Anda di halaman 1dari 12

Nama Siti Sonia Nur Indarwati

NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

5 PENGAMATAN JARINGAN HEWAN

PRE-LAB
1. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 perbedaan sel tanaman dan sel hewan!
Pada tubuh hewan terdiri atas berbagai macam jaringan-jaringan atau sekelompok sel
yang mempuyai struktur dan fungsi. Semua sel hewan adalah multisel. Mereka adalah
sel-sel eukariotik. Sel hewan dari berbagai ukuran dan memiliki bentuk yang tidak
teratur. Sebagian besar sel-sel mempuyai ukuran besar antara 1 sampai 100 mikrometer
dan hanya terlihat dengan bantuan mikroskop. Sel hewan memiliki batas luar yang
dikenal sebagai membran plasma.
Perbedaan sel tanaman dan sel hewan menururt () adalah sebagai berikut
1. Sel Hewan
a. Tidak memiliki dinding sel
b. Tidak memiliki plastid
c. Memiliki lisosom
d. Sentrosom dan sentriolnya tampak jelas
e. Jumlah mitokondria relative banyak
f. Bentuk tidak tetap karena memiliki membran sel yang keadaanya tidak kaku
atau nama lain lentur
g. Vokuolanya banyak dengan ukuran yang relative kecil
2. Sel Tumbuhan
a. Memiliki dinding sel
b. Memiliki butir plastid
c. Tidak memiliki lisosom
d. Sentrosom dan sentriolnya tidak jelas
e. Jumlah mitokondria relative sedikit, karena fungsinya dibantu oleh butir
plastid
f. Vakuolanya sedikit tapi ukurannya besar
g. Bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa

Dinding Sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri dari selulosa yang kuat
yang dapat meberikan sokongan, perlindungan dan untuk membentuk sel.

Plastida
Plastida adalah organel sel yang dapat menghasilkan warna pada tumbuhan. Ada tiga
macam jenis plastid yaitu:

1. Leukoplas adalah plastida yang berbentuk amilum


2. Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau
3. Kromoplas adalah plastida yang banyak mengandung karoten
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

Memban sel
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel
membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi
bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan
oleh sel. Struktur membrane ialah dua lapis lipid dan memiliki permaebilitas tertentu
sehingga tidak semua molekul dapat melalui mebran sel.

Vokuola
Vokuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan. Cairan ini adalah air dan
berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan
namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat
rendah.
Fungsi vakuola adalah sebagai berikut:

1. Memelihara tekanan osmotil sel.


2. Penyimpan hasil sintesa berupa glikogen, feriol.
3. Mengadakan sirkulasi zat dalam sel.

Mitokondria
Mitokondria adalah tempat dimana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung.
Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energy
atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup.

Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik
yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan.
Didalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti lipase,
glikosidase, nuclease. Semua enzim tersebut antif pada pH 5. Fungsi utama lisosom
adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

Sentriol atau Sentrosol


Sentrosom memiliki wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi
pada pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-
kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahap interfase, terdapat fase S yang
terdiri dari tahap duplikasi kromosom, kondensasi kromosom, dan duplikasi sentrosom.

2. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 jenis jaringan pada hewan!


Jenis jaringan pada hewan antara lain
1. Jaringan ikat
Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, dibentuk dalam sel-sel dalam
jumlah sedikit. Jaringan ikat terdapat dalam berbagai bentuk, tetapi dicirikan oleh
matriks ekstraseluler tempat sel-selnya berbeda. Misalnya yaitu tulang yang
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

terutama terdiri atas matriks ekstraseluler, dengan sel-sel tulang yang relatife
sedikit berada dalam lakma (ruang kosong) dalam matrik yang padat. Bentuk-
bentuk jaringan ikat yang lain adalah darah, kartilago tulang rawan (zat
penyokong yang keras namun fleksibel yang menyusun telinga) dan berbagai
jenis serat penyokong yang member kekuatan dan terkadang elastis bagi tubuh
dan kerap kali menghubungkan satu jaringan dengan jaringan lain (tendon yang
melekatkan otot ke tulang)

2. Jaringan saraf
Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang.
Jaringan saraf terdiri atas neuron (sel-sel saraf), beberapa diantaranya dapat
mencapai semester panjangnya. Implus saraf bergerak dari badan sel neuron
melalui aksonnya dan menuju badan sel neuron melalui salah satu dendritnya.
Neuron sensoris seringkali sangat terspesialisasi untuk memberikan respon
terhadap rangsangan yang spesifik (sentuhan dan suara). Neuron motoris berperan
dalam mengaktifkan respon otot dan biasanya berkoordinasi dengan neutron
sensoris melalui neutron asosiasi. Jarangan saraf ditemukan diseluruh tubuh,
terutama di otak dan urat saraf tulang belakang.
3. Jaringan otot
Jaringan ini sebagian besar sel-sel yang berbentuk serabut-serabut dengan ukuran
panjang bervariasi. Dapat dikatakan tidak mengandung matriks. Sel-sel tersusun
dalam berkas-berkas yang dibungkus oleh jaringan pengikat. Jaringan otot
memiliki daya kerut yang cukup tinggi, panjangnya dapat menyusut sampai
separuh atau sepertiga panjang normal. Jaringan otot dapat dibedakan atas
a. Otot Jantung
Dalam beberapa hal strukturnya ada kemiripan dengan otot seranlintang
maupun otot polos. Serabut-serabutnya tidak terpisah satu sama lain seperti
serabut- serabut otot otot polos, melainkan berhubungan satu sama lain
dengan perantara penghubung-penghubung yang berjalan condong sehingga
membentuk jaringan kontraktil.
b. Otot Polos,
Tersusun atas sel-sel atau serabut-serabut otot yang berbentuk kumparan
pipih, kadang-kadang ujungnya berbelok. Serabut itu panjangnya 0,05 mm
dan lebarnya sel-sel atau serabut-serabut otot yang berbentuk kumparan pipih,
kadang-kadang ujungnya berbelok. Serabut itu panjangnya 0,05 mm dan
1
lebarnya mm. Ditengah tengah serabut terdapat nucleus dikelilingi oleh
160
sarkoplasma.
c. Otot Seran Lintang
Otot ini umunya melekat pada tulang-tulang kecuali pada otot lidah.
Dipandang dari wujudnya otot ini disebut otot seran lintang. Setiap otot seran
lintang tersusun tas sejumlah besar sarabut-serabut halus yang rata-rata
panjang 120 mm dan diameternya 100 mikron.
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

4. Jaringan Epitel
Jaringan epitel terdiri atas satu atau banyak lapis sel, yang menutupi
permukaan dalam dan luar suatu organ. Secara embriologi, jaringan ini berasal
dari lapisan ektoderm, mesoderm atau endoderm. Di bagian tubuh luar, epitel
ini membentuk lapisan pelindung, sedangkan pada bagian dalam tubuh,
jaringan epitel terdapat disepanjang sisi organ. Jaringan epitel dibedakan
berdasarkan bentuk dan jumlah lapisan sel penyusunnya, yaitu

1. Epithelium Satu Lapis. Epithel ini terdiri atas sel-sel berbentuk pipih,
kubus dan silindris. Epithelium pipih selapis ditemukan antara lain pada
lapisan endotel pembuluh darah. Epithelium berbentuk kubus ditemukan
pada kelenjar tiroid dan pembuluh darah. Epithelium berbentuk silindris
ditemukan pada lambung atau usus.
2. Epithelium berlapis banyak yang dibentuk oleh beberapa lapis sel yang
berbentuk pipih, kuboid, atau silindris. Epithelium ini dapat ditemukan di
kulit, kelenjar keringat dan uretra.

3. Berikan gambar beserta bagian-bagiannya dari pengamatan jaringan hewan menggunakan


mikroskop pada perbesaran 400x pada jaringan berikut :
a. Jaringan saraf
b. Jaringan ginjal
c. Jaringan esofagus

a. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Jaringan saraf
mempuyai sel penyusun yang dapat menerima impuls dan stimulus dimana
kerjanya sangat cepat bila mendapatkan stimulus dari bagian luar. Jaringan
ini mempuyai fungsi khusus pada proses penghantar impuls. Disusun oleh
elemen sesungguhnya yaitu neuron, sel jaringan intersitial, dan jaringan ikat
biasa. Ada tiga macam sel penyusun safa

b. Jaringan ginjal
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

c. Jaringan esofagus
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

DIAGRAM ALIR

Preparat Hewan

Diletakkan di meja objek mikroskop

Diamati pada perbesaran 100x dan 400x

Digambar

Hasil
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

DIAGRAM ALIR

Preparat jaringan tumbuhan

Diletakkan di meja preparat

Diatur hingga tepat pada lingkaran

Ditentukan perbesaran lensa yang digunakan

Diamati objek yang terlihat

Digambar

Hasil
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

PRE-LAB

1. Sebutkan dan jelaskan jenis jaringan pada tanaman


Menurut Fahn (2007), jenis jaringan pada tanaman adalah
1. Jaringan Meristem
Jaringan Meristem adalah jaringan yang terus menerus mengalami
pembelahan atau masih bersifat embrionik. Sel- sel meristem membelah terus
untuk menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil pembelahan akan tetap berada
dalam jaringan meristem yang disebut sel inisial atau sel permulaan. Sedangkan
sel- sel baru yang digantikan kedudukanya oleh sel meristem disebut derivative
atau turunan. Proses pertumbuhan dan splesialisasi secara morfo-fisioligis sel
yang dihasilkan oleh meristem disebut diferensiasi. Jaringan yang mrngalami
diferensiasi akan kehilangan karakteristik embrionik dan menjadi
dewasa/permanen.
Ciri- ciri jaringan meristem.
(1) Sel-selnya muda, aktif melakukan pembelahan dan pertumbuhan.
(2) Ukuran selnya kecil dan seragam.
(3) Letak sel-sel rapat, tidak ada ruang antar sel.
(4) Bentuk sel bervariasi: bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel
tipis.
(5) Banyak mengandung sitoplasma sebagai tempat terjadinya berbagai reaksi.
(6) Memiliki inti sel satu atau lebih, inti sel relatif besar.
(7) Vakuola kecil atau hampir tidak ada.

Berdasarkan asal pembentukannya, meristem dibedakan menjadi


promeristem, meristem primer dan meristem sekunder.
a. Promeristem, jaringan yang ada pada saat tumbuhan masih dalam
tingkat embrio.
b. Meristem Primer
Meristem yang sel-selnya secara langsung berkembang dari sel-sel
embrionik, atau lanjutan dari kegiatan embrio/lembaga. Meristem
primer, misalnya pada ujung akar dan ujung batang, mengakibatkan
pertumbuhan primer berupa pertambahan tinggi. Daerah meristematik
yang dibentuk promeristem berupa: protoderma, prokambium dan
meristem dasar (ground meristem). Ketiganya inilah yang disebut
sebagai meristem primer. Protoderma akan membentuk jaringan
epidermis. Prokambium akan membentuk kambium
fasikuler/intrafasikuler yang nantinya membentuk jaringan pembuluh
primer (xilem primer dan floem primer). Meristem dasar akan
membentuk jaringan dasar tumbuhan yang mengisi empulur maupun
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

korteks, misalnya parenkim, kolenkim dan sklerenkim.

c. Meristem Sekunder
Merupakan Meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang
sudah mengalami diferensiasi dan menjadi bersifat embrional kembali.
Contohnya adalah kambium intervasis. Kambium interfasikuler
berkembang dari parenkimakar/batang yang terletak diantara xilem dan
floem.

2. Jaringan Dewasa (permanen)

Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil diferensiasi


sel-sel yang dihasilkan jaringan meristem, sehingga memenuhi suatu fungsi
tertentu. Jaringan dewasa pada umumnya pertumbuhan terhenti atau sementara
terhenti. Jaringan dewasa ada yang disebut permanen karena telah mengalami
diferensiasi yang sifatnya irreversibel.|

Ciri-ciri jaringan dewasa antara lain:

a. Tidak melakukan aktivitas membelah diri


b. Ukuran sel relatif lebih besar daripada sel meristem, vakuola berukuran
besar
c. Plasma sel sedikit hanya seperti selaput yang menempel pada dinding sel
d. Sel kadang telah mati (tidak ada sitoplasma)
e. Terdapat ruang antar sel, kecuali pada epidermis.

3. Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis ini berada paling luar pada alat-alat tumbuhan primer seperti
akar, batang, bunga, buah, biji, dan daun. Epidermis tersusun atas satu lapis sel
saja. Bentuknya bermacam-macam, misalnya isodiametris yang memanjang,
berlekuk-lekuk. Epidermis tersusun sangat rapat sehingga tidak terdapat
ruangan-ruangan antar sel. Episermis merupakan sel hidup karena masih
mengandung protoplas, walaupun dalam jumlah sedikit.

Ciri-Ciri jaringan epidermis antara lain:

a. Sel-selnya hidup, biasanya terdiri dari satu lapis sel tunggal


b. Sel-sel rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar
sel.
c. Memiliki beragam bentuk, ukuran dan susunannya
d. Tidak memiliki klorofil
e. Dinding sel ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang
menghadap ke permukaan dan ada pula yang semua sisi dindingnya tebal
berlignin.
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

4. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xilem dan
floem. Xilem meliputi trakea dan trakeida serta unsur-unsur lain seperti serabut
dan parenkim xilem. Xilem, khususnya trakea dan trakeida berfungsi
mengangkut mineral dan air dari akar sampai daun, sedangkan floem berfungsi
mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian organ yang lain, yaitu batang,
akar, atau umbi. Floem terdiri dari buluh tapis, sel pengiring dan parenkim
floem.

a. Xilem

Xilem merupakan suatu jaringan pengangkut yang kompleks terdiri


dari berbaai macam bentuk sel. Pada umumnya sel-sel penyusun xilem telah
mati dengan dinding sel yang sangat tebal tersusun dari zat lignin sehingga
xilem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Unsur-unsur xilem terdiri
dari unsur trakeal, serat xilem dan parenkim xilem.

b. Floem
Floem merupakan jaringan pengangkut yang berfungai mengangkut
dan mendistribusikan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke bagian
tumbuhan yang lain. Floem tersusun dari berbagai macam bentuk sel-sel
yang bersifat hidup dan mati. Unsur-unsur floem meliputi unsur tapis, sel
pengiring, sel albumin (pada Gymnospermae), serat-serat floem dan
parenkim floem.

5. Jaringan Gabus
Jaringan ini memiliki sifat lebih kuat daripada epidermis, terdapat di bagian
tepi alat-alat tumbuhan. Pada tumbuhan yang berumur panjang, bila epidermis
telah mati atau tidak aktif, maka jaringan gabus ini menggantikan fungsi
epidermis yaitu sebagai pelindung jaringan di bawahnya. Jaringan gabus
dibentuk oleh kambium gabus yang disebut felogen. Sel-sel gabus mengandung
suberin dan kutin. Letak jaringan gabus rapat antara satu dengan yang lain.
Ruang antar selnya tidak ada, sehingga sukar ditembus air dan gas. Dengan
adanya celah-celah atau pori-pori pada lapisan gabus yang disebut lintisel, maka
kesulitan itu dapat ditanggulangi karena air, gas-gas bisa menerobos dan
melaluinya.

2. Sebutkan tujuan terhadap pengamatan jaringan tanaman?

Tujuan terhadap pengamatan jaringan tanaman menurut Sudjaji (2007), adalah:


Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4

1. Mahasiswa mampu mengetahui struktur dan bentuk jaringan pada tanaman dan
hewan
2. Mahasiswa mampu menggunakan mikroskop dengan baik
3. Mahasiswa mampu menggambar jaringan dari beberapa jenis tanaman dan hewan
4. Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam jaringan pada tanaman dan hewan.

3. Berilah tanda V untuk setiap komponen yang dimiliki sel tanaman


Komponen Sel Tanaman
Dinding sel V
Plasma membran V
Nukleus V
Nukleolus V
Ribosom V
Endoplasmic retikulum V
Aparatus golgi V
Lisosom -
Mitokondria V
kloroplas V
Peroxisomes V
Sistokeleton V
sentriol -
4. Jelaskan prinsip pengujian pengamatan jaringan tanaman

Prinsip pengujian pengamatan jaringan tanaman yaitu pada tanaman suatu sel atau
irisan jaringan tanaman yang sering disebut eksplan secara aseptic diletakkan dan
dipelihara pada medium yang cocok dan dalam keadaan steril. Pengamatan kultur
jaringan pada tumbuhan merupakan suatu cara untuk mengamati suatu rangkaian
(kumpulan) sel-sel yang mempuyai bentuk dan fungsi yang sama. Dan struktur
jaringan tertentu mempuyai bentuk, ukuran dan fungsi yang khusus. Beberapa macam
jaringan berangkai membentuk suatu kesatuan dalam bentuk susunan dan gungsi yang
disebut organ atau alat tumbuhan (Syamsuri, 2007).

5. Sebutkan macam-macam penampakan kerusakan jaringan yang dapat terjadi pada saat
pengamatan jaringan tanaman!

Menurut Suwasono (2008), penampakan kerusakan jaringan yang dapat terjadi pada
saat pengamatan jaringan tanaman antara lain adalah sebagai berikut
Nama Siti Sonia Nur Indarwati
NIM 175100601111013
Jurusan Keteknikan Pertanian
Kelas K
Kelompok K4