Anda di halaman 1dari 7

PRESENTASI KASUS

KONKA BULOSA

Presentator
dr. Ines Camilla Putri

Moderator :

Dr. dr. Luh Putu Lusy Indrawati, M.kes., Sp.T.H.T.K.L(K)

Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok – Bedah


Kepala Dan Leher
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada/ RSUP DR. Sardjito
Yogyakarta
2019
PENDAHULUAN ini mengakibatkan ketidaknyamanan dan
Konka bulosa merupakan menurunkan produktifitas serta kualitas
pneumatisasi pada konka nasal, dapat terjadi hidup penderita.4
pada semua konka (inferior,media dan
Diagnosis Konka Bulosa dengan
superior), terutama terjadi pada konka media
karena yang tersering terpapar turbulensi
menggunakan CT scan, untuk melihat ada
udara.1 Pneumatisasi pada konka ini atau tidaknya konka bulasa dan menentukan
merupakan salah satu variasi anatomi jenis konka bulosa. CT scan potongan
sinonasal yang paling sering terjadi. koronal dapat melihat adanya penumatisasi
Frekuensi konka bulosa telah dilaporkan oleh
dari konka medial. Pada pemeriksaan
berbagai penelitian sebesar 14-53%.1
nasoendoskopi, hanya dapat terlihat
Mekanisme dan nasal penumatisasi
dari konka medial masih belum jelas, namun pembesaran konka medial tanpa disertai
mayoritas peneliti mengatakan kemungkinan gambaran pneumatisasi.5
berasal dari sel etmoid anterior.2 Konka Pada CT scan, kita dapat melihat
medial terbentuk dari bagian medial tulang
detail anatomi yang rumit dari sinus
etmoid, yang memanjang ke arah kavum
paranasal setiap pasien sebelum operasi.
nasi, bagian anterior-superior berasal dari
lamina kribiformis dan bagian posterior- Telah terbukti bahwa konka bulosa dapat
lateral berasal dari lamina papirisea. Sel-sel tumbuh sedemikian rupa sehingga mengisi
etmoid terbentuk pada minggu ke 5 dan ke 6 ruang antara septum dan dinding hidung
periode embrio, membentuk tulang – tulang
lateral. Hal ini dapat menghalangi kompleks
etmoid yang terdiri dari sel udara seperti
osteomeatal sehingga menciptakan daerah
sarang lebah. Pneumatisasi dari konka media
sebagian besar melalui sel etmoid anterior.3 kontak mukosa berpotensi predisposisi untuk
Bolger et al. telah mengklasifikasikan infeksi sinus.6
pneumatisasi konka bulosa berdasarkan Bagian dalam dari konka bulosa
lokasinya menjadi 3 : Lamellar, bulbous, dan
dilapisi dengan epitel bersiliasi dan ostium
extensif (true).2
yang dapat mengalir ke dalam reses frontal,
Konka bullosa yang berukuran kecil
sinus lateral atau hiatus. Jadi obstruksi
dan lamellar dapat dikatakan sebagai varian
drainase konka itu sendiri dapat
anatomi normal dan tidak menimbulkan
menyebabkan pembentukan mukokel.6
gejala, akan tetapi pada ukuran yang lebih
Konka media memerankan peranan
besar dapat menimbulkan gejala. Gejala yang
penting dalam system drainase sinus
muncul pada pasien dapat berupa sumbatan
maksilaris. Konka bulosa dapat membuat
hidung, nasal discharge, dan sakit kepala. Hal

2
struktur meatus media lebih sempit dan rinohigrometri dextra pre tampon 2cm/2 cm
mengganggu mucosiliar clearance. Pada dan sinistra post tampon 3cm/3cm. Pada
umumnya tindakan operasi tidak dibutuhkan pemeriksaan orofaring dan laringoskopi
pada variasi anatomi konka bulosa. Tindakan indirek dalam batas normal.
operasi diperlukan saat adanya adanya Pada pemeriksaan nasoendoskopi
gangguan patensi ostium sinus maksilaris. tampak konka inferior dan medial dextra
hipertrofi serta tampak septum deviasi ke
LAPORAN KASUS arah sinistra, tidak tampak discharge, polip,
Pasien, perempuan, 20 tahun datang maupun massa. Pada pemeriksaan CT scan
ke Poliklinik THT RSUP dr. Sardjito dengan sinus paranasal potongan axial, coronal, dan
keluhan utama hidung tersumbat sejak 6 sagital tampak adanya pneumatisasi pada
tahun yang lalu dan memberat sejak 3 bulan konka medial bilateral dan septum deviasi
terakhir. Keluhan disertai dengan nyeri kea rah sinistra sejauh lk 5mm, kesan konka
kepala dan penurunan penghidu. Riwayat bulosa dan septum deviasi. Tidak tampak
mimisan dan trauma sebelumnya disangkal. kelainan pada sinus paranasal, maupun
Keluhan demam, nyeri tenggorok, lendir destruksi tulang
mengalir di tenggrok, nyeri pada wajah dan Dari anamnesis, pemeriksaan fisik,
bersin – bersin disangkal. Keluhan pada dan pemeriksaan penunjang, pasien
telinga dan tenggorok disangkal. didiagnosis dengan Konka Bulosa dan
Pada pemeriksaan fisik didapatkan septum deviasi serta direncanakan tindakan
keadaan umum pasien tampak sakit ringan, Konkoplasti dan Septoplasti. Post
kesadaran kompos mentis, tekanan darah Konkoplasti dan Septoplasti, pasien dirawat
100/70 mmHg, Frekuensi nadi 100x/menit, di Bangsal selama 3 hari dan diberikan terapi
frekuensi nafas 20x/menit, suhu 36,1o C. Infus RL 20 tpm, Injeksi Cefotaxim 1 gr/12
Pemeriksaan otoskopi auris dextra dan jam, Injeksi Asam Traneksamat 500 mg/8
sinistra tampak kanalis akustikus eksternus jam, Injeksi Ketorolak 30 mg/12 jam.
dalam batas normal, membran timpani intak, Kemudian dilakukan evaluasi saat rawat
reflek cahaya positif. Pada pemeriksaan jalan dan diberikan terapi rawat jalan dengan
rhinoskopi anterior dan posterior tampak Cefixim 2x200mg dan Kalium diclofenak
adanya hipertrofi konka dextra dan septum 2x50mg. Kontrol Poli Senin, 29 April 2019.
deviasi kearah sinistra. Pemeriksaan

3
Saat kontrol keluhan hidung tersumbat sejak 6 tahun yang lalu dan
tersumbat pada pasien berkurang dan memberat sejak 3 bulan terakhir. Keluhan
ddilakukan nasoendoskopi ulang dengan disertai dengan nyeri kepala dan penurunan
hasil, perdarahan (+) minimal dan tidak penghidu. Riwayat mimisan dan trauma
tampak adanya sinekia. Masalah yang sebelumnya disangkal. Keluhan demam,
dibahas pada kasus ini adalah mengenai nyeri tenggorok, lendir mengalir di
Terapi. tenggorok, nyeri pada wajah dan bersin –
bersin disangkal. Keluhan pada telinga dan
DISKUSI tenggorok disangkal.
Pneumatisasi pada konka dapat Pada pemeriksaan fisik didapatkan
terjadi pada semua konka nasal. Pneumatisasi keadaan umum pasien tampak sakit ringan,
yang sering terjadi pada konka media akibat kesadaran kompos mentis, tekanan darah
sering terpapar turbulensi udara yang disebut 100/70 mmHg, Frekuensi nadi 100x/menit,
konka bullosa. Pneumatisasi konka frekuensi nafas 20x/menit, suhu 36,1o C.
merupakan salah satu varian anatomi Pemeriksaan otoskopi auris dextra dan
sinonasal yang paling sering ditemukan pada sinistra tampak kanalis akustikus eksternus
pemeriksaan CT-Scan dan berperan sebagai dalam batas normal, membran timpani intak,
penyebab terjadinya rhinosinusitis.1 reflek cahaya positif. Pada pemeriksaan
Konka bulosa yang berukuran kecil rhinoskopi anterior dan posterior tampak
dan lamellar dapat dikatakan sebagai varian adanya hipertrofi konka dextra dan septum
anatomi normal dan tidak menimbulkan deviasi kearah sinistra. Pemeriksaan
gejala, akan tetapi pada ukuran yang lebih rinohigrometri dextra pre tampon 2cm/2 cm
besar dapat menimbulkan gejala Gejala yang dan sinistra post tampon 3cm/3cm. Pada
muncul pada pasien dapat berupa sumbatan pemeriksaan orofaring dan laringoskopi
hidung, nasal discharge, dan sakit kepala. Hal indirek dalam batas normal.
ini mengakibatkan ketidak nyamanan dan Diagnosis Konka Bulosa dengan
menurunkan produktifitas serta kualitas menggunakan CT scan, untuk melihat ada
hidup penderita.4 atau tidaknya konka bulasa dan menentukan
Berdasarkan kasus ini perempuan, 20 jenis konka bulosa. CT scan potongan
tahun datang ke Poliklinik THT RSUP dr. koronal dapat melihat adanya penumatisasi
Sardjito dengan keluhan utama hidung dari konka medial.5

4
Pada pemeriksaan CT scan pada adanya nyeri kepala rhinogeik. Saat ini tidak
pasien ini pada potongan axial, coronal, dan ada konsensus yang menjelaskan tentang
sagital tampak adanya pneumatisasi pada indikasi operasi pada konka bulasa. Tindakan
konka medial bilateral dan septum deviasi operasi dari konka bulosa hanya tergantung
kea rah sinistra sejauh lk 5mm, kesan konka dari gejala klinis dan hasil radiologi dari
bulosa dan septum deviasi. Tidak tampak pasien.9
kelainan pada sinus paranasal, maupun Tujuan utama operasi adalah untuk
destruksi tulang menghilangkan keadaan patologi yang
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan disebabkan oleh pembesaran konka media
fisik dan pemeriksaan penunjang, dapat dan untuk meringankan sumbatan hidung
ditegakkan diagnosis Konka bulosa pada dalam kasus concha yang sangat besar. Selain
pasien ini. itu tindakan operasi juga dilakukan jika
Calhoun et al. telah menemukan adanya nyeri kepala rhinogenik, dan
bahwa populasi dengan gejala penyakit sinus kebanyakan tindakan operasi dilakukan
memiliki insiden signifikan lebih besar pada bersamaan dengan tindakan septoplasti atau
Concha bulosa.7 Lloyd dalam studinya 100 functional endoscopic sinus surgery.10
pasien telah menunjukkan bahwa Concha Saat ini ada banyak pendekatan yang
bulosa dikaitkan dengan adanya peningkatan berbeda untuk perawatan bedah concha
infeksi di sinus.8 Jadi, sangat penting untuk bullosa, seperti reseksi parsial lateral atau
melakukan tindakan pada konka bulosa. medial, reseksi total, turbinoplasti, dan
Tidak hanya karena memberikan kontribusi crushing tetapi belum ada konsensus yang
untuk penyakit osteomeatal dan sinus tetapi jelas untuk teknik bedah terbaik.
juga karena obstruksi drainase sendiri dapat Reseksi Konka adalah teknik operasi
menyebabkan pembentukan mucocoele.6 dengan mengambil sebagian atau seluruh
Konka bulosa dapat menyebabkan bagian dari konka. Kemudian dilakukan
adanya penyempitan pada rongga hidung dan kauterisasi pada jaringan dan dimasukkan
obstruksi meatus media. Hal ini tampon padat untuk mengurangi perdarahan.
menyebabkan obstruksi ventilasi dan Konkoplasty adalah teknik operasi dengan
mucosiliar clearance sinus maksilaris, membuka konka dan mengurang jaringan dan
etmoid anterior dan sinus frontalis. Selain itu sebagian dari tulang rawan.Sedangkan teknik
konka bulosa juga dapat menyebabkan crushing adalah teknik operasi dengan

5
memecahkan konka bulosa, hingga meatus In: Som P, ed. Head and Neck
Imaging. 4th ed. St Louis: Mosby,
media dapat terlihat dan konka media tidak
2003; 149-173.
menyentuh septum nasi.11 4. Fokkens WJ, Lund VJ, Mullol J.
Epidemiology and predisposing
Tidak adanya konsensus yang jelas
factors. In: Fokkens WJ, Lund VJ,
mengenai indikasi operasi konka bulosa dan Mullol J, editors. European Position
Paper on Rhinosinusitis and Nasal
sedikitnya penelitian terkait evaluasi dan
Polyps; 2012. p. 10-8
follow up jangka panjang terkait teknik 5. Yong C, et al. Imaging of the
Paranasal Sinuses and Their Surgical
operasi yang terbaik, maka pemilihan teknik
Relevance. In : Skull Base Imaging.
operasi pada konka bulosa tergantung pada Elsevier, 2018. Chapter 2. P 21-38.
6. Rahul M, Kaluskar, S.K. Endoscopic
pengalaman operator.12
Turbinoplasty of Concha Bullosa :
Long Term Result. In : Indian J
Otolaryngology Head and Neck Surg.
KESIMPULAN
August, 2013.
Telah dilaporkan pasien, 20 tahun 7. Calhaun KH, Waggenspack GA,
Simpson CB et al. CT evaluation of
datang dengan keluhan utama hidung
the paranasal sinuses in symptomatic
tersumbat sejak 6 tahun yang lalu dan and asymptomatic populations.
Otolaryngol Head Neck Surg. 1991
memberat sejak 3 bulan terakhir. Keluhan
104:480–483 9.
disertai dengan nyeri kepala dan penurunan 8. Lloyd GAS. CT of the paranasal
sinuses: study of a control series in
penghidu. Dari anamnesis, pemeriksaan fisik
relation to endoscopic sinus surgery.
dan pemeriksaan penunjang, pasien J Laryngol Otol. 1990. 104:477–481
9. Walsh WE, Korn RC. Sinonasal
didiagnosis dengan konka bulosa dan
anatomy, function, and evaluation. In:
dilakukan tindakan Konkoplasty Bailey BJ, Jhonson JT eds. Head and
neck surgery-Ototlaryngology, 4th
ed, vol 1. Philadephia: Lippincott
DAFTAR PUSTAKA Williams & Wilkins, 2014. p.307-18.
10. Doğru H, Tüz M, Uygur K, Cetin M. A
1. Hatipoglu H, Cetin MA, Yuksel E, new turbinoplasty technique for the
Concha bullosa types: their
management of concha bullosa: Our
relationship with sinusitis,
ostiomeatal and frontal recess
short-term outcomes. Laryngoscope.
disease, Diagn Intervent Radiol, 2001; 6: 172-174. doi:
2005;11:145-149. 10.1097/00005537- 200101000-00030
2. Bolger WE, Anatomy of the paranasal 11. Mandour Z, Kalza R, Elwany S. A
sinuses. In : Disease of the sinuses: Simple Minimally Invasive Technique to
diagnosis and management. 1st ed. Reduce the Size of Pneumatized Middle
London: BC Decker Inc.;2001. P 1-11 Turbinate (Concha Bullosa). Otolaryngol
3. Zinreich S, Albayram S, Benson M, (Sunnyvale). 2016. 6: 242. doi :
Oliverio P. The ostiomeatal complex 10.4172/2161-119X.1000242
and functional endoscopic surgery. 12. Ahmed I, Hanci D, Ustun O, et al.
Surgical Techniques for the Treatment of

6
Concha Bullosa : A Systematic Review.
Otolaryngology Open J. 2018; vol 4: 9-
14. doi: 10.17140/OTLOJ-4-146

Anda mungkin juga menyukai