Anda di halaman 1dari 19

TUGAS MATA KULIAH

ILMU BEDAH UMUM VETERINER

“Teknik Pembedahan Extirpartio Bulbus Oculi”

Oleh:
Kelompok D7
Derisna Sawitri Ungsyani 1609511112
Elizabeth Kezi Damayanti 1609511124
Makrina Weni Misa 1609511125
Kelas: 2016D

Laboratorium Bedah Veteriner


Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Udayana
Tahun 2019
RINGKASAN

Kerusakan mata pada hewan dipengaruhi oleh faktor internal maupun


eksternal. Kerusakan tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan
hewan. Mata merupakan bagian panca indra yang terdiri dari struktur bulbus oculi
dan asesori mata. Salah satu tata laksana terhadap kejadian kerusakan mata pada
hewan adalah dengan tindakan extirpatio bulbus oculi. Tindakan tersebut bertujuan
ubtuk memulihkan keadaan normal dari gangguan atau penyakit pada hewan.
Prosedur extirpatio bulbus oculi diawali dengan tindakan pre operasi yang terdiri
dari persiapan intrumentasi dan premedikasi. Prosedur ini dilakukan dengan
membentuk insici lateral kantotomi dan diakhiri dengan perawatan pasca operasi
yang bertujuan untuk mengurangi akumulasi cairan yang menghambat kesembuhan
hewan.

Kata kunci: Mata, extirpatio bulbus oculi, dan hewan.

ii
SUMMARY

Eye damage in animals is influenced by internal and external factors. Such


damage has a direct impact on animal life. The eye is part of the five senses that
consist of the structure of the oculi bulb and the eye accessories. One of the
procedures for the appearance of eye damage in animals is by extirpatio bulbus
oculi. The action aims to restore the normal state of disturbance or disease in
animals. The Oculi bulbus removal procedure begins with a preoperative action
consisting of the preparation of instrumentation and premedication. This procedure
is carried out by forming a lateral cantotomy insertion and ending with a
postoperative treatment aimed at reducing the accumulation of fluid that inhibits
the healing of animals.

Keywords: Eyes, oculi bulbus extirpatio and animals.

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kami
dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Bedah Khusus Veteriner “Teknik
Pembedahan Extirpartio Bulbus Oculi” ini tepat pada waktunya. Terima kasih
penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan
sumbangan materi demi makalah ini.
Kami menyadari, makalah sederhana ini masih banyak kekurangannya,
tetapi kami berharap agar makalah kami ini dapat memenuhi tugas matakuliah Ilmu
Bedah Khusus Veteriner serta bermanfaat untuk pembaca sekalian. Kami juga
menerima kritik serta saran yang diberikan. Akhir kata, kami selaku penulis ingin
mengucapkan banyak terima kasih kepada pembaca.

Denpasar, 7 September 2019


Penulis

iv
DAFTAR ISI

RINGKASAN ....................................................................................................ii
SUMMARY ........................................................................................................iii
KATA PENGANTAR .......................................................................................iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................vi
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ...............................................................................2
BAB 2. TUJUAN DAN MAFAAT PENULISAN
2.1 Tujuan Penulisan .................................................................................3
2.2 Manfaat Penulisan ...............................................................................3
BAB 3. TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Anatomi Mata ......................................................................................4
3.2 Extirpatio Bulbus Oculi ......................................................................4
3.3 Tujuan dan Manfaat Extirpatio Bulbus Oculi .....................................5
BAB 4. PEMBAHASAN
4.1 Praoperasi Extirpatio Bulbus Oculi .....................................................7
4.2 Prosedur Operasi Extirpatio Bulbus Oculi .........................................9
4.3 Perawatan Pasca Operasi .....................................................................11
BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan .........................................................................................12
5.2 Saran ...................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................13
LAMPIRAN

v
DAFTAR GAMBAR

1. Anatomi Bola Mata ............................................................................................4


2. Anjing mengalami glaukoma setelah cedera cakaran kucing .................................6
3. Kasus apokrin ductal carcinoma pada Sapi ..........................................................6
4. Pemberian anestesi pada hewan ..........................................................................8
5. Prosedur Operasi Extirpatio Bulbus Oculi ...........................................................9
6. sampai 10. Prosedur operasi Extirpatio Bulbus Oculi oleh Khrone .................... 9

vi
1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mata merupakan salah satu dari lima panca indra yang mempunyai peranan
penting bagi hewan. Kerusakan mata pada hewan sangatlah mudah terjadi,
kerusakan yang dapat terjadi pada mata secara umum dapat disebabkan oleh
beberapa faktor baik faktor dari luar maupun dari dalam (Mughniati, 2017).
Gangguan organ pada tubuh hewan dapat menyebabkan penurunan nafsu
makan yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup.
Penyakit mata pada hewan sangat bervariasi, sehingga untuk penanganan
secara khusus sangatlah perlu memperhatikan tingkah laku dan bagian mata
yang mendapat gangguan dalam melakukan pertolongan pertama. Pada
umumnya penyakit mata yang terjadi pada hewan tidak akan menyebabkan
kematian, namun kerusakan yang parah pada mata dapat menyebabkan
kebutaan sehingga kualitas hidup dari hewan akan berkurang (Wyman et al.,
2007). Di Indonesia variasi diagnosis penyakit mata pada hewan belum banyak
mendapat perhatian secara mendalam, sehingga pengobatan yang dilakukan
sering kurang tepat dan pada akhirnya mengalami kebutaan (Mughniati, 2017).
Salah satu cara untuk menangani mata sakit adalah dengan operasi mata.
Salah satu teknik operasi mata adalah extirpation bulbus oculi, yaitu suatu
tindakan pengambilan seluruh komponen bola mata dari cavum orbita
(Sudisma, 2016). Tujuan dari tindakan operasi ini adalah memulihkan keadaan
normal dari gangguan atau penyakit pada hewan seperti tumor, abses, maupun
luka pada bulbus oculi. Tindakan operasi extirpation bulbus oculi tidak
mementingkan sebagai operasi kecantikan, berbeda halnya dengan enucleasi
bulbus oculi yang mementingkan estetika dari hewan (Phantom, 2013).

1
2

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, adapun rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa tujuan dan manfaat dari extirpasio bulbus oculi?
2. Bagaimana teknik operasi extirpation bulbus oculi?
3. Bagaimana prosedur operasi extirpasio bulbus oculi?
4. Bagaimana perawatan pasca operasi extirpasio bulbus oculi?
3

BAB 2
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

2.1 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, adapun tujuan sebagai berikut:
1. Mengetahui tujuan dan manfaat dari teknik operasi extirpation bulbus oculi
2. Mengetahui teknik operasi extirpation bulbus oculi
3. Mengetahui prosedur operasi extirpasio bulbus oculi
4. Mengetahui perawatan pasca operasi extirpasio bulb us oculi

2.2 Manfaat
Dalam penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa sehingga
dapat mengerti, mengetahui tujuan dan manfaat operasi ekstirpatio bulbus oculi
serta mengetahui bagaimana tata cara pelaksaan operasi ekstirpatio bulbus
oculi.

3
4

BAB 3
TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Anatomi Mata


Secara umum mata terdiri dari dua bagian yaitu bulbus oculi (bola mata)
dan asesori mata. Bola mata terletak cavum orbita dengan posisi bervariasi pada
setiap jenis hewan. Asesori mata terdiri dari palpebra (kelopak mata), cilia,
membrane niktitan, otot penggerak bola mata, dan kelenjar lakrimalis (Moore
dan Dalley, 2013).
Bola mata mempunyai dinding yang terdiri dari tiga lapis jaringan utama
yaitu tunika fibrosa (tunika externa), tunika vasculosa (tunika media), dan
tunika nervosa (tunika interna). Tunika externa terdiri dari dari dua bagian yaitu
sclera dan kornea.Tunika media terdiri dari tiga bagian yaitu koroid, badan
siliaris dan iris. Tunika interna terdiri dari dua bagian, yaitu retina dan saraf.
Bagian penting lainnya dari bola mata adalah lensa, anterior chamber yang
berisi aqueous humor, dan vitreous body yang berisi vitreous humor (Gelatt et
al., 2011).

Gambar 1. Anatomi Bola Mata


Sumber: Mughniati, 2017

3.2 Extirpatio bulbus oculi


Extirpation bulbus oculi adalah suatu tindakan pengambilan seluruh
komponen bola mata dari cavum orbita (Sudisma, 2016). Tujuan dari tindakan
operasi ini adalah memulihkan keadaan normal dari gangguan atau penyakit

4
5

pada hewan seperti tumor, abses, maupun luka pada bulbus oculi. Exteirpatio
bulbul oculi biasanya dilakukan pada hewan yang mengalami traumatis,
berkelahi atau karena penyakit, sehingga mata tidak dapat berfungsi secara
normal dan harus dilakukan pengangkatan agar tidak terjadi infeksi. Bila
penyebabnya tumor, maka selain bola mata juga sebanyak mungkin jaringan
otot yang sakit dibuang, termasuk sedikit jaringan otot yang sehat. Apabila
penyebabnya proses traumatis maka bola mata dapat diambil dan ditinggalkan
jaringannya sebanyak mungkin agar kesembuhan cepat terjadi dan mata tidak
terlalu cekung. Sebelum bola mata dipotong, pada bagian pangkalnya perlu
diligasi agar tidak terjadi perdarahan (Sudisma, 2016). Tindakan operasi
extirpation bulbus oculi tidak mementingkan sebagai operasi kecantikan,
berbeda halnya dengan enucleasi bulbus oculi yang mementingkan estetika dari
hewan (Phantom, 2013).

3.3 Tujuan dan Manfaat Extirpatio bulbus oculi


Extirpatio bulbus oculi merupakan suatu tindakan pengambilan seluruh
komponen bola mata dari cavum orbita (Sudisma, 2016). Tujuan dari tindakan
operasi ini adalah memulihkan keadaan normal dari gangguan atau penyakit
pada hewan seperti tumor, abses, maupun luka pada bulbus oculi. Tindakan
operasi extirpation bulbus oculi tidak mementingkan sebagai operasi
kecantikan, berbeda halnya dengan enucleasi bulbus oculi yang mementingkan
estetika dari hewan (Phantom, 2013). Akan tetapi, tujuan utama dari enucleasi
dan extirpatio sama yakni untuk mengembalikan keadaan normal dari
gangguan. Tindakan extirpation bulbus oculi dilakukan dengan syarat sebagai
berikut:
1. Adanya pertumbuhan neoplastic (tumor) pada bola mata dan jaringan
sekitar mata.
2. Proses traumatis.
3. Masuknya benda tajam pada mata dengan menghilangkan isi dari mata.
4. Luka pada mata yang tidak dapat disembuhkan.
5. Pengangkatan bola mata untuk memperbaiki mata.
6

6. Tekanan intraokular yang dihasilkan oleh glaukoma yang tidak dapat


disembuhkan dengan pengobatan.

Kejadian neoplasma pada mata telah dilaporkan beberapa kejadian pada


hewan ternak, terutama pada sapi. Neoplasma pada mata meliputi orbit, kelopak
mata, konjungtiva, kornea, dan jaringan intraokuler. Neoplasma ocular primer
jika matas ebagai terget utama, sedangkan neoplsma ocular sekunder jika
jaringan mata merupakan target metastasis (Ceylan et al. 2012).

Gambar 2 Anjing mengalami glaukoma setelah cedera cakaran kucing


Sumber: Romkes dan Eule, 2012

Gambar 3. Kasus apokrin ductal carcinoma pada Sapi


Sumber: Ceylan, 2012
7

BAB 4
PEMBAHASAN

4.1 Preoperasi Extirpatio bulbus oculi


Tindakan preoperasi merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan
sebelum operasi atau tindakan persiapan operasi agar suatu operasi dapat
berjalan suskes. Persiapan operasi meliputi 1) persiapan alat, bahan, dan obat,
2) persiapan ruang operasi, 3) persiapan pasien (hewan), dan 4) persiapan
operator (Sudisma, 2016).
Persiapan instrumen atau alat bedah yang digunakkan selama operasi harus
disterilisasi. Bahan yang diperlukan seperti catgur, kain kasssa, perban, alkohol
70%, obat premedikasi dan anestesi. Persiapan ruang operasi meliputi keadaan
ruang operasi yang bersih dengan penerangan yang cukup. Persiapan pada
hewan meliputi anamnesa, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang
lainnya, serta mempersiapkan site/daerah operasi yakni pada mata termasuk
melakukan premedikasi dan anestesi. Obat yang dipakai dalam anestesi pada
operasi extirpatio adalah ketamine HCl 10 %, Xylazine 2 % dan atropin sulfat
sebagai premedikasi. Persiapan operator yakni memiliki kompetinsi dalam
melakukan operasi.
Premedikasi sering disebut sebagai preanesthetic atau preoperative
medication merupakan tahap awal operasi dengan memberikan obat untuk
memberikan efek lebih efisien. Premedikasi menggunakan butorphanol dapat
digunakan ditinjau dari keamanan efek sedative dan kecenderungan depresi
respirasi yang lebih rendah (Gross et al., 2002). Pemberian atropin sulfat
sebagai premedikasi secara IM pada pasien bertujuan untuk takikardia,
mencegah mundah, dan terjadinya aspirasi.
Anestesi yang digunakkan yakni procain HCL 2% secara infiltrasi
(Sudisma, 2016). Akan tetapi, lebih disarankan untuk melakukan anestesi pada
hewan yang akan dioperasi Extirpatio bulbus oculi dengan menyuntikkan
ketamin-xylazin dengan dosis anjuran xylazin 1-3 mg/kb BB dan ketamin 10-
15 mg/kg BB pada anjing (Sudisma, 2016). Ketamin mempunyai efek yang
cepat serta dapat menghasilkan tahapan catalepsy dengan penghilangan

7
8

kesadaran, analgesik tetapi sedikit bersifat muscle relaxan. Mata akan tetap
terbuka dan dengan refleks faringeal dan laryngeal pada dosis tinggi.

Gambar 4. Pemberian anestesi pada hewan


Sumber: https://mydokterhewan.blogspot.com

Setelah hewan diberi anestesi, rambut di sekitar mata dicukur. Kemudian


daerah yang telah dicukur dibersihkan dengan air dan diberi sabun lalu dibilas
hingga bersih, diusap dengan kapas beralkohol 70% dan didesinfeksi dengan
Iodium Tincture 3% dengan arah dari dalam keluar. Setelah itu hewan
diletakkan di meja operasi dengan posisi ventrodorsal/posisi dorsal
recumbency, fiksasi hewan dengan cara mengikat keempat kakinya
menggunakan tali.
9

4.2 Prosedur Operasi Extirpatio bulbus oculi


Prosedur operasi Extirpatio bulbus oculi digambarkan dengan ilustrasi
sebagai berikut.

Keterangan Gambar.
A. Sebuah kanhotomi lateral
dilakukan
B. Bola mata dihilangkan bebas
dari konjungtiva melalui
insisi perilimbal.
C. Saraf optik ditransmisikan di
dekat bola mata dan mata
dilepaskan.
D. Rongga itu dikemas dengan
spons untuk hemostasis
sementara, dan membran
niktitans diangkat.
E. Batas pelupuk mata atau alis
dibuang.
F. Konjungtiva dijahit dengan
benang absorable
G. Insisi ditutup dengan jahitan
nilon atau polypropylene

Gambar 5. Prosedur Operasi Extirpatio Bulbus Oculi


Sumber: Miller, 2008

Adapun prosedur operasi Extirpatio bulbus oculi yang dilakukan pada


hewan kecil yakni anjing yang menderita kebutaan akibat glaukoma oleh
Khrone (2009) digambarkan sebagai berikut.

1. Cukur rambut disekitar mata. Posisikan hewan dorsal recumbency dengan


kepala hewan dalam posisi stabil. Berikan antiseptik berupa iodin pada site
operasi. Kiri: Menstreilkan site operasi (mata) dengan mencukur rambut dan
memberikan antiseptik. Kanan: Fornix konjungtiva disterilkan dengan povidone-
iodine.

Sumber: Khrone, 2009


10

2. Buat insisi kantotomi lateral sepanjang 1-2 cm dengan gunting Mayu atau
scapel nomor 15. Sebelum memotong, klem insisi atau injeksi hemostat atau
1/100 epineprin secara subkutan untuk mengendalikan pendarahan.
Membran niktitan diangkat setelahnya.

Sumber: Khrone, 2009

3. Lanjutkan diseksi mata pada dinding sklera sampai bagian belakang bola
mata. Otot konjungtiva dan ekstraokular dipotong dari bola mata selama
pembedahan (panah) dan tertinggal di orbit. Kelenjar lakrimal superior
dilepas. Pada saat incici sekitar kelopak mata akan terjadi perdarahan
sehinga dilakukan penekanan atau sistem ligase.

Sumber: Khrone, 2009

4. Jika bulbus oculi sudah bebas dan dapat diputar dengan hati-hati, lalu
potong saraf optik setelah menjepit dari sisi lateral.

Sumber: Khrone, 2009


11

5. Semua bekuan darah pada rongga orbita dikeluaran dari rongga. Setelah itu
kasa yang berada pada rongga orbita diambil dan memberikan kasa dengan
ukuran 70-80 cm dengan yang telah diberikan antiseptic lotion kedalam
rongga orbital. Setelah itu tepi luar dari kelopak mata dijahit dengan
menggunakan 3/0 atau 4/0 absorable dengan pola jahitan simple continous
sebanyak dua lapisan. Lapisan pertama pada otot dan lemak, sedangkan
lapisan kedua pada subkutan.

Sumber: Khrone, 2009

4.3 Perawatan Pasca Operasi


Pada perawatan pasca operasi, langkah pertama adalah melindungi luka
jahitan operasi dengan melakukan penutupan menggunakan kassa atau
pembalutan di area operasi. Untuk mencegah pasien menggaruk jahitan, bisa
dipasangkan Elizabeth Collar. Perawatan hewan yang telah dilakukan tindakan
extirpation bulbus oculi setelah operasi pada hari pertama dan ke dua dapat
dilakukan dengan penekanan pada daerah mata yang di operasi, hal ini
bertujuan untuk mengurangi terjadinya akumulasi cairan yang dapat
menghambat kesembuhan dan kemudian kondisi fisiknya juga perlu diamati.
Pelepasan draine dapat dilakukan 12 hari pasca operasi. Pemberian antibiotik
berupa ampicilin secara peroral untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder
(Phantom, 2013).
12

BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Mata merupakan salah satu dari lima panca indra yang mempunyai peranan
penting bagi hewan. kerusakan yang dapat terjadi pada mata secara umum
dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik faktor dari luar maupun dari dalam.
Salah satu cara untuk menangani mata sakit adalah dengan teknik operasi mata
extirpation bulbus oculi, yaitu suatu tindakan pengambilan seluruh komponen
bola mata dari cavum orbita, untuk memulihkan keadaan normal dari gangguan
atau penyakit pada hewan seperti tumor, abses, maupun luka pada bulbus oculi.
Extirpatio bulbus oculi biasanya dilakukan pada hewan yang mengalami
traumatis, berkelahi atau karena penyakit, sehingga mata tidak dapat berfungsi
secara normal dan harus dilakukan pengangkatan agar tidak terjadi infeksi.
5.2 Saran
1. Dokter hewan yang bertindak sebagai operator perlu mempersiapkan diri
dengan baik (prosedur operasi, kesiapan mental) sebelum melakukan
operasi.
2. Perlu ada kerja sama yang terjalin bagus antara dokter hewan dan nurse vet
saat melakukan tindakan operasi.
3. persiapan instrumen atau alat bedah yang digunakkan selama operasi harus
disterilisasi
4. Perlu lebih telitih saat melakukan tindakan operasi dan pemberian untuk
menghindari kesalahan saat operasi.

12
13

DAFTAR PUSTAKA

Ceylan, C., Ozyildiz, Z., Yilmaz, R., Birick, H. S. 2012. Clinical and
Histopathological Evaluation of Bovine Ocular and Periocular
Neoplasms in 15 Cases in Sanliurfa Region. Kafkas Univ Vet Fak Derg
Vol 18 (3): 469-474.
Gelatt, K., Gelatt, J., Plummer, C. 2011. Veterinary Opthalmic Surgery. Knoxville:
University of Tennessee.
Gross, M. E., Dodam, J. R., Pope, E. R., Jones, B. D. 2015. A Comparison of
Thiopental, Propofol, and Diazepam-Ketamine Anesthesia for
Evaluation of Laryngeal Function in Dogs Premedicated With
Butorphanol-Glycopyrrolate. Journal of the American Animal Hospital
Association, Vol. 38.
Moore, K dan Dalley, A. 2013. Anatomi Berorientasi Klinis. Dialihbahasakan oleh
Hartanto H. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Mughniati, S. 2017. Penanganan Kasus Traumatik Proptosis Bulbus Oculi Sinister
pada Sapi Perah [Skripsi]. Makasar: Universitas Hasanuddin.
Phantom. 2013. Extirpatio bulbus oculi Intoto. Dapat diakses:
http://phantomzvet.blogspot.com/2013/10/extirpatio-bulbus-oculi-
intoto.html. [7 September 2019].
Romkes, G. dan Eule, J. C. 2012. Followup of a Dog with an Intraocular Silicone
Prosthesis Combined with an Extraocular Glass Prosthesis. Hindawi
Publishing Corporation: Case Reports in Veterinary Medicine Volume
2012, Article ID 762452, 6 pages.
Sudisma, I. G. N. 2016. Ilmu Bedah Veteriner dan Teknik Operasi. Denpasar:
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. ISBN: 979- 25-5196-
6.
Wyman M, Boevé MH, Neumann W, Spiess B. 2007. Opthamology for The
Veterinary Practicioner 2th Edition. Germany (GE):
SchliiterscheVerlagsgesellschaft.