Anda di halaman 1dari 2

Fazar Dwi Gustiar

230210160073

Budidaya Perikanan Laut di Indonesia


Budidaya perikanan adalah usaha pemeliharaan dan pengembang biakan ikan atau
organisme air lainnya. Budidaya perikanan disebut juga sebagai budidaya perairan atau akuakultur
mengingat organisme air yang dibudidayakan bukan hanya dari jenis ikan saja tetapi juga
organisme air lain seperti kerang, udang maupun tumbuhan air. Posisi Indonesia yang terletak di
garis khatulistiwa yang merupakan pertemuan arus panas dan dingin, menyebabkan sumberdaya
hayati kelautan Indonesia begitu beraneka ragam. Jika dilihat dari perkembangan konstribusi untuk
Indonesia dari segi perikanan pada tahun 2004 – 2009 terus mengalami kenaikan, Indonesia
memiliki kesempatan untuk menjadi penghasil produk perikanan terbesar dunia.
Dilihat dari sumberdaya nya, potensi pengembangan budidaya perikanan diantaranya:
Potensi budidaya dengan tujuan komersil, potensi budidaya dengan tujuan konservasi, potensi
penerapan penyimpanan pelasma nutfah, potensi sumber pakan alami, dan potensi penggunaan
teknologi gis dan 3d dalam mendukung budidaya perikanan. Menurut (Amin, Irawan, dan Zulfikar,
2015) Ekosistem di perairan juga akan sangat mendukung kegiatan budidaya, dimana ekosistem
yang baik akan memebrikan kesempatan hidup bagi biota yang berasosisasi dengan tempat tinggal
hidupnya. Salah satu upaya pemanfaatannya dan peningkatan teknologi di sector budidaya
perikanan perairan laut adalah dibuatnya karamba jaring apung offshore.
Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore adalah budidaya ikan dengan sentuhan teknologi
tinggi, modern dan berskala besar yang dilakukan di lepas pantai atau laut terbuka (diatas 3 km
dari garis pantai), dan memenuhi persyaratan teknis tertentu seperti kedalaman yang
cukup, memiliki arus yang cukup (maks 1 m/detik), dan tahan terhadap gelombang.
Prospek budidaya ikan dalam KJA ini, Indonesia yang sebagian besar wilayahnya terdiri
dari perairan, memiliki berbagai jenis ikan yang diminati banyak konsumen dunia, sehingga
menjadikan Indonesia sangat potensial untuk pengembangan budidaya ikan laut dalam kejapung.
Faktor utama yang dijadikan dasar pengembangan budidaya ikan laut adalah meningkatnya
kebutuhan pasar, harga jual cukup tinggi, pertambahan penduduk, persaingan penggunaan lahan,
hasil tangkapan yang cenderung menurun, kesadaran masyarakat akan makanan sehat, terbukanya
kesempatan kerja dan berusaha seta upaya pelestarian sumberdaya. Selain hal tersebut, pasokan
benih beberapa jenis ikan sudah dapat diupayakan melalui usaha pembenihan (hatchery).
Jenis ikan yang di budidaya dengan KJA Offshore yang bernilai ekonomis tinggi ini adalah
Beberapa jenis ikan laut dapat dibudidayakan dalam kejapung dan bahkan jenis ikan tawar seperti
nila merah juga dapat dipelihara dengan produksi relatif sama dengan perairan tawar. Sampai saat
ini, jenis ikan laut yang banyak dibudidayakan dalam kejapung pada umumnya masuk dalam suku
serranidae (kerapu) diantaranya kerapu lumpur (E. suillus, E. coides, E. bleekeri, E. salmoides),
kerapu malabar (E malabaricus), kerapu macan (E. fuscoguttatus), kerapu bebek (Cromileptes
altivelis) dan kerapu sunu (Plectropomus maculatus, P. Ieopardus). Selain kerapu, jenis lain adalah
kakap putih (Lates calcarifer), kakap merah (Lutjanus johni, L. argentim aculatus), beronang
(Siganusjavus, S. guttatus, S. canaliculatus), kuwe (Caranx sp.) dan napoleon (Cheilinus
undulatus) (Mayunar, 1999).

Daftar Pustaka

Amin, Dwi Nur, Henky Irawan, and Andi Zulfikar. 2015. “HUBUNGAN JENIS SUBSTRAT DENGAN
KERAPATAN VEGETASI Rhizophora Sp. DI HUTAN MANGROVE SUNGAI NYIRIH
KECAMATAN TANJUNGPINANG KOTA KOTA TANJUNGPINANG Dwi.” Repository
UMRAH

Mayunar. 1999. PRODUKTIVITAS BEBERAPA JENIS IKAN LAUT YANG DIBUDIDAYA DALAM
KERAMBA JARING APUNG. Jakarta : LIPI.