Anda di halaman 1dari 5

TUGAS RESUME

KONSEP DASAR MATRA LAUT

Disusun Oleh :

Riska Wahyu Kusumanita

1710092 / S1-2B

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

HANG TUAH SURABAYA

2019/2020
KESEHATAN MATRA PENYELAMAN DAN HIPERBARIK
A. Pengenalan Penyelaman
Menyelam adalah kegiatan yang dilakukan dibawah permukaan air,dengaan atau
tanpa meenggunakan peralatan,untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Lingkungan penyelaman memiliki berbagai potensial bahaya baik fisik maupun
biologi. Secara anatomi tubuh manusia terdiri dari 3 unsur yaitu padat, cair dan berongga.
Jaringan tubuh yang padat seperti tulang, otot, jantung, hati relatif tidak meneruskan tekanan,
sedangkan yang berupa cairan dapat meneruskan tekanan, dan yang berongga seperti telinga,
sinus, lambung, usus, paru juga saluran nafas sangat dipengaruhi perubahan tekanan (Ricard
larn dan Whisler Rex,1993)
Sebagaimana hukum fisika, aktifitas penyelaman akan menyebabkan (Edmons Carl,
Lowry Christopher, Pennefather B, Walker Robyn, M.B., B.S, Dip ) :
1. Tekanan lingkungan akan meningkat.
2. Kerapatan gas media nafas meningkat
3. Tekanan parsial media gas meningkat.
4. Kelarutan gas akan meningkat.

Peran Perawat dalam Kesehatan Penyelaman


1. Penyuluhan kesehatan penyelam.
2. Pengawasan dan atau pemeriksaan kesehatan penyelam sebelum yang bersangkutan
menyelam.
3. Pelayanan gawat darurat penyelam beserta rujukan medic. Pengawasan atau
pemeriksaan berkala terhadap instruktur (dive master).

B. PENGERTIAN HIPERBARIK
Hiperbarik adalah sebuah terapi oksigen yang dilakukan dalam sebuah chamber atau
ruangan bertekanan udara tinggi yaitu lebih dari 1 atmosfer.
Awalnya terapi hiperbarik ini hanya dilakukan oleh penyelam dan digunakan oleh
angkatan laut. Terapi hiperbarik juga digunakan untuk kebugaran, kecantikan dan
keperkasaan :
1. Kesehatan hiperbarik adalah ilmu yang mempelajari tentang masalah-masalah kesehatan
yang timbul akibat pemberian tekanan lebih dari 1 atmosfer terhadap tubuh dan
aplikasinya.
2. Terapi oksigen hiperbarik adalah pemberian oksigen tekanan tinggi untuk pengobatan
yang dilaksanakan dalam RUBT.
3. Tekanan 1 atmosfer adalah tekanan udara yang dialami oleh semua benda, termasuk
manusia di atas permukaan laut bersifat tetap dari semua jurusan dan berada dalam
keseimbangan.

Potensial Bahaya Biologi


Lingkungan bawah laut memiliki potensial hazard biologi antara lain binatang laut yang
berbahaya karena sengatan atau gigitannya. Untuk mengantisipasi keparahan penyakit akibat
sengatan atau gigitan maka dokter perlu mengetahui penatalaksanaan penyakitnya.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERBERAT RISIKO PENYELAMAN


1. Faktor Peselam (SDM) berupa kondisi fisik dan mental.
2. Faktor Peralatan
a. Tanpa peralatan selam (penyelaman tahan nafas): Googling dan snorkling.
b. Peralatan selam minimal: Masker, snorkel, sirip apung, rompi apung sabuk pemberat
Peralatan selam lengkap: Masker, snorkel, sirip apung, rompi apung sabuk pemberat, pakaian
selam, pengukur kedalaman, jam selam, pisau selam, tas kemas
3. Faktor Lingkungan
a. Tekanan tinggi
b.Binatang laut berbahaya
c. Suhu rendah

Bila jarak dengan daratan/kapal cukup dekat, pernafasan buatan dapat diberikan sambil
berenang ke darat/kapal. Jika jaraknya cukup jauh tetaplah di tempat anda, berikan nafas
buatan sambil menunggu pertolongan.

E. PROSEDUR PENYELAMAN
Penyelaman adalah kegiatan yang dilakukan pada keadaan lebih dari 1 atmosfir, baik
di dalam air (penyelaman basah), maupun di dalam RUBT (ruang udara bertekanan tinggi /
penyelaman kering). Setiap penambahan kedalaman 10 m tekanan naik 1 atmosfir. Dengan
penambahan 1 atmosfir akan berlaku hukum fisika sehingga gas yang dihisap oleh peselam
semakin bertambah dan mempengaruhi kondisi fisik peselam. Untuk meminimalkan dampak
penyakit pada penyelaman, dokter harus mengetahui prosedur penyelaman yang benar, yaitu
sebagai berikut:
1. Kondisi fisik harus prima
2. Naik ke permukaan harus perlahan mengikuti gelembung gas pernafasan
3. Jangan menahan nafas waktu naik kepermukaan
4. Jangan panic
5. Rencanakan kegiatan penyelaman dengan baik. Rencanakan lokasi penyelaman, lakukan
review prakiraan cuaca, rencanakan kedalaman dan lama menyelam.
6. Makan-makanan berprotein tinggi 24 jam dan karbohidrat sedang sebelum menyelam,
makanan karbohidrat tinggi dan protein sedang 2 jam sebelum menyelam.
7. Lakukan nitrogen wash out dengan TOHB (Terapi Oksigen Hiperbarik) setidaknya 2-7 hari
sebelum penyelaman berikutnya
8. Lakukan pemanasan dan peregangan dipermukaan selama 10 menit
Selalu ditemani oleh minimal satu orang. Pada penyelam profesional pun beresiko terjadi
vertigo saat penyelaman (sd 36%). Vertigo yang terjadi bawah laut adalah hal yang sangat
membahayakan.

F. PENYAKIT AKIBAT KERJA KARENA PENYELAMAN


Lingkungan penyelaman memiliki banyak faktor risiko yang berpengaruh pada
kondisi fisik peselam sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kecacatan
sampai dengan kematian.
Penyakit dan kecelakaan akibat kerja penyelaman :
1. Penyakit Dekompresi
2. Penyakit Barotrauma
3. Penyakit Osteonekrosis Disbarik
4. Penyakit Akibat Keracunan Oksigen
5. Penyakit Akibat Keracunan Karbonmonoksida (CO)
6. Penyakit Akibat Keracunan Karbondioksida ( CO2 )
7. Penyakit Akibat Keracunan Nitrogen
8. Penyakit Akibat Gigitan Binatang Laut
9. Penyakit Akibat Sengatan Binatang Laut
10. Hipotherma
DAFTAR PUSTAKA
Dinas Kesehatan Angkatan Laut. 2000 . Ilmu Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik. Jakarta.

Arnold dan dkk .2002. A member of the holder headline group. Great Britain : Diving
Subaquatic Medicine.

Larn Richard dan Whistler Rex .1993. Commercial Diving Manual. USA : Best Publishing
Company.