Anda di halaman 1dari 42

BAB I

PENDAHULUAN

A. RASIONAL
1. Latar Belakang
SMK Sunan Giri berdiri tahun 2007. Sekolah ini didirikan dengan tujuan utama agar
peserta didik bisa belajar dengan optimal sesuai dengan standar pendidikan, sehingga
peserta didik bisa berkembang potensi keterampilan untuk bekerja di bidang
pemasaran. SMK Sunan Giri terdiri atas 6 ruang kelas,1 laboratorium komputer, 1
laboratorium pemasaran dan 1 ruang perpustakaan. Selain itu SMK Sunan Giri juga
memiliki kantor guru yang cukup memadai serta lapangan serbaguna.
SMK Sunan Giri bediri cukup lama sekitar 7 tahun, dengan usia sekolah yang
terbilang tua pasti mengalami peningkatan baik dari segi peserta didik, sarana,
prasarana dan pendidik serta tenaga kependidikan. SMK Sunan Giri terbilang sekolah
yang tengah berkembang. Dikatakan berkembang karena dari tahun ke tahun jumlah
input peserta didik selalu bertambah sedangkan outputnya diterima bekerja
diperusahaan-perusahaan yang cukup ternama. Untuk masalah pendidik dan tenaga
kependidikan SMK Sunan Giri 100% telah memiliki ijazah S1/D4, S2. Dan yang patut
diperhitungkan lagi SMK Sunan Giri baik sarana maupun prasarananya telah memadai.
Sebagai contoh SMK Sunan Giri memiliki kompetensi keahlian pemasaran yang
ditunjang dengan adanya laboratorium komputer dan laboratorium pemasaran. Dengan
adanya laboratorium ini peserta didik tidak hanya terpaku dengan materi yang
disampaikan oleh pendidik tetapi peserta didik juga dapat melakukan praktek selain
praktek di tempat industri dan prakerin.
Potensi dan karakteritik menjadi salah satu ciri khas untuk setiap sekolah begitu pula
dengan SMK Sunan Giri. SMK Sunan Giri memiliki potensi dan karakteristik sangat
kuat, yakni di bidang pemasaran. Salah satu buktinya adalah ketika kegiatan prakerin
dilaksanakan SMK Sunan Giri bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan ternama
yang disertai dengan MoU.
2. Dasar Hukum
1. Undang-undang No 20 thn 2003.
2. PP No 19 thn 2005, Ttg. Standar Nasional Pendidikan.
3. Permendiknas No 22, thn 2006 Standar Isi.
4. 4.Permendikbud No 23,24 thn 2006 Standar Kompetensi Lulusan.
5. 5. Permendiknas No 13, thn 2007 Ttg. Standar Kepala Sekolah.
6. Permendiknas No 16, thn 2007 Ttg. Standar Guru.
7. Permendiknas No 19, thn 2007 Ttg. Standar Pengelolaan.
8. Permendiknas No 20, thn 2007 Ttg. Standar Penilaian.
9. Permendiknas No 41, thn 2007 Ttg. Standar Proses.
10. Permendiknas No 24, thn 2007 Ttg. Pedoman Sarpras.
11. Permenegpan & RB No 16, thn 2009 Ttg. Jabatan Guru dan angka kreditnya.
B. VISI
a. Unggul dalam akademik, terampil, kreatif dan inovatif.
b. Mandiri dan berdaya guna.
c. Berakhlaq karimah dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Indikator Visi
a. Menyediakan peralatan pembelajaran yang sesuai standar pendidikan.
b. Mengajarkan sikap mandiri sehingga memiliki daya saing di dunia industri dan usaha.
c. Menanamkan sikap taqwa kepada Allah SWT dengan membiasakan diri solat
berjamaah serta sopan terhadap guru, santun terhadap sesama.
C. MISI
a. Menyelenggarakaan pembelajaran dan bimbingan secara terprogram dan terpadu yang
mengintegrasikan pendidikan karakter bangsa.
b. Menjalin hubungan dan kerja sama dengan dunia usaha.
c. Memberikan keterampilan yang siap diterima di masyarakat.
d. Mempersiapkan peserta didik/peserta didik yang terampil dalam bidang management
business dengan mengikutsertakan pelatihan kerja (PSG) di perusahaan-perusahaan
dan dunia bisnis.
Indikator misi
a. Lembaga bersikap proaktif terhadap perubahan dan perkembangan IPTEK.
b. Menyesuaikan dengan kurikulum terbaru.
c. Menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.
d. Membekali peserta didik dengan keterampilan dan live skill.
D. TUJUAN SMK SUNAN GIRI
a. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja
mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di Dunia Usaha / Dunia Industri
sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program
keahlian pilihannya.
b. Membekali peserta didik agar memiliki jiwa spiritual dan jiwa sosial, yang dicapai
melalui kegiatan keagamaan dan sosial baik di lingkungan sekolah maupun di sekitar
lingkungan sekolah.
c. Membekali peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam
berkompetensi, beradaptasi dilingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional
dalam bidang keahlian yang diminatinya.
d. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni agar mampu
mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang
pendidikan yang lebih tinggi.
BAB II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. PENGERTIAN KURIKULUM
Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I, Pasal 1 ayat (19) Kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab X, Pasal
38 ayat (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan
relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah
dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen Agama
Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah.
Kurikulum, pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip
diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik seperti
yang tercantum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 BAB X, Pasal 36 ayat (2). Sesuai PP
Nomor 19 Tahun 2005 BAB I, Pasal 1 ayat (15) Kurikulum tingkat satuan pendidikan
(KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-
masing satuan pendidikan.
Berdasarkan aturan tersebut maka kurikulum disusun oleh satuan pendidikan dan
komite sekolah, hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan adanya penyesuaian program
pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Berikut adalah struktur kurikulum SMK Sunan Giri, dapat dilihat pada tabel 2.1 di
bawah ini.
Tabel Struktur kurikulum SMK Sunan Giri

Komponen Durasi Waktu (Jam)

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama 192

2. Pendidikan Kewarganegaraan 192

3. Bahasa Indonesia 192

4. Bahasa Inggris 440 a)

5. Matematika

5. 2 Matematika Kelompok Sosial, 403 a)


Administrasi Perkantoran dan Akuntansi
Komponen Durasi Waktu (Jam)

6. Ilmu Pengetahuan Alam

6. 1 IPA 192 a)

7. Ilmu Pengetahuan Sosial 128 a)

8. Seni Budaya 128 a)

9. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 192

10. Kejuruan

10. 1 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan 202


Informasi

10. 2 Kewirausahaan 192

10. 3 Dasar Kompetensi Kejuruan b) 140

10. 4 Kompetensi Kejuruan b) 1044 c)

B. Muatan Lokal : Bahasa Arab 192

C. Pengembangan Diri d) (192)

B. DESKRIPSI KOMPETENSI DASAR, PENGATURAN BEBAN BELAJAR, DAN


ALOKASI WAKTU
1) Mata Pelajaran Produktif
Program Keahlian Pemasaran
Alokasi Waktu
No. MATA PELAJARAN Kelas JJM
TM PS PI
1. Menerapkan prinsip profesional bekerja X 80 40 40 80
1.1 Mengidentifikasi sektor dan tanggung jawab 16 8 8 16
industri
1.2 Menerapkan pedoman, prosedur, dan aturan kerja 16 8 8 16
1.3 Mengelola informasi 16 8 8 16
1.4 Merencanakan pekerjaan dengan 16 8 8 16
mempertimbangkan waktu dan sumber daya
1.5 Mengelola kompetensi personal 16 8 8 16
2. Melaksanakan komunikasi bisnis X 76
1.1. Mengidentifikasi penerima pesan 24 12 4 8
1.2. Membuat pesan bisnis 20 10 4 8
1.3. Menggunakan media komunikasi yang tersedia 20 10 14 28
1.4. Melaksanakan komunikasi bisnis 12 6 2 4
3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan X 96
Alokasi Waktu
No. MATA PELAJARAN Kelas JJM
TM PS PI
Lingkungan Hidup (K3LH)
3.1. Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja 24 12 4 8
(K3)
3.2. Melaksanakan prosedur K3 24 12 4 8
3.3. Menerapkan konsep lingkungan hidup 24 12 4 8
3.4. Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada 24 12 4 8
kecelakaan.
4. Memahami prinsip- prinsip bisnis X 64 32 20 40
4.1. Mendeskripsikan prinsip-prinsip bisnis dan dasar 12 6 4 8
hukum bisnis
4.2. Mengidentifikasi hukum paten, hukum merek dan 12 6 4 8
hukum cipta di Indonesia
4.3. Mengidentifikasi hukum perlindungan konsumen 8 4 4 8
4.4. Mengidentifikasi larangan praktik monopoli 12 6 3 6
4.5. Mengidentifikasi peraturan hukum dagang 12 6 3 6
4.6. Memahami etika bisnis 8 4 2 4
5. Menata produk X 54 27 39 78
5.1. Mendeskripsikan perencanaan visual penataan 12 6 12 24
produk
5.2. Menata display produk 12 6 12 24
5.3. Menjaga display produk agar tetap sesuai dengan 30 15 15 30
standar perusahaan dan perencanaan
6. Melaksanakan negosiasi X 52 26 46 92
1.1. Memberikan tangapan terhadap keberatan dari 16 8 12 24
calon pelanggan
1.2. Melakukan proses tawar-menawar dengan calon 20 10 16 32
pelanggan
1.3. Memotivasi keyakinan calon pelanggan 16 8 18 36
7. Melaksanakan konfirmasi keputusan pelanggan X 72 36 60 120
7.1. Mengidentifikasi sinyal-sinyal dari calon 40 20 30 60
pelanggan
7.2. Membuat konfirmasi keputusan calon pelanggan 32 16 30 60
8. Melaksanakan proses administrasi transaksi X
8.1. Mendeskripsikan berkas-berkas administrasi 40 20 30 60
8.2. Mendeskripsikan transaksi
9. Melakukan penyerahan/ pengiriman produk . X 36 18 18 36
9.1. Menyiapkan barang yang akan diserahkan/dikirim 8 4 6 12
9.2. Melakukan proses penyerahan produk yang dibeli 28 14 12 24
pelanggan
10. Melaksanakan penagihan pembayaran XI 68 34 36 72
10.1 Mengidentifikasi klausul-klausul perjanjian 36 18 20 40
10.2 Melakukan kontak dengan pelanggan 16 8 8 16
10.3 Melakukan proses penagihan pembayaran 16 8 8 16
11. Mengoperasikan peralatan transaksi di lokasi
XI 80 36 48 96
penjualan
11.1 Mengoperasikan alat komunikasi 24 12 12 24
11.2 Mengoperasikan alat hitung 16 4 6 12
11.3 Mengoperasikan mesin pembayaran baik tunai 16 8 12 24
maupun non tunai
11.4 Menyiapkan dan mengoperasikan alat ukur 16 8 12 24
11.5 Menyiapkan dan mengoperasikan alat bantu 8 4 6 12
Alokasi Waktu
No. MATA PELAJARAN Kelas JJM
TM PS PI
verifikasi
12. Menemukan peluang baru dari pelanggan XI 44 22 32 64
1.1 Menganalisis hubungan dengan pelanggan 12 6 8 16
1.2 Menawarkan produk lain yang sesuai dengan 16 8 12 24
kebutuhan dan keinginan pelanggan
1.3 Menindaklanjuti permintaan lain dari pelanggan 16 8 12 24
13. Melaksanakan pelayanan prima (service excellent) XI 44 22 32 64
13.1 Melaksanakan standar penampilan pribadi 12 6 8 16
13.2 Menerapkan prinsip-prinsip pelayanan prima / 16 8 12 24
service excellent
13.3 Memberikan bantuan kepada pelanggan 8 4 6 12
13.4 Melakukan komunikasi dengan pelanggan 8 4 6 12
14. Membuka usaha eceran/ritel (expansion store opening) XII 48 24 25 50
14.1 Mengidentifikasi dasar bisnis ritel 12 6 3 6
14.2 Membedakan klasifikasi dan diferensiasi bisnis 12 6 10 20
ritel
14.3 Menjelaskan distribusi dalam bisnis ritel 8 4 8 16
14.4 Melakukan riset pemasaran dalam bisnis ritel 16 8 4 8
15. Melakukan pemasaran barang dan Jasa XII 112 56 46 92
15.1 Mengidentifikasi segmentasi pasar 8 4 6 12
15.2 Menyusun rencana pencapaian target pasar 12 6 4 8
15.3 Menyusun rencana pemasaran 28 14 12 24
15.4 Menerapkan prinsip prinsip marketing mix 28 14 12 24
15.5 Menerapkan sistem informasi dan teknologi 12 6 4 8
penjualan
15.6 Menghitung PPn, PPh, PPn BM dan Bea Materai 12 6 4 8
15.7 Menerapkan aturan pokok hukum pertanggungan 12 6 4 8
(asuransi).
2) Deskripsi Kompetensi Dasar dan Beban Belajar
Mata Pelajaran Normatif- Adaptif
C. PROGRAM MUATAN LOKAL
Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, menyatakan
bahwa Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi
yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah
termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata
pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai
dengan kompetensi keahlian yang diselenggarakan.
Muatan lokal atau biasa disebut dengan mulok merupakan mata pelajaran wajib yang
tercantum dalam struktur kurikulum merupakan mata pelajaran, sehingga satuan
pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk
setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan dan bentuk penilaiannya adalah kuantitatif
(angka). Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal
setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satu tahun, satuan pendidikan dapat
menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.
Dari pernyataan tersebut di atas ditegaskan bahwa substansi mata pelajaran muatan
lokal untuk Sekolah Menengah Kejuruan harus disesuaikan dengan kompetensi keahlian
yang diselenggarakan, dengan demikian diharapkan bahwa mata pelajaran muatan lokal,
dapat memperkaya dan meningkatkan kompetensi tamatan pada kompetensi keahlian
masing-masing namun SMK Sunan Giri memilih satu macam mulok saja yakni Bahasa
Arab. Alasan SMK Sunan Giri memilih Bahasa Arab sebagai mulok adalah sebagai
berikut :
a. Dasar
Pemikiran pelaksanaan mulok Bahasa Arab adalah karena berbagai pertimbangan
berikut :
1) SMK Sunan Giri merupakan Yayasan Pondok Pesantren yang selalu diidentikkan
dengan menggunakan Bahasa Arab.
2) Merupakan ciri khas bahwa SMK Sunan Giri tidak hanya terkenal dengan
akademiknya (science) namun juga spiritualnya salah satunya adalah penggunaan
bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari.
b. Latar Belakang
SMK Sunan Giri merupakan cabang dari Yayasan Sunan Giri yang bergerak di
akademik. Dengan kata lain SMK Sunan Giri sedikit banyak masih dipengaruhi oleh
lingkungan sekitar. Masyarakat sekitar SMK Sunan Giri kebanyakan menggunakan
menggunakan bahasa madura dalam berkomunikasi tetapi, bahkan tidak jarang bahasa
madura dicampur dengan bahasa jawa. Begitu pula dengan wali murid peserta didik
SMK Sunan Giri yang kebanyakan masih keturunan suku madura, sehingga dengan
adanya bahasa arab sebagai mulok para masyarakat dan wali murid berharap dapat
memperkaya dan meningkatkan kualitas pengembangan keahlian sesuai dengan tuntuan
lapangan kerja.
SMK Sunan Giri mengunggulkan mulok bahasa arab tidak lain untuk membuktikan
bahwa tidak semua sekolah yang berbasis pondok pesantren menggunakan bahasa arab
sebagai mulok dan menggunakan bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
mengunggulkan bahasa arab sebagai mulok maka secara tidak langsung peserta didik
diajarkan untuk mengembangkan potensi dan karakteritik yang ada sehingga menjadi
salah satu ciri khas SMK Sunan Giri. Selain itu dengan menjadikan bahasa arab sebagai
mulok didukung oleh lingkungan sekitar. Adanya bahasa arab sebagai mulok dan ciri
khas SMK Sunan Giri membuat masyarakat menaruh perhatian lebih karena SMK
Sunan Giri.
c. Tujuan
Bahasa arab dipilih sebagai muatan lokal tidak hanya berdasar pada dasar dan latar
belakang melainkan juga memiliki tujuan. Adapun tujuan pemilihan bahasa arab
sebagai muatan lokal adalah :
1) Agar peserta didik mampu menerapkan bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari
beserta maknanya.
2) Agar peserta didik mampu menjadikan bahasa arab sebagai ciri khas SMK Sunan
Giri
d. Jenis
Jenis muatan lokal yang dipilih adalah Bahasa Arab. Berikut adalah SK/KD Bahasa
Arab yang diberikan kepada peserta didik selama 3 tahun.
Tabel SK/KD Mata Pelajaran Mulok (Bahasa Arab)
No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Menguasai 250 kosakata baru dengan 1. Dengan menggunakan 25-30
struktur kalimat yang benar, memahami mufradat baru dan struktur kalimat
teks-teks berbahasa Arab serta yang mengandung bentuk-bentuk
menggunakannya dalam percakapan dan kata tentang
insya’ muwajjah ‫ حرف‬dan ‫ فعل‬,‫اسم‬
. Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
2. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata tentang.
‫النكرة وانواع المعرفة(المعرفة بأل والضمائر‬
)‫والموصول‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
3. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata tentang.
‫الفعل الماضى والفعل المضارع والمصدر‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.

4. Dengan menggunakan 25-30


mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata tentang.
No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
‫الفعل الماضى والفعل المضارع والمصدر‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
5. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata.
‫المبتدأ والخبر (المفرد وشبه الجملة والجملة‬
)‫الفعلية‬

Peserta didik mampu membaca,


memahami, berbicara dan
menulis dalam insya’ muwajjah
sesuai tema dalam materi pokok.
2. Menguasai 250 kosakata baru dengan 1. Dengan menggunakan 25-30
struktur kalimat yang benar, memahami mufradat baru dan struktur kalimat
teks-teks berbahasa Arab serta yang mengandung bentuk-bentuk
menggunakannya dalam percakapan dan kata
insya’ muwajjah
‫ فعل‬+‫أن‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
2. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata.
‫النعت والعطف بالواو‬

Peserta didik mampu membaca,


memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
3. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata.
‫االضافة‬

Peserta didik mampu membaca,


memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
4. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata.
‫الفاعل والمفعول به‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
5. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata.
‫فعل األمر‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
3. Menguasai 250 kosakata baru dengan 1. Dengan menggunakan 25-30
struktur kalimat yang benar, memahami mufradat baru dan struktur kalimat
teks-teks berbahasa Arab serta yang mengandung bentuk-bentuk
menggunakannya dalam percakapan dan kata.
insya’ muwajjah ‫ المبتدأ والخبر والفاعل‬:‫مرفوعات االسماء‬
‫والمعطوف على المرفوع‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
2. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata.
‫ بحروف الجر واالضافة‬:‫مجرورات االسماء‬
‫والنعت على المجرور‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
3. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata.

‫نصب المضارع بأن ولن والم التعليل‬


Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
4. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
kata.
‫جزم المضارع بلم وال الناهية‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
5. Dengan menggunakan 25-30
mufradat baru dan struktur kalimat
yang mengandung bentuk-bentuk
No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
kata.
‫ المركب والمعطوف والمائة واأللف‬:‫األعداد‬
Peserta didik mampu membaca,
memahami, berbicara dan menulis
dalam insya’ muwajjah sesuai tema
dalam materi pokok.
e. Strategi Pelaksanaan
Mata pelajaran mulok diberikan di kelas X, XI, dan XII, baik pada semseter ganjil
maupun genap. Pelaksanaan mulok ini diserahkan pada guru mata pelajaran bahasa
arab namun tidak sepenuhnya. Artinya pelaksanaannya terserah guru mata pelajaran
tapi tetap mengacu pada KTSP yang telah ditetapkan.
f. Penilaian
Sistim penilaian mulok juga diserahkan pada guru mata pelajaran namun tetap guru
harus mengacu pada kurikulum, penilaian dan standar kelulusan yang telah disepakati
dan tercantum pada KTSP.
D. KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI
Pengembangan diri adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran wajib yang
merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri
ini bukan merupakan mata pelajaran sehingga tidak perlu dibuatkan SK, KD dan silabus
namun kegiatan pengembangan diri ini tetap harus dilaksanakan secara terprogram, rutin,
spontan dan keteladanan. Adapun sistim penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan
secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan pada “perubahan sikap dan perkembangan
perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.
Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian
peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan bimbingan dan konseling serta kegiatan
ekstrakurikuler. Dengan kata lain kegiatan pengembangan diri bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai
dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah.
Kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam pengembangan diri, diantaranya pemecahan
masalah pribadi dan kehidupan sosial, penanganan masalah belajar, pengembangan karir,
dan kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam ekstrakurikuler. Pengembangan diri pada
SMK terutama ditujukan untuk bimbingan karir dan pengembangan kreativitas peserta
didik. Kegiatan pengembangan diri ini dapat dilaksanakan dalam dua bentuk kegiatan
yakni bimbingan konseling(kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir), dan/atau
ekstrakurikuler (pengembangan krativitas, kepribadian peserta didik seperti Kepramukaan,
Kepemimpinan, Kelompok Ilmiah Remaja).
a. Bimbingan Konseling
Bimbingan Konseling atau BK adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan
berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru bimbingan dan
konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseling untuk mencapai
kemandirian dalam kehidupannya. Untuk BK di SMK Sunan Giri meliputi konseling
karir, konseling pribadi, konseling sosial dan konseling belajar.
Konseling karir merupakan bentuk upaya sistematis dan logis dari sekolah yang
terprogram serta berkelanjutan dengan tujuan peserta didik dapat termotivasi untuk
berkarir lebih baik. Adapun tugas dari konselor adalah mengarahkan peserta didik
untuk tetap berkarir dan meingkatkan jenjang karirnya ke arah yang lebih baik lagi.
Selain itu konselor juga bertugas menjadi penasihat serta tempat curahan peserta didik
ketika hendak memilih pekerjaan, ketika terjadi mutasi internal.
Konseling belajar merupakan bentuk upaya sistematis dan logis dari sekolah yang
terprogram serta berkelanjutan dengan tujuan peserta didik dapat termotivasi untuk
belajar lebih baik. Adapun tugas dari konselor adalah mengarahkan peserta didik untuk
tetap belajar dan meingkatkan nilai serta live skill yang diperoleh untuk menjadi lebih
baik lagi. Selain itu konselor juga bertugas menjadi penasihat dan temapat curahan
peserta didik ketika peserta didik mengalami permasalahan dengan pembelajaran serta
dengan guru mata pelajaran.
Konseling sosial merupakan bentuk upaya sistematis dan logis dari sekolah yang
terprogram serta objektif dengan tujuan peserta didik dapat termotivasi untuk belajar
dapat bersosialisasi dengan lingkunagn sekitar terutama di lingkungan sekolah. Adapun
tugas dari konselor adalah menjadi penasihat dan tempat curahan peserta didik ketika
peserta didik mengalami permasalahan dengan pserta didik lainnya, dengan lingkungan
sekolah ataupun bahkan dengan salah satu tenaga pendidik serta tenaga kependidikan di
sekolah.
Konseling pribadi merupakan bentuk upaya sistematis dan logis dari sekolah yang
terprogram serta objektif dengan tujuan peserta didik dapat meluapkan masalah
masalah pribadinya yang terpendam, sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar,
berkarir dan bersosialisasi lebih baik. Adapun tugas dari konselor adalah menjadi
penasihat dan tempat curahan peserta didik ketika peserta didik mengalami
permasalahan pribadi dan personal baik dalam dirinya sendiri maupun dengan
keluarganya.
b. Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan
pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan
kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus
diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan
berkewenangan di sekolah/madrasah.
Kegiatan ekstrakurikuler di SMK ditujukan untuk pengembangan kreativitas peserta
didik. Pengembangan kreativitas dimaksudkan untuk menumbuhkan kemampuan untuk
mencipta melalui berbagai kegiatan sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat
secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang
berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Untuk ekstrakurikuler di SMK Sunan Giri meliputi fashion show,theater,
strimin/sulam. Pelaksanaan ektrakurikuler di SMK Sunan Giri adalah diluar jam
pelajaran namun biasanya dilaksanakan diakhir pekan sedangkan untuk waktu/jam
detailnya ditentukan sesuai kesepakatan antara peserta didik dengan pembina
ektrsakurikuler tersebut.
Sedangkan untuk sistim penilaian didasarkan pada 2 hal yakni :
1) Presensi : apabila kehadiran peserta didik minimal 75% maka dinilai Baik (B).
2) Prestasi : apabila kemampuan peserta didik dalam ekstrakurikuler tersebut minimal
75% maka dinilai Baik (B) .
E. PRAKERIN
Prakerin adalah singkatan dari praktek kerja industri, namun masyarakat lebih
mengenal dengan PSG (Pendidikan Sistim Ganda). Prakerin merupakan program
pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta didik di dunia kerja. Dikatakan
praktek kerja industri karena sudah jelas peserta didik melakukan kegiatan praktek di
dunia kerja atau dunia industri yang telah ditetapkan oleh sekolah, dan prakerin ini juga
merupakan implementasi nyata dari PSG serta mengenalkan lebih dini dunia kerja kepada
peserta didik sebagai bagian pengalaman kerjanya. Adapun tujuan dilaksanakannya
prakerin adalah sebagai berikut :
1) Sebagai Pemenuhan Kompetensi sesuai tuntutan Kurikulum
Artinya penguasaan kompetensi dilakukan melalui pembelajaran di sekolah dan dunia
kerja mitra dengan rancangan pembelajaran oleh sekolah dan industri.
2) Sebagai Implementasi Kompetensi ke dalam dunia Kerja
Artinya sarana aktualisasi bahwa apa yang dimiliki peserta didik berguna bagi dirinya
dan orang lain.
3) Penumbuhan etos kerja/Pengalaman kerja.
Artinya peserta didik diperkenalkan lebih dini dengan lingkungan sosial yang berlaku
di dunia kerja, serta menumbuhkan sikap kerja dan kepribadian yang utuh sebagai
pekerja dalam diri setiap peserta didik.
Prakerin ini dilaksanakan ketika peserta didik duduk dibangku kelas XI pada saat semester
genap. Mekanisme pelaksanaan prakerian adalah sebelum dilaksanakannya prakaerin
pihak sekolah mengirimkan surat yang menyatakan bahwa sekolah akan mengadakan
kegiatan prakerin dan meminta kesediaan DU/DI sebagai tempat dilaksanakannya
prakerin. Kemudian setelah menerima surat balasan dari DU/DI sekolah membagi peserta
didik menjadi beberapa kelompok yang disesuaikan dengan jumlah DU/DI yang
digunakan untuk kegiatan prakerin serta disesuaikan dengan permintaan Du/DI. Setelah itu
pihak sekolah mengantarkan peserta didik yang akan melaksanakan prakerin dengan
didampingi kajur dan guru pendaamping untuk masing-masing kelompok.
Adapun kriteria DU/DI yang digunakan untuk pelaksanaan prakerin adalah DU/DI
yang telah memiliki MoU dengan sekolah, sedangkan untuk DU/DI yang memiliki MoU
cukup dengan adanya surat pemberitahuan dan pernyataan bersedia menerima peserta
didik untuk melaksanakan prakerin di tempat Du/DI tersebut. Untuk kriteria peserta didik
yang dapat melaksanakan kegiatan prakerian adalah:
1) Peserta didik kelas XI.
2) Peserta didik yang telah menempuh mata pelajaran Dasar Kompetensi dan nilainya
dinyatakan tuntas.
3) Peserta didik yang telah menempuh mata pelajaran produktif : Menemukan Peluang
Baru dari Pelanggan, Melakukan Penagihan Pembayaran, Mengoperasikan Peralatan
Transaksi di Lokasi Penjualan dan nilainya dinyatakan tuntas.
Sistim penilaian prakerin didasarkan pada 2 hal yakni :
1) Monitoring
Monitoring atau biasa disebut dengan kunjungan. Dalam hal ini monitoring tidak
hanya dilakukan oleh guru pembimbing saja, namun juga dapat dilakukan oleh kajur
dan pihak DU/DI. Dalam monitoring ini guru pembimbing, kajur atau pihak DU/DI
tidak hanya mengontrol bagaimana kinerja peserta didik saat pelaksanaan prakerin
tetpi juga memeberikan motivasi baik secara individu maupun kelompok.
2) Unjuk Kerja
Unjuk kerja dapat berupa laporan hasil pelaksanaan prakerin. Selain itu laporan
hasil pelaksanaan prakerin tersebut nantinya juga akan dilakukan prsentasi di depan
guru pembimbing, kajur atau pihak DU/DI yang ditempati untuk melakasanakan
prakerin baik secara individu maupun kelompok
F. MUTASI PESERTA DIDIK
Mutasi merupakan suatu siklus yang biasa terjadi pada suatu sekolah atau dengan kata
lain mutasi merupakan proses perpindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah
lain. Penyebabnya dipengaruhi beberapa faktor seperti ajakan teman, anjuran orang tua
dan kehendak diri sendiri. Mutasi yang terjadi pada SMK Sunan Giri kebanyakan karena
pengaruh dari lingkungan, hal ini dikarenakan peserta didik mayoritas berasala dari
pondok pesantren.
Mutasi internal adalah perpindahan peserta didik dari satu jurusan ke jurusan yang
lain berasal dari dalam satu sekolah. Mekanisme mutasi internal yakni peserta didik bisa
pindah jurusan sebelum masuk semester genap di kelas X.
Mutasi eksternal adalah perpindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah yang
lain, satu jurusan dan/atau beda jurusan. Mekanisme mutasi eksternal yakni peserta didik
bisa pindah jurusan sebelum masuk semester genap di kelas X atau kelas XI semester
ganjil dalam satu jurusan disertai surat keterangan pindah dari sekolah yang
bersangkutan/asal.
G. PENGATURAN ALOKASI WAKTU JAM MATA PELAJARAN
1) Pengaturan alokasi waktu jam mata pelajaran normatif-adaptif.
Berikut adalah pengaturan alokasi waktu mata pelajaran normatif-adaptif SMK
Sunan Giri, dapat dilihat pada tabel 2.5 di bawah ini.
2) Pengaturan alokasi waktu jam mata pelajaran produktif.
1) Alokasi belajar TM (tatap muka) adalah sesuai dengan struktur kurikulum pada
tabel.
2) Alokasi belajar PS (praktek sekolah) adalah sebanyak dua kali TM.
3) Alokasi belajar PI (praktik industri) adalah sebanyak dua kali praktik sekolah.
Berikut adalah pengaturan alokasi waktu mata pelajaran normatif-adaptif SMK
Sunan Giri, dapat dilihat pada tabel 2.6 di bawah ini.
H. KETUNTASAN BELAJAR
Peserta didik dikatakan belajar tuntas (mastery learning) jika nilai peserta didik
memenuhi KKM, namun jika nilai dari peserta didik tidak memenuhi KKM maka peserta
didik wajib melaksanakan remidi agar dapat dikatakan tuntas dalam pembelajaran.
Sedangkan ketuntasan belajar membahasa dan berisi tentang kriteria ketuntasan
minimal (KKM) permatapelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a. Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100%, dgn batas kriteria
ideal minimum 75%.
b. Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) permata pelajaran
dengan mempertimbangkan kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas dan
SDM.
c. Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal, tetapi secara bertahap
harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.
1) Daftar kriteria ketuntasan minimal (KKM) SMK Sunan Giri
Tabel Daftar KKM SMK Sunan Giri
KKM
No Matapelajaran
Kelas X Kelas XI Kelas XII
Ganjil Genap Ganjil Genap Ganjil Genap
1 Mata Pelajaran Normatif-Adaptif

1. Pendidikan Agama 75 75 75 75 75 75
75 75 75 75 75 75
2. Pendidikan Kewarganegaraan
75 75 75 75 75 75
3. Bahasa Indonesia
75 75 75 75 75 75
4. Bahasa Inggris
75 75 75 75 75 75
5. Matematika
75 75 75 75 75 75
6. Ilmu Pengetahuan Alam
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 75 75 75 75 75 75

75 75 75 75 75 75
8. Seni Budaya
9. Pendidikan Jasmani Olahraga 75 75 75 75 75 75
dan Kesehatan
10. Kejuruan 75 75 75 75 75 75

11. Keterampilan Komputer dan 75 75 75 75 75 75


Pengelolaan Informasi
12. Kewirausahaan 75 75 75 75 75 75
2 Mata Pelajaran Produktif
A. Dasar Kompetensi Kejuruan
1. Menerapkan prinsip 75 75
profesional bekerja
2. Melaksanakan komunikasi 75 75
bisnis

3. Menerapkan Keselamatan,
Kesehatan Kerja dan 75 75
Lingkungan Hidup (K3LH)

B. Kompetensi Kejuruan
2. Memahami prinsip- prinsip 75 75
bisnis

3. Menata produk 75 75

4. Melaksanakan negosiasi 75 75

5. Melaksanakan konfirmasi 75 75
KKM
No Matapelajaran
Kelas X Kelas XI Kelas XII
Ganjil Genap Ganjil Genap Ganjil Genap
keputusan pelanggan

6. Melaksanakan proses
75 75
administrasi transaksi

7. Melakukan penyerahan/ 75 75
pengiriman produk .

8. Melaksanakan penagihan 75 75
pembayaran

9. Mengoperasikan peralatan 75 75
transaksi di lokasi penjualan

10. Menemukan peluang baru dari 75 75


pelanggan

11. Melaksanakan pelayanan prima 75 75


(service excellent)

12. Membuka usaha eceran/ ritel 75 75


(expansion store opening)

13. Melakukan pemasaran barang 75 75


dan Jasa
2) Mekanisme dan Prosedur Penentuan KKM
Adapun mekanisme dan prosedur penentuan KKM yakni :
1) Mengkaji SK/KD mata pelajaran.
2) Menjabarkan KD menjadi indikator-indikator sesuai dengan 3 variabel yaitu :
intek peserta didik, komplesitas materi, dan daya dukung yang meliputi saran
prasarana serta guru.
3) Dari 3 variabel tersebut ditentukanlah KKM untuk tiap indikator.
4) Menghitung jumlah KKM dalam 1 KD berdasarkan nilai rata-rata KKM
indikator.
5) Menetukan nilai KKM 1 mata pelajaran berdasarkan nilai rata-rata KKM KD.
3) Langkah untuk mencapai KKM 100 %
Adapun langkah-langkah yang ditempu SMK Sunan Giri untuk mencapai KKM
100% antara lain :
a. Pengoptimalan pada proses pembelajaran berbasis Ilmu Teknologi (IT).
b. Pengoptimalan pada proses pembelajaran baik secara mandiri maupun kelompok.
c. Pemberian materi yang disesuaikan dengan SK KD yang berdasarkan pada
silabus dan kurikulum yang berlaku.
4) Pelaksanaan Remidi
Remidi merupakan perbaikan nilai. Remidi dilakukan jika nilai dari peserta didik
tidak memenuhi KKM, agar dapat dikatakan tuntas dalam pembelajaran. Remidi
dapat diberikan berupa tes lisan, tes tulis maupun praktek. Waktu pelaksanaan
remidi tidak tergantung pada saat jam sekolah saja namun dapat juga dilaksanakan di
luar jam sekolah.
Adapun syarat peserta didik untuk mengikuti remidi adalah peserta didik
diberikan remidi apabila nilai dari peserta didik yang bersangkutan masih tidak
memenuhi KKM maka peserta tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan
berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar,
dan hasil yang baik.
Pelaksanaan remidi di SMK Sunan Giri dilakukan sebagai berikut ini :
a. Setelah guru melakukan penilaian ulangan harian atau penilaian proses lainnya
maka dilakukan analisis hasil ulangan harian.
b. Berdasarkan hasil analisis ulangan harian ditentukan ketuntasan klasikan dan
ketuntasan individu.
c. Jika terjadi ketidaktuntasan individu maka harus dilakukan remidi. Remidi
dilakukan maksimal tiga kali dan tidak melebehi semester yang berjalan.
d. Jika peserta didik sudah tiga kali diremidi tetapi belum mencapai nilai KKM,
maka guru yang bersangkutan memberikan nilai akhir pada KD tersebut adalah
nilai 3 kali remidi dibagi 3.
e. Jika terjadi ketidaktuntasan klasikal yaitu apabila jumlah peserta didik yang
tuntas kurang dari 50% maka harus dilakukan pengajaran ulang.
I. KENAIKAN KELAS
1) Kriteria Kenaikan Kelas
Kriteria di SMK Sunan Giri di bagi menjadi 2 yakni :
a) Kriteria Akademis
Kriteria akademis adalah kriteria yang didasarkan pada kemampuan akademis
peserta didik, dan nilainya dinyatakan dengan angka. Adapun kriterianya adalah
sebagai berikut :
1. Presensi peserta didik minimal 75%.
2. Keaktifan peserta didik.
3. Perilaku peserta didik.
4. Nilai UH, nilai UTS dan nilai UAS.
b) Kriteria Non Akademis
Kriteria non akademis adalah kriteria yang didasarkan pada perilaku, sikap dan
moral peserta didik selama berada di dalam dan/atau di luar pembelajaran, dan
nilainya dinyatakan dengan huruf dari A sampai dengan E. Adapun kriterianya
adalah sebagai berikut :
1. Sikap peserta didik baik secara pribadi maupun sosial.
2. Religius peserta didik.
3. Moral peserta didik
2) Pelaksanaan Penilaian Proses dan Hasil Belajar Peserta didik
Penilaian peserta didik dilaksanakan setiap setelah pembelajaran 1 KD yang
disebut dengan ulangan harian (UH). Penilaian ini dapat berupa unjuk kerja,
portofolio baik yang dikerjakan secara mandiri maupun kelompok.
Penilaian peserta didik dilaksanakan setiap 3 bulan sekali setelah pembelajaran
beberapa KD yang disebut dengan ulangan tengah semester (UTS). Penilaian ini
dapat berupa unjuk kerja, portofolio yang wajib dikerjakan secara mandiri.
Penilaian peserta didik dilaksanakan setiap 6 bulan sekali setelah pembelajaran
beberapa KD yang disebut dengan ulangan akhir semester (UAS). Penilaian ini
dapat berupa unjuk kerja, portofolio yang wajib dikerjakan secara mandiri.
3) Pelaporan Hasil Belajar Peserta didik
Pelaporan hasil belajar peserta didik untuk UH adalah dengan dibagikannya hasil
UH kepada peserta didik yang kemudian ditandatangi oleh wali murid. Sedangkan
pelaporan hasil belajar peserta didik untuk UTS adalah dengan dibagikannya rapor
sisipan kepada peserta didik yang kemudian ditandatangi oleh wali murid dan
kemudian dikembalikan lagi kepada wali kelas oleh siswa.
Terakhir pelaporan hasil belajar peserta didik untuk UAS adalah dengan
dibagikannya rapor kepada wali murid yang sebelumnya diundang oleh pihak
sekolah untuk menemui wali kelas masing-masing kelas, yang kemudian ditandatangi
oleh wali murid dan kemudian dikembalikan lagi kepada wali kelas oleh siswa.
4) Remidial dan Pengayaan
Pelaksanaan remidi di SMK Sunan Giri dilakukan sebagai berikut ini :
a. Setelah guru melakukan penilaian ulangan harian atau penilaian proses lainnya
maka dilakukan analisis hasil ulangan harian.
b. Berdasarkan hasil analisis ulangan harian ditentukan ketuntasan klasikan dan
ketuntasan individu.
c. Jika terjadi ketidaktuntasan individu maka harus dilakukan remidi. Remidi
dilakukan maksimal tiga kali dan tidak melebehi semester yang berjalan.
d. Jika peserta didik sudah tiga kali diremidi tetapi belum mencapai nilai KKM, maka
guru yang bersangkutan memberikan nilai akhir pada KD tersebut adalah nilai 3
kali remidi dibagi 3.
e. Jika terjadi ketidaktuntasan klasikal yaitu apabila jumlah peserta didik yang tuntas
kurang dari 50% maka harus dilakukan pengajaran ulang.
J. KELULUSAN
1) Kriteria Kelulusan
Adapun kriteria kelulusan di SMK Sunan Giri adalah :
Siswa dinyatakan lulus jika :
a) Nilai Ujian Sekolah
b) Nilai UKK
c) Nilai Praktek
Sesuai dengan KKM yang telah ditentukan dalam POS ujian.
2) Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah
Pelaksanaan ujian nasional dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan
oleh Dinas Pendidikan Pusat. Tempat pelaksanaan ujian nasional di SMKN 6
Jember. Sedangkan untuk ujian sekolah dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah
ditentukan oleh Subra 33.06 dan tempat pelaksanaan ujian nasional di SMKN 6
Jember.
3) Target Kelulusan yang Akan Dicapai oleh Sekolah
Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah adalah semua peserta didik lulus
100%.
4) Program-Program Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Kelulusan
Program sekolah dalam meningkatkan kualitas kelulusan adalah
a) Sekolah mengadakan/memberikan bimbingan intensif menjelang UN kepada
semua peserta didik.
b) Sekolah mengadakan bedah soal UN.
c) Sekolah mengadakan try out rutin untuk mengetahui sejauh mna penguasaan
peserta didik terhadap materi yang diujikan
5) Program Pasca Ujian Nasional sebagai Antisipasi Bagi peserta Didik yang Belum
Lulus Ujian Akhir
Program pasca ujian nasional adalah :
a) Mengarahkan peserta didik untuk mengikuti ujian yang setara/kejar paket.
b) Mengarahkan peserta didik untuk mengulang jenjang.
K. PEMINATAN
1) Penjurusan didasarkan pada PPDB (Pendaftran Peserta Didik Baru) antara lain :
a) Nilai ijazah.
b) Nilai mata pelajaran IPS terutama Ekonomi.
c) Tes wawancara.
d) Melakukan penyaringan dari poin a, b, dan c.
e) Menetapkan jumlah siswa yang diterima.
Sehubungan dengan sekolah yang belum memenuhi pagu maka semua peseta
didik yang mendaftar diterima.
2) Melakukan pencarian siswa berbakat di SMP/MTs sederajat oleh guru semacam
PMDK untuk perguruan tinggi.
3) Penjurusan didasarkan pada PPDB (Pendaftran Peserta Didik Baru) antara lain :
a) Nilai ijazah.
b) Nilai mata pelajaran IPS terutama Ekonomi.
c) Tes wawancara.
d) Melakukan penyaringan dari poin a, b, dan c.
e) Menetapkan jumlah siswa yang diterima.
L. PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP dan PENDIDIKAN BERBASIS
KEUNGGULAN LOKAL dan GLOBAL
1) Penerapan Kecakapan Hidup
a. Mengintegrasikan materi pembelajaran yang mengarah pada perubahan karakter
peserta didik yang harus dilakukan oleh semua guru.
b. Tekniknya ditentukan oleh guru sesuai dengan KD yang diberikan.
c. Penilaian dilakukan berupa pengamatan pada saat proses pembelajaran. Nilai
hasilnya menjadi bagian penilaian sikap/nilai akhir yang dipertimbangkan sebagai
nilai rapor.
Adapun materi dan indikator yang diintegrasikan seperti tabel berikut.
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
PENDIDIKAN Memahami Mendeskripsi Rasa Mengungkapkan
KEWARGANE hakikat bangsa kan hakikat kebangsaan perasaan
GARAAN dan Negara bangsa dan terbaiknya yang
(PKn) Kesatuan unsur-unsur menyatakan
Republik terbentuknya bahwa bangsa
Indonesia Negara Indonesia
tebentuk karena
ada persamaan
sejarah,
kepentingan dan
tujun antara suku-
suku bangsa
menjadi sebuah
bangsa untuk
membentuk
sebuah Negara.

Rasa ingin Menunjukkan


tahu pengkajian yang
serius terhadap
bentuk
pemerintahan
Indonesia yang
memilih republic
dan bukannya
kerajaan.

Semangat Memilki sikap


kebangsaan yang jelas bahwa
NKRI ada karena
rasa kebangsaan
dan persatuan
bangsa
Menjelaskan Semangat Memilki sikap
pengertian, kebangsaan yang jelas bahwa
fungsi dan NKRI ada karena
tujuan NKRI rasa kebangsaan
dan persatuan
bangsa
Memilih untuk
membela Negara
jika dihadapkan
pada situsi yang
menempatkan
Negara dalam
bahaya.
Menampilkan Mendeskripsi Disiplin Memecahkan
sikap positif kan persoalan
terhadap sistem pengertian kelas/sekolah
hukum dan sistem yang didasari oleh
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
peradilan nasional hukum dan aturan dan tata
peradilan tertib sekolah.
nasional
Menganalisis Rasa ingin Melakukan
lembaga- tahun pengkajian dan
lembaga pengumpulan
peradilan informasi serta
laporan singkat
tentang kegiatan
lembga –lembaga
peradilan di
Indonesia
Partisipasi Menggiatkan
simulasi
pelaksanaan
pengadilan di
sekolah
MATEMATI Memecahkan Mengguna Teliti Bekerja secara
KA masalah yang kan aturan teratur, rinci dan
berkaitan dengan pangkat, tertib dalam
bentuk pangkat, akar, dan menggunakan
akar, dan logaritma. aturan pangkat,
logaritma akar, dan
logaritma
Pantang Terus mencoba
Menyerah menerapkan
aturan pangkat,
akar, dan
logaritma
Melakukan Teliti Cermat dalam
manipulasi melakukan
aljabar dalam manipulasi aljabar
perhitungan dalam
yang perhitungan yang
melibatkan melibatkan
pangkat, pangkat, akar,
akar, dan dan logaritma.
logaritma. Pantang Berusaha dengan
Menyerah gigih dalam
mempertahankan
pendapat yang
berkaitan dengan
manipulasi aljabar
dalam
perhitungan yang
melibatkan
pangkat, akar,
dan logaritma.
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
Memecahkan Memahami Teliti Rapi dalam
masalah yang konsep menyajikan
berkaitan fungsi jawaban terhadap
dengan fungsi, soal yang
persamaan dan berkaitan dengan
fungsi kuadrat pemahaman
serta konsep fungsi
pertidaksamaan Menggambar Teliti Selalu mengecek
kuadrat grafik fungsi ulang segala
aljabar pekerjaan yang
sederhana telah dilakukan
dan fungsi berkaitan dengan
kuadrat penggambaran
grafik fungsi
aljabar sederhana
dan fungsi
kuadrat.
Tekun Tidak terpengaruh
oleh keadaan
lingkungan pada
waktu
menggambar
grafik fungsi
aljabar sederhana
dan fungsi
kuadrat.
Jujur Terus berupaya
menggambar
grafik fungsi
aljabar sederhana
dan fungsi
kuadrat secara
benar
KIMIA Memahami Memahami Kritis Mengajukan
struktur atom, struktur pemikiran kritis
sifat-sifat periodik atom dalam diskusi
unsur, dan ikatan berdasarkan tentang
kimia teori atom keteraturan dalam
Bohr, sifat- system periodik
sifat unsur, unsur
massa atom Rasa ingin Mencari
relatif, dan tahu informasi lebih
sifat-sifat lanjut tentang
periodik fenomena
unsur dalam keteraturan dalam
tabel unsur di alam
periodik Religius Menunjukkan
serta kesadaran bahwa
menyadari keteraturan dalam
keteraturann alam disebabkan
ya, melalui oleh Tuhan
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
pemahaman penciptanya
konfigurasi
elektron

Disiplin Menunjukkan
kesadaran bahwa
disiplin
merupakan satu
cara untuk
mempertahankan
keteraturan alam
Memahami Membanding Kritis Mengajukan
struktur atom, kan proses pemikiran kritis
sifat-sifat periodik pembentukan dalam diskusi
unsur, dan ikatan ikatan ion, tentang
kimia ikatan pembentukan
kovalen, ikatan kovalen,
ikatan ion, koordinasi
koordinasi, Komunikatif Menggunakan
dan ikatan bahasa yang
logam serta komunikatif
hubungannya dalam kelompok
dengan sifat untuk
fisika mengungkapkan
senyawa gagasan
yang Menghargai Memberi
terbentuk kesempatan
kepada anggota
kelompok diskusi
untuk
mengajukan
pendapat
Memahami Mendeskrip Rasa ingin Menunjukkan
hukum-hukum sikan tahu usaha yang keras
dasar kimia dan tata nama untuk
penerapannya senyawa memperoleh
dalam anorganik informasi tentang
perhitungan dan organik tatanama senyawa
kimia sederhana kimia
(stoikiometri) serta Senang Mencari sumber
persamaan membaca informasi/bacaan
reaksinya lain untuk
memperoleh
informasi
tambahan tentang
tatanama senyawa
kimia
Jujur Melaporkan hasil
percobaan
berdasarkan data
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
hasil percobaan
Menghargai Memberikan
kesempatan
kepada teman lain
untuk
mengajukan
pendapat dan
mengomentarinya
dengan santun
FISIKA Menerapkan Mengukur Senang Mencari
konsep besaran besaran membaca. informasi lebih
fisika dan fisika dari berbagai
pengukurannya (massa, sumber (internet)
panjang, dan untuk
waktu) memahami
makna standar ,
bertanya lebih
dalam, bertanya
pada ahli.
Jujur Melakukan
eksperimen untuk
pengukuran
panjang, massa
dan waktu
Melakukan
eksperimen
secara benar,
cermat , teliti,
taaat azaz, hati-
hati, menjaga
keslaamatan
kerja.
Melakukan Jujur Melaporkan hasil
penjumlahan eksperimen secara
vektor benar (jujur) baik
lisan maupun
tulisan dengan
aturan ilmiah
yang benar
Rasa ingin Mengamati
tahu fenomena untuk
mengetahui
konsep
penjumlahan
besaran vektor.

Kerja keras. Bekerja secara


optimal,
meyelesaikan
pekerjaan pada
waktunya
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas

Menerapkan konsep Menganalisis Rasa ingin Mencari


dan prinsip dasar besaran tahu informasi lebih
kinematika dan fisika pada dari berbagai
dinamika benda gerak sumber (internet)
titik dengan untuk
kecepatan memahami
dan konsep gerak,
percepatan bertanya lebih
konstan dalam, bertanya
pada ahli.
Peduli Melakukan
lingkungan eksperimen
secara benar,
cermat, teliti,
taat azaz, hati-
hati, dan
menjaga
keselamataan
kerja.
Toleran, Bekerjasama
dalam kelompok,
bertanggung
jawab dalam
kelompok
Menganalisis Jujur Melaporkan
besaran hasil eksperimen
fisika pada secara benar
gerak (jujur) baik lisan
melingkar maupun tulisan
dengan laju dengan aturan
konstan ilmiah yang
benar.
Kerja keras Bekerja secara
optimal,
meyelesaikan
pekerjaan pada
waktunya
Menerapkan Menerapkan Rasa ingin Mengamati
konsep dan Hukum tahu fenomena untuk
prinsip dasar Newton mengetahui
kinematika dan sebagai keberlakukan
dinamika benda prinsip dasar Hukum I, II dan
titik dinamika III Newton
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
untuk gerak Senang Mencari
lurus, gerak membaca. informasi lebih
vertikal, dan dari berbagai
gerak sumber (internet)
melingkar untuk
beraturan memahami
konsep Hukum
Newton,
bertanya lebih
dalam, bertanya
pada ahli.
Kreatif Menemukan
kasus-kasus
yang menarik
terkait dengan
penerapan
hukum Newton
Menerapkan Menganalisis Rasa ingin Mengamati
prinsip kerja alat- alat-alat tahu fenomena untuk
alat optik optik secara mengetahui
kualitatif dan keberlakuan
kuantitatif pentingya alat-
alat optik bagai
kebutuhan hidup
manusia.

Jujur Melakukan
eksperimen secara
benar, cermat,
teliti, taat azat,
hati-hati, dan
menjaga
keselamataan
kerja
Kreatif Membuat
teropong,
teleskope, kamera
pinholl

Menerapkan Disiplin. Melakukan


alat-alat eksperimen secara
optik dalam benar, cermat,
kehidupan teliti, taat azat,
sehari-hari hati-hati, dan
menjaga
keselamataan
kerja
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
Kreatif Menampilkan
hasil karya dalam
kegiatan pameran

BIOLOGI Memahami Mengidentifi Ingin tahu Mengumpulkan


hakikat Biologi kasi ruang informasi dari
sebagai ilmu lingkup berbagai sumber
Biologi (guru, buku, dan
pengamatan)
tentang ruang
lingkup Biologi
Kerja keras Menunjukkan
upaya
mempelajari
sumber-sumber
acuan/bacaan
yang relevan
untuk
mengidentifikasi
ruang lingkup
Biologi
Senang Melaporkan hasil
membaca kajian buku teks
dan pustaka
lainnya secara
antusias dalam
mengidentifikasi
ruang lingkup
Biologi
Mendeskripsi Kerja keras Menunjukkan
kan objek upaya
dan mempelajari
permasalaha sumber-sumber
n biologi acuan/bacaan
pada yang relevan
berbagai untuk
tingkat mendeskripsikan
organisasi objek dan
kehidupan permasalahan
(molekul, biologi pada
sel, jaringan, berbagai tingkat
organ, organisasi
individu, kehidupan
populasi, Ingin tahu Mengumpulkan
ekosistem, informasi dari
dan bioma) berbagai sumber
(guru dan buku)
tentang tahapan
perkembangan
manusia
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
Memahami Mendeskripsi Kerja keras Menunjukkan
prinsip-prinsip kan ciri-ciri, upaya
pengelompokan replikasi, dan mempelajari
makhluk hidup peran virus sumber-sumber
dalam acuan/bacaan
kehidupan yang relevan
untuk
mendeskripsikan
ciri-ciri, replikasi,
dan peran virus
dalam kehidupan
Ingin tahu Mengumpulkan
informasi dari
berbagai sumber
(guru dan buku)
tentang ciri-ciri,
replikasi, dan
peran virus dalam
kehidupan
Peduli Mengemukakan
lingkungan pendapat/ saran
positif tentang
upaya
menghindari
penyebaran virus
flu di dalam kelas
Mendeskripsi Kerja keras Menunjukkan
kan ciri-ciri upaya
Archaeobact mempelajari
eria dan sumber-sumber
Eubacteria acuan/bacaan
dan yang relevan
peranannya untuk
bagi mendeskripsikan
kehidupan ciri-ciri
Archaeobacteria
dan Eubacteria
dan peranannya
bagi kehidupan
Menganalisis Kerja keras Menunjukkan
jenis-jenis upaya yang
limbah dan sungguh-sungguh
daur ulang dalam
limbah mengkaitkan
fakta hasil
pengamatan
dengan sumber
acuan/pustaka
untuk
menganalisis
jenis-jenis limbah
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
dan daur ulang
limbah

Membuat Kreatif Membuat produk


produk daur baru dari daur
ulang limbah ulang limbah
yang bermanfaat,
menarik dan
bernilai ekonomi
Jujur Tidak meniru/
menyontek desain
produk daur ulang
limbah teman
yang lain
Mandiri Menyelesaikan
masalah sendiri
yang berkaitan
dengan
pembuatan
produk daur
ulang limbah
Memahami Mendeskripsi Kerja keras Menunjukkan
struktur kan upaya
dan fungsi sel komponen mempelajari
sebagai unit kimiawi sel, sumber-sumber
terkecil struktur acuan/bacaan
kehidupan dan fungsi yang relevan
sel sebagai untuk
unit terkecil mendeskripsikan
kehidupan komponen
kimiawi sel,
struktur dan
fungsi sel
sebagai unit
terkecil
kehidupan
Ingin tahu Mengumpulkan
informasi dari
berbagai sumber
(guru dan buku)
tentang
komponen
kimiawi sel,
struktur dan
fungsi sel sebagai
unit terkecil
kehidupan
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
Mengidentifi Ingin tahu Mengumpulkan
kasi organela informasi dari
sel tumbuhan berbagai sumber
dan hewan (guru, buku, dan
pengamatan)
tentang organela
sel tumbuhan dan
hewan
Kerja keras Menunjukkan
upaya
mempelajari
sumber-sumber
acuan/bacaan
yang relevan
untuk
mengidentifikasi
organela sel
tumbuhan dan
hewan
Membanding Ingin Tahu Mengumpulkan
kan informasi dari
mekanisme berbagai sumber
transpor pada (guru, buku, dan
membran pengamatan)
(difusi, tentang
osmosis, perbedaan
transport mekanisme
aktif, transpor pada
endositosis, membran (difusi,
eksositosis) osmosis, transport
aktif, endositosis,
Kerja keras Menunjukkan
upaya yang
sungguh-sungguh
dalam
mengkaitkan
fakta dengan
sumber
acuan/pustaka
untuk
mengidentifikasi
mekanisme
transpor pada
membran (difusi,
osmosis, transport
aktif, endositosis,
eksositosis)
BAHASA Memahami Merespon Rasa ingin Merespon isi
INGGRIS makna dalam makna yang tahu percakapan dua
percakapan terdapat orang peserta
transaksional dan dalam didik yang
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
interpersonal percakapan melibatkan
resmi dan transaksional tindak/ujaran
berlanjut (to get things menerima/
(sustained) dalam done) dan
konteks interpersonal Persahabatan Mendengarkan
kehidupan sehari- (bersosialisa percakapan antara
hari si) resmi dan dua orang yang
tak resmi saling
yang berkenalan agar
menggunaka peserta didik
n ragam mepraktekkan
bahasa lisan persahabatan dan
sederhana kepedulian sosial
secara
akurat, lancar
dan
berterima
dalam
konteks
kehidupan
sehari-hari
dan
melibatkan
tindak tutur:
berkenalan,
bertemu/ber
pisah,
menyetujui
ajakan/tawa
ran/
undangan,
menerima
janji, dan
membatalkan
janji
Merespon Persahabatan Mendengarkan
makna yang percakapan dua
terdapat orang yang
dalam melibatkan
percakapan tindak tutur
transaksional mengungkapkan
(to get things perasaan bahagia,
done) dan menunjukkan
interpersonal perhatian,
(bersosialisa menunjukkan
si) resmi dan simpati, atau
tak resmi menerima
yang instruksi agar
menggunaka peserta didik
n ragam dapat
bahasa lisan mempraktekkan
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
sederhana persahabatan,
secara toleransi, dan
akurat, lancar peduli sosial
dan
berterima Peduli sosial Merespon isi
dalam percakapan yang
konteks melibatkan tindak
kehidupan tutur
sehari-hari mengungkapkan
dan perasaan bahagia,
melibatkan menunjukkan
tindak tutur: perhatian,
mengungkap menunjukkan
kan perasaan simpati, atau
bahagia, menerima
menunjukkan instruksi agar
perhatian, peserta didik
menunjukkan dapat
simpati, dan mempraktekkan
memberi persahabatan,
instruksi toleransi, peduli
sosial, rasa ingin
tahu
Merespon Peduli Mendengarkan
makna lingkungan monolog lisan
dalam teks tentang peristiwa
monolog alam agar peserta
sederhana didik dapat
yang menujukkan
mengguna peduli lingkungan
kan ragam dan rasa ingin
bahasa lisan tahu
secara
akurat, lancar
dan
berterima
dalam
berbagai
konteks
kehidupan
sehari-hari Jujur
dalam teks:
recount,
narrative,
dan
procedure
Merespon ceritera
tentang tokoh
yang
menggambarkan
kejujuran , kerja
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
keras, disiplin
agar peserta didik
dapat
menunjukkan
nilai kejujuran,
kerja keras, dan
disiplin
Mengungkapkan Mengungkap
makna kan
dalam makna dalam
percakapan percakapan
transaksional dan transaksional
interpersonal (to get
dalam things done)
konteks dan
kehidupan sehari- interpersonal
hari (bersosialisa
si)
resmi dan
tak resmi
secara
akurat, lancar
dan
berterima
dengan
menggunaka
n ragam
bahasa
lisan
sederhana
dalam
konteks
kehidupan
sehari-hari
dan
melibatkan
tindak tutur:
berkenalan,
bertemu/ber
pisah,
menyetujui
ajakan/tawa
ran/
undangan,
menerima
janji,
dan
membatalkan
janji
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
GEOGRAFI Menganalisis Menyimpu Rasa ingin Mencari
gejala alam fisik lkan hakekat tahu pengertian dan
dan geografi ruang lingkup
perkembangan geografi dari
bentuk muka sumber lain (RIT)
bumi serta Menanyakan
pelestariannya hubungan antara
geografi dengan
ilmu-ilmu lain
(RIT)
Mencari
pengertian dan
ruang lingkup
geografi dari
sumber lain (RIT)
Menanyakan
hubungan antara
geografi dengan
ilmu-ilmu lain
(RIT)
Mengemukakan
pendapat
mengenai ciri-ciri
wilayah tempat
tinggalnya (RIT)
Manafsirkan Rasa ingin Bekerja sama
pola dan ciri tahu dengan teman
kenampakan sekelas yang
alam dan berbeda
budaya pada desa/kelurahan
berbagai peta untuk
dan media menggambar peta
citra kabupaten
setempat (SK)
Menganalisis Menyimpul Rasa ingin Mencari
gejala alam fisik kan hakekat tahu pengertian dan
dan geografi ruang lingkup
perkembangan geografi dari
bentuk muka sumber lain (RIT)
bumi serta Menanyakan
pelestariannya hubungan antara
geografi dengan
ilmu-ilmu lain
(RIT)
Mengemukakan
pendapat
mengenai ciri-ciri
wilayah tempat
tinggalnya (RIT)
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
Manafsirkan Rasa ingin Bekerjasama
pola dan ciri tahu dengan teman
kenampakan sekelas yang
alam dan berbeda
budaya pada desa/kelurahan
berbagai peta untuk
dan media menggambar peta
citra kabupaten
setempat (SK
Semangat Menanyakan
kebangsaan global warming
dalam kaitannya
dengan iklim di
Indonesia (RIT)
Menganalisis Memprediksi Jujur Melaporkan hasil
gejala alam fisik perubahan pengamatan
dan dinamika mengenai data
perkembangan atmosfer dan kerusakan pada
bentuk muka dampaknya saat terjadi
bumi serta terhadap bencana (JJR)
pelestariannya kehidupan di Rasa ingin Mencari
muka bumi tahu informasi
mengenai
konversi lahan di
lingkungan
setempat dari
sumber lain yang
relevan (RIT)
Memprediksi Rasa ingin Mencari gambar
dinamika tahu dari sumber lain
perubahan yang relevan
litosfer dan mengenai batas-
dampaknya batas wilayah
terhadap pesisir dan pantai
kehidupan di (RIT)
muka bumi Jujur Menginventarisasi
lagu-lagu nasional
yang bertemakan
tentang laut (SK)
SEJARAH Menganalisis Menganalisis Semangat Setia menghadiri
perkembangan hubungan kebangsaan setiap upacara
bangsa antara bendera pada
Indonesia sejak perkemba setiap hari
masuknya ngan paham- kemerdekaaan/ke
pengaruh paham baru bangsaan di
Barat sampai dan sekolah.
dengan transformasi
pendudukan sosial dengan
Jepang. kesadaran
dan
pergerakan
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
Membedakan Semangat Mengemukakan
pengaruh kebangsaan pendapat/saran
Revolusi positif untuk
Menganalisis
Prancis, menyelesaikan
sejarah
Revolusi suatu masalah
dunia yang
Amerika, nasional
mempengaruhi
dan Revolusi (berkenaan
sejarah Bangsa
Rusia dengan konflik
Indonesia
terhadap sosial, ekonomi,
ari abad ke-18
perkemba politik) di sekolah
sampai dengan
ngan maupun di luar
abad ke-20.
pergerakan sekolah
nasional
Indonesia.
Menganalisis Menganalisis Cinta tanah air Khidmat
perjalanan terbentuknya mengikuti
bangsa Indonesia negara upacara kenaikan
dari Kebangsaan bendera merah
negara Indonesia putih disertai lagu
tradisional, kebangsaan
kolonial, Indonesia Raya.
pergerakan
kebangsaan,
hingga
terbentuknya
negara
kebangsaan
sampai
Proklamasi
Kemerdekaan
Indonesia
Menganalisis Menganalisis Menghargai Mengagumi
peradaban kehidupan prestasi teknologi yang
Indonesia dan awal telah dihasilkan
dunia masyarakat oleh masyarakat
Indonesia awal bangsa
Indonesia
Mengidentifi Menghargai Mempelajari dan
kasi prestasi mengagumi
peradaban berbagai
awal peninggalan
masyarakat budaya &
di dunia yang peradaban dalam
berpengaruh perjalanan
terhadap panjang sejarah
peradaban Indonesia atau
Indonesia dunia.
Menganalisis Menghargai Mempelajari dan
asal-usul dan prestasi mengagumi
persebaran keberanian
manusia di manusia yang
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
kepulauan menjadi leluhur
Indonesia bangsa Indonesia
untuk berlayar
dengan
perlengkapan
yang sangat
terbatas
Menganalisis Menganalisis Bersahabat/ Bersikap ramah
perjalanan bangsa proses komunikatif dan berteman
Indonesia pada interaksi baik dengan
masa negara- antara tradisi teman-teman
negara lokal, Hindu- sekelas dari
tradisional. Buddha, dan berbagai daerah
Islam di tanpa
Indonesia. membedakan
etnis, agama,
budaya, golongan,
asal-usul sosial.
Menganalisis Bersahabat/ko Menunjukkan
hubungan munikatif sikap bersedia
antara membantu teman-
Menganalisis
perkem teman
perkembangan
bangan kelas/sekolah
bangsa Indonesia
paham- yang sedang
sejak
paham baru menghadapi
masuknya
dan kesulitan
pengaruh
transformasi semampunya
Barat sampai
sosial
dengan
dengan
pendudukan
kesadaran
Jepang
dan
pergerakan
kebangsaan.
SOSIOLOGI Memahami Menjelaskan Bersahabat/ Bergaul dengan
prilaku fungsi Komunikatif teman-teman
keteraturan hidup sosiologi sekelasnyA
sesuai dengan sebagai
nilai ilmu Cinta Damai menjauhi sikap
dan norma yang yang bermusuhan
berlaku dalam mengkaji dengan teman
masyarakat hubungan sekelasnya
masyarakat
dan Peduli Sosial Menunjukkan
lingkungan rasa simpati pada
teman sekelasnya

Senang - membuat
Membaca ringkasan isi
buku dari hasil
bacaan yang
- berkaitan
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
dengan kajian
sosiologi untuk
me

Rasa ingin - menanyakan


tahu sesuatu yang
tidak jelas/tahu
yang
- berhubungan
dengan kajian
sosialogi
Menerapkan nilai Menjelaskan Semangat Bekerjasama
dan norma dalam sosialisasi Kebangsaan dengan teman
proses sebagai sekelas dan
pengembangan proses dalam sekolahnya
kepribadian pembentukan yang berbeda
kepribadian agama/suku/bud
aya/status sosial
dalam rangka
bersosialisasi
untuk
membentuk
kepribadian
bangsa
Mendeskripsi Kerja keras Berani menolak
kan ajakan yang dapat
terjadinya mengarah pada
perilaku prilaku
menyimpang menyimpang dan
dan sikap- sikap-sikap anti
sikap anti sosial
sosial Disiplin Menjaga prilaku
dan perbuatan
positif sesuai
dengan aturan
sekolah agar tidak
terjerumus pada
perilaku
menyimpang dan
sikap-sikap anti
sosial

Menerapkan Disiplin Menghindari


aturan sosial prilaku negative
dalam yang dapat
kehidupan mengarah pada
bermasyara prilaku
kat menyimpang
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
Memahami Mendeskripsi Toleransi Menjalin
struktur sosial kan bentuk- hubungan
serta berbagai bentuk pertemanan
faktor penyebab struktur dengan teman-
sosial dalam teman sekolahnya
fenomena yang berasal dari
kehidupan struktur sosial
yang berbeda

Bersahabat/ Melakukan
komunikatif pertemanan
dengan seluruh
sivitas sekolah
tanpa melihat
kedudukan dan
jabatannya
Peduli Sosial Membantu teman-
teman sekelasnya
yang
membutuhkan
pertolongan/bantu
an tanpa melihat
kedudukan dan
jabatannya

Menganalisis Bersahabat/ Menjalin


factor komunikatif persahabatan
penyebab dengan teman-
konflik sosial teman sekelas dan
dalam sekolahnya untuk
masyarakat menghindari
konflik sosial

Semangat Mengemukakan
kebangsaan pendapat/saran
posiitif untuk
menyelesaikan
konflik sosial
yang terjadi di
negaranya

EKONOMI Memahami Mengidentifi Jujur Menyebutkan


permasalahan kasi dengan jujur
ekonomi dulu kebutuhan kebutuhan
kaitannya dengan manusia hidupnya sehari-
kebutuhan hari yang masih
manusia, belum terpenuhi
kelangkaan dan Cermat Mengelompokkan
sistem ekonomi secara mendetail
kebutuhan hidup
keluarganya
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
dengan teliti

Peduli Sosial Memberikan


solusi untuk
penyelesaian
masalah yang
dihadapi
masyarakat
miskin.
Mendeskripsi Kreatif Mengungkapkan
kan berbagai gagasan baru
sumber terhadap
ekonomi penanggulangi
yang langka masalah ekonomi
& kebutuhan akibat
manusia kelangkaan
yang tidak sumber daya alam
terbatas (bahan bakar).
Peduli Sosial Merancang satu
kegiatan dengan
memanfaatkan
berbagai potensi
ekonomi untuk
menanggulangi
masalah
kebutuhan hidup
masyarakatat.
Memahami Mendeskripsi Mandiri Mengidentifikasi
konsep ekonomi kan pola sendiri berbagai
dlm kaitannya dg perilaku perilaku
kegiatan ekonomi konsumen konsumen dalam
konsumen dan dan produsen kegiatan ekonomi
produsen dalam sehari-hari
kegiatan Jujur Menunjukkan
ekonomi hasil pengamatan
apa adanya
tentang perilaku
konsumen dalam
kegiatan ekonomi
saat ini.
Cinta Tanah Mengemukakan
Air pendapat tentang
pengembangan
produksi barang-
barang dalam
negeri di masa
yang akan datang.
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
Mendeskripsi Mandiri Menuliskan
kan peran sendiri sejumlah
konsumen peran konsumen
dan produsen dan produsen
dalam
membangun
perekonomian
masyarakat
Indonesia.
Rasa ingin Menunjukkan
tahu. hasil pengamatan
yang mendalam
tentang perilaku
produsen dan
dampaknya
terhadap perilaku
ekonomi
masyarakat
Indonesia.
Memahami Mengidentifi Kerja Keras Mengumpulkan
konsep ekonomi kasi faktor- dan
dalam kaitannya faktor yang mempertunjukkan
dengan mempengaru sebanyak-
permintaan, hi banyaknya
penawaran, harga permintaan informasi tentang
keseimbangan dan faktor yang
dan pasar. penawaran mempengaruhi
jumlah
permintaan dan
penawaran
barang.
Rasa ingin Melakukan
tahu penelaahan
dengan benar
kaitan antara
permintaan dan
penawaran.
Demokratis mendapatkan
kesempatan
secara bergiliran
persoalan yang
ada dan
mempengaruhi
permintaan dan
penawaran
barang.
Menjelaskan Teliti Menguraikan
hukum dengan cermat,
permintaan penjabaran
dan hukum
penawaran permintaan dan
Indikator
Mata Standar Kompetensi
Nilai Berdasarkan
Pelajaran Kompetensi Dasar
Jenjang Kelas
serta asumsi penawaran dalam
yang perilaku ekonomi
mendasari sehari-hari
nya. berdasarkan hasil
analisis
kelompok.
Menghargai Memberi
Prestasi perhatian yang
sungguh sungguh
serta respon
positif atas
prestasi dan
kelompok lain
yang dapat
menunjukkan
dengan benar
contoh-contoh
ikaitan hukum
permintaan dan
penawaran.
2) Berbasis Keunggulan Lokal
SMK Sunan Giri berada dalam lingkungan pesantren. Dalam mengelola pendidikan
SMK Sunan Giri menekankan pada pendidikan agama. Adapun muatan lokal yang
pilih oleh SMK Sunan Giri adalah Bahasa Arab.
3) Berbasis Keunggulan Global
Didalam mengahadapi era globalisasi SMK Sunan Giri menanamkan serta
menerapkan dasar-dasar/ materi pendidikan yang mengarah pada wawasan global.