎝ [ Br2 ]3 ⎠
2. Jawaban: d
nCO(NH ) = MCO(NH ) × VCO(NH ) 0,04 m
k ⎛ 0, 2 ⎞ ⎛ 0,1 ⎞
n
2 2 2 2 2 2
0,96
= k ⎜⎝ 0, 4 ⎟⎠ ⎜⎝ 0,3 ⎟⎠
= 0,2 × 0,5 = 0,1 mol
massa CO(NH2)2 = nCO(NH ) × MrCO(NH2)2 1 ⎛ 1⎞ ⎛1⎞
m 2
2 2
24
=⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= 0,1 × 60 ⎝ 2⎠ ⎝ 3⎠
m
= 6 gram 3 ⎛1⎞
Jadi, CO(NH2)2 yang dilarutkan sebanyak 6 gram. 24
=⎜ ⎟
⎝2⎠
m
3. Jawaban: d ⎛1⎞ ⎛1⎞
⎜ ⎟ =⎜ ⎟
Konsentrasi asam nitrat pekat sebagai berikut. ⎝8⎠ ⎝2⎠
ρ×10×% massa m=3
M = Mr × mol L–1 Jadi, orde reaksi totalnya 1 + 3 = 4.
1,3×10×63 6. Jawaban: a
= × mol L–1 = 13 M
63 v = k[NO]2[O2]
Konsentrasi setelah pengenceran sebagai berikut. = 125(2 × 10–3)2(3 × 10–3)
M1 × V1 = M2 × V2 = 1,5 × 10–6 M s–1
13 × 5 = M2 × 130 Jadi, laju reaksi untuk persamaan tersebut
= 0,5 M 1,5 × 10 –6 M s –1 .
Jadi, konsentrasi asam nitrat yang dibuat adalah 7. Jawaban: b
0,5 M. Berdasarkan data tersebut dapat dijelaskan bahwa
4. Jawaban: c setiap kenaikan suhu sebesar 10 oC, maka laju
Persamaan reaksi penguraian NH3: reaksi akan meningkat dua kali.
2NH3(g) → N2(g) + 3H2(g) ⎛ Δt ⎞
V= ⎜⎜ b a ⎟⎟ V
0
Laju reaksi penguraian NH3: ⎝ ⎠
vNH = 2 × 10–2 mol L–1 s–1
3 ⎛ ( 35− 25) ⎞
Laju reaksi pembentukan H2: 0,08 = ⎜ 2 10 ⎟ V0
⎜ ⎟
3 ⎝ ⎠
vH = 2 × vNH
2 3 0,08 = 21 V0
3 V0 = 0,040 M det–1
= 2 × 2 × 10–2 mol L–1 s–1 Jadi, laju reaksi pada saat suhu 25°C sebesar
= 3 × 10–2 mol L–1 s–1 0,040 M det–1.

Kimia Kelas XI Semester 1 77


8. Jawaban: b v = k[P][Q]2
Misal persamaan orde reaksi: v = k[CO]m[O2]n. 2
⎡3⎤ 2
Orde reaksi [CO], [O2] tetap → percobaan 1) dan 3) v = k ⎢ ⎥ ⎡⎢ ⎤⎥
⎣4⎦ ⎣4⎦
m n
v1 k ⎛ [CO]1 ⎞ ⎛ [O2 ]1 ⎞
= ⎜ ⎟ ⎜ [O ] ⎟ 12 3
v3 k ⎝ [CO]3 ⎠ ⎝ 2 3⎠ v = 64 k = 16 k
m n 3
x k ⎛ (0, 2) ⎞ ⎛ (0,1) ⎞ Jadi, laju reaksi saat konsentrasi P tinggal 4 M
= ⎜ ⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
4x k ⎝ (0, 4) ⎠ ⎝ (0,1) ⎠ 3
m
adalah 16 k M s–1.
⎛ x ⎞ ⎛ 0, 2 ⎞
⎜ ⎟ = ⎜ 0, 4 ⎟ 12. Jawaban: d
⎝ 4x ⎠ ⎝ ⎠
⎛1⎞
m Variabel bebas yaitu variabel yang sengaja diubah-
= ⎛⎜ ⎞⎟
1
⎜ ⎟ ubah untuk memperoleh hubungan satu besaran
⎝4⎠ ⎝2⎠
2 m dengan besaran lain. Variabel terkontrol yaitu
⎛1⎞
= ⎛⎜ ⎞⎟
1
⎜ ⎟ variabel yang dipertahankan atau tidak diubah-
⎝2⎠ ⎝2⎠
ubah. Variabel terikat yaitu variabel yang berubah
m=2
karena adanya perubahan variabel bebas. Jadi,
Orde reaksi [O2], [CO] tetap → percobaan 1) dan 2) pada percobaan antara logam Mg dengan asam
v1 k ⎛ [CO] ⎞
m
⎛ [O ] ⎞
n klorida yang berperan sebagai variabel bebas,
v2 = k ⎜ [CO]1 ⎟ ⎜ [O 2]1 ⎟ variael terkontrol, dan variabel terikat secara
⎝ 2⎠ ⎝ 2 2⎠
m n berturut-turut adalah konsentrasi HCl, luas
x k ⎛ ( 0, 2 ) ⎞ ⎛ 0,1 ⎞
= ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜ ⎟ permukaan logam Zn, dan laju reaksi. Laju reaksi
3x k ⎝ ( 0, 2 ) ⎠ ⎝ 0,3 ⎠ berubah karena konsentrasi HCl diubah.
n
⎛ x ⎞ ⎛ 0,1 ⎞
⎜ ⎟ = ⎜ 0,3 ⎟ 13. Jawaban: a
⎝ 3x ⎠ ⎝ ⎠
1 n
Reaksi orde 0 yaitu laju reaksi tidak dipengaruhi
⎛1⎞
= ⎛⎜ ⎞⎟
1 oleh konsentrasi pereaksi. Sementara itu, reaksi
⎜ ⎟
⎝3⎠ ⎝3⎠
orde 1 yaitu laju reaksi berubah secara linear.
n=1
Reaksi orde 2 yaitu laju reaksi berubah secara
Persamaan laju reaksi: v = k[CO]2[O2]. Jika [CO]
eksponensial (kuadrat). Reaksi orde –2 yaitu laju
= 0,3 M dan [O2] = 0,2 M, maka v = k(0,3)2(0,2). reaksi berbanding terbalik secara eksponensial
9. Jawaban: b (kuadrat).
Rumus laju reaksi: v = k[A]2 14. Jawaban: a
v 5,0 ×10−7 mol L−1 s −1 Menentukan orde reaksi terhadap A menggunakan
k = [ A]2 = data 2) dan 1).
( 0, 2 mol L−1 )2
m n
= 125 × 10–7 mol–1 L s–1 ⎛ V2 ⎞ k ⎛ [ A]2 ⎞ ⎛ [ B ]2 ⎞
⎜ ⎟ = k ⎜⎜ [ A] ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
= 1,25 × 10–5 mol–1 L s–1 ⎝ V1 ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ [ B ]1 ⎠
Jadi, tetapan laju reaksi (k) sebesar 1,25 × 10–5
mol–1 L s–1. ⎛1⎞ m
⎛ 0,6 ⎞
n
⎜ 8⎟ ⎛ 0,04 ⎞
⎜1⎟ = ⎜ 0,02 ⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
10. Jawaban: b ⎝ 16 ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ 0,6 ⎠
Kenaikan suhu dapat meningkatkan energi kinetik (2) = (2)m
suatu reaksi karena partikel-partikel yang bereaksi m =1
bergerak makin cepat dan acak. Akibatnya, Grafik a menyatakan reaksi orde 1 yaitu laju reaksi
frekuensi tumbukan yang terjadi meningkat. berubah secara linear. Grafik b menyatakan reaksi
11. Jawaban: d orde 2 yaitu laju reaksi berubah secara
P + 2Q → PQ2 eksponensial (kuadrat). Grafik c menyatakan
Mula-mula: 1 1 – reaksi orde 0 yaitu laju reaksi tidak dipengaruhi
1 2 1 oleh konsentrasi larutan. Grafik d menyatakan
Reaksi : 4 4 4 1
–––––––––––––––––––––––––––––––––––– reaksi orde 2 yaitu laju reaksi berubah
3 2 1
Sisa : 4 4 4 eksponensial (akar dua). Grafik e menyatakan

78 Laju Reaksi
Δt
reaksi orde –2 yaitu laju reaksi berbanding terbalik ⎛1⎞a
secara eksponensial (kuadrat). Jadi, grafik yang t1 = ⎜ ⎟ t0
⎝b⎠
37 − 27
menggambarkan orde reaksi A adalah a. ⎛1⎞ 10
= ⎜ ⎟ 18
15. Jawaban: b ⎝2⎠
10
Misal persamaan laju reaksi v = k[A]m[B]n. ⎛ 1 ⎞10
= ⎜ ⎟ 18 = 9 detik
Orde reaksi A, [B] tetap → percobaan 1) dan 5). ⎝2⎠
n
Jadi, harga X adalah 9 detik.
m
v1 k ⎛ 0, 2 ⎞ ⎛ 0, 2 ⎞
v5 = ⎜ ⎟ ⎜⎜ ⎟⎟ 18. Jawaban: b
k ⎝ 0,6 ⎠ ⎝ 0, 2 ⎠
a = 10°C, b = 2
m
6 ⎛ 0, 2 ⎞ 1 m 2 m
T1 = 40°C → v1 = x mol L–1 s–1
= ⎜ 0, 6 ⎟ → 9 = ⎛⎜ ⎞⎟ → ⎛⎜ ⎞⎟ = ⎛⎜ ⎞⎟
1 1 1
54 ⎝ ⎠ ⎝3⎠ ⎝3⎠ ⎝3⎠ T2 = 10°C → v2 = . . .?
m=2 T3 = 80°C → v3 = . . .?
Orde reaksi B, [A] tetap → percobaan 1) dan 2). ΔT
v2 = b a v1
m
v1 k ⎛ 0, 2 ⎞ ⎛ 0, 2 ⎞ n
= ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜
10 − 40 1
v2 ⎟ = 2 · x = 2–3 x = 8 x mol L–1 s–1
⎝ 0, 2 ⎠ ⎝ 0, 4 ⎠
10
k
ΔT

6 ⎛ 0, 2 ⎞
n
1 n 1 n v3 = b a · v1
→ 2 = ⎛⎜ ⎞⎟ → ⎛⎜ ⎞⎟ = ⎛⎜ ⎞⎟
1 1 1
= ⎜ 0, 4 ⎟
12 ⎝ ⎠ ⎝2⎠ ⎝2⎠ ⎝2⎠ 80 − 40
= 2 10 · x = 24x = 16x mol L–1 s–1
n=1
Jadi, reaksi yang berlangsung pada suhu 10°C dan
Persamaan laju reaksi:
1
v = k[A]2[B] 80°C mempunyai laju reaksi 8 x mol L–1 s–1 dan
Pecobaan 1) 16x mol L–1 s–1.
v = k[A]2[B]
6 = k(0,2)2(0,2) 19. Jawaban: a
6 No. [A] [B] V
6 = k · 0,04 · 0,2 → k = 0,008 = 750
1) A B V
Pecobaan 4) 2) 3A B 9V
v = k[A]2[B] 3) 3A 3B 27V
= 750(0,4)2(0,2)
= 750(0,16)(0,2) = 24 M s–1 Menentukan orde reaksi terhadap A menggunakan
Jadi, harga x adalah 24. data 1) dan 2).
m n
16. Jawaban: c ⎛ V2 ⎞ k ⎛ [ A]2 ⎞ ⎛ [ B ]2 ⎞
⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
Konsentrasi tiap pereaksi diperbesar 2 kali. ⎝ V1 ⎠ k ⎜⎝ [ A]1 ⎟⎠ ⎜⎝ [ B ]1 ⎟⎠

k [ P ] [Q ]
2 m
v1 ⎛ 9V ⎞ ⎛ 3A ⎞ ⎛ B ⎞n
v2 = k [ 2 P ]2 [ 2Q ] ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝V ⎠ ⎝ A ⎠ ⎝B⎠
(9) = (3)m
v1 k P2 Q
= (3)2 = (3)m
v2 k 4 P 2 2Q
m =2
v1 1 1 1 Menentukan orde reaksi terhadap B menggunakan
v2= 4 × 2 = 8 data 2) dan 3).
V2 = 8 × V1 ⎛ V3 ⎞ k ⎛ [ A]3 ⎞
m
⎛ [ B ]3 ⎞
n

V2 = 8 kali ⎜ ⎟ = ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟
⎝ V2 ⎠ k ⎝ [ A]2 ⎠ ⎝ [ B ]2 ⎠
Jadi, laju reaksinya berubah menjadi 8 kali.
m
17. Jawaban: b ⎛ 27V ⎞ ⎛ 3A ⎞ ⎛ 3B ⎞n
⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
Berdasarkan data tersebut setiap kenaikan suhu ⎝ 9V ⎠ ⎝ 3A ⎠ ⎝ B ⎠
sebesar 10 oC waktu reaksi menjadi dua kali lebih (3) = (3)n
cepat, maka: n =1

Kimia Kelas XI Semester 1 79


Jadi, persamaan laju reaksi: (mengandung lemak atau minyak). Bahan-bahan
V = k [A]m [B]n yang ditambahkan ke dalam makanan tersebut
= k [A]2 [B] dinamakan antioksidan yaitu bahan tambahan
Persamaan laju reaksi (V) adalah k [A]2 [B]. makanan yang dapat menghambat laju reaksi
oksidasi atau penengikan.
20. Jawaban: c
Reaksi kimia dapat ditingkatkan dengan 23. Jawaban: d
memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi Persamaan laju reaksi V = [Q]2. Berdasarkan
laju reaksi seperti memperbesar luas permukaan, persamaan tersebut, orde reaksi P adalah nol,
memperbesar konsentrasi, menaikkan suhu, dan sedangkan orde reaksi Q adalah dua. Dengan
menambahkan katalis. Perlakuan yang dapat demikian, orde reaksi dipengaruhi oleh perubahan
meningkatkan laju reaksi antara natrium tiosulfat konsentrasi Q saja. Koefisien pereaksi Q (satu)
dan asam klorida yaitu menaikkan suhu larutan tidak sama dengan orde reaksinya (dua).
tiosulfat. Adapun memperkecil konsentrasi
24. Jawaban: c
pereaksi akan memperlambat laju reaksi.
Reaksi pada grafik merupakan reaksi eksoterm
Sementara itu, menambahkan volume Na2S2O3
(ΔH = –) karena entalpi produk lebih kecil dari
tidak memengaruhi laju reaksi.
entalpi reaktan dengan perubahan entalpi sebesar
21. Jawaban: d 15 kJ. Energi pengaktifan reaksi sebesar 35 kJ.
Laju reaksi 4) dan 5) hanya dipengaruhi oleh
25. Jawaban: d
ukuran (luas permukaan partikel). Hal ini karena
Jika pada suatu reaksi kimia suhu dinaikkan,
jumlah CaCO3 dan konsentrasi HCl antara kedua
kenaikan suhu tersebut akan mengakibatkan energi
gelas sama. Akan tetapi, ukuran CaCO3 pada gelas
kinetik zat-zat pereaksi, frekuensi tumbukan zat-
4) berupa kepingan kecil, sedangkan CaCO3 pada
zat pereaksi, dan frekuensi tumbukan efektif
gelas 5) berupa kepingan besar. Laju reaksi 1)
meningkat. Dengan demikian, produk akan makin
terhadap 2) dipengaruhi oleh jumlah dan ukuran
cepat terbentuk. Energi pengaktifan akan menurun
CaCO3 karena jumlah dan ukuran partikel CaCO3
jika ada katalis dalam reaksi. Jadi, pernyataan yang
pada kedua gelas berbeda, sedangkan konsentrasi
benar adalah pernyataan 2) dan 3).
HCl sama. Laju reaksi 2) terhadap 3) dipengaruhi
oleh ukuran dan jumlah CaCO3 karena konsentrasi 26. Jawaban: b
HCl sama yaitu 1 M. Ukuran CaCO 3 yang Reaksi pada suhu 15 oC.
ditambahkan pada gelas 2) berbentuk kepingan ⎛1⎞
Δt

kecil sebanyak 3 gram, sedangkan pada gelas 3) t1 = ⎜ ⎟ × t0


⎝b⎠
berupa serbuk sebanyak 2 gram. Laju reaksi 3) (15 − 65)
terhadap 4) dipengaruhi oleh ukuran dan ⎛1⎞ 10
= ⎜ ⎟ ×4
konsentrasi. Jumlah (massa) CaCO 3 yang ⎝2⎠
ditambahkan sama yaitu 2 gram, hanya saja pada ⎛1⎞
−5

gelas 3) CaCO3 berupa serbuk, sedangkan pada = ⎜ ⎟ ×4


⎝2⎠
gelas 4) CaCO3 berupa kepingan. Konsentrasi = (2)5 × 4 = 128 detik
pada gelas 3) adalah HCl 1 M, sedangkan Reaksi pada suhu 75 oC.
konsentrasi HCl pada gelas 4) adalah 2 M. Laju Δt
reaksi 5) terhadap 1) hanya dipengaruhi oleh ⎛1⎞
t1 = ⎜ ⎟ × t0
konsentrasi karena jumlah (massa) CaCO3 yang ⎝b⎠
( 75 − 65)
dilarutkan sama (2 gram). Begitu pula dengan ⎛1⎞ 10
ukuran CaCO3yang ditambahkan yaitu berbentuk t1 = ⎜ ⎟ ×4
⎝2⎠
kepingan besar. Keduanya hanya dibedakan oleh 10
⎛ 1 ⎞10
konsentrasi larutan HCl. = ⎜ ⎟ ×4
⎝2⎠
22. Jawaban: d 1
⎛1⎞
Butil Hidroksi Anisol (BHA), Butil Hidroksi = ⎜ ⎟ × 4 = 2 detik
⎝2⎠
Toluena (BHT), dan tokoferol (vitamin E)
Jadi, pada suhu 15°C dan 71°C berturut-turut
ditambahkan ke dalam bahan makanan kemasan
reaksi berlangsung selama 128 detik dan 2 detik.
yang mudah mengalami reaksi oksidasi

80 Laju Reaksi
27. Jawaban: b ing besar juga memungkinkan tumbukan yang
Laju reaksi dapat ditentukan dengan mudah dihasilkan berupa tumbukan efektif lebih besar
melalui pengukuran laju pembentukan CO2. Gas daripada H2SO4 yang konsentrasinya lebih kecil.
CO2 yang terbentuk ditampung pada alat buret Jadi, reaksi yang akan menghasilkan gas H2
yang mempunyai ukuran volume sehingga volume terbanyak pada 10 sekon pertama adalah 2 g Zn
gas CO 2 dapat ditentukan. Percobaan dapat (berbentuk serbuk) dengan 30 mL H2SO4 0,5 M.
dilakukan dengan rangkaian alat seperti gambar
berikut. B. Uraian
Gas CO2 massa C12 H 22O11
Statif 1. mol C12H22O11 = M r C12 H 22O11
Buret 17,1
= 342 = 0,05 mol
Gelas beaker
mol
HCl
Air M C12H22O11 = V
Batu pualam
0,05mol
Terbentuknya gas CO2 akan menekan air sehingga = 0, 25L = 0,2 M
air turun. Volume gas CO2 dapat teramati melalui Jadi, molaritas larutan gula pasir tersebut adalah
angka yang tertera pada buret. 0,2 M.
28. Jawaban: a 2. Persamaan laju reaksi:
Katalis pada suatu reaksi berfungsi untuk
V = k [NH4+] [NO2–]
mempercepat reaksi. Reaksi berlangsung cepat
Laju reaksi jika [NH4+] = 0,50 M dan [NO2–] =
ditandai dengan banyaknya gelembung gas.
0,04 M:
Reaksi ini terjadi pada percobaan 2) dan 4) karena
penambahan MnO2 dan CoCl2. Dengan demikian, V = k [NH4+] [NO2–]
zat yang berfungsi sebagai katalis adalah ion Mn4+ = 4,0 × 10–4 [0,50] [0,04] = 8 × 10–6 M det–1
dan ion Co2+. Jadi, laju reaksinya 8 × 10–6 M det–1

29. Jawaban: d 3. a. Selang waktu 0–5 detik


Katalis dalam suatu reaksi berfungsi menurunkan Δ [ B2 ]
energi aktivasi yang harus dicapai agar reaksi VB = –
2 Δt
dapat berlangsung tanpa mengubah harga ΔH.
[0,08 − 0,1]
Energi =– = –4 × 10–3 M det–1
5−0
Selang waktu 5–10 detik
Δ [ B2 ]
VB = –
2 Δt
Ea
Ea
katalitas [0,04 − 0,08]
=– = –8 × 10–3 M det–1
reaktan 10 − 5
ΔH produk
b. Selang waktu 0–5 detik
2
VAB = + 3 × VB
Jadi, jika dalam reaksi ditambahkan suatu katalis; 2 2
nilai Ea akan menurun dan ΔH-nya tetap. 2
= + 3 × 4 × 10–3 M det–1
30. Jawaban: c
Gas H 2 dihasilkan terbanyak jika Zn yang = +2,67 ×10–3 M det–1
digunakan berbentuk serbuk dan konsentrasi Selang waktu 5–10 detik
H2SO4 paling besar. Bentuk serbuk mempunyai 2
VAB = + 3 × VB
luas permukaan lebih besar daripada bentuk 2 2

kepingan. Dengan demikian, kemungkinan 2


= +3 × 8 × 10–3 M det–1
tumbukan yang dihasilkan berupa tumbukan
= +5,33 × 10–3 M det–1
efektif lebih besar. Konsentrasi H2SO4 yang pal-

Kimia Kelas XI Semester 1 81


4. Misal: v = k[A]m [B]n 6. N2O4(g) U 2NO2(g)
1) [A] = tetap, [B] = 2x → v = 4x Mula-mula : 1 –
4v = k[A]m [2B]n Reaksi : 0,3 0,6
––––––––––––––––––––––––––
4(k[A]m [B]n) = k[A]m [2B]n Sisa : 0,7 0,6
4(k[A]m [B]n) = k[A]m · 2n [B]n
d[NO 2 ]
4 = 2n Laju pembentukan NO2 = + dt
22 = 2n 0,6 mol
10 L
n=2 =+
12 sekon
2) [A] = 3x, [B] = 3x → v = 27x
0,06 M
27v = k[3A]m [3B]n = + 12
27(k[A]m [B]n) = k 3m [A]m · 3n [B]n = +0,005 M s–1
27 = 3m · 32 Jadi, laju pembentukan gas NO 2 sebesar
27 = 3m · 9 0,005 M s–1.
3 = 3m
m=1 7. b = 2
Jadi, persamaan laju reaksinya v = k[A][B]2. a = 10oC
T1 = 30oC → t1 = 4 menit
3) [A] = 0,3 M, [B] = 0,2 M → v = 1,2 × 10–1 M s–1
1
1,2 × 10–1 = k(0,3)(0,2)2 T2 = XoC → t2 = 15 sekon = 4 menit
1,2 × 10–1 = k(0,3)(0,04)
ΔT = T2 – T1 = (X – 30)oC
k = 10
Jadi, harga tetapan laju reaksinya adalah 1 ΔT 1
t2 = ba × t
10 mol–2 L2 s–1. 1

1 X − 30
1
5. a. Variabel bebas yaitu variabel yang sengaja 1 = 2 10
× 4
diubah-ubah untuk memperoleh hubungan 4
X − 30
satu besaran dengan besaran lain. Pada 4
= 2 10
1
percobaan antara kalsium karbonat dengan 4
X − 30
asam klorida yang berperan sebagai variabel 16 = 2 10

bebas adalah konsentrasi HCl dan bentuk X − 30


kalsium karbonat. 24 = 2 10

Variabel kontrol yaitu variabel yang


X − 30
dipertahankan atau tidak diubah-ubah. Pada 10
=4
percobaan antara kalsium karbonat dengan X – 30 = 40
asam klorida yang berperan sebagai variabel
X = 70
terkontrol adalah massa kalsium karbonat,
Jadi, suhu saat reaksi dapat berlangsung selama
volume asam sulfat, dan suhu.
15 sekon adalah 70oC.
Variabel terikat yaitu variabel yang berubah
karena adanya perubahan variabel bebas. 8. Katalis homogen yaitu katalis yang mempunyai
Pada percobaan antara kalsium karbonat fase sama dengan fase pereaksi atau katalis yang
dengan asam klorida yang berperan sebagai dapat bercampur dengan pereaksi secara homogen.
variabel terikat adalah waktu laju reaksi. Contoh:
b. Pasangan percobaan yang memperlihatkan a. Gas NO dan NO2, berfungsi mempercepat
pengaruh luas permukaan adalah percobaan reaksi pada pembuatan asam sulfat dengan
1) dan 2) serta 3) dan 4). Percobaan yang cara bilik timbal.
memperlihatkan pengaruh konsentrasi adalah b. Larutan kobalt(II) klorida (CoCl2) dan larutan
percobaan 1) dan 3) serta 2) dan 4). besi(III) klorida (FeCl3), berfungsi mempercepat
c. Laju reaksi dapat ditingkatkan dengan cara reaksi pada penguraian hidrogen peroksida.
memperbesar luas permukaan CaCO 3, Katalis heterogen yaitu katalis yang mempunyai
memperbesar konsentrasi larutan HCl, dan fase berbeda dengan fase pereaksi.
meningkatkan suhu larutan HCl.

82 Laju Reaksi
Contoh: 10. a. Orde reaksi A, [B] tetap → percobaan 2)
a. Besi, berfungsi mempercepat reaksi pem- dan 3).
buatan amonia melalui proses Haber. v2 k ⎛ A2 ⎞
m
⎛ B2 ⎞
n
b. Batu kawi (MnO2), berfungsi mempercepat v3 = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
k ⎝ A3 ⎠ ⎝ B3 ⎠
reaksi penguraian kalium klorat.
c. Vanadium pentaoksida (V2O5), berfungsi 0,02
m
⎛ 0,1 ⎞ ⎛ 0, 2 ⎞
n

mempercepat reaksi pembuatan asam sulfat = ⎜ 0,2 ⎟ ⎜⎜ ⎟


0,08 ⎝ ⎠ ⎝ 0, 2 ⎟⎠
melalui proses kontak.
m
2 ⎛1⎞
9. a. Orde reaksi terhadap SO2, dihitung dari = ⎜ ⎟
8 ⎝2⎠
percobaan 2) dan 1) m
m n
⎛1⎞
2 ⎛1⎞
V2 k ⎛ [SO 2 ]2 ⎞ ⎛ [ O 2 ]2 ⎞ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝2⎠
V1 = k ⎜⎝ [SO 2 ]1 ⎟⎠ ⎜⎝ [ O 2 ]1 ⎟⎠ ⎝2⎠

n
m=2
m
1,6× 10−6 ⎛ 0,008 ⎞ ⎛ 0,002 ⎞
= ⎜ 0,004 ⎟ ⎜⎜ ⎟⎟ Orde reaksi B, [A] tetap → percobaan 1)
0, 4× 10−6 ⎝ ⎠ ⎝ 0,002 ⎠ dan 2).
4 = 2m m n
v1 k ⎛ A1 ⎞ ⎛ B1 ⎞
22 = 2m = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
v2 k ⎝ A2 ⎠ ⎝ B2 ⎠
m =2
m
Orde reaksi terhadap O 2, dihitung dari 0,01 ⎛ 0,1 ⎞ ⎛ 0,1 ⎞n
= ⎜⎜ ⎟⎟ ⎜ ⎟
percobaan 5) dan 4) 0,02 ⎝ 0,1 ⎠ ⎝ 0, 2 ⎠
m n n
V5 k ⎛ [SO 2 ]5 ⎞ ⎛ [ O 2 ]5 ⎞ 1 ⎛1⎞
= k ⎜⎜ [SO ] ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟⎟ = ⎜ ⎟
⎝ [ O 2 ]4 ⎠
V4 2 ⎝2⎠
⎝ 2 4⎠
n
2, 4× 10−6
m
⎛ 0,008 ⎞ ⎛ 0,004 ⎞n ⎛ 1⎞
1 ⎛1⎞
⎜⎜ ⎟⎟ ⎜ = ⎜ ⎟
= ⎟ ⎜2⎟
⎝ ⎠ ⎝2⎠
9,6× 10−6 ⎝ 0,008 ⎠ ⎝ 0,016 ⎠
n n=1
1 ⎛1⎞ Jadi, persamaan laju reaksinya adalah
4
= ⎜ ⎟
⎝4⎠
v = k[A]2[B]
n=1
b. Percobaan 1)
b. Persamaan laju reaksi:
v = k[A]2[B]
V = k [SO2]m [O2]n
0,01 = k(0,1)2(0,1)
V = k [SO2]2 [O2] k = 10
c. Harga tetapan laju reaksi ditentukan melalui Jadi, harga tetapan laju reaksinya 10.
percobaan 1) c. Percobaan 4)
V = k[SO2]2 [O2] v = k[A]2[B]
0,4 × 10–6 M s–1 = k(0,004 M)2 (0,002 M) v = 10(0,2)2(0,3)
4 × 10–7 M s–1 = k(32 × 10–9) M3 v = 0,12 M s–1
Jadi, harga Y adalah 0,12 M s–1.
4 × 10−7 Ms −1
k =
32 × 10−9 M3
k = 12,5 M–2 s–1

Kimia Kelas XI Semester 1 83


1. Peserta didik mampu menentukan ciri-ciri reaksi kesetimbangan kimia beserta rumusan tetapan kesetimbangan dengan tepat
setelah melakukan kegiatan diskusi.
2. Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan dengan benar setelah melakukan
kegiatan diskusi.
3. Peserta didik mampu menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi suatu reaksi kesetimbangan dengan
tepat setelah melakukan kegiatan diskusi.
4. Peserta didik mampu menganalisis pengaruh perubahan konsentrasi dan suhu serta penambahan katalis terhadap kesetimbangan
kimia dengan tepat setelah melakukan kegiatan praktikum.

Reaksi Kesetimbangan

mencakup

Reaksi Kimia, Kesetimbangan Kimia, Pergeseran Kesetimbangan dan Hubungan Kuantitatif Antara Pereaksi
dan Tetapan Kesetimbangan Faktor-Faktor yang Memengaruhi dengan Hasil Reaksi

mencakup meliputi berupa

Ciri-Ciri Kesetimbangan Perubahan Konsentrasi Tetapan Kesetimbangan


Kimia Berdasarkan Konsentrasi
(Kc)
Perubahan Volume dan
Kesetimbangan Homogen Tekanan
dan Heterogen
Tetapan Kesetimbangan
Berdasarkan Tekanan
Perubahan Suhu
Parsial (Kp)
Ciri-Ciri Kesetimbangan
Kimia
Katalis
Hubungan Kc dengan Kp

Derajat Disosiasi (α)

• Reaksi Kesetimbangan • Kesetimbangan Kimia • Volume


• Kesetimbangan Homogen • Pergeseran • Tekanan
• Kesetimbangan Heterogen • Derajat Disiosiasi • Suhu
• Tetapan Kesetimbangan • Konsentrasi • Katalis

84 Reaksi Kesetimbangan
A. Pilihan Ganda merupakan kesetimbangan homogen karena
komponen-komponennya mempunyai wujud
1. Jawaban: c
sama yaitu gas (g). Dengan demikian, tetapan
Suatu reaksi dikatakan setimbang apabila jumlah
kesetimbangannya ditentukan oleh persamaan
zat yang terlibat dalam reaksi tidak berubah
berikut.
terhadap waktu. Artinya, laju reaksi ke kanan
[H 2S]2 [O 2 ]3
sama dengan laju reaksi ke kiri. Kc = [H O]2 [SO ]2
2 2
2. Jawaban: b
Pada reaksi kesetimbangan heterogen, komponen- 7. Jawaban: b
komponen yang terlibat mempunyai wujud atau Reaksi kesetimbangan: Al3+(aq) + 3H2O( )
fase berbeda. Pada reaksi kesetimbangan: Al(OH)3(s) + 3H+(aq) merupakan kesetimbang-
3Fe(s) + 4H2O(g) Fe3O4(s) + 4H2(g) dan an heterogen yang melibatkan fase padat (s),
cairan ( ), dan larutan (aq). Harga tetapan
NH2COONH4(s) 2NH3(g) + CO2(g), komponen-
kesetimbangan (Kc) hanya ditentukan oleh zat
komponennya mempunyai fase padat (s) dan gas
yang berfase larutan (aq). Dengan demikian,
(g). Pada reaksi kesetimbangan: N2O4(g)
tetapan kesetimbangannya ditentukan oleh per-
2NO2(g) komponen-komponennya mempunyai
samaan berikut.
fase gas (g). Pada reaksi kesetimbangan:
[H + ]3
HCOOH(aq) H +(aq) + HCOO –(aq) dan Kc = [Al3+ ]
Fe (aq) + SCN – (aq)
3+ FeSCN 2+ (aq).
Komponen-komponennya mempunyai fase 8. Jawaban: b
larutan (aq). Jadi, reaksi kesetimbangan heterogen Contoh reaksi kesetimbangan kimia dalam
ditunjukkan oleh angka 1) dan 4). kehidupan sehari-hari yaitu pengaturan pH darah
dan cairan sel, siklus oksigen dalam tubuh, serta
3. Jawaban: d
kesetimbangan dalam mulut. Pengaturan pH darah
Pada prinsipnya dalam tetapan kesetimbangan
dilakukan oleh sistem penyangga karbonat yang
baik Kc atau Kp rumus tetapannya selalu produk
terdiri atas HCO–3 dan H2CO3.
dibagi reaktan setelah masing-masing dipangkat-
Ketika zat yang bersifat asam masuk ke dalam
kan dengan koefisiennya. Spesi atau zat yang
darah akan terjadi reaksi:
terdapat dalam rumus Kc hanya fase gas (g) dan
larutan (aq). Sementara itu, pada Kp hanya spesi H+(aq) + HCO–3(aq) H2CO3(aq)
kimia yang berfase gas (g). Jadi, persamaan reaksi Sementara itu, ketika darah kemasukan zat yang
yang mungkin untuk rumus Kc tersebut adalah bersifat basa akan terjadi reaksi:
opsi d. Adapun opsi a, b, dan c merupakan reaksi OH–(aq) + H2CO3(aq) HCO–3(aq) + H2O( )
yang belum setara, sedangkan opsi e jika ditulis Perbandingan konsentrasi HCO–3 dengan H2CO3
[CO]3 dalam darah sekitar 20 : 1. Keadaan ini dapat
tetapan kesetimbangannya: Kc = [CO ]3 . terjadi karena adanya kesetimbangan antara gas
2
CO2 terlarut dalam darah dengan H2CO3 serta
5. Jawaban: e
kesetimbangan kelarutan CO2 dari paru-paru
Kesetimbangan dinamis adalah reaksi yang ber-
dengan CO2 terlarut.
langsung terus-menerus tanpa henti secara
mikroskopis. Pada kesetimbangan dinamis laju CO2(g) + H2O( ) H2CO3(aq)
reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri Jika di dalam darah terdapat H2CO3, darah akan
sehingga konsentrasi reaktan dan produk tidak segera melepaskan gas CO2 ke dalam paru-paru.
berubah. Adapun fotosintesis tumbuhan, pembakaran
sampah, pelapukan kayu, dan siklus air di alam
6. Jawaban: a tidak melibatkan reaksi kesetimbangan kimia.
Reaksi kesetimbangan:
2H2O(g) + 2SO2(g) 2H2S(g) + 3O2(g)

Kimia Kelas XI Semester 1 85


9. Jawaban: d 2. Suatu reaksi berada dalam keadaan setimbang
Pasangan antara reaksi kesetimbangan dengan ketika laju reaksi ke kanan sama dengan laju
persamaan tetapan kesetimbangan yang tepat reaksi ke kiri dan konsentrasi reaktan dan produk
disajikan dalam tabel berikut. tidak berubah terhadap waktu.
Reaksi Kesetimbangan Tetapan Kesetimbangan 3. a. CH3COOH(aq) CH3COO–(aq) + H+(aq)
1) CaF 2(s) Ca 2+ (aq) + Kc = [Ca2+][F–]2 merupakan reaksi kesetimbangan homogen
2F–(aq) karena zat-zat yang terlibat dalam reaksi
[PCl 5 ] mempunyai fase atau wujud zat sama yaitu
2) PCl3(g) + Cl2(g) PCl5(g) Kc = [PCl ][Cl ]
3 2 larutan (aq).
[XeF6 ] b. Ba2+(aq) + SO2– 4 (aq) BaSO4(s) merupa-
3) Xe(g) + 3F2(g) XeF6(g) Kc = [Xe][F ]3
2 kan reaksi kesetimbangan heterogen karena
4) CaCO3(s) + 2H2O( ) Kc = [Ca(OH)2][H2CO3] zat-zat yang terlibat dalam reaksi mempunyai
Ca(OH)2(aq) + H2CO3(aq) fase atau wujud zat berbeda yaitu larutan (aq)
[SO 3 ]2 dan padat (s).
5) 2SO 2 (g) + O 2 (g) Kc = [SO ]2 [O ]
2 2 c. H2O(g) + C(s) H2(g) + CO(g) merupakan
2SO3(g)
reaksi kesetimbangan heterogen karena zat-
zat yang terlibat dalam reaksi mempunyai
10. Jawaban: a fase atau wujud zat berbeda yaitu gas (g) dan
Berdasarkan grafik tersebut, kesetimbangan akan padat (s).
tercapai jika laju pembentukan dan laju peng-
uraian SO3 sama sehingga konsentrasi pereaksi 4. Kesetimbangan dinamis yaitu reaksi setimbang
dan hasil reaksi tidak berubah lagi terhadap waktu yang secara makroskopis tidak terjadi perubahan,
yaitu t1. Hal ini ditunjukkan oleh bentuk kurva tetapi secara mikroskopis reaksi berlangsung
yang mendatar. terus-menerus secara bolak-balik. Contohnya
kesetimbangan ozon dan oksigen yang terjadi di
B. Uraian lapisan stratosfer menyangkut reaksi pembentuk-
an dan penguraian dengan laju yang sama.
1. Reaksi dapat balik (reversible) adalah reaksi kimia 2O3(g) 3O2(g)
yang berlangsung dua arah. Pereaksi membentuk
produk, selanjutnya produk bereaksi kembali [NH 4+ ][OH − ]
membentuk pereaksi. 5. a. Kc = [NH 3 ]
Contoh: H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g) b. Kc = [Ag+]2[CrO2–
4 ]
Reaksi tidak dapat balik (irreversible) adalah reaksi
yang berlangsung satu arah, produk tidak dapat [NO2 ]2
c. Kc = [NO]2 [O ]
saling bereaksi kembali membentuk pereaksi. 2

Contoh: HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + [CFCl 3 ][HCl]


H2O( ) d. Kc = [CCl ][HF]
4

e. Kc = [CO2][H2O]

A. Pilihan Ganda Adapun untuk reaksi kesetimbangan lainnya


sebagai berikut.
1. Jawaban: a
1) 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)
Jika volume diperbesar, kesetimbangan bergeser
ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya lebih jumlah koefisien = 3 jumlah koefisien = 2
besar. Jika koefisien di kedua ruas sama, ke- Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan
setimbangan tidak akan bergeser. Pada persamaan bergeser ke kiri.
reaksi a jumlah koefisien ruas kiri sama dengan
ruas kanan yaitu 2.

86 Reaksi Kesetimbangan
2) PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) kanan atau arah produk. Agar reaksi kesetimbang-
an bergeser ke kanan atau ke arah produk diperlu-
jumlah koefisien = 1 jumlah koefisien = 2
kan beberapa perlakuan yaitu menambah H2O,
Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan
memperbesar volume atau memperkecil tekanan,
bergeser ke kanan.
serta menaikkan suhu. Jika tekanan diperbesar,
3) N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri atau
jumlah koefisien = 4 jumlah koefisien = 2 reaktan. Penambahan gas H2 juga menyebabkan
Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan reaksi kesetimbangan bergeser ke kiri atau
bergeser ke kiri. reaktan. Adapun penambahan katalis hanya
mempercepat tercapainya keadaan setimbang dan
4) N2O4(g) 2NO2(g)
tidak memengaruhi pergeseran kesetimbangan.
jumlah koefisien = 1 jumlah koefisien = 2
5. Jawaban: e
Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan
bergeser ke kanan. P4(s) + 10Cl2(g) 4PCl5(g)
jumlah koefisien = 10 jumlah koefisien = 4
2. Jawaban: a
Pada reaksi kesetimbangan: Jika volume ruang diperkecil, kesetimbangan
Fe3O4(s) + 4CO(g) 3Fe(s) + 4CO2(g) ΔH = –x kJ
akan bergeser ke arah jumlah koefisien zat gas
Reaksi ke kanan merupakan reaksi eksoterm, yang lebih kecil yaitu ke kanan atau produk.
sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi Akibatnya, konsentrasi PCl5 bertambah sedang-
endoterm. Berdasarkan persamaan reaksi tersebut, kan konsentrasi Cl2 berkurang. Adapun jumlah P4
kesetimbangan akan bergeser ke kanan jika tidak berubah karena berwujud padat.
ditambah CO dan suhu diturunkan. Sementara itu, 6. Jawaban: d
perlakuan volume diperkecil dan tekanan Reaksi menghasilkan produk lebih banyak, artinya
diperbesar tidak akan menggeser kesetimbangan kesetimbangan harus bergeser ke kanan atau ke
karena jumlah koefisien gas pereaksi sama dengan arah produk. Jika suhu diturunkan, kesetimbangan
jumlah koefisien gas hasil reaksi. Adapun akan bergeser ke arah reaksi eksoterm (ΔH
penambahan Fe 3O4 tidak akan memengaruhi negatif). Jadi, reaksi yang menghasilkan produk
kesetimbangan karena berwujud padat (s). lebih banyak ketika suhu diturunkan ditunjukkan
3. Jawaban: e oleh angka 2) dan 4). Sementara itu, reaksi
Reaksi pembentukan amonia: kesetimbangan 1) dan 3) akan bergeser ke arah
kiri jika suhu diturunkan karena reaksi ke arah
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) ΔH = –92 kJ kanan atau produk merupakan reaksi endoterm.
Kondisi optimum untuk mendukung terbentuknya
amonia sebagai berikut. 7. Jawaban: b
1) Memperbesar konsentrasi reaktan. 2HX(g) H2(g) + X2(g) ΔH = +X kJ
2) Memperbesar tekanan. jumlah koefisien = 2 jumlah koefisien = 2
3) Menurunkan suhu. Reaksi ke kanan merupakan reaksi endoterm,
4) Menambahkan katalis. sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi
5) Memperkecil volume. eksoterm. Jumlah koefisien reaktan dalam reaksi
6) Memperbesar konsentrasi reaktan. sama dengan jumlah koefisien produk.
7) Segera memisahkan gas NH3 yang terbentuk. Kesetimbangan akan bergeser ke kiri jika suhu
4. Jawaban: c diturunkan, konsentrasi HX diperkecil, serta
Pada reaksi kesetimbangan: 2H2O(g) 2H2(g) konsentrasi H2 dan X2 diperbesar. Perubahan
+ O2(g) ΔH = +242 kJ reaksi ke kanan merupakan tekanan atau volume tidak memengaruhi
reaksi endoterm, sedangkan reaksi ke kiri merupa- pergeseran kesetimbangan karena jumlah
kan reaksi eksoterm. Jumlah koefisien reaktan koefisien reaktan sama dengan jumlah koefisien
dalam reaksi tersebut lebih kecil daripada jumlah produk. Jika konsentrasi HX diperbesar dan suhu
koefisien produk. Jumlah gas oksigen akan dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
meningkat jika reaksi kesetimbangan bergeser ke

Kimia Kelas XI Semester 1 87


8. Jawaban: c setimbangan akan bergeser ke arah zat yang
Cu2+(aq) + 4NH3(aq) [Cu(NH3)4]2+(aq) jumlah koefisiennya lebih besar yaitu ke arah
reaktan atau Fe3+ dan SCN–. Dengan demikian,
jumlah koefisien = 5 jumlah koefisien = 1
konsentrasi ion Fe3+ dan ion SCN– akan ber-
Jika volume diperbesar kesetimbangan akan
tambah, warna merah berkurang, dan harga Kc
bergeser ke arah koefisien yang lebih besar yaitu
tetap karena reaksi kesetimbangan berlangsung
ke arah kiri atau reaktan. Akibatnya, konsentrasi
pada suhu tetap.
ion Cu2+ dan NH3 bertambah, sedangkan konsentrasi
ion [Cu(NH3)4]2+ berkurang (warna semakin 13. Jawaban: e
pudar). Adapun harga Kc tetap pada suhu tetap. Jika konsentrasi oksigen diperbesar maka
kesetimbangan akan bergeser ke kanan sehingga
9. Jawaban: a
konsentrasi H2O dan Cl2 bertambah sedangkan
Reaksi:
konsentrasi HCl berkurang. Harga K tetap pada
H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g) ΔH = –97 kJ suhu tetap.
Harga K dipengaruhi oleh suhu. Apabila suhu 14. Jawaban: d
dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah Pada reaksi kesetimbangan: CH3COOCH3(aq)
reaksi endoterm. Sebaliknya, apabila suhu + H 2O( ) CH 3OH(aq) + CH 3COOH(aq)
diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien produk adalah dua, sedangkan
reaksi eksoterm. Pada reaksi tersebut, reaksi ke jumlah koefisien reaktan adalah satu (H2O berfase
kanan merupakan reaksi eksoterm, sedangkan cair sehingga tidak dihitung). Jika volume
reaksi ke kiri merupakan reaksi endoterm. Dengan diperbesar (tekanan diperkecil), kesetimbangan
demikian, jika suhu dinaikkan pada volume tetap akan bergeser ke arah koefisien besar (ke kanan).
kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri dan Konsentrasi CH3OH akan berkurang (kesetimbang-
harga K makin kecil. an bergeser ke arah arah reaktan atau kiri) jika
10. Jawaban: e pada kesetimbangan konsentrasi CH 3COOH
A2(g) + 2B(g) 2AB(g) ΔH = +x kJ ditambah atau konsentrasi CH 3 COOCH 3
dikurangi. Sementara itu, jika konsentrasi
jumlah koefisien = 3 jumlah koefisien = 2
CH3COOH dikurangi akan menyebabkan reaksi
Jika tekanan sistem diperbesar, kesetimbangan
kesetimbangan bergeser ke arah produk atau
akan bergeser ke arah zat yang jumlah koefisien-
kanan.
nya lebih kecil. Pada reaksi tersebut jika tekanan
sistem diperbesar, kesetimbangan bergeser ke arah 15. Jawaban: c
kanan (hasil reaksi). Dengan demikian, jumlah Pada reaksi kesetimbangan:
partikel pereaksi (A2 dan B) berkurang dan jumlah CO(g) + 2H2(g) CH3OH(g) ΔH = +x kJ
partikel hasil reaksi (AB) bertambah. Gambar reaksi ke kanan merupakan reaksi endoterm,
yang menunjukkan kesetimbangan sesaat yang sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi
baru adalah gambar e. eksoterm. Jumlah koefisien produk lebih kecil
daripada jumlah koefisien reaktan. Reaksi
11. Jawaban: c
kesetimbangan akan bergeser ke arah CH3OH atau
Pada reaksi kesetimbangan:
kanan jika suhu dinaikkan, volume diperkecil
2XY(g) + Y2(g) 2XY2(g) ΔH = +x kJ
(tekanan diperbesar), serta konsentrasi CO dan
reaksi ke kanan merupakan reaksi endoterm,
H2 diperbesar. Jika volume diperkecil (tekanan
sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi
diperbesar), kesetimbangan akan bergeser ke kiri
eksoterm. Jika suhu reaksi kesetimbangan tersebut
atau ke arah reaktan). Jika konsentrasi CO di-
dinaikkan, reaksi kesetimbangan akan bergeser ke
perkecil, kesetimbangan akan bergeser ke kiri atau
arah reaksi endoterm yaitu ke kanan.
ke arah reaktan. Jika suhu diturunkan, kesetimbang-
12. Jawaban: e an akan bergeser ke arah reaksi eksoterm (ke arah
Penambahan air pada kesetimbangan: Fe3+(aq) + reaktan). Penambahan katalis hanya mempercepat
SCN–(aq) FeSCN2+(aq) berarti menambah tercapainya keadaan setimbang dan tidak
volume sistem. Jika volume diperbesar, ke- memengaruhi pergeseran kesetimbangan.

88 Reaksi Kesetimbangan
B. Uraian b. Kondisi optimum yang diperlukan adalah suhu
rendah, tekanan tinggi, konsentrasi SO2 atau
1. N2O3(g) NO(g) + NO2(g)
O2 dibuat berlebih, dan ditambah katalis V2O5.
jumlah koefisien = 1 jumlah koefisien = 2
4. 3P(s) + Q2(g) P2Q(g) + PQ(g) ΔH = +x kJ
Jika volume ruang diperbesar, kesetimbangan
jumlah koefisien = 1 jumlah koefisien = 2
akan bergeser ke arah jumlah koefisien lebih besar
yaitu ke arah kanan atau produk. Akibatnya, gas Reaksi ke kanan merupakan reaksi endoterm,
NO dan NO2 bertambah, sedangkan gas N2O3 ber- sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi eksoterm.
kurang. a. Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar),
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah
2. 4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O( ) ΔH = –907 kJ
koefisien reaksi lebih besar yaitu ke kanan
jumlah koefisien = 9 jumlah koefisien = 4 atau produk sehingga konsentrasi Q2 ber-
Berdasarkan ilustrasi gambar pada soal, setelah kurang, sedangkan konsentrasi P2Q dan PQ
diberikan perlakuan jumlah NO bertambah bertambah. Adapun konsentrasi P tetap
sedangkan jumlah NH3 dan O2 berkurang. Adapun karena berupa padatan.
jumlah H2O tetap. Hal ini menunjukkan bahwa b. Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan
reaksi kesetimbangan bergeser ke kanan atau arah bergeser ke reaksi eksoterm yaitu ke arah kiri
produk. Agar reaksi kesetimbangan tersebut atau reaktan sehingga konsentrasi Q2 ber-
bergeser ke kanan maka suhu sistem diturunkan tambah, sedangkan konsentrasi P2Q dan PQ
(reaksi ke kanan merupakan reaksi eksoterm), berkurang.
tekanan diperbesar atau volume diperkecil c. Jika ditambah zat P, kesetimbangan tidak
(jumlah koefisien produk < jumlah koefisien akan bergeser karena P berwujud padat.
reaktan), konsentrasi reaktan (NH 3 dan O 2) 5. Pada penambahan NaOH mengakibatkan warna
diperbesar, serta produk (NO) yang telah ter- merah pada larutan berkurang (pudar). Kristal
bentuk segera diambil. NaOH berfungsi mengikat ion Fe3+ sehingga
3. a. Menyiapkan SO2 dengan membakar belerang untuk menjaga kesetimbangan, ion Fe(SCN)2+
di udara atau dengan pemanggangan pirit akan terurai kembali menjadi ion Fe3+ dan ion
(FeS), dengan reaksi sebagai berikut. SCN- (reaksi bergeser ke kiri). Sementara itu,
S + O2 → SO2 atau 4FeS + 7O2 → 2Fe2O3 + 4SO2 penambahan akuades (pengenceran) pada larutan
Gas SO2 dialirkan melalui pipa katalis pada menyebabkan volume menjadi besar. Akibatnya,
suhu 400°C menurut reaksi sebagai berikut. kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah mol
V2 O3
2SO2(g) + O2(g) ←⎯⎯
⎯⎯⎯ → 2SO3(g) ΔH = –197 kJ atau jumlah partikel yang lebih besar yaitu ke arah

H2SO4 + SO3 → H2S2O7 ion Fe3+ dan ion SCN– (ke arah kiri). Oleh karena
itu, warna merah juga berkurang (pudar).
H2S2O7 + H2O → 2H2SO4

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: d


V=2L
1. Jawaban: c
nCO mula-mula = 2 mol
2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)
nCO setimbang = 0,4 mol
nH2O mula-mula = 2 mol
[SO2 ]2 [O2 ] ( )( )
0,4 2 0,1
1 1 CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g)
Kc = = = 0,4
[SO3 ]2
( )
0,2 2
1
Mol mula-mula : 2 2 – –
Mol bereaksi : 1,6 1,6 1,6 1,6
Jadi, harga tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
tersebut sebesar 0,4. Mol setimbang : 0,4 0,4 1,6 1,6

Kimia Kelas XI Semester 1 89


[CO2 ][H 2 ] ( )( )
1,6
2
1,6
2 (0,8)(0,8) α= n
nN 2O4 terurai
× 100%
Kc = [CO][H O]2 =
2 ( )( )
0,4
2
0,4
2
= (0,2)(0,2)
= 16 N 2O4 mula-mula

0,2 mol
Jadi, harga tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi = 0,5 mol × 100%
tersebut sebesar 16.
= 40%
3. Jawaban: e Jadi, derajat disosiasi N2O4 sebesar 40%.
V=1L
2NOBr(g) 2NO(g) + Br2(g) 7. Jawaban: e
[XY] = 2[XY2]
[NO]2 [Br2 ]
Kc = [NOBr]2 XY(g) + Z2Y(g) XY2(g) + Z2(g) Kc = 2
[XY2 ][Z 2 ]
( )
0,06
1
[Br2 ] Kc = [XY ][Z Y ]
2
0,064 =
( ) 0,06
1 [XY2 ][ Z 2 ]
2 = (2[XY ])[Z Y ]
[Br2] = 0,064 mol L–1 2 2

nBr = [Br2] × V [Z2 ]


2 2 = 2[Z Y ]
= 0,064 mol L–1 × 1 L 2

= 0,064 mol 4[Z2Y] = [Z2]


1
Jadi, jumlah mol Br2 yang terdapat dalam wadah [Z2Y] = 4 [Z2]
tersebut adalah 0,064 mol.
1
4. Jawaban: b Jadi, konsentrasi Z 2 Y sama dengan 4 kali
konsentrasi Z2.
Kc =
[H 2 ][Cl 2 ]
=
( )( )
0,5
1
0,5
1
=
(0,5)(0,5)
8. Jawaban: e
() 32
2
[HCl] 3 2
1 nPCl mula-mula = 0,4 mol
3
nCl mula-mula = 0,4 mol
5. Jawaban: c 2
nPCl setimbang = 0,1 mol
Reaksi 1): 2NO(g) + O2(g) 2NO2(g) K = 36 5
Ptotal = 7 atm
1 PCl3(g) + Cl2(g) PCl5(g)
Reaksi 2): NO2(g) NO(g) + O2(g) K′ = . . . ?
2
Mol mula-mula : 0,4 0,4 –
Reaksi 2) merupakan reaksi kebalikan dari reaksi 1)
Mol bereaksi : 0,1 0,1 0,1
dan dibagi dua .
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1
Mol setimbang : 0,3 0,3 0,1
[NO][O2 ] 2 1 1 1 1
K′ = = = = = 6 ntotal = nPCl + nCl + nPCl
[NO 2 ] [NO2 ]2 K 36 3 2 5

[NO]2 [O2 ] = 0,3 mol + 0,3 mol + 0,1 mol


Jadi, harga tetapan kesetimbangan untuk reaksi: = 0,7 mol
1 1 nPCl3 0,3 mol
NO2(g) NO(g) + O2(g) adalah 6 . PPCl = n × Ptotal = 0,7 mol × 7 atm = 3 atm
2 3 total

6. Jawaban: c nCl2 0,3 mol


N2O4(g) 2NO2(g) PCl = n × Ptotal = 0,7 mol × 7 atm = 3 atm
2 total
Mol mula-mula : 0,5 –
nPCl5 0,1 mol
Mol terurai : 0,2 0,4 PPCl = n × Ptotal = 0,7 mol × 7 atm = 1 atm
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––– 5 total

Mol setimbang : 0,3 0,4


( PPCl ) 5 (1) 1
Kp = P
( PCl 3 ) ( PCl 2 ) = (3)(3) = 9
1
Jadi, harga Kp reaksi tersebut sebesar 9 .

90 Reaksi Kesetimbangan
9. Jawaban: d 11. Jawaban: d
Reaksi kesetimbangan: PO = x atm
2
NH4Cl(s) NH3(g) + HCl(g) PNO = y atm
Harga Kp ditentukan oleh dari zat berfase gas Kp = 45
Kp = a Reaksi kesetimbangan: 2NO(g) N2(g) + O2(g)
Kp = (PNH3)(PHCl) (PN 2 )(PO2 )
PNH = PHCl, karena koefisiennya sama maka: Kp = ( PNO )2
3

a = (PNH )2 ( PN 2 )( x )
3
45 =
PNH = PHCl = a atm ( y )2
3

Ptotal = PNH + PHCl 45y 2


3
PN2 =
= a + a x

= 2 a atm 45y 2
Jadi, tekanan parsial gas N2 sebesar atm.
x
Jadi, tekanan total dalam wadah sebesar 2 a atm.
12. Jawaban: c
10. Jawaban: c V=1L
Misal: nX2Y2 mula-mula = 1 mol
α = 50% CCl4(g) C(s) + 2Cl2(g)
nX2Y2 terurai = α × nX2Y2 mula-mula nCCl4 mula-mula = 1 mol
= 50% × 1 mol α = 20%
= 0,5 mol nCCl4 terurai = α × nCCl4 mula-mula
X2Y2(g) X2(g) + Y2(g) = 20% × 1 mol
Mol mula-mula : 1 – – = 0,2 mol
Mol terurai : 0,5 0,5 0,5 T = (27 + 273) K = 300 K
––––––––––––––––––––––––––––––––––– + Δn = koefisien gas produk – koefisien gas
Mol setimbang : 0,5 0,5 0,5 reaktan
ntotal = nX2Y2 + nX2 + nY2 =2–1
= 0,5 mol + 0,5 mol + 0,5 mol =1
= 1,5 mol CCl4(g) C(s) + 2Cl2(g)
Mol mula-mula : 1 – –
n X 2Y2 0,5 mol 1
PX2Y2 = n × Ptotal = 1,5 mol × Ptotal = 3 Ptotal Mol terurai : 0,2 0,2 0,4
total
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––
nX2 0,5 mol 1 Mol setimbang : 0,8 0,2 0,4
PX2 = n × Ptotal = 1,5 mol × Ptotal = 3 Ptotal
total
[Cl 2 ]2 ( )
0,4 2
1
Kc = = = 0,2
PY2 = n
nY2 0,5 mol 1
× Ptotal = 1,5 mol × Ptotal = 3 Ptotal
[CCl 4 ] ( )
0,8
1
total
Kp = Kc (RT)Δn = 0,2(0,082 × 300)1
( PX )( PY )
2 2 Jadi, harga Kp reaksi tersebut pada suhu 27°C
Kp =
( PX Y )2 2 sebesar 0,2(0,082 × 300).

( P )( P )
1 1
3 total 3 total
13. Jawaban: e
V=2L
6 atm =
(P ) 1
3 total T = 500 K
1
nCO = setimbang = 0,05 mol
2
6 atm = 3 Ptotal massa 25 g
nCaCO3 = M CaCO = 100 g mol −1 = 0,25 mol
ptotal = 18 atm r 3

Jadi, tekanan total sistem tersebut sebesar 18 atm.

Kimia Kelas XI Semester 1 91


CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) [CO 2 ][H 2 ]
Mol mula-mula : 0,25 – – Kc = [CO][H O]
2
Mol terurai : 0,05 0,05 0,05
(4)(4)
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– ⇔ 0,8 = (x − 4)(2)
Mol setimbang : 0,20 0,05 0,05
0,05 16
Kc = [CO2] = = 0,025 ⇔ 0,8 = 2(x − 4)
2
Δn = koefisien gas kanan – koefisien gas kiri 8
=1–0 ⇔ 0,8 = x − 4
=1 8
Kp = Kc(RT)Δn ⇔ x – 4 = 0,8
= 0,025(0,082 × 500)1
⇔ x = 10 + 4 = 14 mol L–1
= 1,025
Jadi, jumlah gas CO yang harus ditambahkan
Jadi, nilai tetapan kesetimbangan (Kp) sebesar
sebanyak 14 mol L–1.
1,025.
14. Jawaban: a B. Uraian
V=4L
1
massa 216 g 1. 2AB + B2 A2B3 K = 8 (dibalik, dikalikan 2)
nN2O5 = = = 2 mol 2
M r N 2 O5 108 g mol −1 A2B + B2 A2B3 K = 4 (dikalikan 2)
2N2O5(g) 4NO2(g) + O2(g)
sehingga diperoleh:
Mol mula-mula : 2 – – 2
⎛1⎞ 1
1 2A2B3 4AB + B2 K′ = ⎜ ⎟ = 64
Mol terurai : x 2x x ⎝8⎠
2
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1 2A2B + 2B2 2A2B3 K′′ = 42 = 16
Mol setimbang : (2 – x) 2x x
2 ––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
n N 2 O5 2 1 1
nO2 = 2A2B3 + B2 4AB
K = 64 × 16 = 4 = 0,25
3
Jadi, harga K untuk reaksi: 2A2B 4AB sebesar
(2 − x ) 2
1 = 0,25.
x 3
2
2. Misal:
1
3(2 – x) = 2( x) nXY mula-mula = n mol
2 5
6 – 3x = x nXY terurai = m mol
5
6 = 4x XY5(g) XY3(g) + Y2(g)
x = 1,5 Mol mula-mula : n – –
nN 2O5 terurai Mol terurai : m m m
1,5
α = n mula-mula = 2 = 0,75 ––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
N 2O5
Mol setimbang : (n – m) m m
Jadi, derajat disosiasi (α) N2O5 sebesar 0,75 atau
n XY5 3
75%. =
n XY3 2
15. Jawaban: c
Misalkan jumlah gas CO yang harus ditambahkan n−m 3
m
= 2
= x mol L–1.
CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g) 2(n – m) = 3m
Mol mula-mula : x mol L–1 6 mol L–1 – – 2n – 2m = 3m
Mol bereaksi : 4 mol L–1 4 mol L–1 4 mol L–1 4 mol L–1
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– 2n = 5m
Mol setimbang : (x – 4) mol L–1 2 mol L–1 4 mol L–1 4 mol L–1 5
n= 2m

92 Reaksi Kesetimbangan
n XY5 terurai nH 2 O
α = n mula-mula × 100% PCO2 = n × Ptotal
XY5 total

m a
= 2a × 1,5 atm
= 5
m × 100%
2
3
= 40% = 4 atm
Jadi, besarnya derajat disosiasi XY5 adalah 40%
atau 0,4. Kp = (PH2O)(PCO2)
3. nCOCl2 mula-mula = 0,5 mol 3 3 9
Kp = ( 4 )( 4 ) = 16
V=2L
COCl2(g) CO(g) + Cl2(g) 9
Jadi, harga Kp untuk reaksi tersebut sebesar 16 .
Mol mula-mula : 0,5 – –
Mol terurai : 0,2 0,2 0,2 5. nHI mula-mula = 0,8 mol
––––––––––––––––––––––––––––––––––––– α = 25%
Mol setimbang : 0,3 0,2 0,2 V=2L
[CO][Cl 2 ] T = (300 + 273) K = 573 K
Kc = [COCl ] nHI terurai = α × nHI mula-mula
2
25
( )( )
0,2
2
0,2
2
= 100 × 0,8 mol
=
( ) 0,3
2
= 0,2 mol
2HI(g) H2(g) + I2(g)
(0,1)(0,1)
= (0,15)
Mol mula-mula : 0,8 – –
Mol terurai : 0,2 0,1 0,1
0,01 ––––––––––––––––––––––––––––––––––
= 0,15
Mol setimbang : 0,6 0,1 0,1
= 0,067
Jadi, harga tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi [H 2 ][I 2 ] ( )( )
0,1
2
0,1
2 2,5 × 10−3
Kc = [HI]2 = = = 0,028
( )
2
tesebut sebesar 0,067. 0,6 9 × 10−2
2
4. Ptotal = 1,5 atm Kp = Kc(RT)Δn
2NaHCO3(s) Na2CO3(s) + H2O(g) + CO2(g) Δn = koefisien gas kanan – koefisien gas kiri
Setimbang: a mol a mol
=2–2
Tekanan parsial masing-masing gas: =0
nH 2 O Kp = Kc(RT)0
PH2O = n × Ptotal = Kc
total
= 0,028
a
= 2a × 1,5 atm Jadi, harga Kp = Kc = 0,028.

3
= 4 atm

Kimia Kelas XI Semester 1 93


Reaksi Searah
Reaksi Kimia

Reaksi Dua Arah

Syarat Terjadinya Kesetimbangan


Dinamis
Reaksi Kimia,
Kesetimbangan Kimia, Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Homogen
dan Tetapan
Kesetimbangan Kesetimbangan Heterogen
Rumusan Tetapan
Kesetimbangan

Perubahan Konsentrasi

Asas Le Chatelier Perubahan Volume dan Tekanan

Perubahan Suhu
Reaksi
Kesetimbangan Pengaruh Katalis

Pembuatan Amonia
Reaksi Kesetimbangan dalam
Pergeseran Pembuatan Asam Sulfat (H2SO4)
Industri
Kesetimbangan dan
Faktor-Faktor yang Pebuatan Gas Klorin (Cl2)
Memengaruhinya
Pembuatan Asam Nitrat (HNO3)

Reaksi Kesetimbangan dalam


Pengaturan pH Darah
Tubuh Manusia

Kesetimbangan dalam Mulut


Reaksi Kesetimbangan dalam
Kehidupan Sehari-hari Pencegahan Pertumbuhan Bakteri
dalam Bak Penampung Air

Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Konsentrasi (Kc)

Memanipulasi Persamaan Reaksi Kesetimbangan untuk


Menentukan Kc

Hubungan Kuantitatif Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Tekanan Parsial (Kp)


Antara Pereaksi dan
Hasil Reaksi Hubungan Kc dengan Kp

Derajat disosiasi

94 Reaksi Kesetimbangan
A. Pilihan Ganda Jika ditambah gas O2, kesetimbangan akan bergeser
ke kanan. Adapun penambahan katalis tidak
1. Jawaban: d
memengaruhi arah pergeseran kesetimbangan, tetapi
Reaksi: Sb2S3(s) + 3H2(g) 2Sb2(s) + 3H2S(g)
hanya mempercepat tercapainya keadaan setimbang.
merupakan reaksi kesetimbangan heterogen yang
melibatkan fase gas (g) dan padat (s). Tetapan 4. Jawaban: d
kesetimbangan ditentukan oleh zat yang berfase Ptotal = 18 atm
[ H 2S]2 ntotal = nPCl5 + nPCl3 + nCl2
gas (g) sesuai persamaan: Kc = . = 1 mol + 4 mol + 4 mol
[ H 2 ]3
= 9 mol
2. Jawaban: d nPCl5 1 mol
Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan PPCl = n × Ptotal = 9 mol × 18 atm = 2 atm
5 total
bergeser ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya
nPCl3 4 mol
lebih besar. PPCl = n × Ptotal = 9 mol × 18 atm = 8 atm
3 total
1) Fe2O3(s) + 4CO(g) Fe(s) + 4CO2(g)
nCl2 4 mol
jumlah koefisien = 4 jumlah koefisien = 4 PCl = n × Ptotal = 9 mol × 18 atm = 8 atm
2 total
2) 4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(g) [PCl3 ][Cl 2 ] (8)(8)
Kp = [PCl5 ] = (2) = 32
jumlah koefisien = 9 jumlah koefisien = 10
3) 4HCl(g) + O2(g) 2H2O(g) + 2Cl2(g) Jadi, harga Kp reaksi tersebut sebesar 32.
jumlah koefisien = 5 jumlah koefisien = 4 5. Jawaban: b
4) CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g) Misalkan La2(C2O4)3 yang bereaksi = x
La2(C2O4)3(s) La2O3(s) + 3CO(g) + 3CO2(g)
jumlah koefisien = 2 jumlah koefisien = 2 Mol mula-mula : 0,1 – – –
5) 2BaO(s) + O2(g) 2BaO2(s) Mol terurai : x x 3x 3x
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
jumlah koefisien = 1 jumlah koefisien = 0 Mol setimbang : (0,1 – x) x 3x 3x

Jadi, reaksi kesetimbangan yang akan mengalami Tekanan parsial pada saat setimbang hanya di-
pergeseran kesetimbangan ke kiri jika volume tentukan oleh zat berfase gas.
diperbesar adalah reaksi 3) dan 5). Reaksi 1) dan Ptotal = 0,2 atm
4) tidak akan mengalami pergeseran kesetimbang- ntotal pada saat setimbang = nCO + nCO2
an jika volume diperbesar. Reaksi 2) akan = (3x + 3x) mol
mengalami pergeseran kesetimbangan ke kanan = 6x mol
jika volume diperbesar.
nCO 3x
3. Jawaban: e PCO = n × Ptotal = 6 x × 0,2 atm = 0,1 atm
total

2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) ΔH = –x kJ nCO2 3x


jumlah koefisien = 3 jumlah koefisien = 2 PCO2 = n × Ptotal = 6 x × 0,2 atm = 0,1 atm
total

Reaksi ke kanan merupakan reaksi eksoterm, Kp = (PCO)3 × (PCO2)3


sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi endoterm.
Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser = (0,1 atm)3 × (0,1 atm)3
ke kanan atau ke arah produk sehingga jumlah SO3 = 1 × 10–6 atm
yang dihasilkan semakin banyak (bertambah). Jika Jadi, harga Kp sebesar 1 × 10–6 atm.
volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke 6. Jawaban: b
arah jumlah koefisien lebih besar yaitu ke kiri. Jika nSO mula-mula = 12 mol
tekanan diperbesar, kesetimbangan akan bergeser 3

ke arah jumlah koefisien lebih kecil yaitu ke kanan. V=3L

Kimia Kelas XI Semester 1 95


2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g) Tekanan parsial gas CO saat setimbang:
Mol mula-mula : 12 – – nCO
PCO = ntotal × Ptotal
Mol terurai : 2x 2x x
––––––––––––––––––––––––––––––––––––– 0,4(1 − α )
Mol setimbang : 12 – 2x 2x x = 0,4 − 0,2 α × 2 atm
Saat setimbang: 0,8(1 − α )
nSO = nO = 0,4 − 0,2 α atm
3 2
12 – 2x = x Oleh karena volume ruang 5 L, maka jumlah mol
12 = 3x gas CO saat setimbang:
x=4 PV = nRT
nSO3 0,8(1 − α )
[SO3] = 0,4 − 0,2 α
× 5 = 0,4(1 – α) × 0,082
V
2×5
(12 − 2x ) mol
= 0,4 − 0,2 α = 0,082 × 453
3L
10
(12 − (2 × 4)) mol 0,4 − 0,2 α = 37,146
= 3L 10
0,4 – 0,2 α = 37,146
4
= 3
M 0,4 – 0,2 α = 0,27
nSO2 2x mol (2 × 4) mol 8
0,2 α = 0,4 – 0,27
[SO2] =
V
= 3L = 3L = 3M 0,4 α = 0,13
nO2 x mol 0,13
[O2] = = 3L =
4
M α= 0,2
= 0,65
V 3
[SO2 ]2 [O2 ] Jadi, derajat disosiasi gas CO adalah 0,65.
Kc = 2
[SO3 ] 8. Jawaban: b
2
⎛8⎞ ⎛ 4 ⎞
nAB = mula-mula = a mol
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 64
⎝ 3⎠ ⎝ 3 ⎠
9
V=2L
= ⎛4⎞
2
= 4
T = (120 + 273) K = 393 K
⎜ ⎟ 3
⎝3⎠
α = 0,8
64 3 16 P = 1 atm
= 9 × 4 = 3
2AB(s) 2A(s) + B2(g)
16
Jadi, harga Kc reaksi tersebut sebesar 3 . Mol mula-mula : a – –
1
7. Jawaban: c Mol terurai : aα aα aα
2
V=5L –––––––––––––––––––––––––––––––––––
nCO = mula-mula = 0,4 mol 1
Mol setimbang : a(1 – α) aα aα
2
P = 2 atm
T = 453 K Jumlah mol B2 yang terbentuk:
Reaksi kesetimbangan: PV = nRT
2CO(g) C(s) + CO2(g) 1 atm × 2 L = n × 0,0821 L atm mol–1K–1 × 393 K
1 atm × 2 L
Mol mula-mula : 0,4 – – n = 0,0821 L atm mol −1 K −1 × 393 K = 0,062 mol
Mol terurai : 0,4α 0,2α 0,2α
1
––––––––––––––––––––––––––––––––––– Jumlah mol B2 yang terbentuk = aα
2
Mol setimbang : 0,4(1 – α) 0,2α 0,2α 1
0,062 mol = × a × 0,8
Jumlah mol saat setimbang: 2
ntotal = nCO + nCO 0,062 mol
2 a= 0,4
= 0,4(1 – α) + 0,2 α
= 0,155 mol
= 0,4 – 0,4 α + 0,2 α
= 0,4 – 0,2 α Jadi, jumlah mol mula-mula zat AB adalah 0,155 mol.

96 Reaksi Kesetimbangan
9. Jawaban: d
Hubungan Kc dan Kp dapat dituliskan sebagai () 6 2
V
62 =
berikut. ( x − 12 2
V )
Kp = Kc (RT)Δn
Δn = koefisien gas kanan – koefisien gas kiri
Reaksi kesetimbangan yang mempunyai harga
()6
V

Kc = Kp adalah reaksi yang kedua ruasnya mem-


6=
( x − 12
V )
punyai jumlah koefisien reaksi sama sehingga 6
Δn = 0. 6 = x − 12
1) NH4Cl(s) NH3(g) + HCl(g) . . . (1) 6x – 72 = 6
jumlah koefisien = 0 jumlah koefisien = 2 6x = 78
Kp = Kc (RT)2 x = 13
Jadi, jumlah mol PQ mula-mula adalah 13 mol.
2) CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g)
12. Jawaban: b
jumlah koefisien = 2 jumlah koefisien =2
Kp = Kc Ag2CO3(s) Ag2O(s) + CO2(g)
jumlah koefisien = 0 jumlah koefisien = 1
3) N2O4(g) 2NO2(g) . . . (3)
T = 25°C → Kp = 1,5 × 10–1
jumlah koefisien = 1 jumlah koefisien = 2
Kp = Kc (RT) T = 250°C → Kp = 3,2 × 10–1
Berdasarkan data tersebut semakin tinggi suhu
4) 2HF(g) H2(g) + F2(g) . . . (4)
harga Kp semakin besar. Hal ini menunjukkan
jumlah koefisien = 2 jumlah koefisien = 2 bahwa kenaikan suhu mengakibatkan reaksi
Kp = Kc kesetimbangan bergeser ke kanan. Dengan
Jadi, reaksi 1) mempunyai harga Kp = Kc ditunjuk- demikian, reaksi ke kanan merupakan reaksi
kan oleh angka 2) dan 4). endoterm (ΔH > 0), sedangkan reaksi ke kiri
merupakan reaksi eksoterm (ΔH < 0). Reaksi
10. Jawaban: b kesetimbangan tersebut merupakan kesetimbang-
Penambahan katalis (Cr2O3) tidak memengaruhi an heterogen yang melibatkan fase padat (s) dan
arah pergeseran kesetimbangan, tetapi hanya gas (g) sehingga harga Kp ditentukan oleh tekanan
mempercepat tercapainya keadaan setimbang gas CO2 sesuai persamaan: Kp = PCO2. Jika volume
sehingga susunan zat dalam kesetimbangan tidak diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke
berubah atau tetap. Pergeseran arah kesetimbang- jumlah koefisien lebih besar yaitu ke kanan
an dipengaruhi oleh perubahan volume atau sehingga jumlah gas CO2 yang dihasilkan semakin
tekanan, konsentrasi, dan suhu. banyak.
11. Jawaban: c 13. Jawaban: d
nQ = setimbang = 6 mol Kp = 6
2
nPQ mula-mula = x mol
Misal: nN2O4 mula-mula = 1 mol
Volume = VL α = 0,5
Kc = 36 nN2O4 terurai = α × nN2Q4 mula-mula
2PQ(g) P2(g) + Q2(g)
= 0,5 × 1 mol
Mol mula-mula : x – –
= 0,5 mol
Mol terurai : 12 6 6
––––––––––––––––––––––––––––––––––– N2O4(g) 2NO2(g)
Mol setimbang : (x – 12) 6 6 Mol mula-mula : 1 –
[P2 ][Q2 ] Mol terurai : 0,5 1
Kc = [PQ]2 ––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol setimbang : 0,5 1
( )( )
6
V
6
V
36 =
( )
x − 12 2
V

Kimia Kelas XI Semester 1 97


nN O 0,5 1 [H 2 ][X 2 ]
PN2O4 = n 2 4 × Ptotal = (0,5 + 1) × Ptotal = 3 Ptotal Kc = [HX ]2
total
nNO2 1 2
PNO2 = n
total
× Ptotal = (0,5 + 1) × Ptotal = 3 Ptotal
( )( )
4−x
10
4−x
10
1=
(PNO2 ) 2 ( ) 2 − 2x 2
10
Kp = (P )
N 2O4
( )
4−x
10

(P )
2
3 total
2 1=
( )
2 − 2x
10
6=
(P )
1
3 total
2 + 2x = 4 – x
3x = 2
4 2
6 = 3 Ptotal x= 3
18 = 4Ptotal mol HX saat kesetimbangan baru:
18 ⎛2⎞ 6 4 10
Ptotal = 4 = 4,5 atm nHX = 2 + 2x = 2 + 2 ⎜ 3 ⎟ = 3 + 3 = 3 mol
⎝ ⎠
Jadi, tekanan total ruang tersebut sebesar 4,5 atm. Konsentrasi HX saat kesetimbangan baru:
14. Jawaban: d nHX
10
mol 1
3
V = 10 L [HX] = V
=
= 3 M = 0,333 M
10 L
Kesetimbangan mula-mula: Jadi, konsentrasi HX saat kesetimbangan baru
2HX(g) H2(g) + X2(g) adalah 0,333 M.
Setimbang: 0,2 M 0,2 M 0,2 M
15. Jawaban: e
[H 2 ][X 2 ] (0,2)(0,2) V=2L
Kc = [HX ]2 = =1
(0,2) 2 SCl2(g) + 2C2H4(g) S(CH2CH2Cl)2(g)
Saat ke dalam wadah ditambahkan 2 mol gas H2 Mol mula-mula : 1,2 0,6 –
dan 2 mol gas X2: Mol terurai : 0,2 0,4 0,2
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
nHX = MHX × V = 0,2 M × 10 L = 2 mol
Mol setimbang : 1,0 0,2 0,2
nH2 = (MH2 × V) + 2 mol
= (0,2 M × 10 L) + 2 mol [S(CH 2 CH 2 Cl)2 ] ( ) 0,2
2 0,1
Kc = [SCl ][C H ]2 = = 0,005 = 20
= 2 mol + 2 mol 2 2 4 ( )( )
1
2
0,2 2
2

= 4 mol Jadi, harga Kc reaksi tersebut sebesar 20.


nX2 = (MX2 × V) + 2 mol
16. Jawaban: b
= (0,2 M × 10 L) + 2 mol Reaksi kesetimbangan:
= 2 mol + 2 mol PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) Kp = 2,5
= 4 mol PPCl5 = 0,12 atm
PPCl3 = 0,8 atm
Penambahan gas H2 dan gas X2 mengakibatkan
sistem kesetimbangan bergeser ke kiri. Akibatnya, (PPCl3 )(PCl2 )
jumlah H2 dan X2 berkurang, sedangkan jumlah Kp = (PPCl5 )
HX bertambah.
2HX(g) H2(g) + X2(g) (0,8)(PCl2 )
2,5 = 0,12
Mol mula-mula : 2 4 4
Mol terurai : +2x –x –x 0,3 = 0,8 PCl2
–––––––––––––––––––––––––––––––––––– + PCl2 = 0,375 atm
Mol setimbang : 2 + 2x 4–x 4–x
Jadi, tekanan parsial gas Cl2 sebesar 0,375 atm.
Harga K tetap pada suhu tetap sehingga diperoleh:

98 Reaksi Kesetimbangan
17. Jawaban: c 20. Jawaban: a
Misal volume larutan mula-mula = V1 I2(g) + C5H8(g) C5H6(g) + 2HI(g) ΔH = 92,5 kJ
Reaksi: Reaksi ke kanan merupakan reaksi endoterm,
A2(g) + B2(g) 2AB(g) sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi
⎛n ⎞
2 eksoterm. Jika suhu sistem kesetimbangan dinaik-
⎜⎜ AB ⎟⎟
⎝ V1 ⎠ kan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi
Kc = ⎛ n A ⎞ ⎛ nB ⎞ endoterm yaitu ke arah kanan atau produk.
⎜⎜ 2 ⎟⎟ ⎜⎜ 2 ⎟⎟
⎝ V1 ⎠ ⎝ V1 ⎠
Kondisi ini mengakibatkan jumlah reaktan (I2 dan
C5H8) berkurang, sedangkan jumlah produk
1 ( n AB )2
= n n (C5H6 dan HI) bertambah. Selain itu, harga tetapan
4 ( A2 )( B2 ) kesetimbangan juga makin besar.
Volume larutan diubah menjadi dua kali dari 21. Jawaban: d
semula pada suhu yang sama (harga Kc tetap). massa 138 gram
V2 = 2V1 nNO = M NO = 46 gram mol −1 = 3 mol
2 r 2

⎛n ⎞
2 nNO2 terurai
⎜⎜ AB ⎟⎟
⎝ 2V1 ⎠
α= n
NO2 mula-mula
Kc = ⎛ n A ⎞ ⎛ nB ⎞
⎜⎜ 2 ⎟⎟ ⎜⎜ 2 ⎟⎟
⎝ 2V1 ⎠ ⎝ 2V1 ⎠ 1 nNO2 terurai
3
= n
( n AB )2 1
NO2 mula-mula

= n n
( A2 )( B2 ) = 4 nNO terurai
1
= 3 × nNO mula-mula
2 2
1
Jadi, tetapan kesetimbangannya tetap sebesar 4 . 1
= 3 ×3=1
18. Jawaban: a
Ptotal= 7 atm
CO(g) + 2H2(g) CH3OH(g), Kc = 0,1
2NO2(g) 2NO(g) + O2(g)
R = 0,082 L atm mol–1 K–1
Mol mula-mula: 3 – –
T = 27°C = (273 + 27) K = 300 K
Mol terurai : 1 1 0,5
Δn = koefisien gas produk – koefisien gas reaktan
––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
= 1 – (1 + 2)
Mol setimbang : 2 1 0,5
= –2
nNO2
Kp = Kc (RT)Δn PNO2 = n × Ptotal
= 0,1(0,082 × 300)–2 total

Jadi, harga Kp reaksi sebesar 0,1 (0,082 × 300)–2. 2


= 3,5 × 7 atm
19. Jawaban: a
2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g) = 4 atm
Mula-mula : 0,5 atm – – Jadi, tekanan parsial gas NO2 sebesar 4 atm.
Terurai : x atm x atm 0,5x atm 22. Jawaban: a
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––– T = 1.200 K
Setimbang : (0,5 – x) atm x atm 0,5x atm R = 0,082 L atm mol–1 K–1
Ptotal = PSO3 + PSO2 + PO2 Untuk memperoleh reaksi:
0,832 = (0,5 –x) + x + 0,5x 2H2(g) + O2(g) 2H2O(g)
0,832 = 0,5 + 0,5x maka:
0,832 – 0,5 = 0,5x C(s) + CO2(g) 2CO(g) Kc = K1 (dibalik dan
0,332 = 0,5x dikali 2)
x = 0,664 atm CO2(g) + H2(g) CO(g) + H2O(g) Kc = K2
Jadi, tekanan parsial gas SO2 sebesar 0,664 atm. (dikali 2)

Kimia Kelas XI Semester 1 99


1 0,5(1 – α) = α2
C(s) + O2(g) CO(g) Kc = K3 (dikali 2)
2 0,5 – 0,5 α = α2
Sehingga menjadi: α2 + 0,5α – 0,5 = 0
1 1
4CO(g) 2C(s) + 2CO2(g) Kc = ( K )2 (α + 1)(α – )=0
1
2
2CO2(g) + 2H2(g) 2CO(g) + 2H2O(g) Kc = (K2)2
1
2C(s) + O2(g) 2CO(g) Kc = (K3)2 α– =0
2
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
1
α=
(K2 )2 ×(K3)2 2
2H2(g) + O2(s) 2H2O(s) Kc = α = 0,5 atau α = 50%
(K1)2
Δn = koefisien gas produk – koefisien gas reaktan Jadi, jumlah mol PCl5 yang terurai sebesar 50%.
= 2 – (2 + 1) 25. Jawaban: b
= –1
nterurai
(K 2 ) 2 × ( K 3 ) 2 Derajat disosiasi (α) = n
Kp = Kc (RT)Δn = (K1 ) 2
(0,082 × 1.200)–1 mula-mula
1
23. Jawaban: c = 0,2 = 5
BaCO3(s) BaO(s) + CO2(g) 2HBr(g) H2(g) + Br2(g)
Mol mula-mula : 5 – –
jumlah koefisien = 0 jumlah koefisien = 1 Mol terurai : 1 0,5 0,5
Reaksi kesetimbangan tersebut merupakan ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
kesetimbangan heterogen yang melibatkan fase Mol setimbang : 4 0,5 0,5
padat (s) dan gas (g). Harga Kpditentukan oleh atau:
zat berfase gas (g). Dengan demikian, harga Kp ntotal = nHBr + nH2 + nBr2
diperoleh dari persamaan Kp = PCO . Jika tekanan = 4 mol + 0,5 mol + 0,5 mol
2
gas CO 2 dikurangi (tekanan diperkecil), = 5 mol
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah
nHBr 4 1
koefisien reaksi lebih besar yaitu ke arah produk PHBr= n × Ptotal = 5 × atm = 0,4 atm
total 2
atau kanan. Adapun penambahan BaCO3 ke dalam
sistem kesetimbangan tidak memengaruhi per- nH 2 0,5 1
PH2 = n × Ptotal = 5 × atm = 0,05 atm
geseran kesetimbangan. total 2

24. Jawaban: b nBr2 0,5 1


PBr2 = n × Ptotal = 5 × atm = 0,05 atm
Kc = 0,05 total 2
MPCl = 0,1 mol L–1 (PH 2 )(PBr2 ) (0,05)(0,05)
5
PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) Kp = (PHBr ) 2
= (0,4)2
= 1,5625 × 10–2
Mula-mula : 0,1 – –
Jadi, harga tetapan kesetimbangan reaksi tersebut
Terurai : 0,1α 0,1α 0,1α
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + adalah 1,5625 × 10–2.
Setimbang : (0,1 – 0,1α) 0,1α 0,1α 26. Jawaban: a
[PCl3 ][Cl 2 ] 1 1
Kc = [PCl5 ]
1) N2(g) + O2(g) NO(g) K1 = 6
2 2
2) 2NO(g) N2(g) + O2(g) K2 = ?
(0,1α )2
0,05 = (0,1 − 0,1α )
Reaksi 2) merupakan reaksi kebalikan dari reaksi
1) dan juga 2 × reaksi 1) sehingga besarnya
5 10−2 ⋅ α 2 1 1 1
100
= 0,1(1 − α ) K2 = ( K1)2 = 2 = 36
6

100 Reaksi Kesetimbangan


atau ntotal = nCOCl2 + nCO + nCl2
2 = (1 – α) + α + α
[N 2 ][O2 ] ⎛ 1 ⎞
K2 = [NO]2 = ⎜ ⎟ =1+α
⎜ [NO] ⎟
1 1
⎜ [N ]2 [O ]2 ⎟ Ptotal = P
⎜ 2 2 ⎟
⎝ ⎠ nCOCl2
PCOCl = n × Ptotal
2 total
2
⎛ 1 ⎞ ⎛1⎞
2
1 1−α
= ⎜ K ⎟ = ⎜ ⎟ = 36 = 1+α P
⎝ 1⎠ ⎝6⎠
nCO
27. Jawaban: b PCO = n × Ptotal
total
2O3(g) 3O2(g) α
3 3 = 1+α P
[O2 ] (2) 8
Kc = [O ]2 = = 4 =2 nCl2
3 ( 2 )2
PCl = n × Ptotal
nO3 = nO2 = 2 M × 1 L = 2 mol 2 total

Arah pergeseran kesetimbangan dapat ditentukan α


= 1+α P
dengan membandingkan Kc dengan Qc.
1) Saat penambahan 1 mol O3 dan 1 mol O2 (PCO )(PCl2 )
Kp = ( P
nO = 2 mol + 1 mol = 3 mol COOl 2 )
3
nO = 2 mol + 1 mol = 3 mol
( )
2 2
α
P
[O2 ]3 ()
3 3
1 27 =
(1 + α)
(1 − α)
P
Qc = [O ]2 = = 9 =3
3 ()
3 2
1
(1 + α)

αP
Qc > K c sehingga reaksi kesetimbangan (1 + α)
× (1α+Pα)
bergeser ke kiri. = 1− α
×P
(1 + α)
2) Saat penambahan 2 mol O3 dan 1 mol O2
nO = 2 mol + 2 mol = 4 mol α2 P
3
nO = 2 mol + 1 mol = 3 mol 1+ α
= 1− α
2

[O2 ]3 ()
3 3
1 27
Qc = [O ]2 = = 16 = 1,6875 α2 P
3 ()
4 2
1
= (1 + α)(1 − α)
Qc < K c sehingga reaksi kesetimbangan α2 P
bergeser ke kanan. = 1 − α2
3) Saat penambahan 1 mol O3 dan 2 mol O2
α2 P
nO = 2 mol + 1 mol = 3 mol Jadi, harga Kp reaksi tersebut sebesar 1 − α 2 .
3
nO = 2 mol + 2 mol = 4 mol
2
29. Jawaban: c
[O2 ]3 ()
4 3
1 64 2HI(g) H2(g) + I2(g)
Qc = [O ]2 = = 9 = 7,11
3 ()
3 2
1
Setimbang
V=2L
0,8 mol x mol 0,4 mol

Qc > K c sehingga reaksi kesetimbangan [H 2 ][I 2 ]


bergeser ke kiri. Kc = [HI]2
28. Jawaban: b ⎛ x ⎞ ⎛ 0,4 ⎞
COCl2(g) CO(g) + Cl2(g) ⎜ ⎟⎜
⎝2⎠⎝ 2 ⎠

4= ⎛ 0,8 ⎞
2
Mol mula-mula : 1 – – ⎜
⎝ 2 ⎠

Mol terurai : α α α
––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + ⎛x⎞
⎜ ⎟ 0,2
Mol setimbang : 1 – α α α 4= ⎝2⎠
2
(0,4)

Kimia Kelas XI Semester 1 101


0,2 x bertambah. Adapun jumlah Ca(OH)2 tidak
0,64 = 2 berubah karena berfase padat. Harga K tetap
0,2 x = 1,28 pada suhu tetap.
c. Reaksi ke kanan merupakan reaksi eksoterm,
1,28
x = 0,2 = 6,4 sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi
endoterm. Jika suhu diturunkan, ke-
6,4 mol setimbangan akan bergeser ke arah reaksi
[H2] = 2L
= 3,2 M
eksoterm yaitu ke kiri. Akibatnya, jumlah
Jadi, konsentrasi H2 sebesar 3,2 M. NaOH dan CaCO3 bertambah, sedangkan
30. Misal: nPCl5 mula-mula = x mol jumlah Na2CO3 berkurang. Sementara itu,
nPCl5 terurai jumlah Ca(OH) 2 tidak berubah karena
α= n berfase padat. Adapun harga K semakin kecil.
PCl5 mula-mula

nPCl5 terurai 3. Kesetimbangan mula-mula:


0,5 =
x 2COF2(g) CO2(g) + CF4(g)
nPCl terurai = 0,5 x setimbang: 3M 3M 3M
5
PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)
Mol mula-mula : x – – [CO2 ][CF4 ] ( 3) (3)
Kc = [COF ]2 = ( )2 = 1
Mol bereaksi : 0,5x 0,5x 0,5x 2 3
––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + Saat ke dalam wadah ditambahkan 1 mol gas
Mol setimbang : 0,5x 0,5x 0,5x COF2 diperoleh:
Perbandingan mol PCl5: PCl3 = 0,5x : 0,5x =1: 1 nCOF = (MCOF2 × V) + 1 mol
2

Jadi, perbandingan mol PCl5 : PCl3 adalah 1 : 1. = 3 M × 1 L + 1 mol


= 4 mol
B. Uraian nCO = MCO2 × V
2
=3M×1L
1. Reaksi setimbang adalah reaksi yang berlangsung
= 3 mol
bolak-balik, laju terbentuknya produk sama
nCF = MCF4 × V
dengan laju terurainya produk menjadi reaktan. 4

Dalam keadaan setimbang laju reaksi ke kanan =3M×1L


sama dengan dengan laju reaksi ke kiri. Syarat- = 3 mol
syarat reaksi setimbang sebagai berikut. Penambahan gas COF2 mengakibatkan sistem
a. Terjadi dalam wadah tertutup. kesetimbangan bergeser ke kanan. Akibatnya
b. Bersifat dinamis. jumlah COF2 berkurang, sedangkan jumlah CO2
c. Reaksi bolak-balik. dan CF4 bertambah.
2COF2(g) CO2(g) + CF4(g)
2. 2NaOH(aq) + CaCO 3(aq) Na 2CO 3(aq) + Mol mula-mula : 4 3 3
Ca(OH)2(s) + energi Mol terurai : –2x +x +x
a. Reaksi kesetimbangan tersebut merupakan –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
kesetimbangan heterogen yang melibatkan Mol setimbang : 4 – 2x 3+x 3+x
fase larutan (aq) dan padat (s). Harga Harga K tetap pada suhu tetap sehingga diperoleh:
tetapan kesetimbangan ditentukan oleh zat
[CO2 ][CF4 ]
berfase larutan (aq). Dengan demikian, Kc = [COF ]2
persamaan tetapan kesetimbangannya: 2

( )( )
[Na 2 CO3 ] . 3+ x 3+ x
K = [NaOH]2 [CaCO ] 1 1
3 1=
b. Jika dalam sistem ditambahkan larutan ( )
4 − 2x 2
1
CaCO3 pada suhu tetap, kesetimbangan akan
bergeser ke kanan atau produk. Kondisi ini (3 − x )
1 = (4 − 2x )
mengakibatkan jumlah NaOH dan CaCO3
berkurang, sedangkan jumlah Na 2 CO 3

102 Reaksi Kesetimbangan


4 – 2x = 3 – x 1 1
HCl(g) 2
H2(g) + 2
Cl2(g) Kc = 1 × 106 = 1 × 103
x=1
⎛ ⎞
mol CO2 dan CF4 saat kesetimbangan baru: NH3(g)
1
2
N2(g) +
3
2
H2(g) Kc = ⎜
1
⎜ 4 × 10−4

⎟ =
1
2 × 10 −2
⎝ ⎠
nCO = 3 + x = 3 + 1 = 4 mol 1 1 1
2 N2(g) + 2H2(g) + Cl2(g) NH4Cl(g) Kc = 1 × 106
nCF = 3 + x = 3 + 1 = 4 mol 2 2

2 –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Konsentrasi CO2 dan CF4 saat kesetimbangan ⎛ 1 ⎞
NH3(g) + HCl(g) NH4Cl(g) Kc = (1 × 103) × ⎜⎜ −2 ⎟

baru: ⎝ 2 × 10 ⎠

nCO2 4 mol ⎛ 1 ⎞
⎜⎜
× 6 ⎟
[CO2] = = 1L = 4 M ⎝ 1 × 10 ⎠

V
1 × 103
nCF4 4 mol =
[CF4] = = 1L = 4 M 2 × 104
V
1
Jadi, konsentrasi CO2 dan CF4 saat kesetimbangan = 2
× 10–1 = 0,05
baru masing-masing adalah 4 M. Jadi, harga tetapan kesetimbangan reaksi:
4. V = 3 L NH3(g) + HCl(g) NH4Cl(g) sebesar 0,05.
P = 82 cm Hg = 1,08 atm 6. Reaksi:
T = (125 + 273) K = 398 K Fe2O3(s) + 3CO(g) 2Fe(s) + 3CO2(g) ΔH = –x kJ
2MgO2(s) 2MgO(s) + O2(g)
jumlah koefisien = 3 jumlah koefisien = 3
2MgO2(s) 2MgO(s) + O2(g)
Reaksi ke kanan merupakan eksoterm reaksi,
Mol mula-mula : 0,6 – –
sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi
Mol bereaksi : 0,6α 0,6α 0,3α
endoterm. Usaha yang dapat dilakukan agar reaksi
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
bergeser ke arah produk (ke kanan) sebagai
Mol setimbang : 0,6(1 – α) 0,6α 0,3α
berikut.
Jumlah mol O2 yang terbentuk: a. Suhu diturunkan.
PV = nRT Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan
1,08 atm × 3 L = n × 0,0821 L atm mol–1 K–1 × 398 K bergeser ke arah reaksi eksoterm atau ke arah
3,24 = n × 32,68 mol–1 kanan (produk).
3, 24 b. Memperbesar konsentasi CO.
n = 32,68 mol −1
Jika suatu zat pada reaksi kesetimbangan
= 0,1 mol ditambah, reaksi akan bergeser dari arah zat
Jumlah mol O2 yang terbentuk = 0,3α mol yang ditambah. Jika suatu zat pada reaksi
0,1 mol = 0,3α kesetimbangan dikurangi, reaksi akan
0,1 bergeser ke arah zat yang dikurangi.
α = 0,3 = 0,33
Adapun perubahan volume atau tekanan diper-
Jadi, derajat disosiasi MgO2 adalah 0,33. besar atau diperkecil tidak memengaruhi per-
5. Untuk memperoleh persamaan reaksi: NH3(g) + geseran kesetimbangan karena kedua ruas
HCl(g) NH4Cl(g) maka: memiliki jumlah koefisien yang sama.
2HCl(g) H2(g) + Cl2(g) Kc = 1 × 106 (dibagi 2) 7. N2O4(g) 2NO2(g)
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) Kc = 4 × 10–4 (dibalik Mol mula-mula : 5 –
dan dibagi 2) Mol terurai : y 2y
1 1
–––––––––––––––––––––––––––––––––
NH 4 Cl(g) N (g) + 2H 2 (g) + Cl 2 (g) Mol setimbang : 5 – y 2y
2 2 2
Kc = 1 × 106 (dibalik) Pada kondisi setimbang mol N2O4 = mol NO2
sehingga diperoleh: maka:
5 – y = 2y
–2y – y = –5
3y = 5
5
y= 3

Kimia Kelas XI Semester 1 103


nN 2O4 terurai 8. PF2 awal = 2 atm
a. Derajat disosiasi (α) = nN O mula-mula PO2 awal = 2 atm
2 4

5 Ptotal = 3,5 atm


= 53 2F2(g) + O2(g) 2OF2(g)
Mula-mula : 2 atm 2 atm –
1 Bereaksi : 2x atm x atm 2x atm
= 3
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––
b. Konsentrasi setiap zat yang terlibat dalam Setimbang : (2 – 2x) atm (2 – x) atm 2x atm
kesetimbangan. Saat setimbang:
nN 2 O 4
1) [N2O4] = Ptotal = PF2 + PO2 + POF2
V
3,5 = (2 – 2x) + (2 – x) + 2x
=
(5 − ) 5
3 3,5 = 4 – x
1L x = 4 – 3,5 = 0,5
10 PF2 = 2 – 2x = 2 – 2(0,5) = 2 – 1 = 1 atm
3
= PO2 = 2 – x = 2 – 0,5 = 1,5 atm
1L
10 POF2 = 2x = 2(0,5) = 1 atm
= 3 M
(POF2 )2
nNO 2 Kp = ( P ) 2 ( P )
2) [NO2] = F2 O2
V
(1)2
2 ⎛⎜ 5 ⎞⎟ mol = ( )2
= ⎝ 3⎠ 1 (1,5)
1L
= 0,67
10
mol Jadi, harga Kp reaksi tersebut sebesar 0,67.
3
=
1L 9. V = 2 L
nN2H6CO2 mula-mula = 0,4 mol
10
= 3 M α = 50% = 0,5
nN2H6CO2 terurai = α × nN2H6CO2 mula-mula
[NO 2 ]2
c. Kc = [N O ] = 0,5 × 0,4 mol
2 4
= 0,2 mol
2
⎛ 10 ⎞ N2H6CO2(s) 2NH3(g) + CO2(g)
⎜ ⎟
⎝ 3⎠
= 10 Mol mula-mula : 0,4 – –
3 Mol terurai : 0,2 0,4 0,2
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
10
= 3 Mol setimbang : 0,2 0,4 0,2

d. Kp = Kc(RT)Δn Kc = [NH3]2 [CO2]


R = 0,082 L atm mol–1 K–1 2
⎛ 0,4 ⎞ ⎛ 0,2 ⎞
= ⎜ ⎟ ⎜ 2 ⎟
10 ⎝ 2 ⎠ ⎝ ⎠
Kc = 3 2
= (0,2) (0,1)
T = 27°C = 300 K = 0,004
Δn = 2 – 1 = 1 Jadi, harga Kc reaksi tersebut sebesar 0,004.
10
Kp = 3 (0,082 × 300)1 = 82

104 Reaksi Kesetimbangan


10. nCO mula-mula = 2 mol 2
⎛ x ⎞
nH O mula-mula = 2 mol ⇔ 4= ⎜ ⎟
2 ⎝2− x⎠
V=5L
2
Kc = 4 ⇔
⎛ x ⎞
22 = ⎜ ⎟
CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g) ⎝2− x⎠
Mol mula-mula : 2 2 – –
Mol bereaksi : x x x x ⎛ x ⎞
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– ⇔ 2 = ⎜2− x⎟
⎝ ⎠
Mol setimbang : 2–x 2–x x x
⇔ 4 – 2x = x
[CO 2 ][H 2 ] ⇔ 3x = 4
Kc = [CO][H O]
2 4
⇔ x = 3 mol
⎛ x ⎞⎛ x ⎞
⎜ ⎟⎜ ⎟
⇔ 4=
⎝ 5 ⎠⎝ 5 ⎠ Jadi, jumlah mol uap air dalam kesetimbangan
⎛ 2 − x ⎞⎛ 2 − x ⎞
⎜ ⎟⎜ ⎟
⎝ 5 ⎠⎝ 5 ⎠ 4 2
2 – 3 = 3 mol.

Kimia Kelas XI Semester 1 105


A. Pilihan Ganda yang sama karena memiliki rumus yang sama
yaitu C5H12. Apabila Mr sama, senyawa dengan
1. Jawaban: b rantai paling panjang mempunyai titik didih
paling tinggi. Jadi, urutan titik didih dari yang
terendah adalah 3) – 2) – 1).
Rantai utama struktur hidrokarbon merupakan 4. Jawaban: d
rantai atom C terpanjang. Rantai utama struktur Reaksi 1) merupakan reaksi adisi karena terjadi
tersebut terdiri atas 8 atom C sehingga termasuk pemutusan ikatan rangkap dua pada atom karbon
oktana. Penomoran atom C rantai utama dimulai senyawa etena. Selanjutnya, atom karbon tersebut
dari atom C yang paling dekat dengan cabang. mengikat atom hidrogen dan klor dari senyawa
Dalam struktur hidrokarbon tersebut ada dua hidrogen klorida membentuk senyawa kloroetana
cabang etil yang terikat pada atom C nomor 4 dan yang memiliki ikatan tunggal. Reaksi 2)
6 serta cabang metil pada atom C nomor 2. Tata merupakan reaksi eliminasi karena terjadi
nama hidrokarbon dilakukan secara alfabetis pembentukan ikatan rangkap dari ikatan tunggal
sehingga cabang etil disebutkan terlebih dahulu dan pelepasan atom H membentuk H2. Sementara
daripada metil. Jadi, nama IUPAC struktur itu, reaksi 3) merupakan reaksi pembakaran
hidrokarbon tersebut adalah 4,6-dietil-2- karena senyawa isooktana (hidrokarbon) bereaksi
metioktana. dengan oksigen menghasilkan gas karbon dioksida
2. Jawaban: b dan uap air. Jadi, jenis reaksi 1), 2), dan 3) berturut-
Reaksi antara senyawa propena (alkena) dengan turut yaitu adisi, eleminasi, dan pembakaran.
asam bromida (hidrogen halida) merupakan reaksi 5. Jawaban: d
adisi. Ada dua kemungkinan produk yang dihasil- Pada keadaan STP, jumlah mol alkena adalah
kan dari reaksi tersebut yaitu 1-bromopropana dan
2-bromopropana. Akan tetapi, sesuai dengan V 2, 24 L
n= = 22, 4 L mol−1 = 0,1 mol
aturan Markovnikov atom hidrogen dari asam 22, 4 L mol−1
bromida akan diikat oleh atom karbon alkena yang massa
mengikat lebih banyak hidrogen. Dengan n= M
r
demikian, atom H dari asam bromida akan diikat 4, 2 g
oleh atom C ke-1 dan atom Br diikat oleh atom C 0,1 mol = M
r
ke-2. Hasil reaksi adisi propena dengan hidrogen 4, 2 g
bromida yang paling dominan yaitu Mr = 0,1 mol = 42 g mol–1
2-bromopropana dengan struktur sebagai berikut. Mr CnH2n = 42
(n × Ar C) + (2n × Ar H) = 42
(n × 12) + (2n × 1) = 42
14n = 42
n=3
3. Jawaban: d Rumus alkena = C3H6
Titik didih senyawa hidrokarbon berbanding lurus Jadi, alkena yang dimaksud adalah propena.
dengan Mr. Senyawa 1), 2), dan 3) memiliki Mr

106 Penilaian Akhir Semester


6. Jawaban: e q = m × c × ΔT = 1.000 g × 4,2 Jg–1 °C–1 × 7°C
MTBE atau metil tersier butil eter merupakan zat = 29.400 J = 2,94 kJ
aditif yang digunakan pada bensin untuk mKOH 2,8 g
meningkatkan bilangan oktan. MTBE memiliki nKOH = M KOH = 56 g mol−1 = 0,05 mol
r
kelemahan yaitu sulit terdegradasi dalam air q 2,94 kJ
sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan ΔH = – =– = –58,8 kJ mol–1
mol 0,05 mol
jika terakumulasi dalam jumlah banyak. Salah Jadi, perubahan entalpi pelarutan KOH sebesar
satu zat aditif pengganti MTBE yaitu etil tersier –58,8 kJ mol–1.
butil eter (ETBE). ETBE memiliki sifat mudah
10. Jawaban: d
terurai (biodegradable) oleh bakteri sehingga
Na2SO4.10H2O(s) → Na2SO4.10H2O( )
tidak mencemari lingkungan. Dietil eter digunakan
ΔH° = +74,4 kJ mol–1
untuk anestesi dalam pengobatan dan pelarut
Reaksi pelelehan kristal natrium sulfat dekahidrat
senyawa organik di laboratorium. Senyawa
merupakan reaksi endoterm karena perubahan
n-heksana dan isooktana merupakan senyawa
entalpinya bernilai positif. Reaksi pelelehan 1 mol
standar yang digunakan dalam menentukan
kristal natrium sulfat dekahidrat memerlukan
bilangan oktan bensin. Isooktana bernilai 100,
energi sebesar 74,4 kJ. Dengan demikian, reaksi
sedangkan n-heksana bernilai 0. Petroleum eter
pelelehan 2 mol natrium sulfat dekahidrat
adalah senyawa nonpolar hasil pengolahan minyak
memerlukan energi sebesar 148,8 kJ. Energi yang
bumi yang digunakan sebagai pelarut.
terlibat dalam reaksi pembentukan kristal natrium
7. Jawaban: d sulfat dekahidrat tidak dapat dinyatakan
Ada enam senyawa gas yang menyebabkan efek berdasarkan reaksi tersebut. Pembentukan
rumah kaca yaitu CO2, CH4, H2O, CFC, SF6, dan merupakan reaksi yang menunjukkan terbentuknya
HFCs. Sementara itu, gas CO merupakan gas senyawa dari unsur-unsurnya. Reaksi perubahan
beracun yang dihasilkan pembakaran tidak kristal natrium sulfat dekahidrat dari wujud
sempurna. Gas CO dapat mengakibatkan kematian lelehan ke wujud padat merupakan reaksi
karena akan berikatan dengan hemoglobin dalam kebalikan dari reaksi tersebut. Oleh karena itu,
darah. Adapun gas O2 dan H2 merupakan gas yang kalor reaksinya bernilai negatif (melepaskan
terdapat di udara bebas dan tidak berbahaya. NO3 kalor). Persamaan reaksinya dituliskan sebagai
berperan dalam pembentukan kabut asap (smog) berikut.
dan hujan asam. Na2SO4.10H2O( ) → Na2SO4.10H2O(s)
8. Jawaban: c ΔH° = –74,4 kJ mol–1
Jumlah Titik 11. Jawaban: d
Fraksi Kegunaan
Atom Didih mCS2 3,8 g
nCS = = = 0,05 mol
1) C 1 –C 4 < 30°C Bahan bakar kom- 2 M r CS2 76 g mol−1
por gas (elpiji). q
2) C 5 –C 12 35°C–100°C Bahan bakar ken- ΔH = –
daraan bermotor. nCS2
3) C 12 –C 16 170°C–250°C Bahan bakar pe- q = –ΔH × nCS
sawat terbang 2
dan industri. = –1.110 kJ mol–1 × 0,05 mol
4) C 14 –C 25 200°C–250°C Bahan bakar me-
= –55,5 kJ
sin diesel.
Jadi, perubahan entalpi yang dihasilkan dari pem-
Jadi, fraksi minyak bumi yang digunakan sebagai bakaran 3,8 gram CS2 sebesar –55,5 kJ.
bahan bakar kendaraan bermotor dan pesawat
ditunjukkan oleh angka 2) dan 3). 12. Jawaban: e
Jumlah mol gas N2 pada temperatur 25oC (298 K)
9. Jawaban: a dan tekanan 1 atm:
Massa larutan = volume × massa jenis air 1 atm × 1 L
= (1 × 1.000) mL × 1 g mL–1 nN = 0,082 atm L mol−1 K −1 × 298 K
2
= 1.000 g nN = 0,04 mol
2
ΔT = (34 – 27) C = 7°C
o
Jumlah mol gas O2 pada temperatur 30oC (303 K)
c = 4,2 J g–1°C–1 dan tekanan 0,5 atm:

Kimia Kelas XI Semester 1 107


0,5 atm × 2,5 L S(s) + O2(g) → SO2(g) ΔH = –296,1 kJ mol–1
nO = 0,082 atm L mol−1 K −1 × 303 K 1
2
SO2(g) + 2 O2(g) → SO3(g) ΔH = –99,1 kJ mol–1
nO = 0,05 mol
2
1 ––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +
2
N2(g) + O2(g) → NO2(g) 1
S(s) + 1 2 O2(g) → SO3(g) ΔH = –395,2 kJ mol–1
mula-mula: 0,04 mol 0,05 mol –
reaksi : 0,025 mol 0,05 mol 0,05 mol 1
Jadi, perubahan entalpi reaksi S(s) + 1 2 O2(g) →
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
SO3(g) sebesar –395,2 kJ mol–1 (melepas kalor).
setimbang : 0,015 mol – 0,05 mol
Reaksi pembentukan 1 mol gas NO2 melibatkan 16. Jawaban: a
energi sebesar 33,18 kJ. Misal laju reaksi: v = k [H2]m[I2]n
Dengan demikian, energi yang teribat dalam Orde reaksi H2 ditentukan saat [I2] tetap yaitu data
pembentukan 0,05 mol gas NO2sebesar percobaan 1) dan 2).
ΔH = 0,05 mol × (–33,18 kJ mol–1) = –1,659 kJ v1 k ⎛ [H ] ⎞ ⎛ [I ] ⎞
m n

Jadi, energi yang dilepas dalam reaksi tersebut v2 = k ⎜ [H 2 ]1 ⎟ ⎜ [I 2 ]1 ⎟


⎝ 2 2⎠ ⎝ 2 2⎠
sebesar 1,659 kJ. 1 m n
36 k ⎛ 0,1 ⎞ ⎛ 0, 2 ⎞
13. Jawaban: b 1 = k ⎜ 0, 2 ⎟ ⎜ 0, 2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Reaksi pembakaran metana: 18
m
CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O( ) 18 ⎛ 0,1 ⎞
= ⎜ 0, 2 ⎟
36 ⎝ ⎠
ΔHreaksi = ΔHhasil – ΔHreaktan
= (ΔHf° CO2 + 2 × ΔHf° H2O) – 1 1m
2
=
2
(ΔHf° CH4 + 2 × ΔHf° O2)
= (–94,1 – 2(136,6)) kkal – (–17,9 – 0) kkal m=1
= –349,4 kkal Orde reaksi I2 dapat ditentukan saat [H2] tetap
yaitu data percobaan 3) dan 4).
14. Jawaban: b v3 k ⎛ [H ] ⎞ ⎛ [I ] ⎞
m n

ΔH reaksi = energi ikatan pereaksi – energi ikatan v4 = k ⎜ [H 2 ]3 ⎟ ⎜ [I 2 ]3 ⎟


⎝ 2 4⎠ ⎝ 2 4⎠
hasil reaksi
1 m n
= ((DC – H) + (DC ≡ N) + (2DH – H)) – ((3DC – H) 9 k ⎛ 0, 4 ⎞ ⎛ 0, 2 ⎞
1 = k ⎜ 0, 4 ⎟ ⎜ 0,1 ⎟
+ (DC – N) + 2(DN – H)) 18
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= ((412 kJ mol–1) + (890 kJ mol–1) n
18 ⎛ 0, 2 ⎞
+ 2(436 kJ mol–1)) – (3(412 kJ mol–1) 9
= ⎜ 0,1 ⎟
⎝ ⎠
+ (293 kJ mol–1) + 2(390 kJ mol–1))
2 = 2n
= (890 kJ mol –1 + 872 kJ mol –1)
– (824 kJ mol–1 + 293 kJ mol–1 + n=1
780 kJ mol–1) Sehingga persamaan laju reaksi adalah
= 1.762 kJ mol–1 – 1.897 kJ mol–1 v = k[H2][I2]. Harga k dapat ditentukan dengan
= –135 kJ mol–1 mengambil salah satu data percobaan, misal
percobaan 1).
Jadi, kalor yang menyertai reaksi tersebut sebesar
–135 kJ mol–1 (reaksi melepas kalor). v = k [H2][I2]
1
15. Jawaban: b = k (0,1)(0,2)
36
1
Perubahan entalpi (ΔH) reaksi S(s) + 1 2 O2(g) 1
36
= k 0,02
→ SO3(g) dapat dicari dari reaksi 1) dan 2). Reaksi
1) tidak diubah, sedangkan reaksi 2) arah reaksi k = 1,4
dibalik sehingga persamaan termokimianya Jadi, nilai konstanta laju reaksi dari percobaan
menjadi seperti berikut. tersebut adalah 1,4.

108 Penilaian Akhir Semester


17. Jawaban: b m
⎛ 0, 2 ⎞
Semakin kecil ukuran partikel maka semakin 1 = ⎜ 0,1 ⎟
⎝ ⎠
besar luas permukaannya sehingga reaksi dapat
berlangsung lebih cepat. Demikian pula, semakin 1 = 2m
besar konsentrasi zat yang direaksikan, semakin m=0
cepat reaksi berlangsung. Dengan demikian,
Orde reaksi O2 ditentukan saat [NO2] tetap yaitu
reaksi yang berlangsung paling cepat adalah
data percobaan 1) dan 3).
reaksi 1), sedangkan reaksi yang berlangsung
m n
paling lambat adalah reaksi 4). v1 k ⎛ [NO ] ⎞ ⎛ [O ] ⎞
v3 = k ⎜ [NO 2 ]1 ⎟ ⎜ [O 2 ]1 ⎟
18. Jawaban: b ⎝ 2 3⎠ ⎝ 2 3⎠

Orde reaksi NO ditentukan saat [H2] tetap yaitu


2, 2 × 10−4
m n
k ⎛ 0,1 ⎞ ⎛ 0,1 ⎞
data percobaan 2) dan 4). = k ⎜ 0,1 ⎟ ⎜ 0,3 ⎟
m n 19,8 × 10−4 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
v2 k ⎛ [H ] ⎞ ⎛ [NO] ⎞
v4 = k ⎜ [H 2 ]2 ⎟ ⎜ [NO]2 ⎟ n
⎝ 2 4⎠ ⎝ 4⎠ 1 ⎛ 0,1 ⎞
3,1 × 10−3 m n = ⎜ 0,3 ⎟
k ⎛ 0, 2 ⎞ ⎛ 0,1 ⎞ 9 ⎝ ⎠
9,1 × 10−3
= k ⎜ 0, 2 ⎟ ⎜ 0,3 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ 2
n ⎛1⎞ 1n
1 ⎛1⎞ ⎜ ⎟ =
3
= ⎜ ⎟ ⎝ 3⎠ 3
⎝ 3⎠
n=1 n=2
Orde reaksi terhadap NO adalah satu. Orde satu Sehingga persamaan laju reaksi adalah v = k [O2]2.
digambarkan oleh kurva opsi b. Sementara itu, Harga k dapat ditentukan dengan mengambil salah
opsi a merupakan kurva orde nol terhadap NO satu data percobaan, misal percobaan 1).
dan opsi c kurva orde dua terhadap NO. v = k[O2]2
19. Jawaban: a 2,2 × 10–4 = k(0,1)2
Berdasarkan reaksi: 2, 2 × 10−4 Ms −1
2NO2(g) → 2NO(g) + O2(g) k= 0,01 M 2
= 2,2 × 10–2 M–1s–1
Berdasarkan reaksi tersebut, gas NO2 mengalami
penurunan konsentrasi seiring dengan Laju reaksi saat [NO2] dan [O2] diubah menjadi
bertambahnya waktu menjadi gas NO dan O2 0,5 M:
sehingga grafiknya menurun ke bawah. Sementara v = k[O2]2
itu, konsentrasi gas NO dan O 2 semakin = 2,2 × 10–2 M–1s–1 × (0,5 M)2
meningkat dengan bertambahnya waktu.
= 5,5 × 10–3 Ms–1
Akibatnya, untuk gas NO dan O2 grafiknya naik
ke atas. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah Jadi, harga laju reaksinya menjadi 5,5 × 10–3 Ms–1.
konsentrasi gas NO dan O 2 yang terbentuk. 21. Jawaban: a
Konsentrasi gas NO dua kali lipat lebih besar Misal laju reaksi v = k[F2]x[ClO2]y.
dibandingkan konsentrasi gas O2. Oleh sebab itu, Menentukan orde reaksi dari data 1) dan 2)
grafik gas NO berada di atas gas O2. v1 k [F ] m [ClO ] n

20. Jawaban: e v2 = k 2 1m 2 2
[F2 ]2 [ClO 2 ]2 n
Misal laju reaksi: v = k [NO2]m [O2]n
1,2 × 10−3 m
k [0,1]1 [0,01]2
n
Orde reaksi NO2 ditentukan saat [O2] tetap yaitu = k [0,2] m [0,01] n
2,4 × 10−3 2 2
data percobaan 2) dan 3).
n
m n 1 ⎛ 0,1 ⎞
v2 k ⎛ [NO 2 ]2 ⎞ ⎛ [O 2 ]2 ⎞ = ⎜ 0,2 ⎟
v3 = ⎜ ⎟
k ⎝ [NO 2 ]3 ⎠
⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠
⎝ [O 2 ]3 ⎠
n
1 ⎛1⎞
19,8 × 10−4
m n
k ⎛ 0, 2 ⎞ ⎛ 0,3 ⎞
2
=⎜ ⎟
19,8 × 10−4
= ⎜ ⎟ ⎜
k ⎝ 0,1 ⎠ ⎝ 0,3 ⎠
⎟ ⎝2⎠
n=1

Kimia Kelas XI Semester 1 109


Menentukan orde reaksi: Jika berdasarkan eksperimen orde reaksi H2O2 = 2
1,2 × 10 −3
k [0,1]1m [0,01]2 n dan Orde reaksi I– = 1, dengan demikian
4,8 × 10−3
= k [0,1]2 m [0,04]2 n v = k [H2O2]2[I–]1
1 k [0,01]2
m = k × 12 × 21 mol L–1 s–1
4
= k [0,04] m = 2k mol L–1 s–1
2

1 ⎛1⎞
m
24. Jawaban: b
=⎜ ⎟
4 Untuk menentukan laju reaksi yang dipengaruhi
⎝4⎠
m =1 oleh suhu dapat menggunakan persamaan:
⎛ T2 − T1 ⎞
Persamaan laju reaksinya yaitu k[F2][ClO2]. ⎜ ⎟

Jadi, laju reaksi F2 dan ClO2 berorde 1 sebagai v = v0 × b ⎝ Δ T ⎠


berikut. v0 = laju reaksi pada suhu 30°C
v = laju reaksi pada suhu 60°C
Δ[F2 ]
– = k[F2][ClO2] ⎛ 60 − 30 ⎞
⎜ ⎟
Δt v = 3,5 × 10–2 mol L–1 s–1 × 2 ⎝ 10 ⎠
1 Δ[ClO 2 ] = 3,5 × 10–2 mol L–1 s–1 × 23
– = k[ClO2][F2] = 2,8× mol L–1 s–1
2 Δt
Orde reaksi FClO2 tidak dapat ditentukan secara Jadi, kecepatan penguraian senyawa A pada suhu
pasti karena tidak ada pada data percobaan. 60°C sebesar 2,8 × 10–1 mol L–1 s–1.
22. Jawaban: e 25. Jawaban: e
Laju reaksi yang dipengaruhi oleh suhu dan luas
H
permukaan ditunjukkan oleh Erlenmeyer IV
terhadap V karena konsentrasi larutan dalam
kedua Erlenmeyer sama, tetapi suhu dan luas P
Ea
permukaan (bentuk padatan) berbeda. Laju reaksi I
ΔH
terhadap II dipengaruhi oleh luas permukaan R
karena dalam kedua Erlenmeyer, kondisi suhu dan
konsentrasi larutan sama, tetapi bentuk
padatannya berbeda. Laju reaksi I terhadap IV Diagram energi tersebut menunjukkan reaksi
dipengaruhi oleh konsentrasi larutan dan luas endoterm yang memerlukan energi dari
permukaan karena dalam kedua Erlenmeyer suhu lingkungan agar dapat bereaksi. Selain itu, energi
sama, tetapi konsentrasi larutan dan bentuk aktivasi lebih besar dibandingkan perubahan
padatannya berbeda. Laju reaksi II terhadap III entalpinya. Suhu juga berpengaruh terhadap
dipengaruhi oleh suhu, konsentrasi, dan luas kecepatan reaksi. Kecepatan reaksi akan
permukaan karena dalam kedua Erlenmeyer suhu, meningkat pada suhu tinggi akibatnya tumbukan
konsentrasi larutan, dan bentuk padatan yang antar molekulnya semakin besar dan mempercepat
direaksikan berbeda. Adapun, laju reaksi III terjadinya reaksi. Jadi, pernyataan yang paling
terhadap V memiliki laju yang sama karena kedua tepat yaitu energi aktivasinya lebih tinggi
Erlenmeyer memiliki suhu, konsentrasi, maupun dibandingkan perubahan entalpinya
bentuk padatan sama. 26. Jawaban: d
23. Jawaban: a Pada percobaan 2) dan 4) dipengaruhi oleh
H2O2(aq) + I–(aq) konsentrasi. Percobaan 2) menggunakan larutan
Mula-mula: 1 mol 2 mol dengan konsentrasi 2 M, sedangkan percobaan 4)
Laju reaksi sebanding dengan konsentrasi awal menggunakan larutan dengan konsentrasi 4 M.
pereaksi pada saat produk belum terbentuk. Adapun luas permukaan dan suhu pada kedua
nH 2O2 1mol percobaan tersebut sama. Sementara itu, waktu
MH = V = 1L = 1 mol L–1 = 1 M menunjukkan cepat lambatnya reaksi ber-
2O 2 larutan
nI− 2mol langsung.
MI– = 1L = 1L = 2 mol L–1 = 2 M

110 Penilaian Akhir Semester


27. Jawaban: b Sesuai prinsip Le Chatelier, jika pada reaksi
Tetapan kesetimbanngan (Kc) hanya berlaku untuk kesetimbangan tersebut volume diperbesar maka
fase gas (g) dan larutan (aq), sedangkan untuk reaksi akan bergeser ke arah pembentukan H2(g)
fase cair ( ) dan fase padat (s) konsentrasinya dan N2(g) (ke kiri) karena jumlah mol lebih
dianggap 1. Berdasarkan persamaan: banyak. Jadi, gambar yang sesuai menunjukkan
[H 2O]4 pergeseran kesetimbangan setelah volume
Kc = [H ]4 diperbesar ditunjukkan oleh gambar a.
2
Tetapan kesetimbangan reaksi hanya ditentukan 32. Jawaban: d
oleh H2O(g) dan H2(g). Dengan demikian, reaksi 80
kesetimbangannya: 80% SO3 terurai = 100 × 15 = 12 mol
Fe3O4(s) + 4H2(g) 3Fe(s) + 4H2O(g) Reaksi 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)
28. Jawaban: c Mol mula-mula: 15 mol – –
Ca 5 (PO 4 ) 3 OH(s) merupakan senyawa yang Mol terurai : 12 mol 12 mol 6 mol
terdapat pada lapisan gigi. Jika senyawa tersebut ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
ditambah ion hidrogen (H+) misalnya yang berasal Mol setimbang : 3 mol 12 mol 6 mol
dari fermentasi gula yang tersisa di dalam mulut, mtotal = 21 mol
ion H+ bereaksi dengan ion OH– membentuk air. Ptotal = 7 atm
Konsentrasi OH– akan berkurang mengakibatkan n(SO3 ) 3
reaksi kesetimbangan bergeser ke kanan. Dalam P(SO3) = n × Ptotal = 21 × 7 = 1 atm
total
pergeseran reaksi ini lapisan gigi terurai sehingga n(SO2 ) 12
gigi mudah keropos. P(SO2) = n × Ptotal = 21 × 7 = 4 atm
total
29. Jawaban: d n(O2 ) 6
I2(g) + Cl2(g) 2ICl(g) P(O2) = n × Ptotal = 21 × 7 = 2 atm
total
mula-mula: 0,4 mol 0,5 mol – ( P(SO2 ) ) 2 ( P(O2 ) ) (4)2 (2)
reaksi : 0,375 mol 0,375 mol 0,75 mol Kp = ( P(SO3 ) ) 2 = (1)2
= 32
Setimbang : 0,025 mol 0,125 mol
0,75 mol Jadi, nilai Kp untuk reaksi tersebut sebesar 32.
nI2 0,025mol 33. Jawaban: e
MI = N = 2,5L = 0,01 mol L–1 Apabila tekanan diperbesar, kesetimbangan akan
2 larutan

nCl2 0,125mol
bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih
MCl = V = 2,5L = 0,05 mol L–1 kecil. Produk paling sedikit saat tekanan
2 larutan
diperbesar terjadi pada reaksi yang bergeser ke
nICl2 0,75mol
MICl = V = = 0,3 mol L–1 kiri (jumlah koefisien reaktan lebih kecil).
2,5L
larutan 1) 4H2(g) + CS2(g) CH4(g) + 2H2S(g)
[ICl]2 (0,3)2 Jumlah koefisien reaktan (5) lebih besar
Kc = [I ][Cl ] = 0,01 × 0,05 = 180 daripada jumlah koefisien produk (3).
2 2
Kesetimbangan bergeser ke kanan.
Jadi, tetapan kesetimbangannya sebesar 180.
2) CO2(g) CO2(s)
30. Jawaban: a Jumlah koefisien reaktan (1) sama dengan
Peningkatan tekanan menghasilkan kerapatan jumlah koefisien produk (1).
yang lebih tinggi (volume lebih kecil). Kerapatan 3) PCl3(g) + Cl2(g) PCl5(g)
air lebih besar dibandingkan es karena es terapung Jumlah koefisien reaktan (2) lebih besar
dalam air. Oleh karena itu, saat tekanan daripada jumlah koefisien produk (1).
ditingkatkan es mencair. Kesetimbangan bergeser ke kanan.
31. Jawaban: a 4) 2NO2(g) N2O4(g)
Reaksi pembentukan amonia sebagai berikut. Jumlah koefisien reaktan (2) lebih besar
N2(g) + 3H2(g) → 2NH2(g) daripada jumlah koefisien produk (1).
Kesetimbangan bergeser ke kanan.

Kimia Kelas XI Semester 1 111


5) CO(g) + H2O(g) H2(g) + CO2(g) mol NH3
Jumlah koefisien reaktan (2) sama dengan PCO = total mol gas × Ptotal
2
jumlah koefisien produk (2). 1 mol
Perubahan tekanan tidak memengaruhi ke- = 3 mol × 0,57 atm
setimbangan reaksi e. Sementara itu, untuk = 0,19 atm
kesetimbangan reaksi b meskipun koefisiennya Kp = (PNH )2(PCO )
3 2
sama, reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah
= (0,38)2 × 0,19
pembentukan CO 2 padat. Sesuai prinsip Le
= 0,027
Chatelier, kesetimbangan reaksi b akan bergeser
Jadi, tetapan reaksi kesetimbangan Kp = 2,7 × 10–2.
ke arah zat yang kerapatannya lebih tinggi yaitu
CO2(s) sehingga pada reaksi kesetimbangan b 37. Jawaban: b
terjadi pertambahan produk. Jadi, reaksi yang
CH3COOCH3(aq) + H2O( ) CH3COOH(aq)
tidak menghasilkan pertambahan produksaat
tekanan diperbesar adalah reaksi e. + CH3OH(aq)
V = 350 mL = 0,35 L
34. Jawaban: a Jumlah mol metil etanoat yang terhidrolisis 50%:
Reaksi kesetimbangan pembentukan gas HF
50
besifat eksoterm sehingga perlakuan yang paling mol CH3COOCH3 = 100 × 2,5 mol = 1,25 mol
tepat agar reaksi bergeser ke kiri adalah dengan
menaikkan suhu sistem kesetimbangan. Senyawa Mula-Mula Reaksi Setimbang

CH3COOCH3 2,5 mol 1,25 mol 1,25 mol


35. Jawaban: b H2O 5,3 mol 1,25 mol 4,05 mol
H2S (aq) 2 H+ (aq) + S2–(aq) CH3COOH – 1,25 mol 1,25 mol
Reaksi kesetimbangan tersebut diperoleh dari CH3OH – 1,25 mol 1,25 mol
penjumlahan reaksi 1) dan reaksi 2).
nCH3COOCH3
1 MCH =
1) H+(aq) + HS–(aq) H2S(aq) Kc = 3COOCH3 Vlarutan
K c1
1, 25mol
2) H2S(aq) 2H+(aq) + S2–(aq) Kc = Kc = 0,35 L
2

–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– = 3,57 mol L–1


1 nCH3COOH
H2S(aq) H+(aq) + S2–(aq) Kc = K × Kc MCH = V
c1 2 3COOH larutan

1 1, 25mol
Kc = K × Kc = 0,35 L
c1 2
= 3,57 mol L–1
1
= 9,5 × 10−8 × 9,5 × 10–27 nCH3OH
MCH = V
3OH larutan
= 10–19
Jadi, tetapan reaksi kesetimbangan Kc = 1,0 × 10–19. 1, 25mol
= 0,35 L
36. Jawaban: c
NH4CO2NH2(s) bukan berbentuk gas sehingga = 3,57 mol L–1
tidak memiliki tekanan. [CH3COOH][CH3OH ]
Kc =
NH4CO2NH2(s) 2NH3(g) + CO2(g) [CH3COOH]
Mula-mula: x – – 3,57 × 3,57
Reaksi : 1 mol 2 mol 1 mol = 3,57
Setimbang: x – 1 2 mol 1 mol
= 3,57
mol NH3
PNH = × Ptotal Jadi, tetapan reaksi kesetimbangan Kc = 3,57.
3 total mol gas
2 mol
= 3 mol × 0,57 atm
= 0,38 atm

112 Penilaian Akhir Semester


38. Jawaban: e 39. Jawaban: a
T = 525oC = 798 K Fruktosa 0,5 M = 0,5 mol L–1, artinya dalam satu
PCOCl = 0,759 atm liter larutan terdapat 0,5 mol fruktosa.
2
R = 0,082 atm L mol–1 K–1 Volume = 1 L
V = 1 L (diketahui dari data Kc = 4,65 × 10–3) fruktosa glukosa
Kc = Kp × (RT)Δn mula-mula: 0,5 –
reaksi : 0,5– 0,1 0,1
PV
n = RT setimbang : 0,4 0,1
0,4 mol
0,759 atm × 1 L M fruktosa = 1L = 0,4 mol L–1
= 0,082 atm L mol−1 K −1 × 798K
0,1 mol
= 0,01 mol M glukosa = = 0,1 mol L–1
1L
COCl2(g) CO(g) + Cl2(g)
mula-mula: 0,01 – – [glukosa] 0,1
reaksi : x x x Kc = [fruktosa] = 0,4 = 0,25
setimbang : x x x 1
[CO][Cl2 ] x× x Jadi, tetapan reaksi kesetimbangan Kc = 0,25 atau 4 .
Kc = [COCl2 ] = 0,01 − x
= 4,65 × 10–3
40. Jawaban: e
4,65 × 10–3(0,01 – x) = x2 cis-stilbena 0,65 M, artinya dalam 1 L larutan
4,65 × 10–5– 4,65 × 10–3 = x2 terdapat 0,65 mol senyawa cis-stilbena.
x + 4,65 × 10–3– 4,65 × 10–5 = 0
2
cis-stilbena trans-stilbena
Persamaan kuadrat tersebut dapat diselesaikan mula-mula: 0,65 –
dengan rumus abc: reaksi : x x
−b ± b 2 − 4ac setimbang : 0,65 – x x
x1,2 =
2a 0,65 − x mol
−4,65 × 10−3 + (4,65 × 10−3 )2 − (4 ×1×( − 4,65 × 10−5 ))
Mcis-stilbena = 1L = 0,65 – x mol L–1
x1 = 2× 1
x mol
0,975 × 10−2 Mtrans-stilbena = 1 L = x mol L–1
=
2
= 0,49 × 10–2 [trans -stilbena ] x
−4,65 ×10−3 − (4,65 × 10−3 ) 2 − (4 ×1×( − 4,65 × 10−5 )) Kc = [cis-stilbena ] = 0,65 − x = 23,98
x2 = 2× 1
−1,905 × 10−2 x
= 23,98 = 0,65 − x
2
= –0,95 × 10–2 23,98(0,65 – x) = x → 15,59 – 23,98x = x
Nilai yang digunakan bertanda positif karena 15,59
tidak mungkin konsentrasi bernilai negatif. 15,59 = 24,98x → x = 24,98 = 0,62
Pada kesetimbangan: Jadi, konsentrasi cis-stilbena yang bereaksi
nCOCl = 0,01– x sebesar 0,62.
2
= 0,01 – 0,49 × 10–2
= 0,51 × 10–2 B. Uraian
nCO = x = 0,49 × 10–2
nCl = x = 0,49 × 10–2 1. Nama senyawa tersebut sebagai berikut.
2
a. 2-pentuna
n RT
PCl = V b. 3-bromo-1-pentena
2
c. 1-etil-2-propil siklobutana
0, 49 ×10−2 mol × 0,082atm L mol−1 K −1× 798K
= 1L
= 0,321 atm
Jadi, tekanan parsial gas klorin (Cl2) dalam wadah
tersebut sebesar 0,321 atm.

Kimia Kelas XI Semester 1 113


2. a. Adisi hidrogen yaitu reaksi terbukanya ikatan sempurna. Timbulnya ketukan mengakibatkan
rangkap dua pada alkena karena pengikatan mesin cepat panas bahkan merusak piston. Oleh
atom hidrogen. Senyawa hasil berupa karena itu, mesin kendaraan cepat rusak.
CH3CH2CH2CH3.
5. Mol H2SO4 = 100 mL × 1 M = 100 mmol = 0,1 mol
Mol Ba(OH)2 = 100 mL × 1 M = 100 mmol = 0,1 mol
H2SO4(aq) + Ba(OH)2(aq) → BaSO4(aq) + 2H2O( )
b. Reaksi substitusi yaitu reaksi penggantian
Mol mula-mula : 0,1 mol 0,1 mol – –
atom atau gugus atom yang diikat atom C. Mol bereaksi : 0,1 mol 0,1 mol 0,1 mol 0,2 mol
Senyawa hasil berupa CH2Cl2 + 2HCl. –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol sisa : – – 0,1 mol 0,2 mol

Massa larutan = massa air


Volume total = 100 mL + 100 mL = 200 mL
c. Reaksi pembakaran yaitu reaksi senyawa dari
m
oksigen yang menghasilkan karbon dioksida ρ= V
→m=ρ×V
dan uap air. Senyawa hasil berupa 4CO2 +
m = 1 g mL–1 × 200 mL = 200 g
4H2O.
Spark
q = m × c × Δt
⎯⎯⎯ → = 200 × 4,2 J g–1°C–1 × 5°C
= 4.200 J
= 4,2 kJ
3. a. Minyak bumi terbentuk dari proses pem-
busukan tumbuhan dan hewan yang q 4, 2 kJ
ΔH = – =– = –42 kJ mol–1
tertimbun atau mengendap selama berjuta- mol larutan 0,1 mol
juta tahun. Sisa tumbuhan dan hewan yang Jadi, persamaan termokimia reaksi tersebut adalah
tertimbun endapan lumpur, pasir, dan zat-zat H2SO4(aq) + Ba(OH)2(aq) →
lainnya selama jutaan tahun mendapat
BaSO4(aq) + 2H2O( ) ΔH = –42 kJ mol–1
tekanan dan panas bumi secara alami.
Bersamaan dengan proses tersebut, bakteri 6. T1 = 20°C; T2 = 35°C; ΔT = (35 – 20)°C = 15°C
pengurai merombak senyawa-senyawa a. Kalor reaksi total pada reaksi diperoleh dari
kompleks menjadi senyawa hidrokarbon. penjumlahan kalor reaksi larutan dan kalor
Oleh karena pengaruh suhu dan tekanan reaksi kalorimeter.
tinggi selama jutaan tahun, materi organik itu 1) Kalor reaksi larutan (ΔH1)
berubah menjadi minyak. ΔH1 = m × c × ΔT
b. Minyak bumi merupakan sumber daya alam = V × ρ × c × ΔT
yang tidak terbarukan. Seiring dengan = (250 + 250) mL × 1 g mL –1
banyaknya pemakaian bahan bakar minyak, × 1 kal g–1°C–1 × 15°C
ketersediaan minyak bumi makin berkurang. = 7.500 kal
Padahal proses pembentukan minyak bumi 2) Kalor reaksi kalorimeter (ΔH2)
memerlukan waktu lama. Oleh karena itu, ΔH2 = C × ΔT
diperlukan kesadaran dan upaya peng- = 120 kal g–1°C–1 × 15°C
hematan dalam penggunaan minyak bumi. = 1.800 kal
Selain itu, diperlukan upaya pengadaan Kalor reaksi total = ΔH1 + ΔH2
sumber energi alternatif pengganti minyak = (7.500 + 1.800) kal
bumi, misalnya batu bara, energi surya, energi = 9.300 kal
panas bumi, dan biogas. = 9,3 kkal
1 kal = 4,2 joule
4. Bensin dengan angka oktan rendah memiliki
Kalor reaksi total = 9,3 kkal × 4,2 J
kualitas rendah seperti kualitas campuran
= 39,06 kJ
n-heptana yang lebih banyak daripada isooktana.
Jadi, jumlah kalor reaksi total yang diperlukan
Makin rendah bilangan oktan, bensin akan
pada reaksi tersebut sebesar 39,06 kJ.
menghasilkan ketukan makin banyak dan
mengakibatkan terjadinya pembakaran tidak

114 Penilaian Akhir Semester


b. Persamaan termokimia: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
HBr(aq) + NaOH(aq) → NaBr(aq) + Mula-mula:
H2O(aq) Reaksi : 0,05 mol 0,05 mol 0,05 mol
ΔH = +39,06 kJ mol–1 Setimbang : 0,05 mol 0,05 mol 0,05 mol
Mr CaCO3 = 100 g mol–1
7. Misal a = 1
massa CaCO3 yang bereaksi
1 ΔP 1 ΔQ 1 ΔR
– = = = nCaCO × Mr CaCO3
a Δt b Δt c Δt 3
= 0,05 mol × 100 g mol–1
1 ΔP 1 ΔQ = 5 gram
– =
a Δt b Δt
Persen massa CaCO3 yang bereaksi
1 1 5 gram
– × (–0,024 Ms–1) = × (0,048 Ms–1)
1 b = 10 gram × 100% = 50%
1 Jadi, massa CaCO3 yang bereaksi sebanyak 50%.
0,024 = 0,048
b
10. PAV = nART
0,048
b= 0,024
=2 nA RT
PA = V
1 ΔP 1 ΔR
– = nB RT
a Δt c Δt PB = V
1
0,024 = 0,096 nC RT
c PC = V
0,096
c = 0,024 = 4 nD RT
PD = V
Ketiga koefisien tersebut merupakan bilangan Persamaan tersebut disubtitusikan ke dalam
yang paling sederhana. persamaan Kp.
Jadi, persamaan reaksi kimia setaranya yaitu ( PC )c × ( PD )d
1P ⎯→ 2Q + 4R Kp = ( P ) a × ( P ) b
A B

8. 2Cr2O2– +
4 (aq) + 2H (g) 2Cr2O2–
7 (aq) + H2O( ) c d
⎛ nC RT ⎞ ⎛ nD RT ⎞
Kuning Oranye ⎜ ⎟ × ⎜ ⎟
⎝ V ⎠ ⎝ V ⎠
Ion hidroksida (OH–) yang ditambahkan ke dalam = a b
⎛ nA RT ⎞ ⎛ nB RT ⎞
larutan kromat mengubah reaksi kesetimbangan ⎜ ⎟ × ⎜ ⎟
⎝ V ⎠ ⎝ V ⎠
karena bereaksi dengan ion H+ menghasilkan c d
⎛ nC ⎞ ⎛ nD ⎞
H2O. Akibatnya, jumlah ion H+ berkurang dan ⎜ ⎟ ×⎜ ⎟
⎝V ⎠ ⎝V ⎠ (c + d) – (a + b)
reaksi bergeser ke arah pembentukan ion kromat = a b × (RT)
⎛ nA ⎞ ⎛ nB ⎞
yaitu ke kiri. Akibatnya, larutan tersebut tidak ⎜ ⎟ ×⎜ ⎟
⎝V ⎠ ⎝V ⎠
berubah warna menjadi oranye, tetapi tetap ⎛n⎞
kuning. ⎜ ⎟ ⎯→ konsentrasi
⎝V ⎠
9. Kesetimbangan heterogen Persamaan tersebut dapat ditulis sebagai berikut.
CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
[C ]c × [ D]d
Kp = (PCO ) Kp = [C ]c × [ B]b × (RT)(c + d) – (a + b)
2
Kp = 1,2
Δn
PCO = 1,2 atm ⎛ 41 ⎞
2 Kp = Kc × (0,082T)Δn = Kc × ⎜ T ⎟
T = 800oC ⎝ 500 ⎠
1,2 atm × 4 L = n × 0,082 atm mol–1 K–1 × 1.073 K Kp
Kc =
( )
1,2 atm × 4 L 41 Δn
nCO = T
2 0,082 atm L mol−1 K −1 × 1.073 K 500

Jadi, terbukti bahwa nilai kesetimbangan (Kc)


4,8 atm L
nCO = = 0,05 mol Kp
2 87,9 atm L mol−1 reaksi dapat ditulis sebagai .
( )
41 Δn
500
T

Kimia Kelas XI Semester 1 115


SILABUS
Senyawa Hidrokarbon
Sekolah : ...

336 Silabus
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 8 × 45 menit
Kompetensi Inti : 1. Kompetensi Sikap Spiritual
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Kompetensi Sikap Sosial
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

3.1 Menganalisis struktur dan Senyawa Hidrokarbon • Membedakan senyawa • Sikap • Observasi/ • Lembar 8 JP 1. Buku PR Peminatan
sifat senyawa hidrokarbon • Definisi Senyawa organik dan anorganik. Pengamatan Pengamatan IPA Kimia SMA/MA
berdasarkan kekhasan atom Hidrokarbon • Mengidentifikasi kan- • Pengetahuan • Tertulis • Ulangan Kelas XI Semester 1,
karbon dan golongan • Alkana, Alkena, dan dungan karbon dan • Keterampilan • Praktik • Laporan Unjuk PT Penerbit Intan
senyawanya. Alkuna hidrogen dalam senyawa Kerja Pariwara.
• Reaksi-Reaksi pada organik melalui prakti- • Penugasan • Produk 2. Buku PG Pemi-
Senyawa Hidrokarbon kum. • Portofolio natan IPA Kimia
• Kegunaan Senyawa • Mengidentifikasi alkana, SMA/MA Kelas XI
Hidrokarbon dan alkena, dan alkuna. Semester 1, PT
Karbon • Menjelaskan manfaat Penerbit Intan
dan dampak gas metana. Pariwara.
• Menyelidiki hubungan
titik didih senyawa
hidrokarbon dengan
massa molekul relatif.
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

• Membuat model struk- 3. Buku Siswa Kimia


tur molekul isomer untuk SMA/MA
hidrokarbon. Kelas XI Program
• Mengamati reaksi- Peminatan Mate-
reaksi pada senyawa matika dan Ilmu-
hidrokarbon. Ilmu Alam, Intan
• Mengidentifikasi man- Pariwara.
faat senyawa hidro- 4. Buku Guru Kimia
karbon dalam kehidup- untuk SMA/MA
an sehari-hari. Kelas XI Program
• Membuat lilin aroma- Peminatan Mate-
terapi alami dari lilin matika dan Ilmu-
bekas. Ilmu Alam, Intan
Pariwara.
4.1 Membuat model visual • Mempresentasikan 5. Buku referensi:
berbagai struktur molekul hasil diskusi mengenai Tanya dan Jawab
hidrokarbon yang memiliki perbedaan senyawa Ensiklopedi: Sains
rumus molekul yang sama. organik dan anorganik. dan Teknologi,
• Menyajikan dan mem- Pakar Raya.
presentasikan hasil 6. Internet:
praktikum identifikasi • https://bit.ly/
kandungan karbon dan 2XjJcGr
hidrogen dalam senyawa • https://bit.ly/
organik. 2InCUlo
• Mempresentasikan
hasil diskusi mengenai
identifikasi alkana,
alkena, dan alkuna.
• Mempresentasikan
hasil diskusi mengenai
hubungan titik didih
senyawa hidrokarbon
dengan massa molekul
relatif.
• Menyajikan hasil karya
berupa model struktur
molekul isomer hidro-
karbon.

Kimia Kelas XI Semester 1


337
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

• Mempresentasikan

338 Silabus
hasil diskusi mengenai
reaksi-reaksi pada se-
nyawa hidrokarbon.
• Mempresentasikan
hasil diskusi mengenai
kegunaan senyawa
hidrokarbon dalam
kehidupan sehari-hari.
• Menyajikan dan mem-
presentasikan hasil
kegiatan membuat lilin
aromaterapi dari lilin
bekas.
SILABUS
Minyak Bumi
Sekolah : ...
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 6 × 45 menit
Kompetensi Inti : 1. Kompetensi Sikap Spiritual
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Kompetensi Sikap Sosial
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen
3.2 Menjelaskan proses pem- Minyak Bumi • Mengidentifikasi • Sikap • Observasi/ • Lembar 6 JP 1. Buku PR Peminatan
bentukan fraksi-fraksi minyak • Minyak Bumi dan proses pembentukan Pengamatan Pengamatan IPA Kimia SMA/MA
bumi, teknik pemisahan serta Gas Alam dan pengolahan minyak • Pengetahuan • Tertulis • Ulangan Kelas XI Semester 1,
kegunaannya. • Bensin dan Dampak bumi. • Keterampilan • Penugasan • Portofolio PT Penerbit Intan
3.3 Mengidentifikasi reaksi Pembakaran Bahan • Membuat artikel ten- Pariwara
pembakaran hidrokarbon Bakar tang sumber daya 2. Buku PG Peminatan
yang sempurna dan tidak minyak bumi di IPA Kimia SMA/MA
sempurna serta sifat zat hasil Indonesia. Kelas XI Semester 1,
pembakaran (CO2, CO, dan • Membuat makalah PT Penerbit Intan
partikulat karbon) mengenai minyak Pariwara
bumi. 3. Buku Siswa Kimia
• Mengidentifikasi untuk SMA/MA
bilangan oktan pada Kelas XI Program
berbagai jenis bensin. Peminatan Mate-
matika dan Ilmu-

Kimia Kelas XI Semester 1


Ilmu Alam, Intan
Pariwara.

339
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

• Membuat makalah 4. Buku Guru Kimia

340 Silabus
tentang cara mengurangi untuk SMA/MA
dampak pembakaran Kelas XI Program
senyawa karbon ter- Peminatan Mate-
hadap lingkungan dan matika dan Ilmu-
kesehatan. Ilmu Alam, Intan
Pariwara.
4.2 Menyajikan karya tentang • Mempresentasikan 5. Buku Referensi:
proses pembentukan dan hasil kegiatan mengiden- Seri Life Skill:
teknik pemisahan fraksi tifikasi proses pemben- Minyak Bumi dan
untuk minyak bumi beserta tukan dan pengolahan Lingkungan, Pakar
kegunaannya minyak bumi. Raya
4.3 Menyusun gagasan cara • Menyajikan artikel ten- 6. Internet:
mengatasi dampak pemba- tang sumber daya minyak https://bit.ly/
karan senyawa karbon bumi di Indonesia. 2EPnHGU
terhadap lingkungan dan • Mempresentasikan dan
kesehatan. menyajikan makalah
mengenai minyak bumi.
• Mempresentasikan hasil
kegiatan mengidenti-
fikasi bilangan oktan
pada berbagai jenis
bensin.
• Mempresentasikan ma-
kalah tentang cara
mengurangi dampak
pembakaran senyawa
karbon terhadap ling-
kungan dan kesehatan.
SILABUS
Termokimia
Sekolah : ...
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 12 × 45 menit
Kompetensi Inti : 1. Kompetensi Sikap Spiritual
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Kompetensi Sikap Sosial
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

3.4 Menjelaskan konsep per- Termokimia • Menyelidiki perbedaan • Sikap • Observasi/ • Lembar 12 JP 1. Buku PR Pemi-
ubahan entalpi reaksi pada • Perubahan Kalor sistem dan lingkungan. Pengamatan Pengamatan natan IPA Kimia
tekanan tetap dalam per- Reaksi Kimia • Membedakan reaksi • Pengetahuan • Tertulis • Ulangan SMA/MA kelas XI
samaan termokimia. • Perubahan Entalpi eksoterm dengan reaksi • Keterampilan • Praktik • Laporan Prak- Semester 1, PT
3.5 Menjelaskan jenis-jenis Standar (ΔH°) endoterm. tikum Penerbit Intan
entalpi reaksi, hukum Hess, • Penentuan Perubah- • Menentukan jenis reaksi • Penugasan • Portofolio Pariwara.
dan konsep energi ikatan. an Entalpi Reaksi endoterm dan eksoterm 2. Buku PG Pemi-
melalui kegiatan prak- natan IPA Kimia
tikum. SMA/MA kelas XI
• Mengidentifikasi jenis Semester 1, PT
kalor reaksi. Penerbit Intan
• Menentukan jumlah Pariwara.
kalor dalam reaksi kimia.
• Menentukan perubahan
entalpi reaksi kimia

Kimia Kelas XI Semester 1


menggunakan kalori-
meter sederhana melalui

341
kegiatan praktikum.
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

• Membandingkan kalor pem- 3. Buku Siswa Kimia

342 Silabus
bakaran minyak tanah dan solar untuk SMA/MA
melalui kegiatan praktikum. Kelas XI Program
• Menghitung kalor pembakaran Peminatan Mate-
bensin dan bioetanol. matika dan Ilmu-
• Menghitung efisiensi pem- Ilmu Alam, Intan
bakaran etanol. Pariwara.
4. Buku Guru Kimia
4.4 Menyimpulkan hasil • Mempresentasikan hasil diskusi untuk SMA/MA
analisis data percobaan mengenai perbedaan sistem dan Kelas XI Program
termokimia pada tekanan lingkungan. Peminatan Mate-
tetap. • Menyajikan dan mempre- matika dan Ilmu-
4.5 Membandingkan per- sentasikan laporan rancangan Ilmu Alam, Intan
ubahan entalpi beberapa percobaan membedakan reaksi Pariwara.
reaksi berdasarkan data endoterm dengan reaksi eksoterm. 5. Buku Referensi:
hasil percobaan. • Menyajikan dan mempresen- Seri Ensiklopedia
tasikan laporan hasil praktikum IPA: Chemistry
menentukan jenis reaksi eksoterm Matters! Chemistry
dan endoterm. in Action, Pakar
• Mempresentasikan hasil diskusi Raya.
mengenai jenis kalor reaksi yang 6. Internet:
menyertai reaksi kimia. http://bit.ly/2YXYke1
• Mempresentasikan hasil diskusi
menentukan jumlah kalor reaksi
kimia.
• Menyajikan dan mempresen-
tasikan hasil praktikum penen-
tuan perubahan entalpi reaksi
menggunakan kalorimeter
sederhana.
• Menyajikan dan mempresen-
tasikan laporan praktikum mem-
bandingkan kalor pembakaran
minyak tanah dan solar.
• Mempresentasikan laporan hasil
perhitungan kalor pembakaran
bensin dan bioetanol.
• Mempresentasikan laporan hasil
kegiatan menghitung efisiensi
pembakaran etanol.
SILABUS
Laju Reaksi
Sekolah : ...
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 12 × 45 menit
Kompetensi Inti : 1. Kompetensi Sikap Spiritual
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Kompetensi Sikap Sosial
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

3.6 Menjelaskan faktor-faktor Laju Reaksi • Membedakan reaksi • Sikap • Observasi/ • Lembar 12 JP 1. Buku PR Pemi-
yang memengaruhi laju reaksi • Kemolaran dan kimia yang berlangsung Pengamatan Pengamatan natan IPA Kimia
menggunakan teori Pengertian Laju cepat dan lambat. • Pengetahuan • Tertulis • Ulangan SMA/MA kelas XI
tumbukan. Reaksi • Menyusun laporan • Keterampilan • Praktik • Laporan Unjuk Semester 1, PT
3.7 Menentukan orde reaksi dan • Teori Tumbukan dan mengenai tahapan pem- Kerja Penerbit Intan
tetapan laju reaksi berdasar- Faktor-Faktor yang buatan larutan dengan • Penugasan • Produk Pariwara.
kan data hasil percobaan. Memengaruhi Laju konsentrasi tertentu. • Portofolio 2. Buku PG Pemi-
Reaksi • Mengamati analogi natan IPA Kimia
teori tumbukan. SMA/MA kelas XI
• Mengamati pengaruh Semester 1, PT
konsentrasi terhadap Penerbit Intan
peningkatan laju reaksi Pariwara.
melalui kegiatan prak-
tikum.

Kimia Kelas XI Semester 1


343
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

• Mengamati pengaruh 3. Buku Siswa Kimia

344 Silabus
luas permukaan bidang untuk SMA/MA
sentuh terhadap pe- Kelas XI Program
ningkatan laju reaksi Peminatan Mate-
melalui kegiatan prak- matika dan Ilmu-
tikum. Ilmu Alam, Intan
• Mengamati pengaruh Pariwara.
suhu terhadap pening- 4. Buku Guru Kimia
katan laju reaksi melalui untuk SMA/MA
kegiatan praktikum. Kelas XI Program
• Mengamati pengaruh Peminatan Mate-
katalis terhadap pe- matika dan Ilmu-
ningkatan laju reaksi Ilmu Alam, Intan
melalui kegiatan prak- Pariwara.
tikum. 5. Buku Referensi:
• Membuat makalah me- Referensi Seri
ngenai katalis reaksi. Ensiklopedia IPA:
• Mengamati pengaruh Chemistry Matters!
enzim sebagai katalis 10 Chemistry in
terhadap laju reaksi. Action, Pakar Raya.
• Mengawetkan ikan 6. Internet:
dengan cara sederhana • https://bit.ly/
melalui kegiatan ber- 2QhUKqQ
basis STEM. • https://bit.ly/
2MgZRV3
4.6 Menyajikan hasil penelu- • Mempresentasikan • https://bit.ly/
suran informasi cara-cara hasil kegiatan mem- 2CizqwQ
pengaturan dan penyim- bedakan reaksi kimia • https://bit.ly/
panan bahan untuk mencegah yang berlangsung cepat 2n9GkhX
perubahan fisika dan kimia dan lambat.
yang tak terkendali laju reaksi • Menyajikan laporan
berdasarkan data hasil per- mengenai tahapan mem-
cobaan. buat larutan dengan
4.7 Merancang, melakukan, dan konsentrasi tertentu.
menyimpulkan serta menya- • Mempresentasikan
jikan hasil percobaan faktor- hasil kegiatan meng-
faktor yang mempengaruhi amati analogi teori
laju reaksi dan orde reaksi. tumbukan.
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

• Menyajikan dan mem-


presentasikan hasil
praktikum pengamatan
pengaruh konsentrasi
terhadap peningkatan
laju reaksi.
• Menyajikan dan mem-
presentasikan hasil
praktikum pengamatan
luas permukaan bidang
sentuh terhadap pe-
ningkatan laju reaksi.
• Menyajikan dan mem-
presentasikan hasil
praktikum pengamatan
pengaruh suhu ter-
hadap peningkatan laju
reaksi.
• Menyajikan dan mem-
presentasikan hasil
praktikum pengamatan
pengaruh katalis ter-
hadap peningkatan laju
reaksi.
• Menyajikan dan mem-
presentasikan makalah
mengenai katalis reaksi.
• Menyajikan dan mem-
presentasikan hasil
pengamatan pengaruh
antioksidan terhadap
laju reaksi.
• Menyajikan dan mem-
presentasikan produk
dan laporan pengawet-
an ikan sebagai salah
satu contoh penerapan
ilmu laju reaksi.

Kimia Kelas XI Semester 1


345
SILABUS
Reaksi Kesetimbangan
Sekolah : ...

346 Silabus
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 12 × 45 menit
Kompetensi Inti : 1. Kompetensi Sikap Spiritual
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Kompetensi Sikap Sosial
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu
3.8 Menjelaskan reaksi kese- Reaksi Kesetim- • Mengamati reaksi dua • Sikap • Observasi/ • Lembar 12 JP 1. Buku PR Pemi-
timbangan di dalam hubungan bangan arah atau dapat balik. Pengamatan Pengamatan natan IPA Kimia
antara pereaksi dan hasil • Reaksi Kimia, Kese- • Mengidentifikasi reaksi • Pengetahuan • Tertulis • Ulangan Kelas X Semester 1,
reaksi. timbangan Kimia, dan kesetimbangan dalam • Keterampilan • Praktik • Laporan Prak- PT Penerbit Intan
3.9 Menganalisis faktor-faktor Tetapan Kesetim- proses pembentukan tikum Pariwara
yang memengaruhi pergeser- bangan stalagtit di dalam gua. • Penugasan • Portofolio 2. Buku PG Pemi-
an arah kesetimbangan dan • Pergeseran Kesetim- • Mengidentifikasi arah natan IPA Kimia
penerapannya dalam bangan dan Faktor- pergeseran kesetim- Kelas X Semester 1,
industri. Faktor yang Meme- bangan kimia. PT Penerbit Intan
ngaruhinya • Mengidentifikasi peng- Pariwara
• Hubungan Kuantitatif aruh konsentrasi terha- 3. Buku Siswa Kimia
Antara Pereaksi dan dap kesetimbangan untuk SMA/MA
Hasil Reaksi melalui kegiatan prak- Kelas XI Program
tikum. Peminatan Mate-
• Mengidentifikasi peng- matika dan Ilmu-
aruh suhu terhadap Ilmu Alam, Intan
kesetimbangan melalui Pariwara.
kegiatan praktikum.
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu

• Menganalisis pengaruh 4. Buku Guru Kimia


perubahan suhu ter- untuk SMA/MA
hadap harga tetapan ke- Kelas XI Program
setimbangan. Peminatan Mate-
• Mengidentifikasi peng- matika dan Ilmu-
aruh katalis terhadap Ilmu Alam, Intan
kesetimbangan melalui Pariwara.
kegiatan praktikum. 5. Internet:
• Menganalisis pengaruh • https://bit.ly/
asap rokok terhadap 2CEdafz
reaksi kesetimbangan • https://bit.ly/
dalam paru-paru. 2w85AqV
• Menentukan tetapan • https://2P1W2EX
reaksi kesetimbangan
kimia.
• Membuat animasi per-
geseran kesetimbangan
dengan Macromedia
Flash.

4.8 Menyajikan hasil pengolahan • Mempresentasikan


data untuk menentukan nilai laporan hasil kegiatan
tetapan kesetimbangan suatu mengamati reaksi dua
reaksi. arah atau dapat balik.
4.9 Merancang, melakukan, dan • Mempresentasikan
menyimpulkan serta menyaji- laporan hasil kegiatan
kan hasil percobaan faktor- mengidentifikasi reaksi
faktor yang memengaruhi kesetimbangan dalam
pergeseran arah kesetim- proses pembentukan
bangan. stalagtit di dalam gua.
• Mempresentasikan
hasil kegiatan mengiden-
tifikasi arah pergeseran
kesetimbangan kimia.
• Menyajikan dan mem-
presentasikan laporan
hasil praktikum meng-
identifikasi pengaruh

Kimia Kelas XI Semester 1


konsentrasi terhadap
kesetimbangan.

347
Penilaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sumber Belajar
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen Waktu
• Menyajikan dan mempre-
sentasikan laporan hasil

348 Silabus
praktikum mengidentifikasi
pengaruh suhu terhadap
kesetimbangan.
• Mempresentasikan laporan
hasil kegiatan menganalisis
pengaruh perubahan suhu
terhadap harga tetap kese-
timbangan.
• Menyajikan dan mempre-
sentasikan laporan hasil
praktikum mengidentifikasi
pengaruh katalis terhadap
kesetimbangan.
• Mempresentasikan laporan
hasil kegiatan menganalisis
pengaruh asap rokok ter-
hadap reaksi kesetimbangan
dalam paru-paru.
• Mempresentasikan laporan
hasil kegiatan menentukan
tetapan reaksi kesetim-
bangan kimia.
• Mempresentasikan laporan
hasil kegiatan membuat ani-
masi pergeseran kesetim-
bangan dengan Macromedia
Flash.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Senyawa Hidrokarbon

Sekolah : ....
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 8 × 45 menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa • Mengidentifikasi kandungan unsur C dan H dalam senyawa organik.
hidrokarbon berdasarkan kekhasan • Menentukan atom C primer, atom C sekunder, atom C tersier, dan atom C
atom karbon dan golongan senyawanya. kuarterner dalam senyawa hidrokarbon.
• Menentukan tata nama senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya atau
menentukan rumus struktur berdasarkan namanya.
• Menentukan isomer-isomer, sifat-sifat, pembuatan, dan kegunaan alkana,
alkena, dan alkuna.
• Menjelaskan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon.
• Menjelaskan kegunaan senyawa hidrokarbon.
• Menyebutkan dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap kesehatan
dan lingkungan beserta cara mengatasinya.

4.1 Membuat model visual berbagai struktur • Membuat model struktur molekul isomer suatu hidrokarbon, baik alkana, alkena,
molekul hidrokarbon yang memiliki maupun alkuna.
rumus molekul yang sama.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari ini, peserta didik mampu:
1. mengidentifikasi kandungan karbon (C) dan hidrogen (H) dalam senyawa organik dengan benar setelah
melakukan percobaan;
2. menganalisis struktur senyawa hidrokarbon dengan tepat setelah melakukan kegiatan diskusi;
3. menganalisis sifat senyawa hidrokarbon dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi;
4. menyebutkan reaksi-reaksi pada senyawa hidrokarbon dengan tepat setelah melakukan kegiatan
membaca dan diskusi;
5. menyebutkan kegunaan senyawa hidrokarbon dengan benar setelah melakukan kegiatan diskusi; dan
6. membuat model struktur molekul isomer suatu hidrokarbon dengan benar setelah melakukan kegiatan
diskusi.

Kimia Kelas XI Semester 1 349


D. Materi Pembelajaran
1. Definisi Senyawa Hidrokarbon
2. Alkana, Alkena, dan Alkuna
3. Reaksi-Reaksi pada Senyawa Hidrokarbon
4. Kegunaan Senyawa Hidrokarbon dan Karbon
E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Approach
2. Model : Discovery
3. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Pemberian Tugas, Latihan, Demonstrasi, dan Eksperimen
F. Media, Alat, dan Sumber Belajar
1. Media Pembelajaran
a. PowerPoint
b. Internet
2. Alat dan Bahan
a. Plastisin
b. Tusuk Gigi
c. Kawat Nikrom
d. Gelas Ukur
e. Spatula
f. Korek Api
g. Minyak Goreng
h. Asam Sulfat
i. Akuades
j. Kertas Kobalt(II)
k. Statif
l. Tabung Reaksi
m. Sumbat Berlubang
n. Gelas Beker
o. Pembakar Spiritus
p. Slang Kecil
q. Sendok Makan
r. Nasi
s. Gula Pasir
t. Serbuk CuO
u. Air Kapur
3. Sumber Belajar
a. Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Program Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu
Alam, Intan Pariwara.
b. Buku Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Program Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam,
Intan Pariwara.
c. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI Semester 1, PT Penerbit Intan Pariwara.
d. Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI Semester 1, PT Penerbit Intan Pariwara.
e. Buku referensi: Tanya dan Jawab Ensiklopedi: Sains dan Teknologi, Pakar Raya.
f. Internet:
• https://bit.ly/2XjJcGr; dan
• https://bit.ly/2ZY9T5E.

350 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan I: 2 × 45 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam, lalu meminta salah 10 menit
Pendahuluan satu peserta didik untuk memimpin doa sesuai agamanya masing-masing.
Setelah itu, guru mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu bersyukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan karakter religius.
2. Guru mengajak peserta secara bersama menyanyikan lagu Tanah Airku
ciptaan Ibu Sud. Kegiatan ini untuk menanamkan sikap nasionalis kepada
peserta didik.
3. Guru mengajak peserta didik untuk mencermati wacana yang terdapat pada
apersepsi. Tindakan ini untuk menguatkan literasi peserta didik yaitu
mengetahui salah satu manfaat senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai
bahan tiner untuk mengencerkan cat.
4. Guru menanyakan kepada peserta didik mengenai hal-hal berikut.
a. Apa saja senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam tiner?
b. Apa yang dimaksud senyawa hidrokarbon?
c. Apa saja jenis senyawa hidrokarbon?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan topik yang akan dibahas pada
hari ini.

Kegiatan Inti 1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan 70 menit
Tugas: Membedakan Senyawa Organik dan Anorganik dengan berdiskusi
secara kelompok. Setelah itu, guru meminta perwakilan kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan
rasa ingin tahu, aktif, dan bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, kegiatan
ini juga dapat mengembangkan kemampuan 4C peserta didik yang meliputi
critical thinking and problem solving, communication, collaboration, serta
creativity and innovation.
2. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi dan menarik kesimpulan.
3. Guru menjelaskan sejarah perkembangan senyawa organik, kekhasan atom
karbon, posisi atom karbon, dan penggolongan senyawa hidrokarbon.
4. Guru meminta peserta didik untuk menambah pengetahuan dengan membuka
alamat web https://bit.ly/2XjJcGr tentang suatu unsur senyawa hidrokarbon.
Kegiatan ini untuk mengembangkan kemampuan literasi peserta didik.

Kegiatan Penutup 1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan materi 10 menit
yang belum dipahami.
2. Guru bersama peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran pada
pertemuan hari ini.
3. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Uji Kompetensi 1 yang
terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI, PT Penerbit
Intan Pariwara.
4. Guru memberi tahu peserta didik bahwa pada pertemuan selanjutnya akan
diadakan Praktikum: Identifikasi Senyawa Organik.
5. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik berdoa sesuai
dengan agamanya masing-masing. Tindakan ini untuk mengembangkan sikap
religius yaitu selalu berdoa dan mengucapkan terima kasih atas diberikannya
kesempatan belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

2. Pertemuan II: 2 × 45 menit


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam, lalu meminta salah 15 menit
Pendahuluan satu peserta didik untuk memimpin doa sesuai agamanya masing-masing.
Setelah itu, guru mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu bersyukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan karakter religius.
2. Guru mengajak peserta didik secara bersama menyanyikan lagu Indonesia
Raya ciptaan W.R. Supratman. Kegiatan ini untuk menanamkan sikap
nasionalis kepada peserta didik.

Kimia Kelas XI Semester 1 351


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

3. Guru meminta peserta didik mengumpulkan hasil pekerjaan Uji Kompetensi 1,


lalu menanyakan kesulitan peserta didik dalam mengerjakan latihan tersebut.
Selanjutnya, guru membahas soal-soal yang ditanyakan peserta didik.
4. Guru menjelaskan tujuan percobaan yaitu untuk menyelidiki keberadaan unsur
C dan H dalam senyawa organik.
5. Guru menjelaskan cara kerja percobaan secara garis besar.

Kegiatan Inti 1. Guru membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk melakukan 70 menit
Praktikum: Identifikasi Senyawa Organik. Guru membimbing peserta didik
melakukan praktikum tersebut sembari melakukan penilaian sikap dan
keterampilan. Guru meminta peserta didik mencatat hasil praktikum. Setelah
itu, guru meminta peserta didik mendiskusikan pertanyaan dalam Praktikum:
Identifikasi Senyawa Organik yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA
Kimia SMA/MA Kelas XI, PT Penerbit Intan Pariwara. Setelah itu, guru meminta
perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi. Kegiatan ini
bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, aktif dan bekerja sama
dalam kelompok. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengembangkan
kemampuan 4C siswa yang meliputi critical thinking and problem solving,
communication, collaboration, serta creativity and innovation.
2. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi dan menarik kesimpulan.

Kegiatan Penutup 1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan 5 menit
hari ini.
2. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Tugas: Mengidentifikasi
Alkana, Alkena, dan Alkuna yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA
Kimia SMA/MA Kelas XI, PT Penerbit Intan Pariwara secara berkelompok.
3. Guru meminta peserta didik membawa plastisin dan tusuk gigi pada pertemuan
selanjutnya.
4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik berdoa sesuai
dengan agamanya masing-masing. Tindakan ini untuk mengembangkan sikap
religius yaitu selalu berdoa dan mengucapkan terima kasih atas diberikannya
kesempatan belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

3. Pertemuan III: 2 × 45 menit


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam, lalu meminta salah 10 menit
Pendahuluan satu peserta didik untuk memimpin doa sesuai agamanya masing-masing.
Setelah itu, guru mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu bersyukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan karakter religius.
2. Guru mengajak peserta didik secara bersama menyanyikan lagu Indonesia
Pusaka ciptaan Ismail Marzuki. Kegiatan ini untuk menanamkan sikap
nasionalis kepada peserta didik.
3. Guru meminta peserta didik mengumpulkan hasil tugas pertemuan
sebelumnya.
4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menentukan tata nama,
isomer, sifat-sifat, pembuatan, serta kegunaan senyawa alkana, alkena, dan
alkuna.

Kegiatan Inti 1. Guru menunjuk beberapa perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil 75 menit
diskusi Tugas: Mengidentifikasi Alkana, Alkena, dan Alkuna.
2. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi dan menarik kesimpulan.
3. Guru menjelaskan tata nama dan isomer senyawa alkana.
4. Guru meminta peserta didik mengerjakan Tugas: Menyelidiki Hubungan
Titik Didih Senyawa Hidrokarbon dengan Massa Molekul Relatif yang
terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI, PT Penerbit
Intan Pariwara secara berkelompok.
5. Guru menunjuk beberapa perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusi.
6. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi dan menarik kesimpulan.
7. Guru menjelaskan sifat-sifat, pembuatan, serta kegunaan alkana.
8. Guru menjelaskan tata nama, isomer, sifat-sifat, pembuatan, dan kegunaan alkena.
9. Guru menjelaskan tata nama dan isomer alkuna.

352 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

10. Guru meminta peserta didik mengerjakan Tugas: Membuat Model Struktur
Molekul Isomer Hidrokarbon dengan Plastisin dan Tusuk Gigi secara
berkelompok.
11. Guru meminta beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi.
12. Guru bersama peserta didik membahas hasil diskusi dan menarik kesimpulan.
13. Guru menjelaskan sifat-sifat, pembuatan, dan kegunaan alkuna.

Kegiatan Penutup 1. Guru bersama peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran pada 5 menit
pertemuan hari ini.
2. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Uji Kompetensi 3 yang
terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI, PT Penerbit
Intan Pariwara.
3. Guru menugasi peserta didik untuk membuat rangkuman tentang kegunaan
senyawa hidrokarbon secara individu.
4. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Tugas: Mengetahui Manfaat
Hidrokarbon dalam Kehidupan Sehari-hari yang terdapat pada buku PR
Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI, PT Penerbit Intan Pariwara.
5. Guru memberi tahu peserta didik bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan
ulangan harian bab Senyawa Hidrokarbon.
6. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik berdoa sesuai
dengan agamanya masing-masing. Tindakan ini untuk mengembangkan sikap
religius yaitu selalu berdoa dan mengucapkan terima kasih atas diberikannya
kesempatan belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

4. Pertemuan IV: 2 × 45 menit


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam, lalu meminta salah 10 menit
Pendahuluan satu peserta didik untuk memimpin doa sesuai agamanya masing-masing.
Setelah itu, guru mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu bersyukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan karakter religius.
2. Guru mengajak peserta didik secara bersama menyanyikan lagu Dari Sabang
Sampai Merauke ciptaan R. Soerardjo. Kegiatan ini untuk menanamkan sikap
nasionalis kepada peserta didik.
3. Guru meminta peserta didik mengumpulkan hasil tugas-tugas pertemuan
sebelumnya.
4. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan soal
yang sukar pada Uji Kompetensi 3.
5. Guru menjelaskan beberapa soal yang ditanyakan peserta didik.
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini yaitu
mengetahui kegunaan senyawa hidrokarbon.

Kegiatan Inti 1. Guru meminta beberapa kelompok mempresentasikan Tugas: Mengetahui 15 menit
Manfaat Hidrokarbon dalam Kehidupan Sehari-hari.
2. Guru bersama peserta didik membahas Tugas: Mengetahui Manfaat
Hidrokarbon dalam Kehidupan Sehari-hari dan rangkuman yang dibuat
peserta didik.
3. Guru menyarankan peserta didik untuk mengurangi kebiasaan mengonsumsi
vetsin untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan.
1. Guru membagikan soal ulangan harian kepada peserta didik. Guru meng- 60 menit
ingatkan peserta didik untuk mengerjakan ulangan harian dengan jujur dan
teliti. Kegiatan ini untuk membiasakan peserta didik bersikap jujur dan teliti.
2. Guru memberi batas waktu pengerjaan soal ulangan harian. Pembatasan
waktu ini untuk mengembangkan sikap disiplin pada peserta didik.
3. Guru mengawasi peserta didik selama mengerjakan ulangan harian.

Kegiatan Penutup 1. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan kegiatan pada Aktivitas 5 menit
Peserta Didik: Membuat Lilin Aromaterapi Alami dari Lilin Bekas.
2. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik berdoa sesuai
dengan agamanya masing-masing. Tindakan ini untuk mengembangkan sikap
religius yaitu selalu berdoa dan mengucapkan terimakasih atas diberikannya
kesempatan belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

Kimia Kelas XI Semester 1 353


H. Penilaian
1. Aspek, Mekanisme, dan Bentuk Instrumen
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen

Sikap Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik


Pengetahuan Tes Tertulis Tes Pilihan Ganda dan Uraian
Keterampilan Praktikum Laporan Praktikum
Penugasan Hasil Karya

2. Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No. Aspek yang Dinilai 3 2 1 Keterangan

1. Mengagumi dan mensyukuri keberadaan


senyawa hidrokarbon sebagai karunia Tuhan
Yang Masa Esa yang berguna untuk
kelangsungan hidup manusia.
2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam
mempelajari senyawa hidrokarbon.
3. Bersikap kritis dan komunikatif saat berdiskusi
dalam kelompok.
4. Bersikap teliti dan cermat dalam pengamatan.
5. Menghargai pendapat orang lain dan bersikap
sopan dalam mengemukakan pendapat.
6. Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.

b. Rubrik Penilaian Sikap


No. Aspek yang Dinilai Rubrik

1. Mengagumi dan mensyukuri keberadaan 1 : Menunjukkan sikap mengagumi dan mensyukuri karunia
senyawa hidrokarbon sebagai karunia Tuhan Tuhan Yang Maha Esa atas keberadaan senyawa hidro-
Yang Masa Esa yang berguna untuk karbon yang berguna bagi manusia, lalu memanfaatkannya
kelangsungan hidup manusia. sebaik-baiknya.
2 : Belum secara eksplisit menunjukkan sikap mengagumi dan
mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa atas
keberadaan senyawa hidrokarbon yang berguna bagi
manusia, lalu memanfaatkannya sebaik-baiknya.
3 : Tidak menunjukkan sikap mengagumi dan mensyukuri
karunia Tuhan Yang Maha Esa atas keberadaan senyawa
hidrokarbon yang berguna bagi manusia.

2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam 3 : Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan inisiatif
mempelajari senyawa hidrokarbon. banyak bertanya mengenai senyawa hidrokarbon saat
pembelajaran berlangsung.
2 : Kurang menunjukkan rasa ingin tahu, hanya bertanya
kepada guru ketika disuruh bertanya.
1 : Tidak menunjukkan rasa ingin tahu, tidak pernah bertanya
mengenai senyawa hidrokarbon selama pembelajaran
berlangsung.

3. Bersikap kritis dan komunikatif saat berdiskusi 3 : Menunjukkan rasa kritis dan komunikatif dengan terlibat
dalam kelompok. aktif dalam kegiatan kelompok, berani mengemukakan
pendapat, dan tidak takut salah.
2 : Menunjukkan rasa kritis, tetapi terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok hanya ketika disuruh dan masih takut untuk
mengemukakan pendapat.
1 : Tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, tidak ikut
terlibat aktif dalam kegiatan berkelompok meskipun sudah
didorong untuk terlibat, dan tidak pernah mengemukakan
pendapat atau bertanya.

354 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


No. Aspek yang Dinilai Rubrik

4. Bersikap teliti dan cermat dalam pengamatan. 3 : Teliti dan cermat saat melakukan pengamatan.
2 : Kurang teliti dan cermat saat melakukan pengamatan.
1 : Tidak teliti dan cermat saat melakukan pengamatan.

5. Menghargai pendapat orang lain dan 3 : Mendengarkan dengan baik saat orang lain berpendapat
bersikap sopan dalam mengemukakan dan sopan dalam mengemukakan pendapat.
pendapat. 2 : Mendengarkan dengan baik saat orang lain berpendapat,
tetapi tidak sopan dalam mengemukakan pendapat.
1 : Sering memotong saat orang lain berpendapat dan tidak
sopan dalam menyampaikan pendapat.

6. Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas 3 : Penuh tanggung jawab saat mengerjakan tugas.
2 : Kurang bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.
1 : Tidak bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.

Refleksi Guru:
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________

Mengetahui, . . . . . . . ., . . . . . . . . . . . . . .
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

...................... ......................
–––––––––––––––––––––– ––––––––––––––––––––––
NIP: __________________ NIP: __________________

Kimia Kelas XI Semester 1 355


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Minyak Bumi

Sekolah : ....
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 6 × 45 menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.2 Menjelaskan proses pembentukan • Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam.
fraksi-fraksi minyak bumi, teknik • Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi dan teknik pemisahan fraksi-
pemisahan serta kegunaannya. fraksi minyak bumi beserta kegunaannya.
3.3 Mengidentifikasi reaksi pembakaran • Menjelaskan reaksi pembakaran hidrokarbon secara sempurna dan tidak
hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat-sifat zat hasil pembakaran.
sempurna serta sifat zat hasil pem- • Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan dan
bakaran (CO2, CO, dan partikulat karbon). kesehatan.

4.2 Menyajikan karya tentang proses • Menyajikan laporan mengenai minyak bumi, proses pembentukan, pemisahan
pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksinya serta kegunaannya.
fraksi-fraksi minyak bumi beserta • Menyajikan makalah mengenai cara mengatasi dampak pembakaran senyawa
kegunaannya. karbon terhadap lingkungan dan kesehatan.
4.3 Menyusun gagasan cara mengatasi • Menyajikan laporan mengenai hasil kegiatan mengolah minyak jelantah menjadi
dampak pembakaran senyawa karbon biodiesel.
terhadap lingkungan dan kesehatan.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam dengan tepat setelah melakukan kegiatan
membaca dan diskusi;
2. menyebutkan komposisi minyak bumi dengan benar setelah melakukan kegiatan membaca;
3. menjelaskan proses pengolahan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi, beserta kegunaannya;
4. membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktan dengan tepat setelah melakukan kegiatan
membaca;
5. mengidentifikasi reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat-sifat
zat hasil pembakaran dengan tepat setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi;

356 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


6. menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan dan kesehatan dengan benar setelah
melakukan kegiatan membaca;
7. menyajikan makalah mengenai cara mengatasi dampak pembakaran senyawa karbon terhadap
lingkungan dan kesehatan dengan benar setelah melakukan kegiatan membaca dan diskusi.
D. Materi Pembelajaran
1. Minyak Bumi dan Gas Alam
2. Bensin dan Dampak Pembakaran Bahan Bakar
E. Metode dan Pendekatan Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Approach
2. Model : Discovery
3. Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Pemberian Tugas, dan Latihan
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media Pembelajaran
a. PowerPoint
b. Internet
2. Sumber Pembelajaran
a. Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Program Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu
Alam, Intan pariwara.
b. Buku Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Program Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam,
Intan pariwara.
c. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI Semester 1, PT Penerbit Intan Pariwara.
d. Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI Semester 1, PT Penerbit Intan Pariwara.
e. Buku referensi: Seri Life Skill: Minyak Bumi dan Lingkungan, Pakar Raya.
f. Internet:https://bit.ly/2EPnHGU
G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan I: 2 × 45 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam, lalu meminta salah 10 menit
Pendahuluan satu peserta didik untuk memimpin doa sesuai agamanya masing-masing.
Setelah itu, guru mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu bersyukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan karakter religius.
2. Guru mengajak peserta didik secara bersama menyanyikan lagu Indonesia
Pusaka. Kegiatan ini untuk menanamkan sikap nasionalis kepada peserta
didik.
3. Guru mengajak peserta didik untuk mencermati wacana yang terdapat pada
apersepsi. Tindakan ini untuk menguatkan literasi peserta didik yaitu
mengetahui salah satu manfaat fraksi minyak bumi berupa parafin yang
digunakan sebagai bahan baku pembuatan malam untuk membatik.
4. Guru menanyakan kepada peserta didik mengenai cara pengolahan minyak
bumi hingga diperoleh parafin dan hasil olahan minyak bumi selain parafin
serta kegunaannya? Pertanyaan tersebut merupakan topik yang akan dibahas
pada hari ini.

Kimia Kelas XI Semester 1 357


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan Inti 1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan 60 menit
Tugas: Mengidentifikasi Proses Pembentukan dan Pengolahan Minyak
Bumi dengan berdiskusi secara kelompok. Setelah itu, guru meminta
perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi. Kegiatan ini
bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, aktif, dan bekerja sama
dalam kelompok. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengembangkan
kemampuan 4C peserta didik yang meliputi critical thinking and problem
solving, communication, collaboration, serta creativity and innovation.
2. Guru kemudian menjelaskan proses terbentuknya minyak bumi dan gas alam.
3. Guru meminta peserta didik untuk menambah pengetahuan dengan membuka
alamat web https://bit.ly/2EPnHGU tentang proses pembentukan, proses
pengolahan, dan manfaat minyak bumi. Kegiatan ini untuk mengembangkan
sikap literasi peserta didik.
4. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Tugas: Membuat Artikel
tentang Sumber Daya Minyak Bumi di Indonesia. Guru meminta peserta
didik mencari informasi dari buku, majalah, atau internet, lalu menyusun artikel
mengenai tema tersebut.
5. Guru menjelaskan komposisi minyak bumi, pengolahan minyak bumi, dan
fraksi-fraksi hasil penyulingan minyak bumi beserta kegunaannya.
6. Guru meminta peserta didik mengerjakan Tugas: Membuat Makalah tentang
Minyak Bumi, lalu mempresentasikannya di kelas.
7. Guru menganjurkan peserta didik untuk membuat slide presentasi dengan
progaram Microsoft PowerPoint untuk mempresentasikan makalah yang telah
dibuat.

Kegiatan Penutup 1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan materi 20 menit
yang belum dipahami.
2. Guru meminta peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran pada
pertemuan hari ini dan meminta peserta didik membuat rangkuman.
3. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Uji Kompetensi 1 yang
terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas XI, PT Penerbit
Intan Pariwara.
4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik berdoa sesuai
dengan agamanya masing-masing. Tindakan ini untuk mengembangkan sikap
religius yaitu selalu berdoa dan mengucapkan terima kasih atas diberikannya
kesempatan belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

2. Pertemuan II: 2 × 45 menit


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam, lalu meminta salah 15 menit
Pendahuluan satu peserta didik untuk memimpin doa sesuai agamanya masing-masing.
Setelah itu, guru mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu bersyukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan karakter religius.
2. Guru mengajak peserta didik secara bersama menyanyikan lagu Bagimu
Negeri. Kegiatan ini untuk menanamkan sikap nasionalis kepada peserta
didik.
3. Guru mengajak peserta didik untuk mengingat kembali materi sebelumnya
mengenai proses pengolahan dan hasil penyulingan minyak bumi beserta
kegunaannya melalui tanya jawab. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan
literasi peserta didik.

Kegiatan Inti 1. Guru meminta peserta didik mengumpulkan hasil pekerjaan Uji Kompetensi 1, 55 menit
lalu menanyakan kesulitan dalam mengerjakan latihan tersebut. Selanjutnya,
guru membahas soal-soal yang ditanyakan peserta didik.
2. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Tugas: Mengidentifikasi
Bilangan Oktan pada Berbagai Jenis Bensin. Guru meminta peserta didik
mencari informasi dari buku literatur maupun internet untuk membantu menjawab
pertanyaan-pertanyaan pada tugas tersebut. Setelah itu, Guru meminta peserta
didik menuliskan jawabannya pada buku tugasnya masing-masing. Kegiatan
ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.

358 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

3. Guru menjelaskan bahwa perbedaan kualitas bensin ditunjukkan oleh bilangan


oktan.
4. Guru menjelaskan pebedaan reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna
dan tidak sempurna serta sifat-sifat zat hasil pembakaran. Selanjutnya, guru
menjelaskan dampak pembakaran senyawa karbon terhadap lingkungan dan
kesehatan.
5. Guru mengingatkan peserta didik untuk menggunakan bahan-bahan sesuai
kompresi mesin kendaraan bermotor seperti yang tercantum dalam fitur
Pembiasaan pada buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI, PT Intan
Pariwara.
6. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik mengenai cara yang dapat
dilakukan peserta didik untuk mengurangi dampak pembakaran senyawa
karbon terhadap lingkungan dan kesehatan.
7. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Tugas: Membuat Makalah
tentang Cara Mengurangi Dampak Pembakaran Senyawa Karbon
terhadap Lingkungan dan Kesehatan.

Kegiatan Penutup 1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan materi 20 menit
yang belum dipahami.
2. Guru meminta peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran pada
pertemuan hari ini dan meminta peserta didik membuat rangkuman.
3. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan Latihan 2 dan Penilaian
Harian yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas XI,
PT Penerbit Intan Pariwara sebagai persiapan menghadapi ulangan harian
pada pertemuan selanjutnya.
4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik berdoa sesuai
dengan agamanya masing-masing. Tindakan ini untuk mengembangkan sikap
religius yaitu selalu berdoa dan mengucapkan terima kasih atas diberikannya
kesempatan belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

3. Pertemuan III: 2 × 45 menit


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan 1. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam, lalu meminta salah 10 menit
Pendahuluan satu peserta didik untuk memimpin doa sesuai agamanya masing-masing.
Setelah itu, guru mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu bersyukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan karakter religius.
2. Guru mengajak peserta didik secara bersama menyanyikan lagu Garuda
Pancasila. Kegiatan ini untuk menanamkan sikap nasionalis kepada peserta
didik.

Kegiatan Inti 1. Guru membagikan soal ulangan harian peserta didik. Guru mengingatkan 60 menit
peserta didik untuk mengerjakan soal secara teliti dan jujur. Kegiatan ini untuk
membiasakan peserta didik bersikap teliti dan jujur.
2. Guru memberi batas waktu pengerjaan soal ulangan harian. Pembatasan
waktu ini untuk mengembangkan sikap disiplin peserta didik.
3. Selama peserta didik mengerjakan ulangan harian, guru mengawasi peserta
didik.

Kegiatan Penutup 1. Guru membahas beberapa soal-soal ulangan harian yang dirasa sulit oleh 20 menit
peserta didik.
2. Guru menugasi peserta didik untuk mengerjakan kegiatan pada Aktivitas
Peserta Didik Konversi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel secara
berkelompok. Guru mengingatkan peserta didik untuk melakukan konsultasi
apabila menemui kendala pada saat persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan Creativity and
Innovation Skills peserta didik yang merupakan bagian dari C4.

Kimia Kelas XI Semester 1 359


H. Penilaian
1. Aspek, Mekanisme, dan Bentuk Instrumen
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen

Sikap Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan


Pengetahuan Tes Tertulis Latihan Soal dan Ulangan
Keterampilan Proyek Penugasan

2. Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No. Aspek yang Dinilai 3 2 1 Keterangan

1. Menghargai dan mensyukuri keberadaan


minyak bumi dan gas alam sebagai kekayaan
alam Indonesia dan karunia Tuhan Yang
Maha Esa yang membantu kelangsungan
hidup manusia.
2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam
mempelajari minyak bumi.
3. Bersikap kritis dan komunikatif saat berdiskusi
dalam kelompok.
4. Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas.
5. Bersikap teliti dan cermat saat melakukan
pengamatan.
6. Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.

b. Rubrik Penilaian Sikap


No. Aspek yang Dinilai Rubrik

1. Mengagumi dan mensyukuri karunia Tuhan 3 : Menunjukkan sikap mengagumi dan mensyukuri karunia
Yang Maha Esa berupa keberadaan minyak Tuhan Yang Maha Esa atas keberadaan minyak bumi dan
bumi dan gas alam yang berguna bagi gas alam yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia,
kelangsungan hidup manusia, lalu lalu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 2 : Belum secara eksplisit menunjukkan sikap mengagumi dan
mensyukuri karunia Tuhan Yang Esa atas keberadaan
minyak bumi dan gas alam yang berguna bagi kelang-
sungan hidup manusia, lalu memanfaatkan sebaik-baiknya.
1: Tidak menunjukkan sikap mengagumi dan mensyukuri
karunia Tuhan Yang Esa atas keberadaan minyak bumi
dan gas alam yang berguna bagi kelangsungan hidup
manusia.
2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam 3 : Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi ketika pem-
mempelajari minyak bumi. belajaran berlangsung.
2 : Kurang menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi ketika
pembelajaran berlangsung.
1 : Tidak menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi ketika
pembelajaran berlangsung.
3. Bersikap kritis dan komunikatif saat berdiskusi 3 : Menunjukkan sikap kritis dan komunikatif dalam diskusi,
dalam kelompok. misal sering bertanya atau menjawab, serta memberikan
penjelasan yang mudah dimengerti.
2 : Berperan aktif dalam diskusi tetapi belum maksimal, misal
memberikan penjelasan yang belum dimengerti.
1 : Tidak bersungguh-sungguh dalam berdiskusi, misal bersikap
pasif dan tidak berusaha mencari jawaban dari pertanyaan.

360 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


No. Aspek yang Dinilai Rubrik

4. Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas. 3 : Berperan aktif dalam mengerjakan tugas dan menyelesaikan
tugas tepat waktu.
2 : Kurang berperan aktif dalam mengerjakan tugas, kurang
teliti, tetapi dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.
1 : Tidak berperan aktif dalam mengerjakan tugas, kurang
teliti, dan tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.
5. Bersikap teliti dan cermat saat melakukan 3 : Teliti dan cermat saat melakukan pengamatan.
pengamatan. 2 : Kurang teliti dan cermat saat melakukan pengamatan.
1 : Tidak teliti dan cermat saat melakukan pengamatan.
6. Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas. 3 : Penuh tanggung jawab saat mengerjakan tugas.
2 : Kurang bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.
1 : Tidak bertanggung jawab saat mengerjakan tugas.

Refleksi Guru:
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________

Mengetahui, . . . . . . . ., . . . . . . . . . . . . . .
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

...................... ......................
–––––––––––––––––––––– ––––––––––––––––––––––
NIP: __________________ NIP: __________________

Kimia Kelas XI Semester 1 361


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran STEM
Laju Reaksi

Sekolah : ....
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 4 × 45 menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinterakasi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa
ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi
KD 3 KD 4

3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi 4.6 Menyajikan hasil penelusuran informasi cara-cara
menggunakan teori tumbukan. pengaturan dan penyimpanan bahan untuk mencegah
perubahan fisika dan kimia yang tak terkendali.
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyaji-
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan kan hasil percobaan faktor-faktor yang memengaruhi laju
data hasil percobaan. reaksi dan orde reaksi.

IPK IPK

3.6.1 Menjelaskan konsep faktor-faktor yang memengaruhi laju 4.6.1 Merancang prosedur pengawetan ikan dengan metode
reaksi dalam kehidupan sehari-hari. penggaraman.
3.6.2 Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi laju 4.6.2 Melakukan percobaan pengawetan ikan dengan metode
reaksi dalam proses pengawetan ikan. penggaraman.
3.6.3 Menganalisis data hasil percobaan tentang pengawetan 4.6.3 Menyajikan data hasil percobaan pengawetan ikan
ikan. dengan metode penggaraman.
4.6.4 Menyimpulkan hasil pengawetan ikan dengan metode
penggaraman berdasarkan rancangan prosedur
percobaan.
4.6.5 Menyempurnakan prosedur pengawetan ikan dengan
metode penggaraman berdasarkan hasil percobaan.
4.6.6 Menghitung biaya pengawetan ikan dengan metode
penggaraman.
4.6.7 Mengkomunikasikan hasil percobaan.

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Project Based Learning STEM dengan didukung berbagai macam
referensi, diharapkan peserta didik dapat menggali informasi dari berbagai sumber belajar dengan teknologi
(memiliki sikap ingin tahu), aktif dan bekerja sama (collaboration, gotong royong) dalam mengolah
informasi, kreatif dan inovatif (creativities, kemandirian) dalam melakukan rancangan rekayasa sederhana

362 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


(enjiniring), teliti dalam melakukan percobaan, pengamatan, menganalisis data hasil percobaan
(mathematic) dengan jujur dan bertanggung jawab (integritas), serta menyampaikan pendapat
(communication), menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik (critical thinking) untuk menganalisis
penyebab adanya fenomena laju reaksi pada topik faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi serta dapat
menyajikan (communication) secara kreatif (creativities) hasil penelusuran informasi tentang kegunaan
prinsip laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari.
D. Materi Pembelajaran
• Faktual : pengawetan ikan dengan metode penggaraman sudah lama dilakukan secara tradisional
untuk memperpanjang umur simpan ikan.
• Konseptual : garam berfungsi menghambat atau menghentikan pertumbuhan bakteri yang terdapat
di dalam tubuh ikan.
• Prosedural : cara mengawetkan bahan pangan hewani (ikan) dengan metode penggaraman.
E. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : STEM
2. Model : STEM Project Based Learning
3. Metode Pembelajaran : Diskusi, Penugasan, dan Eksperimen
F. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran
1. Media
Lembar kerja/worksheet dan slide presentasi/ppt
2. Alat
Laptop, LCD proyektor, spidol, dan whiteboard
G. Sumber Belajar
1. Buku
a. Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas XI, PT Penerbit Intan Pariwara.
b. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas XI, PT Penerbit Intan Pariwara.
c. Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Program Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu
Alam, Intan Pariwara
d. Buku Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Program Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam,
Intan Pariwara
2. Internet
a. https://bit.ly/2QhUKqQ
b. https://bit.ly/2MgZRV3
c. https://bit.ly/2CizqwQ
d. https://bit.ly/2n9GkhX
H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I: 2 × 45 menit (2 JP)
No. Tahap Kegiatan Karakter Estimasi Waktu

1. Pendahuluan Fase 1: Reflection Religius, proaktif, dan 15 menit


1. Guru mengondisikan peserta didik untuk siap belajar responsif dalam men-
dengan diawali berdoa bersama dipimpin oleh jawab berbagai per-
salah satu peserta didik. tanyaan.
2. Guru mengecek kehadiran dan menyiapkan peserta
didik untuk dapat mengikuti pembelajaran.
3. Guru meminta peserta didik menjawab pertanyaan
apersepsi misalnya sebagai berikut.
a. Apa saja penerapan prinsip laju reaksi dalam
kehidupan sehari-hari?
b. Bagaimana prinsip laju reaksi dalam pengawetan
ikan menggunakan metode penggaraman?

Kimia Kelas XI Semester 1 363


No. Tahap Kegiatan Karakter Estimasi Waktu

c. Pernahkah kalian mempraktikkan cara peng-


awetan ikan menggunakan metode penggaraman?
4. Guru memberikan motivasi belajar kepada peserta
didik dengan cara mengaitkan materi pada kehidupan
sehari-hari. Guru meminta peserta didik mengamati
berbagai hasil awetan ikan segar yang berada di
pasaran. Guru menanyakan pertanyaan-pertanyaan
sebagai berikut.
a. Siapa yang pernah melakukan percobaan
pengawetan ikan dengan penggaraman?
Pengawetan tersebut bertujuan untuk meng-
hindari kerusakan dan memperpanjang umur
simpan ikan. Selain itu, pengawetan ikan dapat
meningkatkan nilai jual ikan di pasaran.
b. Tahukah kalian, bagaimana proses pengawetan
ikan dengan metode penggaraman?

2. Inti Fase 2: Research Gotong royong: bekerja


1. Guru meminta peserta didik berdiskusi dan sama dalam menyusun 60 menit
menentukan masalah utama dalam pengawetan ikan rancangan prosedur
dengan metode penggaraman. pengawetan ikan dengan
2. Guru meminta peserta didik mempelajari proses metode penggaraman.
pengawetan ikan dengan metode penggaraman
melalui berbagai sumber.
3. Peserta didik diharapkan menanya dengan contoh
pertanyaan sebagai berikut.
a. Bagaimana prinsip pengawetan ikan meng-
gunakan metode penggaraman?
b. Bagaimana penambahan garam pada ikan
memengaruhi hasil awetan ikan?
4. Guru meminta peserta didik mencari informasi
sebagai berikut.
a. Prinsip pengawetan ikan menggunakan metode
penggaraman.
b. Komposisi bahan yang tepat untuk memperoleh
awetan ikan yang baik.
5. Guru meminta peserta didik mempresentasikan hasil
diskusi, lalu menyamakan persepsi tentang proses
pengawetan ikan dengan metode penggaraman.
Fase 3: Discovery Mandiri dan kreatif
1. Guru meminta peserta didik secara berkelompok dalam merancang
merancang prosedur pengawetan ikan menggunakan prosedur pengawetan
metode penggaraman secara efektif dan efisien ikan dengan metode
dengan menerapkan variabel percobaan. penggaraman.
2. Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan
prosedur pengawetan ikan menggunakan media
presentasi Microsoft PowerPoint. Selanjutnya,
peserta didik melakukan feedback terhadap
presentasi yang disampaikan oleh kelompok lain.
3. Guru meminta peserta didik melakukan diskusi
kelompok membahas feedback yang diperoleh dari
kelompok lain untuk memperbaiki hasil rancangan
prosedur pengawetan ikan kelompoknya.
4. Guru membimbing peserta didik untuk menyamakan
persepsi dari hasil diskusi rancangan prosedur
pengawetan ikan menggunakan metode peng-
garaman yang dibuat peserta didik.

3. Penutup 1. Guru bersama peserta didik menyepakati prosedur


pengawetan ikan yang akan diuji coba. 15 menit
2. Guru membimbing peserta didik menyusun jadwal
aktivitas penyelesaian proyek meliputi: jadwal
perencanaan tugas proyek, pelaksanaan tugas
proyek, dan pelaporan tugas proyek.
3. Guru memberikan tugas membuat laporan rancangan
prosedur pengawetan ikan dengan metode penggaraman.

364 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Pertemuan II: 2 × 45 menit (2 JP)
No. Tahap Kegiatan Karakter Estimasi Waktu

1 Pendahuluan 1. Guru memberi salam dilanjutkan dengan 10 menit


menanyakan tugas rancangan prosedur pengawetan
ikan menggunakan metode penggaraman.
2. Guru melakukan apersepsi dan mengajak peserta
didik untuk mengingat kembali materi sebelumnya.
Guru memberikan pertanyaan tentang proses peng-
awetan ikan menggunakan metode penggaraman.
3. Guru memeriksa rancangan prosedur pengawetan
ikan yang dibuat oleh peserta didik.

2. Inti Fase 4: Application Kerja sama dan pro- 70 menit


1. Guru meminta peserta didik dalam kelompok menguji aktif dalam melakukan
rancangan prosedur pengawetan ikan menggunakan percobaan pengawetan
metode penggaraman. ikan menggunakan
2. Guru memonitor aktivitas peserta didik selama metode penggaraman
menyelesaikan proyek menggunakan rubrik penilaian
yang telah disiapkan.
3. Guru meminta peserta didik mendiskusikan dan
mengidentifikasi hasil percobaan pengawetan ikan.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, peserta didik
dapat memperbaiki prosedur yang lebih efektif dan
efisien, misalnya:
a. komposisi penggunaan bahan-bahan yang
dibutuhkan;
b. lama waktu yang tepat untuk memperoleh hasil
percobaan yang baik; serta
c. estimasi biaya tambahan yang diperlukan dalam
pengawetan ikan.
4. Guru membimbing peserta didik dalam memecahkan
masalah.
Fase 5: Communication
5. Guru meminta peserta didik merencanakan dan
menyiapkan laporan dengan cara berbagi tugas
dengan teman sekelompok.
6. Guru meminta peserta didik mempresentasikan tugas
proyek dan menerima feedback dari teman dan guru.
7. Guru menilai presentasi laporan tugas proyek,
laporan rancangan tugas proyek, dan laporan
percobaan pengawetan ikan menggunakan metode
penggaraman.

3. Penutup Guru bersama peserta didik menganalisis hasil kerja, 10 menit


mengevaluasi, dan menyimpulkan hasil belajar tentang
materi yang telah dipelajari melalui diskusi kelas (dirinci
kembali dan terlihat konten atau materi yang dipelajari:
pengawetan ikan menggunakan metode penggaraman).

I. Penilaian
1. Aspek, Mekanisme, dan Bentuk Instrumen
Aspek Mekanisme Bentuk Instrumen

Sikap Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan


Pengetahuan Tes Tertulis Ulangan Harian

Keterampilan Portofolio Kumpulan Laporan dan Produk

2. Penilaian Sikap
Lihat contoh instrumen penilaian sikap di RPP Laju Reaksi
3. Penilaian Pengetahuan
Tes tertulis yang berupa soal-soal

Kimia Kelas XI Semester 1 365


4. Penilaian Kinerja
a. Lembar Penilaian Kinerja
Skor
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
3 2 1
A. Merancang Prosedur Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
Rumusan judul dan tujuan
Sistematika prosedur kegiatan
Kelengkapan materi
Keakuratan informasi
Kesiapan pelaksanaan
B. Laporan Uji Coba Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
Sistematika laporan
Tata tulis dan bahasa
Hasil dan pembahasan
Kesimpulan
C. Presentasi Hasil Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
Sistematika penyampaian
Penggunaan bahasa
Komunikasi
D. Praktikum Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
Kelengkapan alat dan bahan praktikum
Kesesuaian pelaksanaan praktikum dengan prosedur
Keterampilan menggunakan alat

b. Rubrik Penilaian Kinerja


No. Aspek yang Dinilai Rubrik

A. Merancang Prosedur Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman


Rumusan judul dan tujuan 3 : Judul memunculkan nama proyek yang akan dilaksanakan.
2 : Judul kurang memunculkan nama proyek yang akan
dilaksanakan.
1 : Judul tidak memunculkan nama proyek yang akan
dilaksanakan.
Sistematika prosedur kegiatan 3 : Prosedur dibuat secara benar, jelas, dan runtut.
2 : Prosedur dibuat secara benar, jelas, tetapi kurang runtut.
1 : Prosedur dibuat secara benar, kurang jelas, dan kurang runtut.
Keakuratan informasi 3 : Memiliki lebih dari tiga sumber informasi yang jelas.
2 : Memiliki tiga sumber informasi yang jelas.
1 : Memiliki kurang dari tiga sumber informasi yang jelas.
Kesiapan pelaksanaan 3 : Kegiatan sudah direncanakan secara matang.
2 : Perencanaan kegiatan kurang matang.
1 : Tidak ada perencanaan kegiatan.
B. Laporan Uji Coba Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
Sistematika laporan (judul praktikum, tujuan, 3 : Sistematika laporan lengkap serta terorganisasi dengan baik.
dasar teori, alat dan bahan, cara kerja, hasil 2 : Sistematika laporan lengkap, tetapi tidak terorganisasi
dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar dengan baik.
pustaka). 1 : Sistematika laporan tidak lengkap serta tidak terorganisasi
dengan baik.
Tata tulis dan bahasa 3 : Tata tulis dan bahasa yang digunakan baik dan benar.
2 : Tata tulis dan bahasa yang digunakan baik, tetapi tidak benar.
1 : Tata tulis dan bahasa yang digunakan tidak benar.
Hasil dan pembahasan 3 : Hasil analisis dan pembahasan tepat sesuai dasar teori.
2 : Hasil analisis dan pembahasan tepat, tetapi tidak sesuai
dasar teori.
1 : Hasil analisis dan pembahasan tidak tepat dan tidak sesuai
dasar teori.

366 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


No. Aspek yang Dinilai Rubrik

Kesimpulan 3 : Kesimpulan sesuai dengan tujuan dan perolehan data uji


coba.
2 : Kesimpulan kurang sesuai dengan tujuan dan perolehan
data uji coba.
1 : Kesimpulan tidak sesuai dengan tujuan dan perolehan data
uji coba.

C. Presentasi Hasil Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman


Sistematika penyampaian 3 : Materi presentasi disampaikan secara runtut dan sistematis.
2 : Materi presentasi disampaikan secara kurang runtut dan
kurang sistematis.
1 : Materi presentasi disampaikan secara tidak runtut dan tidak
sistematis.
Penggunaan bahasa 3 : Penggunaan bahasa yang baik, baku, dan mudah dipahami.
2 : Penggunaan bahasa baik, baku, tetapi kurang mudah dipahami.
1 : Penggunaan bahasa kurang baik, kurang baku dan kurang
mudah dipahami.
Komunikasi 3 : Pandangan lebih banyak menatap audiensi saat menjelaskan
dan menggunakan gestur yang membuat audiensi
memperhatikan.
2 : Pandangan lebih banyak menatap audiensi saat men-
jelaskan tanpa ada gestur tubuh.
1 : Pandangan lebih banyak menatap catatan dari pada
audiensi saat menjelaskan tanpa disertai gestur tubuh.
D. Praktikum Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
Kelengkapan alat dan bahan praktikum 3 : Seluruh alat dan bahan yang diperlukan lengkap.
2 : Hanya menyiapkan sebagian alat dan bahan yang
diperlukan.
1 : Tidak menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
Kesesuaian pelaksanaan praktikum dengan 3 : Dapat melaksanakan semua langkah prosedur praktik
prosedur dengan cermat.
2 : Dapat melaksanakan semua langkah prosedur praktik, tetapi
kurang cermat.
1 : Tidak dapat melaksanakan praktik sesuai dengan prosedur.
Keterampilan menggunakan alat 3 : Dapat menunjukkan penggunaan alat dengan tepat.
2 : Dapat menunjukkan penggunaan alat, tetapi masih kurang
Tepat.
1 : Tidak dapat menunjukkan penggunaan alat dengan tepat.

5. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)


LKPD
Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
Reflection
1. Pernahkah Anda menikmati hasil olahan ikan segar? Bagaimana tektur dan rasa ikan yang Anda
makan? Bandingkan dengan olahan ikan hasil pengawetan! Tuliskan pada kolom di bawah ini!
Hasil Pengawetan
No. Jenis Ikan Tekstur
Ya Tidak

Kimia Kelas XI Semester 1 367


2 Amati kedua gambar berikut!

Ikan segar Ikan hasil awetan (penggaraman)

3. Apa perbedaan dari kedua gambar di atas?


4. Bagaimana prinsip pengawetan ikan dengan metode penggaraman?
5. Bagaimana penggunaan garam memengaruhi ketahanan ikan?
6. Buatlah kesimpulan bahan dan alat apakah yang dapat digunakan untuk pengawetan ikan dengan
metode penggaraman?

Research
Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
Pilihlah salah satu jenis ikan yang akan Anda awetkan. Carilah prosedur cara pengawetan ikan
tersebut dengan metode penggaraman dari berbagai sumber, misalnya dari buku atau internet baik
secara konsep maupun praktik. Setelah itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Apa bahan-bahan utama yang diperlukan dalam pengawetan ikan dengan metode penggaraman?
b. Alat-alat apa saja yang diperlukan?
c. Bagaimana prinsip pengawetan ikan dengan metode penggaraman?
d. Konsep laju reaksi apa yang berkaitan dengan pengawetan ikan dengan metode penggaraman?
Discovery
Rancangan Prosedur Pengawetan Ikan dengan Metode Penggaraman
A. Tantangan
Merancang prosedur pengawetan ikan dengan metode penggaraman yang efektif dan efisien.
B. Kriteria
Pengawetan ikan dengan metode penggaraman dapat dijual dan dinikmati oleh konsumen.
C. Batasan
Rancangan prosedur yang dibuat harus dalam batasan sebagai berikut.
1. Bahan yang digunakan merupakan bahan yang mudah didapat dan sering Anda temui di
lingkungan sekitar.
2. Harga ekonomis dengan kualitas terjamin.
D. Alat dan Bahan
Alat: Bahan:
1. . . . 1. . . .
2. . . . 2. . . .
3. . . . 3. . . .
4. . . . 4. . . .

368 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


E. Cara Kerja
1. Diskusikan tantangan bersama kelompok Anda, lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Konsep apa saja yang digunakan dalam pengawetan ikan dengan metode penggaraman?
b. Bagaimana komposisi bahan yang diperlukan?
c. Bagaimana komposisi bahan yang efisien dan efektif untuk pengawetan ikan?
2. Buatlah rancangan cara kerja/prosedur/proses pengawetan ikan dengan metode penggaraman
dengan berdiskusi dalam kelompok di bawah ini.

3. Diskusikan rancangan yang telah Anda buat, lalu presentasikan untuk menyamakan persepsi
seluruh kelas terhadap tugas pengawetan ikan dengan metode penggaraman!
4. Catat masukan-masukan dari guru dan teman kelompok lain untuk perbaikan!
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________

Application dan Comunication


1. Setelah Anda membuat rancangan, lakukan percobaan pengawetan ikan dengan metode
penggaraman.
2. Catat data hasil percobaan, lalu diskusikan dengan teman sekelompok.
3. Rancang ulang prosedur pengawetan ikan dengan metode penggaraman apabila terdapat hal yang
perlu disempurnakan.
4. Buatlah laporan hasil percobaan pengawetan ikan dengan metode penggaraman dengan format
yang tersedia dan presentasikan di kelas.

Mengetahui, . . . . . . . ., . . . . . . . . . . . . . .
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

...................... ......................
–––––––––––––––––––––– ––––––––––––––––––––––
NIP: __________________ NIP: __________________

Kimia Kelas XI Semester 1 369


1. e 11. c 21. a 31. c
2. e 12. b 22. a 32. d
3. b 13. a 23. d 33. c
4. d 14. a 24. c 34. a
5. b 15. d 25. a 35. e
6. c 16. b 26. c 36. d
7. d 17. c 27. c 37. a
8. a 18. d 28. c 38. e
9. a 19. c 29. d 39. a
10. e 20. b 30. b 40. b

370 Lampiran Pelaksanaan


Rencana Kunci Jawaban PR Online
Pembelajaran