Anda di halaman 1dari 5

RINITIS AKUT

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD Widiyati Poesoko
Puskesmas Bukateja NIP.196707082002122004

1. Pengertian Rinitis akut adalah peradangan pada mukosa hidung yang


berlangsung akut ( > 12 minggu ) yang disebabkan oleh virus,
bakteri ataupun iritan.

2. Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam penatalaksanaan pasien dengan


rinitis akut.

3. Kebijakan SK Kebijakan Pelayanan Klinis No.

4. Referensi KMK 514_2015 tentang Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter di


Fasilitas Pelayanan kesehatan Tingkat Pertama

5. Prosedur / 1. Petugas menanyakan apakah pasien:


Langkah-langkah a. Keluar ingus dari hidung.
b. Hidung tersumbat disertai gatal atau rasa panas.
c. Bersin-bersin dan batuk.
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik.
3. Petugas menegakkan diagnosa klinis berdasarkan anannese
dan pemeriksaan fisik
a. Rinitis virus
1) Rinitis simplek (pilek, salesma, common cold,
coryza)
Rinitis simplek disebabkan oleh virus. Infeksi
biasanya terjaadi melalui droplet di udara.
Beberapa jenis virus yang berperan antara lain
adenovirus, picovirus dan subgrupnya seperti
rhinovirus dan coxsachievirus. Masa
inkubasinya1-4 hari dan berakhir dalam 2-3
minggu.
2) Rinitis influenza
Virus influenza A, B atau C berperan dalam
penyakit ini. Tanda dan gejalanya mirip
dengan common cold. Kompliasi berhubungan
dengan infeksi bakteri sering terjadi.
3) Rinitis eksantematous
Morbili, varisela, variola dan pertusis sering
berhubungan dengan rinitis, dimana didahukui
dengan eksantema sekitar 2-3 hari. Infeksi
sekunder dan komplikasi lebih sering dijumpai
dan lebih berat.
b. Rinitis bakteri
1) Infeksi non spesifik
 Rinitis bakteri primer. Infeksi ini tampak
pada anak dan biasanya akibat dari
infeksi pneumococccus, streptococcus
atau staphylococcus. Membran putih
keabu-abuan yang yang lengket dapat
terbentuk di rongga hidung dan apabila
diangkat dapat menyebabkan
perdarahan/epitaksis.
 Rinitis bakteri sekunder merupakan
akibat dari infeksi bakteri pada rinitis
viral akut.
2) Rinitis Difteri
Disebabkan oleh corynebacterium diphteriae,
dapat berbentuk akut atau kronik dan bersifat
primer pada hidung atau sekunder pada
tenggorokan. Harus dipikirkan pada penderita
dengan riwayat immunisasi yang tidak
lengkap. Penyakit ini semakin jarang
ditemukan karena cakupan program
immunisasi yang semakin meningkat.
3) Rinitis Iritan

Disebabkan oleh paparan debu, asap atau gas


yang bersifat iritan seperti ammonia, formalin,
gas asam dan lain – lain. Dapat juga
disebabkan oleh trauma yang mengenai
mukosa hidung selama masa manipulasi
intranasal.

4. Petugas memberikan terapi:


a. Simtomatik: analgetik dan antipiretik (parasetamol),
dekongestan topikal, dekongestan oral
(pseudoefedrin, fenilpropanolamin, fenilefrin).
b. Antibiotik: Bila terdapat komplikasi seperti infeksi
sekunder bakteri, amoksisillin, eritromisin, sefadrosil.
c. Untuk rinitis difteri: penisillin sistemik dan anti toksin
difteri.
5. Petugas memberitahu pasien untuk:
a. Menjaga tubuh selalu dalam keadaan sehat.
b. Lebih sering mencuci tangan, terutama sebelum
menyentuh wajah.
c. Memperkecil kontak dengan orang-orang yang
terifeksi.
d. Menutup mulut ketika batuk dan bersin.
e. Mengikuti program immunisasi lengkap, seperti
vaksinasi influenza, vaksinasi MMR untuk mencegah
terjadinya rinitis eksantematosa.
f. Menghindari alergen bila terdapat faktor alergi
sebagai pemicu.
6. Petugas memberi rujukan apabila dalam evaluasinya ke
depan tidak ada perbaikan atau terjadi komplikasi.
7. Petugas mendokumentasikan hasil pemeriksaan dan
memberi paraf pada rekam medis.

6. Diagram Alir
(Jika dibutuhkan)
7. Unit terkait Rawat jalan, Rawat inap, UGD

Rekaman Historis

Diberlakukan
No. Halaman Yang di Ubah Perubahan
Tanggal
RINITIS AKUT
No. Dokumen :
No. Revisi :
DAFTAR
Tanggal Terbit :
TILIK
PUSKESMAS Halaman :
BUKATEJA

UNIT : …………………………………………………………………………..

NAMA PETUGAS : …………………………………………………………………………..

TANGGAL PELAKSANAAN : …………………………………………………………………………..

NO. Kegiatan Ya Tidak Tidak Berlaku


1 Apakah petugas menanyakan apakah pasien:

a. Keluar ingus dari hidung?


b. Hidung tersumbat disertai gatal atau rasa
panas?
c. Bersin-bersin dan batuk?
2 Apakah petugas melakukan pemeriksaan fisik?

3 Apakah petugas menegakkan diagnosa klinis


berdasarkan anannese dan pemeriksaan fisik?

4 Apakah petugas memberikan terapi?

5 Apakah petugas memberitahu pasien untuk:

a. Menjaga tubuh selalu dalam keadaan sehat?


b. Lebih sering mencuci tangan, terutama
sebelum menyentuh wajah?
c. Memperkecil kontak dengan orang-orang
yang terifeksi?
d. Menutup mulut ketika batuk dan bersin?
e. Mengikuti program immunisasi lengkap,
seperti vaksinasi influenza, vaksinasi MMR
untuk mencegah terjadinya rinitis
eksantematosa?
f. Menghindari alergen bila terdapat faktor
alergi sebagai pemicu?

6 Apakah petugas memberi rujukan apabila dalam


evaluasinya ke depan tidak ada perbaikan atau
terjadi komplikasi?

7 Apakah Petugas mendokumentasikan hasil


pemeriksaan dan memberi paraf pada rekam
medis?

CR:……………………..……..%

Bukateja,…………………..2017

Pelaksana/Auditor

(……………………………….)