Anda di halaman 1dari 26

A.

Reversal Kehandalan Tinggi

1. Morning Star / Evening Star

Morning Star:
 Candle 1: Candle Bearish
 Candle 2: Candle kecil (bisa variasi) dan bebas warnanya (warna tidak penting),
membentuk gap kebawah dari candle 1. (bisa variasi bentuknya seperti hammer,
invertied hammer, long leg doji dll)
 Candle 3: Candle Bullish, harga opening dibawah candle 1, harga closing diantara candle
1 (terbaik diatas 50% dr body candle 1)

Evening Star:
 Candle 1: Candle Bullish
 Candle 2: Candle kecil (bisa variasi) dan bebas warnanya (warna tidak penting),
membentuk gap ke atas dari candle pertama. (bisa variasi bentuknya seperti
hangingman, shooting star, long leg doji dll)
 Candle 3: Candle Bearish, harga opening di atas candle 1, harga closing diantara candle 1
(terbaik di bawah 50% dr body candle 1)

Morning and Evening Star Small Body Combine with Doji Star di bagian tengahnya
2. Pearcing Line / Dark Cloud Cover

Piercing Line:
 Candle 1: Candle Bearish
 Candle 2: Candle Bullish dgn HO di Bawah Candle 1, HC di Atas 50% body Candle 1
 Hanya meliputi Body Candle saja, shadow tidak termasuk

Dark Cloud:
 Candle 1: Candle Bullish
 Candle 2: Candle Bearish dgn HO di Atas Candle 1, HC di Bawah 50% body Candle 1
 Hanya meliputi Body Candle saja, shadow tidak termasuk

3. Three Outside Up / Three Outside Down

Three Outside Up:


 Candle 1: Bearish Candle in downtrend (bisa Doji Candle kecuali Four Price Doji)
 Candle 2: Bullish Candle dgn Engulfing Candle 1 (bisa apapun kecuali doji dan spinning
top). Semakin besar body candle maka semakin besar kemungkinan reversal. (Semakin
besar Engulfingnya)
 Candle 3: Higher high
 Sebaiknya, meskipun ini bentuk Konfirmasi dari Bullish Engulfing tp sebaiknya perlu di
Konfirmasi lagi dengan breakout Resistent level atau indicator lain.
Three Outside Down:

 Candle 1: Bullsih Candle in Uptrend (bisa Doji Candle kecuali Four Price Doji)
 Candle 2: Bearish Candle dgn Engulfing Candle 1 (bisa apapun kecuali doji dan spinning
top). Semakin besar body candle maka semakin besar kemungkinan reversal. (Semakin
besar Engulfingnya)
 Candle 3: Lower Low
 Sebaiknya, meskipun ini bentuk Konfirmasi dari Bearish Engulfing tp sebaiknya perlu di
Konfirmasi lagi dengan breakout Suport level atau indicator lain.

4. Three Inside Up / Three Inside Down

Three Inside Up:


 Candle 1: Bearish Candle in Downtrend
 Candle 2: Bullish Candle dgn body kecil HO dan HC diantara Candle 1 (Bullish Harami).
Bisa candle apapun kecuali Doji Star (+)
 Candle 3: Bullsih Candle dgn HC-nya di Atas HC Candle 2 (Higher high) (Bisa body candle
apapun kecuali Doji)
Merupakan pola reversal jangka pendek (reversal minor trend), tdk selalu menghasilkan
perubahan trend yg signifikan. (major trend).


Gambar diatas contoh dari Three Inside Up dgn Candle 2 berwarna merah (bearish), jd warna
tidak harus menentukan, yang penting adalah polanya.

Three Inside Down:

 Candle 1: Bullish Candle in Uptrend


 Candle 2: Bearish Candle dgn body kecil HO dan HC diantara Candle 1 (Bearish Harami).
Bisa candle apapun kecuali Doji Star (+)
 Candle 3: Bearish Candle dgn HC-nya di Bawah HC Candle 2 (Lower Low) (Bisa body
candle apapun kecuali Doji)
5. Upside Gap Two Crows
Upside Gap Two Crows:
 Candle 1: Bullish Candle in Uptrend (ie Marubozu O/C, White Candle, Long White
Candle)
 Candle 2: Bearish Candle dgn Body terletak di Atas/Gap Up Candle 1 (HCnya di Atas HC
Candle 1) - (Candle apapun kecuali Doji_
 Candle 3: Bearish Candle yang meng-Engulfing Candle 2 (HCnya di Atas HC Candle 1)
Pola ini Sangat Jarang terjadi.

B. Reversal Kehandalan Menengah


1. Doji Candle

Long Legged Doji

 Doji Candle dgn HO dan HC sama


 Shadow atas dan bawah sangat panjang (minimal pembentukkan shadow atas dan bawah
masing2 40% dr total Candle .Jika 30% dan 70% maka bukan long legged doji. Ada aplikasi
pengukurnya. Jika shadow tdk memenuhi maka disebut Doji).
 Body terletak di bagian tengah atau mendekati bagian tengah
Note:
 Merupakan Candle Netral
 Merupakan Tanda Reversal, khususnya bila Long Legged Doji muncul setelah Long White
Candle
 Candle setelahnya Sangat2 penting utk melihat pergerakan harga selanjutnya. Jika setelah
terbentuk long legged lalu HO Candle selanjutnya terbentuk di Bawahnya maka Trend akan
Bearish dan Sebaliknya.

Mereka semua doji, meskipun ada body tipis warna merah atau hijau.
Sulit dibedakan dgn spinning top? Doji itu Bodynya Max 3% dari Total Candle (termasuk
Shadow) (ada aplikasi utk menghitungnya di CandleScanner.com)
Dragonfly Doji:
 Strong rejection of lower price
 Reversal kalo di Dasar Downtrend dan dekat support level

Gravestone Doji:
 Strong rejection of higher price
 Reversal kalo di Puncak Uptrend dan dekat resistant level

2. Hammer / Inverted Hammer / Hanging Man / Shooting Star

Secara psikologis mereka semua sama, hanya perhatikan letaknya di puncak atau dasar suatu Trend
 Gambar di Atas adalah Contoh dari Hammer/Pin Bar yg terkonfirmasi oleh Candle selanjutnya.
(Sinyal Bagus)

3. Bullish Engulfing / Bearish Engulfing

Bullsih Engulfing:
 Candle 1: Candle Bearish
 Candle 2: Candle Bullish dgn Harga Opening di Bawah Candle 1 dan Harga Closing di Atas
Candle 1
 Engulfing hanya meliputi Full body candle saja, shadow tidak termasuk.

Bearish Engulfing:
 Candle 1: Candle Bullish
 Candle 2: Candle Bearish dgn Harga Opening di Atas Candle 1 dan Harga Closing di Bawah
Candle 1
 Engulfing hanya meliputi Full body candle saja, shadow tidak termasuk.

4. Matching High / Matching Low

Teorinya: Kegagalan Candle ke 2 utk membuka HC dibawah Candle 1 menyebabkan


terbentuknya Support level. (matching low). Jarang terjadi candle dgn HC sama tanpa lower
shadow (i.e. Closing black marubozu, black marubozu).
Pola ini bekerja dgn maksimal saat terjadi koreksi (minor trend) dalam pola major uptrend,
dibandingkan reversal saat di lembah major downtrend. Sangat diperlukan KONFIRMASI
tambahan.

Matching Low:
 Candle 1: Bearish Candle in Downtrend with No Lower Shadow
 Candle 2: Bearish Candle, HO lebih rendah dari Candle 1 (Lower High), with No Lower
Shadow

Matching High:
 Candle 1: Bullish Candle in Uptrend with No Higher Shadow
 Candle 2: Bullish Candle, HO lebih tinggi dari Candle 1 (Higher Low), with No Higher
Shadow

5. Bullish Meeting Lines / Bearish Meeting Lines


Sangat jarang sekali dijumpai pola seperti ini meskipun polanya simple. Harus dikonfirmasi dgn
candlestick selanjutnya.

Bullish Meeting Lines:

 Candle 1: Bearish Candle in Downtrend


 Candle 2: Bullish Candle dengan HC sama dgn HC Candle 1

Bearish Meeting Lines:

 Candle 1: Bullish Candle in Uptrend


 Candle 2: Bearish Candle dengan HC sama dgn HC Candle 1

6. Bullish Stick Sandwich / Bearish Stick Sandwich

                     

Bearish Stick Sandwich:


 Candle 1: Bullish Candle in Uptrend
 Candle 2: Bearish Candle dgn HC di Bawah Candle 1
 Candle 3: Bullish Candle dgn Full Engulfing Candle 2 dan HCnya sama/mendekati HC
Candle 1
Note:
 Ketiga Candle tersebut harus Lower Low
 Candle 1 dan 3 HCnya harus sama/dekat
 Warna Harus seperti Sandwich (Luarnya sama, tengahnya beda)
 Ukuran Body Candle 1 dan 3 tidak penting
Bullish Stick Sandwich:
 Candle 1: Bearish Candle in Downtrend
 Candle 2: Bullish Candle dgn HC di Atas Candle 1
 Candle 3: Bearish Candle dgn Full Engulfing Candle 2 dan HCnya sama/mendekati HC
Candle 1
Note:
 Ketiga Candle tersebut harus Higer High
 Candle 1 dan 3 HCnya harus sama/dekat
 Warna Harus seperti Sandwich (Luarnya sama, tengahnya beda)
 Ukuran Body Candle 1 dan 3 tidak penting

7. Bearish Two Crows


- Pattern ini jarang muncul.
- Butuh Konfirmasi utk Pola ini, jika tidak ada konfirmasi maka hanya akan terbentuk koreksi.

Bearish Two Crows


 Candle 1: Bullish Candle in Uptrend
 Candle 2: Small Bearish Candle, HCnya di Atas HC Candle 1 (Gap ke atas) (Candle
apapun kecuali Doji)
 Candle 3: Bearish Candle, HOnya diAntara Body Candle 2, HCnya diAntara Body Candle 1.

8. Bullish Breakaway Pattern / Bearish Breakaway Pattern

Note:
 Pattern yg sangat2 jarang terjadi
 Biasanya menunjukkan Short Term Reversal (Koreksi)
 Memerlukan Konfirmasi
 Pattern yg Lebih Kuat menunjukkan Candle ke 5 HC-nya di Atas Gap Candle1&2 (Fill the
Gap)
10. Bisa terjadi pada Market dgn Uptrend, Downtrend, dan Sideways
Bullish Breakaway:
 Candle 1: Long Bearish Candle in Downtrend (ie.Black candle, Long Black Candlestick) (Tdk
boleh small)
 Candle 2: Small Bearish Candle yg membentuk Gap ke Bawah (Harus membentuk Gap kebawah)
 Candle 3&4: Small Bearish Candle (Candle 3 (Mid Candle) bisa Bullish/Bearish tp Bullish lebih
bagus)
Candle 2,3,4 Wajib membentuk Lower High & Lower Low or At Same Level
 Candle 5: Bullish Candle dgn HC-nya diantar Gap Candle 1&2 (HC lebih tinggi dari semua Candle
Kecil), dan HO-nya diAntara Body Candle 4
Bearish Breakaway Pattern

 Candle 1: Long Bullish Candle in Uptrend (ie.White candle, Long White Candlestick) (Tdk boleh
small)
 Candle 2: Small Bullish Candle yg membentuk Gap ke Atas (Harus membentuk Gap keAtas)
 Candle 3&4: Small Bullish Candle (Candle 3 (Mid Candle) bisa Bullish/Bearish)
Candle 2,3,4 Wajib membentuk Higher High & Higher Low or At Same Level
 Candle 5: Bearish Candle dgn HC-nya diantar Gap Candle 1&2 (HC lebih Rendah dari semua
Candle Kecil), dan HO-nya diAntara Body Candle 4

10. Three River Bottom

Pattern yang Sangat2 jarang terjadi.

Three River Bottom


 Candle 1: Long Bearish Candle in Downtrend
 Candle 2: Hammer (Shadow min 2x body) dgn Lower Shadow lebih Rendah dari Harga
Terendah Candle 1. Body terletak diAntara Candle 1
 Candle 3: Small Bullish Candle terletak diBawah Body Candle 2, Harga Terendah-nya
terletak diAtas Harga Terendah Candle 2

10. Bullish Tasuki Line / Bearish Tasuki Line

Bullish Tasuki Line


 Candle 1: Bearish Candle in Downtrend, Harga Tertinggi-nya di Atas Harga Tertrendah Candle
sebelumnya.
 Candle 2: Bullish Candle, HO di Atas/Sama dgn Candle 1. HC-nya di Atas HO Candle 1
(Higher High & Higher Low)

Bearish Tasuki Line

 Candle 1: Bullish Candle in Uptrend, Harga Terendah-nya di Bawah Harga Tertinggi Candle
sebelumnya.
 Candle 2: Bearish Candle, HO di Bawah/Sama dgn Candle 1. HC-nya di Bawah HO Candle 1
(Lower High & Lower Low)

11. Bullish Doji Star / Bearish Doji Star

Bullish Doji Star


 Candle 1: Bearish Candle in Downtrend (tdk boleh short candle)
 Candle 2: Doji Candle bentuk apapun (kecuali 4 Price Doji) yg terletak di Bawah Body
Candle 1 (Panjang Shadow tdk masalah)

Note:
 Perlu Konfirmasi oleh Candle selanjutnya, konfirmasi tercipta saat Bullish Candle
selanjutnya menurupi Gap dari pattern. Dan juga konfirmasi lain yaitu menyentuh Level
Support.

Bearish Doji Star

 Candle 1: Bullish Candle in Uptrend (tdk boleh short candle)


 Candle 2: Doji Candle bentuk apapun (kecuali 4 Price Doji) yg terletak di Atas Body
Candle 1 (Panjang Shadow tdk masalah)

C. Reversal Kehandalan Rendah


1. Bullish Belt Hold / Bearish Belt Hold

Note:
 Gunakan waktu >2mnt utk OP pada pattern ini krn Jarang trend reversal pd candle
selanjutnya setelah pola ini, dianjurkan tunggu beberapa candle konfirmasi
 Sangat perlu Konfirmasi pada pattern ini.
 Dapat menjadi bagian dari pattern lain (krn ini hanya pola 1 candle) seperti Bullish
Engulfing, Pierching Line, 3 Inside Up.
 Jika terbentuk Body yg sangat panjang (3x rata2 body candle terakhir), ini dapat membuat
Support Level yg sangat kuat. Semakin panjang body maka signal reversal semakin kuat.

-
Bullish Belt Hold:
Only Candle 1: - Bulish Candle in Downtrend
- No Lower Shadow
- Short Upper Shadow (panjangnya <25% body)

Bearish Belt Hold:


Only Candle 1: - Bearish Candle in Uptrend
- No Upper Shadow
- Short Lower Shadow (panjangnya <25% body)
D. Bullish / Bearish Continuation Pattern

1. White Candle

White Candle
 Bullish Candle
 Harus ada shadow atas dan bawah
 Shadow tidak boleh lebih panjang dari body
Note:
 Sangat penting dalam menggambarkan Arah Trend dan Kekuatan-nya
 White Candle yg berurutan ke atas pd Uptrend menunjukkan Kekuatan pada Trend-nya dan
terjadi Continuation.
 Single White Candle in Downtrend menunjukkan Trend melemah dan terjadi masalah dgn
Continuation-nya.
 Dalam chart grafik, jika pada 1 candle kita tidak dapat mengidentify sebagai marubozu atau
spinning top atau doji (semua basic candle) makan kita mengklasifikasinya sebagai Candle
biasa.
4. Short White Candle

Short White Candle


 Bullish Candle dgn Body kecil
 Harus ada shadow atas dan bawah
 Shadow tidak boleh lebih panjang dari body

Note:
 White Short Candle yg muncul pd Strong Uptrend (terdiri dr beberapa long white candle) dpt
mengindikasikan terjadinya KOREKSI, khususnya saat terbentuk beberapa seri black & white.
 Jika muncul saat Uptrend dpt mengindikasikan Continuation, tp dpt juga menjadi bagian dari
Bearish Reversal Pattern. (ie. Bearish Engulfing, Bearish Harami)
 Jika muncul saat Downtrend, dpt menjadi bagian dari Bullish Reversal Pattern
4. Long White Candle

Long White Candle


 Bullish Candle dgn Body >3x dari Body Rata2 5-10 candle terakhir.
 Harus ada shadow atas dan bawah
 Shadow tidak boleh lebih panjang dari body

Note:
 Jika volatilitas market rendah dlm waktu yg lama, penembusan kecil dpt cukup utk membentuk
Long White Candle. Namun, ketika volatilitas market tinggi, Candle harus lebih besar utk
membentuk Long White Candlestick
 Kemunculan Long White Candle di dasar Downtrend dpt mengindikasikan Reversal Bullish
(terkhusus bila dpt Engulfing beberapa candle sebelumnya).
 Jika terbentuk Long White Candle in Uptrend dan menembus Resistent Level maka itu indikasi
bagus untuk terjadi Continuation.

4. Marubozu Candle

White Marubozu

Note:
 Marubozu yg sama sekali tidak punya shadow mengindikasikan Harga Market di Buka dan di
Tutup pd level yg Extreme.
 White Marubozu in Uptrend mengindikasikan Continuation, Khususnya bila sebelumnya terjadi
Price Gap.
 White Marubozu in Uptrend dpt menjadi bagian dr Bearish Reversal (Bearish Tasuki Line)
 White Marubozu in Downtrend dpt menjadi bagian dr Bullish Reversal (ie. Bullish Engulfing)

Opening White Marubozu

 Total panjang Body lebih tinggi dari total tinggi Candle (Min 51%)
 Semakin pendek Shadow Upper, semakin punya Power for Continuatiion
 Jika dibandingkan pada kondisi Uptrend, Closing White Marubozu lebih bersifat Continuitas
(more power) dibandingkan Opening White Marubozu. Hal ini disebabkan karena Harga
Tertinggi dan Harga Closing berada pada Level yg Sama.

4. Rising Window / Falling Window

Rising Window (Gap Keatas)


 Candle 1: Candle apapun kecuali Four-Price Doji, Candle in Uptrend atau HC-nya di Atas
Trendline?
 Candle 2: Candle apapun kecuali Four-Price Doji, HO-nya di Atas HC Candle 1

Note:
 Diklasifikasikan sebagai Bullish Continuation Pattern
 Pola ini ditandai dengan Gap Harga yg muncul antara HC Candle 1 dgn HO Candle 2
 Rising Window yg didahului oleh Bullish Reversal Pattern mempunyai Bullish Continuation
lebih besar.
 Pada Candle 2 jika muncul Bearish candle atau Doji maka dapat Melemahkan Sinyal. Candle 2
dpt merupakan Bearish Patern (Conflicting Pattern) contohnya Bearish Doji Star
 Saat terbentuk Gap Upward, Candle 2 dpt membentuk Bearish candle bahkan Bearish
Reversal (ie. Dark Cloud Cover or Bearish Engulfing), jd jgn dipikirkan itu harus Rising
Window.
 Terdapat 3 Varian Gap (Rising Window):
o Gap Whole Candlestick (Gap termasuk body dan shadow)
o Gap Only Body (Shadow gpp overlapping)
o Gap Covering (ie. Bullish Engulfing) (Prognosis Jelek)
 Candle 1 HC-nya harus di Atas Trendline

E.   Pola Netral di Posisi Apapun

Four­Price Doji

 Golongan Doji Candle


 Semua Harga Sama (HO,HC, HTren, HTing)
 Tidak ada Shadow

Note:
 Pada Candle ini terjadi transaksi yg sangat sedikit, biasanya hanya single transaction.
 Lebih sering muncul saat Low TimeFrame (i.e Candle 1 menit)
 Merupakan Pola yg Netral

Anda mungkin juga menyukai