Anda di halaman 1dari 5

Adanya beberapa kelainan / hambatan pada proses persalinan yang menyebabkan bayi tidak

dapat lahir secara normal / spontan, misalnya plasenta previa sentralis dan
lateralis, panggul sempit, disproporsi cephalo pelvic, rupture uteri mengancam, partus lama,
partus tidak maju, pre-eklamsia, distosia serviks, dan malpresentasi janin. Kondisi
tersebut menyebabkan perlu adanya suatu tindakan pembedahan yaitu Sectio Caesarea
(SC). Dalam proses operasinya dilakukan tindakan anestesi yang akan menyebabkan
pasien mengalami imobilisasi sehingga akan menimbulkan masalah intoleransi aktivitas.
Adanya kelumpuhan sementara dan kelemahan fisik akan menyebabkan pasien tidak
mampu melakukan aktivitas perawatan diri pasien secara mandiri sehingga timbul masalah
defisit perawatan diri. Kurangnya informasi mengenai proses pembedahan, penyembuhan,
dan perawatan post operasi akan menimbulkan masalah ansietas pada pasien. Selain itu,
dalam
proses pembedahan juga akan dilakukan tindakan insisi pada dinding abdomen sehingga
menyebabkan terputusnya inkontinuitas jaringan, pembuluh darah, dan saraf - saraf di
sekitar daerah insisi. Hal ini akan merangsang pengeluaran histamin dan prostaglandin yang
akan menimbulkan rasa nyeri (nyeri akut). Setelah proses pembedahan berakhir, daerah insisi
akan ditutup dan menimbulkan luka post op, yang bila tidak dirawat dengan baik
akan menimbulkan masalah resiko infeksi. (Manuaba, 2008)

P e r s a l i n a n d e n g a n S e c t i o C a e s a r i a , m e m e r l u k a n p e r a w a t a n ya n g
l e b i h k o p r e h e n s i f y a i t u : perawatan post operatif dan perawatan post partum.Manifest
asi klinis sectio c a e s a r e a m e n u r u t D o e n g e s ( 2 0 1 0 ) , a n t a r a l a i n : 1.

Nyeri akibat ada luka pembedahan 2.

Adanya luka insisi pada bagian abdomen 3.

Fundus uterus kontraksi kuat dan terletak di umbilicus 4.


Aliran lokhea sedang dan bebas bekuan yang
b e r l e b i h a n ( l o k h e a t i d a k banyak) 5.

Kehilangan darah selama prosedur pembedahan kira-


k i r a 6 0 0 - 8 0 0 m l 6.

Emosi labil / perubahan emosional dengan mengekspresikan ketidakmampuan menghadapi


situasi baru 7.

Biasanya terpasang kateter urinarius 8.

Auskultasi bising usus tidak terdengar atau samar 9.

P e n g a r u h a n e s t e s i d a p a t
m e n i m b u l k a n m u a l d a n m u n t a h Status
pulmonary bunyi paru jelas dan vesikuler 11.

Pada kelahiran secara SC tidak direncanakan maka bisanya kurang paham prosedur 12.

Bonding dan Attachment pada anak yang baru dilahirkan.


Hemoglobin atau hematokrit (HB/Ht) untuk mengkaji perubahan dari kadar pra operasi dan
mengevaluasi efek kehilangan darah pada pembedahan. 2.

Leukosit (WBC) mengidentifikasi adanya infeksi 3


Tes golongan darah, lama perdarahan, waktu pembekuan darah 4.
Urinalisis / kultur urine 5.
Pemeriksaan elektrolit . ( Doengoes M. 2010

Pengkajian
Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria, data yang dapat ditemukan meliputi
distress janin, kegagalan untuk melanjutkan persalinan, malposisi janin, prolaps tali pust,
abrupsio plasenta dan plasenta previa.
1. Identitas atau biodata klien
Meliputi, nama, umur, agama, jenis kelamin, alamat, suku bangsa, status
perkawinan, pekerjaan, pendidikan, tanggal masuk rumah sakit nomor register , dan
diagnosa keperawatan.
2. Keluhan utama

3. Riwayat kesehatan
Riwayat kesehatan dahulu: Penyakit kronis atau menular dan menurun sepoerti
jantung, hipertensi, DM, TBC, hepatitis, penyakit kelamin atau abortus.
Riwayat kesehatan sekarang: Riwayat pada saat sebelun inpartu di dapatka cairan ketuban
yang keluar pervaginan secara sepontan kemudian tidak di ikuti tanda-tanda persalinan.
Riwayat kesehatan keluarga : Adakah penyakit keturunan dalam keluarga seperti jantung,
DM, HT, TBC, penyakit kelamin, abortus, yang mungkin penyakit tersebut diturunkan
kepada klien.

4. Pola-Pola Fungsi Kesehatan 1.


a. Pola Persepsi dan Tata Laksana Hidup Sehat

Karena kurangnya pengetahuan klien tentang ketuban pecah dini, dan cara
pencegahan, penanganan, dan perawatan serta kurangnya mrnjaga kebersihan tubuhnya
akan menimbulkan masalah dalam perawatan dirinnya 2.

b. Pola Nutrisi dan Metabolisme Pada klien nifas biasanaya terjadi peningkatan nafsu
makan karena dari keinginan untuk menyusui bayinya. 3.

c. Pola aktifitas Pada pasien pos partum klien dapat melakukan aktivitas seperti biasanya,
terbatas pada aktifitas ringan, tidak membutuhkan tenaga banyak, cepat lelah, pada
klien nifas didapatkan keterbatasan aktivitas karena mengalami kelemahan dan nyeri.
d. Pola eleminasi Pada pasien pos partum sering terjadi adanya perasaan sering /susah
kencing selama masa nifas yang ditimbulkan karena terjadinya odema dari trigono,
yang menimbulkan inveksi dari uretra sehingga sering terjadi konstipasi karena
penderita takut untuk melakukan BAB. 5.

e. Istirahat dan tidur Pada klien nifas terjadi perubagan pada pola istirahat dan tidur
karena adanya kehadiran sang bayi dan nyeri epis setelah persalinan 6.

f. Pola hubungan dan peran Peran klien dalam keluarga meliputi hubungan klien dengan
keluarga dan orang lain. 7.

g. Pola penanggulangan stress Biasanya klien sering melamun dan merasa cemas 8.

h. Pola sensori dan kognitif Pola sensori klien merasakan nyeri pada prineum akibat luka
janhitan dan nyeri perut akibat involusi uteri, pada pola kognitif klien nifas primipara
terjadi kurangnya pengetahuan merawat bayinya 9.

i. Pola persepsi dan konsep diri Biasanya terjadi kecemasan terhadap keadaan
kehamilanya, lebih-lebih menjelang persalinan dampak psikologis klien terjadi
perubahan konsep diri antara lain dan body image dan ideal diri 10.

j. Pola reproduksi dan sosial Terjadi disfungsi seksual yaitu perubahan dalam hubungan
seksual atau fungsi dari seksual yang tidak adekuat karena adanya proses persalinan
dan nifas
Pemeriksaan fisik 1.

1. Kepala
Bagaimana bentuk kepala, kebersihan kepala, kadang-kadang terdapat adanya
cloasma gravidarum, dan apakah ada benjolan
2. Leher
Kadang-kadang ditemukan adanya penbesaran kelenjar tioroid, karena adanya
proses menerang yang salah
3. Mata
Terkadang adanya pembengkakan paka kelopak mata, konjungtiva, dan kadang-
kadang keadaan selaput mata pucat (anemia) karena proses persalinan yang
mengalami perdarahan, sklera kunuing
5. Telinga
Biasanya bentuk telingga simetris atau tidak, bagaimana kebersihanya, adakah cairan
yang keluar dari telinga.
6. Hidung
Adanya polip atau tidak dan apabila pada post partum kadang-kadang
ditemukan pernapasan cuping hidung
7. Dada
Terdapat adanya pembesaran payu dara, adanya hiper pigmentasi areola mamae dan
papila mamae
8. Abdomen
Tampak insisi post op SC, namun pada klien nifas abdomen kendor kadang-kadang
striae masih terasa nyeri. Fundus uteri 3 jari dibawa pusat
9. Genitalia
Pengeluaran darah campur lendir, pengeluaran air ketuban, bila terdapat
pengeluaran mekonium yaitu feses yang dibentuk anak dalam kandungan menandakan
adanya kelainan letak anak.
10. Anus
Kadang-kadang pada klien nifas ada luka pada anus karena rupture
11. Ekstermitas
Pemeriksaan odema untuk mrlihat kelainan-kelainan karena membesarnya uterus,
karenan preeklamsia atau karena penyakit jantung atau ginjal.
Tanda-tanda vital Apabila terjadi perdarahan pada pos partum tekanan darah turun,
nadi cepat, pernafasan meningkat, suhu tubuh turun

Diagnosa Keperawatan a)

Pre Operasi SC
1.

Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi penyakit 2.

Ansietas berhubungan dengan kurangnya informasi tentang prosedur


pembedahan, penyembuhan dan perawatan post operasi
b)

Intra Operasi SC 1.

Perubahan Perfusi Jaringan b.d perdarahan


2.

Devisit Volume Cairan b.d perdarahan


c)

Post SC
1.

Nyeri akut berhubungan dengan injury fisik jalan lahir. 2.

Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan trauma jaringan / luka kering bekas operasi 3.
Menyusui tidak efektif berhubungan dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang cara
menyusui yang bernar. 4.

Konstipasi berhubungan dengan penurunan tonus otot, nyeri luka operasi 5.

Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kondisi diri menurun

Doengoes, M.E. (2010). Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan


dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta : EGC. Mansjoer Arief. (2010). Kapita
Selekta Kedokteran, edisi 4. Jakarta : Media Aesculapius. Manuaba. (2008). Ilmu Kebidanan
Penyakit Kandungan dan Keluarga. Berencana (Edisi 2). Jakarta : EGC. Mochtar, R. (2011).
Sinopsis Obstetri . Jakarta : EGC. Sarwono Prawirohardjo. (2009). Ilmu kebidanan. Jakarta :
Yayasan Bina. Pustaka. Wilkinson, J.M & Ahern, R.N.. (2014). Buku saku diagnosa
keperawatan. Edisi 9. Jakarta : EGC.