Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MEDAN LISTRIK

DI
S
U
S
U
N

OLEH

KELOMPOK 1

BESTRICA KURNIA SARI (NIM 8186175005)

AYU SRI MENDA (NIM 8186175001)

PENDIDIKAN FISIKA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada
kita semua termasuk terselesaikannya Critical Journal Review yang membahas Medan Listrik
dengan dua buah jurnal yang akan dibandingkan sebagai amanat yang diberikan kepada kami
didalam memenuhi tugas mata kuliah Elektrodinamika. Penulis berterimak a s i h k e p a d a
B a p a k d a n Ib u d o s e n ya n g s ud ah m e m b e ri k an bimbingannya kepada kami untuk
penyelesaian tugas ini.
Dalam penyelesaian makalah ini penyusun merasa masih banyak kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun yang lainnya, mengingatkan kemampuan yang
dimiliki penyusun. Untuk kritik dan saran dari semua pihak sangat
penulis harapkan demi penyempurnaan makalah yang sudah diselesaikan.

Medan, September 2019


Penulis

Kelompok 1
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Rasionalisasi Pentingnya Critical Journal Review


Critical Journal Review (CJR) merupakan suatu hal yang penting bagi mahasiswa
karena mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian yang telah ada. Terdapat
beberapa hal penting sebelum kita mereview jurnal, seperti menemukan jurnal yang
sesuai dengan topik yang diangkat, membaca keseluruhan dari isi jurnal dan mencoba
untuk menuliskan kembali dengan bahasa sendiri pengertian dari jurnal tersebut.
Jurnal memiliki beberapa ciri-ciri, seperti dibatasi sesuai ketentuan yang ditetapkan
oleh organisasi penerorganisasi yang memuat jurnal ilmiah; memiliki judul dan nama
penulis serta alamat email dan asal organisasi penulis; terdapat abstract yang berisi
ringkasan dari isi jurnal, introduction, metodologi yang dipakai sebelumnya dan
metodologi yang diusulkan, implementasi, kesimpulan dan daftar pustaka.
Langkah penting dalam mereview sebuah jurnal, yaitu mengemukakan bagian
pendahuluan, mengemukakan bagian diskusi, mengemukakan bagian kesimpulan.
Hal-hal yang perlu ditampilkan dalam critical journal review, yaitu mengungkapkan
beberapa landasan teori yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam
penelitiannya dan tujuan apa yang ingin dicapai; mengungkapkan metode yang
digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, alat pengumpul data, dan
analisis data yang digunakan; mengambil hasil dari penelitian yang telah dilakukan
dengan memberikan deskripsi secara singkat, jelas, dan padat; serta menyimpulkan isi
dari jurnal.

1.2 Tujuan Penulisan Critical Journal Review


 Memahami dan menganalisis kelebihan dan kekurangan dari suatu jurnal.
 Mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian yang telah ada.
 Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam suatu jurnal.
 Meningkatkan kemampuan memahami dan menganalisis kelebihan dan kekurangan
dari suatu jurnal.
 Mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian yang telah ada.
1.3 Manfaat Critical Journal Review
 Membantu semua kalangan dalam mengetahui inti dari hasil penelitian yang terdapat
dalam suatu jurnal.
 Menjadi bahan evaluasi dalam pembuatan suatu jurnal di penerbitan berikutnya.
 Menjadi bahan evaluasi dalam pembuatan suatu jurnal di penerbitan berikutnya.
 Membantu semua kalangan dalam mengetahui inti dari hasil penelitian yang terdapat
dalam suatu jurnal.

1.4 Identitas Jurnal


Identitas Jurnal Pertama yang direview
1. Judul Jurnal : Investigation of Physics Teacher Candidates’
Cognitive Structures about “Electric Field”:
A Free Word Association Test Study
2. Nama Jurnal : Journal of Education and Training Studies
3. Edisi terbit : Vol. 5, No. 11; November 2017
4. Pengarang Jurnal : Ercan Türkkan
5. Penerbit : Redfame Publishing
6. Kota Terbit : Konya, Turkey
7. Halaman : 146-156
8. Nomor ISSN : 2324-805X E-ISSN 2324-8068
9. Website : http://jets.redfame.com

Identitas Jurnal Kedua yang direview


1. Judul artikel : Simulasi Gerak Partikel Bermuatan Dalam
Pengaruh Medan Listrik Dan Induksi Magnet
Menggunakan Matlab Versi 7.1
2. Nama Jurnal : Jurnal Berkala Fisika
3. Edisi terbit : Vol.10, No.1, April 2007
4. Pengarang : Much. Azam,Tomy Kusbramanto dkk
5. Penerbit : UNDIP
6. Kota Terbit : Malang
7. Halaman : 99-103
8. Nomor ISSN : 1410 – 9662
BAB II RINGKASAN ISI ARTIKEL JURNAL

2.1 Ringkasan Isi Artikel Jurnal Pertama


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki struktur kognitif calon guru fisika
tentang "medan listrik". Metode penelitian fenomenografi, salah satu pola penelitian
kualitatif, digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian ini dikumpulkan dari 91
calon guru fisika yang telah mengambil mata kuliah Fisika Umum II di Fakultas
Pendidikan sebuah universitas di Anatolia. Kata stimulus, "medan listrik" telah
disampaikan kepada calon guru melalui Tes Asosiasi Kata Bebas (FWAT). Total 43
tanggapan yang diperoleh dari FWAT disajikan sebagai tabel frekuensi. The
tanggapan dibagi menjadi 13 kategori dengan - analisis isi. Sebuah jaringan konsep
yang mengungkapkan struktur kognitif calon guru fisika tentang "medan listrik" wa S
dibuat dengan mempertimbangkan frekuensi dan kategori. Menurut hasil penelitian,
nilai frekuensi tertinggi yang terkait dengan "medan listrik" yang stimulus calon guru
fisika adalah daya, muatan, vektor / kuantitas vektor, arus, magnet, dll. Dan kategori
dengan frekuensi tertinggi kata-kata respons adalah diperhitungkan sebagai kekuatan
listrik, muatan listrik, medan magnet dan besarnya medan listrik, dll.

2.2 Ringkasan Isi Artikel Jurnal Kedua


Telah dibuat program simulasi gerak partikel bermuatan dalam pengaruh medan
listrik, medan induksi magnet, dan medan listrik-induksi magnet menggunakan
bahasa pemrograman MATLAB versi 7.1 untuk mengetahui gambaran lintasan
partikel setelah mendapat pengaruh dari medan listrik dan atau medan induksi
magnet. Program simulasi dibuat berdasar persamaan Lorentz dalam ranah
nonrelativistik dan digunakan untuk menghitung besar masing-masing komponen
kecepatan dan posisi partikel setelah mendapat pengaruh dari medan listrik dan atau
medan induksi magnet luar dengan menggunakan metode Runge-Kutta orde 4 dalam
MATLAB versi 7.1. Uji kesesuaian dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi
dengan referensi. Berdasarkan intepretasi hasil simulasi 3 dimensi diperoleh
kesesuaian antara bentuk lintasan dan besar masing-masing komponen kecepatan
hasil simulasi gerak partikel bermuatan dengan bentuk lintasan dan masing-masing
komponen kecepatan gerak partikel bermuatan yang ada dalam referensi.
BAB III PEMBAHASAN ANALISIS

3.1 Pembahasan Artikel Jurnal Pertama


3.1.1 Metode
Pendekatan fenomenologis sebagai salah satu metode penelitian kualitatif, digunakan
dalam penelitian ini. Pendekatan fenomenologis digunakan dalam penelitian untuk
menyelidiki fenomena yang kita sadari tetapi tidak sepenuhnya dipahami. Penelitian
fenomenografi mungkin tidak menghasilkan hasil yang pasti dan digeneralisasi sesuai dengan
sifat penelitian kualitatif. Namun, ini dapat mengungkapkan contoh, penjelasan, dan
pengalaman yang akan membantu kita mengenali fenomena dengan lebih baik. Dalam hal ini,
dapat memberikan kontribusi penting untuk literatur (Yildirim & Simsek, 2006). Dalam
penelitian ini, data struktur kognitif yang berkaitan dengan stimulus "medan listrik" dari
calon guru fisika dianalisis secara rinci sebanyak mungkin.

2.1 Peserta
Kelompok kerja tersebut terdiri dari total 91 calon guru fisika yang belajar di sebuah
universitas negeri di Anatolia pada Tahun Akademik 2016-2017. 31 (34%) dari guru c dan
calon adalah laki-laki dan 60 (66%) adalah perempuan. Usia rata-rata peserta adalah 21,4
tahun (kisaran 19-23).

2.2 Pengumpulan Data


Free Word Association Test (FWAT) digunakan sebagai alat pengumpulan data. Konsep
"medan listrik" telah disampaikan kepada calon guru sebagai konsep stimulus. Konsep
"medan listrik" ditulis 10 kali dalam satu halaman.
Alasan mengapa suatu konsep ditulis satu di bawah yang lain sebanyak jawaban yang
diinginkan adalah untuk mencegah penulisan kata - kata yang konsep kunci dapat
mengingatkan dan menghilangkan risiko reaksi berantai. Dalam hal ini, akan dihindari untuk
mengecualikan tujuan pengujian (Bahar, Johnston & Sutcliffe, 1999; Bahar & Ozatli, 2003).
Penelitian yang dilakukan menggunakan FWAT diperiksa dan diputuskan bahwa waktu
respon yang tepat untuk kata stimulus harus 30 detik (Bahar, Johnston & Sutcliffe, 1999;
Bahar & Ozatli, 2003; Dikmenli, 2010a; Dikmenli, 2010b; Dikmenli, Cardak & Kiray 2011;
Eren, 2012; Isikli, Tasdere & Goz 2011; Gokbas & Erdogan, 2016; Kurt & Ekici, 2013a;
Kurt & Ekici, 2013b; Simsek, 2013; Timur, 2012; Turan & Erdogan, 2016). Setelah
penjelasan yang diperlukan dan contoh-contoh diberikan kepada kandidat guru untuk FAT,
aplikasi dimulai.

2.3 Analisis Data


Tanggapan terhadap kata stimulus yang diberikan oleh calon guru diselidiki menggunakan
metode analisis konten untuk menganalisis FWAT. Dalam analisis konten, ekspresi serupa
disatukan dan ditafsirkan dalam kerangka konsep dan tema tertentu (Yildirim dan Simsek,
2006). Sesuai dengan kata-kata respons yang diberikan kepada kata stimulus, kategori utama
dibuat dan kata-kata respons ditempatkan ke dalam kategori yang sesuai. Proses ini diulang
terlambat satu minggu dan beberapa kata respons dialihkan ke kategori lain. Setelah proses
ini, kategori yang dibuat untuk kata stimulus dan kata respons dalam kategori ini diverifikasi
oleh seorang ahli. Reliabilitas, dihitung menggunakan rumus [Konsensus / Konsensus +
Divergensi) X 100] (Miles dan Huberman, 1994). Pada akhir verifikasi independen ini,
reliabilitas antar penilai dicapai sekitar 90%. Telah terlihat bahwa teknik analisis data yang
dibuat dengan cara ini memberikan hasil yang dapat diandalkan (Erdogan, 2012).
Berdasarkan tabel frekuensi yang dihasilkan, jaringan konseptual umum ditarik keluar yang
mengungkapkan struktur kognitif calon guru mengenai konsep stimulus "medan listrik"..

Hasil
Pada bagian ini, pertama-tama, tanggapan calon guru fisika terhadap konsep stimulus yang
terkait dengan "medan listrik" dalam (FWAT) dan kategori yang diperoleh dari kata-kata
respons diberikan. Setelah itu, jaringan konseptual termasuk frekuensi dan kategori disajikan.

3.1 Temuan Terkait Kata Respon yang Diberikan kepada Konsep Stimulus “Medan Listrik”
dan Kategori yang Dibuat
Dalam tes asosiasi kata, 43 kata respons yang berbeda diperoleh dari calon guru tentang kata
" medan listrik " yang diberikan sebagai kata stimulan. 43 kata jawaban ini dikategorikan
dalam 13 kategori. Kategori - kategori yang dihasilkan diberikan pada Tabel 1. Sementara
kategori-kategori ini sedang dikembangkan, kurikulum pengajaran fisika di negara kita telah
dipertimbangkan.

Tabel 1. Kategori yang Diorganisasi Menggunakan Respons


untuk Konsep Stimulus "medan listrik"
Kategori Frekuensi (f) %
1. Kekuatan Listrik 90 25
2. Muatan Listrik 72 20
3. Medan Magnet 51 14,2
4. Besar Medan Listrik 44 12,2
5. Arus Listrik 26 7,2
6. Potensi Listrik 20 5,6
7. Fluks Listrik 14 3,9
8. Persamaan Maxwell 11 3,1
9. Gerak 9 2.5
10. Unit Medan Listrik 6 1.7
11. Daya-Energi 6 1.7
12. Gelombang Elektromagnetik 6 1,7
13. Energi Potensi Listrik 5 1,4
TOTAL 360 100,0

Sebagai hasil dari analisis data, tanggapan yang diberikan untuk konsep "medan
listrik" oleh calon guru sebagian besar terkonsentrasi di bawah kategori "Kekuatan Listrik" (f
= 90) dan kategori ini muncul sebagai kategori yang paling dominan. Ketika data pada Tabel
2 dianalisis, terlihat bahwa konsep yang sebagian besar terkonsentrasi adalah konsep
"Kekuatan / Coulumb" (f = 39) dan konsep ini diikuti oleh konsep Vektor / Vektor,
Kuantitas-Tarik, Garis Tarik dan Garis Arah .

Tabel 2. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori "Kekuatan Listrik"


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
1. Kekuatan Listrik
Angkatan / Kekuatan Coulumb 39 43,3
Vektor / Vektor Jumlah 23 25,6
Push-Pull 12 13,3
Force Lines 8 8,9
Arah 8 8,9
Total 90 100,0
Ketika data yang diperoleh diperiksa, jawaban yang diberikan oleh calon guru dalam
kategori kedua mengenai konsep "medan listrik" dikumpulkan di bawah kategori "Muatan
Listrik" (f = 72). Ketika Tabel 3 dianalisis, terlihat bahwa konsep Charge Obje ct / Charge (f
= 49) adalah konsep yang paling fokus dalam kategori ini, dan konsep ini masing - masing
diikuti oleh Plus dan Minus Polandia, Dipole / Electric dipole, Density muatan, Titik
Pengisian Daya Listrik, Pengisian Unit dan Pengisian Kontinu.

Tabel 3. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori "Muatan Listrik"


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
2. Muatan Listrik
Objek / Biaya yang Dibebankan 49 68,1
Polandia Plus dan Minus 9 12,5
Dipol / Dipol listrik 6 8,3
Mengisi Kepadatan 4 5,6
Titik Muatan Listrik 2 2,8
Pengisian Unit 1 1,4
Pengisian Kontinu 1 1,4
Total 72 100

Sebagai hasil dari analisis data, kategori ketiga adalah kategori "Medan Magnet" (f =
51) sesuai dengan tanggapan yang diberikan oleh calon guru mengenai konsep konsep
"Medan Listrik". Seperti dapat dilihat dari Tabel 4, konsep "Magnet" telah menjadi konsep
dengan frekuensi terbesar dari peserta yang berfokus pada kategori ini. Ini konsep diikuti
dengan Magnetic Field, Kompas, Tangan Kanan Aturan, Bidang elektromagnetik dan N - S
tiang, masing-masing.

Tabel 4. Kategori Kata-Kata Respon “Medan Magnet”


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
3. Medan Magnet
Magnet 19 37,3
Medan Magnet 12 23,5
Kompas 11 21,6
Aturan Tangan Kanan 5 9,8
Medan Elektromagnetik 2 3,9
Kutub N - S 2 3,9
Total 51 100,0

Kategori keempat yang terkait dengan kata stimulus "medan listrik" adalah "Magnitu
de of Electric Field" (f = 44). Dalam kategori ini terlihat bahwa calon guru merespons konsep
stimulus "medan listrik" yang memberikan Jarak, k konstan, Besaran Medan Listrik /
Besaran, E = kq / d 2 , E = F / q, dan medan listrik terkait dengan jarak kata-kata. Kata-kata
respons untuk kategori “Magnitude of Electric Field” diberikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori “Magnitudo Medan Listrik”


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
4. Besarnya Medan listrik
Jarak 18 40,9
konstanta k 11 25
Besarnya Medan Listrik / Magnitude 8 18,2
E = kq / d 2 , E = F / q 5 11,4
Medan listrik terkait dengan jarak 2 4,5
Total 44 100,0

Seperti yang diberikan pada Tabel 1, kategori kelima dibentuk sebagai "Arus Listrik"
(f = 26). Mayoritas peserta hanya mengaitkan kata stimulus "medan listrik" dengan kata saat
ini dalam kategori ini. Kata-kata respons untuk kategori "Arus Listrik" diberikan pada Tabel
6.

Tabel 6. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori "Arus Listrik"


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
5. Arus Listrik saat ini 26 100
Total 26 100

Peserta dalam kategori keenam menghubungkan kata "medan listrik" dengan kata-
kata yang berhubungan dengan "Potensi Listrik" (f = 20). Dalam kategori ini terlihat bahwa
calon guru menanggapi konsep stimulus dari "Medan Listrik" sebagai kata-kata Potensi,
Perbedaan Potensi , dan Listrik . Kata - kata respons untuk kategori "Potensi Listrik"
diberikan pada Tabel 7.
Tabel 7. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori "Potensi Listrik"
Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
6. Potensi Listrik
Potensi 7 35
Perbedaan Potensi 7 35
Potensi Listrik 6 30
Total 20 100

Seperti yang terlihat pada Tabel 1, peserta dalam kategori ketujuh terkait kata
stimulus dari "medan listrik" adalah kategori "Fluks Listrik" (f = 14). Dalam kategori ini,
respons yang paling fokus adalah kata "Jalur medan listrik" (f = 13), diikuti oleh kata Flux.
Kata respons untuk kategori "Fluks Listrik" adalah seperti pada Tabel 8.

Tabel 8. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori "Fluks Listrik"


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
7. Fluks Listrik
Jalur medan listrik 13 92,9
Fluks 1 7,1
Total 14 100,0

Dalam kategori kedelapan, peserta ditentukan "Persamaan Maxwell" sebagai kata


stimulus yang terkait dengan " medan listrik " (f = 11) (Tabel 1). Dalam kategori ini, kandidat
guru telah menyatakan bahwa kata-kata Hukum Gauss, Hukum Faraday dan Persamaan
Maxwell adalah kata-kata stimulus yang terkait dengan konsep "medan listrik". Kata respons
untuk kategori “Persamaan Maxwell ” diberikan pada Tabel 9.

Tabel 9. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori “Persamaan Maxwell”


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
8. Persamaan Maxwell
Hukum Gauss 5 45,5
Hukum Faraday 4 36,4
Persamaan Maxwell 2 18,2
Total 11 100,0
Peserta telah mengaitkan "Gerak" sebagai kata stimulus yang terkait dengan "Medan
Listrik" (f = 9). Dalam kategori ini, terlihat bahwa calon guru merespons konsep stimulus
"Medan Listrik" sebagai kata Akselerasi dan Kecepatan. Kata respons untuk kategori
"Gerakan" diberikan pada Tabel 10.

Tabel 10. Kata Jawaban dalam Kategori "Gerak"


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
9. Gerak
Akselerasi 5 55,6
Kecepatan 4 44,4
Total 9 100,0

Kategori kesepuluh dibentuk sebagai "Unit Bidang Listrik" (f = 6). Dalam kategori
ini, terlihat bahwa calon guru merespons konsep stimulus dari "medan listrik" sebagai Satuan
(Newton per Coulomb), Satuan (Volts per meter), dan Satuan (Newton) kata-kata. Kata-kata
respons untuk kategori “Magnitude of Electric Field” diberikan pada Tabel 11.

Tabel 11. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori “Unit Magnitudo Medan Listrik”
Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
10. Satuan Besarnya Medan Listrik
Unit (Newton per Coulomb) 3 50,0
Unit (Volt per meter) 2 33,3
Unit (Newton) 1 16,7
Total 6 100,0

Calon guru dalam kategori kesebelas, seperti yang diberikan pada Tabel 1,
mengaitkan "medan listrik" dengan kata-kata stimulus dengan konsep yang berkaitan dengan
"Daya-Energi" (f = 6). Dalam kategori ini terlihat bahwa calon guru merespons konsep
stimulus "medan listrik" sebagai kata-kata Energi dan Daya. Kata respons untuk kategori
"Daya-Energi" diberikan pada Tabel 12.
Tabel 12. Kata-kata respons dalam Kategori "Daya-Energi"
Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
11. Daya-Energi
Energi 4 66,7
Kekuasaan 2 33,3
Total 6 100,0

Sebagai hasil dari analisis yang dilakukan, kategori kedua belas dibentuk sebagai
"Gelombang Elektromagnetik" (f = 6), seperti yang diberikan pada Tabel 1. Dalam kategori
ini, terlihat bahwa calon guru menanggapi konsep stimulus "medan listrik" sebagai
Elektromagnetik Gelombang dan Kecepatan kata-kata terang. Kata-kata respons untuk
kategori "Gelombang Elektromagnetik" diberikan pada Tabel 13.

Tabel 13. Kata-Kata Tanggapan dalam kategori "Gelombang Elektromagnetik"


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
12. Gelombang Elektromagnetik
Gelombang Elektromagnetik 3 50,0
Kecepatan cahaya 3 50,0
Total 6 100,0

Menurut tanggapan yang diberikan oleh calon guru, kategori ketiga belas dibentuk
sebagai " Energi Potensi Listrik " (f = 5). Dalam kategori ini terlihat bahwa calon guru
merespons konsep stimulus "medan listrik" sebagai kata-kata Energi Potensial dan Energi
Listrik. Kata-kata respons untuk kategori "Energi Potensial Listrik" diberikan pada Tabel 14.

Tabel 14. Kata-Kata Tanggapan dalam Kategori “Energi Potensial Listrik”


Kategori Asosiasi Frekuensi (f) %
13. Energi potensial Listrik
Energi Potensial 4 80
Energi Listrik 1 20
Total 5 100
3.2 Jaringan Konseptual Terkait dengan Struktur Konseptual Calon Guru Fisika Mengenai “
Medan Listrik ”
Dalam Gambar 1, jaringan konseptual terkait dengan struktur konseptual calon guru
fisika tentang "medan listrik" diberikan. Jaringan konseptual yang diberikan pada Gambar 1,
menunjukkan bahwa skema kognitif Calon Guru Fisika berkaitan dengan konsep stimulus
"medan listrik". Konsep stimulus yang disajikan kepada calon guru ada di tengah-tengah
jaringan konsep. Dalam jaringan konsep, kata-kata terkait, kategori kata-kata ini dan
frekuensinya disajikan dalam diagram dua dimensi. Nilai frekuensi dari kata-kata dan
kategori yang terkait dengan kata stimulus ditunjukkan pada baris. Jaringan konsep dibentuk
searah jarum jam dari kata-kata dengan frekuensi paling banyak ke yang dengan frekuensi
paling sedikit. Kategori diberikan dengan cara yang sama pada jaringan konsep. Ketika
jaringan konsep yang diberikan pada Gambar 1, diperiksa, terlihat bahwa calon guru fisika
sering mengaitkan konsep stimulus "medan listrik " dengan konsep Gaya Listrik, Muatan
Listrik, Medan Magnet, Magnitudo Medan Listrik dan Arus Listrik .

3.2 Pembahasan Artikel Jurnal Kedua


METODE PENELITIAN
Perancangan program simulasi gerak partikel bermuatan
Sebelum dilakukan perancangan program terlebih dahulu diidentifikasi data masukan
dan data keluaran. Perancangan program simulasi ini menggunakan MATLAB 7.1 dan terdiri
dari beberapa mfile program, antara lain:
a. Program utama ta.m
Program ta.m berisi kode GUI (Graphical User Interfaces) menu program utama simulasi,
dan juga memanggil program perhitungan posisi dan kecepatan partikel bermuatan yang
disimulasikan (persGerak.m), dan program penampil hasil simulasi (hasil.m).
b. Program perhitungan r dan v partikel bermuatan persGerak.m
persGerak.m berfungsi untuk menyelesaikan persamaan gerak partikel bermuatan dalam
medan elektromagnetik luar (persamaan Lorentz).
c. Program hasil.m
Kode hasil.m digunakan untuk menampilkan hasil simulasi gerak partikel bermuatan dalam
medan elektromagnetik luar
Tes dan koreksi program
Tes dan koreksi program merupakan tahap pemeriksaan program yang meliputi pemeriksaan
statement penulisan untuk menghindari listing error, pemeriksaan logika atau prosedural
langkah untuk menghindari logic error, dan pemeriksaan data masukkan/keluaran untuk
menghindari data error.
Pengolahan Data Simulasi Gerak Partikel Bermuatan
Data simulasi gerak partikel bermuatan yang digunakan dalam penelitian ini berupa data
sintetis yang didapat dari contoh aplikasi program simulasi gerak partikel bermuatan (proton)
dalam pengaruh medan elektromagnetik luar yang meliputi medan E statik dan homogen,
medan B = 0 ; medan B statik dan homogen, medan E = 0 ; medan E dan B statik dan
homogen; medan dB/dt dan medan E = 0 , sehingga didapatkan tampilan lintasan partikel
bermuatan (proton) dalam tiga dimensi dan grafik hubungan masing-masing komponen
kecepatan proton terhadap waktu.
Pengujian Kesesuaian Hasil
Hasil simulasi gerak partikel bermuatan, berupa wujud lintasan, posisi, dan besar masing-
masing komponen kecepatannya perlu dibandingkan dengan wujud lintasan gerak, besar
masing-masing komponen posisi, dan kecepatan partikel bermuatan yang ada dalam
referensi.
Intepretasi Hasil Simulasi Gerak
Tampilan posisi partikel bermuatan (proton) dalam tiga dimensi dan grafik hubungan besar
masing-masing komponen kecepatannya terhadap waktu yang didapatkan dari program
simulasi gerak partikel bermuatan (proton) dalam pengaruh medan elektromagnetik luar
diintepretasikan sehingga didapat karakteristik gerak partikel bermuatan (proton) dalam
pengaruh medan elektromagnetik luar.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Gerak Partikel Bermuatan Dalam Medan Listrik E dan Induksi Magnet B Statik dan
Homogen
Pada simulasi gerak partikel bermuatan dalam medan listrik E dan medan induksi
magnet B statik dan homogen, data masukan didapat dengan memilih opsi Ey dan E0 = 10
V/m dalam kotak Medan Listrik, dan dengan memilih opsi Bz dan B0 = 2 T dalam kotak
Medan Magnet seperti yang diperlihatkan dalam gambar 1. Oleh karena itu, didapat medan
listrik E = Ey dan medan induksi magnet B = Bz yang saling tegak lurus satu sama lain.
Lintasan gerak partikel bermuatan yang diperlihatkan dalam gambar 3 berbentuk sikloid
biasa (ordinary cycloid) yang berarah x . Hal tersebut disebabkan oleh adanya kontribusi
kecepatan hanyut dalam komponen kecepatan pada sumbu x , vxx .
Komponen kecepatan pada sumbu z pada hasil simulasi, Vz, tetap berharga nol karena V||xB
= .0.

Gerak Partikel Bermuatan Dalam Medan Induksi Magnet B Gayut Waktu, Medan
Listrik E 0
Komponen kecepatan pada sumbu x pada hasil simulasi 2 bernilai 0 m/s selama waktu
simulasi karena Vx sejajar dengan medan induksi magnet gayut waktu. Akibat perubahan
arah dan besar medan induksi magnet B terhadap waktu, gerak melingkar partikel bermuatan
yang disimulasikan juga mengalami perubahan arah gerak melingkar. Saat medan induksi
magnet makin bernilai maksimum positif 10 T, atau dengan kata lain saat berarah xˆ , arah
gerak melingkar partikel bermuatan berlawanan arah jarum jam sedangkan saat medan
induksi magnet makin bernilai maksimum negatif -10 T, atau dengan kata lain saat berarah
xˆ , arah gerak melingkar partikel bermuatan searah jarum jam.

3.3 Kelebihan dan Kekurangan Isi Artikel Jurnal


1. Jurnal Pertama
Kelebihan isi artikel Jurnal
 Menampilkan teori-teori yang relevan berkaitan dengan judul yang diangkat artikel
 Tahapan-tahapan penulisan sudah di paparkan dengan baik, dari analisis hingga
penerapan
 Referensi yang digunakan dalam mengambil kajian pustaka banyak sehingga
pembahasannya terlihat luas dan mendalam.
 Menampilkan informasi hasil penelitian dengan disertai tabel sehingga lebih menarik
dan memudahkan pembaca dalam memahami isi artikel.
 Informasi yang diberikan terkait jurnal sudah lengkap sehingga memudahkan
pembaca untuk mengidentifikasi jurnal tersebut.

Kekurangan isi artikel Jurnal


 Teori yang ditampilkan kurang banyak
 Jarak spasinya terlalu rapat
 Terdapat beberapa istilah yang tidak dijelaskan secara detail

2. Jurnal Kedua
Kelebihan isi artikel Jurnal
 Banyak menampilkan teori-teori yang relevan berkaitan dengan judul yang diangkat
artikel.
 Tahapan-tahapan penulisan juga di paparkan dengan baik, dari analisis hingga
penerapan.
 Menampilkan informasi hasil penelitian dengan disertai gambar sehingga lebih
menarik dan memudahkan pembaca dalam memahami isi artikel.
 Pengaturan huruf, spasi dan tat letak dalam penulisan sudah baik.
 Informasi yang diberikan terkait jurnal sudah lengkap sehingga memudahkan
pembaca untuk mengidentifikasi jurnal tersebut.

Kekurangan isi artikel Jurnal


 Referensi yang digunakan dalam mengambil kajian pustaka tidak banyak sehingga
pembahasannya terlihat sempit dan kurang mendalam.
 Banyaknya pembahasan serta ketidakjelasan tahapan penulisan membuat pembaca
mesti bekerja keras dan tidak bisa berharap dengan hal yang simpel dan praktis
 Terdapat beberapa istilah yang tidak dijelaskan secara detail
BAB IV PENUTUP

Dalam penelitian pada artikel jurnal pertama, terlihat bahwa calon guru tidak
memiliki banyak kemampuan konseptual dalam mata pelajaran yang berkaitan dengan
konsep "medan listrik" dalam tahap pendidikan dari sekolah menengah ke universitas.
Kurangnya kejelasan pengetahuan konseptual , kurangnya kegiatan untuk mengintensifkan
konsep, tidak memadainya informasi konseptual, dan kurangnya keterlibatan dalam peristiwa
kehidupan sehari-hari membuat siswa membangun struktur terbatas tentang konsep "medan
listrik". Karena itu, mereka tidak sepenuhnya memahami konsep "medan listrik". Temuan
menunjukkan bahwa struktur kognitif calon guru untuk "medan listrik" harus dikembangkan
lebih sadar dan terarah
Sedangkan pada artikel jurnal kedua, hasil uji simulasi terdapat kesesuaian antara
bentuk lintasan dan besar masing-masing komponen kecepatan hasil simulasi gerak partikel
bermuatan dalam pengaruh medan listrik dan induksi magnet dengan bentuk lintasan dan
besar masing-masing komponen kecepatan gerak partikel bermuatan yang ada dalam
referensi.
DAFTAR PUSTAKA

Azam (2007). Simulasi Gerak Partikel Bermuatan Dalam Pengaruh Medan Listrik Dan
Induksi Magnet Menggunakan Matlab Versi 7.1. Jurnal Berkala Fisika Volume 10
No. 1, April 2007, Pages 99-103, Issn : 1410 – 9662.

Turkkan (2017). Investigation of Physics Teacher Candidates’ Cognitive Structures


about “Electric Field”: A Free Word Association Test Study. Journal of
Education and Training Studies.Vol.5, No. 11, November 2017, Pages 146-156, ISSN
2324-805X E-ISSN 2324-8068, Published by Redfame Publishing, URL:
http://jets.redfame.com