Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di zaman sekarang ini, Pekerja Seks Komersial bukan lagi menjadi hal yang tak biasa
dikalangan masyarakat terutama remaja. Seperti diketahui bahwa PSK sangat identik dengan
penyakit-penyakit kelamin. Namun penyakit yang terjadi pada wanita maupun pria yang
berhubungan dengan alat reproduksinya sebagian besar kurang mendapat perhatian.
Penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit menular atau penyakit yang
menyerang sistem reproduksi ini semakin tinggi karena semakin bebasnya hubungan seksual.
Sehingga perlu adanya kajian mengenai penyakit-penyakit yang menyerang sistem
reproduksi sebagai wujud pencegahan sedini mungkin. Tidak dapat disangkal bahwa masalah
PSK sangat erat kaitannya dengan kesehatan reproduksi dan masalah ketimpang status sosial
kaum perempuan. Perilaku seksual yang selalu berganti pasangan membuat para PSK
mempunyai resiko yang tinggi untuk tertulari dan menularkan penyakit seksual. Disebagian
besar lokalisasi, pemeliharaan kesehatan bagi pekerjaannya dilakukan oleh para medis atas
inisiatif sendiri. Mengingat kualitas paramedik di Indonesia pada umumnya, sangat sulit
diharapkan bahwa mereka akan melakukan penyuluhan dan konseling tentang penyakit
menular seksual ke lokasi-lokasi PSK (Manuaba, 1999).

B. Rumusan Masalah
Beberapa rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem reproduksi?
2. Apa sajakah penyakit- penyakit yang menyerang sistem reproduksi?
3. Apa sajakah faktor-faktor penyebab penyakit?
4. Bagaimakah upaya pencegahan yang dapat dilakukan?

C. Tujuan Penulisan
Beberapa tujuan penulisan dalam makalah ini adalah untuk:
1. mengetahui maksud dari sistem reproduksi.
2. mengetahui penyakit-penyakit yang menyerang sistem reproduksi.
3. mengetahui faktor-faktor penyebab penyakit.
4. mengetahui upaya pencegahan yang dapat dilakukan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari
testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya.Pengetahuan tentang Anatomi dan Fisiologi
sistem reproduksi pada manusia merupakan ilmu yang paling dasar/basic bagi setiap pelaku
kesehatan reproduksi khususnya para wanita. Reproduksi atau perkembangbiakan merupakan
bagian dari ilmu faal(fisiologi). Reproduksi secara fisiologis tidak vital bagi kehidupan
individual dan meskipun siklus reproduksi suatu manusia berhenti, manusia tersebut masih
dapat bertahan hidup, sebagai contoh saat mencapai menopause dan andropouse tidak akan
mati. Pada umumnya reproduksi baru dapat berlangsung setelah manusia tersebut mencapai
masa pubertas atau dewasa kelamin, dan hal ini diatur oleh kelenjar-kelenjar endokrin dan
hormon yang dihasilkan dalam tubuh manusia. Reproduksi juga merupakan bagian dari
proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu generasi.

B. Penyakit-Penyakit Yang Menyerang Sistem Reproduksi


1. HIPOGONADISME
Menurut pengertian medis, hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang
disebabkan interaksi hormon seperti androgen dan testosteron. Hipogonadisme dijumpai jika
didapatkan konsentrasi hormon testosteron yang rendah atau kerja hormon testosteron yang
tidak kuat. Nama hipogonadisme itu sendiri berasal dari dua nama kelenjar yang
memengaruhi fungsi testis sebagai penghasil testosteron dan spermatozoa, yaitu kelenjar
gonadotropik dan kelenjar hipofisis.Orang tua harus mewaspadai kemungkinan
hipogonadisme pada anak laki-laki, karena gangguan penyakit ini berdampak serius pada
kualitas hidup mereka kelak. Hipogonadisme dapat mengakibatkan perubahan mental dan
psikis anak yang disebabkan kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, hot flashes (rasa panas di
wajah), hingga penurunan gairah seks. Pada usia yang lebih dewasa, penderita juga akan
mengalami disfungsi ereksi, infertilitas, dan bahkan osteoporosis.
2. ROSTATITIS
Prostate adalah organ kecil yang berlokasi pada dasar dari kantong kemih yang dibungkus
sekeliling urethra, tabung yang mengosongkan kantong kemih melalui penis. Ia duduk
dimuka dari rectum, dan bagian belakang dari organ dapat dirasakan melalui pemeriksaan
rectal oleh dokter.
Tujuan prostate adalah untuk membantu sistim reproduksi pria. Ia membuat sampai 70% dari
cairan yang diejakulasikan sewaktu hubungan kelamin, mencampurkan sekresi-sekresinya
dengan sperma yang dibuat didalam testicles. Prostate juga berkontraksi pada saat ejakulasi
untuk mencegah aliran retrograde (atau balik) dari semen kedalam kantong kemih.
Karena lokasinya, gejala-gejala dari segala persoalan prostate cenderung berhubungan
dengan kantong kemih dan dapat termasuk urgensi untuk membuang air kecil (kencing),
frekwensi dari kencing, rasa terbakar waktu kencing (dysuria), aliran kencing yang sedikit,
atau ketidakmampuan untuk memulai aliran kencing.
Prostatitis adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan peradangan (-itis)
prostate. Karena istilahnya begitu umum, ia tidak dengan cukup menggambarkan batasan dari
kelainan-kelainan yang dapat dihubungkan dengan peradangan prostate. Oleh karenanya,
empat tipe-tipe dari prostatitis dikenali.
Ada empat tipe-tipe dari prostatitis:

 Acute bacterial prostatitis (prostatitis bakteri akut)


 Chronic bacterial prostatitis (prostatitis bakteri kronis)
 Chronic prostatitis without infection (prostatitis kronis tanpa infeksi)
 Asymptomatic Inflammatory Prostatitis (peradangan prostatitis asymptomatic)

3. KISTA
Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus
haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. Kista merupakan suatu benjolan/tumor
berisi cairan yang umumnya berbentuk seperti buah bertangkai. Kista dapat tumbuh di mana
saja dan jenisnya bermacam-macam. Cairan kista bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga
cair (serous). Isi cairan bisa berupa air, darah, nanah atau cairan coklat kental. Kista yang
berada didalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor
ovarium. Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Akan tetapi, tidak
menutup kemungkinan bahwa kista ovarium dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas
sampai menopause, bahkan selama kehamilan.
4. MYOM
Myom adalah suatu tumor jinak pada rahim yang berasal dari otot rahim. Biasa disebut
mioma atau myom atau tumor otot rahim. Tumor ini letaknya pada alat reproduksi wanita.
Asal mulanya penyakit mioma uteri berasal dari otot polos rahim. Beberapa teori
menyebutkan pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan
mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan
(miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada
kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah
menopause (mengecil pada pascamenopause).Sering kali tumor jinak rahim ke arah rongga
ini membesar dan bertumbuh keluar dari mulut rahim. Tumor yang ada dalam rahim dapat
tumbuh lebih dari satu, teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol-benjol sesuai
ukuran tumor. Beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram saja, namun bisa juga mencapai
5 kilogram atau lebih. Gejala Umum Myom Mioma sangat umum terjadi pada wanita usia
reproduktif. Sekitar 25% wanita usia 20 - 40 mempunyai mioma, makin tua umur makin
besar kemungkinan mendapatkan mioma. Kebanyakan dari mereka tidak mengetahuinya
karena tidak merasakan atau tidak menyadari gejalanya dan baru mengetahuinya ketika
memeriksakan diri. (Sebagian penyakit ini ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan
panggul rutin).
Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor, namun yang paling
sering ditemukan adalah:Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar
masa haid. Bila perdarahan berlebihan akan menyebabkan anemia Rasa nyeri karena tekanan
tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim. Penekanan pada
organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul
lainnya, menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh
darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
Gangguan sulit hamil karena terjadi penekanan pada saluran indung telur sehingga
menghalangi pertemuan sperma dan telur Pada bagian bawah perut dekat rahim terasa kenyal.
Pasangan suami istri sering kali sulit untuk punya anak (infertilitas) disebabkan gangguan
pada tuba, gangguan implantasi pada endometrium, penyumbatan, dan sebagainya.
Mioma Uteri dapat mengganggu kehamilan dengan dampak berupa kelainan letak bayi dan
plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, pendarahan yang
banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta, bahkan bisa menyebabkan
keguguran.
5. ENDOMETRIONIS
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu
dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus. Padahal dalam keadaan
normal endometrium hanya ditemukan didalam lapisan rahim. Biasanya endometriosis
terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut. Endometrium yang salah
tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim.
Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran
yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut
di dalam perut atau lapisan rongga dada. Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam
paru-paru. Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan
pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain yang meningkatkan resiko
terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali
pada usia diatas 30 tahun dan kulit putih. Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15%
wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada
usia remaja. ndometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi
jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.
6. KANKER SERVIKS
Penyakit Kanker Serviks adalah jenis kanker yang menyerang organ reproduksi perempuan
yakni leher rahim yang disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV). Penyakit
Kanker Serviks bisa menyebabkan penderitanya meninggal apabila si penderita tidak segera
melakukan upaya pengobatan.
Gejala Penyakit Kanker Serviks :

 Pendarahan tak normal Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami
pendarahan yang tak normal pada bagian vagina. Dalam sebulan, pendarahan bisa jadi
parah atau hanya sedikit. ( obat tradisional kanker serviks )
 Keputihan parah Gejala kanker serviks lainnya adalah terjadinya keputihan yang
cukup parah. Hal ini tentu saja berbeda bagi tiap wanita. Beberapa bisa mengalami
keputihan yang berbau tak sedap, tebal, atau sangat berlendir. Jika Anda mendapati
keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.
 Nyeri panggul Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami
menstruasi. Hal ini normal. Namun Anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi di
saat-saat lainnya. Wanita yang memiliki kanker serviks biasa mengalami nyeri
panggul selama berjam-jam. Rasa sakit sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan,
atau sangat parah.
 Nyeri saat buang air kecil Merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan
penderita kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah
menyebar ke kandung kemih.
 Pendarahan saat tidak menstruasi, setelah seks, atau saat pemeriksaan panggul
Terjadinya pendarahan saat berhubungan seks atau pemeriksaan panggul adalah salah
satu gejala kanker serviks. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim selama
beraktivitas. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa menyebabkan pendarahan
setelah aktivitas tau seks pada wanita.
7. BARTOLINTIS
Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan
pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman
pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar.
 Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh :
 Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.
 Jamur : kandida albikan.
 Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
 Bakteri : neiseria gonore.
 Patofisiologi
Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri
tekan.Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau
duduk,juga dapat disertai demam. Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke
PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan
suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin. Terdapat
abses pada daerah kelamin Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan
bercampur dengan darah.
 Pengobatan Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan
cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam
mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa
nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.
8. VULVOVAGINATIS
Merupakan suatu peradangan pada vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala
keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih/putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini
dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme misalnya Gardnerella vagimalis,
Trichomonas vaginalis, Candida albicans, virus herpes, Candyloma accuminata, dll.
9. HERPES SIMPLEX GENITALIS
Merupakan gangguan pada bagian luar kelamin berupa gelembung-gelembung berisi
cairan. Gelembung air diakibatkan karena infeksi virus Herpes (HSV2). Gejalanya dapat
berupa demam dan menimbulkan sensasi perih bila tersentuh. Bila menginfeksi sampai
bagian dalam organ intim wanita, virus ini bisa menyebabkan nyeri sendi hingga rasa pegal di
area pinggang. Pengobatan penyakit ini dengan obat antivirus. Pencegahannya dilakukan
dengan menjaga daerah organ intim agar tidak terlalu lembap dan tetap bersih.
10. HIPOGONADISME
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi
hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas,
impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi
hormon.
11. PROSTATITIS
Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada
uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa
nyeri bila buang air kecil. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun
bukan bakteri.
12. EPIDIDIMITIS
Epididimtis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Organisme
penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.
13. ORKITIS
Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi
pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.
14. KANKER PROSTAT
Gejala kanker prostat mirip dengan hyperthropic prostat. Menimbulkan banyak kematian
pada pria usia lanjut.
15. KANKER TESTIS
Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa
menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum
(kantung zakar).
16. IMPOTENSI
Impotensi yaitu ketidakmampuan ereksi ataupun mempertahankan ereksi penis pada pada
hubungan kelamin yang normal.
17. . SIFILIS
Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Tanda-tanda sifilis, antara
lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; pembengkakan getah bening
pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada
tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki. Tanda-tanda penyakit ini dapat hilang, namun
bakteri penyebab penyakit tetap masih di dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat
menyerang otak sehingga bisa mengakibatkan kebutaan dan gila. Penyakit ini dapat
disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.
18. AIDS
Faktor lain yang juga mempengaruhi kualitas penduduk adalah penyakit. Penyakit yang
terkait dengan reproduksi secara langsung adalah penyakit yang ditularkan melalui alat
reproduksi seperti penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang
disebabkan oleh Virus HIV (Human Immune Deficiency Virus) dan penyakit kelamin yang
lain. AIDS adalah penyakit mengerikan yang sampai saat ini sudah menular ke berbagai
negara. Penularan AIDS ini baru disadari dalam masa modern ini, sehingga sering disebut
pandemi modern. AIDS menuntut perhatian kita semua.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Reproduksi manusia secara vivipar (melahirkan anak) dan fertilisasinya secara internal
(di dalam tubuh), oleh karena itu memiliki alat-alat reproduksi yang mendukung fungsi
tersebut. Alat-alat reproduksi tersebut dibagi menjadi alat reproduksi bagian dalam dan alat
reproduksi bagian luar yang masing-masing alat reproduksi tersebut telah disebutkan dan
dijelaskan dalam makalah ini.
Untuk itu memiliki kelainan atau gangguan pada salah satu system Reproduksi dapat
berakibat buruk pada kelangsungan hidup dan keturunan kita.
Selain itu dalam makalah ini juga membahas sedikit tentang proses terjadinya dan
penyebab kelainan dan gangguan system Reproduksi.

B. Saran
Diharapkan kepada siswa/i agar dapat memahami dan mempelajari lebih dalam tentang
sistem reproduksi pada manusia karena sistem reproduksi ini sangat penting bagi
kelangsungan hidup agar tetap lestari.
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini . Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikannya dengan baik . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada
baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW .
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Penyakit Pada
Sistem Reproduksi Manusia” , yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber . Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan . Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan .
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah Makalah
yang baik dan sesuai kaidah .
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada para
pembaca . Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan . Penyusun
membutuhkan kritik dan saran dari para pembaca yang membangun .

Rancakalong, Agustus 2019

Penyusun
MAKALAH
KELAIANAN PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Disusun Oleh :

Kiki Farel

Kelas IX – B

SMP NEGERI 1 RANCAKALONG


2019