Anda di halaman 1dari 2

terjadi trismus oleh karena peradangan pada m. Pterigoideus medialis.

Sedangkan bagian
posterior disebut poststyloid yang berisi carotid sheath, N IX, X, XI, XII, saraf simpatis dan
limfonodi. Bila terjadi abses pada daerah ini maka akan menimbulkan iritasi pada
selubungnya yang selanjutnya akan menyebabkan perdarahan masif, trombosis vena jugularis
serta sepsis. Spasia ini ada hubungan dengan spasia retrofaring di posteromedial dan dengan
spasia mascinator di lateral serat terlibat secara langsung pada penyebaran abses peritonsil.

4 SSNHL dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering menyerang pasien berusia 43
hingga 53 tahun dan terdistribusi secara merata di antara pria dan wanita. Pemeriksaan dini
ke dokter dan institusi perawatan awal meningkatkan prognosis untuk pemulihan
pendengaran. Tujuan langsungnya adalah menemukan penyebab yang dapat diobati atau
didefinisikan dari gangguan pendengaran yang tiba-tiba.5

Ada sejumlah penyebab gangguan pendengaran

INTRODUCTION

Sudden sensorineural hearing loss (SSNHL) is first

ascribed to Dekleyn in 1944.1 It commonly presents as

acute hearing loss occurring within 72 hours and is an

emergency condition requiring immediate medical

attention. Sudden sensorineural hearing loss (SSNHL) is

defined as a hearing loss of 30 dB or more in one ear or

both over at least three contiguous frequencies in

audiometry, over a period of 72 hours or less. Hearing

loss can range from mild hearing impairment to a total

loss of hearing, and may be temporary or permanent.2

Estimated incidence of SSNHL typically range from 2 to

20 per 100,000 people per year.3,4 SSNHL can occur at

any age, but most commonly affects patients 43 to 53

years of age and is equally distributed among males and


females. Early presentation to a physician and early

institution of treatment improves the prognosis for

hearing recovery. The immediate goal is