Anda di halaman 1dari 15

AKADEMI KEPERAWATAN PEMPROP KAL-TIM

PROGRAM KHUSUS PUSKESMAS KABUPATEN PASER


TAHUN 2008
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat dan karunia-Nya sehingga kami
dari kelompok VI (enam) dapat menyelesaikan makalah ilmu gizi dengan judul
“ Mineral Mikro ”.

Vitamin dan mineral merupakan zat-zat gizi yang esensial karena tubuh tidak dapat
mensintesisnya sehingga harus disuplai dari makanan yang dikonsumsi. Vitamin dan mineral
tidak mengalami pencernaan di dalam saluran pencernaan , tetapi proses pencernaan
makanan akan membebaskan kedua macam zat gizi mikromolekul tersebut dari keterikatan
pada zat gizi makromolekul sehingga akhirnya vitamin dan mineral tersebut dapat diserap oleh
usus halus dan masuk ke dalam tubuh.

Ucapan tulus terimakasih kelompok haturkan untuk semua pihak yang telah
memberikan bimbingan, dorongan, masukan dan saran baik langsung maupun tidak langsung
dalam penyelesaian makalah ini, serta ucapan terimakasih kami kepada :
Dra.Hj. Rusdiaty,Amd.Kep,M.Pd . . . . selaku Direktur Akademi Keperawatan Pemerintah
Propinsi Kal-Tim.
Siti Thoibah . . . . . dosen pengajar mata ajaran Ilmu Gizi
Rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi Program Khusus Puskesmas Akademi
Keperawatan Pemprop Kal-Tim.
Dan semua pihak yang terkait dalam penyelesaian makalah ini.

Kelompok menyadari bahwa penulisan dalam makalah ini masih jauh dari sempurna
oleh karenanya kelompok mengharapkan petunjuk, kritik dan masukan yang bersifat
membangun dari berbagi pihak demi perbaikan dan penyempurnaan isi makalah ini dimasa
yang akan datang, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kelompok dan para pembaca.

Tanah Grogot, November 2008

Kelompok Enam
DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1

B. Ruang Lingkup Pembahasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1

C. Tujuan Penulisan .................................. 1

D. Metode Penulisan ................................ 2


E. Sistematika Penulisan . ............................. 2

BAB II ISI
1. I s k e m i a
- Proses Terjadinya Iskemia ........................ 3
- Efek Terjadinya Iskemia ......................... 4
2. Infark Miokardium
- Proses Terjadinya Infark Miokardium . . . . . . . . . . . . . 5
- Jenis Infark dan Gejala Klinis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
- Perangkat Diagnostik, Komplikasi, Penatalaksanaan . . . . 7
3. Nekrosis .......................................... 8

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10
B. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10

Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu bentuk nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah mineral. Seperti unsur makanan
yang lain, mineral diperlukan untuk kelancaran aktivitas tubuh. Mineral merupakan
komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh manusia dan merupakan blok pembangun
kehiupan.
Berdasarkan kebutuhannya mineral terbagi menjadi dua (2) kelompok yaitu mineral
makro dan mineral mikro. Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi
khasnya masing-masing, seperti kalsium yang berperan dalam pembentukan struktur tulang
dan gigi, natrium berfungsi dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh atau juga kalsium yang
memperlancar kontraksi otot.
Dalam proses metabolisme energi tubuh, mineral-mineral yang dikonsumsi bahan
pangan dalam keseharian ini akan terlibat dalam proses pengambilan energi dari simpanan
glukosa (glikolisis), pengambilan energi dari simpanan lemak (lipolysis), pengambilan energi
dari simpanan protein (proteolysis) serta juga terlibat dalam pengambilan energi dari
phospocreatine (PCr).

B. Ruang Lingkup Pembahasan


Makalah ini membahas tentang zat – zat yang termasuk dalam mineral mikro.

C. Tujuan Penulisan
 Tujuan Umum
Memahami tentang fungsi mineral mikro untuk membantu dalam melaksanakan
asuhan keperawatan.

 Tujuan Khusus
1. Mengetahui tentang Besi (Fe)
2. Mengetahui tentang Seng (Zn)
3. Mengetahui tentang Iodium (I)
4. Mengetahu tentang Tembaga (Cu)
5. Mengetahui tentang Mangan (Mn)
6. Mengetahui tentang Kromium (Cr)
7. Mengetahui tentang selenium (Se)

(1)
D. Metode Penulisan
Penulisan makalah ini dengan menggunakan metode deskriptif, mengumpulkan data
dengan membaca dan mengumpulkan materi – materi dari buku Ilmu Gizi
serta bahan yang diambil dari internet.

E. Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari tiga bab, yang terbagi atas :
BAB I PENDAHULUAN
BAB II ISI
BAB III PENUTUP

(2)
BAB II
MINERAL MIKRO

Intake (asuapan) makanan sehari – hari, mambantu manusia mendapatkan zat yang
diperlukan oleh tubuh. Dinamakan mineral mikro, karena tubuh hanya memerlukan hanya
dalam jumlah < 100 mg per hari . Jumlah yang sangat kecil memang, tetapi sudah mencukupi
bagi tubuh.

Iskemia tidak hanya meliputi insufisiensi oksigen (hipoksia, anoksia), tetapi juga
berkurangnya ketersediaan substrat nutrien dan pembuangan metabolik yang tidak adekuat.
Berkurangnya kadar oksigen mendorong miokardium untuk mengubah matabolisme aerob
menjadi anaerob. Metabolisme anaerob melalui jalur glikolitik jauh lebih tidak efisien apabila
dibandingkan dengan metabolisme aerob melalui fosforilasi oksidatif dan siklus kreb.
Pembentukan fosfat berenergi tinggi menurun . Hasil metabolisme anaerob ( asam laktat) akan
tertimbun sehingga menurunkan pH sel.

Gabungan efek hipoksia dan berkurangnya energi serta terjadinya asidosis, dengan
cepat dapat mengganggu fungsi ventrikel kiri. Kekuatan kontraksi daerah miokardium yang
terserang berkurang, serabut – serabutnya memndek, dan daya serta kecepatannya
berkurang. Selain itu gerakan dinding segmen yang mengalami iskemia menjadi abnormal;
bagian tersebut akan menonjol keluar setiap kali ventrikle berkontraksi.

Dinding yang iskemia menonjol keluar


sewaktu sistol

Diastol

(3) Sistol

Otot yg iskemia
Berkurangnya daya kontraksi dan gangguan gerakan jantung menyebabkan perubahan
hemodinamika yang bervariasi sesuai ukuran segmen yang mengalami iskemia, dan derajat
respons refleks kompensasi sistem saraf otonom. Menurunnya fungsi ventrikel kiri dapat
mengurangi curah jantung dengan berkurangnya volume sekuncup.

Berkurangnya pengosongan ventrikel saat sistol akan memperbesar volume ventrikel.


Akibatnya tekanan jantung kiri akan meningkat. Tekanan semakin meningkat oleh perubahan
daya kembang dinding jantung akibat iskemia. Pada iskemia manifestasi hemodinamika yang
sering terjadi adalah peningkatan ringan tekanan darah dan denyut jantung sebelum timbul
nyeri. Terlihat jelas bahwa pola ini merupakan respons kompensasi simpatis terhadap
berkurangnya fungsi miokardium. Dengan timbulnya nyeri, sering terjadi perangsangan lebih
lanjut oleh ketokolamin. Penurunan tekanan darah merupakan tanda bahwa miokardium yang
terserang iskemia cukup luas.

Efek yang dapat dapat ditimbulkan oleh iskemia antara lain :


Dada yang terasa seperti ditekan, panas dan susah bernafas yang disebut angina pectoris.
Iskemia yang timbul perlahan dan lama menyebabkan jaringan iskemia menjadi atropi.
Iskemia yang parah menyebabkan kematian jaringan, daerah terjadinya nekrosis iskemia
disebut infark, dan proses pembentukan infark sebut infarksi.

Serangan iskemia biasanya reda dalam beberapa menit apabila ketidakseimbangan


antara suplai dan kebutuhan oksigen sudah diperbaiki. Perubahan metabolik, fungsional,
hemodinamika dan kardiografik yang terjadi semua bersifat reversibel. Namun bila iskemia
yang terjadi berlangsung lama maka sel akan mengalami iskemia irreversible dan terjadi
nekrosis atau opoptosis walaupun sudah terjadi reperfusi kembali.

(4)

INFARK MIOKARDIUM
Infark miokardium adalah kematian sel-sel miokardium yang terjadi akibat kekurangan
oksigen berkepanjangan, yang merupakan respons letal terakhir akibat iskemia miokardium
yang tidak teratasi.
Sel – sel miokardium mulai mati setelah sekitar 20 menit mengalami kekurangan
oksigen, kemampuan sel untuk menghasilkan ATP secara aerobis lenyap, dan sel tidak dapat
memenuhi kebutuhan energinya. Iskemia yang berlangsung lebih dari 30 – 45 menit akan
menyebabkan kerusakan sel irreversible serta nekrosis atau kematian otot. Bagian miokardium
yang mengalami infark atau nekrosis akan berhenti berkontraksi secara permanen.
Penyebab infark miokardium adalah akibat terlepasnya plak aterosklerotik dari
salah satu arteri koroner, dan kemudian tersangkut dibagian hilir yang menyumbat aliran
darah keseluruh miokardium yang diperdarahi oleh pembuluh tersebut, sehingga
menyebabkan miokardium.

Jika gumpalan darah menyumbat


total pada arteri, otot jantug menjadi
“kelaparan” akan oksigen dan zat
nutrisi ( disebut iskemia) di daerah
bawah penyumbatan. Dalam waktu
pendek terjadi kematian sel – sel
jantung, yang menyebabkan
kerusakan permanen disebut infark
miokardium / serangan jantung.

Iskemia
Nekrosis Endapan plak dan
Bekuan darah

(5)
Ukuran infark akhir bergantung pada nasib daerah iskemik tersebut. Bila pinggir daerah
ini mengalami nekrosis maka besar daerah infark akan bertambah besar, sedangkan perbaikan
iskemia akan memperkecil daerah nekrosis.
Infark miokardium biasanya menyerang ventrikel kiri. Ada dua jenis infark miokardial
yang saling berkaitan, dengan morfologi, patogenesis, dan gejala klinis yang cukup berbeda,
yaitu :
Infark Transmural
Infark yang mengenai seluruh tebal dinding ventrikel. Biasanya disebabkan oleh
aterosklerosis koroner yang parah, plak yang mendadak robek , dan trombosis
oklusif yang superimposed.

Infark Subendokardial terbatas pada sepertiga atau separuh bagian dalam dinding
ventrikel .

Infark Subendokardial

Infark Transmural

Endokardium Epikardium

Gambaran klinis yang biasanya timbul antara lain :


Nyeri timbul biasanya mendadak, digambarkan memiliki sifat meremukkan dan
parah. Nyeri dapat menyebar kebagian atas tubuh mana saja, tetapi sebagian besar
menyebar ke lengan kiri, leher, atau rahang.
Timbul mual dan muntah yang mungkin berkaitan dengan nyeri yang hebat.
Perasaan lemas yang berkaitan dengan penurunan aliran darah ke otot – otot
rangka.
Kulit yang dingin, pucat akibat vasokonstriksi simpatis.
Pengeluaran urin berkurang karena penurunan aliran darah ke ginjal serta
peningkatan aldesteron dan ADH.
Takikardia akibat peningkatan stimulasi simpatis jantung.
Keadaan mental berupa rasa cemas besar disertai perasaan mendekati kematian.

(6)
Perangkat Diagnostik
1. Tekanan darah mungkin berkurang atau normal tergantung pada luasnya kerusakan
miokardium dan keberhasilan refleks-refleks baroreseptor.
2. EKG dapat memperlihatkan perubahan – perubahan akut digelombang ST dan T
seiring dengan terjadinya infark.
3. Timbul gejala – grjala sistemik peradangan, demam, peningkatan leukosit dan laju
endap darah, tanda ini dimulai sekitar 24 jam setelah infark dan menetap sampai
2 minggu.
4. Kadar enzim- enzim jantung didalam serum meningkat akibat kematian sel
miokardium, yang dimulai sejak terjadinya infark sampai 1 minggu.
5. Kadar mioglobin di dalam darah meningkat, dimulai pada 1 jam dan memuncak
dalam 4 – 6 jam setelah infark.
Komplikasi
1. Dapat terjadi embolus akibat kontraktilitas miokardium berkurang, karena embolus
menghambat aliran darah ke bagian jantung.
2. Dapat terjadi gagal jantung kongestif, bila jantung tidak dapat memompa keluar
semua darah yang diterimanya.
3. Disritmia adalah komplikasi sering pada infark.
4. Dapat terjadi syok kardiogenik, bila curah jantung sangat berkurang dalam waktu
lama.
5. Dapat terjadi ruptur miokardium selama atau segera setelah suatu infark besar.
6. Dapat terjadi perikarditis, peradangan selaput jantung.
7. Setelah infark miokardium sembuh, terbentuk jaringan parut yang menggantikan sel-
sel miokardium yang mati.
Penatalaksanaan
Antara lain :
1. Penghentian aktivitas fisik untuk mengurangi beban kerja jantung, membantu
membatasi luas kerusakan.
2. Resusitasi jantung-paru, mungkin diperlukan apabila terjadi fibrilasi jantung. Untuk
memulihkan irama jantung diperlukan defibrilasi elektris.
3. Diberikan oksigen untuk meningkatkan oksigenisasi darah sehingga beban atas
jantung berkurang dan perfusi sistemik meningkat.
4. Obat untuk menghilangkan rasa nyeri yang dugunakan untuk menenangkan pasien.
5. Rehabilitasi jantung setelah infark berupa keseimbangan antara istirahat dan olahraga
dan modifikasi gaya hisup untuk mengurangi aretosklerotik dan hipertensi, sebaiknya
merokok dihentikan.

(7)
NEKROSIS

Nekrosis adalah kematian sel dan jaringan pada tubuh yang hidup. Gambaran nekrosis
terjadinya perubahan – perubahan lisis, hal ini melibatkan sitoplasma sel. Inti sel yang mati
akan menyusut, memiliki batas yang tidak teratur dan berwarna gelap. Proses ini dinamakan
Piknosis dan inti disebut Piknotik.

Nekrosis bisa mencetuskan respons peradangan dari jaringan sekitar sebagai akibat
respons peradangan ini jaringan yang mati bisa hancur dan hilang. Bila jaringan yang nekrotif
tidak dihancurkan atau dibuang maka daerah tersebut dapat diselebungi jaringan ikat fibrosa
dan akhirnya akan terisi dengan garam-garam kalsium. Proses kalsifikasi ini menyebabkan
cacat seumur hidup.
Penyebab Nekrosis
1. Iskemia
2. Agens Biologik
3. Agens Kimia
4. Agens Fisik
5. Kerentanan ( Hypersensitivity)
Iskemia
Terputusnya suplai oksigen dan makanan untuk suatu alat tubuh sehingga dapat
menyebabkan terjadinya infark miokard.
Agens Biologik
Toksin bakteri dapat menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah dan trombosis
Agens Kimia
Meskipun zat kimia merupakan zat biasa dalam tubuh , seperti glukosa tapi bila
konsentrasinya tinggi maka dapat menimbulkan nekrosis.
Agens Fisik
Kerusakan sel dapat terjadi karena kerusakan protoplasma akibat ionisasi.
Hypersensitivity
Kerentanan jaringan yang dapat timbul secara spontan dan dapat menimbulkan reaksi
imunologik.

(8)
Secara makroskopik nekrosis jaringan terjadi perubahan antara lain
 Jaringan tidak segar lagi
 Jaringan tidak cerah
 Jaringan berwarna putih abu – abu
Secara mikroskopik jaringan nekrosis seluruhnya berwana kemerahan.

Jenis – Jenis Nekrosis


1. Nekrosis Coagulativa
Adalah protoplasma tampak seperti membeku akibat koagulasi protein. Ini dapat
terjadi pada nekrosis iskemik dan syphilis stadium III
2. Nekrosis Colliquativa
Adalah pengaruh enzim-enzim yang bersifat litik sehingga terjadi dalam waktu yang
lebih cepat, ini dapat terjadi pada jaringan yang terinfeksi bakteriologik yang sudah
membentuk nanah (piogenik).
3. Nekrosis Caseosa
Adalah nekrosis dengan perubahan jaringan tubuh menjadi massa yang menyerupai
keju, ini dapat terjadi pada infeksi jamur dan infeksi bakteri TB.
4. Nekrosis Enzimatik
Adalah nekrosis yang terjadi akibat keluarnya enzim pengurai lemak dan enzim-
enzim lain yang kemudian mempengaruhi jaringan disekitarnya ini dapat terjadi
pada jaringan pankreas menjadi nekrosis dan menimbulkan acut abdomen.
5. Nekrosis Fibrinoid
Adalah nekrosis yang terjadi karena terbentuknya bangunan – bangunan yang
menyerupai fibrin pada jaringan ikat atau dinding pembuluh darah, ini dapat terjadi
pada dinding pembuluh darah jantung.

(9)
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Penugasan pada kelompok IV untuk membahas tentang proses terjadinya iskemia adalah
akibat obstruksi lokal karena aterosklerotik , trombosis dan embolisme, yang mana bila hal
tersebut berlangsung + 20 menit maka akan menyebabkan infark miokardium atau kematian
pada sel – sel miokardium akibat kekurangan oksigen. Iskemia yang terjadi selama + 30 – 40
menit akan menyebabkan kerusakan sel yang irreversible serta nekrosis atau kematian otot
miokardium. Pengertian nekrosis secara umum adalah kematian sel dan jaringan pada tubuh
yang hidup. Penyebab dari nekrosis antara lain akibat iskemia, agen biologik, agen kimia, agen
fisik, dan hypersentivity. Macam – macam nekrosis yaitu coagulativa, colliguativa, caseosa,
enzimatic, dan fibrinoid. Isi dari makalah ini telah menambah pengetahuan kami bagaimana
peranan oksigen yang sangat penting agar manusia dapat bertahan hidup dan itu semua
karena anugerah dan kasih sayang Allah SWT kepada makhluk ciptaannya.

Saran
Dengan perkembangan zaman dan makin merebaknya berbagai jenis penyakit,
khususnya penyakit yang berhubungan dengan jantung, tanpa mengenal gender baik laki- laki
maupun perempuan, maka sebaiknyalah kita menyayangi jantung kita sebagai organ yang
vital dalam proses hidup manusia, dengan salah satu cara terbaik STOP MEROKOK
mulai dari diri sendiri, keluarga , dan akhirnya ke masyarakat.

Diharapkan tersedianya sarana alat peraga/praktek yang lengkap sebagai penunjang


dalam proses belajar mengajar .

Demikian makalah sistem kardiovaskular ini kami susun, semoga dapat bermanfaat bagi
semua para pembaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita bersama. Salam hangat
dan ucapan tulus terimakasih dari kami kelompok II.
DAFTAR PUSTAKA

Drs. H. Syaifuddin, B.Ac. Anatomi Fisiologi untuk siswa perawat. Edisi 2


Penerbit Buku Kedokteran EGC 1997.

Anatomi dan Fisiologi untuk keperawatan. Dr. Jan Tambayong


Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Buku Saku. Patofisiologi ( Hand book of pathophysiology )


Elizabeth J. Corwin, BSN,PhD
Penerbit Buku Kedokteran EGC 1997.

Evelyn C. Pearce Anatomi Fisiologi untuk paramedis.


Penerbit PT. Gramedia Jakarta 2006 Pustaka Utama.

Sylvia A. Price – Lorraine M. Wilson. PATOFISIOLOGI. Edisi 6. ECG

www. Google/Wikipedia Indonesia.com


www. Google/pdpersi.co.id
www.med.yale education. com
www.Tanya Dokter Anda.com
www.medicalnursing.blogspot.com
(11)