Anda di halaman 1dari 3

Motivasi

1. Pengertian Motivasi

Motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi setiap orang. Motivasi
itu terjadi bila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan seseuatu
kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Semakin besar motivasi yang
dimiliki, maka semakin besarlah peluang keberhasilan kegiatan yang dikerjakan. Istilah
motivasi berasal dari bahasa latin, moverre, berarti “menggerakkan” (to move). Motivasi
adalah daya penggerak diri dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu. Dengan
demikian motivasi merupakan suatu dorobngan yang timbul adanya rangsangan dari dalam
maupun dari luar untuk mengadakan perubahan tingkah laku/aktifitas tertentu lebih baik dari
keadaan sebelumnya.

Motivasi merupakan hasil sejumlah proses, yang bersifat internal dan eskternal bagi
seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap entusiasme dan persistensi, dalam hal
melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu (Gray, et al, dikutip Winardi, 2001:2).

(Moekijat, 1984:10) menyatakan bahwa “motivasi” adalah menunjukkan dorongan


dan usaha untuk memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan.

Amir Daim Indrakusuma (1971) juga menyatakan bahwa motivasi merupakan


kekuatan atau tenaga yang dapat memberikan dorongan pada kegiatan yang dikehendaki
dengan asas dan tujuan yang hendak dimaksudkan.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah sejumlah
proses bagi individu dalam mendorong dan usaha untuk memenuhi atau memuaskan suatu
kebutuhan dalam mencapai tujuan yang dikehendaki.

Belajar

2. Pengertian Belajar

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsure yang sangat
fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, bahwa
berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar
yang dialami siswa baik ketika berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau
keluarganya sendiri. Belajar adalah suatu kegiatan yang memperbaharui diri dari tidak tahu,
dari tidak mengerti menjadi mengerti.
Menurut Hamalik (2003) menyatakab bahwa “belajar” adalah modifikasi atau
memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined the modification or
strengthening of behavior trough experiencing). Menurut pengertian ini, belajar adalah suatu
proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau itu, yaitu mengalami.

Burton dalam Usman dan Setiawati (1993:4), belajar dapat diartikan sebagai
perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan
individu lain dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi
dengan lingkungannya.

W.S Winkel (2002) juga menyatakan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental
yang berlangsung dalam interkasi aktif seseorang dengan lingkungan, dan menghasilkan
perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap yang
bersifat relatif konstan dan berbekas.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses
dan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interkasi antara individu dengan individu
lain dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahun, pemahaman, keterampilan
yang bersifat relatif dan tercapainya tujuan.

Menurut Clayton Alderfer (dalam Nashar, 2004:42) motivasi belajar adalah


kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk
mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.

Sadirman Riduwan (2006:200) menyatakan bahwa motivasi belajar adalah


keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang
menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar dan
memberi arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu
dapat tercapai.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah keinginan
siswa dalam melakukan kegiatan proses belajar yang bertujuan dalam mencapai prestasi
belajar, sehingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
Menurut Sardiman (2004:81) motivasi belajar memiliki bebrapa indikator sebagai
berikut :

1. Tekun menghadapi tugas


Dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, bersungguh-sungguh dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan dan tidak pernah berhenti sebelum selesai.
2. Ulet menghadapi kesulitan
Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin atau tidak
cepat puas dengan prestasi yang telah dicapai.
3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah orang dewasa
Menunjukkan kesukaan pada suatu hal pada anak misalnya masalah-masalah pada
pelajaran yaitu soal-soal yang ada.
4. Lebih senang bekerja mandiri
Tidak bergantung pada orang lain.
5. Cepat bosan pada tugas-tugas rutin