Anda di halaman 1dari 13

PENGARUH CAHAYA DAN PEMBERIAN SODA KUE

TERHADAP PROSES FOTOSINTESIS

HYDRILLA VERTICILLATA

Makalah
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Praktik
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

ELSHAFIRA ANGGIET PRAHASTIE

NIS : 1516100027

XII Enrichment

SMA NEGERI 6 CIREBON

JALAN DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO 79 CIREBON

TAHUN AJARAN 2017 / 2018

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Semua mahluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan dan organisme lainnya
memerlukan energi. Energi tersebut diperlukan untuk melakukan aktivitas kehidupan seperti salah
satunya pada tumbuhan hijau yaitu berfotosintesis.
Sumber energi terbesar di bumi adalah sinar matahari, tetapi hanya organisme autotrof
(dapat membuat makanan sendiri) yang dapat memanfaatkannya secara langsung seperti contohnya
tumbuhan air Hydrilla verticillata yang juga melakukan aktivitas seperti tumbuhan hijau yang ada
di darat yaitu berfotosintesis. Sementara itu, organisme heterotrof (tidak dapat membuat makanan
sendiri) seperti hewan dan manusia dapat mendapatkan energi dari organisme autotrof melalui
jaring-jaring makanan.
Hukum kekekalan energi (termodinamika) menyatakan bahwa energi tidak dapat
dimusnahkan bahkan tidak dapat pula diciptakan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk
lainnya. Seperti contohnya, energi cahaya matahari dapat diubah oleh tumbuhan melalui proses
fotosintesis menjadi energi kimia yang tersimpan dalam makanan, kemudian dapat diubah lagi oleh
organisme heterotrof melalui proses respirasi menjadi energi panas dan energi gerak.
Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini
hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang
terdapat dalam kloroplas. Maka dari itu, untuk membuktikan bahwa proses fotosintesis dipengaruhi
oleh energi salah satunya adalah melakukan percobaan ini.

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis Hydrilla verticillata?
1.2.2. Apakah tujuan dari pemberian soda kue (NaHCO3) terhadap proses fotosintesis Hydrilla
verticillata?
1.2.3. Bagaimanakah cara membuktikan proses fotosintesis Hydrilla verticillata menghasilkan
gas?

1.3. Hipotesis Penelitian


1.3.1. Faktor yang dapat mempengaruhi proses fotosintesis pada Hydrilla verticillata adalah
cahaya, suhu dan konsentrasi CO2.
1.3.2. Tujuan diberikan soda kue (NaHCO2) pada proses fotosintesis Hydrilla verticillata
adalah untuk membuktikan apakah soda kue berpengaruh terhadap proses fotosintesis
tumbuhan air tersebut.
2
1.3.3. Dengan cara ditempatkan di bawah cahaya matahari langsung dengan suhu yang rendah
akan mempercepat proses fotosintesis Hydrilla verticillata yang ditandai dengan
keluarnya gas dari dalam air.

1.4. Tujuan Penulisan


1.4.1.Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis Hydrilla
verticillata.

1.4.2.Mendeskripsikan akibat pemberian soda kue (NaHCO3) terhadap proses fotosintesis


Hydrilla verticillata.

1.4.3.Mengetahui cara membuktikan proses fotosintesis Hydrilla verticillata sehingga dapat


menghasilkan gas.

1.5. Manfaat penulisan


1.5.1. Manfaat teoritis

a. Mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis Hydrilla


verticillata.

b. Mengembangkan pengetahuan mengenai proses fotosintesis pada tumbuhan air


Hydrilla verticillata.

1.5.2. Manfaat praktis

Dari segi praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
dan dapat ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang, sebagai berikut :

a. Bagi siswa, agar siswa dapat mengetahui lebih dalam mengenai proses
fotosintesis tumbuhan air Hydrilla verticillata.
b. Bagi pihak sekolah, agar pihak sekolah dapat mengarahkan para siswanya dalam
mata pelajaran biologi untuk mempraktikan secara langsung proses fotosintesis
Hydrilla verticillata.
c. Bagi penulis, agar lebih mendalami mengenai informasi dan pengetahuan tentang
proses fotosintesis Hydrilla verticillata.
d. Bagi pembaca, agar dapat menambah wawasan sekaligus dapat mempraktikan
secara langsung mengenai proses fotosintesis Hydrilla verticillata.

3
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Fotosintesis
Irnaningtyas ( 2015 : 71 ) mengatakan bahwa fotosintesis adalah reaksi penyusunan
senyawa-senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks organik dengan menggunakan energi dari
cahaya. Senyawa sederhana yang dibutuhkan berupa zat anorganik, yaitu karbondioksida , air dan
garam-garam mineral yang terlarut. Sementara itu, senyawa yang dihasilkan berupa glukosa,
oksigen dan air. Energy cahaya dapat berasal dari sinar matahari atau cahaya lain yang memiliki
intensitas setingkat dengan sinar matahari. Fotosintesis dilakukan oleh organisme fotoautotrof,
misalnya tumbuh-tumbuhan hijau, bakteri berklorofil dan bakteri ungu.

2.2. Cahaya
Anonymous ( 2017 : 8 ) mengatakan bahwa setiap tumbuhan memerlukan cahaya untuk
pertumbuhan, karena cahaya sangat berperan dalam fotosintesis dan fotomorfogenesis. Biji
tumbuhan yang berkecambah dan tumbuh di tempat gelap/tidak ada cahaya yernyata tumbuhnya
tidak normal dengan ciri tumbuhnya sangat cepat, perawakan tumbuhan tampat tinggi dan ramping,
batangnya lemah dan batang tidak berwarna hijau tetapi pucat. Gejala ini disebut etiolasi.

Irnaningtyas ( 2015 : 79 ) mengatakan bahwa cahaya matahari terdiri atas beberapa


spectrum cahaya yang memiliki panjang gelombang berbeda-beda, baik cahaya tidak tampak
maupun cahaya tampak. proses fotosintesis akan berlangsung lebih cepat pada cahaya tampak biru-
ungu dan cahaya merah.

2.3. Soda Kue ( NaHCO3 )

Jufry (2012) mengatakan bahwa soda kue ( baking soda ) adalah nama lain untuk sodium
bicarbonate. Baking soda ini bentuknya bubuk putih. Soda kue adalah salah satu komponen yang
ada di dalam baking powder. Dari segi kehalalan bahan ini tidak terlalu bermasalah, karena
biasanya berasal dari bebatuan. Baking soda merupakan sodium bi-karbonat murni. Formula
kimianya NaHCO3 dan baking soda berbentuk bubuk putih dengan biji-biji Kristal. Baking soda
adalah garam kimia yang punya beragam fungsi. Baking soda bersifat basa lemah sehingga berguna
untuk menetralisasi asam dan memecah protein.

4
2.4. Hydrilla verticillata

Hydrilla verticillata merupakan merupakan tanaman air yang hidup di kolam maupun
danau yang airnya relative jernih atau tidak keruh. Hydrilla verticillata memiliki daun yang kecil
berwarna hijau karena mengandung klorofil. Untuk bertumbuhnya tanaman ini tidak terlepas dari
pengaruh cahaya yang dapat diterima pada tanaman tersebut yang digunakan untuk berfotosintesis.

2.5. Klorofil

Hisham ( 2015 ) mengatakan bahwa klorofil adalah pigmen hijau yang memberikan
sebagian besar warna pada tanaman dan memungkinkan mereka untuk melakukan proses
fotosintesis. Secara kimia, klorofil memiliki beberapa bentuk yang sama, masing-masing berisi
struktur cincin yang kompleks dan ekor hidrokarbon yang panjang. Struktur molekul klorofil mirip
dengan yang dari bagian heme pada hemoglobin, kecuali bahwa yang terakhir mengandung zat besi
di tempat magnesium.

2.6. Kloroplas

Irnaningtyas ( 2015 : 71 ) mengatakan bahwa kloroplas terdapat pada semua bagian


tumbuhan yang berwarna hijau, seperti daun, batang, ranting, kelopak bunga dan buah-buahan yang
belum matang. Pada daun, kloroplas banyak ditemukan di jaringan tiang (jaringan palisade). Pada
umumnya, permukaan atas dari daun tampak lebih hijau dibandingkan permukaan bawahnya karena
kloroplas lebih banyak terdapat di jaringan palisade daripada jaringan spons.

2.7. Suhu

Anonymous ( 2017 : 8 ) mengatakan bahwa suhu berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan,


antara lain mempengaruhi kerja enzim. Setiap spesies atau varietas mempunyai suhu minimum,
rentang suhu optimum dan suhu maksimum. Di bawah suhu minimum ini tumbuhan tidak dapat
tumbuh, pada rentang suhu optimum, laju tumbuhnya paling tinggi dan di atas suhu maksimum,
tumbuhan tidak tumbuh atau bahkan mati. Suhu optimum untuk pertumbuhan berkisar antara 10°-
38° C.

5
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian


Penelitian ini dilakukan di laboratorium dan lapangan terbuka SMAN 6 CIREBON.

3.2. Variabel Penelitian


1. Variabel bebas : Suhu, cahaya dan bahan fotosintesis
2. Variabel kontrol : Tanaman yang digunakan ( Hydrilla verticillata )
3. Variabel terikat : Jumlah gelembung yang dihasilkan.

3.3. Tempat Penelitian


Penelitian dilakukan di laboratorium biologi dan lapangan terbuka SMAN 6 CIREBON.

3.4 Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan pada hari Selasa, 12 September 2017 pukul 08.30 – 10.15
WIB.
3.5.Alat dan bahan
Alat dan bahan yang digunakan meliputi :

1) Alat
a. Gelas kimia 200 mL 5 buah
b. Corong kaca 5 buah
c. Tabung reaksi 5 buah
d. Termometer

2) Bahan
a. Tumbuhan Hydrilla verticillata
b. Air hangat 40º C
c. Es batu
d. NaHCO3 (soda kue)

3.6.Langkah kerja
1. Merangkai alat dan bahan sebanyak lima perangkat. mengupayakan tabung reaksi dalam
keadaan penuh berisi air (tidak ada rongga udara).
2. Memberi perlakuan pada kelima perangkat:
a. Meletakkan perangkat pertama di tempat yang terkena cahaya matahari langsung.
b. Meletakkan perangkat kedua di tempat yang terkena cahaya matahari langsung dan
memberi 3 sendok NaHCO3.
c. Meletakkan perangkat ketiga ditempat yang terkena cahaya matahari langsung dan
menambahkan es batu.
d. Meletakkan perangkat keempat di tempat yang terkena cahaya matahari langsung dan
menambahkan air panas hingga suhu air menjadi hangat sekitar 40º C.
e. Meletakkan perangkat kelima ditempat teduh yang tidak terkena cahaya matahari
langsung.
6
f. Mengamati banyaknya gelembung yang muncul setelah 40 menit. Kemudian catat di
tabel pengamatan.

3.7. Tabel Pengamatan

No. Perlakuan Waktu Suhu Gelembung Udara


(menit) (°C)

1. Tempat teduh 10
2. Cahaya langsung 10
3. Cahaya langsung + air hangat 10 40
4. Cahaya langsung + air es 10 10
5. Cahaya langsung + 5 gram NaHCO3 10

Keterangan : - = tidak ada gelembung


+ = sedikit gelembung
++ = tidak terlalu banyak gelembung
+++ = banyak gelembung

7
BAB IV
PEMBAHASAN

Semua mahluk hidup membutuhkan makanan, tak terkecuali tumbuhan hijau yang hidup di
air, yaitu Hydrilla verticillata. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau biasa disebut
fotosintesis. Karena itu fotosintesis bisa diartikan dengan suatu peristiwa pengolahan atau
pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari.
Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi
matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat pada kloroplas. Fotosintesis selain
memerlukan cahaya matahari sebagai bahan bakar juga memerlukan karbondioksida dan air sebagai
bahan anorganik yang akan diproses untuk menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen.

4.1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Fotosintesis Hydrilla verticillata


Pada percobaan tentang proses fotosintesis pada tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla
verticillata) dengan panjang yang telah ditentukan kemudian dimasukan ke dalam corong kaca yang
ditutup dengan tabung reaksi dan juga dimasukan ke dalam gelas ukur yang berisis air sampai
penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata dan
diberi beberapa potongan es batu akan menghasilkan gelembung udara yang relative sedikit. Faktor-
faktor yang mempengaruhi fotosintesis :

1. Intensitas cahaya, makin tinggi intensitas cahaya berarti makin banyak energi yang
terbentuk, sehingga mempercepat proses fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang
terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis.
2. Suhu, dalam suatu batasan tertentu, semakin tinggi suhunya berarti semakin cepat proses
fotosintesis terjadi. Namun suhu yang rendah dapat menghambat proses fotosintesis.
3. Konsentrasi CO2, fotosintesis memerlukan jumlah karbondioksida yang cukup. Kadar
karbondioksida yang terlalu tinggi akan mengganggu respirasi tumbuhan.
4. Ion anorganik, beberapa ion diperlukan oleh tumbuhan dalam pembentukan klorofil,
antara lain N, Cl, Fe, B, Mn, Zn, S, Cu, Mo dan Mg. kekurangan unsur tersebut dapat
menyebabkan klorosis pada daun.
5. Zat inhibitor, zat ini adalah zat penghambat fotosintesis, antara lain hujan asam dan zat
pembasi tumbuhan liar (herbisida).

8
4.2. Tujuan Pemberian Soda Kue (NaHCO3) pada Proses Fotosintesis Hydrilla verticillata
Tujuan pemberian soda kue pada proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla adalah untuk
mengetahui apakah soda kue berpengaruh juga dalam proses fotosintesis Hydrilla verticillata.
Pada awalnya gelas kimia dalam kondisi normal yang diletakan di tempat yang terkena
cahaya matahari langsung proses fotosintesis berjalan cepat karena karena pada air terdapat
sejumlah CO2 terlarut dan mendapat cahaya yang banyak untuk melakukan proses fotosintesis.
Lalu, pada gelas kimia yang diberi NaHCO3. Penambahan larutan soda kue dimaksudkan untuk
menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air dengan persamaan reaksi sebagai berikut :

NaHCO3 + H2O  NaOH + CO2 + H2O

Larutan NaHCO3 berfungsi sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis. Gelas kimia yang
diberi larutan NaHCO3 jumlah CO2 terlarutnya menjadi tinggi dan juga diletakkan di tempat yang
terang (banyak energi untuk berfotosintesis). Oleh karena itu proses fotosintesis menjadi lebih
cepat.

4.3. Pembuktian Bahwa Fotosintesis Menghasilkan Gas


a) Di Tempat Teduh
Pada percobaan pengamatan proses fotosintesis Hydrilla ditempat gelap dan pada
suhu 30°𝐶, dihasilkan data bahwa pada waktu pertama pengamatan selama 2 menit tidak ada
gelembung, lalu pada waktu 4 menit masih belum muncul gelembung, lalu pada waktu
7 menit juga tidak ada gelembung dan pada waktu 9 menit mulai muncul gelembung namun
sangat sedikit. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan Hydrilla tidak melakukan proses
fotosintesis secara sempurna di tempat yang gelap sehingga tidak dihasilkan gelembung
yang banyak, gelembung tersebut berupa oksigen. Karena, semakin rendah intensitas
cahaya, semakin rendah pula ATP (energi) yang terbentuk, sehingga memperlambat laju
reaksi.

b) Cahaya Matahari Langsung


Pada percobaan proses fotosintesis Hydrilla yang di tempatkan di cahaya matahari
langsung dalam waktu 10 menit dan pada suhu 32°C gelembung yang dihasilkan sedikit
demi sedikit menjadi sangat banyak setiap menitnya. Hal tersebut dikarenakan, semakin
tinggi intensitas cahaya maka semakin banyak ATP yang terbentuk, sehingga mempercepat
fotosintesis. Maka gelembung yang dihasilkan semakin banyak.

9
c) Cahaya Matahari + Air Hangat
Pada percobaan fotosintesis Hydrilla yang diletakan di cahaya matahari langsung dan
dimasukan ke dalam air hangat dengan suhu 40°𝐶, selama pengamatan dari menit pertama
hingga 10 menit tidak dihasilkan gelembung. Hal tersebut dikarenakan pengaruh suhu dapat
menghambat proses fotosintesis, temperatur yang tinggi juga membuat laju fotosintesis
berjalan lambat.

d) Cahaya Matahari + Air Es


Pada percobaan fotosintesis Hydrilla yang diletakan pada cahaya matahari langsung
kemudiam Hydrilla dimasukan ke dalam air es dengan suhu 10°𝐶, pada menit
pertama tidak dihasilkan gelembung lalu di menit terakhir yaitu pada waktu 9 menit
gelembung baru muncul namun sedikit. Hal tersebut dikarenakan pengaruh suhu dapat
menghambat proses fotosintesis, sehingga temperatur yang rendah membuat laju fotosintesis
berjalan lambat, maka gelembung (oksigen) yang dihasilkan menjadi sedikit.

e) Cahaya matahari langsung + NaHCO3


Pada percobaan proses fotosintesis Hydrilla yang diletakan pada cahaya matahari
langsung yang ditambah dengan 5 gram NaHCO3 dengan suhu 32°𝐶. Pada 1 menit pertama
sudah menghasilkan sedikit gelembung, disusul 2 menit, 3 menit dan menit seterusnya
jumlah gelembung menjadi sangat banyak. Pada percobaan ini dapat diketahui bahwa
jumlah gelembung lebih banyak dibanding percobaan lainnya . Hal tersebut dikarenakan,
NaHCO3 pada proses ini berfungsi untuk mempercepat reaksi (katalisator), yaitu senyawa
yang dapat menambah unsur CO2 di dalam air. Konsentrasi CO2 yang tinggi akan
meningkatkan laju fotosintesis, sehingga dihasilkan banyak gelembung yang berupa
oksigen. Pada percobaan kedua ini paling banyak dihasilkan gelembung.

4.4. Tabel Pengamatan


Pada hasil pengamatan, dapat disimpulkan dalam tabel berikut :

No. Perlakuan Waktu Suhu Gelembung


(menit) (°C) Udara

1. Tempat teduh 10 30 14 (+)


2. Cahaya langsung 10 32 1316 (+++)
3. Cahaya langsung + air hangat 10 40 0 (-)
4. Cahaya langsung + air es 10 10 15 (+)
5. Cahaya langsung + 5 gram NaHCO3 10 32 6000 (++++)

10
Keterangan : - = tidak ada gelembung
+ = sedikit gelembung
++ = tidak terlalu banyak gelembung
+++ = banyak gelembung

11
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa :

1. Faktor yang dapat mempengaruhi proses fotosintesis Hydrilla verticillata adalah


intensitas cahaya, suhu, dan penambahan substrat untuk reaksi fotosintesis seperti
NaHCO3.
2. Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses fotosintesis
Hydrilla vericillata menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses
fotosintesis menjadi lambat.
3. Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Bahkan,
suhu yang tinggi pun dapat mengakibatkan kematian pada tanaman. Maka, suhu yang
optimallah yang akan membuat proses fotosintesis menjadi maksimal.
4. Proses Fotosintesis menghasilkan O2 dibuktikan dengan adanya gelembung –
gelembung udara yang terdapat pada perlakuan yang di tempatkan di tempat yang
terang.
5. Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis
berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis.

5.2. Saran
Sebaiknya, bahan-bahan yang akan digunakan disiapkan dahulu sebelum praktikum agar
dapat berjalan lancar. Kemudian setelah melakukan praktikum, barang barang dirapikan dan
pastikan kondisi laboratorium bersih kembali. Dalam praktikum hendaknya lebih teliti dalam
mengamati gelembung yang muncul agar didapatkan hasil yang akurat.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2017. UN SMA Biologi. Jakarta : Redaksi.

Irnaningtyas. 2015. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Khristiyono. 2013. SPM (Seri Pedalaman Materi) Biologi untuk SMA/MA.

Jakarta : Penerbit Erlangga.

Purwoko, Agung, dkk.2014.Erlangga X-Press UN 2015 Biologi untuk SMA/MA. Jakarta :

Penerbit Erlangga.

13

Anda mungkin juga menyukai