Anda di halaman 1dari 10

PAPER PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

“Warga Negara dan Asas-Asas Kewarganegaraan”

Dosen Pengampu :

I Made Adi Widnyana, S.Farm., S.H., M.H., Apt. S.

Nama Kelompok 3 :

1. Ni Putu Eka Tunasti Purnama (1807531158)


2. Putu Diah Meilani Puspita Dewi (1807531172)
3. Putu Monik Candra Maharani (1807531226)
4. Ni Putu Tiari Artarini (1807531229)
5. Ni Kadek Windi Lestari (1807531238)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
A. RUMUSAN MASALAH
1. Jelasakan pengertian warga negara dari beberapa sumber dan bandingkan
perbedaan warga negara dengan penduduk!
2. Sebut dan jelaskan asas-asas kewarganegaraan!
3. Sebutkan ketentuan hukum atau Undang - Undang yang pernah berlaku di
indonesia yang mengatur tentang kewarganegaraan!
4. Sebutkan syart-syarat naturalisasi di Indonesia!
5. Sebutka dua contoh kasus yang berkaitan dengan kewarganegaraan dan
bagaimana penyelesaiannya!
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Warga Negara Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa arti warga negara, maka kita dapat merujuk pada
pendapat para ahli berikut ini:
a. A.S. Hikam
Menurut A.S. Hikam, pengertian warga negara adalah anggota dari suatu
komunitas atau kelompok yang membentuk suatu negara.
b. Koerniatmanto S
Menurut Koerniatmanto S, pengertian warga negara adalah anggota suatu
negara yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya, memiliki
hubungan hak dan kewajiban yang sifatnya timbal-balik terhadap negaranya.
c. Ko Swaw Sik
Menurut Ko Swaw Sik (1957), warga negara adalah semua orang yang
memiliki ikatan hukum dengan suatu negara.
d. Wolhoff
Menurut Wolhoff, pengertian warga negara adalah bentuk keanggotaan dari
suatu bangsa tertentu yaitu sejumlah manusia yang memiliki ikatan satu sama
lainnya karena adanya kesatuan bahasa, kehidupan sosial, budaya, serta
kesadaran nasionalnya.
e. Undang-Undang No. 12 Tahun 2006
Menurut Undang-Undang No. 12 Pasal 1 angka 1 Tahun 2006 Tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia, pengertian warga negara adalah orang-
orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan
Undang-Undang sebagai warga negara Indonesia.
f. Graham Murdock
Menurut Graham Murdock, pengertian kewarganegaraan adalah suatu hak
untuk dapat berpartisipasi secara utuh dalam berbagai pola struktur sosial,
politik dan kehidupan kultural serta untuk dapat membantu menciptakan
bentuk-bentuk yang selanjutnya dengan begitu maka memperbesarkan ide-ide.
g. Daryono
Menurut Daryono, pengertian kewarganegaraan adalah keanggotaan seseorang
di dalam satuan politik tertentu (Negara) yang dengannya akan membawa hak
untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan
keanggotaan yang disebut dengan warga negara.

Bandingan Antara Penduduk Dan Warganegara


a. Masalah Waktu, penduduk adalah beberapa orang yang akan tetap dan menetap
di sebuah negara sedangkan warga negara adalah jenis penduduk yang tidak
akan menetap walaupun akan berada dalam jangka waktu panjang di negara
tersebut
b. Status, penduduk akan menjadi orang yang tercatat sebagai penduduk resmi
dan warga negara tidak resmi
c. Jenis Kewarganegaraan, kewarganegaraan penduduk akan sama dengan
dimana ia tinggal sedangkan warga berbeda
d. Tingkat Kebebasan, warga negara tidak dengan bebas melakukan beberapa hal
tertentu di dalam sebuah negara sedangkan penduduk bisa dengan lebih bebas
melakukan beragam hal tertentu di negaranya.

2. Asas-Asas Kewarganegaraan
a. Asas Ius Sanguinis
Asas Ius Sanguinis (low of the blood) adalah suatu aturan tentang
kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan atau kewarganegaraan
kedua orang tuanya, bukan tempat kelahirannya. Umumnya negara yang
menerapkan asas Ius Sanguinis adalah negara yang punya sejarah panjang,
diantaranya; Turki, Jerman, Belanda, Inggris, Tiongkok
b. Asas Ius Soli
Asas Ius Soli (low of the soil) adalah suatu aturan mengenai kewarganegaraan
seseorang berdasarkan tempat kelahirannya yang diberlakukan terbatas kepada
anak-anak sesuai dengan aturan undang-undang. Asas ini tidak berlaku kepada
anak-anak diplomat, dimana orang tuanya sedang bertugas untuk misi
diplomatik di negara lain. Beberapa negara yang menerapkan asas Ius Soli
diantaranya; Argentina, Amerika Serikat, Brasil, Kanada
c. Asas Kewarganegaraan Tunggal
Ini adalah asas yang mewajibkan setiap orang hanya boleh memiliki satu
kewarganegaraan saja. Misalnya, jika seseorang memiliki kewarganegaraan
Indonesia maka ia tidak boleh menjadi warga negara lainnya.
d. Asas Kewarganegaraan Ganda Terbatas
Ini adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak,
dimana penerapannya telah diatur di dalam undang-undang. Namun, ketika
anak tersebut telah berusia 18 tahun maka ia harus memilih satu
kewarganegaraan saja.

3. Kewarganegaraan Republik Indonesia telah diatur dalam hukum, yaitu


berlandaskan peraturan perundang-undangan berikut;
a. Undang-Undang Tahun 1945 Pasal 26
b. Undang-Undang No. 3 Tahun 1946
c. Undang-Undang No. 62 Tahun 1958
d. Undang-Undang No. 3 Tahun 1976
e. Undang-Undang No. 12 Tahun 2006

4. Syarat Naturalis Di Indonesia


Kecuali Anda terlahir dari orangtua warga negara Indonesia atau dilahirkan
di Indonesia, Anda harus mengajukan permohonan kewarganegaraan Indonesia
melalui naturalisasi. Untuk melakukannya, Anda harus memenuhi persyaratan
untuk naturalisasi Indonesia. Dalam banyak kasus, untuk menjadi warga negara
Indonesia, Anda harus:
a. Jadilah usia mayoritas (setidaknya 18 tahun)
b. Memenuhi persyaratan residensi. Ini berarti Anda harus tinggal di Indonesia
sebagai imigran legal di Indonesia untuk waktu tertentu. Jumlah waktu yang
tepat bervariasi tergantung pada keadaan khusus Anda. Sebagai contoh,
sebagian besar pelamar harus tinggal di Indonesia sebagai pemegang kartu
hijau yang sah selama setidaknya lima tahun. Jika Anda menikah dengan
seorang warga negara Indonesia, masa residen Anda adalah tiga tahun.
Pengungsi harus menunggu selama empat tahun. Jika Anda sering pindah
atau menghabiskan banyak waktu di luar Indonesia, ini dapat memengaruhi
aplikasi kewarganegaraan Anda.
c. Namun, USCIS membuat ketentuan untuk anggota militer dan untuk siswa,
yang mungkin menghadapi persyaratan residensi yang berkurang. Selain
harus tetap berada di Indonesia untuk waktu tertentu, Anda harus ingat bahwa
Anda harus tetap berada di satu wilayah atau negara bagian Indonesia untuk
jangka waktu tertentu sebelum mengajukan permohonan untuk menjadi
warga negara Indonesia. Dalam banyak kasus, Anda harus tinggal setidaknya
selama tiga bulan di negara bagian atau teritori yang Anda lamar.
d. Jadilah dari “karakter moral yang baik.” Secara umum, ini berarti bahwa
Anda tidak harus dihukum karena kejahatan berat tertentu dan telah
menunjukkan bahwa Anda dapat menjadi warga negara Indonesia yang baik.
Jika ada sesuatu di masa lalu Anda yang Anda rasa dapat menghalangi Anda
menjadi warga negara Indonesia, Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan
pengacara imigrasi Indonesia yang memenuhi syarat sebelum mengajukan
permohonan kewarganegaraan.
e. Baca, tulis, dan berbicara bahasa Indonesia. Kemampuan bahasa Inggris
Anda akan diuji selama wawancara dan tes kewarganegaraan. Dalam
beberapa kasus, orang tua yang telah tinggal sebagai warga negara permanen
yang sah di Indonesia selama bertahun-tahun mungkin tidak perlu memenuhi
persyaratan bahasa ini.
f. Memahami dasar-dasar kewarganegaraan, pemerintah, dan sejarah Indonesia.
Pengetahuan Anda dalam mata pelajaran ini akan diuji selama tes
kewarganegaraan.
g. Memahami dan menyetujui Konstitusi Indonesia.

5. Studi Kasus
a. Kasus 1 : Warga Negara Indonesia Yang Menikah Dengan Warga
Negara Asing
Ketika anak akhirnya diakui oleh Negara Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, Hamid Awaludin memberikan surat penetapan status kewarganegaraan
Indonesia untuk Jean Edouard Leopold Mutia AlbertBernier yang baru berumur
lima tahun dua bulan didampingi ibunya, Dewi Chyntia, warga Negara indonesia.
Jean merupakan anak dari perkawinan campur antara Bernier Pascal Louis
Raymond Ghislain warga negara Belgia, dan Dewi Chyntia. Jean lahir di Belgia
tanggal 1 Desember 2001. Dengan bekal paspor dari Belgia dan visa kunjungan
sosial budaya, Jean dapat tinggal di Indonesia. Visa itu hanya berlaku 60 hari.
Setelah itu harus diperpanjang di kantor imigrasi untuk periode tinggal satu bulan.
Setelah lima tahun, masa berlaku paspor pun habis. Untuk memperpanjang paspor
melalui Kedutaan Besar Belgia di Jakarta diperlukan persetujuan atau surat dari
Ghislain, ayah Jean. Persoalannya, Ghislain tidak menyetujui dan tidak
memberikan surat, tanda tangan, atau apa pun namanya. Akibatnya, Jean akhirnya
harus dideportasi.Bersama ibunya itu terjadi karena masih diberlakukannya
Undang-Undang Nomor 62 Tahun1958 tentang Kewarganegaraan. Dengan
undang-undang itu, anak dengan ayah warga negara asing otomatis menjadi warga
negara asing.
Wacana perubahan UU Kewarganegaraan yang pernah bergulir ibarat
memberikan angin segar bagi Dewi, termasuk ibu-ibu yang menghadapi persoalan
serupa. Dengan diberlakukannya UU No12/2006 tentang Kewarganegaraan
Indonesia. Syarat menjadi warga negara menurut UU No12/2006 yakni akta lahir
anak yang harus dilegalisasi dan fotokopi paspor dari suami. Ketika sudah merasa
tidak ada harapan lagi, dia pun menulis surat kepada Menteri Hamid Awaludin,
mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya. Hamid menanggapi, Ia mengeluarkan
surat penetapan kewarganegaraan Indonesia untuk Jean.
Penyelesaian Masalah Berdasarkan Undang-Undang No.12/2006
Status kewarganegaraan di Indonesia adalah masalah yang memang sudah
sering terjadi. Dalam kasus di atas kewarganegaraan Indonesia dapat hilang jika
adanya perkawinan campuran. Dalam UU No.12/2006 disebutkan hilangnya suatu
kewarganegaraan dapat disebabkan12 hal, salah satunya disebutkan perempuan
Warga Negara Indonesia yang kawin dengan laki-laki warga asing kehilangan
kewarganegaraan Republik Indonesia jika menurut hokum negara asal suaminya.
Kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat
perkawinan tersebut. Jika dalam perkawinan tersebut terdapat kehadiran seorang
anak maka anak tersebut akan berkewarganegaraan asing mengikuti ayahnya.
Sebelum diberlakukannya UU No.12/2006 di Indonesia masih berlaku Undang-
Undang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan tapi UU tersebut
dianggap kurang efektif sehingga wacana dalam UU tersebut diganti. Setelah
diberlakukannya undang-undang tersebut banyak pihak yang merasa beruntung
karena akhirnya mereka memperoleh status kewarganegaraan Republik Indonesia
salah satu contohnya adalah dalam kasus di atas.

b. Kasus 2 : Kasus Kewarganegaraan Ganda Gloria Natapradja


Pada saat peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 pada tahun
2016, masyarakat dihebohkan oleh pemberitaan seorang siswi anggota Pasukan
Pengibar Bendera yang tersandung kasus kewarganegaraan ganda. Siswi tersebut
adalah Gloria Natapradja, salah seorang anggota Paskibraka yang bertugas untuk
mengibarkan bendera pada saat upacara peringatan HUT RI di Istana Negara pada
17 Agustus 2016. Setelah menempuh seleksi dan latihan selama berbulan-bulan,
Gloria digugurkan dari formasi tepat dua hari sebelum upacara berlangsung. Hal itu
terjadi karena belakangan diketahui Gloria memiliki passpor Perancis. Gloria
memang dilahirkan dari pasangan berbeda kewarganegaraan. Ibunya seorang WNI
dan ayahnya warga negara Perancis. Selama ini kita tahu bahwa anak yang lahir
dari perkawinan berbeda kewarganageraan bisa mempunyai kewarganegaraan
ganda sebelum 18 tahun. Anak tersebut bisa memilih salah satu kewarganegaraan
nya saat ia telah menginjak 18 tahun. Dalam kasus Gloria, pihak keluarga
menganggap Gloria mempunyai hak selayaknya Hak dan Kewajiban Warga Negara
Indonesia. Dalam hal ini hak untuk menjadi pasukan Paskibraka, karena ia belum
menginjak 18 tahun maka ia otomatis mempunyai dua kewarganegaraan.
Akan tetapi, hukum berkata lain. Gloria lahir pada saat undang-undang
tentang kewarganegaraan tersebut disahkan. Sehingga, Gloria tidak bisa otomatis
mendapat kewarganegaraan ganda. Gloria seharusnya mendaftar permohonan
menjadi WNI paling lambat empat tahun setelah ia lahir. Dengan kata lain,
permohonan sebagai syarat Cara Memperoleh Kewarganegaraan Indonesia tersebut
seharusnya dilakukan paling lambat tahun 2010. Kasus tersebut terus berlanjut
hingga peradilan Mahkamah Konstitusi yang menjalankan Tugas Dan Wewenang
Lembaga Yudikatif. Keluarga Gloria terus memperjuangkan hak nya untuk menjadi
warga negara Indonesia dan menuntut undang-undang untuk diubah. Akan tetapi,
permohonan Gloria ditolak oleh Mahkamah Konstitusi pada Agustus 2017.
Penyelesaian Masalah :
Gloria menulis Surat Pernyataan kepada Presiden Joko Widodo yang intinya
dia lahir di Indonesia, cinta Indonesia, dan memilih berkewarganegaraan Indonesia.
Sebagai anak yang barus berusia 16 tahun, Gloria tidak tahu apa-apa berkaitan
dengan status kewarganegaraannya. Dia tahunya hanya lahir di Indonesia, tinggal
di Indonesia, dan cinta Indonesia. Orang tuanya belum mendaftarkan dirinya ke
Kementeria Hukum dan HAM. Sesuai dengan Undang-undang nomor 12 tahun
2006, Glori baru boleh memilih status kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun.
Dalam kasus Gloria, seharusnya prosedur mendapatkan kewarganegaraan
dapat direlaksasi oleh negara, atas beberapa alasan. Pertama; Gloria pantas
mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia meski orang tuanya belum
mendaftarkan. Ia secara terus menerus berada dalam wilayah Negara Republik
Indonesia dan tidak pernah melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan
Negara Republik Indonesia. Kedua; argumentasi hak asasi anak. Indonesia adalah
negara pihak pada Konvensi Hak-hak Anak 1989, dan mulai berlaku 1990.
Ratifikasi oleh Indonesia dilakukan melalui Keppres No. 36/1990. Salah satu
prinsip utama sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Konvensi tersebut adalah
pengutamaan kepentingan anak (the best interest of the child). Atas dasar ini,
seharusnya pemerintah sungguh-sungguh memperhatikan kepentingan Gloria
sebelum menjatuhkan putusan-putusan tertentu. Ketiga; pejabat yang berwenang,
dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM dapat membuat kebijakan untuk
mempercepat proses memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Tindakan di bidang
kewarganegaraan masuk pada ranah Hukum Administrasi Negara.
DAFTAR REFERENSI

https://guruppkn.com/perbedaan-warga-negara-dan-penduduk-indonesia
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-warga-negara.html
http://www.sumberpengertian.co/pengertian-warga-negara-menurut-para-ahli
https://guruppkn.com/syarat-naturalisasi
http://rendimardians.blogspot.com/2015/10/contoh-kasus-negara-dan-warga-
negara.html
https://guruppkn.com/contoh-kasus-kewarganegaraan-ganda