Anda di halaman 1dari 13

TUGAS IPA

MATERI BAB 1 (KOMPONEN EKOSISTEM)

OLEH: KELOMPOK 1 (XII AP1)

DENGAN ANGGOTA:

 I GD ANDY PRAMUDITYA PUTRA (03)


 NGAKAN AGUS ARIMBAWA (05)
 NI PT ANANDA WIDYANTARI (09)
 NI MADE DEBI RAHAYU (16)
 NGURAH EKA PUTRA (20)

TAHUN PELAJARAN 2018/2019

SMK PARIWISATA GANESHA UBUD

KATA PENGANTAR

1|Page
Om Swastyastu

Puji dan syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa , Tuhan Maha Esa
karena atas asung kertha waranugraha-Nya kami bisa menyelesaikan penulisan makalah ini yang
berjudul “Komponen Ekosistem”.

Kami menyadari betul apa yang kami tulis dalam makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan, baik menyangkut isi maupun penulisannya. Kekurangan-kekurangan tersebut
terutama disebabkan kelemahan dan keterbatasan pengetahuan beserta kemampuan kami, baik
disadari maupun tidak. Hanya dengan saran dan kritik yang bapak berikan, kekurangan-
kekurangan tersebut dapat diperkecil sehingga makalah ini akan memberikan manfaat yang
maksimal.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi pembaca.

Om, Santih, Santih, Santih, Om

Gianyar, 23 September 2018

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................2

2|Page
DAFTAR ISI..................................................................................................................................3

BAB 1

PENDAHULUAN

 LATAR BELAKANG.......................................................................................................4
 RUMUSAN MASALAH....................................................................................................4

BAB 2

ISI DAN PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN EKOSISTEM.........................................................................................5
B. SIFAT ORGANISME DAN PERANANNYA DALAM EKOSISTEM......................6

C. KOMPONEN EKOSISTEM............................................................................................7

BAB 3

PENUTUP

a. KESIMPULAN................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................13

BAB 1

PENDAHULUAN
3|Page
a. Latar Belakang

Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik
antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup)
dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua
komponen ini tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan dengan air.
Interaksi antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan
keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak
ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga.

b. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:

1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem?


2. Bagaimana sifat organisme dan perananya dalam ekositem?

3. Apa saja komponen-komponen dalam ekosistem?

BAB 2

ISI DAN PEMBAHASAN


4|Page
A. PENGERTIAN EKOSISTEM

Ekosistem sangat penting untuk kelangsungan hidup semua makhluk hidup, termasuk
kita manusia. Ekosistem merupakan interaksi antara organisme dan lingkungan. Ini suatu
hubungan yang sangat diperlukan oleh mahkluk hidup dan memiliki fungsi masing-masing.
Ekosistem mencakup semua makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan organisme) di daerah
tertentu, berinteraksi satu sama lain dan juga dengan lingkungan yang tidak hidup seperti, (cuaca,
bumi, matahari, tanah, iklim, atmosfer). Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi.

Ekosistem adalah sistem yang sangat komplek yang melibatkan organisme individual
lingkungandan interaksi antara organisasi dan antara organisme dan sekitarnya. Organisme yaitu
interaksi antara populasi disebuah komunitas dan fisik masyarakat yang hidup dalam lingkungan
untuk membentuk ekositem. Jaringan pada lingkungan dapat menyebabkan kerusakan yang tidak
dapat diperbaiki semua anggota jaringan lainnya. Ekosistem adalah komunitas biologis yang
terbuat dari beberapa bentuk kehidupan yang berinteraksi dengan lingkungan.

Ekosistem juga merupakan basis aliran energi, bersamaan dengan daur ulang karbon dan
nitrogen. Karbon sangat penting untuk semua rantai makanan, karena jaringan hidup
mengandung karbon. Karbon ini berasal dari atmosfer dan dihasilkan oleh pernapasan hewan,
penguraian bahan organik dan pembakaran bahan bakar. Tanaman hijau menyerap karbon dari
udara digunakan dalam preparasi glukosa (sebagai makanan tanaman). Glukosa (energi) yang
dihasilkan ke dalam tanaman. Saat hewan mengkonsumsinya, karbon diteruskan ke dalam tubuh
hewan dan sisanya dipancarkan ke udara saat tanaman mati.

Dengan cara yang sama, nitrogen akan membentuk sekitar 78% udara, diubah menjadi
nitrat, nodul akar dan bakteri menjadi pengikat nitrogen. Tanaman menggunakan nitrat di dalam
tanah untuk membangun protein. Protein dilewatkan ke hewan yang mengkonsumsi tanaman
hijau. Nitrat kembali ke tanah sebagai kotoran hewan, atau setelah mati dan membusuk. Di
tanah, mereka dipecah oleh bakteri denitrifikasi dan gas nitrogen dilepaskan kembali ke
atmosfer. Ekosistem bertahan dengan siklus karbon dan nitrogen dan semuanya terhubung
dengan sempurna yang kita sebut rantai makanan.

5|Page
Beberapa ekosistemnya adalah lautan, air tawar lainnya, dan lainnya yang berbasis darat.
Ekosistem laut paling umum ditemukan di Bumi, seperti lautan dan organisme hidup yang
mengandung 75% permukaan bumi. Ekosistem air tawar adalah yang paling langka, hanya
mencakup 1,8% permukaan bumi. Terestrial, darat, ekosistem menutupi sisa Bumi. Ekosistem
terestrial dapat dikelompokkan lebih jauh ke dalam kategori luas yang disebut biomes, yang
sebagian besar didasarkan pada iklim. Contoh biomassa terestrial meliputi hutan hujan tropis,
sabana, padang pasir, hutan jenis konifera, hutan gugur, dan tundra.

B. SIFAT ORGANISME DAN PERANANNYA DALAM EKOSISTEM

Berdasarkan sifanya dalam ekosistem, organisme dalam suatu ekosistem terbagi menjadi
dua, yaitu organisme autotrof dan heterotrof adalah jenis Klasifikasi makhluk hidup (organisme)
berdasarkan cara memperoleh makanan. Berikut ini selengkapnya tentang Organisme Autotrof
dan Heterotrof.

a. Organisme Autotrof

Organisme autotrof adalah organisme yang mampu membuat makanannya sendiri dari
bahan anorganik yang tersedia di alam. Bahan-bahan anorganik tersebut diolah dan diubah
menjadi bahan organik yang dibutuhkan oleh organisme untuk kelangsungan hidupnya. Contoh
organisme autotrof adalah tumbuhan hijau. Tumbuhan hijau adalah organisme yang mampu
membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses
pembentukan senyawa organik dari senyawa anorganik dengan bantuan cahaya. Reaksi
fotosintesis terjadi di dalam klorofil. Secara sederhana, proses fotosintesis dapat dirumuskan:

6 CO2 + 6 H2O menghasilkan C6H12O6 + 6 O2 + Energi

Hasil fotosintesis berupa glukosa (karbohidrat) yang digunakan sendiri oleh tumbuhan. Glukosa
yang dihasilkan akan diubah menjadi zat tepung atau pati dan disimpan sebagai cadangan
makanan. Cadangan makanan inilah yang dapat dikonsumsi manusia dan hewan. Tidak semua
tumbuhan hijau yang dapat melakukan fotosintesis merupakan organisme autotrof. Ada
tumbuhan tertentu yang mendapatkan makanan dengan cara menguraikan organisme lain, walau

6|Page
tumbuhan tersebut mempunyai klorofil, contohnya kantong semar, Utricularia sp, dan Drosera
sp. Tumbuhan ini termasuk dalam golongan organisme heterotrof.

b. Organisme Heterotrof
Organisme Heterotrof adalah organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri.
Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan makanannya, organisme ini bergantung pada
organisme lain. Organisme heterotrof meliputi konsumen dan dekomposer. Berdasarkan
makanannya, konsumen yang merupakan organisme heterotrof dibedakan menjadi tiga kelas,
yaitu:
1. Herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Contoh herbivora adalah kambing, sapi, dan
rusa.
2. Karnivora, yaitu hewan pemakan daging. Contoh karnivora adalah kucing, harimau,
serigala, dan beruang.

3. Omnivora, yaitu hewan pemakan segala, baik tumbuhan maupun daging. Contoh
omnivora adalah tikus dan musang.

C. KOMPONEN-KOMPONEN EKOSISTEM

Ekosistem terdiri dari bentuk kehidupan yang ada dalam hubungan simbiosis dengan
lingkungannya. Bentuk kehidupan dalam ekosistem bersaing satu sama lain untuk menjadi yang
paling sukses dalam bereproduksi dan bertahan di ceruk, atau lingkungan tertentu. Dua
komponen utama ada di ekositem: abiotik dan biotik. Komponen abiotik dari ekosistem manapun
adalah sifat lingkungan. Komponen biotik adalah bentuk kehidupan yang menempati ekosistem
tertentu.

Ekosistem mewakili sifat organisme hidup dan dunia mereka yang saling terkait.
Ekosistem bisa sekecil tetes air tambak atau sebesar hutan hujan Amazon. Bila Anda memikirkan
apa yang membuat fungsi ekosistem, konsep kritis berkisar pada komponen organik dan
anorganik dan interaksinya satu sama lain. Konsep ekosistem adalah titik loncat untuk
mempelajari banyak interaksi perilaku dan biologi yang lebih kompleks untuk membentuk
sistem ekologi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut;

7|Page
1. Komponen Biotik

Komponen biotik ekosistem adalah bentuk kehidupan yang mendiaminya. Bentuk


kehidupan dari bantuan ekosistem dalam transfer dan siklus energi. Mereka dikelompokkan
dalam hal cara yang mereka gunakan untuk mendapatkan energi. Produsen seperti tanaman
menghasilkan energi mereka sendiri tanpa menggunakan bentuk kehidupan lainnya; Tanaman
memperoleh energinya dari melakukan fotosintesis melalui sinar matahari. Konsumen ada pada
tingkat berikutnya dari rantai makanan. Ada tiga tipe utama konsumen: herbivora, karnivora dan
omnivora. Herbivora memakan tanaman, karnivora mendapatkan makanan mereka dengan
memakan karnivora atau herbivora lainnya, dan omnivora dapat mencerna jaringan tanaman dan
hewan.

Ini terdiri dari bagian-bagian lingkungan yang hidup, termasuk asosiasi dari banyak
populasi yang saling terkait yang berasal dari spesies yang berbeda mendiami lingkungan yang
sama. Populasi adalah komunitas hewan, komunitas tumbuhan dan komunitas mikroba.
Komunitas biotik dibagi menjadi autotrof, saprotrof dan heterotrof. Autotrof (dari bahasa
Yunani: auto – self, trofos – feeder) disebut produsen, transduser atau konverter. Itu adalah
tanaman fotosintesis, bantalan kloroofil normallu, yang mensintesis senyawa kompleks energi
tinggi (atau makanan) dari bahan baku anorganik yang memanfaatkan bantuan suntikan dan
proses ini disebut fotosintesis. Autortophs membentuk inti semua sistem biotik.

Berdasarkan peran dan fungsinya di dalam ekosistem, makhluk hidup di dalam ekosistem
dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni produsen, konsumen, dan dekomposer. Produsen
berperan sebagai penghasil, konsumen sebagai pemakan dan dekomposer sebagai pengurai.

a. Produsen

Produsen merupakan makhluk hidup yang bisa menghasilkan bahan organik dari bahan
anorganik. Proses ini hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Semua
organisme yang berklorofil tergolong kedalam Produsen. Contohnya ganggang, lumut, dan
tumbuhan hijau.

8|Page
Tumbuhan melakukan fotosintesis dengan bantuan energi cahaya. Hasil fotosintesis
adalah gula. Kemudian gula diubah menjadi zat tepung (karbohidrat). Selain itu, gula juga
diubah menjadi bahan organik yang lain sperti lemak, protein, selulosa dan vitamin. Karbohidrat,
protein, dan lemak merupakan bahan makanan yang kaya akan energi. Artinya, produsen dapat
mengubah energi cahaya menjadi energi kimia pada makanan. Makanan itu akan menjadi sumber
energi bagi produser dan makhluk hidup lainnya.

b. Konsumen

Konsumen berarti pemakan. Semua hewan dan tumbuhan tak berklorofil, misalnya tali
putri, termasuk kedalam golongan konsumen. Konsumen memakan bahan organik yang
dihasilkan oleh produsen. Jadi, konsumen sangat bergantung pada produsen. Karena konsumen
tidak mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Di dalam tubuh konsumen, zat
organik itu dirombak untuk disusun kembali menjadi zat organik yang sesuai.

Hewan yang memakan tumbuhan (herbivora) disebut konsumen tingkat pertama atau
konsumen primer. Contohnya adalah hewan pemakan rumput seperti sapi dan kambing. Hewan
yang memakan konsumen primer disebut konsumen sekunder (konsumen tingkat kedua),
misalnya burng pemakan ulat. Hewan yang memakan konsumen sekunder disebut konsumen
tersier (konsumen tingkat ketiga). Misalnya burung alap-alap yang memangsa burung pemakan
ulat. Demikian seterusnya hingga konsumen terakhir yang disebut konsumen puncak. Manusia
tergolong konsumen yang berada disemua tingkatan. Manusia dapat beradaptasi dengan semua
habitat. Sehingga manusia mendominasi ekosistem.

c. Dekomposer

Sampah atau bangkai membusuk karena adanya proses pembusukan dan penguraian oleh
dekomposer. Yang tergolong kedalam dekomposer adalah bakteri pembusuk dan jamur. Bakteri
pembusuk dan jamur menguraikan bahan organik menjadi bahan anorganik, air, dan gas.
Selanjutnya hasil penguraian tersebut dimanfaatkan kembali oleh produsen.

2. Komponen Abiotik

9|Page
Komponen abiotik merupakan suatu ekosistem terdiri dari aspek nonorganik lingkungan
yang menentukan bentuk kehidupan apa yang dapat berkembang. Contoh komponen abiotik
adalah suhu, kelembaban rata-rata, topografi dan gangguan alam. Suhu bervariasi menurut garis
lintang; lokasi di dekat khatulistiwa lebih hangat daripada lokasi di dekat kutub atau zona
beriklim sedang. Kelembaban mempengaruhi jumlah air dan kelembaban di udara dan tanah,
yang pada gilirannya, mempengaruhi curah hujan. Topografi adalah tata letak tanah dalam hal
elevasi.

Komponen abiotik dari ekosistem adalah semua elemen yang tidak hidup. Mereka
termasuk air, udara, suhu dan batuan dan mineral yang membentuk tanah. Komponen abiotik
suatu ekosistem mungkin termasuk berapa banyak hujan yang turun, apakah itu air tawar atau air
asin, berapa banyak sinar matahari atau seberapa sering ia membeku dan mencair. Komponen
biotik ekosistem hidup dan berinteraksi dengan komponen abiotik. Misalnya, menurut University
of Wisconsin, tanah yang terletak di bawah bayangan hujan gunung akan menerima sedikit curah
hujan. Gangguan alami meliputi tsunami, badai petir, angin topan dan kebakaran hutan. Di dalam
suatu ekosistem, komponen abiotik sangat mempengaruhi kehidupan komponen biotik.
Komponen abiotik ekosistem meliputi matahari, angin, mineral yang terdapat ditanah, oksigen,
karbon dioksida dan air.

a) Gas karbon dioksida dan oksigen

Jumlah karbondiosida diudara sekitar 0,3%, sedangkan oksigen mencapai 21%.


Karbondioksida diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis. Gas oksigen sangat diperlukan
tumbuhan, hewan dan manusia untuk bernapas.

b) Air

Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Rata-rata tubuh organisme 90% terdiri dari
air. Air berfungsi sebagai pelarut dan bahan baku proses di dalam tubuh. Bil tidak ada air,
tumbuhan hijau tidak berfotosintesis, tubuhnya layu dan akhirnya mati. Demikian juga hewan
akan mati bila tidak ada air.

c) Tanah

10 | P a g e
Tanah sangat penting untuk kehidupan. Tanah menyediakan habitat dan sumber makanan
bagi tumbuhan dan hewan. Tanah mengandung air tanah, udara tanah, garam mineral hingga
humus. Tanah yang mengandung humus merupakan tanah yang subur. Tanah yang subur akan
dihuni oleh beraneka ragam organisme. Dengan demikian tanah berpengaruh terhadap
keanekaragaman organisme. Kotoran dan sisa tubuh organisme akan diuraikan oleh
mikroorganisme dan kemudian menjadi penyusun tanah yang subur.

d) Suhu

Suhu dipermukaan bumi dapat dipengaruhi oleh cahaya matahari yang jatuh pada
permukaannya. Suhu lingkungan juga dipengaruhi oleh adanya tumbuhan. Suhu lingkungan
sangat berpengaruh terhadap jenis makhluk hidup yang menguni lingkungan tersebut. Makhluk
hidup umumnya hidup di daerah bersuhu sedang dan perubahan suhunya tidak mencolok. Suhu
yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mengganggu proses didalam tubuh makhluk hidup.

e) Kelembapan

Daerah pegunungan memiliki kelembapan udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan
daerah pantai. Hal ini mempengaruhi terhadap perbedaan jenis organisme yang berhabitat disana.

f) Cahaya matahari

Cahaya matahari adalah sumber energi ekosistem. Cahaya matahari diperlukan tumbuhan
untuk fotosintesis. Hasil fotosintesis berguna sebagai makanan hewan dan manusia. Tumbuhan
dan hewan tidak dapat hidup tanpa cahaya. Cahaya juga mempengaruhi kegiatan hewan. Ada
hewan yang aktif disiang hari (diurnal) adapula hewan yang aktif di malam hari (nocturnal).
Cahaya matahri juga berpengaruh terhadap suhu lingkungan. Kerjasama antara faktor cahaya,
suhu dan kelembapan menentukan iklim suatu wilayah.

BAB 3

PENUTUP

a. Kesimpulan

11 | P a g e
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungannya yang membentuk hubungan
timbal balik. Berdasarkan sifanya dalam ekosistem, organisme dalam suatu ekosistem terbagi
menjadi dua, yaitu organisme autotrof dan heterotrof adalah jenis Klasifikasi makhluk hidup
(organisme) berdasarkan cara memperoleh makanan. Ekosistem tersusun atas dua komponen
utama, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah komponen
ekosistem yang terdiri dari makhluk tak hidup atau benda mati. Komponen abiotik adalah
komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk hidup yang meliputi tumbuhan, hewan, dan
manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Muhammad Yovi , Pengertian Ekosistem. http://woocara.blogspot.com/2015/02/pengertian-


ekosistem-komponen-dan-tipe.html

12 | P a g e
Nursolin, Komponen Ekosistem. https://nursolintamam.wordpress.com/2015/05/22/komponen-dan-
macam-ekosistem/

Sutrisno, “Buku IPA kelas 12”

13 | P a g e