Anda di halaman 1dari 7

TIM POKJA AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KOTA LUBUKLINGGAU

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Kota Lubuklinggau merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Palembang di Propinsi
Sumatera Selatan, kondisi saat ini Kota Lubuklinggau mempunyai penduduk lebih dari 200.000
jiwa dengan kepadatan penduduk 5 Jiwa/Ha terfokus di sepanjang jalan Yos Sudarso dan jalan
Garuda yang merupakan pusat perekonomian di Kota Lubuklingga. Perkembangan Kota
Lubuklinggau juga berpengaruh terhadap kualitas lingkungan, kondisi sanitasi di Kota
Lubuklinggau masih rendah, hal ini bisa dilihat dari perilaku masyarakat yang masih ada Buang
Air Besar Sembarangan (BABS), adanya masyarakat yang terjangkit penyakit akibat sanitasi
buruk seperti muntaber, disentri, dan lain-lain. Kondisi ini akan menurunkan kualitas lingkungan
dan potensi masyarakat.
Sanitasi sangat menentukan keberhasilan dari paradigma pembangunan kesehatan
lingkungan yang lebih menekankan pada aspek pencegahan (preventif) dan promotif daripada
aspek pengobatan (kuratif). Dengan adanya upaya preventif dan promotif yang baik, angka
kejadian penyakit terkait kondisi lingkungan dapat dicegah. Dengan adanya sistem sanitasi yang
baik akan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Lubuklinggau.
Salah satu upaya memperbaiki kondisi sanitasi adalah dengan menyiapkan sebuah
perencanaan pembangunan sanitasi yang responsive dan berkelanjutan. Untuk itu pemerintah
mendorong Kabupaten/Kota untuk menyusun Buku Putih Sanitasi (BPS) yang memiliki prinsip :
1. Berdasarkan data aktual;
2. Berskala Kabupaten/Kota;
3. Disusun sendiri oleh Kota (dari, oleh, dan untuk Kota), dan
4. Menggabungkan pendekatan bottom up dan top down.

1.2. Landasan Gerak


1.2.1. Definisi dan Ruang Lingkup Sanitasi
Definisi dan ruang lingkup sanitasi (mengacu kepada buku referensi opsi system dan tek nologi
sanitasi TTPS,2010 ) Sanitasi dapat dipahami sebagai usaha pembuangan tinja, endapan air
limbah (sullage) dan limbah padat dengan cara yang memperhatikan kesehatan untuk membuat
lingkungan hidup di rumah dan lingkungan menjadi bersih dan sehat.

Buku Putih Sanitasi Kota Lubuklinggau 1


TIM POKJA AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KOTA LUBUKLINGGAU

Ruang lingkup sanitasi terdiri dari 3 (tiga) Sub Sektor, yaitu :


1. Sub Sektor Air Limbah;
Air limbah terdiri dari Black Water yaitu air limbah buangan dari Buang Air Besar (tinja)
dan Gray Water yaitu air limbah buangan dari kamar mandi, air limbah cucian dan lain-
lain.
2. Sub Sektor Persampahan;
Sampah terdiri dari sampah organik, sampah an organik dan sampah limbah B3
 Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai oleh bakteri seperti daun,
rumput, bekas lauk pauk dan lain-lain
 Sampah an organik adalah sampah yang sulit terurai oleh bakteri, walaupun bisa
diuraikan tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama seperti plastik, kertas,
kaca, besi dan lain-lain
 Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) adalah sampah yang harus dikelola
dengan perlakuan khusus karena mengandung zat berbahaya dan beracun yang
membahayakan kesehatan Mahluk Hidup seperti limbah medis, batere, aki dan
lain-lain.
3. Sub Sektor Drainase
Drainase terdiri dari saluran tersier, saluran sekunder dan saluran primer.

1.2.2. Wilayah kajian dari Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kota (SSK)
Wilayah kajian dari Buku Putih dan SSK ini adalah dalam lingkup wilayah permukiman
penduduk dalam Kota Lubuklinggau dengan prioritas utama pada area beresiko. Yang
meliputi 8 (delapan) Kecamatan, terdiri dari : Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kecamatan
Lubuklinggau Barat II, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kecamatan Lubuklinggau Timur
II, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kecamatan
Lubuklinggau Selatan I dan Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

1.2.3. Visi dan Misi Kota Lubuklinggau


Visi
Visi Kota Lubuklinggau yaitu : “Terwujudnya Kota Lubuklinggau Sebagai Pusat
Perdagangan, Industri, Jasa dan Pendidikan Melalui Kebersamaan Menuju
Masyarakat Madani”

Buku Putih Sanitasi Kota Lubuklinggau 2


TIM POKJA AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KOTA LUBUKLINGGAU

Misi
1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas dan Berakhlak Mulia.
2. Menumbuhkembangkan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan jasa secara terpadu.

3. Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan wawasan lingkungan.

4. Mewujudkan kota Lubuklinggau yang madani melalui pertumbuhan ekonomi sosial


masyarakat.

5. Meningkatkan profesionalisme aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan.

1.2.4. Tujuan Penataan Ruang (RTRW) Kota Lubuklinggau 2012-2032


Tujuan penataan ruang Kota Lubuklinggau adalah :
Penataan ruang wilayah kota bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah Kota
LUBUKLINGGAU yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan sebagai kota
perdagangan dan jasa berskala regional.

1.3. Maksud dan Tujuan


Maksud disusunnya Buku Putih Sanitasi adalah Untuk menjadi baseline-data terkait
kondisi sanitasi Kota Lubuklinggau saat ini yang akan digunakan dalam penyusunan Strategi
Sanitasi Kota (SSK) Lubuklinggau, serta keperluan pemantuan dan evaluasi pembangunan
sektor sanitasi.
Tujuannya adalah Sebagai profil dan gambaran pemetaan karakteristik & kondisi
eksisting Sanitasi, serta memberikan arah dan prioritas pengembangan dan pengelolaan sanitasi
di Kota Lubuklinggau.

1.4. Metodologi
Metode yang digunakan dalam penyusunan Buku Putih Sanitasi adalah dengan cara pendekatan
partisipatif dengan masyarakat melalui diskusi, wawancara, loka karya, pelatihan dan observasi
lapangan.
Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, data primer yaitu data
yang diperoleh langsung ke sumber asli (Masyarakat, pemerintah, swasta, dll) melalui: Studi
Ehra (Studi Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan), Survey Penyedia Layanan Sanitasi
(Sanitation Supply Assessment), Kajian Komunikasi dan pemetaan Media, Survey PMJK

Buku Putih Sanitasi Kota Lubuklinggau 3


TIM POKJA AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KOTA LUBUKLINGGAU

(Pemberdayaan Masyarakat, Jender dan Kemiskinan), PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
dan Promosi Higiene.
Data Sekunder merupakan data yang telah tersedia di Instansi-instansi terkait, yaitu :
1. Data Profil Umum :
- Geografis, Administratif dan Geohidrologis;
- Demografis
- Keuangan dan Perekonomian Daerah
- Sosial dan Budaya
- Tata Ruang Wilayah
- Kelembagaan Pemda

2. Data Profil Sanitasi :


- Data Teknis (Air Limbah Domestik; Persampahan dan Drainase Lingkungan)
- Data Non Teknis (Aspek-aspek Kelembagaan dan kebijakan, Keuangan, Partisipasi Dunia
Usaha, Pemberdayaan Masyarakat dan Kemiskinan, Komunikasi dan Pemetaan Media
serta Data PHBS)

1.5. Dasar Hukum dan Kaitannya dengan Dokumen Perencanaan Lain


Dasar hukum yang melandasi Penyusunan Buku Putih Sanitasi Kota Lubuklinggau ini antara
lain :

1.5.1. Dasar Hukum Skala Nasional

1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman;


2. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lubuklinggau (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 2043);
4. Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;
5. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
6. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
7. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional (RPJPN);

Buku Putih Sanitasi Kota Lubuklinggau 4


TIM POKJA AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KOTA LUBUKLINGGAU

8. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana


9. Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
10. Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang –
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
11. Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik
12. Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup
14. Peraturan pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air
15. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan
Air Minum
16. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Struktur Organisasi Perangkat
Daerah;
18. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
19. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sumber Daya Air;
20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2008 tentang Air Tanah;
21. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
22. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung;
23. Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2009 tentang Badan Koordinasi Penataan Ruang
Nasional;
24. Peraturan menteri Kesehatan Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah
Domestik;
25. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi
Nasional Pengembangan Sistem penyediaan Air Minum;
26. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan
Pengembangan Sistem Air Minum;
27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2007 tentang Kebijakan dan Strategi
Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP);

Buku Putih Sanitasi Kota Lubuklinggau 5


TIM POKJA AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KOTA LUBUKLINGGAU

28. Peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan
Kawasan Perkotaan;
29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan dan Strategi
Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman (KSNP-SPALP);
30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT M/2009 tentang Penyelenggaraan
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Bukan Jaringan Perpipaan;

1.5.2. Dasar Hukum Skala Propinsi


1. Peraturan Daerah No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP) Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2005 - 2025
2. Peraturan Daerah No 13 Tahun 2009 tentang RPJMD Provinsi Sumatera Selatan Tahun
2008 – 2013
3. Peraturan Gubernur Nomor 08 Tahun 2012 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan
Industri, Hotel, Rumah Sakit, Domestik dan Pertambangan Batu Bara.

1.5.3. Dasar Hukum Skala Kabupaten/Kota


1. Peraturan Daerah Kota Lubuklinggau Nomor 3 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi
dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah;
2. Keputusan Walikota Lubuklinggau Nomor : 142/KPTS/BAPPEDA/2011 tentang
Pembentukan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan di Kota
Lubuklinggau.

1.5.4. Hubungan Buku Putih dengan Perencanaan lain


1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Lubuklinggau 2005-2025
Dokumen RPJP Kota Lubuklinggau tahun 2005 - 2025 digunakan sebagai referensi untuk
memetakan permasalahan terkait sanitasi dan arah pelaksanaan program sanitasi ke depan.
2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Lubuklinggau 2008-2013
Buku Putih Sanitasi mempertegas arah dalam menunjang realisasi prioritas pembangunan
RPJM Kota Lubuklinnggau 2008-2013;
3. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD)
Buku Putih Sanitasi merupakan pedoman dalam penyusunan Renstra SKPD khususnya
yang terkait dengan kegiatan sanitasi;
4. Rencana Tata Ruang Wiayah (RTRW) Kota Lubuklinggau

Buku Putih Sanitasi Kota Lubuklinggau 6


TIM POKJA AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KOTA LUBUKLINGGAU

Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Lubuklinggau menjadi dasar dalam penentuan Area
beresiko dalam penyusunan Buku Putih Sanitasi;
5. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kota Lubuklinggau
KLHS Kota Lubuklinggau menjadi pedoman / dasar dalam menyusun Buku Putih Sanitasi.

Buku Putih Sanitasi Kota Lubuklinggau 7